Debat, mengungkap Visi dan Misi Empat Paslon Pilgub NTB

Debat terbuka bukan untuk berdebat, saling hujat atau mengadu kehebatan, Bupati Lombok Tengah mengaku ingin mencari bekal apabila diberikan kesempatan memimpin NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menghadiri debat terbuka putaran pertama bertajuk “Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Publik” di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Sabtu (12/5) malam.

Pada kesempatan pertama, para paslon diberikan waktu 90 detik untuk menyampaikan visi dan misi mereka untuk NTB.

Cagub NTB nomor urut satu, Suhaili, mengatakan, kehadirannya di debat terbuka bukan untuk berdebat, saling hujat atau mengadu kehebatan, Bupati Lombok Tengah itu mengaku ingin mencari bekal apabila diberikan kesempatan untuk menjadi Gubernur di NTB.

“Visi dan misi yang coba akan kami ikhtiarkan di bumi NTB adalah NTB sejahtera, yang mana situasi dan kondisi di mana warga sudah mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, baik material maupun spiritual, meliputi pangan, sandangn, papan, pendidikan, kesehatan, bekerja, rekreasi,” kata Suhaili.

Ia tak sempat meneruskan penjelasan lantaran waktu yang diberikan sudah habis. Suhaili berpasangan dengan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, Muhammad Amin dengan diusung Partai Golkar, Nasdem, dan PKB.

Cagub NTB nomor urut dua, Ahyar Abduh, menyuarakan slogannya yakni NTB untuk semua yang ia sandarkan kepada semangat dan komitmen seorang kepala daerah bagi warganga.

“Artinya gubernur dan wakil gubernur menjadi pelayanan bagi masyarakat,” kata Ahyar.

Ahyar yang didampingi Mori Hanafi –mantan Wakil Ketua DPRD NTB– menegaskan akan bekerja keras untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat NTB, mulai dari petani, nelayan, buruh masyarakat kecil, para pemuda, perempuan, warga kota, dan warga desa. Bentuk komitmennya diwujudkan dengan menyiapkan kartu petani dan nelayan.

Janji-janji lain dari paslon yang diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, Hanura, PDIP, dan PBB ini ialah akan mengalokasikan Rp 200 juta per tahun untuk setiap desa dan kelurahan. Ia menilai, NTB akan maju jika desa dsn kelurahan maju.

“Kami juga akan mengembangkan 100 desa wisata,” ungkap Ahyar yang juga kehabisan waktu menerangkan lebih lanjut soal program tersebut.

Sedangkan, Cagub nomor urut tiga, Zulkieflimansyah atau biasa disapa Dr Zul, mengungkapkan misinya maju di dalam kontestasi Pilgub NTB untuk mewujudkan NTB yang gemilang.

“NTB yang gemilang adalah NTB yang punya daya saing, sekaligus pada saat yang sama menjadi rumah besar yang nyaman, hangat, dan penuh kekeluargaan buat kita bersama,” ujar Dr Zul.

Cara mewujudkannya, kata dia, dengan memastikan bahwa NTB sangat ramah dan kondusif bagi hadirnya investasi dam komunitas bisnis. Baginya hal ini sangat penting karena tugas pemerintah adalah memfasilitasi dunia usaha. Poin kedua, ialah bagaimana pemerintah memiliki kebijakan yang ramah dalam mensejahterakan masyarakatnya sendiri.

Sama seperti dua Cagub sebelumnya, mantan Anggota DPR RI ini juga tak sempat meneruskan pernyataannya lantaran kehabisan waktu.

Dr Zul maju dengan usungan Partai Demokrat dan PKS bersama Cawagub Sitti Rohmi Djalilah yang merupakan kakak kandung dari Gubernur NTB 2008-2018 Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Cagub nomor urut empat, Ali bin Dahlan atau Ali BD, mengawali perkataan dengan mengungkap misinya untuk maju bersama rakyat untuk membangun NTB yang beradab berkarakter dan berbudaya untuk menyongsong masyarakat NTB yang sejahtera.

“Kenapa mulai dari kata-kata beradab, karena kata itu mengandung nilai dan visi lebih dalam yang melahirkan warga NTB yang mengerti akan perbedaan dan mengerti masa depan,” kata Ali.

Dengan beradab, kata dia, akan lahir sebuah etos kerja yang akan membawa kemakmuran. Ia juga menekankan masyarakat NTB untuk bekerja keras, hidup hemat, dan mengerti akan masa depannya.

Ali BD yang berdampingan bersama Lalu Gede Sakti menjadi satu-satunya paslon yang maju melalui jalur perseorangan.

