Penerbangan Air Asia Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Ke Lombok

“Tapi untuk yang wisatawan dari Australia ini malah mengalami  peningkatan hampir 200 persen lebih, dari 2000 an sampai 9000an”

MATARAM.lombokjournal.com —  Rute penerbangan Oleh maskapai Air Asia untuk tujuan Perth-Lombok bulan juli lalu, memberikan dampak signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok, NTB.

General Manager Angkasa pura I, Nugroho Jati mengatakan, selama rute penerbangan Air Asia yang beroperasi empat kali dalam seminggu itu memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan terutama yang berasl dari Australia.

Menurutnya, kunjungan wisata asing justru dilihat dari Year to year yakni pada 2018 ke 2019 dibandingkan data Januari – Agustus itu masih belum bisa sama dengan data tahun lalu (2017).

“Tapi untuk yang wisatawan dari Australia ini malah mengalami  peningkatan hampir 200 persen lebih, dari 2000 an sampai 9000an,” ujar Jati,  Kamis (19/09) 2019.

Nogroho Jati tak menampik jika melihat tingginya angka kunjungn wisatawan ini pihak Angkasa Pura berencana akan membuka rute penerbangan baru lagi.

“Kalau untuk penambahan rute baru, kita masih proses terus. Kita usahakan terkait dengan penambahan rute rute baru ke Lombok dan dari Lombok. Untuk penambahan frekuensi  saya kira masih stabil, belum ada perencanaan, yang lebih kita fokuskAn adalah pencarian atau pembukaan rute – rute baru , masih proses itu,” kata Jati.

Ditegaskannya,  untuk sementara ini pihaknya tengah fokus dan konsen mempersiapkan infrastruktur bandara guna menyambut event bertaraf internasional yakni MotoGP yg akan digelar pada tahun 2021 mendatang.

Penambahan infrastruktur dilakukan guna mendukung ikhtiar pemerintah NTB dalam meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke NTB.

Seperti diketahui jika Pemerintah pusat sudah menetapkan Lima destinasi prioritas di indonesia salah satunya adalah Kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Termasuk gelaran Event Motto GP yang tentunya akan mendatangkan banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Lombok.

AYA




Wagub Jelaskan Terobosan Baru Teknologi Pertanian Untuk Mewujudkan NTB Gemilang

“Penggunaan drip irigation ini akan sangat membantu petani Lombok Utara untuk dapat meningkatkan produksi pertaniannya yang sebagian besar berada di lahan kering”

KLU.lombokjoural.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat di bawah pemerintahan Dr. H. Zulkiflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah terus mengeluarkan trobosan-trobosan baru untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Salah satu trobosan yang baru dikeluarkan yaitu bertani dengan menggunakan sistem irigasi tetes.

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, tepat setahun pemerintahan Zul-Rohmi, sudah canangkan industrialisasi di bidang pertanian dengan memanfaatkan teknologi drip irigation.

“Ini pertanian industri 4,0 karena menggunakan artificial intelligent. Panen yang semula hanya sekali dapat dilipatgandakan menjadi tiga kali.  Produksinya-pun dapat  ditingkatkan 20 persen, sehingga tidak ada lagi alasan lahan kering tidak bisa ditanami. Mari kita kawal bersama ,”kata Wagub Hj Rohmi pada acara Pencanangan Industrialisasi Pertanian NTB, Kamis (19/09) 2019, di Dusun Batu Keruk Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Wagub menyebutkan, penggunaan teknologi-teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas khususnya dalam bidang pertanian harus digunakan. Terlebih dalam hal mendukung industrialisasi di bidang pertanian.

“Dengan penerapan teknologi yang tepat, kita akan bisa meningkatkan produktifitas pertanian baik melalui intensifikasi ataupun ekstensifikasi pertanian,” jelasnya.

Dikatakannya, apa yang dilakukan hari ini  merupakan impian sejak sekian tahun lalu yang terwujud pada hari ini.

