Akses Internet Harus Tercukupi Jelang Penyelenggaraan MotoGP 2021

Segala macam infrastruktur pendukung seperti internet, termasuk SDM dan industri kerajinan rakyat harus disiapkan dari sekarang

LOTENG.lombokjoural.ccom – Masih terdapat 15 desa dari 139 desa di Lombok Tengah masih blankspot, 12 desa diantaranya merupakan  penyangga di lokasi akan digelarnya motoGP.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri, didampingi Kadis Kominfotik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPR RI terkait program Spesifik infrastruktur BAKTI, di pusat kerajinan Tenun kantor desa Sukarara, Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, Kamis (23/1/2020).

Penyediaan kebutuhan internet dan infrastruktur komunikasi pendukung harus disiapkan, menyongsong event akbar balap motor berkelas dunia “MotoGP 2021” di Sirkuit terindah dunia di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Sehingga saat event berlangsung, ketersediaan akses internet sudah tercukupi dan aman.

Meski demikian, Miq Fathul sapaan wabup, berterima kasih kepada Kementrian Kominfo karena selama tahun 2017-2018, pihaknya mendapatkan bantuan jaringan internet dari BAKTI Kemkominfo RI.

Di antaranya bantuan kepada 12 desa,  20 sekolah/ponpes serta 25 unit puskesmas.

Menurutnya, selain tersedianya infrastruktur yang memadai seperti akses jalan, serta penginapan. telekomunikasi juga harus diutamakan karena hal itu merupakan bagian vital dalam event sekelas motoGP.

Apalagi akan menghadirkan pengunjung dari berbagai belahan dunia, yang diperkirakan mencapai 350 ribu lebih, ujar Fathul Bahri.

Menurut Fathul, segala macam infrastruktur pendukung seperti internet, termasuk SDM dan industri kerajinan rakyat harus disiapkan dari sekarang.

Akses internet Wifi

Guna memenuhi infrastruktur digital tersebut,  Direktur SDA BAKTI Kemenkominfo RI, Fadilla Indah Mathar, berjanji akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan jaringan akses internet di kawasan penyelenggaraan MotoGP tahun 2021 mendatang.

Pemenuhan kebutuhan internet pada desa-desa penyangga di sekitar KEK, kata Indah sapaan akrabnya, tidak hanya dilakukan melalui pembangunan Base Transmision Station (BTS), tetapi juga akses internet Wifi dan satelit fungsi.

Dalam hal pembangunan infrastruktur telekomunikasi (BTS), pihaknya meminta dukungan pemerintah daerah untuk mendukung penyediaan lahan pada lokasi yang dibutuhkan. Juga dukungan dari komisi satu DPRRI untuk anggaran.

“Sejauh ini kami bersama Pemkab Loteng masih melakukan survei koordinat lokasi yang akan menjadi tempat dibangunnya BTS,” ungkap Fadilla Indah.

Ia juga sempat menyebut jumlah BTS yang sudah dibangun pihaknya di seluruh pelosok NTB mencapai 52 unit BTS. Selain juga melakukan pendampingan fasilitas pemanfaatan akses  internet dibeberapa desa termasuk desa tenun Sukarara.

Ketua Rombongan Komisi 1 DPR RI, H.Bambang Cristianto dan Helmy Faisal Zaini, angkat bicara terkait hal itu.

Baginya, jaringan telekomunikasi sangatlah vital. Tidak hanya sebagai penopang melakukan pelayanan publik menghadapi era industri 4.0, tapi juga sebagai alat praktis untuk  mempromosikan potensi wisata NTB yang sudah terkenal.

“Kita ketahui, Lombok keindahannya dapat menghipnotis siapapun. Bahkan tak jarang disebut sebagai syurgawi dunia,” ujar mantan Menteri PDT tersebut.

Pihaknya berjanji akan terus membuka komunikasi dengan Kemenkominfo untuk melakukan pembangunan jaringan internet termasuk penyediaan (BTS) demi suksesnya industri wisata serta gelaran motoGP 2021.

Kepala Dinas Kominfotik, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH mengungkapkan pihaknya terus mengupayakan agar jaringan internet di NTB sudah 4G. Di itahun 2021 Mandalika Lombok ditunjuk sebagai lokasi motoGP dunia, serta event- event akbar lainnya.

