Gubernur Nilai Temuan Ombudsman Wajar, Mungkin Belum Tahu Cerita Lengkapnya

Nggak ada niat misalnya untuk jual manusia, (Dugaan) human trafiking terlampau jauh. Kalau ada prosedur yang kurang benar kita perbaiki”

MATARAM.lombokjournal.com —  Temuan hasil investigasi Ombudsman RI Perwakilan NTB, terkait dugaan penyimpangan administrasi dalam pengiriman pelajar NTB ke Korea Selatan, ditanggapi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Terkait temuat tersebut, Gubernur Zul menganggapnya hal yang wajar, itu disebabkan kemungkinan Ombudsman tidak mengetahui cerita lengkapnya

“Mungkin Ombudsman tidak mengetahui kelengkapan ceritanya,” kata Gubernur membela diri pada Selasa (10/09) 2019.

Hasil investigasi Ombudsman pelaksanaan pengiriman peserta program pendidikan lanjutan tenaga kesehatan dari jenjang D3 ke S1 ke Universitas Chodang diikuti 18 calon mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di NTB.

Pengiriman calon mahasiswa ini direncanakan untuk mengikuti pendidikan medical management yang sebenarnya proses perkuliahannya baru akan dimulai pada September 2019.

Program pengiriman calon mahasiswa itu  ke Universitas Chodang, Korea Selatan yang terletak di Muan, Jeolla Selatan, baru berdasarkan Letter of Intent (LoI) antara Gubernur NTB dan President Univesrsity of Chodang yang ditandatangani di Mataram, 29 Januari 2019.

Namun faktanya meskipun belum terbit Perjanjian Kerjasama, 18 calon mahasiswa ini justru telah diberangkatkan ke Korea Selatan pada Maret 2019.

Padahal dalam skema jadwal kuliah, perkuliahan baru akan dimulai pada September 2019. Pemberangkatan lebih awal dimaksud bertujuan memberikan kesempatan kepada para calon mahasiswa untuk memperdalam bahasa Korea.

Apalagi beberapa calon mahasiswa mulai merasakan adanya perbedaan antara fakta dan janji dalam proses persiapan kuliah hingga perkuliahan.

Dari sinilah polemik dan kesimpangsiuran opini serta informasi di media massa berkembang.

Jangan takut salah

“Saya kira rekomendasi Ombudsman untuk lebih berhati-hati saya kira wajar saja dan kita memberikan apresiasi. Tapi kita  jangan takut salah juga,” jelas Gubernur.

Pengiriman beasiswa ke Korea sebenarnya tidak hanya keinginan mahasiswa kuliah keluar negeri, termasuk jika ada orang punya niat baik tentu Pemda menampung rencana kerja sama tersebut.

Jika dalam perjalanan ada yang tidak sesuai harapan dengan kenyataan, Pemprov NTB akan mencoba perbaiki meknisme selanjutnya melihat apa kekurangan.

“Nah yang konyol kalau kebetulan langsung dikaitkan dengan penjualan manusia itu terlalu jauh,” sesal gubernur.

Gubernur mengajak semua pihak menjaga konduksifitas daerah jangan sampai  membuat kesan satu tahun  kepemimpinan gubernur baru membuat gaduh. Padahal menurutnya itu masalah yang tidak besar.

“Nggak ada niat misalnya untuk jual manusia human trafiking terlampau jauh. Kalau ada prosedur yang kurang benar kita perbaiki,” jelasnya.

Menurut gubernur, temuan Ombudsman itu jadi masukan yang baik. Bukan hanya Ombudsman tapi yang lain akan disikapi dengan baik.

“Kita berterimakasih pada Ombusman mudahan masyarakat menyadari kita punya Ombusman,” tambahnya.

Gubernur menjelaskan, yang mengurus maupun yang diurus tidak punya pengalaman internasional, sehingga Pemprov NTB meminta Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) mem-back up.

Perjalanan beasiswa ke depannya akan diurus LPP. Gubernur mencontohkan orang yang tidak pernah keluar negeri pasti akan merasakan kebingungan awalnya.

Mahasiswa itu yang tadinya makan di kampus tetapi kampus di luar negeri tidak menyediakan kantin untuk makan.

“Itu namanya terlantar? Padahal kan musim panas disana kan libur,” ujar gubernur.

Pemprov menyayangkan jangan sampai nanti ada program bagus namun rasa takut berlebihan sehingga kapok,  padahal peluang yang tersedia begitu banyak.

“Jadi teman-teman media  membantu jangan sampai ketidak benaran kalau terus terus di grecokin orang lama lama malah percaya pada info yang tidak benar,” katanya.

