Kunci Utama Pemberantasan Korupsi adalah Pendidikan Anti Korupsi

Salah satu kunci utama keberhasilan pemberantasan korupsi adalah pendidikan anti korupsi sejak dini. Caranya, memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi muda tentang korupsi.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Demikian pesan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar saat menjadi narasumber bersama Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Program Dialog Ekslusif, di Studio RRI Mataram, Selasa (29/6).

Kunci Utama“Jadi, betapa pentingnya pendidikan, karena langsung menyasar ke pribadi orang secara personal, sehingga ia tahu apa itu korupsi,” ujar Lili Pintauli.

Dalam pendidikan penting memasukkan nilai-nilai integritas sebagai upaya membangun karakter dan penguatan nilai-nilai luhur masyarakat dan generasi muda, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi.

“Supaya tertanam dalam jiwa generasi muda maupun masyarakat untuk menolak praktek-praktek korupsi,” tegasnya.

Setelah pendidikan itu di laksanakan, maka peran serta semua pihak, baik di tingkat masyatakat (usia dini hingga usia lanjut), ASN, lembaga negara, maupun badan usaha swasta, turut melakukan tindakan pencegahan ini.

Ini penting, sebab ketika orang sudah tumbuh nilai integritas dan tidak melakukan korupsi, maka upaya selanjutnya adalah memperbaiki sistem.

Pendidikan tidak semudah membalik telapak tangan, butuh waktu dan beberapa generasi, untuk membangun Indonesia jangka panjang.

BACA JUGALayanan Pengaduan Masyarakat Dioptimalkan Pemprov NTB

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, juga mendorong kabupaten-kota segera membuat regulasi di daerah, sehingga pendidikan anti korupsi dapat segera diimplementasikan.

“Pendidikan ini tidak hanya menyasar sekolah maupun perguruan tinggi, namun elemen masyarakat hingga di RT, dusun maupun desa, dapat belajar tentang korupsi,” terang Sitti Rohmi.

edy




Cegah Korupsi Harus Berani Jujur, Ini Kata Gubernur NTB

Faktor penting untuk cegah korupsi yaitu memulai sikap berani jujur

MATARAM.lombokjournal.com ~ Korupsi terjadi bukan karena tidak bisa jujur, tapi karena kejujuran tidak dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan, mencegah korupsi harus dimulai sikap berani jujur, yang harus diterapkan oleh siapa pun dalam bertindak.

“Sikap berani jujur itu sebenarnya sudah menjadi filosofi mendasar untuk membentengi diri dari tindakan korupsi,” tegas gubernur.

Gubernur Zul mengatakan itu saat menjadi narasumber pada program Talkshow BERUGAQ yang disiarkan live di studio TVRI NTB, Senin (28/06/21).

BACA JUGA: Nurhayati Disambar Petir Saat Mengikat Sapinya

Ia menjadi narasumber dialog mengangkat tema “Pemberantasan Korupsi antara Aparat Penegak Hukum dan Aparat Pengawas Internal”.

Narasumber lainnya yaitu Wakil Ketua KPK RI, Lili Pintauli Siregar, Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal dan Kepala Kejati NTB, Tomo Sitepu.

Gubernur  mengatakan, upaya pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB adalah membangun sinergi dengan Kapolda NTB, Danrem, Kajati NTB dan Forkompinda.

Kordinsi itu saling mengingatkan, jika terjadi kekeliruan dalam mengambil kebijakan yang berindikasi terhadap tindak pidana korupsi.

“Karena kami sering berdiskusi untuk saling mengingatkan dalam berbagai hal, maka alhamdulillah segala tindak korupsi dapat diminimalisir sedini mungkin,” katanya.

Wakil Ketua KPK RI, Lili Pintauli Siregar, mengungkapkan, kunjungan KPK di NTB merupakan upaya pencegahan, kordinasi dan supervisi yang intens. Ini langkah KPK untuk mendorong semua daerah dapat mencegah terjadi tindakan pidana korupsi yang merugikan masyarakat dan bangsa.

