“Tape Jagung”, Peluang Wujudkan Industri Pakan Ternak Di NTB Dompu

Para peternak lokal harus terus didukung penuh oleh pemerintah. Peluang bisnis di bidang peternakan sangat menjanjikan

lombokjournal.com —

DOMPU   ;  “Tape jagung” yang merupakan fermentasi dari limbah jagung, ternyata menjadi bahan baku industri pakan ternak yang sangat menjanjikan untuk mendorong produksi peternakan di bumi jagung tersebut.

Dompu sebagai salah satu daerah sentra produksi jagung terbesar di NTB, menghasilkan sekitar 7 juta ton limbah jagung tiap tahunnya.

Limbah jagung tersebut kemudian difermentasi,  yang oleh Bupati H.Bambang disebutnya dengan istilah “Tape Jagung”, sangat cocok dijadikan bahan baku yang bisa diolah menjadi pakan ternak.

“Ini merupakan peluang besar untuk terwujudnya industri pakan ternak di NTB, melalui pemanfaatan limbah jagung,” ujar Bupati Bambang Yasin.

Bupai menyampaikan itu di hadapan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Dr. drh. I Ketut Diarmita, MP.

Hadir saat itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi NTB, Hj.Budi Septiani, saat peresmian Kontes Ternak Tahun 2019 di Dompu-NTB, Kamis (03/10) 2019.

  1. Bambang yang lekat dengan predikat ‘Bupati jagung’ menegaskan, kehadiran produk olahan ini akan sangat menguntungkan bagi para peternak. Dikatakannya, peternak di dompu saat ini sudah berkembang cukup maju.

“Hingga saat ini kelompok kelompok penggemukan sapi di Dompu telah banyak terbentuk, dan dengan memanfaatkan “tape jagung” tersebut maka sapi yang dikonteskan, semuanya sehat dan bagus,” ujarnya.

Kontes ternak tahun ini juga sebagai salah satu upaya  mengedukasi para peternak terkait pola ternak.  Selama ini peternak hanya memikirkan hasil, tanpa memikirkan sarana pendukung, termasuk penyediaan industri pakan ternak dan bibit ternak berkualitas (replacement stock).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Dr. drh. I Ketut Diarmita, MP, yang turut hadir meresmikan kontes ternak, mengapresisasi kegiatan kontes itu.

Menurutnya, para peternak lokal harus terus didukung penuh oleh pemerintah. Peluang bisnis di bidang peternakan sangat menjanjikan.

“Untuk itu perlu tersedianya sarana pendukung, semisal koperasi sapi bagi para peternak untuk berinvestasi hasil ternak mereka,” kata Dirjen.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB yang lebih akrab disapa Bu Budi. Ia menegaskan, kontes ternak bukan hanya event  tahunan tanpa hasil konkret.

Kontes itu benar-benar dihajatkan untuk mendorong para peternak untuk dapat menerapkan pola beternak yang berbasis modern/profesional untuk mendukung terwujudnya industrialisasi sektor peternakan di NTB.

“Dari Kontes  ini juga kita harapkan akan menghasilkan bibit-bibit terbaik untuk menghasilkan ternak berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

AYA




Pelayaran Perdana Fery Badas – Surabaya Diresmikan Gubernur Zul

Pelayaran yang memakan waktu sekitar 25 jam dan dengan biaya murah, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pariwisata pulau Sumbawa

lombokjounal.com  —

SUMBAWA  ;   Pelayaran Perdana Long Distance Fery Kapal Very KM Swarna Bahtera dari Pelabuhan Badas Sumbawa ke Surabaya, diresmikan hari ini, Minggu (28/09) 2019.

Peresmian tersebut dilakukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Direktur Utama PT. ASDP, Dr. Ira Puspadewi,  MDM dan Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B. Sc,  di Pelabubahan Badas Kabupaten Sumbawa.

Peresmian ditandai dengan penandatangan MOU dan bunyi sirine dari kapal KM Swarna Bahtera dan sejumlah kapal kecil lainnya, disaksikan ratusan masyarakat dan pejabat, baik Pemerintah Provinsi NTB maupun Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Pembukaan pelayaran yang dinakhodai putra asli NTB, Kapten Abdul Rasyid, merupakan ikhtiar bersama antara Pemprov NTB dan Pemda Sumbawa, salah satu langkah progresif  mewujudkan konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah.

