Pertemuan Tahunan Bank Indoesia, Ekonomi NTB Terus Membaik Pascagempa

“Momentum pertumbuhan Indonesia yang masih dapat tumbuh kuat di tengah kondisi global yang melemah, perlu didukung dengan kebijakan akomodatif agar semakin mendorong pertumbuhan ekonomi kita”

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah megungkapkan optimisme terkait masa depan perekonomian NTB.

Karen itu, Ia mengajak seluruh instansi dan lembaga terkait berjuang bersama-sama dalam membangun perekonomian di NTB.

Didampingi para Asisten Setda NTB dan sejumlah Kepala OPD turut mengikuti kegiatan tersebut, Wagub Ummi Rohmi mengungkapkannya, dalam pertemuan tahunan bertempat di Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB, Rabu (11/12/2019).

Acara yang digelar Bank Indonesia Perwakilan NTB itu mengusung tema “Sinergi, Transformasi, Inovasi Menuju indonesia maju” itu diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya Fashion Show dan juga Bazaar.

Umi Rohmi mengapresiasi kegiatan dan program yang telah dilakukan Bank Indonesia perwakilan NTB.

“Kita semua sangat optimis dengan masa depan kita,” katanya.

Integrated Eco Farming dan Integrated Tourism yang sebelumnya dipaparkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB disambut positif oleh Umi Rohmi.

“Integrated Eco Farming itu adalah salah satu solusi terbaik begitu juga dengan integrated tourism,” tegasnya.

Umi Rohmi berpesan untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan. Segala permasalahan diimbau agar dapat segera ditangani serta diidentifikasi pula penyebabnya.

“Ini semua berbicara agar kita semua bisa menangani semua permasalahan kita itu dari hulu,” tutur Umi Rohmi.

Semua program diharapkan bisa berorientasi dengan desa. Umi Rohmi percaya, dengan sinergi, transformasi, inovasi, serta leadership yang baik segala target pembangunan bisa dicapai.

“Harapan kami, ini bisa kita implementasikan di 995 desa di NTB dan juga kelurahannya,” harapnya.

Peningkatan perekonomian di NTB pascagempa

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Achris Sarwani, memaparkan kondisi dan prospek ekonomi provinsi NTB tahun 2020. Achris menyampaikan adanya peningkatan perekonomian di NTB pascagempa yang melanda beberapa waktu lalu.

“Menunjukan komitmen kita untuk bersinergi dan memperjuangkan tujuan bersama, yaitu sebuah perekonomian yang semakin kuat, mandiri dan mensejahterakan,” kata Achris.

Achris mengungkapkan,  tahun 2019 keadaan perekonomian global sedikit menurun. ini dipicu oleh meluasnya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok dan juga diikuti oleh beberapa negara lainnya. Sejumlah negara termasuk Indonesia juga terkena dampak dari kejadian tersebut.

“Di tengah kondisi perekonomian global yang terus menurun tersebut, kami masih melihat ada peluang untuk bisa meningkatkan ekonomi domestik,” ungkapnya.

Peluang itu diantaranya dari permintaan global terkait kendaraan listrik yang terus meningkat. Di tengah kondisi ekonomi global yang lemah, ia bersyukur kinerja dan prospek ekonomi nasional masih cukup baik.

Achris menerangkan, perekonomian Indonesia di tahun 2019 diperkiraan akan tumbuh sekitar 5,1 persen dan akan meningkat ditahun 2020 dalam kisaran 5,1 sampai dengan 5,5 persen.

“Momentum pertumbuhan Indonesia yang masih dapat tumbuh kuat di tengah kondisi global yang melemah, perlu didukung dengan kebijakan akomodatif agar semakin mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” sambung Achris.

Untuk perekonomian di NTB sendiri, Achris yakin pada tahun 2020 perekonomian di NTB akan meningkat.

“Kami optimis di 2020, ekonomi NTB  dalam kisaran 5,4 sampai 5,8 persen dan apabila dengan non tambang 5,6 sampai dengan 6,0 ,” lanjutnya.

Achris juga mengusulkan dua strategi yang diharapkan dapat mempercepat dan mendorong peningkatan perekonomian NTB.

Pertama, Integrated Eco Farming,  kegiatan pertanian dan perternakan dilakukan secara terintegrasi, limbah peternakan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi pertanian.

Begitu pula dengan limbah pertanian digunakan sebagai pakan ternak.

Kedua, Integrated Tourism. Dengan munculnya industri pariwisata akan memunculkan potensi ekonomi, di antaranya meningkatkan pendapatan PAD daerah, mendorong peningkatan permintaan konsumsi, mendorong industri IKM dan menciptakan peluang kerja.

AYA/HmsNTB

 




Pembagunan Infrastruktur Dan Transportasi Kawasan Mandalika Didukung Komisi V DPR RI

Bang Zul sangat mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang memberikan perhatian serius terhadap Mandalika

LOTENG.lombokjornal.com – Perkembangan pembagunan infrastruktur dan transportasi di kawasan Mandalika ditinjau  Komisi V DPR RI menggelar Kunjungan Kerja Spesifik, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Rabu (04/12/2019).

