Di NTB Belum Ada Booking Seat

Masyarakat sudah tahu jika ketersediaan seat  masih cukup banyak hingga menjelang lebaran

General Manager Perum Damri Mataram, Sumijan

MATARAM.lombokjournal.com — Ketersediaan angkutan saat mudik menjadi hal yang paling utama bagi pemudik. Seperti di daerah lainnya, pemudik mulai berbondong-bondong melakukan pemesanan tiket sejak dini alias booking.

Namun di NTB, hal ini sama sekali belum terlihat. Perusahaan Umum (Perum) angkutan Damri Mataram mengungkapkan hingga saat ini belum ada booking sama sekali.

General Manager Perum Damri Mataram, Sumijan menuturkan, kondisi masih sama seperti tahun sebelumnya.

“Hingga saat ini belum ada tanda-tanda booking seat seperti yang terjadi di luar NTB,” ungkapnya Selasa ( 22/05).

Ia mengatakan, Masyarakat sudah tahu jika ketersediaan seat  masih cukup banyak hingga menjelang lebaran nanti.

“Tidak ada kekhawatiran tidak dapat tiket,” ujarnya kepada

Kondisi di NTB yang melakukan mudik masih terlayani dengan baik. Berbeda dengan daerah lainnya yang sibuk melakukan booking seat.

Hal tersebut dikarenakan para pemudik di luar NTB mengalami kemungkinan full seat lebih besar. Ini membuat mereka khawatir tidak bisa sampai kampung halaman tepat waktu.

“Daripada mereka tidak pulang lebih baik booking dari sekarang,” sambungnya.

Lonjakan penumpang juga membuat kebutuhan seat meningkat. Namun pria yang disapa Jajak ini mengungkapkan lonjakan terjadi pada H-9 hingga H-3. Seperti tahun sebelumnya, peningkatan terjadi sebesar 30 persen dibandingkan rata-rata regulernya.

Namun tahun ini lonjakan penumpang diperkirakan menurun.  Tahun ini waktu perkiraan lebih pendek dari sebelumnya. Ini dikarenakan jumlah waktu libur lebih  panjang sehingga penumpang akan terurai lebih awal dibandingkan hari fix perkiraan lonjakan.

“Mereka akan mudik lebih dulu sebelum H-9,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah mempersiapkan  armada sejak dini. Mulai dari perawatan kendaraan hingga Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

Pihaknya mempersiapkan perawatan ekstra seperti pergantian suku cadang yang baru. Sehingga pada saat menjelang lebaran armada bisa tampil prima.

Untuk mudik, Jajak mengaku menyiapkan 83 unit armada termasuk BRT. Selain itu, Perum Damri menyediakan dua unit BRT untuk mengangkut sebanyak 90 pemudik secara gratis dari Mataram, menuju Surabaya.

Mudik gratis tersebut merupakan program Sinergi BUMN, yakni Perum Damri Mataram dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Mataram.

Bus tersebut masih tergolong baru dan dirancang untuk pariwisata sehingga aman dan nyaman untuk perjalanan dari Mataram menuju Surabaya

“Ada dua unit BRT yang kami siapkan,” katanya.

Ia mengatakan pemberangkatan pemudik gratis ke daerah tujuan dilakukan pada 9 Juni 2018 atau lima hari sebelum (H-5) Idul Fitri 1439 Hijriah.

Untuk proses pendaftaran sudah dibuka sejak 15 Mei 2018 dan ditutup pada H-5 Lebaran, atau setelah kuota sebanyak 90 orang terpenuhi. Warga yang ingin mudik gratis ke Surabaya, bisa mendaftar di kantor PT Askrindo di Jalan Sriwijaya No 318 Kota Mataram.

“Di seluruh Indonesia Damri menyiapkan 260 armada mudik gratis,” tandasnya.

AYA




Kontraktor Di KLU Ancam Laporkan Kepala ULP

Kepala ULP KLU menegaskan, jawaban atas sanggahan sudah dikirimkan oleh Pokja dan juga diketahui Pejabat Pembuat Komitmen

LOMBOKUTARA.lombokjournal.Com  — Salah seorang kontraktor, H. Salman., mengancam akan melaporkan pihak ULP KLU, atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proses tender atau lelang empat proyek fisik 2018 di Lombok Utara.

Kekecewaan H. Salman, berawal dari sanggahan hasil lelang proyek yang dilayangkan pihaknya tidak kunjung mendapat jawaban dari Pokja dan ULP hingga batas akhir yang ditentukan.

“Kami belum mendapat jawaban penjelasan dari Pokja terkait sanggahan lelang proyek fisik yang kami layangkan. Alasannya LPSE sedang gangguan. Kami akan laporkan ini atas dugaan penyalahgunaan wewenang,” bebernya belum lama ini.

