BAPER Loteng Deklarasi Dukung Zul-Rohmi

Baper Loteng sepakat berkomitmen mendukung Zul-Rohmi karena pasangan ini satu-satunya pasangan Cagub dan Cawagub NTB yang ada perempuannya

lombokjournal.com —

PRAYA – LOMBOK TENGAH  :  Barisan Perempuan (Baper) Jilbab Hijau Lombok Tengah deklarasi dukung pasangan nomor urut 3 Zul-Rohmi pada pemilihan Gubernur NTB 2018, Kamis (07/06) di Posko Pemenangan Zul-Rohmi, Praya-Lombok Tengah.

Deklarasi yang dinamakan Deklarasi Praya tersebut dihadiri ratusan perempuan yang tergabung dalam barisan Jilbab Hijau.

Dalam deklarasi tetsebut, Barisan Perempuan Jilbab Hijau Loteng berkomitmen mendukung, memperjuangkan dan siap memenangkan pasangan Nomor 3 Zul-Rohmi, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmj Djalilah dalam pencalonannya sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023.

Komandan Baper, Hj. Enok Muthia menegaskan, Barisan Perempuan Loteng antusias merespon amanat Tuan Guru Bajang (TGB) yang dilimpahkan kepada Doktor Zul dan Doktor Rohmi untuk melanjutkan pembangunan di NTB.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dua periode pemerintahan gubernur TGB di NTB atas capaian-capaian yang signifikan dan berkemakmuran. Kami berharap, pasangan Zul-Rohmi jika Allah ridhoi dengan kemenangannya nanti, Zul-Rohmi dapat menjaga amanat TGB dan kami siap di garda terdepan mengawal dan berperan aktif membantu pembangunan NTB di segala segi kehidupan”. ungkap Hj. Enok.

Menurut Hj. Enok, Baper Loteng sepakat berkomitmen mendukung Zul-Rohmi karena pasangan ini satu-satunya pasangan Cagub dan Cawagub NTB yang ada perempuannya.

Dengan kehadiran Doktor Rohmi mewakili perempuan NTB, Pilgub NTB kali ini merupakan momentum dan sejarah baru buat NTB untuk melahirkan pemimpin perempuan.

“Kita layak berbangga bahwa perempuan NTB sudah siap dan berani tampil. Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah telah menjadi inspirasi kita, bahwa perempuan NTB adalah pribadi yang cerdas, tangguh dan memiliki visi ke depan untuk mengawal langkah keberlanjutan daerah kita tercinta ini. Kini saatnya kita bersama-sama saling membahu dengan segenap masyarakat membangun NTB yang gemilang,” tegasnya.

Zul-Rohmi Siapkan Program Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran

Dalam kesempatan yang sama, Doktor Zul menegaskan, hampir di setiap kabupaten dan kota di NTB masalah utamanya adalah kemiskinan dan penganguran.

Lombok Tengah merupakan salah satu Kabupaten yang kaya di NTB. Proyek Mandalika dengan nilai investasi triliunan rupiah akan menyerap ribuan tenaga kerja. Ia berharap semua stakeholder dapat mengawal megaproyek tersebut.

“Bisnis yang mau ada di kawasan Mandalika Lombok Tengah harus dirawat betul. Kita kawal bersama, semua stakeholder harus berperan mengawal kesuksesan proyek besar tersebut. Kita siapkan pendidikan yang baik buat anak-anak kita di sini, agar menjadi pemain di daerahnya sendiri. Kehadiran proyek Mandalika di Lombok Tengah bisa menjadi anugerah buat kesejahteraan masyarakat, jika SDM nya disiapkan dari sekarang,” jelas Doktor Zul.

Doktor Zul memaparkan, salah satu Komitmen Zul-Rohmi dalam mewujudkan NTB yang Gemilang adalah menjadikan NTB menjadi rumah yang nyaman, ramah, dan kondusif bagi investasi dan para pebisnis. Ia berjanji tidak akan menerima suap dari para pebisnis.

Ia akan mendorong dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi investasi, usaha, dan bisnis di Lombok Tengah.

“Jika kami, Zul-Rohmi memimpin NTB, kami tidak akan menerima suap dari para pebisnis. Investasi, usaha, bisnis akan kita dorong di Lombok Tengah. Kita kaya, kita harus menjadi pemain di dearah kita. Sudah saatnya kekayaan yang kita miliki kita kelola untuk kesejahteraan masyarakat kita,” tegas Doktor Zul.