Sebetulnya program pengiriman pelajar NTB sudah dilakukan dari dulu termasuk sebelum ia menjadi Gubernur NTB namun justru yang ribut hanya hari ini saja.

“Saya sebelum jadi gubernur ngirim orang sekolah sudah banyak. Yang perlu prosedurnya itu karena ada kata bekerjanya, perlu diperbaiki lah jangan jadi trauma jangan karena nilai setitik rusak susu sebelenggu,” tegaas gubernur.

AYA/HmsNTB




Harga Semen Mahal, Disdag NTB Dan Ditreskrimsus Polda NTB Sidak Distributor

Semen saat ini sangat dibutuhkan terutama untuk bahan pembuatan rumah tahan gempa yang pembangunannya masih berlangsung

MATARAM.lombokjournal.com — Harga semen melebihi harga normal,  yakni di kisaran harga 80 ribu rupiah.

Mahalnya harga semen ditengarai akibat mahalnya biaya bongkar muat barang di pelabuhan

Karena itu, Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama dengan Ditreskrimsus Polda NTB melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa distributor semen di kota Mataram, Senin (09/09) 2019.

Kepala Dinas Perdagangan provinsi NTB Hj. Putu Selly Andayani bersama dengan Ditreskrimsus Polda NTB Bidang Industri Perdagangan melakukan sidak ke sejumlah distributor semen di wilayah Kota Mataram.

“Sidak semen ke sejumlah distributor tersebut  menindaklanjuti temuan fakta dilapangan, terkait harga semen yang di jual diatas harga normal yakni pada kisaran 80 ribu rupiah “Ujar Selly

Dikatakannya, setelah melakukan pengecekan  pihaknya menemukan beberapa faktor  yang menjadi pemicu melonjaknya harga semen. Salah satunya,  mahalnya biaya bongkar muat barang di pelabuhan Lembar (Lombok Barat).

Kasubdit Satu Bidang industri Dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Fery Jaya mengatakan, meski harga semen di atas harga normal, pihaknya belum menemukan adanya indikasi penimbunan oleh oknum distributor nakal di balik mahalnya harga semen.

Berdasarkan pantaun di lapangan, mahalnya harga semen saat ini murni karena terganggunya suplay semen dari produsen.

Seperti diketahui, mahalnya harga semen saat ini terjadi sejak dua minggu yang lalu. Karenanya, Polda NTB bersama dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB, akan terus melakukan pemantauan hingga harga semen mulai normal kembali.

Semen saat ini sangat dibutuhkan terutama untuk bahan pembuatan rumah tahan gempa yang pembangunannya masih berlangsung.

AYA

 




Memasuki September, 302 Desa Di NTB Alami Kekeringan

Kekeringan yang terjadi pada tahun 2019 ini lebih luas jika dibandingkan tahun 2018 lalu

MATARAM.lombokjournal.com —  Bencana kekeringan di Nusa Tenggara Barat tercatat semakin meluas, hingga September ini tercatat 302 desa se NTB mengalami kekeringan.

Dibandingkan tahun sebelumnya, di tahun 2018 peningkatan sebaran kekeringan cukup signifikan .

“Jika di tahun lalu tercatat 298   maka di tahun 2019 hingga september ini tercatat 302 desa se NTB mengalami kekeringan,  akibat musim kemarau yang melanda NTB semakin meluas. Dari sebelumnya 298 desa, kini bertambah menjadi 302 Desa,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  Ashanul Khalik Ahmad, Selasa (03/09) 2019.

Ahsanul Khalik mengatakan, hingga saat ini jumlah desa yang terdampak akibat kekeringan mencapai 302 desa

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD NTB di sembilan kabupaten kota, yang terdampak parah kekeringan terbanyak di kabupaten Lombok Tengah.

Data itu meliputi 83 desa di sembilan kecamatan dengan jumlah kepala keluarga yang terdampak mencapai 69,380 kk atau 273,967 jiwa.

Di posisi selanjutnya, Kabupaten Sumbawa dengan 42 desa di 17 kecamata,  dengan jumlah yang terdampak sebanyak 20,189 KK atau 80,765 jiwa. Kemudian disusul Kabupaten Lombok Timur dengan 37 desa di 7 kecamatan, dengan jumlah terdampak 42,546 kk atau 128,848 jiwa.

“Kabupaten Bima dengan 36 desa di 10 kecamatan  dengan jumlah sebanyak 4.190  kk atau 20,918 jiwa, Kabupaten Dompu dengan 33 desa di 8 kecamatan dengan jumlah terdampak 15,094 kk atau 48,717 jiwa,” terangnya.