Seperti, Festival Bau Nyale yang sudah masuk event Calender 2020  Kemeparinkraf RI yang launchingnya dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah belum lama ini.

Aryadi juga menyebut,  berdasarkan pantauannya,  area blankspot di NTB saat ini masih mencapai 120 titik. Tetapi tidak semuanya nihil, akan tetapi sinyal masih minim (H+, 3G), belum 4G, perlu alat upgrade sinyal di beberapa titik.

Selain dihadiri para wakil rakyat pusat dan pejabat daerah, acara tersebut juga menghadirkan puluhan pelaku industri tenun lokal desa Sukarara.

AYA




IKM Di NTB Berbenah Menyambut MotoGP

Data Dinas Perindustrian NTB terdapat sebanyak 20 an ribu IKM, namun yang punya legalitas/izin hanya di angka 13 ribu saja

MATARAM.lombokjournal.com — Industri Kreatif Menengah (IKM) tengah berbenah, tanpa perlu didekte pemerintah, kalangan IKM menunjukkan semangatnya.

Kesadaran itu hadir  ditandai dengan terbentuknya Forum IKM di Lombok Tengah.

“Insyallah dengan forum IKM itu akan lebih terarah, mana IKM yang akan kita suport agar memiliki daya saing. Sehingga prodak nanti bisa sesuai dengan standar  standar yang sudah ditetapkan oleh EO penyelenggara Moto GP,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti di Mataram Senin (20/1), tekit kesiapan IKM menyambut MotoGP 2021 di Mandalika, Lombok Tengah.

IKM yang dilihat berbenah misalnya IKM Tenun, ekonomi kreatif, industri olahan dan industri kreatif termasuk makanan dan minuman yang nantinya akan memenuhi kebutuhan hotel yang ada di NTB.

“Saat ini kami sedang membina IKMitu dalam komunitas. Jadi kita mendorong komunitas berbasis komoditi, yang memudahkan kita mendampingi atau membina,” jelasnya.

Dikatakan, dalam satu komoditi itu tidak hanya berdiri namun akan saling mengisi misalnya satu IKM butuh bahan baku sehingga IKM yang fokus di bahan baku.

Begitu juga, ada yang fokus di olahan pasca panen, dengan demikian IKM baru bisa masuk dunia pasar pasca panen.

“Nah ini yang akan kita dorong hadir di setiap produk sektor unggulan. Sehingga enak membinannya dan ketersediaan bahan baku dan jaminan pasar antara industri tadi mulai hulu sampai hilir sudah merasakan sendiri,” jelasnya.

Terkait dukungan pemerintah, Nuryanti menjeaskan, pemrintah  akan menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan mereka.

Data Dinas Perindustrian NTB terdapatsebanyak 20 an ribu IKM, namun yang punya legalitas/izin hanya di angka 13 ribu saja.

Menurutnya, pemerintah yang melakukan pendampingan Bimbingan Teknis atau pelatihan tidak langsung mengantar IKM tersebut sampai ke proses perizinan.

“Kita dorong supaya mereka dibimbing sampai punya izin. Artinya tidak dilepas begitu saja,” kata Nuryanti.

AYA




“Kampung Unggas” Di Moyohulu Mulai Berproduksi

Tingkat konsumsi daging dan telur yang tinggi, NTB belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan masih bergantung daerah lain

SUMBAWA.lombokjournal.com — Program industrialisasi  satu persatu program itu mulai terealisasi. Dan program yang  dicanangkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalillah bukan mimpi.

Desember 2019 lalu, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul, meresmikan pabrik minyak kayu putih di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Pabrik di kaki Gunung Tambora itu dibangun  tahun 2018 dan dikelola PT Sanggaragro Karya Persada, sudah mulai berproduksi dan dideklarasikan sebagai pabrik terbesar di Indonesia. Pabrik itu bakal menjadikan  NTB sebagai pusat industri minyak kayu putih terbesar di dunia.

Menyusul peresmian pabrik minyak kayu putih tersebut, tak ketinggalan Program unggulan “Kampung Unggas” pun mulai berproduksi.

