Presiden Jokowi Di NTB, Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Di Lombok Tengah
Dari Provinsi NTB, Presiden kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Bali
lombokjournal.com —
LOMBOK TENGAH ; Tiba di Bandar Udara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar pukul 10.40 wita, Presiden Joko Widodo bersama rombongan langsung menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang berada di Kabupaten Lombok Tengah.
Presiden Joko Widodo Jumat (17/05) 2019 pagi menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 08.00 WIB, bertolak menuju NTB.
Di KEK Mandalika, presiden meninjau sejumlah fasilitas yang berada di Pantai Kuta Mandalika. Selain itu, Kepala Negara juga akan melihat langsung ruang terbuka hijau, penataan pedestrian, dan kawasan UMKM yang berada di kawasan Mandalika.
Setelah peninjauan, Presiden Jokowi dan rombongan melaksanakan ibadah salat Jumat di salah satu masjid yang ada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Dari Provinsi NTB, Presiden kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Bali dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.
Di Bali, Kepala Negara akan meninjau pelaksanaan Program Dana Desa, di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Rencananya, Presiden dan rombongan akan bermalam di Bali, untuk melanjutkan rangkaian kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya.
Dalam kunjungan kerjanya ke NTB kali ini, presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
AYA/ Bey Machmudin
BPBD Dan Polda NTB Telusuri Dugaan Permainan Dana Gempa
Salah satu penyebab progres dan persentase pembangunan rumah di Kabupaten Lombok Utara masih rendah bisa jadi disebabkan adanya dua permainan dan penyelewengan dana bantuan gempa
AHSANUL KHALIK
MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggandeng Polda NTB untuk melakukan penelusuran di lapangan, dugaan permainan dana gempa yang melibatkan aplikator, tenaga fasilitator dan kelompok masyarakat (Pokmas),
“Kita bersama Polda NTB telah mulai melakukan penelusuran terhadap Pokmas, tenaga fasilitator dan aplikator yang diduga bermain mencari keuntungan dari bantuan dana pembangunan rumah tahan gempa masyarakat korban gempa,” kata Kepala BPBD NTB, Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (16/05).
Pihak BPBD juga berkoordinasi dengan BPKP, Kejaksaan termasuk dengan BPBD dan Pemkab terdampak gempa, dengan membuat tim khusus membantu melakukan pengawasan dan penelusuran.
Khalik menduga, salah satu penyebab progres dan persentase pembangunan rumah di Kabupaten Lombok Utara masih rendah bisa jadi disebabkan adanya dua permainan dan penyelewengan dana bantuan gempa oleh oknum Pokmas, aplikator dan fasilitator.
“Pembangunan RTG bukan terkendala teknis, tapi adanya dugaan permainan di lapangan dan itu sedang kita telusuri untuk ditindak tegas,” katanya.
Ia mencontohkan bagaimana modus permainan dana gempa di lapangan, misalnya aplikator yang sudah terlegislasi BPD dan perkim, membuat kontrak banyak dengan Pokmas yang ada
Kemudian melakukan subkontrakkan lagi kontrak yang telah disepakati ke pihak kedua atau ketiga. Aplikator yang disubkan itulah yang abal – abal, karena tidak terdaftar.
Sementara fasilitator sendiri bermain disamping jadi tenaga fasilitator, juga menjadi aplikator yang ditawarkan kepada Pokmas untuk mendapatkan fee banyak.
“Yang jelas semua ditelusuri dan akan dirapikan, kalau nanti dari hasil penelusuran ditemukan fakta di lapangan, maka aplikator, fasilitator yang bermain akan kena sangsi. Bahkan tenaga Fasilitator akan dipecat,” tegas Ahsanul Khalik.
AYA
Gubernur NTB Jadi Imam Salat Magrib Para Tokoh Muda Indonesia
Pascapilpres semua pihak menghormati seluruh mekanisme prosedural yang saat ini tengah berjalan di Pilpres 2019. Kalaupun ada persoalan hukum, para tokoh bersepakat untuk mempercayakan kepada aparat penegak hukum
Najamudin Amy
lombokjournal.com —
BOGOR ; – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mendapat kehormatan untuk memimpin salat berjamaah para tokoh muda Indonesia yang hadir dalam Silaturahmi Bogor untuk Indonesia di Museum Balai Kirti Bogor, Rabu (15/05) sore.
Sejumlah tokoh muda yang hadir antara lain, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.
Selain itu juga hadir, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Walikota Tanggerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan Walikota Bogor, Bima Arya.