Jika alasannya LPSE bermasalah, kata Salman, maka jawaban atas sanggahan harus langsung dikirim begitu LPSE kembali normal. Mengingat sesuai aturan, jawaban harus diberikan setelah lima hari dari dilayangkannya sanggahan.

“Seingat saya, terjadinya gangguan itu bukan pada pukul 12.00 Wita seperti yang dijelaskan dalam klarifikasi kepala ULP, tapi pukul 08.00 Wita sampai dengan pukul 16.00 WITA. Itu jawaban mengada-ada,” paparnya.

Bahkan lebih tegas dirinya berencana akan melayangkan surat ke pihak Pengguna Anggaran (PA) Dinas PUPR untuk menggagalkan lelang empat proyek tersebut.

Menanggapi ancaman tersebut, Kepala Bagian Pembangunan Setda Lombok Utara, Lalu Majemuk, yang juga menjabat sebagai Kepala ULP KLU, menegaskan bahwa jawaban atas sanggahan sudah dikirimkan oleh Pokja dan juga diketahui Pejabat Pembuat Komitmen.

“Ya silahkan laporkan, tidak jadi persoalan, itu hak penyanggah. Intinya bukti jawaban sudah ada dan kita masih minta rekomendasi dari LKPP,” jelasnya, Selasa (22/5).

Majemuk menjelaskan, pihaknya tidak akan menggelar tender ulang seperti desakan oknum kontrator. Bahkan menurutnya, sanggahan tidak membatalkan hasil lelang.Terlebih bukti jawaban atas sanggahan tersebut sudah ada sesuai permintaan dari TP4D.

“Kita berharap proyek ini jalan dan PKK segera melanjutkan proses tahapannya. Sementara untuk proyek yang lain tidak ada masalah karena memang kemarin ada masalah sistem secara nasional makanya terpengaruh pada hari terakhir sanggahan sehingga jawaban itu tidak bisa masuk,” cetusnya.

Empat proyek fisik bernilai miliaran rupiah ini bersumber dari dana DAK 2018.

DNU




Empat Bulan Tak Terima Gaji, Perangkat Desa Sukadana Lapor Inspektorat

Kepala Inspektorat Lombok Utara, H. Zaenal Idrus, mengaku sudah turun ke lapangan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com —  Perangkat desa Sukadana Kecamatan Bayan Lombok Utara, mengadu ke Inspektorat. Pasalnya, dalam empat bulan terakhir di tahun 2018 mereka belum menerima gaji Penghasilan Tetap (Siltap).

“Semua perangkat desa Sukadana belum menerima Siltap sejak Januari lalu. Mulai dari Kepala Desa, Sekdes, para kaur desa, 17 kepala Dusun, termasuk insentif 15 orang guru PAUD. Kondisi ini sudah kami laporkan ke inspektorat,” kata Sekretaris Desa Sukadana, Zul Rahman, Senin (21/05).

Tak hanya itu, Zul juga mengaku jika proposal Alokasi Dana Desa (ADD) yang diajukan pihaknya hingga kini masih ditangguhkan atau belum ditandatangani.

“Semoga ada jalan keluar, mengingat anggaran DD dan ADD tidak bisa diajukan ke BPKAD,” sambungnya.

Lebih jauh Zul, menambahkan, pengajuan Siltap yang hingga kini belum mendapat jawaban disinyalir karena keberadaan seorang perangkat desa yang dianulir oleh Camat Bayan, meski sudah dilantik sejak 2017 lalu.

“Memang di beberapa dokumen pertanggungjawaban anggaran Oktober Desember 2017 yang ditandatangani perangkat desa bersangkutan diterima pihak kecamatan. Tapi untuk pengajuan tahun 2018 ini ditolak, termasuk proposal ADD,” cetusnya.

Menanggapi itu itu, Kepala Inspektorat Lombok Utara, H. Zaenal Idrus, mengaku sudah turun ke lapangan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.

“Kita sudah minta keterangan Sekdes, Tim Pansel, termasuk pihak-pihak di Kecamatan terkait koronologis persoalan ini. Kita berharap bisa segera diselesaikan mengingat ini menyangkut anggaran desa yang belum bisa dikelola,” paparnya.

Siltap perangkat desa Sukadana yang tertunda sejak Januari sebesar Rp 282,2 juta. Dengan rincian gaji pokok kepala desa sebesar Rp 2,5 juta, Sekdes Rp 2,03 juta, Kepala Dusun Rp 1,35 juta, insentif RT Rp 125 ribu per bulan, tunjangan guru PAUD Rp 300 dan Kader Posyandu Rp 150 ribu per bulan.

