Operasi Lilin Rinjani: Bansos Akhir Tahun Untuk Masyarakat

Ketika terjadi gempa 2018 di bumi NTB, hadapi Covid dan Pilkada, TNI-Polri mampu bersama mengatasi permasalahan tesebut

MATARAM.lombokjournal.com

Operasi Lilin Rinjani akan menyalurkan 210 paket bantuan sosial (Bansos) ke masyarakat NTB.

Paket Bantuan Sosial yang disalurkan berisi 20 Kg beras dan mie instan, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya  di akhir tahun 2020.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, Bansos ini merupakan karya nyata dharma TNI-Polri untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Karya nyata dari awal sampai akhir tahun, terus dilakukan TNI-Polri sebagai pengabdiannya kepada masyarakat NTB,” ungkap Miq Gite, Senin (28/12/20) pada Apel Pendistribusian Bansos Akhir Tahun 2020, di Lapangan Polda NTB.

Apresiasi dan rasa bangga juga disampaikan Miq Gite atas peran TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pilkada di 7 Kabupaten /Kota.

“Ini membuktikan sinergi dan kebersamaan Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat selalu bersatu menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan bersama,” jelas mantan Karo Humas Pemrov. NTB ini.

Kapolda NTB, Irjenpol Muhammad Ikbal, S.IK mengatakan, penyaluran bantuan ini sebagai bukti kehadiran TNI-Polri ditengah masyarakat.

Di akhir tahun 2020, bantuan paket sembako ini diharapkan meringkankan penerima yang membutuhkan.

“Rekan-rekan Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas sampaikan bansos dengan tulus kepada masyarakat sebagai amal ibadah kita,”tutupnya.

Selain itu, Kapolda menegaskan, Indonesia adalah bangsa yang memiliki keberagaman. Banyak indikatornya misalnya di lihat bahasa yang beragam.

Walaupun bahasa Indonesia menjadi bahasa Ibu, tapi keberagaman adat istiadat bahasa seni kuliner dan sebagainya itu merekatkan bangsa ini.

“Kalau tidak salah saya membaca beberapa literatur satu-satunya negara di seluruh dunia hanya Indonesia yang memiliki keberagaman agama ideologi adat istiadat bahasa kuliner seni dan sebagainya,” kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri.

Namun lebih dari 75 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap survive tetap berdiri kokoh. Kekokohan ini, membuktikan TNI-Polri tetap bersama bergandengan tangan.

Sejarah mencatat ketika terjadi gempa 2018 di bumi NTB, hadapi Covid dan Pilkada, TNI-Polri mampu bersama mengatasi permasalahan tesebut.

Bahkan mendapat apresiasi di seluruh penjuru nusantara karena mampu melakukan bantuan, mapping identifikasi, meringankan, menjaga Kamtibmas serta berada ditengah masyarakat ditengah musibah.

“Mengutip bahasanya Pak Danrem bahwa TNI-Polri bukan hanya saudara kandung tetapi saudara kembar,” tegasnya.

Sehingga ia mengajak TNI-Polri untuk bergandengan tangan, melangkah dengan satu semangat menyapa masyarakat untuk menunjukkan bahwa TNI-Polri di NTB tetap ada.

Karena kunci utama agar masyarakat terus melakukan aktivitasnya sehari-hari di tengah tengah pandemi covid 19.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolda NTB, Danlanud, Danlanal, Wakajati, BNN, Kadis Sosial dan pejabat tinggi Polda NTB.

ikp@diskominfotik_ntb




Pabrik Pakan Ternak di STIPark Banyumulek, Progresnya Sudah 80 Persen

Pabrik pakan merupakan rangkaian dari program industrialisasi di bidang pertanian

MATARAM.lombokjournal.com

Hadirnya pabrik pakan ternak yang dibangun di STIPark Banyumulek, Lombok Barat (Lobar), maka peternakan  di NTB akan menjadi lebih baik karena akan ada jaminan ketersediaan pakan.

Pembangunan pakan ternak unggas yang kini sudah mencapai 80 persen,  menjadi bagian dari program industrialisasi yang sedang digaungkan oleh Pemprov NTB.

Para peternak pun akan senang karena harga bahan-bahan baku akan relatif stabil dan terjaga jika muncul industri pakan di dalam daerah.

“Industrialisasi itu harus dimulai demi kebaikan kita bersama. Saya senang melihat progress pabrik pakan ternak kita yang sudah 80 persen penyelesaiannya di STIP Banyumulek Lombok Barat, Luar biasa,” puji Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah, Jumat (18/12/20).

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME mengatakan, pembangunan pabrik pakan merupakan rangkaian dari program industrialisasi di bidang pertanian, khusus komoditi jagung mulai dari hulu hingga hilirisasinya dalam bentuk pakan.

“Kami menangani hilirisasinya, sementara Dinas Pertanian di hulunya mulai dari pembibitan, corn dryer. Jadi itulah gambaran siklus ekosistem industrialisasi per komoditinya,” terang Nuryanti.

