Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Klinik pertanian di Desa Jenggala satu-satunya di Lombok Utara, berdirinya dilandasi besarnya potensi pertanian serta kompleksnya masalah yang dihadapi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaunching klinik pertanian sekaligus mengukuhkan kelompok Taruna Tani melenial Desa Jenggala di Halaman Kantor Desa setempat, Kamis (07/10/21).

Hadir pula Camat Tanjung, Reselim SSos, Kepala Desa Jenggala Fakhruddin SPd, serta undangan lainnya.

Kata bupati, klinik pertanian di Jenggala ini satu-satunya di KLU
Bupati H. Djohan Sjamsu

Bupati launching klinik pertanian di Desa Jenggala

Bupati Djohan menyampaikan, klinik pertanian ini merupakan satu-satunya di KLU. Diharapkan, ke depan klinik pertanian itut dikelola dengan baik, dan harus berkelanjutan untuk mendukung.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Karena itu, perlu kerjasama dengan Bumdes serta lainya demi kepentingan masyarakat, mengingat Desa Jenggala punya potensi luar biasa.

“Saya mengapresiasi dilaunchingnya klinik pertanian, serta selamat atas di kukuhkannya kelompok tani milenial Desa Jenggala,” ungkap bupati.

Dengan dikukuhkannya petani melenial, mereka anak-anak muda  bersemangat dan enerjik yang memiliki ilmu pertanian, akan berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian.

“Harapan saya  kalian anak-anak mudalah yang mengambil peran sebagai petani  biarkan yang tua istirihat,” kata bupati.

Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin menyampaikan, hampir 80 persen potensi pertanian yang dimiliki Desa Jenggala. Besarnya  potensi yang dimiliki serta permasalahan kompleks di bidang pertanian mulai dari penanaman hingga panen, hal itu yang mendasari berdirinya klinik Pertanian.

Ke depan, klini pertanian akan menunjang kebutuhan para petani, sebagai salah satu wadah para petani berkonsultasi masalah pertanian.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

“Harapan kami pada pengurus Bumdes nantinya bisa kerjasama dalam membangun sinergi serta menjalin komunikasi dengan baik dengan Pemda,  khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” harap Fakhruddin.

Ditambahkan, terbentuknya kelompok Taruna Tani milenial,  bertujuan membantu mewujudkan program Pemda KLU  yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.

@ng




Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Pusat Evakuasi Masyarakat yang pembangunannya didanai Yayasan Sheep Indonesia juga akan menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat

SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM), Kamis (07/10/21), dilakukan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu di Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara merupakan perkembangan menggembirakan pembangunan di Kecamatan Kayangan.

Pusat Evakuasi Masyarakat bisa jadi alternatif tempat pemberdaayaan
Andrea Subiyono

Petakan batu pertama itu dihadiri Wakil ketua DPRD Lombok Utara, Kepala BPBD Lombok Utara, Direktur Yayasan Sheep Indonesia, dan Camat Kayangan.

Pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini merupakan dukungan Yayasan Sheep Indonesia (YSI) dari pendanaan hingga perancangannya dengan tujuan untuk memberikan bantuan perlindungan kepada masyarakat saat situasi darurat bencana.

BACA JUGA:

Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Andrea Subiyono, Direktur Yayasan Sheep Indonesia menjelaskan, pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut dirancang secara khusus oleh arsitek senior dengan melakukan pengkajian struktur area dan menyesuaikan dengan kemungkinan bencana yang bisa terjadi.

Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) dijelaskan, juga bisa menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat dalam bidang sosial.

Pembangunan PEM menelan biaya 3,1 Milyar dan diakomodasi sepenuhnya oleh Yayasan Sheep Indonesia (YSI).

“Pusat Evakuasi Masyarakat ini didesign untuk sistem mitigasi desa, dan kami menganggarkan hingga 3,1 Milyar untuk pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini.” kata Andrea

Dijelaskan, bangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut bisa juga difungsikan untuk kegiatan bidang kebudayaan dan edukasi bagi anak-anak dan masyarakat umum.

