Gubernur Zul Minta Seluruh Kepala OPD Bahas Dan Susun Roadmap Industrialisasi di NTB

Konsep industrialisasi adalah sebuah proses besar yang merubah suatu kondisi dalam waktu tertentu, dari sistem tradisional/konvensional menjadi sistem yang lebih modern

 

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah minta Kepala Biro dan seluruh Kepala OPD bersama-sama berdiskusi dan menyusun Roadmap Industrialisasi NTB, di Aula Bappeda Provinsi NTB, Selasa (16/04).

Rapat Gubernur Zul bersama seluruh Kepala Biro dan Kepala OPD itu berlangsung dari

siang dan berakhir hingga kira-kira pukul 9 malam.

Mengawali pemaparannya, Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, hingga saat ini NTB masih berkutat pada masalah mendasar pembangunan, seperti persoalan pengangguran dan kemiskinan.

Nusa Tenggara Barat tidak mempunyai alternatif strategi lain, selain mencari terobosan untuk menanggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan.

Dan salah satu strategi tersebut adalah daya saing industri, tegas Doktor Zul.

“Industrialisasi akan menghadirkan lapangan kerja baru yang diharapkan dapat mengikis kemiskinan,” ujarnya.

Tiga faktor yang menunjukkan sebuah daerah dikatakan memiliki daya saing adalah, jika daerah itu mempunyai kemampuan memproduksi barang atau jasa yang sesuai dengan standart internasional.

“Minimal produk-produk NTB punya daya saing jika disandingkan dengan produk-produk nasional. Kedua, adanya riil income (pendapatan yang nyata) untuk masyarakat. Ketiga, adalah jika masyarakat mudah mencari pekerjaan di derahnya sendiri,” lanjut gubernur.

Selain itu, juga ditekankan, hal penting yang juga harus diperhatikan dalam menciptakan daya saing adalah, perusahaan yang hadir di suatu daerah harus mendapatkan keuntungan dan tumbuh.

“Industrialisasi itu sebenarnya adalah sebuah proses besar dalam mencari dan mengembangkan tekhnologi, sehingga nilai tambah dari tekhnologi itu bisa tercapai,” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Gubernur Zul menekankan, konsep industrialisasi adalah sebuah proses besar yang merubah suatu kondisi dalam waktu tertentu, dari sistem tradisional/konvensional menjadi sistem yang lebih modern.

“Kita harus mampu meng-update cara pandang, apa yang akan dijual dari tahun ke tahun itu harus ada perubahan menyesuaikan kemajuan yang terjadi. Amati, tiru dan duplikasi,” katanya.

Mendukung iklim industrialisasi

Sejalan dengan Gubernur, Wagub NTB Hj. Rohmi Djalilah mengatakan, konsep yang disampaikan gubernur adalah konsep besar, yang harus mampu kita jalankan.

“Kita harus mampu merencanakan tahun per tahun dari program kerja kita. Semua Kepala OPD harus benar-benar responsif terhadap berbagai hal yang terjadi dalam mendukung iklim industrialisasi di NTB.”

Untuk mengembangkan industrialisasi, kita harus berangkat dari keadaan riil di daerah kita, lanjut Hj. Rohmi.

“Perencanaan dan pengembangan harus diawali dengan potensi yang ada di daerah ini. Kuncinya adalah koordinasi, komunikasi dan kerjasama seluruh stakeholder di daerah ini. Mindset kita harus beralih sebagai yang melayani,” tutup Hj. Rohmi.

Pada kesempatan tersebut, masing – masing Dinas juga diberikan kesempatan untuk memaparkan konsep dan perencanaan serta sumbangsingnya dalam industrialisasi di NTB

Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB misalnya, memiliki Strategi peningkatan kualitas dan kuantitas pertanian dan perkebunan dalam mendukung industrialisasi.

Dan lebih dari itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan ingin mendorong industri pengolahan hasil dengan konsep petani go digital dan penguatan pertanian berbasis korporasi dan kawasan.

Selanjutnya Dinas Peternakan, memaparkan perencanaan untuk membentuk Industrialisasi kampung unggas berbasis ayam petelur.