BACA JUGA: KPK Membantu Sukseskan Proses Pembangunan NTB

“Namun, sejauh ini pemerintah Provinsi NTB dapat menunjukan komitmen dalam mencegah terjadinya tindakan korupsi. Sehingga kasus Pidana korupsi di NTB dapat diminimalisir dengan baik,” ungkapnya.

Diskominfotikntb




Zona Hijau Untuk Destinasi Wisata Akan Segera Ditetapkan

Destinasi wisata yang akan diberi status zona hijau ini di antaranya adalah; KEK Mandalika, Desa Sembalun dan kawasan Tiga Gili (Trawangan, Air dan Meno), serta Pulau Moyo yang ada di Sumbawa.

MATARAM.lombokjournal.comKepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), Yusron Hadi, optimis bubble island dan bubble destination ini akan segera terealisasi dalam waktu dekat. Oleh karenanya, destinasi wisata zona hijau menjadi penting dan segera kita wujudkan untuk mendukung event-event nasional dan internasional yang akan tersaji dalam waktu dekat.

Untuk mewujudkannya perlu adanya komitmen dan dukungan semua lini, termasuk kelompok masyarakat di tingkat grass root yang nantinya akan ditetapkan semacam regulasi formal dalam hal standard operasional prosedur (SOP). SOP inilah yang akan mengikat sehingga destinasi-destinasi itu aman dan nyaman dikunjungi wisatawan.

Zona Hijau Untuk Destinasi Wisata“Setidaknya ada jaminan kesehatan, rasa aman dan nyaman di tengah pandemi covid-19. Jaminan inilah yang kita pikirkan bersama dan harus didukung semua pihak jika ingin melihat pariwisata dan ekonomi NTB kembali pulih meski diterpa pandemi,” ujar Yusron di dalam rapat terbatas, di ruang anggrek Kantor Gubernur NTB, Senin (28/6).

Data resmi yang dikeluarkan pemerintah daerah, di tiga kawasan wisata calon zona hijau itu, rata-rata lebih dari 70 persen sudah memenuhi unsur menjadi kawasan hijau. Fasilitas pendukung di kawasan ini sudah tervaksin dan ter-CHSE. Kawasan tiga gili dan desa Sembalun misalnya. Secara vaksin dan standar CHSE sudah memenuhi unsur aman dari covid.

“Selanjutnya kita tinggal mengontrol orang yang keluar masuk ke kawasan itu. Itulah pentingnya dibuat SOP yang memadai dan bersahabat dengan pelaku, wisatawan dan tentunya virus covid-19,” jelas Yusron.

BACA JUGA:

Rapat yang dihadiri berbagai unsur berkepentingan ini juga dihadiri Asisten III Setda Gubernur NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengakui optimis SOP ini sudah siap pertengahan Juli. Kehadiran SOP menuju kawasan wisata zona hijau menjadi harga mati.

“Untuk menuju langkah yang ke seribu (event-event nasional dan internasional) langkah pertama yang harus dibuat adalah SOP,” tegasnya.

Memang banyak hal yang harus dibicarakan, disiapkan dan disediakan, tapi kita harus tetap optimis SOP ini bisa terwujud, misalnya lokasi atau tempat isolasi terdekat dengan zona hijau kawasan wisata itu.

Selain itu, anggaran, Alat Pelindung Diri (APD), sistem pembuangan limbah dan lainnya. Dan adalah komitmen masyarakat mau disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Ini pentingnya keterlibatan semua pihak, temasuk unsur pemerintahan paling bawah desa sampai RT,” tegasnya.




Islamic Centre adalah Warisan Luar Biasa Bagi Masyarakat NTB

Islamic Centre (IC) yang sekarang menjadi destinasi wisata unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat menjadi daya tarik dan destinasi khas dalam rencana tur para wisatawan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menjelaskan di hadapan pengurus baru IC periode 2021-2026, Jumat, (25/06), bahwa IC adalah warisan luar biasa bagi masyarakat NTB, sehingga diharapkan pengurus baru dapat mengembangkan ikon pusat peradaban Islam itu.