Pembangunan pun akan dilakukan selama minimal 10 bulan dan dengan memberdayakan pekerja lokal di Desa Santong Mulia, dengan tujuan untuk memberikan edukasi atau pengalaman baru bagi pekerja konstruksi bangunan dengan sistem yang baru dan lebih modern.

“Pengerjaan pembangunan ini membutuhkan waktu minimal 10 bulan dan kami menggunakan jasa tukang atau pekerja lokal agar kami bisa memberikan transfer ilmu terkait pembangunan dengan struktur-struktur baru.” jelas Andrea

Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Yayasan Sheep Indonesia (YSI) terkait pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM).

Peran pihak YSI dalam pengembangan berbagai bidang di kabupaten Lombok Utara telah terbukti dapat membantu kerja pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat secara umum.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Target Dua Minggu, 70 Ribu Warga KLU Divaksinasi

“Saya sebagai kepala daerah sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada yayasan sheep indonesia, dengan dana 3,1 Milyar terbilang sangat luar biasa dan semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” jelas Bupati Djohan.

Han




Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Di tengah acara perayaan Mandi Safar, Kadis Pariwisata NTB minta pelaku pariwisata di Gili mengambil peran dalam event MotoGP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno Desa Gili Indah Rabu (06/09/21)  sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraannya lebih sederhana dan tak semeriah sebelumnya.

Penyelenggara upacara tradisi itu berlangsung di tengah pandemi Covid-19, sehingga banyak aturan yang membatasi.

Wabup di tengah-tengah perayaan Rebo Bontong

Masyarakat Dusun Gili Meno antusias dalam perayaan Rebo Bontong

Pembatasan yang ditekankan, penyelenggaraannya harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes), berarti menghindari kerumunan banyak orang, serta aturan prokes lainnya.

Pemerintah KLU berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19, tujuannya agar sektor Pariwisata segera pulih.

BACA JUGA: Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

“Saya menghimbau pada masyarakat tidak mengabaikan Prokes guna menjaga diri, keluarga dari virus pandemi covid 19 dan masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan suntik vaksin,” kata Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng yang ikut acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno.

Hadir pula pada acara tersebut, Kadis Pariwisata  NTB Yusron Hadi ST, PLT Kadis Pariwisata KLU DRs. Ainal Yakin, PLT Kadis Perhubungan KLU, Ir. M Wahyu Darmawan serta undangan lainnya.

Upacara Mandi Safar atau lebih dikenal dengan Rebo Bontong menjadi ritual rutin masyarakat setempat yang jatuh setiap bulan Safar.

Ritual Rebo Bontong merupakan perpaduan budaya warga Sasak dan Islam, untuk memohon berkah.

Wabup Danny menyampaikan, Mandi Safar adalah budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Kegiatan itu

“Kegiatan mandi sapar ini menjadi bukti keberadaan pemerintah di tengah masyarakat, dalam situasi dan kondisi apa pun, terlebih di masa sulit sperti sekarang ini,” ungkap Wabup Danny

Dalam kesempata itu, Kadispar NTB Yusron Hadi mengharapkan pelaku wisata di KLU, khususnya di Desa Gili Indah, menyiapkan diri dan mengambil peran pada  event Internasional Moto GP yang dilaksanakan di Mandalika Lombok Tengah.

Pihaknya yakin event tahunan berdampak pada pariwisata yang ada di KLU.

BACA JUGA: BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik untuk Bawang Merah

“Wisatawan yang nantinya datang pasti akan mngunjungi tempat tempat wisata yang ada di NTB termasuk Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno akan menjadi pilihan mereka nantinya,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan “serakalan” (baca barzanji), zikir dan berdoa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Rangkaian prosesi ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan tolak bala, serta dilanjutkan dengan acara mandi bersama di pantai.

