Rohmi dan Keluarganya Ke TPS Dengan Kawalan Relawan Jilbab Ijo

Cawagub nomor tiga ini memang banyak digemari kaum perempuan, karena Rohmi satu-satunya representasi perempuan pada Pilgub 2018

Rohmi di TPS

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR — Calon Wakil Gubernur nomor urut 3 Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, menuju tempat pemungutan suara (TPS) dengan kawalan Relawan Jilbab Ijo.

Puluhan relawan tersebut tak henti memberi smangat pada Rohmi. Di TPS 01 Rakam, Kelurahan Rakam, Lombok Timur, Ummi Rohmi didampingi suami, H Khairul Rizal dan keluarga.

Berangkat dari kediaman sekitar pukul 09.00 Wita. Rohmi yang tampil dengan jilbab hijau terlihat sumringah.

Mengantri sekitar 15 menit, Rohmi bersama suami masuk ke bilik suara, Rohmi menunjukkan jari yang diberi tinta. Tanda sudah menggunakan hak pilih.

“Saya sudah ya, ayo yang belum segera gunakan hak pilih,” katanya, Rabu (27/06).

“Saya dan keluarga sangat bersyukur dapat menjalankan hak pilih dengan baik tanpa kendala apapun. Kami berterima kasih kepada penyelenggara pemilu semua proses berjalan dengan baik dan lancer,” sambungnya.

Dari informasi yang dihimpun dari warga sekitar TPS di Rakam, diperkirakan suara paslon gubernur nomor 3 akan menguasai. Hal tersebut terlihat dari penuturan sejumlah warga yang usai mencoblos.

“Insya Alloh jilbab ijo,” kata seorang ibu.

Cawagub nomor tiga ini memang banyak digemari kaum perempuan. Pasalnya, Rohmi satu-satunya representasi perempuan pada Pilgub 2018.

Dari program yang disampaikan, Rohmi cukup getol menyampaikan keberpihakan pada kaum ibu. Bahkan dalam dua kali debat, Rohmi secara tegas menyebut akan banyak memberi ruang bagi kaum perempuan di NTB. Baik dari birokrasi, perekonomian, maupun sektor industri lainnya.

Sebelum ke TPS, Cawagub Hj Sitti Rohmi Djalilah, berkumpul dahulu dengan keluarga. Tampak Ummi Rauhun, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, serta calon Bupati Lombok Timur H Syamsul Lutfi.

Hanya saja, ketiganya tidak satu TPS dengan Rohmi. Mereka ke TPS di Terminal Gelang, Lombok Timur.

Untuk diketahui, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah adalah kakak dari Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi. Satu-satunya perwakilan perempuan dari empat calon yang ikut Pilgub NTB. Rohmi mendampingi Dr Zulkieflimansyah.

Paket yang akrab disebut Zul-Rohmi ini diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Me/AYA (*)




Tim Pemenangan Suhaili-Amin Optimis Unggul Dari Paslon Lainnya

Menurut hasil beberapa lembaga survei, paslon Suhaili-Amin jauh lebih berpeluang dengan perolehan 44 persen  untuk hari ini

Lalu Fatahilah Prawiranegara

MATARAM.lombokjournal.com – Sehari jelang hari pencoblosan, suara optimis muncul dari tim pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur, Suhaili-Amin.

Lalu Fatahilah Prawira Negara, salah seorang anggota inti tim pemenangan Suhaili-Amin mengungkapkan,  dengan kerja politik setahun terakhir, HM suhaili dan HM Amin telah menunjukkan kenaikan signifikan dalam elektabilitas seperti ditunjukkkan beberapa hasil lembaga survei.

“Kerja efektif efisien yang diterapkan tim Suhaili-Amin, dalam strategi pemenangan merupakan kunci kemenangan dalam pilgub 2018,” tegasnya.

Menurut dokter gigi muda yang memilih aktif di politik ini, untuk memenangkan calon ia membeberkan cara terbaik yang telah dilakukan tim pemenangan Suhaili-Ammin.  Di antaranya mengajari pemilih mencoblos dengan menggunakan alat peraga sesuai aturan

Fatah mengharapkan trimnya menghindari banyak bercanda. Sebaliknya diinstruksikan semua angota tim dan pendukungnya memperbanyak kerja politik, turun ke basis, menngunjungi sanak family, handaitolan, kerabat, rekan-rekan.

“Dan targetkan diri bertemu minimal 100 orang per hari,” ujar Fatah.