Selanjutnya, Dinas Kelautan dan Perikanan mendukung industrialisasi dengan membuat pengolahan ikan higienis, membangun sarana prasarana, pelatihan dan pendampingan dan temu bisnis produk higienis.

Dinas Kelautan juga ingin membuat industrialisasi Garam rakyat dengan menyusun masterplan dan road map kawasan ekonomi garam (2020-2024).

Hj. Sally Andayani, selaku Kadis Perdagangan pada paparannya menyampaikan ingin meluaskan ekspor ke pasar prospektif dengan  mengintensifkan promosi, akses informasi kepada dunia usaha.

Selain itu juga pada pengembangan produk, pemberdayaan kelembagaan ekspor, penguatan kerjasama ekspor, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memasuki pasar global.

Terakhir, Dinas Perindustrian menyampaikan data Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Provinsi NTB triwulan IV tahun 2018 naik sebesar 3.45 persen dari tahun lalu.

Begitu pula dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV. 17 56 persen.

Istri Gubernur NTB, yang juga merupakan Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi seluruh upaya pejabat pemerintah provinsi NTB yang dengan tekun dan serius bersama-sama menyusun roadmap industrialisasi NTB.

“Perjalanan panjang dimulai dengan langkah pertama, alhamdulillah hari ini kita sudah mencoba mengawali industrialisasi di NTB.” ujar Hj. Niken memotivasi.

Langkah awal memang paling sulit, tapi insyaallah kita pasti bisa, tegasnya.

AYA

(Sumber; Humas Pemprov NTB)

 




Gubernur Zulkieflimansyah Bicara Revolusi Industri 4.0

 Kriteria untuk sukses di Era revolusi industri 4.0 saat ini  yang paling mendasar adalah mahasiswa harus “wanen (bahasa sasak)” yang berarti harus pemberani

Gubernu Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat membuka kuliah umum oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak, di Auditorium Abubakar, Universitas Mataram, Senin (15/4), memotivasi mahasiswa, harus mampu memgikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk menuju kesuksesan.

Gubernur mengatakan, revolusi industri 4.0 dengan kemajuan teknologi digital, telah menyebabkan dunia saat ini mengalami perubahan luar biasa, artificial intelligence dengan kemajuan teknologi digital yang luar biasa.

“Kemajuan Indonesia tergantung dari mahasiswa sebagai penggerak membangun ekonomi indonesia yang lebih baik,” kata Gubernur Zul.

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang begitu pesat tersebut, gubernur menyarankan kepada seluruh mahasiswa di NTB, agar dalam berkuliah jangan datang ke Kampus hanya untuk belajar saja. Akan tetapi mahasiswa juga harus pandai dalam bergaul

“Jadikan kampus mengenal diri jati diri lebih dalam”, ujarnya

Kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa yang berasal dari seluruh Universitas di NTB dan selurih civitas akademika Universitas Mataram itu, mengangkat tema “Peran mahasiswa dalam menghadapi era revolusi industri 4.0”.

Doktor Zul menekankan mahasiswa juga harus lebih banyak aktif dalam berorganisasi. Menjadi aktivis, namun harus jadi aktivis sejati, yang sejalan dengan kemampuan akademis yang juga harus lebih baik.

Mahasiswa Harus ‘Wanen’

Dalam kuliah umum yang disampaikan, Menristekdikti RI, memaparkan kriteria untuk sukses di Era revolusi industri 4.0 saat ini. Hal yang paling mendasar adalah Mahasiswa harus “wanen (bahasa sasak)” yang berarti harus pemberani.

Menurutnya, sikap pemberani saja juga tidak memiliki arti, kalau tidak dibarengi dengan sikap kejujuran, disiplin, mudah bergaul, dukungan pendamping, bekerja keras, mencintai pada pekerjaannya, mempunyai kepemimpinan yang baik, kepribadian yang kompetitif, hidup serba teratur dan punya kemampuan menjual ide yang dimiliki atau kreatif.

“Sepuluh faktor inilah penentu kesuksesan di masa depan”, ungkapnya.

Usai memberikan kuliah umum, Menristekdikti juga memberikan penghargaan kepada lima mahasiswa dengan prestasi akademik terbaik, berupa satu buah Laptop untuk masing-masing Mahasiswa.

