Pemprov NTB Bahas Peluang Beasiswa Bersama Dubes Rusia

Kerja sama tidak hanya terbatas mengirimkan mahasiswa NTB belajar di Rusia. Bisa saja melalui pertukaran belajar mengajar antara pelajar, dosen, hingga profesor Rusia dan NTB

lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mewakili Gubernur NTB bersama rombongan tim beasiswa Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, melakukan pertemuan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, YM Lyudmila Georgievna Vorobieva, di Wisma Kedubes Rusia, Jl. Karet Pedurenan 1 Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (12/09) 2019.

Dalam brunch meeting tersebut, Hj. Niken dan Dubes Rusia mendiskusikan beragam potensi kerja sama antara Provinsi NTB dengan Rusia.

Mulai dari kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, hingga peluang kerja sama kota kembar (sister city).

Dubes Rusia mendapat penjelasan dari Hj Niken, Pemprov NTB punya program beasiswa pendidikan anak-anak NTB, ke banyak negara di dunia.

NTB sudah mengirimkan 237 mahasiswa-mahasiswi S1 hingga S3 ke sejumlah negara seperti Polandia, Cina dan Malaysia per September ini. Dan ke depan, akan terus menyusul lebih banyaka.

“Karenanya dari pertemuan ini, saya pikir sebuah peluang besar untuk bisa menjajaki potensi beasiswa ke Rusia,” ujar Hj. Niken, mengawali perbincangan dengan Dubes Rusia.

Menurut Hj. Niken, kuantitas dan kualitas universitas di Rusia yang tinggi, jadi alasan mengapa tim beasiswa LPP NTB tertarik mengirim anak-anak NTB ke negeri Beruang Merah itu.

“Banyaknya kampus berkualitas di Rusia, dikenal telah melahirkan inventor-inventor di berbagai bidang teknologi kelas dunia, menjadi daya tarik bagi kami. Selain itu juga terkait disiplin ilmu pertanian dan kebudayaan yang cukup maju dan bagus di sejumlah kampus ternama di Rusia. Kami semakin yakin untuk membuka jalan kerjasama di banyak bidang, selain pendidikan,” terang Hj Niken.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, YM Lyudmila mengaku merasa tersanjung, rombongan dari Provinsi NTB tahu begitu banyak soal Rusia, terutama terkait pendidikan, pertanian dan kebudayaannya.

“Saya merasa terkejut sekaligus tersanjung bahwa Rusia begitu dikenal di NTB, terutama di bidang pendidikan,” katanya.

Lyudmila mengatakan, memang banyak universitas di Rusia yang menerima mahasiswa-mahasiswi dari berbagai negara lain, termasuk dari Asia.

Contohnya pelajar dari Malaysia ada sekitar tiga ribu orang yang sedang belajar, di berbagai kampus di Rusia, berbasis skema komersial.

Sementara untuk Indonesia, sejauh ini, terdapat kuota sekitar 100 mahasiswa berbasis beasiswa yang belajar di Rusia.

“Dalam konteks program beasiswa NTB, peluang dan kesempatan untuk NTB sangat terbuka lebar,” ujar Dubes Lyudmila.

Dubes Lyudmila mengatakan, kerja sama tidak hanya terbatas mengirimkan mahasiswa NTB belajar di Rusia. Bisa saja melalui pertukaran belajar mengajar antara pelajar, dosen, hingga profesor Rusia dan NTB.

Termasuk kerja sama bidang penelitian antar kampus. Potensi kerjasama di multisektor mulai dari bidang akademik, kebudayaan hingga pertanian.

Dikkatakannya,  ada mahasiswa-mahasiswi dari Kuba yang belajar pertanian di banyak kampus di Rusia. Dari sana, potensi pertukaran kebudayaan pun terjadi sehingga turunan dari bidang pendidikan begitu banyak.

“Kesempatan-kesempatan seperti itu sangat realistis untuk kita buka juga dengan NTB. Tidak ada yang tak mungkin,” kata Glinkin Vitaly, Counsellor Kedubes Rusia sekaligus Direktur Pusat Ilmu dan Kebudayaan Rusia di Jakarta yang juga hadir dalam pertemuan.

Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti N.A.S mengatakan, dari pertemuan awal itu akan ditindaklanjuti secepatnya.

LPP NTB akan segera berkoordinasi dengan Pusat Ilmu dan Kebudayaan Rusia di Jakarta, untuk menentukan mekanisme kerja sama dan juga seleksi kampus-kampus di Rusia, yang memiliki potensi menjadi tujuan belajar para penerima beasiswa NTB.

Sri Hastuti berharap, melalui sistem, skema dan mekanisme yang tepat, resmi dan ideal dapat segera merealisasikan peluang kerja sama ini secepat mungkin.

Dubes Rusia dan jajarannya sangat terbuka terhadap niat dan rencana itu. Kampus-kampus di Rusia pun juga banyak yang menyediakan kuota beasiswa untuk pelajar asing, sebagaimana tadi disebutkan.

