Gubernur Imbau Petani Jangan Jual Tembakau Lewat Calo

Diharapkan  kedatangan Gubernur NTB ke PT. Sadhana Arifnusa bisa membangun pemahaman, dan bisa menambah kuota pembelian

Gubernur Zul dan Kuswanto

lombokjournal.com —

LOTIM   ;   Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah berharap agar petani tembakau tidak menjual tembakau melalui calo.

Hal itu dikatakan gubernur waktu menyaksikan pembelian tembakau Oven dan Rajangan di Gudang PT. Sadhana Arifnusa di jl. Raya Montong Baan No.234, Sikur, Lombok Timur, Kamis (17/10) 2019.

“Alhamdulillah PT. Sadhana Arifnusa bersedia membeli tembakau petani kita. Asalkan, petani kita ini tidak menjualnya melalui calo atau spekulan,” ungkap Gubernur.

Diungkapkannya, beberapa hari sebelumnya gubernur juga sudah berkunjung ke PT. Bentoel di Lombok Timur,  guna melihat secara langsung pembelian tembakau oleh PT Bentoel.

“Sekarang ini, kami datang guna menyaksikan secara langsung proses pembelian tembakau di PT. Sadhana Arifnusa. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh petani tembakau untuk menjual tembakaunya melalui jalur yang benar, Harus bermitra dengan binaan,” katanya.

Para petani tembakau yang menjadi mitra dunia usaha relatif tidak memiliki masalah dalam menjual hasil panennya. Mereka mendapat bimbingan mulai dari proses penanaman sampai dengan panen.

Namun yang menjadi masalah adalah para petani tembakau yang non mitra usaha.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si yang turut mendampingi Gubernur Zul mengaku sempat mendengar Informasi,  PT. Sadhana Arifnusa tidak menerima pembelian petani tembakau.

“Tapi alhamdulillah, kami bersyukur, hari ini, kami melihat secara langsung PT. Sadhana Arifnusa membeli dan menyerap tembakau petani-petani kita,” kata Husnul Fauzi.

Menambah kuota pembelian

Kuswanto selaku Station Manager berharap dengan kedatangan Gubernur NTB ke PT. Sadhana Arifnusa bisa membangun pemahaman, dan bisa menambah kuota pembelian.

“Kami berterimakasih, gubernur bisa menyaksikan secara langsung proses pembelian di PT kami,” ujarnya.

Kuswanto menerangkan, kuota awal pembelian tembakau adalah 3000 ton. Lalu, sampai hari ini ditambah menjadi 3300 ton. Lalu, ditambah lagi 500 ton. Dengan demikian, jumlah akhir kuota pembelian tembakau sebanyak 3800 ton.

“Alhamdulillah kami bisa menambah kuota pembelian, Kehadiran gubernur menambah hangat jalinan silaturrahim kami,” tutup Kuswanto.

Salah seorang petani tembakau, Fadli yang sejak 1996 bermitra dengan PT. Sadhana Arifnusa mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan Gubernur NTB yang secara langsung menyaksikan proses pembelian tembakau tersebut.

“Kami merasa sangat bergembira, karena (kuota) pembelian tembakau bertambah, mudahan tetap sehat Gubernur NTB,” ungkap pria berusia 40 tahun yang berasal dari Desa Lando, Kecamatan Terara, Lombok Timur.

Hadir Bupati Lombok Timur, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTB, beserta ratusan petani mitra.

AYA/HmsNTB

 




Operasi Pasar Dilakukan Disdag NTB Untuk Atasi Kelangkaan Semen

Kegiatan operasi pasar semen ini dilakukan upaya menstabilkan harga semen yang masih melonjak di pasaran

MATARAM.lombokjournal.com —  Menindaklanjuti kelangkaan semen yang masih terjadi di Pulau Lombok, Dinas Perdagangan (Disdag) NTB kembali melakukan operasi pasar semen yang akan berlangsung selama lima hari ke depan terhitung mulai Selasa (15/10) 2019.

Operasi pasar semen sudah mulai dilakukan di Lombok Utara, dan akan dilakukan di seluruh kabupaten di Pulau Lombok.