DNU




Konsulat General  Tiongkok, Gou Haodong Kunjungi UNU NTB

UNU akan terbuka kepada siapapun yang ingin memajukan dan mengembangkan budaya dan ilmu pengetahuan

MATARAM.lombokjournal.com — Konsulate General Tiongkok, Gao Haodong, Senin, (21/05) sore beserta rombongan mengunjungi Universitas NU NTB. Ketua PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia), Agus Winektu tampak  dalam rombongan Komjen Tiongkok ini.

Kunjungan ini dimaksudkan sebagai upaya penjajakan kerjasama dengan UNU NTB terkait dng rencana pembukaan program  studi kebudayaan dan bahasa Mandarin di UNU NTB.

Terkait hal tersebut,  Rektor UNU NTB , Hj Baiq Mulyana , S.Ag, MPDi mengatakan UNU NTB menyambut baik kunjungan dan rencana kerjasama pendidikan dan kebudayaan dengan Tiongkok.

“UNU tentu senang dengan Atensi dan Perhatian Komjen Tiongkok di Denpasar dalam program  pengembangan SDM ,” ungkapnya

Sebagai warga NU , Rektor UNU NTB merasa prihatin dengan sikap intoleransi yang masih ada dan berkembang saat ini.  UNU akan menegakkan proses tasamuh atau toleransi. Jangan ada lagi ada prasangka -prasangjka.

” Untuk harus di mulai dari saling mengenal yakni lewat saling mengenal kebudayaan dan adat istiadat agar tidak menimbulkan prasangka,” sambung Baiq Mulyana.

Selanjutnya Ketua PW NU NTB , TGH Taqiuddin Masyur mengatakan, UNU akan terbuka kepada siapapun yang ingin memajukan dan mengembangkan budaya dan ilmu pengetahuan. Sebagai organisasi besar NU akan tetap mengembangkan diri sebagai organisasi kemasyarakatan untuk kemaslahatan ummat.

“Sebagai pengurus wilayah NU NTB menyampaikan terima kasih atas kunjungan Komjen Cina dan rombongan ,” ujar TGH Taqiyuddin Masyur.

Dalam pidato sambutan konsulat Jendral Tiongkok di Denpasar , Gou Haodong mengatakan kunjungan ini ingin bersilaturahmi dan menjalin persaudaraan dengan segenap komponen NU dan UNU . Ia mengaku  senang bisa ketemu dosen dan siswa di sini . Tapi sblm ketemu disini sudah ketemu dan diskusi dng Ketua PW NU NTB .

“Utk menghilangkan prasangka itu kita hrs saling mengenal . Indonesia merupakan ummat muslim yg besar,” ungkapnya .

Gou Haodong mengatakan, pernah berkunjung kenegara muslim Iran, Saudi, Qatar, Etiopia. Ia juga mengaku senang dengan suara azan dari masjid .

“Ini berarti pendidikan muslim di Indonesia . Saya sdh banyak bertugas dan berkunjung di negara negara muslim,” ucapnya yang diiringi tepuk tangan hadirin .

Meskipun bukan muslim, ucapnya , ia bisa merasakan, ajaran Islam mengedepankan toleransi dan cinta Alloh.

“Ajaran Alquran mengajarkan semua muslim itu saudara dan mencintai antar sesama,” imbuhnya  .

Komjen senang dengan informasi bahwa kehidupan kaum Tionghoa di NTB aman dan bisa beradaptasi dengan lingkungannya.

” Setiap tahun ada perayaan ImLek di NTB yang berjalan baik dan aman,” ujarnya .

Terkait usulan Rektor UNU NTB tentang rencana pembukaan program studi kebudayaan dan bahasa Mandarin , pihak nya merasa senang dengan usulan tersebut.

“Kami akan diskusikan lebih lanjut utk kerjasama dengan UNU ini,’ pungkasnya.

Me .




Biro Perjalanan Umrah dan Haji Ikut Memeriahkan Pesona Khazanah Ramadan

Masyarakat bisa percaya kepada biro perjalanan umrah yang ikut Lombok Umrah dan Haji Expo 2018 di Islamic Center NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Tercatat ada 19 biro perjalanan umrah dan haji yang mengikuti Lombok Umrah dan Haji Expo 2018 di Islamic Center NTB. Biro perjalanan umrah dan haji ikut memeriahkan Pesona Khazanah Ramadan sekaligus menawarkan diskon untuk pengunjung.

Budi Firmansyah, anggota Dewan Kehormatan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Ampuhri), mengatakkan itu saat jumpa pers di kantor Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, di Mataram, Senin (20/05).

