Tema Semarak Takbir 1000 Bedug itu merupakan rangkaian pesona khazanah ramadhan 2018
MATARAN.lombokjournal.com —,
Pemerintah Provinsi NTB berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Lomba memukul bedug, Kamis malam (14/06/2018).
Kegiatan yang mengusung Tema Semarak Takbir 1000 Bedug itu merupakan rangkaian pesona khazanah ramadhan 2018. Penghargaan tersebut diserahkan Perwakilan Museum Rekor Indonesia kepada Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi.
Pemprov NTB sukses memecahkan rekor itu karena mampu menghadirkan katagori peserta terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu sekitar 1000 bedug dijejer sepanjang Jalan Langko hingga Pejanggik. Mulai Islamic Center NTB hingga depan kantor Gubernur.
Bedug itu ditabuh oleh para remaja masjid dari Kota Mataram. Pawai Takbir Idul Fitri 2018 di NTB terasa semarak dan spektakuler. Acara tersebut dibuka oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ditandai dengan pemukulan bedug.
Gubernur yang akrab disapa sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan harapannya di hadapan ribuan peserta yang hadir. Yaitu, kegiatan tersebut dapat berlangsung aman dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak.
“Semoga kegiatan ini mendapat ridho Allah SWT,” harap TGB. Hadir saat itu Kapolda, Brigjen Pol. Achmat Juri, Sekda NTB, Pjs. Walikota Mataram, Mohan Roliskana dan para pejabat lingkup Pemprov. NTB. Bahkan ribuan orang tumpah ruah meramaikan suasana kegiatan tersebut.
Rr/Humas NTB
Sitti Rohmi Ingatkan Makan Sehat di Hari Lebaran
Para orang tua diingatkan, agar tetap bisa menata pola makan yang sehat pada lebaran
lombokjournal.com —
LOMBOK TIMUR ; Calon Wakil Gbernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan masyarakat NTB untuk menjaga pola makan saat lebaran.
Usai menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, kata Rohmi, saat yang membahagiakan adalah merayakan hari raya Idul Fitri dan berkumpul bersama keluarga.
“Namun ingat, agar tetap sehat harus menata pola makan saat merayakan lebaran,” kata Rohmi di Lombok Timur, NTB, Kamis (14/06).
Kakak kandung Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi itu menilai, lebaran biasanya identik dengan suguhan makanan yang mengundang selera. Mulai makanan yang bersantan, dan berlemak, hingga makanan yang berisiko terhadap kesehatan, misalnya makanan dengan bahan pengawet.
“Jangan sampai momen bahagia justru mengundang penyakit. Mengkonsumsi makan berlebihan, misalnya makanan bersantan dan penuh lemak bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan,” lanjut Rohmi.
Rohmi menganjurkan agar orang tua tetap bisa menata pola makan yang sehat pada lebaran.
“Kalau toh kita suka makanan yang cenderung kaya akan lemak dan kolesterol, ada baiknya orang tua melengkapinya dengan menata pola makan dengan gizi seimbang,” kata dia
Rohmi mengajak masyarakat NTB menerapkan tiga rumus sehat usai bulan suci Ramadhan. Pertama, agar tetap sehat harus mengendalikan nafsu makan.
“Makanlah sesuai kebutuhan kalori harian tubuh kita,” ucapnya.
Ia menyampaikan tips, sebaiknya masyarakat makan dahulu seperti makan buah-buahan sebelum berangkat salat Ied. Misalnya, makan satu buah apel beserta kulitnya, buah-buahan kaya air lainnya, seperti semangka, melon, atau pepaya.
Selain itu, buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk juga dapat mampu menetralisir lemak yang dikonsumsi.
Rumus sehat kedua ialah makan sesuai jadwal seperti di hari-hari lain. Makan besar tetap tiga kali sehari –sarapan, makan siang, makan malam– dan boleh diselingi snack yang mengandung serat tinggi misalnya buah-buahan dan sayuran.
“Pilihlah makanan yang disukai, yang penting mempertimbangkan kandungan gizinya. Sebisa mungkin hindarilah makanan terlalu pedas dan terlalu asam, sebab bisa meningkatkan kadar asam lambung,” ungkap Rohmi.
Rumus sehat ketiga, adalah bersilaturahim dengan yang cara sehat, yaitu berjalan kaki menuju rumah kerabat yang tidak terlalu jauh. Atau sengaja memarkir kendaraan agak jauh dari lokasi agar berkesempatan berjalan kaki.
