Pemahaman Moderasi Islam Hilang, Timbulkan Perpecahan dan Peperangan

Hilangnya pemikiran Islam moderat, yang di satu sisi tumbuh subur pemikiran ekstrim, menyebabkan negara negara seperti Syuria, Iraq, dilanda peperangan berkepanjangan

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat membuka Konferensi, Jumat (27/07).

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat membuka Konferensi Ulama Internasional, di Islamic Center, NTB, Jumat (27/07) mengatakan, Islam moderat atau washatiyatul Islam, yang selama ini berkembang di dunia, dalam prespektif Ahlussunah wa Jama’ah, akan memberikan kedamaian dalam kehidupan umat manusia.

Kedamaian dalam kehidupan umat manusia secara khusus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang atau TGB, menegaskan itu di hadapan ratusan delegasi dari 21 negara di dunia, termasuk mantan Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir Dr. Ibrahim Hudhud.

Gubernur menyebut, hilangnya pemahaman moderasi Islam menyebabkan peperangan dan perpecahan.

Bahkan, berkembangnya paham Islam yang mengedepankan ekstrimisme, akan berujung pada tindakan terorisme.

Gubernur juga menegaskan, pemikiran ahlusunah Wal jamaah, melalui pendiri pendiri nya, telah banyak melahirkan karya yang tidak hanya bermanfaat bagi umat. Namun juga memberikan manfaat besar bagi seluruh elemen bangsa di Indonesia.

“Ketika moderasi Islam mulai dilupakan, ketika tidak lagi menjadikan washatiyatul Islam sebagai poros pemikirannya, maka mulailah terasa kegelisahan di tengah-tengah kita,” ungkap Gubernur yang lebih dikenal Tuan  Guru Bajang (TGB) itu.

Gubernur yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia menyatakan. seluruh anak bangsa hendaknya mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di sebagai negara Islam akhir-akhir ini.

Yaitu, hilangnya pemikiran Islam moderat, yang di satu sisi tumbuh subur pemikiran ekstrim, menyebabkan negara negara, seperti Syuria, Iraq, dilanda peperangan yang berkepanjangan.

“Apa akibat dari itu semua, yaitu hancur peradaban peradaban yang telah dibangun dengan fondasi yang kokoh,” jelas TGB.

Karena itu, Gubernur TGB mengajak seluruh umat, bahkan seluruh elemen bangsa, untuk menjadikan moderasi Islam ini sebagai perekat persatuan, di tengah keberagaman yang berkembang di Indonesia.

“Mari kita rapatkan barisan, mari kita kokohkan persaudaraan. Rasanya yang mampu merekatkan itu semua adalah pemikiran washatiyatul Islam,” ajak TGB.

AYA




Kirab Obor Asian Games,  Sejarah Bagi NTB

 Menko Maritim Luhut Binsar Pangaribuan memuji keindahan NTB, dan memuji segenap kemajuan NTB di bawah kepemimpinan TGB

MATARAM.lombokjournal.com — Pertama kalinya, NTB masuk dalam rangkaian Kirab Obor Asian Games 18, Jakarta-Palembang, setelah di hari sebelumnya kirab berlangsung di Provinsi Bali.

Obor yang tiba di Lombok haRabu, (25/07) pagi, menjadi hari bersejarah bagi NTB.

Kirab obor Asian Games tersebut  diawali oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi yang berlari membawa obor dari Pantai Ampenan menuju Kota Tua.

Kemudian dilanjutkan oleh para atlet NTB menuju halaman Kantor Gubernur NTB. Kirab obor tersebut berlangsung meriah disamping diikuti oleh ratusan atlet, anggota TNI, POLRI, juga disaksikan oleh ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan perjalanan obor tersebut.

Sebelum kirab obor tersebut, Menko Maritim menyampaikan sambutan. Ia menyatakan  kegiatan tersebut merupakan momen penting dan berharga bagi Gubernur NTB di akhir masa kepemimpinannya.

