Dinas Penanaman Modal Tetapkan Standar Keamanan Investasi, Untuk Tarik Investor

Segmentasi promosi pasarnya  akan diarahkan mencari investor-investor yang juga punya pengalaman berinvestasi di daerah tipologi seperti NTB

MATARAM.lombokjournal.com —   Beberapa investor mundur karena kondisi daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan epicentrum gempa.

Hal ini menjadi salah satu kajian dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Provinsi NTB, agar dapat menarik investor baru dengan meyakinkan investor jika NTB yang memiliki potensi tinggi untuk investasi.

Kepala DPMPTSP, Lalu Gita Ariadi mengatakan, sepanjang potensi invetasi di NTB luar biasa, maka para calon investor akan datang.

Untuk itu perlu berbagai kajian, intensif kemudian standarisasi untuk para investor mengajukan invetasi di NTB. Selain itu perlunya memberikan keyakinan bahwa kondisi NTB tidak hanya aman, tetapi keyakinan dari biologisnya.

“Iya itu stRategi kita, bagaimana mencari calon-calon investor yang punya kondisi fisikologis ramah dengan gempa dan itu yang kita yakinkan,” ujar Lalu Gita Ariadi, Senin (08/04)

Gita mengatakan, tentu investor yang punya keunggulan investasi di daerah lokasi seperti NTB, juga akan punya teknologi dengan kondisi alam seperti itu.

Tentu mereka yang mundur ini tidak siap sebelumnya, artinya investor sekarang ini tidak takut dengan gempa.

Serta perlunya kajian secara mendalam bagaiman Global Hub NTB, sehingga kedepannya calon investor siap dengan kondisi seperti saat ini agar tidak ada lagi investor mengundurkan diri.

“Mungkin kemarin didalam melakukan promosi investasi kita tidak melakukan penghitungan terhadap kondisi gioligis kita, kondisi kebencanaan dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurutnya tahan dengan kondisi seperti sekarang ini, tentu menjadi keharusan berasamaan dengan promosi invetasi.

Kendati ada beberapa negara ramah dengan gempa dan proses invetasi berjalan terus, oleh karenanya segmentasi promosi pasarnya nanti akan diarahkan mencari investor-investor yang mereka juga punya pengalaman berinvestasi di daerah tipologi di daerah seperti NTB.

“Pada saat kita melakukan promosi nanti kita koperhandsip memberikan informasi, sehingga dari awal investor sudah paham bahwa dia berinvestasi didaerah ring of fire. Maka dibutuhkan teknologi sepertinya apa,” terangnya.

Sementara itu, ada beberapa negera salah satunya Jepang, di mana tingkat gempanya rutin. Namun investasinya masih tetap berjalan terus, karena mereka melalukan kajian konstruksi dan sebagainya, meskipun ramah bencana alam namun pertumbuhan investasinya terus berkembang.

“Oleh karena didalam promosi invetasi kita mencoba mencari partner seperti itu, yang punya pengalaman dan familiar dia dengan kondisi kita seperti ini,” pungkas Gita.

AYA

 




NTB Diharapkan Tak Hanya Ekspor Jagung, Tapi Bisa Memproduksi Benih Jagung

Dingatkan kepada para investor untuk memperhatikan masyarakat kami disekitar agar diberdayakan

MATARAM.lombokjournal.com  —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima kunjungan perusahaan yang memproduksi benih jagung,  yaitu CV. Karomah Jaya Mandiri dari jawa timur, jumat (05/04) 2019.

Manager CV. Karomah Jaya Mandiri, Burhana mengungkapkan,  perusahaan yang dibawanya ke NTB ini akan mengembangkan bibit jagung hibrida yang unggul di Lombok.

“Saya mewakili perusahaan ini mencoba mengembangka jagung di Lombok ini berupa alih teknologi pertanian, saya difasilitasi oleh bapak Abu Bakar berupa lahan untuk pengembangan benih jagung, untuk sementara kami masih menjajal pasar jagung di NTB ini,” terang Burhana.

ia mengungkapkan,  ia berkeinginan daerah Provinsi NTB tidak hanya mengekspor jagung tapi juga bisa membuat benih jagung.

