Atlet PWI NTB Panen Medali Ajang Porwanas 

Pj Gubernur NTB mengucapkan selamat dan mengaku bangga atas prestasi atlet PWI NTB yang berhasil berada di posisi atas di ajang Porwanas di Kalsel 

BANJARMASIN.LombokJournal.com ~ Atlet PWI NTB atau Persatuan Wartawan Indonesia Nusa Tenggara Barat  mendulang medali pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2024 yang berlangsung  di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

BACA JUGA : Hari Juang Polri, Kapolri Sapa Penggagas Hari Juang

Para atlet PWI NTB yang berhasil meraih medali
Atlet PWI NTB

Medali teranyar diraih Pecatur dari PWI Kabupaten Bima, H. Natsir. Ia berhasil membawa pulang medali emas pada kategori papan perseorangan setelah mengalahkan atlet dari PWI DKI Jakarta dalam pertandingan yang berlangsung di Aula Dekranasda Provinsi Kalsel, Jum’at  (23/08/24). 

Dengan perolehan itu, atlet PWI NTB secara keseluruhan berhasil mengumpulkan total 3 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Perolehan medali teranyar itu menjadikan NTB berada di posisi kedua klasemen umum, tepat di bawah tuan rumah Kalsel. 

Menanggapi hal tersebut, Pj Gubernur Hassanudin mengucapkan rasa syukur dan rasa bangganya atas prestasi yang berhasil diraih atlet PWI NTB. 

BACA JUGA : MotoGP 2024 Siap Sukses, Pmeprov NTB Gelar Rakor 

“Alhamdulillah, selamat dan sukses terus. Kami semua bahagia atas perestasi yg membanggakan teman-teman PWI NTB di ajang Porwanas,” ungkapnya.

Sebelumnya medali emas berhasil diraih NTB dari Cabor Domino pada kategori berdikari terbuka. Medali emas ini dipersembahkan Darwis, yang berhasil mengalahkan lawannya di partai final. 

Sementara itu, medali emas pertama diraih Zulkarnaen, wartawan asal Pulau Sumbawa, dari Cabor Atletik melalui nomor lari 5.000 meter putra.

Provinsi NTB masih berpeluang untuk menambah perolehan medali. Beberapa Cabor akan dipertandingkan selanjutnya, seperti Bilyar, Catur, dan Karya Jurnalistik.

BACA JUGA : Politisi Muda PDIP Resmi Anggota DPRD Lotim

“Doa kami senantiasa mengiringi,” tandas Pj Gubernur Hassanudin. nov/dyd

 




Job Fair oleh Disnakertrans Diapresiasi Sekda Miq Gita

Gelar Job Fair yang diselenggarakan Disnakertrans diikuti 53 penyedia lapangan pekerjaan se-NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) NTB,  H. Lalu Gita Ariadi menghadiri sekaligus membuka secara resmi acara gelar Job Fair Disnakertrans NTB di Ballroom Islamic Center Mataram, pada Rabu (21/08/24).

BACA JUGA : Hari Anak Nasional 2023, Pj Gubernur NTB Layani Anak-anak

Sekda NTB mengapresiasi gelar Job Fair yang diselenggarakan Disnakertrans NTB
Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi

Dalam gelar job fair yang diikuti oleh 53 penyedia lapangan pekerjaan se-NTB ini, Miq Gite sapaannya, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Disnakertrans NTB yang sukses menggelar acara tersebut. 

Job Fair, menurut Miq Gite, dapat memberikan sumbangsih dalam menggerakkan geliat ekonomi masyarakat yang ada di Provinsi NTB. 

Dengan diselenggarakannya job fair ini, dapat mempertemukan para penyedia kerja dengan para pencari kerja. 

Para penyedia kerja dapat menyebarluaskan kualifikasi SDM yang dibutuhkan, sementara para pencari kerja dapat menyiapkan diri untuk memenuhi kualifikasi tersebut. 

“Ini bisa menguntungkan kedua belah pihak. Pencari kerja mengetahui kualifikasi yang ditentukan penyedia kerja, sementara penyedia mendapatkan kualifikasi yang dibutuhkan,” jelas Sekda. 