Sehingga diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumbawa.

Pelayaran yang memakan waktu sekitar 25 jam dan dengan biaya murah, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pariwisata pulau Sumbawa .

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, menyampaikan pelayaran fery ini harus dapat dimanfaatkan  dengan baik oleh masyarakat di Pulau Sumbawa.

“Ini tergantung kita, mau menambah atau mengurangi,” kata Doktor Zul.

Orang nomor satu di NTB ini, menjelaskan kehadiran pelayanan ini harus mampu menciptakan pasar yang prospektif bagi kemajuan daerah. Sehingga ekonomi masyarakat terus bergerak maju dan meningkat.

Kehadiran pelayaran ini juga katanya untuk memberikan solusi alternatif bagi arus transportasi yang ada melewati pelabuhan lembar, yang jumlahnya mencapai 500 truk per hari.

“Apapun yang kita lakukan yang diniatkan untuk kebaikan, maka alam akan berkonspirasi untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

Gubernur berharap agar kapal ini tidak kosong. Namun harus diisi dengan seluruh hasil produksi masyarakat Pulau Sumbawa.

“Lombok maju, Sumbawa maju, NTB Gemilang bukan hanya wacana,” tegasnya.

 

Dirut PT.  ASDP menyampaikan, proses diskusi yang dilakukan oleh jajarannya bersama pemerintah provinsi NTB dan kabupaten Sumbawa hanya berlangsung dua bulan.

Sehingga, berkat kerja cepat Gubernur dan bupati, pelayaran perdana Kapal Very KM Swarna Bahtera bisa dilakukan dengan sukses.

Ia mengungkapkan, rahasia untuk memperpanjang usia perusahaan itu, tidak hanya mencari keuntungan finansial. Namun, bagaimana memberikan manfaat yang sebesar besarnya pada masyarakat.

“Apa rahasianya perusahaan berumur panjang? tidak hanya mencari uang, tapi memberikan manfaat kepada masyarakat. Kami baru 40 tahun, dan seribu tahun lagi masih ada,” jelasnya.

Satu kapal ini katanya pasti tidak cukup. Namun, akan dihadirkan lagi kapal-kapal lain, asal marketnya bisa dibuat.

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc melaporkan, pelayaran ini telah lama dinanti oleh masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang intens melakukan komunikasi dengan Dirjen perhubungan laut Kementerian Perhubungan RI.

“Apa yang dihajatkan ini, sejalan dengan ikhtiar kabupaten Sumbawa, mewujudkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia mengungkapkan rasa bangga dan bahagia serta rasa hormat kepada gubernur. Sebab, apa yang dilakukan Gubernur sesungguhnya mengurangi bebannya sebagai bupati.

“Hampir setiap saat dimarahi, khususnya pengusaha lokal, karena dianggap kelalaian bupati. Kalau masa panen tiba, mereka menunggu hingga dua puluh hari,” jelasnya.

Namun, berkat ikhtiar Gubernur pelayaran bisa dilakukan. Dan dia tidak lagi ditanya oleh masyarakat. Dan masyarakat menyambut dengan antusias.

AYA




Hadir Di Pertemuan Asosiasi Perdagangan dan Jasa China, Untuk Menarik Investor China Ke NTB

“Saya berharap agar investor-investor China yang serius bisa tertarik dan segera berinvestasi di NTB”

MaTARAM.lombokjoural.com  ;  Lalu Gita Ariadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP NTB hadir mewakili Gubernur NTB, dalam pertemuan tahunan asosiasi perdagangan dan  jasa China,  di Zangjiajie Hu Nan pada tanggal 27 – 29 September 2019.

Forum ini untuk memahami arah kebijakan ekonomi  China sekaligus untuk  menjajaki peluang investasi bagi daerah kita.

Hadir juga Firdaus dan Guan Yue, perwakilan GOBID di Indonesia. GOBID adalah sebuah platform China yang membantu pengusaha-pengusaha  dunia bekerjasama di bidang tender internasional, investasi, perdagangan dan informasi.

Saat pembukaanm,  hadir pembicara-pembicara utama dari pemerintah, kalangan akademisi, pengamat dan pelaku ekonomi dari berbagai bidang usaha di China.

Analisa Prospek perdagangan dan investasi, dampak konflik perdagangan Tiongkok – AS, prospek ekonomi digital, pengembangan e-commerce lintas batas,  inovasi tekhnologi, rintisan kerjasama ekonomi,  menjadi topik bahasan dalam forum pertemuan tahunan ini.