Hadir dalam kesempatan tesebut Rektor Univetsitas Mataram, Anggota Komisi VII DPR RI H. Kurtubi dan seluruh jajaran civitas akademika Unram.

AYA/Humas Prov NTB




Gubernur Zul Bertemu Kadin Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima kunjungan silaturrahmi Ketua KADIN Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani dan jajarannya, di Pendopo Gubernur NTB, Minggu (14/04) 2019.

Rr




Masyarakat  Jangan Mudah Percaya Lembaga Keuangan Berkedok Koperasi Tak berizin

Sidak akan dilakukan pada pertengan tahun,  menyasar koperasi yang tidak terdaftar sebagai koperasi namun dalam operasional keseharianya memberikan pinjaman kepada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Masyarakat dihimbau tidak mudah percaya terhadap keberadaan lembaga keuangan yang berkedok atau menggunakan pola koperasi tapi tak berizin.

Himbauan tu disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, merupakan upaya perlindungan kepada masyarakat.

“Sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, otoritas jasa keungan bersama dengan satgas waspada investasi  berencana akan  melakukan sidak ke lembaga penyalur pinjaman berkedok koperasi,” ujar Kepala OJK NTB, Farid Falatehan ,Kamis (11/4)

Farid menyatakan, jika dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sidak ke penyalur dan yang berkedok sebagai Koperasi.

“Menyikapi masih adanya lembaga keuangan yang menggunakan pola koperasi, melihat permasalahan tersebut ororitas jasa keungan bersama dengan satgas waspada investasi berencana akan melakukan sidak ke lembaga penyalur dana dan penarik dana yang berkedok koperasi,” ujarnya

Dikatakn Farid, sidak yang akan dilakukan pada pertengahan tahun itu akan menyasar koperasi yang tidak terdaftar sebagai koperasi namun dalam operasional keseharianya memberikan pinjaman kepada masyarakat.

Farid menegaskan,  sidak tersebut dilakukan bertujuan untuk meminimalisir keberadaan lembaga keuangan berkedok koperasi yang dapat meresahkan dan merugikan masyarakat.

Seperti diketahui koperasi adalah suatu badan usaha yang dimiliki dan dioperasikan oleh para anggotanya untuk memenuhi kepentingan bersama di bidang ekonomi.

Untuk itulah OJK Provinsi NTB menghimbau kepada pengelola koperasi agar mengurus izin kepada dinas terkait untuk dengan tujuan agar memiliki legalitas formal  serta dapat dipertanggungjawabkan keberadaanya.

AYA

 




Gubernur Zul Serahkan Bantuan Rumah, Untuk Kecamatan Yang Terdampak  Banjir Di Bima

Gubernur didampingi Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, menyerahkan Surat Keputusan Ijin Usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan, kepada beberapa Kelompok Masyarakat Pengelola Hutan

Gubernur Zulkieflimansyah

lombokjournal.com –

KABUPATEN BIMA  ;   Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah menyerahkan  bantuan rumah program hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun 2019, di lapangan Desa Maria Kecamatan Wawo, Rabu (10/11).

Secara simbolis bantuan diserahkan kepada perwakilan 4 kecamatan di Kabupaten Bima yang mengalami bencana banjir tahun 2016 lalu, di antaranya Kecamatan Sape, Wawo, Wera dan Ambalawi.

Gubernur Zul mengingatkan semua yang hadir, bencana yang menyapa sudah seharusnya semakin menyadarkan kita betapa dekatnya kita dengan kematian.

“Masalah bencana dan kelestarian lingkungan, harus jadi prioritas kita, agar keberlangsungan kehidupan dapat terjaga,” ujar doktor Zul.

Gubernur NTB mengingatkan, Kepala BPBD untuk terus mensosialisasikan  program dan cara antisipasi bencana banjir  kepada masyarakat.

Tidak lupa  Doktor Zul juga memberikan pemahaman  kepada masyarakat Wawo yang hadir untuk tetap optimis dalam hidup.

“Setelah banjir pasti akan ada kebahagiaan. Begitu lah siklus hidup supaya  kita pandai bersyukur,” ujar Gubernur Zul.

