Bulan Maret, Ekspor NTB Naik, Impor Juga Mengalami Kenaikan

 Jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Maret 2019 adalah Barang Galian/ Tambang Non Migas senilai US$ 13.697.029 (84,45 persen)

Kepala BPS NTB, Suntono (kedua dari kiri)

MATARAM.lombokjournal.com – Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Maret  2019 sebesar US$ 16.219.947, mengalami kenaikan sebesar 1.162,32  persen jika dibandingkan dengan ekspor  bulan Februari 2019 yang bernilai US$ 1.284.931.

Badan Pusat statistik (BPS) NTB merilis, kenaikan ekspo r ini  karena pada bulan ini ada ekspor tambang.

“Kenaikan yang sangat tinggi ini karena pada bulan ini ada ekspor tambang, sedangkan pada bulan Februari 2019 tidak ada ekspor tambang,” ujar Kepala BPS NTB,  Suntono,  Kamis (02/04)

Suntono menyatakan, ekspor bulan Maret 2019 yang terbesar ditujukan ke Filipina yaitu sebesar 84,46 persen, disusul ke Amerika Serikat sebesar 10,79 persen dan  Australia 1,90 persen.

“Jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Maret 2019 adalah Barang Galian/ Tambang Non Migas senilai US$ 13.697.029 (84,45 persen); Ikan dan Udang senilai US$ 1.426.272 (8,79 persen), serta Perhiasan/ Permata sebesar US$ 396.045 (2,44 persen),” tuturnya

Suntono menambahkan, jika nilai impor pada bulan Maret 2019 senilai US$ 28.568.795. Ini berarti impor mengalami kenaikan sebesar 83,45 persen dibandingkan dengan impor bulan Februari 2019 sebesar US$ 15.573.488.

Sebagian besar Impor berasal dari negara Finlandia (28,97 persen), Jepang (19,05 persen), Amerika Serikat (16,58 persen), dan dan Perancis (10,88 persen).

“Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik (57,50 persen), Karet dan Barang dari Karet (19,23 persen) serta Gula dan Kembang Gula (9,78 persen),” katanya.

AYA




Launching Kapal Cepat Badas-Moyo, Gubernur;  Rumus Kesejahteraan, Mobilitas Masyarakat Harus Lebih Sering

Peluncuran kapal cepat ini diharapkan membuat Badas makin lama makin maju. Kapal cepat ini bisa hadir dua atau tiga lagi, namun tergantung aktivitas ekonomi nya

SUMBAWA.lombokjournal.com –  Menghadirkan kesejahteraan rumusnya sederhana, mobilitas masyarakat harus lebiih sering.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu saat me-launching layar perdana kapal cepat rute Badas – Pulau Moyo, Rabu (01/05) di Sumbawa.

Kapal bermuatan 80 penumpang itu akan melayani rute pelayaran Badas – Moyo – Medang (PP).

” Sebenarnya untuk menghadirkan kesejahteraan rumusnya sederhana, mobilitas masyarakat harus lebih sering. Tidak mungkin Moyo, Medang akan makmur jika mobilitas nya kurang baik. Mudah-mudahan hari ini, walaupun proses nya panjang dan banyak kendala. Mudah-mudahan ini jadi catatan sejarah, dan langkah awal untuk kemajuan daerah kita ini,” ujar Gubernur  Zul.

Sebelumnya gubernur menegaskan, perjalanan panjang dimulai dengan langkah pertama. Tidak mungkin akan tuntas perjalanan panjang kalau kita tidak punya keberanian untuk langkah pertama, ujarnya  kepada seluruh hadirin

Gubernur Zul bersyukur , dengan diresmikankanya kapal cepat ini mampu menghadirkan kesejahteraan masyarakat.

Diharapkannya,  Pemerintah Kabupaten Sumbawa dapat mengambil peranan jika nantinya hadir Kapal Cepat selanjutnya.

Peluncuran kapal cepat ini diharapkan membuat Badas makin lama makin maju. Kapal cepat ini bisa hadir dua atau tiga lagi, namun tergantung aktivitas ekonomi nya.

“Kami dari Pemprov sudah memancing dengan memberikan subsidi, mudah-mudahan kapal kedua nanti bisa disubsidi oleh kabupaten Sumbawa,” ujar gubernur.

Gubernur menyampaikan, dalam waktu dekat NTB akan menerima penghargaan skala Internasional.

