Gubernur Zul Ingatkan, Fasilitator Harus Dengar Keluhan Masyarakat

Fasilitator harus betul-betul mampu memfasilitasi keinginan hati dan perasaan masyarakat hingga nanti rumah mereka bisa terbangun kembali

MATARAM.lombokjournal.com —  Fasilitator yang hebat, harus punya kemampuan mendengar. Sukses tidaknya fasilitator, tergantung dari pandai-pandainya kita mendengar keluhan masyarakat yang rumahnya rusak berat

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyahmengingatkan itu saat menjadi Pimpinan Apel pada Apel Fasilitator Terpadu perbaikan rumah rusak ringan, sedang dan berat terdampak bencana gempa bumi di NTB, Sabtu (20/4).

Apel yang digelar di Lapangan Sangkareang Kota Mataram ini diikuti ratusan fasilitator sipil dan TNI/Polri.

Menurut Gubernur Zul, kita di NTB ini kadang-kadang kemampuan berbicara, kemampuan mengolah kata lebih tinggi dibanding kesadaran dan kerendahan hati untuk mendengar.

“Fasilitator harus punya Ability to listen. Dan mendengar bukan hanya sekedar kata-katanya, tetapi yang paling penting adalah mendengar apa yang tidak diungkapkan oleh masyarakat. Insyaa Allah jika kita menghadirkan empati, pekerjaan kita jadi lebih ringan,” pesan gubernur kepada para fasilitator.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, H. Mohammad Rum mengatakan, tujuan gelar Apel Fasilitator Terpadu karena ada pelimpahan komandan lapangan fasilitator rumah rusak berat.

Selama ini dalam manajemen Kementerian PUPR, per 1 April kemarin sudah diserahkan ke Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami mengundang kembali para fasilitator rusak berat yang direkrut dari umum, orang lokal di NTB. Yang rusak sedang dan ringan hanya melanjutkan saja. Karena memang yang rusak sedang dan ringan dalam kendali Pemprov,” jelas Rum, usai gelar apel.

Dikatakannya, sesuai arahan Gubernur NTB, fasilitator harus betul-betul mampu memfasilitasi keinginan hati dan perasaan masyarakat hingga nanti rumah mereka bisa terbangun kembali.

Setelah gelaran apel dilaksanakan penandatangan kontrak kerja fasilitator rumah rusak berat dengan pemerintah 7 kabupaten/kota di NTB.

“Ada 800 fasilitator yang dilimpahkan dari Kementerian PUPR. Yang datang apel hari ini akan menandatangani perpanjangan kontrak kerja,” tandas Kalak BPBD.

(Iwo/ Humas Provinsi NTB)




Gubernur; Siapa pun Terpilih Jadi Pemimpin Indonesia, Itu Keputusan Terbaik

Masyarakat NTB sudah matang menjalankan demokrasi menyambut pemilihan umum

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah. Menggunakan jaket hitam dengan variasi coklat bertuliskan Harley Davidson, tiba di TPS 8 Desa Bajur sekitar jam 9 pagi, Rabu  (17/04).

Gubernur Zul dating ke TPS Berboncengan dengan Isteri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Hari Rabu (17/04) merupakan momen penting bagi masyarakat Indonesia, karena meeka berpesta demokrasi. Mereka datang ke Tempat Pemilihan Suara  (TPS) untuk memilih Presiden, Wakil Presiden serta wakil mereka di lembaga legislatif.

Serentak, masyarakat akan menyoblos tidak kurang dari 5 kertas suara. Tidak terkecuali, Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul besama istei Hj Niken..

“Masyarakat sudah cukup matang dalam berdemokrasi menyambut pemilihan umum inI,” kata Gubernur Zul kepada wartawan yang mencegatnya.

Setelah menunaikan kewajiban konstitusionalnya di TPS, Gubenur Zul beserta rombongan meninjau TPS 10 di Jalan H. Naim Geguntur Jempong dan TPS 24 di depan Kantor PJR Polda NTB di Jalan Majapahit Ampenan.

