Sektor Pendidikan Jadi Laporan Tertinggi, Ini Catatan Ombudsman NTB

karena sektor pendidikan menjadi isu yang masih dikaitkan dengan pendekatan politik

MATARAM.Lombokjournal.com — Sepanjang tahun 2019 Sektor pendidikan menjadi kasus yang paling  banyak dilaporkan masyarakat sepanjang tahun 2019.

Selain itu, sektor pertanahan, kepolisian, kesehatan serta kepegawaian juga masuk dalam substansi laporan tertinggi dalam catatan Ombudsman RI Perwakilan NTB.

Kepala Ombudsman RI, Adhar Hakim menjelaskan, sepanjang tahun 2019 Ombudsman RI perwakilan NTB mencatat lima substansi laporan tertinggi yang ditangani Ombudsman RI perwakilan NTB.

Lima substansi laporan tertinggi itu adalah sektor pendidikan sebanyak 40 laporan,  sektor pertanahan sebanyak 13 laporan, kepolisian 13 laporan, sektor kesehatan 12 laporan, dan sektor kepegawaian sebanyak 10 laporan,” ujar Adhar Hakim, Jum’at (03/01/2019).

Masih tingginya laporan di sektor pendidikan masih dilihat sebagai sebuah obyek yang menguntungkan secara personal maupun kelembagaan.

Menurut Adhar, hal itu disebabkan faktor keterbatasan mindset yang tidak berubah. Masih tingginya laporan di sektor pendidikan, karena sektor pendidikan menjadi isu yang masih dikaitkan dengan pendekatan politik.

Memang jumlah laporan pada sektor pendidikan turun dari tahun 2018 yang sebelumnya berjumlah 70 laporan turun menjadi 40 laporan pada tahun 2019, tapi tetap menduduki peringkat pertama dengan laporan terbanyak yang berkaitan dengan pungutan liar.

Seperti pemotongan beasiswa bidik misi, pemotongan beasiswa perogram Indonesia pintar pungutan uang prakerin serta uang komite.

“Selain itu pungutan liar yang juga kerap dilakukan pihak sekolah yakni pelaksanaan PPDB penahanan ijazah di sejumlah sekolah serta penjualan buku oleh guru atau sekolah,” ungkapnya.

AYA




Kapolda Nana Sudjana Pamitan Jadi Kapolda Metro Jaya

“Kemungkinan ancaman invasi saat ini mungkin belum ada, namun gangguan dalam bentuk lain untuk menjatuhkan bangsa dan negara adalah melalui peredaran gelap Narkoba”

MATARAM.lombokjournal.com —  Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, MM., berpamitan ke Batalyon Infanteri 742/SWY melanjutkan tugas yang baru sebagai Kapolda Metro Jaya di DKI Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kapolda NTB bersama rombongan pejabat utama Polda NTB.

Kapolda dan rombongan disambut Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Danyonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf I Putu Gede Suwardhana, serta  para Pamen jajaran Korem, di Aula Mako Yonif 742/SWY Gebang Mataram.

Danrem 162/WB mengaku bangga, dikunjungi Kapolda NTB yang berpamitan karena ada mutasi jabatan menjabat Kapolda Metro Jaya.

“Kami sangat bangga kepada Kapolda NTB karena baru kali ini terjadi dari jabatan Kapolda NTB langsung menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya,” ujarnya.

Danrem berharap, agar Kapolda diberikan kemudahan, kelancaran, kesuksesan serta amanah dan barokah dalam melaksanakan tugas baru sebagai Kapolda Metro Jaya.

Kapolda Nana Sudjana mengucapkan terimakasih kepada satuan Korem 162/WB dan jajaran atas kerjasama, soliditas dan sinergitasnya selama ia melaksanakan tugas di NTB.

Menurutnya, selama delapan bulan berada di NTB sudah mulai betah dan menikmati suasana di NTB karena situasi Kamtibmasnya relatif kondusif.

“Secara umum situasinya kondusif walaupun masih ada permasalahan-permasalahan namun  masih dapat kita atasi bersama. Ini berkat kerjasama, soliditas dan sinergitas TNI Polri. Namun karena tugas dan amanah yang dipercayakan sehingga harus pamitan dan bergeser ke Jakarta,” terang Nana Sudjana.

