NTB Diatensi Baik Oleh Kapolri dan Panglima TNI

Kuatnya atensi dan perhatian pemerintah pusat di era kepemimpinan Jokowi ini merupakan penghargaan kepada warga NTB dan Pemerintah  Daerah NTB

Karman BM

MATARAM  :   Setelah sehari sebelumnya Waka Polri berkunjung  ke NTB, kini giliran  Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  mengunjungi  NTB secara bersamaan dalam rangka mengadakan safari Ramadhan , Rabu-Kamis (30-31/05), harus dimaknai sebagai bentuk  atensi yang baik untuk  warga dan  pimpinan daerah di NTB.

Selain itu kunjungan  dua petinggi polri dan TNI merupakan dukungan  moral yang memiliki  point khusus untuk seluruh komponen warga NTB yang dipandang tetap  menjaga toleransi ,  persatuan dan kesatuan  mewujudkan perdamaian antar ummat.

NTB dengan beragam suku yakni Sasak , Samawa, Mbojo, Jawa, Bugis dll merupakan taman sari kebhinekaan yang tetap harmoni dengan  spirit kebangsaan dalam bingkai NKRI

Demikian siaran pers yg disampaikan oleh Direktur Eksekutif Al Mentra Institute, Karman BM kepada media , Kamis (31/05) menanggapi kunjungan petinggi polri dan TNI yg tidak biasa dan surprise tersebut.

Sebagai warga NTB , Karman merasakan aura yang berbeda  atas kehadiran dua petinggi negara yg melambangkan simbol kekuatan penjaga NKRI bisa ke NTB dalam merajut kebersamaan di momen ramadhan.

“Momentum ini akan menjadi catatan sejarah bagi warga NTB yg tak akan dilupakan di era kepemimpinan pemerintahan Jokowi ,” ungkapnya .

Menurutnya sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat , Gubernur NTB , Zainul Majdi beserta jajaran nya diakuinya telah banyak sumbangsihnya untuk merawat kemajemukan dan  keberagaman yang ada dalam budaya masyarakat NTB.

“Terlepas ada sisi kelemahan lainnya, TGB harus diakui sebagai salah satu Gubernur yang memiliki prestasi yang baik dalam memimpin,” imbuhnya .

Maka tak heran , lanjutnya , jika Presiden Jokowi sampai enam kali  mengunjungi NTB dalam berbagai even. Kuatnya atensi dan perhatian pemerintah pusat di era kepemimpinan Jokowi ini merupakan penghargaan kepada warga NTB dan Pemerintah  Daerah NTB yang satu padu memajukan pembangunan  daerah.

“Warga NTB dari Mataram sampai dengan Sape Bima tentu akan tetap mengenang perhatian presiden  Jokowi dan pasti tahu bagaimana membalas kebaikkan ini pada saat yang tepat,” tandasnya .

Sementara itu, kata Karman Kehadiran Kapolri dan Panglima TNI  dalam safari Ramadhan , dimata Gubernur NTB ,  TGB , tentu merupakan suprise yang tak ternilai harganya sekaligus sebagai bentuk apresiasi.

“Maka wajar jika TGB mewakili warga NTB  dan pimpinan daerah memberikan rasa hormat yang tinggi atas kunjungan Kapolri dan Panglima TNI ,” pungkasnya .

Me




Doktor Zul Jadi Imam Sholat Magrib di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa

Buka Puasa Bersama dengan ribuan Jamaah, Doktor Zul mengatakan Intensitas pertemuannya dengan masyarakat pada Bulan Ramadhan tidak berbeda dengan bulan-bulan lainnya

SUMBAWA BESAR ;  Bulan Ramadhan tidak menjadi halangan bagi Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc terus menyambangi masyarakat.

Bahkan di bulan yang penuh berkah dan magfirah ini menjadi pemompa semangat tokoh kharismatik tersebut untuk terus menjalin dan mempererat ukhuwah.

Setelah menyambangi masyarakat KSB hingga ujung Sekongkang, Doktor Zul—sapaan akrabnya, kembali menyapa masyarakat di Kabupaten Sumbawa yang diawali dari Kecamatan Alas, Selasa (29/05) malam lalu mampir di beberapa kecamatan lainnya di wilayah barat Sumbawa.

