Mitigasi Bencana Harus Jadi Perhatian Serius Pemda Di NTB

Membicarakan potensi gampa bumi atau tsunami, maka harus dibarengi pembicaraan terkait mitigasi

MATARAM.lombokjournal.com – Masyarakat Nusa Tenggara Batat (NTB), khususnya di Lombok, dihimbau tak takut dan panik menanggapi pernyataan pakar geologi terkait potensi gempa dan tsunami di selatan Lombok.

Justru hasil penelitian para pakar geologi itu bisa jadi pengetahuan masyarakat, sehingga pemahaman atas potensi tersebut bisa dijadikan peningkatan kewaspadaan dan kesiap-siagaan menghadapi bencana.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, menjelaskan pada Lombok Journal di kantornya, Rabu (17/07) 2019.

“Sebenarnya, yang membuat masyarakat takut dan panik setelah pernyataan pakar itu banyak dibagikan melalui medsos, dengan dibumbui hal-hal yang tidak semestinya,” kata Agus.

Agus kemudian menjelaskan, pernyataan Prof Ron Haris DI Universitas NU baru-baru ini, pakar geplogi asal Amerika, itu merupakan hasil penelitian bersama BMKG tahun 2012. Saat itu tim Studi Paleo Tsunami menyisir daerah pesisir mulai Bali hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Di kawasan yang jauh dari pantai, ditemukan jejak tsunami purba.  Ditemukan endapan pasir luar,  meski jaraknya jauh dari pantai, juga ditemukan rumah kerang, serta habitat-habitat laut lainnya.

Dari temuan-temuan itu disimpulkan ada kejadian atau peristiwa lm yang luar biasa, yang kemudian dipahami sebagai terjadinya tsunami di era jaman purba.

“Peristiwa tsunami itu bisa saja terjadi pada jaman masih ada gugusan pulau Sunda Kecil,” jelas Agus.

 Mitigasi

Dikatakan Agus, kalau membicarakan potensi gampa bumi atau tsunami, maka harus dibarengi pembicaraan terkait mitigasi. Upaya ini mencakup konten sosialisasi, maupun  pelatihan-pelatihan evakuasi

Dan soal mitigasi itu merupakan rana Pemerintah Daerah, dalam hal ini pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Selama ini pemda belum banyak melakukan upaya mitigasi,” kata Agus sambil menambahkan,  upaya mitigasi harus benar-benar menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah di NTB.  Mulai dari Pemerintah Provinsi  seluruh  seluruh Kabupaten/Kota.

BMKG Stasiun Geofisika Mataram pernah melakukan  sosialisasi, yang disebut Sekolah Lapang Geofisikan. Yang diundang mulai pihak TNI/Polri, stakeholder, dan lingkungan pendidikan/sekolah.

Saat itu sempat dilakukan simulasi di atas meja yang dinamakan TTX atau Table Top Exercise.

Gempa Bali

Dalam kesempatan terpisah, Agus Riyanto menjelaskan,  gempa Bali,  Selasa (18/07) 2019 pagi,  disebabkan pertemuan dua lempeng dua dunia, yakni lempeng Indo Australia yang menyusup masuk ke dalam lempeng  Euro Asia.

Menurutnya, dari catatan alat BMKG  yang termonitor selama 24 jam,  telah terjadi 14 gempa susulan yang ditimbulkan akibat gempa utama yang terjadi pada Selasa pagi.

Gempa tektonik yang berpusat di bagian selatan atau barat daya Nusa Dua, Bali itu memiliki kekuatan 5,8 Skala Rihter dan dirasakan hampir di seluruh wilayah Bali, pulau Lombok hingga Banyuwangi,  Jawa Timur.

Agus menghimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak terlalu khawatir, namun tetap waspda. Sebab  pulau Lombok merupakan wilayah yang berada di wilayah cincin api, sehingga memiliki potensi gempa dan potensi tsunami yang cukup tinggi.