Gubernur didampingi Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, menyerahkan Surat Keputusan Ijin Usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan, kepada beberapa Kelompok Masyarakat Pengelola Hutan.

Beberapa kelompok tersebut di antaranya adalah, Ketua Kelompok dari Hutan Nggahi Tahu Pahu Desa Raba kecamatan Wawo dengan luas lahan 494 ha untuk dikelola 534 kepala keluarga (KK).

Kemudian  Ketua Kelompok dari hutan Oi Ngari dengan pemanfaatan 265 ha untuk 129 KK, serta Ketua Kelompok dari Hutan Doro Lingga Desa Kalodu Kecamatan Langgudu, dengan luas pemanfaatan 91 ha untuk 123 KK.

(Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB)




KAHMIPRENEUR Gelar ‘Young Entrepreneur Summit 2019’ Di Lobar

Sukses roadshow di 7 kota besar di Indonesia, menjadi bukti antusias yang menggambarkan semangat tinggi entrepreneur muda Indonesia

Lombokjournal.com —

MATARAM   ;   KAHMIPRENEUR  menggelar ajang inspiratif di kota ke enam, di Lombok Barat yang bertajuk ‘Lombok Young Entrepreneur Summit (YES) 2019, di Lombok City Center, Lombok Barat, Selasa (09/04) 2019.

Penyelenggaraan ajang inspiratif ‘Indonesia Young Entrepreneur Summit 2018’ pernah sukses di Jakarta. Saat itu, 28 Oktober 2018 lalu,  diikuti 1,800 peserta.

Setelah itu, ‘Young Entrepreneur Summit 2019’   Roadshow di 7 kota besar di Indonesia.

Kota pertama atau pembuka yaitu Surabaya telah sukses diikuti 7.000 peserta (tanggal 16 Februari 2019),  lalu di kota kedua Bandung sukses diikuti 6,000 peserta 9tanggal 10 Maret 2019), dilanjutkan kota ketiga Sragen diikuti 6,000 peserta (tanggal 24 Maret 2019).

Kota ke-empat giliran Makassar yang telah diikuti oleh 10,000 peserta (tanggal 1 April 2019) dan kota ke-lima Medan diikuti 7.000 peserta (tanggal 7 April 2019).

KAHMIPreneur merupakan program inspiratif dalam menciptakan pengusaha muda, serta mengobarkan semangat kalangan muda Indonesia dalam momentum mencetak entrepreneur yang handal.

Program ‘Lombok YES 2019’ yang mengambil tema ‘Arah Baru Ekonomi Indonesia’, secara mengejutkan diminati sekitar 10.000 peserta yang mendaftar, dari kapasitas sekitar 6.000 kursi.

Antusias yang membludak ini menandakan semangat tinggi para entrepreneur di Lombok untuk menyerap ilmu dan wawasan yang disampaikan oleh para pakar entrepreneur nasional.

Dapat dikatakan ajang ‘Lombok YES 2019’ menjadi ajang kopi darat dari entrepreneur Nusa Tenggara Barat.

Lebih dari itu, ajang ini juga diminati oleh beberapa peserta dari lintas pekerjaan antara lain mahasiswa, pegawai negeri, pegawai swasta bahkan ibu Rumah Tangga yang tengah menyusun rencana untuk terjun ke bisnis entrepreneur.

Mereka membutuhkan bekal ilmu dan wawasan yang cukup agar mampu bertahan seperti entrepreneur sukses yang dihadirkan. D

Mayoritas berasal dari kota Lombok, namun terdapat juga peserta dari beberapa kota di sekitarnya. Ini menyiratkan sebuah spirit semangat untuk perubahan terhadap diri sendiri dan masa depan yang diperlihatkan dari para peserta tersebut.

Lebih dekat, ajang ‘Lombok YES 2019’ merupakan forum kaum milenial kreatif bertemu dengan para pengusaha muda sukses dari berbagai sektor bisnis tingkat menengah keatas serta nasional.

Ajang ‘Lombok YES 2019’ adalah sarana untuk berbagi networking (akses teknologi, pembiayaan dan pemasaran), berbagi dan berkembang. Melalui YES 2019, peserta mendapatkan akses terkini seputar market dan finance dari stakeholder yang terlibat.