Me (*)




Sitti Rohmi : Zul-Rohmi Konsisten  Majukan Ekosistem Budaya  Dan Seni NTB

 Di Lombok maupun Sumbawa yang memiliki kekayaan khazanah budaya, harus mendapat perhatian dan atensi  lebih serius.  Sebab, memajukan kebudayaan itu terkait erat dengan penguatan jati diri masyarakat

lombokjournal.com —

MATARAM :

Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dan DR. Hj Siti Rohmi    memberi perhatian besar pada kemajuan kebudayaan dan seni NTB .

Calon Wakil Gubernur No 3, Hj Siti Rohmi, secara khusus menyebut UU No 5 tahun 2017 tentang  Pemajuan Kebudayaan, yang membuka peluang besar bagi aktivis budaya dan kesenian di komunitas masing-masing.

“Pemerintah berkewajiban memfasilitasi aktivitas dan kreativitas, dan gairah para pegiat budaya dan seniman untuk memajukan budaya khususnya budaya dan kesenian lokal,” ujar Siti Rohmi di Mataram, Kamis (07/06) di Mataram.

Siti Rohmi pun menegaskan, di Lombok maupun Sumbawa yang memiliki kekayaan khazanah budaya, harus mendapat perhatian dan atensi  lebih serius.  Sebab, memajukan kebudayaan itu terkait erat dengan penguatan jati diri masyarakat.

“Karya budaya dalam berbagai bentuknya, yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, harus diangkat dan ditingkatkan upaya pembinaannya.  Selain khazanah budaya itu bisa dimanfaatkan bagi pariwisata,  yang lebih penting lagi kita mengembangkan identitas kita sebagai bangsa yang bermartabat,” tegas Rohmi.

Menurut Rohmi, meski selama ini upaya untuk memajukan kebudayaan telah banyak dilakukan, namun harus ada upaya lebih dalam melakukan perlindungan dan pembinaan.

Ditekankannya,  kalau Paslon Gubernur dan wakil Gubernur No. 3 mendapat kepercayaan masyarakat memimpin NTB, ada beberapa hal yang segera dilakukan untuk memajukan budaya.

Pertama, memfasilitasi para pegiat kebudayaan di komunitasnya masing-masing. Para seniman diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menampilkan karya-karya seninya.

Kedua, akan diberikan penghargaan khusus bagi para kreator  yang benar-benar terbukti  telah bekerja bagi pemajuan budaya dan kesenian di daerah.

” Zul Rohmi akan  memperhatikan kesejahteraan seniman dan pegiat budaya,” tegas Rohmi.

Sementara itu Rohmi mengakui, pemajuan kebudayaan dan kesenian itu harus dilakukan secara komprehensif. Upaya yang dilakukannya adalah menciptakan ekosistem budaya yang lebih baik.

“Memajukan kebudayaan tidak hanya satu sektor, tapi semua sektor yang punya hubungan saling terkait.  Untuk menjaga konsistensi kreatif para seniman harus diperhatikan faktor pendukungnya Contoh sederhananya begini,  kalau mau Cupak Gurantang  atau Rudat tetap bisa ditonton harus dipikirkan tempat pertunjukannya, dan sebagainya,” ujar Rohmi.

Rektor Universitas Hamzanwadi ini mengatakan , lahirnya UU Pemajuan Kebudayaan tahun 2017 merupakan komitmen pemerintah untuk memfasilitasi  kreativitas seniman maupun pegiat budaya yang tercermin dalam  Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

“Spirit UU No 5/2017 memberikan  kesempatan bagi pegiat budaya dan seniman menyampaikan asprasinya. Kemudian menjadi masukan bagi pemerintah pusat dalam menyusun strategi kebudayaan,” beber Rohmi .

Terakhir  Rohmi mengatakan fasilitas seperti gedung pertunjukan itu memang penting. Tapi lebih penting, sebenarnya meningkatkan aktivitas dan kreativitas para pegiat budaya dan seniman di lingkungan atau komunitasnya masing-masing.

“Kalau di tiap komunitas marak dengan kreativitas para seniman atau pegiat budaya, itu secara langsung akan meningkatkan kkesejahteraan mereka,” pungkasnya

Me (*)




Kurang Anggaran, KLU Gagal Masuk Smart City

KLU tereliminasi dalam program Smart City,  juga akibat ketatnya persaingan antar kabupaten/kota

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lombok Utara, mengklaim kegagalan KLU masuk dalam program “smart city” atau “kota cerdas” yang digalakkan pemerintah pusat, disebabkan keterbatasan anggaran.

