Harga Emas Masih Mahal, Tapi Tetap Diminati Masyarakat

Meski saat ini harga emas terbilang masih di kisaran harga Rp 585.000/gram dari harga sebelumnya yakni Rp 575.000 rupiah, namun masyarakat tetap meminati

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Emas merupakan barang berharga yang kerap dijadikan barang investasi jangka panjang oleh masyarakat.

Tidak heran, barang perhiasan  yang satu ini sangat diminati masyarakat,  tidak hanya sebagai barang penghias tubuh khususnya kaum perempuan namun juga sebagai barang yang punya nilai ekonomi tinggi..

“Harga Emas Untuk per gramnya masih di kasaran harga Rp 585.000 dari harga sebelumnya yakni Rp 570.000 ribu rupiah,  kenaikan harga emas ini terjadi sejak satu bulan terakhir sebelum puasa,” ujar Tia, salah satu pedagang  Emas di Komplek Mataram Craf Center (MCC) Rabu (15/05).

Tia mengatakan,  misalnya dalam sehari ia bisa menjual emas ke luar daerah sebanyak lima hingga tujuh biji Emas ke pelanggan nya yang berada di luar daerah. Emas yang banyak dipesan adalah emas dalam bentuk cincin kalung dan gelang.

Meski saat ini harga emas terbilang masih mahal yakni di kisaran harga Rp 585.000 per gramnya dari harga sebelumnya yakni Rp 575.000 rupiah, namun faktanya emas tetap diminati masyarakat.

“Walaupun sedikit naik dari harga sebelumnya ,peminat Emas masih banyak,” terangnya

Sementara itu selain menjual emas Toko ini juga menjual aneka mutiara laut serta mutiara yang dilapisi rodium.

AYA

 




Bulog Siap Amankan Harga Bahan Pokok, Masyarakat Tak Perlu Kawatir

Masyarakat tak perlu mengkhawatirkan, sampai Hari Raya Idhul Fitri stok bahan pokok masih aman

MATARAM.lombokjournal.com — Perum Bulog NTB siap mengamankan Harga Bahan pokok (Bapok) pada bulan puasa, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan keterediaan Bapok selama bulan puasa.

“Jadi bulog siap mengamankan harga bahan pokok di NTB, masyarakat tidak perlu Khawatir.  Sebagai gambaran, stok bulog sudah ada untuk 18 bulan ke depan,” ujar Kepala Blog Divre NTB, Ramlan UE Rabu (15/05).

Ramlan menyatakan, jika stok beras dipastikan aman untuk 18 bulan kedepan, sedangkan untuk minyak goreng dan Gula persediannya sudah ada untuk tiga bulan .

Karena permintaan  bapok paling banyak setelah beras,  yakni Gula dan minyak goreng.

“Permintaan terhadap minyak goreng dan gula bahkan bertambah,  nanti  tiga hari ini akan masuk lagi kiriman gula  dari Jawa sebnyak 120 ton , target selama puasa ini 500 ton gula akan masuk, ” terangnya.

Gula sendiri dari Bulog dijual dengan harga 11.500

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir nanti sampai hari besar keagamaan stoknya masih aman kok,” kata Ramlan.

AYA




Hari Pertama Penukaran Uang, BI Siapkan 750 juta

Masyarakat tidak dibatasi untuk jumlah penukaran di gerai BI, untuk para ritel-ritel dianjurkan menukarkan langsung ke bank

MATARAM.lombokjournal.com — Ratusan orang  menukarkan uang  di mobil operasional, di Taman Sangkareang Mataram, Senin (13/05).

Untuk melayani kebutuhan masyarakat, pihak Bank Indonesia) melakukan penukaran uang di mobil operasional Bank Indonesia (BI), di hari pertama  hanya membawa 750 juta.  Jumlah ini untuk meraba-raba berapa banyak uang yang dibutuhkan di waktu berikutnya.

“Hari pertama BI menyiapkan uang sebesar 750 juta  karena masih meraba-raba pecahan berapa yang paling banyak  diminati sama masyarakat. Begitu kita sidah tahu 2000 an banyak diminati akan kita tambah yng paling banyak dicari masyarakat,” ujar Kasir Bank Indonesia ( BI ), Zary El Wathan,

Zary menilai jika masyarakat pada hari pertama penukaran uang sangat antusias untuk menukarkan uang, terutama pecahan uang yang diminati dari pecahan Lima ribu  dan dua ribu.

