NTB Expo 2019 Diharapkan Meningkatkan Pembinaan Usaha Kecil Dan Menengah

NTB EXPO DIHARAPKAN  menguatKAN produk koperasi usaha mikro kecil dan menengah di pasar lokal maupun di pasar globaL

MATARAM.lombokjournal.com – NTB Expo 2019 yang berlangsung di Pelataran Utama Islamic Center Mataram, dibuka Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Kamis (29/08) 2019.

Gubernur menyampaikan, agar kegiatan NTB Expo 2019 bukan hanya menjadi ajang promosi dan pemasaran produk. Tapi dimanfaatkan pula sebagai tempat menyambung jejaring usaha, kenalan, dan juga menjadi tempat yang menggembirakan.

“Expo ini mudah-mudahan menjadi tempat kita bersenang-senang, bertemu sahabat lama, kerabat dan mudah-mudahan banyak manfaat lain yang bisa kita hadirkan di tempat expo ini,” kata Gubernur yang saat itu didampingi istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati selaku Ketua TP PKK Provinsi NTB.

Hadir pula Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Ketua OJK NTB dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

Gubernur Zul berharap,  kegiatan NTB Expo ke depan dapat meningkatkan pembinaan usaha kecil dan menengah di Nusa Tenggara Barat.

“NTB Expo ini kita buka, mudah-mudahan di penghujung senja ini, Insya Allah Expo kita ini menjadi Expo yang berbeda,” harapnya.

Peningkatan kualitas produk

Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Suparno SE, MM  menjelaskan, Indonesia memiliki potensi yang unggul dalam berbagai hal. Antara lain, dalam bidang kerajinan, fashion, pangan serta pariwisata.

“Untuk itu semangat berkarya dan berkreasi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah perlu mendapat perhatian dan fasilitasi dari berbagai pihak,” tutur Suparno.

Dikatakannya, peningkatan kualitas produksi yang dihasilkan oleh koperasi usaha kecil dan menengah ke depan agar lebih diperhatikan. Utamanya di era globalisasi yang kian terbuka setiap tahun.

“Para pelaku koperasi usaha kecil mikro dan menengah dituntut untuk terus menerus menggali serta mengembangkan budaya untuk meningkatkan keunikan karya budaya lokal yang dimiliki saat ini,” ujarnya.

Kegiatan NTB Expo diharapkan mampu menjadi media inspiratif, edukasi, pengembangan wawasan dan jejaring usaha, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pengembangan kinerja koperasi usaha kecil dan menengah di Indonesia.

“Semoga pameran ini menjadi salah satu pintu gerbang menguatnya produk koperasi usaha mikro kecil dan menengah di pasar lokal maupun di pasar global, serta meningkatkan perekonomian di Nusa Tenggara Barat pada khususnya,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Saswadi, MM, melaporkan,  NTB Expo 2019 merupakan rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT RI ke 74 dan hari UMKM Nasional serta menyambut Simposium Asia Pacific Geoparks Network (APGN) 2019 ke-6 yang akan berlangsung di NTB.

NTB Expo 2019 akan berlangsung dari tanggal 29 Agustus sampai dengan 2 September 2019.

Kegiatan ini diisi berbagai pameran produk unggulan, produk UKM dan berbagai hiburan dan perlombaan, diikuti sekitar 130 UMKM se-NTB.

AYA/HmsNTB

 




Tim OK OCE  Dirharapkan Tularkan Semangat Wirausaha Di NTB

Mereka datang ke NTB akan melakukan beberapa kegiatan, atara lain memberikan pelatihan di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB. Selain itu juga memberikan pelatihan di SMK 2 Mataram

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah beserta Istri Hj. Niken Saptarini Widyawati  Zulkieflimansyah dan keluarga menyambut Tim OK OCE sambil makan siang bersama di Roemah Langko, Mataram Rabu (28/08) 2019.

Gubernur mengucapkan selamat datang dan merasa senang didatangi oleh anak-anak muda yang visioner dan memiliki jiwa wirausaha tinggi.

Diharapkan kedatangan Tim OK OCE ini bisa memberikan suntikan semangat  kepada anak-anak muda NTB untuk menumbuhkan jiwa wirausaha

“Saya berharap, semoga dengan kedatangan Tim OK OCE beserta sahabat saya Bang Sandiaga Uno bisa memberikan suntikan semangat untuk anak-anak muda NTB untuk terus menumbuhkan jiwa wirausaha” Harapnya.

Indra Uno, pendiri OK OCE menerangkan, pihaknya beserta Tim OK OCE selama di NTB akan menghadiri beberapa kegiatan, di antaranya memberikan kuliah umum bersama Sandiaga Uno di Universitas Mataram.

Tim Ok Oce akan berada di NTB selama dua hari. Mereka datang ke NTB akan melakukan beberapa kegiatan, atara lain memberikan pelatihan di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB. Selain itu juga memberikan pelatihan di SMK 2 Mataram.

“Selain itu juga  bertemu bersama komunitas Tangan di Atas, menghadiri NTB Expo, hingga memberikan kuliah umum bersama Bang Sandiaga Uno di Universitas Mataram,” kata Indra Uno.

AYA/HmsNTB




Bank Indonesia Sidak di Tiga Gili, Tertibkan Money Changer Tak Berizin

Terjaring 9 (sembilan) money changger yang beroperasi di wilayah tiga gili, namun belum memiliki ijin dari instansi yang terkait

MATARAM.lombokjournal.com —

Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing atau Money Changer Bukan Bank KUPVA BB yang tidak memiliki ijin resmi di NTB, dilakukan penertiban.

Penertiban itu dilakukan Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) NTB,  Rabu (28/08) 2019,  melalui inspeksi mendadak (sidak) atau pemantauan langsung pada sejumlah destinasi wisata terkenal di Pulau Lombok.

Di antaranya destinasi wisata 3 Gili yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia di NTB, Achris Sarwani menegaskan, kegiatan penertiban itu dimaksudkan untuk mendukung kemajuan pariwisata NTB. Ini cara memberikan jaminan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat dan wisatawan yang akan melakukan penukaran UKA atau valas.

Tiga Gili yang menjadi sasaran penertiban tersebut merupakan destinasi vavorit yang banjir dikunjungi wisatawan mancanegara, ujar Achris sapaan akrab Kepala BI NTB.

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan tamu asing ke Wilayah itu, kata Achris, maka transaksi penukaran valuta asing atau UKA (Uang Kertas Asing) dengan rupiah sebagai alat transaksi yang sah, juga semakin meningkat jumlah dan intensitasnya.

Menurutnya, kegiatan usaha money changer perlu terus diberi pembinaan dan pengawasan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha bisnisnya.

Sehingga transaksi illegal dan aktivitas usaha yang berpotensi merusak iklim investasi dan citra daerah dapat dicegah sedini mungkin, tambahnya.

Penertiban ini sekaligus juga sebagai wujud komitmen Bank Indonesia menciptakan iklim industri KUPVA BB yang sehat dan profesional.

Pada operasi penertiban itu, terjaring 9 (sembilan) money changger yang beroperasi di wilayah tiga gili, namun belum memiliki ijin dari instansi yang terkait.

Bank Indonesia selaku Lembaga Pengawas dan Pengatur (LPP) KUPVA BB, langsung memberikan pembinaan serta sosialisasi terkait perizinan penyelenggara KUPVA BB.

Tempat usaha Money Changger yang bersangkutan ditempel stiker penertiban sampai dengan yang bersangkutan mengajukan izin usaha KUPVA ke Bank Indonesia.

Achris menegaskan, pihaknya akan terus memonitor pemenuhan komitmen dari pihak-pihak tersebut dan akan diberikan panduan sebagaimana ketentuan yang berlaku terkait dengan proses perizinan.

Ditegaskannya, pengurusan izin di Bank Indonesia gratis tanpa dipungut biaya apa pun.

“Jika bandel maka Bank Indonesia melalui upaya hukum bekerjasama dengan kepolisian, akan memberikan sanksi tegas,”  ujarnya.

Kepada seluruh masyarakat, Achris menghimbau agar selalu menggunakan KUPVA yang telah memperoleh izin Bank Indonesia. Dan menginformasikan ke kantor Bank Indonesia terdekat atau melalui call center BI 131, jika menemukan pihak-pihak yang diduga melakukan kegiatan penukaran valuta asing tanpa izin.

Sedangkan kepada penyelenggara KUPVA BB berizin, diingatkan kembali agar tidak bekerjasama dan bertransaksi dengan money changer yang tidak berizin.

AYA




Tiga Investor Lirik Gili Tangkong

Diingatkan jangan sampai ada oknum ataupun ASN  mempersulit niat baik para investor untuk menanam saham di wilayah NTB

 

MATARAM.lombokjournal.com —  Tiga calon investor telah melirik Gili Tangkong untuk menjadi mitra kerja strategis. Gili yang terletak di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat itu rencananya akan dikelola oleh calon investor yang telah lulus seleksi.

Ketua Panitia Pemilihan mitra kerjasama pemanfaatan aset daerah Provinsi NTB, Dr. Prayitno Basuki,MA di hadapan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menjelaskan,  sejumlah calon investor yang berminat tersebut sudah mengikuti tahap seleksi sejak awal.

Penjelasan itu berlangsung pada rapat ekspose Rencana Induk Pengembangan (RIP) calon mitra Gili Tangkong, di ruang rapat BPKAD Provinsi NTB di Mataram, Selasa (27/08) 2019.

“Dari 8 (delapan) calon investor, hanya ada tiga yang menyerahkan dokumen penawaran, yakni PT. Heritage Resort and Spas (Bintan), PT. Istana Cempaka Raya (Mataram), dan PT. Ananda Tangkong Paradise (Denpasar),” jelas Basuki.

Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah menyambut baik niat para calon investor tersebut untuk ikut membantu mengembangkan daerah wisata di NTB.

Diharapkan gubernur, agar dalam proses pemilihan mitra kerjasama tersebut, tidak ada yang dipersulit.

Semuanya harus terbuka, tidak boleh ada yang ditutup tutupi atau dipersulit. Sehingga  para investor merasa senang dan nyaman untuk berinvestasi.

“Orang-orang (investor) akan segan berinvestasi di daerah kita bilamana tidak dibuat ribet,” ujar gubernur.

Gubernur Doktor Zul juga menekankan kepada seluruh mitra untuk taat pada aturan. Namun jangan sampai aturan-aturan tersebut membelenggu kehangatan kita, imbuhnya.

Tidak lupa juga ia mengingatkan jangan sampai ada oknum ataupun ASN  mempersulit niat baik para investor untuk menanam saham di wilayah NTB.

Tugas Pemerintah Daerah adalah membantu dan memfasilitasi para investor.

“Jangan sampai ada kepala dinas ataupun staf yang bikin susah, karena jika prosesnya saja susah, orang -orang berpikir dua kali untuk berinvestasi,” tegas gubernur.

AYA




Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Produksi dan Gudang VCO

Pesan bupati, pengelola rumah produksi agar berinovasi dan bisa menSosialisasikan produk dari olahan produksi

TANJUNG.lombokjournal.com – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah produksi dan gudang pengolahan kelapa menjadi minyak goreng di Desa Sokong, Senin (26/08) 2019.

Peletakkan batu pertama itu merupakan tindak lanjut bantuan program pilot inkubasi inovasi desa -pengembangan ekonomi lokal (PIID-PEL) Kemendes, PDT dan Transmigrasi tahun 2019 kepada Tim Pengelola Kegiatan Kemitraan (TPKK).

Bupati Najmul menyampaikan, dua hal penting yang saat ini menjadi indikator daerah, apakah skala kecamatan, kabupaten ataupun provinsi, yaitu adanya inovasi, yaitu temuan baru yang tidak biasa kita lakukan tetapi berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal penting lainnya adalah adanya teknologi. Dikatakannya, suatu inovasi itu tak harus mahal tetapi bisa menjangkau banyak orang. Semangat tersebut yang harus dikembangkan.

“Kalau dari sisi teknologi ini, kita tertinggal maka bukan sekadar tertinggal, orang sudah sedemikian rupa melakukan terobosan dengan memanfaatkan teknologi sehingga segala sesuatu menjadi lebih efisien,” tutur bupati.

Pesan bupati, pengelola rumah produksi agar berinovasi dan bisa menyosialisasikan produk dari olahan produksi.

Kemitraan antar kelompok

Dalam pada itu, Kadis DP2KBPMD Drs. H. Holidi, MM mengutarakan peletakan batu pertama  pembangunan Rumah Produksi dan Gudang VCO merupakan program yang digagas dari Kementerian Desa PDT yang diinisiasi sejak tahun 2018.

Disampaikannya pula, program itu dalam rangka membangun kemitraan pengelolaan antarkelompok yang ada di desa, dan bisa menghasilkan produk unggulan di masing-masing desa.

“Desa sokong termasuk yang mengembangkan produk fokus pada kelapa. Usulan program selanjutnya, rencana dibangun rumah olahan produksi pengembangan produk Kakao, dan Kopi” tandasnya.

Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu dari 15 kabupaten/kota yang memperoleh dukungan program dari Kemendes, PDT dan Transmigrasi dalam rangka pengembangan produk unggulan daerah.

Selain itu pula, pihak TPKK dan desa mengelola produk unggulan mendapat pendampingan dari pemerintah dalam hal ini Kemendes PDT dan Transmigrasi RI.

“Kami berharap TPKK Desa Sokong, bisa membangun kemitraan yang sebaik-baiknya dengan seluruh mitra kerja dalam rangka pengembangan Kelapa. Kemitraan bukan hanya DP2KBPMD tetapi kemitraan juga dijalin oleh OPD terkait yang memiliki peran seperti pemasaran dan kesehatan,” imbuhnya.

Pada tempat yang sama, Ketua TPKK Desa Sokong Lingga Pelandika, S.Pd mengatakan peletakan batu pertama rumah produksi vco dan minyak kelapa di halaman kantor Desa Sokong merupakan sebuah pilot program inkubasi pengembangan ekonomi desa yang difasilitasi Dinas DP2KBPMD Lombok Utara. Mulai dikerjakan sejak Oktober 2018.

Dinas DP2KBPMD Lombok Utara melalui Pokja PIID-PEL merekomendasikan produk VCO dan Minyak Kelapa agar dapat dikembangkan menuju pemasaran produk yang berskala nasional.

Hadir pula pada tersebut, Anggota DPRD Made Kariyasa, S.Pd.H., Sekretaris Kecamatan Tanjung Nartodi, S.Sos, Pjs Kades Sokong Sutono, Para Mahasiswa KKN UMM, serta tamu undangan lainnya

Rangkaian acara ditutup dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Lombok Utara, Anggota DPRD KLU, Kadis DP2KBPMD disaksikan oleh hadirin tamu undangan pembangunan Rumah Produksi dan Gudang VCO.

sta/humaspro




Gubernur Zulkieflimansyah Undang Pengusaha Malaysia Berinvestasi di NTB

Mohammad Sahar mengaku sangat merasakan keterbukaan dan optimisme kemudahan berinvestasi dari Pemprov NTB di bawah Gubernur Zul

Gubernur Zulkieflimansyah

lombbokjournal.com —

SELANGOR, MALAYSIA  ;    Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah bertemu dan menjajaki kerja sama investasi dengan sejumlah pengusaha Malaysia yang tergabung dalam asosiasi Dagang Nexchange Berhad (DNeX) dan Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM), dalam lawatan kerja ke Malaysia pekan ini.

Di depan para pengusaha Malaysia yang bergerak di bidang energi, pengelolaan sampah (waste management), industri pariwisata hingga pengelolaan umrah-haji, Gubernur Zul menyatakan, NTB sangat terbuka dan menyambut baik setiap pengusaha yang tertarik berinvestasi di Lombok dan Sumbawa.

Bahkan Pemprov NTB akan memfasilitasi infrastruktur dan kemudahan perizinan untuk setiap investor.

“Kami menempatkan diri sebagai pelayan publik, ingin memperkenalkan NTB sebagai provinsi yang ramah bisnis dan investasi. Kami percaya, sebagai regulator dan pemegang kendali pembangunan di daerah, harus mempermudah arus investasi, terutama dari sektor swasta,” tutur Gubernur Zul di Kantor DPIM di kawasan Cyberjaya Selangor Malaysia Jumat (23/08) 2019.

Dikatan gubernur, Lombok dan Sumbawa memiliki banyak potensi untuk tujuan investasi, terutama industri pariwisata dan turunannya, termasuk infrastruktur dan pengelolaan sampah.

Sebagai peraih predikat The World Best Halal Tourism Destination (Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia) selama 2015 hingga 2019 dari berbagai lembaga nasional dan internasional, NTB disebutnya cocok dan akomodatif terhadap investor-investor Malaysia, yang punya perhatian terhadap persoalan industri halal atau moslem-friendly.

Dituturkannya, beberapa kali Lombok mendapatkan pengakuan sebagai tujuan wisata halal atau moslem-friendly tak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional.

“Ini jadi gayung bersambut dengan fokus bisnis (halal) para pengusaha di bawah Dnex dan DPIM yang tadi memaparkan bidang usahanya di depan saya. Ada Gili Meno misalnya, pulau kecil cantik yang kami kembangkan jadi pulau khusus untuk pulau keluarga, dalam terma moslem-friendly. Halal pharmacy juga ada pasarnya yang cukup besar dan potensial, baik di NTB maupun Indonesia secara umum,” paparnya.

Pariwisata tak bisa dipisahkan dari persoalan pengelolaan sampah. Hal itu diungkapkan Gubernur Zul, sebagai turunan konsekuensi logis industri pariwisata ke industri pengelolaan sampah.

Portofolio sejumlah pengusaha Dnex dan DPIM di bidang pengelolaan sampah, bisa sejalan dengan kampanye program NTB sebagai zero waste province.

Dijelaskan gubernur,  pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian dan prioritas kerja. Banyak pilihan cara dan teknologi yang sudah dilakukan untuk menangani persoalan ini. Mulai dari sistem pemilahan dan daur ulang sampah melalui bank sampah, teknologi pyrolysis hingga black soldier fly (larva pasukan lalat hitam).

“Ini sesuai dengan yang tadi Bapak-Ibu presentasikan terkait portofolio dan rekam jejak inti bisnis masing-masing di bidang waste management. Marilah berkunjung ke Lombok dan Sumbawa, supaya bisa terbuka gagasan bisnis atau investasi pengelolaan sampah apa saja yang bisa dibawa ke provinsi kami,” ungkapnya.

Pemangku Presiden DPIM, Mohammad Sahar Mat Din, yang sudah beberapa kali berkunjung ke NTB, menyatakan yakin dan bisa menjamin pernyataan Gubernur Zulkieflimansyah di depan para pengusaha DNeX dan DPIM. Mohammad Sahar mengaku sangat merasakan keterbukaan dan optimisme kemudahan berinvestasi dari Pemprov NTB di bawah Gubernur Zul.

“Pak Zulkieflimansyah ini gubernur baru menjabat sekitar satu tahun, namun berdasarkan pengalaman kami (di Lombok) melihat kerja keras pak Gubernur, berusaha membangunkan wilayah NTB demi membawakan mandat rakyat NTB, saya sangat percaya pada beliau. Jadi saya yakinkan bagi semua yang hadir di majlis ini, masih ada empat tahun lagi bahkan lebih jika rakyat mengamanahkan kepada beliau, untuk mempercayakan investasi di NTB,” kata Sahat.

Sementara Presiden Direktur DNeX, Dato Samsul Husin yang dalam kunjungan terakhirnya menyerahkan bantuan dana untuk korban musibah gempa bumi di NTB, menyatakan mendapatkan kesan yang menarik dari NTB.

Menurutnya, banyak sektor yang bisa digarap oleh pengusaha-pengusaha DNeX yang bergerak dalam bisnis global halal, telekomunikasi, teknologi & informasi, oil & gas hingga waste management.

Menurut Dato Samsul,  NTB adalah kawasan yang punya kelimpahan sumber daya alam dan manusia. Perluasan perniagaan antarabangsa atau ke ranah global bagi pengusaha-pengusaha DNeX, bisa dimulai dengan melirik Lombok dan Sumbawa sebagai pasaran baru investasi.

“Apalagi DNeX sedang gencar mempromosikan perkhidmatan dan program halal saat ini, cocok dengan kawasan NTB yang juga punya platform bisnis moslem-friendly,” ungkap Dato Samsul dalam sambutan singkatnya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah pertanyaan dari pengusaha mengemuka terkait jaminan kemudahan dan akses terhadap perizinan, hal yang kerap menjadi momok investasi.

Terkait hal itu, Gubernur Zul menjanjikan dengan tegas, akan memfasilitasi beragam kemudahan bagi investor Malaysia jika memang berminat untuk menempatkan investasi di NTB. Termasuk menyediakan lahan untuk lokasi usaha, sumber daya manusia yang sesuai dengan bidang serta kemudahan izin atau birokrasi.

“Ramah investasi adalah kunci kerja kami. Jadi akan kami permudah dan fasilitasi semuanya sebisa dan semaksimal mungkin yang bisa kami lakukan. Jadi silakan segera berinvestasi di NTB, kami siapkan segala keperluan untuk mempermudah bisnis Anda,” pungkas Gubernur Zul.

AYA/HmsNTB




Pameran Pembangunan Dan Produk Unggulan 2019, Sosialisakan Hasil-hasil Pembangunan Lombok Utara

Momentum pameran menjadi medium yang tepat mempromosikan produk-produk unggulan daerah, penguatan jaringan dan perluasan informasi kepada publik

lombokjournal.com —

TANJUNG   ;    Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Drs. H. Suardi, MH, Rabu (21/08) 2019, membuka Pameran Pembangunan Dan Produk Unggulan Daerah  2019 digelar di Lapangan Titana yang berlangsung selama lima hari.

Pameran bertajuk ‘Mendorong Lombok Utara Bangkit dan Bangun Kembali’ itu mensosialisasikan hasil-hasil pembangunan kepada masyarakat luas dalam bentuk kreatif dan interaktif,

Bupati Lombok Utara yang diwakili Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH., menyatakan, melalui pameran pembangunan masyarakat dapat melihat hasil-hasil pembangunan yang telah, sedang dan akan pemerintah daerah laksanakan.

Masyarakat juga dapat melihat berbagai produk-produk hasil usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok usaha.

pameran pembangunan ini mencerminkan KLU memiliki potensi kewirausahaan yang cukup produktif, sebagai daya topang dalam mendukung program pembangunan nasional dan program pembangunan daerah.

Sekda H Suardi berharap melalui momentum pameran menjadi medium yang tepat mempromosikan produk-produk unggulan daerah, penguatan jaringan dan perluasan informasi kepada public.

“Saya mengimbau kepada seluruh OPD dan pelaku UMKM, untuk terus berupaya meningkatkan pembangunan pada berbagai bidang. Menginisiasi terobosan, utamanya dalam menarik penanaman investasi dan pengembangan sektor UMKM,” tuturnya.

Perhatian Pemda Lombok Utara dalam pengembangan sektor UMKM dilakukan melalui penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) dengan jenis usaha pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan.

Hadir pula pada acara pembukaan pameran Wakapolres Lombok Utara Kompol. Dewa Gede Sucipta, S.Pd.,  Perwira Penghubung Kodim 1606 Lobar Mayor Inf. I Nyoman Dirga, Ketua GOW Nani Tricahyani Sarifudin dan Ketua Dharma Wanita KLU Hj. Laeli Suardi, Para Asisten Setda KLU, beberapa Kepala OPD, Para Camat serta tamu undangan lainnya.

Selain mendorong upaya pendampingan dan pelatihan bagi perkembangan UKM sehingga menjadi UKM Mandiri, juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui pola kemitraan dengan lembaga keuangan mikro di desa.

Serta pembangunan infrastruktur (pasar UKM) sebagai upaya pemasaran hasil usaha kecil dan menengah.

Koordinator Panitia Pelaksana, Kepala Bagian Ekonomi Setda KLU,  Ir. Moch. Wahyu Darmawan, M.Si mengatakan,  pameran pembangunan dan produk unggulan daerah ini merupakan upaya percepatan Pemda Lombok Utara, khususnya dalam proses pemulihan pascabencana.

Pelaksanaan pameran sekaligus mengkonsolidasikan segenap OPD, pelaku ekonomi dan masyarakat guna mereflesikan hasil-hasil pembangunan dan potensi pengembangan sosial ekonomi KLU.

Peserta kegiatan Pameran pembangunan diikuti oleh hampir seluruh OPD dan BUMD yang ada di Kabupaten Lombok Utara.

Selain kegiatan pameran, diadakan pula acara malam hiburan berupa pentas seni yang diisi berbagai grup kesenian yang ada di Lombok Utara.

Rangkaian acara ditutup dengan peninjauan stand-stand peserta pameran OPD dan UKM oleh Sekda Suardi didampingi Wakapolres, Pabung dan beberapa Kepala OPD beserta panitia pameran.

sta/humaspro




Percepat Industri Garam Beryodium, Solusi Atasi Masalah Garam di Bima

Dalam waktu dua minggu ke depan, gubernur  akan mempertemukan para petani dengan pengusaha garam di Surabaya

lombokjournal.com –

BIMA  ;   Hadirnya industri pengolahan merupakan solusi tepat untuk mengolah berbagai hasil pertanian dan kelautan di NTB.

Solusi itu dipandang bisa mengatasi masalah rendahnya harga garam ditengah terus meningkatnya produksi garam di tiga kecamatan sentra garam di Kabupaten Bima

Harga garam di Bima saat ini hanya di kisaran  Rp. 7.000 per karung. Jika garam tersebut diolah, terlebih dalam bentuk industri garam beryodium maka harganya bisa lebih tinggi.  Sekaligus dapat menurunkan masalah stunting di NTB.

Demikian kesepakatan yang dicapai dalam dialog Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer dan Kadis Kelautan Provinsi NTB L. Hamdi M.Si, di Ruang VIP Bandara Sultan Salahuddin Bima, Rabu (21/08) 2019.

Gubernur Zul akan mempertemukan para pengusaha garam di Indonesia dengan para petani, dengan langsung mengajak para pengusaha garam meninjau tambak garam  minggu I September mendatang.

Di hadapan sekitar 22 orang petani garam dari sentra produksi garam di Kabupaten Bima, Gubernur Zul dalam dialog yang dipandu Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma M.Si itu sepakat, dalam waktu dua minggu ke depan akan mempertemukan para petani dengan pengusaha garam di Surabaya.

“Silahkan pilih satu orang dari setiap kecamatan sebagai wakil dalam pertemuan itu,” kata Gubernur.

Saat ini, beberapa permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan pengelolaan garam antara lain kualitas garam yang masih belum sesuai dengan standar garam industri, tingginya biaya upah pikul garam dari tambak menuju jalan raya, dan kurangnya sarana dan prasarana infrastruktur.

Sesuai kesepakatan dengan para petani, Dr. Zul mengharapkan petani mampu memenuhi penyediaan kuota 40 ribu ton garam kualitas I dan II (K1/K2) untuk diserap dalam dalam industri.

Gubernur menugaskan   Ir. L. Hamdi. M.Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB melakukan pengecekan ke sentra garam rakyat ketersediaan 40 ribu ton garam K1.

AYA/ Diskominfotik

 

 




iLoPETA, Aplikasi Bisnis Dengan 12 Fitur Layanan, Diluncurkan Di Bima

Gubernur Zul mengajak seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, utamanya anak-anak muda Bima dan NTB untuk menyiapkan diri dengan bekal ilmu dan teknologi

lombokjourfnal.com —

BIMA  ;   Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah, didampingi Wakil Walikota Bima, Ferry Sofyan, SH dan Wakil Bupati Bima, Drs.Dahlan M.Noer meluncurkan aplikasi startUp iLoPETA, di Uma IloPETA, Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima, Selasa (20/08) 2019.

Sebuah sistem informasi untuk layanan jasa bisnis dan transportasi yang menggabungkan 12 fitur layanan dalam satu Aplikasi.

Aplikasi itu merupakan satu-satunya atau pertama kalinya di NTB, sebagai buah karya krativitas dari 3  pemuda asal Bima, yakni Agil, S.Kom,  Arif sarjana Elektronika dan  Indra yang merupakan Sarjana Pendidikan Matematika lulusan STKIP Bima.

Fitur-fitur dalam IloPETA tersebut, sangat mudah dapat diakses melalui android atau diunduh melalui geogle playstore.

Dan telah menyediakan fasilitas untuk promosi dan pemasaran berbagai produk UMKM, termasuk menyediakan ruang konsultasi pembuatan website dan percetakan.

Fitur-fitur tersebut meliputi iloservice Ilofood (pemasaran kuliner) ilojek untuk ojek online, ilocar (taksi online), ilopickup (untuk jasa pengangkutan/pengiriman barang),  ilopro ( jasa layanan konsultasi Website dan percetakan),ilonews (akses berita dari berbagai media yang ada di NTB) dan ilomall ( jasa layanan belanja).

Karya tehnologi informasi itu difasilitasi oleh Bank  BNI cabang Bima selaku mitra pembina UMKM.

Gubernur Zulkieflimansyah berterima kasih kepada jajaran  perbankan yang  menfasilitasi anak-anak muda kota dan Kabupaten Bima untuk mengembangkan kreativitasnya.

Sehingga teknologi yang sangat bermanfaat bagi UMKM itu menjadi mungkin terwujud.

“Ini merupakan langkah awal untuk bisa menggurangi pengangguran dan kemiskinan,” tegas Gubernur Zul.

Menurutnya, Bima ke depan adalah Bima yang membutuhkan karya nyata.

Gubernur berpesan kepada Wakil Walikota dan juga Wakil Bupati Bima, agar ke depan lebih banyak mengembangkan beasiswa pendidikan untuk anak-anak pada bidang teknologi baik informatika maupun matematika dan fisika.

Gubernur menegaskan, pertumbuhan ekonomi ke depan akan sangat ditentukan oleh pertumbuhan teknologinya.

Misalnya smartphone kita dalam waktu ke depan, mungkin akan dilengkapi dengan artificial intelegen (AI ) sehingga mampu mendeskripsikan suasana hati dan fikiran.