Menko yang akrab disapa LBP ini pun memuji keindahan NTB, dan memuji segenap kemajuan NTB di bawah kepemimpinan TGB. Menurutnya, kelak NTB akan menjadi provinsi yang sangat maju.

“Saya dengar pertumbuhan ekonomi di sini lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. NTB akan maju menurut saya, pantai hebat, rakyat kerja keras, tambang bisa dikembangkan, beberapa pulau kaya dengan (produksi) jagung dan gula tebu. Semua sedang berjalan, dan Gubernur sangat kooperatif, kita harap pertumbuhan ekonominya terus meningkat,” jelasnya.

Menko Maritim berpesan agar rakyat NTB menjaga dan melestarikan apa yang telah dibangun dan tengah dikembangkan di NTB. Terutama terkait proyek KEK Mandalika.

“Rawat tempat ini dengan baik dan bersih, jangan (sampai) budaya kita jadi terkuras juga, ini semua bisa terjadi setelah 29 tahun mandalika terbengkalai, sekarang persoalan tanah dan lainnya sudah selesai, dan pemerintah telah berkomitmen akan menjadikan sebagai tourist destination international,” pungkasnya.

Usai melepas kirab obor tersebut, Menko Maritim dan Gubernur NTB bergegas menuju jalan Pejanggik di depan  kantor Gubernur untuk menerima api obor Asian Games 2018 dari Kapolda NTB, Brigjen Pol Achmat Juri,  di acara Torch Relay Asian Games XVIII Tahun 2018.

AYA




Menteri PP-PA Luncurkan Gerakan Kepemimpinan Perempuan di NTB

Kegiatan yang diluncurkan ini merupakan akumulasi dari hasil pembelajaran selama 4,5 tahun yang pembelajarannya diambil dari implementasi strategi penghapusan kemiskinan

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA  meluncurkan Gerakan Kepemimpinan Perempuan Mewujudkan SDGs yang responsif gender inklusif dan transformatif.

Bersamaan dengan itu, menteri juga melakukan  Peringatan Hari Anak Provinsi NTB dirangkai dengan Kampanye Stop Perkawinan Anak melalui Pendewasaan Usia Perkawinan di Gedung Graha Bhakti Gubernur Nusa Tenggara Barat, Rabu (25/07).

Peluncuran ini ditandai dengan penyerahan Deklarasi multipihak dan dokumen rekomendasi hasil konsultasi publik kepemimpinan perempuan dalam pencapaian SDGs oleh Menteri KPP dan PA, kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. Rosyadi H. Sayuti, M. Sc, Ph. D mewakili Gubernur NTB mengucapkan terimakasih kepada Menteri KPP dan PA RI. Karena telah berkenan hadir dan meluncurkan gerakan Kepemimpinan Perempuan  yang responsif gender, inklusif dan transformatif dalam rangka menunjang SDGs.

“Saya harap agar peran perempuan dalam pembangunan masyarakat dapat secara nyata meningkat dari sebelumnya. Tentu hal ini akan dapat kita lihat dan rasakan apabila kualitas pendidikan dan derajat kesehatan untuk perempuan juga meningkat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sekda juga memaparkan kaitan antara SDGs dan  Program Generasi Emas NTB yang terus digalakkan oleh pemerintah Provinsi NTB.

Di NTB, menteri telah melaunching program-program yang mendukung peningkatan kualitas SDM sejak dini. Pertama, yaitu Generasi Emas NTB 2025 yang tugasnya mengawal calon ibu agar mendapat pendampingan untuk menjamin terpenuhinya, sehingga  mampu melahirkan bayi-bayi yang sehat.

Selanjutnya, pendidikan anak usia dini betul-betul efektif dan berkualitas. Dan ketiga, yaitu Program Pendewasaan Usia Perkawinan.

‘Ketiga hal ini sangat penting karena dapat mendukung terwujudnya peningkatan kualitas SDM terutama pada perempuan,” paparnya.