Islamic Center
H. Zulkieflimansyah

“Memelihara memang tidak gampang tapi kalau fokus dikelola dan digarap dengan keseriusan, artinya pengurus IC yang baru ikut mewariskan pengembangan yang akan dilakukan”, ujar Gubernur di Gedung Graha Bhakti Praja.

Sementara itu, Sekretaris Daerah yang juga Ketua Dewan Pengurus IC, H.L. Gita Ariadi mengatakan, penataan dan pengembangan tiga fungsi utama IC segera akan dipetakan sebagai prioritas. Berbagai fasilitas dan kegiatan pendukung langsung dikoordinasikan, terlebih dengan adanya Unit Pengelola Teknis (UPT) Dinas Pariwisata sebagai destinasi wisata unggulan.

“Untuk pengelolaan fungsi tempat ibadah dan pemberdayaan umat, kita bisa belajar dari pengelolaan masjid-masjid besar di Indonesia. Penekanannya kita harus segera menyelesaikan fasilitas pendidikan dan budaya Islam,” ujar Lalu Gita.

BACA JUGAIslamic Center Sebagai Representasi Wajah Islam

Kepengurusan sekarang berbeda karena mengurusi tiga fasilitas, yakni Mesjid Hubbul Wathan, fasilitas pendidikan dan Masjid Raya At-Taqwa. Perbaikan dan pemeliharaan fasilitas akan langsung ditangani oleh pengurus ex-officio dari OPD terkait, begitupula dengan kegiatan keagamaan dan budaya dalam rangka memakmurkan mesjid.

Selain itu, menurut Lalu Gita, ada pula perubahan alih fungsi semula seperti ballroom dan kegiatan ibadah lain yang dipindahkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung Islam Center.

jm




BNN Masifkan Desa Bersinar Untuk Wujudkan NTB Bebas Narkoba

Program BNN yakni Desa Bersih Narkoba (Bersinar) dapat dimasifkan penyebarannya di seluruh kabupaten dan kota, demi mewujudkan NTB Gemilang bebas dari narkoba.

MATARAM.lombokjournal.com ~ “Desa Bersinar ini dapat mengurangi penyebaran narkoba,” kata Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, saat menerima audiensi Kepala BNNP NTB yang baru, di Pendopo Gubernur, Kamis (24/06).

BNN Zulkieflimansyah mengapresiasi BNN atas kerja kerasnya memberantas hal–hal yang merusak generasi muda sedini mungkin, sehingga peredaran narkoba dapat ditekan.

“Semoga daerah kita menjadi bersih, terdepan, bersinar dan bebas dari narkoba,” tutur Gubernur.

BACA JUGALiterasi Keuangan di Masyarakat Harus Cepat Dilakukan

Sementara itu, Kepala BNNP NTB, Kombes Pol. Gagas Nugraha, menjelaskan bahwa Desa Bersinar adalah program pusat yang diteruskan oleh BNNP di seluruh Indonesia.

Kepala BNNP NTB akan terus memprioritaskan Desa Bersinar dan menjalankannya di seluruh kabupaten dan kota.

“Kita akan fokus juga dengan Desa Bersinar dan program pemerintah daerah akan kita satukan dan kita akan berkoordinasi dengan beberapa stakeholder, beserta komponen masyarakat lainnya dalam memberantas narkoba,” jelasnya.

diskominfotikntb




Inovasi Pengelolaan Sampah Harus Berkelanjutan

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menegaskan bahwa inovasi pengelolaan sampah harus memastikan sirkulasi dan pemanfaatannya berjalan terus.

LOBAR.lombokjournal.com ~ “Jangan hanya dikenalkan inovasinya kemudian tidak dibumikan dan digunakan oleh masyarakat terus dipelihara dan dijaga keberlanjutannya”, ujar Sitti Rohmo saat kunjungannya ke Laboratorium Sampah Paman Sam (Pemanfaatan dan Pengelolaan Sampah) Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Rabu (23/06).

