Gubernur NTB Tegaskan Pentingnya Wawasan Kebangsaan dan Persaudaraan

Lombok dipilih sebagai tuan rumah Sub Regional Meeting and Counter Terrorism,  yang diikuti pejabat setingkat menteri dari Indonesia, Australia Selandia Baru, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam dan Myanmar

TGB bersama Wiranto (kiri)

TGB bersama Yasonna Hamonangan Laoly (kanan)

MATARAM.lombokjournal.com — Teknologi menghadirkan tantangan baru terhadap keamanan nasional. Dan saat bersamaan, pesatnya perkembangan  dunia siber menciptakan rentannya terhadap ketahanan bangsa terhadap penguasaan ilmu dan teknologi yang diperkuat.

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, tantangan keamanan saat ini, Terutama dengan hadirnya teknologi yang begitu pesat.

Hal itu disampaikanya saat diskusi di sela-sela sela sarapan, di Ruang Merak Lantai 2 Hotel Golden Palace, Minggu, (05/08).

Gubernur menjamu sarapan pagi, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly SH., MSc., Ph.D, Kepala Bareskrim Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Heru Winarko.

Terkait itu, menurutnya, hal yang paling penting untuk terus dihadirkan dalam diri anak bangsa adalah, mengkokohkan wawasan kebangsaan dan persaudaraan yang tulus.

Gubernur menyampaikan rasa syukurnya kepada para tamu, karena Lombok dipilih sebagai tuan rumah Sub Regional Meeting and Counter Terrorism,  yang diikuti pejabat setingkat menteri dari Indonesia, Australia Selandia Baru Filipina Singapura Brunei Darussalam dan Myanmar.

“Sebuah keputusan yang menebalkan kebanggaan kami karena berbasis kepercayaan, publik NTB memiliki pondasi yang kuat atas penguasaan sains maupun sibernetika yang dibalut kekompakan relasi sosial dalam berbangsa dan bernegara di tengah keberagaman,” kata gubernur.

AYA/Humas NTB




Riki Ditangkap Polisi Karena Maling TV

Pelaku dijerat menggunakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun.

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com —  Seorang pria asal Monjok Kota Mataram, Riki (30), diamankan polisi karena diduga melakukan tindak pidana pencurian di salah satu penginapan di Gili Terawangan Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang, Rabu (1/8).

Kronologis kejadian berawal saat salah seorang staf View Point Bungalows, Qasim (24) mendapati TV di salah satu kamar hilang sekitar pukul 16.00 Wita.

“Qasim segera mencari tau dari CCTV, tapi tidak terlihat. Selang sehari, barulah Qasim mendapat cerita dari salah seorang temannya bahwa ia melihat pelaku membawa TV,” kata Kapolsek Pemenang, Iptu Hilmi Manossoh Prayugo, Jumat (03/08).

Atas dasar dugaan itulah, lanjut Hilmi, korban melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Pelaku berhasil diamankan warga dan sempat diarak keliling pulau sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.

“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa TV merek LG Flat Scren 32 inci. Estimasi kerugiannya sekitar Rp 2.5 juta,” tukasnya.

Dikatakan Hilmi, pelaku dijerat menggunakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun.

“Atas perbuatannya pelaku diancam lima tahun penjara. Saat ini pelaku sudah ditahan di Polsek Pemenang,” katanya.

DNU




Pasar Murah Digelar Dinas Perdagangan Dan Distributor Untuk Stabilkan Harga

Beberapa distributor ayam dan daging juga juga dihadirkan dalam pasar murah

Hj Putu Selly Andayani

MATARAM.lombokjournal.com – Menstabilkan harga bahan pokok (bapok) saat ini menjadi perhatian pemerintah. Sebab menjelang perayaan hari raya Idhul Adha, dalam tiga hari terakhir terjadi kenaikan harga bapok, khususnya beras.

Dinas Perdagangan (Disdag) NTB menggelar pasar murah di halaman Kantor Disdag NTB, guna untuk mensetabilkan harga bapok menjelang perayaan Idul Adha (Qurban).

Kepala Disdag NTB, Hj Putu Selly Andayani mengatakan, menghadapi hari Raya Qurban. Dinas perdagangan bersama distributor dan pelaku usaha berkomitmen untuk mengadakan pasar murah, yang digelar sejak hari Rabu dan Jumat  (1-3 Agustus).

