Lapangan Kerja Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Pesantren

Zoom Meeting membahas kebutuhan lapangan kerja, seorang muslim wajib memiliki etos kerja dan mentalitas profesional 

MATARAM.LombokJourmal.com ~ Tantangan dunia dan lapangan kerja yang semakin kompetitif di era modern dinilai menuntut mahasiswa perguruan tinggi pesantren untuk tidak hanya mengandalkan keilmuan agama. 

Tak kalah pentingnya juga membangun mentalitas, karakter kepemimpinan, dan kompetensi profesional yang kuat agar mampu bersaing di lapangan kerja.

BACA JUGA :  Hardiknas; Mengenal Pelaku Transformasi Pendidikan

Pesan itu mengemuka dalam Webinar Nasional bertema “Leadership: Membangun Mentalitas Siap Kerja bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Pesantren dalam Memasuki Lapangan Kerja” yang digelar oleh STIS Darul Falah Pagutan, Mataram, NTB,  Sabtu (16/05/26) Via Zoomeeting Webinar Ilmiah . 

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa eksekutif STIS Darul Falah serta peserta umum dari berbagai daerah, dengan Kevin Era Azzura bertindak sebagai moderator.

Dr. Muhammad Arifin, M.Pd

Tampil sebagai Keynote Speaker, Dr. Muhammad Arifin, M.Pd, Wakil Ketua I STIS Darul Falah. Ditegaskannya, terkait lapangan kerja sebenarnya mahasiswa perguruan tinggi pesantren memiliki keunggulan komparatif yang luar biasa dibanding lulusan perguruan tinggi pada umumnya.

“Nilai-nilai yang ditanamkan pesantren, kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, dan spiritualitas — adalah fondasi karakter pemimpin sejati yang justru paling dicari dunia kerja saat ini. Masalahnya, kita belum cukup percaya diri untuk menunjukkan itu,” ujarnya.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 105:

اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ

“Bekerjalah kamu, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu.”

BACA JUGA ;  Hardiknas; Gubernur Tekankan Kualitas Pendidikan

Menurutnya, ayat tersebut adalah landasan teologis yang paling kuat mengapa seorang muslim wajib memiliki etos kerja dan mentalitas profesional yang tinggi. Ini yang dibutuhkan dalam lapangan kerja

Bekerja dengan sungguh-sungguh, menurutnya, adalah bentuk ibadah yang disaksikan langsung oleh Allah SWT..

Mentalitas Siap Kerja

Dr. Muhammad Arifin juga memaparkan lima mentalitas siap kerja yang harus dibangun mahasiswa pesantren, yaitu growth mindset, akuntabilitas, resiliensi, komunikasi efektif, serta inisiatif dan proaktivitas. 

Ia menekankan bahwa sifat utama Rasulullah SAW, shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah adalah blueprint kepemimpinan paling sempurna yang relevan hingga hari ini.

“Jangan rendah diri dengan latar belakang pesantren kalian. Itu bukan kelemahan, itu keunggulan yang belum kalian sadari sepenuhnya,” tegasnya. 

Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Abdullah, M.Pd, Dosen Universitas Nurul Jadid Paiton, Jawa Timur, sebagai Narasumber pertama. Ia menyoroti pentingnya penguatan kompetensi abad 21 bagi mahasiswa pesantren, khususnya kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kecerdasan emosional.

Menurutnya, kesenjangan antara lulusan dan kebutuhan industri bukan semata soal kemampuan teknis, melainkan lebih banyak disebabkan oleh lemahnya soft skills dan kesiapan mental.

“Data menunjukkan bahwa mayoritas kegagalan di dunia kerja bukan karena tidak kompeten secara teknis, tetapi karena tidak mampu beradaptasi, tidak bisa bekerja dalam tim, dan mudah menyerah saat menghadapi tekanan,” paparnya.

Dr. Abdullah menegaskan bahwa mentalitas siap kerja dapat dibentuk melalui beberapa hal konkret, seperti meningkatkan keterampilan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, manajemen waktu, kerja tim, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.

“Semua keterampilan itu tidak datang dengan sendirinya. Ia harus dilatih, diasah, dan dibiasakan sejak di bangku kuliah,” ujarnya.

Pesantren dan Kepemimpinan

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengalaman organisasi, pelatihan kepemimpinan, magang, dan kegiatan sosial juga memiliki peran yang sangat strategis dalam membantu mahasiswa memahami tantangan dunia kerja secara nyata bukan sekadar teori di dalam kelas.

“Mahasiswa yang aktif berorganisasi dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial akan memiliki kepekaan, ketangguhan, dan kematangan yang jauh lebih tinggi dibanding mereka yang hanya duduk mendengarkan kuliah,” tegasnya.

