Puskesmas Ramah Anak Tanjung merupakan satu-satunya di Lombok Utara dan ke Lima di NTB
LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, melauncing sekaligus membuka Puskesmas Tanjung sebagai Puskesmas ramah anak, Jumat (22/6).
“Sebuah inovasi yang patut diapresiasi, konsep ini dimaksudkan untuk memproteksi anak-anak yang datang ke Puskesmas bersama orang tuanya, atau mereka yang dirawat disini,” ungkapnya.
Pola ini, lanjut Bupati, kurang lebih sama dengan PAUD yang dibangun di RSUD saat ini, yakni kombinasi antara pendidikan dan kesehatan. Dimana anak tidak kehilangan waktu belajarnya dimanapun mereka berada.
“Kita berharap semua Puskesmas di Lombok Utara bisa menjadi Puskesmas ramah anak, yang menghadirkan ruang belajar sekaligus bermain bagai mereka,” sambungnya.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, Khaerul Anwar, mengungkapkan, Puskesmas Ramah Anak Tanjung merupakan satu-satunya di Lombok Utara dan ke Lima di NTB.
“Secara nasional pun belum banyak. Bahkan rencananya tahun depan kita akan upayakan terwujud di 4 puskesmas lainnya,” papar Khairul.
Khairul melanjutkan, Kunjungan Puskesmas Tanjung merupakan yang paling tinggi, sekitra 150 pasien perhari. Dan rata-rata membawa anak, karena itulah ada ide untuk membangun Puskesmas Tanjung menjadi Puskesmas ramah anak.
“Ketika orang tuanya mendapat perawatan, anak-anaknya bisa dititipkan di ruang bermain. Mereka (anak-anak) sedini mungkin harus mendapatkan hak-haknya,” tutupnya.
Khaerul juga menyampaikan rasa terimakasihya kepada pihak Puskesmas Tanjung dan Dinas Dikpora yang telah memberikan bantuan alat permainan edukatif demi terwujudnya puskesmas ramah anak di KLU.
Di akhir acara, Bupati bersama tamu undangan didampingi Kepala Puskesmas Tanjung, Ahmad., meninjau langsung ruangan dan taman bermain yang sudah mulai ramai dipenuhi anak-anak sejak pagi.
DNU
Debat Terbuka Kedua, Zul-Rohmi Sampaikan Gagasan Segar Membangun Daerah
Calon Gubernur yang saat debat masih menjabat sebagai Bupati atau Walikota, dalam sesi menjawab persoalan dari video yang dirumuskan tim pakar, jawabannya tidak memberi perspektif yang inovatif.
Penndukung Zul-Rohmi
lombokjournal.com –
MATARAM : Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) nomor 3, Zulkieflimansyah-Siti Rohmi (Zul-Rohmi), punya perspektif yang segar dalam menjawab persoalan pembangunan daerah.
Itu terungkap dalam debat terbuka empat pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung ballroom Hotel Lombok Raya di Mataram, Jum’at (22/06) malam.
Mengulang debat terbuka pertama, tiga paslon lainnya tidak memunculkan perspektif baru atau dengan kata lain tidak ipunya gagasan inovatif dalam menjawab persoalan pembangunan di daerah yang lebih mensejahterakan.
Calon Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menanggapi persoalan terkait perekonomian masyarakat pesisir, ia bicara perlunya teknologi untuk masyarakat pesisir, khususnya industri pengolahan
Hal itu mengindikasikan hanya pasloin Zul-Rohmi yang mempunyai perspektif yang segar sekaligus konsep yang jelas dalam menjawab persoalan terkait perekonomian masyarakat pesisir.
Itulah sebabnya Zul bisa meyakinkan saat mengomentari persoalan yang saat ini dihadapi nelayan lobster. ”Bagaimana membuat kebijakan pusat (yang bertujuan baik) bisa jalan, di pihak lain nelayan bisa tetap sejahtera,” kata Zul.
Sementara itu, para Calon Gubernur yang saat debat masih menjabat sebagai Bupati atau Walkikota, dalam sesi menjawab persoalan dari video yang dirumuskan tim pakar, masih memberi jawaban yang umum.
