Hj. Niken Sapa Pelaku Industri di Kabupaten Bima

Sebagai penghasil bawang terbesar di NTB, diharapkan masyarakat Bima menjadikan bawang merah sebagai program prioritas

KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com —  Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah meninjau Rumah Produksi Bantuan DAK di Dadibou, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Kamis (6/2/2020).

Hj. Niken sangat mengapresiasi Rumah Tenun tersebut dan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah untuk usaha.

“Kerjasama dengan dinas-dinas terkait dan sekolah kejuruan juga harus semakin dikembangkan agar menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat bersaing di era digital saat ini,” jelas Hj. Niken.

Hj. Niken menjelaskan, NTB i memiliki potensi yang bagus, baik dari segi wisata, makanan maupun kekayaan budaya yang memiliki kekhasannya masing-masing di tiap daerahnya. Hal inilah yang membuat NTB terkenal sebagai salah satu wisata halal terbaik.

Pada kesempatan ini Hj. Niken menyerahkan sertifikasi halal kepada 10 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan pemberian 1 paket alat pengolah kopi.

Setelah Rumah Produksi Bantuan DAK, Hj. Niken beserta rombongan bergegas menuju Rumah Industri Garam di Desa Darussalam Kec. Belo.

Hj. Niken yang tampak antusias melihat hasil olahan garam tersebut. Sebab tak hanya garam makan, garam spa dengan warna-warna yang manis juga dihasilkan di Rumah Industri Dangga Sia tersebut.

Setelah itu, Hj. Niken diajak untuk melihat proses awal hingga akhir pembuatan garam. Hj. Niken berharap, Rumah Industri ini semakin besar sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran di Desa tersebut.

Setelah cukup meninjau Rumah Industri Garam, Hj. Niken dan rombongan menuju Desa Risa untuk melihat Rumah Industri Bawang Merah.

Desa Risa yang juga salah satu Desa Wisata Pertanian tersebut mendapatkan apresiasi dari Hj. Niken karena memiliki potensi yang besar Jika terus ditingkatkan dari berbagai aspek.

Hj. Niken yang didampingi Kadis Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti, SE, ME menyarankan untuk menggunakan sistem CAS (Controled Astmosphere Storage). CAS sendiri adalah sebuah tempat penyimpanan komoditas hortikultura seperti buah atau sayuran.

Dengan menggunakan CAS, bawang merah akan tidak akan membusuk bila disimpan dengan waktu yang lama.

Sebagai penghasil bawang terbesar di NTB, diharapkan masyarakat Bima menjadikan bawang merah sebagai program prioritas.

Di Galeri Bawang ini, Hj. Niken tak ketinggalan untuk mencoba dan menggoreng bawang langsung di Ruang Produksinya.

AYA/HmsNTB




Kampung Unggas Desa Teruwai, Jadi Satelit Ayam Kampung Tahun 2020

“Peternakannya sukses, maju tetapi kampungnya sehat. Itu yang akan kita tata ke depan bagaimana agar lingkungan ini sehat, utamanya adalah pengelolaan sampahnya”

LOTENG.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengunjungi pengembangan ternak di Kampung Unggas, Desa Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (05/02/2020).

Kunjungan wagub didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Budi Septiani, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB, Dr. Ashari serta perwakilan OPD lingkup Pemprov NTB.

Selain itu, wakil dari Pemda Lombok Tengah meninjau perkembangan ternak unggas di Desa Teruwai.

Pengembangan ternak di Desa Teruwai bertujuan untuk menciptakan kemandirian serta pemenuhan kebutuhan telur dan daging ayam bagi masyarakat NTB.

Satu persatu lokasi peternakan dikunjungi wagub, dimulai dari tempat pembibitan ayam arab, penetasan, pembesaran, produksi telur hingga ke pemotongan ayam untuk dikonsumsi.

Wagub Hj Rohmi mengaku senang dengan kemajuan serta pola pikir masyarakat Desa Teruwai.

“Saya melihat, hampir di setiap rumah tangga itu sudah menginisiasi untuk beternak, dan hasilnya luar biasa,” ucap Wagub.

