Akibat Gempa, Bupati Dan Wakil Bupati Serta Pejabat  Lombok Utara, Tinggal Di Tenda Pengungsian

Guncangan gempa merata dirasakan dan tidak mengenal rumah pejabat. Bahkan bangunan rumah Bupati Lombok Utara pun tinggal menunggu roboh saja

lombokjournal.com –

LOMBOK UTARA ;  Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar, ikut tinggal di tenda seperti halnya warga lainnya di posko pengungsian Dusun Menggala, Desa Persiapan Menggala, Kecamatan Pemenang.

Ini akibat mempa berkekuatan 7,0 SR hari Minggu (05/08) yang meluluhlantahkan Kabupaten Lombok Utara (KLU).  Nyaris sebagian besar bangunan rumah warga serta puluhan infrastruktur pemerintahan rusak berat diguncang gempa.

Guncangan gempa merata dirasakan dan tidak mengenal rumah pejabat. Bahkan bangunan rumah Bupati Lombok Utara pun tinggal menunggu roboh saja.

Tidak ada yang membedakan tenda yang digunakan bupati dengan warga lainnya. Tenda mandiri menggunakan terpal didirikan bersama istri dan anaknya.

“Saya selalu memantau kondisi masyarakat yang mengungsi di semua titik pengungsian. Saya hanya ingin memastikan merka baik-baik saja,”ujar bupati disetiap kali bertemu wartawan.

Dikatakannya, pemerintah tidak diam. Pemerintah selalu ada untuk masyarakat meski sama-sama berstatus sebagai pengungsi.

“Ini ujian untuk kita untuk Lombok Utara. Meski demikian, kita tidak patah semangat semua pejabat ikut bergerak bahkan tidak tidur sekarang ini,”katanya, Kamis malam (0 9/08)

“Saya pun hampir setiap hari tidak tidur. Di pengungsian saya dan keluarga juga bersama warga pengungsi yang lainnya,”sambungnya,

Lebih lanjut, bupati menyampaikan rasa terimakasih kepada semua masyarakat, relawan, dermawan dan semua pihak yang terlibat dalam membantu para korban. Terlebih lagi rasa syukur kepada masyarakat dari semua daerah yang membantu menyumbangkan warga masyarakat, menyumbangkan sebagian  sedikit hartanya untuk para korban.

“Sesungguhnya kita sedang di uji oleh Allah SWT,”tutupnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara, Syarifuddin juga ikut jadi pengungsi karena  rumahnya juga roboh. Selain itu puluhan pejabat Lombok Utara mengalami hal serupa , tinggal di tenda pengungsian.

Me

 




Ratas Gubernur NTB Bersama Presiden, Instruksikan Evakuasi Korban Prioritas

Selama proses tanggap darurat ini, Kepala Negara ingin jajarannya memastikan segala kebutuhan para korban terdampak gempa terpenuhi

JAKARTA.lombokjournal.com –  Presiden menginstruksikan, agar proses evakuasi bagi para korban bencana gempa di Lombok yang belum ditemukan menjadi prioritas bagi pemerintah. Terutama dalam proses tanggap darurat yang saat ini sedang berjalan.

Hal itu disampaikan presiden dalam  rapat terbatas (ratas), yang digelar Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/08) siang.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menghadiri ratas tersebut.

“Saya perintahkan langsung Kepala BNPB, Basarnas, Panglima TNI, dan Kapolri untuk segera bergerak fokus pada upaya-upaya evakuasi, termasuk di dalamnya evakuasi wisatawan yang ada di pulau di sekitar Lombok, memberikan perawatan kepada korban, dan penanganan pengungsi. Saya minta evakuasi yang belum ditemukan untuk menjadi prioritas,” ungkap presiden di hadapan sejumlah menteri.

Sejak pertama kali menerima laporan bencana gempa di NTB pada 29 Juli 2018 lalu, Kepala Negara terus memantau proses penanganan pascabencana di NTB. Dirinya selalu menerima laporan terkini mengenai jumlah korban baik yang meninggal maupun yang luka-luka serta jumlah kerusakan fasilitas umum.

“Saya mendapat laporan dari lapangan proses pencarian korban terus dilakukan secara intensif dan sudah banyak mulai mengerahkan alat-alat berat,” ucapnya.

