Wagub NTB Ajak Tanam Pohon, Memulihkan Hutan yang Tergradasi

Memulihkan hutan yang terdegradasi nntuk mengembalikan ekosistem seperti semula dan menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengajak masyarakat  menghijaukan dan melestarikan serta mengembalikan fungsi hutan.

Salahsatu cara adalah dengan melakukan penanaman kembali pohon di kawasan hutan yang terdegradasi.

“Ayo, terus menanam, merestorasi hutan-hutan kita,”ajak Ummi Rohmi sapaan Wagub.

Upaya memulihkan hutan harus melibatkan seluruh komponen masyarakat     Wagub ajak peduli memulihkan hutan

Ajakan itu diungkapkannya saat  mengikuti pelaksanaan reboisasi di kawasan hutan Sekaroh, dalam rangkian kegiatan HUT ke-63 Provinsi NTB, Rabu (15/12/21) di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur.

Menurut Wagub, Kawasan hutan yang terdegradasi harus dipulihkan guna mengembalikan ekosistem seperti semula dan menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati di dalamnya.

BACA JUGA: Kado untuk NTB, Wagub Apresiasi Lobar Deklarasi ODF dan CTPS

“Menjaga dan lestarikan hutan sangat penting untuk masa depan kita, jangan sampai ada perambahan liar maupun eksploitasi hutan,” tambah Wagub.

Menurutnya, langkah seperti pengadaan bibit dan pemeliharaan persemaian, penanaman pohon dikawasan penghijauan hingga tumbuh besar, harus menjadi perhatian seluruh stakeholder dan komponen masyarakat.

Selain itu, penghijauan di kawasan hutan Sekaroh, harus terus didorong sebagai salah satu langkah penegakan hukum dan mendukung percepatan investasi hijau di kawasan hutan

“Kami bersama Pemda Lombok Timur, Dinas LHK Provinsi NTB dan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi NTB, mengawal dan terus mensuport penghijauan dikawasan hutan,” tegas alumni Doktor Universitas Negeri Jakarta.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir. H. Madani Mukarom, mengatakan, upaya melakukan reboisasi adalah ikhtiar mewujudkan NTB Hijau.

Dikatakannya, hutan lindung kawasan Sekaroh seluah 2.834 Hektar tersebut, memiliki fungsi ekologis dan klimatologis yang sangat penting untuk NTB.

Menurutnya, hutan sangat berperan sebagai penyimpan air tanah, mengatur tata air tanah, mencegah intrusi air laut, serta menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.

Selain itu, keanekaragaman hayati yang ada dalam hutan, merupakan  penyangga kesimbangan, perlindungan kehidupan, memelihara kesuburan tanah, proteksi daerah aliran sungai, pengendali erosi, penyimpang cadangan, penyerap Co2, dan pengendali oksigen (O2).

BACA JUGA:  Perokok Jadi Beban Negara, Cukai Rokok Naik 12 Persen

“Betapa pentingnya hutan ini, maka harus kita jaga dan rawat betul,” tuturnya.

Turut mendampingi Wagub, Asisten 1 Setda dan Kadis PMPTSP Provinsi NTB. Hadir pula pada kegiatan tersebut jajaran Pemkab Lotim, TNI/Polri dan sejumlah komunitas pecinta lingkungan.

Nano

 




Laut Flores Diguncang Gempabumi, Masyarakat Diminta Waspada

Gempabumi yang mengguncang laut Flores dengan magnitudo M=7,4, berpotensi tsunami dengan tingkat ancaman waspada  di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata

lombokjournal.com ~ Wilayah laut Flores diguncang gempa tektonik pada hari Selasa (14/12/21) pukul 10.20.23 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=7,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,59 LS dan 122,24 BT.

Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 km arah Barat Laut Kota Larantuka, NTT pada kedalaman 10 km.

Peta gempabumi di laut Flores

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno Masyarakat mengimbau tetap tenang.

“Tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbau Bambang seperti dilangsir dari rilis resmi BMKG di Jakarta, Selasa (14/12/21).

Bambang juga mengimbau, masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

“Bagi masyarakat di wilayah utara pantai di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata direkomendasikan tidak melakukan aktivitas di pesisir pantai dan tepian sungai,” pintanya.