Dalam kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Hj. Nurhayati itu, mitra kerja Komisi V  DPR RI turut bersamai kunjungan tersebut. Di antaranya, BUMN, Angkasa Pura, BMKG, Basarnas, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian PUPR.

rombongan Komisi V DPR RI setelah melakukan peninjauan, lalu menuju ke D’Max Hotel Praya, Kabupaten Lombok Tengah untuk mendengarkan paparan terkait program dan perencanan pembangunan infrastruktur serta transportasi dari pihak-pihak terkait.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyambut hangat kunjungan tersebut, dan berharap kunjungan ini dapat berkesan dan memberikan manfaat positif bagi NTB.

“Mudah-mudahan di NTB semua bisa selesai, sehingga tujuan tugas spesifik bisa kita penuhi,” ucap Bang Zul.

Bang Zul mengutarakan rasa syukurnya terhadap cepat dan lancarnya pemulihan pasca bencana yang sempat mengganggu pariwisata di NTB.

Namun di saat bersamaan, Bang Zul turut menyayangkan melonjaknya harga tiket penerbangan menuju Lombok.

“Alhamdulillah, recovery-nya cepat. Tapi di tengah kecepatan recovery pariwisata itu, tiba-tiba harga tiket pesawat sangat mahal,” ungkapnya.

Menurut Bang Zul, Penerbangan menjadi faktor yang sangat penting dalam pariwisata. Ia kemudian mencontohkan penerbangan Perth-Lombok yang diresmikan beberapa waktu lalu mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang datang secara signifikan.

“Pariwisata ini sangat tergantung pada penerbangan, jadi tidak ada gunanya kami mempunyai destinasi secara luar biasa, tapi orang susah kesana,” sambung Bang Zul.

Bang Zul juga sangat mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang memberikan perhatian serius terhadap Mandalika. Terakhir, Ia berharap segala persiapan dan fasilitas dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

“Kami atas nama pemerintah daerah, berterima kasih atas kunjungan teman-teman semua, mudah-mudahan sering-seringlah datang ke NTB ini,” kata Bang Zul.

Ingin mengetahui permasalahan

Hj. Nurhayati, Wakil Ketua Komisi V DPR RI yang memimpin kunjungan kali ini menyampaikan,  kunjungan Koisi V Selain melihat langsung pembangunan infrastruktur dan transportasi penunjang di kawasan Mandalika, juga untuk mengetahui permasalahan yang menonjol dari pembangunan infrastruktur tersebut.

“Kami harapkan selesai tepat waktu, karena ada perhelatan besar disini ya, MotoGP yang tahun 2021 di bulan September,” kata Nurhayati.

Perkembangan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana di Lombok pun turut masuk menjadi agenda kunjungan. Nurhayati menilai progres pembangunan infrastruktur di NTB sudah sangat baik.

Nurhayati berharap, pembangunan di bidang infrastruktur dan transportasi dapat mempercepat bergeraknya sektor ekonomi dan sektor lainnya, agar berdampak terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Anggota Komisi V DPR RI, Ir. Eddy Santana Putra, M.T menganggap proyek dan rencana infrastruktur di NTB sangat menarik. Penataan jalan dan kemudahan akses transportasi diharapkan dapat dipersiapkan dengan baik.

“Sangat menarik dan perlu kita dukung, malah saya dukungannya tidak hanya di Mandalika, satu pulau ini kita bangun,” tutur Eddy.

AYA/HmsNTB




Produk Unggulan UMKM NTB Dipamerkan Di Jakarta

Kegiatan pameran dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di NTB, sebab menampilkan semua potensi, baik itu alam, kebudayaan maupun hasil UMKM yang dikembangkan masyarakat NTB

lombokjourna.com —

JAKARTA   —   Sejumlah produk unggulan UMKM NTB, seperti mutiara Lombok, Tenun Lombok, perhiasan dari kulit kerang, Batik Sasambo, Tenun Bima,  Tenun Sumbawa, dipamerkan di Jakarta, Senin (02/12/2019).

Kegiatan tersebut digagas Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Bank Indonesia  dan Bank NTB Syariah.

Pameran bertajuk Gemilang NTB “Nuansa Tanpa Batas” berlangsung di Kantor Kementerian Perindustrian dan dilaksanakan hingga 6 Desembar 2019 mendatang. UMKM Unggulan NTB dipamerkan di 12 stand yang disediakan Pemerintah  Daerah NTB.

Pameran tersebut dibuka Wakil Ketua MPR RI, Syarif Hasan ditemani sejumlah pejabat kementerian dan lembaga Republik Indonesia. Termasuk Direktur Jendral industri kecil menengah dan aneka (IKMA), Kementerian Perindustrian, Ati Wibawaningsih.

Selain itu juga terdapat produk olahan yang tidak kalah menarik seperti black garlic, tortila rumput laut, madu, dan aneka olahan ikan, kopi yang menjadi produk makanan olahan khas NTB.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjelaska,n pameran tersebut strategis untuk membuka jaringan pamasaran dengan palaku usaha, baik domestik maupun internasional.