BACA JUGA  ;  Perlawanan Sebagai Bahasa Kebudayaan

Ia menutup pemaparannya dengan menekankan bahwa dengan kemampuan leadership yang baik, mahasiswa perguruan tinggi pesantren diharapkan mampu menjadi pribadi yang profesional, percaya diri, mandiri, dan memiliki integritas tinggi.

Hal itu, menurutnya, akan membantu mereka lebih siap memasuki lapangan kerja serta mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia profesional.

“Pesantren sudah memberi kalian karakter. Kini tugas kalian adalah melengkapinya dengan kompetensi dan keberanian untuk tampil di panggung dunia,” pungkasnya.

Narasumber kedua, Dr. Fathorrahman, M.Pd, Direktur Pascasarjana Institut Kariman Wirayudha Madura, Jawa Timur, membawakan perspektif yang mendalam tentang hakikat manusia sebagai pemimpin di bumi dalam kaitannya dengan kesiapan memasuki dunia kerja.

Ia membuka pemaparannya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 30:

إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”

Menurutnya, ayat ini adalah deklarasi Allah SWT atas kedudukan mulia manusia sebagai pemimpin di muka bumi. 

Bukan pemimpin dalam arti sempit yang hanya duduk di kursi jabatan, melainkan pemimpin dalam makna yang paling hakiki yaitu setiap manusia yang mampu mengelola dirinya, memberikan manfaat bagi lingkungannya, dan mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Sebelum memimpin orang lain, seorang khalifah harus mampu memimpin dirinya sendiri. Itulah inti dari mentalitas siap kerja yang sesungguhnya,” tegasnya.

Dr. Fathorrahman menjelaskan bahwa konsep khalifah mengandung tiga tanggung jawab besar yang sangat relevan dengan dunia kerja.

Pertama, tanggung jawab intelektual manusia dibekali akal untuk berpikir, memecahkan masalah, dan berinovasi. Kedua, tanggung jawab moral setiap pekerjaan dan keputusan harus dilandasi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Ketiga, tanggung jawab sosial hasil kerja seorang khalifah harus memberi kemaslahatan, bukan sekadar keuntungan pribadi.

“Mahasiswa pesantren adalah calon-calon khalifah yang paling siap. Kalian sudah ditempa ilmu agama, dilatih akhlak, dan dididik untuk melayani. Kini saatnya kalian melangkah ke dunia lapangan kerja dan buktikan bahwa khalifah yang sesungguhnya hadir dari rahim pesantren,” ujarnya dengan penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan pesantren dengan dunia industri dan pemerintahan guna membuka lebih banyak pintu peluang kerja bagi lulusan.

“Perguruan tinggi pesantren harus berani keluar dari zona nyaman dan membangun kemitraan strategis dengan berbagai sektor. Potensi jaringan alumni pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia adalah modal sosial yang luar biasa dan belum dioptimalkan secara maksimal,” pungkasnya.

Webinar ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembangkit semangat bagi para mahasiswa bahwa jalan menuju dunia kerja bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebuah medan pengabdian yang harus dimasuki dengan persiapan matang, mentalitas kuat, dan keyakinan penuh.

Melalui kegiatan ini, STIS Darul Falah Pagutan berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi pemimpin muda dari rahim pesantren yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga unggul, kompeten, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan zaman. AR

 




Hardiknas; Mengenal Pelaku Transformasi Pendidikan 

Pada momentem Hardiknas, DR Muhammad Arifin menegaskan, pendidikan harus mampu mencetak lulusan yang maju, kompetitif, dan inovatif

MATARAM.LombokJournal.comHari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei bukan sekadar seremoni tahunan untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara. 

Lebih dari itu, momentum Hardiknas merupakan alarm bagi bangsa Indonesia untuk terus menghidupkan api literasi dan karakter di tengah gempuran modernitas. 

BACA JUGA  :  Inovasi Mahasiswa, Bikin Mesin Pengiris Tempe Tenaga Surya

, Esensi filosofi “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” sejatinya sedang diuji: sejauh mana institusi pendidikan mampu mencetak individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian sosial yang nyata.

Di tengah transformasi besar dunia pendidikan, muncul sosok-sosok inspiratif yang menjadi representasi nyata dari semangat Hardiknas tersebut. 

Salah satunya adalah Dr. Muhamad Arifin, S.Pd, M.Pd, seorang akademisi muda asal Banyumulek, Nusa Tenggara Barat. Perjalanan hidupnya mencerminkan bahwa pendidikan adalah tangga eskalasi sosial yang inklusif. Memulai langkah dari SDN 05 Banyumulek hingga menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram, Arifin membuktikan bahwa latar belakang santri bukanlah penghalang untuk meraih puncak akademik. 

