Pengadaan Air Bersih Diprioritaskan Bagi Warga Terdampak Gempa

Kementerian PUPR telah menyediakan 400 tandon air yang akan mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi terdampak

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Warga terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) diprioritaskan untuk mendapat air bersih..

Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR Achmad Gani Ghazali Akman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memprioritaskan pengadaan air bersih bagi bagi warga yang terdampak gempa.

“Kondisi di sini secara umum rusak berat semua, yang paling dibutuhkan warga itu air bersih,” ujar Achmad Gani Ghazali Akman yang didampingi Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga di Posko Utama Penanganan Darurat Bencana (PDB) di Lapangan Tanjung Lombok Utara

Dia menyebutkan, sejak gempa pada Ahad (29/7) yang melanda sejumlah wilayah di Lombok Timur dan Lombok Utara, Kementerian PUPR telah membuat posko di Sembalun dan Sambelia, Lombok Timur. Bencana yang kembali melanda pada Ahad (5/8), di mana Lombok Utara menjadi wilayah paling parah, Kementerian PUPR juga membuka posko di Lapangan Tanjung, Lombok Utara.

“Dari kemarin kita sudah kirim air bersih dan lebih masif lagi ke depannya,”

Ia menyampaikan, Kementerian PUPR telah menyediakan 400 tandon air yang akan mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi terdampak dengan 14 unit mobil tangki air.

“Air bersih ini kan untuk kebutuhan warga memasak, wudhu, itu yang kita prioritaskan,” ujarnya.

Dia melanjutkan, untuk pengadaan MCK mengalami sedikit kendala lantaran banyak warga yang tidak bersedia tanahnya dijadikan tempat dibangunnya MCK. Jalan keluarnya dengan mendirikan MCK di lapangan terbuka.

Gani menambahkan, Kementerian PUPR juga diminta mendirikan puskesmas, masjid, dan sekolah darurat, termasuk rumah sakit darurat di Terminal Tanjung.

“Ada 140 sampai 150 gedung sarana umum yang harus kita bangun. Sementara ini 20 dulu tersebar yang rusak berat,” katanya.

Kata dia, pembangunan rumah sakit darurat memerlukan waktu sekira dua bulan, sedangkan sekolah dan puskesmas memerlukan waktu pembangunan sekira dua hingga tiga pekan.

“Kendala kita paling soal barang-barang yang dibawa kan dari jauh-jauh, dari Jakarta, Surabaya, Bali, karena di sini tidak tersedia. Jadi perlu waktu,” tegasnya.

AYA/Humas NTB




Kunjungan Presiden Jokowi Di Lombok Utara, Bantu Perbaikan Rumah 1000 KK

Masyarakat korban gempa diberikan bantuan perbaikan rumah, 1.000 KK pada tahap awal, masing-masing stimulus sebanyak Rp 50 juta/KK untuk rumah rusak berat, Rp. 25 juta/KK untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan

lombokjournal.com —

TANJUNG – LOMBOK UTARA ;  Kedua kalinnya, Presiden RI, Joko Widodo  mengunjungi korban gempabumi di Lombok.

Setelah sebelumnya mengunjungi Lombok Timur beberapa waktu lalu, kini Presiden Jokowi, Senin  (13/8) iang, mengunjungi Kecamatan Pemenang.

Kemudian dilanjutkan peninjauan Pos Komando Operasi serta mendengarkan penjelasan terkini penanganan darurat dari Dansatgas Posko Komando Penanganan Dampak Bencana Gempa Lombok, Kol. Ahmad Rizal Ramdani, Danrem 162 Wirabahakti, di areal Lapangan Super Semar Kantor Bupati Lombok Utara.

Presiden RI didampingi Gubernur NTB dan Gubernur NTB terpilih, Zulkieflimansyah, Panglima TNI, Kapolri, Jendr Pol Tito Karnnavian, Menteri PU & Pera, Kepala Staf Kantor Presiden dan Kepala BNPB saat mengunjungi korban pengungsi.

Presiden sempat menanyakan langsung tentang kondisi para pengungsi dan apa yang diharapkan. Masyarakat pengungsi di sekitar wilayah Kecamatan Tanjung sangat antusias menyambut kedatangan Presiden RI .

Kemudian Jokowi melanjutkan melihat kondisi pasien di Tenda Pelayanan Yonkes di areal Kantor Bupati Lombok Utara.

