Tiga Gili Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

“Mohon agar wabah ini tidak membuat kita panik, tidak membuat kita takut sehingga kehilangan akal sehat untuk yang lain-lain”

KLU.lombokjournacom —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan, Tiga Gili yaitu Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan masih aman dikunjungi oleh wisatawan.

Tiga Gili ini aman karena ketatnya pemeriksaan orang-orang yang keluar masuk dari Tiga Gili ini.

“Gili Alhamdulillah sekarang tetap baik, tetap bersih tidak ada yang terkena virus, justru lebih aman berada di gili daripada keluar,” ujar Gubernur Zul saat mengunjungi Gili Trawangan, Rabu (18/03/20).

Ia menegaskan, tidak benar tiga Gili itu lockdown, kabar-kabar di media sosial terkait hal itu berpengaruh terhadap wisatawan yang ada di tiga Gili.

Gubernur NTB menjelaskan, keamanan dari virus Corona ini dapat terjamin karena wisatawan yang masuk ke gili hanya melalui jalur pelabuhan Bangsal yang memiliki alat pemindai suhu tubuh untuk mendeteksi gejala Corona ini.

“Orang yang biasa datang ke gili baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara kita  mulai menjaga-jaga dan selektif,” jelasnya.

Akses dari Bali ke Tiga Gili melalui jalur fastboat untuk sementara waktu ditutup. Namun bukan berarti aktivitas di Tiga Gili mati.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah Corona di NTB mengingat di Bali sudah ada yang terpapar Corona.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak panik berlebihan agar aktivitas-aktivitas yang lain tidak terganggu.

“Mohon agar wabah ini tidak membuat kita panik, tidak membuat kita takut sehingga kehilangan akal sehat untuk yang lain-lain,” pintanya.

Bang Zul juga memberitahukan, orang yang terkena virus Corona belum tentu akan sakit dan meninggal akibat virus tersebut.

“Menteri luar negeri Brazil dan beberapa menteri di Monako misalnya terkena virus ini tapi tetap sehat, artinya belum pasti bahwa kena virus ini akan sakit apa lagi meninggal,” kata Bang Zul.

Bang Zul berpesan kemada masyarakat agar tidak perlu takut berlebihan terhadap virus ini dan menginstruksikan kepada masyarakat untuk tetap berolahraga, mengonsumsi makanan-makanan yang sehat agar tetap terjaga dari gejala wabah Corona ini.

Untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat dan wisatawan, Pemerintah Provinsi, Polda NTB bersama pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Polres Lombok Utara, BNPB, Dinas Kesehatan, KKP dan Dinas Pariwisata melakukan penyemprotan disinfektan pada beberapa titik di Gili Trawangan.

“Selama fastboat dari Bali disetop, kita melakukan langkah-langkah nyata seperti kebersihan, menjaga dan tempat-tempat yang rawan. Mudah-mudahan dengan upaya kita sekarang ini aktivitas dapat berjalan seperti biasa, normal, tapi kehati-hatian, kewaspadaan tetap kita lakukan,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Presiden dan Gubernur Zul Bahas Progres Mandalika dan Rehab Rekon, Melalui Teleconference

Presiden menyiggung percepatan KEK Mandalika. Seluruh infrastruktur Kawasan Mandalika agar dipercepat, untuk mendukung event MotoGP 2021 agar berjalan baik dan sukses

LOTENG.lombokjournal.com — Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (H. C. ) KH. Ma’ruf Amin serta para Menteri mengadakan Rapat Terbatas (Ratas) bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Bupati Lombok Tengah, Danrem 162/WB dan Kepala Pelaksana BPBD NTB, melalui teleconfren di Kantor ITDC, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (17/03/2020).

Dalam Ratas tersebut, Presiden ingin mengetahui progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sebagai salah satu program super prioritas pemerintah pusat saat ini.

Khususnya progres Sirkuit MotoGP Mandalika dan progres Rehabilitasi Rekonstruksi di NTB pasca gempa tahun 2018 lalu.