BACA JUGA : Anak-anak Tak Bisa Bebas Bermedia Sosial

Melalui program beasiswa 5000 Doktor dari Kementerian Agama Republik Indonesia, ia berhasil meraih gelar Doktor (S3) di IAIN Jember pada usia 30 tahun dengan predikat cumlaude, sebuah pencapaian yang menegaskan bahwa kerja keras dan dukungan negara dapat melahirkan intelektual muda yang mumpuni.

Namun, bagi pria kelahiran 31 Desember 1990 ini, gelar doktor bukanlah tujuan akhir, melainkan alat pengabdian. Sebagai Wakil Ketua I Bidang Akademik di STIS Darul Falah Pagutan Mataram, ia memegang teguh amanah gurunya, Al Mursyid Abuya TGH. Muammar Arafat, SH,MH, yang berpesan:

“Seberapapun tinggi ilmu yang kau raih dan seberapapun jauh langkahmu melangkah, jangan pernah lupakan akar yang telah menumbuhkanmu tetaplah mengabdi dan mengajar, walaupun hanya sebagai guru ngaji di TPQ, karena di sinilah keberkahan sesungguhnya” 

Nilai inilah yang ia ejawantahkan melalui pendirian Yayasan Ma’rifatul Falah pada 2017. Yayasan ini menjadi kawah candradimuka bagi masyarakat melalui berbagai lembaga seperti Madrasah Diniyyah, TK Berbasis Pesantren, Tahfiz al Quran, Majlis Ta’lim hingga Sekolah Literasi. Fokusnya jelas, Pendidikan sejatinya merupakan medan pengabdian yang berorientasi pada transformasi moral dan peningkatan kualitas spiritual umat. 

Sehingga setiap upaya edukatif yang dilakukan secara konsisten dan ikhlas akan berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter serta ketinggian akhlak generasi penerus bangsa.

Dedikasi Arifin tidak hanya berhenti pada ranah praktis, tetapi juga tertuang dalam berbagai karya tulis dan jurnal ilmiah. Sebagai akademisi produktif, ia telah melahirkan berbagai pemikiran yang menitikberatkan pada integrasi pendidikan Islam dan manajemen modern. 

Beberapa karya dan publikasinya meliputi kajian tentang manajemen pendidikan Islam, tentang kepemimpinan kiai pesantren, manajemen masjid, manajemen konflik dalam rumah tangga dan beberapa karya lainya. Kiprahnya sebagai invited speaker dan presenter di mancanegara seperti di UPM Malaysia, Fatoni University Thailand, hingga Kolej Islam Teknologi Antar Bangsa membuktikan bahwa pemikiran lokal berbasis pesantren mampu bersaing dan diakui di panggung internasional.

BACA JUGA : Perlawanan Sebagai Bahasa Kebudayaan

Selain aktif menulis, doktor muda ini juga mengemban tanggung jawab strategis sebagai Asesor PPG Nasional Kemendikbudristek RI. Di organisasi, ia mengabdi sebagai Sekretaris harian Ikatan Alumni Darul Falah (IKADAFA), Ketua Tanfidziyah MWC NU Kediri Lombok Barat, serta Sekretaris Perkumpulan Dosen dan Peneliti Indonesia (PDPI) NTB. 

Sinergi antara literasi kitab kuning (kutubutturats) dan Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK) yang ia usung menjadi kunci bagi kemajuan hukum Islam di Indonesia.

Melalui refleksi Hardiknas ini, kita diingatkan bahwa masa depan pendidikan Indonesia terletak pada integrasi antara kecerdasan akademis dan ketulusan pengabdian. 

Harapan Dr. Muhamad Arifin agar STIS Darul Falah menjadi “mercusuar” di daerah pulau seribu masjid adalah simbol optimisme kolektif kita semua. Pendidikan harus mampu mencetak lulusan yang maju, kompetitif, dan inovatif.

Namun tetap memiliki akar moral yang kuat untuk menyelamatkan umat di dunia dan akhirat. Inilah sejatinya makna kemerdekaan belajar: menjadi manusia yang berilmu, berdaya, dan bermanfaat bagi sesama.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026   

“Narasi Tanpa Batas”. (*)

 

 




NTB Jadi Daerah yang Business Friendly

Para pelaku bisnis memberikan pandangannya terkait perekonomian NTB,dan pertumbuhannya 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat ( NTB), Haji  Lalu Muhammad Iqbal atau Gubernur Iqbal ingin menjadikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sebagai pemerintah yang bergaya corporative government. 