Masyarakat dihimbau terus mengupdate informasi tentang BMKG melalui kanal-kanal resmi yang disediakan seperti instagra,  twiter,  facebook dan web resmi BMKGy ang bisa dijadikan referensi bagi masyarakat.

AYA




Tanpa Perbaikan Penangan Penyakit, Potensi Kerugian BPJS Kesehatan Rp 30 T Pertahun

Pentingnya usaha pencegahan untuk menangani PTM. Usaha ini meliputi pola hidup sehat dengan makan makanan gizi seimbang, konsumsi buah dan sayur, olahraga, dan periksa kesehatan secara rutin

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan lebih mengutamakan pelayanan kesehatan masyarakat, meski hal itu beresiko menjadi sorotan karena  menimbulkan kerugian atau defisit.

Seperti diungkapkan Menteri Kesehatan Nila Moeloek, berdasarkan data Balitbang Kemenkes menunjukkan, Penyakit Tidak Menular (PTM) bisa meningkat sampai 70 persen tanpa perbaikan penanganan penyakit.

PTM adalah salah satu sub indeks dalam IPKM 2018. Seluruh provinsi di Indonesia menunjukkan penurunan PTM, yang mengindikasikan adanya peningkatan dalam sebaran.

Indikator dalam PTM mencakup hipertensi, diabetes melitus, obesitas sentral, cedera, kesehatan gigi mulut, gangguan mental emosional.

Penurunan PTM terjadi pula di Bali yang mencapai nilai IPKM 2018 tertinggi 0,6889. Indeks PTM di Bali turun menjadi 0,5444 dari sebelumnya 0,8215.

Penurunan PTM kontras dengan nilai IPKM 2018 keseluruhan yang meningkat dibanding pada 2013. IPKM 2018 menjadi 0,6087 dari sebelumnya 0,5404.

BPJS berpotensi mengalami defisit kalau meihat data Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 tanpa perbaikan penanganan kesehatan.

“Data Balitbang Kemenkes menunjukkan, Penyakit Tidak Menular (PTM) bisa meningkat sampai 70 persen tanpa perbaikan. Artinya defisit BPJS Kesehatan bisa rugi Rp 28-30 triliun bukan lagi Rp 19 triliun, karena salah satu bebannya adalah penyakit katastropik,” kata Nila di Jakarta, Selasa (16/07) 2019.

Nila kembali mengingatkan pentingnya usaha pencegahan untuk menangani PTM. Usaha ini meliputi pola hidup sehat dengan makan makanan gizi seimbang, konsumsi buah dan sayur, olahraga, dan periksa kesehatan secara rutin.

Usaha berikutnya adalah tidak merokok, buang air besar di jamban, dan perilaku hidup sehat lainnya.

Buruknya nilai PTM dalam IPKM 2018 menandakan, penyakit ini sudah menjadi masalah semua orang.

Masyarakat diharapan Nila berharap masyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Daerah diharapkan bisa lebih aktif menangani masalah nasional ini.

Rr

Go down the pill right money amulet into the water in your mouth and also swallow both concurrently.




Gubernur Zulkifliemansyah Hadiri Rapat Terbatas Pengembangan Pariwisata Bersama Presiden Jokowi

Presiden Jokowi menyatakan,  pemerintah akan memberikan prioritas untuk lima destinasi  wisata dari 10 destinasi “Bali Baru”, yaitu Mandalika, Danau Toba, Taman Bunaken Manado, Labuan Bajo dan Candi Borobudur

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf  Kalla

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, hadir dalam Rapat Terbatas (Ratas) Percepatan Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional, bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf  Kalla DI Jakarta, Senin (15/07) 2019.

Dalam ratas tersebut, Presiden Joko Widodo mengundang lima gubernur, salah satunya Gubernur NTB. Empat gubernur lainnya, masing-masing  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam ratas hari Senin, Presiden Jokowi menyatakan pemerintah akan memberikan prioritas untuk lima destinasi  wisata dari 10 destinasi “Bali Baru”, yaitu Mandalika, Danau Toba, Taman Bunaken Manado, Labuan Bajo dan Candi Borobudur.