“Awalnya program smart city untuk 75 kabupaten/kota pada 2018 ini, dan KLU masuk dalamnya. Ternyata setelah proses berjalan, Kominfo pusat mengalami keterbatasan anggaran, hanya bisa untuk 50 kabupaten saja dan kita tidak masuk di 50 besar itu,” kata Kadis Diskominfo KLU, Kawit Sasmita, Rabu (05/06).

KLU tereliminasi dalam program itu, menurut Kawit,  juga ketatnya persaingan antar kabupaten/kota. Dimana ada sebagian kabupaten/kota baru, termasuk KLU yang masih dihadapkan pada persoalan keterbatasan fasilitas.

“Misalnya fasilitas kantor, kita kan belum ada, termasuk jaringan telelomunikasi belum terbangun dengan sempurna, sehingga kita bersama 24 kabupaten/kota lainnya tidak terpilih masuk 50 besar,” bebernya.

Meski demikian, Kawit tetap optimis KLU bisa masuk dalam program tersebut pada 2019 mendatang.

Ia menjelaskan, ada beberapa Kabupaten /Kota baru bisa masuk Smart City setelah beberapa kali ikut.

“Kita akan usahakan lagi, lobi-lobi lah untuk meyakinkan Kominfo pusat. Sambil menyediakan segala fasilitas pendukungnya. Nanti akan diseleksi ulang. Sesuai target, program ini akan berakhir pada 2019 mendatang,” katanya lagi.

Konsep “smart city” kini mulai diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia, di antaranya Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogjakarta dan Malang.

“Smart city” atau kota cerdas menawarkan sebuah tatanan kota yang memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi secara cepat dan tepat, disamping dapat mengatasi beberapa masalah perkotaan lainnya.

DNU




PLN Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, Bersama 17.000 Anak Yatim dan Dhuafa Se-Indonesia

PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat memusatkan kegiatan Berbagi Kebahagiaan Ramadhan ini di Kantor PLN Area Bima, dengan memberikan santunan dan mengundang 100 anak yatim yang berasal dari tiga yayasan untuk berbuka puasa bersama

BIMA.lombokjournal.com —  PLN berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan tahun 1439 Hijriah dengan menggelar buka puasa bersama lebih dari 17.000 anak yatim dan dhuafa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Total anak yatim dan dhuafa tersebut merupakan gabungan dari PLN dari Sabang hingga Merauke, Anak Perusahaan PLN serta Yayasan Baitul Maal PLN.

Wakil Menteri ESDM Achandra Tahar turut hadir di tengah-tengah para anak yatim dan dhuafa bersama Direksi dan jajaran manajemen PLN.

Acara yang bertajuk “PLN Berbagi Kebahagiaan Ramadan 1439 H – Buka Puasa Bersama Anak Yatim & Dhuafa” ini dipusatkan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (06/06).

Untuk acara ini, PLN mengundang 3.300 anak yatim dan dhuafa dari 59 yayasan di Jabodetabek dan Banten. Berbarengan dengan itu, unit-unit PLN se-Indonesia pun menggelar acara serupa yang dilakukan sepanjang bulan Ramadhan ini.

Dalam acara ini Direktur Utama PLN Sofyan Basir secara simbolis memberikan dana bantuan program untuk anak yatim dan dhuafa dengan total Rp 2,98 milyar.

“Kerja keras PLN tidak akan tercapai tanpa dukungan dan doa. Sebagai rasa syukur, PLN merasa perlu untuk berbagi dengan saudara muslim yang membutuhkan dan anak-anak yatim melalui acara Berbagi Kebahagiaan Ramadhan ini,” ucap Sofyan Basir.

“Bagi PLN seluruh anak-anak di Indonesia adalah energi optimisme bagi masa depan. Kami berkewajiban untuk ikut menjaga dan memperhatikan,” tegas Sofyan Basir.

Sementara, PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat memusatkan kegiatan Berbagi Kebahagiaan Ramadhan ini di Kantor PLN Area Bima, Rabu (06/06), dengan memberikan santunan dan mengundang 100 anak yatim yang berasal dari tiga yayasan untuk berbuka puasa bersama.

