Menparekraf RI Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Senaru

Pengnugerahan Desa Wisata Indonesia 2021 dilakukan langsung Menparekraf Sandiaga Salahudinn Uno di Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Tahun ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan kegiatan “Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021″ dengan tema Indonesia Bangkit.

Pengaugerahan ini bertujuan mendorong dan mengembangkan Desa Wisata di Indonesia untuk menjadi Destinasi Pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan.

Bupati Djohan bersama Menparekraf Sandiaga

Bupati dan Wakil Bupati berbincang dengan Menparekraf

Dari total 1.831 Desa Wisata ADWI tahun 2021, setelah dilakukan penilaian oleh Dewan Juri sejak April lalu, hasilnya Desa Senaru, Kecamatan Bayan masuk 50 Besar ADWI.

Penganugerahan langsung dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, yang disaksikan oleh Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH dan Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, di Desa Senaru pada Kamis (04/11/21).

BACA JUGA: Desa Senaru Sebagai Salah Satu Desa Wisata Terbaik 2021

Tampak hadir pula Kasrem 162 WB, Kadispar NTB, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansah SH, Ketua PKK KLU Hj. Galuh Nurdyiah SH,Kepala OPD KLU,serta undangan lainnya.

Menparekraf RI Sandiaga Uno menyampaikan, Kegiatan Penganugerahan Desa wisata sebagai awal dari kebangkitan Parawisata Indonesia di masa Pandemi.

“Saya mendapatkan momen luar biasa di Senaru ini dimana ada women guide dan ini bagian dari promosi yang luar biasa di miliki Desa Senaru,” tuturnya Sandiaga.

Dengan keindahan luar biasa Wisata Senaru, akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Terlebih dengan ada event Internasional WSBK dan Moto Gp di Mandalika, dengan keindahan yang dimiliki Desa Senaru nantinya akan dipromosikan di Internasional Simposium yang akan diikuti oleh 23 Negara.

Sementara itu, Bupati Djohan menyampaikan ucapan selamat datang di Desa Senaru pada Menparekraf.

Seperti diketahui, Desa Senaru menjadi salah satu dari 6 Desa Wisata di Kabupaten Lombok Utara.

“Harapan kita, pandemi Covid 19 berakhir dan Pariwisata kita bangkit kembali seperti dulu,” harapnya.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Danny mengutarakan, dengan masuk Senaru 50 Besar ADWI akan memberikan dampak yang positif bagi kemajuan daerah ke depan.

Dengan masuknya Desa Senaru 50 besar ADWI Sinergitas antara Pemda dengan Pemerintah Pusat dalam pengembangan desa wisata terus ditingkatkan ,mengingat di KLU memiliki 6 desa wisata.

BACA JUGA: Pemprov NTB Tingkatkan Herd Immunity Melalui Vaksin OTR

“Selamat saya ucapkan kepada Kepala Desa dan masyarakat Desa Senaru yang masuk dalam 50 ADWI Tahun 2021, dan kita jadikan momen ini sebagai pendorong semangat dalam peningkatan pariwisata di daerah khususnya di Senaru,” kata Wabup Danny,

Kegiatan ADWI di Desa Senaru berlangung meriah, dengan pertunjukan kesenian khas Bayan dan pameran stan UMKM dan lainnya.

@ng




Desa Senaru Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno datang ke Lombok untuk mendorong Desa Senaru menjadi berkelas dunia

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng menyambut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Senaru Kecamatan Bayan, Kamis (03/11/21).

Sadiaga mendorong Desa Senaru jadi desa wisata kelas dunia

Kunjungan Kementerian Pariwisata dalam rangka mendorong dan mengembangkan Desa – Desa Wisata di Indonesia untuk menjadi Destinasi Pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam kunjungannya ke Desa Senru, Meparekraf Sndiaga disambut Wbup Danny

Dari 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, salah satunya yang terpilih adalah Desa Senaru.