Presiden mengatakan, sudah kunjungi beberapa daerah dan lihat langsung kemajuan pengembangan sejumlah destinasi wisata.

“Pertama saya pergi ke Mandalika, lantas Toba, Manado, dan Labuan Bajo. Saya ndak ke Borobudur karena sudah pernah bolak-balik ke sana, sudah tahu masalahnya,” ungkap Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas di Kantor Presiden, Senin (15/07) 2019.

Berdasarkan pengamatannya saat meninjau lokasi-lokasi tersebut, Presiden menyebutkan persoalan yang masih kentara adalah pada pengaturan dan pengendalian tata ruang, konektivitas, fasilitas dasar, sumber daya manusia, atraksi, dan promosi yang terbatas.

“Berkaitan akses konektivitas menuju destinasi wisata. Saya lihat infrastruktur masih banyak yang perlu dibenahi, baik berupa terminal airport, runway yang masih kurang panjang, konektivitas jalan menuju ke tujuan wisata, dan berkaitan dengan dermaga pelabuhan,” tambah Presiden.

Moto GP 2021




Tiga Penumpang WNA Dalam Kecelakaan Helikopter Angkut  di Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH .lombokjournal.com – Tiga warga Negara asing (WNA) luka-luka dalam kecelakaan Helikopter Angkut  yang jatuh di persawahan di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (14/07) 2019.

Helikopter terjatuh sekitar pukul 15.20 Wita tidak jauh dari bandara Lombok Internasional Airport.

Ketiga WNA yang berada di helikopter tersebut masing-masing bernama Luka Marie asal Jerman, Nicholas Alexander asal Iggris  dan Donoso Lillo asal Chile.

Helikopter dengan rute Labuan Bajo – Lombok tersebut dibawa olehpilot Kapten Kustiyadi.

Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, mengatakan, helikopter tersebut bertipe B206L4, dengan nomor register PKCDV dan dioperasikan PT. Carpediem Air.

Para penumpang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut. Mereka dilarikan di rumah sakit terdekat. Petugas telah melakukan olah TKP mencari tahu penyebab kecelakaan.

AYA




Mulai Rumah Tahan Gempa, Pelayanan Kesehatan Hingga Jalan Rusak Dilaporkan Lewat NTB Care

Dari Mataram ada 3 laporan tentang sampah, namun sudah ditangani oleh pemkot. Dan 2 laporan dari Lombok Barat terkait pipa PDAM yang bocor, juga sudah ditangani

MATARAM.lombokjournal.com – Pengaduan masyarakat yang disampaikan lewat Aplikasi NTB Care masuk dari berbagai pelosok Nusa Tenggara Barat.

Selama dua pekan terakhir dari 01 hingga-13 Juli 2019, 28 pengaduan warga itu mengeluhkan realisasi  Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) oleh pelaksana dan fasilitator.

Keluhan itu berasal dari 4 warga asal Kabupaten Lombok Utaran Lombok Barat, yang  mengeluhkan kualitas pembangunan RTG. Yakni masalah material/bahan bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi sesuai anggaran yang diberikan pemerintah.

Warga minta agar dilakukan pengawasan yang lebih ketat oleh instansi yang terkait.

“Masalah ini sudah menjadi atensi  jajaran BPPBD,” kata Plt Kepala Dinas Kominfotik, GP Aryadi, S.Sos, Sabtu (13/07) 2019 yang dikirimkan melalu whatsapp  (WA) yang diterima wartawan.

Juga masuk pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan dan RS, Pelayanan Kependudukan hingga Kelangkaan LPG 3 kg di sejumlah tempat.

Masalah jJalan rusak dan kerusakan jaringan PDAM juga dikeluhkan warga. Dan admin NTB Care di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB telah menidaklanjuti pengaduan itu.