Meningkatkan kebersamaan

Pati Polri bintang dua itu berpesan, untuk menjaga dan meningkatkan kebersamaan, soliditas dan sinergitas yang sudah terjalin. Mnurutnya, TNI Polri adalah garda terdepan dan benteng terakhir bangsa dan Negara, dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.

“Kita punya Babinsa, Babinkamtibmas dan Kades, jika mereka bersatu dan bersinergi untuk merangkul tokoh masyarakat, tokoh agama dan mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak membiarkan konflik terjadi maka semua permasalahan bisa diatasi,” papar Kapolda.

Calon Kapolda Metro Jaya mengingatkan, untuk tetap mewaspadai radikalisme dan terorisme serta tindakan kriminal lainnya seperti Narkoba di wilayah NTB. Karena narkoba sebagai salah satu bentuk proxi war yang sudah masuk sampai ke desa-desa.

“Kemungkinan ancaman invasi saat ini mungkin belum ada, namun gangguan dalam bentuk lain untuk menjatuhkan bangsa dan negara adalah melalui peredaran gelap Narkoba yang dimasukan dari luar negeri untuk melemahkan daya pikir dan daya tangkal masyarakat,” ungkap Kapolda.

Ditekankan,  dibutuhkan kebersamaan, soliditas dan sinergitas mulai tingkat pimpinan hingga ke bawah yakni Babinsa dan Babinkamtibmas.

Usai memberikan sambutan dan pengarahan, acara dilanjutkan penyerahan cindera mata dari Kapolda NTB kepada Danyonif 742/SWY dan sebaliknya dari Danyonif 742/SWY kepada Kapolda NTB yang disambut dengan tepuk tangan dan yel-yel anggota Yonif 742/SWY.

Hadir dalam acara tersebut Kasrem 162/WB, Dansat Brimob Polda NTB, Kapolres Kota Mataram, Kabid Humas, Kabid Propam, DirBimas, Dir Sabara, Dir Pamopstib Polda NTB, para Pamen Korem dan Dan/Ka Satdisjan Korem 162/WB beserta anggota Yonif 742/SWY.

AYA




Satgas Zeni TNI Sukses Pulihkan NTB Pasca Gempa

Gubernur NTB sebenarnya meminta anggota Satgas di NTB sampai bulan Maret 2020 karena kinerja kalian sangat bagus. Namun Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., memiliki pertimbangan lain

LOBAR.lombokjournalcom —  Gubernur H Zulkieflimansyah mengaku seluruh personel Satgas rehabilitasi dan rekonstruksi Terpadu Batalyon Zeni TNI, telah melaksanakan tugas dengan semangat dan sukses.

Hal itu dikatakan Gubernur H. Zulkieflimansyah kepada wartawan, usai melepas Pasukan Batalyon Zeni TNI yang akan kembali ke induk satuannya, di Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat, Senin (30/12/2019),

“Hari ini, kita melepas satuan Zeni TNI yang akan kembali ke Kesatuannya dengan kepala tegak karena perang sudah berhasil kita menangkan,” ujarnya.

Menurutnya, perang fisik itu kelihatan lawannya, tetapi perang melawan ketakutan, perang melawan kekhawatiran dan perang melawan keputus asaaan sudah bisa ditaklukan, sehingga NTB sudah pulih sedemikian rupa seperti sedia kala.

“Jadi atas nama Pemerintah Daerah NTB mengatakan bahwa perang sudah bisa kita menengkan,” tegas Gubernur NTB.

Terkait dengan rumah yang belum dilakukan rehab rekon, Gubernur NTB mengatakan, itu hanya permasalahan waktu, tentu ada data-data yang harus disempurnakan karena itu menyangkut akuntabilitas.

Jangan sampai dibangun dan mengeluarkan dana tetapi harus ada kejelasan akuntabilitasnya dan ada prinsip kehati-hatian.

“Tapi semua harus yakin semua akan indah pada waktunya,” katanya.

Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos., menyampaikan atas nama Pemerintah Provinsi mengucapkan terimakasih karena proses percepatan rehab rekon tidak lepas dari TNI selama di NTB.

“Dari 200 unit rumah yang sudah dikerjakan sebelumnya, sekarang sudah mencapai hampir 200 ribu unit rumah yang sudah dikerjakan,” terang Ahsanul Khalik.

