Penyelenggaraan WSBK & MotoGP 2022,  Pemprov NTB Studi Komparasi ke Itali

Studi Komparasi ke Itali yang diakukan tim Studi Komparasi Pemprov NTB, tujuannya agar penyelenggaraan WSBK dan MotoGP 2022 bisa berlangsung sukses

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Pemprov NTB dikirim ke Italia untuk melakukan Studi Komparasi, agar sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan event MotoGP seperti Itali.

Italia merupakan negara yang telah puluhan kali sukses menjadi tuan rumah penyelenggaa MotoGP,  karena itu Provinsi NTB perlu belajar banyak pada negara tersebut.

disamut kepolisisan Remini di Itaili saat studi penyelenggaraan MotoGP2022 Ridwansyah dan dr Jack studi penyelenggaraan Motogp2022

Studi Komparasi ke negeri pizza itu berlangsung pada hari kamis-jumat, tanggal 21-22 Oktober 2021. Di hari pertama, kedatangan Tim Studi Komparasi Pemprov NTB diterima oleh jajaran Kepolisian Daerah Remini, Italia.

BACA JUGA: Pelaksanaan Asian Talent Cup, Pemprov NTB Tangani Sendiri

Di hari kedua, Tim Studi Komparasi Pemprov NTB mengunjungi Missano Circle Circuit MotoGP Marco Simoncelli dengan melihat langsung di lapangan dan didampingi oleh jajaran Kepolisian Daerah Remini, Italia.

“Italia sudah puluhan tahun menyelenggarakan MotoGP. Kita (di NTB) bahkan di Indonesia belum punya pengalaman untuk itu. Karena itu, kita harus banyak mencontoh sistem yang diterapkan Italia,” jelas Ridwansyah, Kepala Dinas PUPR yang melakukan studi komparasi tersebut, didampingi Direktur RSUD NTB.

Kegiatan tersebut menghasilkan beberapa hal, di antaranya Pemprov NTB akan mengadopsi berbagai tehnis dan sistem penyelenggaraan acara.

Mulai soal Ruang Command Center, apabila terjadi kontijensi, keamaan, penempatan medical center, screening penonton, hingga berbagai regulasi lainnya.

Serta, keamanan protokol kesehatan yang biasa dilakukan saat penyelenggaraan event tersebut. Seperti, setiap penonton diwajibkan untuk mengisi aplikasi kesehatan (semacam aplikasi pedulilindungi Indonesia).

BACA JUGA: Membanggakan, NTB Peringkat KE-9 STQ Nasional XXVI

“Kita perlu bangun sistem screening penonton berbasis IT untuk pemeriksaan kesehatan/PCR atau antigen sesuai prokes,” tandas dr. Jack, sapaan Direktur RSUD Provinsi NTB.

diskominfotikntb

 




Membanggakan, NTB Peringkat Ke-9 STQ Nasional XXVI

Prestasi Provinsi NTB dalam STQ Nasional XXVI cukup membanggakan karena perjuangan berat telah menorehkan catatan penting meraih Peringkat Ke – 9

MALUKU.lombokjournal.com ~ Provinsi NTB berhasil meraih peringkat ke – 9 dari 34 Provinsi se – Indonesia yang mengikuti ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXVI di Sofifi, Provinsi Maluku Utara.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengapresiasi seluruh peserta yang telah berjuang dan berhasil membawa harum nama NTB pada kancah nasional.

Prestasi membanggakan dilarih para Kafilah NTB di STQ Nasional di Maluku

“Luar biasa kontingen STQN kita mewakili NTB di Maluku Utara,” tutur Bang Zul pada postingan Facebooknya, Jum’at (22/10).

Senada dengan Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta dan mendoakan agar perjuangan seluruh peserta mendapatkan berkah dari Allah SWT.

BACA JUGA: Bunda PAUD Kecamatan dan Desa se Lombok Utara Dikukuhkan

“Alhamdulillah, selamat kepada Yuni Wulandari, Salah satu Qori’ah NTB, telah meraih juara satu pada Cabang Tilawah Golongan Dewasa di STQ Nasional Maluku Utara..InsyaAlloh berkah..,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. NTB, Dra.Hj.Baiq Eva Nurcahyaningsih,M.Si selaku Ketua Rombongan Kafilah NTB mengucapkan terimakasih kepada Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah dan seluruh stakeholder serta masyarakat NTB yang telah mendukung dan mendoakan seluruh peserta STQ.