“Hari pertama kami adakan di Kabupaten Lombok Utara, dan kabupaten serentak mulai hari ini yakni di Kota Mataram di Polsek Cakranegara, Lombok tengah di Praya, dan Lombok Timur di Polsek Masbagik dan Lombok Barat di Gununsari,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj.Putu selly andayani,  Rabu,(16/10) 2019.

Selly menjelaskan, operasi pasar semen ini melibatkan beberapa distributor semen di Pulau Lombok dengan berbagai merek semen untuk menjual semennya secara terbuka kepada masyarakat.

Di tiap lokasi menyiapkan semen dengan jumlah yang berbeda diantaranya semen merk Holchin sebanyak 500 sak,gersik 150 sak , dan akan dilihat jika peminatnya banyak akan ada penambahan.

“Dalam operasi pasar ini masing-masing semen dijual  dengan harga Rp 58.000/sak dan dibatasi untuk masyarakat sebanyak 10 sak per orang kecuali untuk pokmas itu bisa mencapai 70 sak karena di tiap kelompok ada tujuh orang tentunya dengan membawa SK atau tand tangan dari pihak kelurahan,” tegasnya.

Kegiatan operasi pasar semen ini dilakukan upaya menstabilkan harga semen yang masih melonjak di pasaran, dan akan terus dilakukan hingga harga semen kembali normal.

“Seperti diketahui harga eceran semen untuk saat ini dijual dengan harga Rp 85.000,” kata Selly.




Hingga Bulan Oktober, Semen Masih Langka

Harga semen dari  distributor tidak mengalami kenaikan, karena langsung dilakukan pengecekan ke para distributor untuk dimintai keterangan  oleh Ditreskimsus Polda NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Hingga Bulan Oktober ini Semen Merek Tiga Roda masih mengalami kelangkaan di NTB.  Hal ini dipicu karena kerusakan Mesin pabrik di Tanjung  Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu

Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj.Putu Selly Andayani menegaskan, ketersediaan semen hingga bulan Oktober ini masih mengalami kelangkaan.

“Masih langka karena kemarin sudah diangkut 7000 ton ke Lombok, taunya mesin Pembuat semen di Kal8mantan Selatan itu rusak lagi, jadinya Semen Tiga Roda memang kosong,” katanya.

Selly menjelaskan Beberapa waktu lalu, ia dan pihak terkait telah melakukan sidak ke sejumlah Gudang semen Tiga roda di kota Mataram. Dari hasil sidak yang dilakukan itu dirinya mmg mengakui bahwa ketersediaan semen di wilayah kota Mataram lengka.

“Waktu kita cek gudangnya kosong sekali,tidak ada semen,” ujarnya

Selly memaparkan jika harga semen dari  distributor tidak mengalami kenaikan, karena langsung dilakukan pengecekan ke para distributor untuk dimintai keterangan  oleh Ditreskimsus Polda NTB.

Ditegaskan Selly, untuk persoalan harga tidak boleh ada permainan harga lagi karena hal itu masuk Bapok penting, dan telah diatur dalam undang-undng perdagangan.

“sekarang sudah ditangani oleh aparat,” kata Selly

Seperti diketahui Semen Tiga roda langka di NTb dikarenakan pabrik yang membuat semen tersebut mengalami kerusakan mesin, sehingga berdampak terhadap kelangkaan semen di NTB, hingga saat ini pabrik semen itu ungkapnya masih dalam tahap melakukan perbaikan mesin.

AYA/HmsNTB




“Tape Jagung”, Peluang Wujudkan Industri Pakan Ternak Di NTB Dompu

Para peternak lokal harus terus didukung penuh oleh pemerintah. Peluang bisnis di bidang peternakan sangat menjanjikan

lombokjournal.com —

DOMPU   ;  “Tape jagung” yang merupakan fermentasi dari limbah jagung, ternyata menjadi bahan baku industri pakan ternak yang sangat menjanjikan untuk mendorong produksi peternakan di bumi jagung tersebut.

Dompu sebagai salah satu daerah sentra produksi jagung terbesar di NTB, menghasilkan sekitar 7 juta ton limbah jagung tiap tahunnya.

Limbah jagung tersebut kemudian difermentasi,  yang oleh Bupati H.Bambang disebutnya dengan istilah “Tape Jagung”, sangat cocok dijadikan bahan baku yang bisa diolah menjadi pakan ternak.

