Zaman Berubah, Mahasiswa Diajak Gagas Program Yang Langsung  Bermanfaat Bagi Masyarakat

Persoalan sumpah, banjir,  kekurangan air di musim kemarau, itu semua membutuhkan kontribusi kongkrit dari para mahasiswa

MATARAM.lombokjournal.com — jajaran mahasiswa,yang aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  di NTB diajak menggagas program yang bermanfaat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Gubernur NTB, Dr.  H. Zulkieflimansyah menyampaikan ajakan itu saat silaturrahmi BEM Raya dengan tema “Meningkatkan Integritas BEM NTB Raya untuk NTB Gemilang,” di Aula IKIP Mataram, Senin (25/03) 2019.

Mahasiswa diajak tak lagi berkutat pada wacana,  orasi serta pidato seperti aktivis aktivis terdahulu.

“Dunia saat ini sudah berubah,” kata Gubernur Doktor Zul  seperti dalam siaran pers yang disampaikan Biri Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB, Senin (25/03) 2019.

Dulu mahasiswa merupakan satu-satunya elemen elit masyarakat yang menjadi sandaran. Saat itu mahasiswa merupakan kelompok kecil masyarakat yang memiliki pengetahuan dan wawasan  luas.

Ketika masyarakat memiliki keluhan atau isi hati, maka kepada  mahasiswalah mereka menyampaikan, lalu kemudian mahasiswa menyampaikannya kepada pemerintah atau penguasa.

Namun  zaman sudah berganti, saat ini membutuhkan gagasan gagasan besar untuk masyarakat. Misalnya saja, persoalan sumpah, banjir,  kekurangan air di musim kemarau, itu semua membutuhkan kontribusi kongkrit dari para mahasiswa.

“NTB Gemilang adalah NTB baru,  dimana kita memberi ruang kepada siapa saja, apa pun suku,  agama,  warna kulit, bentuk mata dan warna rambut,  kalau dia punya capacity, punya kemampuan, maka dia bisa menjadi pemain di daerah ini,” tegas Gubernur.

Karena itu, Doktor Zul menyambut baik kegiatan silaturrahmi BEM Raya sebagai wadah untuk mendiskusikan hal-hal produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan wadah itu,  para mahasiswa terus meningkatkan kapasitas diri,  termasuk bahasa asing.

“Kenapa kita mengirim banyak anak muda NTB ke luar negeri, bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk fast trip, menggesa ketertinggalan daerah kita dari daerah-daerah lain,” kata Gubernur Zul

Sebelumnya, Rektor IKIP Mataram, Prof.  Drs. Kusno DEA,  Ph. D menyampaikan harapannya, agar kegiatan ini akan memberikan banyak inspirasi bagi BEM di seluruh NTB.

Sehingga, kontribusi positifnya adalah dapat ikut terlibat membagun NTB yang lebih baik.

“Mari kita bergandengan tangan ke depan, berbuat untuk semua, baik bagi lembaga maupun masyarakat,” katanya

AYA/Syf/hms ntb




Wagub Minta Masyarakat Serius Garap Potensi Desa

Umi Rohmi berkesempatan panen anggur di salah satu pekarangan rumah warga

LOTIM.lombokjoournal.com – Saat meresmikan ‘desa wisata anggur’ di Desa Senanggalih Kecamatan Sambalie Lombok Timur, Minggu (24/03), Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah kepada masyarakat khususnya pokdarwis di Desa Stersebut serius menggarap potensi desanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita jangan sampai terhenti hanya sampai ceremonialnya saja. Yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kita dapat memastikan keberlanjutan dari program yang kita lakukan itu,” pesannya.

Desa Senanggalih menjadikan anggur sebagai icon desanya. Caranya adalah bukan dengan fokus menanam di satu tempat saja melainkan dengan melibatkan masyarakat memanfaatkan pekarangan rumahnya supaya ditanami dengan tanaman anggur.

Dalam pantauan kami di Desa Senanggalih, terlihat masyarakatnya sudah banyak yang menanam anggur di pekarangan rumahnya. Bahkan, ada yang sudah berbuah dan siap panen.