@ng

 

 




BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah

Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Penanaman Bawang Merah di Kabupaten Lombok Utara didukung BI NTB, untuk optimalisasi produksi

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Bank Indonesia Kantor Perwakilan, mendukung program demplot dengan pemanfaatan bahan organik untuk penanaman bawang merah yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, sebagai bagian dari optimalisasi produksi.

Bupati bersama Kepala BI NTB di demplot klaster Bawang merah
Bupati H Djohan Sjamsu

“Demplot ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian petani akan perlunya penyehatan lahan agar kejadian penurunan kesuburan tanah dapat dicegah, bahkan dapat diperbaiki di masa mendatang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Heru Saptaji, Selasa (05/10/21).

Ia menambahkan, program ini sekaligus memberikan gambaran dan contoh kepada petani bawang merah yang dipusatkan di “Kelompok Tani Baro IV” Desa Anyar Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: English Competition Festival, Event Perdana di KLU Tahun 2021

Pemanfaatan penggunaan bahan organik bagi petani penanaman bawang merah melalui demplot skala usaha pada lahan kelompok tani maju, yang membandingkan teknik pengelolaan lahan secara konvensional.

Menggunakan bahan organik terdekompisisi, lanjut dia, dilengkapi dengan Kalsium (Ca) serta bahan pembenah tanah hasil pabrikasi.

Dengan itu, dapat diperoleh gambaran secara jelas pola pengelolaan lahan yang mana yang mampu memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen bawang merah yang menguntungkan.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB dengan “Kelompok Tani Baro IV” Desa Anyar Kecamatan Bayan, pada luasan Demplot sekitar 0,70 Are.

“Dari hasil pengamatan dan uji coba di lapangan terlihat perlakuan pembenahan tanah untuk meningkatkan status bahan organik, mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi pemakaian pestisida. Karena tanaman yang lebih vigor mampu bertahan dari serangan penyakit dan pengayaan mikro-organisme tanah telah dapat menekan keberadaan mikro-organisme penyakit, serta meningkatkan hasil panen hingga 28 -29 ton per hektare,” ujarnya.

Bantuan yang di berikan pihak BI berupa bibit, pupuk organik, pestisida hayati, hand traktor, kultivator, masing masing satu (1( unit.

BACA JUGA: Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, sambutannya mengharapkan kepada para petani Muda(milenial) untuk mau dan bersemangat menjadi petani yg handal, tangguh dan mandiri.

Djohan juga mengharapkan agar para Poktan / para petani agar mau menanam bawang merah secara Organik (Tampa menggunakan Kimia( sehingga memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat itu sendiri disamping mengatasi keterbatasan penyediaan pupuk kimia bersubsidi,ungkapnya.

“Belajar dari demplot organik ini, petani diharapkan sebagai sarana belajar baik untuk petani maupun masyarakat kita umumnya,” kata Bupati.

@ng




English Competition Festival, Event Perdana di KLU

Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara yang menyelenggarakan English Competition Festival berharap, Pemda KLU menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan

TANJUNG. lombokjournal.com ~   Mewakili Bupati Lombok Utara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (Dikbudpora KLU) Adenan, S.Pd, M.Pd., membuka acara English Competition Festival bertempat di Yayasan Mamba ‘ul Bayan NW Nusantara, Senin (10/4/2021).

Adenan saat membuka acara English Competition Festival
Adenan, S.Pd, M.Pd

Dalam kesempatan itu, atas nama Pemerintah Daerah, Plt. Kadis Dikbudpora KLU menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan English Competition Festival, salah satu event perdana dan terbesar di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2021.

“Atas nama pribadi, atas nama pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas keikutsertaan lembaga ini (Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara _red ) dalam mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya.

BACA JUGA:

BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah di KLU

Menyinggung terkait gawe besar yang digelar oleh pondoknya bersama dengan lembaga Pade Betulung itu, Pimpinan Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara, Kamah Yudiarto QH., S.Sy, S.Sos., berharap agar kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali oleh Pemerintah Daerah, khususnya Dikbudpora KLU di tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan ini menjadi agenda tahunan. Bukan saja sains yang biasa dilaksanakan atau pekan olahraga, tetapi perlu juga di bidang Bahasa Inggris,” harap Kamah.

