Gubernur Launching Sekolah LISAN, Mensukseskan Program Zero Waste Dengan Merubah Pola Pikir

Gubernur berharap sungai yang ada dapat menjadi tempat yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar

Gubernur melaunching Sekolah Lisan

Clean up sungai Jangkuk

MATARAM.lombokjournaal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh melakukan kegiatan Clean Up dan launching program Sekolah Lingkungan Sampah Nihil (Sekolah Lisan) yang bertempat di Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Jum’at (16/08) 2019.

Kegiatan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Jembatan Baru Dasan Agung-Kebon Sari oleh Gubernur dan Walikota Mataram.

Gubernur menyampaikan, hal yang paling utama dalam menyukseskan program NTB Zero Waste adalah merubah pola pikir masyarakat. Bila pola pikir masyarakat mampu dirubah, maka NTB Bebas Sampah tahun 2023 bisa diwujudkan.

“Kalau mau menyelesaikan persoalan sampah di NTB maupun di Mataram, maka perbaiki dulu pendidikannya, perkaya pengalamannya, perluas tata pergaulannya, dan tingkatkan ekonomi masyarakatnya,” jelas Doktor Zul.

Doktor Zul juga menjelaskan, pentingnya Bank sampah agar disediakan di seluruh daerah di NTB. Bank sampah tersebut kelak diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat NTB.

“Kalau bank sampah ada di setiap Kecamatan, saya membayangkan orang naik haji karena bank sampahnya, ada yang anaknya gratis kuliah karena bank sampahnya dan lain sebagainya.  Kalau semua sudah begitu, Insya Allah lingkungan kita asri lestari dan nyaman untuk kita tinggali,” lanjutnya.

Selain bank sampah, Gubernur juga menyinggung tentang sungai. Ia berharap sungai yang ada dapat menjadi tempat yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ia berencana akan mengirim 30 aktifis terkait sungai ke Singapura. Selama beberapa hari disana diharapkan para aktifis tersebut mampu belajar menata dan mengelola sungai yang ada di Mataram.

“Saya membayangkan alangkah hebatnya kota Mataram ini, alangkah hebatnya Provinsi Nusa Tenggara Barat ini kalau semua sungai-sungai kita itu hidup dan mendatangkan efek ekonomi dan kesejahteraan,” pungkas Gubernur.

Pada kesempatan sama, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengungkapkan, kegiatan Clean Up atau gotong royong dan launching Sekolah LISAN merupakan rangkaian kegiatan HUT RI ke 74 sekaligus HUT kota Mataram ke 26, tepatnya tanggal 31 Agustus mendatang.

Ahyar meminta seluruh dukungan masyarakat untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan sampah. Ia juga mengapresiasi kelompok-kelompok masyarakat yang berinovasi dan berkreatifitas dalam mengolah sampah sehingga bernilai ekonomi.

“Kita akan bekerja keras untuk masalah sampah sehingga NTB Zero Waste pada tahun 2023 mendatang dapat terwujud,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Mataram, Irwan Rahadi mengungkapkan program Sekolah LISAN merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi sampah.

Melalui program Sekolah LISAN, ada 40 bank sampah yang masih aktif yang tersebar di 50 kelurahan di kota Mataram. Ke depan juga diharapkan seluruh Sekolah dari berbagai tingkatan dapat mengelola sampahnya dengan mandiri.

“Kita di kota Mataram dengan segala daya dan upaya akan mendukung dan menyiapkan diri demi suksesnya program NTB Zero Waste,” ungkap Irwan.

Saat bersamaan, kegiatan gotong royong ini juga berlangsung dibeberapa lokasi lainnya, antara lain Jalan Majapahit, Jalan Airlangga, Jalan Langko dan Pejanggik.

Kegiatan gotong royong tersebut diikuti oleh ASN lingkup Provinsi NTB dan Pemerintah Mataram, Sekolah tingkat SD, SMP, SMA se-Mataram dan juga masyarakat umum.