AYA




10 Lulusan Terbaik SMPN 1 Tanjung, Diberikan Reward

Pemberian reward merupakan inisiatif dari alumni yang kini sudah sukses di instansi pemerintah, swasta maupun di dunia usaha

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Ada yang menarik dalam acara perpisahan atau pelepasan siswa-siswi kelas IX di SMPN 1 Tanjung, Lombok Utara, Sabtu (12/5).

Sejumlah alumni angkatan 1988 sekolah tersebut hadir sekaligus memberikan reward secara simbolis kepada siswa yang masuk dalam 10 besar nilai tertinggi kelulusan tahun ajaran 2017-2018.

Salah satu perwakilan alumni 1988 SMP N 1 Tanjung, Muji Bidawati, mengaku, pemberian reward kepada 10 besar bertujuan menyemangati para siswa untuk terus belajar dan berprestasi, tidak hanya di KLU, tapi juga di tingkat Provinsi dan nasional.

“Total hadiah yang kita berikan sebesar Rp. 8 juta lebih. Selain itu ada juga pemberian penghargaan kepada tiga orang guru favorit. Tapi jangan dilihat dari jumlahnya,” katanya, Sabtu (12/5).

Anggota DPRD KLU, Ardianto, yang juga bagian dari alumni 1988, mengatakan, pemberian reward merupakan inisiatif dari kawan-kawan alumni yang kini sudah sukses di instansi pemerintah, swasta maupun di dunia usaha.

“Kita ingin para siswa agar lebih giat untuk meraih cita-citanya dengan membawa nama besar SMPN 1 Tanjung,” harapnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 1 Tanjung, Johdi. S.Pd, berharap kelulusan tahun ini bisa mencapai 100 persen seperti halnya tahun-tahun seblumnya.

“Tidak hanya tingkat kelulusan, tapi nilai juga tidak kalah penting. Tahun lalu misalnya, SMPN 1 Tanjung meraih nilai tertinggi ujian nasional untuk empat mata pelajaran se-KLU,” paparnya.

Johdi juga menambahkan, tahun 2018 ini pihaknya mendapat bantuan fisik senilai Rp.1 Miliar lebih. Dan akan menjadikan SMPN 1 Tanjung sebagai sekolah termegah di KLU.

“SMPN 1 Tanjung akan menjadi sekolah model SPMI. atau sekolah bertarap nasional. RAB-nya sudah kita susun, anggarannya sekitar Rp. 5 milair, dan akan dianggarkan secara bertahap,” katanya lagi.

Di akhir sambutannya, Johdi juga berpesan kepada semua siswanya agar merayakan kelulusan dengan hal-hal yang positif.

“Rayakan dengan cara positif. Dan saya berharap kalian bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” tutupnya.

Dalam acara yang dihadiri Ketua komite sekolah, perwakilan Dikpora KLU, Kapolsek Tanjung, dan wali murid itu, juga dimeriahkan oleh sejumlah pertunjukan seni yang dibawakan para siswa.

DNU




Djohan Sjamsu Kini Pimpin PKB Lombok Utara

PKB di bawah pimpinan Djohan Sjamsu tentu bertekat merebut suara sebanyak-banyaknya dalam pesta demokrasi pemilihan legislatif 2019 mendatang

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Mantan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KLU. menggantikan Ali Syahbana, Dalam Musyawarah Cabang Luar Biasa PKB, di Gondang, Sabtu (12/05).

Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB NTB. H. Lalu Hadrian Irfani mengatakan, ditunjuknya H. Djohan Sjamsu sebagai Ketua PKB KLU merupakan inisiatif pengurus dengan harapan dapat mendongkrak suara PKB di Lombok Utara ke depan.

“Pak Djohan Sjamsu adalah tokoh yang dinilai tepat untuk membesarkan PKB di KLU. Jadi bukan karena pak Ali tidak layak atau melanggar aturan partai,” pungkasnya.

Ke depan, sambung Hadrian, PKB di bawah pimpinan Djohan Sjamsu (sebelumnya memimpin Partai Demokrat KLU,red) tentu bertekat merebut suara sebanyak-banyaknya dalam pesta demokrasi pemilihan legislatif 2019 mendatang.

“Target ini cukup berasalan, mengingat pak Djohan pernah membawa Demokrat menjadi partai pemenang di KLU,” katanya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, H. Djohan Sjamsu menegaskan, jika saat ini dirinya akan fokus membesarkan partai, guna bersiap menyambut Pileg dan kontestasi Pilkada 2021 mendatang.

“Saya pindah partai sebagai bagian dari pengabdian saya untuk daerah ini. Bersama teman-teman pengurus lainnya, tentu saya berikhtiar untuk memenangkan PKB,” cetusnya.

Saat ditanya posisi atau sikap PKB terhadap pemerintah di KLU, mantan politisi Demokrat ini menegaskan PKB akan tetap bersikap objektif.

