Sekolah Diminta Ciptakan Suasana Belajar Mengajar Yang Bahagia

Kepala Sekolah mempunyai peranan dan tanggung jawab strategis bagi peningkatan sumber daya manusia di NTB. Kepala Sekolah juga dituntut agar dapat menjadi panutan yang baik bagi anak didiknya

MATARAM.lombokjournal.com  —   Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melantik sejumlah Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Jum’at (21/02/2020).

Sekolah diminta menciptakan suasana belajar mengajar yang bahagia.

“Harus diciptakan suasana belajar yang seperti pak Nadiem Makarim katakan, Merdeka Belajar. Lebih dari sekedar merdeka adalah suasana bahagia,” ujar Lalu Gita.

Dan kepada kepada para Kepala Sekolah yang dilantik, Sekda berharap mereka dapat mengemban amanah dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Sekda mengajak Kepala Sekolah serta seluruh tenaga pendidik turut serta dalam mengkampanyekan keenam misi Pemprov NTB.

Dengan demikian Sekda optimis visi NTB Gemilang dapat diwujudkan.

Dinas Dikbud dihmbu selalu meningkatkan pelatihan, pembekalan dan peningkatan kualitas kepada tenaga pendidik yang ada di NTB.

“Sesungguhnya jabatan Kepala Sekolah adalah jabatan strategis dan tanggung jawabnya besar,” sambungnya.

Lalu Gita menilai, Kepala Sekolah mempunyai peranan dan tanggung jawab strategis bagi peningkatan sumber daya manusia di NTB. Kepala Sekolah juga dituntut agar dapat menjadi panutan yang baik bagi anak didiknya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mewakili bapak Gubernur, mewakili ibu Wakil Gubernur saya mengucapkan selamat kepada bapak-bapak dan ibu yang baru dilantik, diambil sumpah dan mendapat amanah untuk memimpin di sekolah-sekolah penugasan,” ucap Sekda.

Kepala Sekolah yang dilantik antara lain Kepala SMKN 1 Pringgarata, Kepala SMKN 1 Seteluk, Kepala SMAN 1 Sekongkang, Kepala SMKN 1 Langgudu, Kepala SLBN 2 Praya, Kepala SMAN 1 Pelampang dan Kepala SMAN 1 Moyo Utara.

Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah ini juga diikuti oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dan Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB




Wagub Berharap, Investasi Plastic Brick Bisa Hadir di NTB

“Kami memang sedang membantu mendanai pembangunan ruang kelas dan sekolah yang rusak akibat gempa di NTB. Namun kami juga melihat peluang menghadirkan investasi teknologi pengolahan sampah plastik”

MATRAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., menerima audiensi Pelita Foundation bersama lembaga nirlaba internasional Australia, Classroom of Hope di ruang kerjanya, Kamis (20/02/2020)

Mereka menyampaikan rencana pembangunan enam ruang kelas percontohan dengan menggunakan bahan baku bata plastic, atau yang dikenal dengan teknologi plastic brick.

Mendengar hal tersebut, Wagub menyambut baik dan sangat antusias.

Bahkan Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi ini menginginkan agar teknologi ini tidak hanya untuk membangun ruang kelas percontohan untuk mengganti ruang kelas sementara pasca gempa, melainkan supaya teknologi ini juga bisa dihadirkan di NTB.

“Saya sangat antusias jika teknologi pengolah sampah ini sekalian dihadirkan di NTB sebagai investasi. Tidak hanya sebagai program bantuan perbaikan ruang kelas bagi sekolah yang terdampak gempa,” harapnya.

Ia menilai, teknologi pengolahan sampah ini akan lebih berperan besar dalam mengatasi persoalan sampah dan mendukung program Zero Waste, setelah sebelumnya inovasi energi dari sampah seperti dalam bentuk pellet dan teknologi pemanfaatan sampah lainnya telah lebih dulu ada.

Dalam wawancara secara terpisah, salah satu pendiri organisasi Classroom of Hope, Duncan Ward, bekerjasama dengan Yayasan Pelita akan membangun enam ruang kelas percontohan dengan menggunakan bahan baku bata plastik.