Dilaporkan juga ke Presiden, untuk kebutuhan operasi darurat di antaranya kebutuhan tenda, penyediaan MCK, tandon air, permakanan, asupan gizi ibu hamil, selimut, dan obat-obatan. Alat penghancur beton dan ketersediaan BBM juga menjadi prioritas.

Kendala lain yang masih dihadapi adalah minim sarana transportasi untuk distribusi bantuan logistik, dan askes jalan rusak, berbukit dan lokasi desa sulit dijangkau oleh kendaraan biasa.

Operasi penanganan darurat ini didukung oleh seluruh potensi nasional dan LSM maupun komunitas yang terus membantu upaya penanganan dampak gempabumi Lombok.

Presiden beserta rombongan pada malam hari berdialog langsung dengan masyarakat pengungsi di Lapangan Super Semar Tanjung ,Kabupaten Lombok Utara.

Masyarakat korban gempa akan diberikan bantuan perbaikan rumah sebanyak 1.000 KK pada tahap awal ini. Nilai bantuan stimulus sebanyak Rp. 50 juta/KK untuk rumah rusak berat, Rp. 25 juta/KK untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan yang pengerjaannya akan dimulai pada minggu ini.

Pembangunan dan perbaikan dengan konsep rumah tahan gempa ini akan diberikan dalam bentuk tabungan.

Proses pembangunan akan diawasi oleh Gubernur NTB dan asistensi Kemen PU Pera. Pemerintah akan mendorong ketersediaan material semen, besi dan lainnya dan mengawasi harga jual material di NTB dengan konsep rumah tahan gempa.

Untuk perbaikan fasilitas umum, rumah sakit dan sekolah akan dimulai dua minggu dari sekarang. Presiden juga langsung memberikan paket sembako dan buku tulis kepada masyarakat pengungsi.

Data korban meninggal dunia hingga hari ini (13/08) sejumlah 437 jiwa, berasal dari Kabupaten Lombok Utara 374 jiwa, Kab. Lombok Timur 12 jiwa, Kab, Lombok Barat 38 jiwa, Kab. Lombok Tengah 2 jiwa Kota Mataram 9, dan Kota Denpasar 2 jiwa.

Jumlah pengungsi hingga hari ini sebanyak 352.793 jiwa. Sedangkan total rumah rusak 52.812 unit, sarana pendidikan terdampak 458 unit dan fasum serta tempat ibadah sebanyak 197 unit.

RR

(Sumber ; MEDIA CENTER POSKO BENCANA LOMBOk 2018)




Aksi Nyata… Pendamping Desa Bangun Posko

Tidak sekadar salurkan bantuan, tetapi juga aksi lain seperti menghibur anak anak pengungsi hingga rumpi remaja putri. Anak-anak pengungsi diajak game dan olahraga yang mengjibur

lombokjournal.com –

MATARAM — Bantuan untuk para korban berupa makanan, minuman dan obat2an telah berdatangan dari berbagai kalangan.

Namun untuk membantu mereka, terutama menyangkut pemulihan trauma atau trauma healing dan mengisi kejenuhan dan edukasi selama di tenda-tenda pengungsian maka dibutuhkan penanganan khusus.

Posko Pengendali Penanganan Bencana oleh Pendamping Desa P3MD Kementerian Desa PDTT yang tersebar di titik-titik strategis dan dekat dengan pengungsi.

Pelayanan yang diberikan tidak sekadar salurkan bantuan, tetapi juga aksi lain seperti menghibur anak anak pengungsi hingga rumpi remaja putri.  anak-anak pengungsi diajak game dan ilahraga yang mengjibur.

Senada dengan arahan Direktur PMD Kemendesa yang menaungi pendamping desa, Ir. Fachri.

“Pendamping Desa hadir untuk fasilitasi, koordinasi dan edukasi bagi warga terdampak gempa. Di posko-posko pengendali tersebut mereka lakukan berbagai kegiatan edukatif bagi masyarakat,” seperti disampaikan M. Fachri, direktur PMD Kemendesa.

Aksi pendamping desa NTB ini diapresiasi juga oleh Konsultan Nasional P3MD, Arwani, M. Labib dan Choiril Akbar yang sedang mensupervisi pendamping desa. Harapannya, bisa jadi rule model bagi pelaku penanganan pengungsi lainnya.