BACA JUGA: Pembangunan KEK Mandalika, Bikin NTB Dilirik Dunia

Dijelaskannya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal, akibat adanya aktifitas sesar aktif di Laut Flores.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Adonara dan Lembata III – IV MMI.

Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Tambolaka, Waikabubak, Waingapu III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seperti truk melintas.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan, gempabumi ini  BERPOTENSI TSUNAMI, dengan tingkat ancaman WASPADA  di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata.  Hasil monitoring Tide Gauge menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 7 cm di Stasiun Tide Gauge Reo dan Marapokot, Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Sementara hasil monitoring BMKG  menunjukkan adanya 15 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan maksimum M=5,6.

BACA JUGA: Desa Tangguh Bencana, Dorong Masyarakat Gotong Royong Anisipasi Bencana

Masyarakat diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi , yakni:

Instagram/Twitter (@infoBMKG), website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android)

Nn

(sumber BMKG)

 




Memanfaatkan Limbah Batu Bara di PLTU Jadi Bahan Bangunan

Ditandatangani kerjasama Pemprov NTB dan PLN, untuk memanfaatkan limbah pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), untuk pembuatan bahan bangunan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB bersama dengan PT. PLN Unit Induk Wilayah NTB, menjalin kerjasama pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang merupakan limbah pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Wakil Gubenur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik langkah dan upaya progresif yang  dilakukan dalam rangka memanfaatkan produk  yang ada.

Wagub tanda tangani kerjasama dengan PLN pemanfaatan limbah batubara

“Awalnya FABA ini menjadi sampah, namun kedepan harus memiliki nilai,” kata Ummi Rohmi sapaannya, usai menandatangi MoU bersama General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran, Senin (13/12/2021) di RRU kantor Gubernur NTB.

Karena menurut Wagub Ummi Rohmi, hal tersebut sejalan dengan program Zero Waste di NTB. Termasuk Solusi untuk persoalan lingkungan.

Untuk itu, FABA yang dihasilkan dari limbah batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar PLTU tersebut, mampu menghasilkan 87 ton Fly Ash Bottom Ash per hari.

Maka harus mulai dipetakan dari hulu ke hilir, agar dapat terserap setiap hari. Agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Ke depan yang paling mungkin, digunakan untuk pembuatan paving block atau batu bata, karena semua orang butuh untuk membangun rumah, kantor dan lainnya,”ujar wanita kelahiran Lombok Timur ini.

Artinya, produksinya harus besar. Nah ini dapat memberdayakan dan bekerjasama GNE sebagai pengelolah.

Selain itu Wagub, mengingatkan bahwa semakin  ke depan, potensi sampah terbukti sebagai sumber daya.

“Masyarakat harus mulai mengubah pola pikirnya dari sekarang,” ajak wanita inspiratif NTB tersebut.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran menjelaskan, dari dua unit pembangkit PLTU PLN, yaitu PLTU Jeranjang dan PLTU Sumbawa Barat memiliki jumlah potensi pemanfaatan FABA sampai dengan 87 ton per hari atau sebanyak 2.600 ton/bulan.

Sehingga ditambahkannya, potensi FABA dapat dimanfaatkan juga untuk kebutuhan masyarakat NTB. Baik untuk membuat batako atau paving block, yang dapat digunakan membangun rumah, pengerasan gang atau jalan.

“Sudah kami rencanakan untuk sektor pariwisata, pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) dan juga pembangunan beberapa infrastruktur untuk provinsi NTB,” katanya.

Ia berharap kerjasama ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan di NTB.

Pada kesempatan tersebut ditandatangani pula perjanjian kerja sama antara PLN NTB dengan delapan Organisasi Perangkat Daerah Pemprov NTB, diantaranya Dinas Perkim, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dinas LKH, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Perindustrian, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, dan Dinas PUPR.

Mas

 

 

 




Ini Kontribusi Dunia Fashion untuk NTB Asri & Lestari

Dunia fashion NTB menyelenggarakan Festival Tenun Lombok Sumbawa 2021, bertema “Sustainable Fashion”, tujuannya agar kreativitas para pelaku industri di NTB berinovasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan, acara Lombok-Sumbawa Fest 2021 merupakan bagian dari kontribusi dunia fashion untuk program Zero Waste dalam NTB Asri-Lestari.