Selanjutnya,  Rabu (30/05) pagi menemui tokoh masyarakat. Petang harinya, Calon Gubernur nomor urut 3 yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat ini didaulat menjadi Imam Sholat Magrib berjamaah sekaligus buka puasa bersama dengan seribuan jamaah di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar.

Kehadiran pasangan Calon Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dari Paket Zul-Rohmi ini disambut antusias para jamaah.

Ditemui awak media  usai berbuka puasa, Doktor Zul mengatakan Intensitas pertemuannya dengan masyarakat pada Bulan Ramadhan ini tidak berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Ia tidak akan pernah berhenti untuk bersilaturahim dengan masyarakat.

“Di bulan ramadhan ini seperti biasa saja, tidak ada yang berbeda. Saya menyapa dan bersilaturraim ke tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan lain-lain,” kata jebolan Kennedy School of Government, Harvard University (US) yang sampai sekarang tercatat sebagai Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University, USA.

Dijelaskannya, selain  menyandang bulan penuh hikmah, bulan suci Ramadan biasa disebut sebagai bulan silaturahmi. Pasalnya di bulan ini semangat menyambung persaudaraan biasa dilakukan khususnya oleh umat muslim.

Bulan Ramadan bukan hanya sebagai sarana meningkatkan ibadah secara vertikal, tetapi juga ibadah secara horizontal. Pada bulan ini, hati seseorang nampak begitu lapang, pemaaf, dan memiliki semangat persaudaraan yang tinggi.

“Tidak salah jika Ramadan adalah bulan silaturahmi, yaitu saat-saat kita sangat terbuka untuk menjalin hubungan sosial yang renggang, jauh, atau bahkan terputus,” ujarnya, seraya mengutip Hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari—Muslim bahwa “barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan”.

Sementara di hari yang sama dan tempat berbeda, tepatnya di Taman Mangga Kota Sumbawa Besar, Tim Relawan Zul Rohmi dan Jilbab Hijau melakukan aksi sosial dengan membagi-bagikan takjil untuk berbuka puasa kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas. Kegiatan ini sudah seringkali dilakukan tim relawan baik secara individu maupun berkelompok.

Me




Konsep Cerdas SRD, Membangun Industri Kreatif Yang Topang Pemberdayaan Perempuan

Jilbab Ijo mendorong kaum muda NTB secara kreatif  memanfaatkan peluang usaha yang berbasiskan teknologi digital

MATARAM.lombokjournal.com —  Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (SRD) mengatakan, sektor ekonomi kreatif akan menjadi salah satu pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi NTB ke depan.

Menurutnya, pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini  tengah mednggeliat di sektor pariwisata sekaligus mengokohkan branding sebagai destinasi halal dunia, memunculkan banyak potensi dan peluang ikutan yang turut mendorong pembangunan sektor lainnya.

NTB adalah salah satu pusat wisata halal dunia yang memiliki keindahan alam yg luar biasa, kekayaan budaya yang sangat beragam,  ada suku bangsa Sasak, Samawa, Mbojo (Sasambo).

“NTB juga punya kekayaan akan produk-produk kerajinan seperti tenun yang beraneka ragam,  mutiara, gerabah, ukir,  dll. Kuliner kuliner tradisional juga beragam, ini yang akan menjadi modal yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembangnya kembangnya industri kreatif kita ke depan,” kata SRD, Selasa (29/05) di Mataram.

SRD memaparkan, peran pemerintah sebagai fasilitator, mediator dan pendorong harus menggandeng pihak-pihak yang memiliki kompetensi dan kepedulian dengan industri kreatif. Misalnya dengan melibatkan sector perbankan, para pengusaha, para ahli, akademisi perguruan tinggi, media massa dan lain sebagainya.

“Dengan menggandeng para pihak ini, diharapkan agar masalah permodalan, kualitas produksi, hingga ke masalah pemasaran akan bisa tertangani dengan baik,” katanya.

