Pelari Lombok Charity Run Diterima Bupati Lombok Utara

Kedatangan Laskar Pelari Lombok Charity Run di Lombok Utara surprise. Karena selain lari menempuh jarak 60 kilometer, sekaligus membantu Lombok Utara bangkit

TANJUNG.lombokjournal.com ~ B upati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH beramah tamah serta santap malam bersama Empat Laskar Pelari Peserta Lombok Charity Run di Tanjung (18/06/21).

Lombok Charity Run adalah Event Lari untuk Charity Event sebagai support pelari kepada para korban ari musibah yang terjadi di Lombok akibat gempa.

Hadir dalam acara itu  Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Danramil Gangga Kapten Muhadi.

Ketua Umum Perkumpulan IOA, Erick Sumar juga hadir, termasuk Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, H Simparudin SH, Plt Asisten III Drs Abdul Hamid, Kepala OPD, Camat Tanjung Samsul Bahri MSi, unsur pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.

BACA JUGA: PON XX, Mi6 Ajak Galang Open Donasi untuk Kontingen NTB

Bupati Djohan menyampaikan Kedatangan Laskar Pelari di KLU ini surprise. Karena selain lari menempuh jarak 60 kilometer, sekaligus membantu Lombok Utara bangkit.

“Perkumpulan Indonesian Overseas Alumni (IOA) ini telah membantu peningkatan kapasitas melalui pelatihan kepala sekolah dan guru di KLU. Kebetulan saya sempat membuka pelatihannya. Pemda KLU mengucapkan terima kasih sudah memilih KLU sebagai tempat lokasi kegiatan,” tuturnya.

Kabupaten Lombok Utara sebagai daerah otonomi baru, pemekaran dari Lombok barat pada 2008 silam, saat ini berusia 13 tahun.

Lombok Utara batasnya dari ujung perbatasan Senggigi sampai dengan perbatasan timur Desa Sambik Elen dengan jumlah penduduk sekitar 250 ribu jiwa ini, menjadi modal sosial dalam pembangunan daerah.

“Semoga dengan adanya kegiatan Lombok Charity Run, menambah semangat masyarakat Lombok Utara. Terlebih yang ikut ada perempuan. Bisa menggunggah semangat kaum perempuan KLU menjadi pelari atau bahkan atlet kedepannya. Kita tahu, saat ini ada atlet lari kita Lalu Muhamad Zohri yang sedang persiapan Olimpiade Tokyo yang luar biasa,” tandasnya.

BACA JUGA: Pemekaran Desa Samba, BPD Minta Persetujuan Para Tokoh

Ketua Umum Perkumpulan IOA Erick Sumar menyampaikan terima kasih kepada Pemda KLU dan relawan, yang membantu menyukseskan acara ini. Dimana para pelari sudah berada di KLU dan dari panitia juga bersiap untuk berjuang hari Sabtu (19/06).

Kegiatan olahraga lari dimulai pada pagi hari dengan jarak tempuh sejauh 60 kilometer.

“Sebelumnya ada kegiatan pelatihan yang bertujuan baik. Berusaha membantu teman-teman guru di Lombok utara, meningkatkan kapasitasnya. Semoga apa yang kita lakukan dipermudah oleh Yang Maha Kuasa,” imbuhnya.

Pada kegiatan ini, dihadiri Empat Laskar Pelari dari Jakarta yaitu Adita Irawati, sehari-hari sebagai Staf Khusus/Jubir Kementerian Perhubungan sekaligus Komisaris Citilink Indonesia.

Sedangkan Laskar Pelari lainnya adalah Carla Felany yang aktif pada kegiatan lari jarak tempuh jauh, untuk kegiatan amal (fundraising). Kemudian, Nicky Hogan seorang Investor Saham dan Penulis Buku.

Selain itu, Erry Permana merupakan Konsultan Akuntan Publik, telah Sembilan kali mengikuti ajang Charity Run. Para pelari start dari Halaman Kantor Bupati Lombok Utara dan finish di Masjid Kuno Barong Biraq Desa Sambik Elen.

Acara ramah tamah, diakhiri dengan Pemasangan Sapuq dan Jong khas Lombok Utara dan foto bersama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

rar




Sinergi Pastikan Penanganan Data Covid-19 Sinkron

Seluruh kabupaten kota melakukan sinergi agar data Covid-19 yang di-update adalah data yang dihasilkan dari ketelitian dan maksimal

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan manajemen data Covid-19 di kabupaten dan Kota se-NTB harus sinkron dengan data pada aplikasi allrecord TC19, aplikasi pencatatan dan pelaporan tes Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI.