“Dengan penggunaan drip irigation atau sistem irigasi tetes yang kita mulai hari ini, maka kita akan lebih banyak dapat memanfaatkan lahan-lahan kering yang ada untuk menambah hasil pertanian di NTB,” ucapnya.

Industrialisasi yang diprogramkan di NTB, pada intinya memberikan nilai tambah terhadap berbagai komoditas unggulan NTB.

“Selain kita meningkatkan jumlah produksi, kita juga memberikan nilai tambah terhadap komoditas-komoditas pertanian kita sehingga, kita tidak lagi menjual dalam bentuk mentahan saja tetapi juga dalam bentuk produk setengah jadi ataupun produk jadi yang dapat dikonsumsi langsung,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian NTB Ir. Husnul Fauzi mengungkapkan pemilihan Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pertama pencanangan industrialisasi pertanian ini untuk membantu pemulihan Lombok Utara pasca gempa dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di lahan kering.

“Dengan penggunaan sistem irigasi tetes ini, maka petani yang tadinya hanya bisa panen sekali setahun menjadi tiga kali setahun,” jelasnya.

Selain melibatkan petani, sambung Husnul, pemerintah juga melibatkan pihak swasta untuk membantu mensukseskan industrialisasi pertanian.

“Dari pihak swasta nantinya akan memberikan pendampingan kepada petani untuk penggunaan sistem irigasi tetes ini sekaligus menampung hasil pertanian petani,” sebutnya.

Di lahan seluas 200 Hektar yang menjadi lokasi dimulainya penerapan sistem irigasi tetes ini akan ditanami jagung yang memiliki potensi besar untuk tumbuh di lahan tersebut.

“Ini sebagai langkah awal industrialisasi pertanian NTB,” tuturnya.

Di desa Akar-akar ini juga, sambung Husnul, akan dibangun Learning Center yang nantinya akan menjadi pusat pembelajaran bagi siapa saja terkait dengan jagung.

“Melalui learning center yang kita adakan peletakan batu pertamanya hari ini nantinya akan menjadi pusat bagi siapun yang ingin belajar tentang pertanian jagung yang baik dengan teknologi drip irigation,”ungkapnya.

Bupati Lombok Utara Dr. Najmul Akhyar yang juga hadir pada acara ini menyampaikan ucapan terimakasih atas dimulainya pencanangan industrialisasi pertanian NTB di Kabupaten Lombok Utara.

“Penggunaan drip irigation ini akan sangat membantu petani Lombok Utara untuk dapat meningkatkan produksi pertaniannya yang sebagian besar berada di lahan kering,” ucapnya.

Di zaman saat ini, lanjut Bupati Najmul, kita harus bisa memanfaatkan teknologi untuk kemajuan daerah kita.

“Jika kita tidak mau menggunakan teknologi maka, tidak hanya akan membuat daerah kita menjadi daerah tertinggal namun juga bisa mempercepat kemiskinan,” ucapnya.

AYA




Penghargaan “Penyalur Rumah Subsidi” Terbaik Nasional Untuk Bank NTB Dan REI NTB

“Kami merasa sangat bersyukur kemitraan antara REI dengan Bank NTB Syariah membuahkan prestasi yg membanggakan NTB”

lombokjournal.com —

BANJARMASIN  ;    Penghargaan sebagai penyalur rumah subsidi terbaik se-Indonesia diterima REI NTB dan Bank NTB Syariah di Banjarmasin, Sabtu (14/09) 2019.

Bank Indonesia (BI) melalui Deputi Ekonomi dan Keuangan (DEK) Syariah, Rosmaya Hadi, menyerahkan penghargaan itu di tengah berlangsungnya Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia 2019.

Rosmaya Hadi menegaskan, saat ini waktu yang tepat untuk membangkitkan ekonomi syariah. Konsep  ekonomi tersebut dinilai bisa menjadi sumber pertumbuhan baru di tengah perekonomian dunia yang tidak stabil.

“Sekarang waktunya kita bangkitkan ekonomi syariah,” kata Rosmaya Hadi, ketika membuka kegitaan festival tersebut.