BACA JUGA:

“Selamat datang di Lombok Utara Pak Manteri selamat menikmati indahnya Gumi Tioq Tata Tunaq,” ucap Wabup Danny.

@ng




Pembalap MotoGP Junior Tiba di Mandalika pada 11 November

Para pembalap yang dipastikan turun itu berasal dari beberapa Negara, yakni Australia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Qatar, Thailand dan Turki

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para pembalap muda dari berbagai negara Asia dalam waktu dekat akan menjajal sirkuit Pertamina Street Circuit Mandalika sebelum perhelatan World Superbike yang dijadwalkan akan digelar tanggal 19-21 November 2021.

Para pembalap Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) atau MotoGP Junior itu dijadwalkan tiba di Sirkuit Mandalika hari Senin tanggal 11 November mendatang.

Head of OperationsSporting Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Dyan Dilato, semua persiapan untuk menggelar event IATC sudah beres. Kendaraan yang akan digunakan pembalap sudah tiba di sirkuit, pekan lalu.

BACA JUGA: Sinergitas Perangkat Daerah Digalang, untuk Sukseskan WSBK

“Logistiknya sudah disiapkan semua,” katanya seperti dilangsir dari Lombok post, Selasa (03/11/21).

Delapan perwakilan negara yang dipastikan turun pada event Asia Talent Cup 2021 yang akan digelar di sirkuit Mandalika itu, di antaranya,  Australia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Qatar, Thailand dan Turki.

Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi pembalap muda paling berbakat di Asia sebagai langkah awal menuju MotoGP. Ada empat pembalap muda asal Indonesia yang akan berlaga di event ini.

Tentu ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia untuk menonton aksi-aksi mereka sepekan sebelum perhelatan WSBK.

BACA JUGA: Swiss Berminat Lanjutkan Kerjasama Sektor Pariwisata

Seperti diketahui, para pembalap IATC akan menggunakan Honda NSF250R. Kendaraan ini didukung tenaga mesin 4-tak berpendingin cairan, silinder tunggal, dengan bore dan stroke 78,0 x 52,2 mm.

Kapasitas mesin motor ini adalah 249,3 cc yang dirancang khusus untuk tujuan balap.

Diskominfotik




Swiss Berminat Lanjutkan Kerjasama Sektor Pariwisata

Dubes Switzerland / Swiss untuk Indonesia, H.E Kurt Kunz, mengungkapkan, kunjungannya ke Lombok bukan hanya simbol persahabatan, tapi sebagai pondasi melanjutkan kerjasama masa depan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik kedatangan Delegasi Swiss di NTB. Kedatangan para delegasi Swiss di NTB dalam rangka mendukung langsung pengembangan dan pembangunan di berbagai sektor, seperti di bidang Pariwisata dan pendidikan.

Wagub sambut deelegasi Swiss

“Kami sangat merasa terhormat dan berterimakasih atas kunjungan kehormatan ini, harapannya, semoga kedepannya hubungan Pemerintah Provinsi NTB dan Switzerland akan menjadi semakin erat,” ungkap Ummi menyambut, Selasa (02/11/21) di ruang kerjanya.

Duta Besar Switzerland untuk Indonesia, yaitu H.E Kurt Kunz, yang pimpin delegasi mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan ke Lombok, NTB bukan hanya sebagai simbol persahabatan, tapi sebagai pondasi melanjutkan Kerjasama di masa depan.

This visit is expected to be the foundation for future cooperation between NTB and Switzerland,” ungkapnya.

BACA JUGA: Seniman Mural Asal NTB Berprestasi di Tingkat Nasional

Lebih lanjut, Mr. Kunz mengatakan, negaranya sangat menaruh perhatian pada prioritas pembangunan dan perdagangan di NTB. Khususnya di sektor pariwisata, karena Swiss telah menjadi mitra kerjasama Indonesia sejak tahun 2009.

“Switzerland has been Indonesia’s partner in tourism since 2009, and I’d like to appreciate and congratulate the NTB Provincial Government for completing an integrated tourism master plan that creates a resilient, integrated and sustainable tourism ecosystem”, jelasnya.

