Sekda NTB Motivasi Atlet SOIna Yang Akan Berlaga di Riau

Dari enam cabor (cabang olahraga) yang dipertandingan, ditargetkan dapat dua medali emas dari cabor atletik dan bulutangkis

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Ir H Rosiady H Sayuti, melepas secara resmi keberangkatan atlet SOIna NTB, Rabu (18/07), yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Tingkat Nasional (PORNAS) ke-8 Special Olympics Indonesia (SOIna), 19 – 23 Juli 2018,  di Pekanbaru Riau.

Para atlet SOIna itu sempat diberikan motivasi oleh Sekda di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur.

Kontingen PORNAS SOIna NTB berjumlah 42 orang, terdiri dari 25 atlet, 6 pelatih, 7 ofisial dan 4 orang tua pendamping.

Ke-25 atlet SOIna ini akan mengikuti enam cabang olahraga, yaitu atletik, renang, futsal, bulutangkis, tenis meja dan bocce.

“Dari enam cabor itu, kita targetkan dapat dua medali emas dari cabor atletik dan bulutangkis,” kata Ketua Kontingen SOIna NTB, M Amir.

PORNAS SOIna tahun 2018 di Pekanbaru Provinsi Riau adalah pelaksanaan ke delapan kali. PORNAS adalah kompetisi puncak dari pembinaan selama 4 tahun dan dimaksudkan untuk menyeleksi atlet-atlet SOIna yang berpotensi dan berpeluang untuk mengikuti Special Olympics World Summer Games 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

PORNAS VIII SOIna 2018 mempertandingkan 11 cabang olahraga.

Untuk diketahui, special olympics adalah sebuah gerakan global yang memberdayakan tuna grahita (disabilitas intelektual / intellectual disabilities) melalui pelatihan dan kompetisi olahraga dan telah diakui oleh International Olympic Committee (IOC) sebagai satu-satunya organisasi olimpiade khusus Tuna Grahita.

SOIna (Special Olympics Indonesia )  adalah satu-satunya organisasi di Indonesia yang mendapat akreditasi dari Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi warga Tuna Grahita di Indonesia, yang memberi kesempatan bagi warga Tuna Grahita menjadi orang berguna dan produktif serta dapat diterima dan dihargai sebagai bagian dari masyarakat melalui olahraga.

SOIna mempunyai misi antara lain, memberikan kesempatan yang berkesinambungan untuk membentuk fisik yang sehat, menunjukkan keberanian, merasakan kebahagiaan dan memperlihatkan kemampuan, keahlian dan persahabatan dengan keluarga atlet Special Olympics lainnya dan masyarakat.

AYA

 




Mulai Juni, Yang Diizinkan Mendaki Rinjani Hanya Yang Berizin

Diharapkan, kebijakan tersebut perlu disosialisasikan terlebih dahulu kepada para pelaku pariwisata, agar tidak mengurangi minat wisatawan melakukan pendakian karena banyaknya aturan

MATARAM.lombokjournal.com —  Pihak pengelola Unesco Global Geopark (UGG) Rinjani Provinsi Nusa Tenggara Barat, terhitung sejak Juni 2018 mulai memberlakukan aturan baru pelaku jasa gaet, porter dan Trek Organizer (TO)

“Terhitung sejak 1 Juni 2018, gaet dan porter yang diizinkan naik melakukan pendakian menemani wisatawan hanya yang sudah mengantongi izin, sementara untuk umum mulai berlaku sejak 1 Mei,” kata Kepala UGG Rinjani, Sudiyono pada Lombok Journal di Mataram, Selasa (17/07)

Masyarakat dan wisatawan yang hendak melakukan pendakian, bisa menggunakan jasa gaet, porter dan TO yang telah berizin, karena kalau tidak mengantongi izin, tidak akan diberikan mendaki.

Sudiyono mempersilahkan gaet, porter dan TO yang belum mengantongi izin, supaya melakukan pengurusan perizinan, termasuk memperkuat organisasi. Sehingga ketika terjadi permasalahan antar mereka, bisa diselesaikan organisasi dan juga bisa menjembatani pemerintah dengan para pelaku pariwisata

“Sekarang ini baru sebagian gaet dan porter yang telah mengantongi izin, dan nantinya semua akan diinventarisir dan diberikan izin supaya pelaku pariwisata jelas,” katanya.

Aktivis pecinta lingkungan, Wina mengaku belum tahu soal kebijakan pihak pengelola Rinjani terkait keberadaan gaet, porter maupun TO saat menemani wisatawan melakukan pendakian.