Dampak kekeringan juga terjadi di Kabupaten Lombok Barat dengan 25 desa di 6 kecamatan dengan jumlah terdampak mencapai 16,246 kk atau 64,985 jiwa, dan Kabupaen Sumbawa Barat 13 kelurahan di 3 kecamatan dengan jumlah terdampak mencapai 2,414 kk atau 10,868 jiwa.

Ashanul khalik juga mengatakan, kekeringan yang terjadi pada tahun 2019 ini lebih luas jika dibandingkan tahun 2018 lalu.

Sebab kekeringan yang terjadi pada tahun ini jumlah masyarakat yang tedampak  lebih banyak, seperti yang terjadi di wilayah Lombok Timur, tepatnya di bagian selatan Lombok Timur, sehingga berdampak terhadap kondisi pertanian masyarakat.

Upaya yang dilakukan BPBD NTB dan instansi terkait dalam menghadapi kekeringan, selain menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan, yakni dengan membuat sumur Bor di beberapa wilayah yang menjadi langganan kekeringan.

AYA




Standing Applause Menggema di Pembukaan APGN 2019, Dengan Tarian Kolosal “3 Secrets of Rinjani”

Lalu Surya Wulawarman, sebagai kreator Tari “Tiga Rahasia Rinjani” itu mengaku bangga dan bahagia. Sebab ia tidak menyangka hasil karyanya itu mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para delegasi APGN

MaATARAM.lombokjournal.com  —   The 6th Asia Pasific Geopark Network Symposium resmi dibuka hari Senin (03/09) 2019.

Ratusan delegasi dari berbagai negara memenuhi Hall Rinjani Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, untuk mengikuti Opening Ceremony oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi NTB telah menyampaikan komitmennya untuk menyambut para tamu sebaik-baiknya.

Alhasil, komitmen yang lahir dari kerjasama apik berbagai kalangan mendapat standing applause dari ratusan delegasi yang hadir. Termasuk Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Anggota FKPD Provinsi NTB.

Pembukaan APGN 2019 ini memberi kesan mendalam bagi para peserta. Bahkan, para delegasi yang telah hadir di NTB sejak 31 Agustus 2019, memberikan standing applause kepada pemerintah provinsi dan seluruh pihak  yang terlibat dalam event internasional itu.

Standing applause tersebut diberikan para peserta atas pembukaan acara yang berlangsung meriah dengan ditampilkannya sebuah tarian kolosal dengan judul “3 Secrets of Rinjani” Karya Sutradara dan Koreografer NTB, Lalu Surya Wulawarman dari Sasak Dance.

Salah satu delegasi APGN dari Alireza Amrikazemi dari Iran, merasa kagum dengan acara pembukaan itu. APGN Advisory Commitee itu merasa apa yang ditampilkan dalam acara itu sebagai sebuah kejutan yang tidak disangka-sangka.

“Ini merupakan penampilan terbaik yang pernah saya lihat,” ungkapnya usai pembukaan sembari menyampaikan selamat kepada pemerintah provinsi dan seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan acara tersebut.

‘Tiga Rahasia Rinjani’

Lalu Surya Wulawarman, sebagai kreator Tari “Tiga Rahasia Rinjani” itu mengaku bangga dan bahagia. Sebab ia tidak menyangka hasil karyanya itu mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para delegasi APGN.

Bahkan ia mengaku terharu, karena selama ini belum pernah mendapatkan standing applause panjang atas karyanya. Apalagi, bentuk penghargaan tertinggi di luar negeri adalah standing applause.

“Baru saya merasakan lagi di Indonesia, di daerah sendiri,  di tanah kelahiran, dari Peserta APGN dari 34 negara, memberikan standing applause. Dan standing applausenya panjang,” ungkapnya saat diwawancara di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa NTB bisa menaklukkan dunia dengan menampilkan seluruh potensi dan kearifan lokal yang ada. Termasuk tradisi yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat, dapat ditampilkan dalam bentuk kekinian dengan tidak meninggalkan akar-akar tradisi yang ada.

“Ini penghargaan bagi NTB yang saat ini sedang menjadi tuan rumah APGN. Saya anggap NTB berhasil menjadi tuan rumah,” jelasnya

Ia juga menuturkan, Tarian “Tiga Rahasia Rinjani”, dengan lima adegan itu, menggambarkan masyarakat Sasak masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Dalam cerita itu, dikisahkan masyarakat Sasak yang senantiasa hidup bersanding dan bersahabat dengan alam sebagai sebuah kekuatan.

Mereka selalu mendaki Gunung Rinjani yang di dalamnya dipenuhi potensi dan keindahan alam yang luar biasa.

“Saya ingin mengangkat Rinjani ini dalam tiga prespektif,” jelasnya.