Umi Rohmi juga berkesempatan melakukan panen anggur di salah satu pekarangan rumah warga yang telah disediakan.

Hadir mendampingi wagub adalah Asisten 3 Provinsi NTB Ir. Hj. Hartina, MM, Kepala Bappeda NTB Ir. Ridwansyah, M.Sc, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si, dan Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal.

AYA/Hms




Diduga Bermain Perkara, Hakim PN Mataram Dilaporkan ke KPK

Tidak ada satu pun bukti surat yang membuktikan para tergugat telah menaruh 84 batang kayu  dan yang membuktikan tergugat 6 memerintahkan tergugat lainnya menaruh 84 batang kayu ke gudang milik penggugat

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) Nusa Tenggara Barat, melaporkan hakim Pengadilan Negeri Mataram ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Tidak hanya KPK, laporan juga diajukan ke Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, Pengadilan Tinggi NTB hingga presiden.

Koordinator AMUK NTB, Abdul Majid, mengatakan, laporan tersebut karena adanya indikasi oknum hakim yang bermain perkara dalam perkara perdata nomor 172/Pdt/2018/PN Mtr.

“Mengikuti dan mencermati proses persidangan dalam perkara tersebut, kami melihat adanya kejanggalan dan dugaan praktik permainan perkara, sehingga proses pemeriksaan hingga putusan jauh dari rasa keadilan dan melanggar ketentuan hukum,” ujar Majid, Minggu (24/03).

Abdul Majid memaparkan, kronologis perkara yang dimaksud di mana seorang penggugat yang berprofesi sebagai pengusaha menggugat enam orang yang dituduhkan memasukkan 84 batang kayu jati pada gudang milik penggugat tanpa seizin penggugat sendiri.

“Pengusaha itu yang menjadi penggugat, menggugat enam orang lantaran didalilkan telah memasukan kayu jati ke dalam gudang milik penggugat tanpa izin. Menurut penggugat dia merasa dirugikan,” ujar Majid.

Namun, Majid mengungkapkan, dalam pantauan persidangan, AMUK NTB menemukan fakta fakta. Fakta pertama saat penggugat menghadirkan dua saksi di persidangan.

Para saksi tersebut memberikan kesaksian yang pada intinya menjelaskan,  saksi kenal dengan penggugat dan bekerja sebagai karyawan di kantor milik penggugat, saksi tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan Tergugat 6, saksi kenal dengan orang tua tergugat 1-5, saksi tidak tahu apakah orang tua tergugat 1 hingga 5 kenal dengan tergugat 6.

Saksi juga tidak mengetahui bahwa tergugat enam telah memerintahkan orang tua dari tergugat 1- 5 untuk menaruh kayu dalam gudang penggugat.

“Bahkan saksi juga tidak melihat dan mengetahui kapan 84 batang kayu ditaruh dalam gudang milik penggugat,” ungkapnya.

Fakta  lain saat penggugat  membawa enam bukti surat, di mana tidak ada satu pun bukti surat yang membuktikan para tergugat telah menaruh 84 batang kayu  dan yang membuktikan tergugat 6 memerintahkan tergugat lainnya menaruh 84 batang kayu ke gudang milik penggugat.

“Sedangkan saat pemeriksaan di lokasi gudang, justru kayu yang ada di gudang milik penggugat adalah kayu bekas bangunan. Jumlahnya sekitar 60 batang. Jenis kayu juga tidak ada yang dapat membuktikan itu kayu jati dan jumlahnya jauh kurang dari yang didalilkan penggugat,” papar Majid.

Tergugat 1-5, tidak mengajukan bukti apapun dalam persidangan.

Bukti-bukti dari Tergugat 6

Majid mengungkapkan, dalam persidangan  Tergugat 6 telah menghadirkan saksi dan bukti surat. Saksi yang diajukan oleh Tergugat 6 memberikan keterangan bahwa ternyata penggugat berinisial AN adalah terdakwa dalam perkara pidana nomor 271/Pid.B/2014/PN Mtr., tanggal 10 November 2014 tentang penggelapan (kayu jati).

