Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Dalam kujungannya di Kota Mtaram, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengapresiasi pemberian BTPKLW di NTB, sebagai salah satu provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pujian menyenangkan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU, yang menilai Provinsi Nusa Tenggara Barat salah satu terbaik dalam penyaluran bantuan untuk pedagang kaki lima dan warung.

Menteri Hartarto menyampaikan itu saat meninjau dan memberikan langsung Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) kepada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang, Kamis (14/10/21).

Menteri Nilai NTB baik dalam penyaluran bantuan pedagang K5
Menko Airlngga dan Gubernur Zulkieflimansyah

Dalam kunjungan itu, Menteri Hartarto didampingi oleh Menteri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si.  dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah

Seperti diketahui,  Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 9 Oktober 2021 lalu.

“Saya sangat mengapresiasi pemberian BTPKLW di Provinsi NTB, hal ini menjadikan NTB sebagai provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan,” ungkap Airlangga.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovatif

Sebanyak  8.482 paket bantuan yang direalisasikan melalui Kodim 1606 Mataram sebanyak 1.300 paket bantuan paket  dan Kapolres Mataram sebanyak 7.182 paket bantuan. Setiap paket bantuan senilai Rp. 1.200.000 per paket bantuan.

Airlangga juga menuturkan bahwa program BTPKLW sebagai bentuk bantuan dari pemerintah kepada pedagang kaki lima dan warung yang pada saat PPKM tidak bisa berjualan.

Menurutya, program ini untuk membantu para PKL dan Warung yang saat PPKM dilarang berjualan. BPTKLW tersebut diharapkan mampu membantu usaha para pedagang kaki lima dan pengusaha warung di sekitaran kota Mataram, tambah menteri.

Salah satu pedagang kaki lima, Sahnan yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang mengaku berterima kasih kepada pemerintah karena telah berupaya membantu masyarakat untuk bertahan dan bisa berjualan kembali.

Sahnan menuturkan, selama pandemi pendapatannya hany sekitar 15.000. Padahal biasanya  pendapatannnya mencapai 300.000.

BACA JUGA: Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

“Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, ini bisa jadi modal kami,” kata Sahnan Penjual Jus dan minuman ringan.

Nn

 




Event HK EC 123k, Kegiatan Besar Di Tengah Pandemi

NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi jelang berlangsungnya world superbike dan MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ini event besar lainnya jelang world superbike atau WSBK, yaitu Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC).

Event ini semula akan dilangsungkan awal bulan Agustus lalu, tapi terkendala pandemi Covid-19 karena itu tertunda. Akhirnya dilakukan reschedule, dan kini akan digelar tanggal 15-17 acara puncak di bulan Oktober tahun 2021.

Melalui Konferensi Pers di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Rabu (13/10/21), Ketua Panitia HKEC, Okta menjelaskan terkait ppenundaan itu. Dan ia pun menegaskan, kegiatan HK Endurance Challenge sudah sekelas Asia dan direncanakan sekelas dunia.
Menurutnya, kegiatan ini dinamakan HKEC, karena ini adalah olahraga triathlon.

“Tentunya diselenggarakan dan diikuti oleh atlet atlet yang sudah berpengalaman,” jelas Okta.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovasi

Hk Endurance Challenge direncanakan menempuh jarak kurang lebih 123 km. Start dari Gili Air sampai DI Pantai Sire menempuh sekitar 2 km, kemudian lanjut bersepeda sampai dengan masuk kawasan ITDC Mandalika yang panjangnya kurang lebih 100km.

Setelah itu dilanjutkan dengan run atau berlari sepanjang 20 km, sehingga di namakan HKEC dalam satu dekade itu 123km atau 123.Hampr dipastikan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini jumlahnya sekitar 100 peserta dari 18 negara internasional yang notabene semuanya sudah tinggal di Indonesia. Asal peserta yang dari 18 negara itu mewakili 5 benua Eropa.

Ketua Panitia HKEC Lombok Series itu juga menjelaskan, ada 100 peserta yang terdiri dari 60 peserta asal Indonesia dan 40 peserta adalah WNA yang menetap di Indonesia.
Partisipan asing yang bergabung berasal dari 18 negara yang mewakili 5 benua.

Diterangkan, usia peserta termuda berusia 19 tahun berasal dari NTB dan yang tertua adalah partisipan WNA berusia 65 tahun.

