Ditetapkan Sebagai BPS BPIH, Gubernur Zul Minta Semua Pihak Besarkan Bank NTB Syariah

BPS-BPIH tidak hanya berfungsi sebagai penerimaan setoran awal, pembatalan dan setoran lunas jamaah haji, tetapi juga untuk fungsi penempatan, likuiditas, operasional, nilai manfaat dan mitra investasi

MATARAM.lombokjournal.com —  Konversi bank NTB menjadi Bank Syariah merupakan proyek sekaligus tantangan besar yang tidak boleh gagal. Ia meminta semua pihak untuk bekerja sama membesarkan bank NTB.

Gubernur menyampaikan itu saat penyerahan SK Penetapan PT. BANK NTB SYARIAH sebagai BPS BPIH Penerima Setoran Awal, BPS BPIH Penem

Dr.Anggito Abimanyu, Gubernur Zul dan Dirut Bank NTB Syariah

patan, dan BPS BPIH Mitra Investasi, di hadapan para direksi dan pimpinan Bank NTB, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (05/07) 2019.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah menetapkan 31 Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadan Haji (BPS-BPIH) untuk periode April 2018 hingga Maret 2021.

Salah satu bank yang ditetapkan sebagai BPS-BPIH adalah Bank NTB Syariah.

“Saya memohon bantuan dan bimbingan untuk bersama membesarkan Bank NTB, sebab ini sebagai cikal bakal alternatif yang baik,” ucap Gubernur Zul.

Gubernur berharap, amanah baru yang diemban bank NTB Syariah ini dapat dijalani dengan baik dan menjadi berkah untuk semua pihak.

“Mudah-mudahan ini jalannya sehingga pertemuan ini menjadi berkah untuk kita semua,” pungkas Gubernur.

Dirut Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo menyampaikan, sebagian besar penduduk di NTB adalah muslim dan banyak melakukan ibadah haji, juga umroh. Dengan latar belakang itu, penunjukan bank NTB Syariah sebagai penerima setoran haji diharapkan dapat membantu masyarakat.

“Mudah-mudahan kami senantiasa bisa memberikan kemaslahatan bagi masyarakat NTB, paling tidak, kami juga dapat mengembangkan perbankan syariah di NTB,” ungkap Kukuh.

Dr.Anggito Abimanyu selaku Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia menyatakan, pihaknya bangga dan bersenang hati menetapkan Bank NTB Syariah sebagai Bank Penerima Setoran Haji. Penetapan itu melalui seleksi yang tidak ringan.

Lebih lanjut, Anggito menerangkan BPS-BPIH tidak hanya berfungsi sebagai penerimaan setoran awal, pembatalan dan setoran lunas jamaah haji, tetapi juga untuk fungsi penempatan, likuiditas, operasional, nilai manfaat dan mitra investasi.

AYA/Hms NTB

 




Soal Gempa 9 Magnittudo, Gubernur Zul; Bahkan Ada Prediksi Kiamat Tahun Depan

Gubernur Zul minta bantuan media agar  jangan sampai terjadi kepanikan

Agus Riyanto

MATARAM.lombokjourbal.com — Ahli geologi dari Brigham Young University Amerika, Profesor Ronald Haris mengungkap, bila lempeng di wilayah Lombok Selatan yang tertekan oleh lempeng Indo-Australia sepanjang 35 meter tidak bisa menahan tekanan,  akan menyebabkan gempa mega trust  dengan kekuatan minimal 9 Magnitudo dan maksimal 9,5 Magnitudo, dan menyebabkan tsunami setinggi 20 meter (LombokJournal, Kamis 04/06).

Prediksi itu berdasarkan hasil penelitian dari pakar gempa bumi Prof Rown Haris dari Amerika, yang  mengukur jejak tsunami pada masa lampau  bersama tim dan  BMKG  tahun 2012.

Gubernur Zulkieflimansyah langsung menanggapi prediksi itu dan disampaikan pada wartawan di Rumah Langko, Mataram, Kamis (04/06) malam.

Dikatakannya, potensi gempa bumi itu bukan  soal angkanya .

“Semua itu biasa saja, tetapi supaya kita mengantisipasi apa pun terjadi,  bukan berarti kita panik atau takut. Dan soal itu biasa,” tegasnya.