Ketua Panitia, Wakil Direktur LPSDM dan Steering Committee Gender Watch, Ririn Hayudiani melaporkan, kegiatan ini diinisiasi oleh Institut KAPAL Perempuan, LPSDM dan merupakan bagian dari Kemitraan Australia – Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (MAMPU).

Kegiatan yang diluncurkan ini merupakan akumulasi dari hasil pembelajaran selama 4,5 tahun yang pembelajarannya diambil dari implementasi strategi penghapusan kemiskinan melalui kepemimpinan perempuan.

“Gerakan ini dimaksudkan untuk mengikat komitmen dan kerjasama berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan kesetaraan gender dan prinsip inklusif terintegrasi dalam 17 tujuan SDGs,” ungkapnya.

AYA




Reuni Mi6; Memberikan Pencerahan Dan Edukasi Politik

Diharapkan, sebaiknya Mi6 kembali ke khittoh sebagai organisasi yang tidak berafiliasi dengan kepentingan politik manapun

lombokjournal.com —

MATARAM  :  Jelang ultahnya ke 6, tanggal 4  Oktober 2018, Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 akan mengadakan reuni bersama yang dipusatkan di Sekotong.

Acara yang dikemas dalam bentuk Mi6 Reborn akan dihadiri sejumlah pelopor, pendiri maupun sahabat Mi6, pada minggu pertama bulan Agustus itu, diiringi sejumlah harapan.

Ketua Panitia Mi6 Reborn, Fihiruddin mengatakan,  acara reuni antar komponen Mi6 untuk menyatukan persepsi dan sinergitas bersama menghadapi berbagai momentum di tahun politik.

“Mi6 harus tetap memberikan pencerahan dan edukasi politik yang benar,” ungkap Fihir, Rabu ( 25/07)

Kata Fihir, organisasi Mi6 yang sudah berusia 6 tahun sejak kiprahnya tanggal 4 Oktober 2012, perlu melakukan evaluasi dan revitalisasi agar fungsi kelembagaan Mi6 bisa berjalan sesuai prinsip-prinsip lembaga modern.

“Melalui Reuni ini Mi6 akan mencetuskan sikap dan arah gerakan ke depannya, terutama menyikapi beberapa fenomena yang ada di NTB,” tambah Ketua DPC Partai Hanura Lombok Tengah yang juga Caleg Muda Kabupaten Lombok Tengah Dapil 3.

Sementara itu, Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah menegaskan Mi6 harus tetap menjadi lembaga kritis dan non partisan yang terbebas dari berbagai  interest politik.

“Untuk menghindari konflic of interest sebaiknya Mi6 tetap berjarak dengan kekuasaan,” pinta Hendra.

Hendra menambahkan Pilgub NTB sudah usai sebaiknya Mi6 kembali ke khittoh sebagai organisasi yang tidak berafiliasi dengan kepentingan politik manapun.

“Mi6 tak perlu jadi wachtdogs kekuasaan apa pun dalihnya,” beber Mantan Sekretaris Kebo Karong Sumbawa

Menurut Koordinator Media Mi6, Tanzibul Adab menambahkan untuk memperlancar Reuni Mi6 pihaknya akan tetap meng-up date perkembangan acara ini, khususnya menyangkut rekomendasi dan putusan organisasi Mi6 menyangkut dinamika sosial politik.

“Mi6 tetap terbuka terhadap semua masukan yang bersifat kritis untuk kemajuan organisasi,” tambah jurnalis yang kerap disapa ibon.

Selanjutnya, Megawati Lestari sebagai kader Mi6 yang berprestasi mendukung penuh diadakan acara Mi6 Reborn, agar kekompakan komponen Mi6 tetap terjaga dan solid.

“Semoga usai Acara Mi6 Reborn ada harapan baik untuk kemajuan Mi6,” ungkap Megawati yang juga bendahara acara Reuni Mi6.