“Apalagi biaya hidup di Rusia termasuk relatif terjangkau. Kami optimis akan segera ada pelajar NTB yang kuliah mengambil tingkat S1 hingga Doktoral (S3) di Rusia,” terang Sri Hastuti.

AYA/HmsNTB

 




Di Rakornas Pariwisata ke-III 2019, Wagub Paparkan Potensi Pariwisata NTB

Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah

“Ditetapkannya Rinjani dan SAMOTA sebagai cagar biosfer dunia, keharusan bagi kami di NTB untuk sungguh-sungguh memperhatikan lingkungan”

lombokjournal.com–

JAKARTA  ;  Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mendapatkan kesempatan memaparkan potensi pariwisata NTB di hadapan ratusan peserta Rakornas Pariwisata ke-III tahun 2019, Rabu  (11/09) 2019, di Ballroom Swiss Hotel PIK Avenue Jakarta.

Dalam paparannya dijelaskan, Mandalika yang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas nasional saat ini terus bergerak menyelesaikan dan melengkapi berbagai infrastruktur serta fasilitas penunjang lainnya.

Apalagi Mandalika akan menjadi lokasi balap motor paling bergengsi di dunia: MotoGP pada tahun 2021.

“Salah satu infrastruktur yang saat ini terus dikebut pengerjaannya yaitu Sirkuit Mandalika. Hal ini mengingat, sirkuit Mandalika nantinya akan digunakan sebagai lokasi perhelatan MotoGP 2021,” jelas Wagub.

Dikatakannya, sejumlah usaha yang dilakukan oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mensukseskan pembangunan Mandalika.

Usaha itu yaitu penambahan kapasitas bandara internasional Zainuddin Abdul Madjid, penyediaan infrastruktur ICT, penyediaan sarana dan kesiapsiagaan mitigasi bencana, manajemen galian C dan standar galian, pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja terampil, peningkatan kualitas akomodasi, atraksi, dan pelayanan wisata serta manajemen transportasi.

“Sirkuit Mandalika memiliki panjang lintasan 4,32 Km dengan 93,2 ribu kursi serta area terbuka untuk 138,7 ribu penonton.

Sementara itu, bypass yang akan dibangun dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sampai ke Mandalika sepanjang 17 Km yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020. Pelabuhan Gili Mas Sekotong juga telah siap beroperasi mulai awal tahun 2020,” paparnya.

Selain Mandalika, Wagub yang juga ketua BKOW NTB ini memaparkan tentang dua cagar biosfer dunia yang dimiliki NTB yaitu Rinjani dan SAMOTA.

“Ditetapkannya Rinjani dan SAMOTA sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO, maka keharusan bagi kami di NTB untuk sungguh-sungguh memperhatikan lingkungan,” tegasnya.

Ditegaskannya, menjadikan kebersihan itu menjadi program prioritas melalui program Zero Waste.

“Program Zero Waste ini kami betul-betul masifkan di NTB. Karena kami sadar betul bahwa penanganan sampah ini menjadi sangat krusial dan sangan penting didalam membangun Lombok dan Sumbawa,” jelasnya.

Desa-desa di NTB juga didorong untuk membentuk bank sampah. Terlebih, di 100 desa wisata prioritas yang telah ditentukan.

“Desa wisata yang kami bangun di NTB dibagi kedalam 6 kategori yaitu 9 desa wisata Ekraf, 14 desa wisata budaya, 24 desa wisata alam, 18 desa wisata agro, dan 34 desa wisata bahari,” sebutnya.

Rakornas Pariwisata ke-III tahun 2019 yang berlangsung dari 10-11 September 2019 ini mengangkat tema “Pengembangan 5 (lima) Destinasi Pariwisata Super Prioritas”.

Hadir membuka Rakornas adalah Menteri Pariwisata RI Bapak Arif Yahya.

Memanjakan wisatawan

Sektor pariwisata menjadi salah satu unggulan yang dimiliki oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Alamnya yang indah, terbentang dari ujung Ampenan sampai ujung Sape menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang menikmatinya.

Berbagai event berskala nasional maupun internasional kerap kali dilaksanakan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pariwisata juga telah memasukkan Mandalika Lombok sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional yang diistilakan dengan 10 Bali Baru.

Dari 10 destinasi prioritas ini, diturunkan kembali menjadi 5 destinasi yang disebut sebagai destinasi Super Prioritas. Mandalika termasuk juga di dalamnya.

Pesona pariwisata di Bumi Gora ini nantinya akan semakin memanjakan para wisatawan.