Dalam rangka proyek Sustainable Tourism Education Development (STED), Swiss bekerjasama dengan Politeknik Pariwisata Lombok di bawah Kemenparekraf .

Dukungan itu untuk mendukung penguatan kapasitas manajemen dan guru, pengembangan kurikulum serta hubungan ke industri dan perusahaan.

Kunjungan diakhiri dengan harapan bahwa Pemerintah Indonesia, khususnya Provinsi NTB dan Switzerland, akan terus mempertahankan hubungan kerjasamanya. Terutama dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan.

BACA JUGA: Strategi Mewujudkan NTB Gemilang, Ini Kata Wagub

Dalam kesempatan tersebut Wagub turut didampingi Sekda, Kadispar dan Kadis PTMPTSP Provinsi NTB.

Nn

diskominfotikntb




Seniman Mural NTB Berprestasi di Tingkat Nasional

Ini baru pertama kali, dua seniman mural asal NTB berhasil meraih prestasi dan menjadi salah satu yang terbaik setelah bersaing dengann 80 seniman mural terbaik dari seluruh Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Seniman mural asal NTB berhasil meraih juara harapan 5 pada Festival Mural tingkat Nasional yang diselenggarakan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Dua seniman mural asal NTB, Dany Arya dan Abdul Azis, berhasil bersaing melawan 80 seniman mural terbaik dari seluruh Indonesia.

BACA JUGA: 

Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Proyek UNDP di KLU Diresmikan Bupati

Pemprov NTB melalui Kepala Dinas Kominfotik NTB mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas capaian tersebut.

Meski tim Mural NTB mendapat juara harapan 5 namun mereka sudah membuktikan bahwa nama NTB lagi-lagi mampu bersaing di tingkat Nasional.

“Alhamdulillah ini sebuah prestasi yang membanggakan. NTB lagi-lagi mampu membuktikan kita bisa bersaing di kancah Nasional,” ungkapnya

Mengangkat tema BERSAMA MENJAGA INDONESIA. Dany Arya dan Abdul Azis selain berhasil mengahrumkan nama NTB, juga berhasil mendapatkan apresiasi dari Polri sebagai penyelenggara berupa uang tunai sebesar 10 juta rupiah.

“Kami bangga dengan karya Dany, Lukisan Mural yang dibuatnya dapat mengharumkan nama Polda NTB khususnya, dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya,” pungkas Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.I.K M.Si.

BACA JUGA: Strategi Mewujudkan NTB Gemilang, Ini Kata Wagub

Setelah menerima hadiah, Tim Mural NTB diminta untuk melanjutkan melukis mural di Flyover depan Mabes Polri yang dimulai dari tanggal 31 Oktober sampai dengan tanggal 2 November 2021.

“Semoga dapat menunjukkan hasil yang lebih bagus dari sebelumnya,” harap Kabid Humas Polda NTB.

diskominfotikntb




Strategi Mewujudkan NTB Gemilang, Ini Kata Wagub

Kunci mewujudkan NTB Gemilang, yakni dengan strategi mengimplementasi pogram Desa Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Program Desa Gemilang adalah kunci dan strategi mewujudkan visi NTB Gemilang yang selama ini terus digaungkan pemprov NTB.

“Desa Gemilang merupakan strategi kunci dalam mewujudkan NTB Gemilang, sehingga sinergi seluruh pihak terkait sangatlah dibutuhkan untuk mensukseskan program tersebut,” Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M. Pd.

Ummi Rohmi jelaskan strategi capai NTB Gemilang

Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB mengatakan itu saat membuka Forum Group Discussion di Bappeda Provinsi NTB, Senin (01/11/21).