Sinergi Covid
Hj. Sitti Rohmi Djalilah

“Kita berharap agar seluruh kabupaten kota dapat mengupdate data yang sebenarnya secara maksimal, harus lebih teliti, karena data itu sangat penting,” tegas Sitti Rohmi saat mengikuti Rapat Koordinasi Antisipasi Ekslasi Pasien Covid–19 di Provinsi NTB berlangsung di Ruang Vidcon Polda NTB, Jum’at (18/06).

Data penanganan Covid-19 dikutip dari Laporan Harian Dinas Kesehatan Provinsi NTB per tanggal 16 Juni 2021, bahwa: AR sejumlah 271,8 , CFR (Case fatality rare) 4,4%, Kesembuhan 91,9%, Kasus Aktif 3,7%, dan Bed Occupancy Rate (BOR) 34,5%.

“Alhamdulillah data kesembuhan di atas provinsi, BOR kita jauh diatas nasional. Alhamdulillah semua terkendali, PR kita adalah bagaimana data all new record dapat sesuai dengan kondisi yang sebenanrya,” kata Sitti Rohmi.

BACA JUGA: Indeks Inovasi NTB Rendah Sebab Laporan Tidak Maksimal

Senada dengan Wagub, Kapolda NTB, Irjen Mohammad Iqbal, mengatakan bahwa manajemen data harus satu frekuensi.

“Kalau kita sudah kerja di lapangan secara luarbiasa, namun data amburadul sama saja bohong, sehingga data yang sebenarnya baik, namun menjadi jelek karena tidak adanya sinkronisasi, sehingga kami bersama Pemprov NTB konsen untuk mengawal data tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri melihat data penanganan Covid-19 di NTB masuk dalam kategori baik. Hanya saja untuk indikator CFR harus perlu ditingkatkan kembali tracing di setiap daerah.

“Provinsi NTB dari indikator kesembuhan, kasus aktif dan BOR tergolong baik, namun CFR terkait dengan tracing, sementara tracing terus menurun, dari sisi ketersediaan tidak masalah, namun kita lebih mengupayakan tingkat tracing,” kata dr. Hamzi.

diskominfotikntb




KKI Puji Pemda NTB dan FK Unram Atas Prodi Dokter Spesialis

Ketua Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) antusias menggelar visitasi dan memberikan rekomendasi sesegera mungkin sebab dukungan Pemprov NTB yang begitu besar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Divisi Pendidikan KKI, Prof. Dr. dr. Bachtiar Murtala, Sp.Rad(K), menilai dukungan Pemerintah Provinsi NTB dalam pembukaan Program Studi (Prodi) Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram) sangat besar dan terlibat langsung dalam persiapannya.

“Ini pertanda kerjasama dan dukungan semua pihak sangat baik untuk dibukanya kedua program studi ini segera di FK Unram,” ujar Prof. Bachtiar dalam kegiatan visitasi KKI di Aula Rinjani Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, Kamis (17/06/2021).

KKISebagai ketua tim visitasi, Prof. Bachtiar mengatakan bahwa agenda visitasi itu panjang ke berbagai daerah di Indonesia, namun timnya memprioritaskan NTB mendapatkan kunjungan sebab kedua Prodi Dokter Spesialis ini sangat banyak peminatnya.

Prof. Bachtiar juga mengapresiasi keberanian FK Unram karena prodi ini termasuk besar, seperti yang lainnya yaitu; Pediatri dan Penyakit Dalam. Iapun berharap hasil visitasi akan mendapatkan penilaian yang maksimal.

Sementara itu, Wakil Gubernur, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengatakan, ikhtiar Unram dan Fakultas Kedokteran dalam mewujudkan Program Studi Dokter Spesialis Bedah dan Obstetri Ginekologi mendapatkan apresiasi dan komitmen dukungan penuh pemerintah provinsi.

“Kami memang berbeda namun kompak kalau urusan pembangunan untuk masyarakat,” sebut Sitti Rohmi.

BACA JUGASDM Berkualitas di Bidang Kesehatan Harus Cepat Dinyatakan

Komitmen tersebut dikarenakan kedua sektor pelayanan dasar tersebut benar benar diupayakan serius oleh Unram sebagai lembaga pendidikan dan Fakultas Kedokteran sebagai pendukung sektor kesehatan.

