Calon Paskibra NTB Diingatkan terkait Perilaku dan Jejak Digital 

Dr Najamuddin ingatkan Calon Paskibra NTB, agat tidak ketergantungab dengan perilaku digital yang salah

MATARAM.LombokJournal ~ Literasi digital sangat penting dan dibutuhkan bagi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Nusa Tenggara Barat (Calon Paskibra NTB) yang merupakan siswa SMU dan generasi Z untuk bekal menghadapi tantangan zaman. 

BACA JUGA : Dinas Kominfotik NTB Terima Kunjungan Kejaksaan NTB

Mengingatkan calon Paskibra NTB bahwa Smartphone (gawai) itu hanya alat untuk memudahkan aktifitas dan tidak malah ketergantungan dengan perilaku digital yang salah
Dr Najamuddin Amy

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dr Najamudin Amy, di hadapan 28 orang calon Paskibra NTB 2024 mengingatkan terkait  memperlakukan gawai atau smartphone. Menurutnya, informasi hoax, jebakan judi online, pinjaman online ilegal hingga maraknya penyalahgunaan data pribadi maupun jejak digital yang merugikan, dimulai dari bagaimana memperlakukan gawai sebagai alat. 

“Smartphone (gawai) itu hanya alat untuk memudahkan aktifitas dan tidak malah ketergantungan dengan perilaku digital yang salah. Era digital akan menjadi kekuatan sekaligus kelemahan bagi generasi Z yang tidak memiliki kecakapan yang cukup,” ujarnya di hadapan calon Paskibra, di Aula BPSDM Mataram dalam kegiatan Diklat Paskibra 2024, Rabu (07/08/24). 

Menyinggung visi Indonesia digital dan indeks literasi NTB dalam upaya transfomasi digital, ia juga memberi penjelasan segaligus peringatan.

BACA JUGA : Smelter PT AMNT Meningkatkan Kejahteraan Masyarakat NTB 

Pengguna teknologi gawai dan jaringan internet seharusnya memiliki pilar etika, keamanan dan budaya digital,  dari kebiasaan sehari hari berinteraksi dengan internet yang akan menjelma menjadi peradaban yang baik. 

“Kelemahannya jika tak memiliki kecakapan maka generasi Z cenderung individualis, egois, bergantung pada gawai, kurang berinteraksi dan mengumbar aktifitas di media sosial sehingga menimbulkan kemalasan sosial,” sebutnya. 

Dengan menjaga pilar digital diatas, maka generasi Z justru akan dapat mengatasi tantangan era digital dan memanfaatkannya dengan baik. 

Ia berharap, para calon Paskibra NTB yang terpilih dari seluruh SMU di NTB ini selain membanggakan dapat menjalankan tugas mewakili sekolah dan daerah.

BACA JUGA : Hasil Survei ISS Pilgub NTB : GASMAN Melesat

Dan sebagai lulusan Paskibra juga memiliki kecakapan digital yang tidak merugikan diri sendiri maupun lingkungan. jm/her

 

 




Hasil Survei ISS Pilgub NTB 2024: GASMAN Melesat 

Elektabilitas GASMAN ungguli Iqbal-Dinda, ini hasil survei Indo Survei dan Strategy jelang Pilgub NTB 2024

MATARAM.LombokJournal.com ~ Indo Survey dan Strategi (ISS) merilis hasil survei untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024. ISS memotret peta elektoral-elektabilitas sejumlah figur yang akan berlaga di Pilgub NTB 2024. 

BACA JUGA : 10 Fenomena Dalam Pilkada Serentak di NTB

Tabel hasil survei menunjukkan pasangan Gita Ariadi-Sukiman melesat
Hasil survei ISS

ISS memotret popularitas, elektabilitas personal figur, kemudian membuat sejumlah simulasi pasangan calon. Baik skema empat paslon, tiga paslon, hingga dua paslon (head to head).

BACA JUGA : Indonesia Emas 2045 Tergantung Penyiapan Sumber Daya Manusia

Berikut hasil survei lengkap ISS untuk Pilgub NTB 2024

Popularitas tokoh:

Zulkiflimansyah 72 persen

Sitti Rohmi Djalillah 71,6 persen

Suhaili 69,2 persen

Lalu Gita Ariadi 57,8 persen

Sukiman Azmy 42,5 persen

Lalu Muhamad Iqbal 36,1 persen

Indah Dhamayanti Putri 30,2 persen

Mohan Roliskana 25 persen

Lalu Pathul Bahri 24,8 persen

Musyafirin 17,8 persen

Top of Mind tokoh:

Zulkieflimansyah 14,2 persen

Sitti Rohmi Djalillah 8,1 persen

Suhaili 7,3 persen

Lalu Gita Ariadi 7 persen

Lalu Muhamad Iqbal 6,4 persen

Sukiman Azmi 6,1 persen

Indah Dhayanti Putri 4,2 persen

Musyafirin 1,3 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 12,6 persen

Elektabilitas (keterpilihan) potret terkini:

