Hino Safety Driving Competition Di Lombok,  Kampanyekan Keselamatan Di Jalan

Hino juga  menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar truk dan bus di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com —  PT Hino Motors Sales Indonesia menggelar Safety Driving Competition di kota ke-23 di Lombok (NTB).

Kompetisi ini digelar bagi pengemudi Truk Hino Dutro maupun Ranger yg tersebar di seluruh kabupaten kota di Pulau Lombok. acara di adakan di Exs. Bandara Selaparang , Selasa (02/04).

Deputy General Manager Sales Planing dan Strategis Division PT HMSI, Wibowo Santoso mengatakan,  Hino Safety Driving Competition merupakan bagian dari  Hino untuk mendukung program pemerintah dalam keselamatan berkendara dan meminimalisir kecelakaan di jalan.

Acara Driving Competition ini bertema “Mengemudi dengan aman, bisnis pun makin nyaman” ini betujuan untuk memberikan pelatihan sekaligus diperlombakan dalam hal keselamatan , keamanan dan ketertiban berkendara kepada pengemudi yang ada di Lombok.

“Kami ingin melalui kegiatan safety Driving competition dapat bermanfaat tidak hanya untuk para peserta atau pengemudi melainkan bagi semua penggina kendaraan, terutama untuk pengemudi yang biasa mengendarai Truk,”  uUjar santoso

Santoso menyatakan,  jika Hino terus berupaya mewujudkan komitmennya dalam hal keamanan berkendara melalui teknologi kendaraan terdepan,  serta mengkampanye keselamatan untuk mengurangi resiko dan tingkat kecelakaan di jalan.

PT Hino mengajak 100 pengemudi bus untuk ikut tes tulis pada  hari pertama tanggal 1 April bertempat di Showroom Hino Indomobil Cahaya Prima Jl.A.yani dasan tereng Narmada, yang mana pengemudi di tes tertulis mengenai keselamatan berkendara seperti daily inspection, proper driving, economical driving, safety driving,dan tanda rambu – rambu lalu lintas.

Setelah itu 20 pengemudi terbaik akan memguji kemmpuan meteka dalam mengemudi truk dengan tiga metode bekendara y itu Inseption test berupa zig -zag forwad dan backward serta reverse parking.

“Kami harapkan melalui program ini para pengemudi memegang nilai – nilai, bahwa keselamatan di jalan raya harus dimulai dari diri sendiri,kami akan terus berkomitmen meningkatkan jumlah pengemudi truk di indonesia yang sadar akan oentingnua keselamatan berlalu lintas.” tegasnya

Melalui Hino Safety Driving Surabaya, Hino juga  menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar truk dan bus di Lombok. Selama periode 2018, penjualan Hino mencapai 4000 unit se indoneisa.

Sementara itu kegitan semacam ini rencananya akan digelar kembali pada tahun berikutnya dengan harapan agar para pengemudi sopir truk bisa lebih memahami bagaimana berkendara yg baik dan benar.

Selain itu pihak hino selaku pihak penyelenggara juga berharap agar para peserta bisa menerapkan ilmu yg mereka dapatkan di kehidupan sehari hari sehingga kedepanya para sopir truk di lombok ini semakin tertib serta mengutamakan keselamatan dlam berlalulintas.

Disamping itu juga dalam kegitan ini pt hino juga menyediakan hadiah fantastis bagi para peserta yg berhasil meraih juara, yakni juara 1 mendapatkan Rp 15 juta juara dua Rp.7 juta serta juara tiga Rp.3 juta rupiah.(*)

AYA




Maret 2019, Nusa Tenggara Barat Alami Deflasi Sebesar 0,22 Persen

Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,17 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,40 persen

MATARAM.lombokjournal.com  — Badan Pusat Statistik ( BPS ) NTB merilis,  bulan Maret 2019, Nusa Tenggara Barat mengalami deflasi sebesar 0,22 persen.

Atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,22 pada bulan Februari.2019 menjadi 133,93 pada bulan Maret 2019.