Ia mengatakan, pabrik pakan unggas ini bisa menjadi kado HUT NTB di bulan Desember meskipun hari ini belum rampung. Namun direncanakan di akhir Desember nanti akan dimaksimalkan peluncurannya.

“Bisa kita bilang ini kado HUT NTB. Ini ibaratnya bulan Desember ini moment kita untuk evaluasi pencapaian-pencapaian kita,” ujarnya.

Adapun target operasional pabrik pakan ini direncanakan di triwulan pertama tahun 2021 mendatang setelah gadung dan mesin di dalamnya sudah siap. Setelah dua fasilitas utama tadi tersedia, tinggal penyiapan sumberdaya manusia yang akan dimaksimalkan agar operasional pabrik berjalan dengan baik.

Pemprov NTB berharap hadirnya pabrik pakan ternak yang dibiayai dari APBD ini menjadi awal yang baik untuk semakin berkembangnya usaha peternakan di NTB, karena selama ini pakan unggas masih bergantung dari luar daerah.

Rr/HmsNTB

 




Jabar-NTB Connection; Bang Zul dan Kang Emil Sepakat Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif

 Kerjasama NTB dan Jabar merupakan langkah awal dalam mendekatkan hubungan kemitraan NTB dan Jawa Barat

MATARAM.lombokjournal.com

Dalam menyambut perhelatan akbar di Mandalika tahun depan, salah satunya MotoGP, Pemerintah Provinsi NTB membutuhkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Terutama melatih UMKM di NTB, agar mampu menghasilkan produk-produk kerajinan yang berkualitas, eye catching dan harganya yang terjangkau. Sehingga mampu menyemarakkan event balap sepeda L’etape Tour de France, MotoGP dan Superbike tahun 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam jumpa pers usai penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang berlangsung pada momentum peringatan HUT ke 62 Provinsi NTB di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (17/112/20).

Peringatan HUT ke 62 Provinsi NTB tersebut dirayakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Jumpa pers yang dihadiri Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, terungkap bahwa kerjasama NTB dan Jabar merupakan langkah awal dalam mendekatkan hubungan kemitraan NTB dan Jawa Barat.

Selain Bang Zul dan Kang Emil, jumpa pers juga dihadiri oleh Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dan Asisten II Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah.

Direct flight NTB-Jabar

Dikatakan Gubernur Zul, saat ini di Jabar sudah ada komite yang bernama KREASI atau Komite Ekonomi Kreatif & Inovasi.

Lembaga ini dibentuk  untuk mendorong kolaborasi pemangku kepentingan ekonomi  kreatif dalam melahirkan kreativitas dan inovasi yang  memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bang Zul juga berharap akan ada direct flight antara NTB dengan Jabar. Sehingga nantinya orang-orang Jawa Barat bisa menghabiskan waktunya untuk berlibur menikmati keindahan alam Nusa Tenggara Barat. Begitu juga sebaliknya orang NTB bisa berkunjung ke Bandung.

Terkait progres pembangunan Sirkuit Mandalika, dijelaskan Bang Zul bahwa sampai saat ini pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika berjalan dengan baik. Persoalan-persoalan teknis di lapangan, sudah dapat diselesaikan dengan baik oleh tim independen yang telah dibentuk.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama tim independen dan kekompakan TNI dan Polri semua masalah dapat kita selesaikan dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga mengatakan, sejarah kedekatan NTB dengan Jabar sudah berlangsung lama. Banhkan salah satu Gubernur NTB pada periode 1968-1979 adalah asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa hubungan kedua daerah antara NTB – Jabar sudah sedemikian erat. Ia mengajak semua pihak untuk membangun Indonesia.

Membangun Indonesia tidak perlu dikotak-kotakkan. Karena itu ia juga mengajak semua pihak untuk mengurangi kata kompetisi dan memperbanyak kata kolaborasi.

Dalam pandangan Kang Emil, event MotoGP 2021 di Mandalika bukan hanya kebanggaan bagi Nusa Tenggara Barat, namun menjadi kebanggaan seluruh Indonesia.

Maka dari itu, hukumnya wajib bagi masyarakat Indonesia untuk mendukung NTB.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, Gubernur Jawa Barat akan mengirimkan orang-orang kreatif Bandung untuk mendukung teknis acara dari sisi produk-produk untuk menyambut MotoGP.

Kerjasama yang dibangun ini diharapkan akan mampu mengalihkan teknologi dan transfer ilmu, sehingga pada saat kebangkitan pariwisata NTB sistem ekologi dari kreativitas sudah terbentuk.

Kang Emil mengungkapkan, kedatangannya ke NTB dengan membawa tim besar, yang terdiri dari tim ekonomi dan perbankkan. Tujuannya untuk melakukan survei langsung terhadap potensi-potensi yang akan dikerjasamakan antara NTB dengan Jabar.