Zulkieflimansyah 25,9 persen

Sitti Rohmi Djalillah 11,7 persen

Suhaili 11,6 persen

Lalu Gita Ariadi 9,4 persen

Lalu Muhamad Iqbal 7,1 persen

Sukiman Azmi 6,8 persen

Indah Dhayanti Putri 5,3 persen

Musyafirin 1,3 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 19,5 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 4 nama)

Zulkieflimansyah 27,4 persen

Sitti Rohmi Djalillah 17,1 persen

Lalu Gita Ariadi 15,3 persen

Lalu Muhamad Iqbal 13,6 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 26,6 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 3 nama)

Zulkieflimansyah 32,9 persen

Sitti Rohmi Djalillah 21,7 persen

Lalu Gita Ariadi 17,5 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 27,8 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 3 nama)

Zulkieflimansyah 33,7 persen

Sitti Rohmi Djalillah 22,5 persen

Lalu Muhamad Iqbal 20,1 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 23,7 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 3 nama)

Zulkieflimansyah 36,4 persen

Lalu Gita Ariadi 24,6 persen

Lalu Muhamad Iqbal 17,3 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 21,6 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 3 nama)

Sitti Rohmi Djalillah 30,2 persen

Lalu Gita Ariadi 25,1 persen

Lalu Muhamad Iqbal 18,9 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 25,7 persen

Elektabilitas calon wakil gubernur (potret terkini)

Suhaili 21,8 persen

Sukiman Azmi 19,7 persen

Indah Dhamayanti Putri 12,7 persen

Musyafirin 9,2 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 18,1 persen

Simulasi 4 pasangan calon:

Zul-Uhel 29,7 persen

Rohmi-Firin 19,9 persen

Gita-Sukiman 16,3 persen

Iqbal-Dinda 12,2 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 21,9 persen

Simulasi 3 pasangan calon:

Zul-Uhel 35,7 persen

Gita-Sukiman 23,6 persen

Iqbal-Dinda 18,6 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 22,1 persen

Simulasi 2 pasangan calon (head to head)

Zul-Uhel 43,8 persen

Rohmi-Firin 30,4 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 25,8 persen

Simulasi 2 pasangan calon (head to head)

Zul-Uhel 38,7 persen

Gita-Sukiman 32,1 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 29,2 persen

Simulasi 2 pasangan calon (head to head)

Zul-Uhel 42,4 persen

Iqbal-Dinda 29,1 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 28,4 persen

Direktur Strategi dan Operasional ISS, Karyono Wibowo menerangkan bahwa survei tersebut memiliki 880 responden yang diambil dengan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of erorr) -+ 3,37 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan metode wawancara pada tanggal 20-25 Juli 2024.

Secara umum, Karyono berpandangan Pilgub NTB 2024 masih cukup dinamis. Setiap figur atau paslon, tidak bisa mengeklaim sebagai paslon yang strong (kuat). 

“Dari temuan kami, Pilgub NTB masih sangat cair, dinamis. Pergerakan dan migrasi pemilih masih sangat bebas. Maka, para paslon tidak boleh ada yang terlampau jumawa,” kata Karyono saat sesi konferensi pers usai merilis hasil survei di Astoria Hotel Mataram pada Jumat (02/08/24).

Perubahan atau migrasi pilihan itu menurutnya disebabkan banyak hal. Seperti penetrasi politik ke akar rumput, gempuran money politik, serta visi-misi. 

BACA JUGA : Smelter PT AMNT Meningkatkan Kewsejahteraan Masyarakat NTB

“Kalau visi misi ini biasanya pemilih kritis,” bebernya.

Di tempat yang sama, Peneliti Pusas Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PusDek) UIN Mataram Dr Ihsan Hamid menjelaskan, apa arti dari tingkat persentase  ekektabilitas di atas? 

Zul dan Rohmi selaku mantan petahana berdasarkan hasil survei belum mencapai ekektabilitas 51 persen, artinya sangat mudah untuk dikalahkan (menurut teori survei dimanapun di dunia ini). 

“Lalu siapa yang paling potensial untuk mengalahkannya? Tentu elektabilitas yang terdekat keduanya, yaitu GASMAN dengan 16,3 persen. Bahkan dengan MoE 3.7, sebenarnya Gasman dan Rohmi berada pada posisi +/- sama. Bila 16,3 persen ditambahkan 3,7 persen, maka GASMAN berada pada 20 persen, Iqbal-Dinda 15.9 persen, Zul dikurangi 3,7 menjadi 26 persen, dan Rohmi ditambah 3,7 menjadi 23,6 persen,” paparnya. 

Kesimpulan, pertama; Dari hasil survei Indo Survey dan Strategy , dua posisi teratas selaku petahana hampir pasti dapat dikalahkan oleh GASMAN; kedua Iqbal-Dinda terlalu berat untuk bisa bersaing dengan dua paslon teratas maupun dengan GASMAN.