AYA




Saat Pawai Alegoris Peringati 17 Agustus, Siswa MAN 1 Lotim Kampanyekan  Gerakan Anti Plastik

Gerakan ini patut di apresiasi, terlebih Pemprov NTB tengah menggalakkan program Zero Waste, yang tujuannya mengurang sampah plastik

LOTIM.lombokjournal.com — Pawai alegoris memperingati 17 Agustus, Kamis (15/08) di Kabupaten Lombok Timur tahun ini, disuguhi pemandangan berbeda.

Biasanya kita melihat siswa siswi berbaris menggunakan beragam busana adat, profesi, dan lainnya. Namun, kali ini ada kontingen di barisan siswa MAN 1 Lombok Timur yang mencuri perhatian dengan penampilannya.

Para siswa kelas X Mia 3 menggunakan seragam ala pemulung dengan wajah di cat putih semua.

Sambil membawa karung, mereka memunguti sampah plastik di sepanjang jalan yang dilalui. Ternyata  mereka  tengah mengkampanyekan gerakan SASTIK (Siswa Anti Plastik).

Ini pertama kali mereka mengikuti pawai  sambil memungut sampah.

“Seru dan edukatif, kami sebelumnya enggan untuk memungut sampah, namun hari ini kami semua belajar untuk lebih peduli lingkungan,” ungkap Tegar dan Anggi, mewakili siswa MAN 1 Lotim.

Menurut Jien Raharja, wali kelas X Mia 3, gagasan ini awalnya muncul sebagai alternatif agar siswa bisa berkreasi dan menampilkan konsep yang lebih variatif dalam pawai.

Namun, ternyata bisa diaplikasikan sbg sebuah gerakan positif. Terlebih dalam pawai seperti ini, potensi sampah plastik sangat besar, karena pesertanya mencapi ribuan.

“Saya sampaikan ke siswa, bayangkan jika semua peserta minum air mineral saja, sudah berapa banyak sampah plastik terkumpul. Belum lagi yg makan permen, bungkus cilok, kue, dll. Siswa sepakat, dan mereka antusias menjadi ‘relawan sampah plastik’ dalam pawai ini ” ungkap Jien.

Jien menambahkan, ide Sastik ini sebagai permulaan dan berharap tidak berhenti di pawai ini saja.

“Potensi sampah plastik juga banyak di sekolah-sekolah, siswa kami berkomitmen untuk meneruskan gerakan ini. Ke depan, akan ada program KARSAKU, yakni Tukar Sampah Dengan Buku, konsepnya sudah ada,  dan kami akan bekerjasama dengan Bank Sampah di desa-desa. Semoga bisa terwujud,” harapnya.

M.Nurul Wathoni, Kepala MAN 1 Lotim mengungkapkan gerakan ini patut di apresiasi. Terlebih, Pemprov NTB tengah menggalakkan program Zero Waste, yang tujuannya mengurang sampah plastik.

“Ini adalah gerakan yang sederhana, dan bisa diterapkan dimana saja. Kami mengapresiasi dan akan mendukung kepedulian siswa, sekaligus sebagai wujud dukungan kami terhadap program pemerintah NTB dalam menjaga kebersihan lingkungan, semoga bisa diadopsi oleh siswa-siswa lain,” katanya.

Usai pawai, mereka membawa kumpulan sampah ke depan sekolah, untuk kemudian diangkut oleh petugas terkait.

AYA




Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD NTB Adakan Simulasi Penanggulangan Bencana

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana sangat diperlukan, karena sewaktu waktu bisa terjadi bencana

Akhsanul Halik

melibatkan siswa

MATARAM.lombokjounal.com — Simulasi bencana dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB bersama sejumlah instansi, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB.

Penyelnggaraan simulasi dimaksudkan meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat.

“Simulasi bencana tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu terjadi,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) NtB Iswandi,  yang ditemui usai acara, Selasa (13/08) 2019.

Iswandi menjelaskan, NTB merupakan salah satu daerah bencana, terutama bencana gempa bumi. Itulah yang mendorong Pemerintah Provinsi NTB  melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah,  menggelar simulasi bencana.

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana sangat diperlukan, karena sewaktu waktu bisa terjadi bencana.

Kegiatan simulasi penanggulangan bencana, menurutnya, perlu sering dilakukan di seluruh wilayah  NTB, sehingga masyarakat bisa memahami  langkah mitigasi.