Itulah yang menggambarkan bahwa kemajuan tekhnologi akan menjadi penopang utama bagi kemajuan ekonomi dan peradaban suatu bangsa, tegasnya.

Gubernur Doktor Zul, juga mengungkapkan, tanggal 9 september 2019, Presiden RI, Jokowi dijadwalkan kembali mengunjungi NTB untuk melaksanakan ground breaking pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika Resort di Lombok Tengah.

Menyambut event internasional olah raga balap yang akan menghadirkan jutaan orang  dan banyak peluang bisnis di tahun 2021 mendatang, Gubernur Zul mengajak seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, utamanya anak-anak muda Bima dan NTB untuk menyiapkan diri dengan bekal ilmu dan teknologi.

Sehingga  kelak tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam menyambut peluang-peluang yang ada.

AYA/HmsNTB




Teknologi Canggih Ramah Lingkungan, Dukung Sistem Pengamanan KEK Mandalika

Pembangunan infrastruktur tersebut, perlu dirancang sebaik mungkin.  Termasuk pemberdayaan SDM lokal dalam bentuk transper skill dalam rangka keberlanjutan operasional dan perawatan (maintenence)

MATARAM.lombokjournal.com —  KEK (Kawasan Ekonoi Khusus) Mandalika di Kuta Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, akan dilengkapi sistem pengawasan, pemantauan, pengamanan dan infrastruktur mobilitas di  area, menggunakan teknologi canggih ramah lingkungan (Mandalika Smart Concept).

Mandalika Smart Consept adalah pemanfataan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengendalian dan pengawasan.  Penting dioperasikan dii resort wisata berkelas dunia

Pemanfaatan teknologi tersebut menggabungkan atau mengintegrasikan berbagai sistem dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Seperti; jaringan listrik berbasis energi panel surya (PLTS), fasilitas air bersih, pengendalian Kebersihan kawasan dan pantai,  circuit control system, Public wireless broadband, mobil listrik berbasis lenSolar hingga CCTV Security Solution di area circuit motoGP.

Termasuk menggabungkan jaringan listrik AC dengan jaringan listrik DC serta penggunaan tetra radio jika jaringan broadband mengalami masalah.

Otoritas pengelola ITDC didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs.Lalu Gita Ariadi serta Plt. Kadis Kominfotik Gde Putu Aryadi, MH, menghadirkan PT. LEN yang merupakan BUMN berpngalaman luas dan dipercaya di kancah internasional untuk pembangunan sistem terintegrasi di bidang telekomunikasi.

Mereka hadir untuk memaparkan rencana pengembangan Mandalika Smart concept tersebut kepada Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj.Sitti Rohmi Djalillah di ruang kerjanya, Selasa lalu (12/08) 2019.

Pemberdayaan SDM Lokal

Usai mendengar laporan dari Direktur Pengembangan ITDC yang dilanjutkan pemaparan dari PT.LEN, Wakil Gubernur yang lebih akrab disapa Umi Rohmi menyambut baik konsep pembangunan Mandalika smart tersebut.

Menurut Wagub, pengembangan Mandalika resort, dengan event sekelas MotoGP dunia yang akan digelar di kawasan itu, sudah seharusnya didukung dengan infrastruktur berstandar internasional.

Hanya saja Wagub mengingatkan, pembangunan infrastruktur tersebut, perlu dirancang sebaik mungkin.  Termasuk pemberdayaan SDM lokal dalam bentuk transper skill dalam rangka keberlanjutan operasional dan perawatan (maintenence).

Umi Rohmi juga sempat menyinggung tentang rencana pemanfaatan mobil listrik berbasis lenSolar yang lebih ramah lingkungan, di sejumlah spot  wisata.

Seperti di Gili, KEK Mandalika dan destinasi lain dengan tujuan untuk memfasilitasi wisatawan dalam membawa barang/perlengkapannya.

Hal tersebut diamini Kadis DPMPT, Miq Gita sapaan akrabnya.

“Mobil listrik yang ramah lingkungan ini, perlu dimanfaatkan di daerah wisata, guna membantu membawa perlengkapan berwisata mereka,” ungkapnya.

Miq Gita berharap,setiap investor yang ingin berinvestasi di NTB lebih lebih di kawasan Pantai, agar ikut mensukseskan program pemerintah dalam mengkampayekan Zero Waste.  Para investor diwajibkan untuk memperhatikan dampak pembangunan terhadap ekosistem biota laut.

“Kami welcome terhadap investor, namun tetap mengutamakan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

AYA/HmsNTB