Sebab, para pelaku usaha akan melirik produk unggulan yang berkualitas.

Hal itu dapat dilakukan dengan menampilkannya dalam bentuk pameran.

“Tujuannya untuk melakukan kerja sama dengan UKM binaan berkelanjutan setelah pameran, serta mengetahui sejauh mana produk kita dilirik khususnya di luar daerah,” ungkap Wagub saat diwawancarai usai kegiatan tersebut.

Wagub berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di NTB. Pameran ini Menampilkan semua potensi, baik itu alam, kebudayaan maupun hasil UMKM yang dikembangkan masyarakat NTB.

Direktur Jendral industri kecil menengah dan aneka (IKMA),Kementerian Perindustrian, Ati Wibawaningsih akan mendukung pengembangan Produk UMKM yang ada di NTB, khususnya produk kain tenun.

“Kita sebagai pemerintah harus mendukung dan harus dikembangkan. Kalau kita lihat di NTB itu, tidak ada daerah yang nggak punya tenun,” jalasnya saat diwawancara.

BACA JUGA   ; 

Ia menambahkan bahwa tahun depan akan digelar Industrial Muslim Fashion Exhibition yang diharapkan akan diisi oleh tenunan asal NTB. Ke depan katanya akan dilakukan pembinaan SDM bagi masyarakat NTB yang akan mengembangkan tenun tersebut.

Bahkan katanya akan diberikan peralatan untuk mendukung program tersebut.

“Saya harap, dari NTB mendominasilah kegiatan exhibition tersebut,” katanya.

Potensi mutiara juga akan dikembangkan secara profesional. Tentu katanya harus bekerjasama dengan para desainer dan pengusaha yang bergerak di bidang mutiara.

Selain itu, program besar dari Kementerian Perindustrian untuk NTB adalah pengolahan ikan. Sebab katanya, potensi ikan di NTB cukup besar, terutama ikan tuna.

“Potensi ikan tuna di NTB itu banyak sekali. Kita akan kembangkan,” katanya.

 HmsNTB




NTB  Pamerkan Sejumlah Produk Unggulan UKM-UMKM di Jakarta

Pameran ini juga diselenggarakan dengan maksud memberikan apresiasi kepada produk unggulan khas NTB

lombokjournalcom –

JAKARTA   ;  Pameran dagang di Kementerian Perindustrian RI di Jakarta bertajuk pertunjukan Gemilang NTB “Nuansa Tanpa Batas” akan dilaksanakan pada 2-6 Desembar 2019 di Jakarta.

Ummi Rohmi

Acara pameran itu digelar Pemerintah Provinsi NTB bersama Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Bank Indonesia  dan Bank NTB Syariah serta UMKM Mitra Binaan lainnya akan menggelar

Sejumlah produk unggulan UMKM NTB, ditampilkan pada pameran di 12 stand yang disediakan Pemerintah  daerah tersebut.

Di antaranya Mutiara Lombok, Perhiasan dari Kulit Kerang, Batik Sasambo, Tenun Bima,  Tenun Sumbawa, Tenun Lombok, dan berbagai macam olahan makanan. Seperti Ayam Taliwang, Pelalah Ayam Pagutan, Jamu,madu Sumbawa Kopi Rumput Laut, serta produk Tortila yang berasal dari desa wisata Bilebante, Lombok Tengah.

Pameran tersebut dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin dan dihadiri sejumlah duta besar negara-negara sahabat serta para mentri, pengusaha dan tamu undangan lainnya.

Pada opening ceremony, Grup Srikandi NTB Gemilang yang dipimpin langsung Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Ketua  Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama sejumlah kepala OPD  Perempuan, akan unjuk kebolehan dengan akan menyajikan sebuah kejutan berupa pementasan gambelan khas sasak.

Di sela-sela gladi  di Gedung Garuda Kementrian Perindustrian RI, di Jakarta, Minggu (1/12-2019), Umi Rohmi sapaan Wagub NTB itu menjelaskan tujuan pameran dagang adalah memperkenalkan dan memasarkan lebih luas produk dari UKM–UKM binaan dari NTB.

Dari pameran ini, Umi Rohmi berharap akan terbuka jaringan pemasaran dan peluang kerja sama dari pihak lain.

“Untuk melakukan kerja sama dengan UKM binaan berkelanjutan setelah pameran, serta mengetahui sejauh mana produk kita dilirik khususnya diluar daerah,” ujar wagub.

Sekjend DPP IPEMI NTB, Ajeng Rosalinda Motimori,  menyampaikan, kegiatan pameran produk bertajuk “Nuansa Tanpa Batas” itu, baginya tidak hanya sekadar kegiatan pameran yang mengutamakan segi transaksi jual beli saja.

Namun  pameran ini juga diselenggarakan dengan maksud memberikan apresiasi kepada produk unggulan khas NTB.