Selain itu, Miq Gite memaparkan berbagai ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Salah satunya dengan menyelenggarakan berbagai event bersekala nasional maupun internasional di NTB. 

Dengan adanya beraneka event Job Fair, berbagai lapangan pekerjaan terbuka, termasuk ekonomi kreatif yang bisa diinisiatif oleh masyarakat. Sekda NTB meminta dukungan kepada masyarakat dalam setiap event yang digelar. 

BACA JUGA : Politisi Muda PDIP, Ahmad Amrullah, Resmi Anggota DPRD Lotim

Di akhir sambutannya, Miq Gite juga berharap agar Job Fair ini dapat terus ditingkatkan kualitas dan kualitasnya dari waktu ke waktu. 

Sehingga semakin banyak para penyedia kerja dan pencari kerja dapat dipertemukan dan membuat kesejahteraan ekonomi masyarakat NTB semakin meningkat.

Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, mengungkaplan Job Fair yang diadakan ini sebagai salah satu upaya dalam menekan angka pengangguran di Provinsi NTB. 

Aryadi menjelaskan bahwa selain job fair, Pemprov NTB melalui Disnakertrans juga terus melaksanakan edukasi, mendatangkan instruktur dan para ahli untuk memberikan informasi tentang kesempatan kerja di perusahaan baik di dalam maupun luar negeri.

Disnakertrans, akan terus mengembangkan dan membina bursa kerja khusus (BKK) di SMK dan perguruan tinggi seperti UNRAM, UIN Mataram, dan Stikes Yarsi.

“Tujuannya adalah agar kita bisa berkolaborasi dalam melahirkan angkatan kerja yang memiliki kompetensi dan memberikan informasi agar pencari kerja bisa memiliki kesempatan dan akses ke dunia kerja,” jelas Aryadi.

Dalam kesempatan tersebut, Disnakertrans NTB juga melakukan penandatanganan MoU dengan Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling dan Pembinaan Universitas Mataram terkait Pembangunan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. 

BACA JUGA : Rakornas Srikandi, Pemprov NTB Dukung Penuh

Kegiatan gelar Job Fair tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat NTB dan diikuti oleh 53 perusahaaan baik swasta maupun BUMN yang ada di Lombok dan Swasta.novita/her

 

 

 




Malam Apresiasi Gerak Jalan Merdeka 

Dalam sambutan malam apresiasi gerak jalan merdeka, Pj Gubernur ingatkan untuk mempersiapkan sumber daya yang berkualitas

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin menghadiri  dan memberikan apresiasi dan arahan pada malam apresiasi gerak jalan merdeka yang berlangsung di Lapangan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB,  Kamis (15/08/24).

BACA JUGA : Siswa SMA/SMK Meriahkan HUT RI ke 79

Dalam malam apresiasi gerak jalan merdeka itu, PJ Gubernur mengatakan pentingnya menyongsong era Indonesia Emas pada tahun 2045
Pj Gubernur, Hassanudin

Dalam sambutan malam apresiasi gerak jalan merdeka itu, PJ Gubernur mengatakan bahwa dalam rangka menyongsong era Indonesia Emas pada tahun 2045, sehingga 100 tahun Kemerdekaan Indonesia mendapatkan hal yang positif dengan bonus demografi.

“Kalau kita lihat penduduk anak, yang dikategorikan anak itu adalah 14 tahun kebawah, itu sekitar 1,7 juta kalau kita presentasikan sekitar 30,7 persen dari penduduk kita yang sangat produktif, Itu adalah tanggung jawab kita untuk meningkatkan sumber daya yang berkualitas, sumber daya yang memumpuni, sumber daya yang berakhlak, sumber daya yang berintegritas,” ungkapnya.

Selain itu, harus memperhatikan pada berbagai sektor, salah satunya pada sektor pariwisaya, pertanian dan sebagainya. Sehingga mampu dikelola oleh generasi muda di masa mendatang.