AYA/HmsNTB




Gubernur Nilai Temuan Ombudsman Wajar, Mungkin Belum Tahu Cerita Lengkapnya

Nggak ada niat misalnya untuk jual manusia, (Dugaan) human trafiking terlampau jauh. Kalau ada prosedur yang kurang benar kita perbaiki”

MATARAM.lombokjournal.com —  Temuan hasil investigasi Ombudsman RI Perwakilan NTB, terkait dugaan penyimpangan administrasi dalam pengiriman pelajar NTB ke Korea Selatan, ditanggapi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Terkait temuat tersebut, Gubernur Zul menganggapnya hal yang wajar, itu disebabkan kemungkinan Ombudsman tidak mengetahui cerita lengkapnya

“Mungkin Ombudsman tidak mengetahui kelengkapan ceritanya,” kata Gubernur membela diri pada Selasa (10/09) 2019.

Hasil investigasi Ombudsman pelaksanaan pengiriman peserta program pendidikan lanjutan tenaga kesehatan dari jenjang D3 ke S1 ke Universitas Chodang diikuti 18 calon mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di NTB.

Pengiriman calon mahasiswa ini direncanakan untuk mengikuti pendidikan medical management yang sebenarnya proses perkuliahannya baru akan dimulai pada September 2019.

Program pengiriman calon mahasiswa itu  ke Universitas Chodang, Korea Selatan yang terletak di Muan, Jeolla Selatan, baru berdasarkan Letter of Intent (LoI) antara Gubernur NTB dan President Univesrsity of Chodang yang ditandatangani di Mataram, 29 Januari 2019.

Namun faktanya meskipun belum terbit Perjanjian Kerjasama, 18 calon mahasiswa ini justru telah diberangkatkan ke Korea Selatan pada Maret 2019.

Padahal dalam skema jadwal kuliah, perkuliahan baru akan dimulai pada September 2019. Pemberangkatan lebih awal dimaksud bertujuan memberikan kesempatan kepada para calon mahasiswa untuk memperdalam bahasa Korea.

Apalagi beberapa calon mahasiswa mulai merasakan adanya perbedaan antara fakta dan janji dalam proses persiapan kuliah hingga perkuliahan.

Dari sinilah polemik dan kesimpangsiuran opini serta informasi di media massa berkembang.

Jangan takut salah

“Saya kira rekomendasi Ombudsman untuk lebih berhati-hati saya kira wajar saja dan kita memberikan apresiasi. Tapi kita  jangan takut salah juga,” jelas Gubernur.

Pengiriman beasiswa ke Korea sebenarnya tidak hanya keinginan mahasiswa kuliah keluar negeri, termasuk jika ada orang punya niat baik tentu Pemda menampung rencana kerja sama tersebut.

Jika dalam perjalanan ada yang tidak sesuai harapan dengan kenyataan, Pemprov NTB akan mencoba perbaiki meknisme selanjutnya melihat apa kekurangan.

“Nah yang konyol kalau kebetulan langsung dikaitkan dengan penjualan manusia itu terlalu jauh,” sesal gubernur.

Gubernur mengajak semua pihak menjaga konduksifitas daerah jangan sampai  membuat kesan satu tahun  kepemimpinan gubernur baru membuat gaduh. Padahal menurutnya itu masalah yang tidak besar.

“Nggak ada niat misalnya untuk jual manusia human trafiking terlampau jauh. Kalau ada prosedur yang kurang benar kita perbaiki,” jelasnya.

Menurut gubernur, temuan Ombudsman itu jadi masukan yang baik. Bukan hanya Ombudsman tapi yang lain akan disikapi dengan baik.

“Kita berterimakasih pada Ombusman mudahan masyarakat menyadari kita punya Ombusman,” tambahnya.

Gubernur menjelaskan, yang mengurus maupun yang diurus tidak punya pengalaman internasional, sehingga Pemprov NTB meminta Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) mem-back up.

Perjalanan beasiswa ke depannya akan diurus LPP. Gubernur mencontohkan orang yang tidak pernah keluar negeri pasti akan merasakan kebingungan awalnya.

Mahasiswa itu yang tadinya makan di kampus tetapi kampus di luar negeri tidak menyediakan kantin untuk makan.

“Itu namanya terlantar? Padahal kan musim panas disana kan libur,” ujar gubernur.

Pemprov menyayangkan jangan sampai nanti ada program bagus namun rasa takut berlebihan sehingga kapok,  padahal peluang yang tersedia begitu banyak.

“Jadi teman-teman media  membantu jangan sampai ketidak benaran kalau terus terus di grecokin orang lama lama malah percaya pada info yang tidak benar,” katanya.

Sebetulnya program pengiriman pelajar NTB sudah dilakukan dari dulu termasuk sebelum ia menjadi Gubernur NTB namun justru yang ribut hanya hari ini saja.

“Saya sebelum jadi gubernur ngirim orang sekolah sudah banyak. Yang perlu prosedurnya itu karena ada kata bekerjanya, perlu diperbaiki lah jangan jadi trauma jangan karena nilai setitik rusak susu sebelenggu,” tegaas gubernur.

AYA/HmsNTB




Harga Semen Mahal, Disdag NTB Dan Ditreskrimsus Polda NTB Sidak Distributor

Semen saat ini sangat dibutuhkan terutama untuk bahan pembuatan rumah tahan gempa yang pembangunannya masih berlangsung

MATARAM.lombokjournal.com — Harga semen melebihi harga normal,  yakni di kisaran harga 80 ribu rupiah.

