Dengan Mengendarai Motor, Gubernur Jelajahi Hutan Lamtoro di Lotim

Pengelola Dimina memberdayakan masyarakat, sehingga alam yang indah ini dapat sejajar dengan kesejahteraan masyarakat

LOTIM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bertualang menjelajahi Hutan Tanaman Industri di Desa Pandak Guar, Kabupaten Lotim, Sabtu (15/08/20), mengendarai sepeda motor untuk melihat potensi lamtoro yang digunakan sebagai bahan baku pakan ternak.

Melihat potensi yang sangat luar biasa, Gubernur meminta kepada pihak pengelola dan masyarakat untuk menjaga potensi hutan ini, demi terjaganya kehijauan alam NTB.

Terlebih Provinsi NTB dikenal sebagai provinsi dengan keindahan alamnya.

“Dusun Tiboborok, Desa Padak Guar, mantap, keren, cocok menghilangkan stres, trus motoran, kepada masyarakat dan petugas agar tetap semangat dalam menjaga hutan kita ini,” katanya.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Gubernur lulusan Harvard University ini beserta sejumlah Kepala OPD mengabadikan keindahan alam di tempat tersebut.

Gubernur Zul minta kepada OPD terkait berperan aktif dalam mengembangkan potensi alam di desa ini. Ia juga meminta pengelola memberdayakan masyarakat, sehingga alam yang indah ini dapat sejajar dengan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan lupa nanti masyarakat sekitar diberdayakan dan diperhatikan kesejahteraan mereka,” kata Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini.

Kawasan ini mulai dikembangkan tahun 2015 setelah empat tahun mendapatkan izin pengelolaan, yakni tahun 2011.

Kini masyarakat setempat dijadikan garda terdepan dalam pengembangan kawasan tersebut.

Hutan lestari

Pimpinan PT. Sadhana Arif Nusa, Kuswanto Setiabudi selaku pengelola menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur atas kunjungan yang dilakukan hari ini.

Ia mengatakan, kawasan ini dibangun tidak hanya untuk lahan penghijauan, namun juga sebagai hutan lestari.

“Awalnya kita rencanakan untuk membangun hutan energi kayu, bahan bakar untuk open tembakau, namun tahun 2018 kita memutuskan beralih membangun hutan lestari, kita tanam tapi tidak kita panen,” terangnya.

Kuswanto mengaku, ia sedang menyiapkan satu bentuk ekowisata yang menarik untuk wisatawan, namun tidak merusak lingkungan.

Ia mengungkapkan bahwa dari 2.000 hektare lahan yang berada di Kecamatan Sambelia tersebut, ada 650 hektare disediakan untuk 650 mitra petani yang berasal dari masyarakat sekitar.

Di area tersebut, masyarakat sebagai mitra masing-masing mengelola lahan seluas satu hektare. Dalam satu hektare tersebut jelasnya, masyarakat diberikan kambing beserta kandangnya untuk diternakkan.

Dalam lahan tersebut ditanam pula lamtoro sebagai pakan.

“Ada kandang, ada 30 ekor kambing dan dijual setiap enam bulan sekali, jadi, setahun dua kali,” ungkapnya.

Dengan sistem pemberdayaan seperti ini, Kuswanto berharap masyarakat memiliki mesin ekonomi yang menjadi sumber pendapatan bagi mereka sendiri.

Dalam proses pengerjaannya, telah dicoba berbagai jenis tumbuhan, namun yang tahan di kawasan ini adalah ekaliptus dan akasia. Untuk kemitraan dengan masyarakat yang luasnya 650 hektare, PT Sadhana menanam lamtoro, gamal, sono, serta imba.

Pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan ini juga didukung oleh pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang mana pihak kabupaten mengambil bagian dalam pengembangan ini.

Kami disuport juga oleh Pak Bupati, beliau membangunkan kita jalan dan sumur bor, nanti pak gubernur juga membantu kita pada perbaikan genetik kambing boer, kandang, dan air dari atas berupa embung” tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, ia mengatakan bahwa tujuan dari pemberdayaan ini adalah swasembada daging yang menargetkan sebanyak 1.000 mitra.

Dalam 6 bulan, masyarakat dapat menghasilkan sebanyak 30.000 ekor kambing siap panen.

AYA/HmsNTB




Pembunuhan Mahasiswi Unram, Diduga Dibunuh Kekasihnya Sendiri

Rio ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Linda

MATARAM.lombokjournal.com — Kasus pembunuhan Linda Novita Sari (23 tahun) yang ditemukan tergantung di Jalan Arofah II, BTN Royal, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, diduga dibunuh kekasihnya sendiri

Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap kasus yang sempat menjadi pusat perhatian masyarakat itu. Kasus tersebut berhasi diungkap kepolisian setelah melakukan rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan.

Kasus tersebut kini terungkap sudah. Linda diduga dibunuh  oleh kekasihnya sendiri berinisial RPN (22 tahun) alias Rio.

Korban pertama kali ditemukan tergantung dan sudah tidak bernyawa pada hari Sabtu (25/07/2020) sekitar pukul 16.30 wita.

Kasus ini terungkap tak lepas dari kerja keras penyidik kepolisian. Penyelidikan dilakukan tim gabungan Polresta Mataram, Polsek Ampenan dan Polda NTB.

Tak kurang 23 orang saksi yang sudah diperiksa penyidik. Kemudian juga meneruskan permintaan keluarga korban dengan melakukan otopsi.

Petugas dan tim forensik membongkar kuburan Linda di TPU Karang Medain, hari Senin (03/08/20). Dari keterangan saksi dan ditambah sejumlah alat bukti yang didapatkan petugas, petugas mengendus kematian Linda bukan karena gantung diri. Melainkan karena dibunuh.