“Hampir semua tempat yang kami kelilingi, kebetulan kita pakai motor jadi gampang ke kampung-kampung, semuanya berjalan lancar. Memang karena histeria luar biasa di media massa jadi partisipasinya luar biasa, antusiasme masyarakat,” kata gubernur di hadapan awak media.

Menyoal proses perhitungan yang dinilai rawan, Gubernur mengatakan masyarakat kita sudah dewasa.

“Memang kita kadang-kadang lebih seram membayangkan. Apa-apa bakalan susah. Tapi setelah dapat surat suaranya, ternyata gampang aja,” ujar gubernur.

Menurut Gubernur Zul, siapa pun yang akan menjadi pemimpin Indonesia itulah keputusan yang terbaik.

“Dua-duanya baik. Dua-duanya adalah yang terbaik dari Indonesia. Siapapun yang terpilih, itulah keputusan yang terbaik dan sudah ditakdirkan oleh Allah Subhanahuwata’ala,” pesannya.

Hari itu gubernur didampingi Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTB Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTB Dr. H. Ashari.

 Iwo/Hms Prov NTB

 




Gubernur Zul Minta Seluruh Kepala OPD Bahas Dan Susun Roadmap Industrialisasi di NTB

Konsep industrialisasi adalah sebuah proses besar yang merubah suatu kondisi dalam waktu tertentu, dari sistem tradisional/konvensional menjadi sistem yang lebih modern

 

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah minta Kepala Biro dan seluruh Kepala OPD bersama-sama berdiskusi dan menyusun Roadmap Industrialisasi NTB, di Aula Bappeda Provinsi NTB, Selasa (16/04).

Rapat Gubernur Zul bersama seluruh Kepala Biro dan Kepala OPD itu berlangsung dari

siang dan berakhir hingga kira-kira pukul 9 malam.

Mengawali pemaparannya, Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, hingga saat ini NTB masih berkutat pada masalah mendasar pembangunan, seperti persoalan pengangguran dan kemiskinan.

Nusa Tenggara Barat tidak mempunyai alternatif strategi lain, selain mencari terobosan untuk menanggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan.

Dan salah satu strategi tersebut adalah daya saing industri, tegas Doktor Zul.

“Industrialisasi akan menghadirkan lapangan kerja baru yang diharapkan dapat mengikis kemiskinan,” ujarnya.

Tiga faktor yang menunjukkan sebuah daerah dikatakan memiliki daya saing adalah, jika daerah itu mempunyai kemampuan memproduksi barang atau jasa yang sesuai dengan standart internasional.

“Minimal produk-produk NTB punya daya saing jika disandingkan dengan produk-produk nasional. Kedua, adanya riil income (pendapatan yang nyata) untuk masyarakat. Ketiga, adalah jika masyarakat mudah mencari pekerjaan di derahnya sendiri,” lanjut gubernur.

Selain itu, juga ditekankan, hal penting yang juga harus diperhatikan dalam menciptakan daya saing adalah, perusahaan yang hadir di suatu daerah harus mendapatkan keuntungan dan tumbuh.

“Industrialisasi itu sebenarnya adalah sebuah proses besar dalam mencari dan mengembangkan tekhnologi, sehingga nilai tambah dari tekhnologi itu bisa tercapai,” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Gubernur Zul menekankan, konsep industrialisasi adalah sebuah proses besar yang merubah suatu kondisi dalam waktu tertentu, dari sistem tradisional/konvensional menjadi sistem yang lebih modern.

“Kita harus mampu meng-update cara pandang, apa yang akan dijual dari tahun ke tahun itu harus ada perubahan menyesuaikan kemajuan yang terjadi. Amati, tiru dan duplikasi,” katanya.

Mendukung iklim industrialisasi

Sejalan dengan Gubernur, Wagub NTB Hj. Rohmi Djalilah mengatakan, konsep yang disampaikan gubernur adalah konsep besar, yang harus mampu kita jalankan.