Ia mengatakan, bahan baku bata plastik ini sudah banyak dipergunakan di negara lain seperti Afrika Selatan dan Kolombia.

Selain tahan hingga 5000 tahun, bahan baku bata plastik ini juga ramah lingkungan, tahan api dan sangat mudah dikerjakan. Oleh karena itu, teknologi bata plastik ini juga direkomendasikan oleh Unicef sebagai program bantuan sosial.

Di NTB sendiri, program yang disebut Pop Up School itu selain mendanai pembangunannya, pihaknya juga memperkenalkan teknologi ini dalam upaya kerjasama investasi.

“Kami memang sedang membantu mendanai pembangunan ruang kelas dan sekolah yang rusak akibat gempa di NTB. Namun kami juga melihat peluang menghadirkan investasi teknologi pengolahan sampah plastik,” terang Duncan.

Dikatakan Duncan, NTB dipilih setelah Jawa Barat karena potensi dan prioritas pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan seperti Zero Waste sangat mendukung dalam mengenalkan teknologi ini. Jika terwujud, pabrik bata plastik akan menjadi yang pertama di Asia.

Sementara itu, Satriawan Amri, CEO Pelita Foundation Lombok mengatakan, kerja sama dengan banyak relawan internasional ini adalah upaya mendanai program sosial yayasannya.

Selain pendidikan ada pula pemberdayaan bagi perempuan dan anak dengan memberikan keterampilan dan edukasi yang memadai dari donator seluruh dunia.

Selama tahun 2019 lalu sudah ada 120 ruang kelas sementara yang dibangun di Lombok Utara dan enam kelas percontohan menggunakan bata plastik ini diharapkan dapat menggantikan kelas sementara menjadi permanen.

”Khusus pembangunan ruang kelas permanen menggunakan bata plastik ini, Pelita Foundation bekerjasama dengan Classrom of Hope,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Wapres; Khilafah Bukan Ditolak Tapi Tertolak Di Indonesia

”Khilafah tidak ditolak tapi tertolak. Kalau ditolak, bisa masuk baru ditolak. Kalau tertolak tidak bisa masuk karena kita sudah punya kesepakatan,  yaitu sebagai NKRI”

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin mengatakan, isu khilafah yang sempat memanas di tanah air, masyarakat diminta tidak lagi meributkan lagi.

Dikatakan, sistem kenegaraan khilafah bukan ditolak oleh Republik Indonesia, melainkan dengan sendirinya tertolak.

”Khilafah tidak ditolak tapi tertolak. Kalau ditolak, bisa masuk baru ditolak. Kalau tertolak tidak bisa masuk karena kita sudah punya kesepakatan,  yaitu sebagai NKRI,” tegasnya.

Wapres yang juga mantan Ketua MUI Indonesia mengajak umat Islam tidak melanggar kesepakatan founding father bangsa ini,  ketika merumuskan dan menetapkan konsep kenegaraan Indonesia.

”Umat Islam tidak boleh melanggar kesepakatan,” tuturnya ketika menyampaikan kuliah umum di hadapan 1.500 mahasiswa, di Gedung Auditorium Yusuf Abubakar Universitas Mataram, Rabu (19/02/2020)

Kedatangan Wapres di Universitas Mataram adalah agenda pertama dalam kunjungan kerjanya di Provinsi NTB.

Rencananya Wapres akan melaksanakan beberapa kegiatan hingga tanggal 20 Februari 2020.

Di antaranya meninjau UMKM/pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pencegahan stunting di areal Bazar Kawasan Mandalika dan peresmian Bank Wakaf Mikro di Ponpes NU Al-Mansyuriyah Ta’limushibyan di Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah.

AYAHmsNTB




Wapres Tiba Di Bandara, Disambut Gubernur NTB

LOTENG.lombokjournal.com — Wapres Prof. Dr. (H. C. ) K.H. Ma’ruf Amin beserta istri Hj.Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin, saat tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Rabu (19/02/2020), disambut Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah beserta istri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama rombongan FKPD NTB.

Rombongan tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pukul 11.55 WITA, dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara Boeing A7306.

Setelah itu Wapres RI menerima jamuan yang telah disediakan pemerintah Provinsi NTB.