Lebih dari itu, jawaban mereka terhadap permasalahan hortikultura, kelangkaan pupuk, eko wisata, atau masalah anak terlantar, cenderung tidak menjawab dalam perspektif yang inovatif.
Pengalaman Zulkieflimansyah sebagai anggota DPR RI tiga periode, baik sebagai Ketua Fraksi mauppun Ketua Komisi, membuatnya mudah menjawab pertanyaan yang diajukan. Khususnya terkait permasalahan yang terjadi di hutan Sekaroh atau pembangunan pelabuhan yang bertahun-tahun tidak kunjung rampung.
“Pengalaman saya sebagai Ketua Fraksi maupun Ketua Komisi, punya banyak hubungan ke pusat. Apa yang terjadi sekarang, tidak boleh terulang,” kata Zul.
Termasuk bagaimana mengoptimalkan aset daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sebab selama ini Pemerintah Provinsi NTB dinilai kurang optimal memanfaatkan aset -aset yang dimilikinya.
“Pemda harus mempunyai terobosan untuk mengoptimalkan aset milik daerah,” katanya sambil menyinggung perlunya evaluasi aset.
Keberadaan perusahaan besar di daerah seperti perusahaan tambang, menjadi perhatiannya. Zul mempertanyakan, apa yang bisa dilakukan pemerintah daerah kalau perusahaan itu go public dan masyarakat hanya jadi penonton.
Terkait itu ia menyinggung tentang IPO (Initial Public Offering), yakni penawaran pertama harga oleh perusahaan terbuka yang melantai di bursa saham.
IPO seringkali menjadi solusi yang sangat baik bagi perusahaan-perusahaan swasta baru dan/atau hanya memiliki modal terbatas yang ingin berkembang dengan tambahan modal dari publik tersebut.
Namun belakangan terlihat perusahaan-perusahaan besar juga ikut melantai di bursa saham. Karena itu, pemda perlu memahami pentingnya IPO, dan tidak hanya menjadi penonton.
Dengan memahami apa yang bisa dimanfaatkan dari perusahaan besar, menurut Zul, maka membangun tidak selalu bersandar APBD. Termasuk bagaimana menggaji tenaga honnorer, perawat, atau tiap tahun bisa mengirim 500 orang ke luar negeri, tanpa membebani APBD.
Sebagai ekonom, Zul dalam sesi bertanya pada paslon lain juga menyinggung techno park, yakni kawasan yang dikelola dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan/perekonomian masyarakat sekitarnya, dengan mempromosikan budaya inovasi dan daya saing dari bisnis berbasis pengetahuan.
ini akan memunculkan pengusaha pemula berbasis inovasi yang mampu menarik tenaga kerja dan meningkatkan daya saing daerah. Stakeholder dari suatu technopark biasanya adalah pemerintah (biasanya pemerintah daerah), komunitas peneliti (akademis), komunitas bisnis dan finansial.
Sayangnya, paslon yang ditanya (mungkin) tiidak memahami technopark sebagai salah satu yang menghubungkan institusi perguruan tinggi dengan dunia industri.
“Kalau bicara persoalan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Zul lebih memahami persoalan,” ujar seorang pengajar perguruan tinggi yang mengikuti debat terbuka itu.
Biasanya di hari tenang dan jelang pencoblosan banyak sekali kecurangan terjadi
M Nashib Ikroman
lombokjournal.com —
LOMBOK TIMUR — Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tinggal menghitung hari. Warga NTB akan menggunakan hak pilihnya pada hari Rabu (27/06).
Mendekati waktu pemilihan, relawan TPS (tempat pemungutan suara) pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, Dr Zulkieflimansyah-Dr Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) diminta aktif bergerak di TPS.
Hal ini disampaikan Ketua Bappilu Partai Demokrat NTB, M Nashib Ikroman, di sela-sela kampanye dialogis Zul-Rohmi, serta pasangan nomor urut 4 calon bupati dan wakil bupati Lombok Timur, H Syamsul Lutfi-H Najamuddin (Fiddin) di Lapangan Keruak, Lombok Timur.
“Mari relawan TPS Zul-Rohmi dan Fiddin mewujudkan NTB Gemilang dan Lombok Timur Baru,” katanya, Kamis (21/06).