Founder KAHMIPreneur, Kamrussamad sebagai penggagas ajang ini mengatakan, sangat gembira dapat kembali menggelar ajang ini.

Melihat kesuksesan dari dari penyelenggraan di beberapa kota, yang pesertanya membludak melebihi target dan kapasitas ruangan, menjadi pemicu untuk mengulirkan ajang YES tahun ini.

Dimaksudkan, virus semangat entrepreneur dapat meluas secara merata sekaligus membuka peluang terhadap penciptaan entrepreneur muda yang lebih banyak.

Di kota ke 6 di Lombok ini, konsepnya berbeda dengan kota sebelumnya. Disini acaranya dikemas dengan konsep festival, dengan memberi ruang bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya.

“Ini merupakan awal yang baik bahwa dengan digelarnya ajang ‘Lombok YES 2019’ ini, para kawula muda dan masyarakat Indonesia masih sangat bersemangat untuk menjadi entrepreneur-entrepreneur serta kreator-kreator muda yang gigih dan handal, dalam membangun dan menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri.” kata Kamrussamad.

Harapan penyelenggara, ajang ini dapat membantu dan mencetak lebih banyak wirausaha-wirausaha unggul yang dapat bersaing menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan.

Selain itu, menjadi ajang bergengsi ini dapat membantu menciptakan lebih banyak lagi entrepreneur-entrepreneur muda sukses, tangguh dan mandiri. Sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat serta mendayagunakan potensi perekonomian yang ada diIndonesia.

“Dan yang penting, dan dapat bersaing dengan perusahaan asing serta menjadi entrepreneur lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.’’ kata Kamrussamad.

Ajang ‘Lombok YES 2019’ menghadirkan narasumber handal di industri entrepreneur nasional yang telah sukses membangun bisnisnya mulai dari nol. Mereka yang meraih kesuksesan saat ini,  juga telah merasakan kegagalan beberapa kali namun tetap semangat untuk bertahan dan belajar dan bangkit dari kegagalannya.

Diantaranya tokoh entrepreneur nasional, Sandiaga Salahuddin Uno serta entrepreneur muda sukses lainnya, yaitu:

Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar selaku Pemilik Jannah Corp dan Oleh-oleh Kekinian Malang Strudel.

Bersama dengan sang istri, Shireen Sungkar, keduanya memulai usaha travel haji dan umroh yang diberi nama Abu Adam.

Bukan hal mudah untuk memulai bisnis di bidang ini. Teuku wisnu dan Shireen Sungkar member pilihan bagi masyarakat yang hendak beribadah ketanah suci dengan harga relative murah dan memberikan pelayanan yang maksimal.

Bisnisnya pun beragam mulai dari fashion, kuliner, oleh-oleh, aplikasi hingga media online daerah.

Sandiaga S. Uno yang menjadi keynote speaker di ajang ‘Lombok YES 2019’ merasa gembira dipercaya kembali berpartisipasi di ajang ini.

“Saya melihat antusiasme yang sangat tinggi dari ajang YES pertama. Otimis ajang YES di kota yang akan digulirkan berikutnya oleh KAHMIpreneur akan dipadati oleh para entrepreneur yang haus akan sharing pengalaman ini, “ katanya.

Dijelaskan Kamrussamad, di ajang ini teman-teman entrepreneur dapat belajar untuk menjadi seorang entrepereneur sejati langsung dari pakarnya.

Ini salah satu ikhtiar yang harus terus dimiliki oleh seorang entrepreneur, untuk selalu belajar dari bermacam entrepreneur sukses dan mengambil hikmah dari tantangan yang mereka hadapi. Suksesnya entrepreneur di Indonesia tentu akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke arah yang lebih baik.

Sebagai informasi, pada ajang ‘Lombok YES 2019’, selain seminar juga terdapat booth-booth yaitu booth merchandise ‘Thesandiuno’, NineTen, photo booth 180 Degree, Festival UMKM serta dimeriahkan oleh penampilan Modern Dancer, Band dan dimeriahkan oleh artis ibukota SITI BADRIAH.

