PBNW Gelar Pertemuan Dengan PBNU, Bicarakan Persatuan Bangsa

Ketua Umum PBNU mengucapkan terima kasih atas kunjungan PBNW sebagai upaya menyambung hubungan silaturahim antar Ormas Islam

TGB Atsani dan KH Agil Siradj

 lombokjournal.com —

 Jakarta  ;  Pasca terpilih, terpilih sebagai Ketua Umum PBNW periode 2019-2024 pada Muktamar ke-14 Nahdlatul Wathan, di Mataram akhir Juni lalu, Tuan Guru Bajang Lalu Gede M. Zainuddin Atsani, menggelar road show pada Ormas-ormas Islam untuk kembali menyatukan persaudaraan pasca Pemilu 2019.

TGB Atsani Senin (15/07) 2019  mengunjungi Ketua Umum PBNU, Agil Siradj dan Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini di Jakarta.

Para tokoh Ormas Islam ini,  membicarakan sinergitas dalam aspek kehidupan beragama dan berbangsa, serta membangun SDM yang unggul dan memperkuat dakwah Islam Ahsulussunnah wa Jamaah.

“NU dan NW itu saudara yang menjadi benteng Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia, karena pendiri kedua ormas Islam ini satu perguruan, yakni sama-sama alumni Madrasah Assaulatiyyah Makkah almukarromah. Untuk itu mari kita rawat persaudaraan ini demi agama dan keutuhan NKRI,” tutur TGB Atsani dalam siaran pers yang disampaikan ke media, Jumat (19/07)

Ketua Umum PBNU mengucapkan terima kasih atas kunjungan PBNW sebagai upaya menyambung hubungan silaturahim antar Ormas Islam.

Tidak hanya itu, menurut TGB Atsani,  KH Agil Siradj juga mengapresiasi pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai upaya rekonsiliasi bangsa pasca pemilu.

“Keduanya (Jokowi-Prabowo) adalah putra terbaik yang dimiliki bangsa ini, jadi sewajarnya rakyat Indonesia menyambut baik pertemuan  beliau itu. Kepada rakyat Indonesia sudahilah pertentangan politik, saatnya kita maju bersama  membangun bangsa tercinta ini,” imbaunya

Me




Gerakan #JamMainKita; Kurangi Ketergantungan Pada Gadget Kembali Ke Permainan Tradisional

Supaya mulai sekarang bisa mengurangi bermain gadget, jangan hanya anak, ayah dan bunda juga harus berani keluar dari rumah meninggalkan gadget

Bermain di luar

MATARAM.lombokjournal.com —  Masyarakat Indonesia diajak mulai mengurangi ketergantungan anak pada gadget.

Dan mengajak anak lebih banyak bermain bersama di luar, dengan permainan tradisional yang ada dan berkembang di daerah masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, pada acara perayaan Hari Anak Nasional Provinsi NTB 2019, sekaligus launching Gerakan #JamMainKita, di Mataram, Kamis (18/07) 2019.

“Mulai sekarang, mengajak kepada masyarakat, ayah dan bunda untuk lebih banyak mengajak anak bermain di luar, dengan mempopulerkan kembali permainan tradisional,” kata pria yang akrab dipanggil Kak Seto.

Menurutnya, gerakan #JamMainKita bertujuan untuk membuat anak-anak bisa senang kembali bermain di luar rumah, tidak saja bermain gadget di dalam ruangan dan lainnya.

Tapi bisa lebih banyak memainkan permainan tradisional bersama anak lain di luar rumah.

Sebab, permainan tradisional oleh banyak ahli telah diteliti manfaatnya sangat besar dan positif untuk perkembangan kesehatan dan kecerdasan anak, psikososial, senang bergaul, berteman, bekerja sama dan sebagainya.

“Mohon ini bisa menjadi kegiatan yang bisa terus dikembangkan sampai tingkat RT dan RW. Mudah-mudahan habis kegiatan ini, para bupati dan wali kota bisa menganjurkan seluruh RT dan RW melalui lurah membiasakan anak lebih banyak bermain permainan tradisional, bahkan kalau bisa dilombakan,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mendidik anak perlu kebersamaan orang sekampung.

“Semua harus rukun, jadi jangan sampai tidak rukun mendidik anak, supaya anak tidak lebay dengan senang bermain, sehingga kecerdasan dan kesehatannya juga bisa berkembang,” kata Kak Seto.

Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebutharus bisa dimulai dari ayah dan bunda.

Supaya mulai sekarang bisa mengurangi bermain gadget, jangan hanya anak, ayah dan bunda juga harus berani keluar dari rumah meninggalkan gadget sebagai teladan, presiden sudah, menteri, gubernur, bupati, wali kota, camat, lurah, RT, RW juga harus mengikuti.

“Dengan begitu, orang tua bisa bebas bermain dengan putra putri tercinta, bermain bersama keluarga minimal seminggu sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, permainan tradisional adalah warisan nenek moyang yang sangat berharga. Bahkan di dunia internasional, setiap bulan November di Jepang mengadakan festival permainan tradisional yangg diikuti berbagai Negara.

Dan tentu tidak ada salahnya mempopulerkan kembali permainan tradisional yang telah ada sejak berabad abad.

Gubernur NTB, Zulkiflimansyah, berharap gerakan #JamMainKita bisa menjadi awal untuk kembali mengajak anak lebih banyak bermain di luar dengan permainan tradisional yang sangat positif bagi tumbuh kembang anak, dan mendorong kepekaan sosial dengan lingkungan sekitar.

“Dengan gerakan JamMainKita, juga diharapkan, akan membangkitkan semangat anak NTB untuk tumbuh kembang dengan baik. Sehingga, anak NTB yang sehat dan cerdas bisa menjadi awal yang baik dalam rangka terwujudnya NTB gemilang,” katanya.

AYA (*)




Mitigasi Bencana Harus Jadi Perhatian Serius Pemda Di NTB

Membicarakan potensi gampa bumi atau tsunami, maka harus dibarengi pembicaraan terkait mitigasi

MATARAM.lombokjournal.com – Masyarakat Nusa Tenggara Batat (NTB), khususnya di Lombok, dihimbau tak takut dan panik menanggapi pernyataan pakar geologi terkait potensi gempa dan tsunami di selatan Lombok.

Justru hasil penelitian para pakar geologi itu bisa jadi pengetahuan masyarakat, sehingga pemahaman atas potensi tersebut bisa dijadikan peningkatan kewaspadaan dan kesiap-siagaan menghadapi bencana.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, menjelaskan pada Lombok Journal di kantornya, Rabu (17/07) 2019.

“Sebenarnya, yang membuat masyarakat takut dan panik setelah pernyataan pakar itu banyak dibagikan melalui medsos, dengan dibumbui hal-hal yang tidak semestinya,” kata Agus.

Agus kemudian menjelaskan, pernyataan Prof Ron Haris DI Universitas NU baru-baru ini, pakar geplogi asal Amerika, itu merupakan hasil penelitian bersama BMKG tahun 2012. Saat itu tim Studi Paleo Tsunami menyisir daerah pesisir mulai Bali hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Di kawasan yang jauh dari pantai, ditemukan jejak tsunami purba.  Ditemukan endapan pasir luar,  meski jaraknya jauh dari pantai, juga ditemukan rumah kerang, serta habitat-habitat laut lainnya.

Dari temuan-temuan itu disimpulkan ada kejadian atau peristiwa lm yang luar biasa, yang kemudian dipahami sebagai terjadinya tsunami di era jaman purba.

“Peristiwa tsunami itu bisa saja terjadi pada jaman masih ada gugusan pulau Sunda Kecil,” jelas Agus.

 Mitigasi

Dikatakan Agus, kalau membicarakan potensi gampa bumi atau tsunami, maka harus dibarengi pembicaraan terkait mitigasi. Upaya ini mencakup konten sosialisasi, maupun  pelatihan-pelatihan evakuasi

Dan soal mitigasi itu merupakan rana Pemerintah Daerah, dalam hal ini pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Selama ini pemda belum banyak melakukan upaya mitigasi,” kata Agus sambil menambahkan,  upaya mitigasi harus benar-benar menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah di NTB.  Mulai dari Pemerintah Provinsi  seluruh  seluruh Kabupaten/Kota.

BMKG Stasiun Geofisika Mataram pernah melakukan  sosialisasi, yang disebut Sekolah Lapang Geofisikan. Yang diundang mulai pihak TNI/Polri, stakeholder, dan lingkungan pendidikan/sekolah.

Saat itu sempat dilakukan simulasi di atas meja yang dinamakan TTX atau Table Top Exercise.

