Duet Jokowi-TGB Cerminan Nasionalis Religius 

Dua pemimpin ini yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan politik semata

Imam Sofian

lombokjournal.com —

MATARAM  :  Relawan Jokowi di NTB yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Relawan Jokowi Nusa Tenggara Barat, yakni Projo, Seknas Jokowi, GK Jokowi, Kawan Jokowi  dan Duta Jokowi NTB, menyambut baik pernyataan terbuka Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), telah membuat pernyataan yang mendukung Jokowi satu periode lagi sebagai Presiden RI.

“Kami rasa duet JKW-TGB pada kontestasi pemilihan presiden 2019 memiliki kans kuat menang ,” kata Imam Sofian,  yang juga Ketua DPD Projo NTB di Mataram,  Minggu (08/07).

Imam mengatakan, paket Jokowi-TGB  sangat ideal, karena mewakili pemikiran nasionalis dan religius yang  dibutuhkan Indonesia saat ini.

“Ada empat alasan mendasar mengapa duet Jokowi TGB layak tampil menjadi pemimpin nasional ke depan,” lanjutnya.

Alasan pertama kata Imam,   keduanya sama-sama pro rakyat, berlatar belakang Kepala Daerah yang sukses membangun daerahnya masing-masing,

Kedua,  duet Jokowi TGB adalah sintesa dua paradigma dasar yaitu nasionalis-religius.

Argumen  ketiga, kata Imam,  keduanya memiliki pandangan wasathiyah (moderat), satu pandangan proporsional dalam merawat keberagaman dan kbhinekaan Indonesia di tengah ancaman menguatnya polarisasi blok politik di Indonesia.

Alasan keempat, menurut Imam, keduanya adalah tokoh yang berintegritas kuat. “Kami yakin dan semakin meneguhkan sikap untuk mendukung keduanya berpasangan dalam Pilpres 2019,” tegasnya.

Kebih lanjut dikatakannya, TGB sangat layak mendampingi Jokowi. Karena keduanya sama-sama pro rakyat.

“Punya kapasitas di bidangnya masing-masing. Indonesia akan sangat maju jika keduanya bersatu, kita butuh pemimpin yang visioner dan memiliki gagasan besar untuk Indonesia, dan pasangan Jokowi TGB adalah jawabannya,” ungkap Imam optimis

Mengenai salah satu alasan TGB mendukung Jokowi karena melihat kemajuan di NTB terutama dalam bidang infrastruktur, membuat Imam kagum terhadap dua pemimpin ini yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan politik semata.

Kata Imam, keduanya sama-sama pekerja, tidak hanya berwacana.

“Kita bisa lihat dari alasan TGB mendukung (Jokowi) karena Jokowi pro rakyat. TGB ini kesatria, dia tampil gagah berani mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi,  TGB bahkan tidak memikirkan karir politiknya di partainya,” tegas Imam.

Sebelumnya, saat mendeklarasikan JKW-TGB oleh Sekber Relawan Jokowi NTB, pada Sabtu (09/06) lalu, memang sempat ada sedikit keraguan dari relawan Jokowi ini karena melihat latar belakang TGB yang masih menjabat di partainya.

Namun saat ini relawan Jokowi di NTB semakin yakin TGB adalah tokoh nasional yang berdiri pada semua kepentingan dan golongan

Dikata Imam, TGB seorang ulama dan umara’ yang yang telah teruji hampir sepuluh tahun memajukan NTB.

“Kami simpulkan duet Jokowi TGB ini sangat ideal. Kami yakin  banyak kalangan yang akan mendukung duet Jokowi TGB jika berpasangan. Kami akan menggalang dukungan dan memenangkan  pasangan ini kesemua relawan Jokowi,” tegas Imam Sofian yang juga kandidat doktor ilmu hukum ini.

Me




Seknas Jokowi NTB, Dari Gowes Hingga Konser 2 Periode

Dalam Pilpres tahun 2014, di NTB suara untuk Jokowi jauh di bawah pesaingnya, Prabowo-Hatta Rajasa yang memperoleh 72 persen lebih. Untuk Pilpres 20199, Jokowi harus menang mutlak

Lalu Fatahillah Prawiranegara (Foto: kaes)

MATARAM.lombokjournal.com – Usai penyelenggaraan Pilgub (pemilihan Gubernur) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), para relawan di Seknas (Sekretariat Nasional) Jokowi NTB mulai berkiprah menyongsong Pilpres (Pemilihan presiden) tahun 2019.