“Beberapa waktu lalu saya dihubungi bahwa Samota terpilih menjadi destinasi internasional dan memperoleh penghargaan International di Paris. Tidak mungkin pulau Moyo, Medang dan Tambora akan maju apabila tidak ada konektifitasnya. Ini harus ditindaklanjuti dengan serius,” harap gubernur

Gubernur Zul  diminta datang ke paris, bersama Bupati Sumbawa, Bima dan Dompu untuk menerima penghargaan itu,” lanjutnya

Terakhir, Gubernur sempat menyinggung tentang industri jagung di NTB.  Menurutnya,  jangan terlalu bangga dengan Jagung di kirim keluar daerah,  sebaiknya jagung diolah disini.

“Tentang teluk Santong, Pelindo III akan membuat pelabuhan yang bagus di teluk Santong. Disana akan dipusatkan untuk mengirimkan olahan jagung dari NTB. inshaAllah Sumbawa akan sejahtera, Sehingga masyarakatnya bisa nonton motoGP,” tutup gubernur sambil tersenyum.

Bupati Sumbawa, H.M Husni Djibril  sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan kerjasama dari berbagai pihak hingga akhirnya Launching Kapal Cepat ii bisa terlaksana.

“Terimakasih kepada Bapak Gubernur atas inisiasi yang telah dilakukan sehingga pelayaran perdana pagi ini bisa terlaksana. Ini adalah bentuk usaha dan perhatian pak Gubernur.” ujarnya

Turut hadir pada Launching layar perdana Kapal Cepat ini, Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Kepala OPD Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, Perwakilan Pelindo III, Perwakilan Jasa Raharja, berbagai stakeholders terkait dan tokoh masyarakat.

AFF/ Humas Pemprov NTB




PT  Pupuk Kalimantan Timur Sosialisasi Product  Knowledge Di Mataram

Untuk wilayah distribusi sektor subsidi dalam negeri wilayah pemasaran meliputi 2/3 wilayah Indonesia Kawasan Ttimur, Papua , sebagain besar Jawa Timur dan Kalimantan kecuali Kalimantan Barat

MATARAM.lombokjournal.com — PT  Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) merupakan anak dari PT Pupuk Indonesia yang saat ini memiliki kapastitas produksi urea 3,43 juta ton per tahun.

Dengan kapasitas produksi pupuk jenis urea sebesar 3,43 juta ton pertahun tersebut,  ternyata tidak hanya untuk konsumsi dalam negeri namun juga dijual keluar negeri (ekspor).

Menurut Staf Departemen Pelayanan Dan Komunikasi Publik  (Yankomduk ) Pupuk Kaltim,Bambang Setyo,  dari produksi 3,43 juta ton pertahun tersebut ada sekitar 785 ton untuk diekspor.

“Tahun 2018 ini ada sekitar 785 ton urea yang diekspor,” ucapnya dalam acara sosialisasi product knowledge di Mataram, Selasa (30/4)

Menurutnya,  ekspor 785 ton pupuk jenis urea  tersebut dipasarkan ke Asia Tenggara dan Amerika Serikat.

Namun ekspor baru dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri tercukupi dan tentunya  mendapat pengawasan langsung dari pihak Kementerian BUMN dan PT Pupuk  Indonesia.

“Ekspor juga tergantung harga pasar diluar negeri, jika urea yang tinggi maka akan dijual jika jenis lain itu yang akan dijual keluar,” terangnya.

Perlu diketahu,  bisnis utama Pupuk Kaltim adalah memproduksi dan menjual amoniak, urea, pupuk NPK dengan segmen pasar dalam dan luar negeri.

Untuk wilayah distribusi sektor subsidi dalam negeri wilayah pemasaran meliputi 2/3 wilayah Indonesia Kawasan Ttimur, Papua , sebagain besar Jawa Timur dan Kalimantan kecuali Kalimantan Barat.

Sedangkan produksi dari PT Pupuk Kaltim yang berdiri sejak tahun 1977 tersebut selain memproduksi urea namun juga pupuk jenis Amaniak sebanyam  2,74 juta ton per tahun dan jenis NPK 350 ribu ton per tahun.

AYA




NTB Butuh Digital Marketing Yang Konkret

Untuk masyarakat NTB, pemanfaatan teknologi lebih untuk mencari pasar

MATARAM.lombokjournal.com  — Memperkenalkan digital marketing ke masyarakat itu tidak gampang, mengenalkan Internasionalisasi dengan menggunakan  web itu bukan perkara mudah.