Terpisah, perwakilan BNPB RI Mayjen TNI Komarudin Siregar minta maaf, karena Kepala BNPB RI Letnan Jenderal TNI Doni Monardo tidak bisa hadir untuk melepas para Prajurit Batalyon Zeni TNI, yang telah melaksanakan proses percepatan rehab rekon terpadu selama satu tahun di NTB.

Dijelaskannya, Gubernur NTB sebenarnya meminta anggota Satgas di NTB sampai bulan Maret 2020 karena kinerja kalian sangat bagus. Namun Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., memiliki pertimbangan lain mengingat prajurit sudah melaksanakan tugas selama satu tahun,

“Jadi harus ditarik dan kembali ke kesatuan masing-masing, sehingga Kepala BNPB RI dan Gubernur NTB loyal walaupun cinta kepada kalian,” papar mantan Pangdam IX/Udayanan tersebut.

Namun surat permohonan Gubernur NTB akan tetap disampaikan kepada Panglima TNI, dan berharap semoga penggantinya segera datang dan melaksanakan tugas sampai bulan Maret 2020.

Komarudin juga menyampaikan pesan, Kepala BNPB RI mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya dan rasa bangga yang tak terhingga kepada para Prajurit Batalyon Zeni TNI yang telah melaksanakan tugas dengan semangat dan sukses.

BACA JUGA  ;  Suasana Haru Warnai Pelepasan 1.000 Prajurit Satgas Zeni TNI

“Pesan tersebut agar disampaikan kepada Komandan satuan kalian masing-masing,” katanya.

Kepala BNPB RI Beri Dana Pembinaan 50 juta Kepada Masing-masing Kompi.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Bupati Lombok Utara, para Dandim jajaran Korem, Kapolres Lobar, Danyonif 742/SWY, Dan/Ka Satdisjan Korem  dan para undangan lainnya.

AYA/HmsNTB

 

 




Beach Clean Up Day, Dukung NTB Bebas Sampah 2024

“Tidak mungkin bisa  bergerak sendiri wujudkan NTB bebas sampah, harus ada sinergitas  dengan Kabupaten/Kota”

MATARAM.lombokjournal.com —  Muara selalu menjadi destinasi terakhir sampah, demikian juga Muara Pantai Taman Loang Baloq.

Daerah pesisir sebagai pilot project peluncuran gerakan Pilah Sampah dari Rumah oleh Wakil Gubernur, Hj Sitti Rohmi Djalillah, Jum’at (20/12/2019), tujuanya agar masyarakat memahami dampak membuang sampah sembarangan yang mengotori laut dan pantai.

Wagub Ummi Rohmi

Saat ini, sepanjang garis pantai Selatan Kota Mataram ini sedang berbenah sebagai destinasi wisata seperti di Pantai Penyu, Dusun Mapak atau Pantai Gading yang lebih dulu dikenal.

“Selain launching gerakan Pilah Sampah Dari Rumah, kami juga menggelar Beach Clean Up Day di Pantai Loang Baloq dan sekitarnya yang diikuti masyarakat, swasta dan lembaga pendidikan di Kecamatan Sekarbela,” ujar Camat Sekarbela, Cahya Samudra.

Masyarakat yang berpartisipasi di antaranya seperti Akbid Bhakti Kencana Tanjung Karang, Ponpes Al Intisor Bendega, SMP 17 Mataram, STIPAR, Hotel Vaganza, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unram dan lainnya.

Kelurahan Kekalik Indah, Kecamatan Sekarbela sendiri sebagai pilot project gerakan Pilah Sampah Dari Rumah, mendapatkan empat buah komposter atau alat pengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk alami.

“Residu (sampah yang tidak dapat terurai) yang banyak menumpuk di muara sungai di pesisir inilah yang kita coba bersihkan, dan mengajak warga untuk memilah sampah sejak dari rumah dan tidak membuang sembarangan, atau dikumpulkan di bank sampah untuk didaur ulang,” tambah Cahya.

Ia mendukung penuh gerakan Pilah Sampah Dari Rumah untuk program unggulan Zero Waste dan NTB Bebas Sampah 2024.

Dalam waktu hanya beberapa jam, hasil bersih bersih pantai terkumpul sebanyak 500 kilogram sampah residu dimulai sari daerah aliran sungai Kali Unus hingga muara Pantai Loang Baloq dan sekitarnya.