Budi menuturkan, Lombok Umrah dan Haji Expo 2018 yang digelar mulai 17 – 21 Mei 2018 ini merupakan rangkaian kegiatan dari even Pesona Khazanah Ramadhan di Pulau Seribu Masjid.

“Biro perjalanan umrah dan haji yang mengikuti expo ini memiliki izin semua,” ucapnya.

Budi menegaskan, masyarakat bisa percaya kepada biro perjalanan umrah yang ikut Lombok Umrah dan Haji Expo 2018 di Islamic Center NTB. Dalam kesempatan ini dia menyampaikan sosialisasi tentang lima pasti umrah, yakni  pasti travelnya berizin, pasti pesawatnya, pasti hotelnya, pasti visanya dan pasti akomodasinya.

“Lima pasti ini harus dijamin diberikan kepada masyarakat Insyaallah kita semua mengikuti aturan Kementerian Agama,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohhamad Faozal menyatakan, penyelenggaraan Pesona Khazanah Ramadhan 2018, hingga hari ke lima dalam pelaksanaannya sesuai dengan jadual kegiatan.

“Alhamdulilah, memasuki hari ke lima penyelenggaraan event ini sesuai jadual, sudah dua rangkaian kegiatan kita laksanakan yaitu Travel Fair dan Bazar Buku,”ucap Faozal.

Dia menuturkan ajang PKR 2018 menjadi salah satu upaya NTB dalam menjaga gairah kunjungan wisatawan yang hingga saat ini berjalan cukup baik.

“Biasanya ramadhan kerap dikaitkan dengan melesunya industri wisata, nah kita mencoba menghadirkan program yang bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke NTB,” tuturnya.

Faozal menambahkan, selama PKR, panitia juga menyelenggarakan bazar Ramadhan dengan melibatkan pelaku UMKM di NTB.

AYA

 




Gubernur Ajak Warga Greneng Dan Ahmadiyah Saling Jaga Persaudaraan

Gubernur mengajak masyarakat Greneng untuk menjaga hal-hal baik yang tumbuh dan berkembang di masyarakat

LOMBOKTIMUR.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menemui sekaligus berdialog dengan warga Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kec. Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (21/05).

Selain Warga Greneng, Gubenur juga menemui warga Ahmadiyah yang sedang di tempung di Mapolres Lombok Timur.

Kehadiran orang nomor satu di NTB tersebut untuk menindaklanjuti penyelesaian kasus pengrusakan sejumlah rumah dan pengusiran warga Ahmadiyah oleh sekelompok warga, Sabtu (19/05) lalu.

Kejadian itu mengundang keprihatinan Gubenur. Apalagi peristiwa yang melibatkan delapan rumah dari 7 Kepala Keluarga Ahmadiyah tersebut terjadi di bulan Ramadhan.
Saat berdialog dengan masyarakat saat itu, Gubernur mengajak masyarakat Greneng untuk menjaga hal-hal baik yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Yaitu semangat persaudaraan, kekeluargaan dan kekerabatan.

“Kalau kita tidak bisa menjaga persaudaraan dan kekeluargaan, maka yang muncul adalah kebencian,” ungkap Gubernur yang saat itu ditemani PJs. Bupati Lombok Timur, Kepala Desa Greneng dan sejumlah pejabat.

Kalau ada yang kurang pas kata Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) itu, warga diminta untuk menempuh cara-cara baik untuk menyelesaikannya. Seperti melakukan musyawarah atau saling menasehati. Sebab, apa yang terjadi dalam diri kita tambah TGB merupakan cerminan bagi orang lain.

“Kalau ada yang salah, nasehati dia karena dia adalah cerminan kita. Semua kita adalah cerminan satu sama lain,” ungkap TGB.

Meskipun kejadian ini sudah terjadi, Gubernur berharap kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebab, kalau terjadi akan berdampak pada pembangunan serta nama baik daerah.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi yang kita harapkan,” ungkap TGB seraya menjelaskan Pemerintah akan mencarikan solusi terbaik untuk kasus tersebut. Yaitu dengan mengundang sejumlah tokoh masyarakat untuk duduk bersama, bermusyawarah menyelesaikan permasalahan tersebut.

Di Mapolres Lombok Timur, Gubernur berdialog dengan sejumlah Warga Ahmadiyah yang ditampung. Saat itu, Gubenur mengatakan akan menyelesaikan permasalahan tersebut. Hanya saja kata TGB perlu waktu karena masalah tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan.

Sehingga tidak mungkin untuk segera mengembalikan warga Ahmadiyah ke Desa Greneng ataupun memperbaiki rumahnya. “Sementara kita tunggu situasi mendingin,” Tegas TGB.

