Bulan Ramadhan, Dipastikan Stok Bahan Pokok Aman Dan Harga Stabil

Jika ada lonjakan kenaikan pada puasa Ramadhan mendatang, Disdag Provinsi NTB akan menggelar operasi pasar (OP).

MATARAM.lombokjournal.com – Memasuki bulan Ramadhan pada awal Mei mendatang, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan stok kebutuhan bahan pokok aman dan harga masih stabil.

Bahkan stoknya dapat terpenuhi hingga 12 bulan ke depan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj.Putu Selly Andayani mengatakan,  jika Stok beras saja saat ini mencapai  52 Ribu ton.

“Sudah ada stok 52 ribu ton beras dari Bulog Divre NTB, kalau sudah stoknya aman, harganya bagus , dan semua masih dibawah  harga Eceran tertinggi (HET), dipastikan tidak akan mengganggu kestabilan Harga Bahan pokok (Bapok)selama puasa,” ujar Selly.

Saat melakukan pemantauan di pasar, Selly mengatakan harga beras di pasar  Rp.9000 karena dari Bulog saat ini  patahannya bagus, karena Bulog menjualnya kepada pedagang RP.8.100.

Berarti pedagang harus menjual 9000-10000.

Kalau sudah stoknya aman otomatis harga juga di bawah HET.

Selain itu  sejumlah kebutuhan pokok di NTB,  minyak goreng, gula, daging, ayam, dan telur ayam sejauh ini masih cukup aman. Untuk harga terjadi turun naik, jika memang akan ada lonjakan kenaikan pada puasa Ramadhan mendatang, Disdag Provinsi NTB akan menggelar operasi pasar (OP).

“Beberapa tempat kita akan adakan operasi pasar, apabila terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi nantinya,” terangnya.

Menurutnya, perkembangan stok dan harga bapok di pasar relatif stabil, antara lain beras premium dijual dengan harga Rp 10.000 per kg – Rp 11.000 per kg, gula pasir Rp 12.000 per kg, minyak goreng curah Rp 11.000 per liter, telur ayam Rp 1.500 per butir dan bawang putih Rp 39.000 per kg.

Harga ini masih kategori bawah, atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk beras itu yang premium harganya berkisaran di Rp 9-10 ribu per kg.

Dikatakannya, harga beras masih berada di  kisaran Rp 10 ribu per kg, mengingat saat ini telah memasuki masa panen, bahkan diprediksi harganya akan kembali turun, sehingga untuk stoknya akan kembali bertambah, dan harganya masih tetap di bawah HET.

BACA JUGA  ;  TPID Siap Mengawal Gejolak Harga Kebutuhan Pokok

Beberapa komoditas bahan pokok lainnya, seperti beras, gula, minyak goreng, dan daging beku, sudah dipatok dengan HET di pasar tradisional maupun ritel modern di antaranya beras medium dan premium, minyak goreng kemasan, gula dan daging beku.

“Untuk daging ayam, cabai, bawang merah dan bawang putih juga akan kita usahakan tercukupi meskipun saatvini untuk bawang putih harganya masih diatas rata-rata,” katanya.

AYA

 




355 Pelaku UMKM NTB Ikuti Pelatihan GO DigitaI

Dengan memanfaatkan teknologi UMKM akan lebih produktif, yang berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran

MATARAM.lombokjournal.com —  Pelatihan capacity building menuju go digital,  diikuti 355 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) se-NTB diikuti Senin (22/04) 2019.

Kegiatan yang digagas Bank Indonesia Perwakilan NTB itu berlangsung di Hotel Lombok Raya, selama dua hari ke depan.

Mereka yang mengikuti pelatihan ini rata-rata sudah memiliki usaha yang sebagian besarnya bergerak di bidang kuliner, fashion dan kerajinan atau craft.

Pelatihan ini dimaksudkan meningkatkan pemahaman para pelaku UMKM untuk memasarkan dan melakukan pembayaran produk UMKM mereka melalui teknologi digital.

Apalagi pengguna aktif internet di Indonesia ini mencapai 60 persen dari jumlah penduduk. Termasuk di NTB yang pengguna internetnya mencapai 80 persen.

Pada kegiatan yang mengambil tema “Mempersiapkan dan Mempercepat Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Gigital” itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Dajalillah menegaskan sudah saatnya UMKM NTB Go Digital.