“Kita harus mampu merencanakan tahun per tahun dari program kerja kita. Semua Kepala OPD harus benar-benar responsif terhadap berbagai hal yang terjadi dalam mendukung iklim industrialisasi di NTB.”

Untuk mengembangkan industrialisasi, kita harus berangkat dari keadaan riil di daerah kita, lanjut Hj. Rohmi.

“Perencanaan dan pengembangan harus diawali dengan potensi yang ada di daerah ini. Kuncinya adalah koordinasi, komunikasi dan kerjasama seluruh stakeholder di daerah ini. Mindset kita harus beralih sebagai yang melayani,” tutup Hj. Rohmi.

Pada kesempatan tersebut, masing – masing Dinas juga diberikan kesempatan untuk memaparkan konsep dan perencanaan serta sumbangsingnya dalam industrialisasi di NTB

Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB misalnya, memiliki Strategi peningkatan kualitas dan kuantitas pertanian dan perkebunan dalam mendukung industrialisasi.

Dan lebih dari itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan ingin mendorong industri pengolahan hasil dengan konsep petani go digital dan penguatan pertanian berbasis korporasi dan kawasan.

Selanjutnya Dinas Peternakan, memaparkan perencanaan untuk membentuk Industrialisasi kampung unggas berbasis ayam petelur.

Selanjutnya, Dinas Kelautan dan Perikanan mendukung industrialisasi dengan membuat pengolahan ikan higienis, membangun sarana prasarana, pelatihan dan pendampingan dan temu bisnis produk higienis.

Dinas Kelautan juga ingin membuat industrialisasi Garam rakyat dengan menyusun masterplan dan road map kawasan ekonomi garam (2020-2024).

Hj. Sally Andayani, selaku Kadis Perdagangan pada paparannya menyampaikan ingin meluaskan ekspor ke pasar prospektif dengan  mengintensifkan promosi, akses informasi kepada dunia usaha.

Selain itu juga pada pengembangan produk, pemberdayaan kelembagaan ekspor, penguatan kerjasama ekspor, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memasuki pasar global.

Terakhir, Dinas Perindustrian menyampaikan data Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Provinsi NTB triwulan IV tahun 2018 naik sebesar 3.45 persen dari tahun lalu.

Begitu pula dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV. 17 56 persen.

Istri Gubernur NTB, yang juga merupakan Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi seluruh upaya pejabat pemerintah provinsi NTB yang dengan tekun dan serius bersama-sama menyusun roadmap industrialisasi NTB.

“Perjalanan panjang dimulai dengan langkah pertama, alhamdulillah hari ini kita sudah mencoba mengawali industrialisasi di NTB.” ujar Hj. Niken memotivasi.

Langkah awal memang paling sulit, tapi insyaallah kita pasti bisa, tegasnya.

AYA

(Sumber; Humas Pemprov NTB)

 




BPJS Kesehatan Bayar Klaim Rumah Sakit  11 Triliun

Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan di tiap Kantor Cabang. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu

MATARAM,lombokjournal.com — BPJS Kesehatan telah membayar hutang klaim jatuh tempo kepada rumah sakit,  menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun.

Bukan hanya itu yang dibayar, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), misalnya Puskesmas.

Penegasan itu disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatsan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali kepada wartawan di Aula BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Selasa  (16/04) 2019.

Dijelaskannya, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out.

Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan di tiap Kantor Cabang. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu.

“Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan,” kata Muhammad Ali.

Tiap tanggal 15

Dalam pertemuan dengan wartawan di Aula BPJS Kesehatan Mataram, Muhammad Ali menjelaskan, tiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP.

Karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya.

Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

Ali mengatakan, biasanya mitra perbankan BPJS Kesehatan  menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun bisa pastikan, kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini.

BACA JUGA ; Bulan April, BPJS Cabang Mataram Bayar Klaim Rp 89,5 Milyar

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan seluruh kantor cabang, sehingga masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Ali.