Prediksi dari para ahli hal tersebut merupakan hal biasa saja dan apalagi disampaikan  dalam seminar dan diskusi.

Bahkan gubernur yang akrab di  panggil Bang Zul mengaku pernah membaca bukan saja terkkait dengan potensi gempa, namun bahkan ada yang memprediksikan kiamat tahun depan.

“Pakar ini banyak modelnya juga, artinya kalau potensi bencana dimana-mana  besar. Dan kita di NTB cukup  beruntung, karena  sudah punya pengalaman. Kita tidak berharap ada gempa,  tapi misalnya  ada maka kita tidak sepanik daerah yang belum pernah mengalami hal yang serupa,” ungkap.

Maka dari itu ini lah juga yang menjadi pemicu, salah satu misi NTB yang pertama adalah (masyarakatnya) tangguh bencana dan mantap, supaya mitigasi bencana dan antisipasi  bencana menjadi periotas nomor satu. Saat ini NTB dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Gubernur Zul minta bantuan dari rekan rekan media agar  jangan sampai terjadi kepanikan.

Kemudian gubernur menceritakan, ia baru pulang dari Australia misalnya dari Darwin,  tidak satu pun kursi yang tersisa di pesawat itu saking orangnya senang datang ke Lombok, enggak satu pun yang tersisa.

“Karena itu alhamdulillah geliat yang mulai bagus nih jangan sampe sekarang kita senang hiruk pikuk gitu menghasilkan kegaduhan,” kata Gubernur Zul.

Jejak tsunami

Kepala BMKG Mataram, Agus Riyanto yang ikut hadir dalam pertemuan dengan wartawan itu mengatakan, memang dari hasil penelitian dari pakar gempa bumi Prof Rown Haris dari Amerika menyampaikan hasil penelitian  dengan mengukur  jejak jejak tsunami pada masa lampau  bersama tim dan  BMKG .

Pada tahun 2012  melakukan penelitian dengan  menyisir  pantai di selatan Lombok, Bali hingga Banyuwangi. Ditemukan pada kedalaman 1 meter ada lapisan pasir, dan dengan di uji lab disimpulkan berumur 500 tahun.

Artinya pada 500 tahun lalu, pernah terjadi tsunami. Demikian juga di tempat itu di kedalaman tertentu dan diuji lab ditemukan, berumur 1000 tahun dan artinya pernah terjadi tsunami 1000 tahun lalu.

“Kajian kajian ini memberikan pelajaran kepada kita saat ini untuk selalu  wasada  tentang  potensi tsunami di  Lombok. Itu point  yang disampaikan dari profesor ,” ungkapnya.

Sehingga yang dimaksud adalah  Selatan Lombok,seoalah olah menjurus ke pada batas administrasi wilayah yang arahnya menjadi  Kuta.

“Ini yang harus diluruskan, yang dimaksud potensi gempa megatrush di Selatan  yang  menurut  kajian peneliti bisa mencapai  8 poin 5 itu di Selatan Lombok,”ujarnya.

Sedang yang di maksud Selatan Lombok itu bahkan bisa diurut dari barat pantai Sumatra, selatan Jawa dan sampai ke NTB,  itu pertemuan garis lempeng besar, lempeng Australia dan Asia, dan itu tempat pasti terjadi megatrush.

Lanjutnya, kekuatan bisa kita hitung, karena bisa dihitung ukur  volume , panjang , energi, kecepatan bergerak lempeng per tahun sehingga akumulasi energi ketika lempemg bertemu.

“Namun yang menjadi pertanyaan  tidak bisa ditentukan kapan dan tidak bisa diprediksikan, karena gempa tidak bisa dipredikasi kapan akan terjadi,  tetapi dimana dan berapa besar bisa diketahui dari awal,” jelas Agus Riyanto.

AYA




Awas, Bisa Gempa Besar, Lempeng Lombok Tertekan Lempeng Indo-Australia Sepanjang 35 Meter

Wiilayah selatan Lombok pernah di terjang Tsunami saat terjadinya gempa di Sumba Nusa Tenggara Timur pada tahun 1977 lalu

MATARAM.lombokjournal.com —  Pergerakan zona subduksi di wilayah perairan Lombok Selatan menunjukan penemuan baru. Dari hasil riset yang di lakukan ahli geologi dari Brigham Young University Amerika Profesor Ronald Haris.