Rr/HmsNTB




NTB Harus Menangkan Pertempuran Besar Melawan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi

Pemerintah Provinsi NTB, menjadikan pandemi sebagai blessing in disguise

MATARAM.lombokjournal.com

Provinsi NTB dipaksa untuk memenangkan dua pertempuran besar dalam perang melawan Pandemi Covid-19.

Pertempuran pertama, di sisi penanganan kesehatan dengan segala keterbatasan dan sumber daya. Kedua, di wilayah pemulihan ekonomi, sebab Covid-19 tidak hanya menggerogoti kesehatan masyarakat, tapi juga membuat ekonomi lesu dan kehilangan daya dorongnya.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang didampingi oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu saat menghadiri Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-62 Provinsi NTB, di Ruang Sidang Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Rabu (16/12/20) Pukul 20.00 Wita.

Dalam Rapat Paripurna itu, para undangan yang hadir menggunakan pakaian adat khas Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo), dengan tetap menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Gubernur menggunakan pakaian adat Sumbawa.

“Upaya stimulus ekonomi inilah yang kita kongkretkan melalui sejumlah program turunan seperti, program industrialisasi, STIPark, sepeda listrik, bela dan beli produk lokal, serta Jaring Pengaman Sosial (JPS Gemilang),” jelas Gubernur.

JPS Gemilang merupakan wujud keberanian Pemerintah Provinsi NTB, menjadikan pandemi sebagai blessing in disguise. Pemprov menyalurkan ratusan ribu paket sembako yang isinya merupakan produk-produk UMKM/IKM lokal NTB.

JPS Gemilang adalah strategi agar bisa membantu masyarakat kecil, sekaligus mengakselerasi IKM dan UKM di NTB.

Selama tiga bulan, telah disalurkan tak kurang dari 350 ribu paket sembako kepada masyarakat miskin dan hampir miskin yang tidak mendapatkan bantuan JPS Pusat. Serta kelompok masyarakat sektor formal dan informal serta dunia usaha yang terdampak Covid-19.

Program tersebut melibatkan dan mengakselerasi pertumbuhan dari 4.673 UKM/IKM di NTB.

“Alhamdulillah, keberanian kita berbuah manis dan kini JPS Gemilang telah mengantarkan NTB menjadi salah satu daerah yang jadi rujukan nasional dalam strategi pemulihan ekonomi di masa pandemi,” jelasnya.

Melanjutkan sambutannya, di momentum HUT NTB ini sedang dibangun kolaborasi dan saling melengkapi antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di sejumlah bidang.

Khususnya dalam menghadapi perhelatan MotoGP 2021, NTB perlu menyiapkan banyak suguhan seperti produk-produk industri kreatif.

Dalam penyediaan produk inilah, dibutuh dukungan dari banyak pihak, tak terkecuali dari daerah-daerah lain di Nusantara.

“Karena itulah, kolaborasi dengan Provinsi Jawa Barat ini sangat penting. Kolaborasi ini, antara lain akan terwujud melalui penandatanganan letter of intent Jabar – NTB Connection,” ungkap Gubernur.

Kerjasama Jabar-NTB ini juga akan diwujudkan dalam sektor pariwisata, industri kreatif, pendidikan, perdagangan dan investasi.

Kerjasama dengan Jawa Barat ini, nanti akan diwujudkan dengan terbentuknya sebuah komite yang dinamakan “Komite Kreasi Jabar dan NTB”, yang bertanggung jawab terhadap berjalannya kerjasama kedua belah pihak.

“Dengan diluncurkannya program dan terobosan-terobosan ini, kita akan menancapkan tonggak baru, sebagai satu dari ribuan langkah maju yang akan kita tempuh, bagi kebaikan NTB kita tercinta,” tutup Gubernur.

Filosofi Ulang Tahun

Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Direktur Jendral Otonomi Daerah, Dr. Akmal Malik mengucapkan rasa syukurnya, Pilkada di tujuh kabupaten/kota di NTB berjalan dengan aman dan sukses.

“Saya berharap calon terpilih nanti dapat memajukan, mengembangkan dan memelihara pembangunan secara berkesinambungan dan lebih mengedepankan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan filosofi perayaan ulang tahun yang dimaknai dengan tiga hal. Pertama, melihat masa lalu sebagai mata rantai sejarah dan sebuah pondasi yang sangat bernilai sebagai referensi untuk menapaki masa kini dan masa yang akan datang.

Kedua, dapat dimaknai sebagai sarana untuk mawas diri, sehingga responsif dengan tantangan kedepan. Terakhir, dimaknai dengan upaya untuk merancang gambaran masa depan yang berlandaskan realita dan dinamika tanpa melupakan nilai-nilai dan peristiwa bersejarah di masa lalu.

“Dengan perayaan ulang tahun ini, kita wajib untuk bersyukur dengan menjadikan kelahiran Provinsi NTB sebagai sebuah inspirasi dan motivasi untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan kehidupan daerah ini dengan karya dan prestasi,” pesannya.