Pria berambut panjang yang akrab disapa Achieve ini mengatakan, relawan TPS diharapkan bisa mewujudkan Pilkada tingkat provinsi dan kabupaten yang sehat. Biasanya di hari tenang dan jelang pencoblosan banyak sekali kecurangan terjadi.
“Kalau ada yang curang, foto dan upload langsung di sosial media (sosmed). Kita viralkan saja,” bebernya.
Achieve mengungkapkan, relawan Zul-Rohmi dan Fiddin harus terus blusukan di wilayah masing-masing. Ini dilakukan sampai pencoblosan dan penghitungan KPU dilakukan.
“Pelototi semua wilayah kita masing-masing. Pastikan kecurangan itu tidak terjadi,” tegasnya.
Diakuinya, mengawal pilkada yang jujur dan bersih tak bisa dilakukan hanya oleh paslon Zul-Rohmi dan Fiddin. Dukungan dari relawan dan simpatisan jelas dibutuhkan.
“Kita tak bisa menjangkau wilayah yang luas. Jadi semua relawan TPS harus pasang mata, pasang telinga, dan pasang badan,” imbuhnya.
Diakuinya, kontestasi demokrasi baik di Provinsi NTB maupun Kabupaten Lombok Timur, muncul beragam kabar angin adanya gerakan kecurangan yang masif dan sistematis. Itu artinya pilkada belum bisa dipastikan bebas dari kecurangan.
“Kita tidak menuduh siapapun. Tapi, kita mengantisipasi, menjaga jangan sampai kabar angin yang beredar itu terjadi,” tandas Achieve.
Lebih jauh, para relawan TPS juga bisa menghalau fitnah dan kampanye hitam yang muncul. Tim Zul-Rohmi maupun Fiddin mendapati beredarnya selebaran yang menyudutkan pasangan jilbab hijau dan sorban hijau.
“Kita lawan juga semua kampanye yang bersifat fitnah,” tambahnya.
Achieve berharap, dengan gerakan relawan TPS Zul-Rohmi yang solid, pihak-pihak yang hendak berlaku curang mengurungkan niatnya. Karena semua sudut TPS bakal terpantau terus.
“Mari tetap membangun semangat. Yakinkan diri kita bisa mewujudkan pilkada yang sehat,” tukasnya.*
Me(*)
Zul-Rohmi Didukung Front Nelayan NTB
Gubernur itu hadir supaya mampu mendistribusikan harapan pemerintah pusat di daerah dan di sisi yang lain juga bersahabat dengan para pengusaha serta melindungi para nelayan
lombokjournal.com —
LOMBOK TENGAH : Calon gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menemui puluhan perwakilan nelayan se-NTB yang tergabung dalam Front Nelayan Indonesia (FNI) Wilayah NTB di Family Beach Cafe Kawan Mandalika Lombok Tengah, Kamis (21/06).
Organisasi yang beranggotakan puluhan ribu nelayan lobster se-NTB ini mantap mendukung Zul-Rohmi setelah melihat track record Doktor Zul selama 3 periode berkiprah di pusat menjadi Anggota DPR RI.
Berbekal pengalaman dan jaringan, Doktor Zul dinilai mampu melindungi dan menyelesaikan persoalan nelayan dibandingkan 3 Cagub lainnya.
Rusdianto Samawa, Ketua Umum Front Nelayan Indonesia ( FNI) yang hadir mengakui adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2017 cukup menyulitkan para nelayan.
Tahun 2010 jumlah nelayan lobster di NTB mencapai 13.000 orang, setelah terbit peraturan tersebut, jumlahnya menyusut hingga 10.000 sampai sekarang.
Padahal menurutnya, masyarakat yang dulu pengangguran cukup terbantu dengan adanya penangkapan bibit lobster. Setelah dilarang, masyarakat kembali banyak yang menganggur.
“Saat ini kita butuh Cagub yang pro terhadap kepentingan nelayan Nusa Tenggara Barat. Nelayan ini belum memiliki asuransi untuk melindungi mereka ketika sakit. Kebijakan, regulasi pengembangan koperasi, pengolahan ikan, mendorong industri perikanan dan lain-lain perlu ada di NTB. Mudah-mudahan pak Doktor bisa follow up setelah menjadi Gubernur. Kami yakin Pak Doktor bisa.” ungkap Rusdianto.
