Pimpinan Lima Institusi Negara Gelar  Silaturahim, Warga Minta Pilkada Tidak Ditunda Lagi

 Pembahasan Pilkada sudah final dan tidak perlu dikhawatirkan lagi oleh masyarakat

LOBAR.lombokjournal.com —  Lima pimpinan Kementerian/Lembaga RI menggelar silaturrahim dan berdialog langsung dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat,akademisi, aktivis, serta ormas se-provinsi NTB. Kegiatan silaturahim berlangsung di Hotel Kila Senggigi, Lombok Barat, Selasa (21/07/20).

Kelima pimpinan kementerian/Lembaga Tinggi RI ITU, yaitu Menkopolhukam Prof.Dr. HM Mahfud MD, Mendagri Prof. Dr. HM Tito Karnavian, Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, Wakapolri Komjen Gatot Edy Pramono, Kasum TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto, dan didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc.

Pada kesempatan tersebut, dialog antara pimpinan Kementerian/Lembaga dan masyarakat dipimpin langsung oleh Sekda Provinsi NTB Drs.H.Lalu Gita Ariadi, M.Si.

Membuka diskusi, Sekda memberikan kesempatan kepada seluruh tamu undangan mulai dari tokoh agama hingga para akademisi untuk memberikan informasi ataupun masukan kepada institusi negara yang hadir.

“Malam ini, kita minta masyarakat NTB, baik dari kalangan ulama, akademisi, aktivis untuk memberikan informasi, memberikan saran kepada seluruh pimpinan institusi negara yang hadir malam ini,” ujar Sekda sambil mempersilahkan tamu undangan untuk bertanya ataupun memberikan informasi.

Sebagai pembuka, mewakili tokoh agama, TGH.Ma’arif memberikan informasi kepada Menkopolhukam bahwa NTB sudah siap menghadapi Pilkada 2020. Menurutnya, Pilkada jangan sampai ditunda lagi, karena kalau sampai tertunda lagi karena Covid, itu semua akan menimbulkan masalah baru.

“Pak Menkopolhukam yang kami hormati, kami minta, jangan sampai Pilkada ini ditunda lagi,” ungkapnya.

Sebagai masyarakat, lanjutnya, penanganan Covid-19 di Provinsi NTB sudah baik. Salah satu contoh pada saat dikeluarkannya anjuran untuk beribadah dari rumah, pada saat yang sama pula pusat perbelanjaan dan tempat keramaian ditutup juga.

“Meski berat tidak sholat Jum’at di masjid saat pandemi Covid-19. Tapi, karena perintah Ulil Amri (Pemimpin) jadi wajib kami ikuti,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Menkopolhukam Prof. H.M Mahfud MD mengatakan bahwa pembahasan Pilkada sudah final dan tidak perlu dihawatirkan lagi oleh masyarakat.

Menurutnya, kalau karena pandemi Covid-19 lalu Pilkada ditunda, maka ratusan pemerintah daerah yang akan di PLT-kan kepala daerahnya, dan itu semua akan merusak demokrasi.

“Kalau alasannya, menunggu corona lewat, tidak ada satupun orang yang bisa meramal corona ini berakhir kapan. Bahkan,WHO mengatakan ini menjadi pandemi selamnya, makanya kita yang harus menyesuaikan diri,” ungkap Mahfud.

Negara ini, lanjut Mahfud, mendengar masukan banyak orang, mulai dari masyarakat, KPU, DPR, pemerintah, DPD, Bawaslu, Polri, TNI dan lain-lainnya dan mereka semua sepakat Pilkada tahun ini tidak akan diundur kembali. Tentunya, dengan mengutamakan protokol kesehatan.

“Satu orang satu paku untuk nyoblos, pakai masker, pokoknya patuhi protokol kesehatan,” tambahnya.

Senada dengan Menkopolhukam, Wakapolri dan Wakil Ketua DPD RI mengatakan Pilkada tahun 2020 tidak akan ditunda lagi, dengan syarat semua pihak harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Tidak hanya Indonesia, 46 negara di dunia juga akan melakukan pemilu tahun ini, dilakukan di tengah pandemi dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujar Wakapolri Komjen Gatot Edy Pramono.

TNI/Polri, tambahnya, mendukung sepenuhnya proses Pilkada tahun 2020 yang akan diselenggarakan sebentar lagi. Kerjasama yang baik antara seluruh pihak menjadi salah satu kunci berjalannnya Pilkada dengan baik.

“Kami dari unsur kepolisian, bersama dengan TNI siap melakukan keamanan Pilkada dengan sebaik-baiknya,” kata Edy Pramono.

Yang terpenting dan utama, protokol kesehatan harus dan wajib di taati, itu semua, demi kesehatan berjalannya Pilkada dengan baik.

“Patuhi protokol kesehatan, TPS akan di perbanyak,untuk menghindari kerumunan,” katanya.

Mengakhiri dialog, Gubernur NTB Dr. H.Zulkieflimanysah mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pimpinan institusi negara yang berkesempatan hadir di tengah pandemi Covid-19 ini. Menurut Gubernur, kedatangan pimpinan institusi negara ke NTB ini menjadi suntikan semangat untuk seluruh masyarakat NTB.