Bima Arya selaku tuan rumah, dalam konferensi pers di hadapan para wartawan mengutarakan latar belakang pemikiran yang menjadi pendorong digelarnya pertemuan para tokoh muda Indonesia tersebut.
Bima Arya menegaskan, para tokoh tersebut berasal dari latar belakang politik yang berbeda-beda, namun semua melebur dalam komitmen yang sama untuk mendorong kemajuan Indonesia. Karenanya, dalam pertemuan, topik yang dibahas pun tidak mengarah pada hal-hal yang menajamkan perbedaan.
“Jadi tidak ada bicara-bicara yang menjurus perbedaan. Kadang-kadang saya lupa, Pak Zul (Gubernur NTB) ini partainya apa. Mas Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) ini sekarang partainya apa? Tapi kepemimpinannya, sikapnya, kita hafal,” ujar Bima Arya.
Suasana pertemuan juga semakin cair dengan serangkaian agenda bersama yang mempererat persatuan di antara para tokoh tersebut. Selain berbuka bersama, para tokoh juga menyempatkan salat magrib berjamaah. Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menjadi imam salat berjamaah tersebut.
“Setelah buka tadi kita solat berjamaah, dipimpin oleh Gubernur NTB, yang qomat Gubernur Jawa Tengah. Suasana menjadi lebih sejuk,” ujar Bima Arya.
Bima Arya juga menjelaskan sejumlah poin penting yang menjadi benang merah pertemuan tersebut.
Poin pertama adalah, semua tokoh yang hadir, dipersatukan oleh pandangan kecintaan terhadap Indonesia dan keinginan menjaga perdamaian di Indonesia.
“Kita ingin Indonesia yang damai. Seluruh pembicaraan tadi, diwarnai oleh semangat optimisme bagaimana membangun Indonesia dengan cara yang damai, kebersamaan,” ujarnya.
Poin kedua, para tokoh muda tersebut berdiskusi terkait kondisi tanah air hari ini Pascapilpres 2019. Terhadap topik ini, semangat semua tokoh yang hadir sama.
Semangat tersebut adalah menghormati seluruh mekanisme prosedural yang saat ini tengah berjalan di Pilpres 2019. Kalaupun ada persoalan hukum, para tokoh juga bersepakat untuk mempercayakan kepada aparat penegak hukum.
Poin ketiga dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan keberlanjutan dan upaya mengembangkan semangat pertemuan ini.
“Kita juga membangun gagasan ke depan, yaitu fokus kepada gagasan-gagasan kebangsaan. Fokus kepada nation building. Banyak gagasan untuk kita mengedukasi rakyat Indonesia agar semuanya siap untuk berdemokrasi secara sehat. Banyak gagasan ide ke depan,” ujarnya.
Di masa yang akan datang, semua pihak sepakat untuk terus mempertahankan silaturahmi, dan memperluas jaringan yang telah terbangun saat ini.
Pertemuan-pertemuan ini juga tidak hanya dibatasi saja dalam konteks politik. Tapi juga di dalam banyak hal. Tujuannya adalah untuk membagikan optimisme dan harapan Indonesia yang lebih baik.
“Kami juga menyepakati selama hari-hari menjelang 22 Mei nanti, untuk mengokohkan kebersamaan kita, meminimalisir ruang-ruang yang memungkinkan terjadinya perpecahan. Kita menunggu proses yang berjalan sesuai dengan konstitusi. Kita hormati apapun sebagai keputusan dalam konteks konstitusi. Kita melihat harus diserahkan dalam proses hukum positif di Indonesia,” ujarnya.
Bima Arya menegaskan pula harapan agar pertemuan ini tidak berhenti hanya sampai di kesempatan tersebut.
“Ada semangat untuk terus berlanjut ke daerah. Insya Allah akan ada teman-teman yang lain yang akan bergabung, berlanjut dari forum di Bogor pada hari ini,” ujarnya.
Setelah buka tadi kita solat berjamaah, dipimpin oleh Gubernur NTB, yang qomat Gubernur Jawa Tengah. Suasana menjadi lebih sejuk.
Kita menyepakati instiusi negara ini mengurus proses. Ada saatnya berkompetisi, ada saatnya saling mengisi. Menjaga persahabatan demi keutuhan republik Indonesia ini.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, mengutarakan, bagi NTB, kehadiran Gubernur bersama deretan tokoh muda terkemuka di Indonesia ini menjadi kesempatan emas untuk mengkomunikasikan kemajuan NTB di bawah kepemimpinan tokoh muda.