Dan, yang tak kalah penting, Rohmi menganjurkan dalam momen silaturahim di hari lebaran perbanyaklah senyum.
“Kita tak memerlukan biaya untuk memperbanyak senyum. Banyak senyum, banyak manfaat kita peroleh. Senyuman merangsang keluarnya hormon endorphin. Hormon itu mampu menciptakaan perasaan bahagia,” kata Rohmi menegaskan.
Me (*)
Sitti Rohmi Sambangi Posko Mudik Zul Rohmi-Fiddin
Posko mudik menjadi sarana yang efektif mengenalkan diri kepada masyarakat NTB, mengingat selama ini mereka yang berada di luar NTB mungkin belum mendapatkan informasi utuh tentang calon pemimpin daerahnya
Buka puasa, pijat hingga wifi gratis
lombokjournal.com –
LOMBOK TIMUR : Calon wakil gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), No 3, Sitti Rohmi Djalilah, menyambangi posko mudik Zul Rohmi – Fiddin di Labuan kayangan dan depan POM Bensin Lenek Lombok Timur, Rabu siang (13/06) kemarin.
Posko mudik Zul-Rohmi – Fiddin merupakan bentuk wujud kepedulian pasangan yang diusung PKS- Demokrat dan Demokrat – PKB ( Fiddin) dalam membantu perjalanan mudik masyarakat NTB.
Terdapat dua lokasi posko mudik Zul-Rohmi- Fiddin , Labuan Kayangan dan Lenek Lombok Timur, yang mulai beroperasi sejak Selasa (12/06). Beragam fasilitas menarik tersedia di posko mudik ini, mulai dari hidangan berbuka puasa hingga fasilitas pijat dan juga wifi gratis.
Posko mudik yang digalang para relawan merupakan inisiasi dari Sitti Rohmi yang memiliki sejumlah pengalaman dalam prosesi mudik.
Menurut Rohmi, posko mudik di NTB belum begitu banyak tersebar, padahal jumlah pemudik di NTB cukup banyak, baik pemudik dari luar daerah atau luar negeri, maupun pemudik skala lokal, dari Pulau Lombok menuju Pulau Sumbawa maupun sebaliknya.
“Kan banyak saudara-saudara kita dari Pulau Sumbawa yang tinggal di Lombok mudik ramai-ramai menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi, itu yang perlu kita bantu. Begitu juga warga Lombok yang tinggal di Pulau Sumbawa dan melaksanakan mudik,”katanya.
Dalam kunjungannya ke posko mudik, Rektor Universitas Hamzanwadi itu memeriksa sejumlah fasilitas yang ada di posko mudik, baik dari segi ketersediaan kursi, hingga kebersihan.
Rohmi berharap posko mudik ini menjadi medium yang tepat dalam merajut tali silaturahmi antara masyarakat sekitar dengan para pemudik.
Ia menjelaskan, lokasi posko mudik yang ditempatkan di Pelabuhan Kayangan dan Lenek lantaran kedua wilayah ini menjadi titik utama strategis yang kerap dilalui pemudik.
Menurut Rohmi, posko mudik menjadi sarana yang efektif dalam mengenalkan diri kepada masyarakat NTB. Hal ini perlu dilakukan mengingat selama ini mereka yang berada di luar NTB mungkin belum mendapatkan informasi utuh tentang calon pemimpin daerahnya.
“Mereka (para pemudik) juga warga kita, jadi seyogyanya ya kita juga harus kenalkan diri kita kepada mereka,” kata Sitti Rohmi
Rohmi menambahkan, masukan dan saran dari para pemudik sangat berharga bagi dia dalam membangun NTB ke depan jika terpilih. Pasalnya, para pemudik bisa memberikan gambaran tentang keunggulan dan kekurangan daerah tempat mereka bekerja atau menuntut ilmu yang bisa menjadi bahan dalam membangun NTB.
Kunjungan Rohmi mengejutkan sejumlah pemudik yang sedang bersantai di posko mudik.
Tanpa sekat, Rohmi berdialog dengan para pemudik tentang aktivitas dan tujuan mudiknya. Rohmi berpesan, para pemudik tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara dan mematuhi setiap rambu lalu lintas.