Tak berselang lama usai menunaikan shalat Zuhur, Wapres beserta rombongan meninggalkan Bandara dan langsung menuju Universitas Mataram untuk mengikuti agenda selanjutnya.

Kunjungan Wapres ke NTB ini adalah kunjungan perdana.

Wapres dijadwalkan menghadiri Kuliah Umum  di Universitas Mataram. Setelah itu ia akan meninjau lokasi rekonstruksi bangunan pascagempa di lingkungan Gontoran, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

AYA/HmsNTB




Tahun 2019, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB Tumbuh 1,25 persen

Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2019 sebesar 10,64 juta rupiah per orang per tahun

MATARAMlombokjournal.com —  Laju pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB merupakan yang tercepat ke lima dibandingkan provinsi lain yang ada di Indonesia.

Pertumbuhan IPM di Provinsi NTB, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, di tahun 2019 mencapai 1,25 persen.

IPM di Provinsi NTB mengalami peningkatan dari 67,30 di tahun 2018 menjadi 68,14 pada tahun 2019, dan IPM NTB masih berada pada kategori capaian sedang.

“Pertumbuhan IPM NTB di tahun 2019 mencapai 1,25 persen. Laju pertumbuhan IPM NTB ini merupakan yang tercepat ke lima dibandingkan provinsi lain yang ada di Indonesia,” ujjar Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTB, Ir. I Gusti Lanang Putra pada Rilis BPS, Senin (18/02/20).

Gusti Lanang menegaskan, dari dimensi kesehatan yang digambarkan oleh indikator Umur Harapan Hidup, di tahun 2019 Provinsi NTB mencapai 66,28 tahun.

“Indikator ini meningkat sebanyak 0,41 poin dibandingkan tahun 2018,” katanya

Selain itu, dimensi pendidikan digambarkan dengan indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).

HLS Provinsi NTB di tahun 2019 Provinsi NTB mencapai 13,48 tahun, meningkat 0,01 poin dibandingkan tahun 2018.

Sedangkan RLS-nya sebesar 7,27 tahun dan nilai ini meningkat sebanyak 0,24 poin dibanding tahun sebelumnya.

Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2019 sebesar 10,64 juta rupiah per orang per tahun.

Indikator ini meningkat sebanyak 356 rupiah dibandingkan tahun 2018.

“Kota Mataram, Kota Bima, dan Kabupaten Sumbawa Barat telah memasuki kategori IPM tinggi,” kata GustI Lanang Putra.

AYA




Puncak Festival Pesona Bau Nyale, Gubernur Zul dan Bupati Suhaili Satu Panggung

Salah satu esensi dari Festival Pesona Bau Nyale ini adalah sarana untuk memupuk rasa kebersamaan dan tali silaturahmi. Membangun daerah tanpa rasa persatuan dan kesatuan maka cita-cita untuk membangun daerah ini tak akan terwujud

LOTENG.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah didampingi oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri Malam Puncak Perayaan Bau Nyale di Pantai Tanjung Aan, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Jum’at (14/02/2020).

Bau Nyale merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah. Perayaan ini menjadi salah satu event kebanggaan masyarakat NTB, terbukti animo masyarakat dari segala penjuru datang untuk menyaksikan event yang meriah ini.

Gubernur naik ke panggung bersama dengan Bupati Loteng H. Suhaili F.T untuk menyapa masyarakat secara langsung.

Ia mengatakan, sambutan secara bersamaan dengan Bupati Loteng ini bisa menjadi sebuah sebuah simbol bahwa Loteng akan menjadi magnet baru bagi pariwisata NTB karena daya tarik event Bau Nyale begitu besar.

Begitu pula dengan agenda – agenda bergengsi lainnya seperti MotoGP 2021 akan menjadikan daerah ini semakin dikenal luas.

Pemprov NTB kata Gubernur akan mendukung, bersinergi dan menjaga kekompakan untuk suksesnya segala event yang diselenggarakan di daerah ini.

“Semoga perayaan Bau Nyale ini kita tidak merayakan dengan berlebihan. Mudah-mudahan ini sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT untuk selalu bersyukur dan kita mohon agar selalu diberikan keberkahan di masa yang akan datang,” jelas Gubernur.