NTB diharapkan menjadi daerah yang ramah pada komunitas ekonomi dan bersahabat dengan pertumbuhannya. 

BACA JUGA : Toleransi Diperkuat pada Perayaan Idhul Fitri – Nyepi 2026

“Kami ingin menjadi pemerintah yang diurus bergaya corporative government agar tuning dan selaras dengan kalangan bisnis”, ujar Gubernur Iqbal.

Hal itu diungkapkannya saat buka puasa bersama pemangku kepentingan ekonomi dan pelaku bisnis di Pendopo, Senin (16/03/26). 

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi siap menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. Dirinya menyebut saat awal 2025, pemerintah mengakui banyak rencana pembangunan yang belum sesuai dengan rencana bisnis. 

“Jika kebutuhannya revisi rencana pembangunan maka kita akan proaktif memberikan dukungan  pada investasi,” tegasnya. 

BACA JUGA : Desa Berdaya Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Gubernur Iqbal berharap dalam kegiatan ini para pelaku bisnis dapat memberikan pandangannya terkait perekonomian NTB,dan pertumbuhannya sebagai upaya perbaikan dan peningkatan. 

Dirinya menyebut, benchmark RPJMD dengan visi misi Makmur Mendunia sebelum direvisi mengacu pada pertumbuhan 5,3 persen pada September 2024.

Sehingga Pemprov menetapkan target pertumbuhan 0,7 persen yang dinaikkan menjadi 6 persen di tahun 2025.

Sayangnya, crash yang terjadi di awal pemerintahan Iqbal Dinda disebabkan karena take off dari angka pertumbuhan minus 1,47 persen bukan 5,3 persen sesuai benchmark.

Namun demikian berakhir dengan angka pertumbuhan 3,22 persen di tahun itu. 

Gubernur Iqbal mengingatkan, dari perspektif target 6 persen, pertumbuhan gagal dicapai namun dari perspektif target kenaikan dari 0,70 naik 4,69 dalam kurun waktu setahun. 

“Mudah mudahan momentum kenaikan ini bisa sama sama kita jaga di tahun ini dengan target diatas 6 persen dengan tantangan faktor ekonomi global, nasional dan daerah,” pungkasnya. 

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Tinjau Pergerakan Penumpang di BIZAM

Acara Buka Bersama yang diinisiasi Biro Ekonomi Pemprov NTB dihadiri pemangku kepentingan ekonomi, pelaku bisnis dan investor. jmy/her/kominfotikntb

 




Toleransi Diperkuat pada Perayaan Idul Fitri-Nyepi 2026

Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menghadirkan contoh nyata toleransi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu yang berdekatan dengan malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri umat Islam,menjadi tantangan dalam perkuat toleransi umat beragama.

NTB sejak lama dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi
Gubernur NTB, mIQ iQBAL

Mengingat kedekatan waktu perayaan keagamaan itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) , Lalu Muhamad Iqbal melakukan rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Tinjau Pergerakana penumpang di BIAM

Selain itu juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (16/03/26).

Rakor tersebut digelar untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan aman, tertib, dan tetap mencerminkan upaya perkuat toleransi masyarakat NTB.

Gubernur Iqbal menegaskan, secara umum situasi keamanan dan kerukunan masyarakat di NTB dalam kondisi kondusif. Meski demikian tetap perlu dilakukan langkah antisipatif karena dinamika yang terjadi di daerah lain dapat mempengaruhi psikologi masyarakat.

“NTB sejak lama dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Kita ingin memastikan bahwa perayaan dua hari besar keagamaan ini justru menjadi momentum untuk menunjukkan wajah kerukunan dan kebersamaan masyarakat NTB,” ujar Gubernur.

Menurutnya, pengamanan dan pengelolaan kegiatan keagamaan tersebut merupakan tanggung jawab seluruh pihak, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, maupun masyarakat.

Dalam rakor tersebut, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menghadirkan contoh nyata toleransi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Salah satu contoh yang disepakati adalah penghentian sementara musik atau sound system pawai ogoh-ogoh ketika waktu adzan tiba. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada umat Islam yang sedang menunaikan ibadah.

BACA JUGA : Pelabuhan Lembar : Arus Kedatangan Meningkat 20 persen 

Sebaliknya, ketika kegiatan pawai takbiran melintasi kawasan permukiman umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian, peserta takbiran juga diimbau tidak menggunakan pengeras suara berlebihan.