Sekaligus, ini merupakan pengakuan bahwa Gubernur NTB merupakan satu tokoh muda yang diperhitungkan di pentas nasional.
Sebagai tokoh muda, Gubernur kelahiran Sumbawa Besar, 18 Mei 1972 ini memang telah menorehkan pencapaian dalam banyak hal.
Sejak SMA, sosok yang akrab disapa Bang Zul ini telah meraih banyak prestasi akademis maupun non akademis. Pada 1989, ia terpilih mewakili NTB pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia.
Selama setahun, Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman bersekolah di negara lain membuat ia terkesan dan lebih terpacu untuk menjelajahi dunia.
Di jenjang perguruan tinggi, Bang Zul pun meraih banyak hal. Salah satunya, diangkat sebagai Ketua Senat Mahasiswa UI, atau yang sekarang akrab disebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
Sebelum terjun ke politik pada 2004, Bang Zul meraih pengakuan sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia (bidang ekonomi & manajemen) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Sederet prestasi diperolehnya di dunia penelitian. Ia pernah menjadi Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University di Amerika Serikat, menjabat sebagai Direktur Riset Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan diberi kepercayaan sebagai Pemimpin Program Extension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Pada 2004, saat usianya baru 32 tahun, Bang Zul terpilih sebagai Anggota DPR RI dan kembali terpilih untuk dua periode berikutnya sebelum mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur NTB di Pilkada 2018 lalu. (*)
Najamuddin Amy, Kepala Biro Humas Dan Protokol Setda NTB
Bulog Siap Amankan Harga Bahan Pokok, Masyarakat Tak Perlu Kawatir
Masyarakat tak perlu mengkhawatirkan, sampai Hari Raya Idhul Fitri stok bahan pokok masih aman
MATARAM.lombokjournal.com — Perum Bulog NTB siap mengamankan Harga Bahan pokok (Bapok) pada bulan puasa, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan keterediaan Bapok selama bulan puasa.
“Jadi bulog siap mengamankan harga bahan pokok di NTB, masyarakat tidak perlu Khawatir. Sebagai gambaran, stok bulog sudah ada untuk 18 bulan ke depan,” ujar Kepala Blog Divre NTB, Ramlan UE Rabu (15/05).
Ramlan menyatakan, jika stok beras dipastikan aman untuk 18 bulan kedepan, sedangkan untuk minyak goreng dan Gula persediannya sudah ada untuk tiga bulan .
Karena permintaan bapok paling banyak setelah beras, yakni Gula dan minyak goreng.
“Permintaan terhadap minyak goreng dan gula bahkan bertambah, nanti tiga hari ini akan masuk lagi kiriman gula dari Jawa sebnyak 120 ton , target selama puasa ini 500 ton gula akan masuk, ” terangnya.
Gula sendiri dari Bulog dijual dengan harga 11.500
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir nanti sampai hari besar keagamaan stoknya masih aman kok,” kata Ramlan.
Bukan memilih karena imbalan, tapi karena melihat visi dan misi calon pemimpin. Karena korupsi tidak bisa dihilangkan, selama “ongkos” menjadi pejabat publik itu mahal
Wlikota Mataram, H Akhyar Abduh
MATARAM.lombokjournal.com — Mengawali Safari Ramadhan 1440 H di Masjid Baitul Amin Lingkungan Pejeruk Kecamatan Ampenan, Sabtu (11/5), Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. berharap, masyarakat NTB dapat menunjukan kematangan berdemokrasi pada Pilpres dan Pileg yang diadakan pada April bulan lalu.
Pesta demokrasi tahun ini berjalan lancar dan aman, yang tak lepas dari kerja keras TNI, Polisi dan KPUD.
“Sehingga NTB bisa menjadi contoh buat seluruh Provinsi lain, bahwa Nusa Tenggara Barat memilih pemimpin tidak harus anarkis, dengan segala kekurangan dan kesederhanaan kita, kita hasilkan NTB yang Gemilang. Menuju Baldatun Toyyibatun Wa Rabbun Ghafur,” kata gubernur.
Masyarakat NTB merupakan salah satu yang aktif menggunakan media sosial. Sehingga tantangan ke depan, bagaimana agar masyarakat dapat menyikapi berita-berita yang masih simpang siur atau tidak benar.
“Banyak berita yang belum tentu benar, tapi gampang meracuni masyarakat kita. Kadang-kadang kita susah sekali, mencari, menyortir mana yang benar,” tuturnya.