Wagub menjelaskan, beberapa program yang termasuk dalam Desa Gemilang antara lain, Posyandu Keluarga, Bumdes Maju, Industrialisasi, Digitalisasi, Zero Waste, Kehutanan, Pertanian, Perikanan, Ekraf, PAUD HI, Perpustakaan Desa, Desa Wisata, Desa Bersinar dan Desa Tangguh Bencana.

BACA JUGA: Wabup Danny Resmikan Rumah Layak Huni untuk Lasia Terlantar

Ummi Rohmi juga memaparkan, terdapat beberapa strategi yang harus diimplementasikan untuk mensukseskan program Desa Gemilang, yaitu Menguatkan Kolaborasi, Meningkatkan Sinergi dengan Pemerintah, Meningkatkan Jejaring Kerjasama, Melakukan Aksi Nyata, serta Menyusun Program Lintas Sektor.

“Lima hal tersebut harus benar-benar kita implementasikan untuk mencapai target 1005 Desa pada tahun 2022 mendatang,” jelas Ketua DPRD Lombok Timur periode 2009- 2013 tersebut.

Adapun target pemerintah pada tahun 2022 adalah membangun 1005 desa dengan cara terus mendorong program industrialisasi agar nantinya pada tahun 2023, NTB akan Go Public karena masyarakatnya telah mampu mandiri secara ekonomi melalui investasi yang berkelanjutan.

BACA JUGA: Tokoh ‘WET Adat Sesait’ Lakukan ‘Meriri Bale Makam BAYAN’

Ummi Rohmi berharap, adanya  kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak untuk mensukseskan program-program Desa Gemilang, masyarakat akan merasakan dan menyadari manfaat positif dari visi misi yang dibangun Pemerintah adalah untuk kebaikan masyarakat NTB sendiri.

Turut hadir pada kesempatan tersebut beberapa Kepala Dinas dan stakeholders terkait.

Diskominfotikntb

 

 




Kepala OPD Diminta Respon Cepat Aduan Melalui NTB Care

Kepala OPD yang tidak cepat merespon keluhan dan aduan masyarakat melalui aplikasi NTB Care bisa saja direkomendasikan untuk diganti

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi diminta lebih responsif terhadap laporan dan aduan masyarakat yang disampaikan melalui NTB Care.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah saat menerima audiensi tim pengelolah NTB Care yang dipimpin kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy bersama Kepala Dinas Sosial, Ahsanul Kholik, Kepala Biro Kesra, di ruang kerjanya, pendopo gubernur NTB, Kamis (28/10/21).

Layanan aplikasi NTB care merupakan salah satu program yang tetap eksis di tengah banyaknya harapan masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah.

BACA JUGA: Program Desa Wisata di NTB, Ini Dukungan Mendes PDTT

Menurut Bang Zul sapaan akrab gubernur, ekspektasi masyarakat untuk menyampaikan aduan dan keluhan kepada pemerintah terus meningkat.

Karena itu, aplikasi NTB care merupakan mata telinga pemerintah yang membutuhkan respon cepat dari Kepala OPD terkait.

Bahkan Bang Zul menilai, NTB Care bisa merekomendasikan Kepala Dinas mana yang perlu diganti.

“Kita harus lebih serius melayani masyarakat. Bahkan Kepala OPD yang lambat merespon aduan masyarakat melalui NTB care akan kita ganti. Kalau nggak respon-respon kita gantilah,” tegas Bang Zul.

Bang Zul minta, dalam menanggapi aduan maupun aspirasi masyarakat melalui layanan aplikasi dan fanpage NTB Care, harus dibarengi dengan hati yang benar-benar senang dan ikhlas.

Sehingga masyarakat merasa bahwa pemerintah benar-benar hadir memberi layanan terbaik kepada masyarakat.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy menjelaskan, layanan NTB care akan terus ditingkatkan dan dibenahi, baik dari sisi fasilitas pendukung maupun SDM-nya.

Termasuk mendorong semua kabupaten/kota untuk mereplikasikan NTB Care ke semua daerah.