Beberapa negara dan daerah yang memiliki potensi dan peluang  investasi yang dinilai bagus, seperti Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat diundang untuk memaparkan kebijakan,  rencana pembangunan serta kebijakan perizinan dan insentiF investasi yg disiapkan di masing-masing daerah.

Indonesia dinilai  punya kesempatan menjadi tempat relokasi investasi china.

Selama ini Bangladesh dan beberapa negara asia tenggara memang menjadi pilihan relokasi investasi China karena mereka menyiapkan free trade zone bagi pengusaha China dengan berbagai kemudahan dan insentifseperti perpajakan, tenaga kerja dan lain-lain.

Pada kesempatan one on one meeting dengan para calon mitra investor yang tertarik dengan potensi dan peluang investasi di NTB, Kadis DPMPTSP NTB  memaparkan kebijakan nasional untuk ciptakan iklim investasi yang sehat di indonesia termasuk di daerah-daerah.

Secara nasional sudah  ada UU No 39 tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone ) seperti Free Trade Zone yg diinginkan investor China.

Presiden RI sangat pro investasi terbukti dengan dilahirkannya berbagai paket kebijakan ekonomi, kemudahan berusaha ( Peraturan Presiden nomor 91 tahun 2017 ), kemudahan  perizinan melalui system OSS ( Online Single Submission )  menurut PP 24 tahun 2018 serta kebijakan  terbaru ttg insentive investasi.

Pemprop NTB di bawah kepemimpinan Dr. Zulkieflimansyah  dan Dr. Hj. Siti Rahmi Djalilah  juga memiliki visi misi dan kebijakan yg ramah investasi.

Menyadari keterbatasan fiskal daerah,  selama ini Pemda NTB berjuang menarik masuknya invrstasi ke NTB.

Dalam perda 3 tahun 2015 tentang Penanaman Modal maupun Perda 8 tahun 2016 tentang insentif bidang pajak dan retribusi daerah di Kawasan Ekonomi Khusus, penyederhanaan perizinan dan lain-lain adalah bentuk regulasi dan policy menjadikan NTB yang ramah investasi.

“Saya berharap agar investor-investor China yang serius bisa tertarik dan segera berinvestasi di NTB,” kata Llau Gita Ariadi.

AYA/HmsNTB




Anak Muda Didorong Tangkap Peluang Lewat Teknologi Digital

“Startup company adalah perusahaan yang diberikan kesempatan oleh kemajuan teknologi dan zaman untuk muncul tidak sampai melewati rute – rute yang dilewati oleh perusahan tradisional”

Selfi rame-rame

MATARAM.lombokjournal.com —   Masa depan adalah era bagi big data, maka kemampuan untuk mengidentifikasi semua potensi di dalamnya menjadi sangat penting.

Anak muda NTB harus bisa menangkap peluang besar dari pesatnya kemajuan teknologi digital .

Hal itu disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat menghadiri acara Telkomsel On The Mission 2019 yang  bertempat di Cultural Park, Taman Budaya Provinsi NTB, Selasa, (24/09) 2019 pagi.

Menurut Gubernur, Telkomsel selalu mendorong anak muda Indonesia untuk memanfaatkan era digital, membantu menumbuhkan komunitas serta untuk menggenggam peluang masa depan.

“Tadi saya sudah bicara dengan Stefanus Steve Saerang, selaku Director The Nextdev Telkomsel, mereka siap menampung sekitar 45 anak muda NTB untuk belajar dengan harapan bisa menjadi pengusaha besar dan membuka lapangan pekerjaan di bangsa yang kita cintai ini,” kata gubernur.

Gubernur yakin anak muda NTB mampu meraih kesuksesan dengan memanfaatkan era digital jika diberikan kesempatan yang sama serta dukungan.

Dikatakannya, perusahaan startup semakin berkembang pesat dengan aneka layanan yang diberikan kepada konsumen.

Startup company adalah perusahaan yang diberikan kesempatan oleh kemajuan teknologi dan zaman untuk muncul tidak sampai melewati rute – rute yang dilewati oleh perusahan tradisional, namun dia muncul ke permukaan kemudian menjadi besar,” katanya.