BACA JUGA: Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19 

Jumpa wartawan dalam kegiatan HC Endurance Challence, menurut Kadis Pariwisata NTB yang hadir saat itu, diharapkan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi.

Harapannya, melalui konferensi pers, seluruh informasi terkait dengan penyelenggaraan HKEC ini bisa paripurna diberitakan.

Ist
.




Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide inovasi

71 ide inovasi dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilahirkan dari Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional, Pemkab Lombok Utara lokus pertama yang melaunching inovasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Sejarah baru terukir di Kabupaten Lombok Utara, dengan dilaunchingnya Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional 2021 dan Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Inovasi, di Aula Bupati Lombok Utara, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/10/21).

Bupati Lombok Utara menyampaikan sambutan
Bupati H. Djohan Sjamsu

Kegiatan itu merupakan wujud kreativitas dan kerja keras dalam melayani masyarakat.

“Sesuatu yang selama ini dirasa sulit menjadi mudah, dan yang selama ini lambat menjadi cepat,” kata Dr. Tri Widodo W. U., MA, Deputi Kajian dan Inovasi Administrasi Ne

gara, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) dalam acara launching itu.

Menurutnya, melalui inovasi kita berupaya menghadirkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan cara-cara baru.

Dicontohkan tentang pelayanan Arsip Keliling, mungkin di suatu tempat pelayanan kearsipan hanya bisa dilakukan di kantor arsip.

BACA JUGA: Menakjubkkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

“Namun yang terlihat dari ide inovasi di Kabupaten Lombok Utara adalah dengan turun di lapangan dan membangun kesadaran serta literasi terhadap kearsipan. Itulah sebuah gagasan yang bisa kita sebut sebagai not bussiness as usual,” terang Tri Widodo.

Lebih lanjut Tri Widodo memberikan contoh lain dari inovasi yang digagas oleh Puskesmas Tanjung yaitu Ketupra TB (Ketuk Pintu Rumah Pasien TB) yang dilatar belakangi oleh masalah penyakit TB.

Kalau dibiarkan akan menjadi berbahaya dengan banyaknya pasien yang tidak terdeteksi sehingga muncul cluster keluarga.

Di Puskemas Tanjung, sudah berkomitmen bahwa tidak boleh satupun pasien yang terlewat untuk diketuk pintunya dan dirawat. Ini merupakan bentuk aktualisasi pelayanan publik, yang menghadirkan Negara bukan hanya sebagai semboyan dan tagar.

Bukan hanya itu, menurut Tri, semangat untuk pemberdayaan saya tangkap dari Dinas PU yaitu inovasi Beriuk Merikek Jalan (Perbaikan Jalan dan Jembatan berbasis Peran Serta Masyarakat). Inilah yang dimaskud dengan mobilisasai dan orkestrasi.

“ Saat ini tugas kita sebagai Pemerintah bukan hanya sebagai juru bayar, namun dituntut untuk mampu melakukan mobilisasi dan orkestrasi. Ketika kita terkendala dengan anggaran, maka solusinya kita harus berkolaborasi dengan yang lain, termasuk masyarakat”, tutupnya.

71 ide inovasi

Bupati Lombok Utara, Bapak H. Djohan Sjamsu, S.H., dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan arahan kepada seluruh OPD untuk dapat melaksanaan 71 ide-ide inovasi tersebut.

Sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dalam rangka mengingkatkan daya saing daerah.

BACA JUGA: Duta Petani Milenial KLU Diskusi Dengan Wabup

“Kabupaten Lombok Utara lahir 13 tahun yang lalu memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi yaitu 43,14%. Dalam 10 tahun terakhir ini telah berubah menjadi 26.9%. Kami meyakini bahwa dengan adanya inovasi-inovasi ini nantinya akan dapat membawa perubahan. Inilah yang menjadi pemicu kami, agar kita secara bersama-sama dapat keluar dari daerah tertinggal”, ungkapnya.

Senada dengan Tri Widodo, Djohan Sjamju menekankan, inovasi bukanlah hal yang tabu, namun suatu keharusan yang mesti dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemajuan daerah.

“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada LAN yang telah mendampingi segenap OPD kami. Semoga segala ikhtiar yang kita lakukan dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Lombok Utara”, tutupnya.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara (PIAN) LAN RI, Dra. Isti Heriani, MBA,.