“Meski FK Unram baru berusia 18 tahun, progresnya luarbiasa. Kami pemerintah provinsi berkewajiban terlibat langsung memberikan dukungan”, tegas Wagub.

Wagub menilai kerja keras Unram dan FK Unram meningkatkan mutu dan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas adalah kontribusi besar bagi pembangunan daerah. Selain telah terakreditasi A dan menjadi sepuluh besar fakultas kedokteran se Indonesia, ikhtiar membuka program studi dokter spesialis memang sangat dibutuhkan masyarakat.

diskominfotikntb




Jalan Terbaik adalah Addendum dan Tidak Rugikan Semua Pihak

Penandatanganan kesepakatan addendum antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pihak PT Gili Trawangan Indah (GTI) adalah untuk mencari jalan terbaik dan masyarakat di Gili Trawangan tidak akan pernah dirugikan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini disampakan oleh Gubernur NTB), H. Zulkieflimansyah dalam pertemuan dengan perwakilan masyarakat Gili Trawangan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Rabu (16/06/2021).

Jalan TerbaikGubernur Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa addendum bukan semata-mata meneruskan perjanjian kontrak, namun ini justru membuka kesempatan baru sehingga kesakralan perjanjian kontrak bisa dibuka kembali dengan menyepakati berbagai pokok-pokok kerjasamanya.

“Addendum hanya sebagai pembuka saja, kalau ada kepentingan masyarakat harus diakomodir melalui addendum maka kita akan prioritaskan,” tegas Zulkieflimansyah.

Selanjutnya Gubernur mengatakan bahwa kalau pemerintah memutuskan kontrak dengan PT GTI dan pihak GTI tidak menuntut lagi maka semua akan selesai, namun jika pihak GTI keberatan maka masalahnya akan panjang dan berlarut-larut. Tetapi ini negara hukum, datang dengan dua opsi memilih addendum atau putus kontrak.

“Karena mereka masih punya hak sampai tahun 2026. Ada nggak celahnya sampai dengan masa kontraknya terkait hal-hal yang bisa kita lakukan bersama, itulah yang disebut dengan adendum,” ungkap Zulkieflimansyah.

BACA JUGASolusi buat Masyarakat dan Pariwisata NTB Harus Dikedepankan

Sementara itu, Koordinator Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Agus Chandra mengungkapkan, objek perjanjian kerja sama antara Pemprov NTB dengan PT GTI adalah hak pengelolaan.

Sehingga dalam rangka mendampingi Pemda sebagai pengacara negara maka beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Kejati NTB di antaranya; Pemerintah Provinsi NTB tidak boleh dirugikan, adanya kepastian berinvestasi, dan masyarakat tidak boleh dirugikan.

“Apapun yang menjadi masukan dan saran masyarakat tentu akan menjadi bahan bagi kami dalam rangka menyusun isi dari kebijakan addendum itu sendiri,” ungkapnya.




Tambora Agar Optimal, NTB Ajukan Program ke Menparekraf

BIMA.lombokjournal.com Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, mengajukan program pengembangan Geopark Tambora Pulau Sumbawa secara langsung kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Sandiaga Salahudin Uno, saat kunjungannya ke Bima, Minggu (14/06/2021).

“Alhamdulillah, Kita sudah langsung ajukan pengembangan kawasan Getimalopark Tambora Pulau Sumbawa pada Pak Menteri Pariwisata. Sehingga, ke depannya kita harapkan Geopark Tambora bisa lebih optimal memberi manfaat pada masyarakat Bima-Dompu serta Pulau Sumbawa,” ujar Zulkieflimansyah.

Geopark TamboraHal ini menurut Gubernur terkait dengan amanah pengembangan Geopark yang telah tertuang dalam Perpres Nomor 9 tahun 2019, tentang Geopark, dan Permenparekraf Nomor 2 tahun 2020 tentang pengembangan Geopark sebagai Destinasi Wisata.

“Geopark Tambora saat ini telah berstatus Geopark Nasional, maka kita memang punya peluang untuk meminta support-support dari kementrian terkait. Termasuk Kemenparekraf. Doa kan agar program yang kita ajukan dapat segera direalisasikan oleh Kementrian terkait,” imbuh Zulkieflimansyah.