“Lalu apa yg ditakuti dan ditunggu oleh GASMAN untuk tidak maju melaju? Apa maju melaju cukup hanya sampai di sini? Miq Molah yang membuat diksi ini, ayo buktikan kalau maju melaju ini tidak menjadi Malu Melaju,” paparnya. me

 




Smelter PT AMNT Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat NTB

Proyek smelter PT AMNT yang segera diresmikan di Kabupaten Sumbawa Barat diyakini akan mendorong kemajuan industri dan perputaran ekonomi

KSB.LombokJournal.com ~ Smelter tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akan mendorong kemajuan industri dan perputaran ekonomi di masyarakat NTB, dan masyarakat pun makin makmur dan sejahtera

BACA JUGA : 19 Fenomena dalam Pilkada Serentak di NTB

Harapan itu disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin saat meninjau proyek smelter tembaga didampingi oleh Vice President External Relations PT AMNT, pada Kamis (01/08/24) di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Pj Gubernur, Hassanudin mengucapkan terimakasih kepada Susanto Lim yang telah mendampingi serta menjelaskan banyak hal terkait pembangunan smelter yang akan segera diresmikan tersebut. 

“Terima kasih Pak Susanto Lim, sudah menemani kunjungan kami dan menjelaskan banyak hal tentang PT. Amman Mineral, khususnya terkait pembangunan smelter untuk mendorong kemajuan industri dan perputaran ekonomi,” katanya.

BACA JUGA : Indonesia Emas 2045 Tergantung Penyiapan Sumber Daya Manusia

Diketahui, keberangkatan Pj Gubernur Hassanudin ke Kabupaten Sumbawa Barat pada Kamis pagi menggunakan Seaplane dari Bandara BIZAM dan landing di Pelabuhan Benete.

Selama perjalanan, Hassanudin sempat mengabadikan keindahan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa menggunakan ponsel pintarnya. 

Kedatangan Hassanudin ke KSB didampingi oleh Kadis ESDM, Kadis LHK, Kadis Perindustrian, dan Kadis Kominfotik Provinsi NTB. 

BACA JUGA : KONI NTB Gelar Outbond Kontingan PON XXI

“Semoga seluruh kerja keras ini memberikan banyak manfaat untuk masyarakat, daerah bangsa dan negara,” harapnya. novita

 

 




10 Fenomena dalam Pilkada Serentak di NTB 

Dalam penyelenggaraan Pilkada serentak di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2024, ditandai munculnya 10 femona 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pilkada serentak di NTB akan digelar pada November 2024 mendatang, namun berbagai fenomena baru mulai muncul di tahun politik saat ini yang jauh berbeda dengan Pilkada sebelumnya.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 memprediksi ada 10 fenomena yang bakal terjadi di tahun politik saat ini. 

BACA JUGA : Indonesia Emas 2045 Tergantung Penyiapan Sumber Daya Manusia

Tergantung Penyiapan Sumber Daya Manusia Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto mengatakan fenomena pertama adalah munculnya calon perempuan yang mendominasi di Pilkada provinsi dan kabupaten/kota.

Di tingkat Provinsi NTB ada kakak kandung TGB Zainul Majdi yakni Sitti Rohmi Djalillah. Kemudian ada Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri (Dinda). 

Begitu juga di Pilkada Lombok Barat yang memunculkan empat tokoh perempuan seperti Nurhidayah, Sumiatun, Khairatun dan Nurul Ahda.

Fenomena kedua adalah munculnya Cakada dari calon yang gagal terpilih di Pileg 2024 lalu.

“Pilkada serentak NTB 2024 memunculkan fenomena Cakada dari calon yang gagal terpilih dalam Pileg 2024, seperti Ruslan Turmuzi, HM Syamsul Luthfi, Karman BM, SJP, BJS dan lainnya,” kata Didu sapaan akrab Direktur Mi6, Senin (29/07/24).

Fenomena ketiga adalah Pilkada serentak NTB 2024 ditengarai memunculkan ketidakpastian dalam dukungan Parpol kepada Paslon. 

BACA JUGA : KONI NTB Gelar Outbond Kontingen XXI

Parpol terkesan memainkan ritme/tempo untuk tidak memberikan kepastian dukungan, khususnya de jure kepada Paslon.

Keempat, Pilkada serentak NTB 2024 ditengarai fenomena kurang maraknya relawan bergerak secara masif. 

“Kalaupun ada hanya sebatas peran artifisial yang tidak beresonansi pada masifnya gerakan penggalangan,” ujarnya.

Fenomena kelima adalah Pilkada serentak NTB akan berpotensi terjadi  pendekatan kepada votters lebih pragmatis dan taktis. Hal ini untuk mengukur kepastian dukungan di kalangan pemilih. 

“Belanja politik dan elektoral paslon membengkak dan sulit dikalkulasi/ unlimited,” ujar Didu.