Salah satunya adalah industri peternakan ayam ras di Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.

Usaha peternakan unggas yang dikelola PT. Perkasa Group (sebuah perusahaan investasi dari Makassar Sulsel) telah mampu  menghasilkan 115 tray telur per harinya dari 3.900 ekor ayam.

“Kita bersyukur pengusaha dari Makassar ini memilih NTB (Lombok-Sumbawa) untuk mengembangkan usahanya,” ujar Doktor Zul dalam rangkaian kunjungan kerjanya  ke Pulau Sumbawa.

Kunjungan kerja Gubernur Zul, mulai dari peletakan batu pertama investasi hotel Santika, dilanjutkan penghijauan dengan penanaman kemiri dan kayu putih di kawasan hutan Pelaprado Kabupaten Bima, hingga  penanaman manggrove dan industri kelor di Dompu, serta peternakan unggas di Kabupaten Sumbawa, Minggu (12/01/2020).

Diharapkan, ke depan usaha industri seperti sektor pariwisata,  ayam ras ini dapat lebih berkembang di NTB, apalagi dengan enam program unggulan dalam Visi Misi NTB Gemilang yang saling mendukung.

Bagi President Commissioner Perkasa Group, Audy Joinaldy, Indonesia Timur memiliki potensi dan peluang bisnis yang sangat besar khususnya untuk perunggasan.

Banyak perusahaan integrasi yang melakukan ekspansi dan membangun investasi di daerah.

Dikatakannya, Indonesia adalah pasar yang sangat besar untuk telur, susu, dan daging. Seiring pertambahan populasi, kata Audy maka pihaknya optimis permintaan pasar akan terus berkembang.

Dengan demikian, secara tidak langsung, permintaan untuk meningkatkan produksi telur, susu, dan daging menurutnya menjadi sebuah keniscayaan. Hal itu juga akan mendorong pengembangan industri pakan ternak, khususnya pakan ayam.

Ia menegaskan karena tingkat konsumsi daging dan telur yang tinggi, NTB belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan masih bergantung daerah lain.

Hal itu diamini Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Hj Budi Septiani. Menurutnya, kebutuhan telur dan daging ayam harus dipasok dari Bali dan Jawa Timur.

Sebanyak 600 ribu butir telur per hari didatangkan dari dua daerah tersebut untuk kebutuhan 30 juta butir telur per tahun.

Ia menjelaskan, NTB sendiri punya potensi peternakan unggas yang cukup menjanjikan. Namun belum mampu memenuhi semua kebutuhan telur dan ayam dalam daerah.

Hal itu menggambarkan peluang usaha peternakan unggas sangat menjanjikan di NTB.

Mantan Kaban Ketahanan Pangan NTB itu mengajak para Pengusaha  memanfaatkan peluang tersebut dan mau mengembangkan investasi di Lombok maupun di Pulau Sumbawa.

Disamping investir dari luar, Ia juga yakin para pengusaha dan peternak lokal bisa mengambil alih peluang itu.

Pemerintah daerah didorong agar kabupaten/kota mengembangkan peternakan unggas setidaknya dapat memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam di daerah sendiri.

Dari data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, populasi unggas di NTB per 31 Desember 2018 menunjukkan, populasi ternak unggas mencapai 48,6 juta ekor.

Terdiri dari 782 ribu ekor ayam kampung; 5,5 juta ekor ayam pejantan; 3,2 juta ekor lebih ayam petelur; dan 39,1 juta ekor lebih ayam pedaging.

Sementara data tingkat konsumsi protein daging unggas, telur maupun sapi sepanjang tahun 2018, konsumsi daging ayam beku 45.906 kg, daging sapi beku 215.759 kg, daging kambing beku 500.000 kg, dan telur ayam ras 30.501.650 butir setahun.

Sementara konsumsi daging sapi olahan 39.930 kg, daging ayam olahan 73.397 kg, jeroan 1.500 kg, daging bebek beku 4.800 kg. Juga dalam bentuk butter cheese atau keju 28.800 kg, susu 144.160 kg, dan olahan susu atau yogurt 2.209 kg.