Me




Lombok Utara, Terbaik Dalam Pencegahan Perkawinan Anak 2018

H Najmul Akhyar, menyampaikan terima kasihnya kepada LPA, yang jika ada keinginan pernikahan dini pihak LPA aktif menangani dan memberikan konseling

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali meraih penghargaan pusat. Penghargaan itu kali ini sebagai daerah Pencegahan Perkawinan Anak terbaik 2018, yang diberikan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Senin (23/07).

Penghargaan itu diterima langsung Bupati KLU, H. Najmul Akhyar, pada malam puncak acara Penganugrahan Kabupaten/Kota Layak Anak yang berlangsung di Gedung Dyandra Convention Centre Surabaya.

“Evaluasi kabupaten/kota layak anak tahun 2018, diikuti 389 kabupaten/kota. Sebanyak 177 kabupaten/kota diantaranya mendapatkan penghargaan dari berbagai kategori,” kata Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementrian PPPA, Dra. Leny Nurhayanti Rosalim. MSc sekaligus Koordinator Evaluasi Pelaksanaan Kabupaten Kota Layak Anak.

Dikatakannya, angka di atas meningkat hampir 50 persen dari tahun 2017. Artinya jumlah Kabupaten Kota layak anak di Indonesia semakin banyak.

“Tahun 2018 ini juga Kementerian PPPA menganugerahkan beberapa pimpinan daerah pada kategori Pemenuhan Hak Sipil Terbaik, Pembinaan Forum Anak Daerah Terbaik, Pencegahan Perkawinan Anak Terbaik, UPTD untuk Perlindungan Anak Terbaik, Puskesmas dengan Pelayanan Anak Terbaik dan Sekolah Ramah Anak Terbaik,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof Dr Yohana Susana Yembise Dipl Apli MA., mengatakan acara Penganugrahan dirangkaikan dengan Hari Anak Nasional 2018.

Dengan tema Anak Indonesia Anak Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat) yang sebelumnya diadakan Forum Anak Indonesia.

“Diharapkan, pada tahun 2030 seluruh kabupaten/kota sudah layak anak,” tutupnya.

Sementara, Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar, menyampaikan terima kasihnya kepada organisasi perangkat daerah dan berkat semua pihak atas pemghargaan tersebut.

“Saya melihat kawan-kawan LPA bekerja maksimal dengan membentuk konselor tingkat desa dan kecamatan, sehingga jika ada keinginan pernikahan dini, pihak LPA aktif menangani dan memberikan konseling,” pungkasnya.

Selain Bupati Lombok Utara, empat Kepala Daerah lainnya juga menerima penghargaan dengan kategori yang berbeda, di antaranya Abdul Hafidz SPdI Kabupaten Rembang, Drs H Habsi Wahid MM Kabupaten Mamuju, Drs H Sutedjo Kabupaten Kulonprogo, dan Achmad Fauzi Kabupaten Sumenep.

DNU




Destinasi Wisata Di Lombok Jadi Lintasan Kirab Obor

Ada 17 pelari yang berkesempatan membawa obor secara bergantian, 9 dari 17 pelari merupakan atlet NTB yang dianggap berprestasi, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun

MATARAM.lombokjournal.com —  Api obor Asian Games 2018 akan menyapa masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (25/07).

Intan Narulita dari Ceremony Department Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC), mengatakan obor Asian Games akan tiba di Bandara Internasional Lombok pada Rabu (25/07) pagi, dan akan dibawa menuju Pantai Kuta Mandalika.

Obor tersebut akan berada sekira satu jam di Pantai Kuta Mandalika sebelum kembali diberangkatkan menuju Kota Mataram untuk menjalani prosesi kirab.