Wagub meminta masyarakat Desa Teruwai  tidak cepat berpuas diri dan harus bisa lebih baik lagi.

Menurutnya, masih perlu perbaikan di beberapa aspek demi menyempurnakan Kampung Unggas ini. Pemprov bersama Pemda juga akan memberikan perhatian untuk kemajuan dan suksesnya Kampung Unggas tersebut.

“Kita akan perhatikan ini, jadikan ini bukan menjadi kampung unggas tapi satelit, artinya dipusatkan disini, dijadikan ini contoh. Nah, kalau kita mau jadikan ini contoh harus banyak penyempurnaan, harus banyak perbaikan-perbaikan,” sambungnya.

Selain dalam hal produktivitas, wagub juga kembali mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan lingkungan. Kebersihan lingkungan harus dijaga betul agar produk yang dihasilkan pun bersih dan juga sehat.

“Peternakannya sukses, maju tetapi kampungnya sehat. Itu yang akan kita tata ke depan bagaimana agar lingkungan ini sehat, utamanya adalah pengelolaan sampahnya,” ujarnya.

Wagub juga menyanjung Desa Teruwai dengan Kampung Unggasnya yang tetap konsisten dari tahun 2014 lalu. Ia juga mengajak masyarakat agar terus bersinergi dalam memanfaatkan potensi desa.

“Mari kita berjuang bersama untuk mewujudkan satelit unggas di Provinsi Nusa Tenggara Barat, supaya NTB mandiri, mandiri ayam, mandiri telur kemudian juga seperti yang disampaikan oleh ibu Kadis tadi bisa mensuplai ke Provinsi-provinsi lain,” ajaknya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Budi Septiani, dalam laporannya menyampaikan, pemenuhan kebutuhan telur dan daging ayam di NTB masih kurang.

Dengan adanya Kampung Unggas Desa Teruwai diharapkan akan meningkatkan produktivitas telur dan daging ayam tersebut.

“Karena kita ketahui bahwa kebutuhan telur untuk Nusa Tenggara Barat itu perhari satu juta tiga ratus butir, dimana kita hanya mampu memproduksi enam ratus ribu butir, jadi peluang untuk itu sangat besar,” ungkapnya.

Dalam menyukseskan Kampung Unggas, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB turut menggandeng BPP untuk mendampingi Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) dalam pengelolaan hasil pertanian dan peternakan’

Kemudian kerjasama dengan Fakultas Peternakan dalam membuat kajian potensi serta dukungan dari SKPD baik lingkup Pemprov dan juga Pemda Lombok Tengah.

Untuk tahun ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB menargetkan untuk menaikkan kelas Kampung Unggas Desa Teruwai menjadi Satelit Ayam Kampung.

“Satelit ayam kampung yang di Desa Teruwai ini bisa Insya Allah terealisasi di 2020,” kata Budi Septiani.

AYA/HmsNTB




Melambungnya Harga Cabai, Disdag Datangkan Cabai Jawa

Penanaman cabai di pekarangan rumah akan sangat membantu ibu rumah tangga ketika harga cabai melambung tinggi

MATARAM.lombokjournal.com  —  Harga cabai di Nusa Tenggara Barat melambung yang saat ini mencapai 60 ribu rupiah per kg akibat produksi terbatas.

Program kawasan rumah pangan lestari kontribusinya hanya 0,5 persen dari total kebutuhan konsumsi cabai dalam daerah, belum mampu bisa banyak berperan menstabilkan harga cabai.

Kepala Dinas Perdagangan provinsi NTB, Hj.Putu Selly Andayani mengatakan, akibat harga cabai yang melambung di NTB saat ini sudah didatangkan cabai dari pulau Jawa, jenis cabai Bhaskara.

“Tujuan didatangkan cabai dari wilayah Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan stok cabai dalam daerah. Akibat pengaruh cuaca atau kemarau panjang  banyak petani cabai di NTB yang gagal tanam dan gagal panen,” ujar Selly, Rabu (05/02/2020).