Soal PPDB Pola Zonasi

Meski diakui pelaksanaan PPDB telah dilakukan seobyektif mungkin dan transparan, masih ada 6 keluhan mengenai penerimaan peserta didik baru.

Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub, Dr.Hj. Siti Rohmi Djalilah tetap mengapresiasi dan mengatensi keluhan tersebut.

“Dari 6 aduan tersebut, 2 ditolak karena tidak mencatumkan lokasi atau alamat dugaan pelanggaran PPDB itu terjadi dan pelapor juga tanpa identitas,” jelas Aryadi.

Dari Bima dan Dompu, terdapat 3 pengaduan yang mengeluhkan sejumlah jalan rusak, sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan tunggal.

Dari Karijawa Dompu, kata Aryadi, warga melaporkan PDAM setempat sudah setahun lebih macet, sehingga mereka memohon bantuan pada pihak terkait untuk dibuatkan sumur bor.

Juga dari Mataram ada 3 laporan tentang sampah, namun sudah ditangani oleh pemkot. Dan 2 laporan dari Lombok Barat terkait pipa PDAM yang bocor, juga sudah ditangani.

Di bidang kependudukan, masuk 2 keluhan terkait pelayanan, yakni  Disdukcapil Kabupaten Lombok Tengah dan Lobar.

Ada 2 pengaduan terkait kelangkaan LPG 3 Kg, namun setelah dilakukan klarifikasi dan pemantauan lapangan oleh Dinas Perdagangan NTB bersama Dinas Perdagangan Kabupaten/kota setempat, tidak ditemukan adanya kelangkaan.

Pada layanan kesehatan, ada 3 Warga mengeluhkan layanan BPJS dan Rujukan ke RS. Di antaranya seorang warga Batulayar Lombok Barat mempertanyakan rujukan BPJS yang tidak bisa langsung digunakannya ke RSU Kota Mataram yang lebih dekat, tapi harus ke RS Kabupaten Lobar di Gerung.

Pelayanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Islam Mataram dikeluhkan 2 warga harus antre daftar di pagi hari. Namun pelayanan medis baru dilaksanakan sore dan malam hari. Itu membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transpor pulang pergi.

Dari Sumbawa terdapat satu kegiatan kreatif yang dilakukan oleh Karang Taruna Wisma Nuri Brang Bara, yang cukup menginspirasi.

Mereka bergotong royong melakukan pembersihan pada areal jembatan dan memberikan cat warna warni sehingga tampak sangat indah dan asri, tutur mantan Irbansus Inspektorat NTB itu.

GP Aryadi menjelaskan, sebagian besar dari pengaduan warga tersebut, sudah direspon oleh instansi terkait.

“Hanya saja untuk permohonan bantuan sumur bor dari masyarakat Karijawa Dompu masih kami koordinasikan,” kata Aryadi.

AYA




Dari ‘Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi’, Program Unggulan Luar Biasa, Responnya Belum Luar Biasa

Program yang luar biasa masih memerlukan kerja keras untuk membumikannya

MATARAM.lombokjournal.com —  Cita-cita besar Gubernur Zulkieflimansyah atau Bang Zul dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Jalillah atau Umi Rohmi membawa NTB Gemilang agar berkiprah di kancah nasional dan global, rupanya  belum mendapat dukungan nyata dari bawah.

Pasalnya, etos kerja dan semangat wira usaha masyarakat, khususnya orientasi bisnis generasi muda masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintahan Bang Zul – Umi Rohmi.

Masalah tersebut mengemuka dalam acara Jumpa Bung Zul-Umi Rohmi di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat (12/07) 2019 pagi.

Sejumlah tokoh masyarakat dan ratusan warga hadir menyampaikan urun rembug, serta kritik dan keluh kesahnya.

Terkait isu etos kerja dan jiwa wira usaha, pelaksanaan program-program unggulan yang dinilai luar biasa itu, belum mendapat respon luar biasa seperti diharapkan.