BACA JUGA : Rakornas Srikandi, Pemprov NTB Mendukung Penuh

“Termasuk terkait dengan pariwisata kita, pertanian kita, hal-hal lain, semuanya harus kita persiapkan, semua nya harus diisi oleh generasi kita yang tadi 1,7 juta penduduk kita yang kita persentasekan 30,7 persen  itu adalah bonus demografi,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB yang telah mengadakan kegiatan gerak jalan merdeka yang positif.

“Terimakasih sekalai lagi pak Kadis dan teman-teman, semua pak Kadis juga tidak bisa bekerja sendiri, tidak bisa berbuat sendiri tanpa dukungan dan kerja sama kita sama-sama, kita sama-sama melakukan hal yang positif,” ungkapnya.

Dalam malam apresiasi itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd.,M.Pd membicarakan tentang infaq pendidikan yang merupakan gerakan yang mendidik para siswa untuk meningkatkan kepedulian dengan berbagai kepada sesama melalui pengumpulan dana infaq.

BACA JUGA : Lima Proklim NTB Raih Penghargaan dari Kementerian LHK

“Adapun sasaran program infaq pendidikan terdiri dari peserta didik, anak rentan putus sekolah, siswa beprestasi,” jelasnya. serly/her

 

 




Siswa SMA/SMK Meriahkan HUT RI ke-79 

Dalam lomba gerak jalan yang diikuti Siswa SMA/SMK se NB, Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi mengingatkan agar generasi muda mengekspresikan diri menuju Indonesia Emas 2045

MATARAM.LombokJournal.com ~ Untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-79, Pemerintah Provinsi NTB mengadakan Lomba Gerak Jalan Merdeka yang diikuti oleh 205.000 peserta, terdiri dari siswa SMA/SMK se-NTB dan ibu-ibu PKK Provinsi NTB. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB pada Kamis (15/08/24).

BACA JUGA : Rakornas Srikandi, Pemerintah Provinsi NTB Mendukung Penuh

Acara pembukaan berlangsung di lapangan Islamic Center NTB, dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, dan dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi NTB, Dwianne Dessy Hassanudin, serta para Kepala OPD lingkup Provinsi NTB. Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB, Safrudin, turut hadir mewakili Kepala Dinas.

Dalam sambutannya, Lalu Gita Ariadi menekankan pentingnya semangat kompetitif yang sehat dalam perlombaan, baik antar regu maupun individu. “Saya harap perlombaan ini dilaksanakan dengan jiwa yang sehat dan penuh kebersamaan, saling menjaga kekompakan dan ketertiban,” ujarnya.

Sekda juga mengajak generasi muda untuk terus mengekspresikan diri dan berkontribusi dalam perjuangan dan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA : Lima Proklim di NTB Raih Penghargaan dari Kementerian LHK

“Generasi penerus bangsa harus memiliki budi pekerti luhur, berdedikasi, serta memiliki jiwa pengabdian yang tinggi, sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI ke-79, yaitu Nusantara Baru Indonesia Maju,” tambahnya.

Lomba Gerak Jalan Merdeka ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme di kalangan siswa SMA/SMK.

BACA JUGA : Dinas Kominfotik NTB Terima Kunjungan Kejaksaan RI

Rute gerak jalan merdeka dimulai dari lapangan Islamic Center NTB dan berakhir di lapangan Sangkareang Kota Mataram. Pelepasan peserta dilakukan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Provinsi NTB. Edho/IKP

 




Rakornas Srikandi, Pemprov NTB Mendukung Penuh 

Dukungan penuh dilakukan Pemerintah Provinsi NTB agar Rakornas Serikandi memberikan manfaat besar bagi pengelolaan arsip

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rapat Koordinasi Nasional Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Rakornas Srikandi) yang akan dilaksanakan tanggal 3-4 September 2024. Dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan rakornas tersebut. 

BACA JUGA : Lima Proklim NTB Raih Penghargaan dari Kementerian LHK

Rakornas Srikandi diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di Indonesia

Rakornas ini merupakan agenda penting untuk memperkuat pengelolaan arsip dinamis di seluruh instansi pemerintah di Indonesia, termasuk di NTB.