Kepala BPBD NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, selain meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,  kegiatan ini juga bertujuan mengingatkan  masyarakat  bahwa potensi bencana ada di NTB

Lebih lanjut dikatakannya, dengan digelarnya simulasi penanggulangan bencana ini diharapkan mampu meningkatkan kerjasama  seluruh pihak terkait terutama instansi pemerintahan  dalam menghadapi bencana.

“Ada sebanyak 12.000 personil. yang diturunkan dalam simulasi ini, mulai dari TNI, Polri, SAR, siswa dan para relawan,” jelasnya.

AYA




Pesan  Optimisme Gubernur Zulkieflimansyah Di Hari Raya Idul Qurban

Idul Qurban mengajarkan agar di hati tetap tumbuh harapan meraih cita-cita masa depan yang lebih besar

MATARAM.lombokjournal.com – Hari Raya Idul Qurban, yang dirayakan hari ini mengandung pelajaran, pesan dan hikmah bagi umat Islam. Umat Islam harus memiliki rasa optimis untuk memandang dan manatap masa depan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatkan itu, saat sholat Idul Adha 10 Zulhijjah 1440 Hijriah bersama ribuan masyarakat NTB dari Kota Mataram dan sekitarnya di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Minggu (11/08) 2019.

Pada sholat yang dimulai pukul 7.00 Wita yang didampingi Penjabat Sekretaris, Ir. Iswandi, M.Si,  Gubernur Zul mengingat peristiwa tepat satu tahun lalu, masyarakat NTB merayakan Idul Qurban dengan cara yang berbeda.

Karena beberapa saat sebelum Idul Qurban jelasnya, masyarakat NTB disapa oleh musibah gempa bumi yang tidak pernah diantisipasi sebelumnya.

“Alhamdulillah, satu tahun kemudian, hari ini, inflasi bisa ditekan, pertumbuhan ekonomi kita membaik, kohesi sosial kita membaik. Mudah-mudahan dengan modal sosial yang baik, cita-cita mewujudkan NTB Gemilang bukan hanya wacana. Tapi mampu kita realisasikan,” kata Gubernur Zul.

Gubernur NTB itu juga menyampaikan pesan terkait cita-cita tinggi meraih harapan masa depan.

“Masa depan adalah senantiasa berada pada genggaman mereka yang memiliki keindahan dan kepercayaan akan mimpi,” jelas Doktor Zul, sapaan akrabnya.

Umat Islam lanjutnya, diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji. Agar memiliki rasa optimis yang tinggi memandang masa depan.

Umat Islam yang beriman, diwajibkan setidaknya sekali dalam umur hidup untuk melaksanakan ibadah haji. Agar yang selama ini terkungkung dalam kesusahan dan kekeringan memiliki harapan di masa yang akan datang.

“Punya cita-cita besar adalah salah satu elemen untuk meraih kesuksesan masa depan,” ungkap Doktor Zul.

Ia berharap, Idul Qurban ini mengajarkan agar di dalam hati tetap tumbuh harapan meraih cita-cita masa depan yang lebih besar.

Banyak Ahli yang mengatakan, anak-anak muda sudah banyak yang kehilangan optimisme.

“Banyak anak-anak muda kita mati di usia tiga puluh tahun, tapi dikubur pada usia enam puluh tahun. Karena di usia, antara 30 dan 60, tidak ada lagi cita-cita, tidak ada lagi peningkatan produktifitas,” katanya.

Tidak kalah pentingnya, kata Doktor Zul, spirit ibadah haji merupakan spirit untuk melihat masa depan. Di saat itu, manusia dihadapkan pada perenungan untuk menghadapi kematian.

“Perjalanan haji adalah perjalanan dalam diri kita untuk merenungi kebesaran Allah SWT,” katanya seraya mengingatkan, siapa saja yang telah melaksanakan ibadah haji adalah mereka yang telah melakukan perjalanan panjang untuk merenungi kematian.

Gubernur Zul menyampaikan selamat hari Raya Idul Qurban kepada seluruh masyarakat NTB.