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan itu, saat menerima audiensi dengan Generasi Milenial NTB terkait diadakannya Digital Marketing Course,  dengan tema mencetak Entrepreneur Muda sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital di Ruang Kerja Gubernur NTB, Selasa (30/04).

“Ketika saya lulus kuliah tahun 1997, kita coba melakukan internasionalisasi dengan web itu juga gak gampang. Mungkin kalo generasi milenial lebih mudah,” ungkap gubernur.

Untuk masyarakat NTB, pemanfaatan teknologi lebih untuk mencari pasar.

“Jadi petani kacang bisa mencari pembeli di website. Percuma kalau mereka punya website bagus tapi gak punya tempat untuk berjualan hasil bumi mereka. Jadi menurut saya harus ada langkah konkret bagi masyarakat NTB dalam sosialisasi digital marketing ini,” pesan Gubernur.

Iwo/Hms Prov NTB




BI Proyeksi Kebutuhan Uang Kartal Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2019 Sebesar Rp 2,87 Triliun

Memang secara umum di Ramadhan dan Idul fitri prevensi masyarakat mengunakan tunai meningkat

MATARAM.lombokjournal.com —  Kebutuhan uang kartal di masyarakat memasuki bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2019, diproyeksikan meningkat, terutama untuk uang pecahan kecil, dibandingkan kondisi normal.

Bank Indonesia (BI) perwakilan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Achris Sarwani, mengatakan,  diperkirakan pada  2019 ini kebutuhan uang untuk Ramadhan dan Idul Fitri sebesar Rp 2,87 Triliun, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,6 Triliun.

Mengingat kebutuhan masyarkat pada saat itu akan meningkat untuk penggunaan uang kartal. Hal ini telah dipersiapkan berbankan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kita memiliki cadangan stok uang apabila realisasi kebutuhan uang nantinya akan lebih dari perkiraan yang sebesar Rp 2,87 trilun,” ujar Achris Sarwani, Senin (29/04).

Dikatakanya, memang secara umum di Ramadhan Idul fitri prevensi masyarakat mengunakan tunai meningkat.

Kendati dalam hal ini tentunya sebagian masyarakat lebih memilih dengan tunai dibandingkan non tunai, sama halnya dengan inflasi di mana nantinya kebutuhan akan pangan juga akan menigkat.

“Tentu mereka tidak mau lah memberikan uang pada Ramadhan dan Idul ke saudara dalam bentuk non tunai,  jadi lebih memilih menggunkan transaksi tunai, itu prevensi ya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Achris menjelaskan, nantinya dengan kebutuhan uang yang di pastikan sebanyak Rp 2,87 trilun tersebut akan disebar di pulau Lombok dan Sumbawa.

Di Lombok,  perbankan diperkirakan Rp 1,8 trilun kebutuhan casnya, kemudian Bima dan kabupaten Bima kira-kira Rp 415 milar kemudian di Sumbawa Rp 390 miliar.

“Jadi malah ini bukan dampak pada ekonomi di NTB tetapi ini adalah kebutuhan masyarkat yang naik, jadi kami harus memenuhi itu,” katanya.

Sementara itu Kas keliling bersama direncanakan pada minggu ke-2 dan ke-3 d Mei 2019. Bank peserta yang berencana akan mengikuti kegiatan kas keliling bersama di Lombok antara lain Bank Mandiri, CIMB Niaga, Bank Shinhan, Bukopin, BTN, Bank NTB Syari, Bank Muamalat, BNI, BNI Syariah, dan BSM.

Sedangkan untuk Pulau Sumbawa yang meliputi Kabupaten Sumbawa dan Kota Bima yakni Bank NTB Syariah Bima, Bank NTB Syariah Sumbawa dan BRI Syariah KCP Bima. Masyarakat tidak perlu khawatir dalam pelayanan penukaran uang ini, karena Bank Indonesia dan perbankan akan menyediakan tempat untuk melaksanakan pelayanan penukaran dengan sangat memperhatikan keamanan dan kenyamanan lokasi.

“Kita berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan uang, terutama uang pecahan kecil, sehingga kebutuhan uang diperkirakan akan meningkat,” jelasnya.