Mengawali rapat, Presiden Jokowi menyingung masalah wabah virus Corona atau COVID 19 yang sedang melanda Indonesia.

Penyebaran virus tersebut menyebabkan lahirnya sejumlah kebijakan pemerintah untuk menghentikan penularan, misalnya sebagian besar aktivitas masyarakat sebaiknya dilakukan di dalam rumah dalam jangka waktu 14 hari.

Presiden meminta agar daerah, khususnya NTB agar memanfaatkan momen itu untuk melakukan recovery destinasi wisata.

Presiden juga menyiggung percepatan KEK Mandalika. Seluruh infrastruktur Kawasan Mandalika agar dipercepat, untuk mendukung event MotoGP 2021 agar berjalan baik dan sukses.

Dalam langkah percepatan itu Presiden Jokowi menginstruksikan empat hal. Pertama, segera melakukan penyelesaian permasalahan lahan di lokasi Sirkuit MotoGP.

Menurutnya,  hal itu perlu mendapat perhatian agar segera dituntaskan. Selain itu percepatan pembangunan jalan by pass airport juga harus segera diselesaikan dan harus tuntas sebelum perhelatan MotoGP 2021.

Kedua, terkait peningkatan infrastruktur laut, Pelabuhan Gili Mas agar benar-benar diperhatikan fasilitas yang menghadirkan kenyamanan bagi wisatawan yang melalui jalur Laut.

Ketiga, untuk infrastruktur energi, Presiden meminta agar ada penambahan kapasitas gardu listrik di Kawasan Mandalika. Hal untuk memastikan pasokan energi benar-benar terpenuhi dengan baik di Kawasan Mandalika.

Keempat, yang menjadi perhartian Presiden terkait pembangunan Rumah Sakit Internasional Mandalika. Hal ini harus segera diselesaikan pembangunannya untuk menyambut MotoGP 2021.

Akses konektivitas juga menjadi perhatian Presiden, dengan peningkatan aktivitas penerbangan dan fasilitas pendukung di Bandara.

Rehab-rekon pasca gempa

Dalam telconfren itu, Presiden Jokowi juga meminta progres dari rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi NTB pasca gempa 2018.

Presiden meminta, kendala terkait pembangunan rumah masyarakat yang  saat ini belum selesai agar dilaporkan. Presiden meminta agar segera dapat dilakukan pemecahan masalah dengan solusi yang tepat.

Terkait masih adanya sebagian dana pembangunan yang masih di bank, Presiden meminta agar segera dikakukan transfer ke rekening masyarakat.

“Agar pembangunan berjalan cepat dan dapat selesai dengan baik dalam waktu yang telah ditargetkan,” kata Presiden.

Menanggapi arahan Presiden, Gubernur Zul menjelaskan, permasalahan lahan di Sirkuit MotoGP Mandalika, saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Pemkab Lombok Tengah bersama ITDC juga terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat pemilik lahan.

Khusus proses tukar guling, Pemkab Lombok Tengah telah menyiapkan lahan untuk tukar guling, dan ini telah selesai.

Sedangkan terkait adanya dana rehabilitasi dan rekonstruksi yang disebut dananya masih ada di pihak bank, Gubernur melaporkan semua sudah dilakukan transfer kepada masyarakat.

BACA JUGA ;  Presiden Instruksikan Tuntaskan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascagempa NTB

“Dari laporan Kalak BPBD NTB, saat ini sudah tidak ada dana mengendap di bank, semua sudah ditransfer ke rekening masyarakat,” kata Gubernur Zul.

AYA/HmsNTB




Tiga Gili Ditutup Sementara untuk Dibersihkan, Bukan Lockdown

Penyeberangan menuju Gili ditutup sementara untuk dilakukan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan

MATARAM.lombokjournal.com —  Tiga Gili di Lombok Utara, yaitu Gii Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, termasuk Gili lainnya di NTB tidak diisolasi atau lockdown, melainkan hanya ditutup selama dua pekan untuk dibersihkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, adanya informasi Gili lockdown adalah informasi yang keliru.