Sebab, dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, UMKM akan lebih produktif. Sehingga, akan berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

“PR kita adalah meningkatkan produktifitas,” ungkap Wagub Ummi Rohmi itu.

NTB ini lanjut Ummi Rohmi memiliki kekayaan yang luar biasa. Baik dari segi kerajinan, fashion, kuliner,  maupun UMKM lainnya. Sehingga, harus dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Bahkan, kekayaan di NTB ini tidak dimiliki daerah lain, yang setiap kabupaten memiliki produk UMKM yang berbeda, layaknya NTB.

“Sebaik apapun produk kita,  sebaik apapun UMKM kita, tidak akan berarti apa-apa kalau tidak memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Dengan dunia yang sudah berada di genggaman ini kata Wagub, maka harus dijadikan peluang untuk melakukan hal-hal produktif.

“Tidak ada artinya, produk kita indah kalau kita hanya ribut-ribut di dalam daerah kita saja.  Kita harus mamanfaatkan hp kita untuk mempromosikan UMKM kita untuk skala nasional dan internasional,” jelasnya.

Untuk  itu, Wagub berharap seluruh pelaku UMKM itu dapat melakukan perencanaan dengan baik guna meningkatkan produktifitas UMKM.

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah, SE.,  M. Si, menjelaskan tidak semua UMKM mengikuti perkembangan zaman. Sampai saat ini katanya, sekitar 36% UMKM di Indonesia masih offline atau tidak menggunakan informasi digital.

Bahkan,  baru sekitar 8 % UMKM yang menggunakan digital penuh, mulai dari memasarkan hingga pembayaran sudah memanfaatkan digital.

“Itu memerlukan waktu dan effort dan kerjasama semua. Banyak potensi yang bisa dipasarkan melalui internet,” Ungkap istri Gubernur NTB itu

AYA




Gubernur Zul Datangi Kedubes Korsel, Bicarakan Investasi Dan Beasiswa

lombok Journal.com —

JAKARTA;   Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah datang ke Kedubes Korea Selatan untuk membahas tindak lanjut pengiriman mahasiswa NTB ke Korea Selatan

Termasuk audiensi soal aturan-aturan studi di Korsel, Kamis (18/04).

Gubernur juga mengundang para investor korsel untuk berinvestasi di NTB mengingat pada tahun 2021 NTB menjadi tuan rumah Moto GP

Duta besar Korsel juga menjelaskan tentang program eco tourism center di daerah Tunak, bagian Tenggara pulau Lombok oleh pemerintah korsel.

Kedua belah pihak  sepakat untuk melakukan kunjungan bersama ke daerah tersebut.

Iwo/Humas NTB




Gubernur Zul Minta Seluruh Kepala OPD Bahas Dan Susun Roadmap Industrialisasi di NTB

Konsep industrialisasi adalah sebuah proses besar yang merubah suatu kondisi dalam waktu tertentu, dari sistem tradisional/konvensional menjadi sistem yang lebih modern

 

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah minta Kepala Biro dan seluruh Kepala OPD bersama-sama berdiskusi dan menyusun Roadmap Industrialisasi NTB, di Aula Bappeda Provinsi NTB, Selasa (16/04).

Rapat Gubernur Zul bersama seluruh Kepala Biro dan Kepala OPD itu berlangsung dari

siang dan berakhir hingga kira-kira pukul 9 malam.

Mengawali pemaparannya, Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, hingga saat ini NTB masih berkutat pada masalah mendasar pembangunan, seperti persoalan pengangguran dan kemiskinan.

Nusa Tenggara Barat tidak mempunyai alternatif strategi lain, selain mencari terobosan untuk menanggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan.

Dan salah satu strategi tersebut adalah daya saing industri, tegas Doktor Zul.

“Industrialisasi akan menghadirkan lapangan kerja baru yang diharapkan dapat mengikis kemiskinan,” ujarnya.

Tiga faktor yang menunjukkan sebuah daerah dikatakan memiliki daya saing adalah, jika daerah itu mempunyai kemampuan memproduksi barang atau jasa yang sesuai dengan standart internasional.

“Minimal produk-produk NTB punya daya saing jika disandingkan dengan produk-produk nasional. Kedua, adanya riil income (pendapatan yang nyata) untuk masyarakat. Ketiga, adalah jika masyarakat mudah mencari pekerjaan di derahnya sendiri,” lanjut gubernur.