Lalu Fatahillah Prawiranegara, Ketua Seknas Jokowi NTB, mulai mengkoordinasikan pelaksanaan program Seknas Jokowi NTB yang sempat tertunda karena agenda Pilgub. Program-program yang tersusun usai Deklarasi Seknas Jokowi se NTB, harus disukseskan sesuai targetnya.

“Semua program itu puncaknya diisi Konser 2 Periode pada bulan Desember akhir tahun ini,” kata Lalu Fatahillah, usai memimpin rapat koordinasi di Sekretarian SeknasJokowii NTB di Jalan Adi Sucipto 86 Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (07/07) sore.

Program-program Seknas Jokowi NTB yang dimuai awal Juli ini, dimulai dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah dengan topik, “Apa Yang sudah Dilakukan Jokowi Untuk NTB”.  Lomba karya tulis ini mulai dillaksanakan pada minggu ke empat bulan Juli.

Untuk Lomba Footo dan Poster bertema “Kinerja Jokowi Di NTB”, penyelenggaraannya berangsung pada bulan Agustus.  Bulan September, “Lomba Gowes 2 Periode”, disusul bulan Oktober “Jalan Sehat #Tetap Jokowi”.

Tak kalah menarik adalah diskusi bulan November bertema “Aku, Dia dan Jokowi”. Dan sebagai uncaknya adalah Konser 2 Periode “Road to 19000 Relawan Jokowi” pada bulan Desember. Even bulan Desember tersebut menjadi puncak dari seluruh pelaksanaan program dan kegiatan.

“Rencananya, seuruh hadiah dan penghargaan akan diiserahkan pada bulan Desember,” kata Lalu Fatahillah.

Seluruh program dan kegiatan itu, menuurut Fatahhiillah, bertujuan untuk meningkatkan sura pemilih Joowi pada Pemilihna Presiden tahun 2019. Seperti diketahui, dalam Pilpres tahun 2014, di NTB suara untuk Jokowi jauh di bawah pesaingnya, Prabowo-Hatta Rajasa yang memperoleh 72 persen lebih.

“Suara untuk Jokowi hanya 27 persen lebih. Dalam Pilpres tahun 2019, Jokowi harus menang mutlak,” kata Fatahillah.

Me

 




Tiga Menteri, Bahas Track Record Pembangunan Provinsi NTB Era Jokowi-JK

Peranan sektor kepariwisataan menjadi dasar sosial dari pemerintah kepada warga di sekitar kawasan wisata yang dikelola

MATARAM,lombokjoiurnal.com —  Tiga Menteri Kabinet Kerja Jokowi- JK, yakni Menteri Sosial, Idrus Marham, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, serta Menteri Pariwisata, Arif Yahya.

Dalam dialog nasional di Mataram Nusa Tenggara Barat, Sabtu (07/07), para menteri ini mengupas tentang track record pengembangan pembangunan Provinsi NTB sebagai implementasi dari Prestasi Pembangunan Negara, periode 5 tahun kepemimpinan Jokowi-JK.

Dalam acara yang dihadiri oleh lebih 2000 mahasiswa, perwakilan dari 20 perguruan tinggi negeri dan swasta di NTB itu, Menteri Sosial membahas tentang program revolusi mental sebagai upaya untuk menekan kemiskinan.

Fenomena kemiskinan negara, menurutnya kerap muncul secara tiba tiba. Tepatnya disaat pemerintah akan menyalurkan bantuan kepada mereka yang disebut sebagai warga miskin.

“Bantuan yang pemerintah salurkan itu sifatnya stimulan, jadi kita berharap dengan bantuan bisa membuat warga masyarakat lebih semangat dan termotivasi. Mari kita singkirkan mental miskin itu dengan membangun usaha, memulai usaha untuk meraih kesuksesan,” kata Menteri Sosial Idrus Marham dengan penuh semangat.