(Jm@kominfo)




Gubernur Letakkan Batu Pertama Hotel Santika Bima

Bang Zul menyampaikan rasa bangganya kepada Vidi Akhmad Rifai yang merupakan insinyur muda perancang Hotel Santika Bima

BIMA.lombokjournal.com —  Hadirnya hotel Santika di Bima, merupakan  angin segar dan daya tarik tersendiri bagi para investor lainnya agar menginjakkan kaki di Bima.

“Investor itu tidak hanya mau membangun hotel. Karena investor itu selalu lihat tempatnya. Sekali Santika hadir di Bima, maka hotel-hotel yang lain akan segera datang investasi di sini,” tutur Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc yang akrab disapa Bang Zul itu, pada acara peletakkan batu pertama pembangunan Hotel Santika Bima di Kalaki, Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kota Bima, Sabtu (11/01/2020).

Bang Zul menegaskan, saat ini era tidak cukup hanya bicara saja, tapi harus dibarengi dengan tindakan nyata.

“Tidak mungkin suatu daerah mencicipi kemakmuran, kesejahteraan dengan pertanian saja. Tapi harus ada industrinya. Industrialisasi itu adalah keniscayaan karena ketidakmampuan sektor pertanian menyerap kelebihan tenaga kerja,” katanya.

Bukan karena industrialisasi lalu pertanian tidak penting. Tapi, ketidakmampuan sektor primer (pertanian) menyerap kelebihan tenaga kerja maka harus ada sektor lain yang menyerapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bang Zul menyampaikan rasa bangganya kepada Vidi Akhmad Rifai yang merupakan insinyur muda perancang Hotel Santika Bima.

Vidi merupakan lulusan dari Teknik Sipil, Universitas Teknologi Sumbawa dan mendapat beasiswa dari Bang Zul pada saat menjabat sebagai anggota DPR RI kala itu.

“Pak Gubernur NTB sangat berjasa, karena beliau saya dapat berada di sini. Pada saat itu beliau masih menjabat sebagai anggota DPR RI. Saya diberikan beasiswa, full empat tahun. Uang saku juga beliau berikan. Data yang saya dapat, ada 2000 mahasiswa yang beliau berikan beasiswa di seluruh Indonesia,” ungkap Vidi.

Terakhir bang Zul menjelaskan, lebih dari 1000 orang tiap tahunnya ia beri beasiswa.

“Alhamdulillah, lulusan-lulusan kita bukan hanya bisa bekerja langsung, tetapi bisa menyapa hampir seluruh dunia hingga saat ini,” terangnya.

Perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama. Kita tidak akan maju kalau kita tidak menciptakan insinyur lebih banyak, tambahnya.

Kembali membangun daerah

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang turut mendampingi Gubernur, menyampaikan rasa bahagia dan bangga atas dibangunnya Hotel Santika di Kabupaten Bima.

Bandara Sultan Muhammad Salahuddin akan menyelesaikan perpanjangan landasan pacu dan pembangunan terminal baru. Hal itu dinilainya menjadi  titik cerah bagi tiga wilayah yaitu Kota Bima Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Meurut bupati, selain menjadi nilai tawar dan promosi bagi wilayah kabupaten Bima, Hotel Santika Bima merupakan salah satu upayah pemerintah daerah dalam menghadirkan investor, untuk membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya bagi putra daerah untuk bekerja dan mengabdi serta membesarkan daerahnya sendiri.

“Semoga para investor, khususnya orang-orang Bima akan mau kembali membangun daerah ini dan membangun usaha usaha di wilayah kita. Sebelum kita mengundang orang lain, saya berharap putra daerah seperti ini mau kembali membangun daerahnya,” harap bupat.

AYA/HmsNTB




PLN Jamin Kebutuhan Dan Pasokan Listrik Listrik Gelaran MotoGP 2021 Di Mandalika

Ketersediaan listrik yang cukup diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan kenyamanan pengelola KEK Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com – PLN siap memenuhi kebutuhan listrik untuk gelaran MotoGP yang akan dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat menunjungi lokasi gelaran MotoGP 2021 di Mandalika, Lombok Tengah dan beberapa infrastruktur kelistrikan di Pulau Lombok, Jumat (10/01/2020).