Keenam,  Pilkada NTB 2024 diwarnai oleh pertarungan mesin partai. 

Itu karena Pileg 2024 memberikan pelajaran berharga, bahwa mesin dan organ partai efektif mendulang simpati dan dukungan pemilih.

Selanjutnya,  Pilkada serentak NTB diprediksi akan diwarnai oleh vote getter bukan dari tokoh-tokoh besar, melainkan dari kalangan biasa saja namun memiliki kemampuan meraih support/dukungan dari entitas/komunitas yang lebih kecil, misal kelompok hobi dan lainnya. 

Hal itu menjadi fenomena ke tujuh dalam catatan Mi6.

Sedangan untuk fenomena ke delapan, Pilkada serentak NTB 2024 juga akan diwarnai pemakaian teknologi digital yang lebih maju untuk membrading citra Paslon dari sisi yang unik dan menarik. 

“Misalnya gambar Paslon dalam bentuk kartun, artificial intelligence (AI) dan teknologi lainnya,” kata Didu.

BACA JUGA : Syamsul Luthfi Siap Bertarung dalam Pilbup Lombok Timur

Sembilan, Pilkada serentak NTB 2024 ditandai atau ditengarai oleh fenomena minimnya  donasi sosial politik untuk kepentingan kemasyarakatan. 

“Hal ini belajar dari Pileg 2024, di mana banyak petahana justru tumbang oleh pendatang baru, meskipun petahana tersebut banyak berbuat untuk kepentingan sosial kemasyarakatan,” ujarnya. 

Terakhir, Pilkada serentak NTB 2024 ditengarai akan diwarnai oleh pembalikan dan migrasi suara loyalis votters kepada Paslon yang memiliki inner beauty yang kuat, tidak palsu, tidak serakah, konsisten, tidak plin plan, tidak pelit atau petinju, dan lainnya.

Itulah 10 fenomena dalam Pilkada serentak di NTB dalam kacamata Mi6 yang bakal terjadi dalam gelanggang pertarungan politik di NTB ini. ***

 

 




Indonesia Emas 2045 Tergantung Penyiapan Sumberdaya Manusia

Sumber daya manusia dan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 tergantung siapa dan bagaimana menyiapkannya

LOTIM.LombokJournal.com ~ Kiprah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) merupakan bagian penyiapan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,

BACA JUGA : KONI NTB Gelar Outbond Kontingen PON XXI

Gubernur NTB mengapresia LKSA dalam penyiapan SDM menuju Indonesia Emas 2045

Karena itu, Pj Gubernur NTB, Hassanudin mengapresiasi kiprah  LKSA Qhoirul Wasilah, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. 

“Sumberdaya manusia dan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 tergantung siapa dan bagaimana menyiapkannya. Saya mengapresiasi perhatian para pengurus LKSA dalam membina kondisi masyarakar kita sebagai ujung tombak di lapangan,” kata Gubernur di Desa Kembang Kuning, Minggu (28/07/24). 

Pj Gubernur mengatakan, kiprah LKSA ini dalam menangani anak anak tenaga kerja imigran, persoalan keluarga dan hak hak dasar seperti kesehatan dan pendidikan bagi anak sangat luar biasa.

Meskipun kehadiran negara tetap menjadi kewajiban dalam pelayanan masyarakat sesuai undang undang dasar. 

Kepala DinaS Sosial, Ahsanul Khalik mengatakan, silaturahmi ini akan mempererat hubungan antara pemerintah dengan lembaga sosial yang ada. 

BACA JUGA : Seminar Nasional Ikatan Notaris Indonesia Didukung Pemprov NTB

Sebanyak 137 lembaga sosial yang ada di Lotim, kepengurusan anak adalah yang terbaik secara nasional dari akreditasi yang dilakukan Kementerian Sosial. 

“Bantuan sosial dari pemerintah provinsi khusus untuk lembaga kesejahteraan anak di Lombok Timur setiap tahun sebesar Rp 1.400.000.000 juta lebih untuk 7.208 anak penerima manfaat”, jelas Ahsanul. 

Disamping membina anak miskin dan terlantar, ada pula disabilitas dan lansia dengan lembaga berbeda. Ada pula yang khusus menangani anak korban kekerasan seksual yang belakangan  makin tinggi angkanya. 

Hadir pula perwakilan 85 lembaga sosial wilayah Lombok Timur dan anak anak binaan serta orangtua angkat LKSA Qhoirul Wasilah. 

BACA JUGA : Deklarasi Anti Kekerasan Anak di Dompu 

Turut mendampingi para Asisten 1 Setdaprov NTB, Sahli Sosmas, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Sosial dan pejabat Pemkab Lotim terkait. jm

 

 




Di Kabupaten Bima, Pj Gubernur Soroti Potensi Pertanian

Potensi besar sektor pertanian di Kabupaten Bima disoroti Pj Gubernur, terutama produksi padi, jagung, dan cabai yang meningkat tiap tahunnya

BIMA, LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin didampingi istrinya, Dessy Hassanudin melakukan kunjungan di Kabupaten Bima, dan menyoroti potensi besar pertanian di kabupaten itu, Jum’at (26/07/24).   