Gempa Bali

Dalam kesempatan terpisah, Agus Riyanto menjelaskan,  gempa Bali,  Selasa (18/07) 2019 pagi,  disebabkan pertemuan dua lempeng dua dunia, yakni lempeng Indo Australia yang menyusup masuk ke dalam lempeng  Euro Asia.

Menurutnya, dari catatan alat BMKG  yang termonitor selama 24 jam,  telah terjadi 14 gempa susulan yang ditimbulkan akibat gempa utama yang terjadi pada Selasa pagi.

Gempa tektonik yang berpusat di bagian selatan atau barat daya Nusa Dua, Bali itu memiliki kekuatan 5,8 Skala Rihter dan dirasakan hampir di seluruh wilayah Bali, pulau Lombok hingga Banyuwangi,  Jawa Timur.

Agus menghimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak terlalu khawatir, namun tetap waspda. Sebab  pulau Lombok merupakan wilayah yang berada di wilayah cincin api, sehingga memiliki potensi gempa dan potensi tsunami yang cukup tinggi.

Masyarakat dihimbau terus mengupdate informasi tentang BMKG melalui kanal-kanal resmi yang disediakan seperti instagra,  twiter,  facebook dan web resmi BMKGy ang bisa dijadikan referensi bagi masyarakat.

AYA




Tanpa Perbaikan Penangan Penyakit, Potensi Kerugian BPJS Kesehatan Rp 30 T Pertahun

Pentingnya usaha pencegahan untuk menangani PTM. Usaha ini meliputi pola hidup sehat dengan makan makanan gizi seimbang, konsumsi buah dan sayur, olahraga, dan periksa kesehatan secara rutin

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan lebih mengutamakan pelayanan kesehatan masyarakat, meski hal itu beresiko menjadi sorotan karena  menimbulkan kerugian atau defisit.

Seperti diungkapkan Menteri Kesehatan Nila Moeloek, berdasarkan data Balitbang Kemenkes menunjukkan, Penyakit Tidak Menular (PTM) bisa meningkat sampai 70 persen tanpa perbaikan penanganan penyakit.

PTM adalah salah satu sub indeks dalam IPKM 2018. Seluruh provinsi di Indonesia menunjukkan penurunan PTM, yang mengindikasikan adanya peningkatan dalam sebaran.

Indikator dalam PTM mencakup hipertensi, diabetes melitus, obesitas sentral, cedera, kesehatan gigi mulut, gangguan mental emosional.

Penurunan PTM terjadi pula di Bali yang mencapai nilai IPKM 2018 tertinggi 0,6889. Indeks PTM di Bali turun menjadi 0,5444 dari sebelumnya 0,8215.

Penurunan PTM kontras dengan nilai IPKM 2018 keseluruhan yang meningkat dibanding pada 2013. IPKM 2018 menjadi 0,6087 dari sebelumnya 0,5404.

BPJS berpotensi mengalami defisit kalau meihat data Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 tanpa perbaikan penanganan kesehatan.

“Data Balitbang Kemenkes menunjukkan, Penyakit Tidak Menular (PTM) bisa meningkat sampai 70 persen tanpa perbaikan. Artinya defisit BPJS Kesehatan bisa rugi Rp 28-30 triliun bukan lagi Rp 19 triliun, karena salah satu bebannya adalah penyakit katastropik,” kata Nila di Jakarta, Selasa (16/07) 2019.

Nila kembali mengingatkan pentingnya usaha pencegahan untuk menangani PTM. Usaha ini meliputi pola hidup sehat dengan makan makanan gizi seimbang, konsumsi buah dan sayur, olahraga, dan periksa kesehatan secara rutin.

Usaha berikutnya adalah tidak merokok, buang air besar di jamban, dan perilaku hidup sehat lainnya.

Buruknya nilai PTM dalam IPKM 2018 menandakan, penyakit ini sudah menjadi masalah semua orang.

Masyarakat diharapan Nila berharap masyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Daerah diharapkan bisa lebih aktif menangani masalah nasional ini.

Rr

Go down the pill right money amulet into the water in your mouth and also swallow both concurrently.