“Kita ingin toleransi itu tidak hanya menjadi slogan, tetapi terlihat nyata dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Timeline Perayaan Keagamaan

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan timeline pelaksanaan kegiatan keagamaan, yaitu:

  • 18 Maret: Pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi
  • 19 Maret: Hari Raya Nyepi (Catur Brata Penyepian)
  • 19 atau 20 Maret malam: Pawai takbiran menjelang Idul Fitri
  • 20 Maret: Idul Fitri bagi warga Muhammadiyah, dan
  • 21 Maret: Kemungkinan  Idul Fitri Fitri sesuai hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.

Karena sebagian wilayah di NTB belum terbiasa dengan tradisi ogoh-ogoh, terutama di beberapa kawasan di Pulau Sumbawa, Gubernur meminta agar dilakukan sosialisasi dan pengamanan yang lebih intensif.

Dalam rapat tersebut, unsur Forkopimda juga menyoroti munculnya sejumlah narasi di media sosial yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kabinda NTB mengingatkan bahwa sejumlah narasi yang berkembang di media sosial terkait dinamika perayaan keagamaan di daerah lain berpotensi memicu sentimen negatif jika tidak disikapi secara bijak.

Karena itu, Gubernur Miq Iqbal menekankan pentingnya mengimbangi narasi negatif dengan pesan-pesan toleransi dan kebersamaan.

“Saya minta kita semua aktif membangun narasi positif bahwa NTB adalah daerah yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama,” ujar Gubernur Iqbal.

Disiplin pelaksanaan dan pengawasan beberapa kesepakatan penting yang dihasilkan dalam rapat tersebut antara lain,

pelaksanaan kegiatan harus disiplin terhadap waktu sesuai kesepakatan bersama.

Perlu dilakukan sosialisasi luas kepada masyarakat Hindu dan Muslim di seluruh wilayah NTB mengenai kesepahaman bersama dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban, seperti konsumsi minuman keras di ruang publik saat kegiatan ogoh-ogoh, tidak diperkenankan.

BACA JUGA : Angkutan Lebaran di Terminal Mandalika

Penguatan pengawasan dan koordinasi di wilayah yang belum terbiasa dengan kegiatan ogoh-ogoh.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memastikan ketersediaan dan distribusi BBM serta dukungan pasokan listrik selama berlangsungnya rangkaian perayaan keagamaan.

Indeks Kerukunan NTB Tergolong TInggi

Dalam rapat tersebut, FKUB NTB juga memaparkan data Indeks Kerukunan Umat Beragama di Provinsi NTB yang menunjukkan angka 73,84, masuk kategori tinggi dan menuju sangat tinggi.

seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan aman, tertib, dan tetap mencerminkan upaya perkuat toleransi masyarakat NTB
Rapat Koordinasi Forkopimda, FKUB DAN gUBERNUR ntb

Rinciannya meliputi : 

  • Indeks toleransi: 87,44 (sangat tinggi)
  • Indeks kesetaraan: 81,19 (tinggi), 
  • Indeks kebersamaan: 52,88 (masih perlu diperkuat).

Data tersebut menunjukkan, secara umum masyarakat NTB memiliki tingkat toleransi yang sangat baik, meskipun masih perlu terus diperkuat dalam aspek kebersamaan sosial.

Gubernur Iqbal juga  meminta agar sejumlah kesepakatan yang telah dibahas segera ditindaklanjuti dalam bentuk surat edaran, dan langkah-langkah koordinatif di tingkat daerah.

Gubernur Iqbal minta agar Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memperkuat penyebaran pesan-pesan toleransi kepada masyarakat.

“NTB harus menjadi contoh bagaimana masyarakat yang berbeda agama dapat hidup rukun dan saling menghormati. Ini adalah warisan sosial yang harus terus kita jaga,” ujar Gubernur Iqbal. 

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, antara lain Wakapolda NTB, Kabinda NTB, perwakilan Korem 162/WB, Lanal Mataram, Lanud ZAM, Ketua FKUB NTB, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia NTB, Kapolres Mataram, Asisten I Setda Kota Mataram, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

ALiF/he

 

 




Gubernur Iqbal Tinjau Pergerakan Penumpang di BIZAM

Gubernur Iqbal  menyampaikan catatan penting terkait aspek keselamatan penerbangan, termasuk mengenai kesehatan kru pesawat

LOTENG.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal, meninjau langsung trafik keberangkatan penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Ahad (15/03/26). 

Peninjauan itu dilakukan Gubernur Iqbal sebagai bagian dari pemantauan kesiapan transportasi menjelang arus mudik Lebaran.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Iqbal menerima paparan dari manajemen bandara terkait perkembangan jumlah penumpang. 