” Angka deflasi ini berada di bawah angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,11 persen,” ujar Suntono, Kepala BPS NTB Senin (01/04).

Ia menyatakan, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,17 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,40 persen.

Deflasi Nusa Tenggara Barat bulan Maret 2019 sebesar 0,22 persen terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,11 persen dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,21 persen.

Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada Kelompok Kesehatan sebesar 0,77 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,47 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,25 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,05 persen dan Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,00 persen.

“Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Maret 2019 sebesar 0,04 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Maret 2018 sebesar 0,65 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Maret 2019 sebesar 2,44 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Maret 2018 sebesar 3,30 persen,” kata Suntono.

AYA

 




Bawang Putih Impor Masuk NTB, Sebab Harga Bawang Putih Lokal Tinggi

Bawang putih ex impor masuk ke NTB untuk permintaan pasar akan bawang putih lebih murah, Selain itu ketersediaan bawang lokal tidak mencukupi kebutuhan

MATARAM.lombokjournal.com – Tingginya harga bawang putih lokal, membuat Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima bawang putih impor masuk ke NTB.

Kepala Hj Putu Selly Andayani mengatakan, kebutuhan bawang putih di NTB cukup banyak.

“Ini kini menghadapi untuk bulan puasa, bawang putih ex impor itu tujuannya adalah menstabilkan harga,” kaya Hj Putu Selly Andayani, Senin (01/04)

Selly menjelaskan, harga bawang putih saat ini cukup tinggi hingga Rp 30 ribu per kilo. Mestinya harganya tidak setinggi itu untuk bawang putih ex impor, biasanya hanya berkisar Rp 15-18 ribu per kilo.

Maka dari itu pemerintah pusat meminta mengimpor bawang putih, agar kebutuhan jelang puasa tercukupi dan harga tetap stabil.

“Takut itu nanti inflasi gara-gara bawang putih, bagaimana kita tidak menerima. Kalau urusan bapok tidak bisa menolak itu,”  terangnya.

Ia mengatakan, dengan harga bawang putih mahal tentu hal ini memicu terjadinya di inflasi, di mana jika infalsi daya beli masyarkat berkurang.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Disdag menerima masuknya bawang putih impor ke NTB. Bawang putih yang masuk ke NTB merupakan bawang ex impor, mengingat di NTB tidak ada pelabuhan impor.

Menurutnya bawang putih ex impor masuk ke NTB untuk permintaan pasar akan bawang putih lebih murah dibandingkan dengan bawang putih lokal. Selain itu ketersediaan bawang lokal tidak mencukupi kebutuhan.

“Bawang lokal itu bisa harganya Rp 60-80 ribu perkilo, kalau ex impor itu harganya harusnya 15-18 ribu tapi sekarang naik sudah sampai 30 ribu,” ujarnya.

Meski sebelumnya Dinas Pertanian dan Perkebunan mengklaim ketersediaan bawang di NTB surplus. Namun harga bawang di pasar justru cukup tinggi, kendati masyarakat beralih menggunkan bawang ex impor dibandingkan dengan bawang lokal.

Terkait hal ini, Selly menegaskan jika kondisi di NTB surplus tentunya harga dapat lebih murah.

“Kalau memang surplus bisa tidak harga sampai 20 ribu bawang lokal, jangan masyarakat kita di beratkan untuk beli bawang putih harganya Rp 60-80 ribu,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Distanbun Provinsi NTB, H Husnul Fauzi menyebutkan, hasil bawang putih pada tahun 2018 lalu dari 19 ribu ton dan surplusnya mencapai 7500 ton, dengan kondisi ini tak perlu ada bawang impor yang masuk ke NTB.

“Kalau bawang putih memang masih dibutuhkan di Indonesia, tetapi di daerah kita surplus,” katanya.