Dalam acara tersebut turut hadir General Manager PLN Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka, Komandan Kodim 1608 Bima Letkol. Inf. Bambang Kurnia Eka Putra, Kepala Kejaksaan Negeri Bima Widagdo Mulyono,  dan Wakapolres Kota Bima Kompol. Yusuf Tauziri.

General Manager PLN Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi anak yatim.

“Kami ingin adik-adik ini juga merasakan kebahagiaan, khususnya dalam menyambut Idul Fitri. Semoga apa yang kami berikan dapat membantu,” tutur Rudi.

Selain itu, selama Bulan Ramadhan, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Wilayah NTB juga menyalurkan santunan dan bingkisan lebaran untuk 4.233 penerima, antara lain yatim, dhuafa, dan guru mengaji yang tersebar di seluruh Provinsi NTB. Total bantuan yang diberikan oleh YBM PLN Wilayah NTB mencapai Rp 1,05 miliar.

Kegiatan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan ini melibatkan partisipasi aktif dari pegawai-pegawai PLN.

Harapannya, dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan berbagi serta sebagai pengingat betapa pentingnya menyantuni anak yatim dan dhuafa agar kehidupan dunia dan akhirat dapat selalu berkah

AYA (*)




Dalam 10 Tahun, Realisasi Pendapatan NTB Terus Meningkat

Pada tahun 2008 PAD NTB sebesar Rp  413,1 milyar, sedangkan tahun 2018 sebesar Rp 1,719 Triliun

MATARAM.lombokjournal.com —  Realiasi dari target pendapatan daerah di NTB selama kurun waktu 10 tahun dari tahun ke tahun terus meningkat.

Angka peningkatan sejak tahun 2008-2018,  jumlah realisasi pendapatan  daerah pada tahun 2008 sebesar Rp 1,049 triliun, sedangkan tahun 2018 mencapai jumlah sebesar Rp 5,230 triliun.

Sekretaris Badan Pengelolaan Pemdapatan Daerah (BAPPENDA) Provinsi NTB, Evi Evadwiani, menjelaskan bahwa peningkatan realisasi pendapatan daerah dilakukan dengan berbagai langkah sehingga realiasinya terus meningakat dari yang ditargetkan.

“Tahun 2008  realisasinya Rp 1,049 triliun, sedangkan tahun 2018 realisasinya  Rp 5,230 triliun,” ucapnya Rabu (06/06), saat memberi keterangan pers di Media Center  Pemprov NTB di Mataram.

Menurutnya, langkah atau upaya yang telah diikhtiarkan dalam mengotimalkan pendapatan daerah antara lain, samsat non stop servis (24/7), aplikasi e Samsat, pendataan kendaraan plat luar daerah secarah online, manajemen mutu pelayanan ISO 9001-2015, aplikasi E- STS retrebusi online, agent Samsat, integrasi data dengan kepolisian, pembayaran pajak lima tahun, dan Samsat Kartini dan Samsat Bahari.

Demikian juga untuk Pendapatan Asil Daerah (PAD) pada 10 tahun juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2008 PAD NTB sebesar Rp  413,1 milyar, sedangkan tahun 2018 sebesar Rp 1,719 Triliun.

Sementara itu dalam kurun waktu yang sama serta proyeksi 2018, diperoleh komposisi rata rata per jenis pendapatan, PAD sebesar 37,59 persen dan Dana Perimbangan sebesar 54,52 persen, serta lain Pendapatan yang sah sebesar 7,89 persen.

AYA




Fiddin Siap Ciptakan 10.000 Wirausaha Baru

Kualitas  Sumber Daya Manusia masyarakat Lombok Timur tidak boleh kalah dengan daerah-daerah lain. Inilah salah satu cara FIDDIN untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Lombok Timur

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR :  Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur nomor urut 4, H.M. Syamsul Lutfhi dan H. Najamuddin Moestafa ( FIDDIN), akan menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui skema  Program Kelompok Pemuda Mandiri (KPM).

Dengan program itu,  kaum muda ditempa  untuk berjiwa mandiri. Dengan jiwa mandiri inilah kaum muda Lotim  membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Menurut Cabup Lotim, Syamsul Luthfi, Selasa (06/06), generasi muda adalah harapan bangsa sekaligus harapan daerah. Program ini membidik generasi muda Lombok Timur agar berjiwa mandiri dengan menjalankan program KPM.

“Apalagi Pemerintah Kabupaten Lotim dengan keterbatasan fiskal yang ada tidak akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Lombok Timur,” katanya .