BACA JUGA : Deklarasi Anti Kekerasan terhadap Anak di Kabupaten Dompu

Hassanudin menekankan pentingnya pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Bima
Pj Gubernur NTB, Hassanudin

Menurutnya, potensi besar sektor pertanian Kabupaten Bima, terutama produksi padi, jagung, dan cabai yang terus meningkat setiap tahunnya, akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat setempat.

 “Potensi pertanian memiliki dampak yang cukup besar bagi perekonomian masyarakat Bima,” katanya.

Saat kunjungi Kabupaten Bima itu Pj Gubernur didampingi Pimpinan OPD lingkup pemerintah Provinsi NTB. Selain melakukan kunjungan kerja juga untuk silaturahmi dengan jajaran pemerintah Kabupaten Bima di Kantor Bupati Bima.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur NTB Hassanudin mengapresiasi sinergitas dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bima dalam mendukung berbagai program pembangunan di NTB. 

Selain sektor pertanian, Hassanudin juga menekankan pentingnya pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Bima dengan inovasi dan improvisasi yang tepat. 

BACA JUGA : Media Diminta Sosialisasikan Berita Positif

Ia berharap semua sektor dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun Bima yang lebih maju. Hassanudin menekankan bahwa program-program yang dijalankan harus tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi kemajuan NTB. 

“Melalui sinergitas dan kolaborasi pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, kita dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah di NTB yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri menyoroti produksi hasil pertanian, terutama jagung, yang menjadi andalan Kabupaten Bima. 

Dalam mengatasi masalah harga jagung yang murah setiap tahunnya, pemerintah Kabupaten Bima telah melakukan MoU dengan pemerintah Kabupaten Blitar guna menjaga stabilitas harga jagung bagi para petani. 

“Kita akan lebih mampu memperhatikan petani jagung di daerah kita sehingga kita pastikan bahwa mereka tidak hanya lelah dan letih menanam. Petani jagung bisa menerima sumber penghasilan yang lebih baik bagi masyarakat dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Umi Dinda, sapaan akrab Bupati Bima, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pj Gubernur beserta istri dan rombongan di Tana Mbojo. 

BACA JUGA : Kunker Pj Gubernur NTB Pertama di Kabupaten Dompu dan Bima

“Alhamdulillah, sejak dilantik sebagai Pj Gubernur NTB, hari ini beliau mengawali kunjungannya ke Pulau Sumbawa. Setelah di Kabupaten Dompu, kemudian Kota Bima dan pada malam hari ini, bersama-sama dengan seluruh masyarakat Kabupaten Bima,” pungkasnya.

Acara berlangsung khidmat, disertai dengan rangkaian kegiatan Pameran Pembangunan Kabupaten Bima yang diikuti oleh stand-stand pameran OPD se-Kabupaten Bima, instansi vertikal, dan mitra swasta. mnp/dyd

 




Deklarasi Anti Kekerasan terhadap Anak di Dompu 

Deklarasi anti kekerasan itu diikrarkan oleh siswa-siswi SMAN 2 Dompu dan disaksikan oleh para kepala sekolah SMK/SMA/SLB se-Pulau Sumbawa

DOMPU, LombokJournal.com ~ Kehadiran Penjabat  (Pj) Gubernur NTB, Dr Hassanudin di SMAN 2 Dompu untuk menyaksikan Deklarasi Anti Kekerasan oleh siswa-siswi se-Kabupaten Dompu. Bersamaan dengan itu juga membuka Raker SMA/SMK dan SLB se-Pulau Sumbawa di SMAN 2 Dompu, Jumat (26/07/24)

BACA JUGA : Media Diminta Sosialisasikan Berita Positif

Deklarasi anti kekerasan ini, kita harus bersama-sama menyuarakan pentingnya melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan
Pj Gubernur buka raker

Deklarasi anti kekerasan itu diikrarkan oleh siswa-siswi SMAN 2 Dompu dan disaksikan oleh para kepala sekolah SMK/SMA/SLB se-Pulau Sumbawa.

Kehadiran Pj Gubernur disambut Tari Wura Bongi Monca yang dipersembahkan oleh siswa-siswi SMA Negeri 2 Dompu. Kedatangannya bersama Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST, MT., beserta Pj Ketua TP PKK Provinsi NTB, dan anggota Forkompinda Kabupaten Dompu.

Pj Gubernur NTB Hassanudin menyatakan bahwa momen deklarasi anti kekerasan sangat penting sebagai salah satu kekuatan berharga untuk menghentikan segala bentuk kekerasan pada anak. 

Kekerasan fisik, verbal, psikologis, emosional, dan seksual terhadap anak-anak dapat menghancurkan masa depan mereka.