Ia menyampaikan laporan penyelenggaraan Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional 2021 dengan tema “Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah”.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kepala Daerah Kabupaten Lombok Utara beserta jajarannya, terutama kepada Bappeda yang telah bersemangat dan berkomitmen tinggi mengawal tahapan demi tahapan. Harapannya kegiatan ini dapat segera diimplementasikan dan dikawal sehingga dapat meningkatkan indeks inovasi daerah,” katanya.

Laboratorium inovasi yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara ini merupakan Program Prioritas Nasional 2021 yang dibiayai oleh APBN bersama 3 Kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Sorong.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menjadi lokus pertama yang melakukan kegiatan launching inovasi.

Total sebanyak 71 ide inovasi dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilahirkan dari Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional ini.

Dalam perjalanannya, LAN melalui PIAN telah melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara baik secara virtual dan klasikal sejak awal bulan April 2021.

@ng

 




MTQ IX Lombok Utara Digelar 11 – 15 Oktober 2021

Penyelenggaraan MTQ IX untuk mengukur perkembangan peserta Lombok Utara, untuk berjuang di tingkat lebih tinggi, mulai level Provinsi hingga Internasional

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara akan digelar mulai tanggal 11 Oktober hingga -15 Oktober 2021.

Penyerahan piala menandai dimulainya penyelenggaraan MTQ IX di KLU

Hal itu diungkapkan Kabag Kesra, Alwi Agusto, S.Si., M.Pd, bahwa MTQ Pemerintah Kabupaten Lombok Utara secara resmi digelar tanggal 11-15 Oktober 2021.

Penekanan kegiatan kali ini adalah mengukur perkembangan peserta Lombok Utara, untuk berjuang di tingkat yang lebih tinggi, mulai level Provinsi hingga Internasional.

Sehingga bisa menentukan metode pembinaan secara efektif dan berkesinambungan baik dari tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.

”Meskipun MTQ IX tahun ini digelar secara sederhana, karena masih pandemi Covid -19, namun kita berharap besar agar seluruh kafilah yang mengikuti nantinya dapat menorehkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama Kabupaten Lombok Utara baik di tingkat Provinsi nantinya,” kata Alwi Agusto.

BACA JUGA: Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Santong

Alwi Agusto menambahkan, jumlah peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok utara ini sebanyak 193 kafilah yang terbagi sesuai jadwal kegiatan.

Plt. Sekda, Anding Dwi Cahyadi,S.STP, MM selaku Ketua Dewan Hakam MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara mengatakan, kegiatan MTQ IX yang mulai digelar akan diselenggarakan secara sederhana dan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan.

Meskipun dilaksanakan sederhana, namun tetap kita mengharapkan kualitas maksimal dengan mengedepankan keadilan dan profesionalitas.

Adapun lokasi perlombaan dibagai dalam 7 (tujuh) arena, yaitu di Masjid Baiturrahim Islamic Center, Masjid Borok Samaguna, Masjid Al Muttaqin Kandang Kaoq, TPQ Nurul Hidayah dan 3 arena lainnya di SMPN 1 Tanjung.

“Semua peserta musabaqah tidak diperkenankan untuk menonton di arena lomba, melainkan di ruangan,” kata Anding.

Selebihnya masyarakat bisa menyaksikan melalui link atau Facebook Diskominfo yang disiapkan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara.

Para wartawan media cetak dan elektronik di Lombok Utara turut mendukung  agar informasi bisa diakses masyarakat luas, ungkapnya.

Di masing masing arena sesuai mata lomba selama 3 (tiga) hari pelaksanaan perlombaan yaitu pada tanggal 12, 13 dan 14 Oktober 2021.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Jumlah masing masing peserta Kecamatan Pemenang sebanyak 46 Kafilah, Kecamatan Tanjung 49 Kafilah, Kecamatan Gangga 25 Kafilah, Kecamatan Kayangan 45 Kafilah, dan Kecamatan Bayan 28 Kafilah.

Pelaksanaan lomba pada tanggal 12 Oktober 2021 adalah kafilah dari Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Tanjung.

Sedangkan tanggal 13 Oktober 2021 Kafilah Kecamatan Gangga, Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Bayan.