Pengumpul sampah terbanyak adalah tim Dinas Kesehatan Kota Mataram dengan 180 kilogram sampah.

Salah seorang partisipan dari SMU 2 Mataram, Ayu Nurani, mengaku mendapatkan 12 kilogram sampah residu hanya dalam waktu setengah jam saja di area pantai Loang Baloq bersama tiga orang temannya.

Wagub Ummi Rohmi dalam sambutannya mengatakan, kampanye yang masif tentang pentingnya memilah sampah ini sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan gerakan.

Target rumah tangga sebagai penghasil sampah terbesar merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota merubah perilaku warganya sebagai mitra pemerintah provinsi.

“Tidak mungkin bisa  bergerak sendiri wujudkan NTB bebas sampah, harus ada sinergitas  dengan Kabupaten/Kota, sejauh ini sampah rumah tangga menyumbang 80 persen sampah. Kota Mataram saja menghasilkan 300 ton per hari. Kalau sudah kampanye masif dilakukan baru kemudian mengaturnya dengan regulasi dan sistem, yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi,” ucap Umi Rohmi.

AYA/HmsNTB




Peringatan Ultah NTB Ke 61, NTB Bergerak Dari Pertanian Ke Nilai Tambah

“Industrialisasi bukan konsep yang mewah, sebenarnya kita harus mulai bergerak dari pertanian kepada peningkatan nilai tambah”

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi satu per satu stand beragam produk pangan, maupun kerajinan hingga pameran tanaman hortikultura produk lembaga, serta UKM dari berbagai kabupaten/kota.

Usai upacara peringatan HUT NTB ke 61, Selasa (17/12/2019) di Lapangan Bumi Gora, Gubernur Zul mengunjungi kegiatan expo tersebut, didampingi Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Penjabat Sekda NTB Dr. Ir. H. Iswandi, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dan sejumlah  Kepala OPD.

Bang Zul, panggilan akrab gubernur, kemudian mengunjungi stand UKM binaan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, FTA Center Surabaya dan Bank Indonesia NTB.

UKM binaan ini akan melakukan ekspor perdana dua produknya, yakni ekspor kopi robusta Lombok ke Korea Selatan, dan ekspor buah manggis Lombok ke China.

Menandai ekspor perdana itu, Gubernur dan Wakil Gubernur melakukan pemecahan kendi.

“Industrialisasi bukan konsep yang mewah, sebenarnya kita harus mulai bergerak dari pertanian kepada peningkatan nilai tambah,” jelas Bang Zul yang menekankan pentingnya industrialisasi.

Menurutnya, Industrialisasi diyakini mampu meningkatkan nilai tambah produk itu sendiri.

Provinsi NTB dinilainya sudah berani melakukan berbagai macam gebrakan, khususnya dalam hal industrialisasi. NTB kini memiliki mesin-mesin pengolah yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas.

“Bukan lagi sekedar manggis dan kopi, tapi harus produk-produk yang punya nilai tambah, misalnya kopi mulai diolah kemudian manggis mulai diolah, dan lain sebagainya itu disebut dengan industrialisasi,” terangnya.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah juga mengungkapkan hal sama. Ia berharap selain industrialisasi, program-program lain yang merupakan program unggulan juga mampu direalisasikan oleh Pemprov NTB.

“Industrialisasi jalan, zero waste step by step terimplementasi, hutan-hutan tertanami, revitalisasi posyandu jalan, desa wisata maju, kemudian kita punya NTB Satu Data juga,” ugkapnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Launching NTB Medical Tourism

Dengan launching NTB sebagai medical tourism, menjadikan daerah ini satu-satunya povinsi di Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai daerah tujuan wisata kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah melauching secara resmi NTB sebagai medical tourism, di Graha Mandalika RSUD Provinsi NTB di Dasan Cermen Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (14/12-2019).

Guberur Zul dan Direktur RSUD NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri

Saat itu Gubernur Zul didampingi Direktur RSUD NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Putri, serta disaksikan pejabat dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pariwisata,  serta ratusan pelaku industri jasa kesehatan dan  pariwisata lainnya.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB menegaskan, keindahan alam NTB yang memikat ditambah keramahtamahan masyarakatnya, didukung jasa pelayanan medis yang hangat dan menyenangkan serta senyum para petugasnya, dapat memberikan rasa nyaman dan bahagia kepada pasien.