Selain itu, TGB meminta Pemda Lombok Timur agar anak-anak Warga Ahmadiyah tersebut dipastikan sekolah serta dilakukan trauma healing. “Anak-anak tetap sekolah,” pungkas TGB.

AYA




Selama 4 Tahun, Program JKN-KIS Lampaui 640 Juta Pemanfaatan

Pada 2016 Program JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan.

 lombokjournal.com —

Jakarta :  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan gandeng 22.103 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada tahun 2017.

Kemitraan ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan meningkatkan indeks kepuasan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

FKTP yang menjadi mitra BPJS Kesehatan meliputi puskesmas, Dokter Praktik Perorangan (DPP), klinik TNI/Polri, klinik pratama, rumah sakit D pratama, dan dokter gigi praktik perorangan. Untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 2.385 fasilitas kesehatan yang meliputi rumah sakit dan klinik utama.

Pada tahun 2017, pemanfaatan di FKTP mencapai 150,3 juta, di poliklinik rawat jalan rumah sakit sebesar 64,4 juta, dan rawat inap di rumah sakit sebanyak 8,7 juta.

“Jika ditotal, ada 223,4 juta pemanfaatan pelayanan kesehatan di seluruh tingkat pelayanan,” jelas Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris dalam acara Public Expose Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program Tahun 2017 di Jakarta, Rabu (16/05).

Fachmi menambahkan, jumlah rata-rata pemanfaatan fasilitas kesehatan per hari mencapai 612.055. Jika diakumulasi dari 2014 hingga 2017, dalam 4 tahun program JKN-KIS lampaui 640 juta pemanfaatan.

Dengan pelayanan yang maksimal, indeks kepuasan fasilitas kesehatan yang melayani pasien JKN-KIS secara total mencapai 75,7 persen pada 2017, dan indeks kepuasan peserta JKN-KIS mencapai 79,5 persen.

Angka-angka tersebut termasuk dalam kategori tinggi dan sesuai angka yang ditetapkan pemerintah.

Indeks kepuasan tersebut, diperoleh dari hasil survei yang dilakukan kepada seluruh peserta JKN-KIS dalam beberapa kategori.

“Ini hasilnya dari survei pada komposisi peserta JKN-KIS yang terdiri dari PPU Penyelenggara Negara, PPU Badan usaha, PBI APBD, pekerja mandiri, dan bukan pekerja,” jelasnya.

Untuk membayar iuran, saat ini ada 12.606 kantor cabang dan 59.937 unit ATM bank mitra BPJS Kesehatan (Mandiri, BRI, BNI, dan BTN) yang siap melayani pembayaran iuran peserta JKN-KIS.

Peserta JKN-KIS juga bisa membayar iuran melalui internet banking, sms banking, mesin EDC, autodebet, mobile banking, jaringan minimarket, Kader JKN, Kantor Pos, Pegadaian, aplikasi Go-Jek, hingga PayTren, dan sebagainya.

Sementara jumlah pendapatan iuran JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan pada 2017 mencapai Rp 74,25 triliun. Jika diakumulasikan selama 4 tahun, maka total iuran JKN-KIS telah mencapai Rp 235,06 triliun.

“Sebanyak 92,3 juta jiwa Penerima Bantuan Iuran telah dibayarkan iurannya oleh pemerintah dengan akumulasi selama 4 tahun sebesar Rp 89,9 trilun,” kata Fachmi.

Untuk mengoptimalkan kepuasan dan memudahkan peserta JKN-KIS dalam mengakses pelayanan, BPJS Kesehatan juga meluncurkan aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh melalui Play Store maupun App Store.

“Aplikasi Mobile JKN bisa diunduh melalui ponsel berbasis Android dan iOS, di mana peserta dapat melihat iurannya sudah atau belum dibayar, mengubah data, melakukan pendaftaran, skrining kesehatan, dan sebagainya ,” tambahnya lagi.

Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat menggunakan berbagai fitur yang tersedia untuk mendapatkan layanan JKN-KIS dengan lebih mudah.

Untuk diketahui, JKN-KIS juga dinilai mampu menghindarkan masyarakat dari risiko jatuh miskin akibat membayar biaya pelayanan kesehatan penyakit katastropik yang biayanya cukup tinggi.

Menurut Fachmi, pengeluaran masyarakat untuk iuran JKN-KIS bisa dianggap sebagai investasi karena Program JKN-KIS terbukti mampu melindungi keluarga dari kemiskinan akibat penyakit berbiaya mahal.

Hal itu diperkuat dengan hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI di 2017,  karena pada 2016 Program JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan.