Pertama lanjutnya, Rinjani sebagai pusat energi bagi masyarakat. Ketika melihat Rinjani katanya, maka energi masyarakat itu langsung terbangun. Kedua adalah Rinjani sebagai pusat peradaban masyarakat. Yang ketiga lanjutnya adalah sebagai pusat vulkanologi.

“Kita ingin menunjukkan pada dunia bahwa Rinjani itu sangat luar biasa,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan menjadi tuan rumah APGN sangat berarti bagi masyarakat NTB. Meski satu tahun lalu dilanda gempa bumi, namun menjadi energi untuk bangkit.

BACA JUGA  ;  

APGN Symposium, Agenda Bersejarah Bagi Masyarakat NTB

“Jatuh tujuh kali, namun bangkit delapan kali,” tutur orang nomor satu di NTB itu di hadapan Presiden Global Geopark Network,  Mr. Nicholas Zaucus, Koordinator APGN,  Xiochi Jin dan Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO,  Prof. Arif Rahman.

Ia menambahkan, menjadi tuan rumah APGN merupakan momentum untuk menunjukkan pada dunia bahwa masyarakat NTB itu kuat.

AYA/HmsNTB




Peserta APGN Kagumi Karnaval Heritage Lombok Sumbawa

Selain n karnaval budaya, rangkaian karnaval juga menampilkan demo membuat Cerorot (jajanan khas Lombok)

MATARAM.lombokjournal.com —  Karnaval bertajuk Heritage Lombok Sumbawa, menyajikan beragam arakan budaya mulai dari Ampenan di Pulau Lombok hingga Sape Bima di Pulau Sumbawa, ditampilkan di jalan utama di ibukota Provinsi NTB di Mataram, Minggu (01/09) 2019.

Gelaran budaya tersebut menampilkan beragam seni budaya daerah. Mulai dari fashion tradisional, atraksi seni dan corak budaya semua etnis di NTB, hingga beragam kuliner dan kearifan lokal lainnya.

Kegiatan yang berlangsung sangat meriah itu dirangkai dengan Symposium Internasional Asia Pacific Geopark Network (APGN)  2019.

Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah membuka kegiatan itu, didampingi para bupati/Walikota se-NTB bersama jajarannya dan ribuan pengunjung masyarakat umum serta turist manca negara yang larut dalam kemeriahannya.

Tidak ketinggalan Prof.Dr. He Qingcheng selaku Koordinator APGN, Mr. Setsuya Nakada, Wakil Koordinator APGN, dan Mr. Tan Vn Tran, anggota APGN Advisory Committee, serta perwakilan peserta dari 30 Negara  di kawasan Asia Pasifik.

Mereka tampak sangat antusias menyaksikan tiap moment budaya atau atraksi dari para peserta karnaval.

Wagub mengatakan, karnaval budaya itu sebagai momentum untuk menunjukan bahwa NTB sangat indah.

NTB adalah salah satu tempat terindah tempat yang nyaman untuk dikunjungi dari seluruh dunia, kata wagub.

“Semoga seluruh dunia bisa melihat bahwa NTB siap menerima seluruh visitornya,” tutur Wagub yang mengenakan pakaian tradisional khas Lombok, Lambung.

Selain memukau penonton dengan karnaval budaya, rangkaian karnaval juga menampilkan demo membuat Cerorot (jajanan khas Lombok).

Cara pembuatan jajanan tradisional ini langsung dilakukan oleh Wagub Sitti Rohmi Djalilah, juga oleh para peserta APGN yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Tak hanya cara membuat, cara memakan jajanan ini juga dipraktekkan oleh Umi Rohmi di hadapan para peserta APGN.

Prof.Dr. HE QIENCHENG yang  hadir bersama puluhan delegasi peserta sidang UGG di acara tersebut menyatakan kagum dengan carnaval haritage tersebut.  Di awal acara ia bersama Wagub sempat ikut demo untuk membikin bungkus jajanan tradisional sasak “cerorot” yang terbuat dari Janur kuning.

Meski beberapa kali mencoba melilitkan janur membentuk lingkaran mengikuti arahan instruktur, Namun ia tidak berhasil membuatnya.

Saat mencicipi jajanan cerorot, Prof. He Qiencheng terlihat sangat menikmatinya, seraya berujar “so delicius”.

Ia juga mengaku sangat berterima kasih dan puas dengan  cara penerimaan di acara  yang menampilkan beragam seni budaya NTB itu.

Selain Prof. He Qiencheng, seorang peserta UGG dari Negara Thailand secara terbuka mengaku takjub dengan Lombok.