Untuk penentuan final akan diadakan pada tanggal 14 Oktober 2021.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, mengharapkan dengan pelaksanaan MTQ kali ini dapat menghasilkan para juara juga melahirkan generasi qur’ani yang dalam dirinya mereka bumikan al Qur’an, sehingga Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah yang religious dan sejahtera.

“Sebagaimana VisiI-Misi Lombok Utara, InsyaAllah dan mohon dukungan semua pihak agar kegiatan MTQ IX KLU kali ini berjalan sebagaimana harapan,” katanya.

@ng




Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Bayan

Lomba Kebun Gizi diapresiasi Ketua TP-PKK, karena sangat membantu PKK dalam  penangann masalah gizi, khususya masyarakat desa di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu menghadiri lomba Kebun Gizi yang diadakan oleh Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YNLM) di Kecamatan Bayan, Minggu (10/10/21).

Ketua TP-PKK KLU hadir dalam lomba kebun gizi

Hadir pula Koordinator JAAM Project YNLM, Firman Laela, Officer Kebun Gizi YNLM Maselina Sedo, para juri serta lainya.

Kebun gizi merupakan salah satu suatu program alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarganya.

Selain untuk meyediakan bahan pangan, kebun gizi menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarga dengan menjual hasil kebun dan ditukarkan.

Ketua TP-PKK KLU, Hj.Galuh Nurdyiah menyampaikan, dengan keberadaan YNLM, sangat membantu PKK terutama dalam pengembangan kebun gizi, khususnya di empat desa di wilayah Kecamatan bayan.

BACA JUGA: Kompetisi Reguler Bupati Cup 2022, Ini Rencana PSSI KLU

“Kami dari PKK mengucapkan terimakasih dan mengapreasiasi, kegiatan ini sangat membantu PKK khususnya di Pokja III yang menangani masalah gizi, kebun gizi ke depa tidak hanya di empat desa tetapi semua desa di KLU,” ungkapnya.

Dikatakan, lomba kebun gizi yang diadakan YNLM merupakan program sangat bagus untuk motivasi para kader dalam pengembangan kebun gizi.

Ke depannya, diharapkan pengembangan kebun gizi berkelanjutan, tentunya tidak lepas dari pendampingan dari YNLM maupun dari para kader.

“Kader-kader Champions kebun gizi sangat luar biasa bekerja maksimal di lapangkan. Masukkan dari para juri bisa menjadi catatan, kemudian disempurnakan ke depa,” tuturnya.

Menurutnya, program pendampingan yang dilakukan YNLM di wilayah Bayan ini sangat luar biasa mulai dari pembinaan dan pendampingan

Hj Galuh mengatakan, apa yang dilakukan ini sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, sehingga baik kesehatan maupun gizi keluarga tetap terpenuhi.

“Tentu ke depannya, YNLM tidak hanya melakukan pendampingan tentang gizi saja, tapi juga program pendampingan lainya. Dan bisa berlangsung tidak hanya di Bayan, tapi JUGA di kecamatan lain, dan mudah-mudahan dengan program yang lebih banyak,” harap Hj. Galuh.

Mulai 2017

Officer Kebun Gizi YNLM, Maselina menuturkan, YNLM mulai masuk sejak 2017. Pada awalnya melakukan asesmen, dan mulai aktif menjalankan program di Tahun 2018.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Namun karena gempa 2018, program YNLM sempat terhenti dan lebih fokus pemberian bantuan pada masyarakat yang terdampak gempa.

“Program yang kami berikan pada masyarakat berkaitan dengan kebutuhan nutrisi, untuk peningkatan status gizi pada anak usia 0 sampai 3 tahun. Dalam projek peningkatan gizi anak ada tiga program yaitu kebun gizi, tumbuh kembang anak dan nutrisi sendiri,” tutur Maselina.

Kebun gizi sendiri sasarannya semua dusun yang ada di empat desa di Kecamatan Bayan yaitu Loloan, Anyar, Sukadana dan Baturakit.

“Keterlibatan PKK dalam hal ini untuk peningkatan gizi pada anak, jadi setiap pengolahan pangan lokal PKK dilibatkan selain juga di PAUD HI,”ungkapnya

Lomba Kebun gizi tingkat kecamatan merupakan apresiasi pada kader Champions kebun gizi YNLM dan orang tua sasaran, yang memiliki status anak BGM dan GK dengan 3 Indikator Penilaian Kelembagaan, Input dan Output.