“Ini merupakan peluang besar untuk terwujudnya industri pakan ternak di NTB, melalui pemanfaatan limbah jagung,” ujar Bupati Bambang Yasin.

Bupai menyampaikan itu di hadapan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Dr. drh. I Ketut Diarmita, MP.

Hadir saat itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi NTB, Hj.Budi Septiani, saat peresmian Kontes Ternak Tahun 2019 di Dompu-NTB, Kamis (03/10) 2019.

  1. Bambang yang lekat dengan predikat ‘Bupati jagung’ menegaskan, kehadiran produk olahan ini akan sangat menguntungkan bagi para peternak. Dikatakannya, peternak di dompu saat ini sudah berkembang cukup maju.

“Hingga saat ini kelompok kelompok penggemukan sapi di Dompu telah banyak terbentuk, dan dengan memanfaatkan “tape jagung” tersebut maka sapi yang dikonteskan, semuanya sehat dan bagus,” ujarnya.

Kontes ternak tahun ini juga sebagai salah satu upaya  mengedukasi para peternak terkait pola ternak.  Selama ini peternak hanya memikirkan hasil, tanpa memikirkan sarana pendukung, termasuk penyediaan industri pakan ternak dan bibit ternak berkualitas (replacement stock).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Dr. drh. I Ketut Diarmita, MP, yang turut hadir meresmikan kontes ternak, mengapresisasi kegiatan kontes itu.

Menurutnya, para peternak lokal harus terus didukung penuh oleh pemerintah. Peluang bisnis di bidang peternakan sangat menjanjikan.

“Untuk itu perlu tersedianya sarana pendukung, semisal koperasi sapi bagi para peternak untuk berinvestasi hasil ternak mereka,” kata Dirjen.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB yang lebih akrab disapa Bu Budi. Ia menegaskan, kontes ternak bukan hanya event  tahunan tanpa hasil konkret.

Kontes itu benar-benar dihajatkan untuk mendorong para peternak untuk dapat menerapkan pola beternak yang berbasis modern/profesional untuk mendukung terwujudnya industrialisasi sektor peternakan di NTB.

“Dari Kontes  ini juga kita harapkan akan menghasilkan bibit-bibit terbaik untuk menghasilkan ternak berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

AYA




Pelayaran Perdana Fery Badas – Surabaya Diresmikan Gubernur Zul

Pelayaran yang memakan waktu sekitar 25 jam dan dengan biaya murah, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pariwisata pulau Sumbawa

lombokjounal.com  —

SUMBAWA  ;   Pelayaran Perdana Long Distance Fery Kapal Very KM Swarna Bahtera dari Pelabuhan Badas Sumbawa ke Surabaya, diresmikan hari ini, Minggu (28/09) 2019.

Peresmian tersebut dilakukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Direktur Utama PT. ASDP, Dr. Ira Puspadewi,  MDM dan Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B. Sc,  di Pelabubahan Badas Kabupaten Sumbawa.

Peresmian ditandai dengan penandatangan MOU dan bunyi sirine dari kapal KM Swarna Bahtera dan sejumlah kapal kecil lainnya, disaksikan ratusan masyarakat dan pejabat, baik Pemerintah Provinsi NTB maupun Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Pembukaan pelayaran yang dinakhodai putra asli NTB, Kapten Abdul Rasyid, merupakan ikhtiar bersama antara Pemprov NTB dan Pemda Sumbawa, salah satu langkah progresif  mewujudkan konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah.

Sehingga diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumbawa.

Pelayaran yang memakan waktu sekitar 25 jam dan dengan biaya murah, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pariwisata pulau Sumbawa .

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, menyampaikan pelayaran fery ini harus dapat dimanfaatkan  dengan baik oleh masyarakat di Pulau Sumbawa.

“Ini tergantung kita, mau menambah atau mengurangi,” kata Doktor Zul.

Orang nomor satu di NTB ini, menjelaskan kehadiran pelayanan ini harus mampu menciptakan pasar yang prospektif bagi kemajuan daerah. Sehingga ekonomi masyarakat terus bergerak maju dan meningkat.