Gubernur Zulkifliemansyah Hadiri Rapat Terbatas Pengembangan Pariwisata Bersama Presiden Jokowi

Presiden Jokowi menyatakan,  pemerintah akan memberikan prioritas untuk lima destinasi  wisata dari 10 destinasi “Bali Baru”, yaitu Mandalika, Danau Toba, Taman Bunaken Manado, Labuan Bajo dan Candi Borobudur

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf  Kalla

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, hadir dalam Rapat Terbatas (Ratas) Percepatan Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional, bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf  Kalla DI Jakarta, Senin (15/07) 2019.

Dalam ratas tersebut, Presiden Joko Widodo mengundang lima gubernur, salah satunya Gubernur NTB. Empat gubernur lainnya, masing-masing  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam ratas hari Senin, Presiden Jokowi menyatakan pemerintah akan memberikan prioritas untuk lima destinasi  wisata dari 10 destinasi “Bali Baru”, yaitu Mandalika, Danau Toba, Taman Bunaken Manado, Labuan Bajo dan Candi Borobudur.

Presiden mengatakan, sudah kunjungi beberapa daerah dan lihat langsung kemajuan pengembangan sejumlah destinasi wisata.

“Pertama saya pergi ke Mandalika, lantas Toba, Manado, dan Labuan Bajo. Saya ndak ke Borobudur karena sudah pernah bolak-balik ke sana, sudah tahu masalahnya,” ungkap Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas di Kantor Presiden, Senin (15/07) 2019.

Berdasarkan pengamatannya saat meninjau lokasi-lokasi tersebut, Presiden menyebutkan persoalan yang masih kentara adalah pada pengaturan dan pengendalian tata ruang, konektivitas, fasilitas dasar, sumber daya manusia, atraksi, dan promosi yang terbatas.

“Berkaitan akses konektivitas menuju destinasi wisata. Saya lihat infrastruktur masih banyak yang perlu dibenahi, baik berupa terminal airport, runway yang masih kurang panjang, konektivitas jalan menuju ke tujuan wisata, dan berkaitan dengan dermaga pelabuhan,” tambah Presiden.

Moto GP 2021




Tiga Penumpang WNA Dalam Kecelakaan Helikopter Angkut  di Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH .lombokjournal.com – Tiga warga Negara asing (WNA) luka-luka dalam kecelakaan Helikopter Angkut  yang jatuh di persawahan di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (14/07) 2019.

Helikopter terjatuh sekitar pukul 15.20 Wita tidak jauh dari bandara Lombok Internasional Airport.

Ketiga WNA yang berada di helikopter tersebut masing-masing bernama Luka Marie asal Jerman, Nicholas Alexander asal Iggris  dan Donoso Lillo asal Chile.

Helikopter dengan rute Labuan Bajo – Lombok tersebut dibawa olehpilot Kapten Kustiyadi.

Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, mengatakan, helikopter tersebut bertipe B206L4, dengan nomor register PKCDV dan dioperasikan PT. Carpediem Air.

Para penumpang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut. Mereka dilarikan di rumah sakit terdekat. Petugas telah melakukan olah TKP mencari tahu penyebab kecelakaan.

AYA




Mulai Rumah Tahan Gempa, Pelayanan Kesehatan Hingga Jalan Rusak Dilaporkan Lewat NTB Care

Dari Mataram ada 3 laporan tentang sampah, namun sudah ditangani oleh pemkot. Dan 2 laporan dari Lombok Barat terkait pipa PDAM yang bocor, juga sudah ditangani

MATARAM.lombokjournal.com – Pengaduan masyarakat yang disampaikan lewat Aplikasi NTB Care masuk dari berbagai pelosok Nusa Tenggara Barat.

Selama dua pekan terakhir dari 01 hingga-13 Juli 2019, 28 pengaduan warga itu mengeluhkan realisasi  Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) oleh pelaksana dan fasilitator.

Keluhan itu berasal dari 4 warga asal Kabupaten Lombok Utaran Lombok Barat, yang  mengeluhkan kualitas pembangunan RTG. Yakni masalah material/bahan bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi sesuai anggaran yang diberikan pemerintah.

Warga minta agar dilakukan pengawasan yang lebih ketat oleh instansi yang terkait.

“Masalah ini sudah menjadi atensi  jajaran BPPBD,” kata Plt Kepala Dinas Kominfotik, GP Aryadi, S.Sos, Sabtu (13/07) 2019 yang dikirimkan melalu whatsapp  (WA) yang diterima wartawan.