Selama proses tanggap darurat ini, Kepala Negara ingin jajarannya memastikan segala kebutuhan para korban terdampak gempa terpenuhi. Pemerintah dan sejumlah pihak dalam beberapa waktu belakangan juga telah mengirimkan bantuan bagi saudara kita yang terdampak gempa.

“Untuk penanganan pengungsi dan korban gempa saya minta untuk dipastikan ketersediaan logistik, tenda, selimut, makanan, terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air, serta yang berkaitan dengan listrik,” tuturnya.

Nantinya, setelah proses tanggap darurat berakhir, pemerintah akan mulai berfokus pada perbaikan rumah-rumah masyarakat maupun fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Kepala Negara juga meminta kepada BNPB yang dibantu oleh kementerian maupun lembaga terkait, juga pemerintah daerah untuk memberikan edukasi mengenai kesiapan dan prosedur saat terjadinya bencana alam kepada masyarakat.

Hal itu dimaksudkan agar masyarakat selalu siap sedia dan meminimalisir jumlah korban jiwa bila sewaktu-waktu bencana alam datang melanda.

“Saya minta BNPB dibantu seluruh kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah utamanya pemerintah provinsi serta kabupaten, untuk lebih gencar lagi melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat terutama di daerah yang rawan bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana alam,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono  dalam keterangan pers usai ratas menyampaikan, fokus perhatian Pemerintah dalam kondisi tanggap darurat yang masih berlangsung saat ini adalah menyediakan tenda-tenda pengungsi yang tahan lama, menyediakan air bersih dan fasilitas sanitasi.

Sedangkan untuk rekonstruksi, Basuki menjelaskan akan menerapkan sistem swakelola konstruksi tahan gempa seperti yang pernah diterapkan di Aceh dan Yogyakarta.

“Jadi masyarakat tidak hanya menonton, diberi bantuan tapi dia harus kerjakan sendiri. Teknisnya kita guide betul,” jelas Menteri PUPR.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat karena telah memberikan bantuan secara maksimal dalam penanganan pasca gempa di Nusa Tenggara Barat.

Rr/HUMAS NTB




Para Pendamping Desa Ikut Peduli Dan Menggalang Solidaritas Gempa Lombok

Pendirian posko-posko pengungsian oleh Pendamping Desa terdiri dari unsur KN-P3MD, Ahmad Labib, Choiril Akbar, Unsur Tim Tenaga Ahli  Koordinator Program ProvInsi dan Tenaga Ahli Kabupaten serta PD dan PLD (Pendamping Lokal Desa)

Posko Pendamping Desa

MATARAM.lombokjournal.com – Para Pendamping Desa ikut peduli dan menggalang solidaritas sosial bencana gempa bumi yang mengguncang Lombok pada Minggu (05/08).

Seperti diketahui, dengan guncangan mencapai magnitudo  7,0 SR, dan disusul beberapa kali gempa susulan, tidak hanya menelan korban rumah, gedung dan fasilitas publik, namun juga menelan korban ratusan jiwa.

Direktur Jenderal PPMD (Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa),  Taufik Masjid, atas arahan Menteri Desa PDTT menyampaikan hal itu di sela-sela kesibukannya,  di Jakarta, Rabu (08/08).

Taufik Madjid menambahkan, bentuk solidaritas dari Pendamping Desa antara lain berupa koordinasi dan fasilitasi Pemerintah setempat dalam hal regulasi tanggap bencana, penggalangan bantuan dari pendamping desa yang tersebar di seluruh pelosok desa, dan pendirian posko pengungsian di titik-titik strategis.

“Semangat kesetiakawanan seperti ini sangat kita apresiasi, meskipun sebagian pendamping desa ada juga terdampak korban juga,” katanya.

Proses pengawalan  gerakan solidaritas sosial dan pendirian posko-posko pengungsian oleh Pendamping Desa terdiri dari unsur KN-P3MD, Ahmad Labib, Choiril Akbar, Unsur Tim Tenaga Ahli  Koordinator Program ProvInsi dan Tenaga Ahli Kabupaten serta PD dan PLD (Pendamping Lokal Desa).

Pendirian Posko-posko tersebut dimaksudkan sebagai tempat evakuasi dan tempat mengungsi bagi warga yang terdampak gempa sekaligus sebagai tempat untuk edukasi bagi  mereka.