Merancang produk digital

Director The Nextdev Telkomsel, Stefanus Stave Saerang melaporkan,  saat ini sebanyak 220 anak muda NTB mengikuti tahapan assesment untuk kemudian diseleksi menjadi 45 orang.

Mereka akan melaju ke tahap berikutnya dan berhak mengikuti program intensif selama 11 hari.

Stave berharap agar 45 orang yang lulus ke tahap selanjutnya nanti bisa memiliki masing-masing satu produk dan bisa menjadi developer untuk bisa membuka lapangan pekerjaan di NTB.

“Harapan kami, setelah mengikuti program ini, mereka semua memiliki 45 produk, satu orang satu produk, karena kami fokus mencari developer,” katanya.

Peserta acara Telkomsel On The Mission 2019 meliputi mahasiswa, karyawan dan kalangan umum. Mereka yang lolos seleksi akan mendapat kurikulum training dan coaching yang bertujuan untuk membentuk dasar pemahaman dalam merancang produk digital.

Selain di Kota Mataram, Telkomsel On The Mission 2019 juga digelar di Minahasa dan Jayapura.

AYA/HmsNTB




Kemajuan Insfastruktur NTB Dikagumi Pengusaha Asperindo  

“Buktinya saat ini NTB disektor pertanian sudah mampu bersaing. Tercatat NTB mampu menjadi central produksi hasil pertanian seperti; jagung, cabai,dan palawija untuk diekspor di berbagai daerah di Indonesia”

MATARAM.lombokjournal.com – Perkembangan NTB yang sangat pesat di berbagai bidang, khususnya kemajuan insfastruktur dan aksesibilitas wilayah, membuat kaget, sekaligus kagum dan bangga.

Kekaguman itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo),  Amir Syarifuddin,

Hal itu disampaikannya, saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah VI Aperindo NTB bertajuk ‘Konsolidasi bersama membangun perekonomian NTB melalui jasa logistik’, di Lombok Astoria Hotel, Minggu (22/09) 2019.

“Beda banget ketika 3 tahun yang lalu saya kesini. Padahal NTB baru saja digoyang gempa. Cepat sekali pulih,” kata Ammir Syarifuddin.

Para pelaku usaha yang tergabung dalam Asperindo menilai, perkembangan pesat di bidang aksesibiltas dan infrastruktur pendukung bisnis di NTB, khususnya era pemerintahan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, berdampak signifikan terhadap aktivitas bisnis di kami Asperindo.

“Jasa pengiriman ekspres dan logistik tumbuh rata-rata 20 persen lebih tiap tahunnya,” tutur pria kelahiran jakarta ini.

Ia mencontohkan, misalnya pembangunan jalan bypass yang menghubungkan dari dan menuju Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah terlihat mulus dan mantap.

Menurutnya, infrastruktur seperti inilah yang harus diperjuangkan oleh setiap pemerintah daerah di Indonesia, guna mendukung geliatnya perekonomian daerah .

“Saya pribadi bangga akan loncatan kemajuan pembangunan di NTB. Tidak mudah untuk bangkit apalagi dari musibah pasca gempa. Bersyukurlah memiliki pemimpin yang amanah dan peduli terhadap masyarakatnya,” puji Amir.

Di sisi lain, Amir mengatakan, pembangunan infrastruktur di NTB secara prioritas harus terus dilakukan karena akan membuat dampak terhadap industrialisasi lokal. Selain itu, secara perlahan membangun sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing NTB di kancah global.

Menurutnya, industri di NTB akan semakin terlihat, apabila didukung dengan sumber daya manusia tentunya melalui inovasi inovasi brilian.

“Buktinya saat ini NTB disektor pertanian sudah mampu bersaing. Tercatat NTB mampu menjadi central produksi hasil pertanian seperti; jagung, cabai,dan palawija untuk diekspor di berbagai daerah di Indonesia, dan juga dari nilai hasil makro, arus investasi di NTB cukup besar,” ungkap amir.

Mewakili Gubernur NTB, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, I Gde Putu Aryadi, S.Sos, MH menyampaikan pesan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah yang mengharapkan dukungan nyata dari seluruh jajaran Asperindo untuk percepatan roda ekonomi dan investasi menuju NTB gemilang.

Ia menjelaskan, dari 6 fokus program strategis yang menjadi prioritas pemerintahan Bang Zul- Umi Rohmi saat ini, salah satunya adalah NTB Ramah Investasi.