Provinsi NTB memiliki karakteristik perkembangan yang cepat, perkembangan sosial budaya yang dinamis dan pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Berdasarkan potensi sumber daya yang ada, NTB memiliki berbagai peluang investasi yang sangat prospektif untuk dikembangkan antara lain, pertanian perkebunan, peternakan, perikanan, industri mikro kecil serta pariwisata.

“Peluang-peluang tersebut ditanggapi dengan baik dan bijak oleh Pemprov NTB, terbukti dalam beberapa dekade belakangan ini NTB dengan gencar mendukung hal tersebut melalui ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah memadai dengan pengembangan SDM,” jelasnya.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan sinergi penyelenggaraan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan 5 agenda prioritas.

Untuk itu, Ia berharap Provinsi NTB mampu saling bahu-membahu dalam mewujudkan kebijakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat di masa Pandemi Covid-19.

“Kami mengimbau agar seluruh masyarakat NTB tetap menerapkan protokol kesehatan yang sejalan dengan upaya meningkatkan kembali perekonomian masyarakat,” tutupnya.

Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda pada rapat tersebut menyampaikan wabah virus corona yang mulai dirasakan sejak awal tahun 2020 telah banyak memakan korban jiwa. Sehingga upaya untuk melakukan edukasi kepada masyarakat harus terus digencarkan.

“Mengkonsolidasikan berbagai kekuatan dengan melibatkan berbagai stakeholder dengan mengedepankan program kerja yang terukur dan terarah agar pelaksanaan penanganan wabah virus corona ini dapat berjalan efektif dan bertanggung jawab,” tegasnya

Ia juga mengajak Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota di NTB dan seluruh komponen anak bangsa untuk meningkatkan koordinasi dalam membangun daerah agar siergitas dalam pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Disamping itu, Baiq Isvie juga menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan oleh DPRD Provinsi NTB dalam memberikan kontribusi terbaik di masa pandemi Covid-19. Salah satunya membantu meringankan beban masyarakat dengan meluncurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) berbasis dapil sebanyak 2 tahap.

“Tahap pertama telah membantu 65.000 paket sembako dan tahap kedua sebanyak 68.965 paket sembako bagi masyarakat yang terdampak sosial-ekonomi dari wabah Covid-19. Disamping itu Anggota Dewan juga turut memberikan edukasi bagi masyarakat terkait protokol kesehatan Covid-19 melalui program sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi NTB,” jelasnya.

Rapat Paripurna ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Forkopimda, Kepala OPD Provinsi NTB, mantan pimpinan DPRD NTB, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Rr/HmsNTB




Menag: Kerukunan Umat Beragama di NTB Sudah Paripurna

Kerukunan di Provinsi NTB sudah sangat baik harus dijaga bersama

MATARAM.lombokjournal.com

Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, S.IP, SH, MH,  didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja – Kota Mataram, Rabu (16/12/20).

Acara yang berlangsung dengan protokol kesehatan yang sangat ketat tersebut berlangsug di halaman kampus IAHN. Di hadapan tamu, Menteri mengapresiasi peralihan status Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri menjadi Institut Agama Hindu Negeri.

Menag Fachrul Razi

“Saya apresiasi, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk perkembangan IAHN,” ungkap Menag Fachrul Razi.

Kata Menag, IAHN harus mempu mencetak generasi muda yang bisa berkontribusi banyak untuk bangsa dan negara.

Karena menurut Menag, kontribusi kepada negara tersebut tidak memandang agama. Semua orang boleh dan sangat dianjurkan berkontribusi positif.

“Saya harap dengan beralihnya status kampus ini, mampu meningkatkan kualitas generasi bangsa tercinta,” tambah Menteri Agama.

Jendral Bintang Empat tersebut mengaku, kerukunan di Provinsi NTB sudah sangat baik, itu semua harus dijaga bersama. Mahasiswa hingga anak-anak muda NTB diharapkannya mampu menjaga kerukunan yang telah lama dibangun tersebut.

“Kerukunan umat beragama di provinsi NTB sudah paripurna, saya bangga, mari kita jaga bersama,” tutup Menag Fahrul Razi.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan selamat kepada Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Kota Mataram atas peralihan statusnya. Status baru tersebut, menurut Gubernur harus menjadi pemacu untuk menjadi yang lebih baik.

“Jangan sampai, status kampus kita meningkat, tapi cara pandang kita masih kerdil,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Kampus yang ada nuansa agama, tambah Bang Zul, harus menjadi contoh dalam menghadirkan ketenangan, menghadirkan kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

“Apapun agama kita, kerukunan harus kita junjung tinggi bersama,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB




Pembelajaran Tatap Muka di NTB Dimulai Tahun 2021

Sistem shift yang dimaksudkan yakni pembatasan pertama separuh dulu, yaitu lama belajar maksimal tiga setengah jam dibagi menjadi dua bagian

MATARAM.lombokjournal.com

Awal pembelajaran baru pada tahun 2021 mendatang, NTB langsung menerapkan pemebelajaran tatap muka secara langsung.