“Ini bagian dari kontribusi dunia fashion di NTB pada salah satu program Pemerintah Provinsi NTB, yaitu Zero Waste, NTB Asri-Lestari,” ungkap Bunda Niken.

Dunia Fashion berharap masyarakat suka produk lokal

Hj Niken mendukung upaya Dunia Fashion di NTB
Hj. Niken Saptarini Widyawati

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Festival Tenun Lombok Sumbawa, di Prime Park Hotel, Kota Mataram, Sabtu (11/12/21).

BACA JUGA: Kompetisi itu Tempat Lahirnya yang Kalah dan yang Menang

Kegiatan Festival Tenun Lombok Sumbawa 2021 mengangkat tema “Sustainable Fashion”, bertujuan meningkatkan kreativitas para pelaku industri di NTB untuk semakin berinovasi.

Terutama dalam memanfaatkan kain tenun sisa yang sejatinya masih bisa diubah menjadi pakaian-pakaian cantik.

Bunda Niken berharap, adanya kegiatan tersebut, fashion yang berkelanjutan dapat mulai dipahami masyarakat sehingga dapat diadopsi dan diterapkan dalam berbagai hal.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, fashion yang berkelanjutan dapat mulai dipahami oleh masyarakat NTB, akan mulai diadopsi dan juga diterapkan dalam berbagai hal,” harap Bunda Niken.

Hadir juga untuk mewakili Gubernur NTB, yaitu Asisten I Setda Provinsi NTB, Dr. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih.

Dalam acara tersebut ia berpesan agar masyarakat selalu mencintai produk lokal untuk mendukung tagline Bela Beli Produk Lokal Pemerintah Provinsi NTB.

“Kalau Indonesia punya tagline Bangga Buatan Indonesia, NTB juga melengkapi tagline tersebut dengan Bela Beli Produk Lokal. Tidak hanya bangga, tetapi juga harus membeli dan memakai produk-produk buatan sendiri,” jelasnya.

BACA JUGA: Perusahaan Jangan Hanya Cari Untung, Ini Peringatan Gubernur

Turut hadir dalam acara tersebut, yaitu Ketua DPRD Provinsi NTB, Ketua Dekranasda Kab/Kota se-NTB, dan beberapa Kepala OPD Provinsi NTB.

Mas

 




Perusahaan Jangan Hanya Cari Untung, Ini Peringatan Gubernur

Perusahaan memang untuk mencari untung, tapi juga harus mementingkan kesejateraan seluruh stakeholder di dalamnya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perusahaan bisa berumur panjang dan penuh berkah, yaitu perusahaan yang tidak hanya mencari profit/keuntungan saja, tapi harus pentingkan kesejahteraan sosial baik itu bagi pegawai dan masyarakat sekitarnya.

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menyampaikan sambutan pada Musda III Forum CSR NTB di Hotel SAME, Sabtu (11/12/21).

Mengingatkan perusahaan pentingnya kesejahteraan sosial
Gubernur H Zukieflimansyah

“Keuntungan/profit itu seperti oksigen. Perusahaan membutuhkannya untuk bertahan hidup, tetapi jika kita berpikir bahwa oksigen adalah tujuan hidup, maka perusahaan tersebut kehilangan sesuatu,” ungkap Gubernur Zul.

Bang Zul sapaan akrabnya  menyampaikan, Forum CSR ini adalah ajang merakit ekosistem perusahaan-perusahaan bersama di NTB, baik itu BUMN,BUMD dan UMKM.

BACA JUGA: Kompetisi itu Tempat Lahirnya yang Kalah dan yang Menang

Tidak hanya untuk kepentingan perusahaan itu sendiri namun kesejahteraan bagi seluruh stakeholder di dalamnya.

Gubbernur mengingatkan, jika forum CSR tidak hanya ajang berkumpul dam mementingkan keuntungan, namun melihat kesejahteraan sosial, niscaya forum ini berumur panjang.