“Masyarakat sudah cukup antusias, terutama yang dipecahan uang kecil yakni 5000 dan 2000 kalau untuk uang koin begitu dibuka satu jam sudah habis,” tutur Zary

Untuk penukaran bersama perbankan mulai tanggal 15 -28 Mei mendatang, pada hari Senin – Kamis.

“Kalau dihari Senin dan Selasa masih dari BI, kita masih penjajakan dulu kita buka dari jam 09.00-12.00,”ujarnya .

Ada himbauan diberikan kepada masyarakat yang ingin menukarkan uangnya di tempat penukaran yang disediakan, yakni uang dirapikan sehingga pekerjaan kasir dapat lebih mudah dan cepat dalam melayani.

“Kita himbau untuk diatur dulu satu arah kemudian jangan dilipat untuk memudahkan pelayanan  saja,” imbuhnya.

Tak hanya itu saja, masyarakat tidak dibatasi untuk jumlah penukaran di gerai BI. Namun ini lebih diutamakan untuk kebutuhan masyarakat yang hanya dapat menukarkan uangnya sekali dalam setahun,

Untuk para ritel-ritel dianjurkan menukarkan langsung ke bank.

“Karena tujuannya masyarakat umum, kalau  kita rasa permintaannya tidak normal kita batasi mungkin di atas 30 akan dibatasi,” katanya.

Ari/AYA




Dagang Kurma Kalau Ramai Bisa Untung Sampai Rp15 Juta Sehari

Kurma yang dijual ini di datangkan langsung dari Timur Tengah,  tahun Lalu lebih ramai pembeli dibandingkan puasa saat ini

MATARAM.lombokjournal.com — Buah Kurma menjadi makanan yang biasanya tersedia saat buka puasa di bulan suci Ramadhan. Tak heran penjualannya laris manis selama bulan puasa.

Seperti Rohani salah satu pedagang kurma di Ampenan, mampu meraup omset sebesar 15 juta dalam sehari saat ramai. Sedangkan ketika kondisi sepi mereka meraup omset 5 juta sehari dalam keadaan sepi.

“Ada yang beli 100 orang dari pagi sampai malam 15 juta sehari kalau lagi ramai, tapi kalau sepi cuma 5 juta. Dalam sebulan bisa sampai 100 juta,” ujar Rohani, Jum’at (10/05).

Ada berbagai macam jenis Kurma yang dijual di antaranya Kurma Mesir, Azwa, Madinah, Lu’lu, Khalsa, Madu, Nagal, Palem.

Namun dari sekian banyak jenis Kurma yang dijual, yang paling banyak di cari yakni kurma dari Mesir.

“Harga kurma yang dijual mulai dari 40 sampi 500 ribu, untuk semua jenis kurma,” kata Rohani.

Rohani mengaku jika Kurma yang dijual ini di datangkan langsung dari Timur Tengah. Namun ia menilai jika tahun Lalu lebih ramai pembeli dibandingkan puasa saat ini

“Karena kurmanya sedikit, Lebih ramai tahun lalu dibandingkan sekarang,” katanya,

AYA




Wagub  Ke Pasar, Harga Bawang Stabil, Ada Indikasi Pengemasan Daging Impor Dicampur Daging Lokal

Harga daging lokal dan impor yang ia temui perbedaannya cukup jauh dan kebanyakan masyarakat tidak bisa membedakan

MATARAM.lombokjournal.com – Harga Bawang putih yang sempat dikhawatirkan melonjak naik, ternyata masih di level wajar. Demikian juga harga Bawang merah juga masih .stabil

Hal itu disampaikan Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat  melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika, Mataram, Kamis (09/55).

“Alhamdulilllah hasilnya cukup menggembirakan dari sisi harga. Bawang putih yang kita khawatirkan di angka 60 hingga 70 ribu rupiah, sekarang ada di kisaran 40 ribu rupiah. Kemudian Bawang merah juga stabil, malah tadi kita lihat ada yang 13 ribu,” jelas wagub pada wartawan. mui

Wagub saat melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di pasar didampingi Kadis Perdagangan, Hj. Sally Andayani, Perwakilan Badan POM, Perwakilan BI, dan Kepala OPD Provinsi NTB terkait serta Satgas Pangan Polda NTB.