Ahsanul menghimbau, wisatawan yang tengah berada di Gili tidak perlu panik dan takut.

“Sebaiknya mereka menikmati wisatanya dengan tenang dan tidak perlu panik dan tidak perlu meninggalkan Lombok. Kami hanya menutup penyeberangan sementara hingga 14 hari menuju Gili Terawangan,” katanya di Mataram, Senin (16/03/20).

Ahsanul Khalik yang menjadi Pelaksana Gugus Tugas Percepatan  Penanganan COVID-19 Provinsi NTB, mengatakan penyeberangan yang menuju Gili ditutup sementara untuk dilakukan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan.

Namun wisatawan yang berada di Gili dapat bebas keluar tanpa ada halangan. Mereka dapat kembali ke Gili setelah 14 hari.

“Penutupan itu dalam rangka dilakukan pembersihan Gili dan akan dilakukan penyemprotan disinfektan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB,” ujarnya.

Ia meminta wisatawan yang sedang berada di Gili untuk tetap menikmati keindahan alam tanpa perlu khawatir.

Ia juga meminta pelaku pariwisata maupun pendamping wisatawan untuk mengimbau wisatawan tetap tenang dan jangan panik.

AYA




Pelaku Pariwisata Diajak Bersinergi Lawan Virus Corona

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm pada kesempatan itu mengajak pihak hotel, restoran dan bar di kawasan wisata untuk bekerja sama dalam melawan pandemic Corona

MATARAM.lombokjournal.com –  Penutupan tiga Gili, antara lain Gili Terawangan, Gili Air dan Gili Meno yang dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, demi mengantisipasi penularan Virus Corona dari wisatawan asing yang berpotensi membawanya dari luar NTB.

Penutupan destinasi itu diminta supaya tidak disikapi dengan berlebihan.

“Teman-teman jangan mamaknai ini sebagai penutupan, tapi ini upaya kita memperbaiki sehingga betul-betul provinsi kita ke depan aman, nyaman dan bebas Corona dan lain sebagainya,” ujar Gubernur Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Gubernur Zulkieflimansyah

Arahan itu disampaikannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) sejumlah pelaku usaha pariwisata di NTB terkait penanganan dampak Virus Corona.

Rakor yang diikuti para pemilik dan pengelola hotel serta para pelaku usaha, yang diiniasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini berlangsung di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (16/03/2020).

Selain itu, seluruh elemen masyarakat dihimbau untuk tidak panik dalam menyikapi virus Corona.

Gubernur Zul yang akrab disapa Bang Zul berharap, dengan adanya langkah antisipasi seperti meliburkan sekolah dan sejumlah tempat umum ditutup akan meredam kepanikan dan kecemasan yang ada ditengah masyarakat.

Tak lupa pula Ia mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan, proses penularannya yang cukup mudah membuat wabah ini harus diwaspadai oleh semua pihak.

“Kita tidak perlu panik berlebihan, tidak perlu takut berkepanjangan, tapi pada saat yang sama kita tidak menyepelekan, waspada dan hati-hati sambil terus mengkampanyekan hidup yang bersih dan sehat,” sambungnya.

Bang Zul berjanji akan tetap membantu para pelaku usaha pariwisata agar tetap stabil dan bersemangat dalam mengelola usahanya di NTB.

Masalah terkait pajak dan lain sebagainya akan segera dibahas dengan para Kepala Daerah masing-masing.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm pada kesempatan itu mengajak pihak hotel, restoran dan bar di kawasan wisata untuk bekerja sama dalam melawan pandemic Corona.

Mori juga turut memberikan apresiasi kepada Air Asia yang telah meningkatkan sektor pariwisata di NTB.

Air Asia disebutnya telah mendukung penuh penerbangan domestik dan internasional.

“Kita bersatu bersama Hotel, menunjukan support para owner hotel ini untuk kesinambungan penerbangan Air Asia,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S. Sos, M. Si menegaskan kembali, ketiga Gili akan ditutup selama dua pekan.