Me (*)
Survey OMI Memenangkan Zul-Rohmi Cermin Harapan Rakyat NTB
Orang kemudian mengasosiasikan pemimpin atau pengganti TGB itu harus lebih baik atau minimal sama dengan TGB
Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si
lombokjournal.com —
SUMBAWA BESAR : Hasil survey terbaru Olat Maras Institute (OMI) yang menempatkan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) disambut sukacita masyarakat NTB terutama para pendukungnya.
Zul-Rohmi menempati posisi teratas yakni 28 persen, unggul dari Suhaili Amin 21,6 persen, Ahyar Mori 17,7 persen, dan Ali Sakti 12,6 persen, serta tidak menjawab 20,1 persen.
Hasil survey ini memenuhi harapan mereka dalam mencari pemimpin ideal dan sepadan, pengganti TGB (Tuan Guu Bajang) M. Zainul Majdi MA—Gubernur NTB dua periode.
Tokoh Masyarakat Sumbawa, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si yang ditemui , Selasa (12/06) mengatakan, hasil survey OMI yang dilakukan 3—12 Juni 2018 ini, mencerminkan harapan atau selera masyarakat terhadap pemimpin NTB.
Sebab masyarakat NTB menginginkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan daya saing yang tinggi baik secara nasional maupun internasional, karena mereka sudah merasakan kepemimpinan TGB.
Menurut Sambirang—akrab mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa disapa, great NTB relatif terus meningkat. Orang kemudian mengasosiasikan pemimpin atau pengganti TGB itu harus lebih baik atau minimal sama dengan TGB.
Dan ini ada pada diri Doktor Zulkiflimansyah—Calon Gubernur nomor urut 3 yang diusung PKS dan Demokrat.
“Jadi ada semacam harapan masyarakat bahwa NTB ini harus dipimpin orang yang berkapasitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Menurut saya survey itu mencerminkan itu terutama bagi orang Sumbawa bahwa ini adalah momentum.Sebagaimana kata orang “momentum itu adalah sahabat terbaik seorang pemimpin,” ulasnya.
Pilgub NTB ini, ungkap Sambirang, merupakan momentum bagi Doktor Zul yang memiliki kapasitas besar yang diketahui dan disadari rakyat NTB khususnya Kabupaten Sumbawa untuk menjadi pemimpin di NTB.
Dengan menjadi pemimpin NTB, Doktor Zul diharapkan bisa membawa NTB ini lebih cepat berkembang melalui kekuatan networking (jaringan), kapasitas pribadi dan ide-ide yang dikemukakan Zul-Rohmi saat debat kandidat yang disiarkan langsung TV One.
“Saat debat, paparan Zul-Rohmi jauh lebih kongkrit dan simple, bisa dipahami dengan baik oleh public bagaimana membawa NTB ke depan, dengan membangun industri pengolahan dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui lembaga-lembaga pendidikan. Saya kira ini jauh lebih kongkrit dan mengena dalam upaya meningkatkan daya saing NTB,” pungkasnya.
Me (*)
Tujuh Indikator Kemenangan Zul-Rohmi Di Bima!
Salah satu indikator adalah kerinduan masyarakat Bima khususnya dan Pulau Sumbawa pada umumnya pada kepemimpinan Putra Pulau Sumbawa, tidak dapat dibendung lagi
Zul bersama Tim Pemenangan di Bima
lombokjournal.com —
BIMA ; Optimisme kemenangan Paslon Gubernur-Wakil Gubernur NTB nomor 3, Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) muncul dari berbagai kalangan. Setidaknya ada tujuh indikator yang menguatkan kemenangan Zul-Rohmi di Kota-Kab. Bima.
Alasan pertama, Dr. H. Zulkieflimansyah sangat aktif blusukan di Kota-Kab. Bima. Telah bertemu langsung dengan puluhan ribu Warga.
Hampir semua kelurahan di Kota Bima, dan seluruh kecamatan di Kabupaten Bima, telah di kunjungi Dr. Zul. Bahkan menginap di rumah-rumah warga.
Menurut Dewan Pembina Tim Pemenangan Zul-Rohmi Daerah Kota-Kab. Bima, Ir. HM. Rum, masyarakat Bima sangat berbudaya, dan mengapresiasi silaturrahim.
“Dr H. Zulkieflimansyah telah berhasil mengetuk langsung, bukan lagi pintu rumah warga Bima. Tapi lebih dari itu, dengan sosoknya yang tawadhu’, sederhana, santun, dan cerdas, Dr. Zul telah berhasil mengetuk hati dan sanubari masyarakat Bima,” ujar mantan Sekda Kota Bima ini.