Penerapan pembelajaran tatap muka itu tetap dengan melaksanakan protokol Covid-19 meskipun daerah masih atau sudah dalam Zona Merah, kuning atau Hijau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Aidy Furqon mengungkapkan itu pada wartawan di Mataram, Senin,(14 /12/20).

Aidy Furqon menegaskan, status zona yang dikeluarkan Gugus Tugas Pusat itu tidak menjadi kriteria karena dilakukan dengan standar operasional SOP)serta dengan sistem shift .

“Jadi mau zon Hijau, kuning, atau orange, merata bisa tatap muka tapi dengan sistem shift. Januari nanti tidak lagi simulasi, tapi sudah layanan tatap muka langsung. Cuman dibatasi ini sesuai dengan revisi sistem kegiatan belajar (SKB), ” terang Aidy.

Menurutnya, sistem shift yang dimaksudkan yakni pembatasan pertama separuh dulu, yaitu lama belajar maksimal tiga setengah jam dibagi menjadi dua bagian.

“Misalnya pembelajaran pertama dimulai p ukul 7.30 sampai 10.30, shift kedua dimulai  jam 10.00 sampai jam 2 siang,”ujarnya

Selain pembatasan dalam pembelajaran, pembatasan juga dilakukan dalam pelajaran olahraga.

“Olahraga yang sifatnya berpindah tangan gak boleh, misAlnya basket. Tapi kalau senam boleh, lari juga ,pokoknya aktifitas yang ada kaitannya pindah tangan itu gak boleh,” jelasnya.

Aidy Furqon menegaskan, pembatasannya akan terus dilakukan hingga vaksin bisa ditemukan.

Aya




Gubernur Deklarasi Rinjani dan Soft launching Jalur Sepeda WisataTetebatu

Selain Lombok Tengah, daerah-daerah lainnya diharapkan mendukung serta mempersiapkan diri menyambut lonjakan pengunjung ke NTB ke depan

LOTIM.lombokjournal.com

Deklarasi Rinjani dan Soft launching jalur pendakian dan jalur sepeda wisataTetebatu dilakukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Ulem-ulem, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (13/12/20).

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut kegiatan sosialisasi kebijakan pemulihan ekosistem di tingkat tapak (Piagam Rinjani), untuk mendukung pelaksanaan Festival Geopark Rinjani Tahun 2020 Balai TN Gunung Rinjani.

Dan ini wujud keseriusan Provinsi NTB, memajukan pariwisata yang sempat terhambat akibatkan pandemi Covid-19.

Salah satunya, pariwisata Rinjani yang semenjak tanggal 7 Desember lalu menggelar Festival Geopark Rinjani.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul mengajak seluruh pihak bersama-sama merawat dan menjaga kelestarian Rinjani. Bang Zul berpesan, agar memperlakukan Rinjani layaknya makhluk hidup.

“Ketika kita memaknai bahwa Rinjani adalah sesuatu yang hidup, akan ada kesadaran bahwa dia akan lahir, dia akan tumbuh, dia akan sakit. Dan ketika dia sakit harus dirawat dan kalau tidak hati-hati dia akan mati,” pesan Bang Zul.

NTB yang akan menjadi tuan rumah berbagai event nasional dan internasional, mengharuskan semua pihak menyiapkan diri dari sekarang.

Kebersihan kemudian yang  pertama kami disoroti Bang Zul.

Ia menyebut, keindahan alam NTB kerap dinodai oleh banyaknya sampah, padahal tempat tersebut merupakan destinasi wisata.

Kemudian kondisi toilet yang dinilai kurang mendapat perhatian serius dari masyarakat.

Menyikapi ini, Ia menyerukan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan daerahnya.

“Oleh karena itu, ini jadi tanggung jawab utama, bahwa toilet dan sampah adalah tanggung jawab serius yang harus kita benahi dan ini mudah-mudahan menjadi komitmen untuk menambah poin dalam Deklarasi Rinjani kita,” terangnya.

Selain Mandalika Lombok Tengah yang akan menjadi poros berbagai perhelatan akbar mendatang, daerah-daerah lainnya diharapkan Bang Zul dapat mendukung serta mempersiapkan diri menyambut lonjakan pengunjung ke NTB ke depan.

“Saya kira Lombok Timur punya banyak alternatif  yang memungkinkan orang menengok untuk datang ke tempat kita,” tutur Bang Zul.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lombok Timur, Muhsin yang mewakili Bupati Lombok Timur mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berhasil menyukseskan berlangsungnya kegiatan hari ini.

Ia mengatakan, hal ini sebagai salah satu bentuk Pemkab Lombok Timur yang terus berupaya menjalin sinergi dengan pemerintah, baik di pusat maupun provinsi.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus-menerus melanjutkan ikhtiar dalam rangka mendukung Pemerintah Pusat maupun di tingkat Provinsi,” jelasnya.