BACA JUGA: Tersangka Dugaan Korupsi di RSUD KLU, Mulai Diperiksa

“Sebagai penanggung jawab layanan NTB Care, kami akan terus tingkatkan responnya. Dalam upaya mempercepat respon terhadap keluhan masyarakat, kami juga langsung menelpon Kepala OPD nya, Karena eksekusi aduan masyarakat ada di masing-masing OPD terkait,” jelas Doktor Najam.

Menurut mantan Karo Humas itu, ke depan sosialisasi NTB care ke semua kabupaten/kota akan terus ditingkatkan.

Sehingga semua aduan masyarkat yang masuk melalui NTB Care dapat diakomodir dengan baik oleh seluruh Pemerintah Provinsi maupun seluruh kabupaten/kota se-NTB.

Diskominfotik




Tersangka Dugaan Korupsi di RSUD KLU, Mulai Diperiksa

Kasus dugaan korupsi di RSUD Lombok Utara, telah memasuki tahap pemeriksaan tersangka. Tapi DT selaku rekanan belum datang karena sakit

MATARAM.lombokjournal.comPenyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan pemeriksaan pada Tersangka Kasus Penyimpangan Pembangunan Penambahan Ruang ICU RSUD KLU.

Tiga tersangka perkara Korupsi Penyimpangan Pembangunan Penambahan Ruang ICU dan Ruang Operasi RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU) Tahun Anggaran 2019, diperiksa Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi NTB, hari Rabu (27/10/21) pagi sekitar pukul 10 Wita di ruang Pidana Khusus Kejati NTB.

Para tersangka kasus penyimpangan di RSUD KLU yang akan diperiksa

Demikian pers release dari Penerangan Hukum Kejati NTB yang diterima media, hari Rabu.

Perkara dugaan korupsi di RSUD telah memasuki tahap pemeriksaan para tersangka, setelah pemeriksaan para saksi rampung dimintai keterangannya sejak Penetapan Tersangka oleh Penyidik tanggal 22 September yang lalu.

BACA JUGA: Polri Telah Berbenah, Masyarakat Perlu Ikut Menyesuaikan

Seperti diketahui, pers realease penkum Kejati NTB sebelumnya, yang ditetapkan sebagai tersangka pada Perkara Penyimpangan Penambahan Ruang ICU dan Ruang Operasi RSUD Kab. Lombok Utara sebanyak 4 orang, yakni Kuasa Pengguna Anggaran, dr. SH, Pejabat Pembuat Komitmen, EB, dan Konsultan Pengawas, SD, dan DT selaku Rekanan.

Terhadap ke empat Tersangka tersebut dilakukan pemanggilan hari Minggu, namun yang memenuhi panggilan Penyidik hanya 3 orang Tersangka yakni, dr. SH, EB dan SD.

Sedangkan DT selaku Rekanan tidak dapat memenuhi panggilan Penyidik karena sakit.

Pemeriksaan terhadap para Tersangka tersebut didampingi oleh masing-masing Penasehat Hukumnya yang berlangsung selama 6 (enam) jam sejak pukul 10.00 Wita hingga Pukul 16.00 Wita.

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang Operasi dan ICU pada RSUD Lombok Utara Tahun 2019 dengan perhitungan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 1.757.522.230,33.

BACA JUGA: Gebyar Inklusi Keuangan dan Pengukuhan Tim TPAKD KLU

Ke empat Tersangka disangkakan Pasal 2 UU no 31 Tahun 1999 dan atau Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

@ng




Menguatkan Tetebatu, Nominasi Desa Wisata Terbaik

BPPD NTB bersama para pelaku pariwisata di Desa Wisata Tetebatu berupaya menguatkan daya tarik, dengan merumuskan masterplan Tetebatu sebagai Desa Wisata terbaik

LOTIM.lombokjournal.com ~ Upaya memperkuat DesaWisata Tete Batu, Lombok Timur yang akan berlaga dalam ajang Best Tourism Village UNWTO 2021, terus dilakukan.