Setelah berlangsung di Surabaya, Bandung, Sragen, Makassar, Medan dan Lombok, ajang YES 2019 akan memasuki puncaknya, yang akan berlangsung di kota Jakarta pada tanggal 10 April.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Endah Dwi Ekowati

Media Relations ; Hp  0815 877 4220

Email     : endah.dwiekowati@gmail.com

 AYA (*)




Bawang Merah NTB Diekspor Melalui Jawa Tengah

Ke depan dihrapkan  NTB dapat langsung mengekspor bawang merah dari NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Putu Selly Andayani mengatakan, potensi bawang merah NTB sangat banyak.

Bahkan bawang merah NTB sudah dapat di ekspor, namun sayangnya saat ini untuk mengekspor tidak melalui daerah NTB tetapi dari daerah lain yakni Jawa Tengah.

“Sebelumnya kami bersama Bank Indonesia (BI) NTB mengecek ke daerah Berebes, ternyata bawang merah NTB itu di ekspor sama PT Pura,” ujar Hj Putu Selly, Senin (08/04)

Selly mengatakan jika stok yang melimpah ketika musim panen biasanya akan dikirim ke beberapa daerah.

Untuk kedepannya, ia berharap NTB dapat langsung mengekspor bawang merah dari NTB. Sehingga dengan mengekspor melalui NTB, tentu akan membawa nama NTB di beberapa negara yang selama ini menerima eskpor bawang merah NTB.

“Sekarang ini mereka petani bawang sudah bisa mengurus Surat Keterangan Asal (SKA). Sekarang ini SKA Jagung, Ikan Laut, Gerabah juga sudah ada,” terangnya.

Menurutnya, upaya yang dapat dilakukan yakni dengan menyediakan tempat penyimpanan bawang dan alat Control Atmosphere Storage (CAS), di mana nantinya dari hasil panen petani melimpah dapat di simpan pada gudang tersebut dengan CAS. Sehingga dapat menunda jual, ketika harga bawang rendah.

“Meskipun saya lihat tidak jangka panjang, CAS ini bisa bertahan 6 bulan. Jadi setidaknya bisa mensejahterakan petani kita,” ungkapnya.

Dijelaskannya Cas ini merupakan suatu teknologi pengondisian suhu pada ruang penyimpanan komoditas holtikuran, diantaranya buah, sayuran dan lainnya hasil petani. Untuk mempertahankan mutu dan memperpanjang ketahanan penyimpanan buah dan sayuran segar pasca dipanen.

“Rencana nanti kita akan mengajukan ke Kementrian Perdagangan untuk pengajuan Cas yang di Sumbawa,” katanya.

AYA




Dinas Penanaman Modal Tetapkan Standar Keamanan Investasi, Untuk Tarik Investor

Segmentasi promosi pasarnya  akan diarahkan mencari investor-investor yang juga punya pengalaman berinvestasi di daerah tipologi seperti NTB

MATARAM.lombokjournal.com —   Beberapa investor mundur karena kondisi daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan epicentrum gempa.

Hal ini menjadi salah satu kajian dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Provinsi NTB, agar dapat menarik investor baru dengan meyakinkan investor jika NTB yang memiliki potensi tinggi untuk investasi.

Kepala DPMPTSP, Lalu Gita Ariadi mengatakan, sepanjang potensi invetasi di NTB luar biasa, maka para calon investor akan datang.

Untuk itu perlu berbagai kajian, intensif kemudian standarisasi untuk para investor mengajukan invetasi di NTB. Selain itu perlunya memberikan keyakinan bahwa kondisi NTB tidak hanya aman, tetapi keyakinan dari biologisnya.

“Iya itu stRategi kita, bagaimana mencari calon-calon investor yang punya kondisi fisikologis ramah dengan gempa dan itu yang kita yakinkan,” ujar Lalu Gita Ariadi, Senin (08/04)

Gita mengatakan, tentu investor yang punya keunggulan investasi di daerah lokasi seperti NTB, juga akan punya teknologi dengan kondisi alam seperti itu.

Tentu mereka yang mundur ini tidak siap sebelumnya, artinya investor sekarang ini tidak takut dengan gempa.