Kehadiran pelayaran ini juga katanya untuk memberikan solusi alternatif bagi arus transportasi yang ada melewati pelabuhan lembar, yang jumlahnya mencapai 500 truk per hari.

“Apapun yang kita lakukan yang diniatkan untuk kebaikan, maka alam akan berkonspirasi untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

Gubernur berharap agar kapal ini tidak kosong. Namun harus diisi dengan seluruh hasil produksi masyarakat Pulau Sumbawa.

“Lombok maju, Sumbawa maju, NTB Gemilang bukan hanya wacana,” tegasnya.

 

Dirut PT.  ASDP menyampaikan, proses diskusi yang dilakukan oleh jajarannya bersama pemerintah provinsi NTB dan kabupaten Sumbawa hanya berlangsung dua bulan.

Sehingga, berkat kerja cepat Gubernur dan bupati, pelayaran perdana Kapal Very KM Swarna Bahtera bisa dilakukan dengan sukses.

Ia mengungkapkan, rahasia untuk memperpanjang usia perusahaan itu, tidak hanya mencari keuntungan finansial. Namun, bagaimana memberikan manfaat yang sebesar besarnya pada masyarakat.

“Apa rahasianya perusahaan berumur panjang? tidak hanya mencari uang, tapi memberikan manfaat kepada masyarakat. Kami baru 40 tahun, dan seribu tahun lagi masih ada,” jelasnya.

Satu kapal ini katanya pasti tidak cukup. Namun, akan dihadirkan lagi kapal-kapal lain, asal marketnya bisa dibuat.

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc melaporkan, pelayaran ini telah lama dinanti oleh masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang intens melakukan komunikasi dengan Dirjen perhubungan laut Kementerian Perhubungan RI.

“Apa yang dihajatkan ini, sejalan dengan ikhtiar kabupaten Sumbawa, mewujudkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia mengungkapkan rasa bangga dan bahagia serta rasa hormat kepada gubernur. Sebab, apa yang dilakukan Gubernur sesungguhnya mengurangi bebannya sebagai bupati.

“Hampir setiap saat dimarahi, khususnya pengusaha lokal, karena dianggap kelalaian bupati. Kalau masa panen tiba, mereka menunggu hingga dua puluh hari,” jelasnya.

Namun, berkat ikhtiar Gubernur pelayaran bisa dilakukan. Dan dia tidak lagi ditanya oleh masyarakat. Dan masyarakat menyambut dengan antusias.

AYA




Hadir Di Pertemuan Asosiasi Perdagangan dan Jasa China, Untuk Menarik Investor China Ke NTB

“Saya berharap agar investor-investor China yang serius bisa tertarik dan segera berinvestasi di NTB”

MaTARAM.lombokjoural.com  ;  Lalu Gita Ariadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP NTB hadir mewakili Gubernur NTB, dalam pertemuan tahunan asosiasi perdagangan dan  jasa China,  di Zangjiajie Hu Nan pada tanggal 27 – 29 September 2019.

Forum ini untuk memahami arah kebijakan ekonomi  China sekaligus untuk  menjajaki peluang investasi bagi daerah kita.

Hadir juga Firdaus dan Guan Yue, perwakilan GOBID di Indonesia. GOBID adalah sebuah platform China yang membantu pengusaha-pengusaha  dunia bekerjasama di bidang tender internasional, investasi, perdagangan dan informasi.

Saat pembukaanm,  hadir pembicara-pembicara utama dari pemerintah, kalangan akademisi, pengamat dan pelaku ekonomi dari berbagai bidang usaha di China.

Analisa Prospek perdagangan dan investasi, dampak konflik perdagangan Tiongkok – AS, prospek ekonomi digital, pengembangan e-commerce lintas batas,  inovasi tekhnologi, rintisan kerjasama ekonomi,  menjadi topik bahasan dalam forum pertemuan tahunan ini.

Beberapa negara dan daerah yang memiliki potensi dan peluang  investasi yang dinilai bagus, seperti Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat diundang untuk memaparkan kebijakan,  rencana pembangunan serta kebijakan perizinan dan insentiF investasi yg disiapkan di masing-masing daerah.

Indonesia dinilai  punya kesempatan menjadi tempat relokasi investasi china.

Selama ini Bangladesh dan beberapa negara asia tenggara memang menjadi pilihan relokasi investasi China karena mereka menyiapkan free trade zone bagi pengusaha China dengan berbagai kemudahan dan insentifseperti perpajakan, tenaga kerja dan lain-lain.

Pada kesempatan one on one meeting dengan para calon mitra investor yang tertarik dengan potensi dan peluang investasi di NTB, Kadis DPMPTSP NTB  memaparkan kebijakan nasional untuk ciptakan iklim investasi yang sehat di indonesia termasuk di daerah-daerah.

Secara nasional sudah  ada UU No 39 tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone ) seperti Free Trade Zone yg diinginkan investor China.

Presiden RI sangat pro investasi terbukti dengan dilahirkannya berbagai paket kebijakan ekonomi, kemudahan berusaha ( Peraturan Presiden nomor 91 tahun 2017 ), kemudahan  perizinan melalui system OSS ( Online Single Submission )  menurut PP 24 tahun 2018 serta kebijakan  terbaru ttg insentive investasi.

Pemprop NTB di bawah kepemimpinan Dr. Zulkieflimansyah  dan Dr. Hj. Siti Rahmi Djalilah  juga memiliki visi misi dan kebijakan yg ramah investasi.

Menyadari keterbatasan fiskal daerah,  selama ini Pemda NTB berjuang menarik masuknya invrstasi ke NTB.

Dalam perda 3 tahun 2015 tentang Penanaman Modal maupun Perda 8 tahun 2016 tentang insentif bidang pajak dan retribusi daerah di Kawasan Ekonomi Khusus, penyederhanaan perizinan dan lain-lain adalah bentuk regulasi dan policy menjadikan NTB yang ramah investasi.

“Saya berharap agar investor-investor China yang serius bisa tertarik dan segera berinvestasi di NTB,” kata Llau Gita Ariadi.

AYA/HmsNTB




Anak Muda Didorong Tangkap Peluang Lewat Teknologi Digital

“Startup company adalah perusahaan yang diberikan kesempatan oleh kemajuan teknologi dan zaman untuk muncul tidak sampai melewati rute – rute yang dilewati oleh perusahan tradisional”

Selfi rame-rame

MATARAM.lombokjournal.com —   Masa depan adalah era bagi big data, maka kemampuan untuk mengidentifikasi semua potensi di dalamnya menjadi sangat penting.

Anak muda NTB harus bisa menangkap peluang besar dari pesatnya kemajuan teknologi digital .

Hal itu disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat menghadiri acara Telkomsel On The Mission 2019 yang  bertempat di Cultural Park, Taman Budaya Provinsi NTB, Selasa, (24/09) 2019 pagi.

Menurut Gubernur, Telkomsel selalu mendorong anak muda Indonesia untuk memanfaatkan era digital, membantu menumbuhkan komunitas serta untuk menggenggam peluang masa depan.

“Tadi saya sudah bicara dengan Stefanus Steve Saerang, selaku Director The Nextdev Telkomsel, mereka siap menampung sekitar 45 anak muda NTB untuk belajar dengan harapan bisa menjadi pengusaha besar dan membuka lapangan pekerjaan di bangsa yang kita cintai ini,” kata gubernur.

Gubernur yakin anak muda NTB mampu meraih kesuksesan dengan memanfaatkan era digital jika diberikan kesempatan yang sama serta dukungan.

Dikatakannya, perusahaan startup semakin berkembang pesat dengan aneka layanan yang diberikan kepada konsumen.

Startup company adalah perusahaan yang diberikan kesempatan oleh kemajuan teknologi dan zaman untuk muncul tidak sampai melewati rute – rute yang dilewati oleh perusahan tradisional, namun dia muncul ke permukaan kemudian menjadi besar,” katanya.

Merancang produk digital

Director The Nextdev Telkomsel, Stefanus Stave Saerang melaporkan,  saat ini sebanyak 220 anak muda NTB mengikuti tahapan assesment untuk kemudian diseleksi menjadi 45 orang.

Mereka akan melaju ke tahap berikutnya dan berhak mengikuti program intensif selama 11 hari.