Meski demikian kebijakan tersebut perlu disosialisasikan terlebih dahulu kepada para pelaku pariwisata, jangan sampai justru merugikan dan mengurangi minat wisatawan melakukan pendakian, karena banyaknya aturan.

AYA




Pemerintah Melakukan Sepuluh Inovasi Pada Musim Haji Tahun ini

Adanya konsultan ibadah dan membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH) untuk membantu layanan kesehatan pada puncak haji, terutama saat hari pertama lontar jumrah

MATARAM.lombokjournal.com — Jumlah calon jamaah haji (CJH) NTB pada musim haji 2018 sebanyak 4.476 CJH.  Jumlah ini tergabung dalam 11 kelompok terbang (kloter) yang terbagi dalam dua gelombang keberangkatan.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB) Nasruddin menjelaskan, ribuan jamaah tersebut akan didamping 38 petugas  pemandu haji daerah (TPHD) dan 50 petugas kloter.

“Operasional penyelenggaraan haji embarkasi Lombok dibagi dua gelombang, gelombang pertam terdiri atas 8 kloter, dan gelombang kedua terdiri atas 2 kloter utuh dan 1 kloter campuran,”

Nasruddin menyampaikan, terdapat sepuluh inovasi yang dilakukan pemerintah pada musim haji tahun ini. Inovasi dimaksud, antara lain percepatan keimigrasian, di mana rekam biometrik dilakukan di embarkasi haji sehingga masa antrean di Bandara Saudi tidak lama.

Dan QR Code pada gelang jamaah yang berisi rekam data identitas bisa diakses aplikasi haji dan memudahkan petugas identifikasi jamaah yang membutuh bantuan; aspek akomodasi, penandaan khusus pada paspor dan koper hingga bumbu masakan Indonesia.

“Ada juga penambahan katering Mekah dari sebelumnya 25 kali menjadi 40 kali pada tahun ini,”

Inovasi lain, pengalihan porsi bagi jamaah yang wafat. Sebelumnya, porsi jamaah yang wafat tidak bisa digantikan dan uangnya ditarik kembali oleh ahli waris yang jika akan digunakan mendaftar ahli waris terhitung dalam antrean baru.

Musim haji kali ini, Kemenag juga sudah bisa melakukan pencetakan visa print kertas.

“Ini penting untuk mempercepat proses penyiapan dokumen keberangkatan. Kalau sebelumya kan menunggu dari kedutaan Saudi,”

Terobosan lain ialah adanya konsultan ibadah dan membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH) untuk membantu layanan kesehatan pada puncak haji, terutama saat hari pertama lontar jumrah.

AYA




Illegal Logging Yang Tak Kenal Libur, Sebabkan Lahan Kritis Di Hutan

Jika menggunakan data tahun 2018 ini, kemungkinan akan bertambah luas lahan kritis di kawasan hutan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Sektor Lingkungan hidup (LH) dan Kehutanan masih menghadap tantangan illegal logging, salah satu penyebab terjadinya  lahan kritis di kawasan hutan di NTB.

Ada sekitar 575.645.97 hektar lahan kritis, dan sekitar 141.375.54 hektarnya berada di kawasan hutan.

Kepala Dinas LH dan Kehutanan Ir. Madani Mukarom, BScF., M.Si mengatakan, lahan kritis  yang berada di kawasan hutan itu terjadi karena adanya illegal logging yang tidak mengenal waktu libur.

“Ini (illegal logging) juga diakibatkan karena kecenderungan penurunan kualitas Lingkungan Hidup dan sampah, dan juga karena banjir,” ucapnya, Selasa (17/07)

Selain itu, data yang ada saat ini merupakan data pada tahun 2013 lalu, dan jika menggunakan pada tahun 2018 ini kemungkinan akan bertambah luas lahan kritis di kawasan hutan di NTB itu,  di antaranya akibat dari banjir.

Untuk itu, pihaknya juga telah melakukan langkah langkah yaitu dengan melakukan optimisasi pengelolaan hutan dan hasil hasilnya, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Rehabilitasi hutan dan lahan kritis juga dilaksanakan dalan bentuk vegetatif dan sipil teknjs, pada tahun 2017 jumlah penanaman sejumlah 6.395 hektar dari target 2.400 hektar dalam RPJMD.

Sedangkan langkah yang telah diambil dalam rangka perlindungan hutan, dengan melakukan MoU antara Gubernur NTB, Polda NTB, Korem 162/WB, Kejati NTB dan dua Taman Nasional.