Dalam acara dialog bersama Bang Zul-Umi Rohmi itu, mengemuka masalah sampah dari komunitas Zero Waste, rendahnya etos kerja dan semangat wira usaha, Koperasi dan UMKM, permohonan bantuan modal, bantuan operasional untuk koperasi syariah dan lain-lain.

Program seperti industrialisasi, 1000 wira usaha muda, 99 desa Wisata serta 1000 cendikia yang memiliki wawasan dan jaringan internasional, juga 60 program unggulan lainnya yang tertuang di dalam RPJMD NTB 2019-2023, masih memerlukan kerja keras untuk membumikannya.

Dan menariknya, warga yang hadir dalam Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi juga mengungkapkan keluhannya karena sulit mencari angkutan publik  di kota Mataram.

Wirausaha kaum muda rendah

Tokoh masyarakat dan mantan Bupati Lombok Barat, H. Lalu Mujitahid yang hadir dalam acara Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi memuji gagasan dan program-program unggulan NTB Gemilang.

‘Program unggulan itu luar biasa,” kata Lalu Mujitahid.

Namun dalam perjalanannya, Miq Muji sapaannya menyayangkan, program-program itu belum membumi. Menurutnya, hal itu disebabkan faktor etos kerja dan jiwa wirausaha masyarakat, khususnya kaum muda masih rendah.

Contoh kecil, para pedagang kuliner dan asongan dari Cakra-hingga terminal bertais, kalau kita data, para pedagang yang sangat laris itu, sangat sedikit penduduk asli Sasak atau pribumi NTB.

“Bahkan hanya hitungan jari saja jumlahnya. Itupun hanya jualan ayam taliwang dan nasi puyung”, ungkapnya.

Selebihnya adalah nasi padang, lamongan, bakso dan lain-lain hampir semua pelaku usaha itu, bukan masyarakat lokal.

Menurutnya, hal tersebut merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Dari dulu hingga kini, hanya persoalan itu yang membuat IPM kita di NTB masih tertinggal. Hanya berada pada urutan kelima dari bawah. Bahkan NTB berada di bawah IPM Provinsi NTT, ujarnya.

Karena itu perlu ada gerakan dari bawah untuk mendukung cita-cita besar mewujudkan NTB Gemilang, sehingga bisa bersaing di kancah nasional maupun global.

Miq Muji mengusulkan kepada Gubernur Zul, agar  koperasi dan UMKM, terus diperkuat sebagai pioneer dalam melaksanakan program industrialisasi produk-produk NTB.

Dalam dialog Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi juga muncul usulan perlunya dukungan dana bagi komunitas surving untuk membentuk koperasi, serta masalah transportasi public di Mataram.

Firman anggota komunitas surving dari Lakey Dompu mengatakan, pariwisata NTB merupakan surga bagi wisatawan mancanegara, khususnya para penggemar surving. Karena keindahan pantainya serta gelombang laut yang indah dan mendukung.

Ia mengibaratkan kedatangan wisatawan pada musim-musim tertentu, seperti ummat muslim NTB yang naik haji ke tanah suci. Maka wisatawan Eropa justru berwisata pantai di NTB, ujarnya.

Firman meminta kepada agar komunitas surving ini diberi dukungan modal untuk membentuk koperasi.

BACA JUGA ; Gubernur Zul Ingatkan, Tugas Pemerintah Menfasilitasi, Mendorong Dan Mengatur Regulasi

Berbeda dengan Firman, seorang Mahasiswa Unram justru mengeluhkan sulitnya transportasi publik di Kota Mataram.

Ia berharap soal transportasi publik ini menjadi perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur.

AYA/Hms NTB

 




Harga Cabai Merah Tak Bisa Ditebak, Kini Melesat Rp60 Ribu Per Kilo

Diperkirakan, Agustus- September harganya sudah mulai turun,  karena petani sudah mulai panen cabai

Hj. Putu Selly Andayani

MATARAM.lombokjournal.com –  Saniat, penjual cabai di Pasar Kebon Roek, Mataram, ,Jumat (12/07) 2019 mengatakan, hargai cabai merah memang tak bisa di tebak.