Indeks sosial lanjutnya, dapat berjalan lurus jika seluruh sektor pembangunan bekerja. Peranan sektor kepariwisataan menjadi dasar sosial dari pemerintah kepada warga di sekitar kawasan wisata yang dikelola.

Pembangunan desa melalui program Dana Desa Kementerian Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, sebagai salah satu implementasi sosial negara terhadap warga masyarakat yang ada didaerah terpencil.

“Jadi kerja saya akan lebih dipermudah jika Menteri Pariwisata dan Menteri PDT menjalankan tugasnya dengan baik,” ucapnya yang disambut tawa dari ribuan mahasiswa yang hadir.

Seakan menjadi kuliah umum bagi ribuan mahasiswa, dialog nasional itu juga dimanfaatkan oleh Idrus Marham untuk memotivasi seluruh pihak agar bersikap jujur mengapresiasi era Jokowi – JK yang penuh dengan perubahan ke arah yang lebih baik.

AYA

 

 




IHGMA Lombok Siap Cetak SDM Pariwisata Profesional, Bersama Poltekpar Lombok

Anggota IHGMA Lombok telah diberi kesempatan oleh Kementerian Pariwisata sehingga mendapatkan sertifikasi yang bisa dipertanggungjawabkan

ATARAM.lombokjournalcom — Keseriusan mencetak sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang profesional di Lombok, dibuktikan dengan langkah nyata Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ini langkah nyata dalam mendukung Lombok sebagai  salah satu destinasi wisata kelas dunia selain Bali. Hari Jum,at (06/07) ada kegiatan penyerahan document dari 13 General Manager dari berbagai hotel anggota IHGMA Lombok kepada Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok

“Alhamdulilah. untuk proses pengurusan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) ke DIKTI,” kata Ernanda Agung Dewobroto, Wakil Ketua IHGMA Lombok, di Hotel Golden Palace, Kota Mataram, Sabtu (07/07).

Lebih jauh, Ernanda menyatakan, spirit IHGMA Lombok adalah bagaimana bisa turut berkontribusi dalam pendidikan. Memberikan pengajaran mengingat sudah banyak anggota IHGMA Lombok yang telah menyelesaikan sertifikasi level 8, sehingga bisa mengaplikasikan ilmunya di kampus.

“Ada 13 GM hotel di Lombok yang sudah lulus sertifikasi Level 8 (Setara S2) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Kementerian Pariwisata  (Kemenpar)”, tuturnya.

“Jadi ini, menindaklanjuti program dari kemenpar untuk menyiapkan tenaga ahli bidang perhotelan dimana program ini adalah merekrut praktisi perhotelan yang akan membantu menjadi dosen di sekolah perhotelan di bawah Kemenpar,” jelas Ernanda.

Ia mengaku bangga karena anggota IHGMA Lombok telah diberi kesempatan oleh Kementerian Pariwisata sehingga mendapatkan sertifikasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Sekarang tinggal, bagaimana mengaplikasikan keilmuan industri pariwisata tersebut ke dunia pendidikan,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, pengurus IHGMA Lombok dipimpin langsung oleh Erik Tumbelaka selaku Ketua IHGMA Lombok.

Juga turut hadir jajaran pengurus IHGMA Lombok, antara lain Ernanda Agung Dewobroto selaku Wakil Ketua, Wedok Suprapti selaku Sekretaris, Buchari selaku Ketua Komisi Akreditasi dan Sertifikasi, serta Direktur dan Wakil Direktur Poltekpar Lombok.

Dalam acara ini juga hadir praktisi perhotelan dari Senior Experten Service (SES) yaitu Nor Goverment Organization (NGO) dari Jerman yang akan membantu menyiapkan tenaga-tenaga terampil dibidang perhotelan khususnya ahli Barista Coffee dan Ahli Pastry Bakery.

AYA




TGB Dukung Jokowi, GP Ansor NTB Menilai Cerdas Menentukan Sikap

Jika ada yang punya asumsi  TGB mendukung Jokowi karena panggilan  KPK, itu  anggapan yang salah

Ustadz Hadi

lombokjournal.com —

MATARAM :   ,

Zamroni Aziz, Ketua Pimpinan Wilayah ( PW)  Gerakan Pemuda  Ansor NTB mengapresiasi  sikap TGB untuk mendukung keberlanjutan  kepeminpinan Jokowi untuk  periode kedua.