Dengan mengantongi bukti permulaan yang cukup. Lalu diteruskan dengan hasil gelar perkara.  Rio ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Linda.

‘’Ini kasus pembunuhan. Tersangkanya RPN alias Rio,’’ ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto didampingi Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto,SIK, M.Si saat jumpa pers pengungkapan kasus pembuhan tersebut di Mapolresta Mataram, Jumat (14/08/20).

Kronologi peristiwa

Kronologisnya, pelaku bertemu korban di BTN Royal pada hari Kamis (23/07/20) sekitar pukul 17.00 wita. Keduanya sempat berbicara panjang lebar.

Riak perselisihan mulai timbul setelah pelaku meminta izin untuk pergi ke Bali selama dua hari. Tapi tidak diizinkan oleh korban. Seketika terjadi adu mulut antara keduanya.

Korban sempat mengancam hendak bunuh diri menggunakan sebilah pisau. Korban juga mengancam akan memberi tahu orang tua pelaku jika dirinya dalam keadaan hamil. Upaya tersebut dapat dicegah pelaku dengan menenangkan korban.

‘’Awalnya ada cekcok antara tersangka dan korban,’’ jelasnya.

Cekcok kembali terjadi setelah orang tua pelaku menelpon. Pelaku diminta pulang ke Janapria Lombok Tengah. Orang tua pelaku menelpon sebanyak tiga kali. Tiga kali juga pelaku meminta izin kepada korban untuk pulang ke Janapria.

Karena tetap tidak diizinkan oleh korban. Pelaku menjadi kesal dan capek ketika korban mengancam dengan anak panah. Sambil berkata jangan macam-macam. Pelaku mencekik leher korban menggunakan tangannya.

Rio terus mencekik sampai korban jatuh ke karpet di rumah tersebut. Pelaku tetap mencekik leher korban sampai tidak sadarkan diri. Tubuh perempuan yang baru lulus seleksi program pasca sarjana fakultas hukum Unram itu tidak bergerak lagi.

‘’Kejadian itu hari Kamis (23/07) sekitar pukul 19.30 wita,’’ ungkap Artanto.

Beberapa saat, pelaku termenung memandangi tubuh kekasihnya yang sudah tidak bergerak. Lalu timbul niat pelaku untuk menghilangkan jejak.

Pelaku keluar dari jendela rumah dan pergi ke daerah Jempong untuk membeli tali. Tapi tali baru didapat di sekitar Kekalik.

Setelah itu, pelaku kembali ke rumah. Dia bergegas mengambil kursi makan yang ada di ruang makan. Pelaku lalu naik ke kursi untuk menjebol lubang angin tembok dapur.

Setelah itu, Rio membuat simpul tali dengan ukuran bisa memasukkan kepala korban. Korban lalu diangkat dan dibawa ke lantai dekat pintu tempat pelaku menggantungkan tali. Upaya tersebut beberapa kali gagal.

Pelaku lalu menarik sofa di depan TV. Setelah itu, tersangka memegang bagian perut korban dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanannya menarik tali yang dilepas ikatannya.

Setelahnya pelaku mengikat tali dan memegang bagian perut korban. Sempurna sudah korban dalam posisi tergantung dan tersangka melepaskan pegangan tangannya.

Begitu korban sudah tergantung. Pelaku mengambil baju untuk mengelap keringat yang masih menempel di tubuh korban.

‘’Dia sempat membersihkan keringatnya yang menempel di tubuh korban,’’ paparnya.

Setelah ITU,  pelaku berkemas dan pulang ke Lombok Tengah menggunakan sepeda motor. Di sekitar Jalan Lingkar, pelaku berhenti untuk membuang sisa tali dan baju yang digunakan mengelap keringat ditubuh korban.

Pelaku sampai ke rumahnya di Janapria Jumat dini hari (24/07/20) sekitar pukul 00.00 wita.

‘’Itu kronologis pengungkapan kasus ini dengan tersangka Rio,’’ tutupnya.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa menjawab pertanyaan tentang bercak darah yang keluar dari jasad korban. Bercak darah dari jasad korban masih menunggu jadwal pemeriksaan dari dokter forensik.

Tentang penyebab cekcok korban dengan pelaku masih didalami petugas.

‘’Kita masih menjadwalkan pemeriksaan lanjutan. Jika ada  fakta  yang mendalam. Kami akan kembali melaksanakan gelar perkara,’’ ungkap Kadek.

Dalam mengungkap kasus ini. Selain memeriksa sekitar 23 saksi. Satreskrim Polresta Mataram juga setidaknya mengamankan puluhan barang bukti.

Mulai dari sepeda motor pelaku, tali bahan nilon, cincin bertuliskan Rio, tali warna orange, pisau dapur, diary kecil, 2 lembar tiket pesawat atas nama Rio,  1 buah tas selempang, 1 bendel hasil rapid tes atas nama Rio, 1 buah tas selempang milik korban.

Akibat perbuatannya, Rio terancam dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan Sub Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

AYA




Program Mawar Emas Diluncurkan Gubernur, Jadi Pelopor di Indonesia

Pedagang dan masyarakat kecil dapat difasilitasi dan didekatkan dengan Bank NTB Syariah, sehingga memperoleh modal di Bank NTB Syariah dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir

LOTIM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah resmi meluncurkan program Melawan Rentenir Berbasis Masjid, atau disingkat Mawar Emas,  di Masjid Nurul Ikhsan Keruak, Lombok Timur, Rabu (12/08/20).

Peluncuran program Mawar Emas itu bertepatan dengan Hari Nasional UMKM 2020, yang menghadirkan sebanyak 50 peserta Mawar Emas yang langsung menerima pembiayaan mikro pada acara peluncuran.

Mereka hadir dalam protokol kesehatan yang ketat, mewakili 417 orang dari se antero Pulau Lombok yang siap menerima pencairan tahap 1 Mawar Emas.