Rr




Politeknik di Bima Dan KLU Segera Di-Negeri-kan

Upaya me-Negeri-kan ini dilaksanakan di daerah-daerah yang memang belum mampu tersentuh oleh pendidikan secara maksimal

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, DR Zulkieflimansyah mengatakan, ia akan berusaha semaksimal mungkin mempercepat Politeknik di Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara untuk di-Negeri-kan.

Hal itu dikatakan Gubernur. H. Zulkieflimansyah saat mendampingi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H. M. Nasir meninjau lokasi kampus Politeknik di Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU)  yang akan segera dijadikan Politeknik Negeri, senin (15/04) 2019.

“Saya beserta jajaran akan berusaha supaya penegrian politeknik kita ini cepat diproses agar kita bisa mengembangkan SDM (red,sumber daya manusia) dengan maksimal di politeknik ini,” ungkap gubernur NTB.

Menristekdikti, M. Nasir mengatakan,  politeknik adalah salah satu wadah yang sekarang ini harus diutamakan dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di NTB.

iini dibuktikan dengan diterjunkannya Tim Visitasi dari Memenristekdikti, seminggu setelah bertemu dengan Gubernur NTB dan Bupati KLU.

“Sudah saatnya pengembangan SDM, termasuk di dalamnya ada pada universitas utamanya politeknik, penegrian ini adalah salah satu upaya kami dalam mengembangkan SDM menjadi lebih baik, dengan penegrian sebuah universitas maka pemerintah pusat dapat menggelontorkan dana untuk universitas tersebut dalam hal ini kemenristekdikti,” ungkapnya.

Upaya me-Negeri-kan ini dilaksanakan di daerah-daerah yang memang belum mampu tersentuh oleh pendidikan secara maksimal.

“Kemenristekdikti akan terus mengupayakan pengembangan SDM tidak hanya di pulau Jawa saja, sehingga menjadi java centris, namun pengembangan SDM dari tinggkat awal hingga tingkat universitas akan dikembangkan secara merata utamanya diwilayah yang terdepan, terluar dan tertinggal di Indonesia ini,” tambah M. Nasir.

Nasir berharap penegrian politeknik ini dapat berjalan dengan cepat dan lancar agar masyarakat NTB utamanya para mahasiswa bisa mengembangkan kemampuannya di universitas negri yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

Dalam acara tersebut, hadir juga anggota DPR RI komisi VII Dr. H. Kurtubi, Rektor Universitas Mataram Prof. H. Lalu Husni, dan Bupati KLU Najmul Ahyar.

AYA/Humas Prov NTB




Pindahnya Kampus Unram Disetujui Menristekdikti, Rektor Unram Diminta Bentuk Tim Perpindahan

Rencananya kampus Unram akan dipindah di antara salah satu lokasi di tiga daerah yakni Lobar, Lotim dan KLU, dengan kebutuhan luas lahan hingga 300 hektar

Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com — Rencana perpindahan kampus Unram sendiri kabarnya telah mendapat persetujuan Mesnristekdikti, Prof H Mohamad Natsir,  Ak, Phd..

Dan dikabarkan pula, Menristekdikti bahkan telah meminta Rektor Unram untuk membentuk tim proses perpindahan

Namun rRencana pemindahan kampus Unram menimbulkan berbagai pertanyaan, terkait nasib kampus Unram yang ada saat ini.

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada kuliah umum di Unram, Senin (15/04) menyatakan kampus Unram yang ada saat ini tetap berfungsi namun difokuskan pada pendidikan pasca sarjana.

“Tentu tetap menjadi Unram tapi mungkin fokus nya lebih pada S2 dan S3 dan berbagai pendidikan eksekutif dan lainnya,” ungkap gubernur.

Adanya kekawatiran perpindaha  kampus Unram akan berdampak pada ekonomi sekitar, Dr. Zul meminta agar pemilik kos dan bisnis untuk tidak kawatir.