“Kami adakan pasar murah ini untuk menstabilkan harga Bapok,” ujarnya, Jumat (3/8).

Ia menuturkan, pasar murah tersebut mengandeng beberapa distributor besar serta ritail moderen yang ada di kota Mataram.

“ Dan ini memang kami tidak ada anggarannya. Hanya kami minta dengan kerjasama dengan diatributor juga, semua  berdasarkan komunikasi,” tuturnya.

Selly mengungkapkan, beberapa distributor ayam dan dagaing juga juga dihadirkan dalam pasar murah tersebut. Sebab beberapa pecan lalu, harga daging ayam sempat meroket menyentuh harga Rp 70 ribu per kg dipasar.

“Tadi PT MSJ yang distributor besar, menjual harga 36 ribu per kg  dan sudah habis 100 kg tidak sampai dalam satu jam,” ucapnya.

Selanjutnya, Selly membeberkan akan terus mengadakan pasar murah, jika harga dipasar tidak stabil dan jika ada permintaan.

Dan dipastikan pasar murah jhga akan digelar menjelang perayaan Natal dan tahun baru, guna memastian bapok di NTB aman.

“Yang jelas pasar murah ini, untuk memastikan kepada masyarakat bahwa stok bapok itu aman, jadi dengan pasar murah itulah kita saksikan bersama bahwa bahan pokok itu selama ini aman walaupun cuaca ekstrim,” pungkasnya.

AYA




Minimarket Zohri Mart Resmi Dibuka

Prestasi internasional yang berhasil ditorehkan Zohri merupakan kado spesial untuk KabupatenLombok Utara

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Minimarket Zohri Mart yang diberikan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan PT Hydro Perdana Retalindo (PHR) kepada sprinter muda Lalu Muhamad Zohri, akhirnya resmi dibuka, Kamis (2/8).

“Ini adalah bentuk kepedulian sekaligus reward terhadap apa yang sudah diraih oleh Lalu Muhamad Zohri selama ini. Managemen Zohri Mart berinduk di minimarket sodaqo,”  ungkap Presiden ACT, Ahyudin. saat meresmikan Zohrimart, di Pemenang, Kamis (02/88).

Keberadaan Zohri Mart ini, lanjut Ahyudin, nantinya siharapkan menjadi awal pemberdayaan ekonomi yang lebih luas di Lombok Utara dan Provinsi NTB pada umumnya.

“Masih banyak masyarakat di Lombok Utara perlu diberdayakan secara ekonomi. Zohri Mart bukan akhir dari apresiasi kita atas prestasi Zohri, tapi ini awal,” katanya lagi.

Sementara, Presiden PT HPR, Syahru Aryansyah menjelaskan, dalam prosesnya ke depan, Zohri Mart tentu membutuhkan pembimbingan secara teknis, sehingga perlu pendampingan.

“Kita siap mendampingi Zohri dalam mengelalola sistem oprasional minimarket,” tegasnya.

Bupati KLU. H. Najmul Akhyar, mengatakan, prestasi internasional yang berhasil ditorehkan Zohri merupakan kado spesial untuk Lombok Utara.

“Hadiah ini adalah kado spesial bagi KLU yang merayakan hari jadinya ke 10. Ini salah satu bentuk kepedulian nyata,” tutupnya.

Hadir juga dalam peresmian itu, Presiden Global Wakaf, Imam Akbari, dan Kakak kandung Lalu Muhamad Zohri, Baiq Fazilah.

DNU




BPJS Kesehatan Mataram Salurkan Bantuan, Warga Desa Loloan Butuh Bantuan Perbaikan Rumah

Sebagian besar rumah disana mengalami kerusakan, dan membutuhkan perbaikan agar bisa ditempati kembali

MATARAM.lombokjournal.com – Gempa bumi yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan harta benda,  khususnya daerah terdampak paling parah di Lombok Timur  dan Lombok Utara, menggundang kepedulian berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan.

Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Mataram juga tak ketinggalan menyalurkan OSR (Organization Social Responsibility) Tanggap Bencana di Desa Loloan, Rabu (01/08), sebagai bagian tanggung jawab sosial organisasi yang mengelola JKN-KIS.

Penyaluran bantuan itu berupa logistik, seperti makanan, pampers, terpal, alat solat, tikar, sembako, serta kebutuhan lainnya yang diperlukan masyarakat terdampak bencana gempa.