“Alhamdulillah, terimakasih atas semua dukungan dan do’anya, Provinsi NTB berhasil meraih peringkat ke 9,” tutur Bunda Eva.

STQ Nasional XXVI Tahun 2021, Kota Sofifi Prov. Maluku Utara yang berlangsung tanggal 16 – 25 Oktober 2021. Provinsi NTB berhasil meraih beberapa juara, di antaranya dari Cabang Tilawah Golongan Dewasa Putri, Provinsi NTB berhasil meraih Qoriah Terbaik 1 atas nama Yuni Wulandari dengan nilai 97,66.

Cabang Hifzhil Quran Golongan 5 Juz dan Tilawah diraih oleh  Hafidzah Harapan 1 atas nama Arfah Wulandari.

Cabang Hifzhil Quran Golongan 30 Juz Putra diraih oleh Hafidz Terbaik 3 atas nama L. Muh. Khairurrazzaq Al Hafizi  dengan nilai 95,50.

BACA JUGA: Bupati Djohan Terima Kunker Dirjen Kebudayaan Himar Farid

Cabang Hifzhil Quran Golongan 30 Juz Putri diraih oleh Hafidzah Harapan 3 atas nama Salwa Salsabila. Cabang Tafsir Golongan Bahasa Arab Putri diraih oleh Mufassirah Harapan 2 atas nama Annisa Maulida.

Diskominfotik




Pelaksanaan Asian Talent Cup, Pemprov NTB Tangani Sendiri 

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC, yang digelar di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit tanggal 12 – 14 November 2021, kepada Pemerintah Provinsi NTB sepenuhnya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan IATC (Idemitsu Asian Talent Cup), digelar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Jajaran OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Jumat (22/10/21), di Pendopo Gubernur NTB.

Pelaksanaan IATC bulan November

Event Idemitsu Asian Talent Cup (IATC) yang akan digelar bulan November 2021, di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit, penyelenggaraannya diserahkan ke Pempov NTB.

Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC kepada Pemerintah Provinsi NTB sepenuhnya.

Dengan catatan bertanggungjawab terkait keamanan fasilitas di arena Sirkuit, menjamin kebersihan dan pemberlakuan Protokol kesehatan yang ketat kepada seluruh penonton.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Tembakau, Dilakukan Masif di KLU

Syaratnya, mewajibkan penonton divaksin 2 kali, melakukan rapid antigen dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, jumlah penonton IATC diperkirakan sebanyak 15.000 penonton, terdiri dari masyarakat NTB dan Anak-anak SMA/SMK dan Santri di NTB.

“Yang ditangani oleh Dorna hanya event World Superbike (WSBK) dan MotoGP, sedangkan IATC diserahkan pelaksanaannya sepenuhnya kepada pemerintah daerah,” jelas Bang Zul.

Seluruh OPD terkait lingkup Provinsi NTB, diminta untuk mengambil bagian untuk mensukseskan pelaksanaan event tersebut.

Event ini merupakan ajang untuk memperkenalkan kepada masyarakat dan pelajar kita, untuk memberikan kesempatan kepada junior, memancing minat mereka terhadap dunia motor sport.

Untuk mengantisipasi membludaknya jumlah penonton, gubernur meminta agar standarisasi terkait protap keamanan, dan pemberlakuan Protokol kesehatan pada event IATC disamakan dengan event WSBK.

“Ini wujud partisipasi, supaya kita tidak jadi penonton di tempat sendiri,” ujarnya.

Sebelum event IATC dilaksanakan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, akan mengerahkan siswa-siswa SMA/SMK untuk melakukan pembersihan dan kegiatan penghijauan di sekitar Sirkuit Mandalika.

BACA JUGA: Keluarga Benteng Utama Pencegahan Bahaya Narkoba

Gubernur meminta agar event ini dapat dibuat semeriah mungkin, melibatkan masyarakat, melibatkan penyanyi lokal kita, tentunya dengan tetap menjaga kebersihan dan menjaga fasilitas di Sirkuit.

Event ini juga akan dijadikan ajang untuk pameran produk lokal UMKM NTB, seperti produk sektor kesehatan, Motor Listrik dan berbagai jenis produk-produk lokal NTB.