Meninjau obat-obatan produksi IKM,

Sehingga dapat mendorong optimisme untuk segera sembuh.

“Dengan eksotisme alam di NTB, akan menghadirkan rasa bahagia dan kenyamanan bagi pasien. Harapan hidup dan sembuh itu lahir karena adanya kenyamanan,” tutur gubernur.

Di era  kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan saat ini, hampir tidak ada sesuatu yang tidak bisa direkayasa. Termasuk tidak ada penyakit yang tidak dapat dicarikan obatnya atau disembuhkan.

“Hanya kematian saja yang tidak dapat kita cegah,” tegas gubenur.

Gubernur Zul menilai, NTB sudah selayaknya menjalankan Wisata Medis. Selain karena alamnya yang Indah, juga  kesiapan pelayanan medis di hampir semua rumah sakit di NTB sudah sangat mendukung.

Kondisi ini memberikan optimisme kepada para pasien yang hendak datang berobat, tuturnya.

Pengobatan Radioterapi

Lauching wisata medis tersebut, juga diramaikan dengan gelar pameran produk-produk obat-obatan produksi IKM, seperti berbagai jenis Jamu dan beragam obat herbal serta peralatan medis/terapi berbasis kearifan lokal lainnya.

Rumah sakit terbesar milik masyarakat NTB sendiri menawarkan produk unggulannya berupa Pengobatan Radioterapi.

Layanan radioterapi itu didukung peralatan canggih dengan kapasitas layanan bisa mencapai 80 pasien sehari.  Bahkan CT Scan Simulator milik RSUD NTB tersebut  merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

Selain itu, pesawat sinar radioterapinya pun merupakan pesawat versi yang paling baru.

Rumahh sakit lainnya di Lombok tidak mau kalah.  Baik Rumah Sakit Swasta maupun miik Pemerintah ikut mengambil peran dalam acara launching tersebu.t dengan membuka stand dan memamerkan produk unggulan mereka.

Seperti Rumah Sakit Harapan Keluarga menawarkan produk jasa layanan unggulan berupa “treatment cuci darah”.

Demikian juga RS Risa Centra Medica dengan Baby SPA, dan produk kesehatan lainnya. Seluruhnya akan berkolaborasi dengan RSUD NTB sebagai fasilitator dalam program NTB Medical Tourism.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, menjelaskan, launching Medical Tourism ini merupakan langkah awal bagi Pemprov NTB.

Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia ASITA, dan berbagai Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta di Mataram, diharapkan dapat menjadikan Pariwisata di NTB semakin kuat.

Promosi akan gencar dilakukan di berbagai belahan dunia di bantu oleh stake holder terkait. Terlebih keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi super prioritas nasional. Apalagi di tahun 2021 i balap motor paling bergengsi didunia, MotoGP, akan digelar di Mandalika.

“Ini menjadi salah satu langkah kita untuk mewujudkan NTB Gemilang,” tandasnya.

Tak hanya produk medisnya saja, produk wisata yang ditawarkan juga telah dipersiapkan para guide medis untuk mendampingi para pasien Medical Tourism ini.

Setelah menyandang predikat World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination, kini NTB memulai langkah pertamanya mengembangkan Medical Tourism atau Wisata Medis.

AYA




Diingatkan, Modal Kesetiakawanan Sosial Untuk Membangun Daerah

Pembangunan kesejahteraan sosial diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS dalam menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama

MATARAM.lombokjournal.com – Semua komponen masyarakat diajak bersungguh-sungguh menanamkan jiwa kesetiakawanan sosial , sebagai modal untuk membangun daerah dan bangsa Indonesia.

“Kesetiakawanan sosial ini modal besar dan pilar kuat yang kita miliki. Tidak mungkin kita membangun NTB tanpa kebersamaan, kesetiakawanan, gotong royong dan  sinergiritas,,” ujar Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd  .

Ummi Rohmi mengatakannya saat memberikan sambutan pada Bulan Bakti Kesetiakawanan Sosial Nasional (BBKS), Bulan  Bhakti Karang Taruna (BBKT) dan Hut ke 61 tahun Provinsi NTB, Rabu (11/12/2019) di lapangan Islamic Center, Mataram.