Dari hasil riset dan penelitian yang di lakukan profesor Ronald usai memberikan pemaparan kegempaan di Universitas Nahdlatul Ulama, Kamis (04/07), setiap tahun lempeng Lombok khususnya di wilayah Lombok Selatan tertekan dan bergeser oleh lempeng Indo-Australia sepanjang 35 meter.

Bila lempeng Lombok ini tidak bisa menahan tekanan akan menyebabkan gempa mega trust  dengan kekuatan minimal 9 Magnitudo dan maksimal 9,5 Magnitudo.

Ronald juga mengatakan maksimal gempa yang di hasilkan dari patahan di wilayah Lombok Selatan mencapai 9,5 Magnitudo dan menyebabkan tsunami setinggi 20 meter.

Ronald juga mengingatkan zona subduksi di wilayah Lombok Selatan yang memanjang hingga pulau Sumatera tersebut menunjukan meningkatnya aktivitas seismik.

“Dari hasil penelitian dan riset di wilayah Lombok Selatan pernah terjadi gempa besar pada 500 sampai 1000 tahun lalu, dan saat ini ada aktivitas seismik yang meningkat di wilayah ini, masyarakat harus waspada,” ujarnya mengingatkan.

Namun kabar cukup melegakan meski tersimpan potensi gempa maksimal 9,5 di wilayah selatan Lombok namun tidak menyebabkan likuifaksi.

Seperti di ketahui wilayah selatan Lombok pernah di terjang Tsunami saat terjadinya gempa di Sumba Nusa Tenggara Timur pada tahun 1977 lalu.

AYA




RSUD NTB Resmikan Poli Geriatri, Peningkatan Layanan Bagi Lansia

Pasien Geriatri adalah pasien Lanjut Usia dengan multi penyakit atau gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan

MATARAM.lombokjournal.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB meningkatkan kualitas pelayanan kepada para lanjut usia (lansia) yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu.

Direktur RSUDP NTB dr. Lalu Hamzi Fikri, Rabu (03/07/19) mengatakan, populasi lansia di atas 60 tahun akan meningkat cukup tinggi beberapa tahun ke depan. Kelompok usia ini lebih rentan mengalami gangguan kesehatan dibanding usia di bawahnya.

Untuk mengakomodir para lansia, RSUDP NTB menyediakan layanan ‘geriatri’ yakni layanan kesehatan khusus bagi para lansia yang mengalami masalah medis lebih dari 1 penyakit.

Peningkatan pelayanan itu guna mewujudkan misi ke-3 NTB sehat dan cerdas, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB 2019-2023.

“Untuk mempermudah para lansia di atas usia 60 tahun untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama jika dibutuhkan pemeriksaan atau pengobatan lanjutan,” katanya.

Selama ini, layanan khusus bagi lansia di atas 60 tahun ini sudah dilakukan. Namun pasiennya menyebar di seluruh poli. Angka kunjungan pasien selama ini sekitar 30 persen dari total kunjungan.

“Ke depan konsep yang sedang kita susun adalah menyiapkan bangsal khusus di rawat inap dan kita siapkan home visit bagi pasien,” tambah Fikri.

Geriatri sendiri merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari keadaan-keadaan fisiologis dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan orang-orang lanjut usia. fokusnya pada penuaan dini dan tatalaksana penyakit terkait usia lanjut.

Pasien Geriatri adalah pasien Lanjut Usia dengan multi penyakit atau gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan. itu membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu dengan pendekatan multidisiplin yang bekerja secara Interdisiplin.

Poli geriatri tersebut telah dibuka sejak Senin (01/07). Poli Geriatri jadi salah satu cara bagi RSUDP NTB terus meningkatkan pelayanan kepada lansia.

“Pokoknya pengembangan layanan geriatri terus kita tingkatkan,’’ tandasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) RI memproyeksikan pada tahun 2045 Indonesia akan memiliki sekitar 63,31 juta lansia. Atau hampir mencapai 20 persen populasi.

Bahkan, proyeksi PBB  menyebutkan,  persentase lansia Indonesia akan mencapai 25 persen pada tahun 2050 atau sekitar 74 juta lansia.