Ia juga menganjurkan para pendukung Suhaili-Amin mensosialisasikan secaa masig, baik melalui media sosial maupun grup WA. “Tentu jangan lupa banyak berdoanya” ujarnya sungguh-sungguh.

Suhaiili-Amin Unggul

Lebih jauh, Fatah yang saat ini menjadi Ketua Seknas Pemenangan Jokowi NTB itu, membeberkan hasil dari lembaga survei dari masing-masing paslon.

Dari SDI; pasangan calon (paslon) nomor 1 berada pada urutan pertama. Dan dari POLMRK, paslon nomor 1 pada urutan ke dua. Sedang OMI; paslon 1 pada urutan ke dua.

Merupakan cara terbaik dan ilmiah mengkaji trend paslon nomor 1 Suhaili-Amin, maka jika kita lihat dengan konsistennya lembaga survei yang ada, Suhaili-Amin mempunyai rating persentase berturut-turut sesuai lembaga survei tadi;

  • SDI 26 ppersen
  • Polmark 18 persen
  • OMI 18 persen

Menurut Fatah, jika dirata-rata maka peluang kemenangan paslon nomor 1 berada pada 44 persen  kemenangan, setelah hasil survey dijumlah dan di bagi 3.

Lebih lanjut, Fatah menyimpulkan dari angka-angka hasil survey tersebut. Jika dari 4 calon yang ada rata dari 100 persen dibagi 4 maka hasilnya 25 persen,modal untuk semua calon.

Tapi dari perkembangan 1 tahun kerja politik yang ada, dan menurut hasil survei tadi paslon 1 jauh lebih berpeluang dengan perolehan 44 persen  untuk hari ini.

Maka, diprediksikan jka tidak meleset hasil pilgub esok tanggal 27 Juni 2018 akan seperti ini:

  1. Suhaili-Amin
  2. Ahyar-Mori
  3. Ali-Sakti
  4. Zul-Rohmi

“Siapun yang menang, itulah pilihan terbaik masyarakat,” kata Fatah.

Rr

 

 




TGB, Dinilai Sebagai  Tokoh Lokal Berkapasitas Nasional

Di kawasan Mandalika, Lombok Tengahi akan dibangun hotel berkapasitas 10 ribu kamar, yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 500 ribu orang. Dan semuanya anak- anak NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) adalah sosok yang berhasil membangun NTB.  Bahkan TGB dinilai sebagai tokoh lokal yang memiliki kapasitas kepemimpinan nasional.D

Hal itu ditegaskan Pempinan Redaksi, The Jakarta Post, Nezar Patria saat diwawancara usai menerima kunjungan Gubernur NTB di Kantor Redaksi The Jakarta Post, di Jakarta, Senin (25/06).

Nezar Patria menyampaikan, indikator keberhasilan Gubernur TGB membangun daerah NTB terlihat dari pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat serta kehidupan sosial masyarakat yang bersama pemerintah membangun daerah.

“NTB, sepuluh tahun terakhir, kita bisa menyaksikan pertumbuhan-pertumbuhan yang sangat signifikan. Baik dari ekonomi, sosial, budaya maupun ukuran-ukuran pertumbuhan yang sangat terasa,” ungkapnya saat itu. Karenanya, Ia berharap Gubernur NTB terus mengabdikan dirinya ke pengabdian yang lebih luas.

Sebelumnya, Nezar Patria didampingi Managing editor Evi Marian dan Managing Editor, Damar Harsanto menerima Kunjungan Gubernur NTB di ruang rapat Kantor Redaksi The Jakarta Post.

Saat itu, Ia berdialog dengan Gubernur terkait pembangunan dan kemajuan NTB sepuluh tahun terakhir. Yaitu pembangunan ekonomi, pertanian, pariwisata, budaya serta pembangunan sosial.

Termasuk di dalamnya keberhasilan TGB membangun daerah di tengah keberagaman suku, agama dan ras di NTB.

Gubernur mengawali pertemuan tersebut dengan membahas penanganan konflik yang ada di daerah. Menurutnya, salah satu cara untuk mengatasi konflik adalah dengan melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat.

Termasuk berdialog dalam bentuk pendekatan keIslaman dengan seluruh komponen masyarakat.

Kemudian, TGB menyampaikan kemajuan NTB di bidang pariwisata. Khususnya brand Halal Tourism. Awalnya, TGB ditawar oleh Menteri Pariwisata untuk membangun wisata halal di NTB.