“Penutupan ini menunjukan bahwa Pemprov serius akan hal itu dan selama penutupan kita akan melakukan penyemprotan cairan dan berbagai aktivitas di tiga Gili, di Bandara dan juga tempat lainnya,” ungkap Faozal.

Terhitung hari ini, pihaknya akan menempatkan petugas pada ketiga Gili tersebut. Petugas-petugas ini tergabung dari Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan juga Pokja setempat.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga akan dilakukan secara berkala.

“Kami akan melakukan sosialisasi Virus Corona secara periodik kepada semua tamu yang ada ditiga Gili termasuk langkah antisipasi kita bersama teman-teman di kawasan itu. Termasuk juga kawasan yang lain, di Kuta dan juga di daerah Sekotong,” katanya.

AYA/HmsNTB




Cegah Virus Corona, Lima Petugas Semprotkan Cairan Disinfektan Di Kantor Pemprov

Selain Kantor Gubernur, rumah jabatan Gubernur atau Pendopo juga disterilisasi

MATARAM.lombokjournal.com — Sejumlah ruangan,  alat dan fasilitas publik di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat disteriliasi dengan menggunakan cairan disinfektan.

Upaya ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus di lingkup Kantor Pemerintah Provinsi yang akan dilakukan selama dua hari.

Fathul Gani

Lima orang petugas dari tim Biro Umum Setda Provinsi NTB  melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat

Kegiatan ini dilakukan pada jam kerja,  sejumlah peralatan yang ada di ruang publik kantor gubernur yaitu kursi  meja karpet dan ruang tunggu tamu gubernur tidak luput dari upaya sterilisasi.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Fathul Gani mengatakan,  penyemprotan ini merupakan upaya antisipatif mencegah penyebaran virus di lingkup Kantor Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat .

“Seluruh areal kantor akan disterilisasi mulai dari tempat ibadah yaitu masjid  Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur,  ruang kerja gubernur, hingga Pendopo Gubernur juga disemprot menggunakan cairan khusus oleh empat orang petugas. Titik-titik yang disterilisasai merupakan tempat publik yang biasa digunakan pimpinan untuk beraktivitas setiap hari,” Fathul Gani, Senin (16/03/20).

Menurut Fathul Gani, selain Kantor Gubernur, rumah jabatan Gubernur atau Pendopo juga di sterilisasi petugas.

“Selain membatasi aktivitas di pusat keramaian,  masyarakat juga dihimbau tetap menjaga kesehatan dan rajin mencucui tangan setelah melakukan aktivitas sosial  upaya penyemprotan cairan disinfektan. Ini adalah langkah pencegahan dari luar saja. Peningkatan kewaspadaan dan menjaga kesehatan tubuh  merupakan hal utama agar tubuh tidak mudah terpapar virus,” kata Fathul.

AYA




Gubernur Dan Wagub NTB Bersama Bupati/Walikota Gelar Rapat Antisipasi Virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Ketua DPRD NTB dan Sekda menggelar rapat bersama para bupati/walikota se-NTB di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Minggu (15/03/20) siang.

Rapat ini digelar sebagai keseriusan pemerintah provinsi dan kabupaten / kota untuk mengambil langkah-langkah kongkrit guna melindungi masyarakat dari penyebaran Virus Corona.

Bagaimana cara mengambil keputusan darurat? Bukan. Meminta Kepala Daerah/bupati/walikota untuk menggelar sosialisasi dan mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

Selanjutkanya menyemprotkan disinfektan di lokasi yang rawan menyebarkan virus corona atau covid-19. Meliburkan sekolah dan kampus selama dua minggu kecuali untuk siswa yang melakukan ujian.

Tidak memberi izin kepada kapal pesiar untuk masuk ke NTB dan menutup lokasi wisata khusus seperti tiga gili dari wisatawan mancanegara, serta menutup lokasi tambang dan tidak mengizinkan pekerja WNA berada di AMNT.