Gubernur Zul mengapresiasi kerja  OPD terkait khususnya kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

“Kerja keras dan kerja hebatnya menghasilkan satu acara yang luar biasa malam ini. Tanpa kerja keras teman-teman semua, mustahil event spektakuler malam ini kita nikmati bersama,” tutur Gubernur.

Bupati Kabupaten Lombok Tengah H. Suhaili, F.T mengucapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan dukungan Gubernur maupun pejabat pemerintah pusat selama ini.

“Hal ini sebagai dukungan untuk kami terus ikhtiar membangun diri, membangun keluarga dan membangun masyarakat daerah kami di Lombok Tengah,” jelasnya.

Suhaili menyampaikan bahwa salah satu esensi dari Festival Pesona Bau Nyale ini adalah sarana untuk memupuk rasa kebersamaan dan tali silaturahmi. Membangun daerah tanpa rasa persatuan dan kesatuan maka cita-cita untuk membangun daerah ini tak akan terwujud.

“Seperti yang telah disampaikan oleh Gubernur patut menjadi perhatian dan renungan kita bersama agar bisa mewujudkan cita-cita Lombok Tengah dan Provinsi NTB,” tegasnya.

Staf Ahli Menteri Bidang Refomasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema  sangat mendukung event Festival Pesona Bau Nyale yang rutin digelar tiap tahunnya.

Saat ini pemerintah memang sedang berupaya agar sektor pariwisata menjadi salah satu sumber devisa terbesar. Selain itu juga, dengan adanya event seperti ini dapat membantu perekonomian masyarakat Lombok Tengah maupun NTB secara umum.

“Oleh karena itu, untuk meningkatkan pariwisata salah satunya dengan cara menyebarluaskan event seperti ini melalui media sosial. Sehingga banyak orang yang tahu bahwa di Lombok ada Festival Bau Nyale,” ungkapnya.

Malam puncak Festival Pesona Bau Nyale ini juga dirangkaikan dengan penobatan Puteri Mandalika 2020 yang diraih oleh Safira Kusuma Wardani dari Kota Mataram setelah melalui serangkaian penilaian yang ketat dari dewan juri.

Penobatan ini disematkan langsung Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua DPRD NTB, Direktur Operasional ITDC, GM PT Angkasa Pura,  Forkopimda Provinsi NTB, Forkopimda  di Kabupaten Loteng, Dubes Venezuela dan pejabat terkait lainnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Dan Kepala BNN NTB Musnahkan BB Narkoba Senilai 4 Miliar

“Ini merupakan hasil tangkapan paling besar dalam sejarah BNN NTB berdiri”

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Brigjen.Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si beserta jajaran TNI, Polri, dan Kejaksaan melakukan pemusnahan barang bukti (BB) narkoba jenis Sabu seberat 2 kg.

Proses pemusnahan berlangsung di halaman Kantor BNN Provinsi NTB, Kamis (13/2/2020), disaksikan langsung oleh dua orang tersangka yang telah ditahan pihak BNN. Sebelum dilakukan pemusnahan, terlebih dahulu dilakukan pengujian BB. Hal itu untuk membuktikan keaslian dari BB yang akan dimusnahkan oleh BNN.

Gubernur NTB memberikan apresiasi kepada jajaran BNN yang telah berhasil menggagalkan transaksi narkoba di wilayah NTB, dimana nilainya cukup fantastis. “Kami mengapresiasi BNN yang sudah berhasil menggagalkan transaksi narkoba yang cukup besar ini,” ujarnya.

Gubernur berpesan dan mengajak pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan jajaran BNN NTB agar lebih serius lagi dalam megatasi dan mencegah peredaran narkoba.

Disampaikan Gubernur, saat ini masalah narkoba menjadi salah satu aspirasi dari masyarakat NTB untuk lebih serius dalam penanganannya di tingkat kabupaten hingga desa. Karena masalah peredaran narkoba ini telah mengancam generasi muda di tingkat desa bahkan dusun.

Menurutnya, saat ini penyalahguna narkoba bukan hanya orang yang memiliki kemampuan finansial saja. Namun banyak juga kalangan yang tidak mampu secara keungan menginginkan atau menyalahgunakan barang haram tersebut.