BACA JUGA:

Mendagri Optimis, NTB Mampu Sukseskan Pilkada Serentak 2020

“Terimakasih silaturahimnya, kami bersyukur dan merasa berbahagia, masyarakat NTB bisa kembali bersilaturrahim dan berdialog dengan pejabat negara,” ujar Bang Zul.

AYA/HmsNTB




Adakan Rapat, Tak Perlu Ada Hidangan 

Mulai hari ini hilangkan kebiasaan menghidangkan makanan, minuman di ruang rapat, Baru berlaku hari ini di kantor Gubernur

MATARAM.lombokjournal.com —  Masih tingginya  Kasus Covid-19 dan terus bertambah tiap hari, tak hanya  terjadi di kluster pasar. Justru penularan Covid-19 di lingkungan kantor disebut paling tinggi.

Hal itu dinyatakan oleh Sekretaris Daerah NTB, H Lalu Gita Aryadi di Mataram, Senin (20/07/20).

Mengikuti arahan dari Juru bicara Presiden Achmad Yurianto pada Minggu (19/07/20) kemarin, dalam konfrensi persnya terkait Update Covid.

Sekda menegaskan, jika mengadakan rapat di kantor  pemerintahan agar waktu rapat dipersingkat menjadi kurang lebih satu Jam. Dan ini yang penting, tidak diadakannya Jamuan atau snak saat rapat berlangsung.

Sekda menyatakan ,Jangan sampai epicentrum Covid-19 ada dikantor- kantor. Untuk menghindarinya harus dipastikan kalau rapat yang hadir adalah orang yang tidak sakit .

“Yang bagus imunitasnya, perlu ada termogan untuk mengecek suhu peserta rapat,yang sakit jangan ikut rapat. Serta presentasi jangan lama tapi singkat padat, jelas, diupayakan tidak lebih setengah jam atau satu jam. Jangan lupa  selalu gunakan masker, karena selalu gunakan masker makan tidak boleh  makan minum dalam rapat,” tegas Sekda.

Sekda menjelaskan,  alasan tak boleh menghilangkan kebiasaan menyediakan hidangan apa pun selama rapat atau pertemuan berlangsung, sebab akan memberikan kesempatan orang yang hadir untuk membuka masker.

“Upayakan tidak ada hidangan makan dan minum apapun selama rapat, sehingga semua tidak berkesempatan membuka masker,” tegasnya.

Sekda kembali menekankan, mulai hari ini hilangkan kebiasaan menghidangkan makanan, minuman di ruang rapat, Baru berlaku hari ini di kantor Gubernur.

“Nanti kita akan sosialisaikan ke kantor- kantor pemetintahan yang ada di NTB,” kata Sekda.

AYA




Membangun Industri Peternakan di NTB, Dimulai Bangun Kandang 100.000 Pullet

Dari 100.000 pullet yang terdapat di lahannya itu, akan menyuplai sekitar tiga ratus ribu ekor ayam petelur dari target satu juta populasi

SUMBAWA.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati mengajak beberapa Kepala Dinas Provinsi NTB beserta TP-PKK Provinsi menanam padi di lembah Olat Maras, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (18/07/20).

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul melanjutkan perjalanan ke acara peletakan batu pertama pembangunan kandang 100.000 pullet atau ayam yang siap bertelur, di kawasan Olat Maras yang tidak jauh dari lokasi penanaman padi tadi.

Hadirnya industrialisasi ini untuk memenuhi kebutuhan telur di Nusa Tenggara Barat terlebih di pulau Sumbawa.

“Investasi itu hanya mungkin kalau kita hanya memaknai kehadiran kita sebagai pelayan masyarakat dalam pengertian sebenarnya, jadi Gubernur dan Kepala Dinas itu bukan bos, akan tapi hadir untuk betul-betul hadir melayani kebutuhan masyarakatnya,” ungkap Bang Zul.

Gubernur meminta agar peminjaman di bank termasuk bank NTB Syariah, tidak mempersulit investor atau masyarakat dalam pemberian pinjaman pembiayaan untuk menggairahkan perekonomian di NTB.

Hal ini perlu dilakukan terlebih dalam masa pandemi seperti ini, yang tidak memungkinkan untuk bergantung pada sektor pariwisata.

“Pariwisata tumbuh dan pulih itu, kemungkinan tahun depan baru bisa menggeliat, oleh karena itu OJK bisa mengingatkan Bank NTB untuk menggiatkan ekonomi kita,” ujar Bang Zul.

Bang Zul berharap agar apa yang dilakukan saat ini menjadi langkah awal untuk perekonomian dan peternakan NTB melesat cepat.

“Bulan ini seratus ribu, mudah mudahan segera sampai sejuta, ini tanah luas tinggal dipakai saja,” harapnya.

Peternakan ini nantinya, akan memunculkan industri-industri baru di NTB.

“Perjalanan panjang memang harus selalu dimulai dengan langkah pertama dan apa yang kita lakukan ini, mungkin kita menjadi saksi sejarah,” ujarnya.

Bang Zul menyampaikan rasa terimakasihnya atas terealisasinya industrialisasi dan peletakan batu pertama ini diharap menjadi pemicu awal hadirnya industrialisasi dan juga peternakan yang hebat dan modern di NTB.