Juga masuk pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan dan RS, Pelayanan Kependudukan hingga Kelangkaan LPG 3 kg di sejumlah tempat.

Masalah jJalan rusak dan kerusakan jaringan PDAM juga dikeluhkan warga. Dan admin NTB Care di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB telah menidaklanjuti pengaduan itu.

Soal PPDB Pola Zonasi

Meski diakui pelaksanaan PPDB telah dilakukan seobyektif mungkin dan transparan, masih ada 6 keluhan mengenai penerimaan peserta didik baru.

Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub, Dr.Hj. Siti Rohmi Djalilah tetap mengapresiasi dan mengatensi keluhan tersebut.

“Dari 6 aduan tersebut, 2 ditolak karena tidak mencatumkan lokasi atau alamat dugaan pelanggaran PPDB itu terjadi dan pelapor juga tanpa identitas,” jelas Aryadi.

Dari Bima dan Dompu, terdapat 3 pengaduan yang mengeluhkan sejumlah jalan rusak, sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan tunggal.

Dari Karijawa Dompu, kata Aryadi, warga melaporkan PDAM setempat sudah setahun lebih macet, sehingga mereka memohon bantuan pada pihak terkait untuk dibuatkan sumur bor.

Juga dari Mataram ada 3 laporan tentang sampah, namun sudah ditangani oleh pemkot. Dan 2 laporan dari Lombok Barat terkait pipa PDAM yang bocor, juga sudah ditangani.

Di bidang kependudukan, masuk 2 keluhan terkait pelayanan, yakni  Disdukcapil Kabupaten Lombok Tengah dan Lobar.

Ada 2 pengaduan terkait kelangkaan LPG 3 Kg, namun setelah dilakukan klarifikasi dan pemantauan lapangan oleh Dinas Perdagangan NTB bersama Dinas Perdagangan Kabupaten/kota setempat, tidak ditemukan adanya kelangkaan.

Pada layanan kesehatan, ada 3 Warga mengeluhkan layanan BPJS dan Rujukan ke RS. Di antaranya seorang warga Batulayar Lombok Barat mempertanyakan rujukan BPJS yang tidak bisa langsung digunakannya ke RSU Kota Mataram yang lebih dekat, tapi harus ke RS Kabupaten Lobar di Gerung.

Pelayanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Islam Mataram dikeluhkan 2 warga harus antre daftar di pagi hari. Namun pelayanan medis baru dilaksanakan sore dan malam hari. Itu membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transpor pulang pergi.

Dari Sumbawa terdapat satu kegiatan kreatif yang dilakukan oleh Karang Taruna Wisma Nuri Brang Bara, yang cukup menginspirasi.

Mereka bergotong royong melakukan pembersihan pada areal jembatan dan memberikan cat warna warni sehingga tampak sangat indah dan asri, tutur mantan Irbansus Inspektorat NTB itu.

GP Aryadi menjelaskan, sebagian besar dari pengaduan warga tersebut, sudah direspon oleh instansi terkait.

“Hanya saja untuk permohonan bantuan sumur bor dari masyarakat Karijawa Dompu masih kami koordinasikan,” kata Aryadi.

AYA




Dari ‘Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi’, Program Unggulan Luar Biasa, Responnya Belum Luar Biasa

Program yang luar biasa masih memerlukan kerja keras untuk membumikannya

MATARAM.lombokjournal.com —  Cita-cita besar Gubernur Zulkieflimansyah atau Bang Zul dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Jalillah atau Umi Rohmi membawa NTB Gemilang agar berkiprah di kancah nasional dan global, rupanya  belum mendapat dukungan nyata dari bawah.

Pasalnya, etos kerja dan semangat wira usaha masyarakat, khususnya orientasi bisnis generasi muda masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintahan Bang Zul – Umi Rohmi.

Masalah tersebut mengemuka dalam acara Jumpa Bung Zul-Umi Rohmi di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat (12/07) 2019 pagi.

Sejumlah tokoh masyarakat dan ratusan warga hadir menyampaikan urun rembug, serta kritik dan keluh kesahnya.

Terkait isu etos kerja dan jiwa wira usaha, pelaksanaan program-program unggulan yang dinilai luar biasa itu, belum mendapat respon luar biasa seperti diharapkan.