“Ketika orang miskin mengkonsumsi barang ini, bahayanya tambah meningkat. Mereka bisa melalukan apa saja untuk bisa mendapatkan barang ini,” ucapnya.

Gubernur berharap kepada jajaran BNN NTB, prestasi penangkapan saat ini sebagai langkah awal untuk terus mengantisipasi masalah narkoba hingga ke tingkat desa dan dusun. BNN NTB juga diminta untuk menggandeng tokoh masyarkat dan orang-orang yang punya pengaruh dalam melakukan sosialisasi terhadap pencegahan peredaran narkoba di NTB.

Kepada para tersangka dan masyarakat,  Gubernur meminta untuk menjadikan hal ini sebagai sebuah  pelajaran berharga, dan masyarakat juga untuk selalu waspada dan berhati terhadap peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.

“Semoga ini menjadi langkah awal untuk menjadikan pemberantasan narkoba di NTB menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala BNN NTB. Drs. Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si dalam press rilisnya menjelaskan, pemusnahan barang bukti kasus narkotika jenis sabu itu seberat 2 kg. Sabu tersebut berkualitas bagus dengan nilai Rp 4 miliar.

Dijelaskan Kepala BNN, BB Narkoba tersebut merupakan hasil tangkapan Bidang Brantas pada tanggal 4 Januari 2020 di daerah Senggigi.

“Ini merupakan hasil tangkapan paling besar dalam sejarah BNN NTB berdiri,” Kepala BNN NTB. Drs. Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si

Menurutnya, hasil tangkapan 2 kg Sabu tersebut, BNN telah berhasil menyelamatkan 12.000 anak bangsa dari bahaya narkoba.

Tugas BNN NTB dan semua jajaran saat ini bagaimana menekan suplai peredaran narkoba di NTB. Selain itu BNN NTB juga terus melakukan rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan narkoba. Saat ini sebanyak 1.400  yang bisa direhab.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat NTB yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba untuk tidak takut melapor kepada pihak BNN NTB. Karena korban narkoba tidak akan dilakukan penahanan, namun akan direhabilitasi.

“Pengedar dan bandar ancaman hukumannya adalah hukuman mati, sedangkan penyalahgunaan dan korban harus direhab dan diselamati,” jelasnya.

Saat ini BNN NTB sedang mencanangkan pencegahan terhadap penyalagunaan narkoba berbasis masyarakat. Hal ini sejalan dengan  program desa bersih dari narkoba (desabersinar). Pada tahun 2020 ini, BNN NTB akan melaunching 10 desa bersinar di NTB yang berada di Bima.

Ia berharap hal ini merupakan awal sinergi untuk satu padu antara pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dengan BNN NTB dalam melakukan pemberantasan peredaran narkoba di NTB.

AYA/HmsNTB




Wagub Apresiasi Wayang Berbahan Sampah

Ummi Rohmi menilai yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram saat ini sudah baik, namun perlu terus diperluas lagi

MATARAM.lombokjournal.com —  Pementasan Wayang dari bahan limbah dengan tema “Indonesia Darurat Sampah”,  dibuka Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE. M.Sc, di Aula Rinjani SMA Negeri 1 Mataram, Rabu (12/02/2020).

Penonton yang terdiri dari siswa PAUD, TK, SD dan SMA menikmati pertunjukan itu dengan rasa senang, riang dan gembira.

Wagub menyambut baik dan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram, yang memanfaatkan limbah sampah sebagai bahan pembuatan wayang.

Hal  itu dinilai akan menjadi saranana edukasi yang tepat dan efektif terhadap siswa PAUD, TK dan SD.

Umi Rohmi berharap, ke depan akan membagun kesadaran bagi generasi Indonesia, khususnya di NTB untuk selalu menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dan mampu mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai guna tinggi.

“Umi mau bertanya, Lombok- Sumbawa ini indah gak? NTB ini Sungai-nya indah, Pantainya indah, Gunung-nya juga indah. Kita harus jaga semua keindahannya itu,” ujarnya di hadapan siswa.