Menopang Pemberdayaan Perempuan

Ia mengatakan, dengan mendorong pembangunan ekonomi kreatif di NTB maka upaya pemberdayaan perempuan juga akan ikut terbantu.

Sebab, sebagian besar pelaku industri kreatif di NTB ini adalah kaum perempuan.

“Peran perempuan sangatlah besar,  karena pelaku dari ekonomi kreatif ini sebagian besar wanita. Misalnya industri kuliner, kerajinan tenun, dan lain sebagainya,” katanya.

Menurut SRD, pemerintahan Zul-Rohmi ke depan akan menggandeng juga organisasi perempuan seperti IWAPI dan lainnya untuk turut memajukan industri kreatif di NTB.

“Sehingga nantinya, mulai dari sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan akan banyak melibatkan organisasi-organisasi wanita, majelis taklim, LSM  perempuan, akademisi perempuan dan lain sebagainya,” tukasnya.

Kaum Muda dan  Digital

Hal yang tak kalah penting, papar SRD, yang harus diperhatikan dalam memajukan industri kreatif adalah dengan mendorong masyarakat agar lebih melek teknologi dan dunia digital.

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi yang berbasiskan digital, Cawagub NTB, Jilbab Ijo ini mendorong kaum muda NTB secara kreatif  memanfaatkan peluang usaha yang berbasiskan teknologi digital. Dengan begitu akan memotivasi  yang lain.

Menurut Rohmi, kemajuan IPTEK merupakan konsekwensi logis yang harus dihadapi seiring berkembangnya peradaban jaman. ” Temuan -temuan IPTEK yang berbasis digital tak bisa dihindari karena itu tools atau alat untuk memudahkan interaksi dan komunikasi,” ujar Rohmi

Bagi Rohmi, anak muda yang hebat dan cerdas itu  harus pandai memanfaatkan celah dan  peluang dibalik kemajuan inovasi tehnologi.

“Peluang usaha yg memanfaatkan teknologi berbasis digital masih terbuka lebar ,” tambahnya .

Untuk mendukung upaya itu, Zul-Rohmi akan memperluas keberadaan kampung media yang saat ini sudah ada, dan juga akan meningkatkan pelatihan-pelatihan yang terus menerus dan berkesinambungan.

Pasangan Dr Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) merupakan pasangan Cagub dan Cawagub NTB dengan nomor urut 3, yang maju dalam kontestasi Pilkada NTB ini diusung Partai Demokrat dan PKS.

Zulkieflimansyah sebelumnya menjabat anggota DPR RI. Pria akrab disapa Doktor Zul ini juga merupakan pendiri Universitas Teknik Sumbawa (UTS) di pulau Sumbawa.

Sementara, Sitti Rohmi Djalilah (SRD) merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur dan menjabat Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur.

Satu-satunya calon yang mewakili perempuan ini, juga merupakan kakak kandung Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sekaligus cucu dari Pahlawan Nasional pendiri organisasi Nahdlathul Wathan (NW), Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid.

Maju dalam kontestasi Pilgub NTB tahun ini, pasangan Zul-Rohmi mengangkat jargon lanjutkan ikhtiar TGB untuk NTB yang Gemilang

Me

 




Rayakan ULTAH, PT Paragon Adakan Aksi Sosial Di Ponpes Nurul Hakim, Lombok Barat

Selain acara bersih- bersih masjid,  Wardah kosmetik memberikan sumbangan sebesar Rp 10 juta

Saat penyerahan danasumbangan sebesar Rp 10 juta (Foto; AYA)

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Rangkaian HUT PT Paragon, melalui brand kosmetik Wardah melakukan kegiatan sosial di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri Lombok Barat.

PT Paragon menggelar kegiatan bersih-bersih masjid sekaligus penyerahan bantuan perawatan masjid. Ini menjadi salah satu bentuk kepedulian PT Paragon selama Ramadan.

“Untuk kegiatan Ramadan ini ada banyak sekali seperti satu hati donasi untuk masjid,  Wardah Goes to Pesantren dan kegiatan  khusus beauty agent yaitu sharing is caring, ” ungkap Dhian Kartika dewi Selaku Bussines Development Wardah.