Dalam acara dialog bersama Bang Zul-Umi Rohmi itu, mengemuka masalah sampah dari komunitas Zero Waste, rendahnya etos kerja dan semangat wira usaha, Koperasi dan UMKM, permohonan bantuan modal, bantuan operasional untuk koperasi syariah dan lain-lain.

Program seperti industrialisasi, 1000 wira usaha muda, 99 desa Wisata serta 1000 cendikia yang memiliki wawasan dan jaringan internasional, juga 60 program unggulan lainnya yang tertuang di dalam RPJMD NTB 2019-2023, masih memerlukan kerja keras untuk membumikannya.

Dan menariknya, warga yang hadir dalam Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi juga mengungkapkan keluhannya karena sulit mencari angkutan publik  di kota Mataram.

Wirausaha kaum muda rendah

Tokoh masyarakat dan mantan Bupati Lombok Barat, H. Lalu Mujitahid yang hadir dalam acara Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi memuji gagasan dan program-program unggulan NTB Gemilang.

‘Program unggulan itu luar biasa,” kata Lalu Mujitahid.

Namun dalam perjalanannya, Miq Muji sapaannya menyayangkan, program-program itu belum membumi. Menurutnya, hal itu disebabkan faktor etos kerja dan jiwa wirausaha masyarakat, khususnya kaum muda masih rendah.

Contoh kecil, para pedagang kuliner dan asongan dari Cakra-hingga terminal bertais, kalau kita data, para pedagang yang sangat laris itu, sangat sedikit penduduk asli Sasak atau pribumi NTB.

“Bahkan hanya hitungan jari saja jumlahnya. Itupun hanya jualan ayam taliwang dan nasi puyung”, ungkapnya.

Selebihnya adalah nasi padang, lamongan, bakso dan lain-lain hampir semua pelaku usaha itu, bukan masyarakat lokal.

Menurutnya, hal tersebut merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Dari dulu hingga kini, hanya persoalan itu yang membuat IPM kita di NTB masih tertinggal. Hanya berada pada urutan kelima dari bawah. Bahkan NTB berada di bawah IPM Provinsi NTT, ujarnya.

Karena itu perlu ada gerakan dari bawah untuk mendukung cita-cita besar mewujudkan NTB Gemilang, sehingga bisa bersaing di kancah nasional maupun global.

Miq Muji mengusulkan kepada Gubernur Zul, agar  koperasi dan UMKM, terus diperkuat sebagai pioneer dalam melaksanakan program industrialisasi produk-produk NTB.

Dalam dialog Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi juga muncul usulan perlunya dukungan dana bagi komunitas surving untuk membentuk koperasi, serta masalah transportasi public di Mataram.

Firman anggota komunitas surving dari Lakey Dompu mengatakan, pariwisata NTB merupakan surga bagi wisatawan mancanegara, khususnya para penggemar surving. Karena keindahan pantainya serta gelombang laut yang indah dan mendukung.

Ia mengibaratkan kedatangan wisatawan pada musim-musim tertentu, seperti ummat muslim NTB yang naik haji ke tanah suci. Maka wisatawan Eropa justru berwisata pantai di NTB, ujarnya.

Firman meminta kepada agar komunitas surving ini diberi dukungan modal untuk membentuk koperasi.

BACA JUGA ; Gubernur Zul Ingatkan, Tugas Pemerintah Menfasilitasi, Mendorong Dan Mengatur Regulasi

Berbeda dengan Firman, seorang Mahasiswa Unram justru mengeluhkan sulitnya transportasi publik di Kota Mataram.

Ia berharap soal transportasi publik ini menjadi perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur.

AYA/Hms NTB

 




Harga Cabai Merah Tak Bisa Ditebak, Kini Melesat Rp60 Ribu Per Kilo

Diperkirakan, Agustus- September harganya sudah mulai turun,  karena petani sudah mulai panen cabai

Hj. Putu Selly Andayani

MATARAM.lombokjournal.com –  Saniat, penjual cabai di Pasar Kebon Roek, Mataram, ,Jumat (12/07) 2019 mengatakan, hargai cabai merah memang tak bisa di tebak.

Sekitar seminggu lalu harganya Rp35 ribu per kilogram, kini Harga cabai merah melesat jadi Rp60 ribu per kilo.

Harga normal sebelumnya yakni Rp 35 ribu per kilogram.

“(Cabai) merah sekarang Rp 60.00 per kilo, biasanya Rp 35.000 per kilo. Jika yang (cabai) jumbo merah sekarang juga Rp 60.000 per kilo juga,” katanya.