“Jika pemerintahan ini berjalan baik, maka tentu akan kita dukung. Tapi jika sebaliknya, apabila kinerja pemerintah menyimpang, maka harus dikritisi,” gumamnya.

DNU




TGB Ajak Rakyat Dukung Zul-Rohmi

Ikhtiyar untuk kemenangan Zul-Rohmi merupakan bagian untuk melanjutkan pembangunan NTB

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH :  Ketua Majelis Daerah DPD Partai Demokrat NTB Dr. TGH. M Zainul Majdi, M.A mengingatkan masyarakat, untuk memilih pasangan nomor urut 3 Zul-Rohmi pada Pilgub NTB 2018.

Hal itu disampaikan . M Zainul Majdi, M.A yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dalam orasi politiknya di Lombok Tengah, Sabtu (12/5).

TGB Zainul Majdi atau TGB yang juga Gubernur NTB itu optimistis, rakyat NTB terutama di Lombok Tengah konsisten memenangkan pasangan Zul-Rohmi.

Menurutnya, selama kepemimpinannya di NTB banyak hal yang dilakukan untuk kemajuan Lombok Tengah. Salah satunya pendirian kampus IPDN di Lombok Tengah.

“Kami sangat memperhatikan masyarakat Lombok Tengah baik pembangunan IPDN, maupun pengembangan ekonomi kemasyarakatan,” ujar TGB.H.M Zainul Majdi, M.A di hadapan ribuan pendukung Zul-Rohmi.

Zainul Majdi yang kini disebut-sebut melenggang hingga level nasional itu mengimbau masyarakat untuk menyebar luaskan Zul-Rohmi untuk dipilih pada 27 Juni 2018.

Menurutnya, meski sudah berbuat banyak untuk Lombok Tengah dan NTB umumnya, tapi tentu ada kekurangan yang akan dituntaskan dengan baik.

Baginya, ikhtiyar untuk kemenangan Zul-Rohmi merupakan bagian untuk melanjutkan pembangunan NTB. Dia menilai kehadiran Zul-Rohmi bukan dengan semangat kebencian.

“Maka itu, tebarkanlah kebaikan dengan niat yang baik. Baik yang berjilbab maupun tidak berjilbab, sampaikan kepada semeton jari untuk memilih Zul-Rohmi,” paparnya.

Selain itu, TGB mengimbau pendukung Zul-Rohmi tidak merendahkan calon lainnya. Menurutnya, semua calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur NTB yang maju pada Pilgub NTB merupakan putra terbaik NTB.

“Jangan merendahkan calon lainnya. Setiap perjuangan itu tidak mudah dan butuh konsistensi. Sampaikan yang baik-baik dengan penuh optimisme. Setiap yang kita sebut dan sampaikan itu adalah Do’a,” ungkapnya.

Kampanye dialogis itu dihadiri langsung pasangan Dr.H.Zulkieflimansyah dan Dr. Hj.Sitti Rohmi Djalilah. Sejumlah politisi di antaranya Ketua DPRD NTB TGH.Mahally Fikri,Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB Zainul Aidi, Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Tengah, Ahmad Ziadi, Ketua DPD PKS Lombok Tengah Abdul Kadir, dan Sekretaris Bidang Pembidanaan Dakwah Pulau Lombok DPW PKS NTB Suparman.

Me (*)




Relawan Zul-Rohmi, Gelar Nonton Bareng Debat Pilgub NTB

32 sekretariat Relawan Zul-Rohmi akan menggelar Nonton Bareng siarang langsung Debat Terbuka Pilgub NTB yamg akan disiarkan langsung di TV One dan televisi lokal di NTB

lombokjournal.com –

KOTA BIMA :  32 Gerbang Relawan Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dan Dr Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menggelar acara nonton bareng Debat Pilgub NTB di 50 titik.

Sesuai jadwal debat akan dilaksanakan, Sabtu (12/5) malam, sekitar pukul 17.30 Wita. Debat terbuka pertama ini akan disiarkan oleh TV One dan juga televisi lokal di NTB.

Devisi Humas Korda Relawan Zul-Rohmi, Imanudin SPd menjelaskan, acara Nonton Bareng debat Pilgub NTB akan dilaksanakan paling sedikit di 50 titik. Baik di 32 sekretariat relawan dan posko relawan di Kota dan Kabupaten Bima.

Paslon Pilgub NTB 2018, Zul-Rohmi, adalah pasangan yang memiliki komitmen kuat mewujudkan pemilih cerdas melalui penguatan visi-misi atau program yang jelas sesuai kebutuhan masyarakat. Selain di wilayah Pulau Lombok, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumawa Barat, selama masa kampanye Dr Zul sangat aktif mengelilingi desa-desa.