Dhian menuturkan, untuk program “satu hati berdonasi untuk masjid” dilakukan di 33 distribution Centre (DC) dengan 330 total masjid.  Ini dilakukan dalam rangka ulang Tahun PT. Paragon yang ke 33.

“Masjid Zakaria Salamah di Kabupaten Lombok Barat ini merupakan masjid keempat yang sudah dilakukan acara bersih- bersihnya” terang Dhian

Dhian menambahkan, selain acara bersih- bersih masjid, pihaknya melalui Wardah kosmetik memberikan sumbangan sebesar Rp 10 juta untuk perawatan dan untuk melengkapi fasilitas di masjid. Sumbangan tersebut diserahkan pada 330 masjid seluruh Indonesia selama Ramadan ini.

Pengurus   Masjid Zakaria Salamah pondok pesantren Nurul Hakim Kediri, Fernandi menyatakan sangat berterimakasih dengan adanya kegiatan dan sumbangan yang diberikan Wardah kosmetik kepada masjid.

Bantuan tersebut akan dipergunakan untuk perawatan dan fasilitas masjid.

“Saya selaku pengurus masjid sangat berterimakasih atas bantuan dan kerjasamanya,semoga kedepan kegiatan ini bisa berlanjut di tahun- tahun berikutnya,” aku  Fernandi.

AYA (*)




Zul-Rohmi Punya Cara Jaga Stabilitas Harga Komoditi Pertanian

Ketidakstabilan harga komoditi itu disebabkan lantaran belum hadirnya industri-industri pengolahan yang bisa menampung hasil produksi pertanian petani di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) memiliki cara tersendiri untuk menjaga stabilitas harga komoditi pertanian di NTB, terutama di sektor pertanian tanaman pangan.

Stabilitas harga komoditi Padi dan Jagung, juga akan bermuara pada peningkatkan kesejahteraan petani yang dapat diukur dengan indeks Nilai Tukar Petani (NTP) yang disusun BPS.

Seperti diketahui, selama ini harga komoditi sektor tanaman pangan khususnya padi dan jagung kerab tidak stabil. Jika musim panen harga menjadi anjlok sangat murah, dan berdampak pada pendapatan petani dan tingkat kesejahteraannya. Sementara jauh dari musim panen, harga meningkat tajam dan menyebabkan inflasi daerah.

Cagub NTB, Dr Zulkieflimansyah menilai, ketidakstabilan harga komoditi itu disebabkan lantaran belum hadirnya industri-industri pengolahan yang bisa menampung hasil produksi pertanian petani di NTB.

Menurut dia, pendekatan yang digunakan selama ini masih terkesan pendekatan snapshoot, yang hanya menyelesaikan masalah, ketika ketidakstabilan harga terjadi, tanpa mengatasi akar masalahnya, sehingga menjadi masalah klasik yang tiap tahun terjadi.

Misalnya, ketika harga anjlok maka petani diberi bantuan dan stimulan, sementara saat harga tinggi pemerintah melakukan operasi pasar untuk melindungi masyarakat kurang mampu.

Zul-Rohmi tidak menggunakan pendekatan yang snapshoot seperti itu, tapi pendekatan yang berkesinambungan dan menukik ke akar masalahnya. Banyak ketidakstabilan ini bukan hanya masalah pangan, tapi karena tidak hadirnya industri pengolahan,” kata Dr Zul, dalam siaran persnya, Senin (28/05) kepada Media.

Ia mengatakan, produksi gabah dan jagung di NTB selalu surplus, namun ketidakstabilan harga masih terjadi. Sebab, selama ini komoditi yang dijual keluar masih dalam bentuk mentah.

“Harga tidak stabil karena, baik yang diserap Bulog maupun yang kita kirim keluar, ke Bali Jakarta dan Surabaya dalam bentuk mentah. Tugas kami adalah bagaimana dorong agar industri pengolahan hadir, sehingga nilai tambah muncul. Kalau itu terjadi Insya Allah ketidakstabilan itu bisa dicegah, bahkan bisa jadi ekonomis produksi,” kata Dr Zul.