Mata rantai industrialisasi

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani menuturkan, langkah yang diambil oleh pemerintah ini telah dinantikan sejak lama.

Sebab dengan menggeliatkan peternakan ayam petelur di NTB terlebih di Pulau Sumbawa maka kedepan permasalahan inflasi di NTB tidak akan terjadi lagi.

“Ini gebrakan yang sangat luar biasa saya rasakan. Kita sangat bangga memiliki pak Gubernur yang sangat inspiratif, sehingga persoalan NTB insyaAllah akan selesai,” ungkapnya.

Ia mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Provinsi atas perhatian dan gebrakan-gebrakan yang menjawab segala persoalan NTB.

Pada kesempatan itu, Direktur Samawa Farm, Maksum Jatmiko menyampaikan rasa syukurnya. Dan  yang dilakukan hari ini, merupakan satu mata rantai dari industrialisasi pertanian dan perternakan di Provinsi NTB.

“Industrialisasi itu rantainya disusun sedemikian rupa, jadi mulai dari pembangunan irigasi, pemitraan, pabrik benih, dryer besar, sampai dengan perindustrialisasi sampai pada ujungnya ada farm telur, penjualan telur, kemudian titik akhirnya loss swasembada telur,” ungkapnya.

Dari 100.000 pullet yang terdapat di lahannya itu, akan menyuplai sekitar tiga ratus ribu ekor ayam petelur dari target satu juta populasi yang pihaknya targetkan di NTB dalam tiga tahun kedepan.

Lebih jauh, menjadi bagian dalam pengembangan perekonomian melalui industrialisasi ternak, Ia mengakui bahwa pihaknya merasa bangga dan terhormat.

“Kami sangat bangga dan terima kasih dukungannya pak gubernur atas semua ini bisa terjadi dan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, InsyaAllah pekan depan kita sudah memulai prosesnya untuk pembangunan seratus ribu pullet,” tutupnya.

Pada giat ini turut juga mendampingi, Kepala Dinas Peternakan dan dan Kesehatan Hewan Prov. NTB, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Ketua Otoritas Jasa Keuangan NTB, Direktur Bank NTB Syariah dan Direktur Samawa Farm.

AYA/HmsNTB




Virtual Geotourism Festival 2020; Inovasi Mengundang Wisatawan di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 jangan sampai membuat promosi pariwisata menjadi terhenti

MATARAM.lombokjournal.com —  Festival Geowisata Virtual pertama di Indonesia dibuka oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, hari Rabu (15/04/20) di Pendopo Wakil Gubernur.

Event Virtual Geotourism Festival 2020 ini membuktikan, di masa pandemi Covid-19, pariwisata NTB masih mampu menghadirkan inovasi, dan warna tersendiri dalam mengundang wisatawan meskipun melalui media virtual.

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup besar pada perekonomian, terutama pada usaha pariwisata.

Pandemi yang telah menimpa seluruh negara di dunia ini telah mengakibatkan sektor pariwisata mengalami penurunan kunjungan wisatawan. Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan Festival Geowisata Virtual ini.

“Pemerintah Nusa Tenggara Barat sangat berharap bahwa Festival Geowisata 2020 akan menjadi salah satu dari banyak cara untuk mempromosikan potensi geowisata kami,” ucapnya.

Mewakili Pemprov NTB, Umi Rohmi yang juga didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Kepala Bappeda Provinsi NTB, mengucapkan terima kasih atas perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kementerian Parekraf telah memberikan dukungan tanpa henti untuk menjadikan NTB tujuan wisata kelas dunia berikutnya.

Begitu juga dengan Komunitas Geopark Lombok Rinjani, yang disebutnya telah berkontribusi besar dalam mempromosikan serta menjaga kelestarian di Rinjani.

“Kehormatan bagi provinsi kami untuk menjadi bagian dari festival yang luar biasa ini dan kami berharap bahwa melalui acara ini kami juga akan dapat mempromosikan potensi pariwisata kami dan produksi industri bisnis kecil kami di NTB,” tambahnya.

Umi Rohmi juga menekankan, pariwisata dan pelestarian alam merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan.

Untuk itu, pengembangan pariwisata haruslah dibarengi dengan pelestarian alam juga.

“Pariwisata itu harus dengan pelestarian alam, tidak bisa tidak,” tegasnya.

Selain itu, dengan adanya pandemi Covid-19 menurutnya telah memberikan pembelajaran pada sektor pariwisata.

Destinasi pariwisata ke depan diharapkan mampu menyediakan pariwisata yang bersih, sehat dan aman dengan memperhatikan pelestarian lingkungan.

Geopark, Destinasi yag Diminati

Sebelumnya, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ir. Rizki Handayani Mustofa menjelaskan, Geopark ke depan akan menjadi suatu destinasi yang sangat diminati pada era adaptasi kebiasaan baru.

Karena itu, Geopark Rinjani diharapkan dapat dijaga serta dilestarikan dengan sebaik-baiknya.