Cabai produksi petani NTB akan mulai panen sekitar akhir Februari atau awal Maret mendatang.

Selain itu luas lahan tanaman cabai di Lombok Timur yang akan panen pada bulan tersebut seluas 6500 hektar.

Menurutnya, penanaman cabai di pekarangan rumah program KRPL perlu digencarkan kembali. Karena penanaman cabai di pekarangan rumah akan sangat membantu ibu rumah tangga ketika harga cabai melambung tinggi.

Pada musim panen cabai bulan Maret harga cabai diperkirakan akan normal kembali.

Harga kebutuhan pokok yang juga mengalami kenaikan, yakni beras, minyak goreng, gula, tepung, telur. Harga daging ayam dan daging sapi tidak mengalami kenaikan.

AYA




Akses Internet Harus Tercukupi Jelang Penyelenggaraan MotoGP 2021

Segala macam infrastruktur pendukung seperti internet, termasuk SDM dan industri kerajinan rakyat harus disiapkan dari sekarang

LOTENG.lombokjoural.ccom – Masih terdapat 15 desa dari 139 desa di Lombok Tengah masih blankspot, 12 desa diantaranya merupakan  penyangga di lokasi akan digelarnya motoGP.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri, didampingi Kadis Kominfotik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPR RI terkait program Spesifik infrastruktur BAKTI, di pusat kerajinan Tenun kantor desa Sukarara, Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, Kamis (23/1/2020).

Penyediaan kebutuhan internet dan infrastruktur komunikasi pendukung harus disiapkan, menyongsong event akbar balap motor berkelas dunia “MotoGP 2021” di Sirkuit terindah dunia di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Sehingga saat event berlangsung, ketersediaan akses internet sudah tercukupi dan aman.

Meski demikian, Miq Fathul sapaan wabup, berterima kasih kepada Kementrian Kominfo karena selama tahun 2017-2018, pihaknya mendapatkan bantuan jaringan internet dari BAKTI Kemkominfo RI.

Di antaranya bantuan kepada 12 desa,  20 sekolah/ponpes serta 25 unit puskesmas.

Menurutnya, selain tersedianya infrastruktur yang memadai seperti akses jalan, serta penginapan. telekomunikasi juga harus diutamakan karena hal itu merupakan bagian vital dalam event sekelas motoGP.

Apalagi akan menghadirkan pengunjung dari berbagai belahan dunia, yang diperkirakan mencapai 350 ribu lebih, ujar Fathul Bahri.

Menurut Fathul, segala macam infrastruktur pendukung seperti internet, termasuk SDM dan industri kerajinan rakyat harus disiapkan dari sekarang.

Akses internet Wifi

Guna memenuhi infrastruktur digital tersebut,  Direktur SDA BAKTI Kemenkominfo RI, Fadilla Indah Mathar, berjanji akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan jaringan akses internet di kawasan penyelenggaraan MotoGP tahun 2021 mendatang.

Pemenuhan kebutuhan internet pada desa-desa penyangga di sekitar KEK, kata Indah sapaan akrabnya, tidak hanya dilakukan melalui pembangunan Base Transmision Station (BTS), tetapi juga akses internet Wifi dan satelit fungsi.

Dalam hal pembangunan infrastruktur telekomunikasi (BTS), pihaknya meminta dukungan pemerintah daerah untuk mendukung penyediaan lahan pada lokasi yang dibutuhkan. Juga dukungan dari komisi satu DPRRI untuk anggaran.

“Sejauh ini kami bersama Pemkab Loteng masih melakukan survei koordinat lokasi yang akan menjadi tempat dibangunnya BTS,” ungkap Fadilla Indah.

Ia juga sempat menyebut jumlah BTS yang sudah dibangun pihaknya di seluruh pelosok NTB mencapai 52 unit BTS. Selain juga melakukan pendampingan fasilitas pemanfaatan akses  internet dibeberapa desa termasuk desa tenun Sukarara.

Ketua Rombongan Komisi 1 DPR RI, H.Bambang Cristianto dan Helmy Faisal Zaini, angkat bicara terkait hal itu.