Dalam kesempatan yang sama, Doktor Zul menyampaikan NTB perlu menghadirkan Industri Pengolahan. Persoalan di NTB bukan hanya persoalan nelayan lobser, tapi juga persoalan pertanian, peternakan dan lain-lain.
Salah satu tantangan negara-negara berkembang adalah pengembangan industri olahan. Perlu ada political will dari pemerintah untuk mengembangkan industri olahan. Daripada mengutuk kegelapan lebih baik kita menyalakan cahaya di ujung terowongan.
Doktor Zul menegaskan, seorang pemimpin atau gubernur itu hadir supaya mampu mendistribusikan harapan pemerintah pusat di daerah dan di sisi yang lain juga bersahabat dengan para pengusaha serta melindungi para nelayan.
“Saya akan cari cara supaya pemerintah atau menteri tidak merasa dilukai dan pengusaha disini retap jalan serta nelayan bisa menjalankan aktivitasnya. Kalau kita jadi gubernur, muda-mudahan nasib nelayan kita bisa kita bantu lebih banyak jika kita punya kewenangan nantinya,” pungkas Doktor.
Me (*)
Zul-Rohmi Dan Fiddin Mantapkan Menang di Lotim
Nantinya Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan komplit Zul-Rohmi, akan memperbanyak program yang menyentuh kebijakan terhadap kaum perempuan
lombokjournal.com —
LOMBOK TIMUR : Kampanye dialogis pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) di Lapangan Umum Janjang Keruak, Lombok Timur, Kamis (21/06), berlangsung gempita nan khusyuk dalam kemasan alunan shalawat artis Youtuber, Puja Syarma dan Ustadz Hadi.
Rribuan warga simpatisan dan massa pendukung paslon Zul-Rohmi yang bergabung dengan massa paslon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, HM. Syamsul Luthfi – H. Najamuddin Moestofa (Fiddin), mulai terlihat memadati arena kampanye sejak pukul 15.00 Wita, diiringi alunan musik perjuangan Zul-Rohmi dan Fiddin.
Dalam orasi politiknya, calon Gubernur NTB periode 2019-2023 yang akrab dengan sapaan Dr. Zul mengugkapkan, pasangan Zul-Rohmi merupakan paket lengkap untuk memimpin NTB lima tahun ke depan.
“Paket Zul-Rohmi merupakan konfigurasi kepemimpinan laki-laki dan perempuan, paling komplit, paling lengkap. Jangan ragu memilih dan mencoblos nomor urut 3 dengan tanda jilbab warna hijau,” kata Dr. Zul lantang.
Lebih jauh Dr. Zul menegaskan, kemenangan Zul-Rohmi merupakan amanah rakyat yang akan membuat NTB ke depan semakin gemilang.
“InsyaAllah, NTB akan mencapai kegemilangan, menjadi daerah yang baldatun thayyibatun warobbun ghafur,” ucap Dr. Zul yang disambut gema takbir ribuan massa yang hadir.
Sementara calon Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam kesempatan orasinya mengajak seluruh masyarakat, khususnya kalangan perempuan untuk tidak ragu mencoblos “Jilbab Hijau”.
Dikatakannya, nantinya Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan komplit Zul-Rohmi, akan memperbanyak program yang menyentuh kebijakan terhadap kaum perempuan. Sehingga kaum perempuan di NTB juga dapat meraih kebahagiaan dan kesejahteraan serta setara dengan kaum laki-laki.
“Logikanya, yang paling mengerti kebutuhan perempuan adalah perempuan itu sendiri,” ujar Sitti Rohmi.
Terkait proses pencoblosan pada hari Rabu (27/06) nanti, Dr. Sitti Rohmi menjelaskan tidak perlu njelimet mencari pasangan calon nomor urut 3. Sebab hanya pasangan yang diusung PKS dan Demokrat yang menggunakan jilbab.
“Hanya pasangan Zul-Rohmi yang menggunakan jilbab. Jangan pikir-pikir lagi, kalau ada yang pakai jilbab di surat suara, langsung saja coblos jilbabnya,” imbuh mantan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur itu.