Tak hanya itu, JKN-KIS juga telah melindungi 14,5 juta orang miskin dari kondisi kemiskinan yang lebih parah.

“Dengan adanya JKN-KIS, 1 juta orang terselamatkan agar tidak jatuh miskin,” ujar Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teguh Dartanto saat memberikan paparan di acara Public Expose Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program Tahun 2017.

Rr (*)




Lombok International Airport Berbagi 12.500 Takjil Untuk Penumpang

Takjil dibagikan oleh Duta Bandara dan petugas Customer Service Lombok International Airport di tiga titik yaitu di area kedatangan domestik, ruang tunggu domestik dan ruang tunggu internasional

lombokjournal.com —

PRAYA.lombokjournal.com —  Lombok International Airport berbagi takjil bersama penumpang di terminal bandara. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun pada bulan Ramadhan.

Pemberian  takjil ini menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi kepada para penumpang dan menambah keberkahan bulan Ramadhan.

Pembagian takjil ini dimulai sejak 1 Ramadhan yang jatuh tepat pada tanggal 17 Mei 2018 pukul 17.30 WITA. Jumlah takjil yang dibagikan setiap harinya berkisar 300 – 400 box.

Total takjil yang diberikan kepada penumpang selama bulan Ramadhan sebanyak 12.500 box.

“Kami ingin berbagi kepada penumpang yang datang maupun pergi melalui Lombok International Airport pada jam berbuka puasa. Terlebih lagi sebelumnya bandara ini telah masuk nominasi bandara yang ramah wisatawan muslim. Tentunya kami ingin mempertahankan ini dan tidak hanya itu kami ingin berbagi keberkahan di bulan Ramadhan ini bersama para penumpang yang sedang menjalankan ibadah puasa,” Ujar I Gusti Ngurah Ardita, General Manager Lombok International Airport.

Takjil dibagikan oleh Duta Bandara dan petugas Customer Service Lombok International Airport di tiga titik yaitu di area kedatangan domestik, ruang tunggu domestik dan ruang tunggu internasional.

Terdapat 15 penerbangan domestik dan internasional baik kedatangan maupun keberangkatan pada jam berbuka puasa yaitu pukul 17.30 hingga 19.00 WITA.

AYA




Mi6: Invisible Hand dan Takdir Politik Mewarnai Pilgub NTB

Mi6 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekspektasi pemilih di masing-masing kabupaten/kota untuk memenangkan jagonya

lombokjournal.com — MATARAM :   Mi6 menilai hasil Pilgub NTB makin sulit  diprediksi karena ada invisible hand yang turut mengawal pesta demokrasi ini.

Fenomena ini  nampak dari bocoran berbagai  info hasil survey, semua  Paslon menunjukkan tidak ada satupun kandidat yang dominan yang  elektabilitasnya di atas 30 persen. Ditambah masih tingginya swing votters  rata-rata di atas kisaran 30 persen.

Selain itu,  jarak keterpautan masing-masing Paslon Pilgub  berkisar antara satu sampai dengan dua persen d ibawah toleransi margin error sekitar 3 persen. Melihat konstruksi elektabilitas seperti ini , kuat dugaan akan ada keajaiban yang memenangi Pilgub NTB.

Bisa jadi invisible tangan dan takdir politik akan menjadi penentu akhir pemenang Pilgub NTB. Sehingga urutan elektabilitas para Paslon versi lembaga survey  tidak bisa lagi dijadikan garansi atau kartu truff dalam memenangkan Pilgub NTB. Karena perubaha elektabilitas bergerak dinamis secara berkala.

Demikian Analisis Lembaga sosial dan Politik  Mi6 yang disampaikan ke Media, Sabtu (19/05) terkait elektabilitas dan Pemenang  Pilgub NTB.

Mi6 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekpektasi pemilih dimasing2 kabupaten/kota untuk memenangkan jagonya. Selain itu pro aktif calon dan tim sukses mendekati dan mempenetrasi wilayah pemilihnya turut memberikan kontribusi utama.

Agresifitas The Rising Star  Zul-Rohmi

Di mata Mi6, agresifitas kandidat the rising star Zul-Rohmi dalam melakukan gerakan blusukan day by day merupakan cara ampuh meraih simpati dukungan rakyat. Sebagai pendatang baru,  Zul-Rohmi sadar, hanya dengan cara gerilya seperti inilah  rakyat bisa mengenalnya Face to Face dengan benar.