Sekitar seminggu lalu harganya Rp35 ribu per kilogram, kini Harga cabai merah melesat jadi Rp60 ribu per kilo.

Harga normal sebelumnya yakni Rp 35 ribu per kilogram.

“(Cabai) merah sekarang Rp 60.00 per kilo, biasanya Rp 35.000 per kilo. Jika yang (cabai) jumbo merah sekarang juga Rp 60.000 per kilo juga,” katanya.

Penjual cabai dan sayuran itu menambahkan, kenaikan harga cabai sudah berlangsung selama satu minggu. Saniati yang berpengalaman menghadapi gejolak harga cabai itu mengungkapkan, harga cabai tidak pernah bisa ditebak karena banyak faktor yang bisa membuat harganya naik atau turun.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani menyatakan, memang benar harga cabai di asaran mencapai 60 ribu per kilonya.

Ia menjelaskann, salah satu factor yang membuat harga cabai melonjak di pasar, karena saat ini stok cabai sedang kurang karena petani sedang menanam.

“Harga cabai saat ini sudah mencapai 60 ribu, kemarin tim perdagangan sudah turun ke sentra cabai di Lombok Timur. Dan memang saat ini sedang musim tanam cabai. Nanti bulan Agustus/September panen 20 hektare,” jelas Putu Selly.

Selly menambahkan jika cabai merupakan  tanaman musiman, jadi harus menunggu panen dulu untuk mengisi stoknya.

“Saat ini kemarau panjang, saya juga sudah minta ke Jawa Timur dan Sulawesi,  disana juga langka. Justru lebih mahal  harga cabai di sana daripada di Lombok,” jegasnya.

Saat ini  Lombok timur mampu  produksi sampai 1 Ton dan itu yang diedarkan di NTB tidak diedarkan keluar.

Selly memprediksikan kenaikan ini tidak akan berlangsung lama, karena di bulan Agustus dan September  adalah musim panen,  jadi stok akan melimpah.

Prediksi kenaikan ini hanya di bulan ini saja, Agustus- September sudah mulai turun,  karena ini murni akibat cuaca, katanya.

AYA




Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram Cek Ulang Kesehatan Jamaah Calon Haji

Dari keseluruhan jumlah jamaah yang telah menjalani pemeriksaan, ada 4 jamaah yang mereka rekomendasikan untuk ditunda dan dibatalkan keberangkatannya

MATARAM.lombokjournal.com — Petugas Kantor Kesehatan Embarkasi Lombok mengintensifkan pemeriksaan ulang kondisi kesehatan tiap jamaah calon haji yang baru masuk Asrama Haji.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para jamaah, sebelum mereka diterbangkan Ke tanah suci Mekkah .

“Beginilah aktifitas pemeriksaan kesehatan Calon Jamaah Haji oleh petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram, pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di Asrama Haji ini merupakan pemeriksaan tahap akhir untuk memastikan para calon jamaah haji layak atau tidak diterbangkan ke tanah suci ujar Kepala KKP Mataram, I Wayan Diantika, Rabu (10/07) 2019 di Asrama Haji.

Wayan menyatakan, jika tidak semua jamaah yang diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan. Hanya saja calon jamaah haji yang dari data buku kesehatan mereka memiliki riwayat penyakit dan masuk golongan resiko tinggi, yang menjadi sasaran dari pemeriksaan kesehatan ini.

Dijelaskan, hasil pemeriksaan pihaknya sejak awal pemberangkatan jamaah calon haji asal NTB hampir sebagian besar menderita penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, mulai dari hipertensi kolesterol hingga diabetes.

Cek ulang kesehatan

Untuk sementara dari keseluruhan jumlah jamaah yang telah menjalani pemeriksaan, ada 4 jamaah yang mereka rekomendasikan untuk ditunda dan dibatalkan keberangkatannya.