Dalam kesempata itu pula, calon Bupati Lombok Timur HM. Syamsul Luthfi mengajak seluruh tim relawan, tim pemenangan, maupun massa pendukung, agar tidak saling memfitnah dan menjelek-jelekkan kompetitor lain.
“Kita suguhkan program dan visi-misi ke masyarakat. Tidak boleh memfitnah,” kata Syamsul Luthfi.
Karena itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur untuk mulai sekarang menguatkan pendirian dan mengokohkan tekad, bersama-sama memilih pasangan nomor urut 4 FIDDIN.
“Mari kita wujudkan Lombok Timur BARU (Berdayasaing, Aman, Religius dan Unggul) demi NTB Gemilang,” tandasnya.
Sementara itu dengan semangat yang sama, calon Wakil Bupati H. Najamuddin Moestofa menegaskan, Fiddin berkomitmen akan memperhatikan kesejahteraan para honorer, tenaga kontrak, marbot dan guru ngaji, serta para perawat, yang menurutnya sampai saat ini menerima honor sangat minim.
“Kita tidak perlu bangun dermaga dan toko-toko mewah yang hanya menghabiskan uang daerah,” kata H. Najamuddin.
Tetapi yang perlu dibangun, kata Najamuddin, bagaimana menyejahterakan masyarakat dengan membangun ekonomi kemasyarakatan, dan memberdayakan usaha kecil dan menengah.*
Me (*)
Korban Penambangan Di Sekotong Dapat Santunan Dari Mensos
Pelaksanaan perlindungan sosial bagi korban bencana sosial merupakan sebuah keniscayaan
Idrus Marham
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Warga masyarakat korban penambangan emas di Dusun Soge, Desa Buwung Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat mendapat kunjungan Menteri Sosial (Mensos) RI, Idrus Marham, untuk menyalurkan bantuan sosial dari Kemensos RI, Kamis (21/06).
Idrus Marham didampingi Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, saat memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada masing-masing keluarga korban. Mereka yang mendapat santunan adalah yang anggota keluarganya meninggal dalam insiden penambangan emas yang terjadi pada Selasa (19/06).
“Santunan untuk ahli waris per korban meninggal sebesar Rp15 juta. Dan santunan untuk pengobatan bagi korban luka-luka per korban sebesar Rp2,5 juta. Dari total 7 orang korban meninggal dan 6 korban luka-luka tersebut, total santunan yang diberikan pemerintah adalah sebesar Rp120 juta,” beber Idrus Marham usai memberikan bantuan, hari Kamis.
Dalam kesempatan itu, Idrus juga mengatakan, tanggungjawab pemerintah dalam pelaksanaan perlindungan sosial bagi korban bencana sosial merupakan sebuah keniscayaan.
“Maka kita semua hadir disini dalam rangka menggalang kepedulian pemerintah dan pihak terkait, serta menyampaikan amanat Undang-Undang. Bapak Presiden Joko Widodo yang berharap bahwa bantuan pemerintah ini dapat bermanfaat meringankan beban penderitaan baik kepada korban maupun keluarga korban bencana sosial,” tegas politisi Partai Golkar ini.
Secara Khusus, Mensos juga mengucapkan turut berduka cita atas kejadian bencana yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa meninggal dunia sebanyak 7 orang dan korban luka 6 orang.
“Kepada keluarga korban meninggal dunia agar diberikan kekuatan dan keiklasan. Kepada korban luka luka agar cepat diberikan kesembuhan. Saya berharap bahwa kejadian bencana yang terjadi di Kecamatan Sakotong Kabupaten Lombok Barat disikapi sebagai musibah yang kita terima sebagai cobaan yang di berikan oleh Allah SWT,” ujarnya dengan nada sedih.
Merespon cepat arahan Bapak Presiden, Idrus mengaku diamanatkan untuk memantau pelaksanaan program bantuan sosial, serta memastikan rakyat yang belum tersentuh bantuan namun telah memenuhi syarat agar segera mendapat bantuan.