Selain itu juga dilakukan MoU terkait dengan pengelolaan Lingkungan Hidup dan pengelolaan sampah organik.

Pada kesempatan tersebut dijelaskan pula hingga saat ini luas kawasan hutan di NTB adalah seluas 1.071.722,83 hektar, terdiri dari hutan lindung seluas 449.141,35 hektar (41,91 persen), hutan produksi seluas 448.946,08 hektar (41,89 persen) dan hutan konservasi seluas 173.636,40 hektar (16,20 persen).

AYA




Kualitas Air Di NTB Terus Menurun

Kualitas air yang terendah adalah di wilayah Kota Mataram, karena dipengaruhi oleh limbah e coli.

MATARAM.lombokjournal.com – Ini peringatan serius bagi warga NTB, dari tahun ke tahun kualitas air di wilayah NTB terus merosot.

Tentu saja penyebab tingkat kualitas air yang terus mengalami penurunan di wilayah NTB akibat terjangkit bakteri.

Peringatan kecenderungan terus menurunnya kualitas air di NTB itu disampaikan Kepala Dinas LH dan Kehutanan Ir. Madani Mukarom, BScF., M.Si, Selasa (17/07).

Penurunan kualitas terus menerus itu dirincikan, pada tahun 2014 53.50 persen, pada tahun 2015 42.46 persen,  2016  27.19 persen, lalu pada tahun  2017 33.03 persen.

“Ini trendnya menurun,” ungkap Madani Mukarom, Selasa.

Menurutnya, rata rata kualitas air di NTB sekitar  33,03  persen dari target 52 persen berdasarkan  sampel air di berbagai lokasi sungai yang diambil oleh Litbang Dinas LH dan Kehutanan.

Lalu kenapa bisa kualitas air itu terus menurun?

Penyebabnya, karena air terjangkit bakteri e coli, akibat air limbah rumah tangga dan BAB (buang air besar) yang langsung dibuang atau disalurkan ke sungai.

“Karena Itu yang harus didorong dan tugas Kabupaten Kota, maka pada tahun 2018 sudah membuat intervensi untuk meningkatkan (kualitas) lingkungan hidup,” ujarnya.

Dijelaskannya, di wilayah NTB, kualitas air yang terendah ada di wilayah Kota Mataram, karena dipengaruhi oleh limbah e coli.

Ada beberapa  faktor dari KLH untuk menilai kualitas air,  yaitu  bakteri e-coli, pengambilan sample di hulu, di tengah hingga di hilir.

“Jadi untuk meningkatkan kualitas air, maka diperlukan pengelolaan air yang lebih baik lagi,” jelas Madani Mukarom.

AYA




Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk NTB, Bulan Maret 2018

Bulan Maret 2018, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 17,99 persen, artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah

MATARAM,lombokjournal.com —  Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Nusa Tenggara Barat yang diukur oleh Gini Ratio,  tercatat sebesar 0,372.

Badan Pusat statistik ( BPS ) NTB merilis tingkat ketimpangan pengeluaran pada Maret 2018 itu yang langsung disampaikan Kepala BPS NTB, Endang Triwahyuningsih, Senin (16/07)

“Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,006 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,378.” ungkap Endang Triwahyuningsih.

Sementara itu jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,371, Gini Ratio Maret 2018 naik sebesar 0,001 poin.

Dijelaskan Endang, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,398, mengalami penurunan 0,014 poin dibanding dengan Gini Ratio September 2017 maupun Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,413.

“Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,333 meningkat 0,010 poin dibanding Gini Ratio September 2017 dan meningkat 0,019 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,314,” terangnya

Endang menjelaskan, pada Maret 2018, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 17,99 persen. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,60 persen, yang artinya berada pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 19,61 persen, yang berarti masuk dalam kategori ketimpangan rendah.

AYA




Kemiskinan Di NTB, Bulan Maret 2018 Berkurang 10,66 Ribu

Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73,98 persen untuk perkotaan dan 76,32 persen untuk perdesaan

MATARAM.lombokjournal.com — Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat pada Maret 2018 mencapai 737,46 ribu orang (14,75 persen). Jika dilihat dalam periode September 2017 – Maret 2018, jumlah penduduk miskin berkurang 10,66 ribu orang (0,30 persen).

Selama periode September 2017  Maret 2018, secara absolut penduduk miskin di daerah perkotaan meningkat sekitar 1,83 ribu orang (dari 368,55 ribu orang, pada September 2017 menjadi 370,38 ribu orang, pada Maret 2018).