“Di posko-posko tersebut pendamping desa membantu masyarakat baik penyiapan makanan, obat-obatan, pakaian dan kebutuhan darurat lainnya yang dananya dikumpulkan dari donasi pendamping desa,” kata Choiril.

Posko-posko tersebut berlokasi di beberapa tempat sebagai berikut:

  1. Desa Sigerongan, Kec Lingsar, Kab Lombok Barat
  2. Desa Tamansari, Kec Gunungsari, Kab Lombok Barat
  3. Dusun Jeruju, Desa Mumbulsari, Kec Bayan, Lombok Utara
  4. Desa Sambielen, Kec Bayan, Lombok Utara.
  5. Ds Madana, Kec Tanjung, Lombok Timur.
  6. Dusun Terengan, Ds Pemenang Timur, Lombok Utara.
  7. Ds Selat, Kec Narmada, Lombok Barat.
  8. Dsn Montong Bai, Ds Pemenang Barat, Kec Pemenang, Lombok Utara.
  9. Ds Pemenang Timur, Kec Pemenang, Lombok Timur.
  10. Desa Pemenang Timur, Kec Pemenang, Lombok Utara.
  11. Desa Gondang, Kec Gangga,
  12. Desa Gunungsari, Kec Gunungsari, Lombok Barat.

Taufik Masjid berharap agar posko-posko yang didirikanpendamping desa secara sukarela tersebut, menjadi inspirasi dan solusi dalam kondisi darurat sambil menunggu proses evakuasi dan recovary  warga pasca bencana.

Ar




UKM Kopi Kekurangan Stok Bahan Baku

Dampak bencana tersebut tak hanya pada bahan baku saja, tetapi juga terhadap daya beli masyarakat akan oleh-oleh khas Lombok

MATARAM.lombokjournal.com – Sejumlah pengusaha di sektor Usaha Kecil Mikro (UKM) mulai merasakan dampak terjadinya gempa.

Salah satunya Dodi Adi Wibowo pemIlik UKM kopi etchic di Gunung Sari.  Terjadinya gempa berkepanjangan, menyebabkan susahnya memperoleh bahan baku kopi.

Sehingga ia kekurangan stok untuk membuat kopi kemasan, karena bahan baku yang didapatnya diperoleh petani yang lokasinya di wilayah gempa.

“Pasti berdampak masalah bahan bakunya, karena saya ambil bahan baku ada yang dari gangga, sajang dan sembalun,” Ujar pemilik UKM kopi etchic, Dodi Adi Wibowo

Ia menjelaskan, menurut petani di KLU mereka belum siap untuk proses kopi dari kebun. Pasalnya, mereka masih berkabung akibat gempa.

Memang, sebelum kejadian Dodi sempat menyetok bahan baku. Namun tak lama lagi stoknya akan habis karena saat ini persediaan makin menipis.

“Stoknya tidak banyak, mungkin cukup untuk 1 minggu ke depan aja.  Tapi saya sudah coba hubungi beberapa petani  masalah stok bahan baku juga dan mereka akan coba usahakan,” lanjutnya.

Untuk produksinya ia menyesuaikan dengan permintaan dari toko oleh-oleh, karena ia memasukan produknya ke beberapa toko oleh-oleh dan ritel modern. Dodi menuturkan, dampak bencana tersebut tak hanya pada bahan baku saja, tetapi terhadap daya beli masyarakat akan oleh-oleh khas Lombok.

“Sedangkan sekarang jumlah tamu anjlok drastis di Mataram ini semenjak gempa, otomatis perputaran produk saya juga di toko oleh-oleh agak melambat,” kata Dodi.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk produsen seperti dirinya yang bergerak di pasar pariwisata sangat berpengaruh jika ada hal-hal bencana seperti ini.

Dodi pun sejak awal Agustus Minggu pertama ia, baru memproduksi dengan jumlah kopi 100kg yang biasanya 200 kg kini sedikit menurun.

“Yang biasanya sudah produksi 200kg lebih, yang jelas penurunanya cukup besar. ya kalau di kira-kira penurunan produksi sekitar 50 persen,” ujarnya.