Serta perlunya kajian secara mendalam bagaiman Global Hub NTB, sehingga kedepannya calon investor siap dengan kondisi seperti saat ini agar tidak ada lagi investor mengundurkan diri.

“Mungkin kemarin didalam melakukan promosi investasi kita tidak melakukan penghitungan terhadap kondisi gioligis kita, kondisi kebencanaan dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurutnya tahan dengan kondisi seperti sekarang ini, tentu menjadi keharusan berasamaan dengan promosi invetasi.

Kendati ada beberapa negara ramah dengan gempa dan proses invetasi berjalan terus, oleh karenanya segmentasi promosi pasarnya nanti akan diarahkan mencari investor-investor yang mereka juga punya pengalaman berinvestasi di daerah tipologi di daerah seperti NTB.

“Pada saat kita melakukan promosi nanti kita koperhandsip memberikan informasi, sehingga dari awal investor sudah paham bahwa dia berinvestasi didaerah ring of fire. Maka dibutuhkan teknologi sepertinya apa,” terangnya.

Sementara itu, ada beberapa negera salah satunya Jepang, di mana tingkat gempanya rutin. Namun investasinya masih tetap berjalan terus, karena mereka melalukan kajian konstruksi dan sebagainya, meskipun ramah bencana alam namun pertumbuhan investasinya terus berkembang.

“Oleh karena didalam promosi invetasi kita mencoba mencari partner seperti itu, yang punya pengalaman dan familiar dia dengan kondisi kita seperti ini,” pungkas Gita.

AYA

 




NTB Diharapkan Tak Hanya Ekspor Jagung, Tapi Bisa Memproduksi Benih Jagung

Dingatkan kepada para investor untuk memperhatikan masyarakat kami disekitar agar diberdayakan

MATARAM.lombokjournal.com  —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima kunjungan perusahaan yang memproduksi benih jagung,  yaitu CV. Karomah Jaya Mandiri dari jawa timur, jumat (05/04) 2019.

Manager CV. Karomah Jaya Mandiri, Burhana mengungkapkan,  perusahaan yang dibawanya ke NTB ini akan mengembangkan bibit jagung hibrida yang unggul di Lombok.

“Saya mewakili perusahaan ini mencoba mengembangka jagung di Lombok ini berupa alih teknologi pertanian, saya difasilitasi oleh bapak Abu Bakar berupa lahan untuk pengembangan benih jagung, untuk sementara kami masih menjajal pasar jagung di NTB ini,” terang Burhana.

ia mengungkapkan,  ia berkeinginan daerah Provinsi NTB tidak hanya mengekspor jagung tapi juga bisa membuat benih jagung.

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur menyambut baik kedatangan CV. Karomah Jaya Mandiri yang berniat mengembangkan benih jagung di NTB,

Wagub  mempersilakan CV. Karomah Jaya Mandiri untuk mengembangkan perusahaannya di NTB ini dan ia mengingatkan aturan-aturan yang berlaku.

“Kami selalu mendukung investastor yang masuk di NTB  dan insya allah perusahaan ini berjalan dengan lancar, dan perlu juga kami ingatkan kepada para investor untuk memperhatikan masyarakat kami disekitar agar diberdayakan,” ungkap Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga mengingatkan kepada Karomah Jaya Mandiri untuk melaksanakan segala kewajibannya dan menyisihkan waktu untuk melaksanakan training agar seluruh pekerja Karomah Jaya Mandiri bekerja secara profesional kedepannya.

Di akhir penyampaiannya, Manager CV. Karomah Jaya Mandiri menyampaikan terimakasih atas sambutan dari Wakil Gubernur NTB karena telah bersedia menerima kehadiran CV. Karomah Jaya Mandiri di NTB ini.

AYA




Bappenas; Proses Rehabilitasi, Pengaruhi  Pertumbuhan Ekonomi NTB

Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi NTB mengalami penurunan, bahkan terkontraksi minus 4,56 persen pada 2018

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) harus terus mendorong proses rehabilitasi pascarangkaian gempa di Lombok, pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2018.