Mawar Emas diluncurkan secara resmi oleh Gubernur NTB, dan dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, unsur Forkopimda Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur, Kepala OJK Provinsi NTB, Perwakilan Bank Indonesia NTB, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah NTB, Direksi Bank NTB Syariah, Pimpinan Cabang PNM Mataram, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Gubernur Zul dalam sambutannya mengatakan, program ini yang pertama di Indonesia. Kesempatan ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan  legesi daerah kita, bukan hanya di NTB tapi menjadi contoh di Indonesia.

“Secara ide memang semua orang bisa, namun secara praktek tidak semua orang bisa melakukan, baru kita yang merealisasikannya,” ujarnya.

Bang Zul optomis, dengan dukungan OJK program “Mawar Emas” akan sukses, karena lokomotif di depannya adalah OJK.

Dijelaskan gubernur, program “Mawar Emas” atau Program Melawan Rentenir berbasis Masjid (Mawar Emas) adalah Program pemerintah Provinsi NTB untuk membantu UKM dan pedagang-pedagang kecil, yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan berbunga tinggi.

“Akibat berbunga tinggi akhirnya jadi beban yang sangat berat dan membuat lingkaran setan kemiskinan yang susah diputus,” ujarnya.

Gubernur berharap, dengan Program “Mawar Emas” ini pedagang dan masyarakat kecil akan dapat difasilitasi dan didekatkan dengan institusi keuangan, seperti Bank NTB Syariah, sehingga mampu mendapatkan pinjaman dan memperoleh modal di Bank NTB Syariah dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir.

“Mudah-mudahan dengan masyarakat kecil bisa meminjam uang dan modal ke Masjid, akan membuat Masjid selain sebagai pusat ibadah bisa sekaligus menjadi pusat ekonomi dan sosial,” harapnya.

Gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) “Mawar Emas”,  seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB yang membuat program ini menjadi mungkin terlaksana.

“Hari ini kami mulai dari Lombok Timur, untuk selanjutnya menyusul di Kabupaten dan Kota se-NTB,” katanya.

TKI pun tak lepas dari rentenir

Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi, dalam sambutannya mengatakan, saat ini Rentenir sudah merasuki semua sendi kehidupan masyarakat di Lombok Timur. Mulai dari Petani, Nelayan bahkan para TKI juga tidak lepas dari praktek rentenir.

Bupati menaruh harapan besar kepada 1,2 juta penduduk Lotim, jika masyarakat dapat tersentuh program ini, maka akan mendatangkan berkah bagi masyarakat Lotim dan akan menjalar ke Kabupaten lainnya di NTB.

Program inovatif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) NTB ini hadir untuk membantu pelaku usaha mikro yang acapkali kesulitan mengakses kredit atau pembiayaan konvensional.

mumnya mereka tidak memiliki agunan berupa sertifikat tanah atau BPKB. Jarak tempuh ke kantor lembaga keuangan yang relatif jauh, dengan tingkat literasi (pemahaman) dan inklusi (akses) keuangan yang rendah.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2019, tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat NTB sebesar 34,65 persen dan 62,73 persen. Jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 38,03 persen dan 76,19 persen.

Tidaklah mengherankan bila pelaku usaha mikro dan masyarakat kecil sangat rentan terjerat hutang rentenir, atau yang dikenal dengan istilah ‘bank subuh’ atau ‘bank rontok’.

Hal ini tentu menjadi momok bagi mereka dalam upaya untuk keluar dari garis kemiskinan.

Untuk itu, diperlukan sinergi antara Pemerintah Daerah, OJK, dan para pemangku kepentingan untuk merumuskan terobosan program pembiayaan, yang dapat menyentuh masyarakat di lapisan bawah dengan biaya yang sangat murah.

Pemikiran inilah yang mendasari lahirnya program Mawar Emas.

Melalui koordinasi dengan MES NTB, kegiatan Mawar Emas dipusatkan di masjid sebagai pusat peradaban dan sumber kemakmuran.

Takmir masjid dan ketua kelompok pengajian ditunjuk menjadi ujung tombak program, sehingga diperlukan pembekalan dan pendampingan secara intensif.

Diantaranya, pelatihan takmir masjid se-Pulau Lombok pada tanggal 18-20 Juli 2020 di Hotel Jayakarta, tanggal 21 Juli 2020 di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, dan terakhir tanggal 5 Agustus 2020 di Ponpes Al-Manshuriah Ta’limusshibyan Bonder, Lombok Tengah.

Para takmir masjid yang telah mengikuti pelatihan akan menjaring kelompok ibu-ibu jemaah masjid yang membutuhkan akses permodalan usaha.

Selanjutnya mereka akan dibina dan memperoleh pembiayaan sebesar 2 juta rupiah dari PNM Mekar (skema 1), atau pembiayaan qardhul hasan tanpa bunga sebesar 1 juta rupiah dari Bank NTB Syariah (skema 2).

Pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan lebih besar juga dapat dihubungkan dengan produk tanpa agunan Bank NTB Syariah.

Kepala OJK Provinsi NTB Farid Faletehan selaku Pengarah TPAKD Provinsi NTB pun menekankan pentingnya akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi pelaku usaha mikro.

Kehadiran Mawar Emas diharapkan mampu melepaskan masyarakat dari rentenir, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah NTB.

Ke depan, TPAKD NTB akan mengundang keterlibatan lembaga jasa keuangan lainnya, agar Mawar Emas dirasakan manfaatnya di seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat.