Kegiatan Penilaian selama dua hari di empat desa dengan tim juri dari PKK, Dikes, DP2KBPMD, DKPPP dan Bagin Kesra.

Hasil dari penilaian para juri menetapkan Juara 1 Desa Sukadana, Juara 2 Desa Batu Rakit, Juara Tiga Desa Loloan serta Empatnya Desa Anyar.

@ng




Kompetisi Reguler Bupati Cup 2022, Ini Rencana PSSI KLU

PSSI Kabupaten Lombok Utara (KLU) merancang penyelenggaraan Kompetisi reguler usia 23 tahun Bupati Cup, setelah beberapa tahun persepakbolaan KLU mati suri

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kompetisi reguler usia 23 tahun Bupati Cup akan diselenggarakan PSSI Kabupaten Lombok Utara.

Ketua PSSI Kabupaten Lombok Utara, H. Raden Nuna Abriadi, S.IP mengungkapkan itu saat rapat internal bersama Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, Jum’at (08/10/21).

Rapat internal yang membahas rencana kompetisi reguler usia 23

Dalam rapat internal itu, Nuna Abriadi menyayangkan keberadaan PSSI yang memprihatinkan, lantaran tidak ada sama sekali kegiatannya belakangan ini.

Nuna membandingkan ketika awal merintis kegiatan event turnamen Bupati Cup, saat itu Bupati Lombok Utara terpiih pertama adalah H Djohan Syamsu, ungkapnya.

“Komunikasi kami sangat inten dengan Bupati saat itu, sehingga kegiatan berbagai evet pun barjalan baik dan berprestasi,” ungkapnya.

BACA JUGA; Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

Ia mengakui, pada tahun sebelumnya komunikasi PSSI KLU dengan Pemda dalam pembinaan persepakbolaan kurang lancar.

Menurutnya, mungkin hal ini disebabkan masalah persepakbolaan kurang dipahami dengan baik sehingga kurang mendapat perhatian.

Padahal permainan oahraga sepakbola ini sudah menjadi bagian kehidupan dari masyarakat, bukan saja di Kabupaten Lombok Utara, namun juga Dunia.

“Untuk menggapai prestasi sepakbola, tidak bisa berdiri sendiri. Harus seluruh kekuatan, seluruh stakeholder pemangku kebijakan termasuk masyarakat harus berperan aktif membangun persepakbolaan,” kata Nuna.

Awal pelaksanaan event turnamen, di era kepemimpinan Bupati Djohan yang pertama, persepakbolaan mampu berprestasi berturut-turut, baik di tingkat Kabupaten, dan menjadi runner-up di kompetisi Kabupaten lain.

Nuna menuturkan di depan Bupati dan pengurus dan anggota PSII lainnya, waktu itu persepakbolaan KLU sangat maju.

Dulu Askab PSSI sampai bisa mengikuti Kompetisi Reguler di luar pulau Lombok, karena sinerginas antara Askab dan Pemda KLU berjalan dengan baik

“Kami ini dan siapapun sangat mencintai sepak bola dan ini menjadi bagian dari keseharian kami. Kecintaan itulah mengikat emosional kami,” katanya.

Namun dituturkannya, dalam masa sulit pun tidak pernah ada kompetisi yang tidak diikuti. Nuna mengaku mengirim tim sepak bola KLU ke pulau Sumbawa.

Walaupun dalam 2 tahun ini tidak mendapatkan dana hibah tapi Askab PSSI KLU tetap mengikuti kompetisi reguler yang diadakan Asprov PSSI NTB baik U. 23 . Maupun U. 17 th

Termasuk mengikuti kompetisi ke Kabupaten lain, meski tidak ada pembiayaan sama sekali.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

“Kami sengaja memberikan gambaran ini kepada bapak Bupati, agar masyarakat maupun Pemerintah Daerah punya perspektif atau cara pandang yang sama terhadap sepakbola kita,” kata Nuna.

Ia menekankan, untuk saat ini keberadaan klub yang ada di Kabupaten Lombok Utara harus diketahui pihak PSSI KLU.

Nuna bertekad membangun manajemen persepakbolaan yang semi-profesional yang berbasis ITEE dalam bulan ini.