Zul mengakui, untuk menghadirkan industri pengolahan bukan persoalan sederhana dan membutuhkan komitmen juga waktu. Sebab, untuk menhadirkan investasi industri pengolahan, daerah juga harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Memang bukan masalah sederhana, karena ini tidak semudah kita membalik telapak tangan. Sehingga kita juga hadirkan infrastruktur non-fisik di Kampus-Kampus untuk menciptakan SDM yang kondusif tentang itu,” katanya.

Dr Zul menambahkan, kehadiran industri pengolahan dan penyiapan SDMyang memadai akan memperkuat posisi NTB yang selama ini merupakan lambang lumbung pangan nasional.

“NTB ini kan lambang lumbung pangan nasional, jadi jangan sampai petani kita ini miskin di tengah keberlimpahan kita. Kenapa kita tidak datang dengan pendekatan yang mendasar, hadirnya industri pengolahan itu akan menjadi nilai tambah,” tukasnya.

Peran  Perbankan

Selain kehadiran industri pengolahan, papar Zul, peran sector perbankan juga akan ditingkatkan untuk upaya stabilisasi harga komoditi pertanian dan juga untuk peningkatan kesejahteraan petani di NTB.

Selama ini, kredit perbankan yang dikucurkan sebagian besar masih didomonasi kredit konsumtif, dan juga akses petani untuk pinjaman modal masih sangat terbatas.

“Kami juga akan dorong peran perbankan di NTB, tapi dengan cara berpikir agak berbeda. Perbankan ini harus ada political will untuk dorong kredit modal usaha dan kredit ke hal yang produktif,” katanya.

Semangat program kerja yang akan dijalankan Zul-Rohmi ini, juga sempat disampaikan pasangan nomor urut 3 ini dalam debat kandidat Paslon Pilkada NTB beberapa waktu lalu.

Hal serupa juga disampaikan langsung oleh Dr Zul maupun Dr Hj Sitti Rohmi dalam setiap kali kampanye blusukan mereka ke para petani di Lombok dan Sumbawa.

Me




Bank Indonesia NTB Siapkan 2,4 Triliun Untuk Tukar Uang kecil

Lonjakan biasa akan berlangsung jelang mendekati lebaran, antrian masyarakat yang hendak melakukan penukaran uang pecahan biasanya ramai

Kepala BI Perwakilan Wilayah NTB, Achris Sarwani, Senin (28/05) di Taman sngkareang Mataram (Foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com —  Guna memenuhi kebutuhan penukaran uang pecahan kecil maupun besar selama Ramadhan hingga menjelang lebaran tahun ini, Bank Indonesia Wilayah NTB menyiapkan uang tunai hingga 2,4 triliun

“Untuk kebutuhan penukaran uang selama ramadhan bagi masyarakat, kita telah siapkan uang tunai senilai 2,4 triliun” kata Kepala BI Perwakilan Wilayah NTB, Achris Sarwani, Senin (28/5/2018) di Taman sngkareang Mataram usai membuka secara resmi acara pembukaan penukaran Uang.

Dengan rincian pecahan kecil Rp.20.000 ke bawah sebesar 60 persen dan merupakan uang pecahan besar dengan nilai Rp.50.000, dengan lokasi penukaran lapangan Sangkareang, Lanud Rembiga dan lapangan Malomba.

Dalam memberikan Layanan langsung penukaran uang pecahan kepada masyarakat sendiri, BI menggandeng 12 bank, jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya 6 bank, tapi dari sisi waktu sekarang ini dibatasi

“Kalau yang layanan langsung di lapangan waktunya singkat, tapi kalau layanan di kantor bank masing – masing pelayanan penukaran dilakukan hingga menjelang lebaran” katanya

Sejauh ini tingkat transaksi penukaran masih normal, lonjakan biasa akan berlangsung jelang mendekati lebaran, antrian masyarakat yang hendak melakukan penukaran uang pecahan biasa ramai

Dikatakan, masyarakat yang melakukan penukaran uang pecahan umumnya digunakan untuk kebutuhan zakat maupun THR jelang lebaran, baik dilakukan perorangan maupun perusahaan

“Sudah menjadi kebiasaan masyarakat, bahwa setiap ramadhan dan jelang lebaran  menukar uang pecahan untuk zakat dan  THR” katanya

AYA

 

 

 




Gubernur Minta Polemik Kepengurusan  BPPD Segera Selesai

Persoalan dualisme kepemimpinan BPPD NTB harus segera diselesaikan agar sektor pariwisata bisa terus semakin baik.