Dua orang yang dipastikan gagal berangkat pada musim haji tahun ini, satu karena hamil muda dan satu lagi karena mengalami gangguan kejiwaan. Sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Mutiara Sukma Provinsi NTB.

wayan Diantika mengatakan, untuk memastikan para Jamaah Calon Haji bisa maksimal dalam menjalankan ibadah, pihaknya juga telah membekali seluruh jamaah tentang kiat menghadapi kondisi cuaca panas, yang diperkirakan suhu di Arab Saudi mencapai 50 derajat celcius

BACA JUGA ; Menderita Gangguan Jiwa, Calon Jemaah Haji Asal Mataram Ditunda Keberangkatannya

Dalam menghadapi cuaca ekstrim tersebut, para jamaah diminta agar memperbanyak mengkonsumsi air putih serta selalu membawa alat semprotan air saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

AYA




Aplikasi BSC, Pastikan Tata Kelola Pembangunan Lebih Obyektif dan Transparan

Masyarakat dapat ikut memantau pelaksanaan tiap program yang dilaksanakan, tiap capaian kinerja dan hambatan dalam pelaksanaanya

MATARAM.lombokjournal.com – Pemerintah Provinsi NTB mulai tahun ini menerapkan aplikasi Balance Score Card (BSC) sebagai tools untuk melakukan evaluasi dan monitoring.

Balanced score card  merupakan sistem manajemen strategis/aplikasi yang dapat membantu menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat.

Penerapan sistem manajemen itu guna memastikan tata kelola pembangunan agar fokus pada pencapaian indikator RPJMD untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Sistem tersebut diintegrasikan dengan sistem pengukuran kinerja para pejabat struktural beserta seluruh  ASN pengelola kegiatan dan penyelenggara pelayanan publik.

Penerapan system itu tidak hanya pada saat menyusun rencana alokasi anggaran dan menyusun manajemen kinerja. Melainkan juga saat mensosialisasi terhadap kebijakan baru, memperoleh umpan balik serta meningkatkan kapasitas dan aktivitas kinerja SDM.

Visi NTB Gemilang

Pemeritah Provinsi NTB melalui Perda No.1 tahun 2019 tentang RPJMD-NTB 2019-2023 mengusung Visi NTB Gemilang.  Visi tersebut akan dicapai melalui 6 Misi. Yakni NTB Tangguh dan Mantap; NTB Bersih dan Melayani; NTB Sehat dan Cerdas; NTB Asri dan Lestari; NTB Sejahtera dan Mandiri; serta NTB Aman dan Berkah.

Visi-misi tersebut diwujudkan dan diimplementasikan pada 6 bidang program strategis prioritas dan 60 program unggulan. Dan seluruh Kepala Perangkat Daerah diminta secara bertahap dan terintegrasi, untuk segera mengeksekusi dan merealisasikannya.

Dengan BSC, maka semuanya akan menjadi lebih obyektif dan transparan.

“Pelaksanaan program-program pembangunan NTB Gemilang, dan apa pun bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh perangkat Daerah, akan dapat berjalan secara lebih transparan, akuntable, terukur dan objektif,” ungkap Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat rapat pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTB, di RRU Kantor Gubernur, Senin (08/07) 2019.

Dikatakan, masyarakat pun dapat ikut memantau setiap program yang dilaksanakan. Sekaligus setiap capaian kinerja dan hambatan dalam pelaksanaanya, dapat diketahui juga. Pada program/kegiatan apa atau bidang dan seksi mana yang belum mencapai target.

Apakah program eksekutif, legislatif atau justru karena ada persoalan kinerja pada SDM yang mengelolanya, terang Gubernur Doktor Zul sapaan akrabnya.

Diera yang serba digital ini, kata Gubernur sudah tidak ada lagi  program-program yang dapat dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi. Masyarakat juga ikut memantau, tandasnya.

Dengan BSC ini, maka semua sumber daya  ikut bergerak dan berperan, termasuk ikut memantau.