Pengajuan proposal program dari Gubernur NTB disambut baik oleh Sandiaga Uno dan akan memberikan dukungan pada Geopark Tambora.

“Kami siap support Geopark Tambora. Semoga ke depannya bisa jadi UNESCO Global Geopark, serta menjadi daya tarik pariwisata yang berkelanjutan. Bisa membuka peluang usaha ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sandiaga.

BACA JUGA:

Sementara itu, General Manager Geopark Tambora, Hadi Santoso, menjelaskan bahwa program yang disampaikan oleh Pak Gubernur, dirumuskan oleh Dewan Pelaksana Geopark Tambora atas masukan, baik informal maupun formal, dari berbagai stakeholder terkait.

Di antaranya adalah Pemda Kabupaten Dompu, Kota Bima, Balai Taman Nasional Tambora, Balai KSDA, Dinas lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Perguruan Tinggi, NGO dan masyarakat adat.

“Insya Allah, proposal program yang diajukan oleh Pak Gubernur, sudah sangat komprehensif. Dari mulai permintaan pembangunan bandara perintis kawasan Geopark Tambora di bagian Dompu. Perbaikan akses, fasilitas atau amenitas di kawasan wisata. Pendidikan dan pelatihan untuk masyarakat pelaku wisata. Termasuk bantuan peralatan bagi UMKM di lingkar Tambora, dll” tandas Hadi.




Bima Kini Bakal Jadi Pesaing Destinasi Wisata di Indonesia

BIMA.lombokjournal.com ~ Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan bahwa Bima kini akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia, saat kunjungannya ke Desa Wisata Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (13/6/2021).

Di Desa Wisata Maria, ini, Sandiaga Uno mengunjungi situs bersejarah yang hingga kini masih lestari, yakni Uma Lengge.

Uma Lengge merupakan bangunan tradisional suku asli setempat yang disebut suku Mbojo, yang bangunannya berbentuk kerucut di bagian atap. Pada zaman dulu, Uma Lengge digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat Wawo dan sekaligus juga berfungsi sebagai lumbung padi.

Bima Kini Bakal Jadi Pesaing Destinasi Wisata di Indonesia
Sandiaga Uno

“Daya tarik wisata budaya Uma Lengge sangat langka. Bernilai sejarah tinggi karena ini adalah situs warisan budaya dari para leluhur suku Mbojo yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tinggi dalam industri pariwisata. Kami akan terus memberikan pendampingan di Desa Wisata Maria agar objek wisata ini tumbuh dan menjadi destinasi wisata baru di Indonesia,” tegas Sandiaga.

Pendampingan yang dimaksud Sandiaga adalah meliputi seluruh aspek yang diperlukan oleh desa wisata dengan penyusunan rencana pembangunannya serta dilanjutkan dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

BACA JUGA: Humas KLU Merajut Hubungan Baik dengan Pewarta

Kegiatannya berupa peningkatan pengetahuan serta keterampilan warga desa wisata, pendampingan institusi desa wisata, dan pembangunan fisik atau infrastruktur dengan melibatkan kementerian dan lembaga-lembaga terkait.

“Kita ingin desa wisata hadir membuka peluang ekonomi dan membuka lapangan kerja serta lapangan usaha seluas-luasnya untuk meningkatkan ekonomi rakyat yang sangat membutuhkan pertolongan. Dalam program pembangunan nasional banyak hal yang belum tersentuh dan bagi kami inilah program yang berkeadilan dan tepat sasaran,” katanya.

BACA JUGAPacuan Kuda Bima “Pacoa Jara”, Magnet Pariwisata Dunia

Sandiaga menjelaskan dampak langsung dari kunjungan ke desa wisata yang dilakukan Kementerian Parekraf telah memacu kenaikan ekonomi desa yang sangat siginfikan. Sebagai contoh berdasarkan laporan, Desa Wisata Pujon Kidul kabupaten Malang kunjungannya meningkat setelah Kemenparekraf menggelar program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 di lokasi tersebut.

“Saya juga berharap Desa Wisata Maria dengan Uma Lengge ini naik kunjungannya, sehingga akan membuka lapangan usaha bagi warga desa di sini,” ujar Sandiaga.

diskominfotikntb




Bupati Lombok Utara Launching Inovasi “Simpel Saja”

TANJUNG.lombokjournal.com — Menyukseskan 100 Hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara menuju pelayanan prima, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) Lombok Utara melaunching program inovasi Sistem Pelayanan Satu Jam (Simpel Saja), di Aula Kantor Dikpora, Jumat (11/06/21).