“Ini merupakan suatu aset bagi NTB untuk tetap kita lestarikan dan yang paling penting adalah kedepan ketika kemudian kita terus kembangkan Rinjani ini untuk menjadi destinasi pariwisata, kita jangan lupakan masalah-masalah pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Rizki mengapresiasi kegiatan Geowisata Virtual tersebut karena sesuai dengan keadaan saat ini. Ia mengatakan bahwa pandemi Covid-19 jangan sampai membuat promosi pariwisata menjadi terhenti.

“Salut sekali, dari yang sebelumnya offline, kemudian menjadi online seperti saat ini. Ini merupakan suatu inovasi dimana teman-teman ternyata tidak berhenti, adanya pandemi tidak menjadikan mereka setop, adanya pandemi terus membuat mereka berinovasi, sehingga festival tetap dijalankan,” jelasnya.

Tak hanya itu, keterlibatan anak-anak muda NTB terhadap pariwisata diharapkan mampu meningkat dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini. Sehingga, rasa cinta dan bangga akan Geopark Rinjani maupun pariwisata lainnya dapat terus tumbuh di hati anak-anak muda NTB.

Sementara itu, Deputi Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Odo R. M. Manuhutu menyambut baik terselenggaranya Virtual Geotourism Festival. Kegiatan ini dinilai sebagai salah satu upaya recovery sektor pariwisata selama masa pandemi, khususnya di Provinsi NTB.

“Ini menjadi salah satu bukti bahwa pandemi Covid-19 bukan suatu halangan untuk kita terus bekerjasama dalam membangun negeri, terutama yang erat kaitannya dengan pengembangan Geowisata dan Geopark di Indonesia,” tutur Odo.

Ia pun meminta keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan serta mengelola pariwisata di NTB dan juga di Indonesia pada umumnya. Begitu pula dengan produk-produk dari pelaku usaha yang diharapkan dapat dipromosikan melalui kegiatan ini.

“Kegiatan Virtual Geotourism Festival ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memberikan ruang dan peluang bagi para kelompok dan pelaku sektor pariwisata untuk dapat mempromosikan produk-produknya,” tutupnya.

Event Virtual Geotourism Festival ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 15 dan 16 Juli 2020.

AYA/HmsNTB




Ini Kata Wagub, Tidak Pakai Masker Jangan Masuk Pasar

Kesadaran masyarakat menggunakan masker sudah bagus, namun kendalanya jarak yang sulit diatur di pasar

MATARAM.lombokjournal.com – “Saatnya menerapkan punishment, jika mau jualan atau masuk pasar harus menggunakan masker, apabila tidak diikuti jangan masuk pasar, itu konsekuensinya,” tegas Ummi Rohmi saat turun meninjau pelaksanaan protokol kesehatan covid-19 di beberapa pasar tradisional di Kota Mataram, Selasa (14/07/20).

Diharapkan Pemerintah Daerah dapat mendisiplinkan para pedagang dan pengunjung di pasar tradisional untuk menggunakan masker.

Menurut Wagub, ketegasan yang dilakukan pemerintah bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat,  justru untuk melindungi seluruh masyarakat di NTB dari penyebaran wabah Covid-19, agar hidup aman dan terus berproduktif.

“Masih ditemukan beberapa pengunjung dan pedagang yang tidak menggunakan masker,” kata Wagub Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga mengedukasi para pengunjung pasar agar dapat penggunaan masker dengan baik. Masker harus menutupi mulut dan hidung. Karena kata Wagub virus ini masuk ketubuh melalui hidung dan mulut.

“Jangan pakai masker didagu atau dibawah hidung,” katanya. .

Selama ini Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota serta aparat TNI/Polri tidak henti – hentinya memberikan edukasi dan himbauan, mulai dari himbauan yang humanis hingga tegas.

Pemerintah telah membagikan ribuan masker, mengajak dan menghimbau disetiap lokasi keramaian, hingga pelosok desa untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi.

Namun seiring waktu, kasus penyebaran Covid-19 tetap saja terus merangkak naik di NTB.

“Terutama wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya.

Di akhir kunjungan, Wagub berpesan kepada para pengelola pasar, baik di pasar Pagesangan dan Karang Jasin untuk senantiasa menegakkan disiplin protokol Covid-19.

Jarak yang sulit diatur

Kepala pasar Pagesangan Kota Mataram, Rusiah menegaskan setiap hari selalu menempatkan petugas pada titik tertentu untuk mengatur dan memperingati pedagang dan pembeli menerapkan protokol Covid-19.

“Bahkan aparat keamanan TNI/Polri, Satpol PP dan keamanan pasar terus berjaga dipintu masuk pasar untuk menghimbau pengunjung menggunakan masker dan jaga jarak,” kata pria yang disapa Rus ini.

Diakuinya pasar Pagesangan menyediakan 3 tandon dan ember besar lengkap dengan sabun sebagai fasilitas untuk mencuci tangan. Disamping itu pedagang juga diatur jaraknya 1-2 meter.

“Setiap hari kami melihat sudah 90 persen menggunakan masker, namun  kadang-kadang hanya dicantel di dagu, ini yang terus kami berikan pemahaman,”ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan kepala Pasar Karang Jasin Cakra Kota Mataram Nengah Pastiarte, kesadaran masyarakat menggunakan masker sudah bagus.

Namun kendalanya jarak yang sulit diatur dipasar.