Untuk mengantipasi terjadi penurunan seperti ini, ia berusaha untuk menjual produknya ke pedagang kecil. Karena kondisi ini banyak orang begadang dan pasti membutuhkan kopi untuk begadang, dengan memberikan potongan harga.

“Lumayan bisa membantu, saya berharap bisa kembali kondusif dan normal kembali,” pungkasnya.

AYA




Harga Bahan Pokok Stabil, Air Kemasan Terbatas

Khusus untuk mie instan terjadi kelangkaan, disebabkan meningkatnya permintaan untuk membantu korban gempa serta terlambatnya pasokan dari luar daerah

MATARAM.lombokjounal.com —  Di pasar tradisional, kebutuhan bahan pokok masyarakat seperti beras, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, dan lain-lain,  saat ini harga masih stabil dan stok cukup tersedia.

Namun, pasca gempa bumi yang melanda Lombok,  dan terpal melambung tinggi, hingga menembus angka 500 ribu ukuran 4X6.

Tim Satgas Pangan NTB melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok termasuk terpal pasca bencana alam gempa bumi Lombok, Rabu (08/08)

Hal itu disampaikan Plt. Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan  NTB Lalu Suparno usai memantau di pasar tradisional.

Sedangkan komoditas daging ayam dan daging sapi mengalami sedikit kenaikan, karena belum banyak pedagang yang berjualan.

“Harga bahan kebutuhan pokok di tingkat distributor tidak ada kenaikan harga, untuk ketersediaan stok cukup tersedia,” ujarnya, Rabu.

Ia menuturkan, khusus untuk mie instan terjadi kelangkaan, disebabkan meningkatnya permintaan untuk membantu korban gempa serta terlambatnya pasokan dari luar daerah yang sempat terkendala di jalur penyeberangan akibat gelombang tinggi.

Ketersediaan air minum kemasan juga terbatas, PT. Narmada Awet Muda sampai saat ini belum beroperasi normal, karena sumber air tanah yang digunakan masih keruh.

Sedangkan air minum kemasan merk lain juga terbatas karena meningkatnya permintaan, untuk harga tidak ada kenaikan.

Sedangkan, untuk terpal di tingkat distributor maupun beberapa toko bangunan stok saat ini kosong. Berdasarkan informasi dari para pedagang tidak ada kenaikan harga, namun harga terpal tergantung kwalitas.

“Dimungkinkan masyarakat membeli terpal yang masih tersisa dengan kwalitas lebih baik sehingga harga lebih mahal dan kemudian dikabarkan bahwa harga terpal naik 2 kali lipat,” tuturnya.

Pemilik UD. Sukses Karya Mandiri (SKM),  Antono yang menerangkan, pasca gempa untuk stok komoditas minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir dalam posisi aman dan harga stabil. Sedangkan untuk air minum kemasan, mie Instan dan terpal yang langka di pasaran naik.

Pihaknya sudah sejak awal menginstruksikan agar pasokan ke pasar tradisional dan ritel modern jangan sampai terputus. Namun pasca gempa banyak pedagang dan toko yang belum berani buka ditambah lagi dengan issue maling/begal membuat para pedagang tidak berani berjualan di pasar tradisional.

“Tapi mulai kemarin situasi pasar sudah berangsur-angsur normal kembali,” ujarnya

Direktur PT. Distribusi Air Narmada, Dona Butar-Butar, mengungkapkan stok air minum Narmada saat ini kosong, baik kemasan gelas, botol maupun gallon. Produksi masih dihentikan karena mata air bawah tanah yang digunakan masih keruh dan karyawan yang sebagian besar berasal dari Desa Selat Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar) juga banyak yang menjadi korban gempa.

Alhasil, Saat ini second branded Narmada yaitu air minum kemasan Rafa yang biasanya dipasarkan di wilayah Pulau Sumbawa juga dikeluarkan, khusus untuk keperluan membantu korban gempa.

“Kami belum bisa dipastikan kapan produksi akan normal kembali karena sangat tergantung dari perkembangan situasi pasca gempa, di mana gempa-gempa susulan masih sering terjadi. Untuk harga dari pihak perusahaan tidak ada menaikkan harga masih normal seperti sebelum gempa,” pungkasnya

AYA




Industri Perbankan, Pascca Gempa Beroperasional Kembali

Kerusakan infrastruktur tidak mendukung untuk ditempati, tapi sudah direlokasi ke beberapa kantor terdekat, sehingga bisa melakukan operasional dengan normal

MATARAM.lombokjournal.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan pertemuan dengan sejumlah industri jasa keuangan di NTB.

Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan IV, Teguh Supangkat, mengatakan pertemuan yang di lakukan bersama perwakilan dari perbankan, Asuransi, Perusahaan Pembiayaan dan Pegadian untuk mendengarkan isu-isu yang terdampak dari kejadian gempa Minggu lalu menimpa Lombok.

Akses keuangan yang sempat terkendala, namun kini sudah dapat kembali beroperasional.

“Kita mendapatkan informasi, sampai sekarang ini seluruh operasional perbankan sudah berjalan dengan baik. Jadi sudah bisa melayani seluruhnya baik yang terkena gempa maupun tidak,” tutur Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan IV, Teguh Supangkat, Rabu  (08/08).

Ia menerangkan, dampak gempa pada industri perbankan yang paling parah berada di Kabupaten Lombok Utara, dengan kondisi kantor-kantor perbankan  rusak. “infrastruktur kantor di Tanjung yang rusak parah,” terangnya.

Lebih lanjut Teguh menuturkan, kerusakan infrastruktur yang banyak tidak mendukung untuk ditempati. Tapi sudah direlokasi ke beberapa kantor terdekat, sehingga bisa melakukan operasional dengan normal.

“Hari rabu ini sudah berjalan dengan normal,” cetusnya.

Teguh berharap dari perbaikan tersebut industri perbankan, dapat melaksanakan transaksi kegiatan perbankan secara normal lagi.  Meskipun pada hari Senin setelah kejadian bencana  tersebut, memang ada beberapa yang tutup dan ada juga beroperasional.

Pada hari kedua sebagai besar telah beroperasional kembali.

“Kita mengharapakan untuk bisa melayani masyarakat, jangan sampai masyarakat ini tidak terlayani dan semua yang datang akan terlayani dengan baik, oleh perbankan yang ada,” terangnya

Memang ada beberapa perbankan yang tidak beroperasi, terutama pada debiturnya yang berdampak karena gempa. Menurut informasi perbankan, kurang lebih sekitar 1.3 triliun sampai 2 triliun terdampak langsung maupun tidak langsung.

Namun data ini didapatkan OJK saat ini masih lisan saja dan belum ada data tertulis.

“Tapi data detail ini sedang kita minta, ini baru lisan. Untuk data tertulisnya nanti masing-masing kita minta industri jasa keuangan untuk menyampaikan ke OJK NTB,” pungkasnya.

AYA




DPD PDIP NTB Tidak Tentukan Batas Waktu Tanggap Darurat Korban Gempa KLU

Tim relawan Baguna PDI Perjuangan  yang bermoto “Tertawa dan menangis bersama masyarakat” itu akan terus mendampingi korban, tanpa menetapkan batas waktu tanggap darurat

MATARAM. Lombokjournal.com – Pasca gempa bumi berkekuatan 7 skala richter (SR), Minggu (05/08), yang menguncang Lombok, menyisakan derita mendalam.

Di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang paling parah terdampak bencana gempa, hingga kini puluhan  ribu warganya masih mengungsi di tenda-tenda pengungsian membutuhkan bantuan mendesak.

Kepedulian pada korban bencana, menggerakkan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, turun ke lokasi warga yang terdampak dan memberikan bantuan kemanusiaan .

DPP PDI Perjuangan yang telah membentuk Tim Tanggap Darurat  Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA), menurunkan 1000 relawan membantu korban Gempa , salah satunya di ke Dusun Karang Nangka, Desa Sokong Kec Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), sejak Selasa (07/08) malam.

Selain menurunkan tiga mobil ambulance yang dikonsentrasikan di Sembalun, Lombok Timur untuk menangani keadaan darurat, relawan BAGUNA juga disebar ke beberapa titik pengungsi di Lombok Utara.

Tim relawan yang mulai turun kemarin sore di Dusun Kr Nangka, menyalurkan bantuan makan 3 kali sehari.  Bantuan serupa juga disalurkan ke beberapa tempat pengungsian di Lombok barat

Salah seorang tokoh adat di Dusun Kr Nangka, Harnowadi, mengaku bersyukur adanya bantuan dari relawan PDIP Perjuangan.