Darmawan mengatakan, MotoGP  merupakan event internasional pertama kali yang akan digelar di Indonesia, sehingga kebutuhan dan pasokan listrik harus mendapatkan jaminan kualitas dan keandalan bertaraf MotoGP.

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut PLN persiapkan insfrastruktur listriknya dengan matang, tentunya kami siap mendukung kebutuhan pasokan listrik untuk gelaran MotoGP ini,” tutur Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Infrastruktur kelistrikan yang disiapkan untuk mendukung KEK Mandalika yang akan menjadi lokasi gelaran MotoGP sudah disiapkan PLN sejak April 2015.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang dibutuhkan seperti hotel pusat pusat kuliner saat ini, PLN telah mengoperasikan satu Gardu Induk berkapasitas 30 Megavolt Ampere (MVA) di daerah Kuta, Lombok Tengah.

Gardu Induk tersebut telah memasok listrik ke kawasan Mandalika dan sekitarnya.

“Sudah ada beberapa hotel yang menggunakan Gardu Induk tersebut, namun penggunaannya saat ini masih sekitar 30 persen dari kapasitas yang ada,” ungkap Darmawan.

PLN pun siap menambah kapasitas Gardu Induk Kuta hingga 180 MVA secara bertahap.

Kapasitas Gardu Induk yang ada telah digunakan secara maksimal, dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik di KEK Mandalika termasuk kesiapan MotoGP 2021. PLN juga sedang membangun Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) sepanjang 15,8 kilometer untuk melistriki kawasan Mandalika.

Dari sisi pasokan daya, PLN juga telah mempersiapkan secara matang. Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki kapasitas pembangkit sebesar 289 Megawatt (MW), dengan beban puncak sebesar 250 MW.

Pada tahun ini, sistem kelistrikan Lombok juga akan mendapat tambahan daya sebesar 130-150 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Uap (PLTMGU) Lombok Peaker dan 25 MW dari PLTU Jeranjang Unit 2.

“Ada tambahan pembangkit baru beroperasi, cadangan tentu bertambah. Sistem back up daya nanti juga akan disiapkan. Kami akan koordinasi dengan ITDC selaku pengembang Mandalika. Intinya PLN siap mendukung,” tutur Darmawan.

Ketersediaan listrik yang cukup diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan kenyamanan pengelola KEK Mandalika. Untuk mengatur dan mengembangkan kelistrikan di kawasan tersebut, baik untuk hotel, restoran, pusat perbelanjaan, maupun untuk penyelenggaraan kegiatan-kegiatan bertaraf internasional seperti balap MotoGP.

Kepastian Indonesia menyelenggarakan MotoGP 2021 didapat setelah Dorna dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menandatangani kontrak kerja sama pada awal tahun 2019.

Dalam kesepakatan itu, MotoGP akan digelar di Indonesia mulai tahun 2021 dengan menggunakan konsep sirkuit jalanan.

AYA         




Control Atmosphere Storage (CAS), Disiapkan Dinas Perdagangan NTB Guna Stabilkan Harga

Persediaan yang melimpah mempengaruhi harga di pasar dan menyebabkan petani rugi

MATARAM.lombokjournal.com —  Pengadaan Control Atmosphere Storage (CAS) sangat penting untuk menstabilkan harga khususnya komoditas pertanian.

Dinas Perdagangan Provinsi NTB sudah meminta beberapa kabupaten untuk menyiapkan Control Atmosphere Storage (CAS).

Mendesaknya keberadaan CAS ini dikatakan Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kamis (09/01/2-20).

Nelly mengatakan, pengadaan CAS ini difokuskan di daerah yang memiliki hasil pertanian melimpah. Sehingga saat masa panen, para petani bisa menitipkan hasil produksinya di CAS tersebut.

“Komoditas pertanian yang disimpan di CAS akan bertahan hingga enam bulan ke depan,” terangnya.

Menurutnya, keberadaan CAS dinilai tidak merugikan para petani, justru sebaliknya menghindari kerugian yang akan diderita petani.