Sementara itu,  Divisi Kesekretariatan Korda Relawan Zul-Rohmi Bima, Muhammad Alifudin,  SPd menyebutkan, 32 sekretariat yang akan menggelar Nonton Bareng siarang langsung Debat Terbuka Pilgub NTB di TV One.

Masing-masing 32 kesekkretariatan tersebut, yaitu Langgudu Gemilang, Bolo Bersatu Gemilang, La Hila Donggo Gemilang, Lambitu Bersatu Gemilang, Paradise Gemilang Parado, Serikat Gemilang Kabupaten Bima, Serikat Gemilang Kota Bima, Rumah Bersama Pemuda Kreatif, Monta Gemilang, Kae Mpa’a Sama Doktor, Kobi Bersatu Gemilang, D’ Doktor Wera Gemilang, Rumah Singgah Kabupaten Bima, Rumah Singgah Kota Bima, Kae Gemilang Bersatu (KGB), Organisasi Pemuda Kreatif (OPK) Kota Bima, Jilbab Hijau, Belo Gemilang, Ncuhi Roka Gemilang, Salaja Mpungga Gemilang Lambu, Tambora Bersatu Gemilang, Nelayan Gemilang Langgudu, Sape-Lambu (Salam) Gemilang, PPPD-NTB Sape, Adil Gemilang, Gempa Gemilang, Santun Zul Rohmi, Gampang Gemilang, Zul-Rohmi Kec. Woha, Peri Donggo Gemilang, Soromandi Gemilang (DILAN), Sanggar Bersatu Gemilang.Selain itu, infonya, ada juga Nobar dari teman PKS,  Partai Demokrat, dan Ormas NW, Pemuda NW,  Ikatan Sarjana NW, dan lainnya.

Selain upaya menyebarluaskan visi-misi Paslon yang diusung, Nonton Bareng yang digelar Gerbang Relawan Zul-Rohmi di  Bima  juga untuk mempertegas kekompakan tim. Agar bersama mencapai kemenangan mewujudkan NTB Gemilang.

Me (*)




DPD KNPI NTB Dorong Pemuda NTB Menjadi Agen Perubahan Sejati

KNPI NTB fokus lakukan konsolidasi dan pembinaan kepemudaan sehingga benar-benar di rasakan keberadaanya oleh Masyarakat

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT :   DPD KNPI NTB di bawah Komando Ketua, Lalu Wire Kencana dan Sekretaris, Lalu Athari Fathullah mendorong para  pemuda NTB menjadi agen perubahan yang sejati dalam berbagai bidang.

Jadi diri Pemuda NTB yang maju dan kreatif akan menjadi citra baik memajukan daerah ini. Untuk itu DPD KNPI NTB akan tetap menggelorakan semangat kemandirian dan inovatif bagi semua kalangan, khususnya kaum  pemuda agar tetap  eksis dalam menjalankan amanah organisasi kepemudaan.

Hal itu disam[paikan Ketua DPD  KNPI NTB , Lalu Wira Kencana  melalui siaran pers yang disampaikan kemedia, Jumat (05/11) sore, terkait  pelantikan pengurus Kecamatan KNPI  se Kabaputen Lombok Barat di Gedung Utama Kantor Bupati Lombok Barat.

Lalu Wire kencana menjelaskan, kondisi pemuda hari ini jangan terpengaruhi dengan kondisi Organisasi yang sedang dalam kondisi tidak Normal,  tapi tetap semangat berkomitmen sebagai pemuda.

“Meskipun DPD I KNPI NTB selama ini tidak mendapat suport sama sekali dari pemerintah propinsi bukan lantas membuat kita berkecil hati,” ujarnya

Wire Kencane bertekad menunjukkan,  siapa sesungguhnya yang benar-benar memiliki komitmen membangun pemuda. “Karena KNPI sebagai wadah yang menaungi dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda haruslah tetap eksis,” lanjut Wire Kencana yang didampingi Sekretaris KNPI NTB, Lalu Athar Fadlulah .

Lebih Jauh Wire menegaskan,  kondisi KNPI hari ini memang jauh berbeda dengan sebelumnya,  gejolak Internal di DPP sedikit mempengaruhi,  tapi biarkan mereka yang di luar sana mencari jati dirinya dengan mengkaui dia yang benar.

“Kita fokus pada konsolidasi dan pembinaan kepemudaan sehingga KNPI NTB  ini benar – benar di rasakan keberadaanya oleh Masyarakat,” sambungnya sembari menambahkan, meskipun secara Undang-undang pemuda memiliki hak soal anggaran. KNPI sejatinya tetap menjadi Mitra pemerintah  yang kritis dalam pembangunan di daerah.

Sementara itu dalam pelantikan Pengurus Kecamatan Se-Kabupaten Lombok Barat hadir Pjs. Bupati Lombok Barat H.Lalu Saswadi,  MM yang  menyampaikan pesan,  sebaik-baik pemuda adalah yang mampu bermanfaat untuk orang lain.