Dengan penuh optimis Gubernu menerima tantangan tersebut. Sehingga, saat ini NTB telah berhasil meningkatkan angka kunjungan wisatawan, baik domestik maupun manca negara, di atas tiga juta wisatawan.

Bahkan manfaat kebijakan tersebut tidak hanya oleh umat Islam. Saudara-saudara kita yang non muslim merasakan manfaat luar biasa dengan kunjungan wisatawan tersebut.

“Ini merupakan pembuktian bahwa daerah yang berpenduduk mayoritas muslim bisa berkembang pariwisatanya dan berkontribusi untuk Informasi,” Jelas TGB. Gubernur menjelaskan tentang KEK Mandalika yang menjadi salah satu destinasi unggulan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Di kawasan ini akan dibangun hotel berkapasitas 10 ribu kamar. “Ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 500 ribu orang. Dan semuanya anak- anak NTB,” jelas TGB.

Kemudian TGB menjelaskan, bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yaitu dengan membangun infrastruktur yang lebih baik. Terutama Infrastruktur jalan.

Sebab, dengan infrastruktur jalan yang baik, maka titik-titik pertumbuhan ekonomi masyarakat akan terhubung dengan baik.

“Infrastruktur sangat nyata perannya di NTB,” ungkapnya seraya menjelaskan bahwa untuk mempercepat pembenahan infrastruktur tersebut adalah dengan mengeluarkan kebijakan pendanaan multi years, melalui Perda.

Tidak lupa juga TGB menjelaskan keberhasilan NTB membangun keharmonisan di tengah keberagamaan etnis, budaya, suku dan agama di NTB. Bahkan NTB menjadi salah satu contoh dunia tentang keberagaman yang terjalin kuat di NTB.

“NTB perlu dipotret tentang keberagamannya. ini yang akan terus dirawat,” ungkapnya.

Dari sudut pertanian, Gubernur menjelaskan sejumlah komoditas unggulan NTB. Yaitu Sapi, Jagung, Rumput laut. Bahkan untuk komoditas jagung, NTB berhasil mengekspornya puluhan ribu ton jagung ke luar negeri, seperti Thailand dan Filipina.

Kemajuan itulah yang menurut TGB mempengaruhi pertumbuhan ekonomi NTB tahun 2017, mencapai 7,01 persen tanpa tambang.

“Saat ini anak-anak muda NTB semakin optimis menatap masa depan,” jelasnya.

Re/Humas NTB

 

 

 




Zul-Rohmi Diserang Fitnah Berbau SARA

Bawaslu menerima laporan dari tim Zul-Rohmi, untuk dikaji dan ditindaklanjuti

lombokjournal.com —

MATARAM — Tim pemenangan pasangan callon (paslon) Cagub dan Cawagub NTB, Dr Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi), Senin (25/6) mengadukan dugaan fitnah berbau SARA ke Bawaslu NTB.

Tim Zul-Rohmi menilah fitnah berbau  SARA melalui selebaran fotokopian dan sejumlah akun media sosial, itu merupakan bentuk “black campaign” untuk menjatuhkan kredibilitas pasangan Zul-Rohmi dan mempengaruhi opini masyarakat menjelang pencoblosan hari Rabu, 27 Juni mendatang.

“Kami datang untuk melaporkan adanya fitnah berbau SARA yang menyerang Zul-Rohmi. Ada selebaran, dan ada juga yang disebar melalui medsos,” kata Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Demokrat NTB, M Nashib Ikroman, didampingi Ketua Divisi Pemenangan Zul-Rohmi dari PKS, Syawaluddin, usai mengajukan laporan ke Bawaslu NTB.

Menurut Ikroman, selain mendeskriditkan pasangan Zul-Rohmi, isu fitnah berbau SARA itu juga akan mengganggu kerukunan masyarakat di NTB yang saat ini kondusif.

Ia berharap Bawaslu NTB bisa menelusuri laporan tersebut.

Selain melapor ke Bawaslu, tim Zul-Rohmi juga akan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian di Polda NTB.

Hal ini dilakukan lantaran menilai penyebaran fitnah berbau SARA yang dilakukan akun-akun medsos itu seolah terkoordinir dan sengaja dilakukan pihak tertentu secara masif.

“Kami akan lapor ke Polda NTB juga, agar masalah ini ditangani. Sebab potensi akan mengganggu kerukunan masyarakat NTB yang bisa mengganggu keamanan daerah,” kata Ikroman.

Sementara itu Divisi Hukum Bawaslu NTB, Umar Ahmad Zeth mengatakan, Bawaslu menerima laporan dari tim Zul-Rohmi, untuk dikaji dan ditindaklanjuti.