Wagub menginginkan titik percontohan atau fasilitas yang sudah dibangun itu dapat dimasukkan ke dalam aplikasi Lestari agar memudahkan pemantauan sampai memetakan daerah mana yang cocok dengan inovasi yang akan diterapkan.

inovasiSirkulasi sampah untuk inovasi penanganan dan pengurangan keluarannya menjadi pupuk, pakan, energi dan lain lain yang sudah tersedia fasilitasnya di masyarakat dapat dipantau kebutuhan pemanfaatan hasil inovasinya sekaligus ketersediaan bahan bakunya dengan direktori bank sampah.

BACA JUGALombok Barat Target Posyandu Keluarga 100 Persen Tahun Ini

Umi Ningsih, founder Laboratorium Sampah Paman Sam menjelaskan, biogas yang dihasilkannya disebut bio slurry yang berbahan baku limbah ternak atau sampah organik rumah tangga.

Pemanfaatannya saat ini sudah digunakan oleh 15 rumah tangga di Desa Lembuak sebagai pupuk cair dan bahan bakar pengganti gas.

“Kelebihannya, limbahnya nol persen dan kita kembangkan juga dari bahan baku sampah organik rumah tangga dari yang umumnya menggunakan limbah ternak”, ujar Umi.

Selain itu, instalasi biogas untuk kebutuhan penerangan dan dapur, ini, kelebihannya adalah tidak membahayakan karena tekanan gas rendah, tapi efisien.




Tiket Non Tunai, Upaya Putus Mata Rantai Covid-19

Sistem layanan tiket non tunai merupakan salah satu cara untuk menghindari kontak fisik dalam pembayaran dan transaksi tiket transportasi di era pandemi Covid-19.

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyampaikan hal tersebut kepada awak media saat kunjungan kerjanya di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, Selasa (22/6).

Saat memasuki area pelabuhan, Sitti Rohmi mempraktekkan penggunaan kartu elektronik sebelum masuk ke dalam kapal feri.

Selama di dalam kapal feri, Sitti Rohmi memeriksa kondisi dalam kapal guna memastikan adanya penerapan CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) di layanan angkutan laut.

Tiket Non Tunai
Hj. Sitti Rohmi

“Tiket non tunai dengan kartu elektronik ini memudahkan pembayaran bagi penumpang, dan upaya kita agar tidak ada kontak demi memutus mata rantai Covid-19,” ujar Sitti Rohmi.

Sitti Rohmi juga berpesan kepada pemilik kapal feri agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan kapal.

BACA JUGAInovasi Kerekeh, Bakal Jadi Desa Rujukan Industrialisasi

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Moh. Faozal, lebih lanjut menjelaskan bahwa sistem non tunai ini juga memberikan rasa aman, dengan standar pengisian data diri yang lengkap untuk jaminan asuransi diri.

Selain itu, penggunaan kartu elektronik juga menghindari antrian dan kemacetan saat  kendaraan dan penumpang memasuki pelabuhan.

“Pembayaran jadi mudah dan praktis serta terhindar dari uang palsu,” tutur Faozal.

diskominfotikntb




Kartu Elektronik Berlaku di Pelabuhan Poto Tano dan Kayangan

Mulai hari ini, Senin (21/6/2021), pembayaran atas jasa transportasi laut (Kapal Ferry) di Pelabuhan Poto Tano dan Kayangan resmi memberlakukan pembayaran menggunakan sistem non-tunai atau kartu elektronik.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu. Muh. Faozal menjelaskan, pemberlakuan sistem pembayaran non-tunai (cashless) ini salah satunya bertujuan untuk mencegah kontak langsung di tengah wabah Covid-19.

Kartu elektronik sudah tersedia di sejumlah bank-bank dan sejumlah gerai atau toko modern, sehingga masyarakat bisa mendapatkannya.

“Ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kontak langsung antara masyarakat dan petugas pelabuhan,” jelas Faozal.

Faozal juga menjelaskan bahwa pembayaran menggunakan kartu elektronik ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan, serta transaksi pembayaran menjadi mudah, praktis, terhindar dari uang palsu.

Proses transaksi di tollgate menjadi lebih ringkas dan cepat serta pengguna jasa dapat lebih nyaman, teratur dan tertib, tidak perlu lagi antre di pelabuhan.

Penerapan pembayaran non tunai menggunakan kartu elektronik ini juga mengacu pada aturan Kementerian Perhubungan PM No.19 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan Secara Elektronik, yang akan diterapkan bertahap di seluruh lintasan dan pelabuhan yang dikelola oleh PT ASDP Ferry Indonesia (Persero).

BACA JUGASepakat Damai, Rambitan dan Ketara Serahkan Konflik ke APH

Selain itu, penerapan cashless ini juga mendukung program “Gerakan Nasional Non Tunai” serta akselerasi transformasi digital yang dicanangkan pemerintah, di mana salah satu instruksi Presiden Joko Widodo agar mempercepat revolusi layanan publik berbasis digital.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

diskominfotikntb




Rumah Tahan Gempa di Lombok Utara, Sebanyak 18 Ribu Belum Dibangun

Pembangunan apa pun di KLU, termasuk pembangunan majid dan rumah tahan gempa tidak bisa di selesaikan dengan sebaik-baiknya bila mayarakat tidak bersatu

TANJUNG.lombokjournal.com  ~  Sebanyak 18 ribu Rumah Tahan Gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Utara belum dibangun.

Padahal dana Pemerintah Pusat yang sudah disalurkan ke Lombok Utara untuk anggaran pembangunan RTG sampai hari ini sekitar 2,3 triliun rupiah.

Rumah Tahan Gempa di KLU

 

“Angka yang begitu besar buat daerah kita, namun sesungguhnya belum seluruhnya pembangunan (RTG) terselesaikan,” kata Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu.

Hal itu diungkapkan bupati saat melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Masjid Nurul Yaqin Abdurrahman Kelongkong di Dusun Kelongkong Desa Sambik Bangkol (Samba) Kecamatan Gangga, hari Minggu (20/06/21).

Karena itu, Bupati Djohan mengajak semua lapisan masyarakat Lombok Utara bergotong royong bersatu padu membangun daerah.

BACA JUGA: Pariwisata Ramah Lingkungan di Pantai Impos

Termasuk membangun masjid, khususnya yang ada di dusun. Sebab masih banyak pembangunan yang belum terselesaikan di Lombok Utara, termasuk pembangunan puluhan unit masjid.

Bupati yakin dan percaya, salah satu cara membangun daerah adalah bersatu secara utuh dan tidak bercerai berai.

“Jika kita tidak bersatu pembangunan apa pun di KLU ini tidak bisa di selesaikan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Ditambahkannya, KLU bisa dibangun apabila semua elemen daerah bersatu, pasalnya pihak yang mesti membangun daerah ini hanya masyarakatnya sendiri.

Kata orang nomor satu di Lombok Utara ini, sudah banyak yayasan amal yang telah membantu masyarakat membangun masjid. Sedangkan pemerintah membantu membangun rumah tahan gempa.

“Kita bersyukur banyak yang membantu. Untuk itu sebagai Kepala daerah, atas nama masyarakat di sini menyampaikan terima kasih kepada saudara-saudara saya dari Yayasan Imam Syafi’i,” ungkap bupati.

Dalam acara itu hadir unsur Yayasan Al-Imam Al-Syafi’i Mataram, unsur Pemerintah Kecamatan Gangga, unsur Perwakilan Polsek Gangga, Penjabat (Pj) Kades Samba beserta perangkat desa setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga dusun setempat.

Ketua PD Muhammadiyah KLU itu menegaskan, hal yang paling penting bagaimana masyarakat nantinya bisa memakmurkan masjid yang sudah susah payah dibangun dengan meramaikannya melalui aktivitas ibadah seperti shalat berjamaah.