Sementara menurut Tauhid Rifai, koordinator tim, Donasi yang terkumpul dari Tim Pendamping Desa dari berbagai provinsi secara suka rela telah terkumpul per tanggal 13/08/2018 kurang lebih 100 Juta.

“Semua dikelola secara transparan dan akuntabel, sebab ini amanah dari temen-temen pendamping desa, dermawan, termasuk dari staf kemendesa,” kata Tauhid

Ditambahkan oleh Lalu Midiwarman, posko juga sudah dibangun di Lombok Tengah, Lombok Timur, dan tentu Lombok Utara sebagai daerah terdampak parah, jugs dengan yang  kreatif dan edukatif, imbuh Tenaga Ahli infrastruktur Desa dari Pujut itu.

AR




Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Lombok Aman 

Prioritas yang dilakukan Pertamina ialah memenuhi kebutuhan dasar warga,.  Yang saat ini warga memiliki tempat untuk tidur yang lebih baik dengan adanya jaminan pelayanan kesehatan dan konsumsi yang cukup

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com  — Dipastikan pasokan BBM dan elpiji di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat masa tanggap darurat bencana masih aman.

Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan itu di Dusun Terengan Tanak Ampar, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB, Senin (13/08).

“Terminal BBM kita di sini aman dan SPBU aman, kita bisa memasok. Enggak ada tambahan karena rata-rata masih normal, dari sisi suplai aman, tidak ada lonjakan dari hari-hari biasa,” ujarnya

Menurutnya,Pertamina juga telah memberikan bantuan BBM dan elpiji secara gratis untuk memenuhi kebutuhan dapur umum, termasuk BBM juga untuk genset saat ada pemadaman listrik. Nicke juga meninjau sejumlah lokasi pengungsian yang ada di Lombok hari ini.

“Tadi kita dengan Menteri BUMN ke Kekait di Lombok Barat, kemudian baru ke sini ke Pemenang dan setelah ini kita ke Tanjung di Lombok Utara,” lanjutnya.

Salah satu dusun yang dikunjungi ialah Dusun Terengan Tanak Ampar, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Pertamina memberikan bantuan kepada 2.500 warga terdampak gempa yang ada di wilayah ini, mulai dari kebutuhan mendasar, dan tiga MCK, serta kebutuhan lain.

Ia mengapresiasi sikap pemuda sekitar yang mengordinir dapur umum tanpa perempuan maupun ibu-ibu. Pasalnya, ibu-ibu di wilayah ini banyak yang memiliki keterbatasan karena harus mengurus anak-anak.

“Di sini pemudanya berinisiatif kerjakan semuanya secara mandiri sehingga makan dan lain-lain diorganisir dengan baik, ini contoh baik dan kalau dicontoh di tempat lain sangat baik,” kata dia.

Ia menyampaikan, prioritas yang dilakukan Pertamina saat ini ialah memenuhi kebutuhan dasar warga. Yang terpenting, kata dia, warga kini memiliki tempat untuk tidur yang lebih baik dengan adanya jaminan pelayanan kesehatan dan konsumsi yang cukup.

“Kita akan merencanakan pascabencana, rekonstruksi desa ini secara bertahap, tentu kerja sama dengan pemda dan warga, Pertamina siap dukung,” pungkaanya.

AYA




Lonjakan Tinggi Harga Terpal Dan Sembako Dibantah

Barang- barang yang dibutuhkan oleh korban bencana maupun pengungsi tersedia, namun karena adanya bencana ini menggagangu proses pengiriman dari luar pulau Lombok

Konfereni pers PSMTI NTB dengan perwakilan dr NW, Muhmadiyah, Polda, Korem dan Ketua Adat Sasak /Foto; AYA-Lombok Journal/

MATARAM.lombokjournal.com –  Adanya lonjakan tinggi harga terpal dan sembako sejak terjadinya gempa di Lombok beberapa waktu lalu, dibantah Paguyuban Sosial Marga Tionghoa indonesia NTB dalam konfresi pers di Kantor PSMTI NTB, Minggu  (12/08)

The Sian, Ketua Harian PSMTI NTB menyatakan,  isu kenaikan tersebut tidaklah benar.

“Itu sangat tidak benar dan menyesatkan,” tegas The Sian

Ia menjelaskan, bahan logistik masih tetap tersedia, pihaknya sudah menghubungi distributor. Barang- barang yang dibutuhkan oleh korban bencana maupun pengungsi tersedia, namun karena adanya bencana ini menggagangu proses pengiriman dari luar pulau Lombok.