BACA JUGA : Desa Berdaya untuk Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Berdasarkan data sementara, jumlah penumpang pada H-4 Lebaran tercatat lebih tinggi dari prediksi awal.

“Awalnya diperkirakan sekitar 8.000 penumpang pada H-4, namun ternyata sudah mencapai sekitar 9.000 penumpang,” ujar Gubernur Iqbal.

Menurut keterangan General Manager Bandara, angka prediksi tersebut kemungkinan akan direvisi karena terjadi peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. 

Gubernur Iqbal berharap peningkatan pergerakan penumpang ini juga menjadi indikator membaiknya kondisi perekonomian.

BACA JUGA : Wagub NTB Buka Bazar Ramadhan BPR NTB

“Semoga ini juga menjadi tanda bahwa kondisi ekonomi kita semakin membaik, karena tahun lalu pergerakan penumpang memang terasa lebih rendah,” tambahnya.

Puncak arus penumpang diperkirakan akan terjadi pada H-3 menjelang Idulfitri. Adapun rute penerbangan yang paling banyak diminati hingga saat ini adalah tujuan Jakarta dan Surabaya.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, pihak maskapai dan pengelola bandara telah menyiapkan tujuh penerbangan tambahan (extra flight).

Penerbangan internasional

Sementara itu, untuk penerbangan internasional, pergerakannya masih dalam kondisi normal. Kedatangan maupun keberangkatan penumpang dari negara seperti Malaysia dan Singapura masih berada pada angka yang stabil.

Pada periode ini biasanya juga terjadi peningkatan pergerakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke daerah asal menjelang Lebaran. Namun hingga saat ini jumlahnya masih terpantau dalam kondisi normal.

BACA JUGA : Gubernur NTB Dorong Penguatasn Produksi Holtikultura

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal  juga menyampaikan catatan penting terkait aspek keselamatan penerbangan, khususnya mengenai kesehatan kru pesawat. 

Mengingat jadwal penerbangan yang semakin padat menjelang Idulfitri, ia menyarankan agar dilakukan pemeriksaan kesehatan kru pesawat.

Hal ini dinilai penting untuk memastikan seluruh kru pesawat tetap dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas secara optimal selama periode padat penerbangan.

Gubernur Iqbal menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan pelayanan transportasi udara selama periode mudik Lebaran berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. diskominfotikntb

 

 




Desa Berdaya Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Melalui Desa Berdaya Pemprov NTB melakukan intervensi persoalan tingkat desanya, dan juga intervensi persoalan di tingkat KK.

SUMBAWABARAT.LombokJournal.com ~ Konsep Desa Berdaya yang digaungkan Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Iqbal Dinda di pulau Sumbawa tidak hanya bergelut di pembangunan fisik, tapi juga tentang penguatan sumber daya manusia

Kelompok Tani, nelayan, pelaku UMKM, hingga komunitas perempuan dan pemuda dilibatkan aktif dalam perencanaan dan pengelolaan potensi lokal.

BACA JUGA : Gubernur NTB Dorong Penguatan Produksi Hortikultura

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dalam kunjungannya ke Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat,pada Jumat (13/03/26), mengungkapkan konsep Desa Berdaya.

Diungkapkannya, Desa Berdaya merupakan solusi menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa hingga dusun, termasuk kemiskinan ekstrim.

“Semua harus bottom up, berbasis identifikasi masyarakat desa itu sendiri. Desa berdaya hadir, sebagai sebuah program solutif  yang miliki dua karakter, yakni orkestratif dan kolaboratif,” jelas Iqbal. 

Memaksimalkan potensi desa juga menjadi fokus Desa Berdaya. Gubernur Iqbal menilai potensi Sumbawa Barat sangat melimpah untuk menjadi motor penggerak ekonomi. 

BACA JUGA : Wagub NTB Buka Bazar Ramadhan BPR NTB

Diharapkan, sebagai roda penggerak desa beserta sumber dayanya harus memaksimalkan potensinya secara kolektif. 

Pendekatannya kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat sehingga fondasi ekonomi berbasis lokal semakin kuat.

Arahnya, melalui Desa Berdaya kita intervensi persoalan tingkat desanya Dan juga intervensi persoalan di tingkat KK.

“Sehingga harapannya setiap KK dalam setahun ke depan  sudah punya mandiri sudah punya income,” katanya.

Gubernur Iqbal juga mengungkapkan, insentif seperti bantuan modal usaha juga tetap diberikan kepada warga yang memiliki usaha kecil. Ini  sebagai dukungan keberlanjutan kegiatan ekonomi keluarga.

Dukungan melalui Desa Berdaya diharapkan dapat memperkuat usaha yang dijalankan. Dapat meningkatkan pendapatan, serta mendorong kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. 