Pemerintah NTB melalui Pelaksana Tugas (PLT) Kadis Perpustakaan dan arsip daerah, H. Amir, S.Pd., M.M. menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung pelaksanaan Rakornas Srikandi, yang akan menjadi ajang berbagi pengalaman dan best practice terkait pengelolaan arsip berbasis digital. 

“NTB siap menjadi tuan rumah yang baik untuk Rakornas Srikandi. Kami akan memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini berjalan sukses dan memberikan manfaat besar bagi pengelolaan arsip di seluruh Indonesia,” ujar PLT Kadis Perpustakan, Rabu (14/08/24). 

Pemprov NTB telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan instansi pemerintah lainnya, untuk memastikan segala aspek teknis dan non-teknis dalam penyelenggaraan Rakornas ini dipersiapkan dengan matang. 

Rakornas Srikandi dipandang sebagai momentum penting untuk mempercepat implementasi digitalisasi kearsipan, yang menjadi bagian dari upaya reformasi birokrasi di berbagai daerah.

BACA JUGA : Calon Paskibra NTB Diingatkan terkait Perilaku dan Jejak Digital

PLT Kepala Dinas Perpustakaan H. Amir juga menyampaikan bahwa Rakornas ini akan menjadi ajang strategis bagi NTB untuk menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan arsip yang modern dan terintegrasi. 

“Segala bentuk teknis di lapangan yang diperlukan untuk mendukung suksesnya Rakornas Srikandi kami akan sukseskan. Kami juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antar daerah dalam pengelolaan arsip yang lebih baik,” ungkapnya.

Rakornas Srikandi ini diharapkan akan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga akan menjadi sarana bagi peserta untuk belajar dari berbagai inovasi pengelolaan arsip yang telah berhasil diterapkan di berbagai daerah.

Adapun agenda pembahasannya mulai dari protokoler dan penjemputan peserta, City Tour, dan diskusi yang akan berlangsung selama satu (1) hari yang akan diisi oleh lima narasumber mulai dari Kominfo Kemendagri, Bappenas, Bupati Luwu Timur, dan Deputi Tata Kelola Kearsipan Nasional dan Penjabat Gubernur NTB. 

BACA JUGA : Prodi Seni Pertunjukan, Program Bari Universitas Bumi Gora

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB dan koordinasi yang baik dengan ANRI serta instansi terkait lainnya, Rakornas Srikandi diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di Indonesia, menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan modern.pnd/her

 

 

 




Presiden beri Pengarahan Pj Gubernur se Indonesia di IKN

Pj Gubernur se Indonesia diundang Presiden Joko Widodo, diberi pengarahan terkait perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)

KALIMANTAN.LombokJournal.com Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hassanudin, bersama dengan para pemimpin daerah se-Indonesia, mengikuti pengarahan dari Presiden Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa (13/08/24).

BACA JUGA : Lima Proklim di NTB Raih Penghargaan dari Menteri LHK

Pj Gubernur se Indonesia mendapat pengarahan Presiden Jokowi di IKN
Pj Gubernur se Indonesia di IKN

Dalam kunjungan tersebut, para pemimpin daerah dipimpin oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, yang mengajak mereka berkeliling area istana untuk melihat perkembangan pembangunan pusat pemerintahan di Kawasan IKN.

Pj Gubernur NTB, Hassanudin, menyatakan kebahagiaannya dapat menyaksikan langsung kemajuan pembangunan di kawasan IKN.

 “Saya sangat senang, hari ini bersama para gubernur se-Indonesia, kami diajak oleh Pak Bas, Menteri PUPR, berkeliling sekitar istana untuk melihat perkembangan pembangunan pusat pemerintahan di Kawasan IKN. Satu kata, keren!” ujar Hassanudin.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur saat ini baru mencapai sekitar 20 persen dari keseluruhan.

BACA JUGA : Prodi Seni Pertunjukan, Program Baru Universitas Bumi Gora

Ia mengingatkan para gubernur, bupati, dan wali kota bahwa pembangunan ini masih dalam tahap awal dan belum selesai.