Muhsin menyampaikan, Pemkab Lotim mempunyai tiga hal yang menjadi fokus untuk diwujudkan. Tiga hal yang dimaksud yakni, jalan mulus sepanjang jalan, air mengalir sepanjang tahun dan listrik menyala sepanjang hari.

Dalam momen Deklarasi Rinjani ini, Ia fokus pada poin kedua yaitu air mengalir sepanjang tahun. Ia menyebut hal ini akan sulit diwujudkan apabila sinergi dari berbagai penunjang tidak berjalan dengan baik.

“Rinjani diyakini memiliki spiritual values, maka sejalan dengan agenda hari ini dalam rangka Deklarasi Rinjani yang mengedepankan, yang memperkuat “Tri Kaya Atmaja Nirah” yaitu Tiga Pusat Kekayaan Terbesar yaitu kawasan Rinjani menjadi sumber inspirasi, simbol persatuan dan kesatuan dan juga simbol keharmonisan,” ucapnya.

Sinergi multi pihak

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dedy Asriady menerangkan jika kegiatan kali ini merupakan wujud kerjasama dan sinergi multi pihak, yaitu TNGR, Pemprov, Pemkab Lombok Timur hingga Pokdarwis dan masyarakat Tetebatu.

“Kegiatan ini adalah wujud real kolaborasi antara Geopark Rinjani Lombok bersama Taman Nasional Gunung Rinjani dan yang terakhir, yang paling keren adalah acara ini terjadi berkat kerjasama Pokdarwis dan masyarakat Desa Tetebatu,” ungkapnya.

Dedy kemudian menyebut alasan Tetebatu dipilih sebagai lokasi berlangsungnya kegiatan, salah satunya Tetebatu merupakan Desa Wisata Tertua yang ada di Pulau Lombok. Untuk itu, Ia berharap Tetebatu dapat terus eksis dan maju dalam mengembangkan pariwisatanya.

Begitu juga dengan Rinjani, Ia berharap seluruh pihak kompak dalam merawat kekayaan alam yang satu ini. Menurutnya, Rinjani adalah episentrum seluruh sendi-sendi kehidupan.

“Rinjani dianggap oleh masyarakat Lombok adalah pusat air, pusat budaya masyarakat lingkar Lombok, sumber kekayaan biodiversity. Sehingga, saya meyakini bahwa menjaga Rinjani adalah menjaga peradaban Lombok,” kata Dedy Asriady.

Rr/HmsNTB




MotoGP Masuk Calender of Event NTB  2021

Disarankan, agar dilaksanakan event promosi road to MotoGP hingga menjelang gelarannya, serta pemberdayaan UKM lokal yang dimasukkan kedalam beragam paket wisata

MATARAM.lombokjournal.com

Gelaran balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP,  menjadi agenda pariwisata NTB tahun 2021.

Event MotoGP 2021 ini diluncurkan bersamaan dengan agenda resmi pariwisata lainnya di NTB, seperti pementasan dan atraksi budaya sepanjang 2021.

Lalu Gita Aryadi

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, ketika melaunching Calendar of Event 2021, di Hotel Lombok Astoria, Kamis (10/12/20) mengatakan, persiapan sarana dan prasarana gelaran MotoGP terus dilakukan sampai dengan final.

Menurut Miq Gite, sapaan akrab Sekda, dalam menyambut event ini, selain memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah dalam situasi kondusif,  hal yang tak kalah pentingnya adalah tentang pengendalian pandemi Covid-19.

Sosialisasi, persiapan lokasi dan penerapan sertifikat CHSE akan mempengaruhi minat wisatawan untuk datang ke MotoGP dan berwisata di NTB.

“Harapannya, calender of event pariwisata 2021 ini dapat dijadikan referensi kegiatan bagi calon wisatawan sebagai salah satu usaha promosi,” ujar Miq Gita dalam kegiatan launching Calendar of Event 2021 dan Business Gathering pelaku pariwisata.

Miq Gita mengatakan, informasi tentang jadwal event, pementasan budaya dan atraksi budaya dapat memiliki dampak signifikan untuk meningkatkan angka lama tinggal dan angka kunjungan wisatawan.

Hal ini akan  berkontribusi pada pendapatan NTB dan negara yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Business gathering juga bagian yang sejalan dengan program pemerintah untuk pengendalian Covid-19.

Bagaimana membangkitkan ekonomi rakyat melalui pariwisata dengan mulai membuka tempat wisata namun juga sarat terobosan ditengah sulitnya orang bepergian.

Ia menyebut, saat ini Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat  saat ini masih dalam zona risiko rendah (zona kuning) Covid 19. Harapannya agar dapat hijau sebelum gelaran MotoGP sehingga tidak ada lagi yang membatasi pergerakan orang.