“Laporan kita terima dan kita akan kaji. Setelah itu baru kita terbitkan status apakah laporan bisa ditindaklanjuti atau tidak,” katanya.

Umar menjelaskan, dalam aturan kerjasama Gakumdu Pilkada dengan kepolisian, ada yang menyebutkan bahwa terkait akun medos yang bisa ditangani Gakkumdu adalah akun medsos yang terdaftar di Penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

Untuk akun di luar yang terdaftar, bisa dilaporkan ke Kepolisian, dalam hal ini Polda NTB.

“Sebab Polda NTB yang punya perangkat untuk menelusuri akun medsos melui bagian cyber crime,” tukasnya. *

Me (*)




Mahasiswa Pemantau Pilkada Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang , SARA, Fitnah dan Hoax

Masyarakat NTB khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya dihimbau tidak golput

Reza Andriantoro

lombokjournal.com —

MATARAM :   Forum Mahasiswa Pemantau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta masyarakat untuk menolak keras politik uang, sara, fitnah dan menolak berita hoax menjelang pilkada.

Koordinator di organisasi Forum Mahasiswa Pemantau Pilkada, Reza Andriantoro mengungkapkan itu, Senin (25/06), dan mengajak masyarakat untuk lebih sadar bahwa kegiatan tersebut dapat merusak nilai moral dan sendi-sendi demokrasi.

“Formulasi yang terdapat dalam pasal 73 ayat 2 secara jelas telah mengatur sanksi administrasi, berupa pembatalan pasangan calon oleh KPU Provinsi atau KPU kabupaten/kota bagi pasangan calon atau tim kampanye yang terbukti melakukan politik uang berdasarkan keputusan Bawaslu Provinsi,” terangnya, Senin.

Reza juga menyebut, bagi siapa saja yang terlibat beberapa point yang sudah disebutkan, maka akan diancam sanksi baik administrasi atau pidana.

“Sanksi administrasi berupa pembatalam pasangan calon pelaku politik uang dan itu bisa disanksi, hal itu merujuk pada pasal 187 A, apabila sengaja melawan hukum menjanjikan dan memberi uang atau materi lain sebagai imbalan pasti akan  ditindak sesuai perundangan yang berlaku,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Reza Andriantoro mempertegas, selain yang memberi uang dengan meksud mengajak memenangkan salah satu calon juga bisa dijerat.

“Bukan hanya pemberi, penerima pun hukumannya juga sama, yaitu pidana penjara selama 36 bulan dan paling lama 72 bulan. Ditambah pidana denda  Rp 200.000.000 sampai Rp 1.000.000.000,” bebernya.

Di akhir komentarnya dirinya juga manghimbau kepada masyarakat NTB khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk tidak golput.

“Jangan sampai golput, mari gunakan hak suara kita. Partisipasi kita dalam pilkada menentukan nasib bangsa ke depan,” ucapnya.

Me (*)




TGB: Nilai Kebangsaan Tertanam Kuat di Pondok Pesantren

Kalau Indonesia membutuhkan kemandirian, maka para santri diajarkan tentang kemandirian sejak mereka pertama kali berada di pesantren

MATARAM.lombokjurnal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan istri, Hj. Erica Zainul Majdi memenuhi undangan Silaturahmi Nasional (Silatnas), Ikatan Keluarga Abituren At-Taqwa (IKAA) Tahun 2018, di Pondok Pesantren Attaqwa Putra Ujungharapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/06)

Pada acara yang mengambil tema, Satukan Hati, Eratkan Silaturrahmi dan Jalin Kerjasama dari Alumni untuk Negeri, Gubernur dan istri disambut, Pimpinan Yayasan At-Taqwa, KH. Muhammad Amin Nur, MA. Serta ribuan masyarakat Kabupaten Bekasi yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Di hadapan ribuan undangan yang hadir itu, Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Babang (TGB) itu menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan telah dibekali dan ditanam kuat pada diri seorang santri di pondok pesantren.

Nilai nilai kebangsaan seperti cinta tanah air, rela berkorban, kemandirian telah menjadi jati diri para alumni pondok pesantren. Pondok pesantren menurut Gubernur merupakan tempat persemaian cinta tanah air yang paling subur di tanah air ini. Kalau Indonesia membutuhkan kemandirian, maka para santri diajarkan tentang kemandirian sejak mereka pertama kali berada di pesantren.