“Perusahaan juga berumur panjang dan tidak lupa masyarakatnya juga akan mendapatkan berkahnya juga,” ungkap gubernur.

Bersama para pimpinan perusahaan yang tergabung dalam FORUM CSR

Sebelumnya, Pjs. Ketua Forum CSR NTB H.Irzani M.Si menjelaskan, Forum CSR ini merupakan organisasi profesi yang juga menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi NTB.

Selain itu juga mitra berbagai kalangan, baik Dunia Usaha, BUMN, BUMD, hingga UMKM yang dibentuk sebagai sebuah forum untuk meningkatkan kepedulian, kemampuan, dan tanggung jawab dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Dalam Forum CSR ini mari kita bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi guna mengurangi dampak dan masalah kesejahteraan sosial, dan tetntunya untuk mewujudkan NTB Gemilang,“ ungkap salah satu Komisaris ITDC.

BACA JUGA: Budidaya Madu Trigona, Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Kegiatan tersebut, dihadiri bebrapa pimpinan BUMN, BUMD dan UMKM.

Kegiatan diakhiri dengan pembagian secara simbolis 1000 paket sembako untuk kaum dhuafa yang secara langsung diserahakan oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkifliemansyah.

Mas

 




Budidaya Madu Trigona, Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Kerjasama LAZNAS BSM dengan lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), yang membantu 400 unit perlengkapan budidaya madu dengan 4O pelaku, membantu pemulihan ekonomi

DANGIANG,KLU.lombokjournal.com ~  Bupati Djohan Sjamsu melaunching budidaya Madu Trigona,  di Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Jum’at (10/12/21).

Budidaya Madu Trigona tersebut merupakan program kerjasama antara LAZNAS BSM dengan lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), yang memberikan bantuan 400 unit perlengkapan untuk budidaya Madu Trigona degan 40 pelaku budidaya sebagai langkah awal.

budidaya Madu trigona untuk pemulihan ekonomi produk madu trigona diharapkan jadi pemuihan ekonomi

Djohan Syamsu menyampaikan apresiasinya kepada pergerakan budidaya Madu Trigona Desa Dangiang yang dinilai positif, guna pemulihan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Musdes Sambik Bangkol Menetapkan Calon Pilkades PAW

Disampaikan bupati, pergerakan-pergerakan positif khususnya dalam bidang pertanian membantu Pemerintah mewujudkan peningkatan perekonomian daerah.

Tercatat, sektor pertanian Kabupaten Lombok Utara sangat berdaya saing tinggi hingga kancah nasional.

Terkait budidaya Madu Trigona, bupati mnghimbau agar masyarakat Dangiang konsisten melakkan budidaya.

“Kita kembali ke pertanian untuk memulihkan ekonomi kita. Sektor pertanian sangat berperan penting dalam peningkatan pembangunan daerah kita.” kata Bupati Djohan.

Kemudian disampaikan, budidaya Madu Trigona tersebut merupakan inovasi yang diharapakan dapat memotivasi generasi muda, dalam meningkatkan perkembangan perekonomian masyarakat secara individu maupun kelompok.

Bupati Djohan mengharapkan juga bagi generasi muda untuk tidak malu menggeluti bidang pertanian.

Sebab sektor pertanian terbilang lebih berpeluang meningkatkan strata ekonomi masyarakat.

Budidaya Madu Trigona terbilang mudah dalam pelaksanaannya, akan tetapi masih sedikit yang konsisten mengembagkan budidaaya madu itu.

Bupati Djohan Syamsu menghimbau agar para pelaku budidaya Madu Trigona serius dan konsisten melakukan budidaya tersebut.

Kemudian ditekankan juga agar lebih kreatif dalam mengemas produk dalam penjualan Madu Trigona nantinya.

BACA JUGA: Edukasi Keamanan Pangan yang Jadi Bahan Konsumsi

“Mari kita semua sungguh-sungguh dalam melakukan budidaya Madu Trigona, semoga bisa masuk ke pasar ekspor nantinya. Silahkan dijual mahal tapi dikemas lebih baik dan madunya harus original, jangan dicampur.” tutup Bupati Djohan.

Tampak hadir dalam peluncuran budidaya madu itu, Camat Kayangan, Kapolsek Kayangan, dan Kepala Dinas Pertanian Lombok Utara.