Setelah bantuan pemenuhan kebutuhan dasar diberikan, diharapkan keluarga korban yang ditinggalkan dapat pelan-pelan membangun kembali kehidupan kearah yang lebih baik. Untuk mendukung hal ini, Kementerian Sosial sedang mengupayakan tindak lanjut program bantuan sosial agar dapat terintegrasi dengan program-program perlindungan sosial lainnya seperti PKH, Rastra, BPNT, KIS, KIP, KUBE maupun UEP yang tentunya akan mendukung penghidupan yang layak,” harapnya.*
AYA
Survei POLTRUST : ZUL-ROHMI Unggul Jauh Dari Paslon Lain
ZUL-ROHMI unggul di Kabupaten Lotim dan KLU, sementara di tiga kabupaten/kota konsisten di posisi kedua
Ahmad Fathur
lombokjournal.com —
MATARAM : Hasil survei Pilkada Gubernur NTB se pulau Lombok yang dilakukan Poltrust Consulting and Monitoring, periode Juni 2018, menempatkan pasangan calon (Paslon) Zul-Rohmi di posisi teratas.
Direktur Operasional PolTrust Consulting and Monitoring Ahmad Fathur mengatakan, Rabu (20/06), survei ini menggunakan metodologi multistage random sampling, dengan sampel 440 dengan Margin of Error (MoE) 4,6 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
“Dalam survei kami juga melakukan dua kali validasi data dengan Spot Check 20 persen dari sampel dan verifikasi data entry sebelum hasil kami keluarkan,” jelasnya.
Menurutnya, tahapan survei mulai dari hulu sampai hilir dilakukan dengan tetap mengacu pada teori ilmiah survei opini publik.
Hasil dari survey ini, menempatkan pasangan ZUL-ROHMI memperoleh 30,23 persen, kemudian SUHAILI AMIN memperoleh 17,73 persen, AHYAR MORI 17,27 persen, ALI-SAKTI 15,23 persen dan angka Tidak Menjawab/Rahasia/Belum Menentukan Pilihan 19,54 persen.
“Hasil ini menempatkan ZUL-ROHMI menguasai Pulau Lombok dengan selisih cukup jauh dengan paslon lainnya,” ujarnya.
Fathur mengurai, ZUL-ROHMI unggul di Kabupaten Lotim dan KLU, sementara di tiga kabupaten/kota konsisten di posisi kedua. Meski kalah di tiga kabupaten/kota keunggulan ZUL-ROHMI di Pulau Lombok ini lantaran di tiga wilayah itu, ZUL-ROHMI head to head dengan paslon yang unggul disana.
“Ini dirasakan Kompetisi Paslon lain dengan ZUL-ROHMI cukup ketat dan terasa. Ibarat Moto GP, di dua sirkuit ZUL-ROHMI meninggalkan peserta lain cukup jauh, sementara di tiga sirkuit, paslon dengan brand jilbab hijau ini konsisten di posisi kedua,” ujarnya.
Menurut Fathur, PolTrust memilih fokus memotret Pulau Lombok lantaran jumlah pemilihnya besar.
“Sejak 2017, kami sudah melakukan survei Pilkada NTB dan memang fokus memotret pertarungan di Pulau Lombok saja,” imbuhnya.
Menjawab pertanyaan apakah PolTrust lembaga yang baru hadir saat pilkada saja, Fathur menjelaskan, PolTrust sudah melakukan kegiatan survei dan pendampingan sejak 2014 silam. Bahkan hasil survey Pileg 2014 baik untuk DPR RI sampai DPR Kabupaten tidak jauh berbeda hasilnya.
“Kandidat yang saat itu percaya didampingi PolTrust sekarang masih duduk di kursi legislatif. Artinya kami bukan lembaga yang sekonyong-konyong hadir saat Pilkada NTB. Kantor kami pun ada dan mudah untuk diakses. Bahkan beberapa media ternama di NTB sebelum Pilkada sering meminta pendapat peneliti kami mengenai komposisi calon paslon sebelum resmi bertarung empat paslon,” ujarnya.
Dengan hasil survei terbaru Poltrust Ketua Pemenangan Zul-Rohmi H Khairul Rizal menganggap hasil Poltrust sebanding dengan kerja tim pemenangan baik dari unsur partai, simpatisan, relawan, maupun kelompok masyarakat lainnya.