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur menyambut baik kedatangan CV. Karomah Jaya Mandiri yang berniat mengembangkan benih jagung di NTB,

Wagub  mempersilakan CV. Karomah Jaya Mandiri untuk mengembangkan perusahaannya di NTB ini dan ia mengingatkan aturan-aturan yang berlaku.

“Kami selalu mendukung investastor yang masuk di NTB  dan insya allah perusahaan ini berjalan dengan lancar, dan perlu juga kami ingatkan kepada para investor untuk memperhatikan masyarakat kami disekitar agar diberdayakan,” ungkap Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga mengingatkan kepada Karomah Jaya Mandiri untuk melaksanakan segala kewajibannya dan menyisihkan waktu untuk melaksanakan training agar seluruh pekerja Karomah Jaya Mandiri bekerja secara profesional kedepannya.

Di akhir penyampaiannya, Manager CV. Karomah Jaya Mandiri menyampaikan terimakasih atas sambutan dari Wakil Gubernur NTB karena telah bersedia menerima kehadiran CV. Karomah Jaya Mandiri di NTB ini.

AYA




Bappenas; Proses Rehabilitasi, Pengaruhi  Pertumbuhan Ekonomi NTB

Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi NTB mengalami penurunan, bahkan terkontraksi minus 4,56 persen pada 2018

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) harus terus mendorong proses rehabilitasi pascarangkaian gempa di Lombok, pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2018.

“Kita tidak ingin saudara-saudara kita tertinggal di daerah yang belum sepenuhnya pulih. Rehabilitasi, rekonstruksi, membangun rumah-rumah yang rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan harus diprioritaskan,” ujar Bambang saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi NTB (Musrenbangprov NTB) di Lombok Raya, Mataram, NTB, Kamis (04/04).

Bambang menilai, proses rehabilitasi sudah pasti memengaruhi pertumbuhan ekonomi NTB secara keseluruhan.

Ia menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi NTB mengalami penurunan, bahkan terkontraksi minus 4,56 persen pada 2018.

Apabila tanpa tambang, PDRB NTB tumbuh sebesar 3,08 persen. Perlambatan ekonomi nontambang disebabkan bencana alam yang menimpa NTB pada triwulan III 2018.

Sementara tambang dan penggalian mengalami penurunan di 2015-2018.

Bambang melanjutkan, nilai ekspor NTB juga mengalami fluktuasi pada 2012-2018, dengan komoditas utama bijih tembaga.

“Sebagai penyumbang perekonomian terbesar NTB, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan meningkat dalam tiga tahun terakhir. Begitu pula sektor perdagangan besar dan eceran meningkat dalam empat tahun terakhir. Meskipun, pertumbuhan PDRB ketiga sektor menurun di 2018,” ucap Bambang.

Menurut Bambang, permasalahan NTB adalah pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan dan berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, tingkat kemiskinan masih cukup tinggi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) cukup rendah di bawah nasional, meskipun terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kabupaten Sumbawa Barat berkontribusi paling tinggi terhadap PDRB NTB dengan sumbangan 18,61 persen. Berbanding terbalik dengan Kota Bima yang berkontribusi 2,95 persen terhadap PDRB provinsi. Rata-rata pertumbuhan ekonomi tertinggi juga berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat 23,48 persen, disusul Kota Mataram 5,67 persen,” kata Bambang.

Bambang melanjutkan, tingkat kemiskinan NTB di atas rata-rata nasional dan cenderung menurun pada 2014-2018. Per September 2018, jumlah penduduk miskin NTB sebanyak 735,6 ribu atau 14,63 persen, turun dari September 2017 atau 15,05 persen.

Tingkat kemiskinan sebagian besar kabupaten dan kota berada di atas rata-rata nasional, kecuali Kota Bima dan Kota Mataram.

“IPM NTB per periode 2014-2017 relatif lebih rendah dibandingkan nasional, tetapi terus mengalami peningkatan dalam periode yang sama,” ucap Bambang.