Bupati KLU
Bupati H johan Sjamsu

Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH dalam sambutannya menyampaikan, ucapan rasa syukur yang mendalam.

Lantaran bisa bertemu serta bersilaturrahim untuk melaunching program inovasi Sistem Pelayanan Satu Jam (Simpel Saja) untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Bupati juga menyampaikan permasalahan di Lombok Utara akibat gempa di tahun 2018.

Kemudian Covid 19 yang sampai hari ini belum berakhir, termasuk persoalan pembangunan rumah tahan gempa(RTG) yang masih tersisa, karena adanya beberapa kendala.

“Untuk menghadapi situasi seperti sekarang ini, memang sangat diperlukan inovasi masing-masing pimpinan organisasi perangkat daerah dalam rangka percepatan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Lombok Utara ini,” tutur Bupati.

BACA JUGA: Wartawan Bersih-bersih Pantai LG Desa Malaka

Lanjutnya, dengan lahirnya berbagai inovasi di Lombok Utara ini akan mampu mendongkrak percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Megakhiri sambutan, bupati menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA), karena pada kesempatan itu bisa melaunching program inovasi Sistem pelayanan satu jam (Simpel Saja), untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

“Mudahan dengan adanya inovasi yang di lakukan oleh kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) akan mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dalam dunia pendidikan,” harap Bupati di akhir sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Dikpora Lombok Utara Dr. Fauzan, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Kepala Sekolah dan guru yang ada di daerah kita, salah satu caranya adalah dengan menciptakan inovasi.

Lanjutnya, yang biasanya pekerjaan yang di lakukan ber hari-hari sekarang dengan adanya program inovasi Sistem Pelayanan Satu Jam (Simpel Saja), para guru bisa menyelesaikan dengan waktu 1 jam saja.

“Dengan adanya inovasi ini jadi guru tidak perlu meninggalkan siswanya selama berhari-hari karena mereka sering bolak-balik akibat pekerjaan yang tidak selesai hari itu, dan kembali lagi mengerjakan di hari lain,” pungkasnya.

BACA JUGA: Bupati KLU Serahkan Bantuan Rehab Masjib Darul Istiqomah

Kadis Dikpora juga menuturkan, selain dari melayani para guru, pihaknya juga melayani siswa dan orang tua siswa yang membawa berbagai macam permasalahan yang membutuhkan solusi, dan itu harus dilayani secepat mungkin.

“Bagi anak-anak yang tidak mampu baik di SD, SMP maupun yang akan masuk SMA. Jadi yang tidak bisa masuk SMA atau SMK untuk tahun pertama karena biaya pendaftaran tempatnya juga menyediakan beasiswa, ada juga bantuan operasional pendidikan untuk PAUD dan TK” ucapnya.

@ng




NTB Perkuat Fondasi Ekonomi Melalui Industrialisasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya menguatkan fondasi perekonomian melalui industrialisasi. Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menjelaskan, bahwa masyarakat mampu mewujudkan industrialisasi jika diberikan apresiasi dan ruang untuk berekspresi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam kegiatan Bank Indonesia Webinar Transformasi Bali Nusa Tenggara bertajuk ”Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah” yang berlangsung secara virtual, Rabu (09/06/2021).

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah

“Hadirnya industrialisasi menjadi solusinya dan memberikan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat, mengurang pengangguran dan mengentaskan kemiskinan,” katanya

Gubernur Zul menjelaskan, terkait perkembangan industrialisasi yang ada di NTB, ruang dan apresiasi yang telah diberikan dapat menghasilkan berbagai produk-produk yang telah dibuat para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

“Industrialisasi yang kami maksud saat ini adalah NTB mampu membuat berbagai produk-produk yang sederhana, seperti membuat masker, pabrik pakan, alat pelindung kesehatan, antigen, motor listrik dan lain sebagainya,” paparnya.

Selain itu, konsep industrialisasi di Provinsi NTB bukan hanya pada perubahan kontribusi dari masing-masing sektor ekonomi, tetapi Industrialisasi mampu menghadirkan pendalaman struktur industri.