“Saya yakin pondok pesantren, insya Allah tidak akan kurang kader pejuang bangsa di masa yang akan datang,” tegas TGB dengan menggambarkan perjuangan pendiri ponpes Attaqwa, sekaligus Pahlawan National, KH. Noer Ali. Yaitu, KH. Noer Ali tidak hanya berjuang untuk Islam.

Namun juga mengangkat senjata serta mengobarkan semangat perjuangan kepada seluruh muridnya pada saat itu.

Karena itu, TGB yakin, para Abituren atau alumni ponpes, khususnya Attaqwa dimanapun ranah pengabdiannya akan tetap menjadi kader bangsa yang kuat. Tentu juga akan diberi kesuksesan yang senantiasa memberi contoh terbaik kepada masyarakat.

Sebelumnya, Pimpinan Yayasan At-Taqwa, KH. Muhammad Amin Nur,  MA menyampaikan selamat datang kepada Gubernur dan istri di Ponpes Attaqwa.

Dirinya sengaja mengundang TGB pada acara tersebut untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi seluruh keluarga ponpes Attaqwa. Sebab, jarang dijumpai seorang ulama yang merangkap menjadi umara.

“Kita doakan semoga beliau sukses, sehat dan menjadi pemimpin kita di masa depan,” katanya.

 




Gubernur TGB kuatkan Silaturrahmi dengan Ponpes Az-Ziyadah Jakarta

Menyambung silaturrahmi itu menjadi kewajiban, apalagi dari segi keilmuan memiliki satu pohon. Sehingga, meskipun memiliki cabang, namum akarnya sama

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan istri, Hj. Erica Zainul Majdi bersilaturrahmi dengan jajaran pengurus Pondok Pesantren Az – Ziyadah di Klender, Duren Sawit, Klender, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Minggu (24/06).

Gubernur dan istri mengawali silaturrahmi tersebut dengan berziarah dan berdoa di makam KH. Ahmad Jayadi Muhajir, pendiri Ponpes tersebut. Kehadiran Gubernur dan istri disambut istri almarhum KH. Ahmad Jayadi Muhajir, Umi Siti Fatimah Hasbiallah beserta putra-putranya.

Di ponpes yang terletak di jalan balai rakyat 3 No.1, RT.4/RW.9, Klender, Duren Sawit itu, Gubernur menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi dengan seluruh jajaran ponpes tersebut. Sebab menurutnya, menyambung silaturrahmi itu menjadi kewajiban, apalagi dari segi keilmuan memiliki satu pohon. Sehingga, meskipun memiliki cabang, namum akarnya sama.

“Atas dasar ini kami menyambung silaturrahmi ke keluarga besar ponpes Az-Ziyadah ini,” ungkap Gubernur.

Selain itu lanjut Gubernur, silaturrahmi ini untuk menguatkan gerakan-gerakan dakwah yang telah dibangun oleh para ulama terdahulu.

“Beliau beliau ini merupakan penggerak dakwah. Tidak hanya untuk mengalimkan diri sendiri, namun juga berusaha menjadi muslih, yaitu memperbaiki masayarakat di sekitar,” jelas Gubernur.

Atas dasar itulah, antara Maulana Syeikh, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid dan KH. Ahmad Jayadi Muhajir memiliki hubungan yang kuat.

Istri almarhum KH. Ahmad Jayadi Muhajir, Umi Siti Fatimah Hasbiallah menyampaikan rasa syukur yang dalam atas kehadiran gubernur dan istri di ponpesnya. Bahkan, Ia dan seluruh keluarga besar ponpes Az-Ziayadah sudah lama menginginkan gubernur untuk hadir di ponpes tersebut.

Rr/Humas NTB

 

 




Mi6 : Zul Rohmi Punya Kans Menang Pilgub NTB

Mengapa pasangan ini bisa keluar sebagai pemenang. Antara lain, keputusan TGB yang turun ke lapangan menyatakan dukungannya kepada Zul-Rohmi

Bambang Mei

lombokjournal.com —

MATARAM  :    Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, persaingan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan berlangsung menarik.

Pasalnya, Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sudah tidak ikut dalam kontestasi lantaran telah dua periode menjabat.

Empat pasangan calon yang muncul membuat masyarakat mempunyai banyak pilihan. Dari keempat nama paslon, Bambang menilai, pasangan Zulkieflimansyah dan Siti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) memiliki kans atau  potensi besar untuk memenangkan persaingan.

Pasangan yang diusung PKS dan Demokrat ini, kata Bambang, menawarkan gagasan dan ide yang segar dalam membangun NTB lima tahun ke depan.