Ia menjelaskan soal adanya isu kenaikan harga terpal itu tidaklah benar .

“Memang terjadi kekosongan, karena semua membutuhkan bukan hanya korban gempa di KLU, tapi juga orang-orang di Lombok mengunakannya untuk tidur di luar rumahnya dengan mengunakan terpal” sambungnya

The Sian menjelaskan,  keterbatasn terpal selama ink dikarenakan cuaca yang tidak mendukung.

Adanya gelombng yang tinggi ,sehingga ada dermaga yang hanya beroperasi satu, di Padang Bai, serta buruh pekerja tidak bisa membongkar langsung dari truk pengngkut barang, dan ada toko yang tutup dikarenakan banyak yang izin pulang  khawatir akan gempa susululan.

“Mau tidak mau toko tutup, inilah faktornya barang yang sudah ada tidak bisa di distrubusikan,” katanya.

Inilah dilema yang diahadapi para pedagng dan distributor.

‘Kita berharap semua maslah ini bisa diatasi tentunya jika kondisi alam Mendukung, ” pungkasnya

AYA (*)




Penjelasan BMKG Terkait Isu Energi Gempa Sebesar M=6,9.

Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc.mengatakan, menanyakan kepada BMKG mengenai kebenaran adanya viral screen shot laman Facebook dari seorang peneliti gempa yang menyebutkan,  di Lombok masih tersimpan energi gempa sebesar M=6,9.

Warga masyarakat Lombok yang  sedang mengalami musibah gempabumi merasa resah karena itu

Pihak BMKG memberi penjelasan tentang kebenaran informasi tersebut.

“Hal ini membuat kami untuk memberikan beberapa hal sebagai berikut,” kata Rahmat Triyono melalui rilis yang disampaikan Minggu, (12/08)

Penjelasan BMKG yang disampaikan Rahmat Triyono yakni beberapa hal;

  1. Informasi dalam laman Facebook tersebut bukan merupakan hasil kajian BMKG. Pemilik akun Facebook tersebut juga bukan pegawai BMKG
  2. Hasil kajian tersebut tidak menyebutkan sumber data yang digunakan dan metode analisis yang digunakan, sehingga BMKG tidak dapat menilai tingkat kebenaran dan akurasi kajian tersebut
  3. Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat (kapan, dimana, dan berapa kekuatannya)
  4. Pastikan informasi terkait gempabumi bersumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)5.
  5. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya kepada informasi viral yang tidak bersumber dari lembaga yang berwenang.

Masyarakat dihimbau untuk terus mengupdate informasi BMKG melalui aplikasi android dan iOS “Info BMKG”, Twitter @infoBMKG dan website BMKG www.bmkg.go.id.

AYA (*)

 

 




Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga  25 Agustus

Hingga Sabtu (11/08),  tercatat 387 orang meninggal dunia. Sebarannya, Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang

Tenda pengungsi

MATARAM. Lombokjournal.com – Hari  keenam pascagempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat dan Bali, penanganan darurat masih terus diintensifkan..

Masa tanggap darurat penanganan dampak gempabumi di Nusa Tenggara Barat berakhir pada 11/8/2018. Namun mempertimbangkan masih banya masalah dalam penanganan dampak gempa,

Gubernur Nusa Tenggara Barat memutuskan untuk memperpanjang 14 hari masa tanggap darurat yaitu terhitung 12 hingga 25 Agustus 2018.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, menyampaikan rilis itu, Sabtu (11/08).

Dii lapangan masih banyak permasalahan, misalnya masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, gempa susulan yang masih terus berlangsung bahkan gempa yang merusak dan menimbulkan korban jiwa.

Penetapan masa tanggap darurat memungkinkan ada kemudahan akses pengerahan personil, penggunaan sumberdaya, penggunaan anggaran, pengadaan barang logistik dan peralatan, dan administrasi.

“Sehingga penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat,” kata Sutopo.

Jumlah Korban

Jumlah korban gempabumi terus bertambah. Hingga Sabtu (11/08),  tercatat 387 orang meninggal dunia. Sebarannya, Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang.

Jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh, dan adanya korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan ke posko.

Jika di Kabupaten Lombok Timur kemarin dilaporkan 11 orang meninggal dunia. Setelah diverifikasi ternyata terjadi pencatatan ganda. Satu korban dilaporkan 2 kali karena menggunakan nama panggilan dan nama lengkap.