Diharapkan,  jangan sampai pemuda habis waktu untuk berdebat soal ligitimasi meskipun legitimasi itu penting, namun ketika menyakini yang benar maka berbuatlah untuk kemashlatan orang banyak.

“Sehingga dengan tersendirinya legitimasi itu akan muncul dari orang banyak,” tambahnya

Ketua DPD KNPI Lombok Barat, Bung Zain Darmat menyampaikan,  komitmennya untuk terus berjuang dan berkarya untuk membangun dan membina pemuda di Lombok Barat.

“KNPI di Lombok Barat sudah banyak melakukan kegiatan sejak dilantik hingga hari ini,” tandasnya.#

Me (*)




Dr Zul Manusia Biasa Tapi Mengerti Maksud Rakyat

Siapa pun yang memimpin NTB, harus mengerti gambaran besar NTB itu seperti apa. Hanya yang mengertilah, yang bisa membuat NTB berlari lebih kencang

lombokjournal.com —

KABUPATEN BIMA :  Calon Gubernur nomor urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah kembali menyapa masyarakat Kabupaten Bima. Perjalanannya kali ini dimulai dari Kecamatan Woha, hari Senin, (07/05).

Selama 3 hari Ia bercengkrama dengan masyarakat Bima, mengunjungi 6 kecamatan yakni Woha, Belo, Pali Belo, Lambitu, Bolo, dan Wawo. Hingga Rabu  (09/05) malam tadi sudah lebih dari 40 titik disambangi.

Anggota DPR RI 3 Periode ini merasa bahagia bisa kembali mengunjungi Kabupaten Bima. Ia membeberkan, banyak yang bertanya, “Apakah Pak Doktor tidak capek, setiap hari berangkat pagi-pagi, turun ke kampung dan dusun-dusun, pulang hingga larut malam?”.

Ia menjelaskan, blusukan turun ke kampung-kampung menyapa masyarakat memang gampang diucapkan tapi susah dilaksanakan. Ia mengakui, sebagai manusia pasti merasa lelah tapi kelelahan itu seketika hilang ketika mendengarkan aspirasi masyarakat.

Baginya, itulah yang selalu membahagiakan, saling berbagi pengalaman dengan masyarakat dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang.

“Tanpa sekat, kami duduk bersama membincangkan kebaikan – kebaikan, membincangkan masa depan NTB, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, demi NTB tercinta,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengibaratkan NTB seperti Menjangan dan Macan dalam sebuah puisi yang berjudul Every Morning in Asia. Seekor Menjangan bangun dari peraduannya. Dia sadar dia harus berlari lebih cepat dari Macan yang paling cepat.

Kalau tidak dia akan terbunuh. Pada saat yang sama, Macan juga bangun dari peraduannya. Dia harus berlari lebih cepat dari Menjangan yang paling lambat. Kalau tidak dia akan kelaparan.

“Dalam hidup itu, tidak peduli Anda Menjangan atau Macan, ketika fajar mulai menyingsing, Anda harus segera berlari. NTB ke depan seperti Menjangan dan Macan dalam puisi tersebut. Dalam organisasi modern, NTB mesti dikelola secara organik sebagai sebuah sistem yang besar. Siapa pun yang memimpin NTB nanti, harus mengerti gambaran besar NTB itu seperti apa. Hanya yang mengertilah, yang bisa membuat NTB berlari lebih kencang,” ungkapnya.

Salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Wawo, Atalib H. Hamzah yang berpofesi  petani mengaku takjub mendengar cerita perjalanan Doktor Zul selama kampanye.

Menurutnya, hanya orang yang memiliki stamina dan motivasi  luar biasa yang bisa melakukan kampanye, turun ke kampung-kampung menyapa seluruh masyarakat NTB.

“Kami siap lahir batin memenangkan Zul-Rohmi sebagai Gubernur NTB 2018. Inilah yang menarik buat kami masyarakat disini, dari dulu kami ingin menatap langsung Bapak. Kami sudah menyiaplan panggung disini dengan ikhlas untuk mengantarkan Bapak menjadi gubernur NTB 2018,” tegasnya.

Di matanya,  Doktor Zul manusia biasa yang mengerti maksud rakyat.  Dengan dedikasi yang dimiliki, insya Allah akan  memakmurkan kehidupan rakyat provinsi ini.

“Adalah tanggung jawab kita bersama  mengantarkan Doktor Zul menjadi Gubernur NTB 2018. Banyak program pemerintah di NTB Pasca TGB harus dilanjutkan,” tutupnya.