Pada akhirnya para pemilih tersebut  bisa diikat dalam satu kesatuan komitmen politik secara kolektif  memenangkan Zul-Rohmi. Meskipun demikian, Mi6 mengingatkan bahwa  strategi blusukan ini akan berdampak menggerus/menurunkan  elektabilitas Zul-Rohmi diakhir ronde,  apabila tidak ada yang menjaga dan merawat ekpektasi pemilih jelang pencoblosan nanti.

“Karena pertemuannya serba instan , maka perlu dijaga suara pemilih tersebut agar tidak berpindah ke lain hati,” ungkap direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto ,SH yang didampingi Sekretaris Mi6 , Lalu Athari Fadlulah SE.

Di bawah Margin Error

Selanjutnya Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah  menambahkan, dengan jarak  pautan elektabilitas para Paslon berkisar  2 persen di bawah margin error  mengindikasikan Pilgub NTB,  kekuatan para Paslon  berimbang dan memiliki keunggulan pada wilayah yang dijadikan benteng kekuatan pemilih loyalnya.

“Maka jangan heran,  jika beberapa  lembaga survey tidak mau  mempublikasi hasilnya  karena trend elektabilitas para Paslon relatif imbang dan fluktuatif yang terkendali,” tambahnya.

Dengan waktu tersisa 38 hari menjelang hari pemilihan tgl 27 Juni 2018 , maka apapun bisa terjadi, termasuk keajaiban yang memenangi Pilgub NTB ini. Semua ini tergantung pada kepiawaian dan strategi taktik yang dimainkan para Paslon mengamankan wilayah pemilihnya.

“Prinsipnya gini, makin sering Paslon bangun pagi dan rajin mendatangi rakyat selalu ada harapan baik disisinya,” imbuh Athar .

Mi6 melihat  ditengah kuatnya  floating mass dan pragmatisme rakyat maka strategi door to door mendatangi pemilih, setidaknya bisa meredam dan menenangkan suara hati rakyat yang terkadang kerap ambigu. ” Para pemilih pragmatis ini harus di treatment dengan cara-cara tidak biasa dan harus dikasih tanggungjawab agar ada kebanggaan buat dirinya ,” ungkap Didu , panggilan akrab Direktur Mi6.

Mesin Parpol

Terkait sinyalemen di publik bahwa mesin Parpol belum bergerak  dalam mengakselerasikan secara nyata memback up paslonnya , Didu melihat hal tersebut harus dilihat sebagai taktik internal yang tidak semua musti dipublikasikan.” Mesin Parpol pasti bergerak karena memiliki SDU ( Self Defence Unit) yang tidak harus ditahu cara dan mekanisme kerjanya dibasis pemilihnya ,” tambah mantan direktur WALHI NTB

Me (*)

 

 




Doktor Zul Dorong Bangun Pabrik Pengolahan Kopi Di Batu Lanteh

Masyarakat Batu Lanteh berharap Zul-Rohmi bisa menghadirkan pabrik pengolahan kopi di Kecamatan tersebut

lombokjournal.com —

SUMBAWA :  Calon Gubernur nomor urut tiga, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi Kecamatan Orong Telu dan Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, sejak Selasa (15/08).

Dua kecamatan ini menjadi kecamatan terakhir yang dikunjungi, setelah sebelumnya mengunjungi 22 kecamatan di Sumbawa. Dalam kurun waktu lebih kurang 3 bulan, Doktor Zul telah mengunjungi 24 kecamatan di Sumbawa.

Ia merasa puas, target mengunjungi semua kecamatan di Sumbawa akhirnya terwujud.

Kecamatan Orong Telu dan Kecamatan Batu Lante, tergolong Kecamatan spesial yang dikunjungi menjelang bulan Ramadhan.

Doktor Zul bersama rombongan memulai perjalanan pada Selasa (15/05). Berangkat pukul 09.00 Wita dari Kota Sumbawa besar, baru sampai di Batu Rotok pukul 18.00 Wita.

“Mengunjungi Batu Rotok ini tidak gampang juga, jam 09.00 Wita dari Sumbawa, hampir magrib kita baru nyampai. Benar-benar perjalanan yang mengesankan,” ungkap Zul.

Melalui medan yang berat, Doktor Zul bersama Rombongan kadang harus berjalan kaki menapaki tanjakan yang begitu terjal karena mobil yang digunakan tidak bertenaga di tanjakan. Benar-benar membutuhkan driver ahli agar bisa naik ke Kecamatan Batu Lanteh.

“Untuk menyapa desa-desa di NTB kadang kita harus berjalan kaki,” lanjutnya.

Bersama rombongan, Doktor Zul memilih bermalam di Batu Rotok. Saat berdialog dengan masyarakat, salah satu tokoh Batu Rotok, Bapak Jamal menyampaikan tiga aspirasi masyarakat setempat.