Sebanyak 13.688 orang luka-luka. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik. Ratusan ribu jiwa pengungsi tersebut tersebar di Kabupaten Lombok Utara 198.846 orang, Kota Mataram 20.343 orang, Lombok Barat 91.372 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.

 

Angka pengungsi berubah-ubah karena banyak pengungsi yang pada siang hari kembali ke rumah atau menengok kebunnya, tetapi pada malam hari kembali ke pengungsian.

Belum semua titik pengungsi terdata. Juga terdapat sebagian warga yang harusnya tidak perlu mengungsi karena kondisi rumah masih berdiri kokoh tanpa kerusakan, tapi ikut mengungsi karena trauma dengan gempa. Semuanya memerlukan bantuan.

Sedangkan kerusakan fisik masih sama jumlahnya, yaitu 67.875 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. Angka ini juga sementara.

Pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas. Pendataan dan verifikasi rumah diprioritaskan agar terdata jumlah kerusakan rumah dengan nama pemilik dan alamat untuk selanjutnya di-SK-kan Bupati/Walikota dan diserahkan ke BNPB.

Selanjutnya korban menerima bantuan stimulus perbaikan rumah.

Hingga H+6 masih terdapat beberapa pengungsi yang belum mendapat bantuan, khususnya di Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang aksesnya sulit dijangkau.

Juga di beberapa titik di Lombok Barat. Bantuan logistik terus berdatangan. Permasalahan utama adalah distribusi logistik yang untuk mengirimkan ke ribuan titik pengungsian.

Akses jalan menuju lokasi pengungsi juga rusak. Sebagian besar jalan di Lombok Utara mengalami kerusakan akibat gempa. Oleh karena itu percepatan distribusi logistik menjadi prioritas saat ini, selain pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, beras, MCK portable, air minum, air bersih, tendon air, mie instan, pakaian, terpal/alas tidur, alat penerang/listrik, layanan kesehatan dan trauma healing.

Re/BNPB

 




PKK NTB Layani Kebutuhan Makan Korban Gempa

Hj. Erica mengajak masyarakat agar berpartisipasi menyumbangkan tenaga, bahan makanan ataupun makanan yang sudah jadi di dapur umum

JAKARTA.lombokjournal.com –  TP PKK NTB. organisasi yang dipimpin Hj. Erica Zainul Majdi,  terus berupaya memenuhi kebutuhan berupa makanan kepada para korban. Saat ini, yang paling diperlukan oleh para korban adalah makanan dan air minum.

Gempa susulan beberapa hari terakhir ini tidak menyurutkan semangat seluruh Jajaran TP PKK NTB untuk melayani masyarakat terdampak gempa.

Melalui dapur umumnya yang sudah berlangsung beberapa hari ini, istri Gubernur NTB ini, bekerja sama dengan BKOW, DWP selalu berada di dapur untuk memasak, membungkus dan menyalurkan makan tersebut kepada sejumlah wilayah.

Sampai hari i, Jum’at (10/08), Hj. Erica telah membagikan makanan tersebut ke sejumlah desa di kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.

Makanan tersebut dibagi kepada para korban dan tenaga medis, baik yang berada di pusat-pusat pengungsian maupun di rumah sakit. Makanan yang disalurkan tersebut merupakan hasil sumbangan dan bantuan masyarakat umum, baik perorangan maupun organisasi.

Hj. Erica mengajak masyarakat agar berpartisipasi menyumbangkan tenaga, bahan makanan ataupun makanan yang sudah jadi di dapur umum ini. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi di dapur umum ini dapat menghubungi narahubung di 081805266380 / 08113902226.

Rr




Pendamping Desa Fasilitasi Pendistribusian Bantuan Korban Gempa Lombok

Bantuan yang akan didistribusikan berupa beras sebanyak 1.5 Ton, selimut sebanyak 500 buah, sarung sebanyak 500 buah, Telor sebanyak 350 krat, Air mineral sebanyak 500 dus, obat-obatan sbanyak 500 paket, susu balita sebanyak 50 dus, mie instan sebanyak 200 dus, pempers sebanyak 50 dus dan terpal sebanyak 20 buah

MATARAM.lombokjournal.com — Tenaga Pendamping Profesional Indonesia atau  Pendamping Desa di Provinsi NTB, memfasilitasi kerjasama bantuan bahan-bahan kebutuhan pokok dengan pihak donatur

Para pendamping desa itu membantu mendistribusikan kepada masyarakat korban gempa bumi di Lombok, Jum’at (10/08).