“Bantuan yang masuk ke dusun ini baru dari PDIP dan UNRAM. Sampai sekarang belum ada bantuan yang masuk dari pemerintah,”kata Harnowadi yang juga salah satu Kabid di Dinas kebudayaan dan Pariwisata KLU yang kantornya rusak berat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Utara, Raden Nuna Apriadi, menceritakan sebagian besar relawan yang berasal dari Lombok Utara juga terdampak gempa.

“Rata-rata rumah mereka juga hancur akibat gempa,” cerita Nuna di tengah-tengah pengungsi, Selasa (07/08) malam.

 

Nuna juga mengkomandai penyaluran bantuan yang disalurkan 1000 relawan dari seluruh Tim Tanggap Darurat  BAGUNA DPD PDI Perjuangan NTB.

Menurutnya, saat ini yang mendesak dilakukan Pemda KLU yaitu memulihkan listrik dan air bersih PDAM. Karena tidak ada air, maka pengungsi hanya bisa mandi di sungai yang juga dijadikan tempat buang hajat.

“Selama ini KLU gelap gulita,” tutur Nuna, yang menambahkan pentingnya penyaluran obat-obatan.

Selain itu juga dibutuhkan penyaluran obat-obatan, pampers untuk bayi, dan pembaut wanita.

Saat ini, sekitar 90 persen infratruktur, rumah warga, termasuk kantor pemerintah di KLU mengalami kerusakan. Bahkan rumah sakit di Tanjung yang baru dibangun kondisinya rata dan retak mengkhawatirkan.

Untuk diketahui Rumah beserta isinya Ketua DPC PDIP KLU ini rusak berat hampir rata dengan tanah akibat gempam Meski demikian  tidak menyurutkan Kader militan  Moncong Putih tersebut untuk membantu sesamanya.

Dari pantauan media , di dusun  Karang Nangka, Desa Sokong  baru ada 24 tenda yang masing-masing diisi 8 KK atau 40 orang. Sehingga dI tiap tenda para pengungsi harus tinggal berdesakan.

Ada cerita menarik, salah seorang pengungsi yang rumahnya hancur adalah Dr haziziah. Selain mengungsi, dokter perempuan itu sekaligus jadi tenaga medis.

“Saya pengungsi sekaligus menjadi tenaga medis ditenda pengungsi ini,’’ ujar dokter perempuan ini yang menyumbangkan persediaan  obat-obat pribadinya untuk kamp pengungsian ini.

Ketua Tim Tanggap Darurat DPP PDI Perjuangan, Dewi Kencana, pihaknya mengakui relawan yang ditugaskan membantu warga yang terdampak gempat tentu tidak bisa mengkover semua korban Gempa.

Karena itu, pentingnya relawan bekerjasama dengan semua pihak membatu korban di KLU. “Kami mengakui, tentu tidak bisa mengkover semua korban. Setidaknya, kami berusaha untuk berbagi kehidupan  bersama saudara-saudara yang menjadi korban,” ungkapnya.

Tim relawan Baguna PDI Perjuangan  yang bermoto “Tertawa dan menangis bersama masyarakat” itu akan terus mendampingi korban.  Dan tim yang dibentuk partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu tidak menentukan batas waktu tanggap darurat.

“Kami akan terus mendampingi korban,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat mengakui sebagian besar relawan PDIP KLU yang membantu penanganan korban gempa rumahnya juga hancur rata akibat gempa. Akan tetapi karena kepedulian dan komitmennya  para kader PDIP membantu saudara-saydaranya yg tertimpa musibah.

“Semangat gotong royong dan kesetiakawanan sosial yang memotivasinya kader-kader PDIP untuk tetap bersama rakyat ,’ ujarnya .

PDI Perjuangan ,Lanjut Rachmat akan mengerahkan semua kekuatan kadernya untuk bahu membahu menyalurkan bantuan partai guna memulihkan warga korban gempa.” Dalam waktu dekat bantuan tenda , terpal , makanan bayi , dll akan segera tiba ke KLU ,” tambahnya .

Selanjutnya dapur Umum BAGUNA untuk korban Gempa KLU  dipusatkan di kantor DPD PDI Perjuangan, Jl Lingkar Selatan  akan  membantu menyalurkan makanan untuk korban gempa sehari tiga kali disemua titik rata-rata 1000 bungkus.

