Presiden Jokowi Minta Pembangunan Rumah Selesai Sebelum Musim Hujan

Jokowi juga akan memantau dan mengecek terus agar NTB segera normal kembali baik aktivitas ekonomi dan kehidupan dapat berjalan dengan baik

MATARAM.lombokjournal – Presiden RI, Ir H Joko Widodo berharap, pembangunan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi,  dapat selesai sebelum musim hujan tiba.

Selain itu, Presiden RI sudah menegaskan rumah yang dibangun, adalah rumah tahan gempa, sebab NTB termasuk daerah dalam Ring Of Fire atau garis cincin api.

Arahan itu disampaikan Presiden Joko Widodo,saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi NTB, di Lapangan Sepakbola Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Senin (03/09) pagi.

Didampingi Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Presiden Jokowi saat menyampaikan arahan, meminta agar para relawan bekerja membantu proses percepatan rekonstruksi.

“Saya ingin titip kepada saudara semua agar masyarakat dibantu baik dalam pembersihan, dan pembangunan kembali karena kita berkejaran dengan waktu,” ungkap Jokowi.

Presiden mengingatkan, tahapan tanggap darurat telah berlalu. Maka, sekarang masuk pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Untuk itu, sejumlah tahapan yang nantinya akan ditempuh adalah pembangunan fasilitas publik seperti pasar, puskesmas, sekolah, masjid/mushalla sudah mulai dikerjakan.

Untuk memastikan semua tahapan berjalan lancar, Presiden mengatakan perlu terjun langsung ke lapangan. Termasuk menyerahkan bantuan bagi rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.

Meskipun baru 5.293 rumah yang telah diberikan, dari dari jumlah keseluruhan sekitar 71.000, Presiden menjanjikan akan bergerak cepat, meski membutuhkan waktu.

Terkait pembangunan rumah, nantinya akan didampingi dan dikawal oleh Kementerian PUPR yang dibantu ratusan insinyur muda dan mahasiswa teknik untuk membangun rumah anti gempa atau tahan gempa,

“Jika rumah itu nantinya oleh pemiliknya ingin rumah tembok ya silakan, kalau ingin memilih pake kayu silakan juga, kalau dr bambu juga silakan tapi diarahkan agar konstruksinya adalah konstruksi tahan gempa”, tambahnya.

Jokowi juga akan memantau dan mengecek terus agar NTB segera normal kembali baik aktivitas ekonomi dan kehidupan dapat berjalan dengan baik. Jokowi menyampaikan apresiasinya atas partisapasi seluruh masyarakat terhadap solidaritas untuk NTB.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah menyumbang tenaga dan pikirannya kepada saudara-saudara di NTB yang tertimpa musibah. Seperti, para relawan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Pemerintah Daerah Provinsi NTB, serta jajaran Pegawai Negeri Sipil.

Sebelumnya, Menteri PUPR, Basuki Hadi Mulyono, menyampaikan apel siaga ini diikuti oleh pendamping dan pelaksana rehabilitasi rekonstruksi yang berjumlah 2.250 orang. Peserta terdiri dari unsur masyarakat NTB, TNI/POLRI, insinyur muda CPNS Kementerian PUPR, BNPB, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di NTB, BUMN Karya dan relawan.

Dalam rangka pelaksanaan Inpres Nomor  5 Tahun 2018, hingga saat ini sudah dilaksanakan verifikasi 261 bangunan dari 972 bangunan fasilitas publik yang mengalami kerusakan.

Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilaksanakan pada 56 unit, terdiri dari 41 unit sekolah, 4 unit rumah ibadah (masjid mushalla), 3 unit pasar, dan 8 unit rumah sakit dan puskesmas.

Untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang berjumlah 125.000 unit telah dilakukan verifikasi untuk 32.800 unit rumah yang terdiri atas 11.400 rumah rusak ringan, 3.600 rusak sedang, dan 17.800 rusak berat. U

nit rumah contoh dengan teknologi RISHA yang tahan gempa telah dibangun di 20 titik lokasi sebagai contoh bagi masyarakat.

Depo-depo bangunan di tingkat kecamatan akan segera dibuka untuk kemudahan distribusi material konstruksi sejak minggu ini dalam jumlah yang cukup banyak dan harga terjangkau yang dikoordinir oleh Kadin NTB.