Selain itu, juga ditekankan, hal penting yang juga harus diperhatikan dalam menciptakan daya saing adalah, perusahaan yang hadir di suatu daerah harus mendapatkan keuntungan dan tumbuh.

“Industrialisasi itu sebenarnya adalah sebuah proses besar dalam mencari dan mengembangkan tekhnologi, sehingga nilai tambah dari tekhnologi itu bisa tercapai,” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Gubernur Zul menekankan, konsep industrialisasi adalah sebuah proses besar yang merubah suatu kondisi dalam waktu tertentu, dari sistem tradisional/konvensional menjadi sistem yang lebih modern.

“Kita harus mampu meng-update cara pandang, apa yang akan dijual dari tahun ke tahun itu harus ada perubahan menyesuaikan kemajuan yang terjadi. Amati, tiru dan duplikasi,” katanya.

Mendukung iklim industrialisasi

Sejalan dengan Gubernur, Wagub NTB Hj. Rohmi Djalilah mengatakan, konsep yang disampaikan gubernur adalah konsep besar, yang harus mampu kita jalankan.

“Kita harus mampu merencanakan tahun per tahun dari program kerja kita. Semua Kepala OPD harus benar-benar responsif terhadap berbagai hal yang terjadi dalam mendukung iklim industrialisasi di NTB.”

Untuk mengembangkan industrialisasi, kita harus berangkat dari keadaan riil di daerah kita, lanjut Hj. Rohmi.

“Perencanaan dan pengembangan harus diawali dengan potensi yang ada di daerah ini. Kuncinya adalah koordinasi, komunikasi dan kerjasama seluruh stakeholder di daerah ini. Mindset kita harus beralih sebagai yang melayani,” tutup Hj. Rohmi.

Pada kesempatan tersebut, masing – masing Dinas juga diberikan kesempatan untuk memaparkan konsep dan perencanaan serta sumbangsingnya dalam industrialisasi di NTB

Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB misalnya, memiliki Strategi peningkatan kualitas dan kuantitas pertanian dan perkebunan dalam mendukung industrialisasi.

Dan lebih dari itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan ingin mendorong industri pengolahan hasil dengan konsep petani go digital dan penguatan pertanian berbasis korporasi dan kawasan.

Selanjutnya Dinas Peternakan, memaparkan perencanaan untuk membentuk Industrialisasi kampung unggas berbasis ayam petelur.

Selanjutnya, Dinas Kelautan dan Perikanan mendukung industrialisasi dengan membuat pengolahan ikan higienis, membangun sarana prasarana, pelatihan dan pendampingan dan temu bisnis produk higienis.

Dinas Kelautan juga ingin membuat industrialisasi Garam rakyat dengan menyusun masterplan dan road map kawasan ekonomi garam (2020-2024).

Hj. Sally Andayani, selaku Kadis Perdagangan pada paparannya menyampaikan ingin meluaskan ekspor ke pasar prospektif dengan  mengintensifkan promosi, akses informasi kepada dunia usaha.

Selain itu juga pada pengembangan produk, pemberdayaan kelembagaan ekspor, penguatan kerjasama ekspor, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memasuki pasar global.

Terakhir, Dinas Perindustrian menyampaikan data Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Provinsi NTB triwulan IV tahun 2018 naik sebesar 3.45 persen dari tahun lalu.

Begitu pula dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV. 17 56 persen.

Istri Gubernur NTB, yang juga merupakan Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi seluruh upaya pejabat pemerintah provinsi NTB yang dengan tekun dan serius bersama-sama menyusun roadmap industrialisasi NTB.

“Perjalanan panjang dimulai dengan langkah pertama, alhamdulillah hari ini kita sudah mencoba mengawali industrialisasi di NTB.” ujar Hj. Niken memotivasi.

Langkah awal memang paling sulit, tapi insyaallah kita pasti bisa, tegasnya.

AYA

(Sumber; Humas Pemprov NTB)

 




Gubernur Zulkieflimansyah Bicara Revolusi Industri 4.0

 Kriteria untuk sukses di Era revolusi industri 4.0 saat ini  yang paling mendasar adalah mahasiswa harus “wanen (bahasa sasak)” yang berarti harus pemberani

Gubernu Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat membuka kuliah umum oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak, di Auditorium Abubakar, Universitas Mataram, Senin (15/4), memotivasi mahasiswa, harus mampu memgikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk menuju kesuksesan.