AYA/HmsNTB




Sepeda Listrik Karya IKM Lokal NTB Akan Dikenalkan di Hari Kemerdekaan

Kepala BPKP Perwakilan NTB,  Dessi Adin mengaku terkejut dan tidak menyangka, para pemuda di NTB mampu membuat sepeda listrik yang canggih

MATARAM.lombokjournal.com —  Program industrialisasi yang menjadi salah satu unggulan Pemerintah Provinsi NTB yang sudah mulai memanen hasilnya. Berbagai karya

Sepeda listrik karya para IKM lokal di NTB direncanakan akan diperkenalkan kepada masyarakat pada hari Kemerdekaan RI, tepatnya di tanggal 17 Agustus nanti.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu usai menerima rombongan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, Selasa (11/08/20) di halaman Kantor Gubernur NTB.

Bang Zul mengatakan, sepeda listrik yang dibuat di NTB bukan sekedar mimpi, apalagi untuk pencitraan.

Berbagai model sepeda listrik mampu mengubah pola pikir masyarakat,  NTB mampu melahirkan produk yang bersaing dikancah nasional dan internasional.

“Sekarang di NTB sudah bisa membuat sepeda listrik” kata pria kelahiran Sumbawa itu kepada rombongan, usai menerima Laporan Hasil Pengawasan (LHP) semester. I Tahun 2020 dari Perwakilan BPKP NTB.

Gubernur Zul juga mengungkapkan, kondisi kebangkitan UMKM pasca bencana alam gempa bumi dan pandemi Covid-19 saat ini.

Hikmahnya, para pelaku UMKM dapat terpacu bergerak lebih cepat dan berinovasi lebih hebat di masa sulit sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lain.

Tidak  menyangka pemuda NTB mampu

Kepala BPKP Perwakilan NTB,  Dessi Adin mengaku terkejut dan tidak menyangka, para pemuda di NTB mampu membuat sepeda listrik yang canggih dan sangat modus ini.

“Bukan hanya produk kecil yang bisa diciptakan, warga NTB ternyata mampu menciptakan sepeda listrik” kata Dessi takjub.

Ia mengatakan, Lewat sepeda listrik, NTB akan mampu meningkatkan perkenomian. Ia juga berharap bahwa sepeda yang diberi nama Lebui ini terus dipromosikan sampai keluar NTB.

“Sepedanya keren teknologinya bagus dan saya mendukung sekali program Pak Gub” ujar Dessy.

Selain itu, Dessy menjelaskan maksud kehadirannya bersama rombongan adalah untuk menyerahkan laporan semester I kepada Gubernur.

Ada empat fokus yang disampaikan kepada Gubernur NTB. Pertama mengenai akuntabilitas pengelolaan pembangunan nasional, konstribusi untuk ruang viskal, kemudian untuk penyelamatan aset Negara atau Daerah dan terakhir komponen sistem..

“Kita menyerahkan hasil laporan semester 1 tahun 2020. Jadi setiap semester itu BPKP  memberikan hasil pengawasan kita ke Gubernur menyampaikan dengan tujuan Gubernur NTB bisa tahu apa yang dilakukan di BPKP,” tutup Dessy.

ftr/diskominfotik




Wujudkan Disiplin Protokol Covid-19, Semua Level Pemerintahan Diajak Bersinergi

Bila hanya mesin Pemerintah Pusat saja yang beroperasi tanpa bantuan dari Pemerintah Daerah, akan sulit mewujudkan disiplin penerapan protokol Covid-19

MATARAM.lombokjourna.com —  Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus pengarahan dari Pemerintah Pusat secara virtual yang membahas sosialisasi perubahan perilaku baru masa pandemi Covid-19, dan pencapaian target realisasi APBD 2020, diikuti Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Zulkieflimansyah,  di Ruang Rapat Terbuka Kantor Gubernur, hari Senin (10/08/20).

Wagub dan Ketua TP PKK

Rakor digelar bersama Kementerian Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta (Mendes PDTT), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat.

Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid) 2019, maka sosialiasi protokol Covid-19 harus diintensifkan.

Protokol Covid-19 yang paling utama meliputi, penggunaan masker di tempat keramaian, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Dalam pengarahanya, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, meski sudah paham protokol Covid-19, namun Presiden berpendapat, pelaksanaannya belum maksimal.

“Kita masih banyak menemukan masyarakat yang belum menggunakan masker, cuci tangan juga belum maksimal, juga jarak yang masih juga kerumunan, hingga mengakibatkan tingkat penularan masih terus terjadi,” ungkap Tito Karnavian.

Karenanya, diperlukan kontribusi dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Pusat dan Daerah. Sebab, bila hanya mesin Pemerintah Pusat saja yang beroperasi tanpa bantuan dari Pemerintah Daerah, akan sulit mewujudkan disiplin penerapan protokol Covid-19.

“Perlu ada sinergi dan kekompakan langkah pusat dan daerah, mesin pusat all out itu baru 50 persen, maka mesin 548 daerah perlu juga all out, kita bergerak dengan struktur formal maupun juga struktur-struktur informal,” ajaknya.

Pada struktur informal ini, terdapat Tim Penggerak PKK dan juga relawan dalam secara aktif menyosialisasikan protokol Covid-19 kepada masyarakat.

Sosialiasi akan dilakukan dari berbagai lini. Adapun operasi ‘darat’ yakni, kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat dan operasi udara yakni, kegiatan masif melalui media, baik konvensional maupun media sosial dengan lebih sistematis dan lebih terstruktur.

Kelapa BNPB, Letjen TNI Doni Monardo menjelaskan, pelayanan umum yang terbaik adalah ketika kita mampu menyelamatkan lebih banyak jiwa masyarakat.

Karenanya semua hal yang dilakukan pada saat ini tentu menjadi sebuah tonggak sejarah, sehingga keselamatan masyarakat menjadi hal yang paling utama.

Pihaknya saat ini sedang merancang sebuah strategi baru, dengan memanfaatkan media secara maksimal.