Mahalnya harga semen ditengarai akibat mahalnya biaya bongkar muat barang di pelabuhan

Karena itu, Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama dengan Ditreskrimsus Polda NTB melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa distributor semen di kota Mataram, Senin (09/09) 2019.

Kepala Dinas Perdagangan provinsi NTB Hj. Putu Selly Andayani bersama dengan Ditreskrimsus Polda NTB Bidang Industri Perdagangan melakukan sidak ke sejumlah distributor semen di wilayah Kota Mataram.

“Sidak semen ke sejumlah distributor tersebut  menindaklanjuti temuan fakta dilapangan, terkait harga semen yang di jual diatas harga normal yakni pada kisaran 80 ribu rupiah “Ujar Selly

Dikatakannya, setelah melakukan pengecekan  pihaknya menemukan beberapa faktor  yang menjadi pemicu melonjaknya harga semen. Salah satunya,  mahalnya biaya bongkar muat barang di pelabuhan Lembar (Lombok Barat).

Kasubdit Satu Bidang industri Dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Fery Jaya mengatakan, meski harga semen di atas harga normal, pihaknya belum menemukan adanya indikasi penimbunan oleh oknum distributor nakal di balik mahalnya harga semen.

Berdasarkan pantaun di lapangan, mahalnya harga semen saat ini murni karena terganggunya suplay semen dari produsen.

Seperti diketahui, mahalnya harga semen saat ini terjadi sejak dua minggu yang lalu. Karenanya, Polda NTB bersama dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB, akan terus melakukan pemantauan hingga harga semen mulai normal kembali.

Semen saat ini sangat dibutuhkan terutama untuk bahan pembuatan rumah tahan gempa yang pembangunannya masih berlangsung.

AYA

 




Memasuki September, 302 Desa Di NTB Alami Kekeringan

Kekeringan yang terjadi pada tahun 2019 ini lebih luas jika dibandingkan tahun 2018 lalu

MATARAM.lombokjournal.com —  Bencana kekeringan di Nusa Tenggara Barat tercatat semakin meluas, hingga September ini tercatat 302 desa se NTB mengalami kekeringan.

Dibandingkan tahun sebelumnya, di tahun 2018 peningkatan sebaran kekeringan cukup signifikan .

“Jika di tahun lalu tercatat 298   maka di tahun 2019 hingga september ini tercatat 302 desa se NTB mengalami kekeringan,  akibat musim kemarau yang melanda NTB semakin meluas. Dari sebelumnya 298 desa, kini bertambah menjadi 302 Desa,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  Ashanul Khalik Ahmad, Selasa (03/09) 2019.

Ahsanul Khalik mengatakan, hingga saat ini jumlah desa yang terdampak akibat kekeringan mencapai 302 desa

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD NTB di sembilan kabupaten kota, yang terdampak parah kekeringan terbanyak di kabupaten Lombok Tengah.

Data itu meliputi 83 desa di sembilan kecamatan dengan jumlah kepala keluarga yang terdampak mencapai 69,380 kk atau 273,967 jiwa.

Di posisi selanjutnya, Kabupaten Sumbawa dengan 42 desa di 17 kecamata,  dengan jumlah yang terdampak sebanyak 20,189 KK atau 80,765 jiwa. Kemudian disusul Kabupaten Lombok Timur dengan 37 desa di 7 kecamatan, dengan jumlah terdampak 42,546 kk atau 128,848 jiwa.

“Kabupaten Bima dengan 36 desa di 10 kecamatan  dengan jumlah sebanyak 4.190  kk atau 20,918 jiwa, Kabupaten Dompu dengan 33 desa di 8 kecamatan dengan jumlah terdampak 15,094 kk atau 48,717 jiwa,” terangnya.

Dampak kekeringan juga terjadi di Kabupaten Lombok Barat dengan 25 desa di 6 kecamatan dengan jumlah terdampak mencapai 16,246 kk atau 64,985 jiwa, dan Kabupaen Sumbawa Barat 13 kelurahan di 3 kecamatan dengan jumlah terdampak mencapai 2,414 kk atau 10,868 jiwa.

Ashanul khalik juga mengatakan, kekeringan yang terjadi pada tahun 2019 ini lebih luas jika dibandingkan tahun 2018 lalu.

Sebab kekeringan yang terjadi pada tahun ini jumlah masyarakat yang tedampak  lebih banyak, seperti yang terjadi di wilayah Lombok Timur, tepatnya di bagian selatan Lombok Timur, sehingga berdampak terhadap kondisi pertanian masyarakat.

Upaya yang dilakukan BPBD NTB dan instansi terkait dalam menghadapi kekeringan, selain menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan, yakni dengan membuat sumur Bor di beberapa wilayah yang menjadi langganan kekeringan.