Baginya, jaringan telekomunikasi sangatlah vital. Tidak hanya sebagai penopang melakukan pelayanan publik menghadapi era industri 4.0, tapi juga sebagai alat praktis untuk  mempromosikan potensi wisata NTB yang sudah terkenal.

“Kita ketahui, Lombok keindahannya dapat menghipnotis siapapun. Bahkan tak jarang disebut sebagai syurgawi dunia,” ujar mantan Menteri PDT tersebut.

Pihaknya berjanji akan terus membuka komunikasi dengan Kemenkominfo untuk melakukan pembangunan jaringan internet termasuk penyediaan (BTS) demi suksesnya industri wisata serta gelaran motoGP 2021.

Kepala Dinas Kominfotik, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH mengungkapkan pihaknya terus mengupayakan agar jaringan internet di NTB sudah 4G. Di itahun 2021 Mandalika Lombok ditunjuk sebagai lokasi motoGP dunia, serta event- event akbar lainnya.

Seperti, Festival Bau Nyale yang sudah masuk event Calender 2020  Kemeparinkraf RI yang launchingnya dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah belum lama ini.

Aryadi juga menyebut,  berdasarkan pantauannya,  area blankspot di NTB saat ini masih mencapai 120 titik. Tetapi tidak semuanya nihil, akan tetapi sinyal masih minim (H+, 3G), belum 4G, perlu alat upgrade sinyal di beberapa titik.

Selain dihadiri para wakil rakyat pusat dan pejabat daerah, acara tersebut juga menghadirkan puluhan pelaku industri tenun lokal desa Sukarara.

AYA




IKM Di NTB Berbenah Menyambut MotoGP

Data Dinas Perindustrian NTB terdapat sebanyak 20 an ribu IKM, namun yang punya legalitas/izin hanya di angka 13 ribu saja

MATARAM.lombokjournal.com — Industri Kreatif Menengah (IKM) tengah berbenah, tanpa perlu didekte pemerintah, kalangan IKM menunjukkan semangatnya.

Kesadaran itu hadir  ditandai dengan terbentuknya Forum IKM di Lombok Tengah.

“Insyallah dengan forum IKM itu akan lebih terarah, mana IKM yang akan kita suport agar memiliki daya saing. Sehingga prodak nanti bisa sesuai dengan standar  standar yang sudah ditetapkan oleh EO penyelenggara Moto GP,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti di Mataram Senin (20/1), tekit kesiapan IKM menyambut MotoGP 2021 di Mandalika, Lombok Tengah.

IKM yang dilihat berbenah misalnya IKM Tenun, ekonomi kreatif, industri olahan dan industri kreatif termasuk makanan dan minuman yang nantinya akan memenuhi kebutuhan hotel yang ada di NTB.

“Saat ini kami sedang membina IKMitu dalam komunitas. Jadi kita mendorong komunitas berbasis komoditi, yang memudahkan kita mendampingi atau membina,” jelasnya.

Dikatakan, dalam satu komoditi itu tidak hanya berdiri namun akan saling mengisi misalnya satu IKM butuh bahan baku sehingga IKM yang fokus di bahan baku.

Begitu juga, ada yang fokus di olahan pasca panen, dengan demikian IKM baru bisa masuk dunia pasar pasca panen.

“Nah ini yang akan kita dorong hadir di setiap produk sektor unggulan. Sehingga enak membinannya dan ketersediaan bahan baku dan jaminan pasar antara industri tadi mulai hulu sampai hilir sudah merasakan sendiri,” jelasnya.

Terkait dukungan pemerintah, Nuryanti menjeaskan, pemrintah  akan menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan mereka.

Data Dinas Perindustrian NTB terdapatsebanyak 20 an ribu IKM, namun yang punya legalitas/izin hanya di angka 13 ribu saja.

Menurutnya, pemerintah yang melakukan pendampingan Bimbingan Teknis atau pelatihan tidak langsung mengantar IKM tersebut sampai ke proses perizinan.