Dan satu bulan ke depan PSSI Nusa Tenggara Barat menggelar kompetisi reguler usia 23 dan 17 tahun, yang diselenggarakan oleh Asprov Provinsi NTB dan diikuti oleh seluruh Kabupaten/kota se Nusa Tenggara Barat.

Saat ini telah ada tim yang sedang bekerja melakukan seleksi para pemain sepak bola dari Kecamatan Bayan sampai Pamenang.

Diharapkan, kegiatan yang dimaksud bisa didukung Pemda dalam pembiayaan operasional. Sebab kegiatan yang dimaksud merupakan upaya penataan organisasi dan rekrutmen pemain.

Persiapan tim yang membawa panji-panji Kabupaten Lombok Utara pada kompetisi pada bulan November mendatang ittu sangat penting.

Dalam rapat internal itu Nuna mendesak pada Pemda KLU memberi dukungan pada agenda penyelenggaraan Bupati Cup kompetisi reguler usia 23 tahun.

Penyelenggaraan yang dimaksud dalam bentuk kompetisi reguler PSSI Kabupaten Lombok Utara. Kompetisi reguler ini membantu membentuk insan sepak bola, agar mereka memahami bahwa sepakbola Kabupaten Lombok Utara tidak sekedar menjadi hobi harian.

“Tapi benar-benar sepak bola menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Lombok Utara,” kata Nuna.

Pemda terjun langsung

Bupati Djohan Sjamsu dalam pertemuan interna itu mengakui, persepakbolaan  memang memerlukan pembiayaan cukup besar dalam rangka pembinaan.

“Saya salut tadi ada menyebutkan ada pembinaan di usia 17 tahun juga grup 23 tahun. Mudah-mudahan pemerintah daerah ikut terjun langsung di dalamnya,” sambut bupati.

Bupati juga menyinggung soal lapangan Gondang yang segera akan ditertibkan, karena masih berdiri bangunan hunian sementara (Huntara).

Selain itu, Bupati Djohan merencanakan lokasi baru untuk lapangan umum, karena tidak menutup kemungkinan lapangan Supersemar Tanjung akan dibangun pusat perkantoran, ungkapnya.

Di akhir rapat internal, PSSI menyerahkan dokumen/proposal rencana kegiatan dan pembiayaan.

@ng

 




Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Klinik pertanian di Desa Jenggala satu-satunya di Lombok Utara, berdirinya dilandasi besarnya potensi pertanian serta kompleksnya masalah yang dihadapi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaunching klinik pertanian sekaligus mengukuhkan kelompok Taruna Tani melenial Desa Jenggala di Halaman Kantor Desa setempat, Kamis (07/10/21).

Hadir pula Camat Tanjung, Reselim SSos, Kepala Desa Jenggala Fakhruddin SPd, serta undangan lainnya.

Kata bupati, klinik pertanian di Jenggala ini satu-satunya di KLU
Bupati H. Djohan Sjamsu

Bupati launching klinik pertanian di Desa Jenggala

Bupati Djohan menyampaikan, klinik pertanian ini merupakan satu-satunya di KLU. Diharapkan, ke depan klinik pertanian itut dikelola dengan baik, dan harus berkelanjutan untuk mendukung.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Karena itu, perlu kerjasama dengan Bumdes serta lainya demi kepentingan masyarakat, mengingat Desa Jenggala punya potensi luar biasa.

“Saya mengapresiasi dilaunchingnya klinik pertanian, serta selamat atas di kukuhkannya kelompok tani milenial Desa Jenggala,” ungkap bupati.

Dengan dikukuhkannya petani melenial, mereka anak-anak muda  bersemangat dan enerjik yang memiliki ilmu pertanian, akan berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian.

“Harapan saya  kalian anak-anak mudalah yang mengambil peran sebagai petani  biarkan yang tua istirihat,” kata bupati.

Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin menyampaikan, hampir 80 persen potensi pertanian yang dimiliki Desa Jenggala. Besarnya  potensi yang dimiliki serta permasalahan kompleks di bidang pertanian mulai dari penanaman hingga panen, hal itu yang mendasari berdirinya klinik Pertanian.

Ke depan, klini pertanian akan menunjang kebutuhan para petani, sebagai salah satu wadah para petani berkonsultasi masalah pertanian.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

“Harapan kami pada pengurus Bumdes nantinya bisa kerjasama dalam membangun sinergi serta menjalin komunikasi dengan baik dengan Pemda,  khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” harap Fakhruddin.