Memperketat pengawasan untuk membangunkan barang yang masuk ke NTB. Kapal di izinkan bersandar karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Memperkuat pelibatan komunitas, tokoh agama, tokoh agama, dan semua elemen untuk ikut mensosialisasikan covid-19 sehingga tidak menimbulkan kepanikan.

Untuk mengatur secara terstruktur akan di bentuk gugus tugas terpadu.

Kepala Dinas Kominfotik I Gede Aryadi mengatakan hasil keputusan rapat tersebut berlaku awal. Sekolah, kampus, pembukaan tiga gili akan dimulai.

“Semua hasil akan di berlakuka mulai hari Senin (16/03,red) besok,” tandas Gede Aryadi.

AYA/HmsNTB

BACA JUGA;

Waspada Corona, Sekolah dan Kampus di NTB Diliburkan Selama Dua Pekan

Waspada Corona, Akses Masuk Gili Trawangan, Gili Meno Dan Gili Air  Ditutup Dua Pekan




Bawaslu Susun Indek Kerawanan Pemilu

Kabupaten Lombok Timur (Lotim)  menempati indek kerawanan nomor satu secara nasional namun hal tersebut tidak sampai terjadi

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI susun  Indek Kerawanan Pemilu (IKP)  dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 ini.

Dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) tersebut satu dari tujuh kabupaten/ Kota yang akan melaksanakan pilkada di Provinsi NTB diketahui memiliki nilai indek kerawanan cukup tinggi secarah nasional.

Ketua Bawaslu NTB,M.Khualid,mengatakan bahwa pada  indek kerawanan pemilu yang disusun oleh Bawaslu RI pada pilkada 2020 kabupaten Lombok Tengah (Loteng)  memiliki indek kerawaan yang tinggi.

“Berdasarkan indek kerawanan pemilu yang disusun oleh Bawaslu RI,Kabupaten Lombok Tengah menempati nomor empat secara nasional,”ucapnya dalam acara sosialisasi bersama unsur masyarakat dalam rangka pelantikan pemgurus DPW dan DPC Media Online Indonesia (MOI) Se -NTB, Jum’at (13/03/2020) pagi.

Menurutnya bahwa IKP disusun sebagai langkah untuk melakukan antisipasi dengan baik sehingga apa yang diprediksikan dalam indek tersebut tidak  sampai terjadi.

“Dari IKP itu sebetulkannya bisa melakukan pencegahan dini, ini sebetulnya dalam penyusunan IKP ini agar kita lebih siap,”terangnya.

Bahkan pada kesempatan tersebut, Khuailid juga menyampaikan  kalau melihat dari pilkada sebelumnya Kabupaten  Bima  tempati urutan kedua IKP nya, namun sejarah pilkada  tahun 2015 ternyata apa yang diprediksikan tidak terjadi atau  tanpa chaos.

Hal serupa juga pada Pemilu 2019, dimana Kabupaten Lombok Timur (Lotim)  menempati indek kerawanan nomor satu secara nasional namun hal tersebut tidak sampai terjadi.

“Tapi alhamdulilah kemaren Lotim  dalam proses pemilu kita bisa melakukan antisifasi dengan baik sehingga apa yang diprediksikan dalam indek tersebut tidak terjadi,”pungkasnya.

Dalam sosialisasi hadir juga sebagai pembicara dari Wakil Ketua DPP MOI,Ihsan Kholid dan Kasubdit I Ditreskrimum Polda NTB.

AYA

 




Masih Zero Kasus Covid-19, Tapi NTB Tetap Waspada

Sejauh ini Provinsi NTB telah memiliki 4 Rumah Sakit yang menjadi rujukan resmi terkait virus corona yakni, RSUD Provinsi NTB, RSUD Selong Lombok Timur, RSUD Bima, dan RSUD Manambai Sumbawa

MATARAM.lombokjournal.com —  Provinsi Nusa Tenggara Barat belum ada yang positif terjangkit virus Corona atau positif Covid-19, sampai hari Kamis  (12/03/20).