Gubernur mengatakan, revolusi industri 4.0 dengan kemajuan teknologi digital, telah menyebabkan dunia saat ini mengalami perubahan luar biasa, artificial intelligence dengan kemajuan teknologi digital yang luar biasa.

“Kemajuan Indonesia tergantung dari mahasiswa sebagai penggerak membangun ekonomi indonesia yang lebih baik,” kata Gubernur Zul.

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang begitu pesat tersebut, gubernur menyarankan kepada seluruh mahasiswa di NTB, agar dalam berkuliah jangan datang ke Kampus hanya untuk belajar saja. Akan tetapi mahasiswa juga harus pandai dalam bergaul

“Jadikan kampus mengenal diri jati diri lebih dalam”, ujarnya

Kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa yang berasal dari seluruh Universitas di NTB dan selurih civitas akademika Universitas Mataram itu, mengangkat tema “Peran mahasiswa dalam menghadapi era revolusi industri 4.0”.

Doktor Zul menekankan mahasiswa juga harus lebih banyak aktif dalam berorganisasi. Menjadi aktivis, namun harus jadi aktivis sejati, yang sejalan dengan kemampuan akademis yang juga harus lebih baik.

Mahasiswa Harus ‘Wanen’

Dalam kuliah umum yang disampaikan, Menristekdikti RI, memaparkan kriteria untuk sukses di Era revolusi industri 4.0 saat ini. Hal yang paling mendasar adalah Mahasiswa harus “wanen (bahasa sasak)” yang berarti harus pemberani.

Menurutnya, sikap pemberani saja juga tidak memiliki arti, kalau tidak dibarengi dengan sikap kejujuran, disiplin, mudah bergaul, dukungan pendamping, bekerja keras, mencintai pada pekerjaannya, mempunyai kepemimpinan yang baik, kepribadian yang kompetitif, hidup serba teratur dan punya kemampuan menjual ide yang dimiliki atau kreatif.

“Sepuluh faktor inilah penentu kesuksesan di masa depan”, ungkapnya.

Usai memberikan kuliah umum, Menristekdikti juga memberikan penghargaan kepada lima mahasiswa dengan prestasi akademik terbaik, berupa satu buah Laptop untuk masing-masing Mahasiswa.

Hadir dalam kesempatan tesebut Rektor Univetsitas Mataram, Anggota Komisi VII DPR RI H. Kurtubi dan seluruh jajaran civitas akademika Unram.

AYA/Humas Prov NTB




Gubernur Zul Bertemu Kadin Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima kunjungan silaturrahmi Ketua KADIN Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani dan jajarannya, di Pendopo Gubernur NTB, Minggu (14/04) 2019.

Rr




Masyarakat  Jangan Mudah Percaya Lembaga Keuangan Berkedok Koperasi Tak berizin

Sidak akan dilakukan pada pertengan tahun,  menyasar koperasi yang tidak terdaftar sebagai koperasi namun dalam operasional keseharianya memberikan pinjaman kepada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Masyarakat dihimbau tidak mudah percaya terhadap keberadaan lembaga keuangan yang berkedok atau menggunakan pola koperasi tapi tak berizin.

Himbauan tu disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, merupakan upaya perlindungan kepada masyarakat.

“Sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, otoritas jasa keungan bersama dengan satgas waspada investasi  berencana akan  melakukan sidak ke lembaga penyalur pinjaman berkedok koperasi,” ujar Kepala OJK NTB, Farid Falatehan ,Kamis (11/4)

Farid menyatakan, jika dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sidak ke penyalur dan yang berkedok sebagai Koperasi.

“Menyikapi masih adanya lembaga keuangan yang menggunakan pola koperasi, melihat permasalahan tersebut ororitas jasa keungan bersama dengan satgas waspada investasi berencana akan melakukan sidak ke lembaga penyalur dana dan penarik dana yang berkedok koperasi,” ujarnya

Dikatakn Farid, sidak yang akan dilakukan pada pertengahan tahun itu akan menyasar koperasi yang tidak terdaftar sebagai koperasi namun dalam operasional keseharianya memberikan pinjaman kepada masyarakat.

Farid menegaskan,  sidak tersebut dilakukan bertujuan untuk meminimalisir keberadaan lembaga keuangan berkedok koperasi yang dapat meresahkan dan merugikan masyarakat.