Semoga dalam sujud, doa dengan linangan air mata, Allah memberikan keamanan, keberkahan dan ketenangan bagi masyarakat NTB.

AYA/HmsNTB




Peringatan HUT RI Ke 74, Acara ‘Jangzulmi’ Dihadiri Legiun Veteran RI Provinsi NTB

Bang Zul berharap pemuda pemudi NTB bisa meniru dan mencontoh kedisplinan serta hal-hal positif yang ditunjukkan para veteran NTB

Bang Zul – Umi Rohmi

Mengapresiasi Para Veteran

MATARAM.lombokjournal.com —  Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi atau biasa disingkat ‘Jangzulmi’  digelar hari Jumat (09/08) 2019.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat ini merupakan rangkaian kegiatan dari Peringatan HUT RI ke 74 yang bertemakan SDM Unggul Indonesia Maju.

Jangzulmi hari ini diikuti oleh berbagai kalangan, di antaranya Legiun Veteran RI Provinsi NTB, Mahasiswa, Pelajar serta masyarakat umum.

Gubernur dan Wakil Gubernur turut pula didampingi Asisten serta Kepala OPD lingkup Provinsi NTB.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan  apresiasinya kepada para veteran yang hadir pada acara Jangzulmi pagi ini. B

Bang Zul sapaan akrabnya, berharap pemuda pemudi NTB bisa meniru dan mencontoh kedisplinan serta hal-hal positif yang ditunjukkan para veteran NTB.

“Mudah-mudahan kehadiran para veteran ini, mengingatkan kita pada satu pesan penting bahwa kemerdekaan yang kita rasakan pada hari ini tidak diperoleh dengan begitu saja,” kata Bang Zul.

Bang Zul mengungkapkan, hari kemerdekaan 17 Agustus agar dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengingat, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran veteran dan para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk Indonesia.

“Semangat kepahlawanan yang mereka tularkan itu luar biasa, cara disiplin militer itu persoalan hidup dan mati,” lanjutnya.

Bang Zul mengatakan, Pemerintah Provinsi akan terus meningkatkan komunikasi dengan para veteran sehingga segala sarana dan kebutuhan veteran kedepannya dapat dipenuhi.

Dalam kesempatan  itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, di hadapan para pelajar dan mahasiswa tidak henti-hentinya menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Posyandu di dusun diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan kesehatan.

“Tidak hanya masalah kesehatan saja, narkoba juga, masalah pernikahan dini, untuk pendewasaan usia perkawinan, ilegal logging dan kebencanaan itu dapat disosialisasi melalui posyandu,” tutur Hj. Rohmi.

Ketua DPD Legiun Veteran RI Provinsi NTB, Abdul Kadir mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi atas terselenggaranya Jangzulmi hari ini.

Menurutnya, ini merupakan kesempatan yang bagus dalam menyampaikan aspirasi  langsung kepada Pemerintah Provinsi.

Acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi seperti biasa juga diramaikan dengan pertanyaan dan saran yang membangun dari siswa dan mahasiswa yang turut hadir.

Mereka dengan antusias memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan permasalahan serta ide dihadapan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Di akhir acara, PT. Telkomsel memberikan bantuan berupa seekor sapi kurban kepada Pemerintah Provinsi NTB yang kemudian diteruskan kepada DPD Legiun Veteran RI Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB

 




Agar Siap Hadapi Bencana, BPBD Bersama Instansi Terkait Susun Kontijensi Bencana

Maka perencanaan pembangunan di NTB mulai saat ini harus sama-sama dipikirkan juga termasuk di dalamnya terkait dengan indeks risiko bencana

, H. Ahsanul Halik

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB bersama seluruh instansi terkait lainnya, Selasa-Rabu (06-07/08) 2019 membahas dan menyusun perencanaan kontijensi bencana agar lebih siap menghadapi setiap bencana yang akan terjadi.

Perencanaan Kontinjensi merupakan salah satu jenis perencanaan dalam Manajemen Bencana yang diperlukan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana/ kedaruratan.

Kepala BPBD -NTB, H. Ahsanul Halik, S.Sos., MH menegaskan, perencanaan kontijensi diperlukan sebagai proses kesiapan dan kemampuan menghadapi bencana.