“Pelari VVIP dari pusat yang sudah konfirmasi itu Pak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Luhut) dan juga ada Pak Gubernur NTB (Tuan Guru Bajang Zainul Majdi) yang akan membawa obor,” ujar Intan saat jumpa pers persiapan kirab obor di Media Center Pemprov NTB, Selasa (24/07).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Husnanidiaty Nurdin mengatakan, sejumlah prosesi acara disiapkan, mulai dari penerimaan obor oleh Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin di Bandara Internasional Lombok pada pukul 07.20 Wita.

“Awalnya kita berharap saat menuju ke Kuta bisa singgah ke Desa Adat Sade tapi tidak bisa,” kata perempuan yang akrab disapa Eni.

Eni melanjutkan, obor Asian Games akan disambut berbagai macam kesenian dan budaya daerah seperti presean dan gendang beleq. PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika dan Bupati Lombok Tengah Suhaili akan menerima obor tersebut.

Eni menambahkan, kirab obor di Kota Mataram sendiri akan berlangsung pada 14.35 Wita dengan titik awal di kawasan Kota Tua Ampenan menuju perempatan Kantor Gubernur NTB di Jalan Pejanggik, Mataram sejauh lima kilometer.

“Nanti dilepas Pak Wali Kota Mataram di Kota Tua Ampenan dan diterima Pak Gubernur NTB dengan juga berlari,” lanjutnya.

Eni menyampaikan, sejumlah kesenian hingga hiburan rakyat juga akan disiapkan guna memeriahkan kirab obor tersebut. Ada juga komunitas sepeda onthel dan komunitas lari yang siap ikut memeriahkan acara.

Rencananya, kata dia, ada 17 pelari yang berkesempatan membawa obor secara bergantian. 9 dari 17 pelari merupakan atlet NTB yang dianggap berprestasi, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun. Sisa pelari lainnya berasal dari Inasgoc dan juga sponsor.

Eni menyampaikan, kirab obor Asian Games sangat bermanfaat bagi citra dan promosi pariwisata NTB. Pasalnya, obor Asian Games akan melintasi sejumlah destinasi wisata di Lombok, mulai dari Desa Adat Sade, Desa Adat Ende, KEK Mandalika, Kota Tua Ampenan, hingga Islamic Center NTB yang menjadi ikon wisata religi NTB.

Kepala Bagian Pengendalian Operasional  Polda NTB AKBP Jolmadi menyampaikan, jajaran Polda NTB siap mengawal perjalanan prosesi kirab obor. Ratusan personel akan dikerahkan guna menjaga kelancaran acara sejak obor tiba hingga diberangkatkan kembali keesokan harinya.

“Ada 750 personil yang melakukan pengawalan, patroli, dalam perjalanan, serta penyambutan di titik-titik yang telah ditentukan sampai finish, bahkan sampai besok harinya ke bandara untuk kembali terbang ke Papua,” kata Jolmadi.

AYA




TGB, Gentlement Secara Politik

TGB tentu sudah mengkalkulasi secara cerdik konsekwensi politik atas pilihan sikap yang diambilnya ini

Bambang Mei F (kanan)

MATARAM.lombokjournal.com — Mundurnya  TGB dari Demokrat merupakan cerminan sikap politik gentlement atau kesatria menyambut kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Ini sebagai konsekwensi politik rasional yang diperlihatkan TGB yang  tidak ingin terbelenggu ikatan politik yang bisa mengganggu ekpektasi politiknya.

TGB menyadari, apa yang  dilakukan hari ini haruslah terbebas dari kepentingan  politik yang tidak segaris dengan  cita-cita politiknya mewarnai ajang Pilpres 2019.

Penilaian itu disampaikan Direktur Lembaga Kajian sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei F kepada media, Selasa (24/07)

Selain itu nawaitu politik TGB sebagai salah satu tokoh the rising star dari Sunda Kecil, ingin membuktikan komitmen moral dan politik kepada Jokowi harus memastikan bahwa  langkah politik yang dilakukan  paralel dengan kepentingan politik Jokowi.

TGB ingin pula  menghormati pilihan politik Demokrat,  seandainya kelak dalam pilpres 2019 Partai Demokrat tidak  beriringan jalan dengan Jokowi.