“Ya, Alhamdulillah, tinggal terus menjaga hasil ini hingga 27 Juni mendatang,” katanya.*
TGB dalam kesempatannya menyampaikan, banyak program yang belum diselesaikan sehingga diperlukan adanya keberlanjutan dalam memimpin untuk menyelesaikan semua itu
lombokjournal.com —
LOMBOK TENGAH : Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB nomor urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi), Rabu (20/6) pukul 16.00 Wita, melaksanakan kampanye dialogis yang dikemas dalam bingkai “Halal Bihalal”, dengan bintang tamu artis religi sekaligus qoriah asal Aceh Puja Syarma, di Lapangan Bundar Praya, Lombok Tengah.
Kampanye Zul-Rohmi di “benteng pertahanan” Suhaili-Amin itu dihadiri TGH M. Zainul Majdi (TGB), kader partai politik (parpol) pendukung, dan ratusan tim sukses, serta Relawan Zul-Rohmi se-Lombok Tengah.
Calon Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, tinggal satu minggu lagi yakni tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Ia meminta masyarakat untuk memilih semua paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018.
Namun, yang harus dicoblos itu adalah paslon nomor 3 Zul-Rohmi.
“Boleh pilih semua paslon, Namun yang dicoblos itu adalah paslon ‘Jilbab Ijo’,” kata cagub yang akrab disapa Dr. Zul itu dalam orasinya.
Dijelaskan, dirinya mengajak masyarakat untuk memenangkan Zul-Rohmi karena adanya keterwakilan kaum perempuan. Karena saat ini lebih banyak ibu-ibu bila dibandingkan dengan bapak-bapak.
“Kalau Zul-Rohmi menang, ke depan akan banyak program yang diarahkan untuk kaum perempuan,” janjinya.
“Mari kita sambut tanggal 27 Juni untuk kemenangan ‘Jilbal Ijo’ atau Zul -Rohmi,” cetus calon Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mendampingi Dr. Zul.
Sementara itu, TGB. HM. Zaenul Majdi dalam kesempatannya menyampaikan, masih banyak program yang belum diselesaikan di Provinsi NTB. Sehingga diperlukan adanya keberlanjutan dalam memimpin yang harus menyelesaikan semua itu.
Lebih jauh TGB mengatakan, khususnya di Lombok Tengah, beberapa program sudah dan sedang dilaksanakan, yakni Kampus IPDN, Poltekpar, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort.
“Semua calon harus kita hormati karena mereka semua putra-putri terbaik NTB. Namun yang harus dipilih adalah calon nomor 3, Zul-Rohmi,” ujar Gubernur NTB dua periode tersebut.
Dalam kesempatan itu, TGB juga berpesan kepada semua simpatisan Zul-Rohmi untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan di NTB, lebih-lebih saat hari H pilkada serentak nanti. Karena menjaga keamanan itu tidak bisa diserahkan hanya kepada aparat Kepolisian saja.
“Memilih pemimpin itu tidak boleh merusak persaudaraan. Gunakan hak pilih kita nanti tanggal 27 Juni 2018,” pungkasnya.
Akan mengawasi para penyelenggara pilkada seperti KPU dan Panwaslu, untuk mengantisipasi adanya kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang bisa merusak kredibilitas penyelenggaraan Pilkada serentak di NTB
lombokjournal.com —
MATARAM : Tujuh hari jelang Pilkada serentak , yang jatuh pada hari Rabu (27/06), Tim Relawan Zul-Rohmi Nusa Tenggara Barat telah menunjukkan kesiapannya memenangkan paslon No 3, Duo Doktor.
Setelah memastikan soliditas tim, mereka membentuk Relawan TPS yang akan terjun langsung mengawal pencoblosan hingga penghitungan suara di semua TPS se-NTB.
Ketua tim Relawan TPS Zul-Rohmi , M. Ihsanul Wathony yg akrab dipanggil ichan menjelaskan, tugas Relawan TPS Zul Rohmi ikut memback up Tim Resmi Zul Rohmi pada hari pencoblosan yakni mengawal dan mendokumentasikan hasil pemilihan hingga proses penghitungan sampai tingkat kecamatan.