Sebanyak 109 Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, 85 di antaranya dinyatakan negatif.

Sisanya 24 ODP masih dalam pemantauan di rumah sakit masing-masing Graha Mandalika, maupun RSUD NTB.

Sebanyak 8 orang yang dinyatakan Pasien Dengan  Pengawasan (PDP) seluruhnya negatif. Ruang isolasi covid-19 di NTB saat ini kosong.

“Baik ODP maupun PDP berada di rumah masing-masing ataupun di Rumah Sakit tetapi belum ada yang positif covid-19,” jelas dr. Nurhandini Eka Dewi, Kepala Dinas Kesehatan NTB saat memberi keterangan pada wartawan , di Posko Kewaspadaan Corona NTB, Kamis (12/03/20).

Menurut Dr. Eka, panggilan akrab Kepala Dikes NTB, orang yang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit.

Namun, orang pada kategori ini sempat bepergian ke negara episentrum corona atau sempat melakukan kontak dengan orang diduga positif corona sehingga harus dilakukan pemantauan.

Sementara, PDP merupakan orang yang sudah menunjukan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, dan sesak nafas sehingga dilakukan pengawasan ketat.

Merujuk semakin meningkatnya kasus corona di Indonesia, dr. Eka menghimbau masyarakat NTB agar tetap tenang namun waspada.

Pasalnya, Pemerintah Provinsi NTB telah melakukan berbagai tindakan pencegahan dan persiapan penanganan yang tepat terkait covid-19.

Sejauh ini Provinsi NTB telah memiliki 4 Rumah Sakit yang menjadi rujukan resmi terkait virus corona yakni, RSUD Provinsi NTB, RSUD Selong Lombok Timur, RSUD Bima, dan RSUD Manambai Sumbawa.

RSUD Praya sendiri tengah melakukan persiapan untuk menjadi rumah sakit ke-lima di Provinsi NTB yang menjadi rumah sakit resmi rujukan covid-19.

Dikatakan dr Eka, Ke-5 rumah sakit tersebut telah siap untuk menangani covid-19.

Terkait ketersediaan Alat Pelindung Diri (ADP) dan Ruang isolasi, telah dimiliki ke-lima rumah sakit tersebut meskipun jumlahnya terbatas.

“Masing-masing rumah sakit memiliki satu sampai dua set ADP Corona. Satu set bisa untuk 2-4 orang,” jelas dr. Eka.

Dinas Kesehatan NTB sendiri telah mengirim surat ke Kementrian Kesehatan RI terkait APD. Dikes meminta500 biji per-rumah sakit yang menjadi RS rujukan corona, dimana Dikes NTB yang akan mendistribusikan sesuai kebutuhan.

Untuk SOP pencegahan virus korona sendiri di sekolah, Dikes NTB secepatnya akan membahas pada Rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan NTBdan stake holder terkait.

Menyusul bahasan serupa akan dilakukan bersama Kantor Perwakilan Kemenag NTB untuk santri madrasah dan pesanten.

Di akhir Konfrensi Pers, Dr. eka kembali menghimbau kepada seluruh sekolah di NTB untuk memulangkan dan melarang siswa dan siswi yang sakit, terlebih untuk penyakit yang menular melalui droplet atau cairan.

“Dan jangan segan untuk melapor jika ada yang baru pulang dari Luar Negeri maupun yang memiliki gejala covid-19. Masyarakat NTB bisa melapor melalui social media maupun webside RSUD dan Dinas Kesehatan NTB!” tandasnya.

AYA

 




Gubernur Zul Uji Coba Motor Listrik ‘Lingsar’, Karya Siswa SMKN1 Lingsar

Tugas kami pemda adalah menyediakan pasarnya, membeli produknya untuk kemudian kita pakai sendiri, kita distribusikan ke desa-desa dan sekolah-sekolah agar terjadi Learning by Doing”

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan uji coba sebuah motor listrik bertenaga 3,5 KW atau 3500 Watt, hasil karya siswa SMKN 1 Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, di Halaman Pendopo Gubernur, Selasa (10/03/20).