Bantuan tersebut disalurkan di Desa Loloan, Dusun Tanjung Biru, Kabupaten Lombok Utara.  Di desa ini termasuk terparah akibat gempa, rumah yang rusak jumlahnya mencapai  64, korban luka-luka 5 orang, dan Kepala Dusun Torean meninggal dunia.

Kepala Bidang SDM, Umum & Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Nur Rochman berserta jajaran bertemu dengan Kepala Dusun Tanjung Biru, Salman, dan melakukan wawancara terkait kebutuhan warga pasca bencana.

“Warga desa sangat mengharapkan, agar dapat dibantu untuk membangun rumahnya yang rusak akibat gempa,” kata Kepala Dusun Tanjung Biru.

Di desa yang mengalami guncangan gempa cukup parah itu terdapat 105 KK, sebagian besar rumah disana mengalami kerusakan, dan membutuhkan perbaikan agar bisa ditempati kembali.

Rr

 

 




Bank Sampah Bintang Sejahtera, Peduli Gempa di KLU dan Lombok Timur

Hingga saat ini masyarakat korban yang dikunjungi masih trauma terhadap gempa yang merusak rumah dan mengakibatkan korban luka-luka tersebut

MATARAM.lombokjournal.com — Forum Komunikasi Bank Sampah Bintang Sejahtera (FK-BSBS) NTB menyalurkan bantuan/donasi kemanusiaan kepada warga yang terkena dampak gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Timur, Rabu (01/08).

Sumbangan dari para relawan FK-BSBS disalurkan ke sejumlah titik yang terkena dampak gempa, yang meliputi beras, mie instant, minyak goreng, telur, popok bayi, selimut juga tenda. Warga begitu antusias menyambut kedatangan bantuan korban gempa tim relawan FK-BSBS. Bantuan disalurkan kepada warga Desa Anyar, KLU dan Sembalun, Lombok Timur.

Menurut Ketua FK-BSBS, Syawaludin, SE untuk mengantisipasi gempa susulan, pihaknya membuka posko pemantauan dekat dengan tempat tinggal warga sekitar.

“FK-BSBS menggelar tenda di sejumlah titik korban gempa agar tetap bisa memantau situasi lapangan,” ujarnya, Kamis (02/08)

Syawaludin mengatakan, hingga saat ini masyarakat korban yang dikunjungi FK-BSBS masih trauma terhadap gempa yang merusak rumah dan mengakibatkan korban luka-luka tersebut.

“Hingga saat ini sudah puluhan kali terjadi gempa susulan kendati magnitudonya rendah,” ungkap Syawal yang juga aktivis muda PKS ini.

Syawal juga menginformasikan sebelum donasi ini disalurkan, anggota FK-BSBS NTB melakukan penggalangan dana melalui aplikasi group Whatapps. Group tersebut terdiri dari 50 direktur Bank Sampah se-pulau Lombok.

“Dalam tempo dua hari donasi terkumpul dan langsung disalurkan dalam bentuk kebutuhan logistik kepada para korban gempa. Mereka berdonasi dengan sampah plastik
yang mereka telah kumpulkan,” tukas Syawal

Koordinator Lapangan Aksi Cepat Tanggap ( ACT) FK-BSBS, Agus Salim mengatakan penyaluran bantuan gempa selain sumbangan dari anggota FK-BSBS, juga ada donasi dari pihak lain yang peduli terhadap para korban gempa.

“Pengumpulan donasi masih tetap kami lakukan, untuk kemudian kami akan salurkan. Karena keterbatasan jumlah donasi kami memilih desa yang belum banyak tersentuh bantuan,” lanjut Agus Salim .

Problem Sampah Anorganik

Selain soal gempa, Syawaludin  mengulas permasalahan isu klasik sampah anorganik yang belum bisa ditangani semua kalangan.

“Seiring laju pertambahan penduduk, maka volume sampah anorganik akan meningkat pesat. Disinilah permasalahanya ,” ucap Syawal .

Oleh karena itu, Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB dengan program pengelolaan
sampah berbasis masyarakat, berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya
yang dimiliki agar memudahkan mencari solusi permasalahan sampah yang pada akhirnya pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat dapat tercapai secara optimal.