Rehabilitasi dan rekonstruksi rumah ditargetkan akan selesai dalam waktu enam bulan ke depan, dengan cara swakelola bergotong royong, didampingi oleh para relawan dan fasilitator, insinyur muda dan mahasiswa teknik.

Sedangkan untuk fasilitas publik akan diserahkan dan dikerjakan oleh BUMN Karya bekerja sama dengan kontraktor lokal.

AYA




Presiden Jokowi Serahkan Dana Rekonstruksi 5.293 Rumah Yang Sudah Diverifikasi Di Lombok Utara

Presiden menggelar nonton bareng penutupan Asian Games di Lapangan Bola Desa Bale Kuwu Gunung Sari Lombok Barat bersama pengungsi

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden RI Ir. H. Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Lombok, Minggu (02/09) pagi disambut Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Kunjungan yang ketiga pasca gempa bumi Lombok, presiden mengunjungi lokasi bencana di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat dan Sumbawa.

Di Lombok Utara, Presiden Jokowi meyerahkan secara sombolis buku tabungam dana stimulan rekonstruksi rumah sebanyak 5.293 yang telah selesai diverifikasi, di Lapangan Masjid di Pamenang, Kabupaten Lombok Utara, Minggu siang.

Tabungan tersebut merupakan tabungan khusus dana pembangunan kembali rumah korban bencana alam gempa yang rusak. Seperti di beritakan sebelumnya korban bencana alam gempa bumi mendapatkan bantuan dana senilai 15 juta hingga 50 juta untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak

Ikut mendampingi Presiden dalam penyerahan bantuan itu Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Kepala BNPB. Saat itu Presiden Jokowi menegaskan, tidak boleh ada pemotongan dana rekonstruksi rumah oleh pihak manapun.

“Sepeser pun tidak boleh dipotong,” tegas Presiden. Presiden Jokowi sempat memantau langsung proses rehabilitasi dan penanganan pasca bencana.

Ada yang menarik dalam perjalanan rombogan Presiden dari Lombok Utara menuju  Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Di Pusuk, perjalanan rombongan berhenti, dan Presiden Jokowi keluar dari mobil kepresidenan dan membeli buah di pinggir jalan.

Nonton Bareng

Kegiatan Presiden Jokowi di Desa Kekait, Lombok Barat juga mengunjungi lokasi yang terdampak bencana. malam harinya agenda Presiden menggelar nonton bareng (Nobar) bersama pengungsi penutupan Asian Games di Lapangan Bola Desa Bale Kuwu Gunung Sari Lombok Barat.

Menkominfo sebelumnya telah menyediakan segala kebutuhan acara nonton bareng tersebut.

Seorang pengungsi dari desa Sandik Kecamatan Gunung sari Lombok Barat, Fahrain (46) datang bersama keluarganya mengaku senang menonton acara penutupan Asian Games 2018 live bersama Presiden.

“Saya senang pak, apalagi ada pak Jokowi. Ia rela tidak hadir penutupan di Jakarta, namun hadir di tengah pengungsi untuk memberikan semangat kepada kami,” ujarnya.

Presiden bersama rombongan menginap di tenda di lokasi pengungsian.

Hadir mendampingi Presiden, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, bersama Kepala BNPB dan Menteri PUPR.

Arahan Presiden untuk penggunaan dana rekonstruksi rumah:

  1. Uang betul-betul semua dipakai untuk pembangunan rumah.
  2. Rumah yang dibangun harus benar-benar Rumah tahan gempa, sehingga kalau ada gempa rumah tidak ada masalah lagi. Untuk itu dalam proses pembangunan nanti akan didampingi pihak Kementrian PUPR, para Insinyur dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ahli bangunan di Indonesia.
  3. Bagi rumah yang materialnya bisa dipakai, presiden menyarankan untuk bisa dipakai.Sehingga dana yang diberikan betul-betul cukup untuk membangun.
  4. Proses pembangunan harus cepat, karena akan segera memasuki musim penghujan, sehingga rumah bisa dipakai sebelum musim hujan datang.
  5. Setelah selesai membangun, jika ada kelebihan biaya presiden mempersilahkan dipakai untuk kebutuhan yang lain.

“Tapi prioritas utama untuk rumah, karena akan dicek nanti bahwa uang harus benar-benar untuk bangun rumah,” kata Presiden.

Hari Senin (3/9) Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi SMPN 6 Mataram dan RSUD Kota Mataram untuk meninjau proses belajar mengajar, serta meninjau rumah sakit lapangan yang di bangun di halaman rumah sakit.