Ia melanjutkan, kebijakan pemerintah, relaksasi pajak, JPS dan lain lain juga menjadi upaya pemprov sebagai apresiasi komitmen pelaku pariwisata dalam melakukan terobosan-terobosan di tengah pandemi ini.

Taufik Hidayat, Deputi Bidang Pemasaran Regional 1 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, pariwisata adalah yang paling terdampak Covid-19 karena tak ada pergerakan (traveling) orang.

Melihat berbagai hal yang dilakukan oleh Pemprov NTB untuk berusaha  membangkitkan pariwisata, Taufik Hidayat memberikan apresiasi . Ia menitipkan pesan, agar dilaksanakan event promosi road to MotoGP hingga menjelang gelarannya, serta pemberdayaan UKM lokal yang dimasukkan kedalam beragam paket wisata.

Pihak kementerian juga bekerjasama dengan beberapa travel agent besar seperti Traveloka dan Blibli yang siap membantu pemasaran secara online di 22 negara.

“Kementerian memang belum melakukan direct promotion ke negara-negara lain tentang gelaran MotoGP karena perbatasan masih ditutup. Kita maksimalkan dulu dengan promosi online dengan perusahaan yang memiliki jaringan global,” jelas Taufik.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal menegaskan, MotoGP sebagai event internasional yang akan digelar di Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus itu telah dapat dipastikan jadi digelar sesuai jadwal  musim balapan MotoGP pada 2021.

NTB sendiri optimis, seluruh persiapan sarana dan prasarana dapat mendukung gelaran tersebut.

Kata Faozal, launching calendar of event ini juga dirangkai dengan business gathering pariwisata nusantara yang dihadiri oleh seluruh stakeholder industri pariwisata.

“Ini adalah upaya untuk memproyeksikan apa yang harus dikerjakan dan dipersiapkan menyambut tahun 2021 dengan seluruh event yang telah terjadwal”, ujar Faozal.

Rangkaian event pariwisata Lombok – Sumbawa 2021 sebagai berikut ;

  1. Festival Pesona Bau Nyale Februari – Maret 2021
  2. Festival Pesona Tambora April 2021
  3. Festival Lawata
  4. Teka Tambora
  5. Tambora Chalenge
  6. Festival Pesona Khazanah Ramdhan April – Mei
  7. IRON MAN Juli 2021
  8. Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2021 Agustus – September 2021
  9. Mataram Carnival
  10. Pekan Pesona Gumi Selaparang
  11. Festival Senggigi
  12. Gili Tramena Festival
  13. Festival Moyo
  14. L’ETAPE September 2021
  15. MotoGP Oktober 2021
  16. Festival Taliwang 20 November 2021
  17. Accomodation & Tenun Festival Lombok Sumbawa Desember 2021.

ikp@diskominfotik_ntb




Food Estate di Labangka, Jadi Prioritas Kementan 

Kelompok ternak yang memperoleh bantuan ini adalah mereka yang sudah lama bergelut di bidang peternakan dan kelompok ternak ini sudah terdaftar secara resmi

MATARAM.lombokjoural.com  –

Program Food Estate di Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu prioritas Kementerian Pertanian (Kementan), karena prospek berkembangnya yang bagus.

Salah satu program Kementan melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) yaitu bantuan 1000 ekor sapi. Namun untuk tahap awal, baru terealisasi 200 ekor sapi sesuai dengan anggaran yang muncul di APBN Perubahan 2020.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani mengatakan, Kementan sangat mendukung program Food Estate di Labangka ini.

Ia pun mengawal program ini jangan sampai tidak terealisasi. Karena sudah menjelang akhir tahun, sehingga Kementan ingin program ini dipercepat.

Terlebih ada pula program lain di Labangka yaitu pelaksanaan pengolahan pakan ternak untuk mendukung Food Estate.

“Anggarannya muncul di APBNP 2020 di akhir Otober. Kontraknya per tanggal 24 November sehingga kita distribusikan secara bertahap, kita juga akan melaksanakan program 1000 desa sapi yang di Loteng,” kata Hj. Budi Septiani, Selasa (08/12/20).

Ia mengatakan, dirinya langsung menyerahkan bantuan sapi-sapi tersebut ke lima kelompok ternak yang ada di Labangka.

Kelompok ternak yang memperoleh bantuan ini adalah mereka yang sudah lama bergelut di bidang peternakan dan kelompok ternak ini sudah terdaftar secara resmi. Artinya bukan kelompok yang baru terbentuk ketika Food Estate diprogramkan.

“Kami tidak pernah bicara masalah politik, saya sendiri yang turun, sedikitpun kami tidak menyentuh itu. Kita semata-mata ingin merealisasikan program kegiatan kita. Kalau tidak direalisasikan, nanti bisa-bisa di blacklist oleh pusat,” kata Kepala Dinas.

Untuk diketahui, program Labangka Food Estate ini lahir dari ketertarikan Kementan dengan potensi pertanian dan peternakan yang dimiliki oleh Labangka.