Wagub blusukan di pasar untuk bertemu langsung dengan para pedagang. Pantauan ini dilakukan untuk memastikan harga-harga di pasaran tetap stabil.

Seperti diketahui, di bulan Ramadan hingga menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya ada kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat.

Wagub mengungkapkan masalah daging juga  menjadi fokus pada kunjungan kali ini. Wagub  mengindikasikan ada pengemasan daging impor dicampur dengan daging lokal.

“Itu yang kita khawatirkan, untuk itu kita juga sempatkan berkunjung kesini, ke distributor daging milik CV  88 di Turida. Idealnya daging impor itu sampai ke tangan konsumen dalam kondisi beku. Sedangkan tadi kita temui di pasar, ada yang dijual dalam kondisi yang sama dengan daging lokal. Artinya sudah cair.” Terangnya.

Wagub menilai,  jika dagingnya sudah lama kan berbahaya. Ia juga sudah minta ke distributor daging untuk menjual harus disiapkan juga coolbox.

“Nantikan akan terus dipantau oleh Bu Sally dari dinas Perdagangan,” tambahnya

Lebih jauh Wagub mengungkapkan, harga daging lokal dan impor yang ia temui perbedaannya cukup jauh dan kebanyakan masyarakat tidak bisa membedakan.

Daging lokal di kisaran harga 135 ribu sedangkan daging impor di 80 ribuan.

“Jangan sampai masyarakat tidak tahu,” tegasnya

Wagub berharap para penjual jangan sampai merugikan pembeli dan masyarakat NTB.

“Mudah-mudahan dengan kita turun kepasar, para pedagang di pasar bisa menjual daging sesuai dengan harganya. Kita tidak ingin para penjual menyamakan harga nya dengan daging lokal. Masyarakat jangan sampai dirugikan. Karena kita ingin menyelamatkan Perekonomian juga,” kataWagub.

AYA/AFF/HMS NTB




Wagub Hj Rohmi Tinjau Pasar Kebon Roek

MATARAM.lombokjournal.com –– Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Kamis (09/05) pagi, meninjau pasar Kebun Roek Kota Mataram, untuk mengetahui gejolak harga saat memasuki bulan Ramadhan.

Selain itu, dalam kunjungan itu Wagub Hj Rohmi yang saat itu didampingi Kadis Perdagangan Prov NTB, Hj Putu Selly juga menyapa masyarakat maupun pedagang pasar di Ampenan itu.

Bagi wagub, bertemu masyarakat dan berdialog dengan pedagang itu penting. Apalagi pada momen di bulan suci Ramadhan.

Ini salah satu cara mendekatkan diri dengan masyarakat,sekaligus mengecek biasanya kebutuhan masyarakat akan meningkat di bulan ini.

Karena itu, Wagub meninjau langsung pasar itu, untuk memastikan kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan ini cukup dan harganya juga tidak mengalami kenaikan.

AFF/Hms NTB




Ngaji Statistik Ekonomi Bareng Gubernur Zul,  Bahas Masa Depan Ekonomi NTB

Bank Indonesia pada akhir diskusi memberikan penawaran beberapa hal strategis jangka pendek dan panjang yang perlu dilakukan untuk mendorong perekonomian NTB tahun 2019

MATARAM.lombokjournal.com — Acara “Ngaji Bareng Gubernur”  diadakan di Ruang Serbaguna Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, di Mataram, Selasa (07/05).

Ngaji bareng kali ini selain Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang jadi pembicara, juga dihadirkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani duduk bersama menjadi pembicara.

Kegiatan “ngaji” kali ini mengangkat tema  “Perekonomian NTB : Terkini, ke depan, dan tantangannya”.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Zul menjelaskan pandangannya, salah satu masalah mendasarnya yang harus disegerakan untuk membangkitkan perekonomian di NTB adalah industrialisasi.