“Saya setuju semua pihak terus membangun kesadaran masyarakat untuk terapkan protokol Covid-19 sehingga meningkatkan kesadaran mereka peduli terhadap keselamatannya,” kata Nengah.

Salah satu pedagang dipasar Pagesangan Umi (30) warga Sekarbela mengaku, setiap hari selalu menggunakan masker berjualan di pasar.

“Tapi masker masih kurang untuk gantian setiap hari, kalau bisa dibagikan lagi,” harapnya.

Pengunjung pasar Karang Jasin Safwan (40) warga cakra menyadari bahaya Covid, apalagi sekarang kota Mataram Zona Merah dengan angka penderita terbanyak di NTB.

“Kadang saya perhatikan pembeli yang ke pasar, ditemui mereka sudah menggunakan masker, tapi dipakaikan didagu atau disimpan dikantongnya, nah perlu kesadaran pribadi ini karena upaya maksimal sudah dilakukan pemerintah,” katanya.

Usai meninjau pasar Pagesangan dan Karang Jasin,  Wagub didampingi Asisten 1, Kadis Perdagangan, Kadis Koperasi UMKM, dan Kasat Pol PP NTB.

AYA

 




Wagub Minta Masyarakat Cintai Produk Lokal, JPS Gemilang Tahap III Diluncurkan Di Loyok

Jumlah penerima JPS tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS

LOTIM.lombokjournal.com —  Masyarakat diajak mencintai dan menghargai produk lokal buatan Nusa Tenggara Barat.

Jika masyarakat menghargai produk lokal, maka para pelaku usaha IKM/UKM juga akan semakin berkembang.

Sehingga para pelaku usaha dalam daerah setelah pandemi Covid-19 berlalu, dapat mandiri dan maju dalam memasarkan produk-produknya.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan itu saat  meluncurkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III di Desa Loyok, Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Senin (13/07/20).

Wagub mengharapkan adanya peningkatan produktifitas.

“Tingkatkan kualitas dari produk-produk ini, supaya tidak sampai di sini saja kita beli produk kita. Tapi seterusnya orang NTB harus membeli produk NTB sendiri,” kata wagub.

Dikatakan, paket dalam JPS Gemilang III berisi produk-produk yang dibuat oleh UKM dan IKM lokal. Hal ini dilakukan untuk mendorong UKM/IKM lokal agar terus berkembang di tengah pandemi.

“PR berikutnya, ke depan harus kita ciptakan pasar, kita harus kerja keras agar kualitas semakin bagus dan harga semakin bersaing,” kata Umi Rohmi.

Wagub kembali mengingatkan pentingnya masyarakat menjaga kesehatan.

Modal kesehatan menjadi penopang utama kebangkitan ekonomi masyarakat. Desa wisata seperti Desa Loyok, kata Wagub, harus bebas dari Covid.

Sebab Desa Loyok menjadi salah satu desa wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kita harus bisa menjaga desa kita agar tetap sehat, tidak ada yang kena Covid-19, dengan begitu, jika masyarakat di desa sehat maka orang tidak akan takut dan merasa aman untuk datang ke desa ini,” kata Ummi Rohmi.

Ditekankan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan dengan ketat agar masyarakat desa Loyok terhidar dari wabah Covid-19.

Agar masyarakat memahami pentingnya protokol kesehatan, aparat desa diminta terus melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan ini.

“Kita tidak boleh lengah, kita harus disiplin, kalau mau sehat kita ikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” tutur wagub.

Disampaikan terimakasih seluruh pihak yang ikut serta menangani pandemi dan dampak yang ditimbulkan baik dari Pemda, Pemerintah Desa, Forkompinda dan pihak terkait lainnya.

Menghidupkan UKM/IKM Lotim

Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi mengatakan, JPS Gemilang dari Pemprov NTB ini sangat membantu Kabupaten Lombok Timur dalam menangani dampak pandemi.

Program ini bukan hanya memberikan bantuan dalam bentuk sembako, namun juga telah menghidupkan UKM/IKM yang ada di Lombok Timur.

“Terimakasih kepada pemerintah provinsi yang telah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat Lombok Timur ini,” tuturnya.

Ia berharap Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB pada umumnya segera pulih agar kondisi sosial dan perekonomian masyarakat dapat normal kembali.

Untuk diketahui, jumlah penerima JPS tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS.

Sedangkan produk-produk yang ada dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UMKM/IKM/kelompok usaha.

Untuk penerima manfaat di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM yang terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967.

BACA JUGA: Program JPS Gemilang Diapresiasi Masyarakat

Di Pulau Sumbawa sebanyak 36. 724 PKM, terdiri dari Kabupaten Sumbawa Barat 2.639, Kabupaten Sumbawa 7.106, Kabupaten Dompu 8.696, Kabupaten Bima 16.093 dan Kota Bima 2.187.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Ingatkan, JPS Gemilang III Upaya Membangkitkan IKM dan UMKM

Ditekankan,  penyaluran JPS Gemilang tahap III Harus detail dan dipastikan tidak ada masalah

MATARAM.lombokjournal.com —  Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang telah siap memasuki tahap III. Penyaluran akan dimulai pada pekan depan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah pada rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan peluncuran JPS Gemilang tahap III menyampaikan, tahap III atau tahapan terakhir ini harus benar-benar dipersiapkan.