“Kita dorong supaya mereka dibimbing sampai punya izin. Artinya tidak dilepas begitu saja,” kata Nuryanti.

AYA




“Kampung Unggas” Di Moyohulu Mulai Berproduksi

Tingkat konsumsi daging dan telur yang tinggi, NTB belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan masih bergantung daerah lain

SUMBAWA.lombokjournal.com — Program industrialisasi  satu persatu program itu mulai terealisasi. Dan program yang  dicanangkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalillah bukan mimpi.

Desember 2019 lalu, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul, meresmikan pabrik minyak kayu putih di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Pabrik di kaki Gunung Tambora itu dibangun  tahun 2018 dan dikelola PT Sanggaragro Karya Persada, sudah mulai berproduksi dan dideklarasikan sebagai pabrik terbesar di Indonesia. Pabrik itu bakal menjadikan  NTB sebagai pusat industri minyak kayu putih terbesar di dunia.

Menyusul peresmian pabrik minyak kayu putih tersebut, tak ketinggalan Program unggulan “Kampung Unggas” pun mulai berproduksi.

Salah satunya adalah industri peternakan ayam ras di Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.

Usaha peternakan unggas yang dikelola PT. Perkasa Group (sebuah perusahaan investasi dari Makassar Sulsel) telah mampu  menghasilkan 115 tray telur per harinya dari 3.900 ekor ayam.

“Kita bersyukur pengusaha dari Makassar ini memilih NTB (Lombok-Sumbawa) untuk mengembangkan usahanya,” ujar Doktor Zul dalam rangkaian kunjungan kerjanya  ke Pulau Sumbawa.

Kunjungan kerja Gubernur Zul, mulai dari peletakan batu pertama investasi hotel Santika, dilanjutkan penghijauan dengan penanaman kemiri dan kayu putih di kawasan hutan Pelaprado Kabupaten Bima, hingga  penanaman manggrove dan industri kelor di Dompu, serta peternakan unggas di Kabupaten Sumbawa, Minggu (12/01/2020).

Diharapkan, ke depan usaha industri seperti sektor pariwisata,  ayam ras ini dapat lebih berkembang di NTB, apalagi dengan enam program unggulan dalam Visi Misi NTB Gemilang yang saling mendukung.

Bagi President Commissioner Perkasa Group, Audy Joinaldy, Indonesia Timur memiliki potensi dan peluang bisnis yang sangat besar khususnya untuk perunggasan.

Banyak perusahaan integrasi yang melakukan ekspansi dan membangun investasi di daerah.

Dikatakannya, Indonesia adalah pasar yang sangat besar untuk telur, susu, dan daging. Seiring pertambahan populasi, kata Audy maka pihaknya optimis permintaan pasar akan terus berkembang.

Dengan demikian, secara tidak langsung, permintaan untuk meningkatkan produksi telur, susu, dan daging menurutnya menjadi sebuah keniscayaan. Hal itu juga akan mendorong pengembangan industri pakan ternak, khususnya pakan ayam.

Ia menegaskan karena tingkat konsumsi daging dan telur yang tinggi, NTB belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan masih bergantung daerah lain.

Hal itu diamini Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Hj Budi Septiani. Menurutnya, kebutuhan telur dan daging ayam harus dipasok dari Bali dan Jawa Timur.

Sebanyak 600 ribu butir telur per hari didatangkan dari dua daerah tersebut untuk kebutuhan 30 juta butir telur per tahun.

Ia menjelaskan, NTB sendiri punya potensi peternakan unggas yang cukup menjanjikan. Namun belum mampu memenuhi semua kebutuhan telur dan ayam dalam daerah.

Hal itu menggambarkan peluang usaha peternakan unggas sangat menjanjikan di NTB.

Mantan Kaban Ketahanan Pangan NTB itu mengajak para Pengusaha  memanfaatkan peluang tersebut dan mau mengembangkan investasi di Lombok maupun di Pulau Sumbawa.

Disamping investir dari luar, Ia juga yakin para pengusaha dan peternak lokal bisa mengambil alih peluang itu.