Dengan adanya pameran ini, dapat memacu dan mengasah kreativitas, khususnya para pelaku UMKM di NTB untuk selalu melakukan inovasi terhadap produknya.

“Saat ini IPEMI sendiri telah melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas produk dan penjualannya. Kedepan pembekalan lain melalui pemanfaatan teknologi informasi (digital marketing), sehingga para UKM dapat bersaing meningkatkan mutunya secara global,” kata Ajeng.

AYA/HmsNTB




Gojek Ingin Dukung Industrialisasi Dan Zero Waste

“Sejalan dengan program untuk mendukung NTB Zero Waste, kata Charly,  Gojek juga memiliki  konsens untuk terus mengUrangi penggunaan kantong plastic”

MATARAM.lombokjournal.com — Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kehadiran Gojek dengan berbagai fasilitas dan fitur layanan lainnya  seperti  GoFood, GoLife, GoMassage, Goclean dan beragam fitur bisnis berbasis UMKM lainya, kini semakin eksis  dan diminati masyarakat.

Kehadiran Gojek di tanah air  mendorong dan merangsang tumbuhnya kreativitas bisnis dan industri pemasaran secara online dikalangan UMKM dan kaum perempuan, termasuk di NTB,  ujar  Head Regional Corporate Affairs Gojek,  Alfianto Domy Aji didampingi  Regional Government Relations, Charly Raya dan Perwakilan Gojek Mataram, saat menghadap Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalillah, di kantornya di Mataram, Selasa (26/11/2019).

Menurut Alfianto Domy Aji dengan adanya berbagai program pendukung kesejahteraan yang dikembangkan oleh Gojek,  maka berdasarkan survey yang  dilakukan Fakultas ekonomi dan Lembaga Demografi UI  menunjukkan, sejak tahun 2018 Gojek telah memberikan kontribusi sebesar Rp.55 Triliun lebih ecara nasional.

“Dengan kehadiran Gojek di NTB akan dapat ikut membantu menggerakkan NTB. Kontribusi Gojek terhadap perekonomian nasional se-Indonesia disumbangkan melalui UMKM dengan Gofood,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, di Mataram NTB,  saat ini semakin banyak masyarakat dan UMKM terutama perempuan yang melakukan pendaftaran untuk Gofood.

Adanya aplikasi ini menjadikan masyarakat yang terdiri dari Usaha MasYarakat Kecil Menengah (UMKM) semakin mudah memasarkan beragam produk dengan aplikasi Gojek, tegasnya.

Untuk mendukung program industrialisasi dan berbagai program di NTB, termasuk program Zero Waste, maka Gojek menawarkan sejumlah program dukungan untuk penguatan kapasitas masyarakat.

” Bu Wagub, Kami (Gojek, read) punya program pelatihan untuk perempuan bagi peningkatan skill jualan online, seperti bagaimana mengemas produk, bagaimana memasarkan dan meningkatkan kualitasnya dengan menggunakan kemajuan teknologi informasi,” ujar Charly.

Selain itu, sejalan dengan program untuk mendukung NTB Zero Waste, kata Charly,  Gojek juga memiliki  konsens untuk terus mengUrangi penggunaan kantong plastik. Ia menjelaskan, di dalam algoritma/aplikasi telah tersedia beragam pilihan untuk costumer. Misalnya bungkus plastik diganti  box.

Juga punya program pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi produktif. Misalnya, di pulau Jawa telah bekerja sama dengan muslimah NU untuk peningkatan keterampilan Muslimah NU di bidang usaha ekonomi produktif, ujarnya.

Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Rohmi menyambut baik kehadiran Gojek di NTB. Apalagi gojek, kata Umi Rohmi memiliki konsens besar pada program-program dan upaya untuk pemberdayaan masyarakat, terutama perubahan mindset dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Seperti pengembangan usaha ekonomi produktif dan pemasarannya, secara praktis dan nyaman dengan memanfaatkan teknologi digital.

Program-program itu menurut wagub sejalan dengan program industrialisasi yang sedang giatnya dilakukan Pemda di NTB untuk meningkatkan ekonomi dan nilai tambah produk bagi masyarakat.

Jika selama ini, produk-produk pertanian, perikanan, hasil laut dan produk lainnya dikirim dalam bentuk bahan mentah, maka melalui industrialisasi, kami ingin ada nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, dengan mengirim barang yang sudah diolah, ujarnya.

Menurut Wagub, di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB saat ini banyak meluncurkan program yang berkaitan dengan perubahan mindset.  Misalnya NTB Bersih (zero waste), pelestarian hutan, kesehatan, pengurangan TKI ilegal, perdewasaan usia perkawinan dan Revitalisasi Posyandu.

Semuanya memerlukan kerja keras dalam membangun  mindset masyarakat, terangnya.

“Bicara zero waste sebenarnya lebih banyak urusan kabupaten/kota. Tetapi dengan melihat kondisi sampah saat ini, maka Pemerintah Provinsi juga tidak bisa berpangku tangan. Tetapi harus hadir mendorong dan memfasilitasi masyarakat”, imbuhnya.

Karena itu, di NTB sudah menerbitkan  Perda tentang sampah.

“Perubahan mindset masyarakat seperti zero waste ini kita benar – benar perhatikan bahwa sampah yang ada nantinya dapat menjadi sumberdaya, dan hal ini kita sudah himbau kepada masyarakat agar memilah sampah dari rumah” tuturnya.

Selain itu, sampah yang telah dipilah dapat dikelolah di Bank Sampah. Banyak variasi tukar sampah saat ini, ada yang tukar sampah dengan sembako, tukar sampah dengan kuota internet bahkan tukar sampah dengan biaya kuliah.

“Adanya bank sampah tentu memudahkan juga bagi masyarakat untuk sama-sama mengumpulkan sampah yang dapat didaur ulang kemudian ditukarkan dengan berbagai hal, banyak inovasi yang dibuat bank sampah di NTB,” jelasnya.

Gojek juga mengusulkan kepada Wagub NTB untuk mengadakan pelatihan bersama dengan Muslimah Nahdlatul Wathan (NW) untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pemasaran sehingga akan ada pemanfaatan yang dapat dirasakan.

“Kalau kita mengadakan pelatihan kepada jamaah NW bersifat turun temurun dalam artian, pelatihan ini akan terus menjalar hingga ke berbagai unsur yang ada di dalamnya, tentu pelatihan pemanfaatan teknologi dapat digunakan ibu-ibu jamaah apalagi sekarang banyaknya jamaah yang sudah tidak asing dengan smartphone,” jelasnya.

AYA




Anak Muda Diminta Sibuk Dengan Usaha Produktif

Program bisnis dan pendampingan selama ini diharapkan, agar UMKM yang ada di NTB menjadi UMKM yang mandiri dan berdayasaing

MATARAM.lombokjournal.com — Anak muda NTB agar selalu disibukkan dengan usaha-usaha produktif. Salah satunya dengan menjadi pengusaha yang menggagas dan menciptakan wirausahawan baru.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menginginkan itu saat Launching Lembaga Cipta Daya Wirausaha, di Pendopo Gubernur NTB, Senin (25/11) 2019.

“Gubernur tidak akan sukses, Bupati tidak akan sukses, Walikota tidak akan sukses, jika anak mudanya lebih tertarik pada politik ketimbang jadi pengusaha,” kata Gubernur Zul,

Pada kegiatan ber tema “Mewujudkan Program 1000 Wirausaha menuju NTB Gemilang” itu, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu menegaskan, penggerak pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah dunia usaha.

Karena itu ditehaskan, investasi itu penting  dihadirkan untuk membangun daerah.

Bang Zul juga menegaskan, pengangguran dan kemiskinan bisa diturunkan bila banyak anak muda NTB yang jadi pengusaha.

Karena itu, kahadiran Lembaga Cipta Daya Wirausaha diharapkan dapat mempercepat terwujudnya 1000 pengusaha baru di NTB.

Selain itu, lembaga ini juga diharapkan mampu bekerjasama dengan lembaga atau dinas terkait untuk menyukseskan seluruh program pemerintah daerah.

Termasuk mengatasi masalah dan memperlancar sumbatan komunikasi dari para anak muda NTB yang ingin menjadi pengusaha.

“Lembaga ini seperti LPP di program beasiswa ke luar negeri. Tugasnya memperlancar sumbatan komunikasi dan membantu anak-anak muda NTB yang mau jadi pebisnis untuk dilatih dan difasilitasi,” jelas Bang Zul.

Bang Zul juga sempat menyinggung sebagian masyarakat yang merasa pesimis dengan program 1000 pengusaha baru ini. Termasuk program beasiswa ke luar negeri. Namun, Ia menegaskan di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

Where there is a will, there is a way,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Cipta Daya Wirausaha, Muhammad Jhon Fitriadi, ST menjelaskan, kehadiran lembaga tersebut untuk membantu pemerintah Provinsi NTB menyukseskan program penciptaan 1000 wirausahawan baru.

“Sebagai lembaga yang baru, kami butuh arahan dan bimbingan Gubernur dan stakehokder, sehingga 1000 wirausaha baru bisa tercapai,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan aktivitas yang telah dilakukannya selama ini berupa program bisnis dan pendampingan. Sehingga, diharapkan UMKM yang ada di NTB menjadi UMKM yang mandiri dan berdayasaing.

“Semoga kami bisa bekontribusi program Gubernur untuk mencetak 1000 pengusaha baru,” ungkapnya

Hadir pada kegiatan itu Anggota DPR RI Dapil Lombok,  Suryadi Jaya Purnama, Dirut Bank NTB Syari’ah, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Perdagangan, Kadis Perindustrian, Kepala OJK,  Ketua MUI NTB, Kadis Pariwisata serta Ketua Asosiasi, Pelaku UMKM se-NTB.