Menurut Zamroni, sikap tersebut merupakan hal yang biasa dalam dunia politik. Ia menilai TGB orang yang  cerdas dalam menentukan sikap.

“Melihat realita politik hari ini, mau tidak  mau harus diakui keberhasilan pembangunan  pemerintahan Jokowi,’ ujar Zamroni Aziz, Jumat (06/07)

Zamroni menegaskan, indikator keberhasilan pembangunan Jokowi bisa dilihat dari program  infrastruktur yang ada di NTB.

“Salah satunya adalah program Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) mandalika,,” ungkapnya.

Ikatakannya, selama ini perhatian dan atensi  Jokowi terhadap NTB begitu luar biasa. Hal ini bisa diukur dari intensitas Presiden Jokowi mengunjungi NTB dalam berbagai even t sebanyak delapan kali.

“Jika TGB hari ini menentukan pilihanya ke Jokowi hal yg wajar, karena  TGB merasa Presiden  Jokowi sdh berbuat banyak utk NTB,” lanjutnya .

Selain itu Zamroni menegaskan, jika ada yang punya asumsi  TGB mendukung Jokowi karena  KPK itu  anggapan yang  salah .

“KPK itu lembaga independen yang tidak  boleh diintervensi oleh siapapun termasuk Presiden sekalipun,” ucapnya .

Serangan ke TGB Dinilai Keterlaluan

Sementara itu, terkait pernyataan pribadi Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi yang memberi dukungan pada Presiden Jokowi, serangan kepada ulama ahli tafsir ini di media sosial begitu massif.

Karena tidak sepaham dengan TGB, beragam ucapan merendahkan disampaikan. Dai muda Gede Hadi El Rosyadi keberatan dengan serangan-serangan tersebut.

“Ulama menentukan hukum dengan Ijtihad, berdasarkan ilmu mumpuni yang beliau miliki, sehingga terjadi perbedaan hukum antar masing-masing ulama,” katanya, kemarin.

Tentunya kata dia, yang utama tidak keluar dari koridor yang sudah ditetapkan. Dikatakan, Tuan Guru Bajang menentukan sesuatu dalam bersyiasah (berpolitik) pun sudah melalui pertimbangan.

“Saya yakin beliau mempunyai pandangan yang baik. Bagi kita orang awam tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” sambung ulama muda yang akrab disapa Ustad Hadi ini.

Ustad Hadi mengingatkan, jangan sampai karena perbedaan pandangan politik masyarakat mencaci sesama muslim. Apalagi sampai menghukumi sesama mukmin. Lebih parah lagi menghina dan merendahkan ulama.

“Wallahu alamu biman dzolla‘an sabilih. Dan Allah lebih tahu siapa yang tersesat dijalan Nya,” tandasnya.

Lebih lanjut ia berharap masyarakat lebih dewasa dalam berpolitik. “Janganlah kita menjadi Tuhan sehingga kita mudah menghakimi sesama, dewasalah dalam berpolitik dan sikapi perbedaan dengan wajar,” tambahnya.

Diakuinya, ia terus memantau pemberitaan terkait TGB dalam beberapa hari ini. Tidak hanya komentar di media sosial, di media massa juga diikuti.

” Ada politisi yang dahulu itu memuji dan ikut mengusung Pak Jokowi. Kok sekarang ikut menjelekkan TGB, ini kan aneh,” tukas dai yang tengah menyusun tesis di PTIQ Jakarta ini.

Me




Mendes PDTT dan Dirjen PPMD Hadiri Dialog Nasional 15 Indonesia Maju di Lombok

Diharapkan, agar Desa-desa  yang mendapat Dana Desa  menggunakannya untuk keperluan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, terutama empat bidang prioritas, termasuk wisata Desa.

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo didampingi Staf Khusus Menteri, Dirjen PPMD, Taufik Madjid dan rombongan, tadi malam pukul 20.15 WITA tiba di Bandara Internasional, Praya, Lombok.