Seperti diketahui koperasi adalah suatu badan usaha yang dimiliki dan dioperasikan oleh para anggotanya untuk memenuhi kepentingan bersama di bidang ekonomi.

Untuk itulah OJK Provinsi NTB menghimbau kepada pengelola koperasi agar mengurus izin kepada dinas terkait untuk dengan tujuan agar memiliki legalitas formal  serta dapat dipertanggungjawabkan keberadaanya.

AYA

 




Gubernur Zul Serahkan Bantuan Rumah, Untuk Kecamatan Yang Terdampak  Banjir Di Bima

Gubernur didampingi Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, menyerahkan Surat Keputusan Ijin Usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan, kepada beberapa Kelompok Masyarakat Pengelola Hutan

Gubernur Zulkieflimansyah

lombokjournal.com –

KABUPATEN BIMA  ;   Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah menyerahkan  bantuan rumah program hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun 2019, di lapangan Desa Maria Kecamatan Wawo, Rabu (10/11).

Secara simbolis bantuan diserahkan kepada perwakilan 4 kecamatan di Kabupaten Bima yang mengalami bencana banjir tahun 2016 lalu, di antaranya Kecamatan Sape, Wawo, Wera dan Ambalawi.

Gubernur Zul mengingatkan semua yang hadir, bencana yang menyapa sudah seharusnya semakin menyadarkan kita betapa dekatnya kita dengan kematian.

“Masalah bencana dan kelestarian lingkungan, harus jadi prioritas kita, agar keberlangsungan kehidupan dapat terjaga,” ujar doktor Zul.

Gubernur NTB mengingatkan, Kepala BPBD untuk terus mensosialisasikan  program dan cara antisipasi bencana banjir  kepada masyarakat.

Tidak lupa  Doktor Zul juga memberikan pemahaman  kepada masyarakat Wawo yang hadir untuk tetap optimis dalam hidup.

“Setelah banjir pasti akan ada kebahagiaan. Begitu lah siklus hidup supaya  kita pandai bersyukur,” ujar Gubernur Zul.

Gubernur didampingi Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, menyerahkan Surat Keputusan Ijin Usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan, kepada beberapa Kelompok Masyarakat Pengelola Hutan.

Beberapa kelompok tersebut di antaranya adalah, Ketua Kelompok dari Hutan Nggahi Tahu Pahu Desa Raba kecamatan Wawo dengan luas lahan 494 ha untuk dikelola 534 kepala keluarga (KK).

Kemudian  Ketua Kelompok dari hutan Oi Ngari dengan pemanfaatan 265 ha untuk 129 KK, serta Ketua Kelompok dari Hutan Doro Lingga Desa Kalodu Kecamatan Langgudu, dengan luas pemanfaatan 91 ha untuk 123 KK.

(Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB)




KAHMIPRENEUR Gelar ‘Young Entrepreneur Summit 2019’ Di Lobar

Sukses roadshow di 7 kota besar di Indonesia, menjadi bukti antusias yang menggambarkan semangat tinggi entrepreneur muda Indonesia

Lombokjournal.com —

MATARAM   ;   KAHMIPRENEUR  menggelar ajang inspiratif di kota ke enam, di Lombok Barat yang bertajuk ‘Lombok Young Entrepreneur Summit (YES) 2019, di Lombok City Center, Lombok Barat, Selasa (09/04) 2019.

Penyelenggaraan ajang inspiratif ‘Indonesia Young Entrepreneur Summit 2018’ pernah sukses di Jakarta. Saat itu, 28 Oktober 2018 lalu,  diikuti 1,800 peserta.

Setelah itu, ‘Young Entrepreneur Summit 2019’   Roadshow di 7 kota besar di Indonesia.

Kota pertama atau pembuka yaitu Surabaya telah sukses diikuti 7.000 peserta (tanggal 16 Februari 2019),  lalu di kota kedua Bandung sukses diikuti 6,000 peserta 9tanggal 10 Maret 2019), dilanjutkan kota ketiga Sragen diikuti 6,000 peserta (tanggal 24 Maret 2019).

Kota ke-empat giliran Makassar yang telah diikuti oleh 10,000 peserta (tanggal 1 April 2019) dan kota ke-lima Medan diikuti 7.000 peserta (tanggal 7 April 2019).