AYA/HmsNTB




Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah Se Indonesia Di Mataram

“Semula, FKDK BPSDI ini dijadwalkan di NTT, tapi berkat ikhtiar pak gubernur, kegiatan ini terlaksana di NTB atas kesepakatan Ketua Umum FKDK Pusat dengan Gubernur NTB”

MATARAM.lombokjournal.com —  Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPSDI), di Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (21/11) 2019,  diharapkan terjadi interaksi antar BPD se-Indonesia untuk kemajuan bersama.

Gubernur Zulkkieflimansyah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat membuka Seminar Nasional dalam kegiatan itu juga mendorong inovasi dan mengimbangi perkembangan teknologi agar tidak ditinggalkan oleh era digital.

Seminar Nasional FKDK BPSDI tersebut dihadiri 150 peserta. Mereka terdiri dari Komisaris Utama, Komisaris, Direktur Utama, Direksi dan Komite-komite yang membantu tugas Dewan Komisaris.

Mereka berasal dari seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Hadir pula pihak lainnya sebagai partisan.

“Komisaris BPD ini orang-orang yang luar biasa, kalau sudah berkumpul BPD-BPD di NTB ini, InsyaAllah NTB akan mendapatkan banyak keberkahan atas kedatangan orang-orang hebat dari seluruh Indonesia,” ujar Bang Zul panggilan akrab gubernur.

Bang Zul berharap, BPD dari seluruh Indonesia terus melakukan ikhtiar terbaik guna memberikan manfaat untuk Indonesia, baik untuk para peserta, masyarakat dan BPD tempat pengabdian tersebut.

“Yang terpenting, BPD Seluruh Indonesia terus memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya kepada negara kita tercinta,” tutup Bang Zul.

Sebelumnya, Zainal Fanani selaku Komisaris Utama Bank NTB Syari’ah, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan pada Bank NTB menyelenggarakan  suatu perhelatan berskala nasional dengan dihadiri oleh para pejabat tinggi dari BPD-BPD seluruh Indonesia.

“Semoga dengan terpilihnya NTB sebagai tempat pelaksanaan kegiatan FKDK BPSDI ini semakin memperkenalkan destinasi wisata NTB yang telah didaulat menjadi wisata halal terbaik dunia,” ungkapnya.

Zainal mengungkapkan, kegiatan FKDK BPSDI ini terlaksana atas ikhtiar Gubernur NTB yang telah menjalin silaturahmi dengan Ketua Umum FKDK Pusat. Dalam silaturahmi tersebut, gubernur mengungkapkan kesiapannya menjadi tuan rumah dalam perhelatan acara nasional tersebut.

“Semula, FKDK BPSDI ini dijadwalkan di NTT, tapi berkat ikhtiar pak gubernur, kegiatan ini terlaksana di NTB atas kesepakatan Ketua Umum FKDK Pusat dengan Gubernur NTB,”  ujarnya.

Ketua Umum FKDK Pusat, Sanny J. Parengkuan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTB atas sambutan hangatnya dan telah bersedia menjadi tuan rumah FKDK BPSDI.

“NTB luar biasa, saya baru datang langsung dikasih Ikat Kepala (Sapuk), yang perempuan dikasih selempang, Keren NTB ini,” ungkapnya

Ia berharap, momentum FKDK semakin meningkatkan kerjasama dan sinergi antar BPD, untuk selaras dan seirama mendukung pertumbuhan dan kemakmuran masyarakat.

Pembukaan kegiatan tersebut ditandai pemukulan Gendang Beleq oleh Gubernur NTB ditemani Ketua Umum FKDK Pusat dan Komisaris Utama Bank NTB.

AYA/HmsNTB




Launching Pabrik Pakan di STIP Banyumulek, Wagub Tegaskan Aparatur Pemerintah Ramah Investasi

Pemerintah telah berkomitmen untuk mempermudah segala urusan investasi di NTB. Selama hal tersebut saling menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan masyaraka

LOBAR.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah melaunching pabrik pakan dan investasi lainnya di kawasan Science Techology Industrial Park (STIP) Banyumulek, Rabu (13/11) 2019.

Hadir empat investor dari Negara Malaysia  yang dipimpin Datuk Rizal, sekaligus sebagai Wakil Ketua Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) yang sebelumnya telah melakukan penjajakan terkait potensi investasi di NTB.

Usai melaunching, Wagub Hj Rohmi mengatakan menyambut gembira kegiatan lauching pabrik pakan di NTB. Ini sejalan dengan program industrialisasi yang sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Selain pabrik pakan, Umi Rohmi, sapaan akrabnya, juga menyambut baik pengembangan Pulau Dangar di Pulau Sumbawa oleh Investor Malaysia menjadi kawasan wisata berkelas dunia.

Umi Rohmi sangat menyambut baik konsep pengembangan Pulau Dangar yang ramah lingkungan, tidak merusak ekosisten alam yang sudah ada saat ini.

Menurutnya, ini sejalan dengan apa yang menjadi konsen pemerintah membangun dunia investasi yang ramah lingkungan.