Dari hasil survei, 63 persen keberhasilan sosialisasi sangat ditentukan oleh media.

“Kami berharap Bapak/Ibu Gubernur, Bupati, Wali Kota bisa mendapatkan strategi yang tepat untuk daerah masing-masing, sesuai dengan kondisi yang ada, mulai program edukasi, sosialisasi dan mitigasi,” ungkap Doni Monardo.

Penggerak PKK penting dan strategis

Penyampaian program oleh daerah diharap melalui orang-orang yang dapat dipatuhi oleh masyarakat, dan mampu memberikan pengaruh yang luar biasa kepada masyarakat.

Seperti halnya Pemerintah Pusat menugaskan Ketua Umum Tim Penggerak PKK menjadi pelopor. TP-PKK dinilai penting dan strategis dalam mengedukasi masyarakat.

“Sebagian masyarakat kita, sangat patuh kepada orang tua, khususnya ibu-ibu mereka, oleh karenanya kehadiran Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Nasional diharapkan mampu menjadi bagian yang sangat strategis dalam upaya sosialisasi Covid ini,” terangnya.

Ia juga menegaskan, Covid-19 bukanlah rekayasa dan bukan konspirasi. Ia juga mengatakan bahwa Covid-19 ini ibarat malaikat pencabut nyawa. Sebab korban telah mencapai lebih dari 700 ribu orang.

Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh kepala daerah bahwa saat ini, strategi yang tepat yakni melindungi kelompok yang rentan.

“Apabila kita mampu melindungi kelompok rentan ini, maka paling tidak kita bisa memberikan perlindungan 85 persen bagi masyarakat kita,” terangnya.

Lebih jauh, Ia meminta, perlindungan juga diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan.

Sementara itu Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar menjelaskan terkait desa tanggap Covid yang telah berjalan, salah satunya yakni pembentukan relawan desa lawan Covid-19.

Relawan ini bergerak dalam rangka, agar desanya betul-betul bisa melakukan suatu aktivitas untuk tanggap dan aman Covid 19.

Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian menerangkan, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya dalam membantu pemerintah menangani Covid-19.

Tidak hanya itu Ia juga meminta agar dalam menyosialisasikan protokol Covid-19 ini sekreatif mungkin.

“Masing masing daerah dibebaskan dalam melakukan sosialsisasi, terpenting setiap daerah melakukan sosialisasi secara masif dan melakukan kegiatan pembagian masker secara aktif lagi,” ujarnya.

Saat ini pihaknya sedang mengusung sebuah gerakan yakni “PKK Gebrakan Masker”. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan aksi masyarakat untuk menggunakan masker.

Ia juga mengimbau agar Ketua TP-PKK di daerah untuk dapat memulai gerakan ini secara aktif.

AYA/HmsNTB




Belajar Tatap Muka di Sekolah, Segera Diberlakukan di NTB

Harapan Dikbud agar orang tua murid teribat aktif mendampingi anaknya untuk belajar di rumah dilihat tidak berjalan baik. Bahkan banyak ditemukan orang tua murid yang abai mendampingi anaknya ketika belajar di rumah

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Pendidikan (Dikbud) Provinsi NTB dalam waktu dekat akan segera menerapkan sistem pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah yang daerahnya termasuk zona kuning dan zona hijau penyebaran Covid-19.

Hal tersebut dimungkinkan berdasar pada keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang membolehkan pelajaran dengan sistem tatap muka, diberlakukan di wilayah yang masuk zona kuning dan zona hijau.

Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB Dr. H. Aidi Furqan, S.Pd,. M.Pd kepada LombokJournal.com menjelaskan,  pihaknya akan melakukan pembahasan terkait kapan sistem tatap muka tersebut dilaksanakan pada Senin (10/08/20), besok.

Setelah pembahasan, tahap selanjutnya adalah memerintahkan kepada semua sekolah yang bernaung di bawah Dikbud Provinsi NTB, untuk langsung menjalankan mekanisme pembelajaran tatap muka tersebut.

“Kemarin, (Jum’at, 07/08/2020) ini dicabut) pukul lima sore bahwa tatap muka itu sudah boleh dengan sistem sift bagi sekolah yang berada di zona kuning dan hijau. Sehingga Senin besok saya akan membahas itu di kantor,” katanya, Minggu (09/08/2020).

Sistem belajar tatap muka sendiri dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Untuk itu, sekolah diwajibkan menggilir kedatangan siswa yang akan belajar di sekolah.

“Secara bergilir, secara bertahap dan sistem shift,” ujarnya.

Penjelasan dari guru

Sekolah dengan sistem tatap muka sendiri diakui Aidi menjadi permintaan sebagian besar orang tua murid.

Alasannya karena BDR yang diterapkan selama ini belum bisa mengakomodir kebutuhan siswa untuk mendapat penjelasan dan praktik langsung bersama guru.

Interaksi langsung antara guru dan murid yang terhambat dengan sistem belajar BDR tersebut menyebabkan tidak efektifnya proses pembelajaran.

Selain itu, terbatasnya durasi belajar dengan menggunakan sistem Daring yang disebabkan oleh keterbatasan kuota internet juga menjadi alasan Dikbud segera menerapkan sistem belajar tatap muka.

Di luar itu, harapan Dikbud agar orang tua murid teribat aktif mendampingi anaknya untuk belajar di rumah dilihat tidak berjalan baik. Bahkan banyak ditemukan orang tua murid yang abai mendampingi anaknya ketika belajar di rumah.

Hal-hal tersebut kemudian menjadi perhatian serius pemerintah sehingga sampai pada kesimpulan segera menerapkan sistem pelajaran tatap muka langsung kendati karena alasan Covid-19, sistem belajar tatap muka tidak bisa dijalankan sebagaimana kondisi normal dahulu.