AYA




Adanya Direct flight Lombok- Australia, Kerjasama Sejumlah Bidang Perlu Diperkuat Dan Dikembangkan

Penandatanganan kerjasama antara Australia dengan Indonesia, Maret 2019 lalu, merupakan awal yang baik untuk melihat peluang kerjasama di NTB

MATARAM.lomvokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB dan Australia akan membuka peluang serta memperkuat kerjasama di sejumlah bidang. Hal itu dikemukakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat membuka Tourism Island Forum,  di Hotel Santika,  Senin (29/04) 2019.

“Kita sering bertemu dengan Helena ini. Kita minta kerjasama antara NTB dengan Australia itu diperkuat,” kata orang nomor satu di NTB itu.

Apalagi kata Gubernur, pada Bulan Juni 2019 yang akan datang, akan ada penerbangan langsung atau direct flight dari Australia ke Lombok. Sehingga, kerjasama antara NTB dan Australia perlu diperkuat dan dikembangkan.

Dengan direct flight itu lanjutnya,  para wisatawan dari Australia akan mudah menjangkau setiap pelosok daerah NTB.

Di hadapan Australian Consul-General, Bali, Dr. Helena Studdart,  Gubernur Doktor Zul menjelaskan ada tiga fokus program yang dapat dijadikan peluang kerjasama. Pertama, terkait pariwisata, yang saat ini menjadi salah satu program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Banyak sekali orang Australia yang ini mengunjungi kita di Lombok,” jelasnya.

Selain pariwisata, bidang lain yang diperkuat untuk kerjasama adalah bisnis dan ekonomi. Doktor Zul menjelaskan, kerjasama dengan negara lain, tidak hanya menyangkut para wisatawan.

Namun juga menyangkut investasi dan bisnis serta ekonomi.

“Kerjasama itu tidak hanya menyangkut turis saja. Tetapi juga investasi, yang tertarik membangun banyak fasilitas, terutama menyangkut kesiapan NTB menyambut MotoGP, ” Jelas Doktor Zul.

Selanjutnya, pendidikan kata Doktor Zul merupakan salah satu program logis yang bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Australia.

“Kita mendapat kabar gembira bahwa Australia, terutama Australia Utara tertarik memberikan banyak beasiswa kepada anak-anak muda NTB,” Ungkap Gubernur lulusan Inggris tersebut.

Dr. Helena Studdart, Konsulat Jenderal Australia, Bali menjelaskan,  penandatanganan kerjasama antara Australia dengan Indonesia, Maret 2019 lalu merupakan awal yang baik untuk melihat peluang kerjasama di NTB. Terutama menyangkut bisnis dan ekonomi.

Bahkan bidang pendidikan sudah lama dikerjasamakan, khususnya pertukaran pelajar dan mahasiswa.

Peluang kerjasama tersebut akan terus diperkuat seiring dicanangkannya berbagai program oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat ini.

AYA

 




TPID NTB Siap Mengawal Gejolak Harga Kebutuhan Pokok

Tahun ini, TPID Provinsi NTB Dan Satgas Pangan  Akan  Meningkatkan Kinerja Dan Sinergi Dalam Pengendalian Harga

MATARAM.lombokjournal.com –  Jelang bulan Ramadhan, TPID NTB siap mengawal harga kebutuhan pokok di bulan suci umat Islam

Pernyataan itu disampaikan Kepala Perwakilan BI  Provinsi NTB, Achris Sarwani yang juga sebagai Wakil Ketua TPID Provinsi NTB, bersama Lasminingsih, SH, LLM, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa; Kombes. Pol. Syamsudin Baharuddin, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB; dan Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB .

Saat memberikan keterangan kepada para wartawan, pada tahun 2018 lalu pengendalian harga khususnya pada saat bulan Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri di Provinsi NTB menunjukkan hasil yang cukup baik.

Inflasi bulan April 2018 0,37 persen (mtm), Mei 2018 1,3 7 persen (mtm) dan Juni 2018 0,76 persen (mtm).

Hal ini merupakan bukti kerja keras semua pihak yang berada di TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan,dalam menjalankan tugasnya dan bersinergi dalam menjaga serta mengawal gejolak harga komoditas pada periode tersebut.

Pada tahun ini ungkap Archris Sarwani, TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan Provinsi NTB tentu akan terus meningkatkan kinerja dan sinergi dalam pengendalian harga dan menjaga inflasi sesuai target yang ditetapkan.

Khususnya dalam waktu dekat terkait dengan momen bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, TPID NTB dan Satgas Pangan siap dalam mengawal harga kebutuhan pokok pada periode ini.