AYA




Standing Applause Menggema di Pembukaan APGN 2019, Dengan Tarian Kolosal “3 Secrets of Rinjani”

Lalu Surya Wulawarman, sebagai kreator Tari “Tiga Rahasia Rinjani” itu mengaku bangga dan bahagia. Sebab ia tidak menyangka hasil karyanya itu mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para delegasi APGN

MaATARAM.lombokjournal.com  —   The 6th Asia Pasific Geopark Network Symposium resmi dibuka hari Senin (03/09) 2019.

Ratusan delegasi dari berbagai negara memenuhi Hall Rinjani Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, untuk mengikuti Opening Ceremony oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi NTB telah menyampaikan komitmennya untuk menyambut para tamu sebaik-baiknya.

Alhasil, komitmen yang lahir dari kerjasama apik berbagai kalangan mendapat standing applause dari ratusan delegasi yang hadir. Termasuk Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Anggota FKPD Provinsi NTB.

Pembukaan APGN 2019 ini memberi kesan mendalam bagi para peserta. Bahkan, para delegasi yang telah hadir di NTB sejak 31 Agustus 2019, memberikan standing applause kepada pemerintah provinsi dan seluruh pihak  yang terlibat dalam event internasional itu.

Standing applause tersebut diberikan para peserta atas pembukaan acara yang berlangsung meriah dengan ditampilkannya sebuah tarian kolosal dengan judul “3 Secrets of Rinjani” Karya Sutradara dan Koreografer NTB, Lalu Surya Wulawarman dari Sasak Dance.

Salah satu delegasi APGN dari Alireza Amrikazemi dari Iran, merasa kagum dengan acara pembukaan itu. APGN Advisory Commitee itu merasa apa yang ditampilkan dalam acara itu sebagai sebuah kejutan yang tidak disangka-sangka.

“Ini merupakan penampilan terbaik yang pernah saya lihat,” ungkapnya usai pembukaan sembari menyampaikan selamat kepada pemerintah provinsi dan seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan acara tersebut.

‘Tiga Rahasia Rinjani’

Lalu Surya Wulawarman, sebagai kreator Tari “Tiga Rahasia Rinjani” itu mengaku bangga dan bahagia. Sebab ia tidak menyangka hasil karyanya itu mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para delegasi APGN.

Bahkan ia mengaku terharu, karena selama ini belum pernah mendapatkan standing applause panjang atas karyanya. Apalagi, bentuk penghargaan tertinggi di luar negeri adalah standing applause.

“Baru saya merasakan lagi di Indonesia, di daerah sendiri,  di tanah kelahiran, dari Peserta APGN dari 34 negara, memberikan standing applause. Dan standing applausenya panjang,” ungkapnya saat diwawancara di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa NTB bisa menaklukkan dunia dengan menampilkan seluruh potensi dan kearifan lokal yang ada. Termasuk tradisi yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat, dapat ditampilkan dalam bentuk kekinian dengan tidak meninggalkan akar-akar tradisi yang ada.

“Ini penghargaan bagi NTB yang saat ini sedang menjadi tuan rumah APGN. Saya anggap NTB berhasil menjadi tuan rumah,” jelasnya

Ia juga menuturkan, Tarian “Tiga Rahasia Rinjani”, dengan lima adegan itu, menggambarkan masyarakat Sasak masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Dalam cerita itu, dikisahkan masyarakat Sasak yang senantiasa hidup bersanding dan bersahabat dengan alam sebagai sebuah kekuatan.

Mereka selalu mendaki Gunung Rinjani yang di dalamnya dipenuhi potensi dan keindahan alam yang luar biasa.

“Saya ingin mengangkat Rinjani ini dalam tiga prespektif,” jelasnya.

Pertama lanjutnya, Rinjani sebagai pusat energi bagi masyarakat. Ketika melihat Rinjani katanya, maka energi masyarakat itu langsung terbangun. Kedua adalah Rinjani sebagai pusat peradaban masyarakat. Yang ketiga lanjutnya adalah sebagai pusat vulkanologi.

“Kita ingin menunjukkan pada dunia bahwa Rinjani itu sangat luar biasa,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan menjadi tuan rumah APGN sangat berarti bagi masyarakat NTB. Meski satu tahun lalu dilanda gempa bumi, namun menjadi energi untuk bangkit.

BACA JUGA  ;  

APGN Symposium, Agenda Bersejarah Bagi Masyarakat NTB

“Jatuh tujuh kali, namun bangkit delapan kali,” tutur orang nomor satu di NTB itu di hadapan Presiden Global Geopark Network,  Mr. Nicholas Zaucus, Koordinator APGN,  Xiochi Jin dan Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO,  Prof. Arif Rahman.

Ia menambahkan, menjadi tuan rumah APGN merupakan momentum untuk menunjukkan pada dunia bahwa masyarakat NTB itu kuat.