Pada tahun 2018, persentase lansia mencapai 9,27 persen atau sekitar 24,49 juta orang. Persentase lansia di Indonesia didominasi oleh lansia muda (kelompok umur 60-69 tahun) yang persentasenya mencapai 63,39 persen.

sisanya adalah lansia madya (kelompok umur 70-79 tahun) sebesar 27,92 persen, dan lansia tua atau kelompok umur 80 tahun keatas sebesar 8,69 persen.

Jumlah penduduk lansia di NTB sendiri, berdasarkan data BPS NTB, proyeksi 2010–2020 memiliki penduduk usia muda (0–14 tahun) sebesar 29,62 persen.

Penduduk usia produktif (15–59 tahun) sebesar 62,34 persen, dan penduduk usia 60 tahun ke atas di Provinsi NTB sebesar 8,03 persen.

AYA




Usai Melawat ke Australia, Gubernur Zul Siapkan ASN Kursus Kebencanaan di Darwin

Beberapa ASN yang juga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun telah ditunjuk untuk mengikuti kursus singkat mengenai mitigasi bencana ke Australia

MATARAM. lombokjournal.com  — Usai melawat ke Australia, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah pun langsung turun tangan memberikan pembekalan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTB yang akan mengikuti kursus singkat ke Darwin, Northern Territory (NT.

Kunjungan Gubernur ke Australia belum lama ini g membuahkan sejumlah capaian menggembirakan. Salah satunya adalah ditandatanganinya kerjasama pendidikan dengan Chairman dan CEO Australian Skill Institute, Kathryn Stenson yang mewakili Pemerintah Australia.

Melalui kesepakatan kerjasama ini, pemerintah Northern Territory bersedia memberi akses bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTB mengikuti kursus singkat di Darwin, Australia.

Berselang beberapa hari usai menuntaskan rangkaian lawatan ke Australia, Gubernur NTB langsung menindaklanjuti kerjasama tersebut. Ini diwujudkan dengan menyiapkan para ASN yang akan dikirim.

“Hari ini saya memberikan pembekalan ASN-ASN kita yang akan mulai short course (kursus singkat) di Darwin Australia tanggal 8 Juli ini,” ujar Gubernur, Senin (01/07).

Rencananya, mulai tanggal 8 Juli 2019, rombongan pertama ASN peserta kursus singkat akan berangkat ke Darwin dengan biaya itanggung pihak Northern Territory, Australia.

Beberapa ASN yang juga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun telah ditunjuk untuk mengikuti kursus singkat mengenai mitigasi bencana ke Australia.

Mereka antara lain, Staf Ahli Gubernur, Ir. Mohammad Rum, MT, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH, Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, M.PH, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS.

Pengiriman pimpinan OPD tersebut karena tupoksi mereka berkaitan dengan masalah kebencanaan. Terutama untuk Kepala Dikes dan Direktur RSUD Provinsi NTB, berkaitan dengan penanganan bencana yang berkaitan dengan bidang kesehatan.

Gubernur menegaskan, NTB memiliki stok ASN yang hebat. Bahkan, menurutnya, para ASN yang berhasil lulus seleksi ke Darwin pada batch pertama ini ternyata hampir semuanya merupakan lulusan pascasarjana Australia.

Menurutnya, kesempatan mengikuti kursus semacam ini akan membawa banyak manfaat bagi para ASN lingkup Pemprov NTB.

Tidak hanya sebatas peningkatan keterampilan dan ilmu pengetahuan. Lebih jauh, pengalaman mengikuti program ke luar negeri dan berinteraksi dengan orang dari negara yang berbeda bisa memperluas jaringan para ASN tersebut.

Sebagai tokoh yang pernah menimba ilmu di berbagai kampus terkemuka di luar negeri, Doktor Zul merasakan betul bagaimana dampak yang dirasakan seseorang saat ia berinteraksi dengan orang-orang dari belahan dunia yang berbeda-beda.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur menegaskan, saat berada di luar negeri seseorang akan merasakan semangat nasionalisme yang lebih kuat ketimbang saat berada di negeri sendiri.

Itu adalah nilai tambah tersendiri, selain keuntungan berupa bertambahnya pengetahuan, keterampilan, teman dan sahabat dari luar negeri.