Sebaliknya di daerah perdesaan penduduk miskin berkurang sebanyak 12,49 ribu orang (dari 379,57 ribu orang pada September 2017  menjadi 367,08 ribu orang pada Maret 2018).

Profil Kemiskinan di NTB itu disampaikan Kepala BPS NTB, Endang Triwahyuningsih Senin (16/07).

Endang Menyatakan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 16,23 persen, turun menjadi 15,94 persen pada Maret 2018. Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 14,06 persen pada September 2017 menjadi 13,72 persen pada Maret 2018.

“Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar, dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Ini terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan,” ujarnya

Endang menjelaskan, pada Maret 2018, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73,98 persen untuk perkotaan dan 76,32 persen untuk perdesaan.

Pada periode September 2017 – Maret 2018, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di perkotaan  maupun di perdesaan mengalami peningkatan.

Untuk perkotaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) meningkat dari 3,001 pada September 2017 menjadi 3,241 pada Maret 2018. Untuk perdesaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) meningkat dari 2,316 pada September 2017 menjadi 2,448 pada Maret 2018.

Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan cenderung menjauh dari Garis Kemiskinan.

Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan maupun perdesaan juga mengalami peningkatan.

Untuk perkotaan, Indeks Keparahan (P2) meningkat dari 0,762 pada September 2017 menjadi 0,905 pada Maret 2018. Untuk perdesaan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) meningkat dari 0,522 pada September 2017 menjadi 0,601 pada Maret 2018.

Dengan meningkatnya P2 berarti kesenjangan diantara penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan semakin melebar.

AYA




Bulan Juni, Nilai Ekspor NTB Naik 75,44 Persen

Nilai impor pada bulan Juni 2018 bernilai US$ 11.345.279, nilai ini mengalami penurunan sebesar 63,61 persen dibandingkan bulan Mei 2018

MATARAM.lombokjournal.com — 

Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Juni  2018 sebesar US$ 78.225.629, mengalami kenaikan sebesar 75,44 persen jika dibandingkan dengan ekspor bulan Mei 2018 yang bernilai US$ 44.588.299.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis kenaikan nilai ekspor tersebut, yang langsung disampaikan Kepala BPS NTB, Endang Triwahyuningsih Senin (16/07).

Endang menjelaskan ,Ekspor pada bulan Juni 2018 yang terbesar ditujukan ke negara Philipina sebesar 58,69 persen, Jepang sebesar 20,38 persen dan Korea Selatan 20,21 persen.

“Jenis barang ekspor  Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Juni 2018 adalah barang tambang/galian non migas senilai US$ 68.976.546 (88,18 persen); gandum-ganduman senilai US$ 8.522.900 (10,90 persen) dan perhiasan/permata senilai US$ 545.782 (0,70 persen)”terang Endang.

Sedangkan, nilai impor pada bulan Juni 2018 bernilai US$ 11.345.279, nilai ini mengalami penurunan sebesar 63,61 persen dibandingkan dengan impor bulan Mei 2018 yang sebesar US$ 31.176.930. Sebagian besar Impor berasal dari negara Thailand (27,61%), Jepang (24,93%) dan Australia (12,56%).

Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah Gula dan kembang gula (27,61%), karet dan barang dari karet (25,78%),  dan Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik (20,20%).

AYA




Para Ulama Deklarasikan Dukungan Jokowi 2 Periode

Keputusan TGB mndukung Jokowi telah dipikirkan secara matang demi kemaslahatan pembangunan dan kesejahteraan bagi warga masyarakat NTB

MATARAM.lombkjournal.com —  Pernyataan sikap dan keputusan TGH Muhammad Zainul Majdi yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) yang mendukung Jokowi dua periode, mendapat sambutan ribuan tokoh dan ulama Nusa Tenggara barat.

Sebelumnya, sikap TGH M Zainul Majdi tentang kebulatan sikap untuk mendukung Jokowi itu sempat menuai kontroversi.

Namun para tokoh dan ulama menilai, sikap  Gubernur NTB dua periode yang akrab disapa TGB itu, merupakan keputusan yang bijak atas dasar prestasi dari era kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo.

“Mendukung Jokowi sebagai Presiden adalah keputusan yang sangat realistis, mengingat pembangunan NTB atas peran pemerintah pusat terus masif dilakukan. Ini menjadi inti dari gerakan kami pada hari ini,” ujar Muhammad Sukro, Ketua Gerakan Muda NTB, saat membuka Pertemuan dan Konsolidasi Masyarakat NTB Bersama Tokoh dan Ulama di Mataram,  Senin (16/07).