Implementasi dari ramah investasi, kata Gde Aryadi maka infrastruktur dan Konektivitas wilayah harus diwujudkan. Kemudian SDM dan para pengusaha lokal harus disiapkan, agar   kelak tidak hanya menjadi pemain cadangan, terang Gde Aryadi menyampaikan program NTB Gemilang.

“Jadilah pemain utama, jangan jadi pemain cadangan! Dan mari bahu membahu memajukan NTB,” ajak Gde.

Lebih lanjut, menurut Aryadi langkah luar biasa  Gubernur NTB untuk mengirim 1000 anak-anak muda menempuh pendidikan diluar negeri, satu alasannya adalah ini.

“Agar kelak menjadi pengusaha hebat dan mandiri,” tegasnya.

Ia juga mengatakan,  saat ini NTB sudah mulai pulih pasca gempa bumi. Hal itu terlihat dari jumlah kunjungan wisartawan ke daerah yang dikenal dengan gumi Gora itu.

Tercatat bulan Junii, jumlah wisata asing yang berkunjung sebanyak 6.300 orang, naik 300 persen dibandingkan kunjungan di bulan Januari 2019, yakni sebanyak 2000 orang.

Untuk itu ia berharap perlu upaya bersama dalam memajukan NTB disegala bidang tak terkecuali para pengusaha yang tergabung dalam Asperindo.

Selanjutnya, di sektor pendukung lainnya seperti infrastruktur penunjang transfortasi, Aryadi menegaskan, dalam kurun waktu satu tahun NTB berhasil menorehkan trend gemilang.

AYA




Setahun Zul-Rohmi, Bank Indonesia Ungkap Prestasi NTB Terkait Pengendalian Inflasi

Dalam mengelola inflasi yang paling utama sebenarnya menjaga pasokan, produksi, bisa memproduksi sendiri lebih bagus

MATARAM.lombokjournal.com – Salah satu capaian mengagumkan yang diraih Pasangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dalam setahun memimpin NTB, adalah keberhasilan mengendalikan inflasi.

Atas kinerja ini, pemerintahan di NTB pun diganjar penghargaan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Achris Sarwani, Kamis (19/09) 2019. menyampaikan, selama ini, pihaknya terus mendukung dan mengawal kebijakan Pemerintah Provinsi NTB.

‘’Pada saat kita menyusun naskah teknokratik RPJMD, di awal-awal pemerintahan gubernur saat ini, kami ada di situ. Artinya visi bapak (Gubernur), kami ikut terjemahkan di RPJMD yang disusun bersama,’’ katanya.

Atas kinerja semua pihak, NTB pun berhasil meraih penghargaan terbaik nasional dengan empat katagori. Yaitu TPID terbaik untuk Provinsi NTB, TPID terbaik untuk kota yaitu untuk Kota Mataram, TPID Kabupaten berprestasi yaitu Kabupaten Lombok Barat, dan satu penghargaan dari menteri perekonomian untuk Kabupaten Sumbawa.

‘’Ini prestasi luar biasa, provinsi lain tidak ada. Apresiasi kami, BI mencatat ini tidak dilakukan provinsi lain. Faktor kemarin (raih penghargaan) kami didatangi langsung dua provinsi dari Sumatera Barat dan Sulawesi Tenggara, total 80 orang, dua bupati, Sekda Provinsi, dan beberapa Sekda Kabupaten, belajar kenapa bisa begini,’’ ujar Achris.

Dalam pertemuan dengan rombongan dari dua provinsi tersebut, disepakati bahwa keterlibatan kepemimpinan di level atas bisa mengembangkan ekonomi daerah yang di dalamnya ada inflasi. Karena dalam mengelola inflasi yang paling utama sebenarnya menjaga pasokan, produksi, bisa memproduksi sendiri lebih bagus. Tidak bisa memproduksi, maka mendatangkan. Juga, berkaitan dengan kelancaran distribusi.

‘’Kemudian baru harga bisa dijangkau oleh masyarakat, dan terakhir komunikasi, kemampuan Gubernur dan Wagub mengkomunikasikan ke seluruh masyarakat sebuah keniscayaan yang kita rasakan,’’ kata Achris.