Termasuk memperkirakan kejadian bencana, sehingga dapat mencegah, mengurangi dampak, menanggapi secara efektif dan memulihkan diri dari dampak bencana tersebut.

Ia mengajak semua pihak terkait, selain meningkatkan kewaspadaan, juga bersama-sama menyiapkan rencana kontijensi atau skenario penangangan bencana. Mulai dari Identifikasi karakteristik ancaman,  kemungkinan kejadian dan resiko yang timbul, sekaligus memetakan pihak-pihak yang terlibat.

Berikut pembagian tugas,  kebutuhan dan  sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing SKPD maupun pelibatan peran aktif seluruh organisasi-organisasi masyarakat yang ada.

Rencana kontijensi tersebut, kata Ahsanul, harus dilakukan menyeluruh dan antisipatif. Artinya,  kalau gempa maka mulai sekarang harus disiapkan struktur bangunan tahan gempa.

Kalaupun gunung api, maka harus dirancang juga bangunan yang mampu bertahan sampai evakuasi selesai dilakukan. Begitupun kalau banjir harus tahan terhadap banjir, terangnya.

Maka perencanaan pembangunan di NTB mulai saat ini harus sama-sama dipikirkan juga termasuk di dalamnya terkait dengan indeks risiko bencana.

“Sebelum membangun infrastruktur, harus disertai rekomendasi ketahanan dan kajian kebencanaan berbagai instansi atau lembaga yang kompeten,” jelas Kalak BPBD Provinsi NTB ini.

Status Gunung Baru Jari

Anton Roy Purnama, Narasumber penyusunan Renkon Gunung Barujari Lombok Timur, mengusulkan perlunya dibentuk cluster yang berfungsi untuk mengkoordinasikan semua kebutuhan dan tindakan saat terjadi bencana.

Misalnya cluster manajemen, cluster logistik, kesehatan, keamanan dan pemulihan serta komunikasi dan edukasi. Sehingga penanganannya dapat berjalan cepat, tepat, terkoordinasi dan menyeluruh, serta sebagai dasar memobilisasi sumber daya para pemangku kepentingan (stake holder) pada saat tanggap darurat bencana, ujarnya.

Menurut Anton, selama ini status gunung baru jari hanya sampai status waspada, jarang sampai status awas.

Namun demikian karena gunung barujari atau gunung Rinjani ini menjadi magnet para wisatawan yang ingin menikmati panorama puncak gunung atau danau Segara Anak, maka diperlukan  kesiapan Pemerintah NTB dan Pemerintah Lombok Timur khususnya.

Kesiapan yang dimaksud,  tentu dalam melakukan penyelamatan maupun melakukan prosedur evakuasi bagi para wisatawan bila terjadi bencana di gunung Rinjani.

Sedangkan untuk memudahkan akses informasi dan komunikasi penanggulangan/penanganan bencana maka  Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik Provinsi NTB bersama stake holder terkait lainnya, juga perlu menyiapkan media centre sebagai kanal informasi resmi dilengkapi sistem informasi kebencanaan yang terintegrasi.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Aryadi mengungkapkan, kini pihaknya telah menyiapkan ruang khusus pada  fortal NTB Satu Data, informasi tentang kebencanaan.

Aryadi menjelaskan, dalam sistem tersebut akan menyajikan 3 kategori informasi bencana.

Yakni pra bencana yang menyajikan data profil daerah rawan bencana, informasi terkait demografi dan fasilitas umum lainnya, sehingga bisa direncanakan jumlah kebutuhan tanggap darurat.

Kemudian kategori kedua, kata Aryadi adalah informasi tanggap darurat saat terjadi bencana. Di antaranya informasi/data jumlah korban, pengungsi, bantuan dan relawan/ petugas dan lain- lain.

Sedangkan kategori ketiga, adalah informasi rehabilitasi dan rekonstruksi.