“Awalnya pasangan Zul-Rohmi kerap dipandang sebelah mata karena terbilang ‘hijau’ dalam kancah perpolitikan di NTB,” ungkap Direktur Mi6 yang kerap disapa Didu, Sabtu ( 23/06)

 

Didu menyebutkan, tiga pasangan lain seperti Ahyar Abduh (Wali Kota Mataram), Suhaili (Bupati Lombok Tengah), dan Ali BD (Bupati Lombok Timur) yang merupakan kepala daerah di kabupaten/kota di NTB.

Sedangkan, Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah, lanjutnya, merupakan pendatang baru. Terlebih, Zul yang lebih akrab berkutat di Jakarta sebagai anggota DPR RI. Sementara, Rohmi sempat menjadi Ketua DPRD Lombok Timur.

“Tergambar juga saat awal-awal, survei pasangan ini selalu menempati posisi terbawah,” ujarnya

Namun, Didu menambahkan, pasangan Zul-Rohmi terus menggeliat dalam beberapa bulan terakhir jelang pencoblosan dengan masif turun ke lapangan.

Didu  menilai, ada beberapa faktor mengapa pasangan ini bisa keluar sebagai pemenang. Antara lain, keputusan TGB yang turun ke lapangan menyatakan dukungannya kepada Zul-Rohmi, kecakapan keduanya saat debat pilkada, dan juga Rohmi sebagai satu-satunya keterwakilan perempuan dalam kontestasi pilgub NTB.

“Suara TGB diyakini sangat penting dalam mendongkrak pasangan ini. Rohmi sebagai satu-satunya perempuan juga sangat menentukan suara pemilih perempuan,” imbuhnya

Zul-Rohmi Unggul versi 3 Lembaga Survey

Zzul-Rohmi

Sementara itu Zul-Rohmi menempati posisi tertinggi versi tiga lembaga survei dibanding  pasangan calon lainnya, dengan raihan 28 persen dalam hasil survei Olat Maras Institute (OMI) yang dilakukan sejak 3 Juni sampai 12 Juni 2018.

Posisi Zul-Rohmi disusul pasangan lain, Suhaili Fadhil Thohir-Muhammad Amin dengan 21,6 persen, Ahyar Abduh-Mori Hanafi dengan 17,7 persen, dan Ali Bin Dahlan-Lalu Gede Sakti memperoleh 12,6 persen, serta yang tidak menjawab sebesar 20,1 persen

Sedangkan survey yang diadakan oleh  PolTrust Zul Rohmi unggul dibanding tiga Paslon lain yakni 30,22 persen disusul Suhaeli Moh Amin 17,73 persen , Ahyar Mori 17,27 terakhir Ali Sakti 15,23 persen  dan yang belum memutuskan 19,54 persen.

Terakhir bocoran dari Lembaga  survey  Kedai Kopi, lagi lagi Zul Rohmi menempati rangking pertama dengan skors  18,8 persen disusul Suhaeli Amin 15,6 persen , Ahyar Mori 14,2 persen dan Ali Sakti 8,3 persen . Dan yang belum memutuskan 43,1 persen. ***

Me (*)

 




Bawaslu Gelar Sosialisasi TPS Rawan Pemilihan

Jika menggunakan variabel kontestasi, NTB masuk 10 Provinsi rawan

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB, deteksi sebanyak 2.909 Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan pemilihan dari 8.336 TPS se-NTB, pada pemilihan kepala daerah baik Gubernur dan Bupati / Walikota.

Karena itu,Bawaslu menggelar sosialisasi TPS rawan pemilihan gubernur dan pemilihan bupati / walikota sekaligus penandatanganan MoU dengan organisasi kepemudaan dalam rangka perkuat pengawasan.

Ketua Bawaslu NTB, M Khuwailid mengatakan, sosialisasi yang digelar dalam bentuk nyata dalam hal pengawas sesuai tagline yang dibuat Bawaslu yaitu bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan.

“Kami hanya selaku pelaksana atau hanya pelayan masyarakat, pengawasan ini untuk seluruh kedaulatan terfasilitasi dengan baik,” ungkapnya di Mataram, Sabtu (23/6).

Dia menjelaskan, yang berkaitan dengan TPS rawan, pada tingkat kerawanan yang berbeda dengan indeks kerawanan yang mengeluarkan Bawaslu RI dengan berbagai indikator. Bisa dikatakan, NTB Secara umum masuk indeks kerawanan rendah.

Tapi, jika menggunakan variabel kontestasi, NTB masuk 10 Provinsi rawan.