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) meminta polemik kepengurusan di Badan Promosi Pariwista Daerah (NTB) NTB untuk segera diselesaikan.

Hal ini disampaikan saat mengadakan buka bersama para media, Minggu ( 27/05 ).

Silang pendapat timbul setelah ada dua versi kepengurusan, antara Ketua BPPD NTB Lalu Abdul Hadi Faesal dengan Ketua BPPD NTB Fauzan Zakaria.

Abdul Hadi merupakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, sedangkan Fauzan merupakan Ketua Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII).

“Menurut saya sih masalah BPPD (NTB) harus segera selesai, kan ini juga ujian bagi teman-teman di BPPD untuk mengelola perbedaan pendapat itu menjadi sesuatu yang ada solusinya,” kata gubernur.

TGB menilai, para anggota BPPD yang terdiri atas sembilan orang mewakili asosiasi pariwisata, profesi, akademisi, dan pakar sudah mempunyai kematangan dan kemampuan secara untuk kolektif menyelesaikan apa yang terjadi di antara mereka.

“Apalagi ini sekadar memilih ketua (BPPD NTB) selesaikan lah di situ. Rasanya masyarakat akan pertanyakan kompetensi sembilan orang kalau masalah enggak selesai-selesai masalah itu,” ujar TGB.

Menurutnya, persoalan dualisme kepemimpinan BPPD NTB harus segera diselesaikan agar sektor pariwisata bisa terus semakin baik. TGB beranggapan, siapa pun Ketua BPPD NTB tidak bisa berjalan seorang diri tanpa ada dukungan anggota yang lain.

TGB memandang, Sekretaris Daerah NTB Rosiady Sayuti sudah berusaha untuk memediasi dan menyampaikan hal hal yang diperlukan untuk mencapai kesimpulan.

“Kita tunggu kedewasaan dan kelapangan hati para anggota BPPD untuk segera menyelesaikan, kalau tidak kan bisa dianggap tidak kompeten karena tidak selesai-selesai urusan, bagaimana mau memajukan pariwisata kalau di antara mereka saja tidak bisa mencapai kesepakatan,” katanya.

Mengenai pernyataan Sekda NTB, terkait Ketua BPPD NTB harus bisa berbahasa Arab, ia menilai hal tersebut bukan menjadi pertimbangan utama.

“Sebenarnya kan idenya adalah karena kita ciptakan pasar baru Timur Tengah, alangkah bagusnya kalau di BPPD NTB ada bisa komunikasi dengan bahasa Arab, itu salah satu pertimbangan, tapi bukan satu-satunya pertimbangan,”kata TGBB.

TGB menegaskan, hingga saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) yang ia tanda tangani terkait BPPD NTB. TGB berharap kepengurusan BPPD NTB bisa segera rampung setelah lebaran ini.

AYA




TGB Anggap Rilis 200 Penceramah Kemenag, Harusnya Tak Perlu

TGB menilai Kementrian Agama (Kemenag) baiknya lebih fokus mengisi ruang publik dengan materi dakwah yang kekinian, konten menarik, dan memiliki visi kebangsaan yang kuat untuk menyasar generasi milenial.

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) angkat bicara mengenai polemik daftar 200 penceramah yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag).

Meski namanya masuk dalam daftar 200 penceramah, TGB mengatakan rilis tersebut sejatinya tidak perlu dilakukan karena mengundang polemik.

“Di NTB cuma saya (yang masuk daftar rilis) padahal tuan guru di NTB banyak, dan banyak yang jauh lebih pantas dan lebih baik dari saya. Yang ada namanya di sana (rilis) kurang nyaman dan yang tidak ada di sana (rilis) bagaimana perasaannya,” katanya, Minggu (27/05) di Mataram.