Lebih jauh dikatakan Luthfi, dengan adanya  keterbatasan anggaran atau  fiskal yang ada bukan berarti Fiddin  tidak mampu menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat.

Lebih jauh Lutfi memaparkan, jika program KPM ini berjalan, maka dalam waktu satu tahun akan menghasilkan 10.000 wirausaha baru yang terdiri dari 1000 kelompok se Kabupaten Lombok Timur.

Bisa dibayangkan, ketika 1000 kelompok ini dapat melaksanakan aktivitas usahanya dengan baik, dimana kelompok-kelompok ini akan terbagi ke dalam cluster-cluster usaha, maka dipastikan kelompok usaha tersebut bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama yang ada di dusun, desa, maupun kelurahan se kabupaten Lombok Timur.

Saat ini telah berlaku ASEAN Free Area. Kualitas  Sumber Daya Manusia masyarakat Lombok Timur tidak boleh kalah dengan daerah-daerah lain. Inilah salah satu cara FIDDIN untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Lombok Timur.

Disamping program kita yang lain dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Bagi masyarakat Lombok Timur yang ingin bergabung bersama FIDDIN, akan  mendapatkan kartu Lombok Timur Sejahtera yang disebut Fiddin Card.

Kartu tersebut diterbitkan untuk masyarakat Lombok Timur yang menjadi pemilih Calon Bupati dan Wakil Bupati pasangan H.M. Syamsul Lutfhi dan H. Najamuddin Moestafa/ FIDDIN. pada pelaksanaan Pilkada Lombok Timur pada 27 Juni 2018 mendatang.

Me (*)




Atasi Masalah Pengangguran, Fiddin Siapkan Kader Siaga

Melalui Program Kader Siaga, FIDDIN akan menugaskan kepada para sarjana di Lotim  menjadi konsultan, menjadi dinamisator, kemudian menjadi pengawas kepastian pelaksanaan program yang ada di tiap desa di Lombok Timur

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR  :  Angka pengangguran di wilayah Lombok Timur (Lotim)   berdasarkan data Badan Pusat Statistik, saat ini mencapai 20 ribu orang.  Jumlah sebanyak itu, belum semuanya tersentuh pemberdayaan pemerintah.

Akibatnya, dalam satu dekade terakhir jumlah TKI Lotim menyentuh angka hingga 25 ribu bahkan lebih per tahun. Sementara di tahun 2017 lalu jumlah TKI asal Lotim berada pada angka sekitar 15.000 orang.

Calon Bupati Lombok Timur No 4 ,  H. Syamsul Luthfi, Rabu (06/06) menilai persoalan pengangguran merupakan hal krusial yang perlu mendapat atensi serius. Karena bagaimana pun, semakin banyak pengangguran menandakan pemerintah telah gagal menyejahterakan masyarakatnya.

Luthfi bersama dengan pasangannya, Najamuddin Mustapa  pada Pilkada Lotim tahun 2018 ini berkomitmen menyediakan lapangan pekerjaan, sebagai upaya mengurangi angka pengangguran yang dinilainya cukup memperihatinkan.

“Masalah yang paling ke dasar selama ini adalah masih minimnya lapangan pekerjaan dan banyaknya masalah lain,” kata Lutfhi.

Karena itu, kata Luthfi, atas izin Allah SWT pasangan nomor urut empat FIDDIN apabila diberikan amanah oleh masyarakat Lombok Timur, maka pihaknya akan memprogramkan program pengentasan pengangguran melalui program “Kader Siaga”.

Program Kader Siaga lanjut Luthfi  didasari oleh keberadaan para sarjana di Lombok Timur lulusan berbagai perguruan tinggi yang mencapai ribuan orang tiap tahun. Jumlah itu sangat banyak jika saja pemerintah daerah memanfaatkan potensinya dengan maksimal.

“Kita tahu bahwa setiap tahun lulusan perguruan tinggi dari Lotim cukup tinggi jumlahnya ribuan tiap tahun,” ujar Luthfi

Atas dasar itulah Program Kader Siaga ini salah satu solusi untuk berdayakan mereka. Karena dimana melalui Program Kader Siaga, kedepan pihaknya jika terpilih akan menugaskan kepada mereka-mereka untuk menjadi konsultan, untuk menjadi dinamisator, kemudian untuk menjadi pengawas kepastian pelaksanaan program yang ada di tiap desa di Lombok Timur.