“Kekurangan pada JPS I bisa diperbaiki dan kita punya prestasi JPS II ini nyaris tanpa cacat. JPS III ini harus hati hati,” ujar Gubernur Zul saat  rakor di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur NTB, Jumat (10/07/20). .

Ditekankan,  penyaluran JPS Gemilang tahap III ini tidak perlu terburu buru. Harus detail dan dipastikan tidak ada masalah.

Gubernur Zul mengingatkan, hadirnya JPS Gemilang ini tidak hanya memberi stimulus perekonomian kepada masyarakat di masa pandemi.

“JPS Gemilang merupakan suatu langkah membangkitkan UMKM dan IKM, agar dapat berlari dan berkembang,” katanya.

Lebih jauh, Gubernur Zul menerangkan,  JPS Gemilang tahap III ini bukan akhir melainkan awal kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi di NTB.

“Ini menandai mulainya stimulus stimulus ekonomi,” tuturnya.

Diharapkan JPS Gemilang ini menjadi pemicu awal dan perbaikan dan peningkatan kualitas produk UMKM dan IKM.

Agarsaat berproduksi dalam skala lebih besar, dapat menekan harga dan siap melebarkan sayap pemasarannya hingga nasional dan internasional.

Semua item produk lokal

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, JPS Gemilang termasuk skala nasional menjadi beda dengan tempat lain. Sebab semua item bantuan merupakan  produk lokal.

Wagub menekankan, apa yang diinisiasi  Gubernur ini, Wagub memin Zul diminta berkelanjutan. .

“Bagaimana menindaklanjuti, harus lebih dipersiapkan, koordinasi seluruh OPD OPD penyedia, agar proses ini dapat berjalan seterusnya, UMKM, IKM kita bisa terus berproduksi, ketersediaan marketnya, baik nasional maupun internasional,” pinta Wagub.

Ditambahkan, situs i-Shop NTB yang menjual produk produk unggulan NTB dapat benar benar diseriusi, baik konten maupun sistem harus yang memudahkan pengguna.

“Ini harus betul-betul diseriusi, baik konten maupun sistem yang memudahkan, bagaimana ini bisa seterkenal online shop lainnya,” ujar Ummi Rohmi.

Tantangan ke depan, bagaimana perekonomian ini dapat stabil, tidak hanya saat JPS Gemilang saja, tapi dapat terus berproduksi.

Wagub mengapresiasi kerja keras dan sinergi Gugus Pemulihan Sosial Ekonomi Dampak Covid-19 Provinsi NTB.

jumlah penerima pada JPS Gemilang tahap III ini sebanyak 120.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yakni dengan uraian 110.130 DTKS dan 9.870 Non DTKS.

Barang yang akan disalurkan dalam JPS Gemilang III, menggunakan produk yang berasal dari 4.673 UKM/IKM/Kelompok.

Hal itu disampaikan Asisten II Setda NTB , H. Ridwansyah, yang menjadi moderator rakor itu. Menurutnya, persiapan JPS Gemilang tahap III berjalan hampir 100 persen.

AYA/HmsNTB




Peluncuran Kampung Tangguh di Desa Kembang Kuning

Kapori dan Pangima TNI serentak meluncur 7.024 Kampung Tangguh Nusantara

LOTIM.lombokjournal.com — Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis,M.Si serta Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P meluncurkan Kampung Tangguh secara virtual di Desa Wisata Kembang Kuning,  Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (09/07/20).

Kampung Tangguh merupakan program khusus Kapolri dan Panglima TNI dalam penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, keamanan dan sosial ekonomi itu. Di NTB, kampung tangguh tersebut bernama Kampung Sehat (Steril,Ekonomi Produktif, Harmonis, Asri, Tangguh).

Peluncuran Kampung Tangguh di Desa Kembang Kuning itu serentak dengan peluncuran 7.024 Kampung Tangguh Nusantara yang diakukan Kapolri dan Panglima TNI.

Hadir saat peluncuran tersebut Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K.,MH, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos.,SH.,M.Han, Bupati Lombok Timur H.Sukiman Azmi, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB.

Melibatkan masyarakat

Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis,M.Si mengawali peluncuran itu berdialog terkait progres serta dampak adanya Kampung Tangguh Nusantara yang dibentuk di provinsi seuruh Indonesia.

Diharapkan. kampung tangguh yang dilaunching banyak melibatkan masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19.

“Harapan kita, seluruh masyarakat hingga ke tingkat RT/RW ikut berpartisipasi dalam mencegah penularan Covid-19. Kita optimis, jika di tingkat RT sudah tangguh. Maka, Indonesia tangguh,” ujar Kapolri.

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya mengatakan, panen raya yang digelar hari ini menjadi bukti kesungguhan TNI/Polri mendukung pemerintah dalam rangka ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

“Kita semua merasakan dampaknya. Kita semua dituntut untuk terus menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Panglima.

Sesuai Instruksi Presiden, pihaknya diminta turut membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan. Pasalnya, stabilitas pangan berkaitan erat dengan kondisi sosial Indonesia.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, TNI/Polri serta masyarakat luas atas dukungannya terhadap Kampung Tangguh Nusantara yang di launching hari ini,” tutupnya.

Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K.,MH mengatakan, di era pandemi Covid-19 ini ketahanan pangan  menjadi faktor penentu.

Masyarakat harus tetap bisa makan, perekonomian masyarakat pun kita harap terus menggeliat. Tapi, di sisi lain protokol kesehatan harus tetap dijalankan oleh seluruh masyarakat.

“Kita bangga di tempat ini kita sudah siap panen ikan lele, ikan nila dan padi, jumlahnya pun cukup besar. Ini semua kita persembahkan untuk mendukung ketahanan ekonomi yang ada di Lombok Timur, khususnya di desa wisata Kembang Kuning. Kita bersyukur, di tengah pandemi Covid-19 ini , perekonomian di NTB tetap survive,” kata Kapolda.

Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah dalam sambutannya mengatakan, pihaknya bersyukur Provinsi NTB diberikan Kapolda dan Danrem seperti Pol. M. Iqbal dan Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang sangat aktif dan kompak di masa pandemi ini.

“Kita syukuri, di tengah masa sulit ini, kebersamaan antara pemerintah dan jajaran TNI/Polri tetap terjaga. Alhamdulillah, ini anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Mari kita jaga kebersamaan ini hingga masa mendatang,” ujar Wagub.

Menurutnya, berkat kekompakan semua pihak, perekonomian NTB di masa pandemi ini semakin membaik.

Namun demikian, “pekerjaan rumah” berupa edukasi terus menerus kepada masyarakat terkait dengan penerapan protokol Covid-19 harus terus dilakukan.

“Faktor paling sulit adalah mengedukasi masyarakat. Dalam edukasi pun perlu cara-cara dan lompatan-lompatan baru, kampung sehat ini salah satu cara terbaik mengedukasi masyarakat dalam mencegah penularan covid-19,” ujar wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini.

Dikatakan, dengan adanya peluncuran Kampung Tangguh Nusantara dengan mengambil lokasi di NTB menjadi penyemangat baru di tengah pandemi Covid-19.

Sektor pertanian dan peternakan akan terus digeliatkan untuk mendukung daya tahan ekonomi.

“Alhamdulillah pertanian kita di NTB masih bagus, peternakan terus berjalan, aspek-aspek perekonomian pun terus meningkat di masa sulit seperti saat ini. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memudahkan seluruh ikhtiar kita semua,” kata Umi Rohmi.

Desa wisata Kembang Kuning

Di bagian akhir kegiatan, Wakil Gubernur didampingi Kapolda NTB, Danrem, Bupati Lombok Timur memakai topi, sepatu hingga sarung tangan untuk melakukan panen raya padi, panen ikan  dan melihat Industri kreatif UMKM desa wisata Kembang Kuning.

Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu desa wisata andalan Provinsi NTB.

Desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini memiliki sejuta keindahan yang memesona. Tak hanya indah, keramahan masyarakat, kekompakan pemuda serta aktivitas masyarakat yang masih tradisional melengkapi keindahan desa tersebut.

Tak heran kemudian di tahun 2019 lalu, desa dengan jumlah penduduk 2.122 jiwa (610 KK) ini berhasil menjadi juara pertama lomba Desa Wisata Tingkat Nasional kategori desa berkembang.

Di tengah pandemi Covid-19 ini pun, desa wisata Kembang Kuning semakin berbenah. Tempat cuci tangan sangat mudah ditemukan. Bahkan, desa ini menjadi kawasan wajib masker.

Prestasi yang membangggakan itulah yang membuat desa wisata Kembang Kuning menjadi lokasi launching Kampung Tangguh Nusantara.

AYA/HmsNTB




NTB Salah Satu Provinsi Terbaik Dalam Kegiatan Ekonomi dan Penanganan Covid-19

 Pemetaan hasil kajian peneliti CSIS, Provinsi NTB bersama belasan provinsi lainnya di Indonesia berada di Kuadran I, artinya pada kondisi dimana kesehatan membaik, dan ekonomi membaik

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;    Nusa Teggara Barat (NTB) dinilai termasuk salah satu provinsi  terbaik untuk kegiatan ekonomi dan penanganan Covid-19.

Penilaian itu mengemuka dalam webinar publik bertema “Monitoring penyebaran Covid-19 dan Perkembangan Ekonomi di Masa Transisi”, Sabtu (04/07/20), yang diselenggarakan Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Peneliti the Department of Economics pada CSIS, Jakarta, Indonesia, Haryo Aswicahyono dalam paparan bertajuk “Evaluasi Kegiatan Ekonomi Dan Intensitas Penyebaran Covid-19 di Masa New Normal: Tinjauan atas Beberapa Indikator Cepat” dalam webinar tersebut mengungkapkan hasil kajiannya.

Berdasarkan hasil kajiannya, Haryo memetakan perkembangan ekonomi dan penyebaran Covid-19 pada provinsi-provinsi di Indonesia.

Pemetaan dilakukan dengan membagi daerah-daerah tersebut dalam empat kuadran, berdasarkan dua variabel utama, yaitu kegiatan ekonomi dan intensitas penyebaran Covid-19.

Kuadran I yang merupakan kuadran terbaik adalah provinsi dengan, kesehatan membaik dan ekonomi membaik. Kuadran II, provinsi dengan ekonomi membaik, kesehatan memburuk.