BACA JUGA: Kordinasi TPKD KLU Untuk Menindaklanjuti Rekomendai BPK

Ia menjabarkan, sebelumnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lombok Utara sebesar 1,2 triliun rupiah. Tapi setelah Covid-19, APBD Lombok Utara turun 2,5 persen, sekitar 300 miliar rupiah.

“Inilah persoalan daerah. Saya harapkan masyarakat memaklumi hal ini. Jadi jika ada hal-hal yang belum bisa kita lakukan harap anda semua maklum. Apa yang saya jadikan visi-misi pada pemilukada kemarin belum bisa kita wujudkan karena kita harus berpedoman pada peraturan daerah,” imbuhnya.

Peraturan Daerah tentang visi-misi masih disusun oleh DPRD, pelaksanaannya diestimasi sekitar Agustus atau September mendatang.

Menurut bupati, ihwal yang bisa dilaksanakan sekarang sudah diatur pada peraturan daerah tahun 2020 seraya memaklumkan masyarakat Desa Samba.

“Mari kompak bersatu membangun daerah kita. Kita tidak tahu kapan berakhirnya Covid-19 ini. Tapi, kita harus bersyukur kepada Allah, pertanian dan perkebunan kita masih bagus,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat tidak boleh tinggal diam tapi harus mampu bergerak dalam situasi ini, tentu dengan mematuhi prokes.

Di Lombok Utara, warga yang posittif Covid-19 dan masih diisolasi jumlahnya  sekitar 17 orang. Lmbok Utara ekarang dalam status zona oranye.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Yaqin, Abdurrahman Putrawadi dalam laporannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dibangunnya masjid setempat setelah ditimpa gempa bumi 2018 silam.

Dibangunnya masjid setempat, tutur Anggota DPRD KLU ini, berkat bantuan donasi dari Singapura melalui Yayasan Al-Imam Al-Syafi’i di Mataram. Ia menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pengurus yayasan di berbagai tingkatan mulai kecamatan, kabupaten dan provinsi.

“Atas nama masyarakat Dusun Kelongkong dan Desa Sambik Bangkol umumnya, kami sampaikan terima kasih banyak kepada Pengurus Yayasan Al-Imam Al-Syafi’i yang telah membantu kami membangun kembali masjid ini,” ucapnya.

Terpisah Pj Kades Samba Sarjono menuturkan, masjid yang terletak di samping Kantor Desa setempat,  baru dapat dibangun sekarang pascagempa bumi melanda tiga tahun silam.

Pemerintah Desa mengapresiasi tinggi pihak yayasan pemberi bantuan sehingga masjid di ibu kota desa tersebut dapat terbangun.

“Alhamdulillah, pembangunan Masjid Nurul Yaqin Abdurrahman ini melegakan warga. Selama kurang lebih tiga tahun mereka melaksanakan aktivitas ibadah di masjid sementara. Harapan saya setelah terbangunannya masjid ini nanti warga kami dapat lebih nyaman beribadah,” ungkapnya.

Bupati Lombok Utara didampingi Wakil Ketua BPD dan Pj Kades Samba meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Yaqin Adurrahman.

@ng




Pelari Lombok Charity Fun Dilepas Bupati Lombok Utara

Kehadiran laskar pelari Lombok Charity Fun menggugah semangat melakukan perlawanan terhadap Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melepas empat Laskar Pelari Peserta Lombok Charity Run di Tanjung yang start dari Halaman Aula Kantor Bupati (19/06/21).

Bupati Djohan mengawali sambutannya menyampaikan, perlunya menyemarakkan olahraga lari di seluruh jalur Tanjung sampai Bayan.

“Covid-19 tidak boleh dihadapi dengan berdiam diri saja, tanpa melakukan perlawanan. Keinginan kita ke depan dengan kegiatan hari ini, tentunya dapat menggugah semangat masyarakat Lombok Utara berlari dan berolahraga untuk mencegah Covid-19,” tuturnya.