“Lombok is nice, very beautiful and good food”, ujarnya melalui microphone saat ditanya pembawa acara Bimo, yang disambut riuh tepuk tangan dari para hadirin.

Kebanggaan masyarakat NTB sebagai tuan rumah Symposium APGN juga membangkitkan optimisme akan kembali pulihnya pariwisata NTB pasca bencana gempa beberapa waktu lalu.

Terlebih dengan gelaran karnaval yang melibatkan ratusan orang dari beragam budaya yang dimiliki NTB diapresiasi juga oleh masyarakat internasional melalui kehadiran peserta symposium APGN sejak Sabtu (31/08.

“Saya merasa bangga dengan acara ini. Budaya kita yang luar biasa ini bisa ditunjukkan sebagai aset daerah dan negara. Harapan saya kita sama-sama  bekerjasama memulihkan pariwisata. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas kita sebagai masyarakat,” tutur Lalu Irfan, salah seorang warga masyarakat asal Mataram.

Penuturan serupa juga disampaikan Kepala Desa Labulie, Mahjat S.Pd yang ikut dalam karnaval bersama warganya.

Mahjat berharap, acara Symposium APGN dam rangkaian acaranya dapat menjadi pembuka untuk acara-acara internasional lainnya di NTB.

“Lewat rangkaian acara ini kami harapkan dapat membuat daerah kita bisa dipercaya oleh dunia untuk acara-acara besar lainnya dan pariwisata dari desa juga bisa mendunia,” tandasnya.

AYA/Diskominfotik




Peserta UGG Council & APGN-AC Terpesona Gili Trawangan

“Sebagaimana Bapak dan Ibu saksikan, taman laut di Gili Trawangan ini adalah yang terindah di Indonesia”

lombokjournal.com —

KLU   ;  Di sela-sela kesibukan mengikuti sidang, para peserta sidang Unesco Global Geopark (UGG) Council,  APGN  Advisory Committee  dari berbagai negara, mengaku kagum dengan Pulau Lombok yang indah dan aman, khususnya pesona Gili Trawangan.

Pulau kecil yang dikelilingi taman laut yang sangat indah serta pasir putih bak mutiara itu, memberikan kesan istimewa bagi para tamu. Mereka berharap bisa berkunjung lagi dalam suasana yang lebih rileks di masa yang akan datang.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar saat Welcome Dinner bersama para delegasi sidang Unesco Global Geopark (UGG) Council,  APGN  Advisory Committee dan para observer di Gili Terawangan, Sabtu malam (31/08) 2019 mengungkapkan, terdapat berbagai keunikan di sekitar Gili Trawangan.

Salah satunya adalah munculnya sumber air tawar di tengah laut.

“Sebagaimana Bapak dan Ibu saksikan, taman laut di Gili Trawangan ini adalah yang terindah di Indonesia,” terangnya.

Para peserta pertemuan, diharapkannya dapat menikmati suasana nyaman dan keindahan Gili Trawangan tersebut.

Bupati Najmul  menyadari,  di tengah agenda sidang UGG yang padat, mulai dari pagi hari hingga malam, tentu para tamu belum puas dapat menikmati seluruh sudut keindahan yang ada.

Bupati berharap para delegasi dapat kembali lagi mengunjungi wilayah Lombok Utara, dalam situasi yang lebih santai atau pun liburan bersama dengan keluarga dan teman dari masing-masing Negara.

Ia menyebut Lombok selain sangat indah, juga tempat yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Baik sekedar untuk rekreasi dan santai bersama keluarga maupun untuk kegiatan  berinvestasi.

BACA JUGA ; Belajar Kejujuran dari Sidang UGG Council Lombok NTB

“Masyarakat NTB sangat Wellcome untuk itu”, pungkasnya.

Pada acara wellcome dinner tersebut, para tamu selain disuguhi beragam menu masakan internasional hingga makanan khas sasak, juga dimeriahkan dengan sajian kesenian Rudat.

Atraksi ini adalah salah satu tarian tradisional yang gerakannya seperti pertunjukan pencak silat, ada gerakan memukul, menendang, memasang kuda-kuda dan menangkis. Tarian ini umumnya ditampilkan untuk penyambutan tamu dan acara-acara penting di masyarakat.

Tim Media APGN

 




Tiba di Trawangan, Peserta APGN 2019 Mengaku Takjub dengan Lombok

Usai rangkaian penyambutan, para ahli geologi yang termasuk dalam GGN Unesco ini diagendakan mengikuti sidang di bidang geopark dunia

KLU.lombokjournall.com — Pesona Gili serta tabuhan Gendang Beleq menyambut kedatangan peserta United Geopark Global (UGG) Council and APGN AC Metting  di Villa Hotel Lombok, Gili Trawangan, Kabupaten LombokUtara, Jumat (30/08) 2019.