Gubernur Zul  menyatakan, roda perekonomian di lingkungan sekitar Unram tetap akan menggeliat karena Unram tetap beroperasi meski lebih di fokuskan pada pendidikan pasca sarjana.

Nggak perlu khawatir karena kalau sekarang yang kos adalah mahasiswa S1 maka ke depan yang kos ya mahasiswa S2 dan mahasiswa S3,” ujar gubernur.

Rencananya kampus Unram akan di pindah di antara salah satu lokasi di tiga daerah yakni Lobar, Lotim dan KLU. Luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun kampus yang baru sekitar 300 hektar.

Muncul juga pertanyaan, kalau Unram harus pindah di lua kota Mataram, apakah masih relevan bernama Universitas Mataram?

AYA




240 Orang Dari 42 Hotel Bersih-bersih Masjid Di  Islamic Center Mataram

DIharapan agar pariwisata bisa bangkit dimulai dengan membersihkan Icon NTB in

Emil Jehabut

MATARAM.lombokjournal.com —    Housekeepers Association Nusa Tenggara Barat (IHKA NTB) beserta Insan pariwisata lainnya yang tergabung dalam AHM, ACE dan IHGMA menggelar bersih-bersih Di masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram, Sabtu (13/04).

Kegiatan bersih-bersih di salah satu Ikon pariwisata di NTB ini dilakukan untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan yang melibatkan 240 orang dari 42 hotel, baik hotel bintang dua sampai bintang lima yang tergabung di IHGMA, ACE NTB, dan dari IHKA.

Emil Jehabut  selaku Sekertaris IKHA sendiri  menyatakan,  IHKA merupakan organisi yang menaungi seluruh housekepers,  baik itu diindonesia baik di NTB, semua hotel kan punya houseskeepers di area hotel secara keseluruhan .

“Kita menghadirkan standar kebersihan yang ada di hotel dibawa ketempat ibadah, tempat publik jadi kegiatan ini kegiatan yang biasa dilakukan setiap tahun,” ujarnya

Emil menambahkan,, jika yang dibersihkan adalah seluruh area yang ada di Islamic Center baik itu di dalAm mimbar Masjid hingga halaman sampai basemen Masjid .

Hal Senada juga dikatakan oleh Ketua Asosiasi hotel Mataram(AHM), Ernanda D. Broto yang juga merupakn General manager di Golden Palace Hotel Lombok,  jika pemilihan IC untuk dibersihakan karena memang IC merupakan Icon  Pariwisata Halal dari NTB, khususnya Lombok.

Dengan adanya kegiatan ini, ingin ditunjukan kepada halayak ramai telebih di luar sana,  bahwa pariwisata sSudah Bangkit pasca gempa. DIharapan agar pariwisata bisa bangkit dimulai dengan membersihkan Icon NTB ini.

AYA




Perusahaan Malaysia Sumbang Sembako Warga Korban Gempa Di Lombok

Kerjasama ini diharapkan menjadi awal kerjasama selanjutnya, untuk kepentingan masyarakat Nusa Tengga Barat secara menyeluruh

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken dan Dato Samsul Husein

MATARAM.lombokjournal.com — 4 kabupaten di Lombok, yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Utara mendapatkan bantuan berupa sembako.

Sembako bantuan dari Perusahaan DNeX, Malaysia itu untuk dibagikan kepada korban gempa yang ada di Pulau Lombok.

Ketua TP-PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE. M.Sc menerima bantuan kemanusiaan dari perusahaan DNeX (Dagang Nexchange Berhad) Malaysia di Pendopo Gubernur Provinsi NTB, Jum’at (12/04)

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi NTB, atas nama masyarakat yang terkena dampak gempa, mengucapkan banyak-banyak terimakasih dan bersyukur kepada Allah SWT” ucap Hj. Niken

Dato Samsul Husein selaku Presiden Direktur Perusahaan DNeX menjelaskan, DNeX adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bisnis global halal, telekomunikasi, teknologi & informasi, oil & gas.