Di hadapan anak-anak usia dini yang hadir, dijelaskan arti pentingnya menjaga lingkungan. Agar terhindar dari segala macam bencana, seperti banjir, tanah longsor dan lainnya.

Umi Rohmi menekankan perlunya menghadirkan fasilitas yang kuat, aman dan tahan gempa. Dan kita harus mengambil pelajaran berharga dari peristiwa gempa bumi yang kita alami.

“Bangunan sekolah, rumah dan fasilitas lainnya, strukturnya harus kuat dan tahan gempa, tidak boleh lagi hanya mementingkan keindahan,” ucapnya.

Edukasi terkait apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana menjadi hal yang sangat penting. Sekolah-sekolah diminta melakukan simulasi terkait penanggulangan bencana di sekolah. Terutama untuk bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.

“Persiapan itu adalah simulasi terhadap bencana yang tidak bisa kita prediksi,” ujarnya.

Diharapkan, SMAN 1 Mataram harus menjadi pioner untuk NTB bersih.

Ummi Rohmi menilai yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram saat ini sudah baik, namun perlu terus diperluas lagi, seperti bagaimana mengelola sampah dan memilah sampah dengan baik, sehingga semua bisa menjadi hal yang bernilai guna.

Pihak SMAN 1 Mataram diminta menjadikan pemanfaatan bahan sampah sebagai parameter penilaian, sehingga sekolah kita menjadi bersih dan sehat.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di NTB,” harapnya.

AYA/HmsNTB

 




Edukasi Mitigasi Bencana Tidak Bisa Ditunda-tunda

“Intinya kami menyadari, baik pemprov dan kabupaten/kota bahwa edukasi mitigasi bencana sejak usia dini sangat penting”

MATARAM.lombokjournal.com —

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, program edukasi mitigasi bencana merupakan suatu hal yang tidak bisa ditunda-tunda.

Bencana gempa bumi yang terjadi Juli-Agustus 2018 di NTB telah memberi pelajaran yang luar biasa berharga.

Wagub Hj Rohmi

Dari peristiwa tersebut, semua pihak mulai belajar betapa pentingnya mengenali potensi bencana serta memiliki sistem mitigasi yang baik terhadap bencana.

Saat bencana itu datang, pemerintah dan masyarakat tentu bisa mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Kalau itu bencana alam yang diakibatkan oleh manusia kita bisa tahu apa yang harus kita lakukan secara promotif dan preventif,” ujar Wagub Hj Rohmi saat menjadi Narasumber dalam dialog program “Kentongan” di RRI Mataram, Selasa (11/02/2020).

Persoalan edukasi menjadi hal yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Masyarakat NTB harus segera diedukasi, agar memahami betul apa potensi-potensi bencana yang ada di daerahnya.

Bahkan tidak lagi dalam skup daerah, namun sampai di tingkat desa bahkan dusun, terkait potensi bencana apa yang bisa terjadi di desa/dusun tersebut.

“Kita harapkan dengan hal ini kita bisa tahu potensi bencana apa yang ada, kita tahu keterampilan apa yang harus kita miliki dan kita tahu apa yang harus kita lakukan jika terjadi bencana,” ujarnya.

 

Diungkapkan Wagub, ini sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi NTB yaitu sistem mitigasi bencana yang lengkap.

Saat ini Pemprov NTB sedang mempersiapkan aplikasi bencana dengan nama “SiagaNTB” yang berisi semua potensi bencana yang ada di NTB ini, dan semua pengetahuan tentang kebencanaan, serta memuat apa saja yang bisa dilakukan dan siapa yang bisa dihubungi jika terjadi bencana.

“Aplikasi ini bisa didownload oleh seluruh masyarakat NTB,” ungkapnya.

Menurutnya, kemajuan  teknologi saat ini harus dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana edukasi. Bahkan ke depan ia berharap,  semua hotel memanfaatkan teknologi untuk menyajikan program “SiagaNTB” untuk informasi terkait kondisi alam dan cuaca di NTB, sehingga orang akan mengetahui segala potensi yang akan terjadi.

“Kita harapkan kedepan hotel-hotel menyediakan TV dengan chanel khusus untuk siaga NTB itu,” harapnya.