AYA/HmsNTB




Peserta APGN Kagumi Karnaval Heritage Lombok Sumbawa

Selain n karnaval budaya, rangkaian karnaval juga menampilkan demo membuat Cerorot (jajanan khas Lombok)

MATARAM.lombokjournal.com —  Karnaval bertajuk Heritage Lombok Sumbawa, menyajikan beragam arakan budaya mulai dari Ampenan di Pulau Lombok hingga Sape Bima di Pulau Sumbawa, ditampilkan di jalan utama di ibukota Provinsi NTB di Mataram, Minggu (01/09) 2019.

Gelaran budaya tersebut menampilkan beragam seni budaya daerah. Mulai dari fashion tradisional, atraksi seni dan corak budaya semua etnis di NTB, hingga beragam kuliner dan kearifan lokal lainnya.

Kegiatan yang berlangsung sangat meriah itu dirangkai dengan Symposium Internasional Asia Pacific Geopark Network (APGN)  2019.

Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah membuka kegiatan itu, didampingi para bupati/Walikota se-NTB bersama jajarannya dan ribuan pengunjung masyarakat umum serta turist manca negara yang larut dalam kemeriahannya.

Tidak ketinggalan Prof.Dr. He Qingcheng selaku Koordinator APGN, Mr. Setsuya Nakada, Wakil Koordinator APGN, dan Mr. Tan Vn Tran, anggota APGN Advisory Committee, serta perwakilan peserta dari 30 Negara  di kawasan Asia Pasifik.

Mereka tampak sangat antusias menyaksikan tiap moment budaya atau atraksi dari para peserta karnaval.

Wagub mengatakan, karnaval budaya itu sebagai momentum untuk menunjukan bahwa NTB sangat indah.

NTB adalah salah satu tempat terindah tempat yang nyaman untuk dikunjungi dari seluruh dunia, kata wagub.

“Semoga seluruh dunia bisa melihat bahwa NTB siap menerima seluruh visitornya,” tutur Wagub yang mengenakan pakaian tradisional khas Lombok, Lambung.

Selain memukau penonton dengan karnaval budaya, rangkaian karnaval juga menampilkan demo membuat Cerorot (jajanan khas Lombok).

Cara pembuatan jajanan tradisional ini langsung dilakukan oleh Wagub Sitti Rohmi Djalilah, juga oleh para peserta APGN yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Tak hanya cara membuat, cara memakan jajanan ini juga dipraktekkan oleh Umi Rohmi di hadapan para peserta APGN.

Prof.Dr. HE QIENCHENG yang  hadir bersama puluhan delegasi peserta sidang UGG di acara tersebut menyatakan kagum dengan carnaval haritage tersebut.  Di awal acara ia bersama Wagub sempat ikut demo untuk membikin bungkus jajanan tradisional sasak “cerorot” yang terbuat dari Janur kuning.

Meski beberapa kali mencoba melilitkan janur membentuk lingkaran mengikuti arahan instruktur, Namun ia tidak berhasil membuatnya.

Saat mencicipi jajanan cerorot, Prof. He Qiencheng terlihat sangat menikmatinya, seraya berujar “so delicius”.

Ia juga mengaku sangat berterima kasih dan puas dengan  cara penerimaan di acara  yang menampilkan beragam seni budaya NTB itu.

Selain Prof. He Qiencheng, seorang peserta UGG dari Negara Thailand secara terbuka mengaku takjub dengan Lombok.

“Lombok is nice, very beautiful and good food”, ujarnya melalui microphone saat ditanya pembawa acara Bimo, yang disambut riuh tepuk tangan dari para hadirin.

Kebanggaan masyarakat NTB sebagai tuan rumah Symposium APGN juga membangkitkan optimisme akan kembali pulihnya pariwisata NTB pasca bencana gempa beberapa waktu lalu.

Terlebih dengan gelaran karnaval yang melibatkan ratusan orang dari beragam budaya yang dimiliki NTB diapresiasi juga oleh masyarakat internasional melalui kehadiran peserta symposium APGN sejak Sabtu (31/08.

“Saya merasa bangga dengan acara ini. Budaya kita yang luar biasa ini bisa ditunjukkan sebagai aset daerah dan negara. Harapan saya kita sama-sama  bekerjasama memulihkan pariwisata. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas kita sebagai masyarakat,” tutur Lalu Irfan, salah seorang warga masyarakat asal Mataram.

Penuturan serupa juga disampaikan Kepala Desa Labulie, Mahjat S.Pd yang ikut dalam karnaval bersama warganya.

Mahjat berharap, acara Symposium APGN dam rangkaian acaranya dapat menjadi pembuka untuk acara-acara internasional lainnya di NTB.

“Lewat rangkaian acara ini kami harapkan dapat membuat daerah kita bisa dipercaya oleh dunia untuk acara-acara besar lainnya dan pariwisata dari desa juga bisa mendunia,” tandasnya.