AYA/HmsNB (*)

 




Air Asia Perth-Lombok, Wisatawan Australia Meningkat Hingga 300 Persen

Secara fungsi  sebagai tempat untuk pertukaran orang dan barang, di Bandara juga harus mempersiapkan aspek infrastruktur

MATARAM.lombokjournal.com –– Salah satu kerja nyata pemerintah provinsi di era kepemimpinan Gubernur Dr H Zulkiefkimansyah dan Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, yakni dibukanya rute penerbangan langsung (Diret Flight ) dari Perth ke Lombok.

Penerbangan yang dibuka Bulan juli 2019 tersebut dirasa sangat membantu NTB bangkit pascagempa 2018 lalu.

“Optimisme mengenai akan ramainya rute penerbangan ini juga ditunjang dengan tarif penerbangan yang dinilai cukup terjangkau,” ujar Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, usai mendarat dengan penerbangan perdana Air Asia Perth-Lombok di BIL, Lombok Tengah pada Juli lalu.

Dibukanya maskapai penerbangan Air Asia Perth-Lombok ini memang memberi dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), terutama Australia. Peningkatan wisatawan Australia ke Lombok bahkan mencapai 300 persen saat ini.

General Manager PT Angkasa Pura I Nugroho Jati menuturkan, Semenjak dibuka dalam seminggu 4 kali penerbangan, progresnya sangat bagus dan stabil mencapai 80-95 persen.

Penerbangannya tidak pernah dibawah 100 pax dan bisa dikatakan selalu penuh.

“Kalau kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun (y to y) data Januari hingga Agustus masih belum bisa sama seperti tahun lalu. Hanya saja wisatawan Australia kita meningkat,” bebernya

Peningkatan untuk wisatawan Australia saat ini hingga 300 persen. Yakni dari hanya 2 ribu lebih wisatawan meningkat menjadi 9 ribu lebih wisatawan Australia. Hal ini tentu membuka peluang keinginan untuk menambah rute baru.

Terkait rute penerbangan, saat ini diakuinya memang sedang dalam proses usaha penambahan rute-rute baru.

Namun untuk penambahan frekuensi, yang ada saja dinilai masih stabil sehingga belum ada perencanaan ke arah tersebut. Sekarang ini, pihaknya lebih fokus pada pencarian rute baru.

“Itu masih proses, sementara kita konsen dan fokus lebih kepada penyediaan infrastruktur dulu agar siap mendukung jika keadaan sudah seperti tahun lalu,” sambungnya.

Terlebih dengan adanya program pemerintah terhadap lima destinasi wisata super. Salah satunya KEK Mandalika yang akan digelar perhelatan internasional MotoGP.

Sehingga perlu perlu diutamakan persiapan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi pertama. Tentunya juga tidak lupa berkabolarasi dan bersinergi lintas fungsi.

“Sambil kita cari rute baru,” katanya.

Untuk persiapan Moto GP di Lombok ini sudah diprogram oleh pemerintah pusat yang  didukung  penuh oleh pemerintah daerah. Secara fungsi  sebagai tempat untuk pertukaran orang dan barang, di Bandara juga harus mempersiapkan aspek infrastruktur.

Salah satunya  yakni perpanjangan landasan dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter.

Selain itu, harus ada perluasan gedung terminal hingga bisa menampung penumpang dari kapasitas  hingga 7 juta per tahun. Kapasitasnya ditingkat hingga 100 persen. Begitu juga dengan peningkatan infrastruktur daya dukung lainnya yang semua mengarah kepada percepatan pembangunan KEK Mandalika

“Tentunya dengan di dalamnya adalah gelaran Moto GP yang paling dekat eventnya,” kata Nugroho .

Sementara untuk penambahan rute baru diakuinya memang belum bisa direalisasikan dengan cepat. Ini dikarenakna ada kerangka waktu untuk menjadi platform ketentuan UU dan regulasi yang berlaku.

Di antaranya dari pihak Perhubungan kaitannya rotasi feed management masing-masing maskapai setiap enam bulan.

“Jadi bisa dikatakan seperti summer season dan winter season,” tandasnya

Selama 6 bulan sekali mereka buat perencanaan untuk tahun depan. Dalam perencanaan tersebut, mereka membutuhkan data dan menganalisa market. Mengingat kondisi Lion Air saat ini cukup banyak regulasi ketat, terutama aspek keselamatan.

“Jadi tidak bisa segera kita tambah rute baru,” katanya.