“Itu tergantung indikator yang berbeda.Okeh adil, dengan adanya peta kerawanan, kita akan terus awasi dan antisipasi, “ katanya.

Khuwailid memaparkan satu persatu daerah yang rawan pemilihan mulai Kota Mataram, dari 667 jumlah TPS, sebanyak 227 TPS masuk kategori rawan. Kemudian Lombok Barat, dari 1180 TPS, sebanyak 519 TPS dianggap rawan.

Dilanjutkan Lombok Utara, dari 518 jumlah TPS, ada 138 TPS rawan. Masuk Lombok Tengah dengan jumlah TPS 1500, sebanyak 266 TPS rawan. Tidak hanya itu, Lombok Timur dengan jumlah 2017 TPS, sebanyak 782 TPS masuk kategori rawan.

Untuk KSB sendiri, sebanyak 193 TPS, ada 95 TPS masuk rawan. Kemudian Sumbawawakilan TPS sebanyak 861, ada 226 TPS rawan. Kabupaten Dompu 458 TPS, sebanyak 87 TPS masuk kategori rawan, Kota Bima dari 249 TPS, sebanyak 173 TPS rawan dan Kabuapten Bima sebanyak 693 TPS, ada 396 TPS masuk kategori rawan.

Khuwailid menambahkan, jika berbicara dari variabel-variabel yang berbeda dengan angka yang ditemukan 821. Variabel selanjutnya digunakan untuk mencari angka 841. Jika anehitas, KPPS muncul angka 364, jika berbicara dengan suara yang lain sebanyak 425 dan variabel kampanye diangka 350.

“Kalau berbicara klarifikasi indikator-indikator kerawanan, ada pada pemilih disabilitas pada angka 870, dan jika melihat indikator-indikator pemilih tetapi tetap tidak masuk DPT sebanyak 595. Bicara klarifikasi indikator kerawanan, ada 15 indikator, ” ujarnya.

Khuwailid berharap, apa yang bisa menjadi perhatian  bisa di awasi dengan baik.

AYA




TGB: Wujudkan Lombok Timur Baru Bersama Fiddin

Fiddin akan memberikan perhatian lebih kepada para tenaga honorer, tenaga kontrak baik dari kalangan guru, perawat hingga marbot masjid dan guru ngaji

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR  :    Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Muhammad Zainul Majdi,  menyemarakkan kampanye akbar yang dilaksanakan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, HM Syamsul Luthfi – H Najamuddin Moestofa atau Fiddin, di Lapangan Nasional Selong, Sabtu (23/06).

TGB yang hadir sebagai juru kampanye pasangan Fiddin di hadapan ribuan massa simpatisan dan pendukung pasangan calon yang diusung Partai Demokrat dan PKB itu menekankan, agar seluruh masyarakat memantapkan pilihan dari sekarang untuk memenangkan pasangan calon Fiddin dengan nomor urut 4 di Lombok Timur.

“Mulai sekarang mantapkan hati, ajak semua keluarga, teman, sahabat dan tetangga untuk mencoblos pasangan Fiddin yang memiliki ciri khusus menggunakan “Sorban Hijau” seperti yang saya kenakan ini,” kata TGB yang  disambut pekikan “Fiddin Menang”, “Zul-Rohmi menang”  dari massa yang membludak di Lapangan Nasional Selong.

Daerah Kabupaten Lombok Timur, kata Gubernur NTB dua periode ini, memiliki kekayaan dan potensi yang sangat luar biasa jika dibanding dengan kabupaten/kota lain yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Apa yang kita saksikan sekarang ini di Lombok Timur, jauh lebih besar. Namun karena belum terkelola dan tertata dengan baik, potensi-potensi tersebut belum dapat dinikmati oleh masyarakat. Karena itu, jika ingin Lombok Timur lebih maju lagi dari yang sekarang, mari kita sama-sama menangkan pasangan Fiddin,” kata TGB.

Pembangunan di suatu daerah, lanjut TG, tidak bisa hanya mengandalkan kemauan dan keinginan sendiri,. Tapi harus dilakukan berdasarkan perencanaan program yang sistematis serta sinergitas dan kesepakatan bersama pemerintah daerah dan kalangan eksekutif.

Tentunya dengan arah program yang jelas dan kemanfaatannya untuk kemajuan daerah dan kemakmuran seluruh masyarakat Lombok Timur.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, setiap pemimpin memiliki jasa pengabdian pada masanya masing-masing, namun tantangan masa depan tentu jauh lebih besar daripada yang sudah lewat.