Pemerintah daerah didorong agar kabupaten/kota mengembangkan peternakan unggas setidaknya dapat memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam di daerah sendiri.

Dari data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, populasi unggas di NTB per 31 Desember 2018 menunjukkan, populasi ternak unggas mencapai 48,6 juta ekor.

Terdiri dari 782 ribu ekor ayam kampung; 5,5 juta ekor ayam pejantan; 3,2 juta ekor lebih ayam petelur; dan 39,1 juta ekor lebih ayam pedaging.

Sementara data tingkat konsumsi protein daging unggas, telur maupun sapi sepanjang tahun 2018, konsumsi daging ayam beku 45.906 kg, daging sapi beku 215.759 kg, daging kambing beku 500.000 kg, dan telur ayam ras 30.501.650 butir setahun.

Sementara konsumsi daging sapi olahan 39.930 kg, daging ayam olahan 73.397 kg, jeroan 1.500 kg, daging bebek beku 4.800 kg. Juga dalam bentuk butter cheese atau keju 28.800 kg, susu 144.160 kg, dan olahan susu atau yogurt 2.209 kg.

(Jm@kominfo)




Gubernur Letakkan Batu Pertama Hotel Santika Bima

Bang Zul menyampaikan rasa bangganya kepada Vidi Akhmad Rifai yang merupakan insinyur muda perancang Hotel Santika Bima

BIMA.lombokjournal.com —  Hadirnya hotel Santika di Bima, merupakan  angin segar dan daya tarik tersendiri bagi para investor lainnya agar menginjakkan kaki di Bima.

“Investor itu tidak hanya mau membangun hotel. Karena investor itu selalu lihat tempatnya. Sekali Santika hadir di Bima, maka hotel-hotel yang lain akan segera datang investasi di sini,” tutur Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc yang akrab disapa Bang Zul itu, pada acara peletakkan batu pertama pembangunan Hotel Santika Bima di Kalaki, Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kota Bima, Sabtu (11/01/2020).

Bang Zul menegaskan, saat ini era tidak cukup hanya bicara saja, tapi harus dibarengi dengan tindakan nyata.

“Tidak mungkin suatu daerah mencicipi kemakmuran, kesejahteraan dengan pertanian saja. Tapi harus ada industrinya. Industrialisasi itu adalah keniscayaan karena ketidakmampuan sektor pertanian menyerap kelebihan tenaga kerja,” katanya.

Bukan karena industrialisasi lalu pertanian tidak penting. Tapi, ketidakmampuan sektor primer (pertanian) menyerap kelebihan tenaga kerja maka harus ada sektor lain yang menyerapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bang Zul menyampaikan rasa bangganya kepada Vidi Akhmad Rifai yang merupakan insinyur muda perancang Hotel Santika Bima.

Vidi merupakan lulusan dari Teknik Sipil, Universitas Teknologi Sumbawa dan mendapat beasiswa dari Bang Zul pada saat menjabat sebagai anggota DPR RI kala itu.

“Pak Gubernur NTB sangat berjasa, karena beliau saya dapat berada di sini. Pada saat itu beliau masih menjabat sebagai anggota DPR RI. Saya diberikan beasiswa, full empat tahun. Uang saku juga beliau berikan. Data yang saya dapat, ada 2000 mahasiswa yang beliau berikan beasiswa di seluruh Indonesia,” ungkap Vidi.

Terakhir bang Zul menjelaskan, lebih dari 1000 orang tiap tahunnya ia beri beasiswa.

“Alhamdulillah, lulusan-lulusan kita bukan hanya bisa bekerja langsung, tetapi bisa menyapa hampir seluruh dunia hingga saat ini,” terangnya.

Perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama. Kita tidak akan maju kalau kita tidak menciptakan insinyur lebih banyak, tambahnya.

Kembali membangun daerah

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang turut mendampingi Gubernur, menyampaikan rasa bahagia dan bangga atas dibangunnya Hotel Santika di Kabupaten Bima.