TGB menilai masih banyak hal-hal yang lebih urgent di kehidupan, salah satunya ialah untuk sebarkan moderasi Islam daripada membuat rilis terbatas.

Ia menambahkan, lantaran sudah kadung dikeluarkan, rilis tersebut pada akhirnya justru menjadi beban bagi Kemenag untuk terus menambah daftar penceramah yang tentu tidak akan pernah cukup.

“Kalau list ini diteruskan akan menimbulkan proses kelanjutan. 200 nama (penceramah) secara sederhana untuk 200 juta kita umat Islam yang majlisnya ada ratusan ribu, efektif atau enggak kalau mau disempurnakan sampai berapa banyak,” ujar TGB.

Alih-alih membuat rilis penceramah, TGB menilai Kemenag lebih fokus mengisi ruang publik dengan materi dakwah yang kekinian, konten menarik, dan memiliki visi kebangsaan yang kuat untuk menyasar generasi milenial.

“Semisal, kita masih kurang bahan-bahan visual ala mileneal dengan format kekinian bagaimana dialog tentang isu keIslaman dan kenangsaan, ini jauh lebih menantang karena anak-anak muda kita perlu dapat bahan yang tidak hanya konten baik tapi juga visual menarik,” tegasnya.

TGB menilai, bahan-bahan dakwah yang kekinian dan relevan itu masih sangat kurang di ruang publik.

AYA




Di Idoop Hotel,  Bisa Request Menu Berbuka Puasa Sesuai Selera Anda

Pada bulan ramdhan ini ada fasilitas tambahan yang bisa dinikmati yakni diskon 10 persen untuk laundry, diskon 20 persen untuk food and baverage dan include takjil

MATARAM.lombokjournal.com —  Idoop Hotel By Prasanthi, Hotel klasifikasi bintang tiga iyang terletak di Jalan Swara Mahardika Mataram, menawarkan empat promo selama di bulan ramadhan.

Salah satu promo yang menarik yakni menu berbuka puasa by request, atau anda bisa memesan menu berbuka puasa sesuai selera anda. Untuk bisa menikmati menu berbuka di hotel Idoop hanya hanya merogoh kocek 50 ribu rupiah dengan minimal booking 10 pax.

Sales and Manager Hotel Idoop Indry Aningsih menjelaskan, selain menyediakan menu yang tersedia (Suggestion by Chef) tamu juga bisa memesan sendiri menu yang di inginkan sesuai dengan seleranya.

“selama bulan ramadhan paket buka puasa dengan 50 ribu per pax minimal booking 10 pax, anda dapat menikmati kuliner sepuasnya. Tamu bisa request menu sesuai dengan selera,” paparnya.

Hotel dengan konsep modern pop art ini juga menyediakan promo menginap di Superior Room dengan harga 400 ribu nett. Namun pada bulan ramdhan ini ada fasilitas tambahan yang bisa dinikmati yakni diskon 10 persen untuk laundry, diskon 20 persen untuk food and baverage dan include takjil.

Paket lainnya adalah Eat mubarrak package harga dengan harga Rp 743. 900, anda bisa menginap  dua malam. Anda juga bisa menikmati welcome pizza saat melakukan check in, tidak itu saja ketika check out ada toleransi waktu check out.

Package terakhir adalah Halal bihalal package 50 ribu all you can eat minimal booking 10 pax.

Hotel Idoop sendiri resmi beroperasi pada tanggal 1 Juni 2014 dengan klasifikasi hotel bintang tiga. Hotel Idoop memiliki 96 room dengan tiga tipe kamar, Superior, Deluxe dan Junior Suite Room.

Selain memiliki  tiga tipe kamar, Hotel Idoop juga menyediakan fasilitas ruang rapat. Saat ini terdapat empat meeting room dengan fasilitas 25-150 pax.