Saksi menerangkan, mengenal penggugat, orang tua tergugat 1-5 dan Tergugat 6, saksi mengetahui secara pasti dan langsung bahwa 84 kayu jadi milik tergugat 6 tersebut  adalah telah digunakan seluruhnya oleh penggugat untuk membangun 4 unit vila, dan saksi juga menerangkan bahwa saksi pernah mendengar dan diceritakan langsung oleh penggugat bahwa 84 batang kayu jati tersebut telah digunakan seluruhnya oleh penggugat untuk membangun 4 unit villa ;

Dalam fakta persidangan Tergugat 6 juga telah mengajukan  bukti surat berupa salinan putusan perkara pidana atas nama penggugat yang saat itu menjadi terdakwa. AN (penggugat dalam perkara ini)  memberikan keterangan bahwa 84 batang kayu yang diambil dari tanah milik tergugat 6 sebagai berikut:

“Bahwa sampai saat ini terdakwa sudah persiapkan dengan rencana membangun 24 unit villa yang ditempatkan di lokasi tanah tersebut, dan yang sudah jadi sebanyak empat unit yang bahannya dari 84 pohon jati yang ditebang milik prajadi.”

Dari pernyataan penggugat saat menjadi terdakwa dulu, Abdul Majid menjelaskan sudah sangat jelas kayu jati milik tergugat 6 yang didalilkan oleh penggugat  ada di gudang milik penggugat tersebut, telah  digunakan oleh penggugat untuk membangun 4 unit villa, yang dibangun di tanah milik penggugat, bukan di tanah SHGB35 sisa yang telah disepakati antara penggugat dan tergugat 6.

“Selain itu dari BAP saat penggugat menjadi tersangka dalam perkara yang saat ini baru saja diputus di pn mataram, benar bahwa kayu jati yang ditebang dari tanah milik tergugat 6 digunakan oleh penggugat untuk membangun empat unit villa. Sehingga jelas kayu jati yang ada dalam gudang penggugat saat ini bukan milik tergugat 6 atau kayu yang diambil dari tanah tergugat 6. Karena kayu milik tergugat 6 dulu sudah digunakan penggugat untuk membangun villa,” tandasnya.

Tergugat 6 juga menghadirkan dua saksi, di mana para saksi menerangkan bahwa 84 batang kayu milik tergugat 6 telah digunakan penggugat untuk membangun villa.

“Sehingga jelas kayu milik tergugat 6 telah habis. Sekarang kok malah digugat gara-gara menyimpan kayu dalam gudang penggugat tanpa izin. Itu kayu siapa, penggugat sendiri tidak bisa membuktikan baik itu dengan bukti surat maupun saksi?” tegas Majid.

Bahwa dalam pertimbangan hukum majelis hakim dalam perkara perdata kayu jati tersebut, majelis hakim hanya mempertimbangkan alat bukti yang diajukan oleh penggugat sedangkan alat bukti yang diajukan oleh tergugat 6 sama sekali tidak dimasukkan dalam pertimbangan hukum.

Padahal didalam alat bukti yang diajukan oleh tergugat 6 tersebut terdapat dua bukti surat otentik yang berisi pengakuan secara tegas dari penggugat dengan inisial AN bahwa 84 batang kayu jadi milik tergugat 6 tersebut telah digunakan seluruhnya oleh Penggugat untuk membangun 4 unit villa, sehingga dengan bukti surat ini seharusnya gugatan penggugat di tolak untuk seluruhnya, terang Abdul Majid.

Ada Konspirasi dalam Kasus Ini?

Yang mengejutkan, Abdul Majid mengungkapkan, bahwa pengacara yang digunakan penggugat dan pengacara yang digunakan tergugat 1 hingga 5 adalah pengacara dalam satu tim dengan pengacara yang melakukan pembelaan dalam perkara pidana penggelapan kayu jati yang baru saja diputus oleh Pengadilan Negeri Mataram.