Han

 




Wagub Apresiasi 26 OPD Informatif di Pemprov NTB

Pengertian OPD Informatif itu berarti, seperti dikatakan Ummi Rohmi, semua yang dilakukan diketahui masyarakat. Masyarakat paham sehingga bisa berkomunikasi dua arah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sebanyak 26 perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  masuk dalam kategori informatif.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengapresiasi perangkat daerah yang masuk dalam kategori informative itu.

Wagub mengapresiasi OPD Informatif
Wagub Hj Sitti Rohmi

Hal tersebut diungkapkan wagub saat menghadiri acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Provinsi NTB 2021, di Hotel Grand Legi Mataram, Kamis (09/12/21).

Wagub mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada seluruh OPD yang bekerja keras, menapai progress luar biasa dari waktu ke waktu.

Perangkat daerah yang informatif itu, seperti yang diungkapkan wagub.

BACA JUGA: Edukasi Keamanan Pangan yang Jadi Bahan Konsumsi

“Kita ingin semua yang kita lakukan dapat diketahui masyarakat. Masyarakat paham sehingga kita akan terus berkomunikasi dua arah dengan mereka,” jelas Ummi Rohmi sapaan akrabnya.

Acara Keterbukaan Informasi Publik merupakan anugerah kepada Badan Publik di Provinsi NTB. Khususnya dalam menjalankan amanat Undang-undang dan regulasi terkait Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi (KI) NTB.

Sebagai informasi pada tahun 2021, dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi oleh KI NTB terjadi peningkatan Badan Publik informatif.

Pada tahun 2019, Badan Publik yang tergolong informatif sebesar 26 persen, pada tahun 2020 meningkat menjadi 36 persen, kemudian tahun 2021 juga terjadi peningkatan menjadi sebesar 56 persen.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB, Suaeb Quri.

“Di tahun 2021 ini, Alhamdulillah penganugerahan keterbukaan informasi KI Provinsi NTB mengalami peningkatan kenaikan Perangkat Daerah informatif. Di tahun 2019 26 persen, 2020 36 persen dan 2021 56 persen informatif,” jelas Suaeb.

Seluruh Perangkat Daerah di NTB mendapat pujian, meskipun di tengah pandemi Covid-19 tetap bekerja keras membantu PPID.

BACA JUGA: Gerak Cepat Gubernur Zul Tindaklanjuti Banjir di Dompu

Sehingga terjadi kenaikan jumlah OPD di NTB yang tergolong informatif, dari yang awalnya 16 OPD pada tahun 2020, kini mengalami kenaikan sebanyak 26 OPD di tahun 2021.

“Kami bangga walaupun di tengah Covid-19, para bupati, wakil bupati, khususnya Kepala OPD di NTB tetap mau bekerja dan membantu PPID-nya, sehingga 26 OPD informatif dari yang dulunya hanya 16, luar biasa,” puji Suaeb.

Wagub Ummi Rohmi juga berpesan kepada seluruh OPD di Provinsi NTB, agar selalu informatif, mengingat keterbukaan informasi merupakan hal terpenting sebagai transparansi informasi kepada masyarakat.

“Semua OPD di Pemprov wajib informatif dan berkomunikasi dengan masyarakat 24 jam, karena keterbukaan informasi adalah hal yang terpenting,” tutur Ummi Rohmi.

Nn

 




Gerak Cepat Gubernur Zul Tindaklanjuti Banjir di Dompu

Saat meninjau lokasi banjir di Dompu, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati karena curah hujan yang masih tinggi

DOMPU.lombokjournal.com ~ Lokasi terdampak banjir di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu dikunjungi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah

Kunjungan itu dilakukan Bang Zul bertujuan agar dapat menindaklanjuti dan menyelesaikan masalah yang ada di lokasi.

Bersama Bupati Dompu kunjungi loasi banjir

Bersama masyarakat yang terdampak banjir

“Langsung ke lapangan bukan hanya kita akan melihat secara langsung, tapi bisa sekaligus memutuskan dan menyelesaikan masalah saat itu juga,” pungkas Bang Zul.