“Impornya masih lebih besar daripada ekspor. Bagaimana kita mau kuat? Industrialisasi harus segera hadir di NTB ” tegas Gubernur Zul

Jika kita impor terus, tidak akan bisa maju, industrialisasi harus bisa segera hadir di NTB. Jika industrialisasi bisa dilaksanakan di NTB, ini adalah tamparan pusat bagi pemerintah pusat, tambahnya

Gubernur menyampaikan tekad pemerintah Provinsi NTB untuk mengangkat Perekonomian dengan industrialisasi yang sedang menjadi fokus utama.

“Selama impor dari luar daerah lebih besar daripada ekspor, kita akan sulit untuk maju. Industrialisasi pahit dan susah, namun kita harus mulai, untuk mewujudkan NTB yang lebih sejahtera,” jelas Gubernur Zul

Gubbernur Zul berharap dengan pengajian statistik ini, para Kepala OPD dan semua yang hadir bisa mengetahui betapa besar tanggungjawab kita.

Namun jika tahu caranya, akan sangat menantang dan menyenangkan sekali.

“Untuk itu, bersilaturahmi seperti ini akan sangat bermanfaat sekali,” kata Gubernur

NTB Posisi Terendah

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani menjelaskan bahwa kondisi Perekonomian Nasional  diperkirakan masih tetap terjaga di kisaran 5 persen.

“Ke depan perlu dikembangkan sumber pertumbuhan baru untuk mendukung akselerasi pertumbuhan sehingga Indonesia keluar dari middle income trap,” jelas Sarwani didepan seluruh hadirin.

Provinsi NTB sendiri jika dibandingkan dengan daerah lainnya dan Balinustra, pertumbuhan ekonomi NTB berada di posisi paling rendah.

Peran ekspor luar negeri dalam menopang perekonomian daerah cenderung tidak setinggi daerah lainnya.

“IPM Provinsi NTB ada di angka 67,30 sedangkan Bali ada di angka 74, 77. Provinsi Sulawesi Tengah yang juga terdampak gempa ada di angka 68,88,” terang Sarwani

“Kami juga berharap di sektor pariwisata bisa menjadi sebuah industri yang lengkap, tidak hanya sekedar tiap desa memiliki desa wisata. Namun adalah tentang bagaimana memasarkannya secara integrasi, baik online maupun offline. Kita harus mau bekerjasama ” kata  Achris Sarwani.

Diskusi ini juga membahas berbagai sektor meliputi pariwisata, pertanian, hingga kontribusi ekonomi di berbagai sektor lain di Provinsi NTB.

Bank Indonesia sendiri pada akhir diskusi memberikan penawaran beberapa hal strategis jangka pendek dan panjang yang perlu dilakukan untuk mendorong perekonomian NTB tahun 2019.

Pada jangka pendek, BI memberikan penawaran strategis  antara lain, meningkatkan koordinasi dan peran TPID dalam mengantisipasi periode perayaan HKBN, menjaga ketersediaan bahan bangunan dan tenaga kerja, akselerasi pembangunan huntap, integrasi paket wisata dengan Bali, melanjut akselerasi belanja daerah.

Sedangkan pada Jangka panjang, BI memberikan rekomendasi antara lain; penguatan SDM untuk meningkatkan produktivitas, peningkatan daya saing ekspor non tambang, hilirisasi industri pengolahan, industrialisasi pariwisata.

Hadir pada kesempatan tersebut seluruh kepala OPD dan Biro lingkup Pemerintah Provinsi NTB, kepala BPS provinsi NTB, dan Direktur Bank NTB syariah.

AFF/Hms Pemprov NTB




Gubernur Zul Minta Penjelasan Progress Pembangunan Smelter

Smelter tidak terlalu membutuhkan tenaga kerja banyak, berkisar 300 orang, namun yang membutuhkan tenaga kerja besar justru industri-industri turunan yang menyertai pembangunan Smelter

MATARAM.lombokjournal.com – Rapat Koordinasi (Rakor) digelar jajaran Pemerintah Provinsi NTB bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat ((KSB), dengan menghadirkan Presiden Direktur PT. Amman Mineral (PT AM), Rachmat Makkasau, yang akan melakukan pembangunan Smelter di KSB, di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Selasa, (07/05).

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dalam rakor tersebut, meminta kejelasan dari pihak PT Amman Mineral terkait progress rencana pembangunan Smelter dan industi turunan lainnya di KSB Itu.