Salah satunya inisiatif yang dilakukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat dengan penyelenggaraan Focus group Discussion (FGD) bertajud ‘Sosialisasi dan FGD Perumusan Masteplan Tetebatu Desa Wisata Terbaik versis UNWTO’, yang berlangsung di Wisma Sujono, Selasa (26/10/21).

Pelaku Pariwisata di TeteBatu ikut menguatkan Desa Wisata Pemateri FGD untuk menguatkan Desa Wisata Tetebatu

Wisma Sujono merupakan home stay pertama di Lombok, yang dibangun sekitar tahu 40-an.

BACA JUGA;

Penyelenggaraan WSBK dan MotoGP, Pemprov NTB Studi Komparasi ke Itali

“Acara FGD di Desa Wisata Tetebatu ini merupakan bagian dari pull up untuk memperkuat Tetebatu yang akan bertanding dalam ajang Best Tourism Village UNWTO 2021,” kata Ari Garmono, Ketua BPPD NTB.

SepertI diketahui, pembenahan Tetebatu sudah dilakukan berbagai Instansi, dari Dinas Pariwisata, dan semua Instansi yang memiliki concern pada peningkatan kemajuan desa wisata.

Meski demikian, masih ada kekurangan karena belum ada skema untuk membangun master plan kepariwisataan di Tetebatu. Itu harus dimulai dengan mengidentifikasi potensi yang ada di Tetebatu itu apa saja, baru kemudian mengklarifikasikannya.

Setelah itu baru bisa dibuat master plan perencanaan atau rencana induknya.

Jadi rencana induk nya itu seperti hal-hal yg sederhana, misalnya bagaimana penataan kawasan, bagaimana menjaga kebersihan, bagaimana keterlibatan masyarakat dan seterusnya.

“Setelah itu, baru kemudian dibuat Road Map 1,2,3,4 th dan seterusnya,” jelas Ari.

Keterlibatan masyarakat ini, menurutnya, menjadi penting oleh karenanya perlu untuk meningkatkan kapasitas individu masyarakat terutama pengetahuan nya tentang Dunia pariwisata.

Tetebatu sudah dikenal sebagai destinasi, semenjak tahun 40 an. Dan sejak tahun itu sampai sekarang banyak berkembang industri pariwisata tetapi industri pariwisata itu hanyalah faktor pendukung

Karena pariwisata itu adalah hospitality industry, jadi soal ‘hospitality’-nya dulu yang harus jadi perhatian.

Tetebatu merupakan salah satu kampung home stay yang ada di Lombok dan yang terbesar, karena sebaran home stay-nya banyak sekali.

Acara FGD ini dihadiri oleh seluruh pelaku industri pariwisata, dengan mengundang sekitar 50 an para pelaku pariwisata yang ada di Tetebatu. Ditambah dengan Pokdarwis jadi total pesertanya itu sekitar 100 peserta.

Dibuka oleh Ari Garmono, Ketua BPPD propinsi NTB, kemudian disambung Topan Rahmadi, pemerhati dan praktisi pariwisata NTB.

BACA JUGA: Pelaksanaan Asia Talent Cup, Pemprov NTB Tangani Sendiri

Kemudian masuk ke materi teknis untuk penyusunan master plan oleh Poltekpar.
BPPD itu sebagai Inisiator dan Konseptor, sedang Poltekpar sebagai pasilitator dan sponsor, dan

“BPPD Lotim sebagai pelaksana/eksekutornya,” jelas Ari Garmono.

Nunuk




Gebyar Inklusi Keuangan dan Pengukuhan Tim TPAKD KLU

Dalam kegiatan gebyar Bulan Inklusi Keuangan NTB diharapkan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Otoritas Jasa Keuangan bersama Industri Jasa Keuangan yang ada di Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Inklusi Keuangan.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah atau upaya untuk mencapai target inklusi keuangan pemerintah yang mencapai 90 persen di tahun 2024.