Rombongan Mendes Eko Putro langsung disambut Kasubdit Perencanaan Pembangunan Partisipatif, Bito Wikanto, Kasi Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat Desa, Weldon Jones, Kadis PMD NTB, Satker P3MD Provinsi NTB, Aris Priyadi, dan Konsultan Nasional P3MD, Sukoyo dan Arwani.

Menteri Desa PDTT hadir di Pulau Seribu Masjid hari Sabtu (07/07) pagi ini, untuk menjadi Keynote Speaker pada acara Dialog Nasional 15 Indonesia Maju di Convention Hall Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, NTB.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Menteri Sosial juga akan hadir sebagai pembicara dalam dialog yang akan dibuka oleh Walikota Mataram dan dihadiri oleh Ketua Kopertis Wilayah VIII, LPP dan Mahasiswa.

Sebagaimana diketahui, Lombok, Nusa Tenggara Barat ini dikenal sebagai pulau “Seribu Masjid” yang telah lama menjadi destinasi wisata.

Provinsi ini juga memiliki objek wisata yang potensial untuk dikembangkan, baik alam dan lingkungan, budaya, religi, agrikuktur dan bahkan wisata Desa.

Dalam konteks inilah, Kemendes PDTT, melalui Dirjen PPMD, Taufik Madjid mengharapkan agar Desa-desa  yang mendapat Dana Desa  dapat digunakan untuk keperluan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, terutama empat bidang prioritas.

Termasuk wisata Desa  sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dana Desa yang telah diterimakan ke Desa-desa, khusus bidang wisata desa di Provinsi NTB sejak Tahun 2015 sampai 2018 telah mencapai angka yang cukup signifikan.

Tahun 2015, Dana Desa di 8 Kabupaten/Kota telah digunakan untuk pembangunan dan pengembangan desa wisata di 995 desa dengan anggaran biaya Rp. 301.575.525.748, Tahun 2016 mengalami peningkatan yakni Rp. 672.484.427.001.

Tahun 2017 meningkat lagi yakni Rp. 865.014.066.000, dan di Tahun 2018 yang baru tersalurkan pada tahap pertama dan kedua dari Pagu Nasional Rp. 980.805.722.000.

Dana Desa tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat menuju desa mandiri.

 

Menurut Lalu Husni Ansyori, salah seorang Tenaga Ahli Provinsi Dana Desa, Pemprov NTB sudah seharusnya memberikan perhatian lebih besar kepada pendamping desa. Dana Desa dan Pendamping desa siap disersinergikan dalam pengembangan desa, khususnya penurunan kemiskinan.

Re




Gubernur NTB Ungkap Tiga Indikator Kemajuan Bangsa

Peningkatan kesehatan merupakan upaya paling sulit untuk dilakukan dibandingkan dengan peningkatan pendidikan dan pendapatan

lombokjournal.com —

MATARAM  :    Tiga indikator untuk mengukur dan menilai kemajuan suatu bangsa, diungkapkan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi  di Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis (05/07).

Di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dan sejumlah menteri, menurut Gubernur NTB adalah pendapatan, pendidikan dan kesehatan.

Dari ketiga indikator tersebut, selama hampir sepuluh tahun memimpin, Gubernur NTB yang akrab disappa TGB (Tuan Guru Bajang) itu menilai peningkatan kesehatan merupakan upaya paling sulit untuk dilakukan dibandingkan dengan peningkatan pendidikan dan pendapatan.

Kedatangan Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla bersama Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, berserta sejumlah menteri melakukan kunjungan kerja di desa tersebut, untuk melihat secara langsung progres pelaksanaan program dari bank dunia terkait dengan penanganan kasus stunting (kerdil) di Indonesia, khususnya  di Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB.

Desa Dakung merupakan salah satu dari 1.193 Desa/Kelurahan di NTB yang dijadikan lokasi percontohan program dari Word Bank untuk pengentasan kasus stunting. Di Desa Dakung terdapat 67 kasus stunting, dari bulan januari sampai juni dan telah tertangani sebanyak 15 kasus.

BACA JUGA : Wapres Harapkan Kerjasama Pusat-Daerah, Untuk Tangani Stunting Di NTB

“Saya harap program World Bank untuk penanganan kasus stunting di NTB ini dapat berjalan berkelanjutan sehingga dapat menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat di NTB,” harap TGB.