Karena selama ini para petani kesuitan dalam penyimpanan komoditas pertanian menyebabkan sering kali harga anjlok saat musim panen tiba.  Persediaan yang melimpah mempengaruhi harga di pasar dan menyebabkan petani rugi.

Beberapa komoditas pertanian yang sering mengalami harga rendah saat masa panen, misalnya tomat. Atau komoditas petanian lainnya yang gampang rusak dalam jangka waktu pendek.

Sehingga dengan adanya alat tersebut nantinya komoditas pertanian bisa disimpan, dan dijual ketika harga sudah mulai stabil.

Nelly mengaku, belum mengetahui pasti apakah sudah ada kabupaten/kota yang mengadakan CAS di tahun 2020. Karena pengadaan alat ini sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

“Nantinya, keberadaan CAS akan dikelola oleh pemerintah. Petani yang akan menitipkan hasil panennya akan dikenakan biaya sewa,” kata Nelly.

AYA

.




Ponpes Diajak Kembangkan Ekonomi Keumatan

Ponpes sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah

LOTIM.lombokjournal.com  —  Pondok Pesantren diajak menjadi corong pengembangan ekonomi keummatan.

Ajakan itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah saat mengunjungi Ponpes Nurul Mukhlisin NW Lombok Timur, Selasa (07/01/2020).

Hal ini tidak mustahil dilakukan mengingat potensi  di tiap ponpes sangat banyak.

“Maju tidaknya pondok kita tergantung dari aktivitas ekonominya, jadi pondok-pondok tidak boleh dikunjungi saat menjelang pilkada saja, aktivitas ekonominya (ponpes) harus hidup,” kata gubernur.

Potensi alam yang ada di NTB sangatlah banyak, namun potensi tersebut tidak boleh dikelola oleh orang lain.

“Jangan sampai kekayaan alam kita yang punya, tapi yang mengelola orang lain. Saya minta anak-anak ponpes melihat proses penambangan di PT AMNT, hal ini kami lakukan agar kita tidak jadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB,  juga minta agar ponpes sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah tersebut dapat mendatangkan keuntungan ekonomi.

“Sampah itu kalau tidak diolah akan mendatangkan penyakit, bisa jadi petaka bagi kita semua. Tapi kalau pandai mengelolanya, bukan mustahil mendatangkan keberkahan buat kita semua. Daerah kita bersih, secara ekonomi kita juga mendapat impact yang sangat baik,” tambah Bang Zul.

Bupati Lombok Timur, Drs. H. M. Sukiman Azmy, M.M. yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik gagasan gubernur t. Ia berterimakasih atas kehadiran dan sumbangsih yang diberikan untuk kabupaten Lombok Timur.

AYA/HmsNTB




Gubernur Pacu Semangat Pengrajin Di Sakra, Lotim

Segala sesuatu itu akan terasa lebih mudah jika kita menjalankannya dengan memperbanyak silaturrahim dan berdialog secara langsung bersama masyarakat

LOTIM.lombokjournal,com —  Kerajinan tangan atau handicraft selain dapat memberikan dampak ekonomi yang baik, juga dapat membuka lapangan kerja yang banyak, mulai di daerah pedesaan hingga ke kota-kota.

“Kalau tidak rajin, tidak bisa menghasilkan karya yang baik. Handicraft ini memberikan dampak yang baik karena mendorong perekonomian dan tentunya membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Gubernur Zulkieflimansyah saat silaturahmi bersama pengrajin handicraft, di Kantor Desa Sakra Selatan, Lombok Timur, Selasa (07/01/2019).

Dikatakan, kerajinan tangan dapat memberikan dampak yang luas dan sebagian besar pelaku usaha kecil dan kerajinan tangan juga menjadi upaya untuk menjaga kelestarian budaya berbentuk kerajinan di NTB.

“Kami optimis, kerajinan tangan yang ada di desa sakra selatan ini sangat membantu daerah kita menuju NTB Gemilang,” ujar gubernur.

Setelah meninjau hasil kerajinan tangan anak-anak muda Sakra Selatan, Gubernur Zul bersama Bupati Lombok Timur melanjutkan dialog bersama masyarakat.