KAHMIPreneur merupakan program inspiratif dalam menciptakan pengusaha muda, serta mengobarkan semangat kalangan muda Indonesia dalam momentum mencetak entrepreneur yang handal.

Program ‘Lombok YES 2019’ yang mengambil tema ‘Arah Baru Ekonomi Indonesia’, secara mengejutkan diminati sekitar 10.000 peserta yang mendaftar, dari kapasitas sekitar 6.000 kursi.

Antusias yang membludak ini menandakan semangat tinggi para entrepreneur di Lombok untuk menyerap ilmu dan wawasan yang disampaikan oleh para pakar entrepreneur nasional.

Dapat dikatakan ajang ‘Lombok YES 2019’ menjadi ajang kopi darat dari entrepreneur Nusa Tenggara Barat.

Lebih dari itu, ajang ini juga diminati oleh beberapa peserta dari lintas pekerjaan antara lain mahasiswa, pegawai negeri, pegawai swasta bahkan ibu Rumah Tangga yang tengah menyusun rencana untuk terjun ke bisnis entrepreneur.

Mereka membutuhkan bekal ilmu dan wawasan yang cukup agar mampu bertahan seperti entrepreneur sukses yang dihadirkan. D

Mayoritas berasal dari kota Lombok, namun terdapat juga peserta dari beberapa kota di sekitarnya. Ini menyiratkan sebuah spirit semangat untuk perubahan terhadap diri sendiri dan masa depan yang diperlihatkan dari para peserta tersebut.

Lebih dekat, ajang ‘Lombok YES 2019’ merupakan forum kaum milenial kreatif bertemu dengan para pengusaha muda sukses dari berbagai sektor bisnis tingkat menengah keatas serta nasional.

Ajang ‘Lombok YES 2019’ adalah sarana untuk berbagi networking (akses teknologi, pembiayaan dan pemasaran), berbagi dan berkembang. Melalui YES 2019, peserta mendapatkan akses terkini seputar market dan finance dari stakeholder yang terlibat.

Founder KAHMIPreneur, Kamrussamad sebagai penggagas ajang ini mengatakan, sangat gembira dapat kembali menggelar ajang ini.

Melihat kesuksesan dari dari penyelenggraan di beberapa kota, yang pesertanya membludak melebihi target dan kapasitas ruangan, menjadi pemicu untuk mengulirkan ajang YES tahun ini.

Dimaksudkan, virus semangat entrepreneur dapat meluas secara merata sekaligus membuka peluang terhadap penciptaan entrepreneur muda yang lebih banyak.

Di kota ke 6 di Lombok ini, konsepnya berbeda dengan kota sebelumnya. Disini acaranya dikemas dengan konsep festival, dengan memberi ruang bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya.

“Ini merupakan awal yang baik bahwa dengan digelarnya ajang ‘Lombok YES 2019’ ini, para kawula muda dan masyarakat Indonesia masih sangat bersemangat untuk menjadi entrepreneur-entrepreneur serta kreator-kreator muda yang gigih dan handal, dalam membangun dan menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri.” kata Kamrussamad.

Harapan penyelenggara, ajang ini dapat membantu dan mencetak lebih banyak wirausaha-wirausaha unggul yang dapat bersaing menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan.

Selain itu, menjadi ajang bergengsi ini dapat membantu menciptakan lebih banyak lagi entrepreneur-entrepreneur muda sukses, tangguh dan mandiri. Sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat serta mendayagunakan potensi perekonomian yang ada diIndonesia.

“Dan yang penting, dan dapat bersaing dengan perusahaan asing serta menjadi entrepreneur lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.’’ kata Kamrussamad.

Ajang ‘Lombok YES 2019’ menghadirkan narasumber handal di industri entrepreneur nasional yang telah sukses membangun bisnisnya mulai dari nol. Mereka yang meraih kesuksesan saat ini,  juga telah merasakan kegagalan beberapa kali namun tetap semangat untuk bertahan dan belajar dan bangkit dari kegagalannya.

Diantaranya tokoh entrepreneur nasional, Sandiaga Salahuddin Uno serta entrepreneur muda sukses lainnya, yaitu:

Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar selaku Pemilik Jannah Corp dan Oleh-oleh Kekinian Malang Strudel.

Bersama dengan sang istri, Shireen Sungkar, keduanya memulai usaha travel haji dan umroh yang diberi nama Abu Adam.