“Ini dari kita, oleh kita untuk kita, prinsipnya,” tutupnya.

Diskominfotikntb




Maulid Adat Juga Berlangsung Tiap Tahun di Desa Pansor

Selama ini Maulid Adat di Kabupaten Lombok Utara yang banyak jadi perhatian media hanyalah di Bayan, padahal Maulid Adat tiap tahun juga berlangsung di Desa Pansor, Kecamatan Kayangan

PANSOR,KLU.lombokjournal.com ~ Perhelatan Maulid Adat di KLU, menjadi salah satu identitas yang dibanggakan oleh masyarakat Kabupaten Lombok Utara.

Khususnya di Bayan, perhelatan Maulid Adat yang berangsung tiap tahun selalu jadi perhatian media.

Para tetua ada pada saat berlangsungya Maulid Adat

Padahal upacara Maulid Adat tidak hanya berlangsung di Bayan, tapi juga berlangsung di Desa Pansor, Kayangan, yang rutin dilakukan tiap tahun meski jarang terekspos media.

Masyarakat Adat Lombok Utara menggelar upacara Maulid Adat yang berpusat di masjid kuno atau Masjid Adat di beberapa lokasi, salah satunya di Desa Pansor, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Nilai-nilai adat tetap dipertahankan oleh masyarakat Desa Pansor demi melestarikan warisan nenek moyang mereka.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Tembakau Dilakukan Masif di KLU

Upacara Maulid Adat di Desa Pansor dilaksanakan hari Kamis hingga hari Jum’at  (21 – 22/10/22), dengan berbagai rangkaian upacara adatyang berfokus di masjid adat desa Pansor.

Penghulu Adat Desa Pansor, JP Kuswara menjelaskan, Masjid Adat Desa Pansor awalnya berdiri di “genggirang” pada hutan “alas bana” yang kemudian dipindahkan ke tengah-tengah pemukiman warga desa Pansor.

Masjid Adat Desa Pansor diselenggarakan betujuan untuk mempersatukan masyarakat desa Pansor baik masyarakat adat maupun masyarakat pendatang.

Kemudian upacara Maulid Adat Desa Pansor tidak digelar dengan beberapa agenda atau ritual adat yang diwarisi secara turun temurun.

“Beberapa tahun yang lalu sempat ada selisih faham sehingga menjadi kendala dalam upacara Maulid Adat, kemudian sekarang kami dapat bersatu kembali dalam melestarikan adat budaya yang ada di Desa Pansor ini,” jelas Kuswara

Kemudian Kuswara sangat berharap, ada perhatian lebih dari pemerintah terkait adat budaya, hingga situs-situs yang menjadi peninggalan nenek moyang dapat dilestarikan secara baik.

Dan itu bisa tetap menjadi warisan berharga bagi setiap generasi di kabupaten Lombok Utara.

“Kami berharap kepada pemerintah bahwa setiap upacara atau warisan adat budaya bisa dilestarikan, termasuk yang ada di desa Pansor ini.” kata Kuswara

Pada kesempatan yang sama, Kuswara juga menyampaikan harapannya kepada setiap pemuda agar tidak merasa malu atau enggan untuk melestarikan adat budaya yang ada di desa Pansor khususnya.

Karena generasi muda adalah harapan bagi setiap warisan budaya yang ada, jika tidak dilestarikan secara turun temurun maka lambat laun setiap adat dan budaya yang ada bisa saja terlupakan.

BACA JUGA: Wabup Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Dusun Batu Lilir

“Harapan saya selaku orang tua, generasi muda bisa turut melestarikan adat secara baik karena pemuda yang sungguh-sungguh melestarikan adat dengan baik maka pemuda itu bisa menjadi pemuda yang baik dan tangguh.” Jelas Kuswara

Han




STQ Nasional di Maluku, Wulandari dan Khairurrazak Melaju

Dari 16 peserta asal Provinsi yang berangkat mengikuti STQ Nasional XXVI di kota Sofifi Maluku Utara, hanya 2 orang yang lolos melaju ke final

MALUKU.lombokjournal.com ~  Yuni Wulandari dan Lalu Muhammad Khairurrazak Al-Hafiz,  peserta STQ asal NTB, masing-masing dari cabang Tilawah Golongan Dewasa, dan Cabang Hifzil Quran Golongan 30 Juz,  melaju ke babak final.