Kamah yang juga anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara ini menegaskan, penjurian Festival Kompetisi Bahasa Inggris tersebut sepenuhnya dari pihak luar yayasan. Artinya semua peserta memiliki peluang yang sama untuk menjadi juara.

“Semua juri kami datangkan dari Mataram,” ujarnya.

Berdasarkan Laporan Ketua Panitia Penyelenggara, M. Fitra Rizki, jumlah peserta yang mengikuti Festival Kompetisi Bahasa Inggris tersebut 190 siswa. 73 dari Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan 117 dari Sekolah Lanjutan Menengah Atas (SMA).

Mata lomba yang diikuti peserta antara lain, untuk tingkat SLTP sebanyak 23 peserta mengikuti lomba Story telling (bercerita), 13 peserta mengikuti lomba Poem (puisi) dan 14 peserta mengikuti lomba Singing (bernyanyi).

BACA JUGA: Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Untuk review Kemudian Tingkat SMA, 27 Peserta mengikuti lomba Speech (Pidato), 23 Peserta mengikuti lomba Bercerita (Bercerita), 24 Peserta mengikuti lomba Poem (puisi), 21 Peserta mengikuti lomba menyanyi ( Bernyanyi ), Serta Terdapat 12 tim Yang mengikuti lomba Debating (perdebatan).

@ng




Pengolahan PHT yang Benar, Kurangi Pertumbuhan OPT  

Pemasyarakatan dan pengolahan PHT melalui SLPHT yang benar akan mempengaruhi atau mengurangi pertumbuhan OPT

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada dasarnya memanipulasi agroekosistem sedemikian rupa, sehingga tidak cocok untuk perkembangan OPT dan mendorong faktor lain yang menghambat perkembangannya.

Makin luas hamparan atau kawasan pertanaman yang dikelola secara benar, kondisi agroekosistem akan makin stabil. Dan makin luas hamparan yang pengolahan PHTnya benar, maka makin tampak atau terasa pengaruhnya terhadap pertumbuhan OPT.

Pengolahan PHT akan mengurangi pertubumhan OPT Pemasyarakatan pengolahan PHT akan kurangi peningkatan OPT

Hal ini disampaikan Kepala UPTD Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Lombok Utara, Sawaludin, S.sos di depan sejumlah 25 anggota petani tembakau “Makmur Jaya ” Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Senin (04/10/21).

Pemasyarakatan pengendalian hama terpadu (PHT) melalui sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT), biasanya lebih ditekankan pada pemahaman petani tentang PHT dan pengaruhnya pada skala kecil dan bukan pada skala luas, sehingga dampak ekonomi dan ekologinya kurang menonjol.

BACA JUGA: Bupati Safari Jum’at di Masjid Husnul Khotimah, Pemenang 

Sehubungan dengan itu, maka perlu dilaksanakan SLPHT skala luas, pada daerah endemik OPT serta sudah pernah dilaksanakan kegiatan SLPHT atau yang serupa.

Kabid Pertanian, perkebunan dan Holtikultura, Abdul Gafur, SP menambahkan, tujuan dari pelaksanaan SLPHT ini adalah, meningkatkan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu, meningkatkan kemauan petani dalam mengendalikan hama secara kelompok, disamping menambah ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.

Manfaatnya untuk peningkatan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu, dan petani mau untuk mengendalikan hama secara kelompok, disamping peningkatnya ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.

Penyuluhan yang sedang berlangsung saat ini dilakukan di empat (4) Kecamatan, yaitu Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga dan Kecamatan Pamenang.

Masyarakat tani Kecamatan Bayan masih memiliki beberapa budaya yang masih dilakukan hingga saat ini.

Budaya tersebut seperti gotong royong yang melibatkan petani igu sensiri dan tokoh adat dengan pola kepemimpinan yang masih sangat menghormati pemimpin mereka baik pemimpin secara formal maupun non formal.