Motor listrik ini diberi nama “Lingsar” oleh Gubernur Zul.

Menurut Bang Zul sapaan akrab Gubernur Zul, terciptanya motor listrik membuktikan bahwa anak-anak NTB  bisa menciptakan sebuah karya berteknologi tinggi.

Apalagi motor listrik ini katanya memberikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Motor listrik ini sejalan dengan program Industrialisasi yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, yang menitikberatkan proses penambahan nilai dari sebuah produk.

“Ini memberikan semangat kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat, bahwa kita bukan hanya mampu memproduksi produk-produk tradisional yang bernilai rendah,” ungkap Bang Zul.

Kalau mau sejahtera, masyarakat harus punya lompatan dan keberanian untuk memproduksi barang barang yang memiliki nilai tambah, seperti motor listrik ini.

Apalagi NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP tahun 2021 mendatang.

Anak NTB didorong mampu menciptakan sesuatu yang membuat orang mudah ingat. Meski belum sempurna, Bang Zul yakin motor ini akan terus mengalami kemajuan dan kesempurnaan di masa menndatang.

“Segala sesuatu itu tercipta dua kali yaitu pertama dalam pikiran kedua dalam kenyataan,” tuturnya.

Bang Zul menegaskan SMKN 1 Lingsar atau sekolah-sekolah lain di NTB tidak akan memproduksi masal kendaraan listrik ini.  Y

ang dilakukan mereka hanya memproduksi prototype atau contoh-contohnya saja.

“Langkah selanjutnya SMK 1 Lingsar akan memanggil UKM-UKM kita di bidang permesinan dan otomotif dan mengajarkan dan mendiskusikan prototype ini ke UKM-UKM kita yang disertai Transfer Teknologinya,” jelasnya.

Motor-motor ini lanjutnya akan dipesan dan dirakit oleh UKM-UKM di NTB melalui pengawasan atau supervisi SMK 1 Lingsar dan SMK2 lain.

Termasuk kalau ada siswa SMKN Lingsar yang tertarik dengan UKM akan segera dibantu untuk proses pembuatan usahanya.

“Tugas kami pemda adalah menyediakan pasarnya, membeli produknya untuk kemudian kita pakai sendiri, kita distribusikan ke desa-desa dan sekolah-sekolah agar terjadi Learning by Doing,” tegas Bang Zul.

Bisa masuk gang kecil

Koordinator Pengembangan Teknologi Tepat Guna, SMKN 1 Lingsar, Irwan Ardy Tiadaya menjelaskan kendaraan tersebut memiliki spesifikasi panjangnya 2,40 m dengan lebar 1 m, sehingga bisa masuk ke gang-gang kecil.

Mesinnya memiliki kekuatan 3,5 KW atau 3.500 Watt yang dilengkapi baterai 80 AH sebanyak 8 buah.

“Diprediksi kemampuan tempuhnya mencapai 70 sampai 80 km. chargingnya sekali, dalam kondisi kosong, bisa 8 jam. Chargingnya bisa dari berbagai sumber, bisa dari tenaga matahari dan bisa tenaga listrik PLN,” katanya.

Solusi tentang polusi dan pemanasan global melatarbelakangi terciptanya motor ramah lingkungan ini.

AYA/HmsNTB




Luhut  Minta Infrastruktur KEK Mandalika Tuntas Sebelum Perhelatan MotoGP

Khusus pembangunan sirkuit MotoGP, ITDC diminta melibatkan pengawas internasional, agar proyek betul-betul berstandar Internasional

LOTENG.lombokjournal.com — Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) RI, minta semua infrastruktur pendukung kawasan Mandalika harus tuntas sebelum MotoGP 2021 dihelat.

Infrastruktur yang dimaksud seperti Bandara, Jaringan  Telekomunikasi, Listrik, Rumah Sakit, Jalan, pelabuhan dan sistem pengolahan sampah di Kawasan Mandalika.