AYA

 

 




DI Era Industrialisasi Digital, Masih Banyak Desa Belum Dijangkau Jaringan internet

Dengan sistem pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer atau jaringan internet, wilayah-wilayah yang masih berada pada area blank spot seperti di Moyo Sumbawa, sangat kesulitan dalam melaksanakan UN

MATARAM.lombokjournal.com — Memasuki era industrialisasi digital atau yang disebut dengan era industrialisasi 4.0, ternyata di Provinsi NTB masih banyak desa yang belum dapat dijangkau oleh jaringan telekomunikasi baik internet maupun telepon atau yang diistilahkan dengan Blank Spot.

Jumlahnya bahkan mencapai angka 195 Desa. Paling banyak area blank spot ini berada di Pulau Sumbawa. Dan sama sekali yang tidak dijumpai area blank spot ini adalah di Kota Mataram.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan area blank spot adalah area yang belum mendapatkan sinyal internet dan handphone.

“Di Provinsi NTB, masih ada sekitar 195 desa yang masih terkategori sebagai daerah blank spot. Jumlah ini berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Aksessibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo RI berdasarkan hasil survey mereka yang dilakukan dari tahun 2017 hingga tahun 2018 didampingi oleh Diskominfotik NTB,” jelasnya

Menurut Aryadi, berdasarkan target secara Nasional, area-area yang masih teridentifikasi sebagai area blank spot ini akan diupayakan bisa dikonektivitaskan dengan jaringan telekomunikasi dan informasi hingga tahun 2020.

“Karena ini merupakan program Nasional, maka kita sangat berharap, Pemerintah Pusat dapat segera menuntaskannya dan bisa mengkoneksikan jaringan telekomunikasi dan informasi pada area-area yang masih berada pada area blank spot agar daerah-daerah yang masih berada pada area blank spot ini dapat bergerak maju sejajar dengan daerah lainnya,” harapnya.

BACA JUGA  ;  Rakor Disdag, Persiapan Hadapi Implementasi dustri 4,0.D

Kesulitan akses internet dan telekomunikasi ini, lanjutnya, sangat berdampak pada sektor kehidupan masyarakat yang sangat vital, terutama pada aspek pendidikan.

Menurutnya, dengan sistem pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer atau jaringan internet, wilayah-wilayah yang masih berada pada area blank spot seperti di Moyo Sumbawa, sangat kesulitan dalam melaksanakan UN.

“Dan mau tidak mau mereka harus swadaya dengan bekerjasama dengan Telkomsel untuk melaksanakan UN berbasis jaringan telekomunikasi ini,” tegasnya.

AYA




Harga Bawang Putih Impor Naik Hingga Rp 30 Ribu

Kenaikan ini biasa terjadi menjelang puasa, kendati permintaan bumbu dapur dan bahan pokok lainnya cukup banyak permintaan

MATARAM.lombokjounar.com  —   Harga bawang putih ex impor di sejumlah pasar di kota Mataram mengalami kenaikan mencapai Rp 30 ribu per kilogramnya.

Kenaikan ini sudah terjadi sejak dua hari lalu, sebelumnya harga untuk perkilo bawang hanya berkisaran di Rp 25-26 ribu.

“Kalau dari pedagang infonya yang menaikan harga dari pengepulnya sendiri, kalau dari pengepul itu harganya mereka beli Rp 28 ribu perkilo,” kata Kepala Pasar Induk Mandalika H Ismail  , Jumat  (29/3).

Menurutnya sejumlah pedagang di mengeluhkan kenaikan harga bawang putih ex impor saat ini, mengingat kenaikan ini membuat para pembeli menurun. Bahkan sebelum terjadi kenaikan kondisinya masih stabil.

“Dengan adanya kenaikan ini tentunya para pedagang harus memberi tahukan kepada pembeli, kalau harganya lagi naik,” ungkapnya

Dikatakannya, setiap harinya bawang putih ex impor yang masuk ke pasar mandalika mencapai sekitar 4-5 ton. Selain itu nantinya akan di salurkan kebeberapa pasar seperti pasar kebon roek, pagesangan dan pasar lainnya.

Sementara itu dari pedagang mengaku jika bawang putih ex impor tengah naik, kenaikannya terjadi sejak satu hari lalu.