Massa pendukung FIDDIN membludak

Lombok Timur membutuhkan sentuhan pemimpin baru yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih maju lagi,” ucap TGB yang didampingi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati HM Syamsul Luthfi dan H. Najamuddin Moestofa.

Paket Fiddin, tambah TGB, memiliki nama yang sangat luar biasa, yang di dalamnya terdapat kata “addin” yang berarti agama. Karena itu, Fiddin akan berbuat dan bekerja dengan landasan agama dan akhlakul karimah.

“Fiddin akan membawa Lombok Timur menjadi daerah yang sarat dengan prestasi, sarat dengan kerja-kerja nyata untuk menggali potensi yang ada demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat Lombok Timur,” tandas Zainul Majdi.

Sementara itu, Calon Bupati Lombok Timur HM Syamsul Luthfi dalam orasinya memaparkan program-program prioritas yang akan dilakukan lima tahun mendatang jika berhasil memanangkan perheltan politik di daerah Patuh Karya itu.

Empat program prioritas yang disampaikan Syamsul Luthfi pada kesempatan itu, di antaranya pembentukan Daerah Otonom Baru Kabupaten Lombok Selatan (KLS), program Gema Ampuh (Gerakan Masyarakat Antisipasi Anak Putus Sekolah), program Kelompok Pemuda Mandiri (KPM) dan program Sunrise of Lombok, yang dihajatkan untuk memajukan sektor pariwisata di daerah ini.

Pembentukan KLS, kata Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Timur ini, menjadi dambaan dan impian seluruh masyarakat yang ada di wilayah selatan, sehingga Fiddin akan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut.

Bahkan, pembentukan KLS telah diawacanakannya sejak menjadi Wakil Bupati Lombok Timur, namun sayang hingga saat ini belum terlaksana.

“Nanti Fiddin akan memperjuangkan terbentuknya KLS,” kata Syamsul Luthfi.

Program Gema Ampuh, kata kakak kandung TGB Zainul Majdi ini, tidak ada lagi anak-anak Lombok Timur yang tidak bersekolah dengan alasan tidak ada dana untuk membayar sekolah.

Demikian dengan program Kelompok Pemuda Mandiri, dalam setahun akan melahirkan 1.000 kelompok usaha mandiri, masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang, sehingga dalam lima tahun pemerintahannya akan melahirkan 10.000 Wirausaha baru yang dibantu permodalan dan dibekali pelatihan-pelatihan secara berkelanjutan.

Lain halnya dengan calon Wakil Bupati H. Najamuddin Moestofa, politisi PKB ini berjanji akan memberikan kemudahan bahkan menggratiskan para pelaku usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan Surat Izin Usaha, yang selama ini terkesan berbelit-belit dan membaratkan masyarakat kecil.

“Asal masyarakat mau bekerja, kami akan gratiskan pembuatan Surat Izin Usaha,” katanya.

Selama pemerintahannya bersama HM Syamsul Luthfi, lanjut mantan anggota DPRD NTB ini, Fiddin akan memberikan perhatian lebih kepada para tenaga honorer, tenaga kontrak baik dari kalangan guru, perawat hingga marbot masjid dan guru ngaji.

“Kami akan menaikkan kesejahtaraan para honorer maupun tenaga kontrak dengan pemberian honor dan intensif diatas satu juta rupiah per bulan,” ucap H Najamuddin disambut tepuk tangan riuh massa yang hadir.

Selain itu pula, H Najamuddin Moestofa juga menegaskan tidak akan lagi membangun toko-toko mewah dan kantor-kantor bertingkat yang selama ini sangat menyedot anggaran daerah sehingga dana yang seharusnya ke masyarkat kecil dan menengah menjadi terganggu.

“Buat apa membangun toko-toko mewah tapi tidak terpakai, kantor-kantor mewah dan pasar-pasar elit tapi tidak sesuai dengan yang dihasilkan,” kata H Najamuddin Moestofa.

Kampanye Pamungkas Fiddin yang juga dihadiri Calon Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah serta sejumlah tokoh masyarakt dan tokoh agama itu dihadiri oleh artis Liga Dangdut Indonesia asal Lombok Timur, Baiq Gita.

Kampanye hari terakhir ini juga ditutup dengan simulasi pencoblosan pasangan calon bupati dan wakil bupati Lombok Timur nomor urut 4 dengan tanda Sorban Ijo diatas panggung oleh TGB Zainul Majdi.

Me (*)