Bandara Sultan Muhammad Salahuddin akan menyelesaikan perpanjangan landasan pacu dan pembangunan terminal baru. Hal itu dinilainya menjadi  titik cerah bagi tiga wilayah yaitu Kota Bima Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Meurut bupati, selain menjadi nilai tawar dan promosi bagi wilayah kabupaten Bima, Hotel Santika Bima merupakan salah satu upayah pemerintah daerah dalam menghadirkan investor, untuk membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya bagi putra daerah untuk bekerja dan mengabdi serta membesarkan daerahnya sendiri.

“Semoga para investor, khususnya orang-orang Bima akan mau kembali membangun daerah ini dan membangun usaha usaha di wilayah kita. Sebelum kita mengundang orang lain, saya berharap putra daerah seperti ini mau kembali membangun daerahnya,” harap bupat.

AYA/HmsNTB




PLN Jamin Kebutuhan Dan Pasokan Listrik Listrik Gelaran MotoGP 2021 Di Mandalika

Ketersediaan listrik yang cukup diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan kenyamanan pengelola KEK Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com – PLN siap memenuhi kebutuhan listrik untuk gelaran MotoGP yang akan dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat menunjungi lokasi gelaran MotoGP 2021 di Mandalika, Lombok Tengah dan beberapa infrastruktur kelistrikan di Pulau Lombok, Jumat (10/01/2020).

Darmawan mengatakan, MotoGP  merupakan event internasional pertama kali yang akan digelar di Indonesia, sehingga kebutuhan dan pasokan listrik harus mendapatkan jaminan kualitas dan keandalan bertaraf MotoGP.

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut PLN persiapkan insfrastruktur listriknya dengan matang, tentunya kami siap mendukung kebutuhan pasokan listrik untuk gelaran MotoGP ini,” tutur Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Infrastruktur kelistrikan yang disiapkan untuk mendukung KEK Mandalika yang akan menjadi lokasi gelaran MotoGP sudah disiapkan PLN sejak April 2015.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang dibutuhkan seperti hotel pusat pusat kuliner saat ini, PLN telah mengoperasikan satu Gardu Induk berkapasitas 30 Megavolt Ampere (MVA) di daerah Kuta, Lombok Tengah.

Gardu Induk tersebut telah memasok listrik ke kawasan Mandalika dan sekitarnya.

“Sudah ada beberapa hotel yang menggunakan Gardu Induk tersebut, namun penggunaannya saat ini masih sekitar 30 persen dari kapasitas yang ada,” ungkap Darmawan.

PLN pun siap menambah kapasitas Gardu Induk Kuta hingga 180 MVA secara bertahap.

Kapasitas Gardu Induk yang ada telah digunakan secara maksimal, dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik di KEK Mandalika termasuk kesiapan MotoGP 2021. PLN juga sedang membangun Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) sepanjang 15,8 kilometer untuk melistriki kawasan Mandalika.

Dari sisi pasokan daya, PLN juga telah mempersiapkan secara matang. Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki kapasitas pembangkit sebesar 289 Megawatt (MW), dengan beban puncak sebesar 250 MW.

Pada tahun ini, sistem kelistrikan Lombok juga akan mendapat tambahan daya sebesar 130-150 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Uap (PLTMGU) Lombok Peaker dan 25 MW dari PLTU Jeranjang Unit 2.

“Ada tambahan pembangkit baru beroperasi, cadangan tentu bertambah. Sistem back up daya nanti juga akan disiapkan. Kami akan koordinasi dengan ITDC selaku pengembang Mandalika. Intinya PLN siap mendukung,” tutur Darmawan.

Ketersediaan listrik yang cukup diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan kenyamanan pengelola KEK Mandalika. Untuk mengatur dan mengembangkan kelistrikan di kawasan tersebut, baik untuk hotel, restoran, pusat perbelanjaan, maupun untuk penyelenggaraan kegiatan-kegiatan bertaraf internasional seperti balap MotoGP.

Kepastian Indonesia menyelenggarakan MotoGP 2021 didapat setelah Dorna dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menandatangani kontrak kerja sama pada awal tahun 2019.