Menurut Bambang Mei yanf akrab disapa dodu, TGB tentu sudah mengkalkulasi secara cerdik konsekwensi politik atas pilihan sikap yang diambilnya ini.

“TGB tentu sudah berhitung secara matang plus minusnya dengan mendeklair mundur dari Demokrat,” ujar Didu., Selasa.

Dalam perspektif politik, lanjut Didu, TGB ingin memberikan pesan bahwa dirinya clear dan clean dari berbagai  kepentingan politik yang tidak sejalan pemerintahan Jokowi.”

“TGB sadar bahwa akan ada imbas politik, tentu  TGB sudah punya cara mengantisipasinya dengan elok,” lanjut Didu.

Didu menambahkan, salah satu antisipasi politik yang telah dilakukan TGB jauh hari sebelumnya  yakni dengan melakukan safari dakwah keliling nusantara dan mengunjungi tokoh tokoh penting nasional dalam kerangka memperkenalkan diri juga untuk memperkuat elektabilitas politik TGB dimata publik.

“Lewat safari dakwah dan silaturahmi dengan tokoh nasional, TGB ingin merangkul semua komponen bangsa mohon doa dan restu ,” ungkapnya.

Me




Konferensi Internasional Moderasi Islam, Kedua Kalinya Berlangsung Di Mataram

Konferensi ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang sama di tahun 2017, yang  memaparkan, dan akan menggali dan mengembangkan nilai-nilai Islam yang mederat, toleran, ramah serta damai

MATARAM.lombokjournal —  Konferensi Internasional Moderasi Islam (KIMI) kembali akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat untuk yang kedua kalinya.

Kegiatan yang mengambil tema Moderasi Islam dalam Perspekif Ahlussunah Wal Jamaah tersebut, akan dilaksanakan di Islamic Center NTB, Kota Mataram, tanggal  26 – 29 Juli.

Ketua pantia KIMI, TGH Fauzan Zakaria mengatakan, kegiatan konferensi ini terselenggara atas kerjasama Pemprov NTB dengan Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah NTB dan organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia.

“Nantinya ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama konfrensi ini, diantaranya adalah seminar dan diskusi tentang pemahaman Islam moderat,” katanya, saat jumpa pers di Pendopo Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Selasa (24/07).

Fauzan menjelaskan, tujuan diadakannya konferensi ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang sama di tahun 2017. Ia memaparkan, dalam konferensi ini akan menggali dan mengembangkan nilai-nilai Islam yang mederat, toleran, ramah serta damai, seperti tercermin dalam Wasathiyyat Islam dalam rangka menangkal pahal radikalisme.

Lebih jauh dikatakan, tujuan konferensi ini akan menghadirkan konsep Wasathiyyat Islam dan implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Selain itu konferensi ini mempunyai tujuan untuk mengukuhkan pandangan Ahlussunah Wal Jamaah yang bercirikan moderat dalam pemikiran dan sikap keberagamaan,” paparnya.

Konferensi Internasional Moderasi Islam (KIMI) di NTB ini akan dihadiri oleh 400 orang, dari 21 negara, diantaranya Indonesia, Mesir, Libya, Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Sudan, Maroko, Tunisia, Malaysia, Aljazair, Negeria, India, Pakistan, Rusia, Brunei Darusalam, Ukraina, Rusia, Timor Leste, Thailand serta Singapura.

AYA




Gubernur NTB: Perkokoh Sinergitas Untuk Tangkal Radikalisme & Terorisme

Radikalisme dan terorisme dapat ditangkal atau dicegah dengan memperkokoh sinergitas, antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi didampingi Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH., M.Si menerima Silaturrahmi Sekretaris Utama BNPT Marsekal Muda TNI Dr. Asep Andang Supriyadi, ST., MM bersama 36 Kementerian/Lembaga, di Pendopo Gubernur NTB, Senin, (23/07).