Bagi Gubernur, peningkatan kualitas ASN adalah hal mutlak untuk membentuk tatanan birokrasi yang profesional. Birokrasi di NTB diharapkan akan siap untuk menghadapi dinamika dunia yang setiap saat terus berubah dan melahirkan hal-hal baru.

Yang terpenting, dengan bertambahnya pengalaman, ilmu dan keterampilan, ASN juga semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat NTB. “Mudah-mudahan ASN kita tambah semangat demi berkhidmat maksimal pada masyarakat NTB,” pungkas Doktor Zul.

AYA/Hms NTB




Bulan Mei, TPK Hotel Bintang Menurun

Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Mei 2019 mengalami kenaikan  sebesar 0,02 hari dibandingkan dengan RLM bulan April 2019

Lalu Putradi

MATARAM.lombokjournal.com  — Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Mei 2019 mengalami penurunan dibandingkan bulan April 2019.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis TPK bulan Mei 2019  hanya sebesar 33,34 persen, sedangkan TPK hotel bintang bulan April 2019 mencapai sebesar 39,43 persen.

“Ini berarti mengalami penurunan sebesar  6,09 poin. Jika dibandingkan dengan TPK hotel bintang bulan Mei  2018 sebesar 54,06 persen,  berarti mengalami penurunan  sebesar 20,72 poin,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB, Lalu Putradi, Senin (01/07) 2019.

Ia menyatakan,  jika Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Mei 2019 tercatat 2,42 hari. Ini mengalami kenaikan  sebesar 0,02 hari dibandingkan dengan RLM bulan April 2019 sebesar 2,40 hari.

“Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan Mei 2019 tercatat 42.100 orang, yang terdiri dari 31.032 orang tamu dalam negeri (73,71 persen) dan 11.068 orang tamu luar negeri  (26,29 persen),” paparnya.

TPK Hotel Non Bintang bulan Mei 2019 sebesar 21,57 persen, mengalami penurunan sebesar  1,67 poin dibanding bulan April 2019 dengan TPK sebesar 23,24 persen.

Jika  dibandingkan dengan bulan Mei 2018 mengalami penurunan sebesar 7,60  poin dari 29,17 persen.

Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada bulan Mei 2019 sebesar 1,87 hari, mengalami kenaikan 0,27 hari dibandingkan dengan RLM bulan April 2019 sebesar 1,60  hari.

“Jumlah wisatawan asing yang datang melalui direct flight di Bandara Internasional Lombok bulan Mei 2019 sebanyak 2.841 orang. Terbanyak dari Malaysia 724 orang dan China 366 orang,” pungkasnya.

AYA

 




Harganas ke XXVI;  Menyatukan Keluarga Dan Menebar Kebahagian

lombokjournal.com –

Gubernur Zul dan Hj Niken

Kegiatan PKK

lombokjournal.com –B I M A   ;  Ketua Panitia Harganas ke XXVI, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc, mengapresiasi  serta mengucap terima kasih kepada Kabupaten Bima dan masyarakat Kota Bima, karena bersedia menjadi tuan rumah terselenggaranya acara ini.Tahun ini peringatan Harganas ke XXVI mengambil tema “Keluarga Nasional Momentum Bersama Meraih NTB Gemilang.”,

Hj Niken yang juga Ketua TP PKK NTB melaporkan beberapa kegiatan yang dilangsungkan dalam peringatan Harganas ke XXVI.

Kegiatsn yang telah berlangsung, seperti sosialisasi 1000 hari pertama kehidupan atas kerjasama 10 kabupaten/kota, pemilihan Duta Genre, Seminar Gerakan Pengasuhan Ayah, Seminar Kewirausahaan, Seminar Kependudukan, Lomba Foto dan Vlog Keluarga bagi masyarakat NTB.

Selainn itu juga berlangsung  berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya, seperti donor darah, pelayanan kesehatan dan bedah rumah.

“Ini adalah salah satu upaya yang sangat baik untuk menyatukan keluarga dan menebar aura kebahagian bagi yang melihatnya,” kata Hj Niken.

Rr.




Rehab-Rekon; Rumah Selesai Dibangun Dan Hampir Rampung 119,768 Rumah

Salah satu penyebab progres dan persentase pembangunan rumah bantuan di Kabupaten Lombok Utara masih rendah adalah adanya permainan dan penyelewengan dana yang dilakukan oleh oknum Pokmas, aplikator dan fasilitator.