Selanjutnya Presiden Jokowi akan melanjutkan kunjungan menuju Sumbawa untuk mengunjungi korban gempa di Alas,  Sumbawa.

AYA

 

 

 

 




Mi6 Apresiasi Khairudin Mencari Keadilan Lewat DKPP

Mi6 mensinyalir Khairudin tidak sendiri mengalami ini, saat seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB. Bisa jadi yang lain enggan mempersoalkannya karena berbagai alasan

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Mi6 mengapreasi gugatan Khairudin M.Ali (calon komisioner Bawaslu Kota Bima) atas  putusan Bawaslu RI lewat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP).

Gugatan itu terkait tidak lolosnya Khairudin sebagai anggota Bawaslu Kota Bima, padahal yang bersangkutan menduduki peringkat atas hasil seleksi oleh Tim Seleksi.

Apa yang dialami Khairudin patut diduga ada conflik of interest dalam penetapan anggota Bawaslu Kota Bima. Kejadian yang tidak perlu terjadi jika Bawaslu RI lebih terbuka dan fair dalam menentukan kriteria dan argumentasinya secara transparan kepada  publik terkait lolos dan tidak lolosnya para calon komisioner tersebut.

Mi6 mendukung penuh upaya Khairudin mencari keadilan lewat DKPP, agar kebijakan penetapan calon Bawaslu Kota Bima dan juga Kabupaten/Kota lainnya se NTB bisa diuji secara yuridis formil materiil yang berkeadilan dan fair.

Siaran pers Mi6 itu disampaikan ke media terkait sengketa penetapan putusan Bawaslu RI, Kamis (30/08).

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH mengatakan, upaya hukum yang dilakukan Khairudin harus diapresiasi dan sebagai bentuk pembenaran hukum yang benar melalui jalur hukum.

Mi6 mensinyalir/menduga Khairudin tidak sendiri yang mengalami hal ini, saat seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB. Bisa jadi yang lain enggan mempersoalkannya karena berbagai alasan.

“Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum , apa yang dilakukan oleh Khairudin perlu dimaknai dalam  kerangka menegakkan kedaulatan hokum, sekaligus menjaga marwahnya sebagai calon komisioner Bawaslu Kota Bima yang telah ditetapkan oleh Timsel dengan peringkat terbaik,” ujar Didu, panggilan akrab Direktur Mi6.

Selain itu tambah Didu, langkah hukum yang ditempuh Khairudin ini untuk menguji secara yuridis atas putusan Bawaslu RI No. 0615/BAWASLU/SJ/HK.01.00/VIII/2018, sudah benar atau tidak di mata hukum.

Sidang DKPP, menurut Didu, adalah sidang etik. Sidang itu akan menguji apakah Ketua dan anggota Bawaslu  melanggar Pasal 3 dan Pasal 134 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, tentang Pemilihan Umum, serta Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 5 dan Pasal 6, dalam proses penetapan calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB.

“Jika dalam sidang di DKPP nanti pihak Khairudin menemukan bukti yang bisa mengoreksi putusan Bawaslu RI, atau ada prosedur serta mekanisme yang dilanggar, maka demi menjunjung azas persamaan di muka hukum, Bawaslu RI harus berani mengubah putusannya demi menghormati supremasi hukum,” tambah Dir M16

Mi6 menyadari akibat preseden ini, publik di Kota Bima juga Tim Seleksi, tentu mengatensi hasil akhir putusan DKPP nanti. Karena kejadian ini diduga ada  ketidakfairan Bawaslu RI dalam memutuskan calon komisionernya sekaligus patut diduga tidak menghargai upaya maksimal dari Timsel dalam menentukan proses di awal proses seleksi calon komisioner Bawaslu kota Bima .

“Kejadian yang menimpa Khairudin jika dibiarkan berlarut larut akan merusak kredibilitas dan kapabilitas Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu di mata publik, khusus warga Bima dan NTB,” pungkasnya.

Kabarnya Khaerudin sudah  mengajukan surat  permohonan informasi publik kepada Bawaslu NTB terkait hasil seleksi dan seluruhnya.