AYA/HmsNTB




Festival Rimpu 2020 di Monas Jakarta, Didukung Gubernur NTB

Event tersebut juga akan menggelar sejumlah rangkaian acara seperti yang pernah digelar 2018 lalu, dan  penyelenggaraan event 2020 mendatang betul-betul akan dimatangkan dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiefliemansyah mendukung rencana penyelenggaraan Festival Rimpu Mbojo di Monas dan Taman Mini Indonesia Indah (TMMI) Jakarta, pada bulan Oktober 2020 mendapat respon positif dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiefliemansyah.

Respon dan dukungan positif dari mantan anggota DPR RI dua periode tersebut disampaikannya pada pertemuan hangat bersama Panitia inti Festival Rimpu di ruang VIP Lombok Internasional Airport (LIA), Senin (05/08) 2019 siang.

“Saya jadi gubernur ini siap membantu (Festival Rimpu) supaya semua mimpi besar kita ini terwujudkan,” ucapnya.

Ia berharap Tambora sebagai  cagar biosfer dunia bisa dipromosikan di dalam dan luar negeri supaya pariwisata NTB khususnya Bima dan Dompu bergeliat.

Doktor lulusan luar negeri ini menyampaikan banyak masyarakat Pulau Sumbawa khususnya Bima dan Dompu yang sukses di Jakarta. Untuk itu, Gubernur Zul minta mereka untuk membangun daerahnya.

“Anak Bima dan Dompu di Jakarta banyak yang sukses, mereka suruh pulang untuk membangun daerahnya. Terlalu banyak orang Bima yang sukses di Jakarta,” ungkapnya.

Selain itu, Duta PKS ini menambahkan, setiap tahun Pemprov NTB akan memberikan beasiswa kepada anak-anak muda Bima sebanyak 20 orang untuk kuliah di Fakultas Hukum di UI Jakarta.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Rimpu, AKBP Ruslan Idris menyampaikan, acara yang rencananya akan digelar di Monumen Nasional (Monas) dan TMII Jakarta selama dua hari tersebut berharap dukungan dari semua pihak termasuk Pemerintah Provinsi, Kabupetan dan Kota Bima termasuk pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) agar mendukung acara yang dimaksud.

“Target kami untuk pesertanya sebanyak 50 ribu orang yang semuanya akan mengenakan rimpu dari sarung tenun asli Bima,” terang Wassidik Krimsus Polda Metro Jaya di hadapan Gubernur Zul.

Selain festival Rimpu, event tersebut juga akan menggelar sejumlah rangkaian acara seperti yang pernah digelar 2018 lalu. Namun katanya untuk event 2020 mendatang betul-betul akan dimatangkan dengan baik.

Sementara Ketua Yayasan Rimpu, Dudi Fahrudin berharap, event besar yang digelar itu bisa menggaet pariwisata mancanegara di Pulau Sumbawa khususnya Bima sama seperti pariwisata Lombok yang ada sekarang.

AYA

 




Menteri PANRB Mengapresiasi Terobosan Penerapan E-Kinerja Berbasis BSC

BSC merupakan sistem manajemen strategis/aplikasi yang dapat membantu menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat

Menteri Syafruddin DAN Wagub Hj Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Republik Indonesia Drs. Syafruddin, M. Si di Ruang Tamu Menteri PANRB Kantor Kementerian PANRB di Jakarta, Senin, (05/08/2019).

Wagub Hj Rohmi pada Menteri PANRB memaparkan penerapan E-Kinerja berbasis Balance Score Card (BSC), yang merupakan trobosan baru di NTB dalam upaya untuk mempermudah melakukan monitoring dan evalusasi terhadap semua program yang ada di lingkup Pemprov NTB.

“Bapak Menteri, kami sampaikan bahwa, BSC ini trobosan baru yang coba kami lakukan dalam upaya untuk meningkatkan tata kelola pembangunan dan transparansi penyelenggaraan program-program di seluruh OPD lingkup Pemprov NTB,” papar Wagub.

Asisten II Setda NTB Ir. H. Ridwansyah yang ikut mendampingi Wagub menambahkan, melalui BSC ini, maka semua sumber daya  ikut bergerak dan berperan, termasuk ikut memantau.

“Melalui BSC ini, kepala daerah setiap saat dapat mengetahui progress pelaksanaan program/kegiatan dan program-program unggulan di semua OPD,” tambahnya.