Bagi Syawal FK-BSBS diorientasikan ikut berperan dalam rangka pengentasan kemiskinan dan permasalahan lingkungan melalui Program Bank Sampah. Komitmen serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dan kemiskinan tertuang dalam Tujuh Program Prioritas.

“Dimana salah satunya adalah program pengembangan usaha kreatif pengolahan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah dengan menyasar 50 desa miskin
yang ada di NTB,” lanjut Syawal.

Dia pun menggarisbawahi, Bintang Sejahtera berupaya menyelesaikan masalah sampah dengan pola penanganan sampah langsung dari sumbernya.

“Hal ini ditujukan untuk mendukung Program Pemerintah Pusat untuk mengurangi timbulan sampah sebesar 30% sampai tahun 2025 yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 97/2017,” pungkasnya.

Me




Korban Gempa Yang Meninggal Dunia Akan Disantuni Rp 15 Juta

Korban gempa berdasarkan data BPBD Lombok Utara, 20 orang luka berat, dan luka ringan sebanyak 58 orang. Sebagian besar korban berasal dari Kecamatan Bayan

Rumah roboh akibat gempa

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara akan memberikan santunan masing-masing sebesar Rp.15 juta kepada lima orang korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di daerah itu hari Minggu lalu.

“Kita akan berikan santunan masing-masing Rp 15 juta. Untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” kata Sekda KLU. H. Suardi, saat jumpa pers di Tanjung, Rabu (1/8).

Sementara untuk korban luka-luka, sambung Suardi, pihaknya belum bisa memastikan. Meski begitu, ia berharap para korban baik yang luka parah atau pun sedang juga dapat ditangani oleh pemerintah.

“Saat ini sedang kita bicarakan,” cetusnya.

Dikatakan Suardi, data sementara yang berhasil dihimpun BPBD Lombok Utara, 20 orang luka berat, dan luka ringan sebanyak 58 orang. Sebagian besar korban berasal dari Kecamatan Bayan.

Lima korban tewas diantaranya Natrinep (13) asal Senaru, Jumiarto (8) asal Sambik Elen, Rusdin (34) Loloan, Sandi (20) Sembaro, dan Indra (77).

DNU




Akan Dikaji Keamanan Jalur Pendakian, Dan Dampak Pendakian

Akan diberlakukan kuota pengunjung per hari serta pemberlakuan sistem booking online

MATARAM.lombokjournal.com – Seluruh jalur pendakian sejak 29 Juli ditutup untuk kegiatan pendakian,  sampai waktu belum ditentukan.

Pihak Dirjen  Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan penelitian dan pengkajian terhadap keamanan jalur pendakian, jalur pendakian alternatif evakuasi, prediksi pola kegempaan dan letusan serta dampak pendakian.

“Pengkajian itu akan dilakukan oleh tim pakar-praktisi terpadu, hasilnya akan dilaporkan ke publik,” kata Ir  Wiratmo, M.Sc, Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup, Rabu (01/07) melalui siaran persnya.

Dijelaskan,  rencana perbaikan manajemen pendakian ke depan akan dilakukan, dengan memberlakukan sistem booking online. Ini merupakan bagian dari perbaikan manajemen pengunjung, pelaku wisata dan jasa usaha.

Selain itu akan diberlakukan kuota pengunjung per hari.  Dan lebih jauh, dilakukan manajemen sampah melalui system pack in-pack out untuk menuju zero waste atau sampah pendaki.

Untuk melakukan monitoring pendaki akan diberlakukan kembali operasionalisasi  CCTV.

Lebih jauh akan diberlakukan tagging pendaki dengan sistem Radio Frequency Identification agar pergerakan pendaki dapat dimonitor.

Ke depan, dalam mengantisipasi dan menangani bila terjadi bencana pendakian,  dengan merancang jalur evakuasi dan system evakuasi. Dan akan dilakukan koordinasi dengan stakeholder terkait kebencanaan.

BACA JUGA ;

Pasca Gempa 1226 Dievakuasi, Pendaki Asal Makassar Meninggal Tertimpa Batu Longsoran

Lebiih jauh, akan diselenggarakan Diklat SAR bagi petugas dan pelaku wisata (trek Organizer, guide dan porter).