“BAGUNA  masak sehari tiga kali untuk disalurkan utamanya di KLU ,” ujar kader perempuan PDIP  Endang Yuliati, di sela-sela mengemas nasi bungkus.

Me




Evakuasi Korban Reruntuhan Masjid Jabbal Nur Butuh Alat berat

Ada tiga shaf yang shalat, tapi belum bisa ditentukan berapa jumlahnya

LOMBOK UTARA.lommbokjournal.com – Proses evakuasi korban tertimpa reruntuhan Masjid Jabbal Nur di Dusun Lading-Lading, Desa Tanjung Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, masih terus dilakukan.

Masjid tersebut roboh akibat gempa berkekuatan magnitudo 7 skala richter (SR) pada Minggu (05/08). Rizal belum bisa memastikan berapa banyak warga yang masih berada di bawah puing reruntuhan masjid.

Hal itu diungkapkan Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani Selasa (07/08)

“Dari saksi, ada tiga shaf yang (sedang) shalat, tapi kita belum bisa tentukan berapa jumlahnya,” katanya.

Berdasarkan evakuasi yang dibantu Batalion 742 hingga Senin (06/88) malam, total warga yang berhasil diangkat sebanyak dua orang, di mana satu orang dinyatakan selamat.

Selain Masjid Jabbal Nur, tim juga melakukan evakuasi di empat titik lainnya yang ada di Lombok Utara. Ia menyampaikan, proses evakuasi masih memerlukan adanya bantuan alat-alat berat.

“Butuh alat berat karena beton-beton besar seperti masjid kan enggak bisa dengan manual. Sekarang alat berat sedang datang dari Surabaya dan Jakarta, maupun yang ada di sini diberdayakan,” jelasnya.

AYA




Wiranto Dan Idrus Marham Pantau Penyaluran Bantuan Di Lombok Utara

Total disalurkan santunan untuk 96 ahli waris senilai Rp1.440.000.000. Selain itu juga disalurkan 3000 paket sembako senilai Rp750.000.000. Sehingga total nilai bantuan adalah 2.190.000.000.

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Menko Politik Hukum dari Keamanan Wiranto didampingi Menteri Sosial Idrus Marham meninjau sejumlah lokasi bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (07/08) siang.

Kedua menteri mewakili Pemerintah untuk memastikan layanan tanggap darurat terhadap korban gempa tektonik di Lombok Utara berjalan sesuai rencana. Sejauh mana bantuan tersalurkan kepada korban berdampak bencana yang membutuhkan.

“Setelah dilakukan pengecekan, sejumlah bantuan yang tadi malam dikirimkan, pagi ini sudah tergelar,” kata Wiranto didampingi Mensos, saat meninjau dapur umum di lapangan Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (07/08).

Bantuan itu  antara lain pendirian sejumlah dapur umum,  kemudian juga tenda-tenda darurat yang dikirim tadi malam sudah didirikan di sejumlah lokasi.

“Bantuan tenda dan berbagai pihak. Dari Kementerian Sosial ada 220. Total lebih dari 400 tenda. Ini bisa menjadi pengganti masyarakat yang mendiami tenda yang kurang layak,” kata Wiranto.

Terkait bantuan makanan, Menko Polhukam menyatakan, Mensos juga sudah menyalurkan bantuan kepada korban.

“Makanan siap saji diberikan kepada korban yang rumahnya hancur dan tidak bisa memasak. Makanan setengah jadi diberikan kepada mereka yang rumahnya ada kerusakan namun masih bisa memasak, ” kata Menko Polhukam.

Selanjutnya, Mensos juga akan memginventarisasi lebih lanjut sejumlah bantuan lain bagi yang  terdampak bencana.

“Apakah itu santunan untuk keluarga korban yang meninggal, inventarisasi rumah yang rusak,  dan sebagainya. Korban meninggal sampai siang ini sejumlah 104 orang,” kata Wiranto.

Mensos menekankan, kehadiran mereka ke lokasi bencana untuk memastikan hasil rapat koordinasi yang sudah dilakukan  di Jakarta tadi malam, berjalan di lapangan.