Ketua REI NTB Heri Susanto mengaku bangga karena sejak REI bekerjasama dengan bank NTB Syariah dalam penyaluran rumah subsidi, Bank NTB Syariah menjadi bank daerah paling bagus. Sehingga BI memberi penghargaan.

“Jadi saya dekat dengab Bank NTB syariah dalam rangka menaikkan posisi bank daerah ke tingkat nasional,” ujar Heri berkaca-kaca usai acara.

Ditambahkannya, motto pengusaha daerah kembali ke bank daerah itu cukup manjur.

“Intinya, kami merasa sangat bersyukur kemitraan antara REI dengan Bank NTB Syariah membuahkan prestasi yg membanggakan NTB,” sambungnya.

Heri mengatakan, hal itu semata-mata untuk membantu pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

AYA




KEK Mandalika Buat  Pilkada Lombok Tengah 2020 Menjadi Lebih Menarik

“Kalau berhasil dalam ‘menangani’ KEK Mandalika membuka peluang untuk lebih dikenal di tingkat pusat, tapi kalau gagal tentu akan menjadi bulan-bulanan kritikan”

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH   ;    Tiga poin yang menjadi pembeda dalam Pilkada Lombok Tengah pada tahun 2010 dari Pilkada sebelumnya.

Poin pertama, Bupati Lombok Tengah Suhaili tak lagi maju karena sudah dua periode memimpin.

Penilaian itu disampaikan Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, SH, Senin (16/09) 2019.

Poin kedua, kata Bambang Mei yang akrab disapa Didu, kondisi ini memberikan peluang bagi banyak tokoh-tokoh potensial di Lombok Tengah untuk maju menawarkan gagasannya kepada masyarakat.

“Poin ketiga, tentu saja keberadaan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika menjadi magnet dan Pesona kuat Pilkada Lombok Tengah,” Kata Didu.

Khusus KEK Mandalika, menurut Didu, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah yang baru nanti memiliki tantangan besar dalam menjaga salah satu destinasi super prioritas Indonesia tersebut.

Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah juga diminta mampu mengelaborasikan keberadaan KEK Mandalika dengan mendorong keterlibatan dan meningkat perekonomian masyarakat Lombok Tengah.

“Sejak operasional KEK Mandalika diresmikan pada 20 Oktober 2017 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Pemkab Lombok Tengah harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM),” katanya.

Terkait pemanfaatan SDM lokal pada industri di KEK Mandalika, sangat bergantung pada kebijakan pemimpin setempat. Khususnya dalam menyiapkan SDM  warganya agar dapat memenuhi persyaratan mengisi berbagai posisi dan lapangan kerja di KEK Mandalika.

Didu menerangkan, saat meresmikan operasional KEK Mandalika, Jokowi menyebut kehadiran KEK Mandalika akan membutuhkan sekira 58 ribu tenaga kerja untuk operasional.

“Jumlah ini tidak main-main, bayangkan kalau warga Lombok Tengah dapat mengisinya, dampaknya tentu pada perekonomian masyarakat itu sendiri. Namun kalau tidak dipersiapkan dengan baik, bukan tak mungkin masyarakat hanya akan jadi penonton saja,” ujarnya

Didu menambahkan, tahun 2020 menjadi tahun yang sangat penting bagi Lombok Tengah. Di samping pilkada, pengembangan proyek KEK Mandalika diperkirakan mulai berjalan secara masih masif.

Tak hanya pengembangan dalam kawasan Mandalika, melainkan juga sirkuit MotoGP dan pengembangan di luar kawasan.

“Satu-satunya tuan rumah MotoGP di Indonesia, semua mata akan tertuju ke Lombok Tengah, ini peluang yang sangat besar mengenalkan Lombok Tengah ke manca negara,” imbuhnya .

Didu mendorong para calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah memiliki konsep dan gagasan matang tentang kesiapan/ terobosan Lombok Tengah dalam pengembangan KEK Mandalika.