Pertama, jika Zul-Rohmi terpilih memimpin NTB, masyarakat berharap Zul-Rohmi dapat memperhatikan jalan menuju Batu Lanteh. Jamal mengungkapkan, sudah 73 tahun Indonesia merdeka, jalan ke Batu Lanteh masih rusak, Batu Lanteh masih terbelakang bila dibandingkan kecamatan lain di Sumbawa.

Kedua, masyarakat Batu Lanteh berharap Zul-Rohmi bisa menghadirkan pabrik pengolahan kopi di Kecamatan tersebut. Sebagaimana diketahui, Batu Lanteh merupakan penghasil kopi terbesar di Kabupaten Sumbawa.

Ketiga, pasangan Zul-Rohmi diharapkan tetap turun menyapa masyarakat tatkala terpilih memimpin NTB. Masyarakat berharap Zul-Rohmi tidak mempersulit masyarakat yang hendak menemuinya.

“Jika pak Doktor jadi gubernur, pertama perhatikan bagaimana transportasi bisa lancar. Sudah 73 tahun kita merdeka, sampai sekarang masih terbelakang bila dibandingkan kecamatan yang lain. Mohon pikirkan bagaimana transportasi bisa lancar. Kedua, khusus untuk kopi, mudah-mudahan pabrik akan berdiri di Batu Rotok. Ketiga, kalau saat jadi gubernur, mudah-mudahan kita bisa bertemu langsung tanpa melalui banyak pintu,” ungkap Pak Jamal.

Menanggapi aspirasi masyarakat Batu Lanteh, Doktor Zul mengajak masyarakat setempat untuk menulis kesimpulan cerita kehidupan di Batu Lanteh.

“Mari kita tulis kesimpulan yang baik di Batu Lanteh ini,” ungkapnya.

Doktor Zul melanjutkan, ke depan jika Zul-Rohmi terpilih maka perhatian akan kondisi jalan dan infrastruktur lainnya akan menjadi perhatian khusus. Zul-Rohmi akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mencari solusi yang tepat dan cepat.

“Harus ada kemauan dan political will dari pemerintah. Kalau jalannya bagus, kesejahteraan petani di Batu Lanteh dapat ditingkatkan. Yang terpenting jalannya bagus dulu. Banyak dampaknya nanti termasuk buat sektor pertanian dan peternakan kita.” ungkapnya.

Doktor Zul juga mengakui, kualitas kopi di Batu Lanteh tidak kalah dengan kopi di daerah lain. Di Batu Lante, ada dua jenis kopi yang dikembangkan yakni kopi arabika dan robusta.

Ia mendorong agar di Kecamatan Batu Lanteh dibangun pabrik pengolahan kopi. Menurutnya, produlsi kopi di Batu Lanteh cukup besar sehingga pabrik pengolahan kopi harus dibangun di daerah tersebut.

“Kopinya mantap, kalau ada pabrik kopi di sini akan semakin mantap untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat kita. Khusus di Tepal, alhamdulillah petani sudah bekerjasama dengan Science Techno Park (STP) Sumbawa agar bisa hadir pabrik pengolahan kopi di sini. Di tepal juga sedang digarap cluster kopi khusus arabika karena itu yang lebih mahal,” terangnya.

Keesokan harinya (Rabu, 17/05), Doktor Zul melanjutkan perjalanan ke Desa Tepal dan kembali ke Sumbawa. Ia takjub ternyata di kawasan Batu Lanteh masih banyak ditemukan pohon-pohon raksasa menjulang tinggi.

Di Batu Lanteh juga masih banyak ditemukan mata air. Menurutnya itu semua harus dilindungi karena masa depan Sumbawa ada di Batu Lanteh. Selain penghasil kopi, masyarakat di Kecamatan Batu Lanteh juga telah banyak menanam durian dan sudah berbuah.

“Buahnya besar dan manis. Luar biasa. Salak, manggis, rambutan, dan jeruk juga tumbuh bagus di sini. Bantu lante ini bisa menjadi destinasi menggiurkan. Banyak sekali atraksi wisata di sini,” Jelasnya.

Bagin Doktor Zul, mengunjungi Batu Lanteh yang eksotis itu adalah sebuah perziarahan penuh makna. Ia mengakui, perjalanannya ke Batu Lanteh benar-benar mengesankan. Ia berjanji akan kembali lagi ke Batu Lanteh.

“Batu Lanteh yang magis, kami pasti kembali. Berada di sana, waktu seperti berhenti. Batu Lanteh telah menghadirkan banyak cerita seperti dongeng tentang negeri di atas awan. Terima kasih Batu Lanteh,” tutupnya

Me (*)