Kegiatan ini berkerjasama dengan Perkumpulan SOBAT (Solusi Anak Bangsa) NTB, dan  SOBAT NTB sebagai distributor bantuan ke 4 lokasi yang terkena dampak gempa.

Bantuan ini harapannya dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa, yang hingga hari ini masih dalam tahapan rehabilitasi rekonstruksi.

Dukungan masih terus diharapkan, agar pemulihan dalam segala aspek dapat segera terwujud.

Kerjasama ini diharapkan menjadi awal dari kerjasama selanjutnya, khususnya untuk kepentingan masyarakat Nusa Tengga Barat secara menyeluruh.

Rr/Hms NTB




Semarak Festival Pesona Tambora Di Dompu

Puncak perayaan Festival Pesona Tambora berlangsung meriah

lombokjournal.com –

KABUPATEN DOMPU ;  Tarian kolosal “Doro Mantika” menambah semarak perayaan puncak Festival Pesona Tambora, event pariwisata yang berlangsung setahun sekali.

Puncak perayaan Festival Pesona Tambora digelar di Taman Savana Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, hari ini, Kamis (11/04) 2019.

Kegiatan Peringatan 204 meletusnya Gunung Tambora itu berlangsung meriah, dengan acara budaya yang menguatkan suasana atau kultur Dompu.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah yang hadir bersama istri, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah, SE. M. Sc., mengenakan kain tenun khas Bima-Dompu.

Gubernur Zul banyak menyampaikan wawasan bagi yang hadir mealalui arahannya terkait Festival Pesona Tambora, sebagai kalender rutin pariwisata tiap tahun.

Rr/Hms NTB




Wagub NTB;  ASN Harus Jadi Panutan

Diharapkan,  ASN mampu memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat sesuai bidang masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab, jujur, adil dan jauh dari sifat-sifat tercela

MATARAM.lombokjournal.com – Apa pun yang dilakukan Aparatur Sipil Negera (ASN)  membawa nama ASN, dan merupakan cerminan dari wajah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Karena itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd berharap agar  tiap ASN harus siap menjadi contoh bagi masyarakat di sekitar, dan harus siap menjadi panutan.

Wagub Hj Rohmi menyampaikan arahan itu, saat menyerahkan Surat Keputusan Gubernur NTB Tentang Pengangkatan CPNS Pemprov NTB Tahun Anggaran 2018, di Gedung Graha Bhakti, Rabu (10/04).

Pada acara yang berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur tersebut, Wagub NTB didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB dan Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar.

Wagub mengarahkan kepada para CPNS yang berhasil lulus melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk dapat mempelajari dan memahami kewajiban sebagai seorang ASN serta mematuhi aturan-aturan yang berlaku.

“Ini prosesnya melalui CAT, jadi Inshaallah yang sudah terpilih ini memang sudah layak, dan memiliki kemampuan menjadi seorang ASN,” ungkap Hj. Rohmi.

Hj. Rohmi berharap agar ASN mampu memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat sesuai bidang masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab, jujur, adil dan jauh dari sifat-sifat tercela.

Kepala BKD Provinsi NTB, Drs. H. Faturrahman, M. Si, berharap para CPNS baik dari Tenaga Guru, Tenaga Kesehatan, dan Lulusan STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) untuk bekerja dengan penuh profesionalitas dan jujur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Bambang Haris Samasto, SH yang turut memberikan sambutan berpesan kepada para CPNS untuk tidak membeda-bedakan dalam melayani masyarakat, mematuhi aturan disiplin PNS serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Keputusan Pengangkatan menjadi CPNS diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur NTB didampingi Kepala BKD NTB dan Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar kepada masing-masing perwakilan dari Tenaga Guru, Tenaga Kesehatan dan STTD.

AYA

Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB