Diingatkan jangan sampai ada oknum ataupun ASN mempersulit niat baik para investor untuk menanam saham di wilayah NTB
MATARAM.lombokjournal.com — Tiga calon investor telah melirik Gili Tangkong untuk menjadi mitra kerja strategis. Gili yang terletak di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat itu rencananya akan dikelola oleh calon investor yang telah lulus seleksi.
Ketua Panitia Pemilihan mitra kerjasama pemanfaatan aset daerah Provinsi NTB, Dr. Prayitno Basuki,MA di hadapan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menjelaskan, sejumlah calon investor yang berminat tersebut sudah mengikuti tahap seleksi sejak awal.
Penjelasan itu berlangsung pada rapat ekspose Rencana Induk Pengembangan (RIP) calon mitra Gili Tangkong, di ruang rapat BPKAD Provinsi NTB di Mataram, Selasa (27/08) 2019.
“Dari 8 (delapan) calon investor, hanya ada tiga yang menyerahkan dokumen penawaran, yakni PT. Heritage Resort and Spas (Bintan), PT. Istana Cempaka Raya (Mataram), dan PT. Ananda Tangkong Paradise (Denpasar),” jelas Basuki.
Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah menyambut baik niat para calon investor tersebut untuk ikut membantu mengembangkan daerah wisata di NTB.
Diharapkan gubernur, agar dalam proses pemilihan mitra kerjasama tersebut, tidak ada yang dipersulit.
Semuanya harus terbuka, tidak boleh ada yang ditutup tutupi atau dipersulit. Sehingga para investor merasa senang dan nyaman untuk berinvestasi.
“Orang-orang (investor) akan segan berinvestasi di daerah kita bilamana tidak dibuat ribet,” ujar gubernur.
Gubernur Doktor Zul juga menekankan kepada seluruh mitra untuk taat pada aturan. Namun jangan sampai aturan-aturan tersebut membelenggu kehangatan kita, imbuhnya.
Tidak lupa juga ia mengingatkan jangan sampai ada oknum ataupun ASN mempersulit niat baik para investor untuk menanam saham di wilayah NTB.
Tugas Pemerintah Daerah adalah membantu dan memfasilitasi para investor.
“Jangan sampai ada kepala dinas ataupun staf yang bikin susah, karena jika prosesnya saja susah, orang -orang berpikir dua kali untuk berinvestasi,” tegas gubernur.
AYA
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Produksi dan Gudang VCO
Pesan bupati, pengelola rumah produksi agar berinovasi dan bisa menSosialisasikan produk dari olahan produksi
TANJUNG.lombokjournal.com – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah produksi dan gudang pengolahan kelapa menjadi minyak goreng di Desa Sokong, Senin (26/08) 2019.
Peletakkan batu pertama itu merupakan tindak lanjut bantuan program pilot inkubasi inovasi desa -pengembangan ekonomi lokal (PIID-PEL) Kemendes, PDT dan Transmigrasi tahun 2019 kepada Tim Pengelola Kegiatan Kemitraan (TPKK).
Bupati Najmul menyampaikan, dua hal penting yang saat ini menjadi indikator daerah, apakah skala kecamatan, kabupaten ataupun provinsi, yaitu adanya inovasi, yaitu temuan baru yang tidak biasa kita lakukan tetapi berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Hal penting lainnya adalah adanya teknologi. Dikatakannya, suatu inovasi itu tak harus mahal tetapi bisa menjangkau banyak orang. Semangat tersebut yang harus dikembangkan.
“Kalau dari sisi teknologi ini, kita tertinggal maka bukan sekadar tertinggal, orang sudah sedemikian rupa melakukan terobosan dengan memanfaatkan teknologi sehingga segala sesuatu menjadi lebih efisien,” tutur bupati.
Pesan bupati, pengelola rumah produksi agar berinovasi dan bisa menyosialisasikan produk dari olahan produksi.
Kemitraan antar kelompok
Dalam pada itu, Kadis DP2KBPMD Drs. H. Holidi, MM mengutarakan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Produksi dan Gudang VCO merupakan program yang digagas dari Kementerian Desa PDT yang diinisiasi sejak tahun 2018.
Disampaikannya pula, program itu dalam rangka membangun kemitraan pengelolaan antarkelompok yang ada di desa, dan bisa menghasilkan produk unggulan di masing-masing desa.
“Desa sokong termasuk yang mengembangkan produk fokus pada kelapa. Usulan program selanjutnya, rencana dibangun rumah olahan produksi pengembangan produk Kakao, dan Kopi” tandasnya.
Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu dari 15 kabupaten/kota yang memperoleh dukungan program dari Kemendes, PDT dan Transmigrasi dalam rangka pengembangan produk unggulan daerah.
Selain itu pula, pihak TPKK dan desa mengelola produk unggulan mendapat pendampingan dari pemerintah dalam hal ini Kemendes PDT dan Transmigrasi RI.
“Kami berharap TPKK Desa Sokong, bisa membangun kemitraan yang sebaik-baiknya dengan seluruh mitra kerja dalam rangka pengembangan Kelapa. Kemitraan bukan hanya DP2KBPMD tetapi kemitraan juga dijalin oleh OPD terkait yang memiliki peran seperti pemasaran dan kesehatan,” imbuhnya.
Pada tempat yang sama, Ketua TPKK Desa Sokong Lingga Pelandika, S.Pd mengatakan peletakan batu pertama rumah produksi vco dan minyak kelapa di halaman kantor Desa Sokong merupakan sebuah pilot program inkubasi pengembangan ekonomi desa yang difasilitasi Dinas DP2KBPMD Lombok Utara. Mulai dikerjakan sejak Oktober 2018.
Dinas DP2KBPMD Lombok Utara melalui Pokja PIID-PEL merekomendasikan produk VCO dan Minyak Kelapa agar dapat dikembangkan menuju pemasaran produk yang berskala nasional.
Hadir pula pada tersebut, Anggota DPRD Made Kariyasa, S.Pd.H., Sekretaris Kecamatan Tanjung Nartodi, S.Sos, Pjs Kades Sokong Sutono, Para Mahasiswa KKN UMM, serta tamu undangan lainnya
Rangkaian acara ditutup dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Lombok Utara, Anggota DPRD KLU, Kadis DP2KBPMD disaksikan oleh hadirin tamu undangan pembangunan Rumah Produksi dan Gudang VCO.
sta/humaspro
Gubernur Zulkieflimansyah Undang Pengusaha Malaysia Berinvestasi di NTB
Mohammad Sahar mengaku sangat merasakan keterbukaan dan optimisme kemudahan berinvestasi dari Pemprov NTB di bawah Gubernur Zul
Gubernur Zulkieflimansyah
lombbokjournal.com —
SELANGOR, MALAYSIA ; Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah bertemu dan menjajaki kerja sama investasi dengan sejumlah pengusaha Malaysia yang tergabung dalam asosiasi Dagang Nexchange Berhad (DNeX) dan Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM), dalam lawatan kerja ke Malaysia pekan ini.
Di depan para pengusaha Malaysia yang bergerak di bidang energi, pengelolaan sampah (waste management), industri pariwisata hingga pengelolaan umrah-haji, Gubernur Zul menyatakan, NTB sangat terbuka dan menyambut baik setiap pengusaha yang tertarik berinvestasi di Lombok dan Sumbawa.
Bahkan Pemprov NTB akan memfasilitasi infrastruktur dan kemudahan perizinan untuk setiap investor.
“Kami menempatkan diri sebagai pelayan publik, ingin memperkenalkan NTB sebagai provinsi yang ramah bisnis dan investasi. Kami percaya, sebagai regulator dan pemegang kendali pembangunan di daerah, harus mempermudah arus investasi, terutama dari sektor swasta,” tutur Gubernur Zul di Kantor DPIM di kawasan Cyberjaya Selangor Malaysia Jumat (23/08) 2019.
Dikatan gubernur, Lombok dan Sumbawa memiliki banyak potensi untuk tujuan investasi, terutama industri pariwisata dan turunannya, termasuk infrastruktur dan pengelolaan sampah.
Sebagai peraih predikat The World Best Halal Tourism Destination (Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia) selama 2015 hingga 2019 dari berbagai lembaga nasional dan internasional, NTB disebutnya cocok dan akomodatif terhadap investor-investor Malaysia, yang punya perhatian terhadap persoalan industri halal atau moslem-friendly.
Dituturkannya, beberapa kali Lombok mendapatkan pengakuan sebagai tujuan wisata halal atau moslem-friendly tak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional.
“Ini jadi gayung bersambut dengan fokus bisnis (halal) para pengusaha di bawah Dnex dan DPIM yang tadi memaparkan bidang usahanya di depan saya. Ada Gili Meno misalnya, pulau kecil cantik yang kami kembangkan jadi pulau khusus untuk pulau keluarga, dalam terma moslem-friendly. Halal pharmacy juga ada pasarnya yang cukup besar dan potensial, baik di NTB maupun Indonesia secara umum,” paparnya.
Pariwisata tak bisa dipisahkan dari persoalan pengelolaan sampah. Hal itu diungkapkan Gubernur Zul, sebagai turunan konsekuensi logis industri pariwisata ke industri pengelolaan sampah.
Portofolio sejumlah pengusaha Dnex dan DPIM di bidang pengelolaan sampah, bisa sejalan dengan kampanye program NTB sebagai zero waste province.
Dijelaskan gubernur, pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian dan prioritas kerja. Banyak pilihan cara dan teknologi yang sudah dilakukan untuk menangani persoalan ini. Mulai dari sistem pemilahan dan daur ulang sampah melalui bank sampah, teknologi pyrolysis hingga black soldier fly (larva pasukan lalat hitam).
“Ini sesuai dengan yang tadi Bapak-Ibu presentasikan terkait portofolio dan rekam jejak inti bisnis masing-masing di bidang waste management. Marilah berkunjung ke Lombok dan Sumbawa, supaya bisa terbuka gagasan bisnis atau investasi pengelolaan sampah apa saja yang bisa dibawa ke provinsi kami,” ungkapnya.
Pemangku Presiden DPIM, Mohammad Sahar Mat Din, yang sudah beberapa kali berkunjung ke NTB, menyatakan yakin dan bisa menjamin pernyataan Gubernur Zulkieflimansyah di depan para pengusaha DNeX dan DPIM. Mohammad Sahar mengaku sangat merasakan keterbukaan dan optimisme kemudahan berinvestasi dari Pemprov NTB di bawah Gubernur Zul.
“Pak Zulkieflimansyah ini gubernur baru menjabat sekitar satu tahun, namun berdasarkan pengalaman kami (di Lombok) melihat kerja keras pak Gubernur, berusaha membangunkan wilayah NTB demi membawakan mandat rakyat NTB, saya sangat percaya pada beliau. Jadi saya yakinkan bagi semua yang hadir di majlis ini, masih ada empat tahun lagi bahkan lebih jika rakyat mengamanahkan kepada beliau, untuk mempercayakan investasi di NTB,” kata Sahat.
Sementara Presiden Direktur DNeX, Dato Samsul Husin yang dalam kunjungan terakhirnya menyerahkan bantuan dana untuk korban musibah gempa bumi di NTB, menyatakan mendapatkan kesan yang menarik dari NTB.
Menurutnya, banyak sektor yang bisa digarap oleh pengusaha-pengusaha DNeX yang bergerak dalam bisnis global halal, telekomunikasi, teknologi & informasi, oil & gas hingga waste management.
Menurut Dato Samsul, NTB adalah kawasan yang punya kelimpahan sumber daya alam dan manusia. Perluasan perniagaan antarabangsa atau ke ranah global bagi pengusaha-pengusaha DNeX, bisa dimulai dengan melirik Lombok dan Sumbawa sebagai pasaran baru investasi.
“Apalagi DNeX sedang gencar mempromosikan perkhidmatan dan program halal saat ini, cocok dengan kawasan NTB yang juga punya platform bisnis moslem-friendly,” ungkap Dato Samsul dalam sambutan singkatnya.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah pertanyaan dari pengusaha mengemuka terkait jaminan kemudahan dan akses terhadap perizinan, hal yang kerap menjadi momok investasi.
Terkait hal itu, Gubernur Zul menjanjikan dengan tegas, akan memfasilitasi beragam kemudahan bagi investor Malaysia jika memang berminat untuk menempatkan investasi di NTB. Termasuk menyediakan lahan untuk lokasi usaha, sumber daya manusia yang sesuai dengan bidang serta kemudahan izin atau birokrasi.
“Ramah investasi adalah kunci kerja kami. Jadi akan kami permudah dan fasilitasi semuanya sebisa dan semaksimal mungkin yang bisa kami lakukan. Jadi silakan segera berinvestasi di NTB, kami siapkan segala keperluan untuk mempermudah bisnis Anda,” pungkas Gubernur Zul.
AYA/HmsNTB
Pameran Pembangunan Dan Produk Unggulan 2019, Sosialisakan Hasil-hasil Pembangunan Lombok Utara
Momentum pameran menjadi medium yang tepat mempromosikan produk-produk unggulan daerah, penguatan jaringan dan perluasan informasi kepada publik
lombokjournal.com —
TANJUNG ; Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Drs. H. Suardi, MH, Rabu (21/08) 2019, membuka Pameran Pembangunan Dan Produk Unggulan Daerah 2019 digelar di Lapangan Titana yang berlangsung selama lima hari.
Pameran bertajuk ‘Mendorong Lombok Utara Bangkit dan Bangun Kembali’ itu mensosialisasikan hasil-hasil pembangunan kepada masyarakat luas dalam bentuk kreatif dan interaktif,
Bupati Lombok Utara yang diwakili Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH., menyatakan, melalui pameran pembangunan masyarakat dapat melihat hasil-hasil pembangunan yang telah, sedang dan akan pemerintah daerah laksanakan.
Masyarakat juga dapat melihat berbagai produk-produk hasil usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok usaha.
pameran pembangunan ini mencerminkan KLU memiliki potensi kewirausahaan yang cukup produktif, sebagai daya topang dalam mendukung program pembangunan nasional dan program pembangunan daerah.
Sekda H Suardi berharap melalui momentum pameran menjadi medium yang tepat mempromosikan produk-produk unggulan daerah, penguatan jaringan dan perluasan informasi kepada public.
“Saya mengimbau kepada seluruh OPD dan pelaku UMKM, untuk terus berupaya meningkatkan pembangunan pada berbagai bidang. Menginisiasi terobosan, utamanya dalam menarik penanaman investasi dan pengembangan sektor UMKM,” tuturnya.
Perhatian Pemda Lombok Utara dalam pengembangan sektor UMKM dilakukan melalui penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) dengan jenis usaha pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan.
Hadir pula pada acara pembukaan pameran Wakapolres Lombok Utara Kompol. Dewa Gede Sucipta, S.Pd., Perwira Penghubung Kodim 1606 Lobar Mayor Inf. I Nyoman Dirga, Ketua GOW Nani Tricahyani Sarifudin dan Ketua Dharma Wanita KLU Hj. Laeli Suardi, Para Asisten Setda KLU, beberapa Kepala OPD, Para Camat serta tamu undangan lainnya.
Selain mendorong upaya pendampingan dan pelatihan bagi perkembangan UKM sehingga menjadi UKM Mandiri, juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui pola kemitraan dengan lembaga keuangan mikro di desa.
Serta pembangunan infrastruktur (pasar UKM) sebagai upaya pemasaran hasil usaha kecil dan menengah.
Koordinator Panitia Pelaksana, Kepala Bagian Ekonomi Setda KLU, Ir. Moch. Wahyu Darmawan, M.Si mengatakan, pameran pembangunan dan produk unggulan daerah ini merupakan upaya percepatan Pemda Lombok Utara, khususnya dalam proses pemulihan pascabencana.
Pelaksanaan pameran sekaligus mengkonsolidasikan segenap OPD, pelaku ekonomi dan masyarakat guna mereflesikan hasil-hasil pembangunan dan potensi pengembangan sosial ekonomi KLU.
Peserta kegiatan Pameran pembangunan diikuti oleh hampir seluruh OPD dan BUMD yang ada di Kabupaten Lombok Utara.
Selain kegiatan pameran, diadakan pula acara malam hiburan berupa pentas seni yang diisi berbagai grup kesenian yang ada di Lombok Utara.
Rangkaian acara ditutup dengan peninjauan stand-stand peserta pameran OPD dan UKM oleh Sekda Suardi didampingi Wakapolres, Pabung dan beberapa Kepala OPD beserta panitia pameran.
sta/humaspro
Percepat Industri Garam Beryodium, Solusi Atasi Masalah Garam di Bima
Dalam waktu dua minggu ke depan, gubernur akan mempertemukan para petani dengan pengusaha garam di Surabaya
lombokjournal.com –
BIMA ; Hadirnya industri pengolahan merupakan solusi tepat untuk mengolah berbagai hasil pertanian dan kelautan di NTB.
Solusi itu dipandang bisa mengatasi masalah rendahnya harga garam ditengah terus meningkatnya produksi garam di tiga kecamatan sentra garam di Kabupaten Bima
Harga garam di Bima saat ini hanya di kisaran Rp. 7.000 per karung. Jika garam tersebut diolah, terlebih dalam bentuk industri garam beryodium maka harganya bisa lebih tinggi. Sekaligus dapat menurunkan masalah stunting di NTB.
Demikian kesepakatan yang dicapai dalam dialog Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer dan Kadis Kelautan Provinsi NTB L. Hamdi M.Si, di Ruang VIP Bandara Sultan Salahuddin Bima, Rabu (21/08) 2019.
Gubernur Zul akan mempertemukan para pengusaha garam di Indonesia dengan para petani, dengan langsung mengajak para pengusaha garam meninjau tambak garam minggu I September mendatang.
Di hadapan sekitar 22 orang petani garam dari sentra produksi garam di Kabupaten Bima, Gubernur Zul dalam dialog yang dipandu Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma M.Si itu sepakat, dalam waktu dua minggu ke depan akan mempertemukan para petani dengan pengusaha garam di Surabaya.
“Silahkan pilih satu orang dari setiap kecamatan sebagai wakil dalam pertemuan itu,” kata Gubernur.
Saat ini, beberapa permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan pengelolaan garam antara lain kualitas garam yang masih belum sesuai dengan standar garam industri, tingginya biaya upah pikul garam dari tambak menuju jalan raya, dan kurangnya sarana dan prasarana infrastruktur.
Sesuai kesepakatan dengan para petani, Dr. Zul mengharapkan petani mampu memenuhi penyediaan kuota 40 ribu ton garam kualitas I dan II (K1/K2) untuk diserap dalam dalam industri.
Gubernur menugaskan Ir. L. Hamdi. M.Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB melakukan pengecekan ke sentra garam rakyat ketersediaan 40 ribu ton garam K1.
AYA/ Diskominfotik
iLoPETA, Aplikasi Bisnis Dengan 12 Fitur Layanan, Diluncurkan Di Bima
Gubernur Zul mengajak seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, utamanya anak-anak muda Bima dan NTB untuk menyiapkan diri dengan bekal ilmu dan teknologi
lombokjourfnal.com —
BIMA ; Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah, didampingi Wakil Walikota Bima, Ferry Sofyan, SH dan Wakil Bupati Bima, Drs.Dahlan M.Noer meluncurkan aplikasi startUp iLoPETA, di Uma IloPETA, Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima, Selasa (20/08) 2019.
Sebuah sistem informasi untuk layanan jasa bisnis dan transportasi yang menggabungkan 12 fitur layanan dalam satu Aplikasi.
Aplikasi itu merupakan satu-satunya atau pertama kalinya di NTB, sebagai buah karya krativitas dari 3 pemuda asal Bima, yakni Agil, S.Kom, Arif sarjana Elektronika dan Indra yang merupakan Sarjana Pendidikan Matematika lulusan STKIP Bima.
Fitur-fitur dalam IloPETA tersebut, sangat mudah dapat diakses melalui android atau diunduh melalui geogle playstore.
Dan telah menyediakan fasilitas untuk promosi dan pemasaran berbagai produk UMKM, termasuk menyediakan ruang konsultasi pembuatan website dan percetakan.
Fitur-fitur tersebut meliputi iloservice Ilofood (pemasaran kuliner) ilojek untuk ojek online, ilocar (taksi online), ilopickup (untuk jasa pengangkutan/pengiriman barang), ilopro ( jasa layanan konsultasi Website dan percetakan),ilonews (akses berita dari berbagai media yang ada di NTB) dan ilomall ( jasa layanan belanja).
Karya tehnologi informasi itu difasilitasi oleh Bank BNI cabang Bima selaku mitra pembina UMKM.
Gubernur Zulkieflimansyah berterima kasih kepada jajaran perbankan yang menfasilitasi anak-anak muda kota dan Kabupaten Bima untuk mengembangkan kreativitasnya.
Sehingga teknologi yang sangat bermanfaat bagi UMKM itu menjadi mungkin terwujud.
“Ini merupakan langkah awal untuk bisa menggurangi pengangguran dan kemiskinan,” tegas Gubernur Zul.
Menurutnya, Bima ke depan adalah Bima yang membutuhkan karya nyata.
Gubernur berpesan kepada Wakil Walikota dan juga Wakil Bupati Bima, agar ke depan lebih banyak mengembangkan beasiswa pendidikan untuk anak-anak pada bidang teknologi baik informatika maupun matematika dan fisika.
Gubernur menegaskan, pertumbuhan ekonomi ke depan akan sangat ditentukan oleh pertumbuhan teknologinya.
Misalnya smartphone kita dalam waktu ke depan, mungkin akan dilengkapi dengan artificial intelegen (AI ) sehingga mampu mendeskripsikan suasana hati dan fikiran.
Itulah yang menggambarkan bahwa kemajuan tekhnologi akan menjadi penopang utama bagi kemajuan ekonomi dan peradaban suatu bangsa, tegasnya.
Gubernur Doktor Zul, juga mengungkapkan, tanggal 9 september 2019, Presiden RI, Jokowi dijadwalkan kembali mengunjungi NTB untuk melaksanakan ground breaking pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika Resort di Lombok Tengah.
Menyambut event internasional olah raga balap yang akan menghadirkan jutaan orang dan banyak peluang bisnis di tahun 2021 mendatang, Gubernur Zul mengajak seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, utamanya anak-anak muda Bima dan NTB untuk menyiapkan diri dengan bekal ilmu dan teknologi.
Sehingga kelak tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam menyambut peluang-peluang yang ada.
AYA/HmsNTB
Teknologi Canggih Ramah Lingkungan, Dukung Sistem Pengamanan KEK Mandalika
Pembangunan infrastruktur tersebut, perlu dirancang sebaik mungkin. Termasuk pemberdayaan SDM lokal dalam bentuk transper skill dalam rangka keberlanjutan operasional dan perawatan (maintenence)
MATARAM.lombokjournal.com — KEK (Kawasan Ekonoi Khusus) Mandalika di Kuta Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, akan dilengkapi sistem pengawasan, pemantauan, pengamanan dan infrastruktur mobilitas di area, menggunakan teknologi canggih ramah lingkungan (Mandalika Smart Concept).
Mandalika Smart Consept adalah pemanfataan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengendalian dan pengawasan. Penting dioperasikan dii resort wisata berkelas dunia
Pemanfaatan teknologi tersebut menggabungkan atau mengintegrasikan berbagai sistem dan pembangunan infrastruktur pendukung.
Seperti; jaringan listrik berbasis energi panel surya (PLTS), fasilitas air bersih, pengendalian Kebersihan kawasan dan pantai, circuit control system, Public wireless broadband, mobil listrik berbasis lenSolar hingga CCTV Security Solution di area circuit motoGP.
Termasuk menggabungkan jaringan listrik AC dengan jaringan listrik DC serta penggunaan tetra radio jika jaringan broadband mengalami masalah.
Otoritas pengelola ITDC didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs.Lalu Gita Ariadi serta Plt. Kadis Kominfotik Gde Putu Aryadi, MH, menghadirkan PT. LEN yang merupakan BUMN berpngalaman luas dan dipercaya di kancah internasional untuk pembangunan sistem terintegrasi di bidang telekomunikasi.
Mereka hadir untuk memaparkan rencana pengembangan Mandalika Smart concept tersebut kepada Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj.Sitti Rohmi Djalillah di ruang kerjanya, Selasa lalu (12/08) 2019.
Pemberdayaan SDM Lokal
Usai mendengar laporan dari Direktur Pengembangan ITDC yang dilanjutkan pemaparan dari PT.LEN, Wakil Gubernur yang lebih akrab disapa Umi Rohmi menyambut baik konsep pembangunan Mandalika smart tersebut.
Menurut Wagub, pengembangan Mandalika resort, dengan event sekelas MotoGP dunia yang akan digelar di kawasan itu, sudah seharusnya didukung dengan infrastruktur berstandar internasional.
Hanya saja Wagub mengingatkan, pembangunan infrastruktur tersebut, perlu dirancang sebaik mungkin. Termasuk pemberdayaan SDM lokal dalam bentuk transper skill dalam rangka keberlanjutan operasional dan perawatan (maintenence).
Umi Rohmi juga sempat menyinggung tentang rencana pemanfaatan mobil listrik berbasis lenSolar yang lebih ramah lingkungan, di sejumlah spot wisata.
Seperti di Gili, KEK Mandalika dan destinasi lain dengan tujuan untuk memfasilitasi wisatawan dalam membawa barang/perlengkapannya.
Hal tersebut diamini Kadis DPMPT, Miq Gita sapaan akrabnya.
“Mobil listrik yang ramah lingkungan ini, perlu dimanfaatkan di daerah wisata, guna membantu membawa perlengkapan berwisata mereka,” ungkapnya.
Miq Gita berharap,setiap investor yang ingin berinvestasi di NTB lebih lebih di kawasan Pantai, agar ikut mensukseskan program pemerintah dalam mengkampayekan Zero Waste. Para investor diwajibkan untuk memperhatikan dampak pembangunan terhadap ekosistem biota laut.
“Kami welcome terhadap investor, namun tetap mengutamakan kelestarian lingkungan,” tegasnya.
AYA/HmsNTB
Pemprov NTB Beri Kemudahan Pengusaha Yang Kelola Pengembangbiakan Sapi
Saat para pengimpor sapi ini mendatangkan 20 ribu sapi dari Australia ke Jakarta, sebagian kecil dari angka itu bisa saja digemukkan dulu di NTB
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah memaparkan terobosan yang akan ditempuh Pemprov NTB.
Pemprov NTB akan memberikan kemudahan bagi pengusaha yang ingin mengelola usaha pengembangbiakan sapi di NTB.
“Bukan Pemprov yang mendatangkan atau mengimpor sapinya. Tapi Pemprov membantu dan memfasilitasi investor yang tertarik untuk bisnis di area ini,” ujar Gubernur Zul, Selasa (13/08) 2019.
Pengembangbiakan sapi tidak bisa berdiri sendiri. Untuk bisa tumbuh menjadi sapi berkualitas kompetitif, mereka membutuhkan pakan yang berkualitas pula.
Hal ini memunculkan kebutuhan lain, yaitu pabrik pakan.
Ternak di NTB sengsara di musim kemarau tanpa pakan, dipastikan tidak akan kompetitif. Bahan baku pabrik pakan ada di NTB.
“Jagung dan lain-lain melimpah di kita. Dengan adanya pabrik pakan maka nilai-tambah produk pertanian kita akan meningkat. Jagung dan lain-lain akan mulai diolah di tempat kita,” ujarnya.
Seperti halnya memancing datangnya investasi di bidang pengembangbiakan sapi, Pemprov NTB pun akan berusaha menarik dan membantu investor yang mau membuat pabrik pakan ini.
“Investasi di pabrik pakan ini hanya akan menarik kalau pasarnya ada. Nggak ada insentif untuk munculnya pabrik pakan kalau yang mengonsumsi pakannya nggak ada. Saat ini sapi kita kurang dan petani kita nggak mau dan belum terbiasa dengan pakan olahan. Karenanya, pasar untuk pakan ini harus diciptakan,” ujarnya.
Gayung bersambut
Kunjungan Gubernur NTB ke Australia belum lama ini melahirkan peluang baru.
“Kebetulan Australia dekat dengan kita dan juga kekurangan pakan, tapi bagus di breeding karena areanya luas. Jadi harga sapi Australia relatif murah,” ungkap gubernur.
Untuk membuat insentif hadirnya industri pakan, maka impor sapi Australia menjadi opsi menarik untuk mereka yang tertarik membangun industri pakan.
Proses pembiakan sapinya dilakukan di Australia. Sementara, penggemukannya dilakukan di NTB. Usaha penggemukan sapi inilah yang akan memunculkan permintaan pakan.
“Disinilah pasar untuk industri pakan muncul. Di saat yang sama, semua fasilitas modern RPH kita dan lain-lain bisa termanfaatkan yang selama ini idle. Jadi pengolahan sapi kita mulai jalan dan dagingnya bisa dijual ke Jawa bahkan ke luar negeri,” ujarnya.
Strategi ini bukan berarti spesies sapi lokal diabaikan. Pengembangbiakan sapi lokal juga tetap akan menjadi pilihan untuk diseriusi.
Malahan, upaya mendatangkan sapi impor bisa juga dilakukan oleh pedagang-pedagang sapi lokal di NTB. Hasil produksi pabrik pakan bisa juga diekspor ke Australia.
Tidak tertutup pula kemungkinan, suatu saat, cattle station di Australia akhirnya dikelola dan dimiliki oleh orang-orang NTB sendiri.
Menurut Doktor Zul, saat ini ia tengah berupaya membujuk pemain besar yang berpengalaman di bidang ini.
Gubernur mengandaikan, saat para pengimpor sapi ini mendatangkan 20 ribu sapi dari Australia ke Jakarta, sebagian kecil dari angka itu bisa saja digemukkan dulu di NTB.
“Bisa saja diturunkan di Lembar 500 atau 1000 ekor untuk kemudian digemukkan dan diproses di NTB. Seiring dengan berlalunya waktu, kita akan ada pembelajaran dan pengalaman untuk kemudian skala usahanya diperbesar,” tegasnya.
Doktor Zul menyadari, semua ini memang tidak akan semudah di atas kertas. Namun, seperti yang selalu diutarakannya, perjalanan panjang, selalu harus dimulai dengan langkah pertama.
“Dan para pemenang dan pahlawan biasanya berani menempuh jalur yang tidak biasa dan jalan yang jarang dilalui oleh orang lain,” pungkasnya.
AYA (*)
Festival Kopi, Mengangkat Kopi Lombok Utara Ke Pentas Regional Dan Nasional
Persoalan Kopi Lombok Utara adalah pada prosesingnya, karena itu kopi di KLU perlu dikembangkan dengan serius
Talk show
PEMENANG.lombokjournal.com – Seminar dan Festival Kopi Lombok Utara yang dikemas dalam acara “Ngopi Senja” dibuka Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH di Malaka, Jum’at (09/08) 2019.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerja sama dengan Setda KLU Bagian Ekonomi Setda KLU itu, dimaksudkan untuk mewujudkan kopi Lombok Utara yang lebih enak di pentas regional dan nasional.
Seminar dan Festival Kopi berlangsung tanggal 8-9 Agustus, menghadirkan narasumber Bupati Najmul, unsur BNPB Ir. H. R. Hutomo, unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB Anas Mudjitahid, CEO Rumah Kopi Nusa Tara H. Abdul Rochim.
Bupati Najmul di hadapan hadirin menyampaikan, untuk membangun keunggulan yang ada di KLU bisa dari berbagai perspektif yang prospek. Bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Jarang kita berpikir bahwa KLU menyimpan kekayaan luar biasa berupa kopi. Pernah ada tamu dari Kanada datang dengan membawa contoh kopi dari seluruh Indonesia. Setelah melihat kopi Lombok Utara, tamu tersebut menyampaikan bahwa kopi yang didapatkan di Lombok Utara adalah kopi dengan kualitas terbaik,” tutur bupati.
Tetapi lanjutnya, persoalan Kopi Lombok Utara adalah pada prosesingnya. Kopi di KLU perlu dikembangkan dengan serius,
Kopi terbaik itu pasti ketemu dengan penikmatnya. Tiap penyelenggaraan Festival Kopi selalu ramai dikunjungi penikmatnya.
Banyak yang menjadikan kopi bukan hanya sebagai minuman, saja tetapi sebagai gaya hidup. Karena itu, Bupati Najmul mengapresiasi terlaksananya kegiatan Festival Kopidan berharap menjadievent tahunan.
Ketua Panitia pelaksana yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setda KLU Ir. Moch. Wahyu Darmawan, M.Si dalam laporannya menyatakan, festival kopi sebagai wadah silaturrahmi antara pelaku usaha kopi, petani kopi, dan gerai kopi hotel maupun restoran yang ada di Kabupaten Lombok Utara.
Diuraikannya, festival kopi kali ini terdiri dari beberapa kegiatan acara seperti seminar kerja sama dan kewirausahaan yang diikuti 50 orang peserta dari unsur petani dan pengelola kopi, praktisi, akademisi, penyuluh pertanian maupun swasta.
Demontrasi kopi oleh pengelola kopi, penilaian cita rasa kopi, dan juga talkshow bertajuk Mewujudkan Kopi Lombok Utara yang Berkualitas dan Petani Sejahtera. Sesi tanya jawab serta dialog dari petani kepada narasumber dipandu Sekretaris Bappeda KLU Yuni Kurniati M, S.Pt.
Peserta acara itu disuguhi kopi sembari menikmati matahari terbenam.
Acara tersebut dihadiri Asisten II Setda KLU Ir. Hermanto, perwakilan Kepala OPD, Unsur TNI/Polri, Petani Kopi, Pelaku Usaha Kopi, Pegiat Pariwisata dan tamu undangan lainnya.
sta/humaspro
KPPU Kanwil IV Siap Berkontribusi Dalam Percepatan Pembangunan Di NTB
Wagub harapkan terus terjalin kerjasama dan komunikasi dengan Pemprov serta OPD terkait
MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Kantor Wilayah IV KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) di Surabaya, Dendy R. Sutrisno menyampaikan komitmen serta kesiapan KPPU Kanwil IV untuk turut berkontribusi dalam percepatan pembangunan di NTB.
Hal itu disampaikannya saat beraudensi dengan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kamis (8/8/2019).
KPPU Kantor Wilayah IV mencakup wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB dan NTT.
Wakil Gubernur menyambut baik kunjungan KPPU Kanwil IV tersebut. Ia mengatakan agar ke depan, kerjasama dan komunikasi dengan Pemprov serta OPD terkait dapat terus terjalin.
“Kehadiran KPPU ini mudah-mudahan dapat membantu dan juga meningkatkan potensi yang dimiliki NTB,” ucap Hj. Rohmi.
Hj. Rohmi pun berharap hasil produksi dan persaingan usaha yang ada di NTB dapat terus berjalan baik dan lancar.
Audiensi tersebut juga diikuti oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra serta Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi NTB.