Bambang menambahkan, pertumbuhan IPM berada di atas nasional dan mengalami peningkatan di tahun terakhir. Kota Mataram menduduki IPM tertinggi, disusul Kota Bima, sedangkan IPM terendah adalah Kabupaten Lombok Utara.

Tingkat pengangguran NTB berada di bawah nasional, namun sedikit meningkat di tahun terakhir. Secara spasial, seluruh kabupaten dan kota di NTB sudah berada di bawah angka rata-rata nasional dengan tingkat pengangguran terendah di Kabupaten Bima, sedangkan tertinggi di Kota Mataram dan disusul Kabupaten Sumbawa Barat.

Sebaliknya, rasio gini berada di bawah angka rasio gini nasional dan mengalami penurunan pada tahun terakhir. Namun, per periode 2015 hingga 2018, rasio gini NTB meningkat sebesar 0,391 pada 2018.

Berdasarkan PDRB per kapita, masih terdapat kesenjangan wilayah yang cukup jauh antara Kabupaten Sumbawa Barat dengan kabupaten dan kota lainnya.

“Untuk mencapai target nasional, NTB harus memiliki pertumbuhan ekonomi minimal 1,55 persen, tingkat kemiskinan maksimal 13,52 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) maksimal 3,49, dan IPM sebesar 68,87,” lanjut Bambang.

Untuk itu, kata Bambang, kebijakan pembangunan NTB pada 2020 perlu diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah seperti jalan, listrik dan bendungan, meningkatkan investasi dengan NTB yang ramah investasi, meningkatkan produksi dan nilai tambah ekonomi pada sektor pertanian.

AYA




Hino Safety Driving Competition Di Lombok,  Kampanyekan Keselamatan Di Jalan

Hino juga  menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar truk dan bus di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com —  PT Hino Motors Sales Indonesia menggelar Safety Driving Competition di kota ke-23 di Lombok (NTB).

Kompetisi ini digelar bagi pengemudi Truk Hino Dutro maupun Ranger yg tersebar di seluruh kabupaten kota di Pulau Lombok. acara di adakan di Exs. Bandara Selaparang , Selasa (02/04).

Deputy General Manager Sales Planing dan Strategis Division PT HMSI, Wibowo Santoso mengatakan,  Hino Safety Driving Competition merupakan bagian dari  Hino untuk mendukung program pemerintah dalam keselamatan berkendara dan meminimalisir kecelakaan di jalan.

Acara Driving Competition ini bertema “Mengemudi dengan aman, bisnis pun makin nyaman” ini betujuan untuk memberikan pelatihan sekaligus diperlombakan dalam hal keselamatan , keamanan dan ketertiban berkendara kepada pengemudi yang ada di Lombok.

“Kami ingin melalui kegiatan safety Driving competition dapat bermanfaat tidak hanya untuk para peserta atau pengemudi melainkan bagi semua penggina kendaraan, terutama untuk pengemudi yang biasa mengendarai Truk,”  uUjar santoso

Santoso menyatakan,  jika Hino terus berupaya mewujudkan komitmennya dalam hal keamanan berkendara melalui teknologi kendaraan terdepan,  serta mengkampanye keselamatan untuk mengurangi resiko dan tingkat kecelakaan di jalan.

PT Hino mengajak 100 pengemudi bus untuk ikut tes tulis pada  hari pertama tanggal 1 April bertempat di Showroom Hino Indomobil Cahaya Prima Jl.A.yani dasan tereng Narmada, yang mana pengemudi di tes tertulis mengenai keselamatan berkendara seperti daily inspection, proper driving, economical driving, safety driving,dan tanda rambu – rambu lalu lintas.

Setelah itu 20 pengemudi terbaik akan memguji kemmpuan meteka dalam mengemudi truk dengan tiga metode bekendara y itu Inseption test berupa zig -zag forwad dan backward serta reverse parking.

“Kami harapkan melalui program ini para pengemudi memegang nilai – nilai, bahwa keselamatan di jalan raya harus dimulai dari diri sendiri,kami akan terus berkomitmen meningkatkan jumlah pengemudi truk di indonesia yang sadar akan oentingnua keselamatan berlalu lintas.” tegasnya

Melalui Hino Safety Driving Surabaya, Hino juga  menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar truk dan bus di Lombok. Selama periode 2018, penjualan Hino mencapai 4000 unit se indoneisa.