Hal ini membuat mereka terpaksa menaikan harganya, kendati dari pengempul juga mengalami kenaikan. Salah satunya seperti di alami Zahra pedagang bawang di pasar di Kebon Roek.

“Satu kilo sekarang Rp 29-30 ribu bawang putih impor, kalau yang lokal lebih mahal lagi, sudah naik lagi sekerang,” kata Zahra.

Diakuinya, kenaikan ini penyebabnya dari pengepul sudah menaikan harganya, sehingga ia juga ikut menaikkan harganya. Kenaikan ini biasa terjadi menjelang puasa, kendati permintaan bumbu dapur dan bahan pokok lainnya cukup banyak permintaan.

Tak hanya itu saja, dipastikannya nanti semua kebutuhan akan ikut naik.

“Biasanya kalau sudah mau mulai masuk puasa, rata-rata semua harga naik. Karena biasanya banyak permintaan dari pembeli,” ujarnya.

Senada dengan Ulfa yang juga pedagang bawang mengatakan, baru 2 hari ini mengalami kenaikan harga bawang putih ex impor. Dirasanya kenaikan ini tidak biasanya mengalami kenaikan setinggi sekarang.

Di mana hanya Rp 2000-3000  saja, bahkan kisaran harganya berada di Rp 20-23 ribu perkilonya.

“Sebelumnya itu harganya sekitar Rp 22 ribuan, tetapi kalau sekarang bisa sampai Rp 30 ribu, kalau naik begini pembelinya sepi,” tuturnya.

AYA




Rakor Dinas Perdagangan, Persiapan Hadapi Implementasi Industri 4,0.D

Revolusi industri 4.0 ini membuat individu harus mengelola perubahan untuk menciptakan kesempatan dan tidak tertinggal dengan para pesaing di tingkat global

Hj Putu Selly Andayani

MATARAM.lombokjournal.com —  Rapat koordinasi  (Rakor ) penyelarasan program sektor perdagangn di era industri 4.0. dilakukan Dinas Perdagangan NTB  untuk peta jalan pemerintah menuju ekonomi digital.

Karena teknologi sudah berkembang pesat dan diharapkan mampu mendukung perekonomian.

Kepala Dinas perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani mengatakan,  kordinasi terhadap pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten/kota mengenai persiapan roadmap menghadapi implementasi industri 4.0. D

Hal itu  sesuai dengan permendag 96 tahun 2017 dijelaskan harus berbuat apa setiap kabupaten/kota.

“Kordinasi terhadap pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten/kota, karena mereka kewenangnya untuk pembangunan fisik,” kata Hj Putu Selly Andayani, Kamis  (28/03).

Selly menjelaskan, sedangkan tugas dari provinsi seperti memberikan sosialisasi konsumen cerdas atau memberikan pelatihan kepada kepala-kepala pasar,  bagaimana cara mengelola pasar, agar pasar sesuai dengan harapan yang melalui industri 4.0.

Maksudnya seperti pasar, di mana harus bersih dan   mempunyai nilai tambah pasar.

“Industri 4.0 itu kan masuk dalam internet of things, bagimana semua berbasis internet jadi nanti pasar-pasar ini bisa berjualan secara online,” ungkapnya.

Sementara itu dari Sekertaris Daerah (SEKDA) provinsi NTB H Rosiady Sayuti mengatakan mengenai industri 4.0 merupakan bagaimana semua berbasis pada internet.

Mengingat di era saat ini semua berbasis digital, kendati hal tersebut juga perlu di terapkan di setiap pasar-pasar di NTB.

“Era online sekarang ini, tugas kita sekarang ini bagaimana membina antisiapasi pedagang ini tersaingi oleh online,” ujarnya.

BACA JUGA ; Di Era Industrialisasi Digital,Masih Banyak Desa Belum Terjangkau Intewrnet

Dikatakannya revolusi industri 4.0 ini membuat individu harus mengelola perubahan untuk menciptakan kesempatan dan tidak tertinggal dengan para pesaing di tingkat global. Hal Ini tidak lain salah satu faktor tersaingnya dengan industri.