Me




Deklarasi “NTB Bangun Kembali”, Gubernur NTB Ajak Kokohkan Kebersamaan Dan Persaudaraan

Seluruh elemen masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi, diajak berjuang bersama-sama merehabilitasi dan merekonstruksi, membangun kembali daerah tercinta yang sangat indah

Dr. TGH. M. Zainul Majdi

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com —  Berakhirnya masa tanggap darurat 25 Agustus 2018, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendeklarasikan “NTB Bangun Kembali” dengan memimpin apel di Pamenang, Kabupaten Lombok Utara, Senin, (27/08).

Peserta apel terdiri dari Unsur TNI, Polri, ASN, Mahasiswa, BNPB, dan Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Utara.

Gubernur selaku inspektur apel mengatakan di hadapan peserta, sebaik-sebaik modal untuk membangun daerah kembali pasca musibah gempa bumi adalah kebersamaan. Sedangkan sekokoh-kokohnya pondasi untuk membangun adalah persaudaraan dan gotong royong.

Terkait gempa, yang tidak hanya menimpa Lombok namun  juga Pulau Sumbawa, Gubernur meminta masyarakat untuk tetap tenang. Meski dilanda bencana, namun Gubernur meyakini, NTB merupakan daerah yang memiliki  persaudaraan yang kokoh dan kuat.

“Daerah-daerah yang tahan uji dalam keadaan apa pun adalah daerah yang warganya bersatu padu dalam kebaikan. Maka saatnya dalam rekonstruksi dan rehabilitasi ini kita tampakkan dan kita wujudkan itu semua,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi, untuk berjuang bersama-sama merehabilitasi dan merekonstruksi, membangun kembali daerah tercinta yang sangat indah.

“Insya Allah kita akan lebih baik lagi dibanding sebelumnya,” ujar TGB.

Masyarakat diajak tidak lagi bersedih, saatnya sekarang untuk berkeringat dengan kerja keras untuk seterusnya.

Gubernur  juga mengingatkan masyarakat, saat ini bukan lagi saatnya untuk berleha-leha, namun saatnya untuk berpeluh-peluh dan bergandengan tangan untuk bergotong royong bekerjasama membangun kembali NTB yang kita cintai ini.

“Siap bapak ibu?, “Lombok Bangun Kembali”, NTB Bangun Kembali,” spirit TGB menyemangati masyarakat dan seluruh peserta apel untuk bangkit kembali.

Gubernur menjelaskan, sebagai instrument penyemangat dari seluruh pihak, Presiden telah mengeluarkan Inpres nomor 5 tahun 2018 yang telah menjelaskan, siapa melakukan apa sudah sangat jelas dalam Inpres tersebut.

Saat ini juga, bantuan dan dukungan dari perangkat negara kepada NTB sudah luar biasa. Sahabat-sahabat, saudara-saudara kita TNI dan POLRI, demikianpun dari BNPB, Basarnas dan bahkan dari relawan-relawan yang jumlahnya ribuan berasal dari berbagai elemen masyarakat, tidak hanya yang ada di Indonesia yang di luar negeri pun, semua bersatu padu.

Baik yang bisa datang langsung untuk terjun kemari, dan yang tidak bisa terjun langsung meraka mengirim bantuannya.

”Yang tidak sanggup untuk membantu dengan materi juga tak pupus memanjatkan do’a, itu semua adalah tambahan energy dari kita semua untuk membangun negeri kita lebih baik lagi,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengingatkan, yang paling utama sumber daya untuk mengembalikan daerah kita menjadi lebih baik dari sebelumnya adalah sumber daya yang ada pada diri endiri.

Kebersamaan anak-anak muda di Lombok, para mahasiswa dimana pun di NTB yang ada di wilayah-wilayah bencana adalah kesempatan yang luar biasa untuk mebuktikan kecintaan kita kepada NTB, kecintaan kita kepada Indonesia.

“Mari kita berikan pagi ini sebagai awal yang baik awal yang berkah untuk kita merehabilitasi daerah kita yang kita cintai ini. Tetap maksimal memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dalam suasana dan kondisi apapun,” pintanya.

AYA/hms




Tanggap Darurat Berakhir,  Pemulihan “Lombok Bangun Kembali’’ Dimulai

Kekurangan-kekurangan seperti tenda, MCK dan air bersih, masyarakatt dipastikan segera  mendapatkan fasilitas yang layak untuk dapat bertahan selama paling tidak dua atau tiga bulan ke depan

MATARAM.lombokjournal.com —  Masa tanggap darurat bencana Gempa Bumi di NTB,  tanggal 29 Juli sampai tanggal 25 Agustus 2018, berakhir.

Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan launching peralihan dari masa transisi tanggap darurat menjadi masa masa pemulihan “Lombok Bangun Kembali” , Senin (27/08) 2018 di Kabupaten Lombok Utara(KLU) .

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiyadi Sayuti, M.Sc., Ph.D, mengatakan itu pada media usai memimpin rapat dengan jajaran terkait di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Sabtu, (25/08).

Dijelaskan, usai masa tanggap darurat, unsur TNI dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) akan melanjutkan kegiatan-kegiatan setelah tanggap darurat tersebut, baik yang sudah selesai dan yang belum selesai pada masa tanggap darurat.

“Intinya sudah tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan evakuasi dan penyelamatan, semua sudah dilaksanakan. Korban sudah teridentifikasi dan dalam proses pemulihan, baik di Rumah Sakit maupun tempat masing-masing,” ujar Sekda.

Saat ini yang perlu dilakukan, bagaimana membangun kembali rumah-rumah rakyat maupun fasilitas publik yang terdampak ketika bencana gempa kemarin. Hal itu diperkuat seiring keluarnya Inpres nomor 5 tahun 2018.

Dengan Inpres tersebut, masa pemulihan diharapkan dapat selesai dalam masa waktu 6 bulan ke depan.

Dipaparkan, salah satu instrumen pemerintah yang akan membatu masa pemulihan rumah masyarakat di NTB, yaitu istrumen dari Panglima TNI dengan dibentuknya Komando Satuan Tugas Gabungan yang akan meliputi seluruh Kabupaten Terdampak, dibawah Komando Mayor Jendral TNI Madsuni.

Satgab membawahi 4 sektor, antara lain Sektor Sambalia dan Sumbawa, Sektor Kayangan dan sekitarnya, Sektor Pamenang, dan Sektor Gunung Sari meliputi Kota Mataram dan Lombok Tengah.

“Saat ini secara umum semua kebutuhan mendasar masyarakat sudah dapat tertangani dengan baik, ” ujar Sekda.

Kekurangan-kekurangan seperti tenda, MCK dan air bersih, pemerintah segera memastikan masyarat untuk mendapatkan fasilitas yang layak untuk dapat bertahan selama paling tidak dua atau tiga bulan ke depan.

“Dalam waktu dekat BNPB akan menyiapkan 5000 Tenda yang akan didatangkan dari luar daerah,” ujar Pak Ros.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun Rumah Hunian Sementara (RHS) sesuai dengan kondisi dari warga terdampak.

Jumlah rusak berat sesuai data saat ini sebanyak 70 ribu, berarti ada sekian KK yang membutuhkan RHS sebelum rumahnya bisa dibangun kembali.

Kendala saat ini adalah dalam proses distribusi, karena tidak semua barang yang kita butuhkan dapat diangkut sekaligus dari luar daerah. Misalnya dari bandara Halim Perdana Kusuma, Pesawat Hercules tidak mampu mengangkut tenda yang kita pesan sekaligus.

Di tingkat lokal atau di Mataram hampir sudah tidak bisa kita beli lansung kebutuhan seperti tenda, sehingga kita perlu datangkan dari luar.

Terkait dengan pendidikan, Pak Ros mengatakan, mulai minggu ini kegiatan belajar mengajar sudah mulai aktif.

Khusus di Kabupaten Lombok Utara (KLU),  proses belajar sementara di tenda yang ada di tempat pengungsian masing-masing, dengan pola belajar gabungan sesuai jenjang kelas yang ada, tanpa membedakan sekolahnya dari mana.

Proses ini akan berjalan sambil menunggu selesainya pembangunan ruang kelas sementara yang dibangun di dekat sekolah masing-masing.

Dharapkannya kegiatan Trauma Healing juga perlu terus dilakukan, karena masih banyak anak-anak yang takut bersekolah dan orang tua yang masih takut mengantarkan anaknya untuk bersekolah.

“Dalam waktu dekat akan segera datang tambahan alat-alat berat dari Mabes TNI. Sehingga proses rekonstruksi pemulihan “Lombok Bangun Kembali” berjalan lebih cepat dari yang ditargetkan pemerintah. Dengan demikian kegiatan perekonomian8 masyarakat dapat segera bangkit seperti biasa,” pungkas Pak Ros.