Kalau ‘Ongkos’ Jadi Pejabat Mahal
Gubernur mengajak masyarakat untuk menciptakan demokrasi yang sehat dan demokrasi yang berakhlak. Dimulai dengan mengubah mindset agar menjadi pemilih yang cerdas.
Bukan memilih karena diberikan imbalan tetapi memilih karena melihat visi dan misi dari calon pemimpin. Karena korupsi tidak bisa dihilangkan, selama “ongkos” menjadi pejabat publik itu mahal.
Dalam safari itu, Gubernur Zul didampingi Isteri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc beserta Kepala OPD Lingkup Provinsi, Walikota Mataram, Wakil Walikota Mataram, Pimpinan DPRD, Pimpinan DPR Provinsi, DANREM, dan Kapolda melaksanakan sholat Isya dan Tarawih bersama masyarakat.
“Dengan spirit ramadhan, kita bermunajat kepada Allah agar dihadirkan pemimpin-pemimpin yang amanah, yang betul-betul mencurahkan hatinya kepada masyarakat,” kata Gubernur Zul.
Ia akan terus bersilaturahim untuk menyapa masyarakat, agar masyarakat tidak menilai, pemimpin datang karena ada maunya.
“Buat para pemimpin, jangan menyapa masyarakat karena ada maunya saja. Tapi raih suara masyarakat, peluk bathinnya dengan keharuan. Bahwa kita hadir disini, karena mengabdi pada Allah untuk menghadirkan ketenangan dan keberkahan bagi masyarakat”, tutupnya.
Bersamaan dengan itu, Walikota Mataram Ahyar Abduh berterima kasih dan menyambut baik kedatangan Gubernur Zul beserta rombongan di lingkungan Pejeruk tersebut.
“Kepada Bapak Gubernur, terima kasih setinggi-tingginya atas kunjungan silahturahim Bapak beserta rombongan pada malam hari ini, semoga kita semua mendapat ridho dan rahmat Allah SWT,” tuturnya.
Pada safari Ramadhan perdana ini, Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan berbagai bantuan dan stimulus untuk masyarakat berupa bantuan untuk pembangunan masjid, dana kegiatan pemberdayaan pekarangan dan kegiatan desa mandiri pangan, modal usaha bagi fakir miskin, bibit tanaman, serta alat-alat pengolahan ikan.
AYA/Hms Pemprov NTB
Wagub Gelar Sidak Dan Pengawasan Takjil Bebas Bahan Berbahaya
Kegiatan sidak dan pengawasan ini akan terus dilakukan selama bulan Ramadhan
MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Kadis Perdagangan Hj. Putu Selly Andayani dan Kepala Balai POM Mataram Gusti Ayu Nengah Suarningaih beserta satgas pangan, menggelar sidak dan pengawasan Takjil bebas dari bahan pangan berbahaya seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow”.
Kegiatan itu di sentra takjil wilayah Kota Mataram, Jumat (10/05).
Pengambilan dan pemeriksaan sampel Takjil dilakukan oleh Petugas dari Balai Besar POM Mataram di beberapa lokasi wilayah Kota Mataram antara lain di Majapahit, Pasar ACC, Kebon Roek, Panji Tilar dan Airlangga Gomong.
Jenis sampel yang diambil antara lain kue, puding, cilok, plecing, krecek/pencok, ikan kerupuk tempe, lontong, es buah, tahu dan beberapa produk pangan lainnya.
Dari hasil pemeriksaan 83 sampel yang diambil, yang positif mengandung bahan berbahaya hanya 1 sampel berupa kerupuk tempe yang positif mengandung boraks. Sampel itu diambil dari Jl. Airlangga-Gomong, sedangkan sampel lainnya negatif.
Wagub NTB menekankan, agar terus dilakukan pembinaan terhadap pedagang dan pelaku usaha untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam pembuatan makanan/takjil baik melalui pengawasan, sosialisasi maupun surat edaran.
“Kita ingatkan ke pedagang untuk tidak menggunakan bahan pangan berbahaya, nanti kita akan berikan pembinaan dan sosialisasi tentang bahayanya menggunakan bahan pengawet serta pemanis buatan,” ujar Wagub.
Kepala BBPOM Mataram Gusti Ayu Nengah Suarningsih menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Khususnya dari peredaran produk pangan takjil yang mengandung bahan-bahan berbahaya.
Kegiatan sidak dan pengawasan ini akan terus dilakukan selama bulan Ramadhan.