Alasan kedua, dukungan totalitas dari Walikota Bima, HM. Qurais H abidin (HMQ), yang merupakan Ketua Umum DPC Partai Demokrat Kota Bima. Kemenangan dua periode Walikota Bima, dan berbagai capaian pembangunan dan penghargaan nasional, menunjukkan kuatnya pengaruh HMQ di Kota Bima.
“Bukan hanya di Kota Bima, HMQ juga memiliki pengaruh besar di Kabupaten Bima. Karena beliau asli Kecamatan Belo, dan trah KAE (Palibelo, Belo, Woha, Monta) selalu terjaga komunikasinya dengan HMQ. Banyak bantuan HMQ pada keluarga besarnya di Kab Bima. Jauh sebelum beliau menjabat Walikota Bima,” ujar Drs. H Tajuddin Umar, tokoh kharismatik Sape-Lambu, yang juga mantan Sekda Kota Bima ini.
Alasan ketiga, diungkapkan oleh Ketua Pemuda NW, Agus Salim, S. Pd.I. Menurutnya, TGB Effeck juga menjadi pendongkrak kekuatan Zul-Rohmi.
“Bagaimanapun loyalis Gubernur TGB yang saat ini masih menjabat, juga mendongkrak suara Zul-Rohmi di Bima. Terutama dari kalangan pejabat provinsi dan kaum religius. Terlebih Calon Wakil Gubernur, Dr. Sitti Rohmi Djalilah adalah kakak kandung Gubernur TGB,” ujar Agus Salim.
Sementara Ketua Relawan The Man Gemilang, Gufran, SE. mengungkapkan massifnya gerakan team Relawan dengan multi gerbong di bawah koordinasi Hadi Santoso, ST, MM, menjadi alasan keempat penentu kemenangan Zul-Rohmi.
“Zul-Rohmi seolah menjadi magnet, bagi berbagai gerbong Relawan dari kalangan aktivis/organisatoris serta para tokoh dari berbagai back ground, yang memiliki basis massa riil. Sampai saat ini sudah terdaftar 32 gerbong relawan. Dengan total relawan lebih dari 10.000. Belum termasuk simpatisan, ” tegas mantan Ketua Umum HMI Cabang Bima ini
Alasan kelima, kerinduan masyarakat Bima khususnya, dan Pulau Sumbawa pada umumnya, pada kepemimpinan Putra Pulau Sumbawa, tidak dapat dibendung lagi.
Ini bukan sekedar sentimen emosional. Tapi lebih dari itu, kehadiran Paslon Zul-Rohmi yang mewakili dua figur dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok, menguatkan citra bahwa NTB adalah Provinsi yang terbuka.
“Menunjukkan kebesaran hati Masyarakat NTB bahwa siapapun dia, jika layak memimpin, tak peduli berasal dari wilayah manapun, masyarakat NTB tetap menerima dengan lapang dada,” ujar Ketua Umum DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima, Imam Suhadi, SH.
Dua mesin Partai Koalisi yang solid merupakan faktor keenam kuatnya Paslon Zul-Rohmi di Bima. Militansi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat, sudah sangat teruji.
“Militansi dua partai koalisi pendukung Zul-Rohmi, membuat gerakan Partai Koalisi menjadi sangat lincah dan massif bergerak menentukan kemenangan Zul-Rohmi,” tandas Imam Suhadi
Faktor ketujuh, bukti kenaikan hasil survey dari berbagai lembaga independen. Terjadi kenaikan signifikan Paslon Zul-Rohmi hari demi hari. Dan selalu menempatkan Paslon Zul-Rohmi di peringkat teratas/pertama.
“Bahkan, menarik untuk disimak, hasil survey oleh pihak kompetitor atau Paslon lain. Di awal-awal dulu, menempatkan posisi Zul-Rohmi di posisi buntut. Sekarang Zul-Rohmi ditempatkan pada urutan kedua. Itu bukti nyata kuatnya dukungan Zul-Rohmi. Tentu saja, survey pesanan Paslon lain tidak mungkin menempatkan Zul-Rohmi di posisi teratas,” pungkas Imam Suhadi.
Me (*)
Survey OMI, Zul-Rohmi Pemenang, Disusul Suhaili-Amin, Ahyar-Mori dan Ali -sakti
Jika kondisi saat ini tetap bertahan sampai hari pencoblosan, dipastikan Zul-Rohmi akan menjadi pemenang pada Pilgub NTB 27 Juni 2018 mendatang
lombokjournal.com —
Direktur OMI, Miftahul Arzak
SUMBAWA BESAR : Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menempati posisi tertinggi dari pasangan calon lainnya dengan raihan 28 persen suara.
Hal ini terungkap dari hasil survey Olat Maras Institute (OMI) yang dilakukan dalam rentang waktu dari 3 Juni sampai 12 Juni 2018.
Menguntit di belakangnya, pasangan calon H. Moh. Suhaili Fadhil Thohir SH—Muh. Amin SH M.Si (Suhaili—Amin) 21,6 persen, H. Ahyar Abduh—H. Mori Hanafi (Ahyar—Mori) 17,7 persen dan H. Moch. Ali Bin Dachlan—TGH Lalu Gede Sakti MA (Ali—Sakti) memperoleh 12,6 persen, serta tidak menjawab 20,1 persen.
Menurut Direktur OMI, Miftahul Arzak, Selasa (12/6), survey ini menggunakan metodologi Multistage Random Sampling, dengan Margin of Error 2,6 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen dengan responden 1.200 yang tersebar di seluruh kabupaten di NTB.
Survey yang dilakukan saat ini, ungkap Miftah, berbeda dengan survey pertama yang dilakukan pada Februari 2018 lalu. Survey yang dimunculkan saat itu adalah pertanyaan “jika pilkada dilaksanakan hari ini”. Jawaban yang dihasilkan adalah suara yang pasti dan suara yang belum menentukan sikap.
Terungkap ada 35 persen suara yang belum menentukan sikap atau belum memberikan jawaban. Tingginya persentase ini karena masih banyak masyarakat yang akan mencoblos belum mengetahui dan akan memilih siapa.
Ini disebabkan berbagai faktor di antaranya jajaran KPU yang belum menyebar ke seluruh pelosok untuk melakukan sosialisasi, terutama pelosok desa, kaki gunung dan lainnya. Kemudian tidak adanya calon yang menyambangi mereka.
Karena itu, untuk metode survey kedua yang dilakukan OMI, ungkap Miftah, adalah pendalaman terhadap suara (35 persen) yang belum menentukan sikap, dengan cara melakukan wawancara ulang, wawancara surveyor, dan analisis lokasi.
Hasilnya yang belum menentukan sikap tersisa 14,9 persen karena 20,1 persen sudah menyebar ke beberapa calon.
Dan dari keseluruhan survey, Zul-Rohmi unggul dari calon lainnya dengan perolehan 28 persen. Sebab dari survey yang dilakukan, calon yang massif bergerak dan selalu diliput media massa hanya Doktor Zul.
Sebab 35 persen suara yang belum menentukan sikap ini hanya bisa dikejar dan diraih oleh calon yang bergerak massif. Ada beberapa daerah yang dilokalisir OMI yang masyarakat menyatakan akan memilih calon yang mendatangi mereka.
Bahkan ada salah satu kabupaten yang bupatinya mendukung Paslon tertentu yang tidak direspon masyarakat. Sebab yang mereka inginkan bukan timses melainkan calon sendiri yang datang menemui mereka.
“Ini baru Doktor Zul yang bisa melakukannya dengan mendatangi langsung masyarakat, sehingga tidak heran suaranya lebih unggul dari calon-calon lainnya,” tandas Miftah.
Keunggulan lain yang diraih Zul-Rohmi sebagaimana hasil survey OMI yang juga bekerjasama dengan beberapa lembaga survey lainnya, sebut Miftah, karena ada tiga hal. Pertama, mampu memimpin. Kedua, ketokohan yakni didukung para ulama, tuan guru dan lain-lain. Ketiga, faktor keluarga.
Dari ketiga hal ini, semuanya ada pada Doktor Zul (Zul-Rohmi).
Memang diakui Miftah, Ali BD, Suhaili dan Ahyar berpengalaman menjadi pemimpin karena pernah menjadi Bupati atau walikota. Namun sayangnya tidak ada yang menyebarkan informasi mengenai pengalaman itu ke bawah.
Berbeda dengan Doktor Zul, berbagai pengalaman yang dimilikinya disampaikan langsung dan didengar masyarakat karena kerap turun ke bawah melakukan blusukan.
Untuk ketokohan, Doktor Zul didukung TGB—Gubernur dua periode yang merupakan pemimpin organisasi terbesar di NTB, serta didukung para tuan guru, alim ulama dan lainnya. Demikian dengan keluarga, ketika turun masif ke bawah, yang ditemui Doktor Zul bukan hanya masyarakat melainkan keluarga dan orang tua.
Jika kondisi saat ini tetap bertahan sampai hari pencoblosan, ujar Miftah, dapat dipastikan Zul-Rohmi akan menjadi pemenang pada Pilgub NTB 27 Juni 2018 mendatang.
“Jadi kami selalu katakan bahwa hasil survey OMI hari ini adalah final. Artinya hasil survey hari ini kecenderungan terjadi pada 27 Juni nanti. Ini jika tidak ada money politic, tidak ada serangan fajar, dan gerakan para calon masih seperti kondisi saat ini,” tegasnya.
Me (*)
Zul-Rohmi Diprediksi Menangkan Pilkada NTB
Hasil terakhir Survei Pilgub NTB 2018 oleh Olat Maras Institut (OMI), menempatkan paslon nomor urut 3 Zul-Rohmi di posisi puncak
Syawaluddin
lombokjournal.com —
MATARAM : Pemilihan Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018-2023 tinggal 14 hari lagi, berbagai upaya untuk meraih dukungan masyarakat telah dilakukan semua paslon. Blusukan ala kampanye yang diterapkan.
Syawaluddin tokoh penting yang menjabat Ketua Divisi Kampanye Zul-Rohmi, mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Politisi PKS itu menyampaikan kemenangan Zul-Rohmi semakin jelas.
“Ini bukan ucapan ngawur. Ini berdasar,” katanya penuh keyakinan saat buka bersama, kemarin (12/06).
Syawal menyebut, keyakinan ini berdasarkan rilis data terbaru. Hasil terakhir Survei Pilgub NTB 2018 oleh Olat Maras Institut (OMI), menempatkan paslon nomor urut 3 Zul-Rohmi di posisi puncak.
Urutannya, Zul-Rohmi 28 persen, menyusul Suhaili-Amin 21,6 persen, Ahyar-Mori meraih 17,7 persen, dan Ali-Sakti 12,6 persen.
Survei ini menggunakan multistage random sampling, Margin of Error 2,6 persen, tingkat kepercayaan 95 persen dengan responden 1200 yang tersebar di seluruh kabupaten di NTB. Surveinya mulai 3- 12 Juni 2018.
“Zul-Rohmi akan menang pada Pilkada 27 Juni mendatang, dan saya harus mengatakan, kemenangan itu semakin nyata!,” tandasnya.
“Insya Allah, Zul-Rohmi menang! Mohon doa dan dukungan semua pihak, agar Pilkada kali ini berjalan dengan baik dan lancar,” sambungnya.
Menanggapi pertanyaan awak media tentang kesiapan Tim Zul-Rohmi dan semua perangkatnya termasuk persiapan saksi-saksi di masing-masing TPS Seluruh NTB, Syawal menyampaikan proses itu telah diselesaikan, saksi-saksi, dan relawan TPS sudah terdata semua.
Kami percayakan seribu persen pada panitia penyelenggara, dalam hal ini KPU maupun Bawaslu. Kita pasti bisa berdemokrasi yang baik tanpa ada kecurangan-kecurangan yang bisa dilakukan oleh pihak manapun,” tukasnya.
Me (*)
Ini Kepedulian Sitti Rohmi Bagi Para PRT
Sitti Rohmi mengimbau agar masyarakat yang mempekerjakan PRT bisa memahami hak-hak para PRT itu sebagai pekerja
lombokjournal.com —
LOMBOK TIMUR : Beragam aktivitas sosial masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri, memang menarik dicermati.
Mulai yang sibuk mengurusi persiapan mudik, hingga yang mulai memadati pusat-pusat perbelanjaan untuk baju baru dan persiapan menyambut hari kemenangan nanti.
Calon Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah justru tertarik mengamati nasib para pembantu rumah tangga atau lebih formalnya Asisten Rumah Tangga (ART) menjelang lebaran ini.
Ya, sebuah profesi mulia yang selama ini masih dipandang sebagai pekerjaan kelas bawah dan rentan diekspoitasi tenaganya serta rentan pula tidak dipenuhi hak-haknya.
Padahal hampir secara umum, para PRT ini bekerja tak kenal batas waktu, dan menanggung segala beban kerja dan tetek bengek urusan rumah tangga.
Mulai dari mengurusi kebersihan rumah dan halaman, menjaga anak-anak majikan, menyiapkan hidangan makan, hingga mencuci baju plus seterika.
“Biasanya, saat menjelang lebaran, para pembantu rumah tangga akan minta libur pulang kampung beberapa hari. Nah di situlah kita baru merasakan beratnya pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka selama ini, menjadi tanggung jawab assisten rumah tangga kita,” kata Calon Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Siti Rohmi Djalilah, Senin (11/06).
Membicarakan nasib PRT menjelang lebaran, Rohmi yang merupakan satu-satunya wakil perempuan dalam Kontestasi Pilgub NTB ini, seakan mengajak kita semua untuk “memanusiakan” PRT.
Rohmi menyadari permasalahan PRT harus dilihat secara komprehensif , tidak dari satu sisi sudut pandang. Namun ia mengimbau agar masyarakat yang mempekerjakan PRT bisa memahami hak-hak para PRT itu sebagai pekerja.
Imbauan-imbauan itu bisa dilakukan dengan cara-cara sosialisasi dan edukasi melalui kelompok-kelompok wanita, majlis taklim dan sebagainya.
“Sebab, umumnya yang bersentuhan langsung dengan urusan PRT adalah para ibu rumah tangga,” ungkapnya .
Bukan hanya itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang bekerja sebagai PRT juga perlu dilakukan, terutama terkait hak-hak mereka juga sebagai pekerja.
Perhatian kakak kandung Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) ini terhadap nasib wong cilik, terutama dari kaum perempuan memang sangat tinggi.
Sitti Rohmi juga merupakan salah satu tokoh yang menganjurkan dihentikannya pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri.
Ia juga selalu aktif menyuarakan pemberdayaan perempuan, antara lain dengan peningkatan skill perempuan, agar bisa produktif menciptakan kerja di negeri sendiri.
“Memberi gaji atau upah maupun jam kerja yang layak bagi pembantu rumah tangga, juga bagian untuk mencegah perempuan bekerja di luar negeri sebagai pekerja unskill,” kata Rohmi.
Me (*)
Fiddin Peduli Nasib Tenaga Kesehatan
Ada yang akan dilakukan untuk memperbaiki nasib tenaga kesehatan di Lotim, salah satunya meningkatkan postur pembiayaan dalam APBD untuk bidang kesehatan
lombokjournal.com —
LOMBOK TIMUR : Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati No 4 H Syamsul Luthfi-H Najamuddin (Fiddin), menyoroti status tenaga kesehatan di Lombok Timur yang belum jelas. Banyak tenaga kesehatan dengan honor kecil dan status tidak jelas.
Luthfi mengatakan, tenaga kesehatan terdiri dari perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya. Belum merasakan kesejahteraan. Bahkan Surat Keputusan (SK) pun mereka tak punya.
“Ini kan warga kita juga, tak boleh diabaikan,” kata Syamsul Luthfi, Senin (11/06)
Menurutnya, yang lebih memprihatinkan, ada tenaga kesehatan yang sudah mengabdi belasan tahun, mengorbankan jiwa dan tenaga untuk warga Lotim.
“Agak timpang manakala ada yang baru masuk dapat SK. Nah, kenapa bisa begitu?” tanya Luthfi.
Fiddin jelas tak akan tinggal diam terhadap nasib tenaga kesehatan. Pasalnya, peran para tenaga kesehatan ini vital. Utamanya yang berada di puskesmas.
“Kalau dikatakan karena di APBD kosong anggarannnya, jadi tidak berani memberi SK, tentu tidak tepat,” tandasnya.
Politisi Partai Demokrat Lombok Timur ini menyebut, sesuai dengan perbincangan dengan para tenaga kesehatan yang belum memiliki SK honor yang diterima memang seadanya. Ada yang berbulan-bulan tak menerima gaji.
“Karena statusnya pun diabaikan. Ini harus ditata dengan baik,” imbuhnya.
Kakak kandung Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi ini mengurai, ada dua hal yang akan dilakukan untuk memperbaiki nasib tenaga kesehatan di Lotim. Pertama, meningkatkan postur pembiayaan dalam APBD untuk bidang kesehatan.
“Di antaranya untuk mendukung pemberian gaji bagi tenaga kesehatan,” ujarnya.
Kedua, lanjut Luthfi, menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah dan puskesmas menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Perubahan ini akan ikut memberi keuntungan bagi tenaga kesehatan.
“Karena nanti pendapatan dapat digunakan langsung. Belanja bisa lebih fleksibel,” imbuhnya.
Selain itu, ketika surplus pemasukan bisa digunakan tahun berikutnya, manakala defisit bisa dimintakan dari APBN. Dengan begitu, pengelolaan akan berjalan lebih profesional.
“Nanti semua akan dikembalikan juga untuk peningkatan fasilitas kesehatan (faskes),” tukasnya.
Me (*)
Zul -Khair Berkomitmen, Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji Hingga Guru Tidak Tetap Yayasan
Zul-Khair akan mengalokasikan anggaran yang berbasiskan kebutuhan dan kinerja agar tepat sasaran peruntukannya
lombokjournal.com —
LOMBOK BARAT : Calon Wakil Bupati Lombok Barat No 1 TGH. Khudari Ibrahim, Minggu (10/06) menegaskan komitmen Zul-Khair untuk meningkatkan kesejahteraan segenap perangkat penggerak masyarakat desa di Lombok Barat
“Perangkat itu di antaranya guru ngaji, bidan desa, guru honorer, guru tidak tetap yayasan/guru tetap yayasan, tenaga kesehatan dan lain sebagainya,” Kata TGH Khudari
Komitmen tersebut, papar Khudari yang juga salah satu pengasuh pondok pesanteren Al-Islahudiny Kediri ini, disampaikan saat Safari Ramadhan di Lombok Barat.
Dalam dialog bersama warga desa di Kecamatan Narmada beberapa waktu lalu misalnya, ada tokoh pemuda setempat, Abdurachman menanyakan komitmen pasangan Zul-Khair terhadap kesejahteraan guru ngaji.
Khususnya, para guru-guru di pondok pesantern terutama mereka yang mengabdi di wilayah desa-desa terpencil dan pedalaman di Lombok Barat
“Program Zul-Khair sangat bagus dan kami mengapresiasi itu. Tapi kira-kira ke depan Pak Khudori dan H. Izzul bagaimana untuk honor guru ngaji dan para guru di honorer baik itu Guru Tidak Tetap /Guru Tetap Yayasan? Karena kami di desa sangat butuh guru ngaji dan guru di madrasah untuk anak-anak kecil,” kata Abdurachman disambut seruan takbir oleh masyarakat yang hadir.
Dengan lugas Khudari, menjawab pertanyaan tokoh pemuda itu. Zul-Khair memiliki kepedulian dan atensi khusus untuk kesejahteraan guru ngaji dan guru tidak tetap sudah menjadi atensi khususnya .
Khudari menekankan, Zul-Khair tak ingin sekadar bikin janji bombastis atau sekadar berjanji untuk gagah-gagahan.
“Kita bisa menggaji semua perangkat penggerak masyarakat dengan memperhatikan struktur anggaran yang ada. Itu tidak bisa sendiri, tapi harus satu hati dengan DPRD Di Lombok Barat,” ungkapnya
Untuk menuju hal tersebut, lanjut Khudari, Zul-Khair akan mengalokasikan anggaran yang berbasiskan kebutuhan dan kinerja agar tepat sasaran peruntukannya.
“Yang kedua, Zul Khair akan melakukan sinkronisasi program dengan pemerintah propinsi agar jangan sampai double anggaran,” imbuhnya .
Selanjutnya Khudari menambahkan, Zul-Khair akan memperjuangkan dan mengawal, agar ada nomenklatur mata anggarannya untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan perangkat penggerak masyarakat desa
Ia menegaskan, Zul-Khair tidak ingin menjual mimpi dengan program yang muluk ke tengah masyarakat.
“Zul Khair tidak ingin berjanji kampanye kepada masyarakat bahwa program kami A, B, C, dan seterusnya. Tapi yang jelas Zul-Khair mengkampayekan program yang bisa dilaksanakan,” bebernya.
Sementara itu TGH Khudari Ibrahim maju mendampingi Calon Bupati Lombok Barat HM.Izzul Islam diusung gabungan partai PKB dan PDIP yang memiliki 9 kursi di parlemen Lombok Barat .