“Pagi ini saya pastikan apakah bantuan berupa makanan melalui dapur umum, pendirian tenda-tenda, kemudian (pengaktifan sumber) listrik, sudah mulai operasional mulai pagi ini,” kata Mensos.

Selain bahan makanan, Mensos juga memastikan bantuan makanan akan didistribusikan kepada warga ke rumahnya. Mensos menyalurkan Santunan Rp2,19 Miliar

Yang tak kalah penting, Mensos juga menastikan santunan untuk ahli waris korban meninggal juga sudah disalurkan kepada yang berhak.

 

“Besarnya Rp15 juta untuk setiap ahli waris korban yang meninggal. Ke depan, bantuan juga akan diberikan kepada korban luka-luka. Masing-masing Rp2,5 juta. Ini semua adalah arahan Bapak Presiden. Agar dipastikan semua pihak yang mengalami bencana menerima bantuan,” kata Mensos.

Total disalurkan santunan untuk 96 ahli waris senilai Rp1.440.000.000. Selain itu juga disalurkan 3000 paket sembako senilai Rp750.000.000. Sehingga total nilai bantuan adalah 2.190.000.000.

Menko Polhukam juga meminta penjelasan langsung dari Komandan Satgas Penanganan Bencana Kolonel (Czi) Ahmad Rizal Ramdhani.

Dari laporan bisa diketahui, untuk pemulihan aliran listrik sudah disediakan 100 genset. Untuk meningkatkan layanan kesehatan, sejumlah satuan dari TNI dan Polri menggelar rumah sakit lapangan.

“Masih akan dibantu lagi dengan kapal rumah sakit yang akan merapat ke Lombok Utara sebagai rumah sakit terapung yang akan memdukung layanan kesehatan yang ada,” kata Wiranto.

Yang tak kalah penting, satgas juga sudah menyelesaikan evakuasi terhadap lebih 2000 wisatawan asing baik dari Gili Trawangan ke Lombok kemudian ke Bali kemudian ke tempat yang mereka anggap nyaman.

“Senua proses ini sudah selesai ya. Semua wisatawan asing sudah dapat dievakuasi dengan selanat,” katanya.

Laporan Dansatgas menunjukkan, evakuasi terhadap korban gempa masih akan dilanjutkan, termasuk  evakuasi korban reruntuhan  masjid.

AYA




Gempa Bumi Lombok 7 SR, 82 Meninggal Dunia, Ribuan Mengungsi

Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat

Kerusakan di Lombok Utara

MATARAM.lombokjournal.com — Gempabumi 7 SR mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (05/08) pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang luas.

Hingga Senin  (06/08) dini hari pukul 02.30 WIB, tercatat 82 orang meninggal dunia akibat gempa, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempabumi.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengirimkan rilis, Senin  (06/08) dini.

Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram, tercatat yang terparah. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 39 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Di saat penanganan darurat dampak gempa sebelumnya 6,4 SR masih berlangsung, terutama di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur, tiba-tiba masyarakat diguncang gempa dengan kekuatan yang lebih besar.

Masyarakat panik dan berhamburan di jalan-jalan dan bangunan dan rumah yang sebelumnya sudah rusak akibat gempa sebelumnya menjadi lebih rusak dan roboh. Apalagi ada peringatan dini tsunami menyebabkan masyarakat makin panik dan trauma sehingga pengungsian di banyak tempat.

Pada Minggu malam, jalanan Kota Mataram macet karena penduduk berusaha menyelematkan diri setelah ada peringatan dini tsunami. Hampir seluruh penduduk kota tidur di luaar rumah pasca gempa bumi berkekuatan 7,0 SR.

Korban luka-luka banyak yang dirawat di luar puskesmas dan rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak. Selain itu gempa susulan terus berlangsung. Hingga tengah malam hari Minggu (05/08) pukul 22.00 WIB terjadi 47 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil.

BMKG menyatakan bahwa gempa 7 SR tadi adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran. Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala di lapangan. Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei bersama jajaran BNPB telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma. Tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan. 2 helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan.

BNPB terus mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak. Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat.

TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan, khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pada Senin (06/08) pagi.

Fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar. Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram akan diliburkan pada 6/8/2018 karena dikhawatirkan bangunan sekolah membahayakan siswa. Akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu oleh petugas.

AYA