Pj Gubernur juga mengungkapkan kebahagiaannya bahwa di NTB, banyak inovasi yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan. Ia berpesan bahwa anugerah terbesar yang harus dijaga dan dilindungi adalah anak-anak, mengingat mereka adalah investasi masa depan. 

Anak-anak dipersiapkan untuk menghadapi Indonesia Emas 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan RI dan bonus demografi. Oleh karena itu, sumber daya manusia NTB harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

BACA JUGA : Wartawan Diajak Samakan Perspektif dalam Membangun NTB 

Menyinggung kembali kekerasan terhadap anak, Pj Gubernur menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan tidak boleh ada toleransi dalam bentuk apapun. 

“Melalui deklarasi anti kekerasan ini, kita harus bersama-sama menyuarakan pentingnya melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan. Dalam hal ini, peran sekolah sangat vital sebagai institusi pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat di mana anak-anak belajar tentang nilai-nilai moral, etika, dan membentuk kepribadian,” ujarnya.

Pj Gubernur menambahkan bahwa program-program pendidikan yang membentuk karakter, membangun kreativitas, dan berdampak positif pada anak harus terus dilaksanakan. 

Kepala sekolah, dewan guru, tata usaha, dan perangkat komite sekolah mempunyai amanah dan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.

“Alhamdulillah, pada tahun 2023 di Kabupaten Dompu, terjadi penurunan kasus kekerasan terhadap anak. Ini adalah hasil baik dari upaya seluruh institusi pendidikan. Diharapkan dengan deklarasi ini, akan terjadi perubahan yang signifikan di masa mendatang,” ungkapnya kepada seluruh siswa-siswi SMA/SMK yang ada di Dompu.

Dijelaskannya bahwa Pemprov NTB terus mendorong upaya memajukan pendidikan, termasuk perlindungan kepada anak yang semakin baik. Raker Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se-Pulau Sumbawa ini diharapkan dapat berbagi informasi, bertukar cerita, pengalaman, dan berdiskusi. Pada akhirnya, dapat merumuskan berbagai cara dan strategi terkait kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing wilayah satuan pendidikan.

“Saya sungguh menyadari bahwa pendidikan merupakan investasi untuk generasi masa depan. Kita berharap banyak pada institusi pendidikan bahwa perannya sangat vital dalam proses pembelajaran yang kondusif untuk mendukung pengembangan potensi siswa secara maksimal,” ujarnya.

Wabup Dompu, Syahrul, menyatakan bahwa berbagai upaya dilakukan Pemkab Dompu untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencegah kekerasan terhadap anak, narkoba, kenakalan remaja, dan lainnya. Pemkab Dompu berkomitmen untuk mencegah kekerasan terhadap anak yang dapat merusak mental mereka.

“Apa pun yang bisa kita lakukan untuk menciptakan generasi berkualitas dan menciptakan ketertiban serta kesejahteraan masyarakat Dompu adalah tugas dan tanggung jawab kita semua untuk generasi masa depan kita,” ujarnya.

BACA JUGA : Syamsul Luthfi Siap Bertarung di Pilbup Lombok Timur 

Sementara itu, Kadis Dikbud NTB, Dr. Aidy Furqan, M.Pd, menjelaskan bahwa berbagai program telah dilakukan untuk memajukan pendidikan di NTB. 

Banyak prestasi nasional yang telah diraih. Pertemuan Kepala Sekolah setingkat SLTA sederajat dan SLB ini dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi serta sebagai ajang tukar pikiran untuk memajukan pendidikan di NTB. 

Termasuk mencegah kekerasan terhadap anak yang ditunjukkan dengan deklarasi anti kekerasan terhadap siswa-siswi. her/dyd

 




Rakor Evaluasi Kelembagaan Provinsi NTB

Pj Gubernur menekankan bahwa rakor evaluasi kelembagaan ini menjadi momentum yang baik untuk mendiskusikan dan membahas kelembagaan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hassanudin, secara resmi membuka 

BACA JUGA : Wartawan Diajak Samakan Perspektif dalam Membangun NTB

Rakor evaluasi kelembagaan dilakukan tiga tahun sekali
Pj Gubernur NTB, Hassanudin

Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Kelembagaan Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota di Mataram dibuka Penjabat (Pj) Gubernur NTB,  pada Kamis (25/07/24). Rakor ini mengusung tema “Evaluasi Kelembagaan Menuju Tepat Fungsi, Tepat Proses, dan Tepat Ukuran”. 

Dalam sambutan pembukaan, Pj Gubernur mengajak para peserta untuk berkomitmen bersama dalam menghadirkan kelembagaan perangkat daerah yang sesuai dengan tema rakor evaluasi kelembagaan.

Hassanudin menambahkan bahwa rakor evaluasi kelembagaan ini merupakan bagian penting dan strategis dari reformasi birokrasi. Ia menyebutkan bahwa Provinsi NTB memiliki 36 perangkat daerah dan 91 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

“Dari jumlah tersebut, belum semua kelembagaan kita dievaluasi karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2018 tentang PAN-RB, evaluasi minimal dilakukan satu kali dalam tiga tahun,” jelasnya.