Sementara itu kegitan semacam ini rencananya akan digelar kembali pada tahun berikutnya dengan harapan agar para pengemudi sopir truk bisa lebih memahami bagaimana berkendara yg baik dan benar.

Selain itu pihak hino selaku pihak penyelenggara juga berharap agar para peserta bisa menerapkan ilmu yg mereka dapatkan di kehidupan sehari hari sehingga kedepanya para sopir truk di lombok ini semakin tertib serta mengutamakan keselamatan dlam berlalulintas.

Disamping itu juga dalam kegitan ini pt hino juga menyediakan hadiah fantastis bagi para peserta yg berhasil meraih juara, yakni juara 1 mendapatkan Rp 15 juta juara dua Rp.7 juta serta juara tiga Rp.3 juta rupiah.(*)

AYA




Maret 2019, Nusa Tenggara Barat Alami Deflasi Sebesar 0,22 Persen

Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,17 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,40 persen

MATARAM.lombokjournal.com  — Badan Pusat Statistik ( BPS ) NTB merilis,  bulan Maret 2019, Nusa Tenggara Barat mengalami deflasi sebesar 0,22 persen.

Atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,22 pada bulan Februari.2019 menjadi 133,93 pada bulan Maret 2019.

” Angka deflasi ini berada di bawah angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,11 persen,” ujar Suntono, Kepala BPS NTB Senin (01/04).

Ia menyatakan, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,17 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,40 persen.

Deflasi Nusa Tenggara Barat bulan Maret 2019 sebesar 0,22 persen terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,11 persen dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,21 persen.

Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada Kelompok Kesehatan sebesar 0,77 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,47 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,25 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,05 persen dan Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,00 persen.

“Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Maret 2019 sebesar 0,04 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Maret 2018 sebesar 0,65 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Maret 2019 sebesar 2,44 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Maret 2018 sebesar 3,30 persen,” kata Suntono.

AYA

 




Bawang Putih Impor Masuk NTB, Sebab Harga Bawang Putih Lokal Tinggi

Bawang putih ex impor masuk ke NTB untuk permintaan pasar akan bawang putih lebih murah, Selain itu ketersediaan bawang lokal tidak mencukupi kebutuhan

MATARAM.lombokjournal.com – Tingginya harga bawang putih lokal, membuat Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima bawang putih impor masuk ke NTB.

Kepala Hj Putu Selly Andayani mengatakan, kebutuhan bawang putih di NTB cukup banyak.

“Ini kini menghadapi untuk bulan puasa, bawang putih ex impor itu tujuannya adalah menstabilkan harga,” kaya Hj Putu Selly Andayani, Senin (01/04)

Selly menjelaskan, harga bawang putih saat ini cukup tinggi hingga Rp 30 ribu per kilo. Mestinya harganya tidak setinggi itu untuk bawang putih ex impor, biasanya hanya berkisar Rp 15-18 ribu per kilo.

Maka dari itu pemerintah pusat meminta mengimpor bawang putih, agar kebutuhan jelang puasa tercukupi dan harga tetap stabil.

“Takut itu nanti inflasi gara-gara bawang putih, bagaimana kita tidak menerima. Kalau urusan bapok tidak bisa menolak itu,”  terangnya.

Ia mengatakan, dengan harga bawang putih mahal tentu hal ini memicu terjadinya di inflasi, di mana jika infalsi daya beli masyarkat berkurang.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Disdag menerima masuknya bawang putih impor ke NTB. Bawang putih yang masuk ke NTB merupakan bawang ex impor, mengingat di NTB tidak ada pelabuhan impor.

Menurutnya bawang putih ex impor masuk ke NTB untuk permintaan pasar akan bawang putih lebih murah dibandingkan dengan bawang putih lokal. Selain itu ketersediaan bawang lokal tidak mencukupi kebutuhan.

“Bawang lokal itu bisa harganya Rp 60-80 ribu perkilo, kalau ex impor itu harganya harusnya 15-18 ribu tapi sekarang naik sudah sampai 30 ribu,” ujarnya.