Bupati Djohan si acara Gebyar Inklusi Keuangan

Acara gebyar Bulan Inklusi Keuangan NTB Gemilang serta Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) KLU Tahun 2021, dihadiri oleh Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu, SH, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE,MSc dan Anggota Dewan Komisioner OJK RI Bidang Edukasi & Bidang Perlindungan Konsumen, Tirta Segara, SE, MBA, di Aula RSUD KLU hari Selasa (26/10/21).

BACA JUGA:

Penyelenggaraan WSBK dan MotoGP 2022, Pemprov NTB Studi Komparasi ke Itali

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Danny Karter Febrianto Ridawan ST, M.Eng, Wakil Kepala Kantor Regional 8 OJK Bali Nusra Ananda, Kepala Kantor OJK Provinsi NTB Riko Rinaldi, Direktur Utama Bank NTB Syari’ah Kukuh Rahardjo, Ketua Masyarakat Ekonomi Syari’ah NTB, Dr. Baiq Mulianah M.Pd dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Dewan Komisioner OJK RI Tirta Segara menyampiakan, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah serta kekayaan budaya yang banyak di wilayah NTB, khususnya kawasan Lombok Utara yang memiliki segenap potensi luar biasa.

Dikatakan, gebyar Bulan Inklusi Keuangan NTB Gemilang, dan mampu berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB.

Khususnya, di masa-masa sulit seperti ini harus bisa sama-sama bangkit.

“Saya harap sinergi ini bisa terus ditingkatkan demi mewujudkan industri jasa keuangan yang stabil” tuturnya.

Pandemi Covid 19 telah memberi dampak cukup besar terhadap masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia, OJK memiliki keyakinan untuk mengakselerasi dan mempercepat roda perekonomian di masa Covid 19 ini perluasan akses keuangan bagi masyarakat mutlak diperlukan.

Gubernur NTB Dr. Zul menyampaikan, dengan hadirnya OJK masyarakat NTB menjadi masyarakat yang faham dengan keuangan dan bebas dari buta finansial.

OJK tidak hanya mengawasi Bank saja, tapi datang kesekolah-sekolah, pondok pesantren dan bertemu dengan organisasi pemuda bertatapan langsung dengan masyarakat dan menceritakan tentang keadaan finansial yang ada dengan tata bahasa yang mudah difahami.

Akses keuangan hanya di monopoli oleh segelintir orang saja, kita juga ingin masyarakat kecil punya akses dan punya rasa kebersamaan dan kepemilikan terhadap institusi keuangan kita.

“Ke depan. kita harapkan OJK tidak hanya mengawas Bank Saja tetapi juga datang berinteraksi ke masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait kondisi finansial yang ada,” kata Gubernnur Zul.

Bupati Djohan mengapresiasi kerja sama antara OJK dengan kementerian dalam negeri dan instansi lainnya terkait program percepatan akses keuangan daerah melalui wadah TPAKD.

“Pembentukan Tim Percepatan akses keuangan Daerah diharapkan membantu mengurangi dan mencegah ketimpangan pembangunan di sektor perekonomian,” tuturnya.

TPAKD sebagai media bagi masyarakat dalam membuka akses keuangan yang lebih produktif, serta mengoptimalkan potensi sumber keuangan daerah bagi perkembangan sektor usaha UMKM .

“Kegiatan memberikan dampak positif bagi perubahan percepatan keuangan di Lombok Utara pada masa yang akan datang,” katanya.

Sinergi bersama dapat memperkuat kerja sama antara stakeholders industri jasa keuangan di daerah, dalam rangka membuka sekaligus mempercepat akses keuangan daerah
yang lebih produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA: Sembilan Besar PON XX, Menuju Lima Besar PON XXII

Acara dirangkaikan dengan pengukuhan Tim TPAKD KLU dan Penandatanganan MOU antara Bupati dengan Direktur Utama Bank NTB Syari’ah serta penyerahan award internal Bank NTB Syari’ah Tahun 2021.

@ng