 




M16 ; Dubes AS ke NTB, Sebagai Dukungan Moral dan Politik Bagi TGB

Kehadiran Dubes tidak bisa dianggap remeh, karena ia mencerminkan kekuatan  legitimasi politik dari suatu bangsa

lombokjournal.com —

MATARAM :   Kedatangan Duta Besar Amerika Serikat  dua kali dalam kurun waktu tidak terlalu lama  ke Nusa Tengara Barat ( NTB), dari kacamata politik harus dimaknai sebagai bentuk dukungan moral dan spirit politik buat Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Gubernur NTB yang akrab disapa tuan guru Bajang (TGB) itu dinilai berhasil memimpin NTB.

Penilaian itu disampaikan Direktur M16, , Bambang Mei Finarwanto,SH melalui siaran pers  yang disampaikan ke media, Kamis (10/05).

Selain itu, kehadiran Dubes AS tersebut bisa dijadikan kekuatan pendorong bagi TGB untuk mengakhiri 10 tahun kepemimpinannya dengan happy ending yang baik.

” Kehadiran Dubes AS , Donovan membawa sinyal pesan  politik yg kuat, khususnya buat kepemimpinan TGB ,” kata Bambang Mei yang akrab dipanggil Didu.

Dalam konteks Pilpres 2019, bisa jadi di mata Amerika Serikat , TGB dipandang sebagai sosok calon pemimpin nasional yang  memiliki talenta dan kharisma yang khas. TGB juga dipandang  the rising star calon pemimpin nasional yang mumpuni.

“Kedatangan Dubes AS dua kali ke NTB bukan sekedar piknik tanpa motif. Pesan politiknya  kuat yakni gedung putih mendukung kepemimpinan TGB,” tambaha Didu.

Menurut Didu, dalam tata krama hubungan diplomatik maupun  perspektif  politik, kehadiran Dubes tidak bisa dianggap remeh. Karena ia mencerminkan kekuatan  legitimasi politik dari suatu bangsa,  apalagi dari negara adidaya seperti AS, yang dubesnya mau menemui pemimpin daerah.

Jika TGB  dipandang tidak memiliki kelebihan dan produktif untuk AS mana mau dubes AS ke NTB dua kali .

” TGB Dimata AS pasti dianggap figur yang potensial sebagai  pemimpin ummat Islam yang moderat dan toleran ,” tambah Didu .

Bagi TGB sendiri, lanjut Didu ,setidaknya pertemuannya dengan Dubes AS bisa dijadikan modal politik maupun spirit moral untuk makin meneguhkan sikapnya ikut kompetisi pilpres 2019.

“TGB pasti akan makin fight ikut kompetisi Pilpres 2019,” ujarnya .

TGB perlu segera Turun Back up Zul-Rohmi

Menurut Didu, dalam konteks Pilgub NTB, TGB perlu segera turun memback up Zul-Rohmi sebagai vote getternya. Hal ini agar elektabilitasnya Zul Rohmi makin meningkat secara signifikan.

“Untuk itu TGB perlu all out turun dan rawe rawe lantas , malang malang putung melapis dukungan buat Zul Rohmi,” ungkapnya sembari menambahkan Pilgub NTB akan makin mempesona dengan tampilnya TGB .

Didu menambahkan, pesona TGB dengan brand image lewat safari dakwah dan pengajian akan menjadi magnet yang kuat meraih dukungan dan simpati warga NTB.

” Karakteristik masyarakat  NTB yang  patriarki masih mempercayai tokoh agama yang dipandang  memiliki kelebihan,” lanjutnya .

Dikatakan  Didu , TGB bila perlu mengambil cuti penuh sebagai tim kampanye Zul-Rohmi agar lebih fokus dan menghindari stigma maupun intrik politik.

“Lebih baik TGB cuti full sampai Pilkada usai agar lebih leluasa memenangkan Zul Rohmi,” kata Didu.

Selain itu untuk menunjukkan sikap kenegarawanannya,  tidak ada salahnya TGB bersilaturahmi kepada semua calon gubernur NTB maupun tokoh sepuh NTB lain sebelum turun resmi sebagai Jurkam Zul Rohmi untuk mendapatkan masukan atau sarannya

“Bagaimana pun juga usia TGB masih muda tak ada salahnya TGB mendatangi pemimpin atau tokoh yang lebih tua untuk beranjang sana secara informal,” saran direktur Mi6.

Relawan Zul Rohmi makin menggeliat

Sementara itu,menjelang H-50 menuju 27 Juni 2018 , gerakan relawan Zul-Rohmi makin menggeliat membentuk jaring pengaman pemilih pada tingkat desa/dusun se NTB. Mereka bergerak tanpa henti meraih simpati dan dukungan dari beragam strata pemilih.