Ditegaskannya, indikator keberhasilan dalam menangani KEK Mandalika ialah mendukung pemerintah pusat menyukseskan KEK Mandalika dan mendorong KEK Mandalika bermanfaat bagi perekonomian masyarakat Lombok Tengah.

KEK Mandalika menawarkan ibarat dua sisi mata uang bagi bupati dan wakil bupati Lombok Tengah terpilih pada 2020.

“Kalau berhasil dalam ‘menangani’ KEK Mandalika membuka peluang untuk lebih dikenal di tingkat pusat, tapi kalau gagal tentu akan menjadi bulan-bulanan kritikan,” kata Didu.

Me




Ponpes Darunnahdlatain NW Pancor, Presentasi Pesantren Unggul Di Banjarmasin

Secara berkala akan ada pertemuan-pertemuan koordinasi, sharing ide dan alih teknologi yang dibutuhkan oleh anggota Holding ini di bawah fasilitasi DEK Syariah BI Pusat

lombokjournal.com —

BANJARMASIN  ;   Deputi Ekonomi dan Keuangan (DEK) Syariah Bank Indonesia menyelenggarakan FESyar (Festival Ekonomi Syariah Pesantren) Wilayah Indonesia Timur, yang berlangsung tanggal 11 – 14 September 2019 di Banjarmasin.

Dua tujuan utama program DEK Syariah BI ini, yakni menumbuhkan sentra bisnis berbasis pesantren. Dengan harapan,  memenuhi kebutuhan kalangan pesantren, sehingga tidak hanya menjadi konsumen produk luar (jangka pendek).

Pondok Pesantren dalam jangka panjang diharapkan menjadi agen pembangunan masa depan, selain memiliki kompetensi keagamaan,  juga harus memiliki kompetensi entrepreneur.

Dalam FESyar tahun 2019, BI Cabang Mataram, NTB diwakili dua UKMK berbasis Syariah dan satu Pesantren Unggul dalam Ekonomi Syariah.

Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan (YPH PPD NW) Pancor, yang diwakili H. Khirjan Nahdi,  hadir dalam acara ini dengan 3 agenda: Presentasi Pesantren Unggul (bersaing dengan Pesantren Nurul Aman, Kota Makasar, Sulsel, Pesantren Wali Sanga, Kabupaten Ende,  NTT).

Selain presentasi Pesantren Unggul,  tim YPH PPD NW Pancor juga menjadi narasumber dalam seminar pengembangan ekonomi pesantren berbasis syariah, panel bersama Prof.  Hafidz Anshary (Pengarah Syariah Perbankan Syariah Kalimantan Selatan), Bambang Himawan (Deputi DEK Syariah BI Pusat),  dan pimpinan pesantren nominasi pesantren unggul dari Sulsel dan NTT.

Agenda terakhir, perwakilan YPH PPD NW Pancor mengikuti FGD Model Holding Pesantren.  Khusus FGD ini ditujukan untuk menghimpun dan membagi ide, resources, bahkan produk pesantren antar pesantren yang diikuti oleh 11 pesantren dari Prop. NTB, Kalsel, Sulsel, Gorontalo,  Sulteng, dan Papua.

Khirjan mengatakan, banyak hal yang bisa dipelajari dari kegiatan ini, seperti memperoleh hasil yang membanggakan sebagai pesantren unggul di wilayah timur Indonesia (wilayah keja BI NTB Mataram).

“Hal ini mengingat besarnya komunitas santri di YPH PPD NW Pancor, dan banyaknya potensi bisnis (syariah)  yang dapat dikembangkan,” terangnya di Banjarmasin, Jumat (13/09) 2019.

Kelanjutan dari kegiatan ini, secara berkala akan ada pertemuan-pertemuan koordinasi, sharing ide dan alih teknologi yang dibutuhkan oleh anggota Holding ini di bawah fasilitasi DEK Syariah BI Pusat.