“Jangan salah paham, ini baru awal dan mungkin baru mencapai sekitar 20 persen,” kata Jokowi.

Presiden juga mengungkapkan bahwa selain pusat pemerintahan seperti istana presiden, istana wakil presiden, gedung kementerian, dan kantor Kemenko, beberapa titik lain juga sedang dalam pembangunan. 

Antara lain, enam hotel, enam rumah sakit, dan sebuah pusat pelatihan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang hampir selesai.

BACA JUGA : Hasil Survei ISS, Pilgub NTB 2024; GASMAN Melesat 

“Ibu Kota Nusantara ini dirancang sebagai kota masa depan dengan konsep forest city, atau kota hutan, bukan kota beton. Saya berharap provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia dapat merencanakan konsep kota masa depan seperti ini,” pesan Presiden Jokowi. novita/her

 




Lima Proklim di NTB Raih Penghargaan dari Kementerian LHK

Lima Proklim yang mendapatkan penghargaan, terdiri dari empat Proklim dengan kategori Lestari dan satu Proklim kategori Utama

JAKARTA. LombokJournal.com ~ Lima Proklim atau Program Kampung Iklim di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). 

Penghargaan  lima proklim itu langsung diserahkan Menteri LHK, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, dalam acara Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi Terbarukan (LIKE) yang digelar di Jakarta pada Jumat (09/08/24).

Menanggapi penghargaan ini, Pj Gubernur NTB, Hassanudin, mengajak semua pihak untuk mengapresiasi upaya nyata yang dilakukan oleh masyarakat dan komunitas di NTB dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya para pejuang lingkungan di provinsi tersebut.

BACA JUGA : Dinas Kominfotik NTB Terima Kunjungan Kejaksaan RI

“Tantangan perubahan iklim adalah kenyataan yang kita hadapi sehari-hari,” ujar Hassanudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut., MAP., menjelaskan bahwa Program Kampung Iklim yang mendapatkan penghargaan terdiri dari empat Proklim dengan kategori Lestari dan satu Proklim kategori Utama.

Julmansyah menambahkan bahwa penghargaan ini merupakan indikator bahwa desa-desa tersebut mampu mengelola lingkungan dengan baik.

BACA JUGA : Prodi Baru, Program Baru Universitas Bumi Gora

“Penghargaan Proklim ini menunjukkan bahwa desa-desa ini memiliki kemampuan dalam mengelola lingkungan dengan baik,” jelasnya. Ia juga menyatakan bahwa jika semua desa memiliki pemahaman yang baik terkait perubahan iklim, maka kabupaten dan kota di NTB akan lebih siap dalam beradaptasi dan bertahan menghadapi dampaknya di masa depan.

“Bagi komunitas yang lingkungannya rusak, kehidupan mereka akan lebih sulit. Sebaliknya, komunitas yang menjaga lingkungan dengan baik akan lebih mudah menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang,” ungkap Julmansyah.

BACA JUGA : Hasil Survei ISS, Pilgub NTB 2024 ; GASMAN Melesat

Adapun program iklim di NTB yang mendapatkan apresiasi pada tahun 2024 adalah Dusun Sapit di Desa Sapit, Lombok Timur; Dusun Kokok Pedek di Desa Sugian, Lombok Timur; Dusun Dasan Agung Kebun Indah di Desa Tanaq Beak, Lombok Tengah; Dusun Barantapen di Desa Seruni Mumbul, Lombok Timur; dan Desa Kopang Rembige di Lombok Tengah. nov/dyd

 




Festival LIKE, Pj Gubernur Hadir Bersama Presiden Jokowi 

Festival LIKE adalah rangkaian road to COP 28 UNFCCC, yang akan diselenggarakan di Dubai, UEA akhir November tahun ini

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Presiden RI Joko Widodo bersama Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin beserta pimpinan daerah se-Indonesia menghadiri Festival LIKE (Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi Terbarukan) di Jakarta Pusat, Jum’at (09/08/24). 