Penampilan para penabuh gendang ini memukau perhatian para tamu undangan yang berasal dari berbagai negara tersebut.

Iringan Gendang Beleq dilanjutkan dengan pengalungan bunga merupakan tradisi khas NTB  untuk menyambut para tamu undangan yang berkunjung di NTB khususnya di pulau Lombok.

Kesenian musik tradisional dengan iringan tarian bermain penuh khidmat. Para delegasi negara  yang berasal dari belahan dunia, sangat terpukau menyaksikan persembahan musik selamat datang itu.

Kesenian ini disuguhkan saat para delegasi negara peserta 6th APGN Symposium 2019, memasuki kawasan wisata Gili Terawangan, dari penyeberangan awal di Teluk Nare.

Dalam perjalanan menuju Gili Trawangan para tamu didampingi Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar serta beberapa dari pihak kepolisian.

Menurut pengakuan salah satu peserta yang berasal dari Mesir, hal seperti ini merupakan yang paling berkesan baginya. Penyambutan dengan keramahan, serta dimanjakan dengan indahnya destinasi wisata Gili Trawangan,yang merupakan salah satu pilihan lokasi tepat untuk event internasional sekelas APGN.

Status Gili Trawangan  — saat NTB di bawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah –,dijadikan salah satu destinasi wisata yang masuk dalam program unggulan 99 Desa Wisata, yang beberapa bulan lalu resmi dilaunching oleh Kemendes-PDT bersama Pemda NTB.

Usai rangkaian penyambutan, para ahli geologi yang termasuk dalam GGN Unesco ini diagendakan mengikuti sidang di bidang geopark dunia.

Kegiatan UGG Council and APGN AC Meeting ini adalah salah satu kegiatan awal dalam rangkaian Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium 2019 yang rencana akan digelar dari tanggal 29 Agustus hingga 6 September 2019, NTB menjadi tuan rumah.

Sidang yang dihadiri oleh 20 perwakilan negara yang tergabung dalam GGN Unesco serta 41 observer baik dari dalam negeri maupun mancanegara ini, berlangsung khidmat dan lancar.

Itu terlihat dari bagaimana menariknya para ahli dibidang geologi ini adu argument, pandangan dan menggali teori-teori temuan-temuan yang mereka kuasai, yang ujungnya semua pandangan itu akan disatukan menjadi sebuah kesepakatan bersama.

AYA/HmsNTB

 




PDI-P NTB Tolak APBD 2020, Rachmat Hidayat Sesalkan Sikap Gubernur

“Yang dibacakan gubernur tidak sesuai dengan postur APBD, ini ada apa, jangan kita dianggap bodoh”

MATARAM.lombokjournal.com  —  PDI-P NTB menolak keras pembahasan Rancangan APBD Nusa Tenggara Barat tahun 2020 yang  amburadul.

Pembahasan tersebut terbilang sangat singkat dan dinilai tidak berkualitas. Karena ituu, Ketua DPD NTB Provinsi NTB, Rachmat Hidayat mengatakan banyak sekali masalah dalam APBD NTB 2020.

“Sikap PDI-P menolak RAPBD yang diajukan Pemerintah Daerah NTB. RAPBD yang amburadul, beberapa kali perubahan angka-angka, cara membahas tidak transparan, pejabat yang diajak tidak kredibel,” ujarnya di Kantor DPD PDIP NTB di Lingkar Selatan, Jumat, (30,08) 2019.

Rachmat mengatakan, kinerja APBD perubahan tersebut banyak pelanggaran-pelanggaran.

“Paling utama pembahasan mendadak dengan waktu singkat, kedua melanggar tata tertib,” ungkapnya.

Dia mengaku heran saat Gubernur NTB Zulkieflimansyah membacakan RAPBD, justru di hari yang sama dilakukan pemandangan umum oleh fraksi.

Ini justru aneh karena pemandangan umum dilakukan super cepat yang diindikasikan tanpa dipelajari terlebih dahulu RAPBD tersebut.

“Yang dibacakan gubernur tidak sesuai dengan postur APBD, ini ada apa jangan kita dianggap bodoh,” sesal Rahmat.

Rachmat mengaku dirinya telah ditelepon  Gubernur NTB  untuk bertanya soal pembahasan APBD perubahan tersebut, namun jawaban Gubernur NTB  menurutnya sangat mengecewakan.

Kemudian Rahmat mmenceritakan percapakannya dengan Gubernu ul.