AYA




Penerbangan Air Asia Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Ke Lombok

“Tapi untuk yang wisatawan dari Australia ini malah mengalami  peningkatan hampir 200 persen lebih, dari 2000 an sampai 9000an”

MATARAM.lombokjournal.com —  Rute penerbangan Oleh maskapai Air Asia untuk tujuan Perth-Lombok bulan juli lalu, memberikan dampak signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok, NTB.

General Manager Angkasa pura I, Nugroho Jati mengatakan, selama rute penerbangan Air Asia yang beroperasi empat kali dalam seminggu itu memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan terutama yang berasl dari Australia.

Menurutnya, kunjungan wisata asing justru dilihat dari Year to year yakni pada 2018 ke 2019 dibandingkan data Januari – Agustus itu masih belum bisa sama dengan data tahun lalu (2017).

“Tapi untuk yang wisatawan dari Australia ini malah mengalami  peningkatan hampir 200 persen lebih, dari 2000 an sampai 9000an,” ujar Jati,  Kamis (19/09) 2019.

Nogroho Jati tak menampik jika melihat tingginya angka kunjungn wisatawan ini pihak Angkasa Pura berencana akan membuka rute penerbangan baru lagi.

“Kalau untuk penambahan rute baru, kita masih proses terus. Kita usahakan terkait dengan penambahan rute rute baru ke Lombok dan dari Lombok. Untuk penambahan frekuensi  saya kira masih stabil, belum ada perencanaan, yang lebih kita fokuskAn adalah pencarian atau pembukaan rute – rute baru , masih proses itu,” kata Jati.

Ditegaskannya,  untuk sementara ini pihaknya tengah fokus dan konsen mempersiapkan infrastruktur bandara guna menyambut event bertaraf internasional yakni MotoGP yg akan digelar pada tahun 2021 mendatang.

Penambahan infrastruktur dilakukan guna mendukung ikhtiar pemerintah NTB dalam meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke NTB.

Seperti diketahui jika Pemerintah pusat sudah menetapkan Lima destinasi prioritas di indonesia salah satunya adalah Kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Termasuk gelaran Event Motto GP yang tentunya akan mendatangkan banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Lombok.

AYA




Wagub Jelaskan Terobosan Baru Teknologi Pertanian Untuk Mewujudkan NTB Gemilang

“Penggunaan drip irigation ini akan sangat membantu petani Lombok Utara untuk dapat meningkatkan produksi pertaniannya yang sebagian besar berada di lahan kering”

KLU.lombokjoural.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat di bawah pemerintahan Dr. H. Zulkiflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah terus mengeluarkan trobosan-trobosan baru untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Salah satu trobosan yang baru dikeluarkan yaitu bertani dengan menggunakan sistem irigasi tetes.

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, tepat setahun pemerintahan Zul-Rohmi, sudah canangkan industrialisasi di bidang pertanian dengan memanfaatkan teknologi drip irigation.

“Ini pertanian industri 4,0 karena menggunakan artificial intelligent. Panen yang semula hanya sekali dapat dilipatgandakan menjadi tiga kali.  Produksinya-pun dapat  ditingkatkan 20 persen, sehingga tidak ada lagi alasan lahan kering tidak bisa ditanami. Mari kita kawal bersama ,”kata Wagub Hj Rohmi pada acara Pencanangan Industrialisasi Pertanian NTB, Kamis (19/09) 2019, di Dusun Batu Keruk Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Wagub menyebutkan, penggunaan teknologi-teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas khususnya dalam bidang pertanian harus digunakan. Terlebih dalam hal mendukung industrialisasi di bidang pertanian.

“Dengan penerapan teknologi yang tepat, kita akan bisa meningkatkan produktifitas pertanian baik melalui intensifikasi ataupun ekstensifikasi pertanian,” jelasnya.

Dikatakannya, apa yang dilakukan hari ini  merupakan impian sejak sekian tahun lalu yang terwujud pada hari ini.

“Dengan penggunaan drip irigation atau sistem irigasi tetes yang kita mulai hari ini, maka kita akan lebih banyak dapat memanfaatkan lahan-lahan kering yang ada untuk menambah hasil pertanian di NTB,” ucapnya.

Industrialisasi yang diprogramkan di NTB, pada intinya memberikan nilai tambah terhadap berbagai komoditas unggulan NTB.