Bukan hal mudah untuk memulai bisnis di bidang ini. Teuku wisnu dan Shireen Sungkar member pilihan bagi masyarakat yang hendak beribadah ketanah suci dengan harga relative murah dan memberikan pelayanan yang maksimal.

Bisnisnya pun beragam mulai dari fashion, kuliner, oleh-oleh, aplikasi hingga media online daerah.

Sandiaga S. Uno yang menjadi keynote speaker di ajang ‘Lombok YES 2019’ merasa gembira dipercaya kembali berpartisipasi di ajang ini.

“Saya melihat antusiasme yang sangat tinggi dari ajang YES pertama. Otimis ajang YES di kota yang akan digulirkan berikutnya oleh KAHMIpreneur akan dipadati oleh para entrepreneur yang haus akan sharing pengalaman ini, “ katanya.

Dijelaskan Kamrussamad, di ajang ini teman-teman entrepreneur dapat belajar untuk menjadi seorang entrepereneur sejati langsung dari pakarnya.

Ini salah satu ikhtiar yang harus terus dimiliki oleh seorang entrepreneur, untuk selalu belajar dari bermacam entrepreneur sukses dan mengambil hikmah dari tantangan yang mereka hadapi. Suksesnya entrepreneur di Indonesia tentu akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke arah yang lebih baik.

Sebagai informasi, pada ajang ‘Lombok YES 2019’, selain seminar juga terdapat booth-booth yaitu booth merchandise ‘Thesandiuno’, NineTen, photo booth 180 Degree, Festival UMKM serta dimeriahkan oleh penampilan Modern Dancer, Band dan dimeriahkan oleh artis ibukota SITI BADRIAH.

Setelah berlangsung di Surabaya, Bandung, Sragen, Makassar, Medan dan Lombok, ajang YES 2019 akan memasuki puncaknya, yang akan berlangsung di kota Jakarta pada tanggal 10 April.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Endah Dwi Ekowati

Media Relations ; Hp  0815 877 4220

Email     : endah.dwiekowati@gmail.com

 AYA (*)




Bawang Merah NTB Diekspor Melalui Jawa Tengah

Ke depan dihrapkan  NTB dapat langsung mengekspor bawang merah dari NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Putu Selly Andayani mengatakan, potensi bawang merah NTB sangat banyak.

Bahkan bawang merah NTB sudah dapat di ekspor, namun sayangnya saat ini untuk mengekspor tidak melalui daerah NTB tetapi dari daerah lain yakni Jawa Tengah.

“Sebelumnya kami bersama Bank Indonesia (BI) NTB mengecek ke daerah Berebes, ternyata bawang merah NTB itu di ekspor sama PT Pura,” ujar Hj Putu Selly, Senin (08/04)

Selly mengatakan jika stok yang melimpah ketika musim panen biasanya akan dikirim ke beberapa daerah.

Untuk kedepannya, ia berharap NTB dapat langsung mengekspor bawang merah dari NTB. Sehingga dengan mengekspor melalui NTB, tentu akan membawa nama NTB di beberapa negara yang selama ini menerima eskpor bawang merah NTB.

“Sekarang ini mereka petani bawang sudah bisa mengurus Surat Keterangan Asal (SKA). Sekarang ini SKA Jagung, Ikan Laut, Gerabah juga sudah ada,” terangnya.

Menurutnya, upaya yang dapat dilakukan yakni dengan menyediakan tempat penyimpanan bawang dan alat Control Atmosphere Storage (CAS), di mana nantinya dari hasil panen petani melimpah dapat di simpan pada gudang tersebut dengan CAS. Sehingga dapat menunda jual, ketika harga bawang rendah.

“Meskipun saya lihat tidak jangka panjang, CAS ini bisa bertahan 6 bulan. Jadi setidaknya bisa mensejahterakan petani kita,” ungkapnya.

Dijelaskannya Cas ini merupakan suatu teknologi pengondisian suhu pada ruang penyimpanan komoditas holtikuran, diantaranya buah, sayuran dan lainnya hasil petani. Untuk mempertahankan mutu dan memperpanjang ketahanan penyimpanan buah dan sayuran segar pasca dipanen.

“Rencana nanti kita akan mengajukan ke Kementrian Perdagangan untuk pengajuan Cas yang di Sumbawa,” katanya.

AYA