“Karena tidak bisa kita melakukan pendidikan secara sungguh-sungguh tanpa bertatap muka dengan pendidik,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, pihaknya mengatakan tidak bisa menyalahkan sistem yang digunakan saat ini karena menjadi keputusan terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Perlu diketahui, sebelumnya, salah seorang anggota Komisi V DPRD NTB yang menaungi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan meminta Dikbud Provinsi NTB segera membuka kelas reguler dengan mekanisme tatap muka di semua sekolah di NTB.

“Saya kira Daring ini ndak efektif dia. Pertama persoalan tekhnis, sinyal dan sebagainya kan. Yang ke dua, kalau dia punya HP kan, belum pulsa,” ujar anggota Komisi V Bidang Pendidikan Saefudin Zohri kepada LombokJournal.com, Jumat, (07/08/2020) yang lalu.

Saefudin menilai, dari sisi psikologis siswa, tatap muka antara guru dengan murid yang terjadi di kelas jauh lebih efektif dalam hal transfer pengetahuan. Hal tersebut menjadi penting terutama untuk materi pelajaran yang tergolong rumit dan butuh penjelasan langsung.

“Tidak interaktif. Bisa-bisa siswa salah menangkap penjelasan,” tuturnya.

Aidi sendiri mengaku sepakat dengan pernyataan Saefudin tersebut, bahkan pihaknya menyatakan sudah berkali-kali menyampaikan hal itu dalam pertemuan-pertemuan bersama Komisi V.

BACA JUGA;

Di Tengah Pandemi Covid-19, Dikbud  NTB Berlakukan Tiga Mekanisme Belajar Dari Rumah

Tetapi sesuai aturan birokasi, pihaknya tentu tidak bisa menerapkan kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Betul kalau secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau secara Daring tidak efektif karena  kendalanya tidak sederhana kan. Saya tidak menolak itu karena saya sendiri juga melihat. Tapi ini kebijakan nasional kita tidak boleh melakukan tatap muka dulu,” jelasnya.

Ast




 ‘Melawan Rentenir Berbasis Masjid’ Diluncurkan 12 Agustus

Agar di masa datang, masyarakat tidak lagi terjerat dengan rentenir yang saat ini masih meresahkan

MATARAM.lombokjournal.com —  Program MAWAR EMAS atau Melawan Rentenir Berbasis Masjid akan diluncurkan hari Rabu (12/08/20) mendatang.

Penetapan jadwal peluncuran ini ditentukan pada rapat di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Jum’at (0/08/20).

Rapat itu dipimpin  Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi’i, MM. Diikuti Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Kepala Biro Umum Setda NTB, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB, Perwakilan Bank NTB Syariah dan juga Perwakilan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Lalu Syafi’i mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat dalam program Mawar Emas, dari awal dimulai hingga menuju peluncuran dalam waktu dekat.

Persiapan pun sudah dilakukan demi menyukseskan program Mawar Emas. tersebut. Mulai pertemuan-pertemuan dengan pihak terkait, hingga pelatihan takmir masjid di Islamic Center, beberapa waktu yang lalu.

“Alhamdulillah hingga saat ini telah berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Syafi’i.

Lalu Syafi’I minta semua dapat melakukan tugasnya dengan maksimal. Itu semua demi keberhasilan keberlangsungan program Mawar Emas.

“Sesuai dengan arahan pak Gubernur, ini agar segera kita launching,” lanjut Syafi’i.

Ia berharap setelah peluncuran program Mawar Emas, pengawasan serta evaluasi dapat terus dilakukan.

“Kita harapkan ini dapat menjadi pilar peningkatan perekonomian umat,” jelasnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S. Sos., MM menekankan, pentingnya publikasi terkait program Mawar Emas.

Tujuanya agar di masa datang, masyarakat tidak lagi terjerat dengan rentenir yang saat ini masih meresahkan.

“Ini harus bisa menjadi trending topic sampai ke tingkat nasional, tentang bagaimana kita melawan Riba’,” kata Najamuddin.

Najamuddin menyatakan, kesiapan terkait peluncuran Mawar Emas, baik dari segi waktu dan juga tempat pelaksanaan.

Ditekankan, kegiatan peluncuran ini tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

“Jadi launching yang kita siapkan tetap dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Kepala OJK NTB, Farid Faletehan mengatakan, program Mawar Emas siap diluncurkan. Ini dibuktikan dari kesiapan para takmir masjid yang sudah diberi pembekalan.

Farid berharap, dua lembaga keuangan yakni Bank NTB Syari’ah dan PNM terus memberikan dukungan program Mawar Emas.

“Insya Allah persiapannya hingga saat ini sudah cukup bagus,” tuturnya.

Nantinya jamaah masjid bisa membentuk kelompok-kelompok usaha ekonomi produktif, selanjutnya dapat mengakses pembiayaan melalui program Mawar Emas.

Hal sama  disampaikan Ketua MES NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah. MES NTB telah siap dalam peluncuran program Mawar Emas, pekan depan.

Berbagai persiapan, baik teknis dan non-teknis juga tengah disusun oleh pihak MES NTB.

“Alhamdulillah dari MES NTB, dalam perjalanan hampir dua bulan ini, kami dari awal mengkonsolidasikan beberapa masjid untuk program Mawar Emas ini,” jelas Mulianah.

Para takmir Masjid pun telah dilatih sehingga ke depan dapat menjalankan program Mawar Emas dengan baik.

Mulai dari Safari Subuh

Program Mawar Emas merupakan program yang berawal dari kegiatan safari subuh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Bermula dari safari subuh, muncul gagasan Bang Zul  bahwa  masjid yang biasa sebagai tempat ibadah dapat pula dijadikan sebagai tempat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bermula dari masjid, ke depan masyarakat diharapkan tidak lagi terjerat rentenir.