Namun demikian, keadaan masyarakat di Kabupaten Lombok Utara masih sangat mudah untuk menerima kehadiran orang luar. Kemauan untuk menerima sesuatu yang baru pun sangat baik.

Bahkan mereka sangat respek terhadap teknologi pertanian yang baru. Setiap ada teknologi pertanian baru banyak petani yang menginginkan untuk mencoba.

Menurut Gafur,  kemampuan penyuluh dalam menyampaikan materi ini adalah penyuluh telah memahami SLPHT sacara umum.

BACA JUGA: Rumah Penerima PKH di Lombok Utara Dipasangi Stiker

Dalam menyampaikan materi kepada semua peserta menggunakan bahasa yang sederhana, lugas dan tidak kaku sehingga mampu menarik minat serta membuka peluang terjadinya dialog.

Materi yang ada tidak semuanya diberikan dengan cara kuliah, namun lebih pada menjelaskan secara langsung pada saat berada di lapang, ungkapnya.

@ng




IWAPI Dipuji Wagub, Kembangkan UMKM NTB

Pameran produk yang digelar IWAPI merupakan langkah yang sangat baik bagi pengembangan UMKM di NTB, dan jelas memberi kontribusi ekonomi daerah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pameran produk UMKM IWAPI bertema ‘bela beli produk’ lokal. Mendapat pujian dari Wakil Gubernur, Hj Sitti Rohmi Jalillah.

Selain memuji pameran produk UMKM IWAP, ia juga mengapresiasi kiprah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kunci bersaing adalah kualitas dan kualitas, enterpreneur binaan IWAPI ini top,” ujar Wagub saat membuka IWAPI Trade Fair di Atrium Mall Epicentrum Mataram, Sabtu (02/10/21).

Wagub mengatakan, pameran produk UMKMbaik bagi pengembangan UMKM IWAPI merupakan awal yang baik bagi UMKM khususnya NTB. Dimasa pandemi, UMKM IWAPI jelas memberikan kontribusi bagi ekonomi.

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Kabupaten Lombok Utara

Dalam kesempatan sama, Deputi Kewirausahaan dan Koperasi Kementerian Koperasi dan UMKM, Siti Azizah mengungkapkan, Indonesia berturut turut ranking empat wisata halal, fashion muslim dan keuangan syariah.

“Yang belum itu produk halal sehingga kementerian pada tahun ini memberikan bantuan dan akses modal sangat besar bagi UMKM. Silahkan dimanfaatkan dan mengajukan proposal melalui pemerintah daerah,” sebut Azizah.

Nita Yudi, Ketua Umum IWAPI mengatakan, sebagai organisasi pengusaha perempuan terbesar dan terlama sejak 46 tahun lalu, IWAPI menjadi tulang punggung Kamar Dagang dan Industri.

IWAPI dengan 30 ribu anggota yang 98 persennya adalah UMKM  senantiasa meningkatkan penjualan, brand, mutu dan jaringan.

Dalam komunitas global, IWAPI juga bekerjasama dan dipercaya oleh Asean Women Enterpreneurship sebagai  ketua. Dalam pengembangan pemasaran digital IWAPI telah lama bekerjasama dengan Mocrosoft, Google dan Kemenkominfo sebagai desakan kebutuhan pemasaran baru.

“Pokoknya bagaimana agar perempuan bisa mandiri secara ekonomi. Sekarang ini fokus kita milenial. Pengusaha difabel juga mulai dilibatkan”, jelas Nita.

IWAPI Fair Trade berlangsung dua hari hingga 3 Oktober diikuti 70 pengusaha lokal dan swasta.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Ajang MotoGP, Ini Komentar Marquez dan Rossi

Dari gelaran pameran kedua ini diharapkan lebih meningkat penjualannya, penjualan dari pameran pertama pertama sebesar 1,3 miliar.