AYA (*)

 




Usai Survei, Dewan Perdagangan Islam Malaysia Tandatangani Letter of Intent Dengan NTB

Banyak aktivitas bisnis di NTB yang dapat dikembangkan, dan pemerintah NTB sangat terbuka untuk menjalin kerjasama

Gubernur Zul dan Datuk Sahar

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) tandatangani  Letter of Intent (LoI) perjanjian kerjasama dengan Dewan Perdagangan Islam Malaysia, Rabu (11/09) 2019.

Penandatanganan kerjasama ini sebagai lanjutan pertemuan Senin (09/09) 2019 lalu.

Dewan Perdagangan Islam Malaysia menandatangani perjanjian kerjasama ini usai melakukan survei di beberapa tempat strategis di NTB.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan, perjanjian kerjasama ini awal saling kenal antara NTB dengan Malaysia.

“Tidak mungkin kita saling membantu jika kita tidak saling memahami, tidak mungkin kita saling memahami jika tidak saling mengenal, dan saya kira ini adalah upaya awal untuk saling mengenal, kemudian seiring berjalannya waktu, kita akan saling memahami untuk kemudian kita saling membantu satu sama lain,” ungkap gubernur.

Dikatakannya, banyak aktivitas bisnis di NTB yang dapat dikembangkan, dan pemerintah NTB sangat terbuka untuk menjalin kerjasama. Dengan kerjasama ini, banyak perubahan yang akan terjadi di NTB.

Adanya kerjasama ini, akan banyak penerbangan dari Malaysia ke NTB dan sebaliknya.

“Kami berharap hal itu dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata dari Malaysia ke NTB,” kata gubernur.

Semua pihak diminta membantu dan memfasilitasi para investor. Gubernur Zul berharap, adanya kerjasama ini dapat meningkatkan angka kunjungan wisata dari Malaysia.

Presiden Dewan Perdagangan Islam Malaysia, Datuk Sahar menyampaikan terimakasihnya kepada Gubernur NTB dengan pelayanan dan kesungguhan NTB untuk menjalin kerjasama dengan Malaysia.

“Banyak hasil dari pembicaraan dan diskusi yang kita laksanakan beberapa hari ini, investor-investor yang kami bawa ke sini adalah perusahaan-perusahaan yang mempunyai komitmen tinggi, semoga kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar,” kata Datuk Sahar.

Perlu diketahui, penandatanganan pembentukan kerjasama ini terdiri dari bidang pertanian, peternakan, kesehatan, lingkungan hidup dan kehutanan, perdagangan dan pariwisata.

AYA/HmsNTB

 




Gubernur Sambut Baik Investor Asal Malaysia

Provinsi NTB memang sedang fokus untuk memberi nilai tambah pada hasil produksi masyarakat melalui konsep industrialisasi

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah menyambut baik keseriusan para investor asal Malaysia untuk berinvestasi di NTB.

Rencana untuk berinvestasi secara serius tersebut muncul saat dialog antara Gubernur NTB dengan Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor Gubernur NTB, Senin (09/09) 2019.

Rombongan DPIM diterima Gubernur Zulkiefimmansyah, didampingi Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Penjabat Sekda NTB, Dr. H. Iswandi,  dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Gubernur menjelaskan, kunjungan dari DPIM ini merupakan tindak lanjut dari kunjungannya ke Malaysia beberapa waktu lalu. Kini DPIM membalas kunjungan tersebut dengan membawa serta sejumlah investor dari Malaysia untuk berinvestasi di NTB.

Kedatangan DPIM bersama sejumlah investor, merupakan langkah kongkrit untuk berinvestasi di NTB di multisektor yang potensial. Gubernur menjelaskan,  cukup banyak peluang investasi di NTB, seperti di bidang farmasi, pengolahan sampah, pengolahan daging dan sebagainya.

Gubernur juga berharap, dengan banyaknya kesamaan antara Malaysia dan Indonesia, khususnya NTB, ke depan akan lebih banyak terbangun koneksi langsung antara Lombok-Malaysia.

Adanya direct flight antara dua daerah akan mampu meningkatkan angka kujungan wisata. Seperti yang terlihat direct flight Lombok-Perth Australia mampu nenaikkan jumlah kunjungan turis Australia ke NTB menjadi 200 persen.

Gubernur menuturkan, Provinsi NTB memang sedang fokus untuk memberi nilai tambah pada hasil produksi masyarakat melalui konsep industrialisasi.

Dengan hadirnya industri di dalam daerah, maka pengolahan bahan baku bisa dilakukan di sini dan bisa menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Untuk memberi kemudahan bagi investor, Gubernur meminta Kepala OPD untuk membantu dan memfasilitasi jika ada potensi-potensi bisnis di NTB, misalnya dalam bidang farmasi.

“Pimpinan OPD bisa menjembatani, untuk pembangunan pabrik farmasi, sehingga bahan baku akan lebih berkembang di NTB,” ujarnya.

Presiden DPIM, Datuk Sahar, berharap kedatangannya bersama para investor ke NTB untuk melihat langsung potensi-potensi bisnis yang bisa dikembangkan di Lombok dan Sumbawa.

Ia meminta penjelasan Kepada Dinas dan lembaga terkait di NTB yang berhubungan dengan regulasi atau aturan-aturan berinvestasi di Indonesia, khususnya di NTB. Terutama masalah perpajakan, biaya masuk dan lain sebagainya.

Wakil Presiden DPIM, Datuk Rizal menambahkan, semua investor yang datang bersamanya memiliki keseriusan untuk berinvestasi di NTB dalam waktu dekat.

Ia mengharapkan agar proses investasi dipercepat dengan memperpendek alur birokrasi. Kebijakan ini perlu dilahirkan agar dapat segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU antara Pemprov NTB dengan Malaysia.

Di hadapan semua Kepala OPD yang hadir, ia menjelaskan kedatangannya ke NTB untuk melihat langsung potensi investasi, termasuk melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemilik hotel di kawasan Senggigi.

“Investor Malaysia siap menghidupkan kembali hotel-hotel yang sudah mati di kawasan Senggigi,” ujarnya.

AYA/HmsNTB




Harga Semen Mahal, Disdag NTB Dan Ditreskrimsus Polda NTB Sidak Distributor

Semen saat ini sangat dibutuhkan terutama untuk bahan pembuatan rumah tahan gempa yang pembangunannya masih berlangsung

MATARAM.lombokjournal.com — Harga semen melebihi harga normal,  yakni di kisaran harga 80 ribu rupiah.

Mahalnya harga semen ditengarai akibat mahalnya biaya bongkar muat barang di pelabuhan

Karena itu, Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama dengan Ditreskrimsus Polda NTB melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa distributor semen di kota Mataram, Senin (09/09) 2019.

Kepala Dinas Perdagangan provinsi NTB Hj. Putu Selly Andayani bersama dengan Ditreskrimsus Polda NTB Bidang Industri Perdagangan melakukan sidak ke sejumlah distributor semen di wilayah Kota Mataram.

“Sidak semen ke sejumlah distributor tersebut  menindaklanjuti temuan fakta dilapangan, terkait harga semen yang di jual diatas harga normal yakni pada kisaran 80 ribu rupiah “Ujar Selly

Dikatakannya, setelah melakukan pengecekan  pihaknya menemukan beberapa faktor  yang menjadi pemicu melonjaknya harga semen. Salah satunya,  mahalnya biaya bongkar muat barang di pelabuhan Lembar (Lombok Barat).

Kasubdit Satu Bidang industri Dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Fery Jaya mengatakan, meski harga semen di atas harga normal, pihaknya belum menemukan adanya indikasi penimbunan oleh oknum distributor nakal di balik mahalnya harga semen.

Berdasarkan pantaun di lapangan, mahalnya harga semen saat ini murni karena terganggunya suplay semen dari produsen.

Seperti diketahui, mahalnya harga semen saat ini terjadi sejak dua minggu yang lalu. Karenanya, Polda NTB bersama dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB, akan terus melakukan pemantauan hingga harga semen mulai normal kembali.