Ia menambahkan, penyaluran bantuan harus lebih tepat sasaran. Baik dalam bentuk bantuan konsumtif bagi warga yang tidak berdaya, maupun bantuan produktif bagi masyarakat yang masih memiliki potensi usaha.

BACA JUGA : Biogas TPA Kebon Kongo Disalurkan untuk Penduduk Sekitar

Target melalui Desa Berdaya  bukan sekadar memberikan bantuan. 

“Tapi memastikan masyarakat dapat berdaya dan hidup lebih sejahtera,” tutupnya. Rab/her

 




Gubernur NTB Dorong Penguatan Produksi Hortikultura

Gubernur NTB ingin memastikan kondisi harga kebutuhan pokok tetap terkendali sekaligus memahami dinamika pasokan di tingkat pedagang

SUMBAWA.LombokJournal ~ Dalam kegiatan Safari Ramadhan di Kabuoaten Smbawa Barat (KSB) melewati deretan lapak pedagang di Pasar Tana Mira, KSB, yang tampak ramai pada Jumat (13/03/26). pagi 

Di tengah aktivitas jual beli yang berlangsung, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, bersama Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah di tengah Safari Ramadhan, menyusuri lorong-lorong pasar. 

BACA JUGA :  Dokter Jack Selamat Jalan ~ Dokter Happy

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal  berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui perkembangan harga dan pasokan bahan pangan.

Satu per satu komoditas ditanyakan. Mulai dari cabai, minyak goreng, beras, gula, hingga kacang-kacangan. 

Gubernur NTB ingin memastikan kondisi harga kebutuhan pokok tetap terkendali sekaligus memahami dinamika pasokan di tingkat pedagang.

Usai melakukan peninjauan, Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal tersebut menyampaikan bahwa sebagian besar komoditas pokok yang berada dalam kewenangan pemerintah saat ini masih berada pada kondisi yang relatif stabil.

BACA JUGA :  Biogas di TPA Kebon Kongo Disalurkan untuk Penduduk Sekitar

“Gula, minyak goreng, kemudian beras juga, relatif harganya bahkan di bawah harga acuan. Sama dengan harga acuan atau di bawah harga acuan. Artinya dengan kemampuan pemerintah melalui BULOG untuk melakukan intervensi pasar itu, harga tetap terjaga,” jelas Gubernur.NTB.

Namun, untuk komoditas yang sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar, seperti cabai, fluktuasi harga masih kerap terjadi. Kondisi tersebut, menurut Gubernur, semakin dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu.

Ia menjelaskan bahwa sebagian petani saat ini masih menunda panen cabai sambil menunggu Kondisi cuaca yang lebih stabil. Hal ini tentu berdampak pada ketersediaan pasokan di pasar.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pemerintah Provinsi NTB tengah menyiapkan program penguatan produksi cabai melalui keterlibatan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di seluruh NTB. 

Dengan jumlah lebih dari 200 sekolah, program ini diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat produksi baru sekaligus menjadikan sekolah sebagai penggerak atau champion komoditas cabai di daerah.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi NTB juga akan terus mendorong petani di setiap kabupaten dan kota untuk meningkatkan produksi hortikultura

BACA JUGA : Ramadhan akan Datang Dua Kali di Tahun 2030

Upaya Gubernur NTB ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat pasar. nov/iwa

 




Ramadhan Akan Datang 2 Kali di Tahun 2030 

Pada 2030, Ramadhan diperkirakan dimulai pada 5 Januari dan kembali dimulai pada 26 Desember

MATARAM.LombokJournal.com ~  Setiap tahunnya bulan Ramadhan memang selalu terasa datang lebih cepat. 

Hal tersebut terjadi karena kalender Hijriah menggunakan sistem lunar (peredaran bulan), dengan jumlah hari sekitar 354–355 hari per tahun. Sementara kalender Masehi berbasis matahari dengan 365–366 hari. 

BACA JUGA : Dokter Jack Selamat Jalan — Dokter Happy 

Selisih sekitar 10–12 hari inilah yang membuat Ramadhan terus bergeser lebih awal setiap tahun dalam kalender Masehi.

Karena itulah, di tahun 2030 akan berbeda. Dalam satu tahun Masehi, Ramadhan diperkirakan terjadi dua kali: pada 5 Januari dan 26 Desember 2030.

BACA JUGA : Jemaah Umrah Masih Banyak Belum Bisa Pulang

Dilansir laman indonesia baik, dalam rentang waktu sekitar 33 tahun, Ramadhan akan kembali ke periode musim yang sama. Inilah yang dikenal sebagai siklus 33 tahun Ramadhan.