BACA JUGA : Calon Paskibra NTB Diingatkan terkait Perilaku dan Jejak Digital

Pj. Gubernur Hassanudin mengunjungi Booth DLHK di Festival LIKE, mendengar penjelasan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Julmansyah
Pj Gubernur di Booth DLHK NTB di Festival Like

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur mengunjungi Booth Dinas LHK Provinsi NTB di Festival LIKE tersebut, setelah acara inti bersama presiden dan para menteri.

Saat mengunjungi Booth DLHK, Pj. Gubernur Hassanudin berkesempatan mendengar penjelasan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Julmansyah, S.Hut., MAP atas hasil kerja selama 5 tahun untuk isu perubahan iklim di NTB. 

Pj Gubernur memberikan apresiasi atas kerja-kerja perubahan iklim di NTB selama ini.

“Aksi-aksi konkret baik dari sektor persampahan maupun sektor kehutanan mesti terus diperkuat melalui upaya kolaborasi dengan berbagai pihak,” tuturnya. 

BACA JUGA : Hasil Survei ISS, Pilgub NTB 2024 ; GASMAN Melesat

Festival ini diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), didukung oleh para mitra kerja di Indonesia Arena, Kawasan GBK, Jakarta pada tanggal 16 -18 September 2023. 

Penyelenggaraan Festival ini merupakan rangkaian Road to COP 28 UNFCCC, yang dilangsungkan di Dubai, UEA akhir November tahun ini.

BACA JUGA : Prodi Seni Pertunjukan Program Baru uNiversitas Bumi Gora

Festival LIKE adalah ajang mengenalkan aktualisasi kerja dan langkah-langkah korektif kebijakan, serta implementasinya pada sektor kehutanan dan lingkungan hidup dengan prinsip-prinsip penerapan berwawasan ekosistem lingkungan hidup dan kehutanan yang lestari. nov/dyd

 

 




Calon Paskibra NTB Diingatkan terkait Perilaku dan Jejak Digital 

Dr Najamuddin ingatkan Calon Paskibra NTB, agat tidak ketergantungab dengan perilaku digital yang salah

MATARAM.LombokJournal ~ Literasi digital sangat penting dan dibutuhkan bagi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Nusa Tenggara Barat (Calon Paskibra NTB) yang merupakan siswa SMU dan generasi Z untuk bekal menghadapi tantangan zaman. 

BACA JUGA : Dinas Kominfotik NTB Terima Kunjungan Kejaksaan NTB

Mengingatkan calon Paskibra NTB bahwa Smartphone (gawai) itu hanya alat untuk memudahkan aktifitas dan tidak malah ketergantungan dengan perilaku digital yang salah
Dr Najamuddin Amy

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dr Najamudin Amy, di hadapan 28 orang calon Paskibra NTB 2024 mengingatkan terkait  memperlakukan gawai atau smartphone. Menurutnya, informasi hoax, jebakan judi online, pinjaman online ilegal hingga maraknya penyalahgunaan data pribadi maupun jejak digital yang merugikan, dimulai dari bagaimana memperlakukan gawai sebagai alat. 

“Smartphone (gawai) itu hanya alat untuk memudahkan aktifitas dan tidak malah ketergantungan dengan perilaku digital yang salah. Era digital akan menjadi kekuatan sekaligus kelemahan bagi generasi Z yang tidak memiliki kecakapan yang cukup,” ujarnya di hadapan calon Paskibra, di Aula BPSDM Mataram dalam kegiatan Diklat Paskibra 2024, Rabu (07/08/24). 

Menyinggung visi Indonesia digital dan indeks literasi NTB dalam upaya transfomasi digital, ia juga memberi penjelasan segaligus peringatan.

BACA JUGA : Smelter PT AMNT Meningkatkan Kejahteraan Masyarakat NTB 

Pengguna teknologi gawai dan jaringan internet seharusnya memiliki pilar etika, keamanan dan budaya digital,  dari kebiasaan sehari hari berinteraksi dengan internet yang akan menjelma menjadi peradaban yang baik. 