Dalam kategori Kuadran III, provinsi dengan ekonomi memburuk, kesehatan memburuk. Kuadran IV, provinsi dengan ekonomi memburuk, kesehatan membaik.

Dalam pemetaan yang ditampilkan Haryo,  Provinsi NTB berada di Kuadran I. Artinya, NTB dan belasan provinsi lainnya di Indonesia, berada pada kondisi dimana kesehatan membaik, dan ekonomi membaik.

Kerja keras dan kekompakan

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Gubernur NTB melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM bersyukur atas hasil riset CSIS tersebut.

Menurutnya, itu semua tidak luput dari kerja keras dan kekompakan Gubernur, Wakil Gubernur beserta seluruh masyarakat NTB.

“Alhamdulillah. kita bersyukur, dalan Studi CSIS mengenai kondisi indeks ekonomi dan indeks kesehatan, Provinsi NTB berada di Kuardan I,” ujarnya.

Kandidat doktor Universitas Airlangga tersebut melanjutkan, pencapaian yang diraih Provinsi NTB tersebut harus tetap dipertahankan.

Pemberdayaan IKM/UMKM di tengah pandemi Covid-19 harus tetap didorong. Selain itu, penerapan protokol kesehatan juga harus dijalankan di seluruh sektor, terutama sektor pariwisata yang baru-baru ini sudah mulai banyak dibuka.

“Pemberdayaan produk lokal di tengah pandemi Covid-19 tersebut merupakan langkah tepat yang dilakukan Gubernur NTB. Itu semua, meningkatkan ekonomi kerakyatan di daerah kita tercinta,” tambahnya.

Bang Najam, sapaan akrabnya, juga menyebutkan provinsi lain di Indonesia yang masuk dalam kuadran I, dimana kondisi kesehatannya membaik dan ekonomi membaik.

Beberapa provinsi lainnya adalah Provinsi DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Banten, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Jawa Barat, Bengkulu, Sulawesi Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta dan sejumlah provinsi lainnya.

AYA/HmsNTB




Harganas ke- 27,  Keluarga Jadi Wadah Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan

Masyarakat NTB diminta menerapkan protokol kesehatan yang dirancang pemerintah untuk menghindari penyebaran Covid-19

LOBAR.lombokjournal.com — Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke- 27 tahun ini bisa menjadi momentum pengingat, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam upaya sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Keluarga harus menjadi wadah untuk sosialisasi dan penerapkan protokol kesehatan sehingga menjadi contoh untuk orang lain disekitarnya,” kata Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Wagub menyampaikannya dalam acara Peringatan Harganas ke-27, di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (29/06/20). Wagub mengatakan,

Masyarakat diingatkan, agar tidak berpangku tangan selama  pandemi ini. Namun aktivitas ekonomi tetap bisa dilakukan dengan mengedepankan menerapkan protokol kesehatan.

“Aktivitas perekonomian masyarakat di NTB ini dapat kembali berjalan, namun disesuaikan dengan protokol kesehatan yang sederhana ini seperti pakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan,” terang Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Umi Rohmi mengatakan, pandemi ini mengajarkan semua pihak, kesehatan adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa kesehatan, semua aktivitas kita tidak dapat berjalan dengan normal.

“Kita bisa mengabil hikmah dari Pandemi ini. Kita jadi sadar betul betapa kesehatan itu menjadi prioritas utama dalam kehidupan kita,” ujarnya.

Pentingnya kesehatan ini sebenarnya sudah sejak dahulu digaungkan. Hanya saja sebagian besar orang meremehkan hal tersebut sebelum terjadi pandemi Covid-19 yang telah melumpuhkan hampir semua aktivitas sosial maupun ekonomi dunia.

“Sejak lama Kesehatan ini selalu diedukasikan kepada kita, tapi memang kita kalau tidak ada peristiwa kita tidak sadar-sadar,” tuturnya.

Wagub meminta kepada seluruh masyarakat NTB untuk menerapkan protokol kesehatan yang telah dirancang oleh pemerintah untuk menghindari penyebaran Covid-19 ini.

“Penerapan protokol kesehatan ini tidak ada yang sulit sebenarnya. Kita cuma pakai masker yang kini sudah banyak diproduksi, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan serta menjaga kebersihan tubuh, hal tersebut adalah kegiatan yang sering dilakukan,” kata Umi Rohmi.

Menciptakan masyarakat yang kuat

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam peringatan Harganas ini menyampaikan bahwa keluarga adalah wadah untuk menciptakan masyarakat dan negara yang kuat. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan hal tersebut.

“Masri kita jadikan Keluarga sebagai basis pembentukan karakter termasuk mensosialisasikannya,” terang Fauzan.

Senada dengan Wagub, Fauzan juga meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas, baik itu aktivitas agama, sosial, maupun aktivitas ekonomi agar masyarakat terhindar dari penyebaran Covid-19 ini.

Berkaitan dengan hal itu, Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus Satriyo Wibowo dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pihak kepolisian khususnya Polres Lobar selalu mengwal dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

“Polres Lobar dalam hal ini ikut mensosialisasikan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di kabupaten Lombok Barat ini,” terangnya.

AYA/HmasNTB