Rakor tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, dan Kepala Bappeda Provinsi NTB Ir. Ridwan Syah, M.Sc., MM., MTP,

Gubernur Zul menegaskan, kejelasan progres tersebut sangat penting, agar pemerintah daerah bisa mengambil peran dalam membantu PT AM melakukan pembicaraan-pembicaraan untuk menyakinkan perusahaan untuk berinvestasi di NTB.

“Jangan sampai publik menilai pemerintah tidak memiliki keseriusan. Masyarakat KSB ingin Smelter segera hadir, jangan sampai dikasih angin surge tapi tidak ada realisasinya,” ujarnya.

Untuk itu, Doktor Zul ingin mendapatkan kepastian secara jelas dari pihak PT AM terkait kapan konstruksi Smelter dan industri turunannya dimulai. Ia menginginkan ada progress terbaru terkait dengan pembangunan Smelter di KSB tersebut.

“Karena sampai sampai sekarang progress belum ada,” ungkapnya.

Dikatakan gubernur, pemerintah memiliki kepentingan besar dalam pembangunan Smelter dan Industri turunannya. Hal ini berkaitan n mewujudkan industrialisasi di NTB.

Pemerintah daerah akan membantu semaksimal mungkin agar proyek ini bisa berjalan baik, sehingga publik tidak menduga pemerintah tidak serius.

Pemerintah Provinsi menginginkan kejelasan terkait industrI turunan pembangunan Smelter.

Hal ini terkait upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi kemajuan pembangunan tersebut.

Seperti putra putri NTB yang ahli kimia, dengan kita sekolahkan bahkan perguruan tinggi di NTB bisa didorong untuk membentuk program studi kimia.

“Kenapa pemerintah meminta kejelasan, agar kami bisa menyiapkan sumber daya manusianya. Jangan sampai masyarakat jadi penonton di rumahnya sendiri,” ujarnya.

Tugas provinsi adalah memastikan semua investor diperlakukan dengan nyaman, tentunta dengan menciptakan NTB yang aman, nyaman dan ramah bagi dunia investasi.

Pemerintah menyadari proses pembangunan Smelter tersebut tidaklah mudah, dan tentu membutuhkan nilai investasi yang cukup besar.

Pemerinta Provinsi akan membantu PT AM dengan maksimal, setidknya dengan melakukan pembicaraan-pembicaraan dengan investor-investor yang mau berinvestasi di NTB, dan akan membangun industri turunan dari smelter tersebut.

”Provinsi ingin dalam posisi  meringankan beban PT Amman Mineral. Pemerintah akan membantu melakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan industri turunan, seperti pabrik pupuk, pabrik semen, dan pabrik perkabelan agar mau berinvestasi di NTB,” kata Gubernur Zul.

Presiden Direktur PT AM, Rachmat Makkasau menjelaskan, progres pembangunan Smelter di NTB berjalan dengan baik. Hal ini sesuai dengan komitmen PT AM untuk membangun Smelter setelah mengambil alih perusahaan tambang dari PT NNT pada 2 November 2016 lalu.

Dijelaskan, semua proses di lapangan telah dilakukan, dengan survei lahan di mulai dari darat, laut dan udara. Untuk konstruksi pembangunan Smelter akan dimulai tahun 2019, dan kontruksi harus selesai pada pertengahan tahun 2022.

“Kalu lewat dari itu akan menjadi resiko besar bagi perusahaan kami,” ungkapnya.

Untuk penyerapan tenaga kerja, Smelter tidak terlalu membutuhkan tenaga kerja banyak, berkisar 300 orang saja.

Namun yang membutuhkan tenaga kerja besar justru industri-industri turunan yang menyertai pembangunan Smelter, seperti pabrik semen, pabrik kabel, dan pabrik pupuk yang akan mengolah bahan baku dari hasil smelter di NTB.

“Saat ini kami baru sebatas MoU dengan industry turunan, kami persilahkan jika ada perusahaan lain yang siap untuk membangun industry turunan di Kabupaten Sumbawa Barat,” ujar Rachmat Makkasau.

AFF/Hms  Pemprov NTB

 




Agar Masyarakat Melek Finansial, Gubernur Berharap  Akselerasi Pendidikan Finansial di Madrasah

Jangan sampai banyak investasi masuk tapi masyarakat NTB menjadi penonton di tempatnya sendiri

Gubernur Zulkieflimansyah

lombokjournal.com –

MATARAM ;   NTB akan lebih cepat terlihat kemajuannya, jika masyarakat melek finansialnya dan merata hingga ke desa di seluruh Nusa Tenggara Barat.