“Zul telpon, saya katakan  APBD-mu amburadul, dia jawab saya enggak tahu bang. Seorang gubernur menjawab tidak tahu ini jangan main-main. Itu akibat dari salah menetapkan orang yang tidak sesuai kompetensinya. Ini sangat berbahaya apalagi dibahas kucing-kucingan,” tandasnya.

Karena itu Rahmat mempertannyan soal slogan yang kerap digembar-gemborkan.

“Apanya yang gemilang. Tidak usah kita tagih janji 100 hari, satu tahunnya enggak ada,” cecarnya.

Rachmat mensinyalir ada politik adu domba yang dilakukan Gubernur NTB Zulkieflimansyah terhadap gubernur pendahulunya. Ada kebijakan pendahulunya yang dihilangkan.

“Diduga Ada politik adu domba yang menghilangkan kebijakan pendahulu. Dia lupa pendahulunya punya pengikut,” tegasnya.

Lebih jauh dia menantang agar APBD 2020 untuk dibedah bersama rakyat. Dia juga akan melaporkan masalah tersebut pada Menteri Dalam Negeri.

“Saya akan sampaikan Menteri Dalam Negeri karena tidak mengikuti aturan,” serunya.

Rachmat mengatakan mestinya yang diajukan perhatian lebih pada APBD adalah penanganan gempa Lombok, bukan semata soal pendidikan.

“Akibat gempa saja belum bisa selesai, kok macem-macem,” ucapnya.

Anggota DPRD NTB Fraksi PDI-P, Ruslan Turmudzi, mengatakan PDI-P tidak bertanggungjawab pada APBD 2020. Dia mengatakan pembahasan APBD sangat bermasalah dan melanggar Peraturan Dalam Negeri.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil NTB juga menggelar aksi saat penetapan APBD 2020. Mereka mendesak tuntutan yang sama agar proses penetapan dihentikan karena APBD disinyalir sarat masalah.

Bahkan, Koalisi Masyarakat Sipil menilai jalan-jalan atau kunjungan kerja DPRD NTB ke luar negeri berbuntut singkatnya pembahasan APBD.

Pembahasan APBD yang terlalu singkat itu berbuntut panjang. Koalisi Masyarakat Sipiil menggugat Gubernur NTB, DPRD NTB hingga Mendagri ke pengadilan.

Me




Program Zul-Rohmi Selaras Dengan Slogan ‘Lanjutkan Ikhtiar TGB’

Program yang sudah dikerjakan di masa Pemerintahan TGB tetap dilanjutkan,  dengan perbaikan dan cara yang berbeda

MATARAM.lombokjournal.com – Pjs Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H Iswandi menegaskan, program Zul-Rohmi tetap selaras dengan slogan ‘Lanjutkan Ikhtiar TGB’.

Penegasan Iswandi disampaikannya sebagai bantahan adanya anggapan dari salah seorang Anggota Dewan NTB menilai seakan ikhtiar TGB tenggelam lantaran program Zul-Rohmi.

Bahkan, program yang sempat dikatakan ‘dadakan dan tenggelam’ itu justru berbanding terbalik. Karena, program Zul-Rohmi kini semakin menguatkan hasil dari pekerjaan di pemerintahan sebelumnya.

“Jadi kalau ada kata tenggelamkan dan program dadakan saya rasa itu tidak benar adanya. Karena pemerintah terus berupaya melakukan hal yang terbaik bagi daerah,” ujar Iswandi,  Jum’at (30/08) 20119.

Nusa Tenggara Barat (NTB) dibawah kepemimpinan Gubernur H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah terbilang cukup bagus.

Berbagai hal terus digalakkan Pemerintah Provinsi NTB. Terlebih program-program unggulan Zul-Rohmi terus berjalan. Upaya yang dilakukan tak lain mewujudkan sebuah perubahan NTB yang lebih baik.

Ikhtiar mewujudkan NTB Gemilang menjadi fokus. Terlebih diperkuat lagi dengan pola yang baik. Yaitu mengedepankan sikap transparan, koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen.

Slogan ‘Lanjutkan Ikhtiar TGB’ (Mantan Gubernur NTB dua periode, TGH M Zainul Majdi) nampak semakin selaras dan diperkuat pada kepemimpinan Zul-Rohmi melalui program-program unggulannya.

Menurutnya, suatu pemerintahan dalam waktu yang berbeda memiliki tantangan dan prioritas yang berbeda pula. Namun semua bersifat kesinambungan dari pemerintahan sebelumnya.

Hal yang dikatakan pria yang dinobatkan sebagai Doktor Pertama Ilmu Pemerintahan di NTB itu bukan tanpa alasan. Ia memberikan salah satu contoh yakni mengenai pariwisata.

Dalam sepuluh tahun terakhir, Pemprov NTB meraih berbagai penghargaan dalam bidang kepariwisataan dengan banyak promosi.

Kemudian di pemerintahan saat ini kembali didorong melalui program Zero Waste (NTB Bebas Sampah). Ini semua kata dia, dihajatkan untuk menjadikan daerah tercinta sebagai wisata yang bersih.

Sehingga, Zero Waste diharapkan menjadi life style masyarakat dalam mendukung pembangunan kepariwisataan yang juga senada dengan wisata halal yang diraih oleh TGB.

“Ini contoh kecil akan keterkaitan program pariwisata era sebelumnya dengan era sekarang. Mari semua dengan peran dan kontribusi masing-masing bertindak untuk kita saling menguatkan. Masa-masa kompetisi politik sudah lewat dan sekarang kita fokus bekerja,” ajak H Iswandi.

Ditegaskannya, program yang sudah dikerjakan di masa Pemerintahan TGB akan tetap dilanjutkan. Namun tentunya dengan perbaikan dan cara yang berbeda, namun tujuannya jelas yakni lebih memantapkannya.

“Program yang ada tetap melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya (TGB). Tentu dengan perbaikan program dan cara yang berbeda. Jadi tidak benar dan keliru kalau dikatakan program dadakan,” tegasnya.

“Untui itu sekali lagi, mari kita saling menguatkan, bergandengan tangan dan menyatukan langkah mewujudkan apa yang menjadi ikhtiar kita bersama untuk daerah yang kita cintai ini,” demikian H Iswandi menambahkan.

Sebelumnya, hal senada juga disampaikan Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaedah. Ia menilai suatu kewajaran jika ada hal perbedaan dikepemimpinan sebelumnya dan saat ini.

Namun pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana mewujudkan NTB yang gemilang tentunya sebuah perubahan ke arah yang lebih baik, sembari diperkuat dengan program unggulan pada kepemimpinan saat ini.

AYA




DPRD NTB Setujui APBD Tahun Anggaran 2020

Badan Anggaran DRPD NTB menyetujui Raperda tentang APBD 2020 untuk dituangkan dalam berita acara persetujuan bersama, antara pimpinan DPRD dengan Gubernur NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Pembahasan Rancangan Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) NTB tahun anggaran 2020 dinilai telah melalui dinamika yang sangat menyita perhatian, konsentrasi, serta tenaga dan waktu.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengatakan itu dalam Rapat Paripurna keempat masa persidangan kedua DPRD Provinsi NTB tahun 2019, di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Nusa Tenggara Barat, Kamis (29/8/2019).

Rapat  Paripurna itu mengagendakan penyampaian laporan Badan Anggaran atas hasil pembahasan Raperda tentang APBD tahun anggaran 2020, dan Laporan Pansus III yang membahas Raperda tentang Perubahan Atas Perda no 11 tahun 2016 tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi NTB.

Kemudian dilanjutkan dengan keputusan DPRD NTB tentang persetujuan DPRD NTB terhadap Raperda tentang APBD tahun Anggaran 2020. Lalu diakhiri dengan pendapat akhir Gubernur NTB yang kali ini diwakili oleh Wakil Gubernur

Menurut wagub, semua ikhtiar tersebut telah dapat dirumuskan dalam satu pandangan dan komitmen yang sama.

“Yaitu bagaimana meyakinkan dan memastikan bahwa RAPBD yang telah kita bahas, rumuskan dan tetapkan Ini dapat menjadi APBD yang aspiratif, responsif, akseleratif, untuk mencapai tujuan NTB Gemilang pada tahun 2020 mendatang,” kata Wagub.

Wagub  berterima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota dewan atas komitmen, perhatian dan kesungguhannya selama proses pembahasan sampai dengan persetujuan ditetapkannya rancangan peraturan daerah ini.

“Semoga semangat kebersamaan yang selama ini kita bangun, mampu menjadi energi positif untuk melaksanakan berbagai tugas dan tanggung jawab, untuk pencapaian pembangunan NTB Gemilang,” tutur Wagub di hadapan anggota Dewan yang hadir.

Badan Anggaran DRPD NTB menyetujui Raperda tentang APBD 2020 untuk dituangkan dalam berita acara persetujuan bersama, antara pimpinan DPRD dengan Gubernur NTB setelah mendapatkan persetujuan anggota DPRD NTB dalam sidang paripurna tersebut.

Agenda sidang penyampaian laporan tersebut kemudian ditutup oleh Ketua DPRD Prov. NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH dengan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh perangkat OPD, karena dengan koordinasi yang baik nota anggaran bisa disahkan.

AYA/HmsNTB