Hasil temuan tersebut ditindaklanjuti dengan memberikan pembinaan kepada para pedagang kecil dan akan ditelusuri produsennya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kegiatan ini untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang membeli dan mengkonsumsi takjil, selain itu kita berika edukasi ke pedagang tentang bahayanya menggunakan formalin, borak dan bahan pangan berbahaya lainnya,” tutup Suarningsih.
AYA/HmS Pemprov NTB
Wagub Tegaskan, Masalah Narkoba Jangan Pandang Sebelah Mata
Revitalisasi Posyandu sebagai salah satu program yang menyangkut pencegahan penyahlah gunaan narkotika
MATARAM.lombokjournal.com – Penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) jangan dipandang sebelah mata. Masalah narkoba harus jadi pehatian seluruh lapisan masyarakat.
Peringatan itu disampakan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.
Saat itu wagub membuka Sosialisasi Program Desa Bersinar (Bersih dari Nakotika) Kepada Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Kepala Desa yang menjadi Lokus Desa Bersih dari Nakotika (Bersinar) Provinsi NTB, di Mataram (09/05) 2019.
“Masalah narkoba masalah yang tidak bisa kita pandang sebelah mata, masalah ini bukan masalah yang mudah, satu hal yang harus betul-betul kita perhatikan adalah tindakan promotif dan preventif yang mana itu adalah tugas dan tanggung jawab kita semua,” kata Wagub.
Wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi ini mengungkapkan, faktor kehidupan pergaulan di sekitar adalah penyebab utama dari penyalah gunaan narkotika.
“Berbicara masalah narkoba kalau melihat data-data dari korban-korban narkoba ini adalah sangat ditentukan oleh bagaimana kehidupan dari keluarga maupun lingkungan,” terang Ummi Rohmi.
Mencegah penyalahgunaan narkotika perlu sinergitas antara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pejabat dari tingkat desa hingga ke tingkat yang tertinggi.
Revitalisasi Posyandu
Ummi Rohmi kembali mengingatkan pentingnya revitalisasi Posyandu sebagai salah satu program yang menyangkut tentang pencegahan penyahlah gunaan narkotika,
“Posyandu itu kegiatan reguler yang rutin dilakukan di setiap dusun di NTB ini, kalau kita bisa bangkitkan posyandu ini menjadi suatu kegiatan yang betul-betul bisa memberikan multiplayer efek, maka kegiatan penyuluhan bisa kita lakukan melalui posyandu, termasuk penyuluhan tentang bahayanya narkotika ini,” katanya.
Ummi Rohmi berharap sosialisasi ini membawa berkah dan kebaikan. ilmu yang diperoleh para peserta dalam acara sosialisasi, dapat diprkaktekkan baik oleh para tokoh masyarakat melalui perkumpulan dan ceramah-ceramah yang dilakukan oleh tokoh agama setempat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negri (Kesbangpoldagri) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Syafi’i mengatakan, maksud penyelenggaraan sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman dan penyamaan persepsi kepada semua pihak. Khususnya para generasi muda dan pelajar agar paham bahaya narkoba.
Saat ini kita berada dalam peradaban yang multi komlpek. Berbagai macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang jika tidak segera disikapi bersama akan berdampak degradasi moral.
“Degradasi moral di kalangan generasi muda pada akhirnya terjadi penurunan kualitas dari pewaris bangsa utamanya di NTB ini,” jelas Syafi’i.
Tujuan sosilisasi ini menyatukan tekad bersama untuk memerangi narkoba oleh seluruh komponen bangsa.
“Karena upaya tersebut sangaT penting dan perlu dilaksanakan sebagai langkah tegas dari semua pihak untuk menyelamatkan masa depan bangsa,’ kata Syafi’i.
Hms Pemprov NTB
KPU NTB Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Dan Penetapan Hasil Perhitungan Suara
KPU NTB tetap melaksanakan pleno meski KPU kabupaten/kota masih belum semua menyelesaikan proses rekapitulasinya
MATARAM.lombokjournal.com – Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat Provinsi NTB pemilu 2019, tanggal 7 hingga 9 Mei mendatang, digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB.
Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, yang didampingi oleh para Komisioner dan Sekretaris saat membuka Rapat pleno itu mengatakan, dengan digelarnya rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara merupakan proses akhir dari pemilu 2019 di NTB.
Rapat Pleno Terbuka diikuti oleh KPUD Kabupaten/Kota, Bawaslu dan saksi dari Capres Cawapres, Partai Politik dan saksi DPD RI.