Dua peserta NTB yang melaju ke final STQ Nasional di Maluku

Kafilah NTB yang berangkat mengikuti STQ Nasional XXVI di kota Sofifi Maluku Utara, sebanyak 16 orang. Mereka sudah berjuang menampilkan kemampuan terbaik dengan perjuangan yang luar biasa.

Peserta asal Provinsi NTB hanya menyisakan 2 orang, yang masuk final di Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional XXVI tahun 2021 di Kota Sofifi Provinsi Maluku Utara.

“Alhamdulillah terdapat dua peserta yang masuk final. babak final akan berlangsung hari ini,” jelas Kepala Biro Kesra Setda NTB, Drs. Sahnan M, Kamis (21/10/21)

BACA JUGA: Antara Marah dan Ramahnya Bu Risma

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan babak final hari bisa mengunjungi channel YouTube STQHN XXVI Malut 2021 hari ini.

Di tempat terpisah, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah minta doa dari masyarakat NTB, agar kedua peserta yang melaju ke final itu mendapatkan hasil yang terbaik dan bisa mengharumkan nama NTB.

BACA JUGA: Keluarga Benteng Utama Pencegahan Bahaya Narkoba

“Mohon doa semua masyarakat NTB, semoga keduanya mendapatkan hasil yang terbaik,” harap gubernur di Mataram, hari Kamis.

Ikp

@diskominfotik).




Keluarga Benteng Utama Pencegahan Bahaya Narkoba

Pendidikan dalam keluarga diharapkan maksimal memberikan pemahaman dan sosialisasi terkait penyelahgunaan nakoba

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kunci mencegah penyalahgunaan narkoba dimulai dari keluarga.

Peran orang tua harus maksimal dalam berlansungnya pendidikan dalam keluarga. Orang tua harus lebih maksimal memberikan pemahaman dan sosialisasi di lingkungan keluarga.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yaitu istri Gubernur NTB, mengimbau agar keluarga menjadi benteng utama pencegahan narkoba.

Menurut Ketua TP PKK Provinsi NTB itu, keluarga merupakan garda terdepan dalam menjaga dan mencegah keluarga dari penyalagunaan Narkoba.

“Karena kunci pencegah penyalagunaan Narkoba harus dimulai dari keluarga,” ujar Bunda Niken, sapaan Hj Niken Saptarini Widyawati.

Hj Niken mengatakan itu saat membuka Webinar Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital, degan tema ‘Penguatan Keluarga Dalam Menghadapi Bahaya Narkoba secara hybrid, Selasa (19/10/21) di Aula Pendopo Gubernur NTB.

BACA JUGA: Bunda PAUD di Kecamatan dan Desa se KLU Dikukuhkan

“Mental dan kepribadian anak-anak dan anggota keluarga lebih dewasa dan bijaksana dengan memahami seutuhnya bahaya Narkoba,”ungkap Bunda Literasi NTB ini.

Bunda Niken mengingatkan, masa remaja bagi anak-anak merupakan fase perkembangan dari masa anak-anak ke dewasa. Dalam masa seperti ini orang tua harus memperhatikan dan membentuk karakter dan pendidikan bagi anak.

“Data menunjukan, jumlah pengguna Nerkoba paling banyak dari usia remaja,” ucap Hj Niken.

Peran keluarga dalam hal ini Orang tua juga harus secepatnya mendeteksi tingkahlaku anak. Jangan sampai setelah terkena baru diketahui orang tua.

Di masa pandemi Covid-19, harus disiapkan betul kesehatan mental keluarga agar tidak rapuh. Meningkatkan peran keluarga membentuk dan membangun karakter setiap anggota keluarga yang berahlak mulia dan bermoral.

“Penting juga TP.PKK mengetahui wilayah rawan Narkoba, sehingga dapat diperkuat sistem pencegahan dan sosialisasi bahaya Narkoba,”tutup istri Gubernur NTB ini.

Sosialisasi dan rehabilitas 

Penyalagunaan Narkoba dapat ditekan dengan sinergi dan pola pencegahan, sosialisasi dan rehabilitasi berjalan bersamaan.