“Selain kita meningkatkan jumlah produksi, kita juga memberikan nilai tambah terhadap komoditas-komoditas pertanian kita sehingga, kita tidak lagi menjual dalam bentuk mentahan saja tetapi juga dalam bentuk produk setengah jadi ataupun produk jadi yang dapat dikonsumsi langsung,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian NTB Ir. Husnul Fauzi mengungkapkan pemilihan Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pertama pencanangan industrialisasi pertanian ini untuk membantu pemulihan Lombok Utara pasca gempa dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di lahan kering.

“Dengan penggunaan sistem irigasi tetes ini, maka petani yang tadinya hanya bisa panen sekali setahun menjadi tiga kali setahun,” jelasnya.

Selain melibatkan petani, sambung Husnul, pemerintah juga melibatkan pihak swasta untuk membantu mensukseskan industrialisasi pertanian.

“Dari pihak swasta nantinya akan memberikan pendampingan kepada petani untuk penggunaan sistem irigasi tetes ini sekaligus menampung hasil pertanian petani,” sebutnya.

Di lahan seluas 200 Hektar yang menjadi lokasi dimulainya penerapan sistem irigasi tetes ini akan ditanami jagung yang memiliki potensi besar untuk tumbuh di lahan tersebut.

“Ini sebagai langkah awal industrialisasi pertanian NTB,” tuturnya.

Di desa Akar-akar ini juga, sambung Husnul, akan dibangun Learning Center yang nantinya akan menjadi pusat pembelajaran bagi siapa saja terkait dengan jagung.

“Melalui learning center yang kita adakan peletakan batu pertamanya hari ini nantinya akan menjadi pusat bagi siapun yang ingin belajar tentang pertanian jagung yang baik dengan teknologi drip irigation,”ungkapnya.

Bupati Lombok Utara Dr. Najmul Akhyar yang juga hadir pada acara ini menyampaikan ucapan terimakasih atas dimulainya pencanangan industrialisasi pertanian NTB di Kabupaten Lombok Utara.

“Penggunaan drip irigation ini akan sangat membantu petani Lombok Utara untuk dapat meningkatkan produksi pertaniannya yang sebagian besar berada di lahan kering,” ucapnya.

Di zaman saat ini, lanjut Bupati Najmul, kita harus bisa memanfaatkan teknologi untuk kemajuan daerah kita.

“Jika kita tidak mau menggunakan teknologi maka, tidak hanya akan membuat daerah kita menjadi daerah tertinggal namun juga bisa mempercepat kemiskinan,” ucapnya.

AYA




Penghargaan “Penyalur Rumah Subsidi” Terbaik Nasional Untuk Bank NTB Dan REI NTB

“Kami merasa sangat bersyukur kemitraan antara REI dengan Bank NTB Syariah membuahkan prestasi yg membanggakan NTB”

lombokjournal.com —

BANJARMASIN  ;    Penghargaan sebagai penyalur rumah subsidi terbaik se-Indonesia diterima REI NTB dan Bank NTB Syariah di Banjarmasin, Sabtu (14/09) 2019.

Bank Indonesia (BI) melalui Deputi Ekonomi dan Keuangan (DEK) Syariah, Rosmaya Hadi, menyerahkan penghargaan itu di tengah berlangsungnya Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia 2019.

Rosmaya Hadi menegaskan, saat ini waktu yang tepat untuk membangkitkan ekonomi syariah. Konsep  ekonomi tersebut dinilai bisa menjadi sumber pertumbuhan baru di tengah perekonomian dunia yang tidak stabil.

“Sekarang waktunya kita bangkitkan ekonomi syariah,” kata Rosmaya Hadi, ketika membuka kegitaan festival tersebut.

Ketua REI NTB Heri Susanto mengaku bangga karena sejak REI bekerjasama dengan bank NTB Syariah dalam penyaluran rumah subsidi, Bank NTB Syariah menjadi bank daerah paling bagus. Sehingga BI memberi penghargaan.

“Jadi saya dekat dengab Bank NTB syariah dalam rangka menaikkan posisi bank daerah ke tingkat nasional,” ujar Heri berkaca-kaca usai acara.

Ditambahkannya, motto pengusaha daerah kembali ke bank daerah itu cukup manjur.

“Intinya, kami merasa sangat bersyukur kemitraan antara REI dengan Bank NTB Syariah membuahkan prestasi yg membanggakan NTB,” sambungnya.

Heri mengatakan, hal itu semata-mata untuk membantu pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

AYA