Hal itu dikatakannya saat meninjau masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Kilo, Kab. Dompu, Rabu (08/12/21).

BACA JUGA: Korban Jiwa Bencana Banjir di Batu Layar Terima Santunan

Bang Zul menghimbau masyarakat lebih hati-hati dengan curah hujan yang masih tinggi.

“Banjir merata menyapa banyak daerah di seluruh Indonesia. Kita di NTB hrs terus waspada karena hari-hari ke depan curah hujan masih tetap tinggi,” ungkapnya.

Kujungan Gubernur Zul itu didampingi Bupati Dompu, Kader Jaelani meninjau ke beberapa titik daerah yang terdampak banjir.

Bang Zul memberikan bantuan dan membuka jalan yang menghalangi air mengalir yang terlah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya.

Selain itu, Bang Zul juga memberikan salah satu solusi alternatif untuk penghijauan hutan-hutan yang telah gundul di  Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, dengan menanami sayur kelor.

“Bibit kelor cepat menghasilkan dan harga jualnya pun sangat bagus, Pembelinya juga sudah ada, dan kelor yang di tanam tetap memungkinkan utnuk jagung juga bersamaan di tanam,” tutur Bang Zul.

BACA JUGA: Peningkatan Curah Hujan, Ada Faktor Lain Selain La Nina

Pada kesempatan yang sama, Bang Zul mengatakan bahwa Pemerintah melakukan penanaman kembali dan reboisasi. Banyak bibit buah yang telah ditanam, namun hasilnya tidak efektif karena membutuhkan waktu yang lama.

“Masyarakat tak bisa lagi di ajar berlama-lama dengan bermacam teori, tapi tak menyediakan solusi alternatif yang segera,” katanya.

Solusi yang instan mereka bisa rasakan dan nikmati, tegas guberur.

Mas

 




Wagub Tinjau Lokasi Bencana Banjir dan Longsor di Lobar

Dengan kesiapan menerapkan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), berarti masyarakat di tiap desa menyadari potensi bencana yang ada di sekitarnya.

LOBAR.lombokjournal.com ~ Semua desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) harus siap menerapkan program unggulan NTB Gemilang, yaitu Desa Tangguh Bencana (DESTANA).

 Hal itu dikatakan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah usai mengunjungi lokasi terdampak banjir dan longsor di tiga desa, Selasa (07/12/21).

Wagub enyampaikan bantuan masyarakat yang terdampak bencana Wagub saat meninjau bencana banjir dan tanah longsor di Lobar

Lokasi yang ditijau yaitu di Desa Batu layar Utara Kec. Batulayar, Desa Kekait Daye dan BTN Bayangkara Desa Ranjok, Gunung sari, Kabupaten Lombok barat.

Akibat hujan deras sejak Senin (06/12) dini hari hingga pagi,  menyebabkan banyaknya korban dan rusaknya berbagai infrastruktur.

BACA JUGA: Hujan Deras Hingga Pagi, Waspada Luapan Air dan Longsor

Wagub mengatakan, maksud dari Desa Tangguh Bencana, yaitu menyadari potensi bencana yang ada di sekitarnya.

“Sehingga siap-siap dan paham apa yang harus dilakukan. Dan itu harus skala desa dan ini yang sedang kita perjuangkan sekarang,” tutur Ummi Rohmi.

DESTANA adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi, dan menghadapi ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.

Perlunya kesadaran masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal, tidak boleh ilegal logging, dan soal sampah harus dikelola dengan baik.

“Contoh misalnya kita punya rumah di pesisir hutan, karakteristik bencana seperti banjir, longsor dan sebagainya, sehingga kita harus memastikan kondisi hutannya tidak boleh gundul, posisi rumah juga harus diperhatikan,” jelas Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga meninjau langsung kondisi warga yang telah dievakuasi di pengungsian.

“Anak-anak kita alhamdulillah terlihat bahagia, karena mereka masih anak-anak belum tau apa-apa ya.. yang terpenting mereka tidak terpengaruh mentalnya dan tetap semangat,” tuturnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat merilis data sementara, Selasa (07/12) korban terdampak banjir di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 5.399 KK dan di Kota Bima sebanyak 5.457 KK.