Ditambahkan, terbentuknya kelompok Taruna Tani milenial,  bertujuan membantu mewujudkan program Pemda KLU  yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.

@ng




Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Pusat Evakuasi Masyarakat yang pembangunannya didanai Yayasan Sheep Indonesia juga akan menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat

SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM), Kamis (07/10/21), dilakukan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu di Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara merupakan perkembangan menggembirakan pembangunan di Kecamatan Kayangan.

Pusat Evakuasi Masyarakat bisa jadi alternatif tempat pemberdaayaan
Andrea Subiyono

Petakan batu pertama itu dihadiri Wakil ketua DPRD Lombok Utara, Kepala BPBD Lombok Utara, Direktur Yayasan Sheep Indonesia, dan Camat Kayangan.

Pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini merupakan dukungan Yayasan Sheep Indonesia (YSI) dari pendanaan hingga perancangannya dengan tujuan untuk memberikan bantuan perlindungan kepada masyarakat saat situasi darurat bencana.

BACA JUGA:

Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Andrea Subiyono, Direktur Yayasan Sheep Indonesia menjelaskan, pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut dirancang secara khusus oleh arsitek senior dengan melakukan pengkajian struktur area dan menyesuaikan dengan kemungkinan bencana yang bisa terjadi.

Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) dijelaskan, juga bisa menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat dalam bidang sosial.

Pembangunan PEM menelan biaya 3,1 Milyar dan diakomodasi sepenuhnya oleh Yayasan Sheep Indonesia (YSI).

“Pusat Evakuasi Masyarakat ini didesign untuk sistem mitigasi desa, dan kami menganggarkan hingga 3,1 Milyar untuk pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini.” kata Andrea

Dijelaskan, bangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut bisa juga difungsikan untuk kegiatan bidang kebudayaan dan edukasi bagi anak-anak dan masyarakat umum.

Pembangunan pun akan dilakukan selama minimal 10 bulan dan dengan memberdayakan pekerja lokal di Desa Santong Mulia, dengan tujuan untuk memberikan edukasi atau pengalaman baru bagi pekerja konstruksi bangunan dengan sistem yang baru dan lebih modern.

“Pengerjaan pembangunan ini membutuhkan waktu minimal 10 bulan dan kami menggunakan jasa tukang atau pekerja lokal agar kami bisa memberikan transfer ilmu terkait pembangunan dengan struktur-struktur baru.” jelas Andrea

Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Yayasan Sheep Indonesia (YSI) terkait pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM).

Peran pihak YSI dalam pengembangan berbagai bidang di kabupaten Lombok Utara telah terbukti dapat membantu kerja pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat secara umum.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Target Dua Minggu, 70 Ribu Warga KLU Divaksinasi

“Saya sebagai kepala daerah sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada yayasan sheep indonesia, dengan dana 3,1 Milyar terbilang sangat luar biasa dan semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” jelas Bupati Djohan.

Han




Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Di tengah acara perayaan Mandi Safar, Kadis Pariwisata NTB minta pelaku pariwisata di Gili mengambil peran dalam event MotoGP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno Desa Gili Indah Rabu (06/09/21)  sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraannya lebih sederhana dan tak semeriah sebelumnya.

Penyelenggara upacara tradisi itu berlangsung di tengah pandemi Covid-19, sehingga banyak aturan yang membatasi.

Wabup di tengah-tengah perayaan Rebo Bontong

Masyarakat Dusun Gili Meno antusias dalam perayaan Rebo Bontong

Pembatasan yang ditekankan, penyelenggaraannya harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes), berarti menghindari kerumunan banyak orang, serta aturan prokes lainnya.

Pemerintah KLU berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19, tujuannya agar sektor Pariwisata segera pulih.

BACA JUGA: Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

“Saya menghimbau pada masyarakat tidak mengabaikan Prokes guna menjaga diri, keluarga dari virus pandemi covid 19 dan masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan suntik vaksin,” kata Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng yang ikut acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno.

Hadir pula pada acara tersebut, Kadis Pariwisata  NTB Yusron Hadi ST, PLT Kadis Pariwisata KLU DRs. Ainal Yakin, PLT Kadis Perhubungan KLU, Ir. M Wahyu Darmawan serta undangan lainnya.