MATARAM.lombokjournal.com –– Percepatan penanganan pemulihan atau rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa, terus dikejar pemerintah Provinsi Nusa Tenggara.

Kini Pembangunan fisik rumah warga yang telah selesai 100 persen dibangun, dan siap dihuni warga sebanyak sebanyak 47.954 unit rumah di seluruh kabupaten/ kota.

Terdiri dari rumah rusak berat 11.230 unit, rumah kategori rusak sedang 8.004 unit, dan rumah kategori rusak ringan sebanyak 28.720 unit .

Kepala BPBD NTB, H.Ahsanul Khalik, MH di Mataram, Jum’at (28/06) 2019 mengungkapkan,  keseluruhan rumah yang telah selesai dibangun, ditambah yang sedang dikerjakan/hampir rampung berjumlah 119,768 rumah (53.78 persen).
Total rumah terdampak gempa sebanyak 222.564 unit. Meliputi rumah rusak berat

sebanyak 75.138, rusak rusak sedang sebanyak 33.373 dan rumah rusak ringan sebanyak 114.055 unit.

Ia menjelaskan, Rumah yang kini sedang dalam proses pengerjaan sebanyak 72.986 unit. Terdiri dari rumah kategori Rusak berat (RB) 21.924 unit, Rumah kategori rusak sedang (RS) sebanyak 15.706 unit dan kategori rusak ringan (RR) 35.356 unit.

Mantan Kadis Sosial ini juga mengungkapkan, kendala yang terjadi di lapangan sejauh ini, terus diminimalisir dengan melakukan pendampingan oleh kurang lebih 7000 personil fasilitator yang terdiri dari relawan, TNI/ POlri dan dari pemerintah daerah sendiri.

Jumlah Kelompok masyarakat (POKMAS) yang Telah terbentuk mencapai 8.988 Pokmas (165.297 KK). Terdiri dari Pokmas rumah rusak berat: 4.957 Pokmas (62.578 KK), Rumah rusak sedang 1.087 Pokmas (23.015 KK) dan Pokmas untuk rumah rusak ringan sebanyak 2.944 Pokmas (79.704 KK).

Diterangkannya, untuk mempercepat proses pembangunan fisik dan penyerapan dana, Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah menugaskan pihaknya untuk menerapkan prosedur pencairan dan administrasi pelaporan yang simpel namun tetap transparan dan akuntable.
Sehingga tidak berbelit-belit dan menyulitkan warga, terangnya.

Demikian pula setelah dilakukan pendataan dan cross check yang melibatkan seluruh stakeholder, warga diberi kebebasan untuk menentukan sendiri rumah tahan gempa jenis apa yang akan dibangunnya.

Prosesnya dimulai dari pemenuhan kelengkapan administrasi, ditambah RAB, kemudian persetujuan BPBD dan Dinas Perkim dilanjutkan dengan pemeriksaan administrasi oleh Bank BRI sebelum pencairan.

Sedangkan kepada Aplikator, juga harus dilengkapi pakta integritas dengan melibatkan lembaga pengembangan jasa konstruksi.

Sementara itu rekapitulasi transfer dana bantuan ke masyarakat (per 26/06), berdasarkan data kabupaten/kota dan Bank BRI sebagai bank penerima/penyalur untuk rumah rusak yang terverifikasi sebanyak 222,564 unit.

Dana bantuan yang di berikan dari pemerintah untuk rehab rekon ini sebesar Rp.5,11 Triliun lebih.Dari jumlah tersebut, yang telah di salukan ke masyarakat sebesar Rp.4,9 Triliun lebih, dan dana yang masih di rekening masyarakat sebesar Rp.1,08 Triliun lebih.

Sementara dana yang sudah ditransfer ke rekening Kelompok Masyarakat (Pokmas) mencapai Rp.3.8 triliun lebih.

Beberapa temuan kendala di lapangan seperti anomalI data penerima dana maupun indikasi penyelewengan di beberapa kabupaten/ kota, menurut Ahsanul, kini telah mulai diusut  kepolisian, jaksa dan Badan Pemeriksa Keuangan dan pembangunan (BPKP) untuk mengaudit penyaluran dan penggunaan dana bantuan dimaksud. Ditambahkannya,

upaya penelusuran dilakukan dengan membuat tim khusus untuk membantu termasuk dalam hal pengawasan.