Silaturrahim tersebut digelar untuk terus menyatukan presepsi, sekaligus memperkuat hubungan kerja antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, dalam hal penanganan permasalahan terorisme dan radikalisme.

Saat itu, Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan tindakan radikalisme dan terorisme dapat ditangkal atau dicegah dengan memperkokoh sinergitas, antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

NTB jelas TGB, merupakan salah satu daerah dari sejumlah daerah lain di Indonesia yang memiliki pola sinergi paling kuat dalam menyikapi fenomena radikalisme dan terorisme.

Untuk itu, ia berharap silaturrahmi BNPT dengan pemerintah daerah Provinsi NTB, akan memperkokoh sinergitas antara program-program aksi pemerintah pusat dan derah, terutama dalam menghadapi fenomena radikalisme dan terorisme di Indonesia, termasuk apabila terjadi di NTB.

Selain itu, dukungan dari pusat melalui perangkat Negara TNI, Polri dan Binda dalam mengelola permasalahan radikalisme dan terorisme sampai saat ini di NTB berjalan dengan cukup baik.

Sebagai kepala daerah, Gubernur menyadari memiliki peran sangat penting bersama stakeholder di daerah dalam menjaga konstitusi, terutama pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Oleh karena itu tugas pemerintah daerah adalah mengutamakan hal-hal yang paling penting dalam hal kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ke depan, pesan Gubernur, dalam proses penindakan terhadap paham radikalisme dan terorisme di NTB harus dilakukan sistimatis dengan melibatkan masyarakat.

Setiap penindakan harus dilakukan mitigasi dampaknya terhadap masyarakat, sehingga tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat yang berdampak terhadap keamanan dan ketentraman masyarakat di NTB.

Fenomena Radikalisme, baik di NTB maupun di daerah lain disebabkan oleh faktor yang cukup beragam. Maka, ketika paham radikalisme itu disebabkan oleh kesalah pahaman terhadap agama, maka yang diturunkan untuk menyelesaikannya adalah para da’I atau tokoh agama.

Kalau radikalisme tersebut disebabkan karena kurangnya tingkat kesejahteraan, maka yang diturunkan adalah TNI dan lembaga-lembaga terkait lainnya. Sedangkan kalau radikalisme tersebut disebabkan kurangnya rasa keadilan, maka penanggulangannya adalah pemerintah menghadirkan keadilan yang merata.

“NTB dengan daerah mayoritas muslim, mari kita bangun kanalisasi untuk mencegah terjadinya sentiment agama, jadikan keberagaman yang ada sebagai modal sosial yang cukup besar dalam membangun daerah,” pintanya.

Oleh karena itu, Gubernur memberikan apresiasi  kepada BNPT atas silaturrahmi dengan pemerintah daerah provinsi NTB.

Ia berharap kedepan dapat terus untuk ditingkatkan, karena dengan adanya sinergitas antara pusat dan daerah yang berjalan dengan baik, maka banyak hal permasalahn yang akan dapat didiskusikan terutama permasalahan radikalisme dan terorisme.

“Semoga silaturrahim ini mendatangkan manfaat untuk Indonesia terutama NTB khususnya dalam hal penaggulangan radikalisme dan terorisme,” harapnya.

Sementara itu, Sestama BNPT Marsekal Muda TNI Dr. Asep Andang Supriyadi, ST., MM, menjelaskan tujuan dari silaturrahim dengan pemerintah daerah NTB adalah untuk memperkuat sinergitas BNPT yang telah terjalin dengan baik di NTB. Terutama dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme di Indonesia khususnya di NTB.

Andang menjelaskan, selain NTB silaturrahmi juga akan dilakukan dengan pemerintah daerah Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal ini sesuai amanat dari Menkopolhukam RI untuk mensinergikan program BNPT bersama 36 kementerian lembanga untuk menyesun program aksi di masing-masing daerah yang ada.