Diskominfotik

 

 




Musda Asdeksi NTB, Sekretaris DPRD se NTB Satukan Persepsi

Penyelenggaraan Musda Asdeksi NTB didasari keinginan menyatukan persepsi segenap Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, sekaligus ajang silaturrahmi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Musyawarah Daerah (Musda) Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat berlangsung di Kawasan Senggigi Lombok Barat, Jum.at (01/10/21).

Sambutan pada musda Asdeksi NTB

Kegiatan Musda itu merupakan ajang segenap Sekretaris DPRD dan jajaran se-NTB mengadakan pertemuan periodik menyatukan persepsi dan silaturahmi.

Ketua Panitia Musda yang juga Sekretaris DPRD KLU Kartady Haris, SH menyatakan,  Musda didasari keinginan menyatukan persepsi sekaligus sebagai wahana silaturahmi antar aparatur kedewanan di NTB.

“Menindaklanjuti amanat AD/ART, untuk bermusda dan bermufakat sesuai jadwal Musda Asdeksi yang berlangsung hari ini. Selain menyegarkan kembali kepengurusan, setelah ada kebijakan mutasi dari Pemda masing-masing,” tuturnya.

BACA JUGA: Gerakan Literasi Akan Masif, Bunda Niken Jelaskan Strateginya

Pihaknya menjelaskan, nantinya terhadap pengurus yang terpilih, paling tidak tiap enam bulan sekali, ada pertemuan rutin atau secara berkala.

Sekretaris DPRD Kabupaten Lotim, H Ahyan SH MH yang juga sebagai perwakilan Pengurus Asdeksi Pusat menyampaikan keberadaan Asdeksi di NTB sesungguhnya strategis di era desentralisasi.

Munas I DPN Asdeksi justru diinisiasi pula oleh delegasi NTB yang memimpin sidang Munas dan terpilih Ketua Pertama Asdeksi yakni Sekretaris DPRD Dompu, Drs Usman Idris, pada tahun 2001 yang silam.

“Diharapkan Asdeksi DPRD bisa menjadi penyambung kepentingan parpol di legislatif dan kebijakan pemerintah daerah di eksekutif. Termasuk aspirasi dari aparatur DPRD,” urainya.

Untuk pemerataan dan keseimbangan, kegiatan Asdeksi bisa dilaksanakan kegiatannya di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Adapun Pimpinan Asdeksi NTB terpilih Periode 2021-2024 yaitu Ketua Edi Taruna, SH (Sekretaris DPRD Kabupaten Bima), sedangkan Sekretaris Asdeksi NTB Kartady Haris, SH (Sekretaris DPRD KLU), serta Bendahara Asdeksi NTB Aisyah Desilina D, S.IP (Sekretaris DPRD Lobar). Kepengurusan selengkapnya akan disusun menyusul.

Ketua Asdeksi NTB terpilih sekaligus Sekretaris DPRD Kabupaten Bima Edi Taruna, SH yang didaulat sebagai Pengurus Asdeksi periode 2021-2024 menyampaikan belum bisa banyak membicarakan program.

BACA JUGA: Rumah Penerima PKH di KLU Dipasangi Stiker

Tapi ditegaskannya, perlu ada keseimbangan dan pemerataan kegiatan yang bermanfaat bagi tugas trifungsi DPRD.

“Pada masa mendatang, Asdeksi berupaya bisa lebih baik lagi, sebagai wadah kita bersama, DPRD Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” kata Edi Taruna.

@ng




Kampanye Baca Gawai, Sadar Literasi Saat Bahan Bacaan Minim

Di tengah kurangnya ketersediaan bahan bacaan, kampanye membaca dengan gawai sangat penting guna membangkitkan minat baca masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketersediaan bahan bacaan menjadi penentu kesadaran literasi. Namun, pemanfaatan platform digital seperti gawai dapat menjadi solusi sementara di tengah kurangnya bahan bacaan.

“Minat membaca sebagai akar literasi memang harus menyediakan pilihan bacaan seperti buku dan literatur lain tapi kampanye membaca dengan gawai ini dimaksudkan untuk membangkitkan minat baca,” ujar Hj. Niken Setiorini Widyawati.