“Maka dari itu kita mendorong mereka untuk membangun industri berbasis internet,” jelasnya

AYA




Pembangunan Sirkuit MotoGP, Masih Ada Lahan Warga Belum Terselesaikan

luas yang masih belum  clear 21.5 hakter dari total 130 hektar  Namun ada di semua lintasan itu ada lahan sekitar 1.5 hektar belum bebas

MATARAM.lombokournal.com — Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang merupakan perusahaan pemerintah bergerak di bidang pengembangan pariwisata, saat ini fokus menggarap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah.

Terlebih dengan adaya perhelatan MotoGP 2021 mendatang.

Mesikipun sudah dalam pembangunan, masih ada lahan warga setempat yang belum terselesaikan.

“Masalah tanah kemarin pembicaran dengan provinsi kabupaten kita serahkan ke mekanisme yang ada saja. Ada beberapa lahan yang masih dalm proses pembebasan lahan sudah negosiasi,” jelas Dirkops ITDC Ngurah Wirawan, Kamis (28/03).

Ngurah menyatakan  tidak lama lagi akan selesaikan masalah lahan tersebut kalaupun ada riak-riak, pihaknya akan meminta bantuan dari pemerintah.

“Harapan kami cuman satu, karena ini waktunya pendek di lapangn, kami ingin kerjanya cepat dan tidak terganggu. Karena kalau waktu pembangunan terganngu, tentu lintasannya terlambat di vetifikasi oleh FIM restnya dan bisa tertunda,”Tegasnya.

Ia meminta untuk pembangunan MotoGP ini perlu dukungan kepada warga masyarakat, agar pembangunan, dapat dipercepat untuk bisa mempermudah pengerjaan lintasannya.

Ia memaparkan, luas yang masih belum  clear 21.5 hakter dari total 130 hektar  Namun ada di semua lintasan itu ada lahan sekitar 1.5 hektar belum bebas.

“Sepenuhnya kita masih petakan tapi gak terlalu banyak  kok,”. ujarnya

Saat ini pihak ITDC sedang menyiapkan  untuk homolegasinya soil test ngetes lahan untuk kepadatan batuan.

“Penyelsesain lahan sedang proses semoga tidak ada hambatan ya, karena warga juga paham situasi begini mereka ngerti, makin warga bisa membantu mendukung acara ini kita, makin cepet untuk membangunnya,” katanya.

Penyelesaian jalur MotoGP harus sebelum 2021,  jika lahan bisa rampung ITDC akan mempercepat pembangunanya. Namun jika terganggu dan terhambat, pihaknya akan kembalikan kepada pemerintah daerah. karena pekerjan fisiknya, ketersidaan lahan untuk bisa dipagari secara efektif.

“Ya warga agar bisa pahamlah situasI ini, ya kami berharap pembesanan tanah di ITDC ini menggunakan harga apresar yang umumnya di harga pasar, yang terbaiklah buat kita semu karena tugas ITDC hanya membangun,” pungkasnya

AYA




Pemprov NTB  Siapkan Sumber  Daya Manusia  Qualified Sambut MOTOGP 2021

Tidak hanya bersaing di luar negeri, di dalam negeri pun banyak daerah lain yang menginginkan agar motoGP digelar di daerah mereka, seperti Jawa Barat,  Palembang dan daerah lainnya

LOTENG.lombokjournal.com — Selain memantapkan infrastruktur fisik, seperti sirkuit balapan, jalan bypass dari bandara menuju Mandalika dan perpanjangan runway BIL, Pemerintah Provinsi NTB akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang qualified untuk menyambut MOTOGP 2021.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H.  Zulkieflimansyah saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan jajaran Indonesian Tourism Development Coorporation (ITDC), di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Rabu (27/03) 2019.

Tampak hadir Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan sejumlah Kepala OPD yang sempat bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta  hari Selasa.