BACA JUGA: Destinasi Wisata Unggul, tapi sayang Direct Flight Minim 

Selanjutnya Bupati Djohan menyatakan, kegiatan Lombok Charity Run dapat mewarnai kegiatan Pemda Lombok Utara dalam rangka membangun daerah, mencegah Covid-19 melalui olahraga.

“Selamat berlari saudara-saudara saya laskar pelari. Insya Allah menempuh jarak 60 kilometer sampai di Masjid Kuno Barong Biraq Sambik Elen Bayan,” imbuhnya.

Dikatakan Bupati Djohan, para pelari Lombok Charity Fun hari ini merupakan orang-orang hebat di Jakarta. Kehadirannya guna menggugah semangat melakukan perlawanan terhadap Covid-19.

Kegiatan olahraga lari dimulai pada pukul 06.00 pagi hari dengan jarak tempuh sejauh 60 kilometer yang dihadiri Empat Laskar Pelari dari Jakarta yaitu Adita Irawati, Carla Felany kemudian, Nicky Hogan selanjutnya, Erry Permana.

Para pelari start dari halaman Kantor Bupati Lombok Utara dan finish di Masjid Kuno Barong Biraq Desa Sambik Elen.

Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng usai menerima laskar pelari di garis finish, berterima kasih dan mengapreasiasi IOA atas sumbangsih kepada Lombok Utara terlebih kepada laskar pelari yang luar biasa telah menyelesaikan 60 kilometer.

“Jarak tempuh yang luar biasa, ini menjadi modal dan semangat untuk kita semua. Kita memiliki semangat dan tekad yang kuat. Apapun bisa kita lakukan. Kegiatan ini menjadi contoh. Jangan cepat putus asa, kuatkan tekad agar bisa sampai di garis finish,” tandasnya.

BACA JUGA: Zona Oranye Desa Santong, Dua Orang Positif Covid-19

“Mungkin nanti di HUT ke-13 yang dilaksanakan bulan depan, kita bisa mencoba kegiatan berlari. Misalnya lari 13 kilometer,” urainya.

IOA telah membantu dunia pendidikan di KLU, peningkatan kapasitas kepada tenaga pengajar. Terlebih saat pandemi Covid-19 sektor pendidikan mengalami dampak paling besar.

“Mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, karena pandemi belum berakhir dan saat ini mengalami peningkatan untuk itu kita tetap waspada,” tuturnya.

Sementara itu Carla Felany saat diwawancara sebagai orang yang finish pertama kalinya mengungkapkan, fenomena alam Lombok Utara bagus dan indah, finish dengan sempurna.

“Pengalaman pertama saya lari di KLU, jalanannya sepi dan udaranya enak (segar). Terlebih saat melewati pinggir pantai, pemandangan yang indah. Pada titik kilometer 40 saat siang, cuaca mulai panas dan menjadikan tantangan baru, ada tanjakan tinggi yang menguras tenaga, tetapi bisa finish dengan sempurna,” imbuhnya.

Berkat dukungan masyarakat, Pemda KLU, TNI-Polri serta pihak lainnya, Lombok Charity Run diharapkan dapat memacu spirit olahraga alam di masa pandemi. Sekaligus sebagai stimulan pemulihan ekonomi dan meminimalkan dampak Covid-19, melalui olahraga peduli kemanusiaan.

Hadir pada acara tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Indonesian Overseas Alumni (IOA) Erick Sumar, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Danramil Gangga Kapten Muhadi. Dari unsur OPD, hadir diantaranya Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan H Simparudin SH, Plt Asisten III Setda KLU Drs Abdul Hamid, Inspektur  Inspektorat H Zulpadli SE, Kepala BPKAD Sahabudin MSi, Kadis P2KBPMD Drs H Kholidi MM, Camat Tanjung Samsul Bahri MSi, unsur pimpinan OPD serta tamu undangan lainnya.

wld/rar