Berbagai cara dan trik mendekati para pemilih agar tergerak hatinya mendukung dan memilih Zul-Rohmi. Para relawan tersebut memiliki cara dan metodenya yang khas  dalam  mensosialisasikan  Zul-Rohmi.

Abdul Hafidz, Ketua Relawan Lingkar Hutan Gunung Sasak, Lombok Barat misalnya mengatakan , dirinya bersama timnya tetap bergerak setiap hari mendatangi para pemilih di sepuluh kecamatan Lombok barat dengan cara ala orang desa dan kekeluargaan.

“Warga desa di Lombok Barat harus disentuh dengan adat kebiasaannya supaya lebih mudah membaur,” ujar Hafidz usai mengunjungi kawasan selatan Lombok barat.

Menurut Abdul Hafidz, perjuangannya memenangkan Zul-Rohmi di Lombok Barat penuh rintangan yang tidak sederhana. Ia dan timnya harus menyakinkan para konstituen di pelosok Lombok Barat untuk memilih Zul-Rohmi sebagai pilihan yang sadar dan bertanggungjawab.

“Saya optimis Zul Rohmi akan menang di Lombok barat di atas 40 persen dari total pemilih tetap,” ujar Hafidz optimis.

Selanjutnya, Dian Sandi Utama, Ketua KP3D (Komunitas Pemuda Peduli Pemilu Dan Demokrasi) Pola kampanye blusukan yang dipilih oleh Zul-Rohmi, sudah benar jarena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sudah tepat Zul-Rohmi mendatangi masyarakat dari kampung ke kampung untuk mendengar aspirasi masyarakat. Dengan begini akan lebih memudahkan Paslon tersebut menganalisa dan memberikan solusi nantinya seandainya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

Lebih jauh Dian Sandi mengatakan, satu hal yang dilihat dari Paslon Zul-Rohmi adalah mereka berdua begitu bersemangat, jiwa mudanya masih bergelora.

“Tak terlihat lelah di wajahnya  kendati mereka telah mengunjungi belasan titik setiap harinya,” ujarnya.

Me




Banyak Event, Hotel di Lombok Kebanjiran Tamu

Tingkat okupansi kamar hotel yang berada di luar Mataram juga menyentuh angka 4 ribu kamar lebih

MATARAM,lombokjournal.com —  Penyelenggaraan sejumlah ajang berskala nasional hingga internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam waktu yang hampir bersamaan membuat tingkat okupansi kamar hotel melonjak tajam.

Beragam kegiatan yang tersaji di Lombok ialah Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 sejak 4 Mei hingga 9 Mei, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diramaikan dengan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK dari 7-11 Mei, dan balap lari lintas alam, Rinjani 100, sejak 4-6 Mei.

“4.130 kamar (hotel), baik yang bintang dan nonbintang yang ada di Mataram penuh semua, dengan rata-rata okupansi kamar mencapai 90 persen,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Lalu Abdul Hadi Faesal di Mataram.

Jumlah ini belum termasuk okupansi kamar hotel dan resort yang berada di luar Mataram, seperti di kawasan Pantai Senggigi di Kabupaten Lombok Barat, maupun kawasan tiga gili, yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno di Kabupaten Lombok Utara.

Kata Hadi, tingkat okupansi kamar hotel yang berada di luar Mataram juga menyentuh angka 4 ribu kamar lebih. Jika dikalkulasikan, total tingkat keterisian kamar hotel di Lombok pada periode ini hampir menyentuh angka 10 ribu.

“Ini sangat menggembirakan bagi kami sebagai pelaku industri wisata,” lanjutnya.

Ia menilai, kenaikan okupansi kamar hotel terjadi di saat yang tepat. Pasalnya, tak lama lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan, yang kerap diasosiasikan melesunya sektor pariwisata.

 Hadi berharap, peningkatan okupansi kamar pada periode ini mendorong motivasi para pelaku industri wisata di Lombok untuk terus menggencarkan promosi kepada wisatawan agar mau berkunjung ke Lombok, bahkan pada saat bulan puasa nanti.

AYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tim Penilai Satya Lancana Wira Karya Kagumi PKK NTB

Pujian disampaikan atas prestasi gemilang TP PKK Provinsi NTB terutama memberikan pembinaan terhadap kampung KB KB “Pacu Solah”

LOMBOK TENGAH>lombokjournal.com — Ungkapan kagum disampaikan Ketua Tim Penilai Gelar Kehormatan Satyalancana Wira Karya, Letkol. Sandi, M.Si dari Sekretariat Militer Presiden RI, atas keberhasilan Hj. Erica Zainul Majdi, selaku Ketua TP PKK Provinsi NTB dalam melakukan pembinaan terhadap kader PKK di Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Janapria dan Desa Jango.

Terutama dalam membangun dan membina Kampung KB “Pacu Solah” di Dusun Kenyalu, Desa Jango, Lombok Tengah.