Kepala BNN NTB Brigjen Pol Gagas Nugraha, SH., mengatakannya saat bicara dalam webinar.

“Termasuk secara masif (sosialisasi dan rehabiliasi) dilakukan secara bersama seluruh masyarakat,” kata Gagas Nugraha.

Ggas juga menekankan penguatan ketahanan keluarga. Hal ini dianggap langkah strategis, penting dan mendesak dalam membangun dan mensejahterakan keluarga. Dengan demikian melindungi anak-anak dari bahaya narkotika.

Selama BNN NTB terus mengkampayekan secara off line maupun online upaya pencegahan dan sosialisasi bahaya Narkoba. Seperti melalui website, media sosial maupun media cetak atau elektronik.

BACA JUGA: Antara Marah dan Rmahnya Bu Risma

Sedangkan sosialisasi di  kalangan pelajar disekolah-sekolah kerap dilalukan. Termasuk kepada masyarakat melalui desa bersinar di NTB.

Kegiatan yang digagas TP.PKK Provinsi NTB bekerjasama dengan DWP Provinsi NTB dan DWP BNN Provinsi NTB, menghadirkan Psikolog Yossy Dwi Erliana Julmansyah, S. Psi.

Webinar itu diikuti peserta dari TP.PKK Provinsi, DWP Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga desa se NTB dan Genre NTB.

Diskominfotik




Wabup Danny dan Kadis DKPPP Serap Aspirasi Petani Tegalan

Melihat potensi dan meninjau laha petani, Wakil Bupati atau Wabup Danny Karter Febriato bersama Kadis DKPPP Lombok Utara turun langsung ke lapangan

TANJUNG.lombkjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST. M Eng,didampingi Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (DKPPP), Tresna Hadi, SP, menemui petani langsung ke lapangan, untuk melihat potensi dan menyerap aspirasi petani lahan tegalan non produkti, di Desa Sokong Kecamatan Tanjung KLU, Senin (18/10/21).

Wabup Danny menyerap aspirasi petani Wabup Danny diaog dengan warga Desa Sokong

Dany Karter melihat dan mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat tentang pertanian tegalan yang kurang produktif, dan petani berharap lahan itu menjadi produktif.

Dalam kesempatn itu, Wabup Dany Karter mengatakan. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan ke depan akan fokus pada program-program yang menyentuh langsung ke masyarakat.

“Dan yang cepat memberikan dampak ekonomi ke masyarakat, memberikan bantuan alsintan dan pendampingan kepada petani,” katta waup.

BACA JUGA: Bupati Djohan Teima Kunker Dirjen Kebudataan Hilmar Farid

Handytraktor, Mesin Pompa Air akan diberikan petani yang membutuhkan, agar terus meningkatkan hasil pertanian, prasarana sumber air seperti embung, dan parit, serta RJIT.

Tidak hanya itu, melalui Dinas PUPR peningkatan sarana irigasi juga terus ditingkatkan seperti bendungan, saluran irigasi dan lainnya.

“Ini sebagai salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam mengelola dan meningkatkan prasarana yang berkaitan dengan sumber daya pertanian kita yang belum dikelola secara maksimal,” tegas wabup.

Selain mengusahakan bantuan bibit, pupuk, alat-alat pertanian yang diberikan pemerintah, juga memberikan bantuan ternak ayam, ungas dan lain-lain, baik melalui aspirasi maupun yang lainnya.

Beberapa persoalan diutarakan para petani di lahan tegalan kepada Wakil Bupati Lombok Utara, berkaitan dengan bantuan untuk membajak lahan, benih bibit,obat obatan serta ketersediaan pupuk yang sering terlambat dari sistributor ke petani.

BACA JUGA: Antara Marah dan Ramahnya Bu Risma

Taufik Hidayat, selaku Ketua Kelompok Tani tegalan mengatakan pada wartawan media ini, Senin (18/11/21).

@ng




Rakor Sosialisasi Dana Bagi Hasil (DBH)-Cukai Hasil Tembakau (CHT) di KLU

Bea Cukai di Provinsi NusaTenggara Barat, bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara melakukan Rakor Pelaksanaan Sosialisasi DBH-CHT

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kasat Pol PP, Totok Surya Saputra,SH,MH, mengatakan saat mengantar acara Rapat Kordinasi (Rakor), bahwa Koordinasi dan Pelaksanaan Sosialisasi Dana Bagi Hasil-Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) merupakan tugas pokok Bidang Penegakan Hukum, sebagaimana diamanatkan Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kementrian Keuangan RI, No.206/PMK.07/2020.