Semen saat ini sangat dibutuhkan terutama untuk bahan pembuatan rumah tahan gempa yang pembangunannya masih berlangsung.

AYA

 




Gubernur NTB Jelaskan Proses Seleksi Calon Mitra Gili Tangkong

Pemilihan calon mitra ini dilakukan oleh Panitia Pemilihan Mitra Kerjasama Pemanfaatan Aset Daerah Provinsi NTB yang diketuai Dr. Prayitno Basuki, MA

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menampik tudingan adanya orang dekat Gubernur yang ikut mengintervensi proses seleksi calon mitra pengelola Gili Tangkong.

Ia menegaskan, Pemprov NTB dan seluruh jajarannya tetap memegang teguh prinsip kebebasan dan kesamaan peluang dalam berinvestasi di daerah ini.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur melalui Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, di Mataram, Jumat (06/09) 2019.

Menurut Najamuddin, dalam berbagai kesempatan Gubernur NTB selalu menegaskan, kesamaan peluang dalam berusaha adalah salah satu prinsip yang menjadi penopang kemudahan berinvestasi.

Setiap orang yang ingin berusaha, menurutnya harus mendapatkan perlakuan yang sama tanpa memandang kedekatan dengan otoritas tertentu.

Prinsip ini masih dipegang teguh oleh Pemprov NTB saat ini. Pemprov NTB selalu membuka peluang bagi siapapun yang ingin berinvestasi di NTB.

Dalam proses penunjukan investor yang akan mengelola Gili Tangkong, Pemprov NTB tetap mengedepankan penilaian berdasarkan standar yang sudah ditentukan.

“Tidak boleh ada manipulasi dalam proses ini,” ujarnya.

Gubernur pun telah meminta pihak yang menyebarluaskan kabar terkait adanya intervensi dirinya melalui orang dekatnya ini untuk segera mengklarifikasi tuduhannya.

Sebab, hal ini dapat mencoreng upaya Pemprov NTB dalam membangun iklim berinvestasi yang sehat dan kompetitif.

“Kita sedang berjuang agar orang percaya bahwa berusaha di NTB itu mudah dan menyenangkan. Serta tetap mengedepankan kompetisi yang sehat,” tegasnya.

Mengingat pentingnya hal ini, Najamuddin mengutarakan, Gubernur telah melakukan klarifikasi langsung terhadap jajarannya. Termasuk, orang yang disebut sebagai orang dekatnya.

Dan hasilnya, tuduhan tersebut sama sekali tidak terbukti.

Untuk diketahui, Pemprov NTB telah menggelar tahapan pemilihan calon mitra pengelola Gili Tangkong.

Pemilihan calon mitra ini dilakukan oleh Panitia Pemilihan Mitra Kerjasama Pemanfaatan Aset Daerah Provinsi NTB yang diketuai Dr. Prayitno Basuki, MA.

Pada tahap awal, terdapat delapan calon mitra yang memasukkan dokumen untuk mengikuti proses pemilihan ini. Selanjutnya, dari seleksi kualifikasi, panitia mendapatkan enam perusahaan yang memasukkan dokumen.

Lalu terakhir, ada tiga perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran. Mereka adalah PT. Heritage Resort and Spas (Bintan), PT. Istana Cempaka Raya (Mataram) dan PT. Ananda Tangkong Paradise (Denpasar).

AYA/HmsNTB




Bupati Najmul Hadiri Peletakan Batu Pertama Rumah Produksi Kakao Genggelang

yang mesti dilakukan  untuk  mempercepat nilai tambah, yaitu inovasi dan teknologi

lombokjournal.com —

GANGGA,KLU   ;    Kabupaten Lombok Utara mendapat dua Proyek Percontohan Inkubasi Inovasi Desa-Program Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) dari Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2019.

Dua Proyek Percontohan Inkubasi Inovasi yang dimaksud, yaitu Rumah Produksi Kakao di Desa Genggelang dan Gudang Pengolahan Kelapa menjadi Minyak di Desa Sokong.