Menko Marves menegaskan itu saat melakukan kunjungan melakukan kunjungan kerja di Provinsi NTB, yang disambut langsung Kapolda NTB, Bupati Lombok Tengah, Sekda Provinsi NTB dan Direktur ITDC, di Bandara, Jumat (06/03/2020).

Luhut Binsar bersama Gubernur Zul

Kunjungan kerja Luhut untuk melakukan inspeksi memastikan seluruh infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, menyambut perhelatan berskala internasional MotoGP tahun 2021 mendatang.

Luhut minta seluruh kendala-kendala dalam pengerjaan proyek segera dilaporkan, dan segera dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk dicarikan solusi.

Dengan demikian, ia berharap semua peroyek dapat berjalan baik dan berkualitas standar Internasional.

Khusus Pembangunan Sirkuit MotoGP,  Menko Luhut meminta pihak ITDC untuk melibatkan pengawas internasional, agar proyek betul-betul berstandar Internasional.

“Jangan sampai nanti sudah jadi, tidak sesuai standar yang mereka inginkan, lalu bongkar lagi, itu susah, karena butuh cost lagi,” ujarnya.

Pihak ITDC diingatkan agar menyediakan fasilitas pengolahan sampah yang memadai di Kawasan Mandalika.

Selain fasilitas tersebut, ITDC juga diminta untuk membuat Bank Sampah sebagai tempat penampungan sampah yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Kita semua harus memastikan Kawasan Mandalika ini betul-bentul bersih. Jangan sampai kita sukses menyelenggara MotoGP tapi kawasannya kotor,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pihak terkait untuk lebih intens melakukan inspeksi terkait sejauh mana perkembangan dari pengerjaan proyek yang ada.

Yang paling penting adalah sarana komunikasi, ia meminta fasilitas komunikasi harus sudah modern, bahkan harus jaringan 5G.

“Ini sangat penting untuk mengatasi segala potensi bencana alam yang akan terjadi,” pungkasnya.

Menanggapi arahan Menko Luhut, Direktur PT. Angkasa Pura I mengatakan, pengerjaan perpanjang Runway Bandara menjadi 3.300 meter, perluasan terminal berkapasitas tujuh juta penumpang dan terminal pesawat ditargetkan akan tuntas pengerjaannya pada bulan Januari tahun 2021.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT. PLN Nusa Tenggara Barat juga menjamin ketersediaan pasokan listrik berkapasitas 138 MW di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Sedangkan Direktur Telkom Nusa Tenggara Barat, juga menjamin ketersediaan jaringan  telekomunikasi di Kawasan Mandalika.

Selain Mandalika Telkom juga akan terus membangun jaringan Komunikasi di seluruh kawasan pariwisata di NTB.

Dalam mendukung hal tersebut, Telkom akan membangun Kabel Fiber Optik Laut dari Bali ke Mandalika.

“Pengerjaan ini kami ditargetkan selesai bulan Desember 2020,” tutupnya.

Sedangkan untuk Rumah Sakit Mandalika, Menko Luhut meminta untuk segera dilakukan groundbreaking. Ia meminta segala kendala terkait pembangunan fasilitas kesehatan yang mendukung event MotoGP 2021 ini bisa tuntas.

Sedangkan Direktur ITDC juga optimis seluruh infrastruktur untuk menyambut perhelatan MotoGP 2021, seperti Bandara, Jalan By Pass Bandara menuju KEK, Pelabuhan, Rumah Sakit Mandalika, Sarana Telekomunikasi akan dapat dituntaskan sebelum perhelatan berkala Internasional itu dihelat pada bulan Oktober 2021.

Usai mendengar pemaparan dari ITDC, Menko Marves bersama Gubernur NTB mengunjungi Bank Sampah Bintang Sejahtera di Kawasan Mandalika dan melihat langsung progres pembangunan Sirkuit MotoGP.

AYA/HmsNTB