Khalik menduga, salah satu penyebab progres dan persentase pembangunan rumah bantuan di Kabupaten Lombok Utara masih rendah adalah adanya permainan dan penyelewengan dana yang dilakukan oleh oknum Pokmas, aplikator dan fasilitator.

“Pembangunan RTG (Rumah Tahan Gempa) bukan terkendala teknis, tapi adanya dugaan permainan di lapangan dan itu sedang kita telusuri untuk ditindak tegas,” katanya.

Dari capaian pembangunan fisik yang telah selesai sesuai rilis tanggal 26 Juni, kabupaten Lombok Utara terendah dalam persentase sebesar 6 persen. Dan progress tertinggi, dicapai Lombok Barat dengan 36 persen, pungkasnya. –

AYA/kominfotik ntb




Sisi Lain Pengembangan Pariwisata, Dalam Pandangan Gubernur Zulkieflimansyah

Di luar sana ada banyak orang yang memaknai pariwisata lebih dari pantai, gunung atau air terjun

lombokjournal.com —

PERTH   ;   Pariwisata sebagai seni mengelola dan memfasilitasi berbagai minat manusia. Dari pelayaran yang menantang, hingga keheningan yang reflektif.

Dalam lawatan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ke Perth, Australia, memberikan makna mendalam, terkait sisi lain pariwisata yang selama ini belum dikembangkan.

Hal itu dikemukakan Doktor Zul, usai bertemu dengan Fremantle Sailing Club di Perth, klub berlayar dengan ribuan anggota dari beragam usia dan minat, Jumat (28/06) 2019.

Klub ini telah memiliki struktur kelembagaan yang sangat baik. Mereka memiliki kalender tahunan yang diisi dengan berbagai agenda pelayaran, termasuk yang bersifat kompetitif.

Klub ini bahkan telah memiliki sistem regenerasi dengan membentuk keanggotaan junior dan akademi pelatihan. Tujuannya membentuk generasi pelaut yang akan melanjutkan kiprah klub ini di masa depan.

“Mereka tiap tahun menyelenggarakan perlombaan berlayar dari Perth ke Bali yang diikuti banyak peserta dan pelancong,” ujar Doktor Zul.

Dengan menjadi daerah persinggahan para anggota Fremantle Sailing Club, para pelaku wisata di Bali tentu akan menikmati manfaat dari aktivitas mereka selama di daerah tersebut. Informasi ini menginspirasi Doktor Zul.

Menurutnya, untuk memajukan pariwisata di NTB, semua pemangku kepentingan memang perlu banyak belajar dari Bali. Kesuksesan Bali dalam mengkreasikan tumbuhnya aktivitas semacam ini patut direnungkan bersama.

“Bali mengajarkan kita bahwa pariwisata bukan melulu persoalan pantai yang indah dan gunung-gunung yang menakjubkan. Tapi, lebih pada persoalan mengemas semuanya menjadi atraksi yang menawan hati dan memberi kesan dalam,” ujarnya.

Pemikiran ini membawa Doktor Zul pada pemaknaan lain akan pariwisata. Di luar sana ada banyak orang yang memaknai pariwisata lebih dari pantai, gunung atau air terjun.

Mereka membutuhkan hal yang selaras dengan minat-minat mereka. Beberapa orang lain juga memaknai pariwisata sebagai aktivitas yang memberikan mereka momentum untuk merefleksikan kehidupan.

Sebagian orang mungkin memiliki minat dalam pelayaran dan menginginkan tempat yang baik untuk menambatkan banyak perahu mereka. Tapi, tidak sedikit orang yang ingin melarikan diri dari rutinitas dunia.

Mereka membutuhkan tempat yang hening, jauh dari keramaian. Sebuah tempat untuk berkontemplasi. Dan ada banyak lagi minat yang memotivasi orang untuk mengunjungi sebuah daerah.

Maka, untuk memenuhi beragamnya motivasi berwisata itu, dibutuhkan kreativitas para penentu kebijakan dan pengelola jasa wisata.

Memberikan berbagai alternatif dan bentuk wisata yang memungkinkan banyak orang dengan beragam minat datang. Lalu, menemukan kebahagiaan sejati di daerah kita.