Karena itu, Gubernur berharap Bank NTB Syariah serta OJK melalui stakeholder terkait, mampu mengakselerasikan pendidikan finansial ke madrasah-madrasah.

“Jangan sampai banyak investasi yang masuk di tempat kita, tapi masyarakat NTB menjadi penonton di tempatnya sendiri,” ujar Gubernur.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E M.Sc mengungkapkan itu dalam sambutannya saat Penandatangan Kesepakatan Bersama dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah di Hotel Lombok Raya di Mataram, Kamis (02/03).

Kesepakatan ini terjalin antara PT. Bank NTB Syariah dan Kantor Pertanahan dengan Pemerintah Provinsi/Kab/Kota Se-Nusa Tenggara Barat.

Kukuh Rahardjo selaku Direktur Utama Bank NTB Syariah menjelaskan, Bank NTB Syariah saat ini dalam proses pengembangan aplikasi untuk penerimaan retribusi daerah, dimana hal tersebut merupakan bagian dalam rangka program transformasi oleh Bank NTB Syariah.

“Harapannya melalui pengembangan dan peningkatan layanan dimaksud akan menjadikan Bank yang kompetitif, kuat dan dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu dalam program tahunan tersebut perlu dukungan yang kuat dari stakeholder,” tuturnya.

Dijelaskan,  Bank NTB Syariah beberapa bulan terakhir ini, berupaya mengembangkan sarana dan prasarana teknologi bekerjasama dengan pihak ketiga, khususnya pengembangan transaksi elektronik channel melalui SMS Banking dan Internet Banking.

Sehingga Bank NTB Syariah akan semakin dibutuhkan untuk mendukung transaksi keuangan yang efisien, efektif dan produktif.

Beberapa waktu terakhir ini tumbuh dan berkembang secara masif menjadi suatu kebutuhan utama dalam memberikan layanan kemudahan kepada nasabah maupun masyarakat.

Di kesempatan yang sama pula, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, KPK berharap upaya ini bisa meningkatkan pendapatan daerah sehingga hasilnya bisa dirasakan masyarakat.

“Sistem ini juga bisa menutup penyelewengan pajak daerah karena datanya akan tercatat secara elektronik,” kata Basaria.

AYA/Hms Pemprov NTB

 




Transportasi NTB Bulan Maret, Penumpang  Datang Lewat Penerbangan Domestik Naik  15 Persen

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional naik 19,05 persen menjadi sebanyak 8.212 orang

MATARAM.lombokjournal.com – Jumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut ke NTB, pada bulan Maret 2019 naik sebesar 26,32 persen dibandingkan bulan Februari 2019.

Sedangkan jumlah penumpang berangkat naik sebesar 28,01  persen.

Badan pusat statistik (BPS) NTB merilis, barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan Maret 2019 naik 55,82 persen.

“Jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan Maret 2019 naik 55,82 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan barang yang dimuat naik sebesar 19,69  persen”Ungkap Kepala BPS NTB, Suntono, Kamis (02/05).

Dijelaskan Suntono,  jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan Maret 2019 sebanyak 110.839 orang, naik sebesar 15,32 persen dibanding bulan Februari 2019.

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional naik 19,05 persen menjadi sebanyak 8.212 orang.

“Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan Maret 2019 melalui penerbangan domestik 112.428 orang, naik sebesar 19,37 persen dibandingkan bulan Februari 2019. Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional naik sebesar 20,45 persen dari 6.552 orang menjadi 7.892 orang,” ungkapnya.

Jumlah barang yang dibongkar pada bulan Maret 2019 melalui penerbangan domestik sebesar 508.225 Kg, naik 0,34 persen dibanding bulan Februari 2019.

Barang yang dibongkar di terminal internasional pada bulan Maret 2019 turun 4,58 persen dibanding bulan sebelumnya.

Barang yang dimuat di terminal dosmetik pada bulan Maret 2019 naik 33,49 persen dari bulan sebelumnya. Barang yang dimuat di terminal  internasional sebanyak 1.562 Kg.

AYA