BACA JUGACSGS UI: Masyarakat NTB Relatif Siap Hadapi KEK Mandalika

Ser@diskominfotik




GPLI Gencarkan NTB Sebagai Pusat Budidaya Lobster Nasional

MATARAM.lombokjournal.com

Beberapa waktu yang lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, didampingi oleh Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, mencanangkan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pusat budidaya Lobster Nasional, .

Untuk itu, Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) hadir untuk menjadi mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan. Demi bersama-sama mendorong terciptanya pembudidayaan lobster yang baik dan lestari di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

“Termasuk budidaya lobster di NTB,” kata Gunawan, usai penandatangan MoU antara Bank NTB Syariah dengan GPLI yang disaksikan Gubernur, di ruang kerjanya, Rabu (9/6/2021) .

GPLI akan membangkitkan gairah masyarakat membudidayakan lobster. Membantu masyarakat, agar mengerti tentang cara budidaya lobster. Supaya tidak dijual atau diekspor.

Menurut Gunawan, lobster yang dimiliki NTB sangat bagus dengan 3 jenis segmentasi lobster. Segmentasi benih atau benur 0 – 5 gram, 5 – 30 gram, dan 30 gram ke atas. 3 jenis segmen inilah yang akan dibudidayakan oleh masyarakat, sebab sudah berbentuk plasma dan dipelihara hingga ukuran 200 – 250 gram.

“Budidayanya selama 6 bulan, kalau sudah mencapai ukuran 200 – 250 gram dapat kita panen,” tandasnya.

NTB merupakan wilayah yang cocok untuk melakukan budidaya lobster. Apalagi alamnya sejuk dan beberapa teluk yang memiliki air laut yang bersih dan bagus untuk pembibitan. Dan yang paling utama, atau awal ditemukannya bibit lobster adalah di NTB.

BACA JUGA:

Sementara itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo mengatakan, pemerintah juga terus mendorong petani atau nelayan dan pengusaha lokal di NTB dapat menghasilkan bibit lobster.

“Baik yang ukurannya 0-5 gram hingga 30 gram, untuk memenuhi kebutuhan lobster di daerah,” ucap Dirut Bank NTB Syariah. (diskominfotik_ntb)




Bank NTB Syariah dan GPLI, MoU Sejahterahkan Nelayan Lobster

MATARAM.lombokjournal.com

Bank NTB Syariah dan Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI), menandatangani MoU untuk mensejahterakan para nelayan lobster di Nusa Tenggara Barat (NTB). Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menyaksikan langsung penandatangan perjanjian kerjasama tersebut, di ruang kerjanya, Rabu (9/6/2021).

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo, menjelaskan bahwa MOU ini merupakan inisiasi dan kerjasama NTB dan GPLI.

“Kami akan membantu dari segi pembiayaanya,” kata Kukuh.

Dijelaskannya, untuk pembiayaan satu nelayan yang memiliki usaha budidaya memerlukan pendanaan sekitar 50 – 80 Juta Rupiah, untuk bibit sejumlah seribu hingga dua ribu ekor. Dalam satu Kelompok Usaha Bersama (KUB) ada 10 orang, akan diberikan 4 – 6 karamba, di mana dalam satu karamba isinya sekitar 250 ekor lobster ukuran 30 gram.

“Nelayan akan memelihara selama 6 bulan, hingga memiliki berat 200 – 250 gram, siap untuk dipanen,” jelasnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Akan Siapkan Lahan Tanaman Porang untuk Investor

Menindaklanjuti MoU ini, Kukuh juga mengatakan bahwa Pemprov NTB bersama dengan GPLI juga akan menyediakann lokasi-lokasi yang cocok untuk budidaya lobster di NTB. Salah satu lokasi yang saat ini dikembangkan adalah di Telong Elong Lombok Timur.

Untuk lokasi di Lombok Timur, ini, yang sudah dilakukan ujicoba sekitar 100 karamba. Kemudian lokasi lain di NTB yang memenuhi syarat akan dibudidayakan lobster juga.

“Bila ada masyarakat yang ingin mengetahui tentang pembiayaan ini, langsung kunjungi Bank NTB Syariah se-NTB,” pungkasnya.

BACA JUGAGubernur Zul Dukung Penuh Budidaya Lobster di NTB

Sementara itu Ketua GPLI, Gunawan, mengatakan bahwa pihaknya bertugas melakukan pembinaan dan pendidikan bagi nelayan lobster. GPLI akan mendidik para nelayan lobster, melakukan pendampingan, termasuk menyediakan pakan, hingga pemasarannya.

diskominfotikntb