Hari Kesetikawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2019 yang dirangkai dengan Jambore pilar-pilar pembangunan kesejahteraan Sosial, dengan mengusung tema “Kesetiakawanan Sosial Kuat, NTB Gemilang”.

Wagub memuji dan mengapresiasi seluruh pilar-pilar Kesos NTB, yang selama ini dinilainya banyak membantu program strategis NTB Gemilang seperti pembentukan Bank Sampah, Revitalisasi Posyandu dan Zero Waste di desa-desa.

“Dalam menggalakan NTB Zero Waste atau NTB Bersih, pendamping PKH terdepan mempelopori terbentuknya bank sampah bersama masyarakat,” ungkapnya.

Revitalisasi Posyandu menjadi Posyandu Keluarga yang menjadi pilar terdepan memproteksi masalahah-masalah kesehatan, sosial dan lingkungan di NTB, PKH memiliki peran penting mendorong dan meyakinkan masyarakat untuk berkunjung ke posyandu, jelas Ummi Rohmi.

“PR” yang masih harus disukseskan, dengn ribuan pilar-pilar kesejahteraan sosial  yang hadir adalah program Revitalisasi lebih dari 7000 Posyandu menjadi posyandu keluarga.

Yakni Posyandu yang terintegrasi melayani balita, remaja, dewasa, ibu-ibu hingga lansia.  Juga menggandeng bank sampah sebagai penggerak ekonomi keluarga.

“Masyarakat yang konsultasi dapat menukar dengan sampah, sampah ini dikelola oleh bank sampah untuk menghasilkan nilai ekonomis,” jelas Hj. Rohmi.

Wagub juga mengajak semua pihak belajar menghadapi bencana. Menurutnya, NTB adalah daerah rawan bencana.

Bencana bukan untuk ditakuti, namun bagaimana cara menghadapinya, ramah dengan bencana.Tagana yang berada hingga desa dan dusun harus maksimal memberikan edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat di desa-desa.

“Kita harus belajar menghadapi situasi ketika bencana, tindakan dan langkan yang dilakukan saat terjadi bencana,  sehingga harapannya Desa di NTB harus Tangguh Bencana,” ajak wagub.

Saling interaksi dan menolong

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Rachmat  Koesnadi mengingatkan, manusia lahir untuk saling memberi, menolong dan membantu sesama manusia tanpa ada rasa pamrih.

Dalam semua agama mengajarkan tentang esensi manusia sebagai mahluk sosial untuk saling interaksi dan menolong sesama mahluk hidup.

Rahmat Kusnadi mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pemrov NTB. Ia merasa bangga melihat penggiat kemanusia sejak awal apel perayaan HKSN begitu padu dan kompak.

Dengan modal kekompakan ini yang kita inginkan bersama, sehingga pelayanan kepada penerima manfaat soSial bisa cepat dan tepat.

“Kemensos RI sangat mengapresiasi dan bangga akan tugas saudara, saudari yang begitu mulia dan ihklas dalam memberikan pelayanan kesejahteraan social, khususnya dalam pelayanan korban bencana gempa bumi tahun 2018 yang lalu,” ucap Rachmat  Kusnadi.

Penyelenggaraan pembangunan bidang kesejahteraan sosial merupakan amanat UU Nomor 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial, menjadi tupoksi Kemesos sebagai leading sector.

Pembangunan kesejahteraan sosial diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS dalam menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama.

“Sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang setinggi-tingginya bisa tercapai,” jelasnya.

Kadis Sosial Provinsi NTB Dra. T. Wismaningsih D. menyampaikan rangkian kegiatan ini dimulai sejak Selasa (10/12) dan akan berakhir Kamis (12/12). Meliputi gerak jalan sehat, donor darah, pelayanan kesehatanan, pelayanan kesehatanan mata, pelayanan KB dari, penanaman pohon di IC, bersih lingkungan, Tagana go to school, Sosialisasi Narkoba dari BNN, pembagian sembako dan pembagian daging.