Re




Pasca Gempa 1226 Dievakuasi, Pendaki Asal Makassar Meninggal Tertimpa Batu Longsoran

Untuk mengantisipasi keadaan darurat, TimTanggap Bencana di kawasan TNGR bersiaga hingga 6 Agustus

MATARAM.lombokjournal.com – Sebanyak 1.226 orang pendaki Gunung Rinjani yang sempat terjebak akibat longsor pasca gempa bumi Lombok, 29 Juli,  berhasil dievakuasi tim evakuasi, Selasa (31/07) pukul 19.50 Wita.

Jumlah pendaki yang dievakuasi itu  terdiri dari WNA atau wisatawan yang berasal dari Thailand 358 orang, Perancis 68 orang, Belanda 43 orang, Jerman 25 orang dan Swiss 21 orang. Selebihnya, selain guide dan porter merupakan pendaki WNI  dari berbagai daerah  di Indonesia.

Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup, Ir  Wiratmo, M.Sc mengirimkan siaran pers pada media, Rabu (01/08).

Seorang pendaki berasal dari Makassar, Moh Ainul Taksim, 26, meninggal dunia akibat kena batu longsoran di kM 10 jalur pendakian Sembalun. Pihak  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KEMENLHK) diwakili Sekretaris Jenderal , telah menyerahkan jenazah kepada keluarganya, dan diberangkatkan ke Makassar, Selasa (31/07). Jenasah tiba di Makassar 1 Agustus 2018 pukul 02.00 Wita.

Penyelamatan pendaki Taman Nasional Gunung Rinjani  (TNGR) tersebut d bawah kendali Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).  Anggota tim itu terdiri dari Balai TNGR 23 orang, Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 8 orang, Balai Konservasi Sumberdaya Alam NTB 8 orang, BASARNAS 49 orang, KOPASSUS 40 orang, KOREM 162 WIRABHAKTI, KORAMIL SEMBALUN 20 ORANG,  BRIMOB POLDA NTB, SABHARA dan DALMAS Polres Lombok TIMUR 19 ORANG, Tim MEDISEdelweis Medical Health Center 6 orang, dan GRAHAPALA UNRAM 18 orang.

Tim Penyelamat juga mendapat dukungan operasional  dari Balai TNGR (transportasi, alat komunikasi dan logistik), BASARNAS (tramsportasi,alat komunikasi dan logistik), BNPB (heliKopter), PT Amman MINERAL NTB (helikopter), Rudy Trackker dan relawan dari Sembalun.

BACA JUGA ;

Akan Dikaji Keamanan Jalur Pedakian, alternatif Evakuasi, Dan Dampak Pendakian

TimTanggap Bencana di kawasan TNGR bersiaga hingga 6 Agustus, dan bila keadaan darurat agar menghubungi Call Centre Balai TNGR Rinjani nomor 0811283939.

Re   




Wagub Minta, Kunjungan Komisi VII Mampu Menyerap Aspirasi  NTB

Kedatangan Komisi VII DPR RI diharap jadi wujud perhatian akan usaha pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh masyarakat NTB

MATARAM,lombokjournal.com — Kunjungan Komisi VII Bidang Energi dan Sumber daya Mineral, Riset, Tekhnologi dan Dikti, Lingkungan Hidup dan Kehutanan diharapkan dapat  menampung dan meneruskan aspirasi di daerah ke pusat.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M. Si saat menyampaikan sambutan kunjungan Komisi VII di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Selasa (31/07).

Wagub menegaskan, kunjungan reses ini  diharapkan menangkap aspirasi masyarakat dan kebutuhan pembangunan di NTB. Kemudian aspirasi itu diwujudkan dalam Undang-Undang yang mampu menjembatani hubungan antara pemerintah pusat dengan daerah, dalam mengatasi berbagai hambatan pembangunan.

“Saat kami sedang dilanda musibah, yang berdampak belasan korban dan harta benda serta menyebabkan ribuan orang mengungsi. Hal ini tentu menjadi perhatian kita semua. Kedatangan saudara merupakan wujud perhatian akan usaha pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh masyarakat NTB,” jelas Wagub Amin.

Ketua rombongan yang diwakili Kurtubi  mengatakam, maksud  dan tujuan kunjungan kerja komisi VII DPR RI ke Provinsi NTB memang untuk  menyerap aspirasi, termasuk penyelarasan data.

“Kedatangan kami adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai permasalahan, solusi dan dukungan dari Mitra terkait pasokan energi dan sumber daya mineral (gas, BBM, dan listrik) di Provinsi NTB,” ucap Kurtubi.

AYA