Meski sebelumnya Dinas Pertanian dan Perkebunan mengklaim ketersediaan bawang di NTB surplus. Namun harga bawang di pasar justru cukup tinggi, kendati masyarakat beralih menggunkan bawang ex impor dibandingkan dengan bawang lokal.

Terkait hal ini, Selly menegaskan jika kondisi di NTB surplus tentunya harga dapat lebih murah.

“Kalau memang surplus bisa tidak harga sampai 20 ribu bawang lokal, jangan masyarakat kita di beratkan untuk beli bawang putih harganya Rp 60-80 ribu,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Distanbun Provinsi NTB, H Husnul Fauzi menyebutkan, hasil bawang putih pada tahun 2018 lalu dari 19 ribu ton dan surplusnya mencapai 7500 ton, dengan kondisi ini tak perlu ada bawang impor yang masuk ke NTB.

“Kalau bawang putih memang masih dibutuhkan di Indonesia, tetapi di daerah kita surplus,” katanya.

AYA

 

 




DI Era Industrialisasi Digital, Masih Banyak Desa Belum Dijangkau Jaringan internet

Dengan sistem pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer atau jaringan internet, wilayah-wilayah yang masih berada pada area blank spot seperti di Moyo Sumbawa, sangat kesulitan dalam melaksanakan UN

MATARAM.lombokjournal.com — Memasuki era industrialisasi digital atau yang disebut dengan era industrialisasi 4.0, ternyata di Provinsi NTB masih banyak desa yang belum dapat dijangkau oleh jaringan telekomunikasi baik internet maupun telepon atau yang diistilahkan dengan Blank Spot.

Jumlahnya bahkan mencapai angka 195 Desa. Paling banyak area blank spot ini berada di Pulau Sumbawa. Dan sama sekali yang tidak dijumpai area blank spot ini adalah di Kota Mataram.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan area blank spot adalah area yang belum mendapatkan sinyal internet dan handphone.

“Di Provinsi NTB, masih ada sekitar 195 desa yang masih terkategori sebagai daerah blank spot. Jumlah ini berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Aksessibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo RI berdasarkan hasil survey mereka yang dilakukan dari tahun 2017 hingga tahun 2018 didampingi oleh Diskominfotik NTB,” jelasnya

Menurut Aryadi, berdasarkan target secara Nasional, area-area yang masih teridentifikasi sebagai area blank spot ini akan diupayakan bisa dikonektivitaskan dengan jaringan telekomunikasi dan informasi hingga tahun 2020.

“Karena ini merupakan program Nasional, maka kita sangat berharap, Pemerintah Pusat dapat segera menuntaskannya dan bisa mengkoneksikan jaringan telekomunikasi dan informasi pada area-area yang masih berada pada area blank spot agar daerah-daerah yang masih berada pada area blank spot ini dapat bergerak maju sejajar dengan daerah lainnya,” harapnya.

BACA JUGA  ;  Rakor Disdag, Persiapan Hadapi Implementasi dustri 4,0.D

Kesulitan akses internet dan telekomunikasi ini, lanjutnya, sangat berdampak pada sektor kehidupan masyarakat yang sangat vital, terutama pada aspek pendidikan.

Menurutnya, dengan sistem pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer atau jaringan internet, wilayah-wilayah yang masih berada pada area blank spot seperti di Moyo Sumbawa, sangat kesulitan dalam melaksanakan UN.

“Dan mau tidak mau mereka harus swadaya dengan bekerjasama dengan Telkomsel untuk melaksanakan UN berbasis jaringan telekomunikasi ini,” tegasnya.

AYA




Harga Bawang Putih Impor Naik Hingga Rp 30 Ribu

Kenaikan ini biasa terjadi menjelang puasa, kendati permintaan bumbu dapur dan bahan pokok lainnya cukup banyak permintaan

MATARAM.lombokjounar.com  —   Harga bawang putih ex impor di sejumlah pasar di kota Mataram mengalami kenaikan mencapai Rp 30 ribu per kilogramnya.