Kegiatan HKSN dan Jambore ini melibatkan 1.279 peserta yang terdiri dari pilar pilar kesejahteraan sosial. Seperti Tagana, TKSK, TPSM, LKSK, CSAR, Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia, Pelopor Perdamian, Penyuluh masyarakat, pengurus Karang Taruna Indonesua, SDM PKH yang terdiri dari pendamping, koordinator wilayah Kabupaten dan regional se-NTB hadir di halaman Islamic Center Kota Mataram NTB.

“Hadir juga keluarga penerima manfaat sampai 1.000 orang,”jelasnya di depan Kadis Sosial Kabupaten/kota se-NTB.

HKSN dan Jambore ini menurut Kadisos NTB, sebagai ajang untuk memperkuat komitmen pekerja sosial dalam memberikan pelayanan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga mewujudkan cita-cita kita bersama dalam bingkai NTB Gemilang.

AYA/HmsNTB




Wakil Gubernur Canangkan Gerakan Save Teluk Bima

“Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang”

BIMA.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mencanangkan Gerakan Save Teluk Bima, di Halaman Museum ASI Bima, Sabtu (07/12/2019).

Gerakan tersebut dimaksudkan untuk melestarikan dan menyelamatkan Teluk Bima bagi generasi masa depan. Gerakan tersebut salah satunya berupa penanaman pohon mangrove.

Teluk Bima merupakan sebuah teluk yang membentang mulai dari Lewa Mori, Kalaki, Oi Ni’u, Panda, Lawata, Ama Hami hingga Kolo dan sebagian kecamatan Soromandi dan Bolo, Kabupaten Bima.

Teluk ini dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut, wisata bahari, olahraga dayung, olahraga mancing, olahraga Jetski, wisata pantai, dan berbagai jenis kegiatan lainya.

Selain itu, di tengah-tengah teluk ini terdapat sebuah pulau kecil yang disebut Nisa To’i atau juga dikenal dengan nama Pulau Kambing.

Konon menurut cerita pada zaman dahulu, pulau kecil ini adalah tempat pelepasan kambing raja atau Sultan Bima sehingga dinamakan pulau kambing.

Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Rohmi itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan di sekitar.

“Betapa banyak potensi yang bisa kita angkat. Tapi jangan salah, kalau kita tidak barengi dengan rasa syukur,  dengan cara memeliharanya, maka dia akan sirna,” jelas Umi Rohmi di depan Walikota Bima, H. M. Lutfi, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi dan sejumlah kepala OPD Provinsi dan Kota Bima.

Teluk yang indah lanjutnya, akan hilang keindahannya apabila tidak dipelihara dan dilestarikan dengan baik. Begitu juga dengan laut, akan hilang keindahannya apabila telah rusak.

Maka, memelihara lingkungan itu tidak hanya menjadi kewajiban. Namun, menjadi kebutuhan bagi seluruh umat manusia.

“Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang,” jelas Ummi Rohmi.

Terkait dengan lingkungan kata Wagub, pemerintah provinsi menaruh perhatian serius. Termasuk katanya, pemerintah Kota Bima telah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga lingkungan.

Ia juga mendorong para orang tua untuk mengajarkan dan mendidik anak-anak mereka cara mencintai lingkungan sejak dini. Yaitu, mengajarkan cara menanam pohon serta menjaganya hinggu tumbuh besar.

“Save Teluk Bima ini membuka wacana, membuka kesempatan semua pihak untuk berkontribusi, berkolaborasi, melakukan penyelamatan di teluk itu,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Bima mengungkapkan Teluk Bima memiliki keindahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Di samping airnya yang tenang, teluk Bima juga didukung oleh infrastruktur jalan yang rata.

BACA JUGA  ;

Wagub Bersama Bupati Dan Walikota Bima, Tanam Pohon Cemara  dan Mangrove di Teluk Bima

Sehingga, inilah yang menjadi daya tarik para pecinta sepeda untuk menyelenggarakan event triatlon di kota tepian air itu. Ia berharap, semua pihak terus bersinergi untuk menjaga lingkungan, menyelamatkan generasi serta menyukseskan pembangunan.

Karena, potensi inti yang dikembangkan oleh pemerintah Kota Bima adalah pariwisata.

AYA/HmsNTB




Harus Mundur, ASN Yang Maju Jadi Calon Kepala Daerah

Dalam undang-undang no 5 tahun 2015 mengatur, jika ada ASN yang akan  mencalonkan diri menjadi pemimpin atau Kepala Daerah

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB mengingatkan kepada  Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mencalonkan diri  di Pilkada 2020 mendatang, segera membuat surat pemunduran diri.