Stave berharap agar 45 orang yang lulus ke tahap selanjutnya nanti bisa memiliki masing-masing satu produk dan bisa menjadi developer untuk bisa membuka lapangan pekerjaan di NTB.

“Harapan kami, setelah mengikuti program ini, mereka semua memiliki 45 produk, satu orang satu produk, karena kami fokus mencari developer,” katanya.

Peserta acara Telkomsel On The Mission 2019 meliputi mahasiswa, karyawan dan kalangan umum. Mereka yang lolos seleksi akan mendapat kurikulum training dan coaching yang bertujuan untuk membentuk dasar pemahaman dalam merancang produk digital.

Selain di Kota Mataram, Telkomsel On The Mission 2019 juga digelar di Minahasa dan Jayapura.

AYA/HmsNTB




Kemajuan Insfastruktur NTB Dikagumi Pengusaha Asperindo  

“Buktinya saat ini NTB disektor pertanian sudah mampu bersaing. Tercatat NTB mampu menjadi central produksi hasil pertanian seperti; jagung, cabai,dan palawija untuk diekspor di berbagai daerah di Indonesia”

MATARAM.lombokjournal.com – Perkembangan NTB yang sangat pesat di berbagai bidang, khususnya kemajuan insfastruktur dan aksesibilitas wilayah, membuat kaget, sekaligus kagum dan bangga.

Kekaguman itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo),  Amir Syarifuddin,

Hal itu disampaikannya, saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah VI Aperindo NTB bertajuk ‘Konsolidasi bersama membangun perekonomian NTB melalui jasa logistik’, di Lombok Astoria Hotel, Minggu (22/09) 2019.

“Beda banget ketika 3 tahun yang lalu saya kesini. Padahal NTB baru saja digoyang gempa. Cepat sekali pulih,” kata Ammir Syarifuddin.

Para pelaku usaha yang tergabung dalam Asperindo menilai, perkembangan pesat di bidang aksesibiltas dan infrastruktur pendukung bisnis di NTB, khususnya era pemerintahan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, berdampak signifikan terhadap aktivitas bisnis di kami Asperindo.

“Jasa pengiriman ekspres dan logistik tumbuh rata-rata 20 persen lebih tiap tahunnya,” tutur pria kelahiran jakarta ini.

Ia mencontohkan, misalnya pembangunan jalan bypass yang menghubungkan dari dan menuju Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah terlihat mulus dan mantap.

Menurutnya, infrastruktur seperti inilah yang harus diperjuangkan oleh setiap pemerintah daerah di Indonesia, guna mendukung geliatnya perekonomian daerah .

“Saya pribadi bangga akan loncatan kemajuan pembangunan di NTB. Tidak mudah untuk bangkit apalagi dari musibah pasca gempa. Bersyukurlah memiliki pemimpin yang amanah dan peduli terhadap masyarakatnya,” puji Amir.

Di sisi lain, Amir mengatakan, pembangunan infrastruktur di NTB secara prioritas harus terus dilakukan karena akan membuat dampak terhadap industrialisasi lokal. Selain itu, secara perlahan membangun sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing NTB di kancah global.

Menurutnya, industri di NTB akan semakin terlihat, apabila didukung dengan sumber daya manusia tentunya melalui inovasi inovasi brilian.

“Buktinya saat ini NTB disektor pertanian sudah mampu bersaing. Tercatat NTB mampu menjadi central produksi hasil pertanian seperti; jagung, cabai,dan palawija untuk diekspor di berbagai daerah di Indonesia, dan juga dari nilai hasil makro, arus investasi di NTB cukup besar,” ungkap amir.

Mewakili Gubernur NTB, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, I Gde Putu Aryadi, S.Sos, MH menyampaikan pesan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah yang mengharapkan dukungan nyata dari seluruh jajaran Asperindo untuk percepatan roda ekonomi dan investasi menuju NTB gemilang.

Ia menjelaskan, dari 6 fokus program strategis yang menjadi prioritas pemerintahan Bang Zul- Umi Rohmi saat ini, salah satunya adalah NTB Ramah Investasi.

Implementasi dari ramah investasi, kata Gde Aryadi maka infrastruktur dan Konektivitas wilayah harus diwujudkan. Kemudian SDM dan para pengusaha lokal harus disiapkan, agar   kelak tidak hanya menjadi pemain cadangan, terang Gde Aryadi menyampaikan program NTB Gemilang.