Selain itu juga hadir, Ketua PKK NTB, Hj.  Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc., Sekda NTB,  Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph. D dan Anggota FKPD.

Rakor juga memastikan pembangunan infrastruktur yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, berjalan lancar.

Termasuk membahas dan mematangkan SDM masyarakat NTB yang akan terlibat pada perhelatan motor race terbesar di dunia itu.

Doktor Zul,  sapaan akrab Gubernur NTB itu menegaskan, SDM anak-anak NTB harus disiapkan dengan baik, untuk diberikan pendidikan, pelatihan dan keterampilan yang memadai.

“Dinas kita harus menyiapkan skill dan kemampuan anak-anak kita. Sehingga, ketika dites, beberapa bulan sebelum MotoGP,  kita lebih dari siap,” ungkap Doktor Zul.

Dikatakan Gubernur Zul, SDM penting untuk disiapkan.  Sebab, pada gelaran MotoGP itu dibutuhkan labih dari seribu pekerja yang akan terlibat.

Bahkan untuk menjaga lintasan sirkuit saja,  dibutuhkan 900 orang  penjaga. Belum yang lain, seperti tenaga kerja yang butuhkan untuk membangun infrastruktur jalan, sirkuit,  rumah sakit dan  hotel yang mencapai ribuan orang.

Gubernur  Zul minta Kepala OPD terkait untuk segara mengidentifikasi SDM dengan qualilifikasi seperti apa, yang dibutuhkan oleh MotoGP tersebut.

Gubernur juga minta Kepala OPD lingkup Pemprov NTB untuk ikut terlibat demi kesuksesan dan kelancaran event tersebut.

Misalnya, Dinas PU memastikan pembangunan jalan Bypass dari BIL menuju KEK Mandalika berjalan lancar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar memastikan lahan di kawasan tersebut tetap hijau saat MotoGP berlangsung.

“Kenapa OPD ini harus hadir,  karena MotoGP ini menjadi magnet yang luar biasa. Sehingga,  jangan sampai kita menjadi pasif, sambil menunggu 2021 datang. Kita harus memastikan bahwa ITDC tidak bekerja sendiri,” imbuh Gubernur.

Direktur Utama PT ITDC menjelaskan,  ditunjukkan Mandalika sebagai venue MotoGP 2021 menjadi nilai tersendiri bagi NTB. Dengan adanya event ini, maka banyak hal yang diperoleh masyarakat sebagAi dampak positifnya.

Karena itu, ia meminta dukungan semua pihak untuk menyukseskan itu.  Sebab kesempatan itu tidak datang dua kali.

Apalagi, menjadi tuan rumah event sebasar itu tidak mudah. Bahkan, Indonesia harus bersaing dengan negara negara lain untuk bisa menjadi tuan rumah.

Tidak hanya, bersaing di luar negeri, di dalam negeri pun banyak daerah lain yang menginginkan agar motoGP digelar di daerah mereka, seperti Jawa Barat,  Palembang dan daerah lainnya.

“Kami sadar,  keberhasilan KEK Mandalika, tidak terlepas dari support pemerintah kabupaten,  terutama pemerintah provinsi dan pusat,” katanya.

AYA/Hms NTB

 




Bandara Internasional Lombok Berbenah Sambut Balapan MotoGP  2021

Dari sisi terminal, manajemen BIL juga akan melakukan perluasan terminal. Saat ini luas terminal hanya 20 ribu meter persegi dengan kapasitas 3,5 juta penumpang pesawat per tahun

MATARAM.lombokjournal.com  — Bandara Internasional Lombok (BIL), sebagai gerbang pertama memasuki Lombok, menyambut baik   penyelenggaraan balapan MotoGP  di Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Mandalika tahun 2021 mendatang .

General Manager  BIL Nugroho Jati mengatakan, akan melakukan  pembenahan , mulai dari perpanjangan landasan(Runway) pacu hingga perluasan terminal bandara.