Kenaikan ini sudah terjadi sejak dua hari lalu, sebelumnya harga untuk perkilo bawang hanya berkisaran di Rp 25-26 ribu.

“Kalau dari pedagang infonya yang menaikan harga dari pengepulnya sendiri, kalau dari pengepul itu harganya mereka beli Rp 28 ribu perkilo,” kata Kepala Pasar Induk Mandalika H Ismail  , Jumat  (29/3).

Menurutnya sejumlah pedagang di mengeluhkan kenaikan harga bawang putih ex impor saat ini, mengingat kenaikan ini membuat para pembeli menurun. Bahkan sebelum terjadi kenaikan kondisinya masih stabil.

“Dengan adanya kenaikan ini tentunya para pedagang harus memberi tahukan kepada pembeli, kalau harganya lagi naik,” ungkapnya

Dikatakannya, setiap harinya bawang putih ex impor yang masuk ke pasar mandalika mencapai sekitar 4-5 ton. Selain itu nantinya akan di salurkan kebeberapa pasar seperti pasar kebon roek, pagesangan dan pasar lainnya.

Sementara itu dari pedagang mengaku jika bawang putih ex impor tengah naik, kenaikannya terjadi sejak satu hari lalu.

Hal ini membuat mereka terpaksa menaikan harganya, kendati dari pengempul juga mengalami kenaikan. Salah satunya seperti di alami Zahra pedagang bawang di pasar di Kebon Roek.

“Satu kilo sekarang Rp 29-30 ribu bawang putih impor, kalau yang lokal lebih mahal lagi, sudah naik lagi sekerang,” kata Zahra.

Diakuinya, kenaikan ini penyebabnya dari pengepul sudah menaikan harganya, sehingga ia juga ikut menaikkan harganya. Kenaikan ini biasa terjadi menjelang puasa, kendati permintaan bumbu dapur dan bahan pokok lainnya cukup banyak permintaan.

Tak hanya itu saja, dipastikannya nanti semua kebutuhan akan ikut naik.

“Biasanya kalau sudah mau mulai masuk puasa, rata-rata semua harga naik. Karena biasanya banyak permintaan dari pembeli,” ujarnya.

Senada dengan Ulfa yang juga pedagang bawang mengatakan, baru 2 hari ini mengalami kenaikan harga bawang putih ex impor. Dirasanya kenaikan ini tidak biasanya mengalami kenaikan setinggi sekarang.

Di mana hanya Rp 2000-3000  saja, bahkan kisaran harganya berada di Rp 20-23 ribu perkilonya.

“Sebelumnya itu harganya sekitar Rp 22 ribuan, tetapi kalau sekarang bisa sampai Rp 30 ribu, kalau naik begini pembelinya sepi,” tuturnya.

AYA




Rakor Dinas Perdagangan, Persiapan Hadapi Implementasi Industri 4,0.D

Revolusi industri 4.0 ini membuat individu harus mengelola perubahan untuk menciptakan kesempatan dan tidak tertinggal dengan para pesaing di tingkat global

Hj Putu Selly Andayani

MATARAM.lombokjournal.com —  Rapat koordinasi  (Rakor ) penyelarasan program sektor perdagangn di era industri 4.0. dilakukan Dinas Perdagangan NTB  untuk peta jalan pemerintah menuju ekonomi digital.

Karena teknologi sudah berkembang pesat dan diharapkan mampu mendukung perekonomian.

Kepala Dinas perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani mengatakan,  kordinasi terhadap pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten/kota mengenai persiapan roadmap menghadapi implementasi industri 4.0. D

Hal itu  sesuai dengan permendag 96 tahun 2017 dijelaskan harus berbuat apa setiap kabupaten/kota.

“Kordinasi terhadap pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten/kota, karena mereka kewenangnya untuk pembangunan fisik,” kata Hj Putu Selly Andayani, Kamis  (28/03).

Selly menjelaskan, sedangkan tugas dari provinsi seperti memberikan sosialisasi konsumen cerdas atau memberikan pelatihan kepada kepala-kepala pasar,  bagaimana cara mengelola pasar, agar pasar sesuai dengan harapan yang melalui industri 4.0.