“Kita tidak ingin saudara-saudara kita tertinggal di daerah yang belum sepenuhnya pulih. Rehabilitasi, rekonstruksi, membangun rumah-rumah yang rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan harus diprioritaskan,” ujar Bambang saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi NTB (Musrenbangprov NTB) di Lombok Raya, Mataram, NTB, Kamis (04/04).

Bambang menilai, proses rehabilitasi sudah pasti memengaruhi pertumbuhan ekonomi NTB secara keseluruhan.

Ia menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi NTB mengalami penurunan, bahkan terkontraksi minus 4,56 persen pada 2018.

Apabila tanpa tambang, PDRB NTB tumbuh sebesar 3,08 persen. Perlambatan ekonomi nontambang disebabkan bencana alam yang menimpa NTB pada triwulan III 2018.

Sementara tambang dan penggalian mengalami penurunan di 2015-2018.

Bambang melanjutkan, nilai ekspor NTB juga mengalami fluktuasi pada 2012-2018, dengan komoditas utama bijih tembaga.

“Sebagai penyumbang perekonomian terbesar NTB, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan meningkat dalam tiga tahun terakhir. Begitu pula sektor perdagangan besar dan eceran meningkat dalam empat tahun terakhir. Meskipun, pertumbuhan PDRB ketiga sektor menurun di 2018,” ucap Bambang.

Menurut Bambang, permasalahan NTB adalah pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan dan berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, tingkat kemiskinan masih cukup tinggi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) cukup rendah di bawah nasional, meskipun terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kabupaten Sumbawa Barat berkontribusi paling tinggi terhadap PDRB NTB dengan sumbangan 18,61 persen. Berbanding terbalik dengan Kota Bima yang berkontribusi 2,95 persen terhadap PDRB provinsi. Rata-rata pertumbuhan ekonomi tertinggi juga berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat 23,48 persen, disusul Kota Mataram 5,67 persen,” kata Bambang.

Bambang melanjutkan, tingkat kemiskinan NTB di atas rata-rata nasional dan cenderung menurun pada 2014-2018. Per September 2018, jumlah penduduk miskin NTB sebanyak 735,6 ribu atau 14,63 persen, turun dari September 2017 atau 15,05 persen.

Tingkat kemiskinan sebagian besar kabupaten dan kota berada di atas rata-rata nasional, kecuali Kota Bima dan Kota Mataram.

“IPM NTB per periode 2014-2017 relatif lebih rendah dibandingkan nasional, tetapi terus mengalami peningkatan dalam periode yang sama,” ucap Bambang.

Bambang menambahkan, pertumbuhan IPM berada di atas nasional dan mengalami peningkatan di tahun terakhir. Kota Mataram menduduki IPM tertinggi, disusul Kota Bima, sedangkan IPM terendah adalah Kabupaten Lombok Utara.

Tingkat pengangguran NTB berada di bawah nasional, namun sedikit meningkat di tahun terakhir. Secara spasial, seluruh kabupaten dan kota di NTB sudah berada di bawah angka rata-rata nasional dengan tingkat pengangguran terendah di Kabupaten Bima, sedangkan tertinggi di Kota Mataram dan disusul Kabupaten Sumbawa Barat.

Sebaliknya, rasio gini berada di bawah angka rasio gini nasional dan mengalami penurunan pada tahun terakhir. Namun, per periode 2015 hingga 2018, rasio gini NTB meningkat sebesar 0,391 pada 2018.

Berdasarkan PDRB per kapita, masih terdapat kesenjangan wilayah yang cukup jauh antara Kabupaten Sumbawa Barat dengan kabupaten dan kota lainnya.

“Untuk mencapai target nasional, NTB harus memiliki pertumbuhan ekonomi minimal 1,55 persen, tingkat kemiskinan maksimal 13,52 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) maksimal 3,49, dan IPM sebesar 68,87,” lanjut Bambang.

Untuk itu, kata Bambang, kebijakan pembangunan NTB pada 2020 perlu diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah seperti jalan, listrik dan bendungan, meningkatkan investasi dengan NTB yang ramah investasi, meningkatkan produksi dan nilai tambah ekonomi pada sektor pertanian.

AYA