Kepala Dinas sendiri yang melakukan presentasi di Ditjen PKH tahun 2019 lalu sehingga akhirnya Dirjen PKH Kementan mendukung labangka ini menjadi kawasan Food Estate.

Dikaitkan masalah politik

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, program pemerintahan di masa Pilkada memang cukup rentan dikaitkan dengan masalah politik oleh kelompok-kelompok tertentu.

Namun Pemprov NTB tetap berupaya melaksanakan tugas, wewenang dan fungsinya dengan baik secara berkelanjutan tanpa melihat momentum tertentu.

Terlebih jika melihat program Labangka Food Estate, hal tersebut justru merupakan program dari pemerintah pusat yang anggarannya turun di akhir tahun. Pemprov NTB juga bekerja didampingi oleh KPK agar tidak salah dalam mengambil keputusan pada aspek-aspek kebijakan atau hal yang menyangkut teknis.

“Di NTB kita bekerja didampingi KPK agar terhindar dari korupsi. Terima kasih kepada KPK yang selalu bersedia mendampingi kami dalam bekerja,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, dalam rangka mendukung program 1000 sapi Labangka Food Estate Kabupaten Sumbawa, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah telah menyerahkan 200 sapi kepada lima kelompok tani di kawasan Labangka tanggal 4 Desember 2020.

Food Estate sendiri merupakan program pemerintah pusat. Di Indonesia, hanya lima daerah yang memperoleh program tersebut, termasuk NTB. Provinsi NTB sendiri mendapat dua proyek, pertama di Pujut Kabupaten Lombok Tengah, kedua di Labangka, Sumbawa.

“200 sapi ini merupakan awal yang baik, ke depan, jumlahnya akan terus bertambah,” ungkap Gubernur saat menyerahkan sapi-sapi tersebut.

Ke depan, semua kebutuhan ada di Labangka, mulai dari tanaman pangan, peralatan pertanian, hingga ternak akan dibantu. Kemudian, semua ternak hingga jagung akan diolah di Labangka, sehingga industri hadir di Labangka.

Kepada masyarakat, Gubernur berpesan agar seluruh bantuan tersebut harus dijaga dan dirawat. Labangka harus menjadi contoh untuk kecamatan di seluruh Indonesia.

Rr/HmsNTB




Wagub Sampaikan Kuliah Umum untuk Alumni Teknik Kimia ITS

Umi Rohmi mengatakan politik membutuhkan sosok yang memiliki idealisme yang baik, memiliki kemampuan berpikir yang baik dan butuh sosok yang mencintai rakyat, daerah dan negaranya

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjadi keynote speaker pada kuliah umum online yang diselenggarakan oleh Alumni Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Minggu (06/12/20).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Chemical Engineer is A Leader by Nature”.

Wagub NTB adalah salah satu alumni terbaik ITS angkatan 27 yang mengawali karirnya di bidang pertambangan pada salah satu perusahaan tambang kelas dunia.

Wagub pada kesempatan tersebut mengatakan, sejak kecil selalu ditanamkan oleh kedua orang tuanya, untuk selalu bersyukur dalam menjalani segala sesuatu dan melihat dari sisi positifnya.

“Jadi jangan menghargai segala sesuatu dari menterengnya atau dari titlenya. Tapi dilihat dari manfaatnya,” jelasnya.

Hampir 10 tahun terjun di dunia tambang membuat Wagub nyaman dan menikmati pekerjaan tersebut.

Namun, ketika sang adik Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal TGB terpilih sebagai Gubernur NTB tahun 2008, membuatnya berputar haluan untuk meninggalkan pekerjaan profesionalnya dan bertanggung jawab untuk melanjutkan yayasan pendidikan yang dimiliki oleh sang keluarga.

“Sehingga saya diberikan nasihat dan pemahaman oleh keluarga, sekarang sudah saatnya saya untuk berbuat untuk masyarakat,” ceritanya.

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut mengaku setelah menjadi Wakil Gubernur dan masuk ke dalam dunia pemerintahan, Ia merasakan peran besar dalam menentukan arah kebijakan dan menentukan nahkoda NTB.

“Saya bersyukur kepada Allah SWT karena diletakkan pada posisi ini bukan karena posisinya, tetapi karena apa yang bisa saya kontribusikan untuk daerah yang saya cintai ini khusunya untuk Indonesia,” tuturnya.

Di akhir, Umi Rohmi mengatakan politik membutuhkan sosok yang memiliki idealisme yang baik, memiliki kemampuan berpikir yang baik dan butuh sosok yang mencintai rakyat, daerah dan negaranya. Selain itu, yang terpenting adalah sosok yang ingin bekerja sama dengan banyak pihak.

“Tidak hanya sekedar menyuruh tetapi juga mau berpikir, waktu demi waktu dari suatu kondisi ke kondisi yang lain. Kerja keras untuk bisa membawa daerahnya menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.

Rr/HmsNTB