Menurut  Gubernur, segala sesuatu itu akan terasa lebih mudah jika kita menjalankannya dengan memperbanyak silaturrahim dan berdialog secara langsung bersama masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa kembali bersilaturrahim bersama masyarakat Sakra Selatan. Kebiasaan baik bersilaturrahim bersama masyarakat itu harus kita lanjutkan. Kami datang kesini menampung keluhan, menyambung rasa, supaya tidak ada komunikasi terputus antara pemerintah dengan masyarakat,” ujar Gubernur Zul.

Lukman selaku masyarakat desa Sakra Selatan mengungkapkan rasa bahagianya atas kedatangan orang nomor satu di NTB.

“Alhamdulillah Pak Gubernur bisa kembali datang ke desa Sakra Selatan ini. Kaki yakin itu semua bukti rasa sayang gubernur kepada masyarakatnya sendiri,” ungkapnya.

Gubernur NTB dan Bupati Lotim, lanjut Lukman, diharapkan untuk tetap memperhatikan petani dan pengrajin di desa Sakra Selatan.

“Semoga pak Gubernur dan bupati Lotim selalu memperhatikan kami selaku petani dan pengrajin di desa sakra selatan ini.” Katanya

AYA/HmsNTB




Gubernur Tegaskan NTB Bersahabat Dengan Investor

“Kita tidak ingin ketika nanti Mandalika menjelma menjadi satu kawasan yang penuh dengan hotel berbintang, tetapi anak-anak kami tidak mampu menikmati alamnya sendiri”

LOTENG.lombokjjournal.com — NTB harus bersahabat dengan investor. Dan NTB harus mentransformasikan diri menjadi suatu daerah yang bersahabat dalam komunikasi bisnis.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menegakan itu saat bertemu Wakil Menteri BUM, Kartika Wirjoatmodjo dan para investor untuk membahas proyek The Mandalika, di Bukit Merese, Selasa (17/12/2019).

“Apa yang ingin kami lakukan di NTB ini sebenarnya sederhana saja. Sama seperti apa yang ingin dilakukan oleh Presiden Jokowi persis di level bangsa dan negara kita. Kalau Presiden Jokowi tagline-nya Indonesia Maju, maka kita di NTB ini menyebutnya NTB yang Gemilang,” ujar Gubernur.

Pemprov NTB akan melakukan apa saja untuk memastikan bahwa teman-teman investor nyaman dan tidak ada kesulitan untuk hadir melakukan aktivitas bisnis di NTB ini, ungkap gubernur.

Selain bersahabat dengan investor, lanjut Bang Zul, pihaknya akan menjamin NTB ini menjadi suatu daerah yang nyaman untuk dikunjungi oleh para pengunjung. Baik yang berasal dari luar negeri maupun yang berasal dari Indonesia sendiri.

Menurut Bang Zul, NTB ini mempunyai keindahan alam yang luar biasa. NTB harus mampu mengundang lebih banyak tamu yang hadir dan menikmati keindahan alam NTB.

Dan yang terakhir, Bang Zul melanjutkan, pihaknya bersahabat dengan investor, bersahabat dengan pengunjung.

Dan yang pennting ingin memuliakan warga sendiri dengan memberikan kursi yang paling utama. Agar masyarakat NTB tidak menjadi penonton di rumahnya sendiri.

“Kita tidak ingin ketika nanti Mandalika menjelma menjadi satu kawasan yang penuh dengan hotel berbintang, tetapi anak-anak kami tidak mampu menikmati alamnya sendiri,” tutup Bang Zul.

Mandlika paling siap

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, dari lima wisata super prioritas, Danau Toba, Likupang, Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika, dari kelima wisata super prioritas tersebut yang punya potensi paling besar dan paling siap adalah Mandalika.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini melanjutkan, persepsi yang dulu mencuat adalah, Kawasan Mandalika tidak bersahabat dengan turis dan investor.

“Tapi setelah saya melihat secara langsung, tidak ada masalah sedikit pun dari masyarakat terhadap bertumbuhnya tourism dan berbagai aksesoris tourism itu sendiri,” ujarnya.

Menurut gubbernur, ini satu bukti, persepsi yang mengatakan masyarkat Lombok Tengah tidak terlalu pro investasi itu adalah salah.