Demikian juga para Kepala Perangkat Daerah, lanjut Ridwansyah dapat memantau kinerja bawahannya dan seterusnya, sehingga ketika terjadi permasalahan, dapat segera diatasi.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan Aplikasi BSC, seluruh rincian program/kegiatan dan alokasi anggarannya, serta progres/capaian kinerja dari tiap-tiap pejabat.  Seluruh Perangkat Daerah sebagai pengelola atau penanggungjawab kegiatan, dapat dipantau secara riil time oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan Para Kepala OPD melalui Dashboard/layar pemantau yang ada diruang pimpinan,” jelasnya

Dengan penrapan E-Kinerja berbasis BSC, yang diintegrasikan dengan sistem pengukuran kinerja para pejabat struktural beserta seluruh  ASN pengelola kegiatan dan penyelenggara pelayanan publik, Pemprov NTB terus berbenah dalam meningkatkan Tata Kelola pembangunan, agar fokus pada pencapaian indikator RPJMD NTB untuk mewujudkan NTB Gemilang.

BSC merupakan sistem manajemen strategis/aplikasi yang dapat membantu menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat.

Serta dapat diterapkan  tidak hanya pada saat menyusun rencana alokasi anggaran dan menyusun manajemen kinerja. Melainkan juga untuk sosialisasi terhadap kebijakan baru, memperoleh umpan balik serta meningkatkan kapasitas dan aktivitas kinerja SDM.

Menteri Syafruddin mengapresiasi

Menanggapi penjelasan tentang BSC, Menteri Syafruddin menyampaikan, sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh NTB ini.

“Sistem ini sangat bagus untuk diterapkan oleh instansi pemerintahan dan saya sangat mengapresiasi trobosan bagus dari pemerintah NTB ini,” tuturnya.

Menteri Syafruddin berpesan, Pemprov NTB harus dapat menggandeng seluruh Kabupaten/Kota yang ada di NTB untuk juga menggunakan sistem BSC ini.

“Pemprov NTB harus bisa juga mengajak para Bupati dan Walikota untuk menggunakan BSC ini,” kata menteri.

Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menggunakan E-Kinerja dengan metode BSC ini.

Selain Asisten II Setda NTB, hadir juga mendampingi wagub adalah Asisten 1 Dra Hj.Eva Nurcahyaningsih M.Si dan Asisten III Ir.Hartina M.Si.

AYA/HmsNTB




Wisma Ustaz PMI Dea Malela Bantuan  PLN Peduli, Diresmikan Wapres Jusuf Kalla

Dengan hadirnya fasilitas penunjung tersebut, Wapres pun meyakini PMI Dea malela akan menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Tanah Air dan juga dunia internasional

Wpres Jusuf Kalla usai peresmian

Fasilitas Pesantren Modern (PMI)

SUMBAWA.lombokjournal.com  —  Fasilitas di Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (3/8). diresmikan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla

Salah satu fasilitas yang diresikan wapres  adalah Gedung Wisma Ustaz yang merupakan bantuan dari PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli.

Wapres mengapresiasi PLN yang telah membantu pembangunan fasilitas di PMI Dea Malela.

“Terima kasih karena telah secara bergotong royong untuk membangun fasilitas di pesantren ini,” kata Kalla.

Dengan hadirnya fasilitas penunjung tersebut, Wapres pun meyakini PMI Dea malela akan menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Tanah Air dan juga dunia internasional.

“Sehingga Indonesia dapat menjadikan  contoh pendidikan Islam dalam menjawab segala tantangan dan harapan bangsa,” ucap Wapres.

Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela, Din Syamsuddin menyampaikan terima kasihnya kepada PLN atas bantuan yang telah diberikan.

“Bangunan Wisma Ustaz merupakan bantuan dari PLN, maka dari itu dinamakan The Power Building,” tutur Din.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka berharap bantuan yang diberikan oleh PLN dapat bermanfaat bagi aktifitas pendidikan di PMI Dea Malela dan masyarakat.

“Ustaz ini memiliki peran penting dalam proses pendidikan di pesantren. Kami berharap keberadaan fasilitas wisma ini akan memberikan kenyamanan kepada para pengajar, sehingga dapat lebih semangat dalam mendidik para siswa,” pungkas Rudi.

Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM), PLN juga memberikan bantuan paket sembako bagi 1.000 kaum dhuafa dengan total nilai sebesar Rp 250 juta. Dana tersebut berasal dari hasil pengumpulan zakat pegawai PLN yang dikelola oleh YBM PLN.

AYA

 




Hayi Nukman Ciptakan Aplikasi “SAMPUN” , Teknologi Informasi Mengelola Sampah Menjadi Uang

Adanya aplikasi SAMPUN, masyarakat akan lebih mandiri dan menyadari bahwa sampah dapat menjadi sumber daya, sehingga tidak ada lagi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Di tengah geliat pemerintah daerah mewujudkan NTB Asri dan Lestari melaui program bebas sampah (Zero Waste), Hayi Nukman, seorang pemuda asal Narmada Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, bersama teman-temannya menghadirkan sebuah inovasi  teknologi informasi, yakni  membuat aplikasi bernama Sampah Untuk Negeri (SAMPUN).

Hayi memang dilahirkan dengan bakat dan skill dibidang teknologi. Sejak sekitar 6 tahun yang lalu, ia mengaku sudah berkiprah di industri Teknologi informasi.

Ia punya keinginan besar berkiprah dan bermanfaat bagi masyarakat. Keinginam itu membuatnya terus berkreasi untuk menciptakan teknologi mengubah sampah menjadi sumber daya bagi masyarakat kini terwujud.

Istilah “Sampun” diambil dari Bahasa sasak yakni berarti sudah.

“Nama SAMPUN kita ambil dari bahasa ibu kita, yakni bahasa Sasak. Dimana Sampun dalam bahasa Sasak berarti Sudah.” tutur Hayi di Narmada, Selasa(30/07-2019).

Cara kerja aplikasi SAMPUN sangatlah sederhana. Masyarakat cukup datang ke BSU (Bank Sampah Unit) partner yang sudah disiapkan dengan membawa sampah dan KTP sebagai ID tabungan sampah dari masyarakat.

Dengan adanya aplikasi SAMPUN, masyarakat akan lebih mandiri dan menyadari bahwa sampah dapat menjadi sumber daya, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang akan membuang sampah begitu saja.

Dari ID KTP akan dikonversi dengan nomor rekening tabungan di bank yang telah bekerjasama dengan SAMPUN.

“Setelah sampahnya ditimbang, nilai sampah langsung dikonversi ke nilai rupiahnya. Alat timbangan digital tersebut sendiri adalah karya anak NTB yang termasuk kategori timbangan pintar, karena langsung mengirim data ke aplikasi,” jelasnya.

Hasil pengumpulan sampah yang telah ditimbang akan langsung masuk ke dalam tabungan.

Kemudian, nilai uang di dalam buku tabungan tersebut dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti membeli sembako, membeli pulsa listrik, membeli Gas, beli pulsa HP dan lain-lain.

“Ked epan, juga kita upayakan untuk membayar obat di Puskemas atau fasilitas kesehatan lainnya yang menjadi partner kita, dan tidak menutup kemungkinan, bayar sekolah nantinya bisa dengan ini,” papar Hayi.

Dengan inovasi teknologi ciptaannya itu, Hayi berharap agar sampah tidak hanya menjadi barang yang dibuang begitu saja. Namun sampah dapat menjadi sumber daya dan dengan aplikasi ini masyarakat dapat membuat sampah menjadi berkah.

Menurutnya, tantangan yang paling sulit saat ini adalah bagaimana  menyadarkan masyarakat. Terutama tentang pentingnya menjaga lingkungan dan nilai dari sampah itu.

Namun dengan aplikasi SAMPUN ini, ia optimis, secara perlahan akan tumbuh kesadaran masyarakat akan sampah. Jika dikelola dengan baik, sampah bukan lagi sumber petaka melainkan bisa menjadi berkah.

“Saya pulang ke Lombok juga karena ingin bermanfaat bagi daerah dan masyarakat sendiri, ada kepuasan hakiki,” tuturnya.

AYA