Usai acara Wapres dan Gubernur Bank Dunia beserta menteri terkait didampingi Gubernur NTB, meninjau langsung Poskesdes, Polindes, PUD dan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Dakung, Lombok Tengah.

Dari hasil tinjauan lapangan tersebut, wapres optimis program penanganan kasus stunting di Indonesia khususnya di NTB berjalan dengan baik. Ia menjamin program ini akan terus berjalan secara berkesinambungan.

Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim mengatakan, program stunting ini merupakan program terbaik di dunia, karena berkaitan dengan perbaikan kualitas generasi muda suatu bangsa.

Re/Humas NTB




Wapres Harapkan Kerjasama Pusat Dan Daerah, Untuk Pengentasan Stunting Di NTB

Sinkronisasi program pusat dan daerah, pentik untuk melahirkan program masyarakat yang bergerak dinamis dalam meningkatkan gizi melalui gerakan masyarakat yang didukung program World Bank

lombok.journal.com —

LOMBOK TENGAH :  Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla bersama Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, didampingi sejumlah menteri meninjau progres pelaksanaan program dari bank dunia terkait dengan penanganan kasus stunting (kurang gizi) di Indonesia, khususnya  di Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Kamis, (05/07).

Jusuf Kalla yang datag berkunjung bersama Menkeu Sri Mulyani, Menkes Nila Moeluk, MenPUPR dan MenPDT yang melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Provinsi Nusa Tenggara Barat ittu mengatakan, dalam penanganan kasus stunting di Indonesia, diharapkan pemerintah pusat dan daerah meningkatkan berbagai program pengembangan kesehatan masyarakat sejak usia dini bahkan dari dalam kandungan.

“Stunting (kerdil) bukan hanya akan berdampak pada pertumbuhan badan saja, tetapi juga bisa saja berdampak pada lahirnya generasi yang otaknya juga kerdil,” jelas JK.

Menurut JK, kasus stunting akan membahayakan masa depan bangsa. Diharapkannya, penanganan kasus stunting harus melibatkan kerjasama semua pihak, mulai dari tingkat pemerintah pusat sampai pada tingkat desa/kelurahan.

“Kedepan, pemerintah harus memaksimalkan fungsi desa/kelurahan dalam penanganan kasus stunting, karena kasus ini memang ada di Indonesia. Untuk itu, peningkatan anggaran dana desa (ADD) yang diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur seperti penyediaan air bersih, pembangunan akses jalan dan penyediaan fasilitas sanitasi yang baik untuk generasi sehat harus dimaksimalkan,” ujar JK.

Dalam mewujudkan hal tersebut, JK berharap adanya sinkronisasi pusat dan daerah, untuk melahirkan program masyarakat yang bergerak dinamis dalam meningkatkan gizi melalui gerakan masyarakat yang didukung oleh program Word Bank.

“Intinya  adalah menggerakkan masyarakat dan untuk menggerakan masyarakat itu kita harus memberikan petunjuk. Namun kunci yang terpenting adalah masyarakat bergerak untuk memperbaiki nasibnya sendiri,” pungkas JK.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi  menjelaskan, Desa Dakung merupakan salah satu dari 1.193 Desa/Kelurahan di NTB yang dijadikan lokasi percontohan program dari Word Bank untuk pengentasan kasus kurang gizi (stunting).

Di Desa Dakung terdapat 67 kasus stunting, dari bulan januari sampai juni dan telah tertangani sebanyak 15 kasus.

“Saya harap program Word Bank untuk penanganan kasus stunting di NTB ini dapat berjalan sustainable, dengan demikian akan dapat menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat di NTB,” harapnya.

Usai acara Wapres dan Gubernur Bank Dunia beserta menteri terkait didampingi Gubernur NTB, meninjau langsung Poskesdes, Polindes, PUD dan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Dakung, Lombok Tengah.