Tiko, sapaan akrab Wamen melanjutkan, Mandalika merupakan kawasan yang luar biasa indah. Apalagi pada 2021 nanti akan digelar MotoGP.

Dan tentunya NTB menjadi satu-satunya sirkuit MotoGP di Indonesia dari 19 sirkuit MotoGP dunia.

Tiko menambahkan, NTB harus bangga punya pemimpin yang pro bisnis seprti Bang Zul. Menurutnya, dengan pro bisnis semua yang akan kita kerjakan akan menjadi mudah.

“Saya bangga dengan sahabat saya Bang Zul, Gubernur NTB yang sangat pro bisnis,” tutupnya.

Sebagai informasi, ada delapan investor yang tergabung dalam project The Mandalika tersebut, di antaranya. Djarum Group, Ciputra Group, Rajawali Group, Salim Group, Metro Group, Mandalika Jaya bersama, Vinci PP Property, Hotel Indonesia Natour.

AYA/HmsNTB




Pabrik Minyak Kayu Putih Terbesar Di Dunia, Ada Di NTB

“Berikutnya, tantangan kita ke depan, di tempat ini dibangun sekolah atau SMK yang punya kaitannya dengan minyak kayu putih ini”

BIMA.lombokjournal.com —  Warga NTB patut bangga, pabrik minyak kayu putih terbesar di dunia ada di NTB, tepatnya di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Pabrik yang dibangun sejak setahun lalu itu dikelola PT. Sanggaragro Karya Persada pimpinan Jimmy Sumitro.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melihat proses pembuatan mulai dari panen di pohon, hingga menjadi minyak kayu putih yang siap dipasarkan, Kamis (12/12/2019).

“Kini industrialisasi itu tidak lagi mimpi. Kita akan deklarasikan bahwa NTB jadi pusat minyak kayu putih,” kata Gubernur di lokasi pabrik yang berada di kaki gunung Tambora.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu menegaskan, berbicara industrialisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Namun dengan hadirnya industri ini, menambah kepercayaan diri masyarakat NTB. Hadirnya industri ini dapat memberikan menfaat bagi lahan-lahan kosong, yang selama ini tidak dimanfaatkan.

“Harapannya ke depan, tentu kalau semua tanamannya ini tumbuh bagus, kita memelihara dua tahun saja, tapi dua puluh lima tahun yang akan datang, kita tinggal memetik hasilnya,” ungkap Gubernur.

Hadirnya industri ini juga kata Gubernur akan menjamin kesejahteraan masyarakat. Kalau masyarakat sudah sejahtera lanjutnya, maka jaminan kesehatan dan pendidikan akan meningkat.

Bang Zul mengungkapkan, ke depan akan dibangun sekolah khusus di lokasi pabrik tersebut. Untuk menjamin sumber daya manusia yang akan mendukung keberlangsungan pabrik tersebut.

Hal ini juga dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat lokal. Sehingga tidak lagi mengambil tenaga kerja dari luar.

“Berikutnya, tantangan kita ke depan, di tempat ini dibangun sekolah atau SMK yang punya kaitannya dengan minyak kayu putih ini,” jelasnya.

Mesin penyulingan modern

Direktur PT. Sanggaragro Karya Persada mengungkapkan, pabrik minyak kayu putih ini telah dilengkapi dengan mesin penyulingan yang modern. Dalam sehari, kapasitas produksi daun minyak kayu putih sekitar 60 ton.

Dari 60 ton itu, dapat menghasilkan minyak kayu putih sekitar 1 ton. Kalau dinilaikan dengan uang, sekitar 300 juta per hari.

Namun untuk panen pertama, pabrik ini baru bisa mengolah daun minyak kayu putih sekitar 30 ton.

“Lahan yang akan kita manfaatkan untuk tanaman pohon kayu putih ini sekitar 5 ribu hektar. Namun yang sudah kita tanam, baru sekitar 2.500 hektar,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, untuk mendukung suplai bahan baku, pihaknya telah melakukan variasi tahun tanam sejak tahun 2016 hingga saat inI.

Hanya saja, bibitnya masih disuplai dari luar NTB.

 AYA/HmsNTB