Untuk diketahui, para Pendamping Desa itu terdiri dari Tenaga Ahli Koordinator Program Provinsi, Tenaga Ahli Kabupaten, Pendamping Desa Kecamatan dan Pendamping Lokal Desa,

Menurut Koordinator Program Provinsi, Tauhid Rifai, didampingi TA SDM, Husni Anshori, TA KN-P3MD, Arwani, Ahmad Labib dan Choiril Akbar, bantuan tersebut dari donatur untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa..

“Kami Pendamping Desa sangat prihatin atas musibah yang menimpa warga masyarakat. Karenanya, kami inisiasi kerjasama dengan donator, dan kami  langsung mendistribusikan ke posko-posko pengungsi, terutama yang didirikan oleh Pendamping Desa yang tersebar di titik-titik strategis, baik di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Timur,” kata Tauhid Rifai.

Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 1.5 Ton, selimut sebanyak 500 buah, sarung sebanyak 500 buah, Telor sebanyak 350 krat, Air mineral sebanyak 500 dus, obat-obatan sbanyak 500 paket, susu balita sebanyak 50 dus, mie instan sebanyak 200 dus, pempers sebanyak 50 dus dan terpal sebanyak 20 buah.

Kepala Dinas PMD Provinsi NTB, Ashari didampingi Zulkarnaen dari Kemendes PDTT, atas nama Direktur PMD, M. Fachri menghargai setinggi-tingginya kepada Pendamping Desa atas usaha keras dan fasilitasi kerjasama dan distribusi bantuan dari para pihak.

“Inilah salah satu bukti keberhasilan dan keberpihakan Pendamping Desa secara konkrit dalam  membantu korban gempa yang sangat kita apresiasi”, katanya.

Bantuan tersebut dipusatkan di Pos Pengendali Penanganan Gempa  Tingkat Provinsi,  selanjutnya didistribusikan ke posko-posko  Pengendali di Tingkat  Kabupaten dan Posko pengungsi tingkat Kecamatan sejumlah 9 tempat yang tersebar di Kecamatan-kecamatan dan pelosok-pelosok Desa.

Posko Pengendali Tingkat Provinsi tersebut terletak di  Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Posko Pengendali Tingkat Kabupaten difokuskan di Lombok Utara yang terletak di Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang dan Desa Gondang, Kec. Gangga, Kab Lombok Utara.

Selanjutnya Posko Pengendali Kab Lombok Barat terletak di Desa Kekeri, Kec. Gunungsari yang juga difungsikan untuk Posko Pengendali  tingkat Provinsi.

Semua posko tersebut digunakan untuk keperluan koordinasi, konsultasi, fasilitasi, edukasi dan pengendalian semua bantuan bagi masyarakat terdampak gempa. Dan  kegiatan pendampingan Desa. Baik di saat bencana maupun recovery pasca bencana yang sumber pembiayaannya dari Direktorat PMD dan  Konsultan Nasional P3MD dan PID.

“Di masing-masing posko disiapkan layanan  kesehatan, dapur dan pos pelayanan publik yang disiagakan Tenaga  Pendamping Desa yang siap membantu mendistribusikan bantuan ke posko-posko pengungsi di pelosok-pelosok  Desa maupun Dusun, terutama  yang belum banyak mendapat bantuan,” kata Kadis.

Re




Pasca Gempa Bumi Lombok, Tak Boleh Ada Satu Korban Pun Yang Tak Terurus

Korban gempa di Lombok Utara yang kini berdesak-desakan di tenda pengungsian, sebagian besar tempat tinggalnya ambruk atau sudah tak layak untuk ditempati

Kerusakan kantor di Mataram

 

Lombokjournal.com –  Menteri Sosial, Indrus Maharham, saat mengunjungi tenda-tenda pengungsi Pasca gempa di Lombok Utara pada 5 Agustus, Selasa (06/08), mengungkapkan pada media pesan Presiden Jokowi terkait bencana gempa bumi di Lombok.

“Ini arahan Bapak Presiden, kata Bapak Presiden pastikan semua anak bangsa yang kena dampak dari bencana semua diurusi, tidak ada yang tidak diurusi,” kata idrus saat itu.