“Jadilah pemain utama, jangan jadi pemain cadangan! Dan mari bahu membahu memajukan NTB,” ajak Gde.

Lebih lanjut, menurut Aryadi langkah luar biasa  Gubernur NTB untuk mengirim 1000 anak-anak muda menempuh pendidikan diluar negeri, satu alasannya adalah ini.

“Agar kelak menjadi pengusaha hebat dan mandiri,” tegasnya.

Ia juga mengatakan,  saat ini NTB sudah mulai pulih pasca gempa bumi. Hal itu terlihat dari jumlah kunjungan wisartawan ke daerah yang dikenal dengan gumi Gora itu.

Tercatat bulan Junii, jumlah wisata asing yang berkunjung sebanyak 6.300 orang, naik 300 persen dibandingkan kunjungan di bulan Januari 2019, yakni sebanyak 2000 orang.

Untuk itu ia berharap perlu upaya bersama dalam memajukan NTB disegala bidang tak terkecuali para pengusaha yang tergabung dalam Asperindo.

Selanjutnya, di sektor pendukung lainnya seperti infrastruktur penunjang transfortasi, Aryadi menegaskan, dalam kurun waktu satu tahun NTB berhasil menorehkan trend gemilang.

AYA




Setahun Zul-Rohmi, Bank Indonesia Ungkap Prestasi NTB Terkait Pengendalian Inflasi

Dalam mengelola inflasi yang paling utama sebenarnya menjaga pasokan, produksi, bisa memproduksi sendiri lebih bagus

MATARAM.lombokjournal.com – Salah satu capaian mengagumkan yang diraih Pasangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dalam setahun memimpin NTB, adalah keberhasilan mengendalikan inflasi.

Atas kinerja ini, pemerintahan di NTB pun diganjar penghargaan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Achris Sarwani, Kamis (19/09) 2019. menyampaikan, selama ini, pihaknya terus mendukung dan mengawal kebijakan Pemerintah Provinsi NTB.

‘’Pada saat kita menyusun naskah teknokratik RPJMD, di awal-awal pemerintahan gubernur saat ini, kami ada di situ. Artinya visi bapak (Gubernur), kami ikut terjemahkan di RPJMD yang disusun bersama,’’ katanya.

Atas kinerja semua pihak, NTB pun berhasil meraih penghargaan terbaik nasional dengan empat katagori. Yaitu TPID terbaik untuk Provinsi NTB, TPID terbaik untuk kota yaitu untuk Kota Mataram, TPID Kabupaten berprestasi yaitu Kabupaten Lombok Barat, dan satu penghargaan dari menteri perekonomian untuk Kabupaten Sumbawa.

‘’Ini prestasi luar biasa, provinsi lain tidak ada. Apresiasi kami, BI mencatat ini tidak dilakukan provinsi lain. Faktor kemarin (raih penghargaan) kami didatangi langsung dua provinsi dari Sumatera Barat dan Sulawesi Tenggara, total 80 orang, dua bupati, Sekda Provinsi, dan beberapa Sekda Kabupaten, belajar kenapa bisa begini,’’ ujar Achris.

Dalam pertemuan dengan rombongan dari dua provinsi tersebut, disepakati bahwa keterlibatan kepemimpinan di level atas bisa mengembangkan ekonomi daerah yang di dalamnya ada inflasi. Karena dalam mengelola inflasi yang paling utama sebenarnya menjaga pasokan, produksi, bisa memproduksi sendiri lebih bagus. Tidak bisa memproduksi, maka mendatangkan. Juga, berkaitan dengan kelancaran distribusi.

‘’Kemudian baru harga bisa dijangkau oleh masyarakat, dan terakhir komunikasi, kemampuan Gubernur dan Wagub mengkomunikasikan ke seluruh masyarakat sebuah keniscayaan yang kita rasakan,’’ kata Achris.