Sesuai siklusnya, diperkirakan inflasi akan menunjukkan peningkatan. Namun, kenaikan harga yang diperkirakan tidak menimbulkan gejolak yang berlebihan.

Menjelang bulan Ramdhan, kemudian pada bulan Ramadhan, hingga Hari Raya Idul Fitri, TPID Provinsi NTB akan melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi sebagai berikut:

  1. Pemantauan harga secara harian di pasar tradisional dan modern.
  2. Sidak dan monitor pasar, produsen/distributor/pedagang bahan pokok. Dalam monitor tersebut dilakukan pemantauan terhadap stok dan harga barang kebutuhan pokok di Produsen/distributor/pedagang.

Sebagai informasi di Bulog Divre NTB stok beras medium saat ini sebesar 52.000 ton          dan beras premium 3.500 ton yang cukup untuk stok selama 12 bulan; gula pasir 525        ton yang cukup untuk stok 2 bulan;  minyak goreng 68.000 liter yang cukup untuk 4          bulan ke depan.

3. Himbauan kepada produsen/distributor/pedagang untuk menjaga pemenuhan                    kebutuhan kepada masyarakat selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri                  dengan tetap memperhatikan kenaikan harga yang wajar dan tidak membebani                   masyarakat.

4. Pasar murah di beberapa lokasi strategis.

Sekda Provinsi NTB yang mewakili Ketua TPID Provinsi NTB bersama Anggota TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan menginformasikan kepada masyarakat ,  TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan yang berada di Provinsi maupun Kota/Kabupaten di Provinsi NTB akan terus hadir menjaga kecukupan stok dan kestabilan harga di pasar.

BACA JUGA ;  Bulan Ramadhan, Stok Bahan Pokok Aman Dan Harga Stabil

Masyarakat dihimbau untuk belanja dengan bijak dan tidak berlebihan untuk kebutuhan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

AYA




Bulan Ramadhan, Dipastikan Stok Bahan Pokok Aman Dan Harga Stabil

Jika ada lonjakan kenaikan pada puasa Ramadhan mendatang, Disdag Provinsi NTB akan menggelar operasi pasar (OP).

MATARAM.lombokjournal.com – Memasuki bulan Ramadhan pada awal Mei mendatang, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan stok kebutuhan bahan pokok aman dan harga masih stabil.

Bahkan stoknya dapat terpenuhi hingga 12 bulan ke depan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj.Putu Selly Andayani mengatakan,  jika Stok beras saja saat ini mencapai  52 Ribu ton.

“Sudah ada stok 52 ribu ton beras dari Bulog Divre NTB, kalau sudah stoknya aman, harganya bagus , dan semua masih dibawah  harga Eceran tertinggi (HET), dipastikan tidak akan mengganggu kestabilan Harga Bahan pokok (Bapok)selama puasa,” ujar Selly.

Saat melakukan pemantauan di pasar, Selly mengatakan harga beras di pasar  Rp.9000 karena dari Bulog saat ini  patahannya bagus, karena Bulog menjualnya kepada pedagang RP.8.100.

Berarti pedagang harus menjual 9000-10000.

Kalau sudah stoknya aman otomatis harga juga di bawah HET.

Selain itu  sejumlah kebutuhan pokok di NTB,  minyak goreng, gula, daging, ayam, dan telur ayam sejauh ini masih cukup aman. Untuk harga terjadi turun naik, jika memang akan ada lonjakan kenaikan pada puasa Ramadhan mendatang, Disdag Provinsi NTB akan menggelar operasi pasar (OP).

“Beberapa tempat kita akan adakan operasi pasar, apabila terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi nantinya,” terangnya.

Menurutnya, perkembangan stok dan harga bapok di pasar relatif stabil, antara lain beras premium dijual dengan harga Rp 10.000 per kg – Rp 11.000 per kg, gula pasir Rp 12.000 per kg, minyak goreng curah Rp 11.000 per liter, telur ayam Rp 1.500 per butir dan bawang putih Rp 39.000 per kg.

Harga ini masih kategori bawah, atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk beras itu yang premium harganya berkisaran di Rp 9-10 ribu per kg.

Dikatakannya, harga beras masih berada di  kisaran Rp 10 ribu per kg, mengingat saat ini telah memasuki masa panen, bahkan diprediksi harganya akan kembali turun, sehingga untuk stoknya akan kembali bertambah, dan harganya masih tetap di bawah HET.