AYA/Diskominfotik




Peserta UGG Council & APGN-AC Terpesona Gili Trawangan

“Sebagaimana Bapak dan Ibu saksikan, taman laut di Gili Trawangan ini adalah yang terindah di Indonesia”

lombokjournal.com —

KLU   ;  Di sela-sela kesibukan mengikuti sidang, para peserta sidang Unesco Global Geopark (UGG) Council,  APGN  Advisory Committee  dari berbagai negara, mengaku kagum dengan Pulau Lombok yang indah dan aman, khususnya pesona Gili Trawangan.

Pulau kecil yang dikelilingi taman laut yang sangat indah serta pasir putih bak mutiara itu, memberikan kesan istimewa bagi para tamu. Mereka berharap bisa berkunjung lagi dalam suasana yang lebih rileks di masa yang akan datang.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar saat Welcome Dinner bersama para delegasi sidang Unesco Global Geopark (UGG) Council,  APGN  Advisory Committee dan para observer di Gili Terawangan, Sabtu malam (31/08) 2019 mengungkapkan, terdapat berbagai keunikan di sekitar Gili Trawangan.

Salah satunya adalah munculnya sumber air tawar di tengah laut.

“Sebagaimana Bapak dan Ibu saksikan, taman laut di Gili Trawangan ini adalah yang terindah di Indonesia,” terangnya.

Para peserta pertemuan, diharapkannya dapat menikmati suasana nyaman dan keindahan Gili Trawangan tersebut.

Bupati Najmul  menyadari,  di tengah agenda sidang UGG yang padat, mulai dari pagi hari hingga malam, tentu para tamu belum puas dapat menikmati seluruh sudut keindahan yang ada.

Bupati berharap para delegasi dapat kembali lagi mengunjungi wilayah Lombok Utara, dalam situasi yang lebih santai atau pun liburan bersama dengan keluarga dan teman dari masing-masing Negara.

Ia menyebut Lombok selain sangat indah, juga tempat yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Baik sekedar untuk rekreasi dan santai bersama keluarga maupun untuk kegiatan  berinvestasi.

BACA JUGA ; Belajar Kejujuran dari Sidang UGG Council Lombok NTB

“Masyarakat NTB sangat Wellcome untuk itu”, pungkasnya.

Pada acara wellcome dinner tersebut, para tamu selain disuguhi beragam menu masakan internasional hingga makanan khas sasak, juga dimeriahkan dengan sajian kesenian Rudat.

Atraksi ini adalah salah satu tarian tradisional yang gerakannya seperti pertunjukan pencak silat, ada gerakan memukul, menendang, memasang kuda-kuda dan menangkis. Tarian ini umumnya ditampilkan untuk penyambutan tamu dan acara-acara penting di masyarakat.

Tim Media APGN

 




Tiba di Trawangan, Peserta APGN 2019 Mengaku Takjub dengan Lombok

Usai rangkaian penyambutan, para ahli geologi yang termasuk dalam GGN Unesco ini diagendakan mengikuti sidang di bidang geopark dunia

KLU.lombokjournall.com — Pesona Gili serta tabuhan Gendang Beleq menyambut kedatangan peserta United Geopark Global (UGG) Council and APGN AC Metting  di Villa Hotel Lombok, Gili Trawangan, Kabupaten LombokUtara, Jumat (30/08) 2019.

Penampilan para penabuh gendang ini memukau perhatian para tamu undangan yang berasal dari berbagai negara tersebut.

Iringan Gendang Beleq dilanjutkan dengan pengalungan bunga merupakan tradisi khas NTB  untuk menyambut para tamu undangan yang berkunjung di NTB khususnya di pulau Lombok.

Kesenian musik tradisional dengan iringan tarian bermain penuh khidmat. Para delegasi negara  yang berasal dari belahan dunia, sangat terpukau menyaksikan persembahan musik selamat datang itu.

Kesenian ini disuguhkan saat para delegasi negara peserta 6th APGN Symposium 2019, memasuki kawasan wisata Gili Terawangan, dari penyeberangan awal di Teluk Nare.

Dalam perjalanan menuju Gili Trawangan para tamu didampingi Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar serta beberapa dari pihak kepolisian.

Menurut pengakuan salah satu peserta yang berasal dari Mesir, hal seperti ini merupakan yang paling berkesan baginya. Penyambutan dengan keramahan, serta dimanjakan dengan indahnya destinasi wisata Gili Trawangan,yang merupakan salah satu pilihan lokasi tepat untuk event internasional sekelas APGN.

Status Gili Trawangan  — saat NTB di bawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah –,dijadikan salah satu destinasi wisata yang masuk dalam program unggulan 99 Desa Wisata, yang beberapa bulan lalu resmi dilaunching oleh Kemendes-PDT bersama Pemda NTB.

Usai rangkaian penyambutan, para ahli geologi yang termasuk dalam GGN Unesco ini diagendakan mengikuti sidang di bidang geopark dunia.

Kegiatan UGG Council and APGN AC Meeting ini adalah salah satu kegiatan awal dalam rangkaian Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium 2019 yang rencana akan digelar dari tanggal 29 Agustus hingga 6 September 2019, NTB menjadi tuan rumah.