BACA JUGA: Gerakan Literasi NTB Akan Masif, Buda Niken Jelaskan Strateginya

Bunda Niken mengatakannya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan kelompok diskusi terpumpun Gerakan Untuk Literasi Semesta (GEULIS) di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lobar, Kamis (30/09/21).

Selain kurangnya bahan bacaan dan terputusnya gerakan literasi, adaptasi kebiasaan masyarakat yang sekarang lekat dengan gawai menjadi salah satu rekomendasi strategi GEULIS.

Dalam kesempatan sama, perwakilan Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra, Fakhrul Arrazi mengatakan, enam literasi dasar sebagai keterampulan abad 21 yakni literasi finansial, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan,  numerasi dan literasi baca tulis yang menjadi sumber.

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Lombok Utara

“Literasi bahasa menjadi biangnya, literasi baca tulis adalah induknya sehingga keterampilan literasi lainnya dapat dicapai,” jelas Fakhrul.

Diskominfotik




Panen Jagung Nusantara Merata Di Kabupaten Lombok Utara

Bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional, di Kabupaten Lombok Utara berlangsung Panen Jagung Nusantara yang dipusatkan di Kecamatan Gangga

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam tahun 2021 melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dqn Perikanan (DKKP) KLU melaksanakan kegiatan Panen Jagung Nusantara, yang berlangsung merata di seluruh Kabupaten Lombok Utara di lahan seluas sekitar 975 hektar, Selasa (29/09/21).

Dinas DKPP selenggarakan panen jagung nusantara

Acara Panen Jagung Nusantara itu  bertepatan dengan “Hari Tani Nasional” yang jatuh pada hari Selasa.

DKPP KLU menyelenggarakan kegiatan panen jagung Nusantara itu berlangsung secara serentak, yang dipusatkan di Dusun Sembaro, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kqbupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Dinas DKPP KLU Selenggarakan SLPHT Tindak Lanjut

Kepala Dinas DKPP KLU, Tresna Hadi, SP tampak didampingi Sekdis DKPP, Raden Adi Dharmawangsa, SPT, Kabid Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Abdul Gafur, SP, Kabid Ketahanan Pangan, Sugiartadi, SP, dan Kepala UPTD masing-masing Kecamatan.

Di hadapan penyuluh dan kelompok tani ‘SP Sembaro’, Kepala Bidang DKPP KLU, Abdul Gafur, SP mengungkapkan, acara Panen Jagung Nusantara tahun ini mencakup lahan yang cukup luas di seluruh Lombok Utara,

“Tidak menutup kemungkinan dalam tahun-tahun berikutnya, akan dikembangkan lebih luas lagi. Sehingga tidak ada keraguan lagi akan kekurangan ketersediaan pakan ternak serta kebutuhan lainnya,” ungkap Abd. Gafur.

Di acara yang sama,  Kepala Dinas DKPP Kabupaten Lombok Utara,Tresna Hadi, SP. membenarkan apa yang disampaikan Abdul Gafur, terkait luas lahan tanaman jagung dan produksi yang mencapai delapan (8) ton per hektar.

“Itu pun belum hasil dari tanaman tumpang sari, seperti, cabe, sayuran dan biji bijian,” katanya.

Untuk ke depan, Tresna Hadi berharap kepada petani untuk menambah anggota tani serta luas lahan untu tanam jagung.

“Agar ke depan kita tidak kekurangan, terutama untuk ketersediaan pakan ayam dan sebagainya,” ujar Tresna Hadi.

Pada Peringatan Hari Tani Nasional yang dirangkai dengan Panen Jagung Nusantara secara serentak itu, juga dilakukan zoom meeting yang diikuti oleh para petani dari berbagai daerah di indonesia.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Dinilai Lebih Baik dari yang Diduga

“Ini merupakan motivasi kita untuk lebih semangat dalam berinovasi,” kata Tresna Hadi

@ng