Wagub meminta jajaran pemerintah, baik provinsi dan kabupaten kota serta masyarakat NTB untuk selalu ramah dan mempermudah segala urusan terkait dengan investasi. Dengan demikian maka investasi lainnya akan segera terbangun di NTB.

Ia menegaskan,  pemerintah telah berkomitmen untuk mempermudah segala urusan investasi di NTB. Selama hal tersebut saling menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkomitmen mempermudah investasi di NTB, selama muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata wagub.

Produksi 16 ribu ton per tahun

Wakil Khas DPIM, Datuk Sri Mohd Rizal mengatakan, pembangunan pabrik pakan dan pengembangan Pulau Dangar di Sumbawa merupakan pembuktian terhadap komitmennya untuk melakukan investasi di NTB.

Ia mengungkapkan dalam proses penjajakan investasi di NTB, cukup banyak rekan bisnisnya yang pesimis karena permasalahan rumitnya administrasi di Indonesia.

“Dengan Investasi ini kami buktikan bahwa pemerintah NTB sangat ramah dan bersahabat dengan investasi. Jadi anggapan teman kami itu salah,” kata Datuk Rizal.

Datuk Rizal menjelaskan, konsep pembangunan yang akan dilakukan di NTB adalah ramah lingkungan. Untuk area pabrik pakan di STIP seluas 4 hektar, groundbreaking akan dilakukan pada bulan Desember mendatang  bertepatan dengan hari ulang tahun Provinsi NTB.

Daya produksi pabrik pakan sebesar 16.000 ton per tahun untuk kebutuhan lokal. Peningkatan kapasitas produksi akan sejalan dengan permintaan pasar.

Sedangkan untuk kebutuhan bahan baku dan pekerja, ia mengungkapkan bahwa 60 persen bahan baku adalah hasil dari komoditas daerah di NTB.

Namun ke depan ia berharap bahan baku benar-benar 100 persen dihasilkan di NTB. Untuk tenaga kerja, 100 persen adalah dari NTB.

Sedangkan untuk nilai investasi pembangunan pabrik pakan, ia memperkirakan sekitar Rp 60 miliar. Belum termasuk investasi lainnya, seperti pembangunan Pabrik Kanal Baja dan Rumah Tahan Gempa.

“Komitmen kami ke depan, jika pemerintah terus memberikan kemudahan-kemudahan dalam pengurusan administrasi, maka dia optimis akan banyak investor Malaysia yang akan tertarik berinvestasi di NTB,” katanya.

AYA/HmsNTB




Potensi Lamtoro Dilirik, Dikembangkan Di Lahan Kering

“Ini sangat tepat industrialisasi lamtoro, menuju kemandirian pakan ternak di NTB”

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimasyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pariwisata, dan Kepala Dinas Perindustrian, menerima audiensi perwakilan PT. Sadana Arif Nusa dan Esa Samudra.

Audensi itu untuk paparan pengusaha tersebut dalam rencana usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Lamtoro, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Senin (11/11) 2019.

Presentasi yang disampaikan PT. Sadana Arif Nusa, diwakili Mustar disambut positif oleh Gubernur Zul, dalam hal pengembangan lamtoro di kawasan Sambalia, Lombok Timur.

Pemanfaatan hasil hutan lamtoro yang memiliki potensi sebagai pakan ternak, harus dikembangkan menjadi industri pakan ternak untuk mendukung program pengembangan ternak di NTB.

Menurutnya, potensi besar ini segera disosialisasikan, agar masyarakat mulai tertarik untuk pengembangan lamtoro secara massal di NTB.

Hal ini sangat strategis untuk mendukung program industri pakan ternak di NTB.

Lamtoro merupakan jenis tumbuhan yang hidup di lahan kering, dan PT. Sadana diminta melakukan  pengembangan tanaman tersebut di lahan-lahan kering, tidak pada lahan yang flat atau datar yang memiliki potensi untuk komoditas lain.

“Lamtoro ini kan hidup di lahan kering, jadi jangan ditanam di lahan flat, katena lahan flat itu komoditas lain,” pintanya.

Potensi lamtoro dan komoditas lain

Wagub minta Sadana dan tim k membuat analisis perbandingan potensi nilai ekonomis lamtoro dengan komoditas lainnya.

Itu akan menjadi bahan sosialisasi kepada masyarakat sehingga gampang paham dan tertarik untuk menanamnya.

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub ini menilai, pengembangan lamtoro di kawasan Sambalia sangat strategis. Selain potensi pakan ternak, juga sebagai upaya pencegahan terhadap bencana alam yang kerap terjadi di daerah tersebut.

Senada dengan Gubernur, Wagub juga meminta PT.Sadana membuat desain agar dari hulu hingga hilirnya masyarakat terjamin, untuk pengolahan dan pemasarannya.

“Jangan nanti masyarakat sudah semangat menanam lamtoro, tapi tidak ada yang olah dan beli,” ujarnya.

Kajian akademis untuk perbandingan nilai ekonomisnya sangat perlu, agar menjadi pemicu masyarakat untuk mau berpindah dari komoditas lain yang biasa ditanam selama ini.