Rakor DBH-CHT

PEMBUKAAN RAKOR DBH-CHT

Kegiatan ini dilakukan antara lain oleh Bea Cukai di Provinsi NusaTenggara Barat, bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara periode pertengahan Oktober ini.

Kasat Pol PP KLU, Totok Surya Saputra menambahkan, untuk pembentukan kawasan lingkungan KIHT sudah dilakukan kerjasama dengan Unram dalam rangka membuat kajian.

Untuk pendataan rokok ilegal dengan melibatkan linmas Desa di seluruh Desa di setiap Kecamanan di Lombok Utata termasuk pemasangan baliho di 5 kecamatan.

BACA JUGA: Antara Marah dan Ramahnya Ibu Risma

Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi tatap muka yang melibatkan unsur masyarakat dan pihak-pihak terkait termasuk melalui media online dan lainnya.

Sedangkan untuk operasi bersama barang kena cukai ilegal akan dijadwalkan setelah pendataan objek.

Sosialisai dilaksanakan,dalam operasi Gabungan (OPGAP) melibatkan bea cukai dan aparat penegak hukum lainnya.

Sekali lagi di pertegasan oleh Totok, tupoksi pihaknya dalam rangka penegakan hukum hanya ada 3 hal yaitu, Pertama Pembentukan Kawasan/Lingkungan/sentra Industri hasil tembakau, Kedua, sosialisasi perundang-undangan dibidang cukai tembakau dan Ketiga Operasi bersama pemberantasan barang kena cukai ilegal,tegasnya.

“Mari kita mewujudkan hal baik ini pada forum selanjutnya bersama pihak-pihak yang punya kepentingan untuk membahas langkah berikutnya yang dapat diambil,” ujar Kasat Pol PP KLU,Totok Surya Saputra.

Masih di acara yang sama, Penjabat Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi,S.STP, MM, menyebutkan juga bahwa perolehan dari Bea Cukai tembakau mencapai 9,8 Miliar.

Penjabat Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi, S. STP, MM, yang didampingi Asisten 1, Drs. H Raden Nurjati, mengatakan Cukai rokok menjadi perhatian Pemerintah Pusat hingga ke Daerah.

Kabupaten Lombok Utara kebagian sekitar 9,8 Miliar dalam 2021.

Melalui kesempatan ini juga Anding Cahyadi menyampaikan, kondisi APBD Kabupatrn Lombok Utara anjlok akibat Covid 19.

“Dan itu sama sama kita tau,” ungkapnya.

Menurutnya, proses dalam rangka penanganan Covid 19 ini, pemerintah pusat tidak ingin main-main.

Sedangkan anggaran lebih besar itu peruntukannya di bidang Sosial dan Kesehatan yang kaitan dengan insentif tahun ini 2021 di angka 7,9 miliar Terus lagi tenaga vaksinator,1,2 miliar, artinya hampir 9 miliar lebih yang harus disisir dari anggaran seluruh OPD KLU melalui refocusing.

“Luar bisa pengaruhnya terhadap kegiatan yang ada di masing-masing OPD,” ujar Anding.

Padaha, untuk Tahun 2022 saja gaji dan TPP ASN masih kurang, ungkapnya.

Belum lagi terjadi pemekaran OPD, yang berbarengan dengan pemekaran Bidang-bidang. Biasanya di Bidang itu ada 2 Kasi menjadi 3 Kasi, sehingga saat mutasi kemarin khusus untuk jabatan eselon 4, dia layak tidak atau dia bisa dan pintar.

BACA JUGA: Workshop Kajian Resiko Bencana di Lombok Utara

“Asal golongan 3B pasti dapat jabatan, itupun masih ada 30 jabatan yang kosong karena karena kita kekurangan orang,” jelas Anding.

Kalau seandainya dipaksakan harus akomodir atau merekrut tenaga-tenaga guru.

“Kalau ini yang kita lakukan maka habis kita punya guru habis kita punya tenaga medis. Terus siapa yang Mengajar dan siapa yang merawat?” katanya.