Sehingga kami menduga penggugat dan tergugat 1-5 sedang berkonspirasi dan sedang  berusaha untuk membela dan membebaskan penggugat dari jeratan perkara pidana penggelapan 84 batang kayu jadi yang saat ini perkaranya belum mendapatkan kekuatan hukum tetap, bebernya.

Majid juga mengungkap, berdasarkan informasi yang diperoleh AMUK NTB, ada indikasi seseorang oknum  meminta sesuatu pada pihak yang berperkara.

Putusan hakim yang memenangkan penggugat dinilai sangat jauh dari fakta-fakta di persidangan. Sehingga AMUK NTB melaporkan dugaan bermain perkara tersebut.

AMUK NTB meminta agar hakim dalam perkara itu, serta penggugat dan para tergugat, para kuasa hukum penggugat dan tergugat, para saksi dan panitera pengganti agar dipanggil dan diperiksa.

Sebelumnya, AMUK NTB juga telah menggelar aksi di Pengadilan Negeri Mataram memprotes dugaan permainan dalam perkara tersebut. Massa melempari pengadilan dengan telur busuk.

Me

 




Gubernur Zul Ungkap Hikmah Pasca Gempa Di KLU

Gubernur mengutip ungkapan bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama

KLU.lombokjournal.com — Usai berdiskusi tentang Zero Waste di Kantor Harian Suara NTB, Gubernur NTB,  Dr.  H.  Zulkieflimansyah langsung meluncur ke Kabupaten Lombok Utara dalam rangka meresmikan masjid.

Ada dua masjid yang diresmikan orang nomor satu di NTB itu.

Pertama, meresmikan Masjid Haqqul Yaqin dan Peringatan Isra’ Mi’raj, di Dusun Lengkukun, Desa Kayangan,  Kacamatan Kayangan.

Masjid itu merupakan bantuan dari Al-Irsyad dan RS Ummi Bogor. Masjid kedua yang diresmikan Gubernur adalah masjid Haqqul Yaqin Pandanan Desa Malaka, Kecamatan Pemenang.

Gubernur menyampaikan musibah yang melanda NTB tahun lalu itu memiliki banyak hikmah.  Salah satunya kata Gubernur terbangunnya masjid-masjid indah di KLU itu.

“Tidak hanya indah fisiknya,  namun juga substansi isinya,” jelas Gubernur Doktor Zul.

Doktor Zul berharap masjid yang terbangun itu dapat dimanfaatkan dengan baik untuk beribadah. Dimakmurkan dan dijadikan tempat untuk merenung kebesaran Allah SWT.

“Kita berharap akan banyak orang yang berkunjung ke masjid ini.  Tidak hanya kita tapi dari seluruh dunia,” harap Gubernur.

Tidak lupa, Gubernur mengutip ungkapan bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama.

“Kita tidak akan berani berjalan panjang kalau tidak dimulai dengan langkah pertama,” tutupnya.

Bupati KLU,  Dr.  Najmul Ahyar,  SH., MH.  menyampaikan peletakan batu pertama masjid ini merupakan momentum meningkatkan semangat membangun masyarakat KLU.

Terutama, melakukan percepatan pemulihan pasca gempa.

“Sekarang, kita tidak hanya membangun rumah, tapi juga tempat ibadah, sekolah dan bangunan lain yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Bupati mengapresiasi kemandirian masyarakat KLU untuk membangun tempat ibadah. Ia berharap agar masjid itu betul-betul dimakmurkan.

AYA/Hms

 




Presiden; Bantuan Warga Terdampak Gempa Semula Berbelit-belit, Sekarang Sudah Cepat

Bahan material untuk membangun rumah tahan gempa di NTB masih kurang banyak sehingga menghambat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi

Masyarakat penerima bantuan stimulan

LOMBOK BARAT.lombokjournal.om —  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah berjalan cepat.

Jokowi mengatakan, sebelumnya prosedur pencairan bantuan stimulan untuk warga terdampak gempa tergolong rumit dan berbelit-belit lantaran harus memenuhi 17 aspek persyaratan.