Pada 2030, Ramadhan diperkirakan dimulai pada 5 Januari dan kembali dimulai pada 26 Desember. Artinya, dalam satu tahun kalender Masehi akan ada dua kali bulan Ramadhan.

Fenomena ini terjadi karena akumulasi pergeseran 10–12 hari setiap tahun yang akhirnya “menggeser” Ramadhan masuk dua kali dalam periode Januari–Desember.

BACA JUGA : Dana Guru non ASN Dan Guru Honorer Madrasah Sudah Cair

Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi dalam sejarah, dan akan kembali terulang dalam siklus berikutnya beberapa dekade mendatang.dan

 




Jemaah Umrah Masih Banyak Belum Bisa Pulang

Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah juga memonitor kepulangan 2.062 jemaah umrah Indonesia

MATARAM.LombokJournal.com ~  Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus melakukan pemantauan terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi.

Jemaah umrah itu  mengalami penjadwalan ulang penerbangan di Arab Saudi.

BACA JUGA :  Dana Guru non ASN dan Honor Madrasah Sudah Cair 

Berdasarkan laporan pengawasan lapangan Staf Teknis Urusan Haji Jeddah pada 8 Maret 2026, tercatat 17 jemaah dari PT BMA mengalami penjadwalan ulang kepulangan dan saat ini berada di Makkah. 

Para jemaah umrah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 10 dan 14 Maret 2026.

Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M Ilham Effendy mengatakan tim di lapangan terus melakukan pemantauan serta menjembatani komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan.

Selain itu, terdapat 67 jemaah dari PT RLW yang juga mengalami kendala kepulangan. 

BACA JUGA : Mudik Gratis Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Proses penjadwalan ulang penerbangan tengah dilakukan oleh pihak terkait, dengan sebagian jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 9 Maret 2026 menggunakan Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.

Tim di lapangan juga memfasilitasi komunikasi bagi lima jemaah umrah mandiri yang terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai. 

Saat ini proses pengurusan refund tiket serta penjadwalan penerbangan pengganti sedang dilakukan oleh pihak maskapai dengan jadwal keberangkatan menggunakan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.

BACA JUGA : Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Kerandangan

Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah juga memonitor kepulangan 2.062 jemaah umrah Indonesia. 

Sehingga total kepulangan jemaah mencapai 19.509 orang sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026. Pada 8 Maret tercatat 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia.

Ilham menegaskan bahwa tim akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses perjalanan jemaah umrah dapat berjalan dengan baik dan

 




Mudik Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Program mudik gratis ini, para mahasiswa dan pelajar yang berada di wilayah Pulau Lombok dapat memanfaatkan fasilitas transportasi gratis 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bagi yang ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Program Mudik Gratis bagi pelajar dan mahasiswa.

Program mudik gratis ini merupakan bentuk komitmen Pemprov NTB dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan terjangkau. 

BACA JUGA : Anak Di Bawah 16 Tahun Tak Bolo Miliki Akun Platform Digital

Hal ini sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas serta meminimalisir risiko perjalanan khususnya bagi mahasiswa dan pelajar yang melakukan perjalanan mudik.

Melalui program mudik gratis ini, para mahasiswa dan pelajar yang berada di wilayah Pulau Lombok dapat memanfaatkan fasilitas transportasi gratis menuju beberapa daerah tujuan di Pulau Sumbawa.

BACA JUGA :  Buka Puasa Bersama Jadi Pemicu Banyak Penyakit

Dilansir Instagram Dinas Perhubungan NTB, rute mudik gratis: Mataram – Kabupaten Sumbawa, Mataram – Kabupaten Sumbawa Barat, Mataram – Kabupaten Dompu, Mataram – Kabupaten Bima, dan Mataram – Kota Bima.

Tanggal keberangkatan, Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 09.00 WITA dengan titik keberangkatan di Kantor Dinas Perhubungan NTB

Sedangkan periode pendaftaran dibuka pada tanggal 9 – 11 Maret 2026 pukul 08.00 – 15.00 WITA atau sampai kuota terpenuhi.

Registrasi ulang akan dilakukan pada tanggal 13 Maret 2026 pukul 08.00 – 15.00 WITA.

Untuk meminimalisir adanya pergantian penumpang pada saat hari keberangkatan, maka akan dilakukan pengecekan KTP dan tiket sebelum keberangkatan

BACA JUGA : Menteri Agama Soroti Kualitas Pengeras Suara di Masjid

Program mudik gratis ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses transportasi bagi mahasiswa dan pelajar, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan penyelenggaraan Angkutan Lebaran yang tertib dan berkeselamatan di Nusa Tenggara Barat. dan