Dalam momen orasi politik, Sekretaris PW Nahdlatul Ulama NTB, Lalu Winengan juga menyatakan keberpihakannya terhadap TGB atas bentuk kejujurannya mengungkapkan fakta.

Bersama dengan ungkapannya tersebut, ia mengecam pihak – pihak yang melakukan hujatan atau melontarkan ujaran kebencian kepada TGB, lantaran pilihan politik yang berbeda.

Ia meyakini, keputusan TGB mendukung Jokowi telah dipikirkan secara matang demi kemaslahatan pembangunan dan kesejahteraan bagi warga masyarakat NTB.

”Kami selaku komponen NTB mendukung sepenuhnya terhadap keputusan TGB yang mendukung Jokowi. Kontroversi atas dukungan yang terjadi saat ini, hanya dari sekumpulan oknum yang mengaku kyai dan menyatakan ayat – ayat perang yang menganggap dirinya selalu benar,” ungkapnya.

Winengan juga mengungkapkan jika kelompok – kelompok oknum penghujat tersebut, memiliki kepentingan di balik ucapan buruknya tentang TGB. Bahasa – bahasa yang menciderai kebebasan dan hak politik rakyat, merupakan ayat – ayat perang yang sengaja dikumandangkan untuk memecah belah persatuan umat.

Hal ini dicontohkannya seperti hujatan terhadap Jokowi yang dikatakan kurang bersahabat dengan para ulama.

“Kelompok ini menyatakan Jokowi islamnya tidak bagus tetapi faktanya mereka sendiri mencalonkan Presiden yang belum tentu islamnya lebih bagus dari Jokowi. Jadi mari kita satukan tekad, bersatu, bahwa apa yang menjadi sikap TGB mendukung Jokowi adalah harga mati,” tegasnya.

Senada dengan Winengan, Wakil Rektor 1 Universitas Islam Negeri NTB, Prof Masnun juga melontarkan tausyah atas amanah TGB sebagai Tokoh Ulama yang dimuliakan di Bumi Gora. Ia mengharapkan agar seluruh warga masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan antar sesama Islam di NTB.

Ia berharap agar perbedaan pandangan saat Pilgub lalu, tak menjadi alasan untuk saling menghujat antara satu sama lain.

“Mari kita berhenti untuk saling menghujat. Kalau kita menghujat maka kita tidak bersatu, maka kita akan mudah untuk berperang. Kemarin memang mashab kita berbeda saat Pilgub, setelah ini harus satu tekad kita untuk Nusa Tenggara Barat. Mari kita kawal kita dukung Gubernur kita pada Pilpres,” katanya.

Konsolidasi Masyarakat NTB Bersama Para Tokoh dan Ulama ini dibarengi dengan deklarasi mendukung keputusan politik TGB demi kemajuan NTB. Melalui deklarasi ini, Tokoh dan Ulama meminta kepada seluruh pihak agar saling menghormati pilihan politik warga masyarakat, terlebih kalangan ulama seperti TGB.

Para ulama dan tokoh masyarakat ini juga menyatakan diri menjadi orang-orang yang sejalan dengan arah keputusan TGB, untuk mendukung Presiden RI Joko Widodo melanjutkan kepemimpinan dua periode.

AYA (*)




Penumpang Kapal Tenggelam Ditemukan Meninggal

Dokter dari puskesmas Pemenang menuju rumah korban untuk dilakukan visum luar, hasilnya jenazah meninggal secara wajar karena tenggelam

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Sehari setelah dinyatakan hilang di perairan Gili Air, korban kapal pengangkut material bangunan, Zen (50) yang tenggelam Kamis kemarin akhirnya ditemukan, Jumat (14/07).

Korban ditemukan sekitar pukul 10.30 Wita oleh Sat Pol Air dan Basarnas yang dibantu warga, di perairan selat Gili Meno dan Gili Air, Kecamatan Pemenang.

“Informasi ditemukannya korban hilang saya terima dari Babhinkamtibmas Desa Malaka,” kata Kapolsek Pemenang, Iptu Hilmi Manossoh Prayugo, Jumat (13/07).

Dikatakannya, jenazah korban selanjutnya di bawa ke Pelabuhan Mentigi sekitar pukul 11.00 Wita. Dan atas permintaan keluarga, korban langsung di bawa ke rumah duka  di Dusun  Tembobor, desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung.

“Anggota kami membawa dokter dari puskesmas Pemenang menuju rumah korban untuk dilakukan visum luar. Hasilnya jenazah meninggal secara wajar karena tenggelam,” tukasnya.

DNU