BACA JUGA : Kunker Pertama Pj Gubernur ke Dompu dan Bima

Pj Gubernur Hassanudin juga menekankan bahwa rakor evaluasi kelembagaan ini menjadi momentum yang baik untuk mendiskusikan dan membahas kelembagaan yang sudah dievaluasi. 

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi permasalahan dan struktur kelembagaan yang ideal, dinamis, serta mampu beradaptasi secara responsif maupun antisipatif terhadap perubahan lingkungan strategis, baik internal maupun eksternal.

“Selamat melaksanakan Rakor, semoga ini menjadi semangat untuk melahirkan paradigma tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, adaptif, dan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berintegritas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi Setda NTB, H. Nursalim, menyampaikan bahwa rakor ini merupakan amanat dari Menpan-RB Nomor 20 Tahun 2018 tentang pedoman evaluasi kelembagaan perangkat daerah.

“Dalam kurun waktu yang cukup lama, baru kali ini kita melaksanakan Rakor Evaluasi Kelembagaan. Mudah-mudahan kolaborasi dan komitmen dari kabupaten/kota se-NTB untuk melakukan evaluasi minimal satu kali dalam tiga tahun dapat terlaksana,” ungkapnya.

BACA JUGA : Elektabilitas Rohmi-Firin, Pasangan Calon Gubernur NTB, Meningkat

Nursalim menambahkan bahwa salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pemetaan permasalahan dalam kelembagaan, sekaligus pemetaan proses, fungsi, dan ukuran organisasi perangkat daerah. san/her

 




Wartawan Diajak Samakan Perspektif dalam Membangun NTB

Pj Gubernur NTB ajak wartawan untuk bekerja sama dalam menyamakan frekuensi dan antena guna mengedukasi masyarakat NTB sebagai tugas bersam

 Mataram, LombokJournal.com ~ Para wartawan melalui Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) diajak menyamakan gagasan dan perspektif dalam membangun provinsi NTB. 

Membangun NTB merupakan kolaborasi wartawan dan Pemda
Pj Gubernur NTB

Ajakan pada wartawan ini disampaikan Pj Gubernur NTB, DR Hassanudin saat pertemuan dengan PWI di Ruang Kerja Gubernur NTB pada Selasa (23/07/24).

BACA JUGA : HIPMI NTB Gelar Kuliah Umum di Fakultas Ekonomi Unram

Dr. Hassanudin menekankan bahwa kemajuan NTB saat ini tidak terlepas dari kolaborasi dengan wartawan sebagai awak media yang ada di NTB, baik melalui kontribusi pemikiran maupun tulisan. Media juga berperan penting dalam mengedukasi masyarakat NTB. 

“Silaturahmi ini tidak hanya untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan, tetapi juga untuk menyamakan frekuensi dalam rencana ke depan,” ujarnya.

Ia mengajak media untuk bekerja sama dalam menyamakan frekuensi dan antena guna mengedukasi masyarakat NTB sebagai tugas bersama. 

“Saya mengajak teman-teman wartawan untuk menyamakan frekuensi dan antena, lalu mengedukasi masyarakat NTB, ini menjadi tugas bersama,” tegasnya.

BACA JUGA : Keterbukaan Informasi Publik Ciptakan Pmerintahan Transparan

Lebih lanjut, Dr. Hassanudin berharap agar rekan-rekan wartawan di media selalu memberikan informasi yang bijak, terutama menjelang pemilihan Gubernur NTB yang akan datang. Informasi yang disampaikan harus mampu menciptakan kesadaran bahwa politik adalah kompetisi yang tidak boleh memutus silaturahmi antar masyarakat NTB. 

“Perbedaan adalah anugerah, perbedaan itu asyik, mari kita bersama-sama membangun NTB dari semua perbedaan yang ada,” katanya di hadapan para tokoh PWI NTB.

Selain itu, mantan Penjabat Gubernur Sumatera Utara ini juga memperkenalkan tagline “NTB HEBAT” sebagai motivasi dalam menggerakkan roda pemerintahan bersama berbagai pihak dan masyarakat. 

Tagline ini merupakan singkatan dari NTB Harmonis, NTB Efektif dan Efisien, NTB Bersama, NTB Akuntabel, dan NTB Transparan.

Dr. Hassanudin juga mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba dan judi online yang menurutnya merusak generasi muda.

Ketua PWI NTB, Nasrin, menyatakan kesiapannya mendukung langkah dan ajakan Penjabat Gubernur demi mewujudkan NTB yang lebih aman dan damai. 

BACA JUGA : Sertifikat Halal 100 UMKM, Diharapkan jadi SEntral Produk Halal

“Insha Allah, kami siap mendukung dan membersamai apa yang menjadi harapan Gubernur NTB,” tkata Nari. ***

 

 




HIPMI NTB Gelar Kuliah Umum di Fakultas Ekonomi Unram

HIPMI NTB gelar kuliah umum ini unuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan inspirasi agar siap menghadapi tantangan global 

MATARAM, LombokJournal.com Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB sukses menggelar kuliah umum bertema “Menghadapi Tantangan Global dengan Sinergi dan Inovasi” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram pada Senin (22/07/24).

BACA JUGA : Keterbukaan Informasi Publik Ciptakan Pemerintahan Transparan 

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum HIPMI NTB, I Putu Dedy Saputra, beserta jajaran HIPMI NTB. Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram turut hadir, diwakili oleh Dekan FEB UNRAM, Dr. Ihsan Ro’is, ST., M.Si. Ratusan mahasiswa, dosen, dan pelaku usaha muda di wilayah NTB juga mengikuti kegiatan ini.

Ketum HIPMI NTB, Dedy Saputra, menekankan pentingnya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini

Dalam sambutannya, Ketum HIPMI NTB, Dedy Saputra, menekankan pentingnya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini karena menjadi pengusaha adalah pilihan yang realistis.

“Indonesia menargetkan rasio 1 juta pengusaha baru pada tahun 2024, dan menuju Indonesia Emas 2045, target rasio kewirausahaan menjadi 12 persen, syarat utama sebagai negara maju, sementara saat ini rasio kewirausahaan Indonesia hanya 3,47 persen,” ujar Dedy.

Sementara itu, Dekan FEB UNRAM, Ihsan Ro’is, menyampaikan bahwa kunci sukses di era globalisasi saat ini adalah sinergi dan kolaborasi. Ia juga menekankan pentingnya pola pikir kewirausahaan yang perlu diasah sejak muda. 

BACA JUGA : Sertifikat Halal 1000 UKM, DiHarapkan NTB Jadi Sentral Produk Halal

“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci pengusaha sukses di era global saat ini. Mindset kewirausahaan perlu ditanamkan sejak awal,” kata Ihsan.

Ia juga mengimbau pengusaha muda untuk terus mengasah kredibilitas, integritas, dan mentalitas sebagai modal awal dalam membangun jaringan sinergi dengan cara-cara inovatif atau mengikuti tren perkembangan zaman. 

“Pengusaha muda harus mempersiapkan diri dari sisi mentalitas, kredibilitas, dan integritas sebagai modal awal,” tambah Ihsan.

Ihsan Ro’is juga memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif HIPMI NTB dalam menyelenggarakan kuliah umum ini. 

“Kami sangat mendukung kegiatan yang dapat membuka wawasan mahasiswa tentang pentingnya sinergi dan inovasi dalam dunia bisnis. Harapannya, acara ini dapat memotivasi mahasiswa untuk menjadi pengusaha muda yang tangguh dan kreatif,” ujarnya.

Kuliah umum ini juga menghadirkan narasumber Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Dr. L. Edy Herman M., MM., serta calon Ketua Umum HIPMI NTB 2024-2027, Azizah Awaliah Hadi dan Ismed Fathurrahman Maulana. 

Dalam presentasinya, mereka menekankan pentingnya sinergi antara berbagai sektor dan inovasi sebagai kunci menghadapi tantangan global.

 “Di era globalisasi ini, kolaborasi antar sektor dan inovasi tiada henti adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang,” kata Ismed. 

“Inovasi adalah kunci utama untuk menghadapi tantangan ekonomi global saat ini,” tambah Azizah.

Sesi tanya jawab menjadi bagian yang sangat dinanti oleh para peserta. Mahasiswa Universitas Mataram tampak antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan narasumber. Pertanyaan mencakup berbagai aspek, mulai dari strategi inovasi hingga kolaborasi antar sektor.

Ketua HIPMI NTB, I Putu Dedy Saputra, mengungkapkan bahwa tujuan dari kuliah umum ini adalah membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan inspirasi agar siap menghadapi tantangan global. 

BACA JUGA : Perkembangan Ekspor dan Impor NTB Tahun 2024

“Kami ingin membangun generasi pengusaha muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu bersinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan inovasi yang berdampak besar,” katanya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan kuliah umum ini, diharapkan akan lahir lebih banyak pengusaha muda dari Universitas Mataram yang mampu bersaing di kancah global melalui sinergi dan inovasi.

Selain kuliah umum, juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara HIPMI NTB dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram tentang Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

 Hal ini sebagai bentuk konkret kolaborasi HIPMI NTB dan FEB UNRAM dalam meningkatkan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi untuk menciptakan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Sebagai informasi, HIPMI merupakan organisasi yang bertujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan kewirausahaan di Indonesia. 

Melalui berbagai program dan kegiatan, HIPMI mendukung pengusaha muda untuk tumbuh dan berdaya saing di pasar global, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan usaha dan inovasi. (***)