AYA/HmsNB (*)

 




Air Asia Perth-Lombok, Wisatawan Australia Meningkat Hingga 300 Persen

Secara fungsi  sebagai tempat untuk pertukaran orang dan barang, di Bandara juga harus mempersiapkan aspek infrastruktur

MATARAM.lombokjournal.com –– Salah satu kerja nyata pemerintah provinsi di era kepemimpinan Gubernur Dr H Zulkiefkimansyah dan Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, yakni dibukanya rute penerbangan langsung (Diret Flight ) dari Perth ke Lombok.

Penerbangan yang dibuka Bulan juli 2019 tersebut dirasa sangat membantu NTB bangkit pascagempa 2018 lalu.

“Optimisme mengenai akan ramainya rute penerbangan ini juga ditunjang dengan tarif penerbangan yang dinilai cukup terjangkau,” ujar Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, usai mendarat dengan penerbangan perdana Air Asia Perth-Lombok di BIL, Lombok Tengah pada Juli lalu.

Dibukanya maskapai penerbangan Air Asia Perth-Lombok ini memang memberi dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), terutama Australia. Peningkatan wisatawan Australia ke Lombok bahkan mencapai 300 persen saat ini.

General Manager PT Angkasa Pura I Nugroho Jati menuturkan, Semenjak dibuka dalam seminggu 4 kali penerbangan, progresnya sangat bagus dan stabil mencapai 80-95 persen.

Penerbangannya tidak pernah dibawah 100 pax dan bisa dikatakan selalu penuh.

“Kalau kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun (y to y) data Januari hingga Agustus masih belum bisa sama seperti tahun lalu. Hanya saja wisatawan Australia kita meningkat,” bebernya

Peningkatan untuk wisatawan Australia saat ini hingga 300 persen. Yakni dari hanya 2 ribu lebih wisatawan meningkat menjadi 9 ribu lebih wisatawan Australia. Hal ini tentu membuka peluang keinginan untuk menambah rute baru.

Terkait rute penerbangan, saat ini diakuinya memang sedang dalam proses usaha penambahan rute-rute baru.

Namun untuk penambahan frekuensi, yang ada saja dinilai masih stabil sehingga belum ada perencanaan ke arah tersebut. Sekarang ini, pihaknya lebih fokus pada pencarian rute baru.

“Itu masih proses, sementara kita konsen dan fokus lebih kepada penyediaan infrastruktur dulu agar siap mendukung jika keadaan sudah seperti tahun lalu,” sambungnya.

Terlebih dengan adanya program pemerintah terhadap lima destinasi wisata super. Salah satunya KEK Mandalika yang akan digelar perhelatan internasional MotoGP.

Sehingga perlu perlu diutamakan persiapan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi pertama. Tentunya juga tidak lupa berkabolarasi dan bersinergi lintas fungsi.

“Sambil kita cari rute baru,” katanya.

Untuk persiapan Moto GP di Lombok ini sudah diprogram oleh pemerintah pusat yang  didukung  penuh oleh pemerintah daerah. Secara fungsi  sebagai tempat untuk pertukaran orang dan barang, di Bandara juga harus mempersiapkan aspek infrastruktur.

Salah satunya  yakni perpanjangan landasan dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter.

Selain itu, harus ada perluasan gedung terminal hingga bisa menampung penumpang dari kapasitas  hingga 7 juta per tahun. Kapasitasnya ditingkat hingga 100 persen. Begitu juga dengan peningkatan infrastruktur daya dukung lainnya yang semua mengarah kepada percepatan pembangunan KEK Mandalika

“Tentunya dengan di dalamnya adalah gelaran Moto GP yang paling dekat eventnya,” kata Nugroho .

Sementara untuk penambahan rute baru diakuinya memang belum bisa direalisasikan dengan cepat. Ini dikarenakna ada kerangka waktu untuk menjadi platform ketentuan UU dan regulasi yang berlaku.

Di antaranya dari pihak Perhubungan kaitannya rotasi feed management masing-masing maskapai setiap enam bulan.

“Jadi bisa dikatakan seperti summer season dan winter season,” tandasnya

Selama 6 bulan sekali mereka buat perencanaan untuk tahun depan. Dalam perencanaan tersebut, mereka membutuhkan data dan menganalisa market. Mengingat kondisi Lion Air saat ini cukup banyak regulasi ketat, terutama aspek keselamatan.

“Jadi tidak bisa segera kita tambah rute baru,” katanya.

AYA