Program Mawar Emas terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Program ini melibatkan beberapa instansi, tujuan utamanya mempermudah akses keuangan berbasis masjid, serta melawan rentenir yang menghisap masyarakat.

AYA/HmsNTB




Tandatangani A3, Gubernur; Jangan Sampai Ada ASN Tidak Punya Pekerjaan Apa-apa

Dengan adanya Draft A3 tersebut  dan pemerataan tugas pokok dan produktifitas ASN  di setiap instansi dapat dipantau

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepemimpinan Gubernur Dr. Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mempercepat reformasi birokrasi yang terbuka dan transparan diwujudkan dalam penandatanganan Draft A3.

Draft A3 merupakan perjanjian kerja dengan Asisten dan seluruh Kepala Perangkat Daerah.

Dalam Draft A3 mencakup kegiatan- kegiatan, langkah-Langkah dan strategi para Perangkat Daerah untuk mensukseskan 8 Program strategis dan 66 Program Unggulan Pemprov NTB.

“Saat ini kita menandatangani sebuah tools yang dapat membantu berkomunikasi antara atasan dan bawahan dengan alat yang terukur,” tutur Gubernur Zul.

Hal itu dikatakan, dalam penandatanganan Perjanjian Komitmen Kerja, Program Strategis Daerah dan Program Unggulan Perangkat Daerah, di halaman Sekretariat Daerah Gubernur NTB, Senin (03/08/20).

Acara penandatanganan Draft A3 tersebut turut disaksikan oleh Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA, Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Bang Zul menjelaskan, dengan adanya Draft A3 tersebut  dan pemerataan tugas pokok dan produktifitas ASN  di setiap instansi dapat dipantau.

“Jangan sampai ada ASN yang tidak punya pekerjaan apa – apa, Ini akan jadi feedback untuk Pak Sekda pada saat mengevaluasi, apakah ada penyederhaanan atau penambahan struktur organisasi” jelas Doktor Ekonomi Industri tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Bang Zul berharap Lingkungan Pemerintah Provinsi NTB dengan adanya perjanjian kinerja ini, birokrasi di NTB mampu berubah dan beradaptasi menjadi Organisasi yang siap dan mampu belajar.

“Tujuan kita menjadikan birokrasi di NTB ini learning organization, yaitu Organisasi yang memiliki kesediaan belajar lebih banyak ” harap orang nomor satu di NTB tersebut.

Inovatif dalam penerapan reformasi birokrasi

Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA menilai langkah Pemprov NTB sangat inovatif dalam menerapkan dan memperjuangkan reformasi birokrasi.

“Kami sangat interest dengan kegiatan ini dan semoga bisa ditindaklanjuti bersama,” sanjung Prof. Diah.

Selain itu, Prof. Diah juga mengajak seluruh undangan yang hadir untuk memaknai hikmah Pandemi Covid-19 sebagai “blessing in disguise”, yaitu kesempatan untuk membangun budaya yang inovatif, adaptif, dan dinamis terhadap berbagai perubahan yang terjadi.

“Selamat atas penandatanganan A3 di lingkungan Pemprov NTB ini. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat  dan kita senantiasa tetap bekerja produktif dan aman” tutup Prof. Diah.

AYA/HmsNTB

 




NTB Berbelasungkawa, Gubernur Ajak Masyarakat Teladani Sosok H.Lalu Mudjitahid

Setelah tidak lagi menjadi Kepala Daerah pun, almarhum tetap beraktifitas untuk masyarakat dan menjadi inspirasi

MATARAM.lombokjournal.com — Innalillahi Wainna llaihi Roojiun. Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah atas nama Pemprov NTB dan seluruh masyarakat NTB ikut berbelasungkawa yang mendalam atas berpulangnya salah seorang putra terbaik NTB, Drs.H.Lalu Mudjitahid.

Almarhum meninggal dunia di RSUD NTB hari Ini pukul 14.57 Wita setelah sempat menjalani beberapa hari perawatan.

Gubernur Zul menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mengucapkan terimakasih atas jasa dan pengabdian alm sepanjang hayat mengabdi bagi masyarakat NTB.

Almarhum disebut sebagai sosok yang memiliki kontribusi yang sangat besar bagi masyarakat, selama hidupnya selalu didedikasikan untuk memajukan daerah ini.

Sebagai pemimpin, pengalamannya sangat komplit. Pada usia yang masih sangat muda misalnya, ia sudah menjadi Camat Tanjung, yang kini menjadi ibukota Kabupaten Lombok Utara.

“Hari ini kita kehilangan orang tua kita, sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam membanguan daerah dan kaya dengan keteladanan. Marilah kita meneladani beliau karena spiritnya tak pernah padam hingga akhir hayat,” katanya.

Dalam riwayat hidupnya, H. L. Mudjitahid dilantik menjadi Walikota Mataram pertama oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat, H.R. Wasitakusumah sesaat setelah peresmian pembentukan Kota Administratif Mataram oleh Menteri Dalam Negeri H. Amir Machmud pada tanggal 29 Agustus 1978.

L. Mudjitahid menjadi Walikota Mataram dari tahun 1978 – 1989. Selanjutnya almarhum pernah menjadi Bupati Lombok Barat selama dua priode yaitu dari 1989 – 1999.

Sejumlah program unggulan dan legendaris lahir dari tangan dingin H.Lalu Mudjitahid.

Setelah tidak lagi menjadi Kepala Daerah pun, almarhum tetap beraktifitas untuk masyarakat dan menjadi inspirasi. Ia berjasa di PT Gerbang Emas, Dewan Masjid Indonesia, Majelis Adat Sasak, Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme NTB, hingga sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Kota Mataram.