“Saya dan Bu Wagub serta Pak Sekda setiap saat dapat mengetahui progress pelaksanaan program/kegiatan dan program-program unggulan di semua OPD,” tegas Gubernur.

Demikian juga para Kepala Perangkat Daerah, dapat memantau kinerja bawahannya dan seterusnya, sehingga ketika terjadi permasalahan, dapat segera diatasi.

Dengan alat ini, maka tugas kita menjadi lebih ringan dan ketika dilakukan evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah,  dapat dilakukan secara obyektif.

“Bukan berdasarkan like and dislike, tetapi karena diukur dari kinerja secara obyektif,” tegas Doktor Zul.

Hal senada disampaikan Wagub, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd.

Seluruh Perangkat Daerah dimintanya untuk bersama-sama dapat merampungkan proses input data program/ kegiatan kedalam BSC pada akhir bulan Juli ini.

Sehingga pada tanggal 19 September 2019 dalam satu tahun pemerintahannya, sudah semuanya mantap. Dan sudah dapat diterapkan secara menyeluruh sebagai tools dalam pengawalan dan pengelolaan seluruh program mewujudkan NTB Gemilang, ujarnya.

“Tidak boleh ada lagi OPD yang belum tuntas, apalagi belum memahami atau belum menguasai ilmunya,” pinta Wagub yang lebih akrab disapa Umi Rohmi itu.

Karenanya, Wagub mengingatkan kepada para Kepala OPD agar tidak menyerahkan semua urusan  BSC kepada Staf dan Pejabat yang menangani program saja.

Tetapi semuanya harus terlibat dan mengerti cara kerja dan pemanfaatannya untuk mewujudkan kinerja yang optimal. Bappeda jugaRevitalisasi Posyandu, Untuk NTB Sehat Cerdas.

AYA/Hms NTB

 




453 Orang Jamaah NTB Kloter Pertama, Hari Ini Diberangkatkan

Calon haji yang paling  muda usia  17 tahun dari Kota Mataram, yang paling tua  berusia 91 dari Lombok Tengah

Nasruddn

MATARAM.lombokjournal.com —  Jama’ah calon haji indonesisa pada tahun 2019 berjumlah 4.906 yang semunya  diterbangkn dengan 11 kali kelompok penerbngan (Kloter).

“Untuk Kloter pertama NTB berjumlah 453 orang beserta petugasnya yang hari ini diberangkatkan,” ujar Kepala Kementrian Agama NTB, Nasruddin saat melepas JCHI di Asrama Haji Sabtu (06/07) 2019.

Nasruddin mengatakan, jika jamaah calon haji yang berjumlah  4.906 itu temasuk petugas haji yang bertugas untuk mendampingi jama’ah di mekkah dan madinah .

“Yang disiapkan untuk cuaca tentunya jamaah kita diarahkan dengan cuaca yang beda dengan indonesia yang mana di Mekkah  sangat panas karena suhu disana lebih dari 40 derajad. Antisipasi  kepanasan dengan banyak minum kemudian membawa  obat-obatan dari tanah air dan tentunya  baayak istirahat.” tegasnya

Nasruddin juga mengingatkan  kepada jamaah haji gelombang pertama ini  merupakan yang sangat riskan karena masa tunggu untuk arrafahnya  itu agak panjang, sehingga kita harapkan agar tidak terlalu banyak aktifitas  yang tidak penting.

“Artinya menjaga diri  dan kondisi, supaya nanti  untuk wukufnya fit. Saat wukufnya jama’ah kloter pertama ini dan kedua yang tertentu masa tunggunya lama jadi jangan di forsir,” tegasnya .

Jama’ah calon haji yang lanjut Usian (lansia) hampir 60 persen rata rata lansia resiko tinggi, bahkan ada yang dilarikan  ke rumah sakit tapi sudah bisa diatasi  dan bisa berangkat.

Jamaah calon haji yang paling  muda usia  17 tahun dari Kota Mataram, yang paling tua  berusia 91 dari Lombok Tengah.

AYA