“NTB dan Sulteng sebagai sasaran program prioritas, kami berharap dukungan pemerintah daerah agar kegiatan BNPT di Kabupaten dapat berjalan dengan baik”, jelasnya.

Ia mengungkapkan, ke depan BNPT akan membangun pos di NTB untuk melakukan koordinasi terkait program sinergitas agar singkron antar daerah dan pusat. Untuk itu, ia juga berharap dukungan dari Pemkab Bima agar mendukung kegiatan positif untuk kemudian diimplementasikan di lapangan melalui rencana aksi.

“Kami harap Bupati Bima mendukung kegiatan yang positif ini, untuk kemudian diimplementasikan dengan rencana aksi di lapangan,” harapnya.

AYA/humas ntb




Kepala OPD Diminta Fokus Bekerja

Kepala OPD juga diminta mencermati faktor-faktor teknis, faktor sosial, agama saat merancang dan melaksanakan program pembangunan di daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, di Ruang Rapat Utama, Senin (23/07), mengingatkan  seluruh Kepala OPD tetap fokus melaksanakan tugas.

Terutama, tugas atau program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti pembenahan infrastruktur yang menyangkut pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun irigasi.

“Kalau ada satu program yang bisa kita masukkan di sana, yaitu program untuk membenahi sarana air bersih atau irigasi, maka cukup satu itu saja. Kalau itu sudah tertangani, maka hal-hal positif, akan terbangun di sana,” tegas Gubernur.

Selain fokus menyelesaikan tugas-tugas yang ada, Gubernur yang akrab dipanggi TGB (Tuan Guru Bajang) itu minta seluruh Kepala OPD untuk mencermati faktor-faktor teknis, faktor sosial, agama saat merancang dan melaksanakan program pembangunan di daerah.

Dengan memperhatikan itu, lanjut TGB, maka pelaksanaan program pembagunan bagi kesejahteraan masyarakat akan berjalan lancar dan sukses.

Termasuk tidak adanya potensi kerawanan sosial yang menyebabkan terjadinya kamandekan pembagunan, yang pada akhirnya masyarakat sendiri yang dirugikan.

“Termasuk memasukkan kapan itu dilaksanakan. Sehingga ada faktor kompensasinya yang dapat meringankan hal-hal yang menimbulkan kerawanan sosial,” ungkap TGB.

Ditegaskannya, Kepala OPD lah yang akan terus menjadi pelaksana program pembagunan di masa yang akan datang.

Rapim dengan agenda Realisasi keuangan dan fisik per OPD. Secara umum, Gubernur mendapat laporan bahwa realisasi keuangan sampai dengan Bulan Juni 2018, sebesar 45,83 persen, dengan proges fisik sebesar 49,42 persen.

Hal ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, pada bulan yang sama dengan realisasi keuangan 40,14 persen dan progres fisik sebesar 42,48 persen.

Dalam Rapim itu hadir Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si dan Sekretaris Daerah (Sekda), Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D.

Dalam arahannya juga, Gubernur NTB dua periode tersebut meminta Kepala OPD untuk memastikan penyelesaian seluruh kerjasama, atau kewajiban-kewajiban dengan berbagai pihak di luar pemerintah atau pihak ketiga, terhadap berbagai kegiatan dan program daerah yang telah dilaksanakan.

Sebab, pihak-pihak lain seperti media, telah memberikan kontribusi bagi terlaksananya pembangunan di NTB. Termasuk saat ini, NTB telah dikenal luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sebagai daerah yang mengalami kemajuan pesat.

“Kita tahu bahwa kerjasama itu telah mendatangkan banyak manfaat bagi daerah, yaitu tereksposenya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi daerah, bahkan untuk bangsa,” tegas TGB.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih dan apreasiasi kepada seluruh Kepala OPD yang telah bekerja sungguh-sungguh bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita bekerja ini untuk NTB,” pungkas Gubernur.

AYA/hms ntb