Pemanfaatan potensi para sarjana sebagai kaum cerdik dan terdidik di tengah masyarakat, akan mampu menyerap banyak lapangan pekerjaan. Di satu sisi dapat mengoptimalkan kinerja dan pelaksanaan program pemerintah. Termasuk memastikan program pemerintah berlangsung dengan baik dan tepat sasaran.

“Oleh karena itu marilah bergegas melalui program Kader Siaga ini pilihan pada nomor empat agar Lotim menjadi sejahtera di masa masa mendatang,” pungkas Luthfi .

Me




IHGMA Lombok Beri Santunan Lansia dan Anak Yatim

 IHGMA Lombok menyalurkan dana CSR ke beberapa kegiatan, di antaranya santunan ke Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB di jalan Majapahit Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com — Ramadhan menjadi momen berbagi kebaikan pada mereka yang membutuhkan.

Hal ini juga yang dilakukan Indonesian Hotel General Manager Asociation (IHGMA) chapter Lombok. Asosiasi para General Manager hotel dan resort di NTB ini menyalurkan dana CSR pada panti jompo, panti asuhan dan kegiatan takjil on the road.

Ketua Komisi Corporate Social Responsibility (CSR) IHGMA Lombok Yoshie Sukendar Anwar  menuturkan, Ramadhan kali ini pihaknya menyalurkan dana CSR ke beberapa kegiatan.

Di antaranya santunan ke Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB di jalan Majapahit Kota Mataram. Santunan yang diberikan berupa pampers, minyak tawon, minyak kayu putih, susu, sabun cair, shampo, rinso, molto, hand glove, masker dan snack.

“Ini bentuk kepedulian kita kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan kita,” ujarnya

Ia menuturkan, berdasarkan keterangan koordinator  perawat di balai sosial bernama Yani, ada 12 wisma yang menampung para lansia (lanjut usia).  Satu wisma khusus lansia yang sudah total tidak bisa mandiri dan pikun. Wisma tersebut bernama Wisma Perawatan Khusus. Sedangkan dua wisma diperuntukkan untuk lansia setengah mandiri dan pikun.

“Sembilan wisma lainnya untuk lansia yang masih mandiri dan sehat,” sambungnya.

Ia melanjutkan, di balai tersebut terdapat 7 orang perawat dan beberapa staf umum. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka sudah ditanggung pemerintah per tahunnya.

Diantaranya berupa pampers sebesar Rp 5 juta per tahun dan obat-obatan sebesar Rp 24 juta per tahun. Sementara untuk makan dan minum sebesar Rp 27 ribu hingga Rp 32 ribu per hari.

“Rp 27 ribu hingga Rp 32 ribu per hari untuk tiga kali makan,” ungkapnya.

Pemberian santunan pada panti lansia tersebut merupakan bentuk syukur di Ramadan. Selain itu meningkatkan rasa kepedulian seluruh anggota IHGMA Lombok kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang.

“Juga mempererat solidaritas seluruh anggota IHGMA Lombok,” pungkasnya.

Selain pemberian santunan kepada panti lansia Mandalika NTB, IHGMA Lombok juga menyalurkan CSR ke panti asuhan. Ia menambahkan, kegiatan penyaluran CSR tersebut  juga ditujukan untuk menggugah beberapa organisasi pariwisata atau organisasi profesi lainnya. Organisasi pariwisata dan profesi lainnya diharapkan bisa turut serta turun ke jalan dengan kegiatan yang serupa.

“Kami juga akan segera berkunjung ke panti asuhan,” tandasnya.

AYA




Perda Rokok Siap Diterapkan, Ada Sanksi Bagi Yang Melanggar

 Perda rokok terbagi menjadi dua kategori. Yang pertama Kawasan Terbatas Merokok (KTM), dan ada juga Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang zonasinya mencakup rumah sakit, Puskesmas, dan sekolah

 LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Para pecinta rokok nampaknya harus lebih berhati-hati. Pemerintah daerah Lombok Utara, mengklaim siap menerapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang kawasan tanpa rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM), pada tahun 2018 ini.

“Perda ini untuk menekan masyarakat pecinta rokok agar tidak merokok di sembarang tempat ketika berada di tempat umum,” papar Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, Khailir Anwar, Senin (04/06).

Bagi mereka yang kedapatan merokok di tempat umum, lanjut Khairil, sesuai Perda itu, maka akan diberikan sanksi.