Penjual cabai dan sayuran itu menambahkan, kenaikan harga cabai sudah berlangsung selama satu minggu. Saniati yang berpengalaman menghadapi gejolak harga cabai itu mengungkapkan, harga cabai tidak pernah bisa ditebak karena banyak faktor yang bisa membuat harganya naik atau turun.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani menyatakan, memang benar harga cabai di asaran mencapai 60 ribu per kilonya.

Ia menjelaskann, salah satu factor yang membuat harga cabai melonjak di pasar, karena saat ini stok cabai sedang kurang karena petani sedang menanam.

“Harga cabai saat ini sudah mencapai 60 ribu, kemarin tim perdagangan sudah turun ke sentra cabai di Lombok Timur. Dan memang saat ini sedang musim tanam cabai. Nanti bulan Agustus/September panen 20 hektare,” jelas Putu Selly.

Selly menambahkan jika cabai merupakan  tanaman musiman, jadi harus menunggu panen dulu untuk mengisi stoknya.

“Saat ini kemarau panjang, saya juga sudah minta ke Jawa Timur dan Sulawesi,  disana juga langka. Justru lebih mahal  harga cabai di sana daripada di Lombok,” jegasnya.

Saat ini  Lombok timur mampu  produksi sampai 1 Ton dan itu yang diedarkan di NTB tidak diedarkan keluar.

Selly memprediksikan kenaikan ini tidak akan berlangsung lama, karena di bulan Agustus dan September  adalah musim panen,  jadi stok akan melimpah.

Prediksi kenaikan ini hanya di bulan ini saja, Agustus- September sudah mulai turun,  karena ini murni akibat cuaca, katanya.

AYA




Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram Cek Ulang Kesehatan Jamaah Calon Haji

Dari keseluruhan jumlah jamaah yang telah menjalani pemeriksaan, ada 4 jamaah yang mereka rekomendasikan untuk ditunda dan dibatalkan keberangkatannya

MATARAM.lombokjournal.com — Petugas Kantor Kesehatan Embarkasi Lombok mengintensifkan pemeriksaan ulang kondisi kesehatan tiap jamaah calon haji yang baru masuk Asrama Haji.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para jamaah, sebelum mereka diterbangkan Ke tanah suci Mekkah .

“Beginilah aktifitas pemeriksaan kesehatan Calon Jamaah Haji oleh petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram, pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di Asrama Haji ini merupakan pemeriksaan tahap akhir untuk memastikan para calon jamaah haji layak atau tidak diterbangkan ke tanah suci ujar Kepala KKP Mataram, I Wayan Diantika, Rabu (10/07) 2019 di Asrama Haji.

Wayan menyatakan, jika tidak semua jamaah yang diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan. Hanya saja calon jamaah haji yang dari data buku kesehatan mereka memiliki riwayat penyakit dan masuk golongan resiko tinggi, yang menjadi sasaran dari pemeriksaan kesehatan ini.

Dijelaskan, hasil pemeriksaan pihaknya sejak awal pemberangkatan jamaah calon haji asal NTB hampir sebagian besar menderita penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, mulai dari hipertensi kolesterol hingga diabetes.

Cek ulang kesehatan

Untuk sementara dari keseluruhan jumlah jamaah yang telah menjalani pemeriksaan, ada 4 jamaah yang mereka rekomendasikan untuk ditunda dan dibatalkan keberangkatannya.

Dua orang yang dipastikan gagal berangkat pada musim haji tahun ini, satu karena hamil muda dan satu lagi karena mengalami gangguan kejiwaan. Sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Mutiara Sukma Provinsi NTB.

wayan Diantika mengatakan, untuk memastikan para Jamaah Calon Haji bisa maksimal dalam menjalankan ibadah, pihaknya juga telah membekali seluruh jamaah tentang kiat menghadapi kondisi cuaca panas, yang diperkirakan suhu di Arab Saudi mencapai 50 derajat celcius

BACA JUGA ; Menderita Gangguan Jiwa, Calon Jemaah Haji Asal Mataram Ditunda Keberangkatannya

Dalam menghadapi cuaca ekstrim tersebut, para jamaah diminta agar memperbanyak mengkonsumsi air putih serta selalu membawa alat semprotan air saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

AYA