“Memasuki Desa Jango, perasaan kami seperti tidak memasuki kampung, tetapi kami merasa seperti memasuki kota, dengan akses jalan yang mulus dan bagus,” ujar  Letkol. Sandi, M.Si dari Sekretariat Militer Presiden RI, Selasa (08/05).

Atas prestasi gemilang TP PKK Provinsi NTB terutama memberikan pembinaan terhadap kampung KB tersebut, maka Pemerintah Republik Indonesia mengusulkan Hj. Erica Zainul Majdi, selaku ketua TP PKK NTB sebagai salah satu calon penerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia.

Usulan tanda kehormatasn itu terkait keberhasilan dalam bidang kependudukan, keluarga berencana dan membangun keluarga.

“Tadi sebelum kami ke lapangan, telah mendapatkan pemaparan dari Ketua TP PKK NTB, ternyata apa yang disampaikan tidak meleset dari apa yang kami lihat di lapangan”, ujar Letkol Sandi dalam sambutannya, saat meninjau Kampung KB “Pacu Solah” di Dusun Kenyalu, Desa Jango.

Dijelaskan Sandi, hasil tinjauan lapangan yang dilakukan berupa data dan fakta yang sudah diberikan dan di saksikan, akan menjadi bahan penilaian untuk dilakukan usulan terhadap penganugerahan tanda kehormatan satyalancana wira karya Presiden RI kepada Hj. Erica Zainul Majdi, Ketua TP PKK NTB.

“Semoga dengan adanya data dan fakta yang sudah kita terima akan memberikan kelancaran untuk usulan diajukan tanda kehormatan satyalancana wira karya Presiden RI kepada Beliau,” harapnya.

Ia menambahkan, apa yang dilakukan bersama Tim Penilai saat ini adalah merupakan bagian dari penilaian untuk melihat dan memastikan secara langsung di lapangan hal-hal yang merupakan prestasi dari Ketua TP PKK, terkait dengan Kampung KB yang memang ada dan sangat cantik. Ini sesuai dengan namany yakni “Pacu Solah”.

Jalan yang mungkin dulu belum bagus, sekarang sudah beraspal, yang dulu jauh dari sarana kesehatan sekarang sudah dekat. Selain itu akses pendidikan yang bagus, sehingga tidak ada lagi anak putus sekolah serta kemajuan bidang ekonomi dengan kemudahan mencari nafkah bagi semua warga yang ada di Desa Jango.

“Jadi semua yang tidak ada dulu di Desa Jango ini, sekarang telah tersedia dan terintegrasi, kedepan tingkatkan terus kerjasama dengan dinas instansi terkait, sehingga semua pembinaan dan pelayanan di Kampung KB Dusun Kenyalu ini dapat terus berjalan dengan lebih baik,” imbuhnya.

Untuk itu, tim penilai melakukan kunjungan terhadap spot-spot unggulan Kampung KB di Desa Jango. Dengan peninjauan langsung tersebut diharapakan akan menjadi bahan masukan kepada Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan untuk menyetujui pengajuan terhadap usul penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Hj. Erica Zainul Majdi, jelasnya.

Sebelumnya, Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada tim penilai atas usulan gelar kehormatan bagi TP PKK NTB.

Selaku Ketua TP PKK NTB, ia menyadari segala prestasi yang diraih TP PKK NTB tidak lepas dari hasil kerja keras yang penuh keikhlasan dan semangat dari seluruh Kader PKK di NTB.

“Kalau sampai ada yang menyampaikan keberhasilan kepemimpinan, tentu itu semata-mata karena keikhlasan dan semangat dari ibu-ibu kader TP PKK Kabupaten Lombok Tengah,” ujarnya.

Selain itu, Ia juga meberikan apresiasi kepada Kepala Desa Jango atas keberhasilannya dalam bidang pendidikan, sehingga saat ini di Desaa Jango ini angka putus sekolah sudah tidak ada lagi. Hj. Erica menjamin kepada pemerintah pusat bahwa TP PKK Provinsi NTB akan sungguh-sungguh melaksanakan amanah dari pemerintah pusat untuk membangun negara lewat Kampung.

Erica berharap bisa menyaksikan kalau Kampungnya saja seperti ini, menunjukkan kita gayung bersambut dengan fasilitas yang diberikan oleh BKKBN Provinsi NTB, serta dukungan penuh dari Gubernur NTB, sehingga daerah paling terpencilpun jalannya mulus dan beraspal.

“Negara yang kuat, hebat dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia, bukan mulai dari apa yang terjadi di kota-kota, tapi dari apa yang terjadi di Kampung. Mari kita bangun bangsa mulai dari Kampung,” pungkas Hj. Erica Zainul Majdi.

AYA/HMS