“Prosedur yang dulu ruwet ada 17 tahapan, sudah kita potong tinggal 4 tahapan, menurut saya sudah cepat,” kata Presiden saat meninjau pelayanan lokasi pencairan bantuan stimulant, di Narmada Lombok Barat, Jum’at. (22/03).

Jokowi mengaku sudah memerintahkan para menteri, gubernur, bupati, dan wali kota di NTB untuk segera menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi yang sudah berjalan sekira tujuh bulan sejak Lombok diguncang gempa pada akhir Juli 2018.

“Saya sudah minta agar cepat bisa diselesiakan tapi dalam prakteknya memang banyak pejabat-pejabat yang khawatir kalau prosedur tidak dilalui mereka takut masuk sel,” jelasnya.

Jokowi mengatakan, pemerintah pusat sudah mengirimkan dana bantuan stimulan sebesar Rp 5,1 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi NTB. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB berjalan cepat, namun bukan berarti tanpa hambatan.

Jokowi menilai bahan material untuk membangun rumah tahan gempa di NTB masih kurang banyak sehingga menghambat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Hanya material di lapangan kurang (seperti) semen, baja ringan, suplai masih kurang, saya sudah telepon menteri, BUMN-BUMN, segera kirimkan semen ke Lombok secepatnya. Saya pastikan di NTB Rp 5,1 triliun sudah sampai di sini, itu yang paling penting, artinya prosedur di sini yang harus dipercepat,” tegas Presiden  Jokowi.

AYA




Presiden Joko Widodo Tinjau Program Percepatan Rehab-Rekons Rumah Tahan Gempa Di Mataram

Preside juga meninjau pelayanan lokasi pencairan bantuan stimulan sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat penerima dana bantuan stimulan

Gubernur Zul dan Presiden Jokowi

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com —  Presiden RI H. Joko widodo dan ibu Negara Iriana Joko Widodo hari ini kembali melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hari ni,  Jumat (22/03) pagi Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pukul 07.20 WIB dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Tiba di Bandar Udara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat pukul 10.05 WITA, Presiden disambut langsung Gubernur NTB, DR Zulkieflimansyah.

Dari Bandara Lomnok, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Zul langsung menuju Gedung Hakka di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat,  meninjau pelayanan lokasi pencairan bantuan stimulan sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat penerima dana bantuan stimulan.

Setelahnya, Presiden akan menuju Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Di lokasi tersebut Presiden diagendakan meninjau Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rumah Tahan Gempa (RTG).

Sore harinya, Presiden dan rombongan akan menuju Bandar Udara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah untuk kemudian lepas landas menuju Provinsi Bali.

Setibanya di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Presiden dan rombongan langsung menuju Pasar Badung, Kota Denpasar untuk meninjau sekaligus meresmikan pasar rakyat “Pasar Badung”.

Dari Pasar Badung, Presiden dan rombongan akan menuju Ardha Chandra di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Di tempat ini, Kepala Negara diagendakan untuk menghadiri simakrama (silaturahmi) dengan tokoh dan masyarakat Bali.

Usai acara, Presiden akan menuju hotel untuk bermalam di Bali dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

AYS/Hms




Balai Latihan Kerja Luar Negeri, Gubernur Zul Harap Lahirkan Tenaga Kerja Profesional

Hadirnya balai ini menjadi solusi masalah TKI yang ada. Dengan pelatihan yang maksimal,  maka kemampuan para TKI dapat terupgrade dengan baik

Meninjai ruang balai

LOTENG.lombokjournal.com —  Balai Latihan Kerja Luar Negeri Posnaker Indonesia Sejahtera Provinsi NTB, diresmikan Gubernur NTB,  Dr. H. Zulkieflimansyah, Kamis (21/03), di jalan By Pass yang menuju Badara Internasional Lombok.

Saat meresmikan, Gubernur Zul  Balai latihan kerja ini diharapkan melahirkan tenaga kerja professional, tidak ada lagi tenaga kerja ilegal dan nonprosedural yang menimbulkan masalah di kemudian hari.

Sehingga,  seluruh calon TKI asal NTB akan dilatih dan dikirim melalui lembaga ini.