“Untuk rencana perpanjangan landasan saat ini masih dalam tahap perencanaan di Jakarta, kantor pusat kami. Kami belum dapat update terkait itu, tapi yang jelas sudah dalam proses kajian,” ujarnya

Jati menyatakan , landasan pacu bandara yang saat ini hanya sepanjang 2.750 meter akan ditambah menjadi 3.330 meter,  agar bisa mengakomodir pesawat berbadan besar.

Selain perpanjangan landasan pacu, manajemen BIL juga akan melakukan pengerasan landasan pacu.

“Untuk pola pembiayaannya seperti apa, kami belum tahu karena semua perencanaan ada di Jakarta,” ujarnya.

Jati menyampaikan pembenahan sejumlah sarana dan prasarana di BIL sedang dalam tahap pembicaraan antarpemangku kepentingan dalam kesiapan menyambut MotoGP.

“Kita masih menunggu pertemuan selanjutnya, sebenarnya frekuensinya nanti akan seperti apa berdasarkan yang sudah pengalaman dalam MotoGP,” katanya.

Dari sisi terminal, , manajemen BIL juga akan melakukan perluasan terminal. Saat ini, kata dia, luas terminal hanya 20 ribu meter persegi dengan kapasitas 3,5 juta penumpang pesawat per tahun.

“Tahun ini akan dilakukan pengerjaan perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi atau 100 persen perluasan terminal dengan sasaran mampu menampung 7 juta penumpang per tahun,”  jelas Nugrohoo

Dari sisi parkir pesawat, kata Jati, BIL saat ini mampu menampung 18 pesawat parkir dalam satu jam pada waktu yang bersamaan. Kata dia, operasional pergerakan pesawat dalam satu jam tidak selalu 18 pesawat yang parkir lantaran ada yang datang dan berangkat.

“Kita sangat mendukung dan sedang memperhitungkan kebutuhannya apa saja, termasuk kunci utama adalah bagaima efek domino kegiatan ekonomi di Lombok bisa terwujud, itu yang perlu kita persiapkan,” kata Nugroho.

AYA

 




Gempa Salah Satu Penyebab Turunnya Jumlah Penumpang Pesawat

Data penumpang di BIL pada 2017 mencapai 3 juta penumpang,  seharusnya jumlah penumpang pesawat di BIL ditargetkan lebih dari 3 juta penumpang pada 2018

MATARAM.lombokjournal.com  — Dampak bencana gempa yang melanda Lombok tahun lalu, diperkirakan salah sebab penurunan jumlah penumpang pesawat  melalui Bandara Internasional Lombok (BIL).

General Manager (GM) Bandara Internasional Lombok (BIL) Nugroho Jati mengatakan, bencana gempa bisa menjadi salah satu sebab terjadinya  penurunan pergerakan dan penumpang pesawat di BIL pada 2019. Selain gempa, persoalan harga tiket pesawat juga jadi faktor pemicu penurunan itu.

“Penurunannya kurang lebih 40 persen dari statistik pergerakan pesawat maupun penumpang sepanjang 2019,” ujar Nugroho Jati saat jumpa dengan media Rabu (27/03).

“Dampak bencana secara psikis belum pulih tapi harus kita bawa pada keyakinan bahwa Lombok aman untuk dikunjungi,”terangnya

Ia menyebutkan, penurunan pergerakan dan penumpang pesawat tentu berimplikasi pada hal-hal lain, baik dari sisi pemasukan bandara dan juga perekonomian warga.

Jati menyebutkan, data penumpang di BIL pada 2017 mencapai 3 juta penumpang. Seharusnya, jumlah penumpang pesawat di BIL ditargetkan lebih dari 3 juta penumpang pada 2018.

“2018 mestinya lebih dari 3 juta penumpang, tapi karena ada gempa langsung ada penurunan drastis menjadi hanya 1,8 juta penumpang,”katanya

Jati berharap, jumlah penumpang di BIL pada 2019 dapat meningkat hingga 4 juta penumpang.

“Kita  tetap kolaborasi dengan pemda, baik Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah untuk pemulihan sektor pariwisata Lombok,” katanya.

AYA