BACA JUGA  ;  TPID Siap Mengawal Gejolak Harga Kebutuhan Pokok

Beberapa komoditas bahan pokok lainnya, seperti beras, gula, minyak goreng, dan daging beku, sudah dipatok dengan HET di pasar tradisional maupun ritel modern di antaranya beras medium dan premium, minyak goreng kemasan, gula dan daging beku.

“Untuk daging ayam, cabai, bawang merah dan bawang putih juga akan kita usahakan tercukupi meskipun saatvini untuk bawang putih harganya masih diatas rata-rata,” katanya.

AYA

 




355 Pelaku UMKM NTB Ikuti Pelatihan GO DigitaI

Dengan memanfaatkan teknologi UMKM akan lebih produktif, yang berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran

MATARAM.lombokjournal.com —  Pelatihan capacity building menuju go digital,  diikuti 355 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) se-NTB diikuti Senin (22/04) 2019.

Kegiatan yang digagas Bank Indonesia Perwakilan NTB itu berlangsung di Hotel Lombok Raya, selama dua hari ke depan.

Mereka yang mengikuti pelatihan ini rata-rata sudah memiliki usaha yang sebagian besarnya bergerak di bidang kuliner, fashion dan kerajinan atau craft.

Pelatihan ini dimaksudkan meningkatkan pemahaman para pelaku UMKM untuk memasarkan dan melakukan pembayaran produk UMKM mereka melalui teknologi digital.

Apalagi pengguna aktif internet di Indonesia ini mencapai 60 persen dari jumlah penduduk. Termasuk di NTB yang pengguna internetnya mencapai 80 persen.

Pada kegiatan yang mengambil tema “Mempersiapkan dan Mempercepat Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Gigital” itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Dajalillah menegaskan sudah saatnya UMKM NTB Go Digital.

Sebab, dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, UMKM akan lebih produktif. Sehingga, akan berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

“PR kita adalah meningkatkan produktifitas,” ungkap Wagub Ummi Rohmi itu.

NTB ini lanjut Ummi Rohmi memiliki kekayaan yang luar biasa. Baik dari segi kerajinan, fashion, kuliner,  maupun UMKM lainnya. Sehingga, harus dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Bahkan, kekayaan di NTB ini tidak dimiliki daerah lain, yang setiap kabupaten memiliki produk UMKM yang berbeda, layaknya NTB.

“Sebaik apapun produk kita,  sebaik apapun UMKM kita, tidak akan berarti apa-apa kalau tidak memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Dengan dunia yang sudah berada di genggaman ini kata Wagub, maka harus dijadikan peluang untuk melakukan hal-hal produktif.

“Tidak ada artinya, produk kita indah kalau kita hanya ribut-ribut di dalam daerah kita saja.  Kita harus mamanfaatkan hp kita untuk mempromosikan UMKM kita untuk skala nasional dan internasional,” jelasnya.

Untuk  itu, Wagub berharap seluruh pelaku UMKM itu dapat melakukan perencanaan dengan baik guna meningkatkan produktifitas UMKM.

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah, SE.,  M. Si, menjelaskan tidak semua UMKM mengikuti perkembangan zaman. Sampai saat ini katanya, sekitar 36% UMKM di Indonesia masih offline atau tidak menggunakan informasi digital.

Bahkan,  baru sekitar 8 % UMKM yang menggunakan digital penuh, mulai dari memasarkan hingga pembayaran sudah memanfaatkan digital.

“Itu memerlukan waktu dan effort dan kerjasama semua. Banyak potensi yang bisa dipasarkan melalui internet,” Ungkap istri Gubernur NTB itu

AYA




Gubernur Zul Datangi Kedubes Korsel, Bicarakan Investasi Dan Beasiswa

lombok Journal.com —

JAKARTA;   Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah datang ke Kedubes Korea Selatan untuk membahas tindak lanjut pengiriman mahasiswa NTB ke Korea Selatan

Termasuk audiensi soal aturan-aturan studi di Korsel, Kamis (18/04).

Gubernur juga mengundang para investor korsel untuk berinvestasi di NTB mengingat pada tahun 2021 NTB menjadi tuan rumah Moto GP

Duta besar Korsel juga menjelaskan tentang program eco tourism center di daerah Tunak, bagian Tenggara pulau Lombok oleh pemerintah korsel.

Kedua belah pihak  sepakat untuk melakukan kunjungan bersama ke daerah tersebut.

Iwo/Humas NTB