Sebelumnya perwakilan dari PT Sadana, Mustari menjelaskan, pengembangan lamtoro di Sambalia pada lahan seluas 400 hektar, dengan pola kemitraan dengan masyarakat.

Menurutnya potensi lamtoro yang cukup strategis, selain sebagai konsevasi dan reboisasi, juga memiliki potensi besar untuk industrialisasi pakan ternak, karena memiliki protein tinggi untuk penggemukan ternak kambing dan sapi di NTB.

Dijelaskan Mustari, pengembangan lamtoro di NTB akan dikonesikan dengan sektor pertanian, peternakan dan pariwisata. Saat ini PT. Sadana sudah mengembangkan lamtoro dengan drip irrigation sistem.

Penanaman juga menggunakan biji langsung, tidak menggunakan bibit.

“Kami melakukan penanaman dengan biji langsung, tidak dengan bibit. Karena dengan biji jauh lebih murah biayanya dari pada dengan bibit,” ujar Mustari.

Kepala Dinas Peternakan menilai industrialisasi pakan ternak lamtoro sangat tepat. Jika pengembangannya berjalan baik, maka industri pakan akan terealisasi pada tahun 2020.

“Ini sangat tepat industrialisasi lamtoro, menuju kemandirian pakan ternak di NTB,” katanya.

AYA/HmsNTB




Industrialisasi Pertanian Dimulai, Drip Irrigation Melipatgandakan Produktivitas Jagung

Gubernur Zul mendorong  lahirnya teknologi sederhana yang bisa mengolah hasil pertanian di NTB menjadi aneka produk olahan

Gubernur Zulkieflimansyah

TANJUNG.lombokjournal.com — Gong industrialisasi pertanian di NTB mulai ditabuh. Satu per satu, benih industri berwujud aneka komoditas mulai tumbuh.

Di Lombok Utara, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyaksikan sendiri perkembangan menggembirakan yang berhasil disuguhkan oleh tumbuhnya industrialisasi di sektor pertanian.

“Hari ini saya menyaksikan di Lombok Utara. Upaya ini mulai menunjukkan bahwa memang ada cahaya di ujung terowongan. Betapa tidak, petani-petani kecil berbinar matanya, bersinar wajahnya melihat tanah yang tadinya gersang dan kering kini hijau siap dipanen,” ujar Gubernur, Kamis (07/1) 2019.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Zul usai melihat lahan pertanian jagung yang diairi dengan teknologi irigasi tetes alias drip irrigation. Setelah diterapkan, teknologi ini rupanya berhasil melipatgandakan produktivitas jagung di tanah kering tersebut.

“Jagung yang tadinya hanya bisa dipanen sekali setahun, kini bisa minimal tiga kali setahun dengan hadirnya drip Irrigation dengan hasil tiga bahkan empat kali lipat!” katanya.

Gubernur Zul meyakini, kesinambungan penanaman akan memungkinkan ketersediaan bahan baku untuk pakan ternak yang kemudian memajukan peternakan dan juga industri makanan di NTB.

Terobosan ini sudah dimulai dari KLU. Selanjutkan, Gubernur bertekad untuk mereplikasi terobosan serupa di tanah-tanah kering lainnya di seluruh Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur selalu menegaskan keyakinannya bahwa pengangguran dan kemiskinan akan bisa dikurangi dengan industrialisasi.

Sebab, industrialisasi memungkinkan hadirnya peningkatan produktivitas. Komoditas yang tumbuh dari tanah-tanah di NTB, bisa menghasilkan nilai tambah berlipat ganda berkat industrialisasi.

Konsep industrialisasi yang dimaksudkan Gubernur Zul juga tidak selalu harus berupa hadirnya teknologi yang terlalu rumit atau berupa mesin-mesin besar.

Justru, yang akan didorong adalah lahirnya teknologi sederhana yang bisa mengolah hasil pertanian di NTB menjadi aneka produk olahan.

Setelah diolah, nilai komoditas NTB ini, tentu saja akan jauh lebih besar. Proses mengolah produk ini juga pasti membutuhkan tambahan tenaga kerja.

Dalam skala satu atau beberapa unit, jumlah tenaga kerja yang terserap mungkin sedikit. Namun, jika teknologi sederhana ini diterapkan secara massal dalam bentuk sentra industri-industri rumahan di berbagai daerah di NTB, akumulasinyamelahirkan kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Berdasarkan data terakhir yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik NTB, laju pertumbuhan industri pengolahan di NTB pada triwulan ketiga 2019 hanya mencapai 1,18 persen (y on y).

Data ini memperlihatkan, industri pengolahan belum mencapai laju pertumbuhan yang diharapkan. Untuk itulah, Gubernur menegaskan perlunya semua pihak terus berupaya mendorong tumbuhnya industri-industri pengolahan di NTB.

Meski sulit, Gubernur meyakini langkah ini adalah sesuatu yang harus ditempuh oleh masyarakat NTB.

“Perjalanan panjang, memang harus dimulai dengan langkah pertama,” katanya.

AYA/HmsNTB