Dalam kesepakatan itu, MotoGP akan digelar di Indonesia mulai tahun 2021 dengan menggunakan konsep sirkuit jalanan.

AYA         




Control Atmosphere Storage (CAS), Disiapkan Dinas Perdagangan NTB Guna Stabilkan Harga

Persediaan yang melimpah mempengaruhi harga di pasar dan menyebabkan petani rugi

MATARAM.lombokjournal.com —  Pengadaan Control Atmosphere Storage (CAS) sangat penting untuk menstabilkan harga khususnya komoditas pertanian.

Dinas Perdagangan Provinsi NTB sudah meminta beberapa kabupaten untuk menyiapkan Control Atmosphere Storage (CAS).

Mendesaknya keberadaan CAS ini dikatakan Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kamis (09/01/2-20).

Nelly mengatakan, pengadaan CAS ini difokuskan di daerah yang memiliki hasil pertanian melimpah. Sehingga saat masa panen, para petani bisa menitipkan hasil produksinya di CAS tersebut.

“Komoditas pertanian yang disimpan di CAS akan bertahan hingga enam bulan ke depan,” terangnya.

Menurutnya, keberadaan CAS dinilai tidak merugikan para petani, justru sebaliknya menghindari kerugian yang akan diderita petani.

Karena selama ini para petani kesuitan dalam penyimpanan komoditas pertanian menyebabkan sering kali harga anjlok saat musim panen tiba.  Persediaan yang melimpah mempengaruhi harga di pasar dan menyebabkan petani rugi.

Beberapa komoditas pertanian yang sering mengalami harga rendah saat masa panen, misalnya tomat. Atau komoditas petanian lainnya yang gampang rusak dalam jangka waktu pendek.

Sehingga dengan adanya alat tersebut nantinya komoditas pertanian bisa disimpan, dan dijual ketika harga sudah mulai stabil.

Nelly mengaku, belum mengetahui pasti apakah sudah ada kabupaten/kota yang mengadakan CAS di tahun 2020. Karena pengadaan alat ini sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

“Nantinya, keberadaan CAS akan dikelola oleh pemerintah. Petani yang akan menitipkan hasil panennya akan dikenakan biaya sewa,” kata Nelly.

AYA

.




Ponpes Diajak Kembangkan Ekonomi Keumatan

Ponpes sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah

LOTIM.lombokjournal.com  —  Pondok Pesantren diajak menjadi corong pengembangan ekonomi keummatan.

Ajakan itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah saat mengunjungi Ponpes Nurul Mukhlisin NW Lombok Timur, Selasa (07/01/2020).

Hal ini tidak mustahil dilakukan mengingat potensi  di tiap ponpes sangat banyak.

“Maju tidaknya pondok kita tergantung dari aktivitas ekonominya, jadi pondok-pondok tidak boleh dikunjungi saat menjelang pilkada saja, aktivitas ekonominya (ponpes) harus hidup,” kata gubernur.

Potensi alam yang ada di NTB sangatlah banyak, namun potensi tersebut tidak boleh dikelola oleh orang lain.

“Jangan sampai kekayaan alam kita yang punya, tapi yang mengelola orang lain. Saya minta anak-anak ponpes melihat proses penambangan di PT AMNT, hal ini kami lakukan agar kita tidak jadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB,  juga minta agar ponpes sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah tersebut dapat mendatangkan keuntungan ekonomi.

“Sampah itu kalau tidak diolah akan mendatangkan penyakit, bisa jadi petaka bagi kita semua. Tapi kalau pandai mengelolanya, bukan mustahil mendatangkan keberkahan buat kita semua. Daerah kita bersih, secara ekonomi kita juga mendapat impact yang sangat baik,” tambah Bang Zul.

Bupati Lombok Timur, Drs. H. M. Sukiman Azmy, M.M. yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik gagasan gubernur t. Ia berterimakasih atas kehadiran dan sumbangsih yang diberikan untuk kabupaten Lombok Timur.

AYA/HmsNTB