Pada bulan Ramadhan, room occupancy (angka hunian kamar) berkisar di 50-70 persen. Selain memiliki fasilitas yang refresentatif penawaran promo selama ramadhan mampu mendongkrak angka hunian kamar di hotel yang berada di bawah naungan manajemen Hotel By Prasanthi.

AYA (*)




Rohmi Dorong Keterlibatan Perempuan di Semua Aspek

Saat ini masih terdapat  hambatan-hambatan yang dihadapi perempuan NTB untuk bisa setara  dalam kegiatan pembangunan

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR  :   Calon Wakil Gubernur NTB No urut 3, Dr Hj Sitti Rohmi menyebut peran perempuan NTB tak bisa dipandang sebelah mata. Untuk menciptakan kesetaraan  gender dalam memajukan pembangunan di NTB, diperlukan partisipasi aktif kaum  perempuan di semua aspek.

“Untuk itu perlu penciptaan situasi yang kondusif sebagai motivator atau spirit dalam mendorong  akselerasi peran perempuan tersebut,” katanya dalam rilisnya kepada media, Sabtu (26/05).

Dalam konteks ini,lanjutnya, pemberdayaan kaum perempuan di NTB haruslah diletakkan kesadaran dan pembentukan kapasitas (capacity building) terhadap partisipasi dalam pembuatan keputusan , termasuk menghilangkan stigma ataupun diskriminasi sosial terhadap peran perempuan .

Rohmi mengakui selama ini ada anggapan bahwa kualitas perempuan dalam pembangunan di NTB  masih sangat rendah, yang menyebabkan peran kaum perempuan tertinggal dalam segala hal.

“Untuk mengatasinya diperlukan upaya dan strategi mengintegrasikan gender ke dalam renstra pembangunan di NTB  cara menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan,” ujarnya

Lebih jauh, Rohmi menguraikan langkah  yang akan dilakukan Zul Rohmi dalam memperkuat dan memberdayaan  peran perempuan NTB.

“Hal ini penting  agar ada Goodwill yang secara sistematis mengintegrasikan peran perempuan sekaligus menghilangkan kendala kendalanya,” ungkapnya.

Menurut Rohmi untuk melihat sampai sejauhmana partisipasi perempuan NTB dalam pembangunan bisa dilihat dari beberapa indikator atau indeks.

Indikator pertama bisa diamati dari keterlibatan dan peran serta  perempuan di NTB  terlibat dalam program pembangunan. Hal ini utk menyelaraskan kebijakan RPJMN 2014-2019 ( Bappenas 2014) perspektif gender di semua bidang dan tahapan pembangunan.

“Ini tentu untuk meningkatkan kualitas dan peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan,” imbuh Rohmi .

Rohmi mengakui, saat ini masih terdapat  hambatan-hambatan yang dihadapi perempuan NTB untuk bisa setara  dalam kegiatan pembangunan.

“Hal ini terkait masih kuatnya paham patriarki di NTB,  juga masih kuatnya anggapan di masyarakat yang bersifat bias gender,” tegas Rohmi .

Strategi Afirmasi

Sebagai langkah afirmasi , lanjut Sitti Rohmi bahwa Zul Rohmi akan melakukan serangkaian

upaya-upaya kontruksi dan terencana untuk mengintegrasikan peran perempuan dalam setiap kebijakan pembangunan di NTB.  “Strategi ini memberikan porsi kepada kaum perempuan di NTB  untuk lebih eksis meningkatkan peran sertanya,” kata Rohmi.

Ke depan, tambah Rohmi, sebagai bentuk ikhtiar melanjutkan peran TGB dalam memberdayakan kaum perempuan, Zul Rohmi akan melibatkan organisasi perempuan, majlis taklim,  LSM perempuan,  akademisi perempuan, dan banyak lagi.

“Mereka akan terlibat dalam program kesehatan, pendidikan, pemberdayaan  ekonomi, lingkungan,  pariwisata, dan banyak lagi,” kata Rohmi lagi.

Diyakini Rohmi, dengan keterlibatan perempuan di banyak bidang, akan memacu segala aspek pembangunan di NTB.

“Karena perempuan ini dikenal lebih teliti dan ulet,” tukasnya.

Me (*)