Sidang yang dihadiri oleh 20 perwakilan negara yang tergabung dalam GGN Unesco serta 41 observer baik dari dalam negeri maupun mancanegara ini, berlangsung khidmat dan lancar.

Itu terlihat dari bagaimana menariknya para ahli dibidang geologi ini adu argument, pandangan dan menggali teori-teori temuan-temuan yang mereka kuasai, yang ujungnya semua pandangan itu akan disatukan menjadi sebuah kesepakatan bersama.

AYA/HmsNTB

 




PDI-P NTB Tolak APBD 2020, Rachmat Hidayat Sesalkan Sikap Gubernur

“Yang dibacakan gubernur tidak sesuai dengan postur APBD, ini ada apa, jangan kita dianggap bodoh”

MATARAM.lombokjournal.com  —  PDI-P NTB menolak keras pembahasan Rancangan APBD Nusa Tenggara Barat tahun 2020 yang  amburadul.

Pembahasan tersebut terbilang sangat singkat dan dinilai tidak berkualitas. Karena ituu, Ketua DPD NTB Provinsi NTB, Rachmat Hidayat mengatakan banyak sekali masalah dalam APBD NTB 2020.

“Sikap PDI-P menolak RAPBD yang diajukan Pemerintah Daerah NTB. RAPBD yang amburadul, beberapa kali perubahan angka-angka, cara membahas tidak transparan, pejabat yang diajak tidak kredibel,” ujarnya di Kantor DPD PDIP NTB di Lingkar Selatan, Jumat, (30,08) 2019.

Rachmat mengatakan, kinerja APBD perubahan tersebut banyak pelanggaran-pelanggaran.

“Paling utama pembahasan mendadak dengan waktu singkat, kedua melanggar tata tertib,” ungkapnya.

Dia mengaku heran saat Gubernur NTB Zulkieflimansyah membacakan RAPBD, justru di hari yang sama dilakukan pemandangan umum oleh fraksi.

Ini justru aneh karena pemandangan umum dilakukan super cepat yang diindikasikan tanpa dipelajari terlebih dahulu RAPBD tersebut.

“Yang dibacakan gubernur tidak sesuai dengan postur APBD, ini ada apa jangan kita dianggap bodoh,” sesal Rahmat.

Rachmat mengaku dirinya telah ditelepon  Gubernur NTB  untuk bertanya soal pembahasan APBD perubahan tersebut, namun jawaban Gubernur NTB  menurutnya sangat mengecewakan.

Kemudian Rahmat mmenceritakan percapakannya dengan Gubernu ul.

“Zul telpon, saya katakan  APBD-mu amburadul, dia jawab saya enggak tahu bang. Seorang gubernur menjawab tidak tahu ini jangan main-main. Itu akibat dari salah menetapkan orang yang tidak sesuai kompetensinya. Ini sangat berbahaya apalagi dibahas kucing-kucingan,” tandasnya.

Karena itu Rahmat mempertannyan soal slogan yang kerap digembar-gemborkan.

“Apanya yang gemilang. Tidak usah kita tagih janji 100 hari, satu tahunnya enggak ada,” cecarnya.

Rachmat mensinyalir ada politik adu domba yang dilakukan Gubernur NTB Zulkieflimansyah terhadap gubernur pendahulunya. Ada kebijakan pendahulunya yang dihilangkan.

“Diduga Ada politik adu domba yang menghilangkan kebijakan pendahulu. Dia lupa pendahulunya punya pengikut,” tegasnya.

Lebih jauh dia menantang agar APBD 2020 untuk dibedah bersama rakyat. Dia juga akan melaporkan masalah tersebut pada Menteri Dalam Negeri.

“Saya akan sampaikan Menteri Dalam Negeri karena tidak mengikuti aturan,” serunya.

Rachmat mengatakan mestinya yang diajukan perhatian lebih pada APBD adalah penanganan gempa Lombok, bukan semata soal pendidikan.

“Akibat gempa saja belum bisa selesai, kok macem-macem,” ucapnya.

Anggota DPRD NTB Fraksi PDI-P, Ruslan Turmudzi, mengatakan PDI-P tidak bertanggungjawab pada APBD 2020. Dia mengatakan pembahasan APBD sangat bermasalah dan melanggar Peraturan Dalam Negeri.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil NTB juga menggelar aksi saat penetapan APBD 2020. Mereka mendesak tuntutan yang sama agar proses penetapan dihentikan karena APBD disinyalir sarat masalah.

Bahkan, Koalisi Masyarakat Sipil menilai jalan-jalan atau kunjungan kerja DPRD NTB ke luar negeri berbuntut singkatnya pembahasan APBD.

Pembahasan APBD yang terlalu singkat itu berbuntut panjang. Koalisi Masyarakat Sipiil menggugat Gubernur NTB, DPRD NTB hingga Mendagri ke pengadilan.

Me