Selain itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota  akan terus bersinergi dalam memberikan edukasi melalui dunia pendidikan.

Saat ini pemerintah Provinsi NTB melalui pendidikan SMA yang sesuai dengan kewenangannya telah memberikan edukasi terkait mitigasi bencana. Sedangkan untuk usia dini seperti PAUD, TK, SD dan SMP, pemprov akan bersinergi melalui MoU dengan Kabupaten/Kota terkait edukasi mitigasi bencna.

“Intinya kami menyadari, baik pemprov dan kabupaten/kota bahwa edukasi mitigasi bencana sejak usia dini sangat penting,” ujarnya.

Wagub berharap, melalui edukasi mitigasi bencana mulai dari usia dini hingga perguruan tinggi, masyarakat akan sadar bahwa dalam membangun agar lebih memperhatikan kekuatan struktur bangunan.

Tidak lagi hanya mementingkan segi estetikanya saja.

“Pada peristiwa gempa kemarin kita bisa lihat, ada bangunan  yang tidak begitu bagus, tapi strukturnya kuat, dia tidak rusak, hanya retak saja. Artinya dalam membangu struktur harus lebih penting dari finishing,” tuturnya.

Wagub sangat mengapresiasi program “Kentongan” RRI Mataram. Pemerintah berharap program ini akan terus berjalan dan konsisten sebagai sarana untuk memberikan informasi dan edukasi terkait bencana kepada masyarakat.

“Kita sangat butuh program yang konsisten untuk mengedukasi masyarakat,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Lantik 375 Pejabat, Wagub; Kedepankan Profesionalitas

“Saya berharap agar ASN sungguh – sungguh profesionalitas itu dikedepankan”

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si didampingi Asisten III Provinsi NTB, H. Fathurrahman, melakukan pelantikan/pengambilan sumpah jabatan sebanyak 375 Pejabat setingkat Eselon III dan IV.

Wagub Hj Rohmi

Mereka terdiri dari Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Kepala Sekolah lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Jumat (07/02/2020).

Wagub mengingatkan, amanah yang diemban agar betul-betul dapat dilaksanakan sesuai dengan  sumpah janji yang diucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa.

“Semoga amanah yang bapak ibu emban bentul-betul dapat dilaksanakan sesuai dengan sumpah janji yang bapak ibu sampaikan,” ucapnya.

Wagub mengatakan, di posisi apa pun seorang abdi negara, maka itu adalah ujian untuk menapaki tahap-tahap selanjutnya. Bagi yang saat ini ada di eselon IV adalah ujian untuk perjalanan selanjutnya, begitu juga dengan eselon III dan seterusnya,

“Profesionalitas itu harus sungguh-sungguh dikedepankan,” ujarnya.

ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab diminta memiliki kemampuan managerial.

“Harus terus diasah dan ditingkatkan,”  tegas wagub.

Seluruh pejabat yang dilantik diminta bisa memposisikan diri dengan posisi yang ada, untuk mendukung dan mensupport atasan.

Bukan untuk mempersulit pekerjaan yang ada di OPD masing-masing.

Menurutnya, jejak karier akan menjadi catatan dan perjalanan dalam proses baik di eselon IV maupun eselon III.

Semuanya akan menjadi sejarah dalam perjalanan selama mangabdi sebagai ASN sampai dengan menikmati waktu pensiun nanti.

“Saya berharap agar ASN sungguh – sungguh profesionalitas itu dikedepankan. Tidak ada bawahan yang mencelakakan atasannya, yang ada adalah bagaimana kita bekerja dalam satu tim, begitu juga atasannya semua harus ada dalam satu tim, koordinasi yang baik, saling mengayomi, saling support, saling mengenali, bagaimana struktur managemen itu sungguh-sungguh bisa berfungsi,” ujarnya.

Ditegaskan Wagub, dalam menempati jabatan, tidak ada transaksi-transaksi apa pun.

“Kalau ditemukan ada transaksi yang terjadi didalam menempati satu jabatan, maka hal itu akan menjadi catatan, untuk kemudian bisa mencelakai jabatan bapak/ibu sendiri ke depan,” ingatnya.

AYA/HmsNTB