BACA JUGA : Gubernur NTB Ungkap Tiga Indikator Kemajuan bangsa

Dari hasil tinjauan lapangan tersebut, wapres optimis program penanganan kasus stunting di Indonesia khususnya di NTB berjalan dengan baik. Ia menjamin program ini akan terus berjalan secara berkesinambungan.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan, program stunting ini merupakan program terbaik di dunia, karena berkaitan dengan perbaikan kualitas generasi muda suatu bangsa.

Rr/Humas NTB

 

 

 




Denmark Akan Bantu Gili Trawangan, Soal Sampah

Pemerintah Denmark juga sudah mengevaluasi 5 dokumen penawaran dari konsultan, rencananya master plan akan rampung bulan Desember mendatang

lombokjournal.com

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Persoalan sampah di Gili Trawangan, Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, tampaknya akan segera terjawab.

Pemerintan Denmark, berencana akan memberikan bantuan kepada Pemda KLU berupa pembuatan master plan pengelolaan sampah sekaligus penguatan kelembagaan di kawasan wisata elit tersebut.

“Tahun ini kita akan dibuatkan master plan pengolahan sampah. Itu bantuan pemerintah Denmark,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kawasan Pemukinan KLU. H. Rusdi, Kamis (05/07).

Kerjasama pemerintah Denmak dengan Kementrian Lingkungan Hidup, lanjut Rusdi, sudah terjalin sejak 3 tahun lalu. Pemerintah Denmak tertarik membuat grand desainya setelah melihat kondisi ril persoalan sampah Gili Ttrawangan.

Ditambahkan Rusdi, sejauh ini Pemerintah Denmark telah mamfasilitasi pembuatan master plan dua kota besar di Indonesia, di antaranya kota Surabaya dan Jakarta.

“Untuk Trawangan, progresnya baru sampai tahap evaluasi dan penunjukan konsultan. Sementara tenaga ahlinya akan didatangkan dari luar negri,” paparnya.

Dijelaskan Rusdi, saat ini Pemerintah Denmark juga sudah mengevaluasi 5 dokumen penawaran dari konsultan, rencananya master plan akan rampung bulan Desember mendatang.

“Kita berharap bantuan ini bisa menyentuh sarana prasarananya juga. Tidak hanya masterplan saja. Dalam waktu dekat kita akan diberikan dana sebesar Rp 600 juta,” paparnya.

“Saya terakhir ke jakarta, ada lembaga dari PT SNI, lembaga ini di bawah kementrian keuangan. Dia juga akan membantu masalah DED khusus yang dipusatkan di tiga gili,” tutupnya.

DNU




Pemprov Beri Bantuan Petugas Kebersihan

Pemberian bingkisan ini merupakan sarana penyambung silaturrahim antara Pemerintah Povinsi dengan seluruh petugas kebersihan

lombokjournal.com —

MATARAM :   Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan sejumlah bantuan kepada petugas kebersihan yang bertugas di Kota Mataram, yang berlangsung di Gedung Sangkareang, Rabu, (06/06).

Bantuan yang diberikan kepada 658 petugas kebersihan tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan sekaligus hadiah dan ucapan terima kasih dari Pemprov NTB atas kinerja mereka selama ini.

Bantuan untuk petugas yang lebih dikenal “pasukan kuning” itu, diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir.H. Rosyadi Sayuti M.Sc.,PhD,  658  dengan rincjan masing-masing mendapatkan 10 kilogram beras dan uang tunai sebesar Rp.560 ribu.

Menurut Sekda, pemberian santunan ini merupakan salah satu wujud penghargaan dan kepedulian pemerintah kepada seluruh petugas kebersihan. Yaitu terkait dengan segala pengabdian mereka bagi daerah.

“Tanpa kerja keras bapak ibu, warna Kota Mataram tentu tidak akan seindah yang  kita lihat setiap hari. Saya sangat yakin ketika pekerjaan ini diniatkan sebagai ladang amal insya Allah akan dilipatgandakan ganjarannya dari allah swt,” ungkap Sekda.

Selain itu Sekda juga menyebut pemberian bingkisan ini merupakan sarana penyambung silaturrahim antara pemerintah provinsi dengan seluruh petugas kebersihan.

“Silaturrahim ini merupakan tradisi baik dari bapak gubernur, yang harus terus dipertahankan,” tutupnya

Rr/Humas NTB