Menurut informasi, pemakaman almarhum akan digelar pada hari Ahad 2 Agustus 2020. Sholat Jenazah akan digelar dari pukul 7.30 – 9.00 Wita di Masjid Hidayatul Mukhtar Kuripan dan Pemakaman akan digelar di Pemakaman keluarga Kuripan, Lobar.

AYA/HmsNTB




Gubernur Minta Pengembangan Industri Dituntaskan

Pengembangan industri tahap pertama bukan identik dengan pabrik-pabrik besar

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr.  H. Zulkieflimansyah minta kepada semua pihak,  pengembangan industri di NTB harus benar-benar dituntaskan.

Pasalnya, sejak program industrialisasi digencarkan oleh pemerintah, telah memberi semangat baru bagi para pelaku industri untuk menciptakan berbagai produk-produk lokal yang membanggakan.

Karena itu, semangat dan potensi yang mulai nampak dari anak-anak muda NTB itu harus benar-benar difasilitasi dan didukung Pemerintah Daerah.

“Industri yang kita dorong saat ini, harus benar-benar diwujudkan sampai tuntas,” harap Gubernur Zul saat menerima kunjungan pengurus organisasi International Council for Small Business (ICSB) wilayah NTB di Pendopo Gubernur, Selasa (28/07/20).

Kunjungan ICSB itu dalam rangka memperkuat dukungan serta support  bagi UKM/IKM yang ada di NTB. Juga penguatan terhadap data base  jumlah UKM/IKM yang semuanya belum tercover baik.

Gubernur Zul menegaskan, pengembangan industri tahap pertama bukan identik dengan pabrik-pabrik besar.

Bukan dengan produk-produk yang hebat atau industrinya akan menjadi besar, tapi yang perlu disederhanakan adalah mindset berpikir semua pihak bahwa semua mimpi itu membutuhkan proses panjang, kerja keras serta pengalaman yang mendukung.

Apalagi semua industri memiliki karakter yang berbeda-beda

“Semuan industri berbeda. Ada industri kecil, menengah bahkan ada industri yang lebih maju dan hebat. Mudah-mudahan kita mampu membuktikan semua itu untuk daerah NTB yang kita banggakan ,” tegas Dr. Zul.

Dikatakan,  hal yang paling mendasar dalam mengembangkan UKM/IKM masyarakat adalah campur tangan pemerintah.

Baik menyediakan fasilitas pendukung, ikut mendampingi serta mencarikan peluang pasarnya yang memungkinkan mereka memiliki semangat jiwa untuk terus berkarya.

Sehingga program Industrialisasi  yang sudah mulai perlahan dibuktikan oleh tangan-tangan terampil anak muda NTB saat ini benar-benar diwujudkan.

“Kita tak perlu teori yang terlalu banyak, yang penting pelaku UKM/IKM kita bisa hidup bahagia. Dengan cara dibantu dan difasilitasi,” jelasnya.

Bahkan Dr. Zul menggandeng semua bank yang ada di NTB untuk membantu penguatan dan pengembangan para pelaku UKM/IKM baik dari segi pembianaan maupun modal yang dibutuhkan.

Agar supaya kegiatan industri di NTB benar-benar hidup yang memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Semua UKM/IKM yang kesulitan dengan modal. Kita akan terus berusaha carikan peluangnya. Kita juga akan nyambungi dengan bank-bank,” katanya.

Data base UKM/IKM

Sementara itu, Ketua ICBS Wilayah NTB Dr. Hj. Niken Saptarini Widyawati yang baru saja dilantik beberapa minggu lalu, mulai memetakan berbagai program kerja ICSB di wilayah NTB.

Terutama penguatan data base UKM/IKM kabupaten kota se-NTB.

ISBC merupakan organisasi nonprofit yang fokus pada pemberdayaan UKM serta membangun semangat kewirausahaan di Indonesia.

Dibentuknya ICBS wilayah NTB  menguatkan kapabilitas pelaku usaha kecil menengah maupun insustri kecil menengah.

“Kami pengurus ICSB sebagai organisasi yang mewadahi UKM/IKM masyarakat siap memberi support dan semangat kewirausahaan bagi masyarakat. Agar memiliki mental kuat untuk membangun usaha ke depan,” jelas Bunda Niken.

Sebagai organisasi perdana yang dibentuk di NTB, ICSB memiliki hambatan terkait data base maupun jumlah UKM/IKM yang belum maksimal.

Begitupun penataan data UKM yang sudah ada belum terlalu rapi. Karena itu, Bunda Niken mengusulkan jalur penataan data UKM di NTB dapat melaui Dinas Perindustrian agar bisa diupayakan dalam mendukung program industrialisasi saat ini.

“Kami akan terus kerja sama dengam dinas terkait dalam upayan penataab data UKM/IKM. Agar semua datanya bisa diaskes oleh siapapun,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan pendampingan kepada UKM saat ini menjadi program prioritaskan oleh pengurus ICSB.

Begitu pun dengan masalah legalitas pelaku UKM di NTB sehingga memiliki harapan untuk berkembang dari yang kecil ke usaha menengah.

Kalau itu mampu dilakukan, katanya, langkah selanjutnya adalah mencarikan pasar bagi UKM agar dapat bersaing dengan pasar nasional maupun internasional.

“Banyak UKM/IKM kita yang ingin maju. Tentu dibutuhkan kerja sama yang semua pihak. Sebab, menjadi Wirausaha bukan sesuatu yg muda. Namun perlu konsisten yang sangat kuat,” ujar bunda Niken yang sekaligus sebagai ketua Dekranasda NTB.

Dalam kunjungan tersebut, juga dihadiri oleh kepala OPD terkait lingkup pemprov NTB, perwakilan dari beberapa Bank negeri maupun swasta di NTB, pelaku UKM/IKM serta beberapa pengurus organisasi wanita yang bergerak pada bidang penguatan UKM-UKM di NTB.

man@kominfo