Sehingga berani diputuskan untuk dikosongkan dan menunggu sampai dengan tanggal 1 Oktober.

“Pada tanggal 1 Oktober ini beberapa orang itu bisa menduduki golongan 3B,” tukas Anding Dwi Cahyadi saat membuka acara Sosialisai DBH-CHT, hari Senin (18/11/21)

.@ng




Selamat Datang Sang Juara

Ucapan selamat patut disampaikan pada para Kesatria Oahraga yang meraup medali 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua

ucapan selamat untuk atlet PON
Oleh: Lalu Gita Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tidak ada pesta yang tiada berakhir. Sang Kesatria (Olahraga) telah berjuang keras mempertaruhkan jiwa raga bertempur di arena PON Papua, kehormatan dan kebanggaan telah dipertaruhkan.

Besok saatnya Sang Juara pulang dengan kepala tegak. Rakyat dan Pemprov NTB bangga (atas prestasi yang diukir) dan menyampaikan terima kasih. Para Kestria NTB pulang memboyong medali, meraup 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu.

Perolehan medali itu merupakan hasil yang istimewa dan membanggakan. Peringkat Sembilan adalah capaian yang paripurna. Jauh melebihi hasil pada PON-PON sebelumnya.

Sabtu (16/10) pagi, dari Jayapura, Ketua Kontingen, Bpk Mori Hanafi melaporkan dan koordinasi dengan Sekda tentang rencana kepulangan kontingen.

Pak Mori Hanafi bersama 122 orang atlet dan official hari ini akan meninggalkan tanah Papua. Dari Jayapura transit semalam di surabaya. Keesokan harinya, Minggu (17/10) rombongan tiba di BIZAM sekitar pukul 09.15.

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Sambil menunggu rombongan yang berangkat dari Timika tiba di bandara BIZAM, rombongan akan menjalani protokol kesehatan berupa sweb antigen. Bila hasilnya negatif dapat pulang karantina mandiri. Bila hasilnya positif, akan di karantina di tempat yang sdh disiapkan. 5 hari ke depan dilakukan RT-PCR.

Ucapan selamat untuk atet PON NTB
Sprinter Muhammad Zohri meraih dua emas di PON XX Papua 2021 / Foto: Laman PON XX Papua 2021

Rombongan lain yang berangkat dari Timika, sebanyak 35 orang dipimpin Bpk H. MNS Kasdiono dan Bapak Suhaimi. Kloter ini akan melewati rute kepulangan dari Timika ke Makasssar dan transit bermalam di Makassar. Dari Makassar terbang ke Bandara Ngurah Rai Denpasar selanjutnya akan tiba di BIZAM hari Minggu pukul 12.00.

Rombongan kloter pertama yg tiba pukul 09.15, menunggu kedatangan rombongan kloter kedua krn di kloter Timika banyak juga peraih medalinya.

Kepulangan atlet yang berlaga di PON Papua ini memang tidak sekaligus. Bergantung jadwal bertandingnya. Atlet futsal misalnya sudah tiba beberapa hari yang lalu. Disusul beberapa cabor lainnya yg sdh lebih awal selesaikan pertandingan.

Ada juga atlet yang tidak pulang ke lombok tapi langsung terbang ke jakarta. Menyelesaikan Pemusatan latihan karena akan mengikuti event2 internasional.

Setelah 2 kloter ditambah atlet2 yang sudah pulang lebih dulu terkumpul,
panitia menyiapkan defile/arak-arakan atlet PON.

Rute konvoi/arak-arakan, dari BIZAM, putar masuk Kota Praya, menuju Puyung, Ubung, Kediri, Sweta, Cakra, Mataram dan finish di lapangan Sangkareang Kota Mataram.

Mobil konvoi antara lain mobil calling diskominfotik, vooreijder polisi, bus city tour berisi atlet peraih emas, mobil terbuka offroad, jeep, komunitas sepeda motor, mobil pimpinan OPD da lain-lain. Konvoi dipersiapkan dan tanggung jawab Kadispora dan Kadis Perhubungan.

BACA JUGA: Sumur Bor Mangkrak di Desa Santong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

Dari lapangan Sangkareang disambut dan diiringi dengan aneka tetabuhan: Gendang Beleq, drum band dan lain-lain untuk menciptakan kemeriahan dan tanda suka cita.