Setelah peletakan batu pertama Gudang Pengolahan Kelapa menjadi Minyak sepekan silam, kini Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Produksi Lantai Jemur dan Gudang Penyimpanan Kakao di Dusun Senara Desa Genggelan, Senin (02/09) 2019.

Bupati Najmul menyatakan, dari awal telah melirik salah satu komoditi unggulan Kakao Lombok Utara. Komoditi unggulan ini tentu tak banyak artinya,bila tidak ada upaya mengembangkan agar .hasil-hasil komoditi unggulan memiliki nilai tambah.

Ditekankan bupati, perlunya memperkenalkan ke luar daerah maupun luar negeri bahwa Lombok Utara memiliki produk Kakao unggulan.

“Provinsi NTB menempatkan Lombok Utara sebagai penyangga kebutuhan Kakao nasional. Ini artinya potensi Kakao di KLU besar sekali. Kalau dulu kita jual gelondongan sekarang dengan adanya rumah produksi ini harapannya tentu, produksi dan olahan bisa mempunyai nilai tambah,” tuturnya.

Dijelaskannya, dua hal yang mesti dilakukan suatu daerah untuk desa supaya mempercepat nilai tambah yaitu inovasi dan teknologi.

“Saya harap dinas terkait membekali kawan-kawan penggerak desa dengan konsultan yang bisa membangun kreativitas. Karena produk kita harus seirama dengan kebutuhan pasar. Kreativitas proses bahan mentah menjadi siap konsumsi,” harapnya.

Kepala Dinas DP2KBPMD Drs. H. Kholidi, MM. mengatakan. perhatian dari pemerintah pusat melalui Kemendes dengan program PIID-PEL dianggarkan pada tahun 2019 sungguh luar biasa.

Produk unggulan daerah, lanjutnya, sesuai analisis potensi daerah diantaranya Kelapa, Kakao, Kopi dan Cengkeh.

Prioritas Dana Desa

Pada kesempatan yang sama, Ketua TPKK Saharman, S.IP., menyampaikan pilar prioritas penggunaan dana desa, yaitu mengembangkan produksi unggulan desa, mengmbangkan Badan Usaha Milik Desa, membangun lumbung desa dan membangun sarana desa.

Tujuannya, agar dana desa mulai diarahkan untuk kegiatan produksi dan peningkatan nilai tambah kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangka menguatkan kebijakan kementerian, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa bekerja sama dengan Bank Dunia menyelenggarakan PIID-PEL sebagai salah satu upaya mempercepat penaggulangan kemiskinan di desa.

Melalui dana desa secara lebih berkualitas, strategi pengembangan pelayanan sosial dasar serta infrastruktur desa.  Sebagaimana tercantum dalam pedoman umum berupa Keputusan Menteri Desa nomor 48 tahun 2018.

“Percontohan inkubasi program inovasi desa dimaksudkan untuk peningkatan kualitas kelembagaan ekonomi, kegiatan produksi jaringan pasar melalui  kemitraan,” tandasnya.

Program ini, lanjutnya, merupakan contoh pemanfaatan dana desa yang didorong melalui pengembangan produk unggulan desa serta kemitraan antarkelompok ekonomi desa, lembaga ekonomi desa, pelaku usaha.

Usai peletakan batu pertama, bupati beserta tamu undangan meninjau sarana dan prasarana Rumah Produksi dan mencicipi olahan Kakao.

Hadir pada peletakan batu pertama diantaranya Anggota DPRD Hakamah, A. Md.Agr, Kadis Kominfo H. Muhammad, S.Pd, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian  Ir. Nanang Matalatta, Sekdis Perindagkop H. Yek Bakar, S.IP, Kepala Bagian Ekonomi Setda KLU Ir. Moch. Wahyu Darmawan, M.Si, Camat Gangga Suhadi, S. Sos. Pjs Kades Genggelang Ni Nyoman Kartini beserta tamu undangan lainnya.

sta/humaspro