Apa yang disampaikan Menteri Sosial di tengah-tengah para pengungsi itu itu menggembirakan. Tapi benarkah pemerintah telah mengurus semua korban bencana gempa bumi magnitudo 7,0 di Lombok?

Jawabnya, tentu saja belum. Memang pemerintah telah bekerja keras. Tak mudah mengurus para korban gempa yang berada di lokasi terpisah, dan tersebar di berbagai lokasi terpencil. Seandainya masalah logistik tertangani, masalah lain segera muncul yang minta segera diurus.

“Penanganan tanggap darurat saat ini diambil alih Pemerintah Provinsi,” kata Plt Kabag Humas Kabupaten Lombok Utara (KLU), Jum’at (10/08).

Memang logistik merupakan masalah utama yang paling depan harus diurus. Namun segera muncul masalah ikutan pasca gempa yang juga mendesak diatasi, misalnya masalah kesehatan pengungsi.

Belum terdata semuanya ribuan rumah-rumah warga yang ambruk.  Korban gempa di Lombok Utara yang kini berdesak-desakan di tenda pengungsian, sebagian besar tempat tinggalnya ambruk atau sudah tak layak untuk ditempati. Juga korban yang masih tertimbun reruntuhan rumahnya atau bangunan lainnya yang masih belum dievakuasi.

Dan jangan dilupakan, hingga kini belum semua desa dialiri  listrik, dan air bersih belum tersedia.

Infrastruktur pemerintah daerah khususnya di Lombok Utara  yang rusak, termasuk jalan utama atau  rusaknya jembatan yang mengubungkan antar daerah di Lombok Utara.

‘’Pelayanan di Lombok Utara bisa dikatakan lumpuh. Sebagian besar kantor pemerintah rusak. Pak Bupati memang menginginkan karyawan pemda segera aktif masuk kantor, bila perlu bekerja di kantor darurat,” kata  Dedy Mujadid, Jum’at

Menurut Dedy, gempa Lombok berkekuatan 7,0 SR benar-benar memporak porandakan Lombok Utara. Disamping akibat yang ditimbulkannya merusak pemukiman penduduk,dan infrstruktur pemerintahan di Lombok Utara,  berdasarkan data yang dihimpun dari camat-camat se Lombok Utara,  per 8 Agustus telah menelan korban 347 jiwa.

“Diperkirakan jumlah korban jiwa terus meningkat. Karena banyak korban tanah longsor dan bangunan ambruk lainnya, belum dievakuasi,” jelas Dedy yang kini harus bersiaga tiap hari di kantornya.

Jumlah korban jwa berdasarkan laporan Camat dan Kepala Desa se KLU yang dilaporkan ke Bupati Najmul Akyar itu, jauh lebih besar dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Karena korban di lokasi terpencil lepas dari catatan BPBD.

Para Pengungsi Makin Gelisah

Perasaan cemas dan gelisah, serta ketidak pastian kini melanda warga yang mengungsi di KLU khususnya, dan warga Lombok umumnya. Sebenarnya, setelah gempa hari Minggu (05/08) berkekuatan 7,0 SR, masyarakat Lombok sempat lega.

Sebab penjelasan BMKG, gempa hari Minggu (29 Juli) 6,4 SR tersebut merupakan main shock (goncangan utama), artinya gempa susulan berikutnya skalanya lebih kecil. Namun apa yang terjadi? Ternyata gempa berikutnya, Selasa (06/08), lebih besar yaitu 7,0 SR yang dampaknya lebih parah.

Demikian juga gempa berikutnya, Kamis (08/08), meski kekuatannya lebih kecil yaitu 6,2 SR namun guncangannya lebih besar.  Di Kota Mataram, gempa susulan tersebut sedikitnya 3 orang meninggal dunia terkena runtuhan bangunan, yakni Erna Wati, Karyawan Citra Mulia, di Cakranegara dekatbpasar buah, meninggal akibat Tertimpa Runtuhan Bangunan.

Korban lainnya, Aisah, Lingk. Pengempel Indah, Kel. Bertais, sandubaya, juga akibat tertimpa runtuhan tembok rumah. Dan Inak Fajariah, di GN Sari yang meninggal dunia tertimpa runtuhan rumahnya.

Ternyata, pihak BMKG mengaku salah memberi informasi terkait penjelasan tentang gempa yang dikategorikan main shock.

Kalau BMKG salah menjelaskan  informasi, terus siapa yang harus dipercaya?

Re