Maksudnya seperti pasar, di mana harus bersih dan   mempunyai nilai tambah pasar.

“Industri 4.0 itu kan masuk dalam internet of things, bagimana semua berbasis internet jadi nanti pasar-pasar ini bisa berjualan secara online,” ungkapnya.

Sementara itu dari Sekertaris Daerah (SEKDA) provinsi NTB H Rosiady Sayuti mengatakan mengenai industri 4.0 merupakan bagaimana semua berbasis pada internet.

Mengingat di era saat ini semua berbasis digital, kendati hal tersebut juga perlu di terapkan di setiap pasar-pasar di NTB.

“Era online sekarang ini, tugas kita sekarang ini bagaimana membina antisiapasi pedagang ini tersaingi oleh online,” ujarnya.

BACA JUGA ; Di Era Industrialisasi Digital,Masih Banyak Desa Belum Terjangkau Intewrnet

Dikatakannya revolusi industri 4.0 ini membuat individu harus mengelola perubahan untuk menciptakan kesempatan dan tidak tertinggal dengan para pesaing di tingkat global. Hal Ini tidak lain salah satu faktor tersaingnya dengan industri.

“Maka dari itu kita mendorong mereka untuk membangun industri berbasis internet,” jelasnya

AYA




Pembangunan Sirkuit MotoGP, Masih Ada Lahan Warga Belum Terselesaikan

luas yang masih belum  clear 21.5 hakter dari total 130 hektar  Namun ada di semua lintasan itu ada lahan sekitar 1.5 hektar belum bebas

MATARAM.lombokournal.com — Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang merupakan perusahaan pemerintah bergerak di bidang pengembangan pariwisata, saat ini fokus menggarap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah.

Terlebih dengan adaya perhelatan MotoGP 2021 mendatang.

Mesikipun sudah dalam pembangunan, masih ada lahan warga setempat yang belum terselesaikan.

“Masalah tanah kemarin pembicaran dengan provinsi kabupaten kita serahkan ke mekanisme yang ada saja. Ada beberapa lahan yang masih dalm proses pembebasan lahan sudah negosiasi,” jelas Dirkops ITDC Ngurah Wirawan, Kamis (28/03).

Ngurah menyatakan  tidak lama lagi akan selesaikan masalah lahan tersebut kalaupun ada riak-riak, pihaknya akan meminta bantuan dari pemerintah.

“Harapan kami cuman satu, karena ini waktunya pendek di lapangn, kami ingin kerjanya cepat dan tidak terganggu. Karena kalau waktu pembangunan terganngu, tentu lintasannya terlambat di vetifikasi oleh FIM restnya dan bisa tertunda,”Tegasnya.

Ia meminta untuk pembangunan MotoGP ini perlu dukungan kepada warga masyarakat, agar pembangunan, dapat dipercepat untuk bisa mempermudah pengerjaan lintasannya.

Ia memaparkan, luas yang masih belum  clear 21.5 hakter dari total 130 hektar  Namun ada di semua lintasan itu ada lahan sekitar 1.5 hektar belum bebas.

“Sepenuhnya kita masih petakan tapi gak terlalu banyak  kok,”. ujarnya

Saat ini pihak ITDC sedang menyiapkan  untuk homolegasinya soil test ngetes lahan untuk kepadatan batuan.

“Penyelsesain lahan sedang proses semoga tidak ada hambatan ya, karena warga juga paham situasi begini mereka ngerti, makin warga bisa membantu mendukung acara ini kita, makin cepet untuk membangunnya,” katanya.

Penyelesaian jalur MotoGP harus sebelum 2021,  jika lahan bisa rampung ITDC akan mempercepat pembangunanya. Namun jika terganggu dan terhambat, pihaknya akan kembalikan kepada pemerintah daerah. karena pekerjan fisiknya, ketersidaan lahan untuk bisa dipagari secara efektif.

“Ya warga agar bisa pahamlah situasI ini, ya kami berharap pembesanan tanah di ITDC ini menggunakan harga apresar yang umumnya di harga pasar, yang terbaiklah buat kita semu karena tugas ITDC hanya membangun,” pungkasnya

AYA