Sebelum meresmikan gedung yang menjadi Pusat Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat itu, Gubernur Zul meninjau ruangan dan fasilitas kantor balai.

Di antaranya, kamar mandi,  asrama yang dilengkapi tempat tidur,  ruang pelatihan, ruang uji kompetensi untuk 300 calon TKI dan ruangan pejabat dan staf balai.

BLKN ini akan menjadi Pusat Pelatihan dan Pendidikan bagi calon tenaga kerja asal NTB yang ingin bekerja di luar negeri. Seperti  Taiwan,  Malaysia,  Singapura, Hongkong dan negera-negara Timur Tengah.

Pelatihan yang diutamakan adalah bahasa,  keterampilan menggunakan alat elektronik,  budaya serta keterampilan lain.

Gubernur  menegaskan, peresmian balai latihan itu merupakan bentuk nyata dari aspirasi sejumlah TKI yang ada di Hongkong, ketika ia berkunjung ke negara tersebut tahun lalu.

Gubernur NTB itu bercerita,  ketika bertemu dengan TKI di Hongkong,  banyak yang menyampaikan agar pemerintah provinsi membangun balai latihan.

Sehingga mereka tidak menderita akibat berbagai masalah, seperti  perlindungan hukum,  gaji dan dekumen kerja lainnya.

“Harapannya, semoga duka yang mereka rasakan itu tidak dirasakan oleh tenaga kerja-tenaga kerja selanjutnya. Kehadiran BLKLN ini merupakan bentuk nyata aspirasi mereka itu,” kata Gubernur Zul pada peresmian yang ditandai pengguntingan pita dan pemotongan nasi tumpeng itu.

Hadirnya balai ini menjadi solusi masalah TKI yang ada. Dengan pelatihan yang maksimal,  maka kemampuan para TKI dapat terupgrade dengan baik.

Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri,  S. IP mengatakan, ada hal yang paling urgen adalah peningkatan SDM. Kalau mau maju maka harus punya SDM.

Ia menegaskan, kemajuan suatu daerah ditentukan seberapa besar kualitas manusia yang ada di dalamnya. Sehingga kalau ingin menurunkan kemiskinan,  maka langkah konkritnya adalah meningkatkan SDM.

“Kebodohan tidak pernah menyelesaikan masalah.  Karena itu, kami sampaikan terima kasih sebesar besarnya kepada Bapak Gubernur atas programnya yang luar biasa. Semoga hajat beliau terwujud dengan baik,” ungkapnya.

AYA/Hms NTB




Presiden RI Joko Widodo Ke NTB Hari Jum’at

Seperti biasa Presiden selalu ingin mengkroscek proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah berlangsung di Provinsi NTB pasca gempa

MATARAM.lombokjournal.com —  -Rencana kunjungan kerja Presiden RI ke NTB  pada Jum’at mendatang, pihak Pemerintah Provinsi melakukan persiapan-persiapan. .

” Hari Juma’t pak presiden akan take off dari Jakarta  jam 7, sampai di Bandara Lombok jam 9 langsung menuju ke beberapa titik di wilayah Mataram yakni di wilayah Gerimak, Pengempel. Kemudian memberikan proses penciran dana di gedung Hakka yang akan dihadiri sekitar 2000 ribu orang,”  jelas  Plt Karo Humas dan protocol, Najamudin Rabu ( 20/03).

Najam menyatakan, kunjungan presiden sampai dengan hari Jum’at, dan kemudian presiden akan langsung menuju ke Denpasar.

“Presiden hanya setengah hari saja di NTB,” ujarnya

Ia pun menyampaikan kesiapan dari Pemerintah Provinsi untuk menyambut kedatangan Presiden yakni  Pemprov sudah melakukan koordinasi Dengan Korem 162 wira bhakti.

“Pihak pemprov sudah melakukan kordinasi sejak tadi malam dan pada pukul 16.00 Wita  nanti akan diadakan rapat koordinasi tentang persiapan kedatangan presiden ke Lombok.” terangnya

Selain itu pihak Pemprov dan Korem juga menggelar Rakor Wilayah yang digelar untuk mempersiapkan kedatangan tamu VVIP seperti RI 1 dan RI 2.