“Sanksinya berupa denda uang, besarannya ada tertuang di sana (Perda,red),” sambungnya.

Lebih jauh Khairul, menjelaskan, Perda rokok terbagi menjadi dua kategori. Yang pertama Kawasan Terbatas Merokok (KTM), dan ada juga Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang zonasinya mencakup rumah sakit, Puskesmas, dan sekolah.

“Untuk KTR ini tidak bisa ditolerir. Bagi siapapun yang melanggar maka akan langsung disanksi. Sementara KTM, sudah disiapkan smoking area atau ruang pojok merokok. Nanti akan dibangun juga disetiap kantor,” tukasnya.

Sementara, salah seorang warga di Tanjung, Yandi, mengaku tidak ada masalah dengan Perda tersebut.

“Kalau memang sudah disiapkan tempat atau ruang khusus, kan tinggal masuk,” cetusnya.

DNU




Zul-Rohmi Akan Bentuk Percontohan Kebun Sayur Pekarangan di Tiap Lingkungan

Untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan dan membangun kesadaran masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan, memang harus dilakukan dengan serius

lombokjournal.com —

MATARAM :  Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) akan membangun lokasi percontohan Kebun Sayur Pekarangan di tiap lingkungan atau dusun di wilayah Provinsi NTB.

Tujuannya agar pola pikir masyarakat NTB bisa berubah, dari konsumtif  ke produktif.

Pemanfaatan pekarangan rumah untuk kebun sayuran, secara berkesinambungan juga akan membantu menekan angka inflasi di daerah, sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Untuk mensosialisasikan pemanfaatan  pekarangan ini harus ada rumah percontohan di masing-masing Lingkungan, bahkan di masing-masing RT, agar bisa ditularkan ke rumah-rumah lain di sekitarnya dan ini bisa membudaya. Selain itu penting juga sosialisasi yang intens dengan menggandeng majelis taklim dan organisasi wanita,” kata Cawagub NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, Selasa (05/06) di Mataram

Rohmi mengatakan, untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan dan membangun kesadaran masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan memang harus dilakukan dengan serius. Sebab, saat ini yang menjadi masalah bukan ketersediaan lahan pekarangan, tapi lebih kepada mindset atau pola pikir masyarakat yang cenderung berpikir praktis namun konsumtif.

“Ini hal sederhana, tapi untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan ini memang harus diseriusi. Karena pernasalahannya bukan tidak ada pekarangan, tapi mindset dan kebiasaan masyarakat. Padahal kalau halaman termanfaatkan, maka kebutuhan akan sayur-sayuran sehari-hari  bisa terpenuhi dan lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida,” katanya.

Provinsi NTB merupakan daerah dengan potensi pertanian yang luar biasa. Namun, komoditas pertanian juga yang kerap kali menjadi faktor pemicu terjadinya inflasi di daerah ini.

Hal tersebut bisa terlihat dalam sejumlah rilis resmi BPS tentang indeks harga konsumen (IHK) yang mengukur laju inflasi daerah.

Komoditi cabai dan tomat sayur, hampir selalu masuk dalam 20 komoditi penyumbang inflasi di NTB.

Menurut Rohmi, komoditas yang sebenarnya sederhana itu menjadi pemicu inflasi lantaran kerab terjadi ketidakseimbangan suplay and demand di waktu-waktu tertentu.

Jika konsep kebun sayuran pekarangan ini bisa digalakkan, Rohmi merasa yakin sumbangan inflasi dari komoditi sayuran bisa ditekan.

Pemanfaatan lahan pekarangan untuk kebun sayuran juga bisa menjadi kegiatan sambilan yang menyenangkan, dan cukup bermanfaat bagi masyarakat, terutama kaum ibu rumah tangga.

Rohmi mengatakan, selain untuk mengisi waktu dan membantu menekan biaya pengeluaran rumah tangga di masing-masing keluarga, jika gerakan ini dilakukan secara kolektif maka bisa juga turut membantu menekan angka inflasi di daerah ini.

“Selama ini, pemerintah melalui PKK dan organisasi-organisasi wanita sudah menggalakkan pemanfaatan pekarangan seperti program Tancabgas (Tanam Cabai dan Pelihara Unggas), dan banyak program lainnya. Zul-Rohmi akan mendorong lebih serius lagi dengan membentuk percontohan-percontohan di tiap Lingkungan,” katanya.

Me (*)