Upacara Mandi Safar atau lebih dikenal dengan Rebo Bontong menjadi ritual rutin masyarakat setempat yang jatuh setiap bulan Safar.

Ritual Rebo Bontong merupakan perpaduan budaya warga Sasak dan Islam, untuk memohon berkah.

Wabup Danny menyampaikan, Mandi Safar adalah budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Kegiatan itu

“Kegiatan mandi sapar ini menjadi bukti keberadaan pemerintah di tengah masyarakat, dalam situasi dan kondisi apa pun, terlebih di masa sulit sperti sekarang ini,” ungkap Wabup Danny

Dalam kesempata itu, Kadispar NTB Yusron Hadi mengharapkan pelaku wisata di KLU, khususnya di Desa Gili Indah, menyiapkan diri dan mengambil peran pada  event Internasional Moto GP yang dilaksanakan di Mandalika Lombok Tengah.

Pihaknya yakin event tahunan berdampak pada pariwisata yang ada di KLU.

BACA JUGA: BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik untuk Bawang Merah

“Wisatawan yang nantinya datang pasti akan mngunjungi tempat tempat wisata yang ada di NTB termasuk Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno akan menjadi pilihan mereka nantinya,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan “serakalan” (baca barzanji), zikir dan berdoa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Rangkaian prosesi ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan tolak bala, serta dilanjutkan dengan acara mandi bersama di pantai.

@ng

 

 




BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah

Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Penanaman Bawang Merah di Kabupaten Lombok Utara didukung BI NTB, untuk optimalisasi produksi

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Bank Indonesia Kantor Perwakilan, mendukung program demplot dengan pemanfaatan bahan organik untuk penanaman bawang merah yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, sebagai bagian dari optimalisasi produksi.

Bupati bersama Kepala BI NTB di demplot klaster Bawang merah
Bupati H Djohan Sjamsu

“Demplot ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian petani akan perlunya penyehatan lahan agar kejadian penurunan kesuburan tanah dapat dicegah, bahkan dapat diperbaiki di masa mendatang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Heru Saptaji, Selasa (05/10/21).

Ia menambahkan, program ini sekaligus memberikan gambaran dan contoh kepada petani bawang merah yang dipusatkan di “Kelompok Tani Baro IV” Desa Anyar Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: English Competition Festival, Event Perdana di KLU Tahun 2021

Pemanfaatan penggunaan bahan organik bagi petani penanaman bawang merah melalui demplot skala usaha pada lahan kelompok tani maju, yang membandingkan teknik pengelolaan lahan secara konvensional.

Menggunakan bahan organik terdekompisisi, lanjut dia, dilengkapi dengan Kalsium (Ca) serta bahan pembenah tanah hasil pabrikasi.

Dengan itu, dapat diperoleh gambaran secara jelas pola pengelolaan lahan yang mana yang mampu memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen bawang merah yang menguntungkan.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB dengan “Kelompok Tani Baro IV” Desa Anyar Kecamatan Bayan, pada luasan Demplot sekitar 0,70 Are.

“Dari hasil pengamatan dan uji coba di lapangan terlihat perlakuan pembenahan tanah untuk meningkatkan status bahan organik, mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi pemakaian pestisida. Karena tanaman yang lebih vigor mampu bertahan dari serangan penyakit dan pengayaan mikro-organisme tanah telah dapat menekan keberadaan mikro-organisme penyakit, serta meningkatkan hasil panen hingga 28 -29 ton per hektare,” ujarnya.

Bantuan yang di berikan pihak BI berupa bibit, pupuk organik, pestisida hayati, hand traktor, kultivator, masing masing satu (1( unit.

BACA JUGA: Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, sambutannya mengharapkan kepada para petani Muda(milenial) untuk mau dan bersemangat menjadi petani yg handal, tangguh dan mandiri.

Djohan juga mengharapkan agar para Poktan / para petani agar mau menanam bawang merah secara Organik (Tampa menggunakan Kimia( sehingga memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat itu sendiri disamping mengatasi keterbatasan penyediaan pupuk kimia bersubsidi,ungkapnya.

“Belajar dari demplot organik ini, petani diharapkan sebagai sarana belajar baik untuk petani maupun masyarakat kita umumnya,” kata Bupati.

@ng