Rakol Wil ini akan dipimpin oleh Sekda NTB yang bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur. Setelah itu juga akan diadakan rapat pengamanan yang akan dilakukan pukul 4 sore nanti sampai dengan jam 8 malam.

“Nanti kita akan melaksanakan rapat secara maraton dari sore sampai dengan selesai Isya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi NTB pada saat kedatangan presiden nanti dalam keadaan kondusif, aman dan kita akan memberikan pelayanan yg terbaik untuk kedatangan presiden diLombok,”jelas Najam.

Najam menambahkan jika kedatangan presiden ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan presiden sebelumnya.

Seperti biasa Presiden selalu ingin mengkroscek proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah berlangsung di Provinsi NTB pasca gempa.

“Jadi saya pikir tujuan utama dari kehadiran beliau di NTB selain untuk meninjau lokasi tahap rekonstruksi, juga akan melakukan pencarian dana bantuan gempa dan juga ingin melihat secara langsung lokasi yang paling memungkinkan,” katanya.

AYA

 




Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Longsor Akibat Gempa, 3 Orang Meninggal

Sebanyak 25 personil yang terdiri dari tim rescue kantor, Pos Pencarian dan Pertolongan Bangsal dan Kayangan diterjunkan ke lokasi dengan membawa berbagai peralatan untuk evakuasi

LOMBOK UTARA,lombokjournal.com — Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban bencana tanah longsor di air terjun Tiu Kelep Senaru Lombok Utara, Senin (18/03).

Longsor yang diakibatkan oleh guncangan gempa pada Minggu (17/03 dengan bermagnitudo 5,8 dan 5,4 tersebut, menelan 3 korban jiwa.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya menerangkan 3 korban tersebut merupakan 2 WNA asal Malaysia dan 1 WNI.

“Korban terakhir yang berhasil dievakuasi tadi pagi pukul 08.30 wita atas nama Lim Sae wah (56) wanita asal Malaysia. Sedangkan Tomy (14) WNI asal Senaru dan Tai sieu kim (56) WNA asal Malaysia berhasil dievakuasi kemarin. Ketiga korban dievakuasi dalam keadaan meninggal oleh tim SAR gabungan,” kata Nyoman.

Puluhan wisatawan mancanegara dan lokal berhasil dievakuasi dengan selamat usai kejadian tersebut. Sebanyak 14 orang WNA yang berhasil selamat antara lain lain Pang kim foo (56), Tancing (62), wong slu win (56), Teoh zehmg yei (20),  Phua poh guax (57), koks shao (60), Lim sai bang ( 56 ), Phang ten fan (56), Lim ching kau (62), Phu poh goot, Sheu peak can, How geoklan (56), Che lee iye dan Pi saiba.

Sedangkan 7 WNI asal Lombok atas nama Upik (6), Riska Tanwir (19), Reza Alfian (20), Kania Patiwi (20), Burit Antariksa (17), Lalu Arga Dimas( 18) dan Sumawi  (30). Seluruhnya dibawa menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Nyoman menambahkan, cuaca yang kurang bersahabat merupakan salah satu kendala yang dihadapi saat melaksanakan proses evakuasi.

Minggu sore di lokasi hujan lebat, sehingga evakuasi harus dihentikan sementara untuk menghindari longsoran susulan dengan menyisakan 1 korban yang belum terevakuasi.

Pagi tadi baru bisa dilanjutkan kembali, dan tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Lim Sae wah setelah batu besar yang menimpanya diangkat dengan cara penarikan menggunakan tali kernmantel yang diikatkan di batu tersebut.

”Selanjutnya korban terakhir dibawa menuju Rumah Sakit Provinsi NTB,” imbuhnya.

Sehari sebelumnya pukul 16.40 wita Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram menerima laporan dari Faisal dari TNGR Prov. NTB,  ada puluhan wisatawan tertimpa dan terjebak longsor di air terjun Tiu Kelep.