“Pariwisata sejatinya adalah seni dan kemampuan untuk menciptakan berbagai kegiatan-kegiatan yang membuat hidup kemudian jadi reflektif, penuh pilihan, bervariasi dan lebih punya makna dan penuh arti,” kata Doktor Zul.

Perantau NTB di Perth

Hal lain yang memberikan makna menyentuh bagi Doktor Zul adalah pertemuan dengan para perantau asal NTB di Perth. Di Perth, Doktor Zul bertemu dengan Rudy, seorang pemuda dari Dusun Klui, Lombok  Utara yang menurutnya luar biasa

Di Perth, Rudy memiliki dan mengelola sebuah restoran terkenal, yaitu Bintang Cafe. Menurutnya, Rudy merupakan bukti bahwa anak-anak muda NTB bisa berkiprah sukses di mancanegara.

“Nggak ada yang mustahil. Asal berani aja. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan,” ujar politisi PKS ini.

Sore harinya, Doktor Zul juga bersilaturahmi dengan masyarakat NTB di Perth. Dari silaturahmi ini, Doktor Zul merasakan pentingnya membuat jarak psikologis antara Perth dan Lombok semakin dekat.

“Direct flight Perth-Lombok mudah-mudahan membuat jarak psikologis jadi semakin dekat,” ujarnya.

Bertemu dengan warga NTB di berbagai negara, memperkuat keyakinan Doktor Zul, NTB memang milik semua orang.

“Cinta kita semua pada NTB sungguh dalam, lebih besar dari makna yang bisa diwakili oleh kata itu,” pungkasnya.

AYA (*)




Logo dan Visi NTB Dicatut Untuk Penggalangan Dana

Aktivitas penggalangan dana masyarakat yang mencatut logo Pemda NTB dan Program NTB Gemilang, menimbulkan banyak pertanyaan

MATARAM.lombokjournal.com  —  Logo NTB dicatut dalam sebuah sebuah situs ntbgemilang.com untuk aktivitas sosial penggalangan dana.

Pencatutan logo dan situs ntbgemilang.com itu, diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),  I Gede Putu Aryadi

Gede mengatakan, logo NTB pada  situs tersebut bukan milik Pemprov NTB.

“Aktivitas sosial penggalangan dana yang dilakukan situs tersebut juga tidak ada hubungan dengan Pemprov NTB,“ katanya.

NTB Gemilang memang merupakan jargon dari Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah.

Namun, situs tersebut tidak ada kaitannya dengan Pemprov NTB. Gede menilai, pencatuman logo NTB pada situs tersebut tidak pernah diberitahukan dan tidak mendapatkan izin dari Pemprov NTB.

“Pemasangan logo NTB pada situs tersebut merupakan tindakan ilegal dan perbuatan melawan hukum,” ujar Gede di Mataram, NTB, Kamis (27/06) 2019.

Gede mengatakan, penggunaan logo NTB serta visi NTB Gemilang pada situs tersebut sangat merugikan dan berpotensi merusak citra Pemprov NTB.

Menimbulkan Pertanyaan

Gede menyebutkan, situs  ntbgemilang,com  dikelola Yayasan Qoloni Indonesia di Jakarta yang merupakan yayasan sosial untuk penggalangan dana kepada masyarakat dan donatur dengan alasan untuk proyek-proyek sosial di seluruh indonesia, termasuk di NTB.

Gede menambahkan, aktivitas penggalangan dana masyarakat yang mencatut logo Pemda NTB dan Program NTB Gemilang, menimbulkan banyak pertanyaan. Khususnya terkait keabsahan yayasan sosial tersebut, hubungan yayasan dengan Pemprov NTB, hingga transparasi dan akuntabilitas pengelolaan dana.

“Kami tegaskan situs /ntbgemilang.comdan Yayasan Qoloni Indonesia tidak ada hubungannya dengan Pemprov NTB,” ucap Gede.

Gede meminta pemilik atau penanggung jawab situs ntbgemilang.com segera menghentikan penggunaan lambang NTB dan penamaan NTB Gemilang.

“Kami berikan kesempatan dulu pada pemilik situs, dengan kesadarannya untuk menghentikan penggunaan lambang daerah dan penamaan situs mencatut visi NTB Gemilang,” kata Gede .

AYA