Hadir dalam rapat para Staf Ahli, para  Asisten, TGP2D, Kepala BPBD, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Sosial, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Karo Umum, Karo Humas dan Protokol, Karo Organisasi, Karo Adm. Kesra, Karo Pemerintahan, Karo Ekonomi, Danrem 162/WB, Dandim se-pulau Lombok, Kasi/Pasi Rem 162/WB, Dan/Ka Disjan Rem 162/WB, Danyonif 742/SWY, dan Dantim Intelrem 162/WB.

AYA




Masyarakat Menggelar Sholat Taubat, Dzikir dan Do’a Mohon Keselamatan

Bencana atau musibah bagi orang-orang yang beriman bukanlah azab, bencana atau musibah adalah ujian dan cobaan bagi orang beriman, dan itu sudah dijelaskan dalam al quran Allah

MATARAM.lombokjournal.com — Ribuan masyarakat menggelar Sholat Taubat, Dzikir dan Do’a bersama, Kamis (23/08), dipusatkan di Lapangan Umum Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Pemkab Lombok Barat bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Lombok Barat, menginisiasi acara tersebut untuk memohon keselamatan dan keamanan setelah dilanda gempa bumi.

Kegiatan yang dihadiri yang diawali istighosah guna bermunajat kepada Allah itu dihadiri Gubernur NTB, TGH  M Zainul Majdi.

“Tiang adalah bagian dari pelungguh semua, apa yang bapak ibu rasakan begitu juga yang saya rasakan, ada kekhawatiran bahkan ketakutan seperti itu juga yang saya rasakan,” ucap Gubernur.

Ribuan masyarakat umum, pelajar, mahasiswa itu, memarakkan kegiatan sholat taubat yang berlangsung mulai pukul 07.00 WITA itu. Diharapkan, untuk seluruh kabupaten/kota di provinsi NTB dihimbau menggelar kegiatan yang sama secara serentak di daerah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, gubernur  juga menyampaikan hal yang perlu diingat oleh seluruh masyarakat NTB, bencana atau musibah bagi orang-orang yang beriman bukanlah azab, bencana atau musibah adalah ujian dan cobaan bagi orang beriman, dan itu sudah dijelaskan dlam al quran Allah.

“Bagi saya dan insyallah kita semua musibah dan cobaan ini mudah-mudahan buahnya, kita semakin kokoh dan kuat keyakinan kita pada Allah,” tegas TGB.

Menurutnya, para ulama menyampaikan tiga berkah dari musibah maupun bencana itu, yaknii pertama, derajat akan ditinggikan, dosa-dosa akan diampunkan, pahala-pahala akan dilipatgandakan.

TGB mengajak untuk tetap bersyukur dan bersabar, semua yang terjadi besok tidak ada yang tahu, serta tidak mempercayai hoax.  Apalagi yang membuat keyakinan kita rusak kepada Allah dan membuat tawakkal kita berkurang.

Setelah semua ini, semua bencana pasti akan berlalu, yang tersisa adalah kita seperti apa, apa kekuatan dan keimanan kita akan bertambah, seperti apa ibadah kita, disitulah penilaian dari Allah.

Usai melaksanakan Shalat sunah taubat berjamaah, yang disempurnakan dengan membacakan qunut nazilah, masyarakat berdoa dengan harapan musibah yang sedang dialami sekarang ini diangkat oleh Allah dan diganti dengan keberkahan dan ketenangan hati.

“Maka kokohkanlah keyakinan kita,” ajak gubernur.

Gubernur  juga menyampaikan terima kasih bagi semua pihak, baik dari daerah, pusat, dari TNI dan Polri yang tetap tegar berdiri dalam kekalutan kita untuk terus menjaga keamananan bersama rakyat.

Mengakiri acara tersebut, Prof Dr. K.H. Manarul Hidayah, MA memimpin doa dan dzikir.

AYA/hms NTB




Musibah Jangan Mengurangi Rasa Syukur

Berkah orang-orang yang diberi ujian, merupakan sebuah pertanda, Allah sedang menggugurkan dosa-dosa yang diperbuat

LOMBOK BARAT.lombokjournal  —   Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengajak dan mengimbau masyarakat  agar tak larut dalam kesedihan.

Meski pada hari raya Idul Adha tahun ini, masyarakat NTB tengah diberi ujian Allah SWT musibah gempa bumi, namun diajak sabar dan menerimanya dengan keimanan.