Mantan Ketua KPUD Sumbawa ini menjelaskan, setengah dari KPU kabupaten Kota masih ada yang belum tuntas melaksanakan rekapitulasi suaranya.
“Rapat pleno terbuka ini dilakukan setelah setengah dari KPU kabupaten/kota menyelesaikan tahapannya,” ucapnya ketika membuka rapat pleno.
Pihak KPU NTB tetap melaksanakan pleno sembari menunggu proses KPU kabupaten/kota menyelesaikan rekapitulasinya.
KPUD Kabupaten/Kota yang sudah menyelesaikan rekapitulasi suaranya, yaitu KPUD Sumbawa Barat, kemudian KPUD Sumbawa, KPUD Dompu, KPUD Lombok Barat, KPUD Lombok Utara dan KPUD Lombok Timur.
“Nanti dalam rapat pleno akan membacakan hasil rekapitulasi suaranya sesuai dengan urutan yang terlebih dahulu menyelesaikan rakapnya,” katanya.
Pergeseran pejabat-pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi NTB meski hal yang biasa, namun pergeseran dilaksanakan dengan perhitungan matang bersama-sama dengan Wakil Gubernur
MATARAM.lombokjournal.com — Salah satu yang jadi prioritas mutasi kalini adalah masalah penanggulangan bencana. Karena itu, dibutuhkan orang yang sangat kuat untuk menangani permasalahan bencana di NTB ini
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.sc. menegaskan itu saat melantik 21 pejabat struktural baru lingkup Pemerintah Provinsi NTB.
Pelantikan pejabat baru tersebut dilaksanakan di ruang rapat umum kantor Gubernur NTB, Senin (06/06) 2019.
“Yang jadi prioritas adalah persoalan bencana, kita nampaknya perlu perubahan, kita kasih tugas yang tidak ringan untuk pejabat BPBD yang baru untuk menanggulangi bencana di NTB ini, mudah-mudahan kepala BPBD yang baru segela menyelesaikan persoalan kita,” ungkap Doktor Zul.
Sebelumnya Gubernur Zul usai pelantikan mengatakan, pergeseran pejabat-pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi NTB meski hal yang biasa, namun pergeseran dilaksanakan dengan perhitungan matang bersama-sama dengan Wakil Gubernur.
“Mutasi yang dilakukan tidak sembarangan, kami sudah melaksanakan penilaian, survey dan sebagainya, mutasi juga kita laksanakan sesuai kebutuhan,” kata Gubernur Zul.
“Selamat mengemban amanah di tempat bapak ibu yang baru, mudah-mudahan NTB dapat lebih maju ke depannya,” pungkasnya.
AYA
Setelah Bersih-bersih Masjid, IHKA NTB Bersama Industri Pariwisata Giliran Bersih-Bersih Gereja
Menghadirkan standar kebersihan yang ada di hotel dibawa ke tempat ibadah, tempat publik
Gereja Khatolik St.Maria Imacullata
MATARAM.lombokjournal.com — Organisi yang menaungi seluruh housekepers, IHKA atau Indonesia Housekeepers Association Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) . menggelar bersih-bersih pada salah satu Gereja yang ada di NTB
Kali ini yang menjadi obyek bersih-bersih yakni gereja Khatolik St.Maria Imacullata Setelah sebelumnya membersihkan Masjid Hubbul Wathan islamic Center Mataram pada Sabtu (04/05). Ini merupakan program IHKA, yang biasa dilakukan stiap tahun.
Sekertaris IHKA NTB, Emil Jehabut mengakatan, dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan pihaknya bersama dengan para pelaku industri pariwisata melakukan kegiatan bersih bersih di tempat ibadah seperti masjid dan gereja.
Mengingat, program ini juga mendorong program dari pemerintah zero waste. Dengan adanya kebersihan menjadikan tempat wisatawan akan semakin diminati kunjungan wisatawan.
“Kita melibatkan sebanyak 100 orang dari pihak hotel, baik hotel bintang dua sampai bintang lima yang tergabung di IHGMA, , dan IHKA,” kata Emil
Dalam kegiatan ini beberapa tempat dibersihkan adalah seluruh area yang ada di Islamic Center baik itu didalam mimbar masjid, halaman sampai besement.
“Kita menghadirkan standar kebersihan ada di hotel dibawa ke tempat ibadah, tempat publik jadi kegiatan ini kegiatan yang biasa dilakukan setiap tahunnya,” terangnya.