“Sesuai Undang-Undang Pemilihan Umum, ASN yang maju mencalonkan diri baik melalui partai politik maupun independen harus mengundurkan diri,” ujar Ketua Bawaslu Provinsi, Khwuailid,  Sabtu (06/12/2019).

Selain meminta segera mengajukan surat mundur, Bawaslu juga ingatkan ASN tidak memanfaatkan program pemerintah untuk meningkatkan popularitas atau elektabilitas.

Perlu diketahui, saat ini sejumlah partai politik sudah memulai penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah baik dari kader internal maupun praktisi, birokrat, atau akademisi di luar partai.

Menurut Khuwailid, jika aturan untuk mengajukan surat pengunduran diri sebagai ASN ini merupakan mekanisme yang harus ditaati terlebih ASN itu bersifat aparatur yng tuganya memang melayani masyarakat pada umumnya.

“Ini  soal etis atau tidak etis,  mekanisme kepegawaian ini seperti apa ASN itu kan  bersifat aparatur artinya  dia tugasnya sebagai pelayan  masyarakat,” tegasnya.

Karena semua itu sudah tertuang dalam undang-undang no 5 tahun 2015 yang mengatur, jika ada ASN yang akan  mencalonkan diri menjadi pemimpin atau Kepala Daerah.

AYA




Menkes RI Puji Layanan RSUD NTB, Mendukung  Jadi Pusat Layanan Medical Tourism

Saya sudah lihat tadi fasilitas di RSUD Provinsi NTB ini, semua lengkap dan bisa memberi pelayanan yang baik untuk medical tourism”

MATARAM.lombokjournal.com – Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, SpRad tak hanya memuji inovasi layanan, kebersihan dan keasrian RSUD Provinsi NTB yang dinilainya sangat luar biasa, Namun sekaigus menyatakan dukungan dan support sepenuhnya untuk pengembangan sebagai pusat layanan medical tourism.

Melihat ruang bermain anak

Hal itu dikatakan dr Terawan usai melakukan kunjungan keliling di berbagai unit layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB di Dasan Cermen Mataram, Kamis (5/12-2019).

Mulai dari ruang bermain anak, ruang bersalin, ruang radioterapi dan sekaligus melihat langsung puluhan pasien yang sedang menjalani perawatan. Menkes RI itu menegaskan, sudah terbukti bahwa di NTB, rumah sakitnya sudah bagus.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kesehatan RI yang didampingi Direktur RUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Direktur Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, Dr. Evi Kustini Somawijaya, para dokter spesialis dan beberapa pejabat lingkup pemerintah Provinsi NTB.

“Dengan mengedepankan Inovasi jasa layanan kesehatan unggulan yang didukung dengan berbagai alat kesehatan yang canggih, RSUD NTB ke depan akan menjadi central rujukan kesehatan skala nasional maupun internasional,” ujarnya.

Karena itu, sudah layak dikembangkan sebagai pusat layanan kesehatan untuk medical tourism.

“Saya sudah lihat tadi fasilitas di RSUD Provinsi NTB ini, semua lengkap dan bisa memberi pelayanan yang baik untuk medical tourism,” tegas Menkes.

Dengan dukungan peralatan dan SDM yang memadai tersebut, Menkes Terawan tetap mendorong agar layanan kesehatan terus ditingkatkan.

“Masyarakat harus dilayani dengan sepenuh hati. Bekerja dengan ikhlas, dibarengi ketulusan hati untuk melayani. Semua pekerjaan harus dilandasi dengan doa dan penuh rasa syukur,” harap Menkes.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM mengatakan, menerapkan layanan yang terbaik merupakan ikhtiar bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.

Menyediakan alat-alat canggih untuk mendukung segala layanan kesehatan merupakan keharusan yang diwujudkan oleh RSUD NTB.

“Semua itu, untuk memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat,” katanya.

Dr. Hamzi menjelaskan, komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk meningkatkan layanan di bidang kesehatan menjadi ikhtiar bersama.

Apalagi mendapatkan support dari Kementerian Kesehatan. Dukungan itu, tentu mengutamakan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

AYA