Pesan itu disampaikan  Gubernur saat menjadi Khotib sholat Idul Adha 1439 H ber4sama pengungsi di  Dusun Sumur Pandai, Desa Sesait Kec. Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (22/08).

Gubernur menggelar sholat Ied bersama para korban terdampak gempa, sekaligus menyampaikan pesan dan motivasi kepada masyarakat.

Gubernur yang akrab disapa  Tuan Guru Bajang (TGB) itu mengajak masyarakat agar tidak larut dalam kesedihan.

Sebaliknya, masyarakat justru menjadikan musibah untuk mengambil hikmah  dan berkah yang Allah  ingin sampaikan.

Bahkan musibah gempa bumi ini tak boleh mengurangi rasa syukur kepada Allah SWT.

“Sabar merupakan cara terbaik menerimanya dengan sepenuh-penuh keimanan kepada Allah SWT,” jelas Gubernur TGB di hadapan ribuan jamaah sholat yang hadir.

TGB juga menjelaskan berkah orang-orang yang diberi ujian, merupakan sebuah pertanda, Allah sedang menggugurkan dosa-dosa yang diperbuat.

Berkah selanjutnya dari musibah adalah dilipatgandakannya kebaikan-kebaikan yang dilakukan manusia.

Bisa saja sholat, istighfar atau kebaikan yang dilakukan itu sama dengan orang lain. Namun bila itu  dilakukan saat ditimpa musibah dan ujian Allah SWT, akan dilipatgandakan dengan pahala yang berbeda dengan yang lain.

Kata Gubernur, bolehlah kita bersedih, namun, segera kesedihan sesuai dengan sikap yang diajarkan  Rasulullah SAW.  “Yaitu mengembalikan semua yang terjadi ini kepada Allah SWT,”  pesan Gubernur.

Usai sholat, Gubernur menyerahkan hewan kurban 1 ekor sapi dari presiden,1 ekor sapi dan 20 ekor kambing dari Gubernur NTB.

AYA/Hms NTB

 

—




Jusuf Kalla Janji Bangun Sekolah Dan Rumah Tahan Gempa

Wapres memberikan motivasi bagi semua korban gempa untuk tetap semangat dalam membagun kembali ekonomi menuju kehidupan yang lebih baik

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla (JK) didampingi Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengunjungi lokasi pengungsian korban gempa bumi di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Selasa, (21/08).

Turut dalam rombongan, Menteri PUPR, Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan RI.  JK menyapa anak-anak yang berada di tenda pengungsian. Dihadapan para anak-anak yang rata-rata masih sekolah itu, orang nomor dua di Indonesia itu berjanji akan segera membangun sekolah dan rumah warga yang rusak akibat gempa 7 SR yang melanda Lombok, NTB.

JK menegaskan, fasilitas sekolah merupakan sarana yang paling utama harus dibangun, agar anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa di sekolah, tidak belajar di dalam tenda lagi.

“Pemerintah melalui Menteri Pendidikan akan segera membangun sekolah, agar anak-anak bisa belajar lagi dengan baik dan nyaman di sekolah,” kata JK.

Sedangkan terkait dengan rekonstruksi rumah warga yang rusak berat, sedang dan ringan, JK berjanji akan membantu masyarakat.

“Dalam proses pembangunan nanti Kemeterian PU akan memberikan pelatihan kepada masyarakat, bagaimana membangun rumah tahan gempa sampai kekuatan 9 SR,” ungkapnya.

Terkait dengan status gempa, wapres mengatakan, status gempa di NTB walaupun tidak berstatus nasional, namun sesungguhnya penanganannya sudah berskala nasional.

Bagi Wapres tidak ditetapkannya bencana gempa lombok sebagai skala nasional, karena pemerintah daerah dan pusat masih mampu menangani dampak dari gempa bumi di NTB.

“Status bencana nasional itu apabila pemerintah tidak bisa berbuat apa apa, sehingga bantuan dari luar negeri kita butuhkan, kalau kita masih mampu tidak perlu jadi bencana nasional,” terang JK.

Dalam kesempatan kunjungan di lokasi pengungsian tersebut, Wapres juga menyerahkan dana santunan bagi keluarga yang meninggal dunia masing-masing sebesar Rp. 15 juta.

Selain itu, bantuan satu unit kendaraan Truk dari Kementerian sosial, diterima langsung Gubernur NTB sebagai kendaraan operasional untuk distribusi bantuan bagi para korban gempa yang berada di tempat-tempat terpencil yang tidak bisa dijangkau.