BACA JUGA: Peningkatan Curah Hujan, Ada Faktor Lain Selain La Nina

Pemprov NTB juga telah mendistribusikan bantuan di 3 Kabupaten/Kota terdampak bencana banjir dan longsor.

Bantuan berupa bantuan makanan siap saji, matras tempat tidur, terpal atau tenda, selimut, paket sandang dan kebutuhan lainnya di lokasi yang terdampak.

Nn

 




Hujan Deras Hingga Pagi, Waspada Luapan Air dan Longsor

Hujan deras sejak malam hingga pagi, menyebabkan terjadi luapan air di jalan simpang empat Gunung Sari dan beberapa titik lainnya ke arah Senggigi, dan dari Senggigi menuju Lombok Utara. Di Pusuk ada gejala akan longsor

MATARAM.lombokjournal ~ Tingginya intensitas curah hujan sejak kemarin hingga pagi, Senin (06/12/21), beberapa tempat mengalami luapan air, baik genangan maupun yang berasal dari luapan air sungai.

hujan eras yang turun mulai malam hingga pagi membuat komplek perumahan terendam air

Di Perumahan Bhayangkara Residence di Ranjok, Guunung Sari, Lombok Barat, tempat tinggal warga yang letaknya bagian bawah, yang tahun lalu terendam luapan sungai, sejak pagi tadi mengalami banjir serupa.

Kawasan sekitar Batu Layar terendam air, sehingga beberapa karyawan yang hendak berangkat kerja ke Tanjung (KLU)  yang menghindari jalur Pusuk yang kerap terjadi longsor, menempuh jalur Senggigi tapi terjadi kemacetan pajang.

BACA JUGA: Tim Reaksi Cepat BPBD NTB Bantu Evakuasi Banjir

Untuk diketahui, di beberapa titik luapan terjadi di jalan simpang empat Gunung Sari ke arah Senggigi dan dari Senggigi menuju Lombok Utara. Sementara di Pusuk gejala akan ada longsor akibat tingginya curah hujan

BACA JUGA: Dialog Persiapan Santong Jadi Desa Wisata, Ini Kendalanya

Dari kabar yang beredar melalui wahatsupp (WA), mulai Batu Layar Tanak Embet, dan Kekeri air sudah masuk rumah warga, di wilayah Gunung Sari intensitas hujan cukup besar.

Masyarakat diminta waspada di pantai Kuranji sebab sejak tadi malam sudah masuk rumah warga bersamaan naiknya rob dari laut,

Selanjutnya wilayah Lembar sampai Sekotong agar siaga karena banjir dan longsor yang terjadi di Buwun Mas.

Untuk Lombok Utara ( KLU), yang harus diwaspadai adalah kawasan Pusuk. Pihak BPBD NTB sendiri sudah memerintahkan pemantauan sekitar aliran Sungai Pusuk, karena sedang banjir disertai lumpur bekas pengerukan jalan pusuk. Perlu diwaspadai kalau air mulai masuk ke pemukiman warga.

Sedang di wilayah Pemenang sudah mulai banjir sekitar Dusun Telagawareng, Pemenang Barat.

Untuk Kota Mataram, bila siang hari terus hujan deras, maka wilayah Turida, Sweta, Babakan, Abian Tubuh, Pagutan sampai Sekarbela harus siaga. Selanjutnya sepanjang pantai Pondok Perasi, Bintaro dan Tanjung Karang sampai Mapak perlu mewaspadai air hujan disertai rob yang naik dari laut.

Lombok Tengah waspadai wilayah selatan dan kemungkinan longsor di bagian utara Batu Kliang.

Lombok Timur, mulai wilayah Gunung Malang, labuhan Lombok Pringgabaya sejak kemarin banjir, dan wilayah Sambelia gar mewaspadai air hujan yang turun deras dari atas perbukitan.

Kabar dari pulau Sumbawa, walaupun sampai pagi laporan masih landai, karena sejak Minggu sore sempat terjadi banjir di wilayah Desa Lito, Moyo Hulu, serta kondisi KSB, Dompu, kota Bima dan Kab. Bima tetap waspada, karena kondisi sedang hujan.

Nn/@ng