Usai terima laporan, sebanyak 25 personil yang terdiri dari tim rescue kantor, Pos Pencarian dan Pertolongan Bangsal dan Kayangan diterjunkan ke lokasi dengan membawa berbagai peralatan untuk evakuasi.

Dari berbagai unsur juga ikut terlibat antara lain dari TNI, Kepolisian dan instansi/potensi terkait lainnya serta masyarakat setempat.

AYA




Gubernur Zul Temui Korban Gempa Lombok Timur, Serahkan Tenda Dan Makanan Siap Saji

Rumah yang rusak berat itu merupakan rumah yang rusak ringan akibat musibah gempa tahun lalu, dan goncangan gempa hari ini menyebabkan rumah-rumah tersebut roboh

Gubernur Zul serahkan bantuan

MATARAM.lombokjournal.com —  Gempa yang menimpa masyarakat Lombok, hari ini,  Minggu (17/03), direspon cepat oleh Gubernur NTB, Dr.  H. Zulkieflimansyah.

Gubernur Zul  bergerak cepat bersama Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol,  Najamuddin,  S. Sos.,  M. M.dan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, bergerak dari pendopo di Kota Mataram menuju lokasi yang menjadi pusat gempa bumi, yaitu di Kabupaten Lombok Timur.

Dan Gubernur Zul bersama rombongan langsung menemui warga di Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur. Dengan membawa sejumlah bantuan tanggap darurat bencana, mereka tiba di desa tersebut sekitar pukul 18.30 Wita.

Di lokasi tersebut Gubernur memastikan, masyarakat dalam keadaan aman meski masyarakat masih diliputi sedikit kekhawatiran.

Rombongan disambut puluhan masyarakat yang rumahnya terkena dampak gempa tersebut.

Kemudian gubernur menanyakan kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat saat itu, dan masyarakat yang terdampak gempa itu  menyampaikan yang paling mendesak adalah makanan dan tenda.

Berdasarkan pantauan Gubernur,  jumlah rumah yang rusak akibat gempa tersebut,  tediri dari rusak berat 26 rumah,  dan rusak ringan dan sedang sekitar 449 rumah.

Sedangkan masyarakat yang mengalami luka luka akibat gempa itu sekitar 5 orang dan sudah ditangani di puskesmas terdekat.

Berdasarkan laporan masyarakat setempat,  rumah yang rusak berat itu merupakan rumah yang rusak ringan akibat musibah gempa tahun lalu. Namun, goncangan gempa hari ini menyebabkan rumah-rumah tersebut roboh.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ungkap Gubernur.

Doktor Zul,  sapaan Gubernur NTB itu memastikan seluruh kebutuhan masyarakat tersalurkan malam ini.

Bahkan,  sebagian masyarakat di desa itu sudah mendapat bantuan tenda dan makanan. Untuk bantuan lain seperti bantuan dana, gubernur menyampaikan masih perlu pendataan.

Sehingga bantuan betul betul tersalurkan tepat sasaran. Namun,  yang terpenting masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

“Kita menghimbau agar masyarakat tetap tenang,” imbau Gubernur.

Gubernur langsung menyerahkan tenda dan sejumlah makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan dalam keadaan darurat. Masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Gubernur atas respon cepat dengan menyerahkan bantuan tersebut.

Seperti yang diinformasikan Badan Meteorologi dan Geofisika,  Lombok diguncang gempa berkekuatan 5,8 SR kemudian disusul gempa berkekuatan 5,2 SR,  sekitar pukul 15.09 WITA.  Gempa tersebut berpusat di Kabupaten Lombok Timur, dengan kedalaman 11 Km dan tidak berpotensi tsunami.

Informasi dari Stasiun Geofisika Mataram, Gempa bumi berkekuatan M=5,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,4, kembali mengguncang Pulau Lombok. Hari Minggu (17/03) 2019, pukul 14.07.26 WIB

Episenter gempabumi pada koordinat 8,47 LS dan 116,55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 km arah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat, pada kedalaman 19 km.

Dua menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempabumi susulan dengan M=5,1 pada 8,51 LS dan 116,49 BT dengan kedalaman 10 km.

AYA/Hms NTB