“Kelemahannya jika tak memiliki kecakapan maka generasi Z cenderung individualis, egois, bergantung pada gawai, kurang berinteraksi dan mengumbar aktifitas di media sosial sehingga menimbulkan kemalasan sosial,” sebutnya. 

Dengan menjaga pilar digital diatas, maka generasi Z justru akan dapat mengatasi tantangan era digital dan memanfaatkannya dengan baik. 

Ia berharap, para calon Paskibra NTB yang terpilih dari seluruh SMU di NTB ini selain membanggakan dapat menjalankan tugas mewakili sekolah dan daerah.

BACA JUGA : Hasil Survei ISS Pilgub NTB : GASMAN Melesat

Dan sebagai lulusan Paskibra juga memiliki kecakapan digital yang tidak merugikan diri sendiri maupun lingkungan. jm/her

 

 




Hasil Survei ISS Pilgub NTB 2024: GASMAN Melesat 

Elektabilitas GASMAN ungguli Iqbal-Dinda, ini hasil survei Indo Survei dan Strategy jelang Pilgub NTB 2024

MATARAM.LombokJournal.com ~ Indo Survey dan Strategi (ISS) merilis hasil survei untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024. ISS memotret peta elektoral-elektabilitas sejumlah figur yang akan berlaga di Pilgub NTB 2024. 

BACA JUGA : 10 Fenomena Dalam Pilkada Serentak di NTB

Tabel hasil survei menunjukkan pasangan Gita Ariadi-Sukiman melesat
Hasil survei ISS

ISS memotret popularitas, elektabilitas personal figur, kemudian membuat sejumlah simulasi pasangan calon. Baik skema empat paslon, tiga paslon, hingga dua paslon (head to head).

BACA JUGA : Indonesia Emas 2045 Tergantung Penyiapan Sumber Daya Manusia

Berikut hasil survei lengkap ISS untuk Pilgub NTB 2024

Popularitas tokoh:

Zulkiflimansyah 72 persen

Sitti Rohmi Djalillah 71,6 persen

Suhaili 69,2 persen

Lalu Gita Ariadi 57,8 persen

Sukiman Azmy 42,5 persen

Lalu Muhamad Iqbal 36,1 persen

Indah Dhamayanti Putri 30,2 persen

Mohan Roliskana 25 persen

Lalu Pathul Bahri 24,8 persen

Musyafirin 17,8 persen

Top of Mind tokoh:

Zulkieflimansyah 14,2 persen

Sitti Rohmi Djalillah 8,1 persen

Suhaili 7,3 persen

Lalu Gita Ariadi 7 persen

Lalu Muhamad Iqbal 6,4 persen

Sukiman Azmi 6,1 persen

Indah Dhayanti Putri 4,2 persen

Musyafirin 1,3 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 12,6 persen

Elektabilitas (keterpilihan) potret terkini:

Zulkieflimansyah 25,9 persen

Sitti Rohmi Djalillah 11,7 persen

Suhaili 11,6 persen

Lalu Gita Ariadi 9,4 persen

Lalu Muhamad Iqbal 7,1 persen

Sukiman Azmi 6,8 persen

Indah Dhayanti Putri 5,3 persen

Musyafirin 1,3 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 19,5 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 4 nama)

Zulkieflimansyah 27,4 persen

Sitti Rohmi Djalillah 17,1 persen

Lalu Gita Ariadi 15,3 persen

Lalu Muhamad Iqbal 13,6 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 26,6 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 3 nama)

Zulkieflimansyah 32,9 persen

Sitti Rohmi Djalillah 21,7 persen

Lalu Gita Ariadi 17,5 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 27,8 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 3 nama)

Zulkieflimansyah 33,7 persen

Sitti Rohmi Djalillah 22,5 persen

Lalu Muhamad Iqbal 20,1 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 23,7 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 3 nama)

Zulkieflimansyah 36,4 persen

Lalu Gita Ariadi 24,6 persen

Lalu Muhamad Iqbal 17,3 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 21,6 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 3 nama)