Relawan TPS yang terbentuk beberapa bulan lalu ini yang terdiri dari Sahabat NTB, Relawan NTB Gemilang,Jet Tempur, Pasukan Berani Mati Zul Rohmi dan puluhan kelompok relawan di desa desa rencana akan dikukuhkan di Praya, Rabu sore (20/06) bertepatan dengan acara kampanye dialogis Zul Rohmi yang disertai tausiah shalawatan dan Halal Bi Halal bersama TGB.
Tim Relawan TPS yang terdiri dari unsur masyarakat setempat ini, lanjut Ichan, semacam Satgas atau Task Force yang akan mengawasi para penyelenggara pilkada seperti KPU dan Panwaslu untuk mengantisipasi adanya kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang bisa merusak kredibilitas penyelenggaraan Pilkada serentak di NTB.
“Kami yakin komponen pelaksana Pilkada sudah profesional dan adil, namun relawan TPS yang kami bentuk tetap ikut mengawal jangan sampai ada kecurangan-kecurangan karena memang ada beberapa info yang kami terima tentang adanya indikasi kecurangan dari kelompok tertentu di wilayah tertentu. Kita antisipasi hal-hal demikian.” beber Ichan disela-sela mengikuti open house TGB di Pancor , Sabtu (16/06).
Ichan menambahkan, Relawan TPS ini juga terdiri dari semua element relawan dan jaringan ZulRohmi yang sudah terbentuk sebelumnya.
“Jumlah Relawan kita sesuaikan dengan jumlah TPS yang ada. Untuk wilayah tertentu yang rawan kecurangan kita tugaskan lebih dari 3 orang perTPS,” pungkasnya .
Me (*)
Bantahan Berita Keluarnya Tim AHYAR-MORI Menyeberang Ke Paslon Lain
Disebarnya informasi palsu itu menunjukkan adanya kekhawatiran dan kepanikan yang luar biasa di tim pemenangan paslon lain terhadap kinerja tim pemenangan Ahyar-Mori
SUEB QURY, Juru Bicara Tim Pemenangan Ahyar – Mori
lombokjournal.com —
MATARAM : Sehubungan dengan beredarnya berita tentang “keluarnya tim Ahyar-Mori dan menyeberang ke paslon lain”, maka dengan ini tim pemenangan Ahyar-Mori mengeluarkan pernyataan, sebagai berikut:
Bahwa berita dan informasi yang beredar tentang “keluarnya tim Ahyar-Mori dan menyeberang ke paslon lain” itu TIDAK BENAR, BOHONG, DAN MENGADA-ADA.
Bahwa tim pemenangan paslon nomor urut 2 TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, S.E, tetap solid dan utuh berjuang memenangkan Ahyar-Mori menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, 2018 – 2023.
Informasi palsu yang beredar itu dibuat oleh oknum pendukung dari paslon lain untuk memecahbelah tim pemenangan Ahyar-Mori, yang selama ini selalu solid berjuang memenangkan paslon nomor urut 2 TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, S.E.
Bahwa bukti soliditas ditunjukkan dan dibuktikan dengan semakin gencarnya dukungan kepada Ahyar-Mori, baik dari tokoh-tokoh masyarakat, tuan guru dan tokoh-tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan berpengaruh, yang tersebar merata di seluruh wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Bahwa disebarnya informasi palsu itu menunjukkan adanya kekhawatiran dan kepanikan yang luar biasa di tim pemenangan paslon lain terhadap kinerja tim pemenangan Ahyar-Mori.
Hal itu juga ditunjukkan dengan munculnya berbagai rilis SURVEY PALSU yang dikeluarkan oleh oknum tim pemenangan paslon lain, yang sebagian besar menempatkan paslon nomor urut 2 berada di posisi terbawah dengan nilai angka yang tidak realistis.
Bahwa berbagai informasi palsu yang dikeluarkan itu adalah bentuk kebohongan publik, yang menunjukkan kualitas kepemimpinan paslon yang didukungnya terhadap masyarakat.
Akhir kata, semoga proses pemilihan kepala daerah di NTB berlangsung dengan damai, jujur, dan berintegritas, sehingga menghasilkan pemimpin yang mengayomi UNTUK SEMUA masyarakat NTB.
Sueb Qury : Juru Bicara Tim Pemenangan Ahyar – Mori