Di akhir sambutannya Wapres memberikan motivasi bagi semua korban gempa untuk tetap semangat dalam membagun kembali ekonomi menuju kehidupan yang lebih baik.

“Lombok, bangun kembali,” kata JK memberi semangat.

AYA/hms NTB




Mendikbud Muhajir Efendi Minta Ibu-ibu Dorong Anaknya Kembali Belajar

Tenda-tenda kegiatan belajar mengajar akan didirikan di halaman sekolah, bila halaman sekolah juga rusak, pemerintah akan memasang tenda di lokasi pengungsian

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com  — Para orang tua korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB),  Diminta mendorong anak-anaknya agar  tetap belajar meski dalam kondisi yang serba sulit.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Efendi menyampaikan itu saat mengunjungi warga di pengungsian Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (21/08).

“Ibu-ibu, kerasan tinggal di tenda?” tanya Muhajir kepada warga di pengungsian Kekait. Sontak ibu-ibu dan warga di pengungsian menjawab tidak.

“Berarti harus segera bangun rumah yah,” lanjut Muhajir.

Khusus untuk para pelajar yang berada di pengungsian, ia meminta tetap belajar meski sekolah-sekolah yang ada sudah rusak. Kemendikbud, akan terus melakukan pemasangan tenda untuk kegiatan belajar mengajar.

Muhajir mengatakan, hingga saat ini Kemendikbud telah memasang 30 tenda untuk kegiatan belajar mengajar di pengungsian. Rencananya, 50 tenda lainnya akan segera menyusul.

Nantinya, tenda-tenda untuk kegiatan belajar mengajar akan didirikan di halaman sekolah. Namun, bagi sekolah yang halamannya juga rusak, pemerintah akan memasang tenda di lokasi pengungsian.

“Saya mohon putra putri didorong belajar, tidak boleh berhenti belajar dalam keadaan apa pun, kalau terlalu lama berhenti belajar nanti kembali sekolahnya susah. Kita juga akan mengirim guru-guru konsultasi trauma dan guru untuk bimbingan kegiatan belajar mengajar,” jelas Muhajir.

AYA




Pelabuhan Laut Kayangan, Lombok Timur, Tak Ada Penyeberangan

Setelah kejadian gempa petugas yang ada di pelabuhan meninggalkan lokasi saat listrik dalam keadaan dipadamkan

MATARAM.lombokjournal.com —  Akibat gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) di 30 kilometer (km) arah timur laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kedalaman 10 km, Minggu  (19/08) pukul 22:56 Wita, Pelabuhan penyeberangan laut Kayangan di Lombok Timur mengalami rusak berat.

Kurang 1 jam berikutnya, 3 gempa susulan kembali menerjang dengan kekuatan bervariasi antara 5.0 hingga 5.8 SR. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, meski dapat dirasakan kuat getarannya di beberapa kota dan kabupaten sekitar lokasi kejadian.

“Akibat gempa semalam, Pelabuhan Kayangan rusak berat dan akibatnya tidak dapat difungsikan untuk sementara waktu,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi melalusi rilisnya ke media, Senin (20/08) pagi.

Budi Setiyadi menyatakan, kerusakan infrastruktur dan fasilitas Pelabuhan Kayangan Lombok Timur meliputi causeway dan trestle di dermaga 2 mengalami penurunan dan dalam keadaan retak, sementara lapangan parkir yang berada dekat dermaga 1 mengalami retak sebagian.

Setelah kejadian gempa petugas yang ada di pelabuhan meninggalkan lokasi saat listrik dalam keadaan dipadamkan, jelas Budi mengenai kondisi terkini di Pelabuhan Kayangan.

“Oleh karena itu sejak gempa terjadi tadi malam tidak ada layanan pelayaran di Pelabuhan Kayangan,” kata Budi.

Untuk sementara kegiatan di Pelabuhan Kayangan hanya sebatas bongkar muatan dari Pelabuhan Poto Tano. Karena masih ada guncangan kecil akibat gempa yang masih terasa pagi ini, maka kondisi terkini pelabuhan  akan tetap dipantau.

“Semoga kerusakan yang ada dapat segera diperbaiki dan dapat beroperasi dengan normal kembali,” tutup Dirjen Budi sembari berharap kondisi di Pelabuhan Kayangan maupun lokasi terdampak gempa lainnya segera pulih dan membaik.

HS/PTR.