Sitti Rohmi Djalillah 30,2 persen

Lalu Gita Ariadi 25,1 persen

Lalu Muhamad Iqbal 18,9 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 25,7 persen

Elektabilitas calon wakil gubernur (potret terkini)

Suhaili 21,8 persen

Sukiman Azmi 19,7 persen

Indah Dhamayanti Putri 12,7 persen

Musyafirin 9,2 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 18,1 persen

Simulasi 4 pasangan calon:

Zul-Uhel 29,7 persen

Rohmi-Firin 19,9 persen

Gita-Sukiman 16,3 persen

Iqbal-Dinda 12,2 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 21,9 persen

Simulasi 3 pasangan calon:

Zul-Uhel 35,7 persen

Gita-Sukiman 23,6 persen

Iqbal-Dinda 18,6 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 22,1 persen

Simulasi 2 pasangan calon (head to head)

Zul-Uhel 43,8 persen

Rohmi-Firin 30,4 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 25,8 persen

Simulasi 2 pasangan calon (head to head)

Zul-Uhel 38,7 persen

Gita-Sukiman 32,1 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 29,2 persen

Simulasi 2 pasangan calon (head to head)

Zul-Uhel 42,4 persen

Iqbal-Dinda 29,1 persen

Tidak Tahu / Tidak Menjawab 28,4 persen

Direktur Strategi dan Operasional ISS, Karyono Wibowo menerangkan bahwa survei tersebut memiliki 880 responden yang diambil dengan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of erorr) -+ 3,37 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan metode wawancara pada tanggal 20-25 Juli 2024.

Secara umum, Karyono berpandangan Pilgub NTB 2024 masih cukup dinamis. Setiap figur atau paslon, tidak bisa mengeklaim sebagai paslon yang strong (kuat). 

“Dari temuan kami, Pilgub NTB masih sangat cair, dinamis. Pergerakan dan migrasi pemilih masih sangat bebas. Maka, para paslon tidak boleh ada yang terlampau jumawa,” kata Karyono saat sesi konferensi pers usai merilis hasil survei di Astoria Hotel Mataram pada Jumat (02/08/24).

Perubahan atau migrasi pilihan itu menurutnya disebabkan banyak hal. Seperti penetrasi politik ke akar rumput, gempuran money politik, serta visi-misi. 

BACA JUGA : Smelter PT AMNT Meningkatkan Kewsejahteraan Masyarakat NTB

“Kalau visi misi ini biasanya pemilih kritis,” bebernya.

Di tempat yang sama, Peneliti Pusas Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PusDek) UIN Mataram Dr Ihsan Hamid menjelaskan, apa arti dari tingkat persentase  ekektabilitas di atas? 

Zul dan Rohmi selaku mantan petahana berdasarkan hasil survei belum mencapai ekektabilitas 51 persen, artinya sangat mudah untuk dikalahkan (menurut teori survei dimanapun di dunia ini). 

“Lalu siapa yang paling potensial untuk mengalahkannya? Tentu elektabilitas yang terdekat keduanya, yaitu GASMAN dengan 16,3 persen. Bahkan dengan MoE 3.7, sebenarnya Gasman dan Rohmi berada pada posisi +/- sama. Bila 16,3 persen ditambahkan 3,7 persen, maka GASMAN berada pada 20 persen, Iqbal-Dinda 15.9 persen, Zul dikurangi 3,7 menjadi 26 persen, dan Rohmi ditambah 3,7 menjadi 23,6 persen,” paparnya. 

Kesimpulan, pertama; Dari hasil survei Indo Survey dan Strategy , dua posisi teratas selaku petahana hampir pasti dapat dikalahkan oleh GASMAN; kedua Iqbal-Dinda terlalu berat untuk bisa bersaing dengan dua paslon teratas maupun dengan GASMAN.

“Lalu apa yg ditakuti dan ditunggu oleh GASMAN untuk tidak maju melaju? Apa maju melaju cukup hanya sampai di sini? Miq Molah yang membuat diksi ini, ayo buktikan kalau maju melaju ini tidak menjadi Malu Melaju,” paparnya. me