Komunitas masyarakat Papua di Kota Mataram direncanakan ikut menyambut
Pahlawan yang sudah mengharumkan nama daerah. Khusus peraih medali emas direncanakan akan diusung dengan jaran kamput.

Prosesi arak-arakan dari lapangan sangkareang menuju Kantor Gubernur dipersiapkan dan menjadi tanggung jawab Kadis Dikbud. Karo Kesra melakukan pengaturan penyiapan musik-musik penyambutan dari sekolah-sekolah terpilih di Kota Mataram.

Penyambutan, ramah tamah, santap siang dan pembubaran kontingen di Kantor Gubernur. Gubernur, Wakil Gubernur bersama Forkopimda, Bupati/Walikota dan tamu undangan lainnya menunggu arak-arakan dan diundang ke Kantor Gubernur pukul 15.00. Acara ini disiapkan dan menjadi tanggung jawab Karo Umum, Karo Ekonomi dan Karo Adpim.

Acara syukuran dan pemberian bonus direncanakan pada saat syukuran/peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober seminggu setelah kedatangan.

Selesai acara para Bupati/Walikota membawa pulang atletnya dengan kendaraan dari daerah masing-masing. Untuk antisipasi agar atlet tidak pulang dengan angkutan umum open cup apalagi ojek seperti yang viral terjadi di daerah lain, Dinas Perhubungan ProVinsi sudah menyiapkan bus-bus Damri yang memang disiapkan untuk mengantar pulang atlet sampai kantor Bupati/Walikota.

Dari kantor Bupati/Walikota setempat diantar ke rumah masing-masin atlet oleh kendaraan dinas Pemda masing-masing.

Diantisipasi juga dari Pemprov yang akan mengantar pulang hingga ke titik akhir rumah atlet. Persiapan dan tehnis kepulangan di bawah koordinasi dan tanggung jawab Inspektur Provinsi.***

catatan; Lalu Gita Ariadi adalah Sekretaris Daerah (Sekda) NTB




Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Dalam kujungannya di Kota Mtaram, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengapresiasi pemberian BTPKLW di NTB, sebagai salah satu provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pujian menyenangkan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU, yang menilai Provinsi Nusa Tenggara Barat salah satu terbaik dalam penyaluran bantuan untuk pedagang kaki lima dan warung.

Menteri Hartarto menyampaikan itu saat meninjau dan memberikan langsung Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) kepada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang, Kamis (14/10/21).

Menteri Nilai NTB baik dalam penyaluran bantuan pedagang K5
Menko Airlngga dan Gubernur Zulkieflimansyah

Dalam kunjungan itu, Menteri Hartarto didampingi oleh Menteri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si.  dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah

Seperti diketahui,  Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 9 Oktober 2021 lalu.

“Saya sangat mengapresiasi pemberian BTPKLW di Provinsi NTB, hal ini menjadikan NTB sebagai provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan,” ungkap Airlangga.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovatif

Sebanyak  8.482 paket bantuan yang direalisasikan melalui Kodim 1606 Mataram sebanyak 1.300 paket bantuan paket  dan Kapolres Mataram sebanyak 7.182 paket bantuan. Setiap paket bantuan senilai Rp. 1.200.000 per paket bantuan.

Airlangga juga menuturkan bahwa program BTPKLW sebagai bentuk bantuan dari pemerintah kepada pedagang kaki lima dan warung yang pada saat PPKM tidak bisa berjualan.

Menurutya, program ini untuk membantu para PKL dan Warung yang saat PPKM dilarang berjualan. BPTKLW tersebut diharapkan mampu membantu usaha para pedagang kaki lima dan pengusaha warung di sekitaran kota Mataram, tambah menteri.

Salah satu pedagang kaki lima, Sahnan yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang mengaku berterima kasih kepada pemerintah karena telah berupaya membantu masyarakat untuk bertahan dan bisa berjualan kembali.

Sahnan menuturkan, selama pandemi pendapatannya hany sekitar 15.000. Padahal biasanya  pendapatannnya mencapai 300.000.

BACA JUGA: Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

“Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, ini bisa jadi modal kami,” kata Sahnan Penjual Jus dan minuman ringan.

Nn